Iki Terbaru/Paling Greeess

Showing posts with label Daerah. Show all posts
Showing posts with label Daerah. Show all posts

PT BPR POLATAMA KUSUMA


PT. BPR POLATAMA KUSUMA
Mengucapkan
Selamat Tahun Baru Islam
1 Muharram 1448 Hijriyah

BPR POLATAMA KUSUMA
MAJU BERSAMA MITRA

Sambut 1 Suro 1448 H, Bupati Madiun Ajak Masyarakat dan Pesilat Jaga Kondusivitas Wilayah

Iki Radio – Pemerintah Kabupaten Madiun mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) menjelang peringatan 1 Suro atau bulan Muharram 1448 Hijriah.

Ajakan ini disampaikan langsung oleh Bupati Madiun, Hari Wuryanto, usai mengikuti Apel Aman Suro pada Senin (15/6/2026). 

Apel siaga tersebut digelar sebagai langkah antisipasi menyusul meningkatnya aktivitas masyarakat dari berbagai elemen budaya dan perguruan pencak silat yang menjadi tradisi tahunan di wilayah Madiun.

Menurut Bupati Hari Wuryanto, menciptakan situasi yang aman dan kondusif tidak bisa hanya dibebankan kepada aparat penegak hukum, melainkan butuh sinergi dari seluruh warga.

“Jadi, tadi sudah ada Apel Aman Suro ya. Kami berharap pada seluruh masyarakat, keamanan ini adalah tanggung jawab kita bersama. Bukan tanggung jawab Pak Polisi sama Pak TNI saja, tapi tanggung jawab kita bersama,” ujar Hari Wuryanto, Senin (15/6/2026).

Ia optimistis bahwa modal sosial berupa semangat kebersamaan dan kerukunan yang selama ini terjalin erat di Kabupaten Madiun akan mampu menangkal segala potensi gangguan keamanan selama perayaan tahun baru Islam tersebut.

Lebih lanjut, Bupati berharap momentum bulan Suro kali ini bisa mengubah wajah perayaan yang selama ini kerap diwarnai kekhawatiran. Pemerintah daerah ingin memutar roda ekonomi masyarakat melalui pelibatan sektor pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal.

“Kami berharap tahun baru ini kita sambut dengan riang gembira, meningkatkan UMKM yang ada. Jadi tidak hanya itu, stigma yang dulu (negatif) akan kita hilangkan,” tegasnya.

Sebagai daerah yang memegang predikat Kampung Pesilat Indonesia, Kabupaten Madiun setiap tahunnya memang menjadi magnet bagi ribuan pesilat dari berbagai penjuru. Menanggapi potensi pergerakan massa yang besar ini, Bupati meminta komitmen kuat dari seluruh anggota perguruan pencak silat.

“Karena potensi Kabupaten Madiun selaku Kampung Pesilat Indonesia, kami berharap teman-teman para pesilat bisa menjaga kondusivitas yang ada di Kabupaten Madiun,” tuturnya.

Guna memastikan seluruh rangkaian kegiatan bulan Suro berjalan aman, tertib, dan membawa manfaat luas bagi masyarakat, Pemerintah Kabupaten Madiun bersama jajaran TNI, Polri, serta berbagai unsur terkait menyatakan akan terus memperkuat koordinasi dan pengamanan di lapangan.(ir)

Hijrah Tak Hanya Soal Ibadah, Wabup Balangan Dorong Perubahan Gaya Hidup

Iki Radio - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Balangan menggelar kegiatan keagamaan dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah di Masjid Al Akbar Balangan, Kecamatan Paringin Selatan, Kabupaten Balangan, Provinsi Kalimantan Selatan, pada Minggu (14/6/2026).


Pada kesempatan tersebut, Wakil Bupati (Wabup) Balangan, Akhmad Fauzi, mengajak masyarakat memaknai semangat hijrah sebagai upaya memperbaiki diri, termasuk dalam mengelola keuangan dan mendukung pertumbuhan ekonomi lokal.

Menurutnya, hijrah yang dicontohkan Nabi Muhammad SAW tidak hanya dimaknai sebagai perpindahan tempat, tetapi juga perubahan sikap dan perilaku menuju kehidupan yang lebih baik.

"Kita memaknai semangat hijrah sebagai perubahan diri dari yang sebelumnya kurang baik menjadi lebih baik lagi," ujarnya.

Di tengah tantangan ekonomi global, Akhmad Fauzi mengajak masyarakat menerapkan konsep "hijrah finansial" dengan lebih bijak dalam mengatur pengeluaran. Ia mendorong warga untuk mengurangi belanja daring yang tidak diperlukan dan lebih mengutamakan produk UMKM maupun pedagang lokal.

"Mari kuatkan ekonomi di banua dengan saling menghidupi lewat belanja di UMKM dan pedagang lokal Balangan. Insyaallah, dengan saling menghidupi, rezeki kita akan terus berputar," ajaknya.

Kegiatan menyambut Tahun Baru Islam tersebut diisi dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an, istigfar, selawat, zikir, serta tausiah yang disampaikan Syekh Abdus Shabour Al Kayyaali Ar Rifa'ie dari Istanbul, Turki.

Dalam tausiahnya, Syekh Abdus Shabour mengingatkan bahwa hijrah Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah merupakan peristiwa penting yang menjadi tonggak perkembangan peradaban Islam.

Menurutnya, hijrah tidak hanya menyelamatkan dakwah Islam, tetapi juga menjadi awal terbentuknya masyarakat Islam yang kuat, mempererat ukhuwah Islamiyah, serta melahirkan pusat peradaban melalui pembangunan Masjid Nabawi sebagai pusat ibadah, pendidikan, dan musyawarah umat.

Melalui peringatan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah, masyarakat diharapkan dapat mengambil hikmah dari peristiwa hijrah untuk terus memperbaiki diri, memperkuat persaudaraan, dan berkontribusi bagi kemajuan daerah.

Wali Kota Pekanbaru Apresiasi Semangat Gotong Royong Sambut HUT ke-242

Iki Radio - Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho mengapresiasi berbagai kegiatan yang digelar di tingkat kecamatan dalam rangka menyambut Hari Jadi ke-242 Kota Pekanbaru. Rangkaian kegiatan tersebut dinilai mencerminkan semangat gotong royong, kepedulian sosial, dan kebersamaan yang terus tumbuh di tengah masyarakat.

Menurut Agung, keterlibatan aktif masyarakat dalam berbagai kegiatan positif menjadi modal penting dalam mendukung pembangunan Kota Pekanbaru yang lebih maju dan harmonis.

"Melalui kegiatan yang dilaksanakan di setiap kecamatan, saya melihat tumbuhnya semangat gotong royong, kepedulian, dan kebersamaan di tengah masyarakat. Ini tentu menjadi hal yang sangat membanggakan," kata dia usai menghadiri kegiatan Masak Besar Kecamatan Sukajadi, Minggu (14/6/2026).

Salah satu kegiatan yang mendapat perhatian adalah program yang dilaksanakan Kecamatan Sukajadi. Selain mendorong kepedulian terhadap kebersihan lingkungan, kegiatan tersebut juga menjadi momentum mempererat silaturahmi dan menumbuhkan rasa syukur.

Dalam kegiatan itu, masyarakat bergotong royong memasak bersama sebagai simbol kebersamaan. Hidangan yang disiapkan kemudian dinikmati bersama dan dibagikan kepada anak yatim serta kaum duafa.

"Seluruh warga Sukajadi berkumpul untuk memasak bersama, menikmati kebersamaan, dan berbagi kepada sekitar 200 anak yatim serta kaum duafa. Ini merupakan bentuk rasa syukur yang patut diapresiasi," ujar Agung.

Atas inisiatif tersebut, Pemerintah Kota Pekanbaru memberikan apresiasi kepada Kecamatan Sukajadi yang dinilai berhasil menghadirkan kegiatan yang tidak hanya mempererat hubungan antarwarga, tetapi juga menumbuhkan kepedulian sosial di lingkungan masyarakat.

Agung menilai berbagai kegiatan yang dilaksanakan di seluruh kecamatan memiliki nilai positif karena mampu memperkuat partisipasi masyarakat dalam pembangunan kota.

"Semua kegiatan di kecamatan menarik. Yang paling penting adalah nilai-nilai yang terkandung di dalamnya, yakni meningkatkan semangat gotong royong dan kepedulian terhadap lingkungan," kata dia.

Ia berharap semangat kebersamaan yang tumbuh dalam peringatan Hari Jadi Kota Pekanbaru dapat terus dipertahankan dan menjadi budaya masyarakat dalam mendukung pembangunan daerah.

BPBD Lumajang Minta Warga Tetap Waspada, Gunung Semeru Masih Berstatus Siaga

Iki Radio - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang mengajak masyarakat untuk terus mengedepankan kesiapsiagaan dan menjadikan informasi resmi sebagai rujukan utama dalam menyikapi perkembangan aktivitas Gunung Semeru yang masih berstatus Level III (Siaga).

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lumajang, Isnugroho, mengatakan hingga saat ini belum terdapat laporan dampak terhadap masyarakat maupun permukiman akibat aktivitas vulkanik yang terjadi dalam beberapa hari terakhir. Meski demikian, kewaspadaan tetap perlu dijaga sebagai bagian dari upaya pengurangan risiko bencana.

Menurutnya, aktivitas Gunung Semeru yang sempat disertai awan panas guguran (APG) pada Sabtu malam (13/6/2026) menjadi pengingat pentingnya kesiapan masyarakat dalam menghadapi potensi ancaman bencana secara terukur dan tidak berlebihan.

“Kesadaran masyarakat untuk mengikuti rekomendasi yang telah ditetapkan menjadi bagian penting dalam upaya mengurangi risiko bencana. Karena itu kami terus mengajak masyarakat untuk tetap waspada dan mengutamakan informasi resmi,” ujar Isnugroho di Kabupaten Lumajang, Provinsi Jawa Timur, pada Minggu (14/6/2026).

Berdasarkan laporan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) periode pengamatan 14 Juni 2026 pukul 12.00–18.00 WIB, aktivitas Gunung Semeru masih terekam melalui sejumlah kegempaan vulkanik. Status gunung api tertinggi di Pulau Jawa itu tetap berada pada Level III (Siaga) dengan rekomendasi yang tidak berubah.

Isnugroho menjelaskan setiap informasi terkait perkembangan aktivitas Gunung Semeru selalu ditindaklanjuti melalui koordinasi dengan Pos Pengamatan Gunung Api Semeru, pemerintah desa, relawan kebencanaan, serta berbagai unsur terkait guna memastikan kondisi lapangan dapat dipantau secara berkelanjutan.

Selain melakukan pemantauan, BPBD juga terus memperkuat penyebarluasan informasi kepada masyarakat melalui berbagai saluran komunikasi. Langkah tersebut dilakukan agar masyarakat memperoleh informasi yang cepat, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan sehingga tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi.

Menurutnya, literasi kebencanaan menjadi salah satu modal penting dalam membangun ketangguhan masyarakat. Pemahaman mengenai potensi risiko, jalur evakuasi, dan langkah mitigasi akan membantu masyarakat mengambil keputusan yang tepat apabila terjadi peningkatan aktivitas vulkanik.

Saat ini masyarakat diimbau tetap mematuhi rekomendasi PVMBG, antara lain tidak melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sesuai radius yang telah ditetapkan, tidak beraktivitas dalam radius lima kilometer dari puncak kawah, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi awan panas, guguran lava, dan lahar pada aliran sungai yang berhulu di Gunung Semeru.

Isnugroho menegaskan masyarakat tidak perlu panik dalam menyikapi perkembangan aktivitas Gunung Semeru. Namun, kewaspadaan tetap harus dijaga dengan mengikuti informasi resmi dan arahan petugas di lapangan.

Melalui penguatan kesiapsiagaan, kepatuhan terhadap rekomendasi kebencanaan, serta pemanfaatan informasi resmi sebagai rujukan utama, diharapkan masyarakat semakin siap menghadapi berbagai potensi risiko sekaligus memperkuat budaya tangguh bencana di Kabupaten Lumajang.

Sekolah Rakyat Banyuwangi Berstandar Internasional Hampir Rampung, Progres Sudah 75 Persen

Iki Radio - Pemerintah pusat telah membangun Sekolah Rakyat di Banyuwangi. Saat ini, progres pembangunannya telah mencapai 75 persen. 

Sekolah Rakyat yang sedang dibangun di Banyuwangi ini berada di Desa Blambangan, Kecamatan Muncar. Saat ini sekolah rakyat di Banyuwangi sementara menempati dua lokasi, yakni di Balai Diklat milik Pemkab Banyuwangi di Kecamatan Licin, dan di kompleks Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Kecamatan Muncar.  

"Saya sudah meninjau progres pembangunannya. Saat ini pembangunan Sekolah Rakyat Banyuwangi telah mencapai 75 persen. Semoga seluruh pekerjaan berjalan tepat waktu dan segera bisa digunakan untuk anak-anak," ujar kata Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani.

Sekolah tersebut berdiri di atas lahan 7 hektar milik Pemkab Banyuwangi dan dibangun Kementerian Pekerjaan Umum dengan konsep sekolah modern berstandar internasional. Kawasan pendidikan tersebut mencakup jenjang SD, SMP, hingga SMA dengan kapasitas sekitar 1.000 siswa serta dilengkapi berbagai fasilitas penunjang pembelajaran.

Fasilitas yang dibangun meliputi gedung sekolah SD, SMP, SMA masing-masing dua lantai, asrama putra-putri tiap jenjang, serta rusun guru. Kemudian ada gedung serbaguna, masjid, gedung ibadah, dapur. Lengkap dengan kantin SD, kantin SMP, kantin SMA, dan guest house.

Selain itu, tersedia lapangan lapangan upacara, lapangan sepak bola, lapangan basket, jogging track, rumah genset, TPS, Green House, rumah pompa, gudang perawatan, pos jaga, instalasi limbah dapur, parkir mobil, parkir motor, gerbang dan signage.

"Semoga segera bisa dimanfaatkan dengan baik oleh anak-anak," ujar Ipuk.

Manajemen Konstruksi proyek, Johansyah, mengatakan percepatan pembangunan terus dilakukan agar seluruh pekerjaan dapat diselesaikan sesuai target pada 20 Juni mendatang.

Menurutnya, total ruang belajar yang dibangun mencapai 38 rombongan belajar, terdiri atas 18 rombel SD, sembilan rombel SMP, dan 9 rombel SMA.

"Sampai hari ini progresnya sudah 77 persen. Bangunan seperti asrama, gedung, dan fasilitas penunjang sekarang untuk masing-masing pekerjaan ini kurang lebih progresnya di 75 sampai 80 persen. Target kami bulan ini selesai," kata Johan. (*)

Bupati Lumajang: Lawan Hoaks dan Disinformasi, Masyarakat Harus Bijak Gunakan Media Sosial

Iki Radio - Bupati Lumajang Indah Amperawati mengajak masyarakat untuk memanfaatkan media sosial secara bijak dan produktif guna mendukung pembangunan daerah, termasuk tidak menyebarkan hoaks dan disinformasi. 

Bupati Lumajang Indah Amperawati bersama Direktur Informasi Publik Ditjen KPM Kemkomdigi, Nursodik Gunarjo, dalam kegiatan Indonesiagoid (IGID) Menyapa Lumajang dengan tema Guyub Rame, Jaga Info: Dari Desa untuk Indonesia pada Rabu (10/6/2026) di Kabupaten Lumajang.

Saat menghadiri kegiatan Indonesiagoid (IGID) Menyapa Lumajang dengan tema "Guyub Rame, Jaga Info: Dari Desa untuk Indonesia” pada Rabu (10/6/2026) di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, ia mengatakan teknologi informasi telah membawa pengaruh besar dalam berbagai aspek kehidupan, mulai dari perdagangan, politik, ekonomi, hingga sosial budaya.

“Karena itu, masyarakat perlu memahami bahwa media sosial bukan hanya sarana komunikasi, tetapi juga instrumen yang mampu membentuk persepsi publik terhadap suatu daerah,” kata Indah.

Lanjutnya, penggunaan media sosial yang positif dinilai dapat menjadi kekuatan besar dalam memperkenalkan potensi dan kemajuan daerah kepada masyarakat luas. Kecintaan terhadap Kabupaten Lumajang dapat diwujudkan melalui penyebaran informasi yang baik dan membangun.

“Konten-konten positif mengenai potensi wisata, budaya, pembangunan, maupun aktivitas masyarakat dinilai lebih bermanfaat dibandingkan menyebarkan informasi yang belum tentu benar,” kata Indah.

Dengan semakin banyak informasi positif yang dipublikasikan, masyarakat luar akan tertarik untuk mengenal dan berkunjung ke Lumajang sehingga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat setempat.

Indah mengungkapkan bahwa Lumajang saat ini berhasil menjadi kabupaten dengan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara tertinggi di Jawa Timur. Capaian tersebut menunjukkan bahwa potensi wisata daerah memiliki daya tarik yang besar di tingkat nasional maupun internasional.

Salah satu destinasi unggulan yang menjadi magnet wisata adalah Tumpak Sewu yang telah dikenal luas karena keindahan alamnya. Popularitas Tumpak Sewu semakin meningkat setelah mendapat perhatian dari sejumlah figur publik dan kreator konten di media sosial.

Informasi yang tersebar melalui berbagai platform digital membuat banyak wisatawan mengetahui destinasi tersebut dan menjadikannya tujuan perjalanan.

Fenomena tersebut membuktikan bahwa media sosial memiliki kekuatan besar dalam memengaruhi minat dan keputusan masyarakat.

Karena itu, Indah mengajak seluruh masyarakat, khususnya generasi muda, untuk terus mendukung program-program pembangunan pemerintah melalui penyebaran informasi yang positif, akurat, dan bertanggung jawab.

“Kolaborasi antara masyarakat dan pemerintah dalam menjaga ruang digital yang sehat akan menjadi modal penting untuk memperkuat citra daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Lumajang,” katanya.

Perkuat Peran Posyandu ILP dan Literasi Digital, TP PKK Kabupaten Madiun Dorong Perwujudan Generasi Emas 2045

Iki Radio – Dalam upaya memperkuat peran posyandu di tingkat kelurahan, Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Madiun, Erni Hari Wuryanto, didampingi Wakil Ketua Fitriya Purnomo Hadi, dan segenap pengurus TP PKK Kabupaten Madiun, melakukan kunjungan kerja ke Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP) Mekarsari, Kelurahan Bangunsari, Kecamatan Dolopo, pada Rabu (10/6/2026).


Posyandu ILP sendiri merupakan inovasi yang mengintegrasikan berbagai layanan kesehatan primer dalam satu wadah. Tujuannya adalah mendekatkan akses kesehatan kepada masyarakat serta melayani seluruh siklus hidup, mulai dari bayi, remaja, dewasa, hingga lansia.

Dalam kunjungannya, Erni Hari Wuryanto menegaskan bahwa penurunan angka stunting menjadi salah satu prioritas utama Pemerintah Kabupaten Madiun. Hal ini berkaitan langsung dengan peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) demi mewujudkan Generasi Emas 2045.

“Posyandu adalah garda terdepan bagi putra-putri kita. Melalui pemberian makanan tambahan, kita berharap mereka tumbuh menjadi anak yang sehat, cerdas, dan bebas dari stunting,” jelas Erni.

Selain fokus pada gizi anak, Erni juga berpesan kepada para kader posyandu untuk aktif menyosialisasikan pencegahan penyakit, baik menular maupun tidak menular.

“Salah satunya penyakit menular yaitu TBC (Tuberculosis), karena kasusnya saat ini masih terhitung tinggi. Mohon kesehatan lingkungan dan diri untuk selalu dijaga,” harapnya.


Tak hanya meninjau sektor kesehatan, Ketua TP PKK beserta rombongan juga melanjutkan agenda ke SDN Bangunsari 01 Dolopo. Kunjungan ini bertepatan dengan upaya Pemerintah Kabupaten Madiun dalam mendorong penguatan budaya membaca dan literasi digital melalui rangkaian kegiatan BaBe (Bahana Bersahaja) 2026.

“Pesan saya, adik-adik harus gemar membaca, ya. Cita-cita jadi dokter itu juga harus sering baca buku. Karena membaca itu adalah jendela dunia,” ujar Erni di hadapan para siswa.

Senada dengan Ketua TP PKK, Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Madiun, Fitriya Purnomo Hadi, menambahkan betapa pentingnya literasi informasi bagi perkembangan pelajar di tengah derasnya arus digitalisasi. Ia mengajak siswa untuk membatasi waktu bermain gadget dan mengalihkan energinya untuk membaca.

“Kurangi main game-nya ya. Kalau ingin jadi orang sukses, jadi polwan misalnya, juga harus gemar membaca. Dengan membaca, semua ilmu nanti akan ada di genggamanmu,” tambah Fitriya.

Ia juga mendorong pihak sekolah dan pelajar untuk memaksimalkan pemanfaatan perpustakaan serta pojok baca sebagai ruang tumbuh kebiasaan positif tersebut.

Rangkaian kunjungan ini ditutup dengan peninjauan ke beberapa titik strategis di Kelurahan Bangunsari, diantaranya Pemanfaatan Tanah Pekarangan (PTP) untuk mendorong ketahanan pangan keluarga, Bank Sampah dalam pengelolaan lingkungan dan kebersihan warga.

Selain itu rombongan TP PKK Kabupaten Madiun juga meninjau kelas ibu hamil. Disini Ketua TP PKK berdialog dan menyerahkan langsung bingkisan makanan tambahan kepada 9 orang ibu hamil yang hadir.

Tim juga meninjau langsung UMKM Kelurahan Bangunsari, guna melihat potensi ekonomi lokal dan kerajinan warga. Serta pelayanan kesehatan, guna memastikan fasilitas kesehatan setempat siap melayani masyarakat dengan optimal.


Melalui sinergi lintas sektor—mulai dari kesehatan, literasi, hingga ketahanan ekonomi—TP PKK Kabupaten Madiun berkomitmen penuh untuk terus mendampingi masyarakat menuju kehidupan yang lebih sehat, cerdas, dan sejahtera.(ir)

 



Warga Demak Manfaatkan Program Demang Ngator Deso di Desa Mangunrejo Kebonangung

Iki Radio - Program Demang Ngantor Deso yang berlangsung di Balai Desa Mangunrejo, Kecamatan Kebonagung, merupakan sarana mendekatkan pelayanan publik sekaligus wadah dialog langsung antara pemerintah dan masyarakat, Rabu (10/06/26).

Penyerahan berbagai bantuan kepada masyarakat, antara lain kursi roda bagi penyandang disabilitas, bantuan kepesertaan BPJS, bantuan untuk tempat ibadah dari Baznas, bantuan modal usaha, serta sejumlah bantuan sosial lainnya.


Rombongan Bupati Demak Eisti’anah dan Wakil Bupati Muhammad Badrudin, saat mengunjungi lokasi didampingi Sekda Ahmad Sugiharto beserta Para Asisten melakukan monitoring dengan berkelilng di stan perangkat daerah yang berad di lokasi.

Hal tersebut dilakukan untuk melihat layanan yang tersedia dan kesiapan personil dari masing-masing perangkat daerah. Sejumlah stan pelayanan dari perangkat daerah tampak ramai dikunjungi masyarakat.

Salah satu layanan yang paling banyak diminati adalah pelayanan administrasi kependudukan. Warga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengurus berbagai dokumen, seperti pembaruan Kartu Keluarga (KK), pencetakan Kartu Tanda Penduduk (KTP), dan dokumen kependudukan lainnya.

Dalam sambutannya, Bupati Demak Eisti’anah menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia yang telah mempersiapkan kegiatan, khususnya Pemerintah Desa Mangunrejo yang telah bersedia menjadi tuan rumah penyelenggaraan Demang Ngantor Desa.

“Terima kasih kepada seluruh panitia dan Pemerintah Desa Mangunrejo yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini. Program Demang Ngantor Desa merupakan salah satu program prioritas Pemerintah Kabupaten Demak untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat,” kata Bupati.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus mempermudah akses terhadap berbagai layanan pemerintah.

Serap Aspirasi

Dalam kegiatan tersebut dilakukan dialog interakstif antara masyarakat kepada para pimpinan daerah, yang menjadi jembatan komunikasi antara pejabat dan masyarakat.

Sejumlah warga menanfaatkan sesi dialog tersebut dengan menyampaikan pertanyaan dan aspirasi. Salah satunya terkait status bantuan sosial (bansos) yang tidak lagi aktif. Menanggapi hal tersebut, Bupati menjelaskan bahwa data penerima bansos telah melalui proses monitoring dan verifikasi sehingga diperoleh data yang dinilai valid. Namun demikian, masyarakat masih dapat mengajukan pembaruan data apabila terdapat ketidaksesuaian melalui pemerintah desa dan perangkat daerah terkait.

Kepala Dinas Sosial P2PA Kabupaten Demak, Agus Herawan, menambahkan bahwa penerima bantuan sosial umumnya berasal dari kelompok masyarakat pada desil 1 hingga 5, sedangkan desil 6 ke atas dikategorikan sebagai masyarakat yang dianggap mampu berdasarkan hasil pendataan.

“Apabila masyarakat merasa terdapat ketidaksesuaian data, dapat mengajukan perubahan melalui operator SIG-NG di desa atau datang langsung ke Mal Pelayanan Publik Kabupaten Demak pada stan Dinsos P2PA. Setelah diajukan, petugas akan melakukan verifikasi lapangan untuk memastikan validitas data,” jelasnya.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyerahan berbagai bantuan kepada masyarakat, antara lain kursi roda bagi penyandang disabilitas, bantuan kepesertaan BPJS, bantuan untuk tempat ibadah dari Baznas, bantuan modal usaha, serta sejumlah bantuan sosial lainnya. Acara berlangsung lancar dan mendapat sambutan antusias dari masyarakat yang hadir.

 

Dekatkan Pelayanan, Pemkab Madiun Hadirkan 38 Layanan Publik di "Bahana Bersahaja" Bangunsari

Iki Radio – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun terus menunjukkan komitmennya dalam memberikan pelayanan yang terbaik, cepat, dan dekat bagi masyarakat.

Melalui program strategis "Bahana Bersahaja" yang digelar di Kelurahan Bangunsari, Kecamatan Dolopo, Pemkab Madiun sukses membangun kolaborasi lintas sektor guna menghadirkan puluhan jenis pelayanan publik langsung di tengah permukiman warga.

Salah satu stand layanan dalam kegiatan BAHANA BERSAHAJA di Lapangan Desa Bangusari Kecamatan Dolopo Kabupaten Madiun, Rabu (10/6/2026)

Bupati Madiun, Hari Wuryanto, menyampaikan apresiasi mendalam atas sinergi yang terjalin erat antara pemerintah daerah dengan berbagai instansi vertikal.

Bupati Hari Wuryanto menegaskan bahwa esensi dari program ini adalah memberikan kemudahan akses bagi seluruh lapisan masyarakat.

"Alhamdulillah, kami ingin Pemerintah Kabupaten Madiun memberikan layanan terbaik untuk masyarakatnya. Salah satunya kita bekerja sama dengan Polri dalam memberikan layanan perpanjangan dan pencetakan SIM di tempat ini. Warga tidak harus jauh-jauh pergi ke Polres, cukup datang ke sini sudah bisa diproses," ujar Bupati Hari Wuryanto, Rabu (10/6/2026).

Bupati membeberkan, setidaknya ada 38 jenis pelayanan yang dibuka selama kegiatan berlangsung. Respons masyarakat pun sangat luar biasa. Menariknya, manfaat dari program ini tidak hanya dinikmati oleh warga lokal Kelurahan Bangunsari saja, melainkan juga menyedot perhatian warga dari kecamatan lain.

"Tadi saya sempat mendata, khusus untuk layanan SIM saja sudah ada 16 yang tercetak. Yang memanfaatkan layanan ini tidak hanya orang Bangunsari, tadi ada yang dari Kecamatan Balerejo hingga Dagangan. Semua bisa terlayani ke sini," tambahnya.

Keberhasilan pelayanan publik di arena Bahana Bersahaja ini tidak lepas dari gotong royong multipihak.

Selain Kepolisian (Polri), Pemkab Madiun turut menggandeng sejumlah instansi vertikal lainnya demi menghadirkan pelayanan satu pintu yang komprehensif. Di antaranya BPJS, Kementerian Agama, Imigrasi, Kantor Pajak, Pegadaian, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), dan sejumlah instansi lain.

Di samping urusan administrasi dan perizinan, pelaksanaan Bahana Bersahaja yang berlangsung selama dua hari (9-10 Juni 2026) di Bangunsari ini juga membawa dampak signifikan terhadap roda perekonomian lokal, khususnya sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Bupati mengaku bangga melihat geliat para pelaku usaha yang mulai sadar akan pentingnya legalitas usaha dan jaminan mutu produk mereka.

"Utamanya adalah peningkatan UMKM yang ada di Bangunsari. Tadi pengurusan NIB (Nomor Induk Berusaha) lumayan banyak, begitu juga dengan sertifikat halalnya. Ini membuktikan apa yang dijajankan oleh teman-teman UMKM kita secara syar'i sah dan halal. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan kualitas dari pelayanan dan produk UMKM kita," lanjutnya.

Komitmen Pemkab Madiun tidak berhenti saat acara seremonial berakhir. Bupati Hari Wuryanto memastikan bahwa Kelurahan Bangunsari akan terus mendapatkan sentuhan program pembangunan berkelanjutan pasca-kegiatan Bahana Bersahaja.

Tercatat ada 15 program kerja yang telah disiapkan pemerintah daerah, termasuk penguatan fasilitas infrastruktur penunjang aktivitas masyarakat sehari-hari.

"Kami ada 15 program, termasuk fasilitas infrastruktur yang menunjang kegiatan masyarakat. Salah satunya tadi kita bangun sarana di sisi selatan berupa pavingisasi untuk jalur jogging (jogging track)," tambahnya.

Pembangunan fasilitas olahraga ini, menurut Bupati, merupakan langkah konkret pemerintah untuk merangsang pola hidup bersih dan sehat di kalangan masyarakat Kabupaten Madiun.

"Kami pengin masyarakat Bangunsari juga sehat. Salah satu sarana untuk sehat itu adalah dengan berolahraga. Mudah-mudahan dengan adanya fasilitas baru ini, masyarakat kami semakin gemar berolahraga supaya fisiknya tetap sehat dan bugar," pungkasnya.(ir)

 

Sukses Jaga Stabilitas Pangan, BULOG Madiun Rampungkan Penyaluran Bapang Lebih Cepat dari Target

Iki Radio – Perusahaan Umum (Perum) Badan Urusan Logistik (BULOG) Kantor Cabang Madiun membuktikan komitmen nyatanya dalam menjaga stabilitas harga pangan dan meringankan beban pengeluaran masyarakat.


BULOG Madiun telah merampungkan 100 persen pendistribusian Program Bantuan Pangan (Bapang) berupa beras dan minyak goreng untuk alokasi bulan Februari dan Maret 2026.

Langkah percepatan ini diambil sebagai instrumen strategis pemerintah dalam mengantisipasi dinamika harga pangan di pasaran, sekaligus meningkatkan daya beli masyarakat.

Dalam program ini, BULOG Madiun menggelontorkan komoditas pokok dalam jumlah besar yang menyasar ratusan ribu keluarga Penerima Bantuan Pangan (PBP).

Penyaluran yang dilakukan secara bertahap namun progresif ini berhasil diselesaikan lebih cepat dari batas waktu yang ditetapkan oleh Badan Pangan Nasional (Bapanas), yaitu sebelum 31 Mei 2026.

Secara akumulatif, BULOG Madiun telah menyalurkan beras sebanyak 5.835 ton, miyak goreng: 1.167 Kilo Liter (KL), dengan jumlah sasaran 291.753 Penerima Bantuan Pangan (PBP).

Untuk penerima di wilayah Kota Madiun, Bulog Cabang Madiun telah merampungkan penyaluran pada Maret 2026 lalu. Sedangkan untuk di Kabupaten Madiun, capaian 100 persen penyaluran pada April 2026. Dan untuk wilayah Kabupaten Ngawi, telah selesai pada 26 Mei 2026.

Pemimpin Cabang Perum BULOG Madiun, Agung Sarianto, menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan buah dari sinergi yang kuat di lapangan antara BULOG, Pemerintah Daerah, dan seluruh stakeholder terkait.

"BULOG Madiun telah menuntaskan pendistribusian bantuan pangan 100 persen kepada Keluarga Penerima Bantuan Pangan sebelum tanggal 31 Mei 2026,”  ujar Agung Sarianto, Selasa (9/6/2026).

Hal ini diharapkan dapat mengurangi beban pengeluaran masyarakat, sekaligus menjadi langkah strategis pemerintah untuk mengendalikan gejolak harga pangan dan inflasi.

Kelancaran program ini juga diakui oleh pihak Pemerintah Daerah. Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Madiun, Paryoto, menambahkan bahwa komunikasi intensif dengan BULOG memastikan bantuan yang diterima masyarakat tidak hanya tepat waktu, tetapi juga berkualitas tinggi.

"Kami terus berkoordinasi dengan BULOG terkait penyaluran program bantuan pangan, mulai dari pengecekan kualitas hingga monitoring pelaksanaan di lapangan. Hasilnya, pendistribusian banpang (bantuan pangan) dapat berjalan dengan lancar dan diterima dengan baik oleh masyarakat," jelas Paryoto.

Program bantuan pangan ini terbukti menjadi instrumen strategis yang langsung meringankan dapur masyarakat di tingkat bawah.

"Alhamdulillah kami sangat terbantu dengan bantuan ini. Minyak dan beras bantuan yang saya terima juga bagus, cukup untuk makan sehari-hari jadi kami tidak perlu beli beras dan minyak lagi,” ungkap Kasiem, warga dari Desa Klumutan, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun.

Kasiem berharap program bantuan pangan ini terus berlanjut, karena sangat membantu masyarakat.

“Semoga bulan depan ada bantuan seperti ini lagi," tambahnya.

Dengan selesainya alokasi Februari dan Maret ini, BULOG Madiun memastikan kesiapannya untuk terus mengawal ketahanan pangan dan mengantisipasi fluktuasi harga di pasar pada periode-periode berikutnya.(ir)

 

Filosofi Mendalam di Balik Logo HUT ke-458 Kabupaten Madiun Karya Pemuda Saradan

Iki Radio – Pemerintah Kabupaten Madiun mengumumkan pemenang Sayembara Logo Hari Ulang Tahun (HUT) ke-458 Kabupaten Madiun.

Juara dalam ajang kreatif ini berhasil diraih Ridho Agung Laksono, pemuda asal Desa Bongsopotro, Kecamatan Saradan.

Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik, Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Madiun, Robani, menyatakan bahwa karya yang terpilih tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga memiliki kedalaman makna yang luar biasa.

"Hasil seleksi penilaian dewan juri, filosofinya lengkap," ujar Robani, Selasa (9/6/2026).

Logo karya Ridho ini dinilai sukses merangkum visi, misi, kekayaan budaya, serta potensi besar yang dimiliki oleh Kabupaten Madiun untuk melangkah menuju masa depan yang Bersahaja (Bersih, Sehat, dan Sejahtera).

Desain logo pemenang ini memuat elemen-elemen penting yang merepresentasikan identitas Kabupaten Madiun secara mendalam, yang terbagi menjadi dua poin utama:

Elemen Bentuk dan Simbol

Angka 458: Melambangkan usia Hari Jadi Kabupaten Madiun. Bentuk visualnya dibuat saling terhubung, menggambarkan konsep sinergi dan kolaborasi untuk terus bergerak bersama.

Simbol Industri: Garis yang mengarah ke atas menggambarkan pengembangan kawasan industri demi mempercepat pertumbuhan ekonomi yang berdaya saing serta meningkatkan daya beli masyarakat.

Gapura (Alun-Alun Reksogati): Melambangkan pusat pemerintahan yang bersih, efektif, terpercaya, serta maksimal dalam pelayanan publik berbasis teknologi.

Pesilat: Menegaskan identitas Kabupaten Madiun sebagai Kampung Pesilat, yang merepresentasikan kekuatan, kebersamaan, dan kerukunan antarwarga.

Air: Menjadi simbol sumber kehidupan, keseimbangan, serta keterhubungan melalui alur yang mengalir.

Batik (Motif Beras Kutah): Menggambarkan pelestarian warisan budaya dan inovasi. Uniknya, motif ini membentuk pola angka 206 yang merepresentasikan jumlah desa/kelurahan di Kabupaten Madiun sebagai simbol pembangunan yang merata.

Ukiran: Melambangkan nilai ekonomi dari kerajinan lokal sekaligus simbol dalam menjunjung tinggi keharmonisan dan keselarasan hidup.

Padi dan Jagung: Dua komoditas pangan utama Madiun yang menyimbolkan kemakmuran. Jumlah 15 bulir padi secara spesifik melambangkan 15 kecamatan yang ada di Kabupaten Madiun.

Perkebunan: Menunjukkan potensi lereng Gunung Wilis yang subur, menempatkan Madiun sebagai salah satu lumbung pangan dan sentra hortikultura utama di Jawa Timur.

Gunung Wilis: Merepresentasikan sektor pariwisata yang kaya, mulai dari wisata alam, agrowisata, desa wisata, hingga wisata sejarah dan budaya.

Ulir: Visualisasi dari gotong royong, kolaborasi, dan keselarasan yang berkelanjutan antara pemerintah dan masyarakat.


Makna Warna Logo

Warna-warna yang digunakan dalam logo ini dipilih dengan cermat untuk membawa pesan psikologis yang kuat.

Kuning : Melambangkan jiwa yang penuh semangat dan optimisme untuk terus berinovasi dan bergerak maju.

Hijau : Melambangkan keharmonisan, kemakmuran, dan keberlanjutan dalam mewujudkan Madiun yang Bersahaja (Bersih, Sehat, dan Sejahtera).

Biru : Melambangkan kepercayaan, keselarasan, sinergitas, serta stabilitas antara pemerintah dan masyarakat dalam pembangunan yang berkeadilan.

Dengan logo ini, Pemerintah Kabupaten Madiun berharap seluruh elemen masyarakat dapat meresapi semangat kolaborasi dan gotong royong yang tertuang di dalamnya.

Logo ini diharapkan menjadi pemantik semangat untuk membawa Kabupaten Madiun menjadi daerah yang semakin maju, mandiri, dan berdaya saing tinggi.

Nantinya logo dari pemenang sayembara ini akan digunakan dalam berbagai bentuk media publikasi kegiatan Hari Jadi Kabupaten Madiun ke 458.(ir)


BACA JUGA : 

Sambut Hari Jadi ke-458, 30 Karya Berebut Jadi Logo Resmi Kabupaten Madiun

Raih Penghargaan Kemendagri, Bupati Madiun Gandeng Kementerian PU Matangkan Pembiayaan Kreatif Infrastruktur Jalan

Iki Radio – Sukses meraih penghargaan Creative Financing dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Bupati Madiun Hari Wuryanto, terus bergerak cepat mengembangkan skema pembangunan infrastruktur tanpa membebani APBD.

Langkah konkret ini diwujudkan melalui audiensi dan koordinasi bersama Ditjen Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum (PU) RI di Jakarta pada Senin (8/6/2026). 

Pertemuan ini membahas rencana mekanisme pembiayaan kreatif berupa Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) serta Inpres Jalan Daerah (IJD) untuk proyek preservasi jalan di Kabupaten Madiun.

Audiensi strategis yang dihadiri oleh Bupati beserta jajaran pimpinan OPD terkait ini merupakan tindak lanjut dari dua agenda besar yakni proses pengusulan Project Development Facility (PDF), terkait proyek kerja sama Pemerintah Daerah dan KPBU Preservasi Jalan Kabupaten Madiun yang saat ini tengah diajukan ke Kementerian Keuangan RI.

Dan sosialisasi program IJD, dimana hal ini menindaklanjuti Instruksi Presiden Nomor 11 Tahun 2025 tentang Percepatan Peningkatan Konektivitas Jalan Daerah untuk Mendukung Swasembada Pangan dan Energi yang telah digelar pada 26 Mei 2026 lalu.

Dalam pertemuan tersebut, Bupati Hari Wuryanto didampingi oleh dua staf Kementerian PU yang mewakili Direktur, yaitu Agnes Intan dan Fara Baselin.

Dalam paparannya, Bupati Hari Wuryanto menegaskan bahwa peningkatan pelayanan infrastruktur di Kabupaten Madiun diselaraskan dengan visi daerah "Madiun BERSAHAJA", khususnya Misi IV, yakni membangun sarana dan prasarana kewilayahan yang lebih memadai, merata, dan berkeadilan.

Pemerintah Kabupaten Madiun sangat membutuhkan dukungan dari Pemerintah Pusat mengingat pembangunan infrastruktur jalan membutuhkan anggaran yang besar dan berkelanjutan.

"Peningkatan kemantapan jalan menjadi prioritas utama kami karena merupakan infrastruktur vital yang langsung mendukung swasembada pangan serta memutar roda pertumbuhan ekonomi daerah," ujar Bupati Hari Wuryanto.

Selain mematangkan skema finansial kreatif, Bupati Madiun juga memaparkan daftar usulan penanganan sejumlah ruas jalan daerah untuk tahun anggaran 2026.

Besar harapan Pemkab Madiun agar usulan pembangunan melalui berbagai program pembiayaan alternatif ini dapat segera terealisasi. 

Melalui konektivitas jalan yang prima, diharapkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Madiun meningkat pesat sekaligus mampu menyokong penuh program ketahanan pangan nasional.(ir)

Ratusan Guru Dipindah, Ini Penjelasan Wakil Bupati Madiun

Iki Radio – Kebijakan pergeseran tempat tugas ratusan tenaga pendidik di Kabupaten Madiun mulai dilaksanakan.

Sedikitnya 450 guru tingkan SD dan SMP di Kabupaten Madiun, kini menjalankan tugas mengajarnya lebih dekat dengan domisili atau tempat tinggalnya.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Bupati Madiun dr Purnomo Hadi memberikan penjelasan mendalam terkait latar belakang di balik keputusan penataan personel tersebut.

Menurut Wabup, langkah ini merupakan bagian dari upaya strategis Bupati Madiun selaku Pejabat Pembina Kepegawaian dalam merumuskan kebijakan yang bermuara pada peningkatan kesejahteraan seluruh ASN dan jajaran birokrasi di Kabupaten Madiun.

Kebijakan ini berfokus pada efisiensi dengan cara mendekatkan tempat tugas para guru ke domisili atau tempat tinggal mereka masing-masing.

Dijelaskan bahwa salah satu pertimbangan utama dari kebijakan ini adalah dorongan efisiensi penekanan pengeluaran bagi para ASN, selaras dengan kebijakan operasional daerah lainnya seperti pemberlakuan Work From Home (WFH) pada hari Jumat.

Dengan memindahkan para pendidik di bawah Dinas Pendidikan ke sekolah yang lebih dekat dengan rumah mereka, beban finansial operasional harian para guru otomatis akan berkurang.

"Kami sempat bertanya kepada salah satu guru. Selama ini harus menempuh perjalanan jauh, sekarang didekatkan di wilayah Sawahan yang jaraknya cuma sekitar 3 kilometer dari rumahnya. Ada selisih jarak hingga 30 kilometer. Bisa dibayangkan berapa liter bensin yang bisa dihemat setiap harinya," ujar Wakil Bupati, Senin (8/6/2026).

Selain dari aspek finansial, Pemerintah Kabupaten Madiun membidik dua dampak positif utama bagi kualitas pendidikan di lapangan. Dengan jarak tempuh yang jauh lebih pendek, para guru diharapkan dapat hadir di sekolah secara lebih disiplin dan tepat waktu. Pengurangan kelelahan fisik di jalan diharapkan mampu menjaga energi para guru agar tidak terdistraksi hal-hal lain di luar pekerjaan, sehingga mereka bisa lebih fokus dan efisien dalam mengajar.

Guna memastikan kebijakan berjalan lancar, Pemerintah Kabupaten Madiun secara bertahap akan melakukan pemetaan (mapping) secara menyeluruh. Proses ini akan dikawal langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) serta Kepala Dinas Pendidikan agar berjalan secara transparan, akuntabel, dan profesional.

Wakil Bupati Madiun juga menegaskan dengan keras bahwa kebijakan penataan berbasis zonasi domisili ini bersifat universal dan murni demi kesejahteraan bersama, bukan sebuah langkah yang tendensius atau didasari motif tertentu.

"Kami selalu mewanti-wanti dan mengingatkan agar jangan sampai ada praktik gratifikasi. Tindakan seperti itu sangat tidak mendidik. Semuanya no, tidak boleh ada pungutan sama sekali dalam proses ini. Ini demi mewujudkan komitmen Madiun Bersaja: Bersih, Sehat, Sejahtera," tegasnya.

Wakil Bupati Madiun menitipkan pesan penting kepada ratusan guru yang mendapatkan tempat tugas baru yang lebih dekat dari rumah. Mengingat kebijakan ini membawa dampak positif bagi efisiensi anggaran pribadi, para guru diminta untuk menyambut baik peluang ini.

"Tolong diterima dengan sebaik mungkin dan segera lakukan adaptasi di lingkungan baru. Target utama kita adalah profesionalisme. Semoga dengan jarak kerja yang kini lebih dekat dengan domisili dan keluarga, kinerja para guru harus semakin meningkat dan semakin profesional," pungkasnya.(ir)

BACA JUGA :

Dekatkan Tempat Tugas dengan Domisili, 450 Guru di Kabupaten Madiun Dipindah

 

Dekatkan Tempat Tugas dengan Domisili, 450 Guru di Kabupaten Madiun Dipindah

Iki Radio – Pemerintah Kabupaten Madiun melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan resmi menerbitkan Surat Tugas Pendekatan Tempat Tugas dengan Domisili bagi 450 Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup pendidikan.

Kebijakan ini diambil sebagai langkah strategis untuk meningkatkan efektivitas kinerja, efisiensi energi, serta kualitas mutu pelayanan pendidikan di Kabupaten Madiun.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Madiun, Agus Sucipto, menegaskan bahwa pendidik dan tenaga kependidikan merupakan ujung tombak keberhasilan pendidikan.

Oleh karena itu, pemangkasan jarak tempuh ini diharapkan memberikan ruang bagi para guru untuk tampil lebih optimal.

"Pengurangan jarak tempuh diharapkan membuat para pendidik mempunyai waktu yang cukup untuk mempersiapkan pelayanan terbaik dan menciptakan inovasi yang dapat meningkatkan kualitas mutu pendidikan," ujar Agus Sucipto, Senin (8/6/2026).

Selain itu, kebijakan berbasis zonasi domisili ini bertujuan menumbuhkan rasa Handarbeni—yaitu rasa ikut memiliki, menjaga, merawat, dan bertanggung jawab terhadap tempat tugas yang baru.

Kebijakan ini juga diklaim sangat efektif dalam mendukung program penghematan energi pemerintah daerah sekaligus menyukseskan Gerakan SELAMAT ASRI guna mewujudkan Kabupaten Madiun yang BERSAHAJA.

Penerbitan 450 surat tugas ini menyasar guru PNS, PPPK Penuh Waktu, hingga PPPK Paruh Waktu dengan rincian guru SD (Total 402 Orang), terdiri dari 161 PNS, 196 PPPK Penuh Waktu, dan 45 PPPK Paruh Waktu. Dan guru SMP (Total 48 Orang) terdiri dari 36 PNS, 9 PPPK Penuh Waktu, dan 3 PPPK Paruh Waktu.

Kebijakan penataan ini memicu berbagai respons dari para guru yang mendadak harus berpindah tugas.

Wieke Retnaningrum, seorang guru yang sebelumnya telah mengabdi selama 6 tahun di SDN Wonorejo 01 Kecamatan Mejayan, kini dipindahkan ke wilayah Kecamatan Sawahan.

Ia mengakui dari segi efisiensi, penempatan baru ini sangat membantu karena hanya berjarak 3 kilometer dari rumahnya.

"Tentu ini lebih mudah dan lebih efisien karena dekat dengan rumah, jadi bisa optimal dalam mengajar," ungkap Wieke.

Meski demikian, Wieke tidak menampik dirinya sempat terkejut karena proses mutasi ini berjalan tanpa adanya sosialisasi atau pemberitahuan awal.

"Sebenarnya agak syok karena tanpa ada pemberitahuan sama sekali dan saya tidak mengajukan pindah. Tiba-tiba surat tugas masuk dan lokasinya baru saya ketahui hari ini. Karena ini pertama kalinya saya pindah sekolah, tentu harus siap adaptasi lagi," tambahnya.

Dampak efisiensi waktu yang signifikan juga dirasakan oleh Hari Wibowo, seorang guru dengan status kepegawaian PPPK Paruh Waktu.

Setelah 10 tahun lamanya mengajar di SDN Dolopo 01, kini ia dialihkan ke SDN Tileng yang lokasinya jauh lebih dekat dari tempat tinggalnya.

"Sebelumnya saya harus menempuh perjalanan selama 30 menit untuk menuju ke sekolah (di Dolopo). Sekarang dengan dipindah ke SD Tileng, perjalanan ke tempat tugas hanya memakan waktu 5 menit," tutur Hari.

Melalui kebijakan yang memangkas waktu di jalan dan menghemat biaya operasional ini, Pemerintah Kabupaten Madiun menargetkan para guru dapat datang tepat waktu, lebih bugar secara fisik, dan memberikan dedikasi penuh demi peningkatan mutu pendidikan di wilayah masing-masing.(ir)

BACA JUGA :

Ratusan Guru Dipindah, Ini Penjelasan Wakil Bupati Madiun

 

Tiba di Madiun, Dua Jemaah Haji Langsung Menjalani Perawatan

Iki Radio – Pemerintah Kabupaten Madiun resmi menyambut kepulangan jemaah haji asal Kabupaten Madiun Tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi di Pendopo Ronggo Djumeno, Caruban, pada Minggu (7/6/2026). Suasana haru dan syukur mewarnai kedatangan ratusan jemaah yang kembali dengan selamat dan lengkap.

Acara penyambutan tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Madiun Hari Wuryanto, didampingi Wakil Bupati beserta istri, Sekretaris Daerah (Sekda), jajaran Forkopimda, perwakilan Kementerian Agama, organisasi keagamaan, serta ribuan keluarga jemaah haji yang setia menunggu.

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Madiun, Bisri Mustofa, melaporkan bahwa total jemaah haji yang tiba pada gelombang ini berjumlah 451 orang. Mereka terbagi ke dalam dua kelompok terbang (kloter).

“Kepulangan jemaah haji sudah terjadwal sehingga pemerintah daerah dapat mempersiapkan proses penyambutan dengan baik. Untuk hari ini, Kloter 24 berjumlah 374 jemaah dan Kloter 25 berjumlah 77 jemaah. Kepulangan kloter berikutnya akan terus kami pantau sesuai jadwal yang telah ditetapkan,” jelas Bisri.

Namun, Bisri juga menyampaikan kabar bahwa terdapat dua jemaah yang harus langsung mendapatkan penanganan medis setibanya di tanah air akibat kondisi kesehatan yang menurun.

“Untuk Kloter 24 dan 25 terdapat dua orang jemaah yang saat ini menjalani perawatan di RSUD Dungus dan RSUD Caruban. Kami terus memantau kondisi keduanya agar segera pulih,” pungkasnya.

Sementara itu Bupati Madiun Hari Wuryanto menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas kepulangan seluruh jemaah haji Kabupaten Madiun dalam keadaan selamat dan utuh secara jumlah.

“Pemerintah Kabupaten Madiun mengucapkan selamat datang kepada seluruh jemaah haji. Alhamdulillah, sesuai laporan yang kami terima, jemaah haji Kabupaten Madiun tahun ini berangkat dengan selamat dan pulang dengan selamat serta lengkap,” ujar Bupati.

Bupati berharap seluruh jemaah dapat menjaga kemabruran hajinya, terus istiqamah dalam beribadah, serta menjadi teladan yang baik di tengah-tengah masyarakat. Tak lupa, ia juga menitipkan doa untuk kemajuan bumi Kampung Pesilat.

“Mohon doa yang ikhlas dari seluruh jemaah agar Kabupaten Madiun menjadi daerah yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur, masyarakatnya guyub rukun, serta mampu mewujudkan Kabupaten Madiun yang Bersahaja—yaitu Bersih, Sehat, dan Sejahtera,” tambahnya.

Usai acara penyambutan, Bupati Hari Wuryanto menambahkan bahwa keberhasilan kepulangan jemaah ini tidak lepas dari kerja sama dan pemantauan intensif yang dilakukan oleh tim petugas haji selama di tanah suci.

“Kami selalu memantau perkembangan jemaah setiap hari melalui laporan panitia. Memang ada beberapa jemaah yang sempat mengalami gangguan kesehatan, namun berkat penanganan cekatan dari panitia dan petugas di Makkah maupun Madinah, semuanya dapat diatasi dengan baik,” ungkapnya.

Bupati juga memberikan pesan kepada masyarakat yang masih berada dalam daftar tunggu (waiting list) keberangkatan haji agar tetap bersabar dan mulai mempersiapkan diri.

“Menunaikan ibadah haji membutuhkan kesabaran. Yang terpenting adalah meluruskan niat dan mengikhlaskannya, karena ibadah haji tidak hanya membutuhkan kesiapan spiritual, tetapi juga kesiapan fisik yang prima,” tegas Bupati.

Dengan tibanya Kloter 24 dan 25 ini, Pemerintah Kabupaten Madiun berharap seluruh jemaah membawa keberkahan yang luar biasa, baik bagi keluarga, lingkungan sekitar, maupun kemaslahatan seluruh daerah Kabupaten Madiun.(ir)

Masuk Musim Kemarau, Harga Bahan Pokok di Jawa Timur Relatif Stabil Berkat Intervensi Bulog

Iki Radio — Harga sejumlah bahan pokok di Jawa Timur terpantau relatif stabil meskipun saat ini mulai memasuki musim kemarau. Kondisi cuaca tersebut sejatinya berdampak pada berkurangnya pasokan hasil panen, khususnya untuk komoditas beras.

Namun, stabilitas harga dan daya beli masyarakat di wilayah ini dinilai tetap terjaga berkat kontribusi signifikan dari berbagai program intervensi pemerintah, seperti Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), Bantuan Pangan (Banpang), serta distribusi Minyakita.

Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kanwil Jawa Timur, Langgeng Wisnu Adinugroho, mengungkapkan bahwa beras menjadi salah satu komoditas yang mendapat perhatian serius pemerintah seiring mulai berkurangnya masa panen di sejumlah daerah.

"Dalam menjaga stabilitas harga beras, pemerintah melalui Bulog terus menggelontorkan beras SPHP ke pasar. Hingga saat ini, realisasi penyaluran SPHP di Jawa Timur telah mencapai 65.648 ton atau sekitar 66 persen dari target sebesar 98.767 ton," ujar Langgeng Wisnu Adi Nugroho dalam keterangannya, Minggu (7/6/2026).

Capaian tersebut menempatkan Jawa Timur sebagai realisasi penyaluran SPHP tertinggi kedua secara nasional. Melalui program ini, harga beras medium diharapkan tetap stabil dan tidak melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp13.500 per kilogram. Langgeng menjelaskan, harga jual beras SPHP dari gudang Bulog ditetapkan sebesar Rp11.000 per kilogram, sedangkan harga jual maksimal kepada konsumen oleh pedagang dibatasi sebesar Rp12.500 per kilogram.

Selain SPHP, Bulog bersama pemerintah tengah menggulirkan Bantuan Pangan yang menyasar 5.638.478 Penerima Bantuan Pangan (PBP) di seluruh Jawa Timur. Setiap penerima manfaat memperoleh 20 kilogram beras kualitas medium dan empat liter minyak goreng.

"Untuk alokasi Februari-Maret yang saat ini masih berlangsung, total beras yang disalurkan mencapai 112.769 ton. Sementara minyak goreng yang didistribusikan mencapai sekitar 22,5 juta liter," jelas Langgeng. 

Bantuan ini dinilai efektif memenuhi kebutuhan keluarga penerima sekaligus mengurangi tekanan permintaan komoditas tersebut di pasar umum.

Di sisi lain, pasokan minyak goreng bersubsidi, Minyakita, juga terus digelontorkan. Selama periode April hingga Juni 2026, Bulog Jawa Timur telah menyalurkan 2.239.405 liter Minyakita, di mana 64 persen di antaranya didistribusikan langsung melalui pasar rakyat dan pemantauan Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP).

Berdasarkan hasil pemantauan lapangan oleh Tim Satgas Pangan Polda Jawa Timur bersama Perum Bulog Kanwil Jatim, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jatim, serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Surabaya di Pasar Soponyono dan Pasar Wonokromo pada Minggu (7/6/2026), harga komoditas utama tercatat aman.

Meski harga terkendali, sejumlah pedagang berharap pasokan Minyakita dapat ditingkatkan karena tingginya permintaan pasar. Menanggapi hal ini, Langgeng menjelaskan bahwa alokasi Domestic Market Obligation (DMO) Minyakita untuk BUMN pangan (Bulog, ID Food, dan Agrinas Palma) dibatasi sebesar 35 persen, sementara 65 persen sisanya dikelola dan disalurkan oleh pihak swasta.

Langgeng tidak menampik bahwa berdasarkan data perkembangan terkini, kelompok makanan, minuman, dan tembakau masih menjadi penyumbang inflasi terbesar. Komoditas cabai rawit menempati posisi utama sebagai pemicu inflasi, yang kemudian disusul oleh komoditas beras.

Oleh karena itu, sinergi berbagai program intervensi ini diharapkan bisa terus berjalan konsisten guna menekan laju inflasi daerah.

"Program-program pemerintah yang terus dijalankan ini diharapkan mampu menjaga ketersediaan pasokan dan stabilitas harga pangan, khususnya beras dan minyak goreng, sehingga daya beli masyarakat tetap terjaga dan inflasi dapat terkendali," pungkas Langgeng.(ir)

Hari Lingkungan Hidup 2026: Kabupaten Madiun Bidik Adipura, Tekankan Gerakan "Selasa-Jumat Bersih" dan Sekolah Terkotor Bakal Diberi Sapu

Iki Radio – Memperingati Puncak Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Pemerintah Kabupaten Madiun menegaskan komitmennya untuk mewujudkan visi Kabupaten Madiun "Bersahaja" (Bersih, Sehat, dan Sejahtera).

Jaga kebersihan, petugas DLH Kabupaten Madiun, membersihkan area Alun Alun Reksogati

Melalui momentum ini, Pemkab Madiun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mengubah paradigma lama dalam mengelola sampah.

Bupati Madiun, Hari Wuryanto, menyampaikan bahwa urusan kebersihan lingkungan bukanlah tanggung jawab pemerintah semata, melainkan urusan bersama seluruh warga Kabupaten Madiun.

Untuk mendukung hal tersebut, Pemkab telah menerbitkan Peraturan Bupati (Perbup) "Selamat Asri" (Selasa dan Jumat untuk gerakan aman, sehat, resik, dan indah).

"Kemitraan dan gotong royong itu kunci. Urusan sampah adalah urusan bersama. Jangan buang sampah sembarangan, kita sudah siapkan fasilitas tempat sampah. Kalau ada sampah ya segera diambil, dibersihkan, tidak usah selalu menunggu petugas," tegas Bupati Hari Wuryanto, Sabtu (6/6/2026).

Bupati Hari Wuryanto mengungkapkan bahwa Kabupaten Madiun berhasil masuk dalam 35 besar kabupaten di Indonesia yang menerima sertifikat menuju bersih.

Mengingat belum ada daerah yang meraih Adipura tahun ini, Bupati optimistis Madiun bisa menyabet penghargaan bergengsi tersebut di masa mendatang.

Namun, target tersebut menghadapi tantangan besar, terutama terkait kepedulian masyarakat yang dinilai masih kurang.

Sebagai langkah masif untuk mengedukasi generasi muda, Pemkab Madiun terus menggenjot program Adiwiyata (Sekolah Ramah Lingkungan). Tidak sekadar imbauan, Pemkab Madiun menyiapkan skema penghargaan dan "sanksi" unik yang akan dilombakan pada Hari Jadi Kabupaten Madiun mendatang.

“Sekolah juara akan diberikan apresiasi dan penghargaan khusus atas komitmen menjaga lingkungan asri. Sekolah terkotor akan diberikan "hadiah" berupa sapu sebagai bentuk teguran dan motivasi agar berbenah,” tambahnya.

Selain sekolah, penilaian berbasis lingkungan asri ini juga diterapkan secara masif di sektor perkantoran (Kantor Asri) hingga tingkat desa (Desa Kelurahan Berseri).

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Madiun, Muhamad Zahrowi, mengamini hal tersebut.

Menurutnya, tantangan terbesar saat ini adalah mengubah habit atau perilaku masyarakat.

"Tantangan terbesar adalah mengubah perilaku dari yang kurang baik menjadi lebih baik. Masih ada pola pikir di mana masyarakat yang sudah membayar layanan gerobak sampah merasa tanggung jawabnya selesai di situ saja. Padahal, harus ada keberlanjutan untuk mengurangi timbulan sampah dari sumbernya," jelas Zahrowi.

Menyelaraskan dengan arahan Menteri Lingkungan Hidup pada puncak peringatan nasional, Zahrowi menekankan pentingnya migrasi paradigma pengelolaan sampah di tingkat masyarakat bawah.

"Kita harus mengubah paradigma lama dari sekadar buang dan bakar sampah, menjadi paradigma baru: mengolah sampah dengan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle). Dengan pengelolaan yang benar, sampah bisa menjadi produktif dan membentuk perputaran ekonomi baru (circular economy)," pungkasnya.

DLH Kabupaten Madiun memastikan akan selalu hadir memberikan support, pembinaan, serta pendampingan bagi berbagai paguyuban—mulai dari komunitas peduli sampah, paguyuban parkir, hingga pedagang pasar—agar gerakan peduli lingkungan ini berjalan secara berkesinambungan.(ir)

 

Gelar Fun Walk di Madiun, Perbarindo Jatim Pererat Sinergi BPR dan UMKM: "Kemitraan Itu Jangan LDR"

Iki Radio – Dewan Pengurus Daerah Perhimpunan Bank Perekonomian Rakyat Indonesia (DPD Perbarindo) Jawa Timur sukses menggelar kegiatan fun walk (jalan sehat) di Alun Alun Reksogati, Caruban, Kabupaten Madiun, Sabtu (6/6/2026).

Selain menjadi ajang olahraga, momentum ini dimanfaatkan sebagai langkah strategis untuk mempererat kemitraan antara Bank Perekonomian Rakyat (BPR) dengan para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) setempat.

Bupati Madiun, Hari Wuryanto menilai kontribusi Perbarindo dalam menggerakkan roda ekonomi daerah sangat nyata, khususnya dalam mengawal permodalan dan pengembangan usaha wong cilik.

"Perbarindo—khususnya BPR-BPRS yang ada di wilayah Kabupaten Madiun—insyaallah punya peran yang luar biasa dalam rangka membantu para UMKM untuk bisa mengembangkan usahanya," ujar Bupati.

Bupati Hari Wuryanto menekankan pentingnya membangun hubungan yang harmonis dan tanpa jarak antara lembaga keuangan mikro dengan pelaku usaha.

Diibaratkan hubungan yang renggang layaknya Long Distance Relationship (LDR), dinilai tidak efektif untuk pertumbuhan ekonomi.

"Kemitraan itu harus dekat. Kalau kemitraan jauh-jauhan itu, apa namanya? LDR, ya. LDR itu ora pathek sip, ora penak (kurang mantap, tidak enak), begitu kan? Kita berharap bisa ada chemistry di antara mereka sehingga usahanya jalan, kemudian ekonomi rakyat bisa jalan," lanjut Bupati disambut tawa peserta.

Ia juga menegaskan bahwa BPR harus tetap fokus pada khitah utamanya, yaitu sektor kerakyatan.

"Utamanya untuk UMKM, karena BPR memang pangsanya di situ. Kalau yang besar-besar biar diurusi bank umum. Sudah ada porsinya sendiri-sendiri," tambahnya.

Ketua DPD Perbarindo Jawa Timur, Angga Surya Wijaya, mengungkapkan bahwa kegiatan fun walk ini dirancang bukan sekadar untuk kebugaran fisik, melainkan sebagai sarana edukasi dan sosialisasi massal kepada publik.

Melalui pendekatan kemasyarakatan seperti ini, Angga berharap masyarakat luas bisa semakin memahami peran nyata BPR sebagai bank resmi yang fokus pada pembiayaan sektor UMKM.

"Kami ingin masyarakat lebih tahu peran BPR. Dengan mengetahui peran BPR, maka masyarakat bisa memanfaatkan produk dan layanan BPR secara optimal sesuai dengan kebutuhan usaha mereka," kata Angga Surya Wijaya.

Ditambahkan, saat ini di wilayah Jawa Timur sedikitnya terdapat 234 BPR yang tergabung dalam Perbarindo Jawa Timur.

"Masing masing BPR itu tidak hanya berfokus pada penyaluran kredit UMKM, melainkan mereka juga melakukan pendampingan agar usaha UMKM bisa berjalan dan mendapatkan hasil usaha. Dengan demikian kredit yang disalurkan itu benar benar membawa manfaat untuk kelangsungan usaha," tambahnya.

Melalui sinergi yang makin erat tanpa jarak ini, Perbarindo Jatim optimistis pertumbuhan ekonomi di tingkat akar rumput Kabupaten Madiun akan semakin melesat, tangguh, dan memiliki daya saing tinggi.(ir)

 

Hadiri Tasyakuran Haji di Balerejo, Bupati Madiun Ajak Masyarakat Jaga Kerukunan demi Mewujudkan Madiun "BERSAHAJA"

Iki Radio – Bupati Madiun, Hari Wuryanto, bersama Wakil Bupati dr. Purnomo Hadi, menghadiri acara pengajian tasyakuran atas kepulangan jemaah haji pasangan suami istri, H. Agus Supriyanto dan Hj. Diana Eka Vitasari.

Kegiatan yang penuh rasa syukur ini digelar di kediaman mereka yang berlokasi di Desa Simo, Kecamatan Balerejo, pada Jumat (5/6/2026) malam.

Kehadiran jajaran top eksekutif Kabupaten Madiun tersebut turut didampingi oleh istri masing-masing. 

Selain itu, acara ini juga dihadiri oleh Ketua DPRD Kabupaten Madiun, Feri Sudarsono, unsur Muspika Kecamatan Balerejo, serta ratusan jemaah muslimat dan masyarakat setempat yang memadati lokasi pengajian.

Untuk mengisi tausiyah dalam tasyakuran tersebut, pihak keluarga menghadirkan da'i kondang asal Nganjuk, Gus Bahru Zamzami.

Bupati Madiun H. Hari Wuryanto menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas kembalinya H. Agus Supriyanto dan Hj. Diana Eka Vitasari ke tanah air dalam keadaan sehat walafiat setelah menunaikan rukun Islam kelima di tanah suci Mekah, Arab Saudi.

"Mugi-mugi anggenipun tindak haji dados haji ingkang mabrur, nulari tonggo teparone, lan masyarakat Kabupaten Madiun (Semoga menjadi haji mabrur dan bisa menular ke tetangga dan masyarakat Kabupaten Madiun)," doa Bupati Hari Wuryanto dalam bahasa Jawa.

Tidak lupa, Bupati juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh jemaah haji asal Kabupaten Madiun. 

Ia bersyukur para jemaah telah menyelipkan doa untuk keselamatan, kedamaian, dan kesejahteraan Kabupaten Madiun selama berada di tanah suci, sebagaimana titipan harapan yang ia sampaikan saat melepas keberangkatan mereka beberapa waktu lalu.

Di hadapan ratusan jemaah yang hadir, Bupati Hari Wuryanto menyelipkan pesan penting mengenai pentingnya kebersamaan.

Ia mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk terus mempererat tali silaturahmi, menjaga kerukunan, serta meningkatkan sinergitas demi mewujudkan Kabupaten Madiun yang BERSAHAJA (Bersih, Sehat, Sejahtera).

Menurutnya, suasana daerah yang aman, damai, dan kondusif adalah pondasi dan kunci utama agar warga bisa mencari nafkah dengan tenang dan nyaman.

Setelah sambutan dari Bupati, acara kemudian dilanjutkan dengan inti kegiatan, yaitu siraman rohani dan pengajian akbar yang disampaikan oleh Gus Bahru Zamzami, yang diikuti dengan khidmat oleh seluruh jemaah yang hadir hingga selesai.(ir)


close
Pasang Iklan Disini