Iki Terbaru/Paling Greeess

Showing posts with label Daerah. Show all posts
Showing posts with label Daerah. Show all posts

KPBU APJ Kabupaten Madiun, Bupati Targetkan Tambah 4.000 Titik Lampu

Iki Radio – Pemerintah Kabupaten Madiun terus mematangkan proyek Alat Penerangan Jalan (APJ) melalui skema Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU). 

Bupati Madiun, Hari Wuryanto, bersama Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kabupaten Madiun, Achmad Hariyanto Mayangkoro, memberikan arahan dalam acara Pemantauan Bersama Proyek APJ di Ruang IT Puspem Kabupaten Madiun, Rabu (1/7/2026).

Kegiatan yang digelar bersama PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PII) (Persero) ini turut dihadiri oleh Deputi Direktur Keuangan PT PII M. Rido beserta jajaran, Direktur PT Tri Tunggal Madiun Terang, Kepala Dinas Perhubungan Suryanto, serta sejumlah pimpinan OPD dan Kepala Bagian terkait. 

Acara diawali dengan paparan dari Kadishub mengenai hasil monitoring Inspektorat terhadap proyek KPBU APJ tahun 2026.

Deputi Direktur Keuangan PT PII, M. Rido, memberikan apresiasi tinggi kepada Pemkab Madiun yang dinilai sukses mengeksekusi proyek APJ dengan skema KPBU. Keberhasilan ini bahkan kerap dijadikan percontohan nasional maupun internasional.

“Kami selalu mempromosikan keberhasilan KPBU APJ ini kepada daerah lain, dan mereka sangat tertarik. Bahkan, KPBU APJ Kabupaten Madiun telah mendapatkan pengakuan internasional dari Korea Selatan,” ungkap M. Rido.

Bupati Madiun Hari Wuryanto, menambahkan bahwa setelah berjalan selama tiga tahun, proyek KPBU APJ ini berjalan dengan sangat baik dan menjadi primadona bagi daerah lain untuk melakukan studi banding. 

Kendati demikian, Bupati menegaskan pentingnya evaluasi berkala.

"Jika setelah evaluasi ternyata ditemukan hal-hal yang masih kurang, harus segera dilakukan perbaikan. Monitoring ini esensinya adalah untuk mencari solusi terbaik," tegas Bupati Hari Wuryanto.

Keberhasilan proyek ini tidak hanya berdampak pada estetika wilayah, namun juga efisiensi anggaran daerah yang sangat signifikan. Berdasarkan data teknis, proyek KPBU APJ ini berhasil mencatatkan penghematan biaya energi yang cukup besar mencapai Rp 662,8 juta (23,56%). Dengan realisasi biaya energi hanya mencapai 76,44% dari batas maksimum yang ditetapkan.

Bupati berharap hasil dari penghematan anggaran energi tersebut dapat dialokasikan untuk kegiatan produktif lainnya. Lebih lanjut, pihaknya menargetkan perluasan cakupan penerangan di wilayah Kabupaten Madiun.

"Saya berharap akan ada penambahan 4.000 titik APJ baru, sehingga Kabupaten Madiun benar-benar ‘terang benderang’," imbuhnya.

Rencana penambahan 4.000 titik APJ baru tersebut mendapat dukungan penuh dari aparat penegak hukum. 

Kajari Kabupaten Madiun, Achmad Hariyanto Mayangkoro, menyatakan kesiapannya untuk mengawal proyek strategis ini dari hulu ke hilir.

"Kami siap memberikan pendampingan mulai dari tahapan perencanaan hingga pelaksanaan terhadap penambahan 4.000 titik tersebut. Proyek ini sepenuhnya untuk kepentingan masyarakat, terbukti mampu mengurangi daya energi secara besar, dan di sisi lain turut meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Madiun," pungkas Kajari.(ir)

Hari Bhayangkara ke-80, Gubernur Apresiasi Peran Polri Dukung Pembangunan Aceh

Iki Radio - Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem), menyampaikan ucapan selamat Hari Bhayangkara ke-80 sekaligus mengapresiasi dedikasi Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat sebagai fondasi utama pembangunan daerah.

Ucapan tersebut disampaikan Mualem melalui Juru Bicara Pemerintah Aceh, Nurlis Effendi, di Banda Aceh, Rabu (1/7/2026).

Menurut Mualem, Polri merupakan mitra strategis pemerintah dalam mendukung pelaksanaan pembangunan di berbagai sektor. Stabilitas keamanan yang terjaga dinilai menjadi faktor penting dalam menciptakan iklim yang kondusif bagi pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Mualem juga mengapresiasi langkah Kepolisian Daerah (Polda) Aceh yang dinilai mampu mengintegrasikan nilai-nilai budaya lokal dalam pelaksanaan tugas kepolisian melalui identitas Polda Aceh Meutuah.

"Hal tersebut menunjukkan adanya perpaduan antara kebijakan nasional, arahan pimpinan, dan nilai-nilai budaya Aceh. Filosofi ini menempatkan kepolisian sebagai institusi yang berakar pada budaya, berlandaskan syariat, serta mengedepankan pelayanan kepada masyarakat," ujar Mualem.

Ia menilai berbagai inovasi yang dilakukan Polri, khususnya Polda Aceh, mencerminkan pendekatan kepolisian yang adaptif terhadap karakteristik masyarakat sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.

Lebih lanjut, Mualem mengatakan berbagai langkah yang dilakukan Polda Aceh merupakan bagian dari implementasi konsep kolaborasi pentahelix, yakni sinergi antara pemerintah, akademisi, dunia usaha, masyarakat, dan media dalam mendukung pembangunan serta penyelesaian berbagai persoalan publik.

Menurutnya, tantangan pembangunan tidak dapat diselesaikan oleh satu pihak saja. Pemerintah dan kepolisian berperan sebagai regulator, fasilitator, dan penyusun kebijakan, sementara akademisi menghadirkan riset dan inovasi. Dunia usaha berkontribusi melalui investasi dan teknologi, masyarakat menjadi mitra dalam partisipasi pembangunan, sedangkan media berperan menyebarluaskan informasi sekaligus mengedukasi publik.

Mualem berharap sinergi antarlima unsur tersebut terus diperkuat untuk menciptakan Aceh yang semakin aman, nyaman, dan kondusif bagi pembangunan.

"Kolaborasi yang kuat akan menjadi modal penting dalam mempercepat pembangunan daerah. Dengan kondisi keamanan yang terjaga, pertumbuhan ekonomi dapat meningkat dan kesejahteraan masyarakat Aceh akan semakin baik," tutupnya.

Lepas Calon PMI Lewat Jalur Legal, Bupati Madiun: Jaga Nama Baik Daerah dan Cari Keberkahan

Iki Radio – Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Disnakerin) Kabupaten Madiun menggelar sosialisasi dan pemberian informasi terkait Kegiatan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI) baik Pra maupun Purna Penempatan tahun 2026, di Ruang Eka Kapti, Pusat Pemerintahan (Puspem) Mejayan di Caruban pada Selasa (30/6/2026).

Acara ini diikuti oleh 45 peserta calon PMI, dimana sebagian besar dari mereka direncanakan bertolak dengan negara tujuan penempatan ke Hongkong dan Taiwan.

Hadir langsung dalam kegiatan tersebut, Bupati Madiun Hari Wuryanto, didampingi Wakil Bupati Purnomo Hadi, untuk memberikan pengarahan secara langsung. 

Turut mendampingi, Asisten Pemerintahan dan Kesra Soedjiono, Kepala Disnakerin Kabupaten Madiun Arik Krisdiananto, serta perwakilan dari P2MI (Pelindungan Pekerja Migran Indonesia) dan enam P3MI (Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia).

Bupati Madiun Hari Wuryanto menekankan pentingnya menempuh jalur resmi (legal) bagi seluruh calon PMI yang akan berangkat ke luar negeri. Beliau meminta agar seluruh persyaratan administrasi diselesaikan dengan benar sebelum keberangkatan.

“Sepanjang PMI yang berangkat adalah legal, maka negara akan memberikan perlindungan penuh dari hulu hingga hilir,” tegas Bupati.

Bupati juga mengupas tuntas mengenai hak dan kewajiban PMI, jaminan sosial, hingga kepastian pelatihan kompetensi yang wajib diterima oleh calon PMI sebelum resmi diterbangkan ke negara tujuan.

Bupati juga menitipkan pesan agar para pekerja migran senantiasa fokus pada tujuan awal mereka, yaitu meningkatkan perekonomian keluarga.

“Dalam bekerja ini kita mencari keberkahan, jangan dilatarbelakangi niat yang kurang baik. Tujuan kita bekerja adalah menyejahterakan keluarga, sehingga jangan sampai penghasilan dihambur-hamburkan, dan jangan terpengaruh dengan budaya yang tidak sehat. Tolong jaga nama baik Kabupaten Madiun,” pesannya.

Sebagai langkah antisipasi keselamatan, Bupati mengingatkan agar para PMI wajib menyimpan nomor kontak darurat penting, mulai dari PT (P3MI) yang memberangkatkan, pihak P2MI, hingga layanan pengaduan Disnakerin Kabupaten Madiun. 

Hal ini penting agar jika terjadi hal-hal yang merugikan di perantauan, komunikasi untuk mendapat perlindungan hukum bisa berjalan cepat.

Senada dengan Bupati, Wakil Bupati Madiun Purnomo Hadi mengimbau agar para calon PMI pandai dalam menjaga diri dan membentengi diri dari pengaruh budaya luar yang negatif.

Wabup Purnomo juga memberikan catatan khusus mengenai manajemen keuangan (financial management) yang bijak. 

Menurutnya, kepandaian mengelola penghasilan selama di luar negeri adalah kunci utama agar cita-cita menyejahterakan keluarga di kampung halaman dapat benar-benar terwujud secara berkelanjutan.(ir)

Produk UMKM Kabupaten Madiun Bersiap Tembus Jaringan Ritel Nasional Alfamart

Iki Radio – Produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) asli Kabupaten Madiun kini memiliki peluang besar untuk nampang di rak-rak minimarket dan swalayan modern. 

Langkah strategis ini menyusul langkah masif Pemerintah Kabupaten Madiun dalam program Peningkatan Kapasitas UMKM Menuju Kemitraan dengan Pengusaha Besar.

Melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Pemkab Madiun menghadirkan manajemen ritel raksasa, PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (Alfamart), dalam sebuah forum kemitraan yang digelar di Ruang Retno Dumilah pada Selasa (30/6/2026).

Agenda ini sengaja dirancang untuk memberdayakan sekaligus membuka gerbang lebar bagi para pelaku UMKM lokal agar mampu masuk ke dalam rantai pasok perusahaan nasional.

Wakil Bupati Madiun, Purnomo Hadi, menegaskan bahwa Pemkab Madiun berkomitmen penuh agar seluruh supermarket dan minimarket yang beroperasi di wilayah Madiun wajib berkolaborasi dan bersinergi untuk menampung produk UMKM setempat.

Lebih dari sekadar pasar lokal, melalui kemitraan ini, produk unggulan Kabupaten Madiun yang berhasil memenuhi standar kualitas dan kontinuitas produksi berkesempatan dipasarkan ke jaringan ritel Alfamart di seluruh Indonesia.

“Jadi nanti produk UMKM di Kabupaten Madiun diharapkan dapat dijual di gerai-gerai Alfamart di seluruh Indonesia. Dengan kualitas dan kontinuitas produksi, yang utama adalah menjaga *trust* (kepercayaan). Monggo, ini tantangan, UMKM harus siap. Artinya kolaborasi siap, Alfamart siap membantu,” ungkap Wabup Purnomo Hadi.

Demi memastikan program ini berjalan maksimal dan tidak mandek di tengah jalan, Pemkab Madiun menginstruksikan seluruh camat dan perangkat daerah terkait untuk bergerak cepat, menyisir dan memetakan produk unggulan di setiap desa dan kecamatan.

Selanjutnya juga diminta mengadakan pembahasan rutin agar tindak lanjut kerja sama dengan pihak ritel bisa terealisasi lebih cepat.

Menariknya, dalam acara ini, para pelaku usaha yang hadir tidak datang dengan tangan kosong. Mereka langsung membawa sampel produk masing-masing untuk diverifikasi dan dikurasi langsung oleh pihak swalayan serta dinas terkait demi memastikan kelayakan pasar.

Pemkab Madiun mengimbau agar para pelaku UMKM tidak gentar menghadapi persaingan pasar modern. 

Pemerintah daerah menegaskan komitmennya untuk terus memberikan intervensi positif, pendampingan, dan solusi nyata demi menaikkan kelas produk-produk lokal Kabupaten Madiun.(ir)

Daftar Bansos Kini Lebih Mudah, Masyarakat Bisa Daftar Mandiri

Iki Radio - Pemerintah Kota (Pemko) Batam mendukung penuh implementasi Program Digitalisasi Perlindungan Sosial (Perlinsos) yang digagas pemerintah pusat. Melalui program ini, masyarakat dapat mendaftar bantuan sosial (bansos) secara mandiri, lebih mudah, cepat, dan transparan melalui sistem digital.

Demikian pernyataan itu disampaikan dalam Rapat Koordinasi Monitoring Pelaksanaan Perluasan Piloting Digitalisasi Bansos di 43 kabupaten/kota yang digelar secara virtual dari Kantor Wali Kota Batam, Selasa (30/6/2026). Batam menjadi salah satu daerah percontohan atau pilot project dalam implementasi digitalisasi bansos nasional.

Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, mengatakan, program digitalisasi bansos merupakan bagian dari transformasi tata kelola pemerintahan berbasis elektronik atau e-government yang tengah didorong pemerintah.

"Program ini menjadi cikal bakal roadmap menuju e-government. Dengan digitalisasi, penyaluran bantuan sosial diharapkan semakin tepat sasaran, transparan, dan akuntabel," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Ekonomi Nasional Indonesia , Luhut Binsar Pandjaitan, menegaskan bahwa pemanfaatan teknologi digital, termasuk kecerdasan artifisial (AI), menjadi lompatan besar dalam mewujudkan pemerintahan yang lebih efisien dan transparan.

"Transformasi digital perlindungan sosial ini merupakan langkah penting agar data penerima bansos semakin akurat. Untuk pertama kalinya, proses penerimaan bansos dilakukan secara lebih transparan dan akuntabel dengan dukungan teknologi," kata Luhut.

Luhut juga mengapresiasi seluruh kepala daerah yang terlibat dalam program percontohan tersebut. Menurutnya, hasil uji coba selama beberapa bulan ke depan akan menjadi dasar pelaksanaan secara nasional yang ditargetkan mulai diluncurkan pada Oktober 2026.

"Kami berharap paling lambat akhir Agustus seluruh daerah pilot project sudah menyelesaikan implementasi sehingga rollout nasional dapat dilakukan pada Oktober mendatang," ujarnya.

Wali kota Batam, Amsakar Achmad, menyatakan dukungannya terhadap implementasi digitalisasi bansos tersebut. Pemko Batam siap menyukseskan program nasional ini dan mendukung percepatan implementasi di daerah. 

Amsakar berharap kehadiran Portal Perlinsos dapat mempermudah masyarakat dalam mengakses berbagai program bantuan sosial secara mandiri tanpa harus melalui proses birokrasi yang panjang. Pemko Batam juga akan terus melakukan sosialisasi agar masyarakat dapat memanfaatkan layanan digital tersebut secara optimal.

Untuk mendaftar bansos, masyarakat dapat melakukan login ke Portal Perlinsos. Berikut panduannya:

1. Akses situs resmi Portal Perlinsos di perlindungan.kemensos.go.id/login-ikd 

2. Pilih opsi “Masuk Dengan IKD” 

3. Sistem akan mengarahkan pengguna ke aplikasi IKD (Identitas Kependudukan Digital) 

4. Lakukan verifikasi biometrik wajah untuk memastikan keaslian pemilik akun 

5. Setelah berhasil, sistem otomatis mengarahkan ke halaman utama Portal Perlinsos dengan status sudah login dan terverifikasi 

Cara Daftar Program Bansos (PKH atau BPNT)

Setelah login, pengguna bisa langsung melakukan pendaftaran bansos. Caranya:

1. Klik menu “Daftar Program” di halaman utama 

2. Pilih program bansos yang tersedia, misalnya PKH atau BPNT 

3. Baca dengan teliti syarat dan ketentuan pendaftaran 

4. Setujui notifikasi penggunaan data pribadi 

5. Lakukan verifikasi data pemohon untuk memastikan kesesuaian data 

6. Klik “Setuju dan Daftar” 

7. Simpan atau unduh nomor pendaftaran sebagai bukti 

Cara Cek Status Pendaftaran Bansos

Setelah mendaftar, pengguna bisa dengan mudah memantau status pendaftaran. Berikut langkah-langkahnya:

* Buka halaman awal Portal Perlinsos 

* Cek notifikasi terbaru mengenai progres pendaftaran 

* Lihat status program pada menu “Program Bantuan Anda” 

* Status bisa berupa: 

    1. “Tahap proses verifikasi” → artinya pendaftaran sedang diperiksa

    2. “Aktif” → artinya pendaftar dinyatakan layak dan sudah terverifikasi.

 

Evaluasi Perumdam Tirta Dharma Purabaya, Bupati Madiun Tekankan 11 Strategi Pengembangan

Iki Radio – Bupati Madiun, Hari Wuryanto, selaku Kuasa Pemilik Modal (KPM), memimpin rapat evaluasi Laporan Triwulan I Tahun 2026 Perumdam Tirta Dharma Purabaya Kabupaten Madiun, di Ruang Rapat Bupati Madiun, Pusat Pemerintahan (Puspem) Caruban, Senin (29/6/2026).

Rapat evaluasi ini dihadiri Direktur Utama Perumdam Tirta Dharma Purabaya, Imansyah Novianto, beserta jajaran direksi dan Dewan Pengawas. 

Turut mendampingi Bupati dalam kesempatan tersebut, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Madiun, Sigit Budiarto, para Asisten Sekda, serta sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan jajaran Bagian Setda Kabupaten Madiun.

Agenda diawali dengan paparan komprehensif Dirut Perumdam Tirta Dharma Purabaya, Imansyah Novianto. 

Imansyah membeberkan capaian Triwulan I tahun 2026, mulai dari perkembangan perusahaan, realisasi pendapatan, laporan laba/rugi, pengelolaan Sumber Daya Manusia (SDM), hingga pertumbuhan jumlah pelanggan.

Bupati Madiun memberikan apresiasi yang tinggi atas kinerja positif yang berhasil ditunjukkan oleh Perumdam Tirta Dharma Purabaya sepanjang awal tahun ini. Meski demikian, Hari Wuryanto mengingatkan agar jajaran manajemen tidak cepat berpuas diri.

"Secara umum kinerjanya sudah sangat positif. Namun, aspek pelayanan air bersih dan perluasan cakupannya harus tetap ditingkatkan. Selain itu, optimalisasi bisnis juga bisa digenjot melalui perluasan jaringan distribusi pemasaran AMDK (Air Minum Dalam Kemasan) Yoiki, salah satunya dengan meningkatkan kerja sama dengan SPPG," ujar Bupati.

Untuk membawa perusahaan daerah ini semakin maju, Bupati memaparkan 11 langkah strategi pengembangan di antaranya meliputi peningkatan kualitas sistem manajemen dalam Tata Kelola Perusahaan (Good Corporate Governance). Mendorong Pemerintah Daerah untuk menerbitkan Peraturan Daerah (Perda) yang mendukung penguatan PDAM.

Selain itu mengambil langkah-langkah konkret dalam program penurunan tingkat kehilangan air (Non-Revenue Water), serta memperluas cakupan pelayanan masyarakat secara berkelanjutan.

Senada dengan Bupati, Sekda Kabupaten Madiun, Sigit Budiarto, mengingatkan jajaran Perumdam untuk bergerak cepat memanfaatkan momentum pertumbuhan ekonomi daerah. 

Seiring dengan masuknya para pengembang perumahan dan perusahaan baru ke Kabupaten Madiun, Perumdam diminta responsif melakukan penyambungan jaringan baru.

"Pihak Perumdam harus merespon cepat peluang di wilayah-wilayah pertumbuhan baru tersebut. Kami juga menyarankan adanya pembuatan sumur bor baru maupun revitalisasi sumur bor peninggalan Belanda yang potensial. Ini semua fokusnya satu, yaitu memberikan pelayanan air bersih terbaik kepada masyarakat Kabupaten Madiun," pungkas Sigit.(ir)

Jejak Sutan Sjahrir dan Tan Malaka: Pemkot Madiun Sulap Rumah Tahanan Militer Belanda Jadi Destinasi Wisata Sejarah

Iki Radio — Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun bersiap menghidupkan kembali aset sejarah berharga di wilayahnya. Rumah Tahanan Militer (RTM) peninggalan era kolonial Belanda yang berlokasi di Jalan A. Yani akan dikembangkan menjadi destinasi wisata sejarah sekaligus sarana edukasi bagi masyarakat.

Pemerintah Kota Madiun akan menyulap rumah tahanan militer peninggalan penjajah Belanda menjadi destinasi wisata sejarah Kota Madiun (Foto : Kompas.com)

Bangunan ikonik ini memiliki nilai historis yang sangat kuat. Pada masa kolonial, RTM tersebut disebut-sebut pernah menjadi tempat penahanan dua tokoh penting dalam sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia, yakni Sutan Sjahrir dan Tan Malaka.

Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Madiun, Bagus Panuntun, menjelaskan bahwa RTM memiliki potensi besar untuk mendatangkan wisatawan karena narasi sejarahnya yang kuat. Nantinya, eks-penjara militer ini akan diintegrasikan ke dalam rute wisata jalan kaki (walking tour heritage) di pusat Kota Madiun.

"RTM ini memiliki potensi besar untuk mendatangkan wisatawan karena memiliki cerita sejarah. RTM nantinya akan diintegrasikan dengan sejumlah bangunan cagar budaya lain dalam satu jalur wisata sejarah," ujar Bagus, Senin(29/6/2026).

Rute walking tour heritage ini diproyeksikan membentuk satu kawasan wisata sejarah terpadu yang menghubungkan berbagai bangunan cagar budaya ikonik di Kota Madiun, antara lain Balai Kota Madiun, Bakorwil, Gereja Santo Cornelius, dan SD Santo Bernardus.

Untuk mewujudkan rencana ini, Pemkot Madiun telah menjalin koordinasi intensif dengan jajaran TNI, mulai dari Komandan Kodim, Danrem, hingga Pangdam, agar proses pembersihan dan pemanfaatan bangunan dapat berjalan lancar.

Bagus menegaskan bahwa proses pemugaran akan dilakukan dengan sangat hati-hati demi mempertahankan karakter asli bangunan. Pemerintah kota akan melakukan studi mendalam terhadap dokumentasi dan foto-foto lawas sebelum menentukan konsep penataan maupun fungsi tambahannya.

"Kami akan lihat dulu foto aslinya seperti apa. Setelah itu baru kami tentukan fungsinya," tambahnya. Selain sebagai sarana edukasi, kawasan ini juga diproyeksikan menjadi spot fotografi estetis bagi para wisatawan.

Rencana strategis ini disambut baik oleh pihak militer. Komandan Korem 081/Dhirotsaha Jaya, Kolonel Arm. Untoro Hariyanto, menyatakan dukungan penuhnya terhadap langkah Pemkot Madiun untuk menghidupkan kembali bangunan bersejarah tersebut.

Menurut Untoro, pengembangan wisata sejarah ini tidak hanya sekadar menjaga warisan masa lalu, tetapi juga menjadi stimulus yang kuat untuk mendongkrak sektor pariwisata dan menggerakkan roda perekonomian daerah.

"Konsep yang disiapkan Pak Wali merupakan wisata sejarah yang sangat baik. Untuk itu kami mendukung penuh konsep tersebut," tegas Kolonel Arm. Untoro Hariyanto.

Gagasan menyulap RTM menjadi objek wisata ini muncul setelah Plt Wali Kota Madiun bersama para pegiat sejarah meninjau kawasan Jalan Pahlawan. 

Lokasi RTM yang strategis dan berdekatan dengan Balai Kota dinilai sangat ideal untuk mendukung pengembangan kawasan heritage di jantung Kota Madiun.(ir)

Usung Tema "Ayah Wajib Hadir", Harganas Ke-33 Kabupaten Madiun Bupati Tegaskan Keluarga Adalah Fondasi Utama SDM

Iki Radio — Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 di Kabupaten Madiun menjadi momentum krusial untuk mengingatkan kembali pentingnya peran keluarga sebagai fondasi utama pembangunan sumber daya manusia (SDM).

Mengusung tema yang sarat makna, “Ayah Wajib Hadir”, Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPKB PPPA) Kabupaten Madiun menggelar upacara khidmat di halaman kantor dinas setempat, Senin (29/6/2026).

Suasana upacara berlangsung semarak dan penuh warna. Seluruh peserta yang hadir tampak mengenakan pakaian adat dari berbagai daerah di Indonesia.

Pilihan busana ini bukan sekadar pemanis visual, melainkan simbol kuat keberagaman sekaligus pengingat bahwasanya dari lingkungan keluarga kecil pulalah perekat persatuan bangsa ini bermula.

Bupati Madiun Hari Wuryanto menegaskan bahwa bonus demografi yang saat ini dimiliki Indonesia bagaikan pisau bermata dua. Potensi besar tersebut dapat menjadi kekuatan ekonomi dunia yang luar biasa apabila dikelola dengan baik.

Sebaliknya, bonus demografi tersebut berisiko tinggi berubah menjadi bencana nasional jika kualitas SDM tidak dipersiapkan secara matang sejak dini.

Menurut Bupati, fokus pembangunan daerah maupun nasional kini tidak boleh lagi sekadar berorientasi pada pengendalian jumlah penduduk, melainkan harus bergeser pada peningkatan kualitas manusia melalui penguatan institusi keluarga.

“Transformasi kualitas sumber daya manusia tidak dimulai saat seseorang masuk perguruan tinggi ataupun dunia kerja. Semuanya dimulai sejak dalam kandungan dan melalui pengasuhan di dalam keluarga,” tegas Bupati.

Ia memaparkan, terdapat tiga pilar utama yang wajib diperkuat dalam pembangunan ketahanan keluarga, yakni sektor kesehatan, pendidikan karakter, serta ketahanan mental dan spiritual. Upaya pencegahan stunting, pemenuhan gizi seimbang sejak 1.000 hari pertama kehidupan (HPK), hingga pembentukan kepribadian anak ditegaskannya merupakan tanggung jawab kolektif seluruh anggota keluarga.

Bupati juga menaruh perhatian yang sangat besar terhadap isu kesehatan mental keluarga pada era modern. Fenomena meningkatnya jumlah pasien di rumah sakit jiwa belakangan ini harus menjadi alarm keras bagi masyarakat bahwa keluarga telah kehilangan fungsinya sebagai tempat pertama yang memberikan rasa aman, kasih sayang, dan dukungan emosional.

Secara khusus, ia mengingatkan agar para orang tahu tidak membiarkan penggunaan gawai (gadget) mengikis kedekatan emosional antara mereka dan anak-anak.

Kehadiran nyata orang tua, terutama sosok ayah, dinilai jauh lebih berharga dibandingkan sekadar pemenuhan kebutuhan materi semata.

Lebih lanjut Bupati memaknai tema Harganas tahun ini sebagai sebuah seruan moral sekaligus ajakan konkret kepada para ayah untuk benar-benar hadir secara utuh dalam kehidupan anak, baik secara fisik maupun psikologis.

“Jangan sampai ayah ada di rumah, tetapi hatinya tidak berada bersama keluarga. Kehadiran ayah harus diwujudkan melalui perhatian yang tulus, komunikasi yang sehat, pendampingan, dan untaian doa bagi anak-anaknya,” imbuhnya.

Ia pun menambahkan sebuah pesan reflektif bahwa kesuksesan seorang anak tidak selamanya diukur atau ditentukan oleh kondisi ekonomi orang tua.

Sejarah telah membuktikan banyak keluarga dengan latar belakang sederhana yang berhasil melahirkan generasi-generasi sukses lantaran didukung oleh ikatan emosional yang kokoh antara ayah, ibu, dan anak.

Senada dengan Bupati, Kepala Dinas PPKB PPPA Kabupaten Madiun, Hendro Suwondo, menyatakan bahwa peringatan Harganas bukanlah agenda tahunan yang bersifat seremonial belaka. Momen ini merupakan titik tolak strategis untuk memperkuat benteng pertahanan keluarga di tengah hantaman tantangan zaman dan disrupsi teknologi.

Hendro menguraikan bahwa tema “Ayah Wajib Hadir” merefleksikan bahwa pembentukan karakter anak yang tangguh memerlukan kontribusi yang seimbang antara ayah dan ibu.

Kehadiran figur ayah secara aktif diyakini mampu membangun logika berpikir yang struktural, daya juang yang tinggi, serta karakter pantang menyerah.

Sementara itu, sentuhan kasih sayang ibu menjadi penyeimbang yang melembutkan sisi emosional dan kepribadian anak.

“Anak akan tumbuh jauh lebih optimal ketika mereka mendapatkan cinta, perhatian, dan pendampingan yang utuh dari kedua orang tuanya. Oleh karena itu, kami mengajak seluruh keluarga, khususnya para Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai teladan, untuk menginisiasi perubahan positif ini dari rumah masing-masing,” jelas Hendro.

Sebagai langkah konkret pasca-upacara, rangkaian peringatan Harganas di Kabupaten Madiun akan dilanjutkan dengan agenda pembekalan dan penguatan kapasitas bagi para kader keluarga.

Lebih dari itu, Pemkab Madiun tengah menyusun Peta Jalan Pembangunan Keluarga (PJPK) yang bakal menjadi dokumen pedoman resmi pembangunan ketahanan keluarga dalam beberapa tahun ke depan.

Melalui payung hukum dan dokumen strategis tersebut, Pemerintah Kabupaten Madiun berkomitmen penuh untuk mengintegrasikan berbagai program pemberdayaan—mulai dari Kampung KB, pendampingan intensif, Bina Keluarga Balita (BKB), Bina Keluarga Remaja (BKR), hingga Bina Keluarga Lansia (BKL)—demi melahirkan potret keluarga yang tangguh, harmonis, bahagia, dan berkualitas di Bumi Kampung Pesilat.(ir)

 

Optimalkan Penurunan Kemiskinan, Dinsos Kabupaten Madiun Gelar FGD Monev Program UEP KUBE

Iki Radio — Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Madiun menggelar Focus Group Discussion (FGD) hasil monitoring dan evaluasi (monev) Program Usaha Ekonomi Produktif (UEP) Kelompok Usaha Bersama (KUBE) Fakir Miskin.

Kegiatan yang berlangsung di Lembah Wilis pada Senin (29/6/2026) ini menjadi langkah strategis pemerintah daerah untuk mengukur efektivitas pemberdayaan ekonomi sekaligus merumuskan arah kebijakan ke depan.

Program UEP KUBE Fakir Miskin yang diinisiasi sejak tahun 2024 ini tercatat telah menjangkau 450 penerima manfaat yang tersebar di 15 kecamatan se-Kabupaten Madiun.

Melalui program ini, masing-masing penerima mendapatkan suntikan bantuan modal usaha sebesar Rp3 juta untuk mengembangkan unit usaha produktif mereka.

Sebelum FGD ini digelar, Tim Dinsos bersama pilar-pilar sosial seperti Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) dan Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) telah turun langsung ke lapangan untuk melakukan monitoring.

Data dan temuan riil di lapangan itulah yang kemudian dibahas bersama dalam forum diskusi ini untuk menyusun rekomendasi kebijakan yang tepat sasaran.

Sekretaris Dinas Sosial Kabupaten Madiun, Tarnu Assidiq, menjelaskan bahwa FGD ini merupakan bagian penting dari rangkaian evaluasi untuk melihat sejauh mana dampak program yang telah berjalan.

“Agenda hari ini merupakan kegiatan lanjutan untuk mengetahui hasil monitoring dan evaluasi Program UEP Kelompok Usaha Bersama Fakir Miskin yang tersebar di 15 kecamatan. Program ini merupakan salah satu bentuk pemberdayaan masyarakat yang didukung oleh seluruh pilar sosial Dinas Sosial,” ujar Tarnu.

Ia menambahkan, berdasarkan hasil monitoring sementara, respons dari masyarakat atau penerima manfaat tergolong sangat positif. Kendati demikian, evaluasi menyeluruh melalui forum FGD tetap krusial guna mengukur capaian riil serta memetakan perbaikan yang diperlukan agar program berjalan kian efektif.

Hasil rumusan dan pembahasan dari FGD ini nantinya akan dilaporkan langsung kepada Bupati dan Wakil Bupati Madiun sebagai bahan pertimbangan strategis untuk keberlanjutan program.

Tarnu berharap, program UEP KUBE dapat terus bergulir karena memiliki kontribusi nyata dalam mendongkrak kesejahteraan warga sekaligus menekan angka kemiskinan.

“Harapannya, program ini dapat terus berkelanjutan sehingga mampu membantu meningkatkan kesejahteraan penerima manfaat dan berkontribusi terhadap penurunan angka kemiskinan di Kabupaten Madiun maupun di tingkat Jawa Timur,” imbuhnya.

Keberlanjutan Program UEP KUBE ini pun diharapkan selaras dengan visi besar pembangunan Kabupaten Madiun, yaitu mewujudkan daerah yang Bersih, Sehat, dan Sejahtera (Bersahaja) melalui penguatan ekonomi masyarakat berbasis pemberdayaan lokal.(ir)

 

Raih 1.395 Poin, Fahmil Beregu Putra Bengkalis Melaju ke Final

Iki Radio - Tim Fahmil Qur'an (Cerdas Cermat) Beregu Putra Kafilah Kabupaten Bengkalis sukses melaju ke babak final pada perhelatan Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) ke-44 tingkat Provinsi Riau yang digelar di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Senin, (29/6/2026).


Prestasi gemilang ini diraih oleh trio perwakilan Bengkalis yang beranggotakan Averoes Rifqi Alfaisyi, Nuzul Ilham Fathulrijal, dan Naufal Zaky Azzuhdi.

Perlombaan babak penyisihan yang berlangsung di Aula MAN 1 Kuansing ini berjalan cukup sengit.

Tiga sesi, Kafilah Bengkalis yang turun di sesi ketiga tampil dominan sejak awal kompetisi dimulai.

Bengkalis berhasil menutup sesi dengan raihan poin mutlak sebesar 1.395 poin. Angka tersebut jauh mengungguli rival-rivalnya di sesi yang sama, yakni Kafilah Kabupaten Siak yang mengumpulkan 1.000 poin dan Kafilah Kota Dumai dengan 460 poin.

Di babak final yang direncanakan akan berlangsung pada Selasa, (30/6/2026) nanti, ketangguhan tim beregu putra Bengkalis akan diuji oleh dua kabupaten lain yang juga tampil kuat di sesi sebelumnya. Mereka akan berhadapan dengan Kafilah Rokan Hulu yang lolos dari sesi pertama dengan 1.300 poin, serta Kafilah Kampar yang memimpin sesi kedua dengan torehan 920 poin.

Ketua Ofisial Kafilah Kabupaten Bengkalis, Hambali Akbar, mengaku. sangat bersyukur dan bangga atas capaian anak asuhnya yang tampil tenang dan fokus sepanjang perlombaan.

"Alhamdulillah, anak-anak kita di cabang Fahmil Beregu Putra hari ini menunjukkan performa yang luar biasa dan berhasil mengamankan tiket ke babak final. Poin yang diraih pun sangat memuaskan," ujar Hambali penuh syukur setelah perlombaan usai.

Meski demikian, Hambali mengingatkan, para peserta untuk tidak cepat puas karena tantangan sesungguhnya ada di babak final. Ia meminta doa dan dukungan dari seluruh masyarakat Kabupaten Bengkalis agar tim ini bisa membawa pulang piala kemenangan.

"Perjuangan belum selesai. Di final nanti, persaingan tentu akan jauh lebih ketat karena kita bertemu dengan tim-tim terbaik dari Rokan Hulu dan Kampar. Kami mohon doa dari seluruh masyarakat Negeri Junjungan agar anak-anak kita diberikan kesehatan, ketenangan, dan kelancaran untuk mempersembahkan hasil terbaik bagi Kabupaten Bengkalis,"tambahnya.

 

Kado Hari Jadi ke-458, PDGI Jatim Gelar Baksos Akbar dan Sikat Gigi Bersama 1.000 Siswa di Madiun

Iki Radio – Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Wilayah Jawa Timur menggelar rangkaian bakti sosial (baksos) layanan kesehatan gigi dan umum secara gratis bagi masyarakat Kabupaten Madiun. 

Aksi kemanusiaan yang berlangsung selama lima hari berturut-turut ini dilaksanakan sekaligus dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-458 Kabupaten Madiun.

Rangkaian kegiatan yang telah dimulai sejak Selasa lalu tersebut mencapai puncaknya pada Minggu (28/6/2026). 

Momentum puncak ini ditandai dengan gerakan sikat gigi bersama yang melibatkan 1.000 siswa Sekolah Dasar (SD) di Halaman Pendopo Ronggo Djumeno.

Sinergi nyata antara profesi medis dan pemerintah daerah ini menjadi kado istimewa bagi hari jadi kabupaten, sekaligus bukti komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas hidup dan derajat kesehatan masyarakat.

Ketua PDGI Pengwil Jawa Timur, drg. Farid Amirudin, menjelaskan bahwa aksi ini merupakan wujud nyata kepedulian profesi dokter gigi terhadap kesehatan masyarakat di Kabupaten Madiun. 

PDGI tidak hanya fokus pada edukasi dasar, melainkan juga menghadirkan beragam layanan medis spesifik dan spesialistik yang sangat dibutuhkan warga.

“Kegiatan ini adalah bentuk partisipasi kami dalam Hari Jadi Kabupaten Madiun. Kami memberikan pelayanan mulai dari penyuluhan kesehatan gigi, pemeriksaan kesehatan anak disabilitas, hingga operasi bibir sumbing di RS Dolopo,” ujar drg. Farid Amirudin.

Selain operasi bibir sumbing, layanan gratis yang diberikan selama baksos juga meliputi penanganan gigi impaksi (gigi terpendam), pembuatan gigi tiruan lepasan, hingga pemasangan protesa mata palsu.

Tak berhenti di ranah medis, PDGI Jatim juga menyasar sektor preventif melalui edukasi kesehatan. Mereka menggelar seminar khusus bagi ibu-ibu PKK dan Dharma Wanita yang berfokus pada pengolahan makanan sehat serta pemberian makanan tambahan (PMT) sebagai upaya nyata menekan angka stunting di Kabupaten Madiun.

Kolaborasi akbar ini mendapat apresiasi tinggi dari Bupati Madiun Hari Wuryanto. 

Bupati menilai kontribusi PDGI Jatim sangat luar biasa dan sejalan dengan visi Pemerintah Kabupaten Madiun untuk menciptakan masyarakat yang bersih, sehat, dan sejahtera. 

Menurut Bupati, edukasi sejak dini merupakan kunci penting dalam menjaga kesehatan, khususnya kesehatan gigi dan mulut yang sering kali terabaikan.

“Ini sesuatu yang luar biasa. Terima kasih kepada PDGI Jatim. Kegiatan ini sangat membantu mengedukasi masyarakat bahwa kesehatan itu sangat penting. Jangan menunggu sakit baru periksa, tetapi kita harus rutin memeriksakan kesehatan meskipun tidak ada keluhan,” tegas Hari Wuryanto.

Bupati Hari mengimbau seluruh masyarakat Kabupaten Madiun untuk membangun kebiasaan baru dengan melakukan pemeriksaan rutin ke fasilitas kesehatan terdekat.

“Setiap enam bulan sekali, silakan periksakan kesehatan gigi dan mulut di puskesmas terdekat. Kami sudah melengkapi setiap puskesmas dengan layanan kedokteran gigi,” pungkasnya.(ir)

Segoro Topeng Kaliwungu Cetak Generasi Pelestari Budaya, 500 Penari Muda Unjuk Kebolehan

Iki Radio - Sebanyak 500 penari muda tampil dalam pertunjukan kolosal pada puncak Segoro Topeng Kaliwungu dan Jaran Kencak 2026 di Pantai Watu Pecak, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Minggu (28/6/2026).


Keterlibatan generasi muda tersebut menjadi bagian dari upaya regenerasi pelaku seni sekaligus memperkuat pelestarian budaya daerah.

Ratusan penari tersebut merupakan hasil seleksi dari sekitar 1.100 peserta yang berasal dari 114 sekolah dan 29 sanggar tari di Kabupaten Lumajang. Setelah melalui proses kurasi dan pembinaan, mereka dipercaya tampil membawakan pertunjukan yang mengangkat kekayaan seni tradisi daerah.

Bupati Lumajang, Indah Amperawati, mengatakan keterlibatan pelajar dan generasi muda merupakan investasi jangka panjang untuk menjaga keberlangsungan budaya lokal.

"Pelestarian budaya tidak cukup hanya melalui festival atau pertunjukan. Yang paling penting adalah menanamkan rasa memiliki kepada generasi muda. Ketika mereka memahami makna budaya daerahnya, di situlah warisan budaya akan terus hidup," ujar Bunda Indah.

Menurutnya, proses latihan yang dijalani para peserta tidak hanya bertujuan mempersiapkan penampilan, tetapi juga membentuk karakter melalui nilai kedisiplinan, kerja sama, tanggung jawab, serta kecintaan terhadap budaya daerah.

Ia menambahkan, keterlibatan sekolah, sanggar tari, seniman, guru, dan orang tua menjadi bukti bahwa pelestarian budaya merupakan tanggung jawab bersama. Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk memastikan regenerasi pelaku seni terus berjalan di Kabupaten Lumajang.

Selain menghasilkan pertunjukan yang berkualitas, pembinaan yang dilakukan juga menjadi sarana bagi generasi muda untuk mengenal sejarah, filosofi, dan nilai-nilai budaya lokal sebagai bagian dari pembentukan karakter.

Pemerintah Kabupaten Lumajang berharap pembinaan yang berkelanjutan mampu melahirkan lebih banyak generasi muda yang menjadi pelestari budaya sekaligus duta seni yang memperkenalkan kekayaan tradisi Lumajang kepada masyarakat yang lebih luas.

 

Festival Nasi Krawu Gresik Pecahkan Rekor Dunia MURI

Iki Radio - Kuliner tradisional kembali membuktikan diri sebagai kekuatan budaya sekaligus penggerak ekonomi daerah. Festival Tumpeng Nasi Krawu Vol. 4 yang digelar Komunitas Wartawan Grissee (KWGe) di Gresik Universal Science (GUS), Kecamatan Balongpanggang, Minggu (28/6/2026), berhasil mencatatkan prestasi membanggakan dengan meraih Rekor Dunia MURI.

Rekor tersebut diraih melalui penyusunan gunungan setinggi sekitar 4,5 meter yang terdiri atas 3.000 bungkus nasi krawu—kuliner khas yang telah lama menjadi ikon Kabupaten Gresik.

Pencapaian ini tidak sekadar mencatat angka fantastis, tetapi juga mempertegas posisi nasi krawu sebagai warisan kuliner yang memiliki nilai budaya kuat dan mampu mengangkat identitas daerah ke level yang lebih luas.

Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani, menilai keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa pelestarian budaya lokal dapat menjadi instrumen strategis untuk memperkuat branding daerah.

Didampingi Wakil Bupati Gresik, Asluchul Alif, Bupati Yani mengapresiasi konsistensi Komunitas Wartawan Grissee yang selama empat kali penyelenggaraan terus menghadirkan inovasi dalam mengangkat nasi krawu sebagai ikon kuliner Gresik.

“Nasi krawu bukan sekadar makanan khas. Nasi krawu adalah identitas Kabupaten Gresik. Di mana pun orang mengenal Gresik, salah satu yang langsung diingat adalah nasi krawu,” ujar Yani.

Menurutnya, keberhasilan festival ini menunjukkan bahwa budaya tidak harus berhenti sebagai warisan masa lalu, tetapi dapat dikembangkan menjadi ruang interaksi sosial yang berdampak pada sektor pariwisata dan ekonomi.

Festival kuliner, kata Yani, mampu menciptakan efek berantai: menarik kunjungan wisatawan, meningkatkan transaksi UMKM, dan memperluas promosi daerah.

“Berangkat dari budaya, kemudian tumbuh menjadi ruang wisata yang mempertemukan masyarakat. Orang datang bersama keluarga untuk menikmati festival, mengenal kuliner khas Gresik, dan pada saat yang sama kegiatan ini ikut menggerakkan ekonomi masyarakat lokal,” tuturnya.

Ia berharap capaian Rekor Dunia MURI menjadi momentum untuk melahirkan lebih banyak inovasi kreatif dalam mempromosikan potensi daerah.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada teman-teman KWGe yang konsisten memperkenalkan nasi krawu hingga semakin dikenal masyarakat luas. Semoga ke depan lahir lebih banyak ide kreatif yang membawa nama Gresik semakin dikenal,” imbuhnya.

Sementara itu, perwakilan MURI, Ari Andriani, menjelaskan bahwa penghargaan rekor diberikan bukan hanya karena skala penyajian yang besar, tetapi juga karena nilai budaya yang diusung festival ini.

Menurutnya, sego krawu bukan sekadar sajian nasi dengan suwiran daging, serundeng, dan sambal, melainkan simbol sejarah dan keramahan masyarakat Gresik.

“Sego krawu adalah identitas, warisan leluhur, sekaligus simbol kehangatan dan keramahan masyarakat Gresik,” jelas Ari.

Berdasarkan hasil verifikasi, gunungan setinggi 4,5 meter yang tersusun dari 3.000 bungkus sego krawu dinyatakan memenuhi seluruh persyaratan pencatatan rekor.

Festival Tumpeng Nasi Krawu Vol. 4 sendiri berlangsung selama dua hari dengan beragam agenda, mulai dari bazar UMKM, pertunjukan seni budaya, lomba anak, layanan publik, hingga aktivitas edukatif.

Seluruh rangkaian tersebut mencerminkan kolaborasi kuat antara pemerintah daerah, komunitas, pelaku usaha, dan masyarakat dalam merawat budaya sekaligus memperkuat ekonomi lokal.

Usai prosesi penyerahan piagam Rekor Dunia MURI kepada KWGe, ribuan bungkus nasi krawu yang tersusun dalam gunungan dibagikan kepada masyarakat.

Antusiasme warga yang memadati kawasan GUS menjadi penutup manis festival yang menegaskan satu hal: budaya lokal bukan hanya warisan untuk dikenang, tetapi kekuatan nyata untuk membangun kebanggaan dan daya saing daerah.

 

Gelar Baksos di Hari Jadi ke-458 Madiun, TP PKK dan PDGI Jatim Dorong Ibu Jadi "Menteri Kesehatan" Rumah Tangga

Iki Radio — Kesehatan gigi dan mulut sering kali luput dari perhatian utama, padahal perannya sangat krusial dalam menentukan kualitas tumbuh kembang dan kecerdasan anak sejak dini. 

Menyadari hal tersebut, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Madiun, Erni Hari Wuryanto, mengajak kaum ibu untuk mengambil peran aktif sebagai pelopor kesehatan gigi dan mulut di lingkungan keluarga mereka masing-masing.

Penegasan tersebut disampaikan secara langsung dalam pembukaan acara Bakti Sosial (Baksos) Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Pengurus Wilayah Jawa Timur. 

Mengambil tempat di Gedung Graha Eka Kapti, Pusat Pemerintahan Kabupaten Madiun, Caruban, Sabtu (27/06/2026), acara ini dihadiri oleh ratusan kader penggerak serta tenaga kesehatan.

Dalam sambutannya, Erni Hari Wuryanto menggunakan analogi yang kuat untuk menggambarkan betapa strategisnya posisi seorang wanita di dalam struktur domestik. 

Menurutnya, fondasi kesehatan sebuah bangsa sejatinya dimulai dari bagaimana seorang ibu mengelola kedisiplinan hidup sehat di dalam rumahnya.

"Ibu adalah menteri kesehatan di dalam rumah tangga. Saya berharap ilmu dan edukasi medis yang diperoleh dari para dokter gigi hari ini tidak berhenti di sini, melainkan benar-benar diterapkan, ditularkan, dan disampaikan kepada keluarga serta lingkungan sekitar," ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa kesehatan gigi dan mulut bukanlah sekadar masalah estetika atau hal sepele. 

Kerusakan gigi pada usia dini terbukti dapat mengganggu pola makan anak, yang pada gilirannya akan menghambat penyerapan nutrisi penting untuk perkembangan otak dan fisik.

Sementara itu, Wakil Ketua I PDGI Pengurus Wilayah Jatim, drg. Marita Dony Istata, menjelaskan bahwa kegiatan bakti sosial berskala provinsi ini merupakan agenda tahunan organisasi. 

Pada tahun 2026 ini, Kabupaten Madiun mendapatkan kehormatan dipilih menjadi tuan rumah penyelenggaraan. Momentum ini terasa semakin istimewa karena diintegrasikan langsung untuk memeriahkan Hari Jadi Kabupaten Madiun yang ke-458.

"Tujuan utama dari bakti sosial terintegrasi ini adalah untuk meningkatkan derajat kesehatan gigi dan mulut masyarakat secara masif sejak dini. Kami ingin memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat Madiun di hari jadinya yang bersejarah ini," terang drg. Marita.

Rangkaian kegiatan bakti sosial ini dirancang secara komprehensif agar dampaknya dirasakan langsung oleh masyarakat akar rumput. 

Tidak hanya berfokus pada seminar dan penyuluhan teoritis kepada anggota PKK dan Dharma Wanita di tingkat kabupaten, tim baksos PDGI Jatim juga bergerak langsung menyasar wilayah pedesaan. Diantaranya di Desa Tulung (Kecamatan Saradan) dan Desa Duren (Kecamatan Pilangkenceng).

Sasaran spesifik dari ke desa-desa ini adalah ibu hamil dan anak-anak balita. Pemilihan target ini didasarkan pada fakta medis bahwa periode kehamilan dan masa balita (1.000 Hari Pertama Kehidupan) adalah fase paling kritis dalam pembentukan karakter fisik dan kognitif anak.

selain penyuluhan kesehatan gigi dan mulit, sebagai bentuk kepedulian konkret di lapangan, dalam kesempatan tersebut juga dilakukan penyerahan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berupa susu formula khusus dan makanan padat bergizi tinggi.

Para pakar dari PDGI menegaskan bahwa kondisi kesehatan gigi dan mulut yang buruk, seperti infeksi gusi kronis atau karies parah pada ibu hamil, dapat memicu kelahiran prematur dan bayi berat lahir rendah (BBLR). 

Sementara pada balita, gigi yang rusak membuat mereka enggan mengunyah makanan, yang berujung pada malnutrisi kronis—pemicu utama terjadinya stunting. Oleh karena itu, intervensi kesehatan gigi dinilai berkaitan erat dan linier dengan keberhasilan program nasional percepatan penurunan angka stunting.

Melalui sinergi yang kuat antara Tim Penggerak PKK, jajaran birokrasi Pemerintah Kabupaten Madiun, dan profesionalisme medis dari PDGI Jawa Timur, diharapkan dapat mendongkrak kesadaran kolektif masyarakat. 

Langkah preventif ini diharapkan mampu mewujudkan generasi masa depan Kabupaten Madiun yang tidak hanya sehat secara fisik, tetapi juga cerdas, kompetitif, dan berkualitas mutunya.(ir)

Akses Jalan Buruk, Pemkab Madiun Dinilai Belum Serius Garap Potensi Wisata

Iki Radio – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun dinilai belum menunjukkan keseriusan dalam menggarap potensi pariwisata yang dimiliki daerah. 

Pengembangan destinasi wisata di Bumi Kampung Pesilat dianggap masih berjalan monoton dan terkendala oleh persoalan mendasar, terutama infrastruktur akses jalan yang belum memadai.

Kritik tajam tersebut disampaikan oleh Anggota DPRD Kabupaten Madiun dari Fraksi Partai NasDem, Purwadi. 

Menurutnya, pemerintah daerah seharusnya menjadikan konsep dasar 3A (Akses, Atraksi, dan Amenitas) sebagai acuan utama dalam menyusun kebijakan pengembangan sektor pariwisata.

“Akses menuju tempat wisata rata-rata masih buruk. Amenitas atau fasilitas pendukung juga masih tertinggal. Sementara atraksi wisata belum didukung kegiatan yang berkelanjutan,” ujar Purwadi usai menghadiri rapat paripurna di DPRD Kabupaten Madiun, Jumat (26/6/2026).

Politikus Partai NasDem tersebut menegaskan bahwa pembenahan akses jalan merupakan langkah paling mendesak yang harus segera dieksekusi. Tanpa infrastruktur jalan yang layak dan aman, upaya untuk meningkatkan angka kunjungan wisatawan ke Kabupaten Madiun akan sulit terwujud.

Oleh karena itu, ia mendesak Pemkab Madiun untuk memperkuat sinergi dan koordinasi lintas sektor, khususnya antara Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR). Sinergi ini penting agar pembangunan infrastruktur dapat berjalan seiring dengan pengembangan destinasi wisata.

Purwadi mencontohkan kawasan Selingkar Wilis yang meliputi wilayah Kecamatan Kare, Dagangan, hingga Gemarang. Kawasan lereng gunung tersebut dinilai memiliki potensi luar biasa untuk menjadi destinasi wisata unggulan, namun sayangnya belum didukung oleh aksesibilitas yang mumpuni.

“Kalau aksesnya bagus, wisatawan tidak hanya datang sekali, tetapi akan kembali lagi. Setelah akses selesai, baru kita berbicara mengenai atraksi dan amenitas,” jelasnya.

Selain masalah infrastruktur, Purwadi juga menyoroti minimnya inovasi dalam pengembangan atraksi wisata. Padahal, Kabupaten Madiun memiliki modal kuat pada sektor wisata alam dan budaya, seperti kawasan pegunungan Wilis yang asri serta identitas Kampung Pesilat sebagai bagian dari pelestarian budaya Mataraman.

“Potensi kita sangat besar. Wisata alam kita luar biasa, hutannya masih terjaga, udaranya sejuk. Tetapi kalau akses dan pengelolaannya tidak dibenahi, potensi itu tidak akan berkembang secara optimal,” imbuh Purwadi.

Ia berharap Pemkab Madiun menempatkan sektor pariwisata sebagai salah satu prioritas pembangunan daerah. 

Menurutnya, industri pariwisata yang dikelola dengan baik dan didukung infrastruktur memadai terbukti mampu menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan sekaligus mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Madiun.(ir)

Pekerja Informal Lumajang Bisa Dapat BPJS Ketenagakerjaan Gratis, Ini Syaratnya

Iki Radio - Pemerintah Kabupaten Lumajang melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) membuka pendataan calon penerima program BPJS Ketenagakerjaan gratis bagi pekerja rentan sektor informal.

Masyarakat yang memenuhi kriteria diimbau segera mendaftarkan diri karena proses pendataan akan ditutup pada minggu ketiga Agustus 2026 sebelum dilanjutkan ke tahap verifikasi.

Program yang didukung Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) tersebut akan memberikan perlindungan BPJS Ketenagakerjaan kepada sekitar 9.000 pekerja sektor informal di Kabupaten Lumajang. Kepesertaan yang ditanggung pemerintah akan berlaku selama September hingga Desember 2026.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Lumajang, Subechan, mengatakan proses pendataan menjadi tahapan penting untuk memastikan penerima manfaat benar-benar memenuhi kriteria yang telah ditetapkan pemerintah daerah.

“Saat ini kami masih melakukan pendataan calon penerima manfaat. Selanjutnya seluruh data akan diverifikasi bersama Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil sebelum ditetapkan melalui Surat Keputusan Bupati,” kata Subechan di Kabupaten Lumajang, Provinsi Jawa Timur, pada Jumat (26/6/2026).

Subechan menjelaskan, program tersebut diprioritaskan bagi masyarakat miskin rentan yang masih produktif, berusia di bawah 65 tahun, dan aktif bekerja di sektor informal.

Kelompok sasaran antara lain pengemudi ojek online, pedagang kaki lima, pelaku usaha mikro, serta pegiat wisata yang memiliki tingkat risiko kerja relatif tinggi.

Untuk mengikuti program tersebut, masyarakat cukup menyiapkan fotokopi Kartu Tanda Penduduk sebagai persyaratan administrasi.

Setelah masa pendataan berakhir pada minggu ketiga Agustus 2026, Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Lumajang akan melakukan verifikasi bersama Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil.

Verifikasi tersebut dilakukan untuk memastikan data calon penerima sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan. Hasilnya akan menjadi dasar penetapan penerima manfaat melalui Surat Keputusan Bupati Lumajang.

Menurut Subechan, mekanisme pendataan dan verifikasi dilakukan sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah untuk memastikan program perlindungan sosial benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak.

Langkah itu juga menjadi bagian dari upaya menjaga akuntabilitas pelaksanaan program agar manfaat DBHCHT dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Melalui program ini, Pemerintah Kabupaten Lumajang berharap semakin banyak pekerja rentan memperoleh perlindungan saat menjalankan aktivitas ekonominya.

Selain memberikan rasa aman ketika menghadapi risiko kerja, BPJS Ketenagakerjaan gratis juga menjadi bagian dari upaya memperkuat jaring pengaman sosial dan menjaga keberlangsungan ekonomi keluarga pekerja sektor informal.

Saka Anti-Narkoba Dikukuhkan, Pramuka Jadi Mitra BNN Berantas Narkotika

Iki Radio - Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Batang menggandeng Kwarcab Pramuka setempat, kini bermitra dengan membentuk Saka Anti-Narkoba, dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika. 

Pramuka dipilih karena perannya sangat dekat dengan masyarakat khususnya kalangan generasi z, untuk mengedukasi sesamanya, agar terhindar dari penyalahgunaan obat-obatan terlarang.

Majelis Pembimbing Satuan Kerja (Mabi Saka) Anti-Narkoba, Suryanto Padmadi Raharjo sengaja menggandeng pelajar jenjang SMP dan SMA, agar edukasi pencegahan lebih capat tersampaikan.

“Selain sosialisasi ke sesama mereka, tentu apabila ditemukan di antara pelajar yang terindikasi dalam penyalahgunaan narkoba, tahap awal segera dilakukan rehabilitasi, atau sesuai hasil asesmen nantinya,” katanya, saat ditemui di Aula Kantor Bupati Batang, Kabupaten Batang, Jumat (26/6/2026).

Diakuinya, tingkat kerawanan remaja dalam penyalahgunaan narkoba cukup tinggi, maka sangat tepat dengan dikukuhkannya kepengurusan Saka Anti-Narkoba. Penyalahguna yang saat ini direhabilitasi didominasi remaja rentan usia 14 hingga 18 tahun, yang seringkali menyalahgunakan jenis heximer, tramadol dan lainnya.

Ketua Kwarcab Batang, Retno Dwi Irianto menegaskan, usai pengukuhan para anggota Saka Anti-Narkoba segera beraksi sebagai agen perubahan dalam pencegahan penyalahgunaan narkoba. Setelah dilantik, jangan nunggu terlalu lama, tapi segera bergerak di lapangan untuk membantu tugas BNN memberantas penyalahgunaan narkoba.

“Setelah mendapat pembekalan dari BNN, para anggota Pramuka Saka Anti-Narkoba ini bisa menjalankan tugasnya dengan baik. Ketika melakukan aksi di lapangan ternyata mengalami kendala, tidak perlu cemas karena Kwarran yang tersebar di kecamatan siap membantu memudahkan tugasnya,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut dilakukan pula penandatanganan kerja sama antara BNN dengan Kwarcab Batang, sebagai penguat komitmen kedua belah pihak dalam mencegah penyalahgunaan narkoba.

Senada, Ketua Saka Anti-Narkoba Mukti Ali menegaskan, ada beberapa Krida untuk mempercepat kerja anggota, yakni Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat, Rehabilitasi, dan Pemberantasan.

“Mereka bisa jadi agen dari BNN untuk melakukan sosialisasi ke sebaya tentang bahaya penyalahgunaan narkoba, sehingga pesan pemberantasan bisa terealisasi sejak dini,” harapnya.

Usai mengukuhkan kepengurusan Saka Anti-Narkoba, Wakil Bupati Batang Suyono mengimbau seluruh pengurus segera bergerak melakukan langkah pencegahan aktif.

“Segera gas pol, untuk mencegah generasi muda Batang dari bahaya penyalahgunaan narkoba,” ujar dia.

Sebagai langkah tindak lanjut, anggota Saka Anti Narkoba harus berkolaborasi dengan BNN, turun ke lapangan, baik pencegahan maupun sosialisasi. Termasuk penanggulangan bahkan rehabilitasi, agar tindakannya komprehensif dan hasilnya bisa dilihat masyarakat.

Dorong Tingkatkan SDM, Bupati Bojonegoro Lantik Pengurus Dewan Pendidikan

Iki Radio - Bupati Bojonegoro Setyo Wahono secara resmi melantik jajaran pengurus Dewan Pendidikan Kabupaten Bojonegoro periode 2026-2030 di Ruang Angling Dharma, lantai 2 Gedung Pemkab Bojonegoro, Kamis (25/06/2026). 

Dalam momentum strategis ini, Bupati menekankan bahwa investasi pada Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan pilar terbesar pembangunan daerah.

Dalam sambutannya, Bupati Setyo Wahono membeberkan dua tantangan besar yang saat ini tengah dihadapi Bojonegoro. Pertama, terkait akses pendidikan dan intervensi Angka Tidak Sekolah (ATS) atau Anak Putus Sekolah (APS) yang hingga kini masih menyentuh angka kisaran 4.500 anak.

"Problematika ATS ini sangat rumit dan tidak bisa diselesaikan oleh pemerintah daerah sendirian. Ini adalah PR bersama. Sebagai kepala daerah, tugas kami merumuskan kebijakan, namun kami butuh masukan konkret dan pertimbangan strategis dari Dewan Pendidikan," tegas Setyo Wahono.

Tantangan kedua yang tak kalah krusial adalah arus digitalisasi yang mulai menggeser pola asuh di ruang keluarga. Fenomena kecanduan gawai menjadi perhatian serius Bupati agar Dewan Pendidikan ke depan mampu melahirkan kajian dan edukasi yang tepat bagi para orang tua.

Setyo Wahono juga mengapresiasi komposisi pengurus yang diisi oleh kombinasi ideal antara akademisi, praktisi, media, hingga tokoh agama yang dinilai memiliki jam terbang tinggi dan fleksibilitas waktu untuk aktif di lapangan,tuturnya.

Ketua Dewan Pendidikan Bojonegoro yang baru dilantik, Ahmad Ansaful Marom, menyatakan kesiapannya untuk membawa lembaga ini sebagai jembatan yang responsif. Dengan komposisi anggota yang beragam—mulai dari unsur perguruan tinggi, wartawan, hingga praktisi—pihaknya berkomitmen untuk memperbanyak mendengar dari akar rumput.

Ahmad Ansaful Marom menekankan bahwa fokus utama Dewan Pendidikan ke depan adalah penguatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) melalui investasi pendidikan jangka panjang.

"Kita tahu bahwa investasi di dunia pendidikan adalah investasi yang sering kali tidak tampak secara fisik atau instan, berbeda dengan infrastruktur. Hasilnya tidak bisa dinikmati hanya dalam waktu lima tahun. Kendati demikian, investasi masa depan ini harus kita mulai sejak dini," ungkapnya.

Ansaful Marom juga menyadari bahwa proses merumuskan program kerja sama global dan pembenahan mutu ini akan menguras energi, namun hal tersebut menjadi tanggung jawab moral yang siap dipikul bersama demi masa depan generasi Bojonegoro,pungkasnya. 

Minimalisir Laka Laut, 30 Pengelola Wisata Pantai Pantura Dilatih Jadi Lifeguard Profesional

Iki Radio - Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif (Disbudparekraf ) Provinsi Jawa Tengah bergerak cepat mengantisipasi kecelakaan laut di kawasan Pantura Barat. Sebanyak 30 pengelola wisata pantai dari Kabupaten Batang, Kendal, dan Pekalongan digembleng dalam Pelatihan Peningkatan Keselamatan Wisata Bahari selama tiga hari, 23-25 Juni 2026, di Pantai Ujungnegoro, Kabupaten Batang, Kamis (25/6/2026).

Langkah taktis ini diambil untuk mendongkrak kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) lokal agar mampu bertindak sebagai penjaga pantai (lifeguard) profesional yang berbasis standar keselamatan nasional.

Ketua Pokja Pengembangan SDM Pariwisata Bidang Destinasi sekaligus Adyatama Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Ahli Muda, Riyadi Kurniawan menjelaskan bahwa pelatihan yang didanai anggaran tugas pembantuan Kementerian Pariwisata ini mengombinasikan metode teori dan praktik lapangan.

“Pelatihan ini berlangsung selama tiga hari, dari tanggal 23 sampai 25 Juni 2026. Anggarannya berasal dari tugas pembantuan Kementerian Pariwisata sebagai upaya menciptakan SDM yang berkompeten untuk menjaga keselamatan wisata,” jelasnya.

Materi teori digelar di Hotel Piana dengan menggandeng pakar dari BMKG Pusat, BMKG Stasiun Ahmad Yani Semarang, Ditpolairud Polda Jateng, Basarnas Semarang, hingga Pos SAR Unit Siaga Pemalang. Sementara pada hari terakhir, para peserta langsung diterjunkan ke laut untuk simulasi penyelamatan.

“Peserta mempraktikkan bagaimana cara mengevakuasi wisatawan yang mengalami kecelakaan laut, mulai dari proses penyelamatan di perairan hingga penanganan korban di darat,” ungkapnya.

Riyadi tidak menampik bahwa para pengelola pantai sebenarnya sudah memiliki dasar penyelamatan. Namun, selama ini mereka masih mengandalkan pengalaman otodidak atau ilmu titen, bukan standar regulasi keselamatan yang baku. Melalui pelatihan ini, mereka juga diajarkan membaca dinamika cuaca dari BMKG.

Target akhirnya (outcome), pemerintah ingin menjamin rasa aman penuh bagi para pelancong yang berkunjung ke pesisir Jawa Tengah. Kami ingin wisatawan merasa nyaman dan terjamin keselamatannya saat berwisata di pantai-pantai Jawa Tengah.

Pelaksanaan praktik lapangan ini didukung penuh oleh Dinas Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Batang selaku tuan rumah.

Kepala Bidang Destinasi dan Usaha Pariwisata Disparpora Batang Debby Sintya Rengganis mengakui pelatihan SAR berskala profesional seperti ini memang sangat dibutuhkan di wilayahnya.

“Selama ini kami memang masih minim pelatihan SAR bagi teman-teman yang bertugas di kawasan wisata bahari. Karena itu kami sangat menyambut baik kegiatan ini,” ujar dia.

Batang sendiri memiliki sederet destinasi pantai populer, mulai dari Pantai Sigandu, Kuripan, Celong, Jodo, hingga Pantai Ujungnegoro yang menjadi magnet utama wisatawan. Sejauh ini, kondisi keselamatan di pantai-pantai Batang masih terpantau aman.

“Alhamdulillah selama ini masih terkendali dan masih bisa diselamatkan,” imbuhnya.

Kendati kapasitas petugas telah ditingkatkan, Debby tetap meminta kerja sama dari para pengunjung untuk tidak teledor saat bermain di area pantai.

“Kami biasanya memasang bendera merah di area-area yang berbahaya. Wisatawan diharapkan mematuhi peringatan tersebut demi keselamatan bersama,” tandasnya.

Bupati Balangan Ajak Pelaku Usaha Berikan Data Akurat untuk Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

Iki Radio - Pemerintah Kabupaten Balangan bersama Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Balangan mencanangkan sekaligus mendeklarasikan Komitmen Sensus Ekonomi 2026 di Aula Benteng Tundakan, Kantor Bupati Balangan, Paringin Selatan, Kamis (25/6/2026).

Pencanangan Sensus Ekonomi 2026 dilakukan oleh Bupati Balangan, Abdul Hadi. Ia menegaskan data yang akurat sangat penting sebagai dasar perumusan kebijakan pembangunan ekonomi daerah yang tepat sasaran. Karena itu, Pemerintah Kabupaten Balangan berkomitmen penuh menyukseskan agenda nasional tersebut.

"Data yang dihasilkan dari Sensus Ekonomi 2026 akan menjadi landasan utama bagi Pemerintah Kabupaten Balangan dalam menyusun berbagai kebijakan dan program strategis, termasuk RPJMD. Kita tidak ingin program bantuan modal, pelatihan keterampilan, maupun pembangunan infrastruktur ekonomi menjadi salah sasaran karena menggunakan data yang tidak akurat dan tidak mutakhir," tegasnya.

Abdul Hadi juga mengajak seluruh lapisan masyarakat, khususnya para pelaku usaha di Kabupaten Balangan, untuk berpartisipasi aktif dalam menyukseskan sensus tersebut. Ia menekankan pentingnya memberikan informasi yang benar, jujur, dan lengkap kepada petugas pendataan di lapangan.

Pada kesempatan yang sama, Kepala BPS Kabupaten Balangan, Sigit Purnomo menjelaskan Sensus Ekonomi merupakan program pendataan nasional yang dilaksanakan setiap 10 tahun sekali. Kegiatan ini bertujuan memetakan struktur dan kondisi perekonomian Indonesia secara menyeluruh pada sektor usaha nonpertanian, termasuk di Kabupaten Balangan.

"Sensus Ekonomi 2026 bukan sekadar kegiatan pengumpulan data statistik. Lebih dari itu, sensus ini merupakan investasi bangsa untuk menghasilkan data ekonomi yang akurat, mutakhir, dan komprehensif. Tujuannya antara lain menyediakan informasi mengenai struktur ekonomi, karakteristik usaha, ekonomi digital, serta ekonomi lingkungan," ujarnya.

Menurutnya, hasil Sensus Ekonomi 2026 akan menjadi fondasi utama bagi pemerintah daerah dalam menyusun perencanaan pembangunan yang tepat sasaran dan berkelanjutan. Bagi pelaku usaha, data tersebut juga dapat menjadi kompas strategis untuk melihat peluang pasar, potensi investasi, dan meningkatkan daya saing daerah.

Sigit menambahkan, pendataan lapangan Sensus Ekonomi 2026 berlangsung mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026. Di Kabupaten Balangan, sebanyak 166 petugas sensus telah diterjunkan dan tersebar di delapan kecamatan.

Rinciannya, 22 petugas di Kecamatan Lampihong, 25 petugas di Kecamatan Batumandi, 18 petugas di Kecamatan Awayan, tujuh petugas di Kecamatan Tebing Tinggi, 24 petugas di Kecamatan Paringin, 23 petugas di Kecamatan Paringin Selatan, 21 petugas di Kecamatan Juai, dan 22 petugas di Kecamatan Halong.

"Progres pendataan lapangan di Kabupaten Balangan hingga hari ini telah mencapai 7,23 persen," tutupnya. 

close
Pasang Iklan Disini