Iki Terbaru/Paling Greeess

Showing posts with label Daerah. Show all posts
Showing posts with label Daerah. Show all posts

Wali Kota Pontianak Minta Pejabat Baru Beri Pelayanan Cepat tanpa Menunggu Viral

Iki Radio - Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono melantik 32 pejabat administrator setingkat eselon tiga dan 27 pejabat pengawas setingkat eselon empat di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak. Pada kesempatan itu, ia juga melantik Wulanda Anjaswari sebagai Camat Pontianak Selatan, serta sejumlah kepala sekolah, kepala puskesmas dan pejabat fungsional.

Pelantikan Eselon III dan IV di Lingkungan Pemerintah Kota Pontianak

Kepada para pejabat yang baru dilantik, Edi menekankan pelayanan publik tidak boleh menunggu persoalan menjadi viral di media sosial untuk kemudian ditangani. Aparatur Sipil Negara (ASN) diminta bergerak cepat, peka terhadap kondisi di lapangan, dan responsif terhadap keluhan masyarakat sejak awal.

“Kita tidak boleh bekerja menunggu masalah menjadi viral. Begitu melihat persoalan di lapangan, segera direspons dan dikoordinasikan,” katanya usai melantik dan mengambil sumpah jabatan, didampingi Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan, di Aula SSA Kantor Wali Kota, Rabu (31/12/2025).

Edi menjelaskan pengisian dan pergeseran jabatan merupakan bagian dari dinamika organisasi pemerintahan untuk memastikan pelayanan publik berjalan optimal. Para pejabat yang dilantik diharapkan mampu menjalankan tugas secara profesional serta menjunjung nilai-nilai ASN BerAKHLAK, yakni akuntabel, kompeten, harmonis, loyal, adaptif, dan kolaboratif.

Ia menilai ekspektasi masyarakat terhadap pemerintah daerah terus meningkat seiring perkembangan teknologi informasi dan media sosial. Kondisi tersebut menuntut ASN bekerja cepat, tidak menunda pelayanan, serta berani melakukan inovasi. Pelayanan yang lambat, menurutnya, dapat berdampak pada pertumbuhan ekonomi, iklim investasi, hingga penciptaan lapangan kerja.

Edi juga menekankan peran pejabat administrator sebagai penghubung antara pimpinan dan pelaksana di lapangan. Proses administrasi pemerintahan harus berjalan efektif dan efisien dengan mengedepankan penyelesaian masalah.

“Sepanjang tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan, regulasi di tingkat daerah dapat dievaluasi dan disesuaikan untuk mempermudah pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.

Selain itu, Edi menyinggung tantangan kebencanaan yang dihadapi Kota Pontianak, khususnya genangan dan banjir akibat kondisi geografis serta pasang air. Ia menyebut penanganan persoalan tersebut memerlukan sinergi lintas kewenangan antara pemerintah kota, pemerintah provinsi, dan pemerintah pusat.

“Penanganan genangan dan banjir tidak bisa hanya dilakukan oleh pemerintah kota karena menyangkut kewenangan yang lebih luas. Karena itu, diperlukan koordinasi dan kolaborasi lintas pemerintah,” imbuhnya.

Edi menyebut, pemerintah daerah tidak lagi dapat bekerja dengan pola lama. Di era media sosial, informasi menyebar sangat cepat sehingga kecepatan respons dan kepedulian terhadap persoalan di lapangan menjadi kunci dalam menjaga kepercayaan publik.

Melalui momentum pelantikan tersebut, Edi berharap para pejabat yang dilantik mampu memanfaatkan amanah jabatan untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan Kota Pontianak serta kesejahteraan masyarakat.

“Saya minta setiap permasalahan segera dikoordinasikan lintas perangkat daerah tanpa menunggu berkembang menjadi isu yang meluas,” tutupnya.

Perayaan Natal Bersama di Kabupaten Madiun, Bupati Tekankan Toleransi dan Kerukunan

Iki Radio - Perayaan Natal bersama digelar Pemerintah Kabupaten Madiun, di Pendopo Ronggo Djumeno, Rabu (31/12/2025).

Bupati Madiun menyerahkan bantuan sosial kepada Panti Asuhan Debora dan Bakti Luhur, dalam perayaan Natal bersama di Kabupaten Madiun, Rabu (31/12/2025)

Mengusung tema “Allah Hadir Untuk Menyelamatkan Keluarga”, Bupati Madiun Hari Wuryanto berharap, perayaan ini membawa kebahagiaan dan memperkuat semangat kerukunan. 

“Ini merupakan salah satu hari besar bagi umat Kristiani. Mereka merayakannya dengan sukacita dan tentu kami menyambut dengan baik sebagai bentuk toleransi di Kabupaten Madiun,” kata Bupati Madiun, Hari Wuryanto.

Dalam perayaan Natal yang dihadiri ratusan umat Kristiani di Kabupaten Madiun ini, Bupati Madiun bersama Wakil Bupati Madiun juga memberikan bantuan sosial kepada Panti Asuhan Debora dan Bakti Luhur. 

"Pemkab Madiun berkomitmen memberikan perhatian yang sama terhadap peringatan hari besar seluruh umat beragama," lanjutnya. 

Romo RD Adrianus Akik Purwanto menjelaskan bahwa tema Natal tahun ini merupakan pesan nasional yang dirumuskan bersama pimpinan gereja.

“Keluarga itu institusi yang didirikan oleh Tuhan, bukan manusia. Tema ini mengingatkan kembali pada Keluarga Kudus yang hidup dalam kesederhanaan dan kesulitan, tetapi tetap berpusat kepada Tuhan sehingga keluarga itu diselamatkan,” ujarnya.

Harapannya, pesan Natal tersebut dapat mengingatkan setiap keluarga untuk menjadikan Tuhan sebagai pusat kehidupan pribadi dan keluarga.

Hadir juga dalam acara ini, Pj Sekda Madiun Sigit Budiarto, Wakil Ketua DPRD Mujiono, unsur jajaran Forkopimda Kabupaten Madiun, serta sejumlah tokoh lintas agama, di antaranya Ketua BAMAG Kabupaten Madiun Pdt. Nathanael Tranggono Dibyo Nugroho dan Ketua FKUB Kabupaten Madiun KH. Muharromaini Ihsan.(iw/IR)

Tutup Akhir Tahun 2025 Dengan Istighosah, PDAM Kabupaten Madiun Targetkan Penambahan Cakupan Layanan 2000 Pelanggan di Tahun 2026

Iki Radio - Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Dharma Purabaya atau dikenal dengan PDAM Kabupaten Madiun, menggelar Do’a Bersama, Refleksi Akhir Tahun 2025 dan Menyambut Tahun Baru 2026, di ruang aula kantor PDAM Kabupaten Madiun, Rabu (31/12/2025).

Pegawai, staf dan karyawan Perumdam Tirta Dharma Purabaya (PDAM) Kabupaten Madiun mengikuti doa bersama sebagai refleksi tahun 2025 dan menyambut tahun 2026, Rabu (31/12/2025).

Do’a bersama dan Istighosah ini diikuti ratusan pegawai, staf dan karyawan PDAM Kabupaten Madiun.

“Kegiatan ini dalam rangka memperkuat sinergisitas pegawai. Kami juga berharap ada masukan dari berbagai stakeholder, pemerintah, DPRD, dan pegawai, sehingga apa yang kami harapkan dapat tercapai di tahun 2026. Dan mendapat restu dan doa dan kami dapat melayani masyarakat kabupaten madiun dan bertumbuh lebih kuat sebagai perusahaan yang prima,” kata Direktur Utama Perumdam Tirta Dharma Purabaya Madiun, Imansyah Novianto.

Dikatakan, perjalanan tahun 2025 sebagai tahun transformasi. Yakni PDAM Kabupaten Madiun lebih fokus pada penguatan tata kelola perusahaan.

“Dengan dinamika yang ada kita harus memperbaiki kinerja perusahaan dengan cara meningkatkan kapasitas SDM. Diantaranya dengan melakukan pelatihan, diklat, dan Bimbingan Teknik (Bimtek) kepada para pegawai supaya bisa meningkatkan kemampuan dalam menjalankan roda perusahaan,” lanjutnya.

Dengan menjalin kerjasama berbagai pihak, diantaranya bank dan E-commerce, terbukti selama tahun 2025 untuk pembayaran lebih tepat waktu dan tunggakan bisa segera diselesaikan. Sedangkan untuk menekan kebocoran air, PDAM juga dibentuk tim di masing masing unit layanan.

“Diharapkan masyarakat membantu PDAM untuk melaporkan kebocoran yang ada, agar segera ditindaklanjuti oleh petugas,” tambahnya.

Seluruh stakeholder diharapkan juga mendukung ketersediaan air di Kabupaten Madiun dengan melaporkan pemakaian dan menggunakan air dengan bijak.

Sementara itu pada tahun 2026, PDAM Kabupaten Madiun menargetkan penambahan cakupan layanan hingga 2.000 pelanggan.

"Sampai akhir 2025 ini jumlah pelanggan kami sekitar 52 ribuan, dan tahun depan (2026) kami juga memberikan layanan pasang gratis 1.000 sambungan," imbuhnya.

PDAM Kabupaten Madiun berharap bisa mendapatkan sumber air baku untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di Kabupaten Madiun. 

"Kami juga berharap miliki pendapatan yang lebih baik sehingga bisa meningkatkan PAD (Pendapatan Asli Daerah) Kabupaten Madiun,” pungkasnya.(iw/IR)

 

Serahkan Bantuan UPPO, Pemkab Madiun Dorong Peningkatan Perekonomian Masyarakat

Iki Radio - Pemerintah Kabupaten Madiun terus berupaya mewujudkan visi Madiun Bersih Sehat dan Sejahtera (Bersahaja). Salah satunya melalui sektor pertanian, yakni pengelolaan pertanian yang ramah lingkungan.


Langkah nyata yang dilakukan, adalah dengan diserahkannya bantuan unit pengolah pupuk organik (UPPO) kepada kelompok tani dan peternak, yang diberikan langsung oleh Bupati Madiun, Hari Wuryanto, di Desa Bolo Kecamatan Kare, Selasa (30/12/2025).

Program yang dialokasikan dari dana DBHCHT dan DAU 2025 ini, bukan sekadar bantuan ternak, melainkan upaya strategis agar petani mampu memproduksi pupuk organik secara mandiri dari kotoran kambing. 

"Selama ini penggunaan pupuk dan pestisida kimia terlalu berlebihan dan memiliki efek samping jangka panjang. Karena itu, kita mulai beralih ke pertanian organik,” kata Bupati.

Dengan penggunaan pupuk organik pada pertanian, diharapkan dapat menekan biaya produksi.

"Karya nyata ini penting. Ketika masyarakat melihat sendiri hasilnya bagus dan sehat, mereka akan percaya dan mau beralih ke organik,” lanjutnya.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Kabupaten Madiun, Partoyo, menjelaskan kotoran kambing merupakan salah satu bahan terbaik untuk pupuk organik. 

"Selain memperbaiki struktur tanah, penggunaan pupuk organik juga akan mengurangi ketergantungan petani terhadap pupuk kimia,” jelasnya.

Melalui program bantuan UPPO ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan kelompok dalam memproduksi pupuk organik berbahan dasar kotoran ternak, khususnya kambing dan domba.

Bantuan ternak domba ke kelompok ternak ini diantaranya untuk Desa Bodag dan Desa Bolo Kecamatan Kare, serta Desa Ngranget Kecamatan Dagangan. 

"Bantuan berupa ternak domba masing 143 ekor, 1 kandang komunal, 1 rumah kompos, bak fermentasi dan 1 unit alat pengolah kompos," tambahnya.

Dengan pemberian bantuan ini masyarakat dapat membudidayakan ternak domba, sehingga akan meningkatkan kesejahteraannya. Disamping produksi pupuk organik untuk pertanian.

Sementara Kepala Desa Bolo, Jaka Mianto, mengaku senang dengan program bantuan ini, sehingga dapat memotivasi dalam mengoptimalkan potensi desa.

"Kami sangat berterima kasih atas bantuan Bapak Bupati. Ini memotivasi masyarakat kami untuk lebih produktif," katanya.(iw/IR)

Ponpes Langitan Gelar Khotmil Qur'an di Masjid Al Akbar Surabaya

Iki Radio - Pondok Pesantren Langitan kembali menggelar Khotmil Qur’an dan Istighotsah Kubro ke-X di Masjid Nasional Al Akbar Surabaya, Selasa (30/12/2025). Kegiatan keagamaan tersebut diikuti ribuan santri, ulama, kiai, serta jamaah dari berbagai daerah dan berlangsung dengan khidmat.

Pondok Pesantren Langitan kembali menggelar Khotmil Qur’an dan Istighotsah Kubro ke-X di Masjid Nasional Al Akbar Surabaya, Selasa (30/12/2025). 

Direktur Masjid Nasional Al Akbar Surabaya, Mohammad Sudjak, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan Pondok Pesantren Langitan yang kembali memilih Masjid Al Akbar sebagai lokasi penyelenggaraan kegiatan keagamaan berskala besar.

“Kami mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih atas terselenggaranya kegiatan Khotmil Qur’an dan Istighotsah Kubro di Masjid Nasional Al Akbar Surabaya,” ujarnya.

Ia berharap kolaborasi antara Masjid Nasional Al Akbar Surabaya dan Pondok Pesantren Langitan dapat terus berlanjut sebagai bagian dari upaya bersama dalam penguatan nilai keislaman dan pembinaan generasi berakhlak.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan peran pesantren sebagai pilar penguatan spiritual masyarakat Jawa Timur. Menurutnya, nilai-nilai Al-Qur’an menjadi fondasi penting dalam membangun peradaban yang bermartabat.

“Jawa Timur dikuatkan oleh pesantren, para alim, ulama, kiai, dan bu nyai. Salah satu penguat utamanya adalah Al-Qur’an,” tutur Khofifah.

Ia juga mendoakan agar kegiatan Khotmil Qur’an dan Istighotsah Kubro ini menjadi amal jariyah bagi para pendiri, pengasuh, guru, serta seluruh civitas Pondok Pesantren Langitan yang selama ini mengabdikan diri dalam menjaga dan mengajarkan nilai-nilai Al-Qur’an.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana doa bersama, tetapi juga mempererat silaturahmi antara ulama, santri, dan masyarakat, sekaligus menegaskan komitmen Pondok Pesantren Langitan dalam menjaga tradisi keilmuan dan spiritualitas Islam.

Gelar Apel, Pemkab Madiun Periksa Ratusan Kendaraan Dinas dan Operasional

Iki Radio - Pemerintah Kabupaten Madiun menggelar Apel Kendaraan Dinas dan Operasional bagi seluruh Perangkat Daerah, di Halaman Pendopo Ronggo Djumeno Caruban Selasa (30/12/2025).

Dalam apel ini, ratusan kendaraan milik Pemerintah Kabupaten Madiun dikumpulkan dan diperiksa kelayakannya. Ini dilakukan sebagai bentuk evaluasi efisiensi penggunaan kendaraan operasional OPD yang dinilai menyedot anggaran cukup besar. 

Pemeriksaan dilakukan mulai dari kondisi fisik, administrasi, hingga kelayakan jalan.

“Kita ingin kendaraan operasional benar-benar efisien, karena sekarang ini eranya efisiensi anggaran,” kata Bupati Madiun Hari Wuryanto. 

Apel kendaraan ini dilaksanakan setelah Pemkab mencermati tingginya biaya operasional kendaraan dinas. 

"Dari hasil pemantauan di lapangan, ditemukan banyak kendaraan yang usianya sudah jauh melewati nilai ekonomis, bahkan, sebagian kendaraan tercatat keluaran tahun 1999 hingga awal 2000-an," lanjutnya.

Kata Bupati, jika biaya perawatan kendaraan sudah terlalu tinggi, justru tidak efisien. Dan hal ini juga menyangkut keselamatan penumpang ataupengguna kendaraan.

Sedikitnya 450 unit kendaraan dinas roda empat dari seluruh OPD diperiksa mulai dari surat surat kendaraan, kondisi mesin dan fisik kendaraan.

“Kendaraan dinas itu harus dirawat seperti milik sendiri, supaya bisa mendukung pelayanan masyarakat dengan baik,” tegas Bupati.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Madiun, Hadi Sutikno, menjeaskan pemeriksaan dilakukan oleh tim teknis yang ditunjuk.

“Nanti dari laporan tim akan terlihat mana yang masih layak dan mana yang sudah tidak layak,” jelasnya.

Dari pemeriksaan ini, kendaraan yang dinilai tidak layak dan memiliki biaya operasional tinggi akan diajukan untuk lelang.

"Kendaraan yang masih efisien tetap dipertahankan untuk operasional. Dari pemeriksaan awal, mayoritas kendaraan telah melampaui masa manfaat sesuai Permendagri Nomor 7 Tahun 2024. Ada kendaraan yang usianya sudah lebih dari 20 tahun, bahkan mendekati 30 tahun. Ini tentu perlu dievaluasi demi keselamatan layanan publik," pungkasnya.(iw/IR)

Libur Akhir Tahun, Disparpora Kabupaten Madiun Himbau Waspadai Cuaca Ekstrim

Iki Radio - Dinas Pariwisata Pemuda dan Olah Raga (Disparpora) Kabupaten Madiun, menghimbau para pengunjung di sejumlah obyek wisata di wilayah Kabupaten Madiun, untuk tetap waspadai perubahan cuaca yang sewaktu waktu bisa saja terjadi, saat libur akhir tahun.

Kepala Disparpora Kabupaten Madiun, Puji Rahmawati menjelaskan, Disparpora Madiun telah menggelar rapat koordinasi dengan Polres Madiun untuk mengantisipasi bila terjadi peningkatan jumlah pengunjung, hingga terjadinya cuaca ekstrim di sekitar lokasi wisata.

“Hasil rakor dengan Polres (Madiun) ditentukan 3 titik pantau untuk destinasi wisata di Kabupaten Madiun yaitu Monumen Kresek, Nongko Ijo dan Nusantara Edupark,” jelasnya.

Pada masing masing destinasi wisata tersebut juga ditempatkan pos untuk pengamanan dari Polres Madiun. Sebab tingginya antusias masyarakat untuk menikmati libur akhir tahun, membuat sejumlah destinasi wisata tersebut mengalami kenaikan jumlah pengunjung.

“Rata rata kenaikan kunjungan sebesar 40 persen hingga 70 persen,” lanjutnya.

Selanjutnya, Disparpora Kabupaten Madiun menghimbau kepada setiap destinasi dalam hal antisipasi cuaca ekstrim yang belakangan ini terjadi, untuk keamanan dan kenyamanan pengunjung.


(iw/IR)

 

UMK Batang 2026 Naik 6,87 Persen, Tertinggi se-Eks Karesidenan Pekalongan

Iki Radio - Pemerintah Kabupaten Batang melalui Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) menggelar sosialisasi Penetapan Upah Minimum Kabupaten (UMK) Batang Tahun 2026 di Kantor Disnaker Batang, Kabupaten Batang, Senin (29/12/2025).

Disnaker Batang menggelar Sosialisasi UMK 2026 di Kantor Disnaker Batang, Kabupaten Batang

Sosialisasi ini diikuti 30 perwakilan perusahaan dari berbagai kawasan industri yang ada di wilayah Kabupaten Batang.

Kepala Disnaker Batang Suprapto mengatakan, UMK Batang 2026 telah resmi ditetapkan oleh Gubernur Jawa Tengah melalui Surat Keputusan (SK) tertanggal 24 November 2025. UMK Batang 2026 mengalami kenaikan sebesar 6,87 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

“UMK Batang 2026 ditetapkan sebesar Rp2.708.520,00 atau naik Rp174.138,00 dari UMK 2025 yang sebesar Rp2.534.382,00,” jelasnya.

Dengan penetapan tersebut, Kabupaten Batang kini menjadi daerah dengan UMK tertinggi di wilayah eks Karesidenan Pekalongan. Pasalnya, UMK Kota Pekalongan yang pada 2025 berada di atas Batang, pada 2026 hanya ditetapkan sebesar Rp2.700.926,00.

Suprapto menegaskan bahwa UMK tersebut merupakan batas upah terendah yang wajib dibayarkan perusahaan kepada pekerja dengan masa kerja di bawah satu tahun. Untuk pekerja dengan masa kerja di atas satu tahun, perusahaan wajib menerapkan struktur dan skala upah.

“Bagi perusahaan yang tidak menerapkan ketentuan pengupahan sesuai UMK akan dikenakan sanksi, mulai dari sanksi administratif, teguran, hingga hambatan dalam proses perpanjangan peraturan Perusahaan,” tegasnya.

Menurut Suprapto, penetapan UMK Batang 2026 melalui proses perhitungan dan kesepakatan di tingkat Dewan Pengupahan Kabupaten Batang, yang kemudian direkomendasikan oleh Bupati Batang kepada Gubernur Jawa Tengah untuk ditetapkan.

“Sosialisasi ini kami fokuskan kepada perwakilan perusahaan agar penerapan UMK 2026 bisa berjalan sejak awal tahun mendatang,” ungkapnya.

Sementara itu, perwakilan perusahaan, Staf HR PT Dream Plastic Indonesia Batang, Imam menyatakan, pihaknya menerima dan siap menerapkan kenaikan UMK Batang 2026 sesuai ketentuan.

“Perusahaan kami terbuka dan menyetujui kebijakan UMK. Berapa pun kenaikannya, kami tetap mengikuti aturan. Selama ini gaji karyawan minimal UMK dan ada tambahan persentase tertentu,” terangnya.

Ia menambahkan, perusahaan akan terus menyesuaikan kebijakan pengupahan sesuai regulasi yang berlaku agar hak pekerja tetap terpenuhi.

“Adanya kenaikan UMK ini para pekerja bisa memberikan kinerja yang bagus untuk perusahaan,” ujar dia. 

Polres Madiun Kota Sulap Bekas Gudang Beras Jadi Gedung SPPG, Bupati Madiun Ingatkan SOP

Iki Radio - Hanya dalam waktu sekitar dua bulan, Polres Madiun Kota mampu “menyulap” gedung bekas gudang beras di Desa Rejosari, Kecamatan Sawahan Kabupaten Madiun, menjadi gedung yang representatif dan siap mendukung program nasional pemenuhan gizi.

Ini disampaikan Kapolres Madiun Kota, AKBP Wiwin Junianto Supriyadi saat groundbreaking Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri di Gedung Badan Gizi Nasional SPPG–Polri Polres Madiun Kota, Desa Rejosari, Kecamatan Sawahan, Senin (29/12/2025).

“Dulu lokasi ini merupakan gudang selep beras yang tidak terpakai. Kini telah menjadi gedung yang representatif dan siap mendukung program nasional pemenuhan gizi,” ujar Kapolres.

Dikatakan, dukungan berbagai pihak, termasuk Pemerintah Kabupaten Madiun, Perguruan Persaudaraan Setia Hati Terate, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta elemen masyarakat lainnya sehingga pembangunan SPPG dapat rampung.

Pembangunan SPPG merupakan bentuk komitmen Polri dalam mendukung kebijakan Presiden RI terkait pemenuhan gizi masyarakat sebagai investasi jangka panjang menuju Indonesia Emas 2045. 

Kedepan, pengelolaan SPPG juga akan memberdayakan masyarakat lokal, khususnya dalam pemenuhan bahan baku operasional. 

SPPG di Rejosari merupakan unit keempat yang dikelola oleh Polres Madiun Kota. Terkait pengelolaan limbah, pihaknya memastikan telah menyiapkan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dan berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup agar seluruh proses berjalan sesuai regulasi yang berlaku.

Bupati Madiun Hari Wuryanto menyampaikan dukungan Polres Madiun Kota terhadap program strategis nasional tersebut. Ia menjelaskan bahwa secara ideal Kabupaten Madiun membutuhkan sekitar 50 SPPG, sementara saat ini telah terbangun 40 unit, dengan 30 di antaranya sudah beroperasi dan 10 masih dalam proses operasional.

“Program SPPG ini adalah program luar biasa dari Presiden RI yang harus kita dukung bersama. Selain meningkatkan kualitas gizi anak-anak, dampaknya juga sangat besar terhadap perekonomian masyarakat, terutama melalui pemanfaatan produk lokal,” ujar Bupati.

Bupati juga menekankan pentingnya pengelolaan SPPG sesuai standar operasional prosedur (SOP) dari Badan Gizi Nasional, termasuk aspek kebersihan, kesehatan, dan pengolahan limbah. 

Sementara Ketua Umum PSHT Pusat Madiun R. Moerdjoko HW, menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada keluarga besar SH Terate untuk turut berpartisipasi dalam pembangunan SPPG. 

Ia berharap sinergi antara organisasi kemasyarakatan, pemerintah daerah, dan kepolisian dapat terus ditingkatkan demi kesejahteraan masyarakat dan terwujudnya Indonesia Emas 2045.

Pengelolaan Air Berkelanjutan, Pemkab Madiun Kukuhkan KOMIR 2025 - 2029

Iki Radio - Pentingnya pengelolaan air mulai dari menjaga sumber air hingga system irigasi yang berkelanjutan, menjadi salah satu fokus pemerintah Kabupaten Madiun , dalam rangka mewujudkan masyarakat yang sejahtera.

Sehingga bilamana air dan system irigasi terkelola dengan baik, tentu akan dapat meminimalkan dampak yang ditimbulkan terkait permasalahan air. Diantaranya dampak bencana kekeringan maupun bencana banjir.

“Kalau kelebihan air bingung, kekurangan air juga bingung,” ujar Bupati Madiun, Hari Wuryanto, dalam pengukuhan Komisi Irigasi (KOMIR) Kabupaten Madiun, periode 2025 – 2029, di Pendopo Muda Graha Kabupaten Madiun, Senin (29/12/2025).

Kata Bupati, Kabupaten Madiun memiliki potensi sumber daya air yang besar, khususnya di kawasan lereng Gunung Wilis. Dengan pemanfaatan teknologi dan perencanaan yang tepat, kebutuhan air masyarakat dan pertanian diharapkan dapat terpenuhi, termasuk saat musim kemarau.

“Inilah sebenarnya tugas Komisi Irigasi, mengambil kebijakan dan mengamankan kebutuhan air masyarakat. Saya ingin meskipun musim kemarau, Kabupaten Madiun tidak ada wilayah yang kekeringan. Kalau ada potensi kekeringan, segera ditindaklanjuti. Air adalah kebutuhan vital masyarakat dan petani,” lanjutnya.

Sehingga Komisi Irigasi diharapkan mampu menjadi tulang punggung bagi para petani melalui sistem irigasi yang efektif dan efisien. Pengelolaan bendungan dan saluran air dilakukan secara antisipatif, terutama menjelang musim kemarau.

Sebagai landasan kebijakan, Komisi Irigasi harus meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan irigasi, memperkuat partisipasi petani dalam pengambilan keputusan, serta melindungi sumber daya air dan lingkungan untuk generasi mendatang.

“Target akhirnya adalah kesejahteraan masyarakat. Kalau kecukupan air bisa teratasi, Insya Allah masyarakat Kabupaten Madiun bisa sejahtera,” pungkasnya.

Sementara itu dalam pengukuhan KOMIR Kabupaten Madiun 2025 – 2029 ditandai dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) kepada para anggota komisi irigasi.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperinda) Kabupaten Madiun, Sodiq Heri Purnomo, sekaligus sebagai ketua KOMIR Kabupaten Madiun 2025 – 2029.

“Pengukuhan ini dimaksudkan untuk menetapkan secara resmi keanggotaan Komisi Irigasi sebagai wadah koordinasi, komunikasi, dan konsultasi antara pemerintah daerah, perkumpulan petani pemakai air, serta pemangku kepentingan lainnya,” ujar Sodiq.

Selain itu, pengukuhan bertujuan memberikan landasan hukum bagi pelaksanaan tugas Komisi Irigasi, mendukung pengelolaan sistem irigasi yang berkelanjutan, serta menjamin kesinambungan kebijakan irigasi selama periode 2025–2029.(iw/IR)


Bupati Ipuk Angkat 4.888 Honorer Banyuwangi Jadi PPPK Paruh Waktu

Iki Radio - Senyum dan tangis haru menyelimuti para ribuan tenaga honorer di Kabupaten Banyuwangi saat penyerahan SK Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu, oleh Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, di Kawasan GOR Tawangalun, Banyuwangi, Minggu (28/12/2025), Setelah pengabdian bertahun-tahun 4.888 honorer akhirnya resmi diangkat PPPK Paruh Waktu.

Penyerahan SK PPPK Paruh Waktu turut disaksikan langsung oleh keluarga para honorer yang turut hadir menyaksikan momen bahagia tersebut. Dengan pengangkatan ini, para honorer resmi berstatus sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN).

Banyak dari mereka tak kuasa menahan tangis. Kebahagiaan juga terlihat pada anak, istri, dan orang tua memeluk para penerima SK penuh haru, karena tidak sedikit dari mereka yang tak lagi muda.

“Hari ini saya sangat bahagia, anak-anak saya juga. Terima kasih Emakku Bupati Ipuk,” ujar Mislatin, dengan mata berkaca-kaca.

Mislatin yang kini berusia 57 tahun merupakan tenaga administrasi di Puskesmas Singotrunan yang telah mengabdikan diri lebih dari 28 tahun.

Wanita yang akrab disapa Mbok Rehana ini tak kuasa menahan tangis haru usai menerima SK pengangkatan yang selama ini dinantikan.

Hal serupa disampaikan Nandang Prihatining Tyas (32), bidan Tenaga Latihan Kerja (TLK) di Puskesmas Sarongan, Kecamatan Pesanggaran. Dia mengaku bersyukur akhirnya mendapat kepastian status setelah bertahun-tahun mengabdi di wilayah pelosok ujung selatan Banyuwangi.

Bupati Ipuk mengatakan, kebijakan tersebut merupakan bentuk apresiasi kepada tenaga honorer yang telah bertahun-tahun mengabdi dan berkontribusi besar dalam mendukung pelayanan publik dan pembangunan di Banyuwangi.

"Pemkab telah memutuskan honorer yang tersisa sebanyak 4.888 orang kita angkat menjadi PPPK Paruh Waktu. Ini merupakan bentuk kepastian kerja sekaligus meningkatkan kesejahteraan. Selamat kepada bapak dan ibu semua,” ujar Ipuk di hadapan ribuan PPPK Paruh Waktu yang baru saja terima SK.

Dari total 4.888 PPPK Paruh Waktu yang diangkat, terdiri atas 1.539 tenaga guru, 259 tenaga kesehatan, serta 3.090 tenaga teknis dan administrasi yang tersebar di berbagai perangkat daerah.

Bupati Ipuk menjelaskan, saat ini total ASN di Kabupaten Banyuwangi mencapai 15.411 orang, terdiri dari 6.218 PNS, 4.305 PPPK dan 4.888 PPPK Paruh Waktu.

Meski menghadapi tantangan fiskal pada 2026, di mana dana transfer pusat ke daerah dipangkas hingga Rp 665 miliar, Ipuk menegaskan Pemkab Banyuwangi tetap memprioritaskan pengangkatan PPPK Paruh Waktu.

“Pembangunan tidak boleh meninggalkan satu pun manusianya, termasuk para PPPK,” ujarnya.

Ia menambahkan, mulai 1 Januari 2026, para PPPK Paruh Waktu akan menerima penghasilan bulanan tetap dengan besaran yang jelas, setelah sebelumnya banyak honorer hanya menerima honor sukarela tanpa kepastian.

“Semoga ini membawa berkah bagi Bapak Ibu sekalian dan keluarga,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Ipuk menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Layanan Tabungan dan Asuransi Pensiun (TASPEN) Jember sebagai penyelenggara Jaminan Sosial Aparatur Sipil Negara (ASN), untuk menjamin perlindungan sosial dan jaminan hari tua bagi PPPK.

“Kami ingin Bapak Ibu bekerja dengan tenang, mengabdi dengan rasa aman, dan menatap masa depan dengan harapan,” ungkap Ipuk. (*)

Gelar Gandrung dari Masa ke Masa, Kompetisi Tari Gandrung Banyuwangi Diikuti Ribuan Peserta dari Jawa - Bali

Iki Radio - Sebagai upaya melestarikan sekaligus mempromosikan Tari Gandrung secara berkelanjutan, Banyuwangi menggelar kompetisi Tari gandrung yang dikemas dalam Festival Gandrung “Dari Masa ke Masa”. Kompetisi ini diikuti ribuan peserta yang berasal dari sejumlah daerah di Pulau Jawa dan Bali.

Festival Tari Gandrung “Dari Masa ke Masa” berlangsung selama tiga hari mulai 24-26 Desember di Gelanggang Kesenian Banyuwangi (Gesibu). Event ini diikuti 1500 peserta mulai dari tingkat TK-SMA dan umum. Ada yang dari Jogja, Gresik, Lumajang, Situbondo, Bondowoso, hingga Bali.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan Tari Gandrung adalah identitas budaya Banyuwangi yang sarat makna sejarah, filosofi, dan nilai kebersamaan. Lomba ini bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi juga upaya melestarikan warisan budaya agar tidak hilang ditelan zaman.

“Lomba ini Juga menjadi ruang bagi generasi muda untuk mencintai dan mengembangkan seni tradisi,” kata Ipuk, Sabtu (27/12/2025).

Ipuk menyampaikan apresiasi dan terima kasihnya atas upaya dan dukungan berbagai pihak yang secara konsisten melakukan regenerasi penari Gandrung serta mempromosikan Gandrung hingga ke kancah nasional dan internasional. 

“Terima kasih pada semua pihak yang telah menginisiasi kegiatan ini,” ujar Ipuk.

Inisiator sekaligus penyelenggara Festival Gandrung “Dari Masa ke Masa” Sabar Haryanto, mengatakan event ini metupakan tahun ketiga penyelengaraan. Setiap tahunnya ribuan peserta berpartisipasi dalam lomba ini.

“Sebagai pegiat seni daerah ini adalah bentuk dukungan dan partisipasi kami bersama -sama dengan pemerintah untuk terus menghidupkan dan melestarikan Gandrung khususnya pada generasi muda,” kata Sabar yang juga Pengasuh Sangar Tari Lang Lang Buana Banyuwangi.

Pada tahun ini pihaknya sengaja mengundang sanggar dan komunitas Tari dari sejumlah daerah untuk ikut berpartisipasi karena Tari Gandrung sudah banyak ditarikan oleh penari di luar daerah. 

“Alhamdulillah peserta lomba dari luar kota cukup banyak, padahal kami hanya berkabar melalui surat. Ini menunjukkan kalau Tari Gandrung memang sudah familiar bagi mereka,” katanya.

Ada delapan variasi tari Gandrung yang dibawakan oleh para peseta dalam kompetisi tersebut. Yakni Gandrung Seblang Lukinto, Gandrung Gurit Mangir, Gandrung Jaran Dawuk, Gandrung Variasi, Gandrung Sri Dewi, Gandrung Kembang Menur, Gandrung Marsan.

“Kompetisi ini juga sebagai cara mengenalkan berbagai jenis atau variasi Tarian Gandrung. Karena Tari Gandrung punya banyak variasi yang berkembang sesuai konteks budaya, cerita rakyat, maupun kreativitas seniman,” terang Sabar.

Salah satu pelatih Tari dari Lumajang Nasseh, mengatakan ia menurunkan dua grup untuk mengikuti kompetisi di Banyuwangi. Tari Gandrung telah menjadi tarian yang biasa ditarikan di komunitasnya.

“Kami berlatih khusus untuk kompetisi mulai November. Tapi tidak terlalu kesulitan karena teman-teman sudah mengenal Gandrung,” ujarnya.

Sementara itu salah satu penarinya Ikrom, pelajar kelas 9 SMPN 1 Tempeh Lumajang mengaku sangat senang bisa mengikuti Lomba Tari Gandrung di Banyuwangi. Dengan basic penari berbagai genre, ia tidak begitu kesulitan untuk menari Gandrung.

“Gerakannya susah-susah gampang saat latihan, tapi bersyukur bisa, dan masuk final,” ujar Ikrom yang membawakan Tari Gandrung Marsan atau Tari Gandrung yang khusus dibawakan oleh laki-laki. (*)

Wakil Ketua DPRD Jatim Salurkan 78 Alat Bantu Disabilitas di Trenggalek

Iki Radio - Wakil Ketua DPRD Jawa Timur Deni Wicaksono menyalurkan bantuan alat bantu disabilitas dari Dinas Sosial Provinsi Jatim kepada warga Kabupaten Trenggalek. Bantuan ini menyasar penyandang disabilitas dan kelompok rentan yang membutuhkan dukungan alat bantu mobilitas dalam aktivitas sehari-hari.

“Bantuan ini berasal dari Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur dan disalurkan melalui usulan yang kami ajukan berdasarkan kebutuhan masyarakat di Trenggalek,” ujar Deni Wicaksono saat penyerahan bantuan di Kantor Dinas Sosial Kabupaten Trenggalek, Jumat (26/12).

Deni mengatakan, penyaluran bantuan alar bantu disabilitas ini total penerima manfaat pada penyaluran tahap ini sebanyak 68 orang. Mereka berasal dari berbagai kecamatan di Trenggalek dan telah melalui proses pendataan serta verifikasi.

“Jumlah penerima ada 68 orang dengan jenis bantuan yang disesuaikan kondisi masing-masing penerima agar benar-benar bisa dimanfaatkan,” ujar Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jawa Timur ini.

Adapun rincian bantuan yang disalurkan meliputi 45 unit kursi roda standar, 18 unit kursi roda multiguna tiga fungsi, 8 kaki palsu dan satu unit kursi roda khusus cerebral palsy. Selain itu juga diserahkan tiga pasang kruk, satu unit walker, serta alat bantu lainnya sesuai kebutuhan. Selain itu 8 kaki palsu yg akan disalurkan berikutnya krn msh dalam proses pembuatan.

Menurut anggota Fraksi PDIP DPRD Jatim ini, penyaluran bantuan ini menjadi bagian dari komitmen DPRD Jawa Timur dalam mendorong pemenuhan hak dasar penyandang disabilitas. Dia menilai kolaborasi dengan pemerintah daerah penting agar bantuan tepat sasaran dan berkelanjutan.

“Kami ingin memastikan negara hadir, tidak hanya lewat kebijakan, tapi juga melalui tindakan nyata di lapangan. Karena itu kami bekerja sama dengan Dinsos agar pendataan dan penyalurannya akurat,” ucap dia.

Deni menyampaikan penyaluran bantuan ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan layanan sosial yang lebih inklusif. Dia berharap bantuan tersebut dapat membantu meningkatkan mobilitas dan kemandirian penerima dalam aktivitas sehari-hari.

“Harapannya bantuan ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh penerima dan menjadi bagian dari komitmen pemerintah provinsi dalam memperkuat perlindungan sosial,” kata Deni.

Sekertaris DPD PDIP Jatim ini juga mengkritisi masih adanya keterbatasan akses dan fasilitas bagi penyandang disabilitas di sejumlah daerah. Dia berharap bantuan alat bantu ini bisa menjadi pemantik bagi penguatan layanan sosial yang lebih inklusif.

“Ini merupakan bagian dari upaya membangun keadilan sosial. Ke depan kami akan terus mendorong peningkatan layanan dan anggaran agar kebutuhan penyandang disabilitas bisa terpenuhi secara berkelanjutan,” pungkas Deni.

Tetap Jadi Pilihan Liburan, Penginapan dan Destinasi Wisata Banyuwangi Dipadati Wisatawan Selama Nataru

Iki Radio - Kabupaten Banyuwangi tetap menjadi pilihan bagi wisatawan untuk menghabiskan liburan selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Penginapan baik hotel maupun homestay serta berbagai destinasi wisata di Banyuwangi dipadati wisatawan. 

“Alhamdulillah masa liburan sekolah dan nataru kali ini Banyuwangi tetap menjadi pilihan wisatawan untuk berlibur. Ini membawa berkah bagi masyarakat Banyuwangi. Semua destinasi wisata ramai. Hotel hingga homestay juga penuh, bahkan ada yang full booked sampai awal 2026,” ujar Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, Sabtu (27/12/2025).

Ipuk kembali mengingatkan kepada para pelaku wisata baik penginapan maupun destinasi, untuk terus memberikan pelayanan yang terbaik kepada wisatawan. 

"Pemkab juga telah menerjunkan tim monitoring yang bertugas melakukan pengecekan rutin ke seluruh destinasi wisata," kata Ipuk.

Sebelumnya Pemkab telah melakukan berbagai persiapan aspek hospitality menyambut Libur Nataru. Seluruh Pokdarwis sudah berkonsolidasi dengan pemkab. Mulai dari kesiapan destinasi, atraksi wisata, hingga antisipasi lonjakan pengunjung.

Sejak masa libur sekolah mulai, Senin (22/12/2025) hingga Jumat (26/12/2025), keterisian hunian hotel meningkat. Rata-rata okupansi hotel tercatat di kisaran 83 hingga 100 persen. Bahkan, beberapa hotel dan vila telah fully booked hingga awal Januari 2026. 

“Kamar kami sudah fully booked sejak awal Desember 2025 hingga 3 Januari 2026. Mayoritas tamu berasal dari luar kota,” kata Executive Marketing Villa So Long, Imam Solehan.

Para wisatawan juga terlihat mengunjungi sejumlah wisata di wilayah kota. Salah satunya Putri asal Surabaya yang sedang menikmati Pantai Pulau Santen. 

"Banyuwangi tetap jadi pilihan liburan, selalu ada yang baru. Seperti Pulau Santen yang saya lihat di Tiktok, saya tertarik ke sini sama keluarga. Pantainya rindang dan relatif bersih,," kata Putri. 

Plt Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Banyuwangi, Taufik Rohman, mengatakan berdasarkan data sejumlah hotel bahkan mencatat okupansi maksimal.

Lintang Luku Resort dan Teras Hotel okupansinya mencapai 100 persen. Disusul Hotel Ketapang Indah dan Surya Jajag masing-masing 99 persen, Hotel Kokoon 87 persen, El Hotel 83 persen, dan Ilira 82 persen. 

"Termasuk hunian homestay juga mengalami peningkatan," kata Taufik.

Taufik mengatakan wisatawan yang datang baik domestik maupun mancanegara, untuk menghabiskan libur akhir tahun di Banyuwangi.

Lonjakan kunjungan juga tercatat di hampir seluruh destinasi wisata. Bahkan, peningkatan pengunjung sudah terjadi sejak awal libur sekolah pada 22 Desember 2025.

“Rata-rata destinasi mengalami kenaikan kunjungan hingga 100 persen. Sejak 22 hingga 25 Desember kunjungan beberapa destinasi berdasarkan tiket masuk mencapai 21.553 pengunjung. Itu masih belum semua data masuk. Jumlah kunjungan akan terus meningkat hingga tahun baru," ungkap Taufik.

Seperti di kawasan wisata Ijen, yang menawarkan berbagai daya tarik, mulai dari Kawah Ijen, Taman Gandrung Terakota, Banyu Kuwung, Pemandian Alam Jopuro, Sendang Seruni, dan lainnya dalam tiap hari dikunjungi ribuan pengunjung. 

"Tercatat selama lima hari (22-27 Desember 2025) wisatawan yang naik Ijen hampir 5 ribu wisatawan," kata Taufik.

Demikian juga kunjungan destinasi lainnya seperti Pantai Grand Watu Dodol, Pantai Cacala, Pantai Pulau Merah, hingga Pulau Bedil juga meningkat. (*)

Pemkab Siak Gelar Kaleidoskop 2025, Wujud Keterbukaan Informasi Publik

Iki Radio - Bupati Siak Afni Zulkifli menutup akhir tahun 2025 dengan menghadirkan terobosan baru berupa kegiatan Kaleidoskop 2025 yang untuk pertama kalinya digelar terbuka bagi publik. Kegiatan tersebut melibatkan seluruh pejabat teras Pemerintah Kabupaten Siak sebagai sarana transparansi dan pertanggungjawaban kinerja pemerintah daerah.

Bupati Siak Afni dan Wakil Bupati Syamsurizal

Sebagai mantan jurnalis, Afni menilai Kaleidoskop 2025 menjadi ruang strategis bagi masyarakat untuk mengetahui sejauh mana target dan program kerja Pemkab Siak yang telah berjalan selama lebih dari enam bulan masa kepemimpinannya.

Tradisi baru ini sekaligus menjadi wujud pelaksanaan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.

“Kami mengundang seluruh pihak, mulai dari insan pers, NGO, organisasi masyarakat, siapa pun, bahkan ASN, pegawai honorer atau THL yang ingin mengetahui data dan informasi apa adanya. Semua nanti wajib hadir mulai dari Bupati, Wabup, Sekda, seluruh Kepala OPD, BUMD, dan lainnya. Tidak ada yang perlu disembunyikan, karena rakyat berhak tahu,” kata Afni, Sabtu (27/12/2025).

Afni menjelaskan, Kaleidoskop 2025 akan digelar pada 29 Desember 2025 di Gedung Datuk Empat Suku, Rumah Dinas Bupati Siak atau Rumah Rakyat. Dalam kegiatan tersebut, Pemkab Siak akan memaparkan laporan keuangan, progres capaian pembangunan sepanjang 2025, serta berbagai program dan kegiatan yang telah dilaksanakan.

“Kegiatan ini terbuka untuk umum. Siapa pun boleh datang. Insyaallah, termasuk data kondisi kas Pemerintah Kabupaten Siak juga akan kami sampaikan, termasuk tampilan rekening terakhirnya,” ujar dia.

Menurut Afni, kegiatan ini juga menjadi penegasan bahwa penyerapan anggaran Pemkab Siak sepanjang 2025 berjalan dengan baik dan telah mendapat pengakuan dari Kantor Wilayah Kementerian Keuangan Provinsi Riau.

“Alhamdulillah, penyerapan anggaran kita baik. Tidak ada dana yang mengendap, kecuali sisa lebih pembiayaan anggaran (Silpa) yang akan dibayarkan di awal tahun,” jelas dia.

Lebih lanjut, Afni mengungkapkan bahwa sejak dilantik sebagai Bupati Siak pada 4 Juni 2025, Pemkab Siak telah mencicil utang tahun 2024 hampir Rp200 miliar. Namun demikian, masih terdapat sisa utang sekitar Rp120 miliar yang belum dapat dibayarkan.

“Tidak ada satu pun proyek tahun 2025 yang dilelang sebelum kami dilantik yang bisa kami bayarkan. Ini menjadi bahan evaluasi agar ke depan lebih berhati-hati dalam mengambil kebijakan, supaya tidak menimbulkan efek domino yang harus dirasakan masyarakat bertahun-tahun,” kata dia.

Afni mengakui kondisi fiskal daerah masih mengalami tekanan akibat beban utang dan defisit anggaran, meskipun Pemkab Siak telah melakukan efisiensi hingga sekitar Rp800 miliar. Tekanan tersebut diperberat dengan adanya pemangkasan dana transfer dari pemerintah pusat di akhir tahun.

“Kami masih terus mengonfirmasi ke Kementerian Keuangan karena ini bukan permintaan tambahan, melainkan dana bagi hasil dari sumber daya alam daerah. Transparansi bukan hanya kewajiban pemerintah daerah, tetapi juga pemerintah pusat, agar kami punya jawaban ketika rakyat bertanya mengapa hak-hak mereka tidak terbayarkan,” tegas Afni.

Meski demikian, Afni memastikan Pemkab Siak akan terus berikhtiar meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD), melanjutkan efisiensi anggaran, serta tetap menjalankan program pembangunan, khususnya infrastruktur, sesuai arahan dan mandat Presiden, dengan tetap menjaga keterbukaan informasi kepada publik.

Pemkot Banjarbaru Pasang Sembilan Videotron untuk Siaran Pengajian 5 Rajab

Iki Radio - Pemerintah Kota Banjarbaru memasang sembilan unit videotron di sejumlah titik strategis guna memudahkan jemaah mengikuti siaran langsung Pengajian Rutin 5 Rajab 1447 Hijriah/2025 Masehi yang akan digelar pada 28 Desember 2025.

Momen persiapan pemasangan videotron untuk momen 5 Rajab. Foto: Pemkot Banjarbaru

Pemasangan videotron dilakukan di beberapa lokasi keramaian yang mudah diakses masyarakat, di antaranya Masjid Agung Al Munawwarah, Lapangan Doktor Murdjani, Jalan Panglima Batur, Bundaran Simpang Empat, serta titik-titik strategis lainnya di wilayah Kota Banjarbaru, Kamis (25/12/2025).

Keberadaan videotron tersebut memungkinkan jamaah tetap dapat menyaksikan dan mengikuti rangkaian pengajian secara langsung meski berada di luar area utama kegiatan.

Wali kota Banjarbaru, Erna Lisa Halaby, mengatakan pemasangan videotron bertujuan untuk memberikan kemudahan bagi jamaah dalam menyaksikan siaran langsung pengajian dari Musala Ar-Raudah, Sekumpul, Martapura.

“Videotron dipasang agar jamaah dapat melihat langsung siaran dari Musala Ar-Raudah. Perizinan penayangan telah kami lengkapi, dan pemasangan sudah dimulai sejak kemarin di beberapa titik yang telah ditentukan,” ujarnya.

Ia berharap, fasilitas tersebut dapat memberikan kenyamanan bagi jemaah, baik yang berasal dari Banjarbaru maupun dari luar daerah.

“Semoga jamaah yang tidak dapat masuk ke kawasan Sekumpul tetap bisa berada di sekitar videotron untuk mengikuti siaran pengajian secara langsung,” tambahnya.

Selain itu, Pemerintah Kota Banjarbaru juga mengoptimalkan pemantauan arus lalu lintas melalui CCTV yang terintegrasi dan ditayangkan di videotron guna mendukung kelancaran kegiatan. Pemkot Banjarbaru berkomitmen menghadirkan sarana dan prasarana terbaik demi kelancaran serta keberkahan pelaksanaan Pengajian Rutin 5 Rajab.

 

Jelang Pengajian 5 Rajab, Polda Kalsel Gelar Apel dan TFG Operasi Sekumpul Intan 2025

Iki Radio - Menjelang pelaksanaan pengajian rutin 5 Rajab 1447 Hijriah, Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan (Polda Kalsel) menggelar Apel Gelar Pasukan dan Tactical Floor Game (TFG) Operasi Sekumpul Intan 2025. Kegiatan tersebut berlangsung di Lapangan Murjani Banjarbaru, Kamis (25/12/2025) sore, sebagai bentuk kesiapan pengamanan menjelang acara keagamaan berskala besar itu.

Kapolda Kalimantan Selatan Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan memimpin Apel Gelar Pasukan dan Tactical Floor Game (TFG) Operasi Sekumpul Intan 2025 di Lapangan Murjani Banjarbaru, Kamis (25/12/2025).

Operasi Sekumpul Intan 2025 merupakan operasi pengamanan terpadu yang bertujuan menjamin keamanan, ketertiban, dan kelancaran pengajian rutin 5 Rajab yang diperkirakan dihadiri jutaan jamaah dari berbagai daerah di Indonesia hingga luar negeri. Apel gelar pasukan dilaksanakan untuk mengecek kesiapan personel, peralatan, serta menyamakan persepsi seluruh unsur pengamanan yang terlibat.

Apel tersebut dihadiri oleh sejumlah pejabat penting, di antaranya Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik Provinsi Kalsel, Ketua DPRD Kalsel, Kapolda Kalsel, Kabinda Kalsel, Danrem 101/ANT, Danlanud Syamsudin Noor, Dandenpom XXII/TB, serta jajaran pejabat utama Polda Kalsel dan para Kapolres di wilayah terkait. Turut hadir pula perwakilan instansi pendukung seperti Jasa Raharja, Basarnas, Satpol PP, Damkar, serta para relawan Sekumpul.

Personel gabungan dari Polri, TNI, instansi terkait, dan relawan disiagakan lengkap dengan peralatan pengamanan. Mereka akan ditempatkan di titik-titik vital, melaksanakan pengaturan lalu lintas, patroli, serta pengawalan selama rangkaian kegiatan pengajian 5 Rajab berlangsung.

Kabid Humas Polda Kalsel Kombes Pol Adam Erwindi, S.I.K., M.H. menyampaikan bahwa Kapolda Kalsel Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan, S.I.K., S.H., M.H. menjelaskan Operasi Sekumpul Intan 2025 melibatkan 3.099 personel Polri, 700 personel TNI, 1.500 personel dari instansi lainnya, serta sekitar 42.000 relawan. Dengan kekuatan tersebut, diharapkan pelayanan dan pengamanan jamaah dapat berjalan optimal.

Kapolda Kalsel juga menekankan pentingnya antisipasi berbagai potensi kerawanan, seperti jamaah kelelahan, memiliki penyakit penyerta, hingga kondisi darurat medis. Oleh karena itu, tim kesehatan disiagakan baik di pos pelayanan maupun mobile di tengah jamaah. Selain itu, rekayasa lalu lintas, termasuk penerapan sistem satu arah saat pembubaran jamaah, serta kesiapsiagaan penanganan bencana dilakukan melalui koordinasi bersama TNI dan Basarnas. Beberapa pejabat negara diperkirakan hadir, dengan kepastian kehadiran menunggu perkembangan selanjutnya.

Wagub Gorontalo Soroti Pentingnya Gizi Ibu Hamil dan Pola Hidup Sehat

Iki Radio - Wakil Gubernur (Wagub) Gorontalo, Idah Syahidah Rusli Habibie, menekankan pentingnya pemenuhan gizi ibu hamil dan penerapan pola hidup sehat sebagai upaya pencegahan stunting dan kelainan bawaan pada anak.

Wagub Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie (depan), didampingi Plt Sekretaris Dinas Kesehatan Jeane Istanti Dalie saat berada di RSUD Toto Kabila Kabupaten Bone Bolango, Jumat (26/12/2025).

Hal tersebut disampaikan wagub, saat mengunjungi RSUD Toto Kabila, Kabupaten Bone Bolango, Jumat (26/12/2025).

Menurut wagub, kasus kelainan bawaan seperti atresia ani menjadi pengingat pentingnya perhatian terhadap gizi ibu hamil, terutama pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).

Kekurangan asupan gizi pada masa kehamilan berpotensi menyebabkan gangguan perkembangan organ tubuh janin.

“Kasus ini mengingatkan kita semua bahwa gizi ibu hamil sangat menentukan kesehatan dan kesempurnaan organ anak yang dilahirkan,” ujar wagub.

Selain itu, ia juga menyoroti masih tingginya kasus gangguan ginjal yang ditemui pada sejumlah pasien rumah sakit.

Menurutnya, kondisi tersebut dipengaruhi oleh kebiasaan hidup tidak sehat, seperti kurang minum air putih, minim aktivitas fisik, serta kebiasaan mengonsumsi minuman kemasan yang tidak sehat.

“Kita harus membiasakan pola hidup sehat, cukup minum air putih, berolahraga, dan lebih selektif dalam mengonsumsi minuman kemasan karena dampaknya bisa sangat serius,” tegasnya.

Wagub menegaskan, keberhasilan program nasional percepatan penurunan stunting tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga memerlukan peran aktif masyarakat. Ia mengajak organisasi perempuan dan Tim Penggerak PKK hingga tingkat desa untuk terlibat langsung dalam edukasi dan pendampingan ibu hamil.

“PKK memiliki peran strategis karena mengetahui langsung kondisi ibu hamil di wilayahnya. Edukasi harus dilakukan secara berkelanjutan, bahkan sampai ke rumah-rumah,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan agar bantuan gizi yang diberikan pemerintah benar-benar dimanfaatkan dan dikonsumsi, bukan diabaikan. Menurutnya, jika anak jatuh sakit, dampaknya tidak hanya dirasakan keluarga, tetapi juga berpengaruh pada produktivitas dan kondisi sosial ekonomi masyarakat.

Menutup pernyataannya, Wagub Idah Syahidah mengajak seluruh masyarakat untuk berkolaborasi dan bergotong royong dalam menjaga kesehatan, sehingga target penurunan stunting dan peningkatan kualitas sumber daya manusia di Gorontalo dapat tercapai. 

 

Menanam dari Kesunyian: Kisah Daim Menyelamatkan Gunung Lemongan

Iki Radio - Pagi di lereng Gunung Lemongan selalu datang dengan lembut. Embun menggantung di daun-daun pinang, angin berembus pelan, dan cahaya matahari menyelinap di antara batang-batang pohon yang kini berdiri kokoh. Di sanalah Daim kerap berhenti sejenak, menatap hutan yang hari ini hijau, seolah bercermin pada masa lalu yang pernah getir.

Daim menanam bibit pohon di Gunung Lemongan

Tak banyak yang mengetahui bahwa puluhan tahun silam kawasan ini nyaris kehilangan harapan. Lereng yang kini rimbun dahulu gersang, tanahnya merekah, dan air hujan mengalir tanpa penahan. Di tengah kondisi itulah Daim berdiri sendirian, meyakini bahwa alam masih dapat diselamatkan, meski nyaris tak ada yang percaya.

Daim bukan akademisi, bukan pejabat, dan bukan pula aktivis lingkungan yang terbiasa tampil di panggung besar. Ia hanyalah warga desa yang hidup dari alam dan belajar langsung dari perubahan-perubahan kecil di sekitarnya. Pengalamannya tak tertulis di buku, tetapi terpatri kuat dalam ingatan dan ketekunannya.

Satu peristiwa menjadi titik balik hidupnya. Banjir besar datang tiba-tiba dan menghanyutkan rumah keluarganya. Air turun dari gunung tanpa ampun. Sejak saat itu, bagi Daim, hutan bukan lagi sekadar latar kehidupan, melainkan benteng terakhir yang menentukan keselamatan banyak orang.

Ketika kebakaran hutan dan pembalakan liar merusak Gunung Lemongan, Daim memilih jalan sunyi. Pada 1996, saat banyak orang mengejar hasil cepat dari kayu, ia justru memanggul ember berisi bibit dan menapaki lereng curam seorang diri. Tak ada perintah, tak ada anggaran, dan tak ada janji hasil.

“Kalau hutannya gundul, air hujan pasti turun semua ke bawah,” katanya sederhana, Rabu (24/12/2025).

Daim menanam dengan kesabaran yang nyaris tak masuk akal. Berbagai bibit pernah ia coba sirsak, kopi, hingga alpukat. Banyak yang gagal. Bibit dimakan hewan liar, patah diterpa angin, atau mati sebelum tumbuh kuat. Hingga akhirnya, pinang bertahan.

Akar pinang mencengkeram tanah dengan kuat. Batangnya tegak, daunnya membantu menahan laju air hujan. Dari sanalah Daim menemukan harapan, bukan dari hasil panen, melainkan dari tanda-tanda kehidupan yang kembali.

Hari-harinya diisi dengan membuka semak, menggali tanah, dan menyusun batu demi batu untuk mencapai lokasi tanam. Tubuhnya lelah, tangan kapalan, kaki sering terluka. Namun yang paling menyakitkan bukan rasa lelah, melainkan cemooh dari sekitarnya.

Ia ditertawakan, disebut gila, dianggap membuang waktu. Menanam pinang dinilai tak bernilai ekonomi. Bahkan saat harga pinang jatuh, hasil panennya tak cukup untuk membeli beras. Namun Daim tetap datang ke hutan, hari demi hari, tanpa jeda.

“Ada waktu saya hampir percaya omongan orang. Tapi saat melihat gunung mulai hijau, hati saya tenang,” ujarnya.

Bagi Daim, hijau adalah tanda kehidupan. Tanda bahwa air hujan tak lagi turun dengan amarah. Tanda bahwa anak-anak di kaki gunung bisa tidur lebih nyenyak saat musim hujan tiba.

Tahun demi tahun berlalu, dan perubahan perlahan tampak. Pinang tumbuh melingkari lereng, membentuk sabuk alami penahan erosi. Jurang yang dulu dalam mulai dangkal. Banjir tak lagi menjadi cerita tahunan yang menakutkan.

Apa yang dahulu ditertawakan mulai ditiru. Ketika harga pinang membaik, warga berdatangan. Mereka menanam, memanen, dan menggantungkan hidup dari pohon-pohon yang dulu dianggap tak berharga.

Daim tak pernah merasa paling berjasa. Ia tidak marah ketika orang datang belakangan. Ia justru tersenyum melihat hutan kembali hidup.

“Yang penting hutannya hidup,” katanya singkat. Kini manfaat hutan pinang dirasakan banyak orang. Ada yang memanfaatkan pelepah, mencari pakis, hingga bekerja sebagai buruh panen. Jalan setapak yang dulu Daim susun dari batu kini menjadi akses rezeki bersama.

Jalan sunyi itu tak selalu mulus. Niat baiknya sempat diuji birokrasi. Ia diminta mengurus izin, dipertanyakan legalitasnya, bahkan hampir kehilangan kesempatan menerima penghargaan karena dianggap menanam tanpa prosedur.

Namun Daim tak gentar. “Saya menanam supaya tidak ada bencana. Kalau ada apa-apa, kami yang pertama kena,” ucapnya mantap.

Ketulusan itu akhirnya menemukan jalannya. Pada 2022, Daim menerima Penghargaan Kalpataru, penghargaan tertinggi bagi pejuang lingkungan. Bukan sebagai akhir perjuangan, melainkan pengakuan atas kerja sunyi yang telah lama ia lakukan.

Kini usianya tak lagi muda. Langkahnya lebih pelan, tetapi matanya tetap berbinar setiap kali berbicara tentang hutan. Ia tahu, waktunya di lereng gunung tak akan selamanya.

Pesannya sederhana, ditujukan kepada generasi muda: “Tidak perlu jadi orang hebat untuk menjaga alam. Cukup mau menanam dan merawat.” Bagi Daim, hutan adalah warisan kehidupan. Setiap pohon pinang yang berdiri hari ini menjadi bukti bahwa kesabaran, meski sering disalahpahami, pada akhirnya selalu menemukan maknanya.

 

UMK 2026 Ditetapkan, Disnakerin Madiun : Semoga Bisa Mensejahterakan

Iki Radio - Pemerintah Provinsi Jawa Timur resmi menetapkan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) Tahun 2026. 

Rapat pleno penyusunan usulan UMK Madiun 2026 di Disnakerin Kabupaten Madiun
pada 19 Desember 2025 lalu.

Ketetapan tersebut tertuang dalam Keputusan Gubernur Jawa Timur Nomor 100.3.3.1/937/013/2025 tentang Upah Minimum Kabupaten/Kota di Jawa Timur Tahun 2026 yang ditandatangani dan ditetapkan di Surabaya pada 24 Desember 2025.

Untuk Upah Minimum Kabupaten (UMK) Madiun 2026, ditetapkan sebesar Rp 2.553.221 

Besaran UMK 2026 ini sesuai usulan yang sebelumnya telah dibahas dalam rapat pleno dewan pengupahan Kabupaten Madiun.

"Penetapan UMK sudah sesuai dengan mekanisme, sesuai PP 49 Tahun 2025," ujar Arik Krisdiananto, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Disnakerin) Kabupaten Madiun, Jum'at (26/12/2025)

Dijelaskan sebelum diusulkan, besaran UMK 2026 telah dilakukan pembahasan yang melibatkan semua pihak. Sehingga setelah mendapat penetapan, harus dilaksanakan.

"Semua pihak dalam hal ini perusahaan dan serikat pekerja, UMK 2026 untuk dipedomani dan dilaksanakan," lanjutnya.

Harapannya dengan ditetapkannya UMK 2026 untuk Kabupaten Madiun ini dapat meningkatkan kesejahteraan.

"Semoga setelah ditetapkan, UMK ini bisa mensejahterakan pekerja dan menjaga keberlangsungan usaha di Kabupaten Madiun," pungkasnya.(iw/IR)
close
Pasang Iklan Disini