Iki Terbaru/Paling Greeess

Showing posts with label Daerah. Show all posts
Showing posts with label Daerah. Show all posts

Aksi Korvei Lingkungan, Banjarbaru Gaungkan Gerakan Bersih Kota

Iki Radio - Pemerintah Kota Banjarbaru menggelar Apel Kesiapan dan Aksi Korvei Lingkungan bersama Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Republik Indonesia, yang dipusatkan di Lapangan Sepak Bola dr. Murdjani, Kota Banjarbaru, Senin (9/3/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari gerakan bersih-bersih lingkungan secara besar-besaran yang melibatkan berbagai unsur masyarakat, mulai dari jajaran pemerintah daerah, komunitas, hingga masyarakat umum. Melalui aksi korvei ini, diharapkan kesadaran bersama dalam menjaga kebersihan lingkungan dapat semakin meningkat.

Staf Ahli Menteri Lingkungan Hidup Bidang Kelestarian Sumber Daya Keanekaragaman Hayati dan Sosial Budaya, Ir Noer Adi Wardojo, menegaskan bahwa kegiatan korvei tidak hanya dilaksanakan sekali, namun diharapkan dapat terus berlanjut secara konsisten.

“Tidak hanya satu kali, tetapi berlanjut. Yang penting konsisten dan efektif untuk membersihkan Banjarbaru supaya bersih dan resik,” ujarnya saat diwawancarai.

Ia juga menekankan bahwa berdasarkan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah, komando pengurangan sampah berada di tangan kepala daerah.

Untuk itu, tanggung jawab pengelolaan sampah tidak hanya berada pada Dinas Lingkungan Hidup, tetapi juga melibatkan berbagai perangkat daerah lainnya.

Sebagai contoh, pengelolaan kebersihan di pasar menjadi tanggung jawab dinas yang membidangi pasar. Begitu pula dengan pengelolaan sampah di hotel, restoran, dan kafe yang berada dalam pembinaan Dinas Pariwisata.

Menurutnya, berbagai ilmu dan teknologi pengelolaan sampah sebenarnya sudah tersedia. Hal yang diperlukan saat ini adalah komitmen dan kemauan bersama untuk menerapkannya secara nyata di lapangan.

“Ilmunya sudah ada, teknologinya sudah ada, sekarang pertanyaannya adalah mau apa tidak? Sekarang kita harus nyatakan bahwa semuanya harus bisa, semuanya harus wajib melaksanakan,”imbuhnya.

Melalui kegiatan apel kesiapan dan aksi korvei ini, Pemerintah Kota Banjarbaru berharap gerakan menjaga kebersihan lingkungan dapat menjadi budaya bersama.

Banyuwangi Resmikan Jembatan Perintis Garuda, Permudah Akses Warga di Dua Desa

Iki Radio - Jembatan Perintis Garuda di Desa Seneporejo, Kecamatan Siliragung, Banyuwangi, yang dibangun TNI AD resmi dioperasikan. Jembatan gantung ini mempermudah akses pendidikan, ekonomi, dan aktivitas warga yang sebelumnya harus memutar jauh bahkan menyeberangi sungai.

Peresmian dilakukan Dandim 0825 Banyuwangi Letkol (Arm) Triyadi Indrawijaya bersama warga, Senin (9/3/2026) dan turut dihadiri Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemkab Banyuwangi, MY Bramuda, dan perwakilan Forkopimda, camat hingga kades. Kegiatan ini bagian dari launching 200 jembatan perintis secara serentak di Indonesia.

Dandim menerangkan, jembatan gantung di Banyuwangi ini dibangun di atas Sungai Bango dengan lebar sungai sekitar 34 meter. Bentangan jembatan mencapai 50 meter dan kini memiliki lebar 1,60 meter.

“Awalnya lebar 1,20 meter, namun atas masukan masyarakat kami tambah masing-masing 20 sentimeter kanan kiri agar lebih nyaman dilalui,” ujarnya.

Jembatan ini menghubungkan Desa Seneporejo, Kecamatan Siliragung dan Desa Sambirejo, Kecamatan Bangorejo. Sebelumnya, warga harus memutar cukup jauh untuk beraktivitas sehari-hari.

Triyadi mengatakan pembangunan dilakukan selama 41 hari, mulai 10 Januari hingga 20 Februari 2026. Prajurit TNI dan warga bekerja bergantian selama 1x24 jam.

“Kami bagi anggota dalam empat sif. Ini murni pengabdian agar hasilnya benar-benar dirasakan masyarakat,” kata Triyadi.

Menurutnya, manfaat utama jembatan ini untuk memudahkan anak-anak sekolah dan aktivitas mengaji yang sebelumnya harus menyeberang sungai atau mengambil jalur lebih jauh.

“Sekarang anak-anak bisa lebih cepat ke sekolah dan tempat mengaji. Ini juga mempercepat akses warga ke sawah dan ladang,” tambahnya.

Selain itu, keberadaan jembatan akan meningkatkan nilai ekonomi kawasan karena mobilitas barang dan hasil pertanian menjadi lebih lancar.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemkab Banyuwangi, MY Bramuda, menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah pusat dan TNI dalam pembangunan tersebut.

Selama ini, kata dia, TNI selalu berjalan seiring dengan pemerintah daerah. Pembangunan yang dilakukan juga menyentuh daerah-daerah yang sebelumnya sulit dijangkau dan memang sangat dibutuhkan masyarakat.

“Ini bukti negara hadir menjawab kebutuhan akses ekonomi dan pendidikan masyarakat. Pemkab siap mendukung program seperti ini,” ujarnya.

Salah satu warga, Maryam (70), mengaku bersyukur atas pembangunan jembatan itu. Selama puluhan tahun, ia dan warga lain harus menyeberangi sungai untuk beraktivitas.

“Dulu kalau ke sawah atau anak mau ngaji harus menyeberangi sungai kadang harus muter. Sekarang sudah enak, tidak perlu muter lagi. Terima kasih TNI,” ucapnya. (*)

Sembilan PMI Asal Lumajang di Arab Saudi Dipastikan Terpantau Aman

Iki Radio - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang memastikan terus memantau kondisi sembilan Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Lumajang yang saat ini bekerja di Arab Saudi, seiring dinamika geopolitik global yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel.

Pemantauan tersebut dilakukan untuk memastikan para pekerja migran tetap berada dalam kondisi aman serta mendapatkan perlindungan sesuai dengan mekanisme yang berlaku.

Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Lumajang, Subhan, menjelaskan bahwa sembilan PMI tersebut terdiri dari delapan tenaga kesehatan dan satu pekerja restoran. Mereka berangkat melalui perusahaan resmi dalam kurun waktu 2024 hingga 2025.

Menurutnya, seluruh PMI yang tercatat dalam data pemerintah daerah merupakan pekerja yang berangkat secara prosedural melalui jalur resmi, sehingga keberadaannya dapat dipantau melalui mekanisme perlindungan pekerja migran.

“Kesembilan PMI tersebut tercatat berangkat melalui perusahaan resmi. Untuk yang berangkat secara tidak resmi tentu datanya tidak seluruhnya dapat terpantau,” ujarnya saat dikonfirmasi melalui telepon seluler, Sabtu (7/3/2026).

Subhan menegaskan bahwa pemerintah daerah terus melakukan koordinasi dan pemantauan terhadap perkembangan situasi di kawasan tersebut guna memastikan para PMI tetap dapat menjalankan aktivitasnya dengan aman.

Ia menjelaskan bahwa dalam kondisi tertentu yang membutuhkan penanganan khusus, pemerintah pusat melalui perwakilan negara di luar negeri akan mengambil langkah perlindungan sesuai prosedur yang berlaku.

“Apabila situasinya membutuhkan langkah khusus, pemerintah pusat melalui perwakilan negara di luar negeri dapat mengambil tindakan perlindungan, termasuk pemulangan sesuai mekanisme perlindungan bagi PMI,” jelasnya.

Selain itu, pemerintah daerah juga mengimbau para PMI asal Lumajang yang saat ini berada di Arab Saudi agar tetap menjaga keselamatan serta menjalin komunikasi dengan perwakilan pemerintah Indonesia apabila memerlukan bantuan.

Melalui pemantauan yang berkelanjutan serta koordinasi dengan pemerintah pusat, Pemerintah Kabupaten Lumajang berharap seluruh PMI asal daerah tersebut dapat tetap bekerja dengan aman dan memperoleh perlindungan yang memadai selama berada di luar negeri.

Peringatan Nuzulul Quran di Sumenep Diisi Santunan Anak Yatim

Iki Radio - Momentum Nuzulul Quran 1447 Hijriah dimaknai masyarakat Desa Karangbudi, Kabupaten Sumenep, dengan kegiatan pengajian umum dan santunan sosial bagi anak yatim serta kaum duafa di Masjid Husnul Khotimah, Jumat (6/3/2026) malam.

Kegiatan yang dihadiri warga setempat tersebut diawali dengan penyerahan santunan kepada anak yatim dan masyarakat kurang mampu yang diserahkan langsung oleh pengurus takmir masjid.

Aksi sosial tersebut menjadi bentuk kepedulian masyarakat sekaligus upaya memperkuat semangat berbagi di bulan Ramadan, terutama kepada kelompok yang membutuhkan.

Suasana haru dan penuh kebersamaan terasa saat para penerima santunan menerima bantuan yang diharapkan dapat meringankan kebutuhan mereka.

Setelah kegiatan santunan, acara dilanjutkan dengan pengajian dan tausiah agama yang disampaikan oleh KH Sudarisman. Dalam ceramahnya, ia menekankan bahwa Al-Qur’an merupakan pedoman utama bagi umat Islam dalam menjalani kehidupan.

Menurutnya, membaca Al-Qur’an saja belum cukup jika tidak diiringi dengan pemahaman serta pengamalan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.

“Al-Qur’an tidak hanya untuk dibaca, tetapi juga dipahami dan diamalkan agar kehidupan menjadi lebih terarah, damai, dan penuh keberkahan,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Takmir Masjid Husnul Khotimah Abdur Rakhman menyampaikan bahwa peringatan Nuzulul Quran menjadi momentum untuk mengingatkan umat Islam agar semakin mencintai Al-Qur’an dan menjadikannya pedoman dalam kehidupan sehari-hari.

Ia juga mengapresiasi dukungan masyarakat yang turut menyukseskan kegiatan tersebut.

“Kami berterima kasih kepada seluruh jamaah dan pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini sehingga dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” katanya.

Salah satu jamaah yang hadir, Ahmad, mengungkapkan bahwa kegiatan pengajian seperti ini memiliki nilai penting bagi masyarakat karena tidak hanya menambah pengetahuan agama, tetapi juga memperkuat kebersamaan di lingkungan sekitar.

Menurutnya, kegiatan peringatan Nuzulul Quran dapat menjadi pengingat bagi masyarakat untuk terus memperkuat keimanan dan memperbanyak amal kebaikan selama Ramadan.

“Melalui kegiatan ini masyarakat diharapkan semakin termotivasi menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Dapur SPPG Sinar Giri Kedaton Gresik Diresmikan, Dukung Program Makan Bergizi Gratis

Iki Radio - Pemerintah Kabupaten Gresik memperkuat pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui peresmian dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sinar Giri Kedaton di Desa Kisik, Kecamatan Bungah. Dapur ini diharapkan menjadi pusat penyediaan makanan bergizi bagi pelajar sekaligus mendorong partisipasi masyarakat dalam pengawasan dan pengelolaannya.

Peresmian dilakukan Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif, Kamis (5/3/2026). Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor agar program pemenuhan gizi tersebut dapat berjalan optimal dan berkelanjutan.

“Dapur ini akan melayani kebutuhan makanan bergizi bagi para penerima manfaat, khususnya murid sekolah. Saya mengajak warga sekitar tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga ikut berperan aktif dalam pengawasan sehari-hari,” ujar Alif.

Menurutnya, keamanan dan kualitas makanan tidak dapat sepenuhnya dibebankan kepada pengelola dapur. Keterlibatan masyarakat diperlukan untuk memastikan standar kebersihan, keamanan pangan, serta kualitas gizi makanan yang disajikan tetap terjaga.

Ia menegaskan bahwa setiap menu yang disiapkan harus memenuhi komposisi gizi seimbang, mulai dari kandungan karbohidrat, vitamin, hingga proses pengolahan makanan yang benar.

“Bicara soal gizi maka komposisinya harus benar-benar seimbang. Selain itu, sertifikat kebersihan dan sertifikat gizi juga harus dipastikan,” tegasnya.

Lebih dari sekadar penyediaan makanan sehat bagi pelajar, keberadaan dapur SPPG juga dinilai membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat sekitar. Mulai dari penyerapan tenaga kerja hingga pemanfaatan produk pangan lokal sebagai bahan baku.

“Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya fokus pada pemenuhan gizi anak-anak, tetapi juga membuka ruang partisipasi dan pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal,” jelasnya.

SPPG Sinar Giri Kedaton sendiri dibangun melalui kolaborasi dengan Yayasan Santri Melek Industri (YSMI) sebagai bagian dari dukungan terhadap program nasional MBG yang menjadi salah satu agenda prioritas pemerintah.

Alif menilai sinergi tersebut menjadi contoh konkret keterlibatan berbagai pihak dalam mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat sekaligus investasi jangka panjang bagi kualitas generasi muda.

“Anak-anak kita adalah aset bangsa. Program ini akan berhasil jika semua pihak mau saling mengingatkan dan bekerja bersama,” katanya.

Sementara itu, Anggota DPRD Gresik Yuyun Wahyudi yang juga menjadi mitra SPPG Sinar Giri Kedaton menegaskan bahwa program MBG merupakan kebijakan strategis nasional yang menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat.

Karena itu, ia mengingatkan agar pengelolaan dapur dilakukan secara profesional dengan memperhatikan standar kebersihan dan kualitas layanan.

“Peran pengelola dapur dan yayasan sangat penting untuk menjaga kualitas pelayanan dan disiplin kebersihan,” ujarnya.

Peresmian dapur SPPG tersebut turut dihadiri Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Bungah, Ketua Fraksi Partai Gerindra Nur Saidah, penasihat YSMI Lestari Widodo, Kepala SPPG Sinar Giri Kedaton Nopijal Rizki Rahman, serta sejumlah undangan.

Ngerandu Buko, Pasar Takjil Ramadan Suguhkan Aneka Kuliner Khas Banyuwangi

Iki Radio - Ramadan menjadi momen yang ditunggu masyarakat. Di Banyuwangi, salah satu cara menyambut Ramadan adalah dengan menggelar pasar takjil Ngerandu Buko (menunggu berbuka puasa). Warga menjual aneka kuliner menu berbuka puasa. 

Salah satu pasar Ngerandu Buko yang ramai berlokasi di wisata Pantai Marina Boom. Di hari pertama puasa Ramadan, pasar kuliner tersebut ramai dikunjungi warga yang ngabuburit. 

Mereka "berburu" aneka kudapan. Ada petula (patula), aneka jenis bubur, kolak, precet (olahan pisang khas Banyuwangi), darplok, hingga makanan berat seperti nasi tempong, dan aneka jenis muniman segar. 

"Salah satu spot berbuka puasa terbaik di Banyuwangi. Kita membatalkan puasa sambil menikmati senja di pinggir marina. Lokasi ini jadi andalan kita semua," kata Dela yang saat itu datang ramai-ramai bersama kawannya. 

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menjelaskan bahwa pemkab terus mendorong dan memfasilitasi pelaksanaan pasar takjil Ramadan di seluruh wilayah Banyuwangi.

"Pastinya dengan adanya pasar takjil ini ribuan warga dan UMKM terlibat. Momentum ini kita manfaatkan untuk menumbuhkan dan menggerakkan ekonomi rakyat,” kata Bupati Ipuk, saat membuka Pasar Takjil Ramadhan “Ngerandu Buko”, di Pantai Marina Boom, Kamis (19/02/2026).

Ada sebanyak 250 pedagang yang berjualan di sana. Mereka berjualan dari sore hingga malam hari. Tidak hanya dikunjungi oleh warga setempat, sejumlah wisatawan asing juga tampak berbelanja di kawasan tersebut. Mereka mengaku sangat menikmati suasana pasar kuliner ini. 

“Pasar Ramadan ini sangat menarik. Saya tidak menyangka seramai ini perayaan Ramadan di Banyuwangi. Sangat berbeda sekali suasana Banyuwangi, baik dengan Bali maupun Lombok. Sangat menarik,” kata Glenn, turis asal Amerika Serikat. 

Ipuk berpesan agar pelaksanaan pasar takjil dikoordinasikan dengan baik, terutama masalah sampah. Ia menyarankan kepada pembeli maupun pedagang agar membawa kantong dari rumah untuk mengurangi sampah plastik.

“Sampah, terutama material plastik, adalah masalah besar bangsa ini. Program membawa tas belanja sendiri adalah upaya kita melaksanakan komitmen Banyuwangi ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah), guna mendukung kebijakan Presiden untuk penanganan sampah dan penataan lingkungan.

“Selain itu, untuk menjaga higienitas makanan yang dijual, Laboratorium dari Dinas Kesehatan akan rutin berkeliling untuk mengecek apakah makanan yang dijajakan layak dikonsumsi,” kata Ipuk. (*)

Cegah Penyimpangan Dana Desa, Tim Tipikor Polres Madiun Beri Penyuluhan Hukum bagi Perangkat Desa

Iki Radio - Tim Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Kepolisian Resor (Polres) Madiun, mewanti wanti perangkat desa di wilayah Kabupaten Madiun, agar tidak terjebak dalam tindak pidana korupsi dana desa.

Guna mencegah terjadinya malaadministrasi maupun potensi tindak pidana korupsi di tingkat desa, Polres Madiun melalui Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) menggelar penyuluhan hukum secara intensif.

Pengelolaan anggaran dan pemerintahan desa yang bersih, transparan, dan akuntabel menjadi kunci kemajuan wilayah.

“Sebagai mitra, kami siap mendukung jalannya pemerintahan yang transparan dan akuntabel. Dengan pemahaman hukum yang baik, kita bisa mencegah terjadinya kesalahpahaman maupun potensi pelanggaran di kemudian hari. Ingat, pencegahan jauh lebih baik daripada penindakan,” ujar Bhabinkamtibmas Desa Sirapan, Aipda Budianto, Rabu (18/2/2026).

Sosialisasi Bidang Hukum dan Perlindungan Masyarakat Tahun 2026 ini, dihadiri lintas perangkat desa, tidak hanya dari Desa Sirapan, namun juga dihadiri Pj. Kades Tanjungrejo, serta Sekretaris Desa (Sekdes) dari Sumberejo dan Tulungrejo.

Budianto juga menekankan pentingnya aspek sosial dalam kepemimpinan desa. Ia mengajak seluruh perangkat desa, baik dari Sirapan maupun desa tetangga yang hadir, untuk membangun komunikasi dua arah yang sehat dengan masyarakat.

“Serap aspirasi penduduk dengan baik. Jika ada permasalahan di lapangan, mari kita kedepankan musyawarah mufakat. Jangan ragu untuk berkoordinasi dengan Bhabinkamtibmas dan Babinsa agar situasi tetap kondusif,” tambahnya.

Melalui kegiatan ini diharapkan menjadi benteng bagi para pemangku kebijakan di desa agar tidak tergelincir dalam kasus hukum yang merugikan negara dan publik.(hms/ir)

Hilal Tak Terlihat di Batang, LF PCNU Pastikan Awal Puasa 19 Februari 2026

Iki Radio - Pantauan hilal yang dilakukan Lembaga Falakiyah PCNU Batang di kawasan Jembatan Sigandu Batang, Kabupaten Batang, Selasa (17/2/2026) malam tidak membuahkan hasil. Berdasarkan perhitungan hisab, posisi hilal berada di bawah ufuk sehingga mustahil untuk dirukyat.

Ketua Lembaga Falakiyah PCNU Batang Abdul Kafi menjelaskan, secara astronomis hilal telah terbenam lebih dahulu dibanding Matahari saat waktu pengamatan.

“Berdasarkan hisab atau perhitungan dari berbagai metode kontemporer, antara hilal dan matahari yang terbenam lebih dahulu adalah hilalnya. Jadi dalam posisi minus. Secara otomatis tidak mungkin dirukyat karena hilalnya sudah terbenam duluan,” jelasnya.

Ia menambahkan, momen ijtima atau konjungsi juga belum terjadi saat Matahari terbenam. Berdasarkan perhitungan, ijtima baru berlangsung pukul 19.02 WIB, setelah waktu maghrib.

“Artinya saat matahari terbenam, ijtimak belum terjadi. Sehingga di seluruh wilayah Indonesia, seluruh rukyat yang diselenggarakan bisa dipastikan tidak akan berhasil melihat hilal,” terangnya.

Dengan kondisi tersebut, bulan Syakban disempurnakan menjadi 30 hari sehingga awal Ramadan diperkirakan jatuh pada Kamis (19/2/2026). Meski demikian, hasil rukyat tetap dilaporkan ke Pengurus Besar Nahdlatul Ulama sebagai bagian dari prosedur.

“Nantinya yang mengikuti sidang isbat adalah pemerintah melalui Kementerian Agama Republik Indonesia. Penetapan resmi tetap menunggu keputusan pemerintah,” imbuhnya.

Abdul Kafi menyebutkan, lokasi pengamatan kali ini dipilih di Jembatan Sigandu karena pertimbangan teknis. Biasanya, pemantauan hilal dilakukan di rooftop Gedung Rifaiyah maupun kawasan Pantai Ujungnegoro.

“Iya, biasanya kita di rooftop Rifaiyah, kadang di Pantai Ujungnegoro. Ini karena keterbatasan dan kondisi hilal memang di bawah ufuk, kita di sini sekadar melaporkan bahwa telah melaksanakan rukyatul hilal. Karena isbat itu berdasarkan laporan rukyat,” ungkapnya.

Menurutnya, pelaksanaan rukyat tetap dilakukan sebagai tanggung jawab kelembagaan, meskipun secara hisab sudah dapat dipastikan hilal tidak mungkin terlihat.

Ia juga menyebutkan, pada Rabu (18/2/2026), LF PCNU Batang kembali menggelar pemantauan di Gedung Rifaiyah. Namun kegiatan tersebut hanya bersifat verifikasi dan pembelajaran, bukan sebagai dasar penetapan awal bulan.

“Kalau besok itu sifatnya verifikasi. Kita sudah melakukan hisab, posisi hilalnya sudah tinggi di atas ufuk. Nah, besok itu untuk verifikasi dan pembelajaran, tidak untuk dilaporkan,” tandasnya.

Ia berharap, kegiatan ini menjadi sarana edukasi falakiyah bagi anggota dan masyarakat, sekaligus memperkuat sinergi metode hisab dan rukyat dalam penentuan awal bulan Hijriah.

“Dengan hasil hisab yang menunjukkan hilal berada di bawah ufuk saat matahari terbenam, besar kemungkinan umat Islam di Indonesia akan memulai ibadah puasa Ramadan secara serentak pada Kamis, menunggu penetapan resmi pemerintah melalui sidang isbat,” pungkasnya.

Dekatkan Layanan, PDAM Kabupaten Madiun Hadir di BAHANA BERSAHAJA

Iki Radio - Sebagai bentuk kontribusi ke pemerintah daerah, dan memberikan layanan terbaik pada masyarakat, Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Dharma Purabaya Kabupaten Madiun, hadir dalam kegiatan Bakti Harmoni Madiun Bersih Sehat dan Sejahtera (BAHANA BERSAHAJA), yang dilaksanakan di Desa Bulakrejo Kecamatan Balerejo Kabupaten Madiun, Rabu (11/2/2026).

Dalam kegiatan BAHANA BERSAHAJA itu, PDAM Kabupaten Madiun membuka ruang informasi bagi masyarakat, tentang berbagai layanan. Termasuk produk Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) “YOIKI” yang di produksi oleh Perumdam Tirta Dharma Purabaya Kabupaten Madiun.

“Sesuai arahan Bapak Bupati, PDAM harus memberikan kontribusi terhadap penyediaan air minum di Kabupaten Madiun, dan kontribusi pada Pendapatan Asli Daerah (PAD),” ujar Direktur Utama PDAM Kabupaten Madiun, Imansyah Novianto, ditemui di lokasi kegiatan BAHANA BERSAHAJA.

Dikatakan, pada tahun 2026 ini PDAM Kabupaten Madiun mentargetkan akan menambah jumlah cakupan layanan hingga 2.500 pelanggan.

“Kami menjaring pemasangan gratis dari dana APBN, kami berharap bisa menjangkau sampai 1.500 pelanggan baru untuk program pasang gratis,” lanjutnya.

Dijelaskan, program pasang gratis tersebut dikhususkan bagi pelanggan rumah tangga, dan bukan untuk pelanggan sosial seperti fasilitas umum, atau tempat ibadah.

“Kami harap masyarakat mengetahui program pemasangan gratis ini. Saat ini kami usulkan ke pusat untuk prosesnya,” tambahnya.

Terkait kegiatan BAHANA BERSAHAJA yang dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Madiun, PDAM Kabupaten Madiun sangat mendukung. Selain sebagai bentuk sinergi bersama seluruh layanan PDAM Kabupaten Madiun nantinya bisa lebih dekat dengan masyarakat.

“Ini perdana di BAHANA. PDAM berkomitmen bisa berpartisipasi terhadap pelayanan di event BAHANA BERSAHAJA dan sebagainya. Pembayaran, pasang baru, layanan kebocoran, pindah meter bisa kita layani disini,” tambahnya.

Selain itu, sebagai upaya dalam layanan air minum bagi masyarakat, PDAM Kabupaten Madiun menyediakan AMDK “YOIKI” produksi Perumdam Tirta Dharma Purabaya Kabupaten Madiun.

Dalam kesempatan ini, Bupati Madiun Hari Wuryanto, beserta Wakil Bupati Madiun dr. Purnomo Hadi, juga berkesempatan menikmati segarnya air minum YOIKI.

“Alhamdulillah.., segar polll,” ujar Wabup dr. Purnomo Hadi di stand PDAM Kabupaten Madiun.

Sedangkan saat ini, AMDK “YOIKI” juga telah menjangkau sejumlah daerah bukan hanya di wilayah Kabupaten Madiun.

Informasi lebih lanjut untuk layanan PDAM Kabupaten Madiun, pelanggan dan masyarakat dapat menghubungi Whatsapp (WA) Live Chat LAPOR PDAM, di nomor : 081-1351-91-11 online 24 jam.

Melalui layanan tersebut masyarakat dapat mengakses berbagai informasi, mulai pasang baru, hingga pengaduan.

Untuk layanan air minum "YOIKI" bisa langsung menghubungi nomor 0811-3033-455. Baik untuk pemesanan atau pembelian.(ir)

Tumbuh di Tengah Tekanan, Bank Madiun Melaju di Penjurian TOP BUMD Awards 2026

Iki Radio - Kinerja Perumda BPR Bank Daerah Kabupaten Madiun (Bank Madiun) menunjukkan tren positif di tengah tekanan ekonomi dan perlambatan penyaluran kredit sepanjang 2025.


Efisiensi operasional yang ditopang oleh transformasi digital menjadi faktor kunci yang membuat BUMD perbankan ini tetap mampu mencatatkan pertumbuhan laba dan menjaga tingkat kesehatan bank pada kategori “sehat”.

Hal tersebut disampaikan Direktur Utama Bank Madiun, Velly Murdianto, dalam sesi presentasi penjurian TOP BUMD Awards 2026, dengan tema Digitalisasi Bank Madiun dalam Rangka Pembangunan Ekonomi Daerah Berkelanjutan.

“Kinerja 2025 ini sangat menantang. Aset kami hanya tumbuh 0,48 persen, bahkan tabungan dan kredit sempat turun. Namun laba tetap bisa tumbuh 7,39 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Kunci utamanya adalah efisiensi, dan efisiensi itu tidak bisa dilepaskan dari digitalisasi,” ujar Velly.

Berdasarkan data kinerja keuangan per Desember 2025, aset Bank Madiun tercatat Rp 312,779 miliar, meningkat dibandingkan periode yang sama 2024 sebesar Rp 311,27 miliar. Namun, jumlah turun 6.98 persen menjadi Rp 67,7 miliar dibandingkan 2024 sebesar Rp 72,43 miliar. Demikian pula kredit anjlok 11,23 persen menjadi Rp 192 miliar dibandingkan Rp 213,61 miliar pada 2024.

Untuk deposito, Bank Madiun tercatat ada kenaikan 2,91 persen menjadi Rp 146,74 miliar dari Rp 142,48 miliar pada 2024. Per akhir 2025, Bank Madiun mencetak kenaikan laba 7,39 persen menjadi R 7,1 miliar dibandingkan Rp 6,58 miliar pada 2024.

Velly menjelaskan, sekitar 79–80 persen portofolio kredit Bank Madiun berada di sektor produktif, khususnya UMKM dan pertanian. Bank juga mulai memperluas pembiayaan ke sektor petani tebu yang memiliki pola pelunasan musiman, terutama menjelang akhir tahun.

Kondisi tersebut berdampak pada pertumbuhan aset yang relatif terbatas. Meski demikian, manajemen mampu menjaga kinerja laba dengan mengendalikan biaya operasional serta mengoptimalkan pendapatan berbasis komisi (fee based income).

“Kalau kami tidak melakukan efisiensi, tentu akan sangat berat. Dengan digitalisasi, kami bisa menekan biaya operasional, mengurangi penggunaan kertas, mempercepat proses, dan tetap menjaga kualitas layanan,” kata Velly.


Digitalisasi Layanan Dorong Efisiensi dan Pendapatan

Dalam presentasinya, Bank Madiun memaparkan sejumlah terobosan digital, baik di sisi bisnis maupun operasional. Salah satu inovasi utama adalah MaMu SATSET (Madiun Modern Sistem Aplikasi Transaksi Setoran), aplikasi berbasis ponsel yang digunakan untuk setoran tabungan secara online real time.

Aplikasi ini banyak dimanfaatkan untuk layanan jemput bola di pasar dan sekolah. Saat ini, Bank Madiun telah melayani lebih dari 180 sekolah, yang sebelumnya sangat bergantung pada transaksi manual.

“Dengan MaMu SATSET, transaksi jadi lebih aman, cepat, dan akurat. Ini juga meminimalkan risiko fraud serta jauh lebih efisien dari sisi waktu dan kertas,” jelas Velly.

Selain itu, Bank Madiun juga mengembangkan GASPOL BAMA (Gunakan Aplikasi Pembayaran Online Bank Madiun), layanan pembayaran non-tunai yang mencakup top-up uang elektronik, pembayaran listrik, pajak daerah, pajak kendaraan bermotor, hingga tiket transportasi.

“Transaksi nontunai ini bukan hanya mendukung keuangan berkelanjutan, tetapi juga menghasilkan fee based income yang cukup signifikan bagi bank,” ujarnya.

Sebagai bank BUMD, Bank Madiun juga aktif memerangi rentenir melalui kredit Kurma Manis atau Kredit Usaha Rakyat Madiun Mantap dan Istimewa.

Terobosan lainnya yang dilakukan Bank Madiun adalah memerangi rentenir lewat kredit Kurma Manis. Kredit mikro antirentenir ini menyasar pedagang pasar dan komunitas kecil. Plafon kredit yang diberikan maksimal Rp 2 juta dengan tenor hingga 12 bulan.

Keunikan program ini terletak pada skema subsidi bunga dari dana CSR. Jika nasabah melunasi pokok pinjaman tepat waktu, seluruh bunga akan dikembalikan.

“Nasabah cukup membayar pokoknya saja. Bunganya kami bantu lewat CSR. Ini cara kami memerangi praktik rentenir yang bunganya sangat memberatkan masyarakat kecil,” tegas Velly.

Program ini sekaligus mendorong literasi digital, karena nasabah diwajibkan menggunakan Madiun Pay, dompet elektronik milik Bank Madiun yang mendukung QRIS dan transaksi multipayment berskala nasional (Gopay, OVO, DANA,d an LinkAja).

Menjelang Lebaran, Bank Madiun meluncurkan Promo Ketupat atau kredit murah dan cepat. NKredit ini memiliki bunga flat 0,96 persen. Program ini biasanya cukup diminati para pelaku UMKM. “Harapannya juga karena porsi kami banyak di UMKM, ini cukup membantu pembangunan ekonomi daerah,” ujar Velly.


Pengembangan SDM dan Tata Kelola

Digitalisasi Bank Madiun tidak hanya berfokus pada layanan, tetapi juga pada penguatan tata kelola dan sumber daya manusia. Sistem manajemen risiko, kepatuhan, audit internal, hingga penilaian kinerja telah diintegrasikan secara digital.

Pengambilan keputusan kredit kini dapat dilakukan secara paperless melalui aplikasi berbasis ponsel atau tablet, dengan seluruh indikator risiko dan analisis kredit tersedia secara real time.

Di bidang SDM, Bank Madiun mengembangkan sistem e-learning yang terintegrasi dengan Key Performance Indicator (KPI) berbasis Balanced Scorecard. Seluruh proses pelatihan, mulai dari pre-test, modul pembelajaran, hingga evaluasi, dilakukan secara daring dan terdokumentasi.

“Pengembangan SDM menjadi fokus kami. Dengan sistem digital, pelatihan menjadi lebih efektif, terukur, dan langsung berdampak pada kinerja pegawai,” kata Velly.

Hasilnya, tingkat kepuasan pegawai berada pada kategori sangat baik, sekaligus mendukung peningkatan produktivitas organisasi.

Dari sisi tata kelola, Bank Madiun mencatat Tingkat Kesehatan Bank (TKB) peringkat 2 atau Sehat, dengan profil risiko yang mencakup enam jenis risiko utama. Meski belum masuk kategori “Sangat Sehat”, manajemen optimistis peringkat dapat meningkat seiring penguatan struktur pengurus dan tata kelola.

“Kami sadar masih ada pekerjaan rumah, terutama pemenuhan komisaris independen. Tapi dengan tata kelola dan digitalisasi yang semakin matang, kami optimistis bisa naik level,” kata Velly.

Implementasi GCG juga dilakukan secara konsisten melalui sistem pelaporan berbasis SILAT OJK.

“Kami menyadari masih ada ruang perbaikan, terutama pada penguatan struktur pengurus. Namun secara keseluruhan, kami optimistis tata kelola dan kinerja Bank Madiun akan terus meningkat,” ujar Velly.


Kontribusi ke Daerah dan Keuangan Berkelanjutan

Selama lima tahun terakhir, Bank Madiun secara konsisten menyetorkan pendapatan asli daerah (PAD) di atas Rp3 miliar per tahun, termasuk pada masa pandemi. Bank juga aktif menyalurkan pembiayaan “hijau”, dengan 29,91 persen portofolio kredit di sektor pertanian, serta menyusun Rencana Aksi Keuangan Berkelanjutan (RAKB).

Sebagai lembaga keuangan yang berfokus pada UMKM dan masyarakat lokal, Bank Madiun kini semakin diarahkan untuk mengadopsi prinsip ESG (Environmental, Social, and Governance). Meskipun dalam skala operasional tidak sebesar bank umum, Bank Madiun memiliki peran strategis dalam menyalurkan pembiayaan “hijau”.

Sebagai BUMD, Bank Madiun secara konsisten berkontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD). Selama lima tahun terakhir, setoran PAD tercatat di atas Rp 3 miliar per tahun, termasuk pada masa pandemi.

Selain kontribusi fiskal, Bank Madiun aktif mendukung program Pemda melalui CSR, seperti subsidi bunga UMKM, perbaikan rumah tidak layak huni, serta literasi keuangan bagi pelajar.

Berbagai upaya tersebut mengantarkan Bank Madiun menjadi kandidat peraih TOP BUMD Awards 2026. Pada ajang yang sama tahun lalu, Bank Madiun meraih penghargaan TOP BUMD Awards 2025 dengan predikat “Bintang 4”. Bank BUMD ini juga meraih penghargaan TOP Governance Risk dan Compliance (GRC) Award 2025 dengan predikat “Bintang 4”.

Libatkan 5.020 Personel, Polda Jatim Gelar Operasi Keselamatan Semeru 2026

Iki Radio - Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim) menggelar Operasi Keselamatan Semeru 2026 selama 14 hari, mulai 2 hingga 15 Februari 2026. Sebanyak 5.020 personel gabungan diterjunkan untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas.

Direktur Lalu Lintas Polda Jatim, Kombes Pol Iwan Saktiadi, menjelaskan operasi ini dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia sebagai persiapan menghadapi Operasi Ketupat Semeru 2026 menjelang Idul Fitri. 

“Petugas gabungan akan melakukan ramp check pada kendaraan, khususnya angkutan umum seperti bus reguler maupun wisata,” ujarnya, Senin (2/2/2026)

Operasi tersebut mengusung tema “Terwujudnya Keamanan, Keselamatan, Ketertiban, dan Kelancaran Lalu Lintas (Kamseltibcarlantas) yang Aman, Nyaman, dan Selamat Menjelang Operasi Ketupat Semeru 2026”.

Sebanyak 5.020 personel gabungan terdiri atas 395 personel satuan tugas Polda Jatim dan 4.625 personel satuan wilayah di jajaran Polda Jatim dilibatkan dalam operasi tersebut. 

"Operasi Keselamatan Semeru 2026 mengedepankan pendekatan humanis namun tetap tegas melalui upaya preemtif, preventif, dan represif, khususnya terhadap armada angkutan umum," lanjutnya.

Menurut dia, masyarakat Indonesia memiliki tradisi mobilisasi tinggi, baik untuk mudik maupun berwisata saat libur Lebaran, sehingga kelayakan kendaraan angkutan umum harus dipastikan sejak dini. 

“Tim gabungan tingkat provinsi tentunya nanti bekerja sama dengan masing-masing kota kabupaten untuk melaksanakan ramp cek pada perusahaan kendaraan bus,” tambah Iwan.

Ia menegaskan fokus operasi juga diarahkan pada peningkatan pemahaman masyarakat terhadap aturan berlalu lintas serta keselamatan diri dan lingkungan sekitar.

Adapun sasaran lain Operasi Keselamatan Semeru 2026 meliputi pengendara tidak menggunakan helm Standar Nasional Indonesia (SNI), berkendara di bawah umur, berkendara dalam pengaruh alkohol, melawan arus, menggunakan ponsel saat berkendara, tidak menggunakan sabuk pengaman, berboncengan lebih dari satu orang, serta melebihi batas kecepatan.

Lolos Administrasi, 4 Pejabat Pemkab Madiun Berebut Kursi Sekda

Iki Radio - Empat pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun, dinyatakan lolos administrasi, dalam seleksi terbuka untuk pengisian jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Madiun.


Kepala BKPSDM Kabupaten Madiun, Heru Kuncoro

Keempat kandidat itu masing masing Didik Harianto yang saat ini menjabat sebagai Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Madiun ; Sigit Budiarto yang saat ini menjabat Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil sekaligus Penjabat (Pj) Sekda Kabupaten Madiun ; Suryanto yang saat ini menjabat Kepala Dinas Perhubungan, dan Yudi Hartono yang saat ini menjabat Kepala Badan Pendapatan Daerah.


"Yang mendaftar online ada 12 orang. Tapi delapan pelamar tidak melengkapi berkas secara offline sampai batas akhir pendaftaran. Jadi hanya empat peserta yang dinyatakan lolos ke tahap berikutnya,” kata Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Madiun, Heru Kuncoro, Senin (2/2/2026).


Selanjutnya, kata Heru, keempat kandidat itu akan mengikuti uji kompetensi dengan metode assessment center selama dua hari, di UNS Tower Hotel and MICE, Surakarta.


"Setelah uji kompetensi, kemudian tahap wawancara," lanjutnya.


Setelah itu Panitia Seleksi Terbuka dan Kompetitif Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama, akan memilih tiga kandidat dengan nilai tertinggi.



"Dari tiga itu akan menjadi bahan pertimbangan Bupati untuk memilih satu orang terbaik sebagai Sekda Kabupaten Madiun," tambahnya.


Jadi siapa yang akan menduduki kursi Sekda Kabuoaten Madiun?


Diketahui, Sekda Kabupaten Madiun sebelumnya di jabat Tontro Pahlawanto yang kemudian memasuki masa purna tugas pada 30 November 2025.


Kala itu diakhir masa jabatannya Sekda Tontro berpesan siapapun OPD harus mampu menerjemahkan visi-misi Bupati, dan sinkron dengan program pemerintah pusat.


Selanjutnya pada 1 Desember 2025, Bupati Madiun Hari Wuryanto menunjuk Kadin Dukcapil Sigit Budiarto sebagai Plt. Sekda, yang kemudian dilantik sebagai Pj. Sekda Kabupaten Madiun.(SW/IR)

Talenta Digital Jatim Mendunia, Pemprov Jatim Teken Adendum MoU dengan BPSDM Komdigi RI

Iki Radio - Pemerintah Provinsi Jawa Timur meluncurkan Program Talenta Digital Jatim Mendunia sekaligus melakukan penandatanganan adendum Nota Kesepakatan (MoU) bersama Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Komunikasi dan Digital RI terkait pengembangan SDM bidang komunikasi dan digital. Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jumat (30/01/2026).

Peluncuran Program Talenta Digital Jatim Mendunia, Jum'at (30/1/2026)

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan, Jawa Timur tidak sekadar menjadi penerima program pusat, melainkan turut berperan sebagai co-creator dalam agenda besar pembangunan talenta digital nasional. Dengan basis pendidikan yang kuat serta ekosistem industri kreatif yang terus tumbuh, Jawa Timur siap menjadi anchor province dalam pengembangan talenta digital di kawasan Indonesia bagian tengah dan timur.

"Jawa Timur tidak sekadar menjadi penerima program pusat, melainkan co-creator dalam agenda besar pembangunan talenta digital nasional. Dengan basis pendidikan yang kuat dan ekosistem industri kreatif yang terus tumbuh, Jawa Timur siap menjadi anchor province bagi pengembangan talenta digital di kawasan Indonesia bagian tengah dan timur." ujar Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.

Langkah ini diambil karena Jawa Timur mencatat capaian digital yang signifikan. Data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) menunjukkan penetrasi internet nasional mencapai 80,66 persen. Jawa Timur berada di atas rata-rata nasional dengan capaian 82,19 persen. Generasi Z dan milenial dalam hal ini tercatat sebagai pengguna terbesar, disusul generasi Alpha, menandakan masa depan digital Indonesia bertumpu pada kualitas talenta muda.

Selain itu, Indeks Masyarakat Digital Indonesia (IMDI) Jawa Timur naik 3,1 poin menjadi 49,17. Indeks SPBE meningkat dari 4,43 pada tahun 2024 menjadi 4,79 dengan kategori “memuaskan” di tahun 2025. Tak hanya itu, Indeks Satu Data Indonesia Jawa Timur tahun 2025 menempati peringkat pertama nasional dengan skor 90,13, melonjak dari 76,96 pada tahun sebelumnya.

"Digital ecosystem yang kita bangun di Jawa Timur telah menunjukkan dampak nyata terhadap peningkatan pelayanan publik. Bukan lagi orang yang berpindah dari loket ke loket, tetapi dokumen yang bergerak. Waktu layanan bisa dipangkas menjadi jauh lebih cepat dan efisien." ujarnya.

Gubernur Khofifah menegaskan pentingnya menjadikan talenta digital sebagai bagian dari agenda pembangunan daerah. Menurutnya, pengembangan talenta digital tidak boleh dipandang semata sebagai program komunikasi dan informatika, melainkan harus diarahkan agar tumbuh merata, relevan, dan berdaya saing.

"Talenta digital harus menjadi agenda pembangunan daerah, bukan sekadar program komunikasi dan informatika. Jawa Timur ingin memastikan talenta digital tumbuh merata, relevan, dan berdaya saing." tegas Khofifah. 

Ia menambahkan, ketika Indonesia berbicara tentang masa depan digital, Jawa Timur tidak hanya sekadar disebut, tetapi benar-benar diperhitungkan sebagai kekuatan.

Sementara itu, Menteri Komunikasi dan Digital RI, Meutya Hafid menegaskan bahwa digitalisasi yang sebelumnya dipandang sebagai konsep masa depan, kini telah menjadi realitas yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari. 

"Artificial intelligence yang dulu kita kenal di lingkungan kampus, kini telah menjadi bagian dari keseharian. Begitu pula cloud computing, quantum computing, dan cyber security yang mengubah cara kita belajar, bekerja, dan memberikan pelayanan kepada masyarakat." ujarnya.

Menurut Meutya, pengembangan talenta digital ditetapkan sebagai agenda strategis nasional karena adanya perubahan teknologi yang berlangsung cepat menghadirkan peluang besar sekaligus tantangan serius, khususnya dalam memastikan sumber daya manusia mampu beradaptasi dengan perkembangan digital. 

Ia juga menegaskan bahwa kerja sama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur merupakan MoU pertama Komdigi RI dengan pemerintah provinsi dalam pengembangan SDM digital, sekaligus mencerminkan kuatnya ekosistem kolaborasi di Jawa Timur. 

"Sulit bertahan di era digital jika berjalan sendiri. Transformasi digital tidak akan berhasil apabila hanya pemerintah yang bergerak, sementara sektor swasta, pendidikan, dan layanan kesehatan tidak ikut bertransformasi. Di Jawa Timur, ekosistem kolaborasi ini telah berjalan dengan sangat baik." ujarnya.

Lebih lanjut, Meutya menyoroti pesatnya perkembangan teknologi digital, khususnya kecerdasan artifisial, yang menuntut kesiapan sumber daya manusia untuk beradaptasi. Ia menyampaikan bahwa Indonesia diproyeksikan membutuhkan sekitar 12 juta talenta digital pada tahun 2030. Dalam konteks tersebut, Jawa Timur dinilai memiliki ekosistem digital yang kuat dan berpotensi menjadi contoh nasional dalam pengembangan talenta digital yang inklusif dan berkelanjutan.

Melalui adendum nota kesepakatan ini, Pemprov Jawa Timur dan Komdigi RI memperkuat komitmen kerja sama yang sebelumnya masih terbatas pada pelatihan, kini diperluas untuk merespons dinamika perkembangan teknologi, khususnya kecerdasan artifisial (AI), serta peningkatan kapasitas masyarakat digital. Pemprov Jawa Timur juga telah menyiapkan lahan untuk mendukung rencana pembangunan Politeknik Digital Komdigi di Jawa Timur.

Forum ini menjadi wujud nyata sinergi pusat dan daerah dalam membangun SDM digital yang adaptif, berdaya saing, dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat posisi Jawa Timur sebagai salah satu provinsi terdepan dalam transformasi digital nasional.

Bupati Temanggung Tekankan Kelancaran Irigasi Dukung Ketahanan Pangan

Iki Radio - Bupati Temanggung Agus Setyawan menekankan pentingnya kelancaran sistem irigasi sebagai fondasi utama dalam mendukung ketahanan pangan.

Gotong royong warga dalam pengerukan sedimen di Irigasi Soropadan, Kecamatan Pringsurat, Minggu (25/1/2026)


Menurut dia, upaya swasembada pangan tidak akan optimal apabila saluran irigasi di tingkat petani mengalami hambatan akibat sedimentasi.

“Kita tidak akan tahan pangannya ketika irigasinya mampet dan air tidak mengalir ke sawah. Pengangkatan sedimentasi ini adalah langkah nyata yang memudahkan para petani padi kita,” ujar Agus Setyawan saat mengikuti aksi gotong royong pengerukan sedimen di Irigasi Soropadan, Kecamatan Pringsurat, Minggu (25/1/2026).

Ia menyebutkan bahwa kegiatan gotong royong ini merupakan bentuk upaya saling menyangga sektor pertanian lintas kabupaten antara Kabupaten Temanggung dan Kabupaten Magelang.

Ia pun mengapresiasi keterlibatan lebih dari 2.000 warga yang turut serta melakukan pengerukan sedimen sepanjang kurang lebih 5 kilometer.

“Ternyata yang gotong royong hari ini tidak hanya petani pemanfaat air, tetapi juga masyarakat luas. Sifat kebersamaan, kerelaan pikiran, dan tenaga seperti ini sangat layak dijadikan role model bagi daerah lain,” kata dia.

Sementara itu, Ketua Gabungan Petani Pemakai Air (GP3A) Dharma Tirta Soropadan Kusnindaryanto menjelaskan bahwa kegiatan pengerukan melibatkan warga dari 20 dusun yang tersebar di lima desa. 

Mereka secara bersama-sama membersihkan saluran irigasi yang merupakan infrastruktur bersejarah peninggalan tahun 1859.

“Setiap dusun memikul tanggung jawab pengerukan sepanjang kurang lebih 300 meter,” jelas Kusnindaryanto.

Ia menambahkan, pengerukan sedimen menjadi sangat mendesak mengingat ketebalan sedimen di sejumlah titik telah mencapai 30 hingga 50 sentimeter. 

Kondisi tersebut menghambat aliran air dan proses rehabilitasi saluran, diperparah dengan jebolnya tanggul sepanjang 22 meter pada Desember 2025.

“Sedimennya cukup tebal sehingga menghambat aliran air. Kami menggerakkan warga agar petani bisa segera menanam kembali untuk menyukseskan program ketahanan pangan nasional,” tambah dia.

Sebagai informasi, daerah irigasi Soropadan merupakan penopang utama pengairan sekitar 508 hektare sawah yang melintasi dua kabupaten. 

Di wilayah Kabupaten Temanggung, irigasi ini mengaliri Desa Rejosari, Pringsurat, Kebumen, dan Soropadan. Sementara di Kabupaten Magelang, aliran airnya mencakup Desa Ngabean, Krincing, dan Secang.

Bupati Blora Luncurkan Gerakan ASN Belanja ke Pasar Tradisional

Iki Radio - Gerakan Aparatur Sipil Negara (ASN) belanja ke Pasar Tradisional mulai diluncurkan Bupati  Arief Rohman, di halaman Pasar Sido Makmur Blora, Jumat (23/1/2026).

Bupati Blora Arief Rohman (tengah) berbelanja di pasar tradisional Sido Makmur. 

Peluncuran dilakukan setelah senam pagi bersama yang dihadiri Sekda, Ketua TP PKK Kabupaten Blora, Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blora, seluruh Kepala OPD dan seluruh ASN.

Kepada seluruh ASN, Bupati menyampaikan bahwa gerakan ini sebagai wujud dukungan pemerintah untuk meningkatkan geliat perputaran ekonomi di pasar tradisional.

"Setiap Jum'at kami himbau ASN untuk belanja ke pasar tradisional terdekat. Terimakasih Pak Sekda atas inovasinya. Biar pasar kita semakin ramai. Sebut saja ASN Blora jumlahnya 11.000 orang. Jika satu ASN sehari belanja 50 ribu ke pasar tradisional, akan ada perputaran uang sebesar Rp550 juta sehari. Perekonomian pasar akan lebih hidup. Kita akan ajak juga PKK dan Dharma Wanita, akan kita gilir di pasar pasar lainnya,"jelas Bupati.

Sementara itu, Sekda Komang Gede Irawadi, , menyampaikan bahwa gerakan ini sebagai wujud syukur ASN untuk membantu para pedagang kecil yang ada di pasar tradisional.

"Di tengah kondisi ekonomi daerah yang tidak pasti ini. Alhamdulillah Pak Bupati tidak memotong TPP ASN, sedangkan daerah lain banyak yang dipotong. Sehingga sebagai wujud syukur mari kita belanja ke pasar tradisional agar ekonomi pedagang juga ikut terbantu. Kalau ibu ibu belanja Rp 100 ribu, ya bapak bapaknya sekitar Rp 50 ribuan. Kalau saja ada 1000 orang ASN yang belanja, bisa Rp 100 juta lebih. Bisa membantu ekonomi pedagang kira. Apalagi sebentar lagi bulan Ramadhan," ungkap Sekda Komang.

Sementara itu, Kiswoyo, selaku Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM, memaparkan bahwa Pasar Sido Makmur akan terus ditata dan diperbaiki pengelolaannya agar konsumen atau pembeli merasa aman dan nyaman ketika belanja.

"Untuk parkir, alhamdulilah sekarang sudah berlaku e parkir. Keamanan dan kenyamanan parkir sudah banyak berubah. Sebelum lebaran nanti akan kita tambah dua pintu keluar agar antrian tidak memanjang. Kemarin saat peresmian masih 30 persen yang pakai e-money, 70 persen kupon manual. Selanjutnya kita tingkatkan 50:50, semoga kedepan bisa 70:30 agar semakin sedikit transaksi tunainya,"kata Kiswoyo.

"Untuk hal kebersihan, kita pakai tenaga outsourcing. Termasuk pengelolaan toilet umumnya. Jika dulu ke toilet bayar, sekarang gratis dan kebersihannya terjaga oleh petugas kebersihan dari outsourcing. Jika ada yang kurang baik, dilaporkan saja kepada pengelola pasar agar kami bisa mengevaluasi. Terimakasih Pak Bupati dan Pak Sekda atas peluncuran gerakan ASN Belanja ke Pasar Tradisional ini. Selain membantu nglarisi pedagang, juga membantu peningkatan PAD dari sisi parkir," tambahnya.

Usai peluncuran gerakan ASN Belanja ke Pasar Tradisional, Bupati langsung praktek belanja ke dalam pasar. Bersama Ketua TP PKK Kabupaten Blora, Aini Sholihah, Bupati nampak belanja kebutuhan dapur seperti cabai merah, aneka bumbu, jajanan hingga berkuliner sarapan pagi lontong sayur di Warung Bu Sri.

Sedangkan ASN lainnya juga banyak yang menyebar membeli berbagai kebutuhan dapur dan rumah tangga lainnya.

Darni (43), salah satu pedagang mengaku senang dengan adanya gerakan ASN belanja ke Pasar Tradisional ini.

"Kalau bisa jangan hanya hari Jum'at saja Pak. Hari hari lainnya juga. Biar pasar lebih ramai lagi, apalagi sebulan lagi Ramadhan disusul Lebaran," ungkap Darni singkat.

 

Singkawang Kenalkan Wajah Toleransi lewat Discover Timeless Harmony

Iki Radio - Kota Singkawang memperluas promosi budaya dan pariwisata ke tingkat nasional dan internasional melalui peluncuran program “Discover Timeless Harmony: Explore Singkawang” yang digelar di Hotel Borobudur, Jakarta, Jumat (23/1/2026). 

Kegiatan ini menegaskan posisi Singkawang sebagai ruang hidup harmoni lintas etnis dan agama di Indonesia.

Peluncuran ditandai dengan pengguntingan pita oleh Menteri Agama RI Prof. KH. Nasaruddin Umar didampingi Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie. Peluncuruan program ini semakin meriah dengan penampilan barongsai serta tarian Tidayu yang merepresentasikan keberagaman budaya Tionghoa, Dayak, dan Melayu di Kota Singkawang.

Menteri Agama Nasaruddin Umar mengatakan keberagaman etnik merupakan kekuatan utama bangsa Indonesia yang perlu terus dirawat. Menurutnya, konfigurasi etnik yang hidup berdampingan secara harmonis adalah rahmat yang memperindah identitas nasional.

“Ini adalah momentum penting untuk mengingat bahwa subkultur dan etnik di Indonesia adalah warna-warni yang mempercantik negeri ini. Kita berharap harmoni tanpa batas di antara masyarakat Tionghoa dan etnis lain terus tumbuh, tanpa jarak, sebagai satu keluarga bangsa,” kata Menteri Agama.

Ia juga menilai promosi Singkawang di ruang strategis nasional sebagai langkah penting menuju pengakuan global.

"Singkawang hari ini tidak lagi hanya lokal, tetapi sudah tampil di ruang global. Ini akan menjadi kontribusi indah bagi cita-cita Indonesia,” katanya.

Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie menyampaikan apresiasi atas kolaborasi Pemerintah Kota Singkawang dengan manajemen Hotel Borobudur sebagai mitra strategis promosi daerah.

Hotel Borobudur dinilai menjadi pintu gerbang efektif untuk memperkenalkan potensi budaya, kuliner, dan pariwisata Singkawang ke dunia internasional.

“Singkawang dikenal sebagai kota seribu kelenteng dan miniatur Indonesia. Berbagai suku dan agama hidup berdampingan secara harmonis, sehingga Singkawang mendapat predikat kota tertoleran,” kata Tjhai Chui Mie.

Ia menambahkan, tahun 2026 menjadi momentum istimewa karena perayaan Imlek berdekatan dengan awal bulan suci Ramadan. Pemerintah Kota Singkawang telah menyiapkan rangkaian kegiatan Imlek, Cap Go Meh, dan Ramadan Fair yang melibatkan 17 paguyuban seni budaya sebagai bentuk nyata perawatan toleransi.

“Melalui Discover Timeless Harmony, kami membuktikan bahwa toleransi bukan sekadar slogan, tetapi praktik nyata dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Singkawang,” katanya.

Pasar Banyuwangi-Inggrisan Bakal jadi Destinasi Heritage dan Wisata Kuliner

Iki Radio - Progres pembangunan Pasar Banyuwangi dan Asrama Inggrisan telah mencapai 90 persen. Dua bangunan yang terletak di pusat Kota Banyuwangi tesebut disiapkan menjadi destinasi wisata heritage dan kuliner.


Saat ini Pasar Banyuwangi dan Inggrisan tengah direvitaliasi oleh Kementerian PU.

"Progres dan hasilnya cukup bagus. Kita berharap ini bisa menjadi destinasi baru, khususnya heritage dan kuliner," kata Asisten Pemerintah dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Banyuwangi M Yanuar Bramuda, saat meninjau pembangunan pasar.

Turut meninjau Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan Nanin Oktaviantie, Kepala Dinas Perhubungan I Komang Sudira Admaja, dan beberapa pejabat Pemkab, didampingi penanggungjawab pelaksana pembangunan pasar.

Pasar Banyuwangi akan menjadi pasar tradisional dengan konsep modern dan ikonik. Pasar ini didesain memiliki gedung utama yang terdiri atas dua lantai dengan arsitektur khas Osing, Banyuwangi. Pasar juga akan dibagi menjadi areal pasar basah, pasar kering, dan area kuliner dan juga dilengkapi dengan gedung parkir.

Sementara Asrama Inggrisan merupakan salah satu obyek cagar budaya. Asrama Inggrisan direvitalisasi sesuai ketentuan perundangan yang mengatur tentang cagar budaya. Orisinalitas bangunannya akan tetap dipertahankan. Nantinya akan menjadi destinasi wisata sejarah dan edukasi yang semakin meningkatkan daya tarik wisatawan.

Asrama Inggrisan merupakan komplek perkantoran telegrap yang menjadi penghubung dunia. Pada 1871, untuk pertama kalinya, Eropa dengan Australia tersambung kabel telegrap bawah laut. Di mana saat itu, Banyuwangi menjadi titik penghubungnya.

Dua gedung ini diharapkan bisa menunjang daya tarik menarik wisatawan untuk lebih betah tinggal di Banyuwangi.

"Kami berharap pembangunan yang segera dirampungkan dan segera bisa digunakan ini akan membawa rejeki yang lebih bagi para pedagang," ujar Bramuda. (*)

Top

Sah! Durian Merah Banyuwangi Ditetapkan Sebagai Indikasi Geografis Pertama di Indonesia

Iki Radio - Durian Merah Banyuwangi ditetapkan sebagai produk Indikasi Geografis (IG). Komuditas hortikultura khas Banyuwangi ini menjadi yang pertama kali diterbitkan di Indonesia untuk buah durian.


Sertifikat IG tersebut diterbitkan Kementerian Hukum melalui Direktorat Merek dan Indikasi Geografis setelah melalui proses panjang sejak pertama kali diajukan pada 2023.

"Alhamdulilah, sertifikat IG Durian Merah Banyuwangi sudah terbit. Dan ini pertama yang ada di Indonesia IG untuk durian merah," kata Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, Rabu (21/1/2026).

Ipuk merasa bangga dan berterima kasih kepada pemerintah pusat atas diberikannya sertifikat IG pada salah satu produk Banyuwangi yaitu Durian Merah. 

Ia berharap pengakuan IG ini bisa menjadi alat promosi, semakin meningkatkan produktifitas petani terutama di wilayah Kecamatan Songgon sebagai sentra durian merah, sekaligus mendorong kunjungan wisata ke Banyuwangi.

"Ayo datang ke Banyuwangi, nikmati durian merahnya. Karena durian merah Banyuwangi sangat unik yang tak dimiliki daerah lain," ajak Ipuk.

Plt. Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertan) Banyuwangi, Ilham Juanda menambahkan, Durian Merah Banyuwangi (Durio Zibethinus L) memiliki keunikan warna daging buah merah, cita rasa khas, serta aroma yang kuat. Kekhasan ini terbentuk dari kombinasi faktor alam seperti tanah, iklim, dan ketinggian wilayah, serta pengetahuan lokal dan praktik budidaya yang diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat.

Durian merah ini dikelompokkan dalam beberapa gradasi warna daging, yakni merah, merah pelangi, dan merah semburat. Karakteristik fisiknya meliputi bentuk buah bulat hingga lonjong, warna kulit kuning-hijau, jumlah juring 4-7, ketebalan daging 4,2-18,5 milimeter, serta porsi daging mencapai 41,7 persen. 

"Dari sisi organoleptik, durian ini memiliki aroma kuat, rasa manis-pahit seimbang, tekstur lembut dan pulen, serta kandungan gizi tinggi seperti antioksidan, vitamin C, dan lemak yang relatif rendah," ujar Ilham.

Ia mengatakan, durian merah Banyuwangi tergolong jenis durian langka. Tercatat baru 6 pohon induk yang sudah didaftarkan IG dengan perkiraan produksi rata-rata 4 ton per pohon.

Durian Merah Banyuwangi ini berasal dari 6 varietas unggul nasional. Diantaranya ada Balqis, SOJ, Gandrung, Sayu Wiwit, Tawangalun, dan Madu Blambangan. Keenam varietas tersebut ditanaman di wilayah Kecamatan Songgon, Rogojampi, Singojuruh, Glagah, Licin, dan Srono.

"Sejak tahun 2015 tercatat sudah 12 jenis durian lokal Banyuwangi yang didaftarkan sebagai varietas unggul. Dari 12 jenis durian unggul lokal tersebut, 6 jenis adalah durian merah," terangnya.

Secara keseluruhan, luas panen durian di Banyuwangi mencapai 3.262 hektare dengan produksi buah durian mencapai 27.890 ton. Tersebar di Kecamatan Songgon, Licin, Glenmore, Kalibaru, Rogojampi, Singojuruh, Glagah dan Srono.

Ilham menambahkan, pihaknya mewakili Bupati Banyuwangi telah menyerahkan sertifikat IG Durian Merah Banyuwangi kepada Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis (MPIG) Durian Merah Banyuwangi di Songgon.

"Dengan perlindungan ini, kekayaan genetik lokal Banyuwangi tidak bisa dicuri, diklaim, dan penyalahgunaan pihak luar," ujar dia.(*)

GAYATRI Capai Pucak Produksi Telur, Pemkab Bojonegoro Akan Salurkan ke 4.400 KPM di 2026

Iki Radio - Gerakan Beternak Ayam Petelur Mandiri (GAYATRI) yang menjadi program prioritas Pemkab Bojonegoro, terus menunjukkan hasil membanggakan. 


Program ini terbukti memberikan manfaat nyata bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) melalui budidaya ayam petelur sebagai sumber tambahan penghasilan.

Kepala Bidang Peternakan, Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Bojonegoro Fajar Dwi Nurrizki menyampaikan menjelaskan bahwa sepanjang tahun 2025, penyaluran paket ayam GAYATRI telah menjangkau ribuan penerima dari berbagai sumber pendanaan.

“Untuk GAYATRI yang bersumber dari APBD Induk 2025 telah disalurkan kepada 400 KPM. Kemudian dari Perubahan APBD 2025 sebanyak 5.000 KPM, dari CSR sejumlah 575 KPM, sedangkan untuk yang bersumber dari APBDes, data lengkapnya berada di Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD),” jelas Fajar.

Memasuki tahun 2026, Pemkab Bojonegoro kembali mengalokasikan Program GAYATRI dengan jumlah penerima yang cukup signifikan. 

Fajar menyebutkan bahwa pada tahun ini telah dianggarkan GAYATRI untuk 4.400 KPM.

“Di tahun 2026 ini, program GAYATRI tetap berlanjut dengan sasaran 4.400 KPM. Harapannya semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaat dan mampu mandiri secara ekonomi,” ujarnya.

Terkait progres produksi ayam petelur dari program tersebut, Fajar menyampaikan bahwa ayam GAYATRI yang bersumber dari APBD Induk 2025 saat ini telah memasuki masa puncak produksi telur.

“Untuk GAYATRI APBD Induk (2025) sudah masuk masa puncak produksi dengan capaian sekitar 82 persen. Sementara untuk yang bersumber dari Perubahan APBD, produksinya masih variatif, mulai dari 30 persen dan terus meningkat,” terangnya.

Lebih lanjut, Fajar berharap seluruh KPM GAYATRI dapat menjalankan budidaya ayam petelur dengan baik sesuai dengan materi bimbingan teknis yang telah diberikan.

“Kami berharap KPM mampu menerapkan manajemen kandang dan pemberian pakan dengan benar, sehingga ayam tetap sehat dan produktivitasnya terjaga. Dengan demikian, program ini benar-benar bisa memberikan tambahan penghasilan bagi keluarga,” pungkasnya.

Ia juga mengimbau agar KPM dapat menabung secara rutin dari hasil produksi telur untuk persiapan pembelian ayam pullet berikutnya, ketika masa produksi ayam yang diterima telah berakhir, sehingga keberlanjutan usaha ternak ayam petelur dapat terus terjaga. 

Konsultasi Publik RKPD 2027, Blora Fokus Pariwisata dan Ekonomi Kreatif

Iki Radio - Pemerintah Kabupaten Blora menggelar Konsultasi Publik Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Blora Tahun 2027 di Aula Lantai 2 Bapperida, Rabu (21/1/2026).

Sekretaris Daerah (Sekda) Blora Komang Gede Irawadi menyampaikan paparan dalamKonsultasi Publik Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Blora 2027


Kegiatan ini menjadi ruang strategis untuk menghimpun masukan dan saran dari para pemangku kepentingan dalam rangka penyempurnaan dokumen perencanaan pembangunan daerah.

Konsultasi publik tersebut dihadiri oleh peserta dari Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), perangkat daerah di lingkungan Pemkab Blora, instansi vertikal, perguruan tinggi, tokoh masyarakat dan tokoh agama, serta unsur LSM dan organisasi kemasyarakatan.

Mengusung tema “Peningkatan Produktivitas Daerah dan Pengembangan Pariwisata serta Ekonomi Kreatif”, kegiatan ini dibuka oleh Bupati Blora  Arief Rohman, yang mengikuti acara secara daring melalui Zoom.

Dalam sambutannya, Bupati Arief Rohman menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh peserta yang telah berpartisipasi aktif dalam konsultasi publik RKPD tersebut.

“Tentunya kami ucapkan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh peserta yang hadir dalam acara ini. Pak Sekda, mohon dikawal dengan baik penyelenggaraan Konsultasi Publik RKPD Kabupaten Blora Tahun 2027,” ujar Bupati.

Bupati juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras sepanjang tahun 2025 dalam menyukseskan berbagai agenda pembangunan daerah, khususnya di bidang infrastruktur.

Namun demikian, ia mengakui adanya tantangan fiskal yang dihadapi daerah.

“Kami mohon maaf karena adanya pemotongan Transfer ke Daerah (TKD) sekitar Rp370 miliar, sehingga pada tahun 2026 pembangunan belum bisa dimaksimalkan. Meski demikian, kami terus mengupayakan pembangunan melalui dukungan Pemerintah Pusat,” jelasnya.

Lebih lanjut, Bupati berharap seluruh pemangku kepentingan dapat memberikan saran dan masukan konstruktif untuk menggali serta mengembangkan potensi daerah.

“Kami mohon saran dan masukan dari seluruh stakeholder, agar potensi-potensi yang ada dapat kita tingkatkan dan kembangkan. Terima kasih atas kehadiran dan partisipasinya,” pungkasnya.

Pelaksanaan Konsultasi Publik RKPD ini didasarkan pada Pasal 80 ayat (1) Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 86 Tahun 2017, yang mengamanatkan bahwa rancangan awal RKPD dibahas bersama kepala perangkat daerah dan pemangku kepentingan melalui forum konsultasi publik guna memperoleh masukan dan saran penyempurnaan.

Acara kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Blora, Komang Gede Irawadi, yang sekaligus memandu sesi diskusi dan tanya jawab.

Sekda menjelaskan bahwa penyusunan RKPD dan Rencana Kerja Perangkat Daerah (Renja PD) Tahun 2027 berpedoman pada Permendagri Nomor 86 Tahun 2017 serta memanfaatkan Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD). Ia menegaskan bahwa kepala daerah memiliki kewajiban menyusun dan menetapkan RKPD sebagai dokumen perencanaan tahunan daerah.

Dalam paparannya, Sekda juga menyampaikan capaian kinerja pembangunan Kabupaten Blora Tahun 2025 yang tergolong sangat baik.

Beberapa indikator strategis menunjukkan tren positif, diantaranya Indeks Pembangunan Manusia (IPM) sebesar 72,35, Indeks Pembangunan Gender (IPG) 85,8, tingkat pembangunan infrastruktur daerah 82,24 persen.

Indeks Kualitas Lingkungan Hidup 71,83, serta Indeks Reformasi Birokrasi 78,95. Selain itu, pertumbuhan ekonomi mencapai 5,21 persen dengan laju inflasi terkendali pada angka 1,71 persen.

Capaian lainnya meliputi penurunan persentase penduduk miskin menjadi 10,58 persen, peningkatan kualitas pelayanan pendidikan dengan rata-rata lama sekolah 7,45 tahun dan angka harapan lama sekolah 12,83 tahun, serta usia harapan hidup mencapai 75,23 tahun.

Kualitas hidup perempuan juga mengalami peningkatan dengan indeks mencapai 73,96, disertai berbagai capaian kinerja positif lainnya.

Kegiatan konsultasi publik ditutup dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang berlangsung interaktif.

Berbagai masukan, saran, dan aspirasi dari peserta akan menjadi rujukan penting dalam merumuskan arah kebijakan dan prioritas pembangunan Kabupaten Blora ke depan, khususnya dalam upaya meningkatkan produktivitas daerah serta mengembangkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

close
Pasang Iklan Disini