Iki Terbaru/Paling Greeess
IHT RSI Siti Aisyah Madiun, Ingatkan Hidrasi Anak Saat Demam
Investasi Kulit Ala Mikha Tambayong, Tak Cuma Dari Produk Skincare
Iki Radio - Belakangan ini, istilah “skinvestment” alias “skin and investment” makin sering dipakai di tengah mulai meleknya masyarakat akan pentingnya perawatan kulit, terutama di area wajah.
Skinvestment adalah investasi dalam perawatan kulit untuk jangka panjang. Menurut aktris Mikha Tambayong, skinvestment sangat penting dilakukan sejak dini.
“Kulit harus ada investasinya. Karena, siapa lagi yang akan merawat kulit kita kecuali kita sendiri? Dari usia yang mudah sudah harus sadar akan perawatan kulit agar kondisi kulit bisa tetap terjaga,” ucap dia dalam acara peluncuran seri Clear White Supreme dari Ultima II di Jakarta Selatan, Minggu (7/12/2025).
Skinvestment untuk mencegah penuaan dini
Mikha menuturkan, skinvestment yang paling mudah dilakukan adalah perawatan kulit yang dapat membantu mencegah, memperlambat, atau setidaknya mengurangi tanda-tanda penuaan.
“Dulu palingan mulai usia 40 tahun ke atas, kalau sekarang enggak. Sekarang, dari usia muda sudah harus sadar dengan perawatan kulit agar bisa tetap terjaga produksi kolagennya,” kata Mikha.Skinvestment untuk mencegah penuaan dini
Mikha menuturkan, skinvestment yang paling mudah dilakukan adalah perawatan kulit yang dapat membantu mencegah, memperlambat, atau setidaknya mengurangi tanda-tanda penuaan.
“Dulu palingan mulai usia 40 tahun ke atas, kalau sekarang enggak. Sekarang, dari usia muda sudah harus sadar dengan perawatan kulit agar bisa tetap terjaga produksi kolagennya,” kata Mikha.
Produksi kolagen memang bisa berkurang seiring bertambahnya usia. Namun, perawatan kulit setidaknya bisa menjaga agar penurunannya tidak terjadi secara drastis.
Jangan cuma mengandalkan produk
Menurut aktris yang berperan sebagai Kenes di film “Abadi Nan Jaya” ini, satu hal penting yang sering dilupakan untuk mendapatkan hasil kulit yang bagus adalah kesehatan fisik.
“Kita harus merasa baik dari dalam diri kita. Supaya hasilnya (skinvestment) juga akan terlihat bagus, caranya dengan menjaga diri dari dalam,” kata dia.
Menjaga kesehatan fisik bisa dengan memerhatikan apapun yang dikonsumsi, baik dari segi porsi maupun nutrisi, rutin berolahraga, serta menerapkan pola hidup sehat yang mencakup tidur yang cukup.
“Kalau kita sudah sehat, kepercayaan diri juga keluar sendiri karena kita senang lihat kulit kita, tubuh kita. Semua dimulai dari kesadaran diri sendiri. Harus seimbang semua,” terang Mikha.
Puncak Peringatan HKN Ke 61, Dinkes Madiun Tandai Dengan Senam Bersama dan Jalan Santai
Iki Radio - Serangkaian kegiatan dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Madiun melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun, dalam rangka peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke 61 tahun 2025.
Setelah kegiatan apel dalam rangka HKN ke 61, yang dilaksanakan pada 12 Nopvember 2025 lalu, dan pemeriksaan kesehatan gratis serta Pemberian Makanan Tambahan (PMT) dan sembako di 14 desa wilayah Kecamatan Wungu pada 30 November 2025, Dinkes Kabupaten Madiun menggelar senam bersama dan jalan santai, yang dipusatkan di Lapangan Desa Kaibon Kecamatan Geger Kabupaten Madiun, Minggu (7/12/2025).
“Peserta kegiatan ini selain melibatkan tenaga kesehatan dari Dinas Kesehatan, RSUD, Puskesmas, organisasi profesi dan klinik di wilayah Kabupaten Madiun, juga melibatkan masyarakat umum,” ujar Heri Setyana, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun.
Diawali dengan senam bersama, ribuan warga dari berbagai elemen masyarakat tampak memeluhi lapangan tempat diselenggarakannya kegiatan tersebut. Dilanjutkan dengan jalan santai dengan rute sekitar desa Kaibon.
Dalam peringatan HKN Ke 61 tahun 2025 ini mengusung tema “Generasi Sehat, Masa Depan Hebat”.
“Mudah mudahan dengan kita memperingati HKN, kita semua menjadi sehat, lahir dan batin, jangan lupa tetap guyub rukun,” kata Bupati Madiun, Hari Wuryanto.
Mas Hari Wur –sapaan Bupati Madiun – menegaskan bahwa masalah kesehatan menjadi tanggungjawab bersama yang harus mendapat perhatian. Masyarakat diminta memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis (PKG) yang diselenggarakan Dinkes Kabupaten Madiun.
“Kabupaten Madiun siap melakukan pemeriksaan kesehatan gratis kepada seluruh masyarakat Kabupaten Madiun. Silakan hadir dipuskesmas mudah mudahan kesehatan kjita tetap terjaga,” tegasnya.
Penampilan seni pencak silat, hingga berbagai doorprice yang disediakan, menambah suasana kegiatan senam bersama dan jalan santai semakin meriah.
“Kami berharap seluruh masyarakat Kabupaten Madiun tetep guyub rukun. Mudah mudahan kita bisa bahagia semua,” pungkas Mas Hari Wur.
Dalam kesempatan ini juga disampaikan penghargaan bagi puskesmas terbaik di Kabupaten Madiun, yang diraih oleh Puskesmas Saradan sebagai juara 1. Sedangkan juara 2 diraih Puskesmas Balerejo, dan Juara 3 diraih Puskesmas Sumbersari.
Selain itu juga diberikan apresiasi bagi kader posyandu
berprestasi, serta penyerahan alat skrining Diabetes Melitus (DM) dan
Hipertensi (HG).(iw/IR)
Hingga November 2025, Dinkes Madiun Mencatat 1.810 Kasus HIV/AIDS di Kabupaten Madiun
Iki Radio - Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun mencatat, hingga November 2025, terdapat 1.810 kasus HIV / AIDS di Kabupaten Madiun. Rinciannya 294 kasus HIV dan 1.516 kasus AIDS.
Masih banyaknya kasus HIV/AIDS di Kabupaten Madiun ini, mendorong Pemkab Madiun terus berupaya menekan jumlah kasus HIV/AIDS di Kabupaten Madiun.
"AIDS ini menjadi tanggung jawab kita bersama. Pemerintah, masyarakat, tokoh agama, semua harus terlibat. Banyak penderita HIV/AIDS merasa malu dan menjauh dari lingkungan. Kondisi seperti ini justru menghambat penanganan," ujar Bupati Madiun, Hari Wuryanto, saat peringatan Hari AIDS Sedunia di Desa Sugihwaras, Kecamatan Saradan, Senin (1/12/2025).
Bupati meminta agar pemerintah desa juga memantau kondisi kesehatan warganya. Apalagi yang terlihat memiliki gejala penyakit menular.
“Jika ada gejala, jangan menutup diri. Periksa dan obati. Penyakit menular seperti TBC dan HIV bisa diatasi. Setelah diobati, penularannya menurun drastis," lanjutnya.
Kata Hari Wuryanto, dengan segera memeriksakan penyakit yang dialami, maka akan segera diketahui dan menentukan langkah pengobatan dan pencegahan agar tidak sampai menular lebih luas.
"Kami yakin semua penyakit ada obatnya. Asal masyarakat terbuka, pemerintah bisa bergerak cepat mengatasinya," tegasnya.
Sementara dalam rangka memperingati Hari Aids Sedunia 1 Desember 2025, mengambil tema “Bersama Hadapi Perubahan, Jaga Keberlanjutan Layanan HIV".
Pemkab Madiun menggelar berbagai layanan, mulai pemeriksaan kesehatan, layanan administrasi kependudukan, hingga potong rambut gratis.(iw/IR)
Turunkan Kasus Stunting, Pemprov Jatim Salurkan PMT Bagi 200 Balita di Madiun
Iki Radio - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur, melalui Badan Koordinasi Wilayah Pemerintahan dan Pembangunan Provinsi Jawa Timur (BAKORWIL I) di Madiun, menyalurkan paket bantuan dalam program kegiatan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi balita di Kabupaten Madiun.
Bertempat di pendopo Kantor Desa Sumbersari, Kecamatan Saradan Kabupaten Madiun, bantuan 200 paket PMT tersebut diserahkan langsung Kepala Bakorwil I Madiun, Heru Wahono Santoso, bersama Bupati Madiun Hari Wuryanto dan Wakil Bupati Madiun dr Purnomo Hadi, Senin (24/11/2025).
Dalam sambutannya, Kepala Bakorwil I Madiun menyampaikan kegiatan pemberian makanan tambahan bergizi untuk balita di Posyandu ini dilaksanakan Bakorwil I Madiun pada enam Kabupaten. Dan di Kabupaten Madiun ini adalah pelaksanaan hari ketiga.
"Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk nyata, komitmen kita semua untuk mendukung program percepatan penurunan stunting dan peningkatan status gizi balita di Jawa Timur, khususnya wilayah Bakorwil I Madiun," katanya.
Dijelaskan, stunting itu bukan hanya persoalan tinggi badan, namun lebih dari itu, yakni masalah kualitas SDM dimasa yang akan datang. Sehingga pemenuhan gizi bagi anak usia balita menjadi investasi berharga bagi masa depan bangsa.
Adapun paket bantuan PMT yang diberikan meliputi beras, gula merah, kacang hijau, abon ayam, telur ayam kampung, dan margarin. Paket PMT ini untuk pemenuhan gizi, serta menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pola makan bergizi. Perilaku hidup bersih dan sehat serta pentingnya memantau perkembangan anak melalui posyandu.
"Sebagai kepanjangan tangan Gubernur, kami bertanggungjawab memastikan setiap program pemerintah provinsi atau pusat berjalan efektif di daerah. Sehingga kegiatan ini merupakan wujud nyata sinergi antara Pemprov Jatim, Pemkab Madiun, tenaga kesehatan serta masyatakat," lanjutnya.
Atas nama Pemprov Jatim, Kepala Bakorwil I Madiun, memberikan apresiasi seluruh pihak dalam acara tersebut.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun, dr Heri Setyana menyampaikan bahwa kegiatan kolaboratif ini merupakan dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam upaya peningkatan gizi anak dan percepatan penurunan stunting.
Sedangkan penerima bantuan program PMT bergizi adalah balita dengan masalah gizi yang tersebar di wilayah Puskesmas Sumbersari.
Sementara itu Bupati Madiun, Hari Wuryanto menyampaikan sejauh ini Pemkab Madiun telah berupaya dalam penurunan kasus stunting di wilayah Kabupaten Madiun.
Salah satunya dengan pelaksanaan bulan timbang untuk mengetahui perkembangan balita, sehingga lebih mudah mengetahui kasus stunting di Kabupaten Madiun.
"Saat ini stunting Kabupaten Madiun berada pada angka 5,28%, hasil bulan timbang Oktober dengan tingkat kehadiran di atas 95%,” kata Bupati.
Kata Bupati, keberhasilan penurunan stunting merupakan kerja bersama melalui berbagai langkah strategis, di antaranya penyediaan tim pendampingan masyarakat, penimbangan serentak 6 bulan sekali, pemanfaatan alat antropometri berstandar di seluruh Posyandu, pemberian PMT berbasis pangan lokal, intervensi gizi pada remaja putri melalui tablet tambah darah, edukasi dan pendampingan calon pengantin.
"Mudah-mudahan ini menjadi langkah yang luar biasa bagi kita semua dan InsyaAllah akan memberikan dampak menurunkan angka stunting, khususnya di Kecamatan Saradan," pungkasnya.
Dalam kegiatan ini juga dihadiri Komisi B DPRD Kabupaten Madiun, Ketua TP PKK Kabupaten Madiun, Forkopimda, Kepala OPD, Camat Saradan, Kepala Puskesmas Sumbersari, Ketua TP PKK Kecamatan dan Desa se-wilayah Saradan, serta kader Posyandu dan orang tua balita penerima manfaat.
Setelah di Kabupaten Madiun, kegiatan yang sama juga akan dilaksanakan Bakorwil I Madiun di wilayah Kabupaten Magetan.(iw/IR)
Bersama Putri Indonesia, Bupati Ipuk dan Ribuan Insan Kesehatan Banyuwangi Parade Gaya Hidup Sehat
Iki Radio - Bersama Puteri Indonesia 2025 Firsta Yufi Amarta Putri, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani dan ribuan insan kesehatan mulai dokter, perawat, bidan, apoteker, ahli gizi, serta tenaga kesehatan lainnya parade edukasi kesehatan, di RTH Purwoharjo, Minggu (23/11/2025).
Parade yang mengampanyekan pentingnya perilaku hidup sehat pada masyarakat itu, dilaksanakan dalam rangkaian peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61.
Mereka menyosialisasikan berbagai pesan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat, mulai pentingnya konsumsi gizi seimbang, serta pencegahan penyakit menular dan tidak menular melalui tindakan sederhana sehari-hari.
"Mari jadikan momentum HKN ini sebagai pengingat untuk terus menjaga kesehatan diri, keluarga, dan lingkungan," ajak Ipuk.
Mengangkat tema "Generasi Sehat, Masa Depan Hebat", kegiatan ini diikuti sekitar empat ribu peserta dari berbagai kalangan instansi kesehatan. Mulai puskesmas, rumah sakit, klinik, organisasi profesi, serta institusi pendidikan kesehatan.
Peserta dilepas oleh Bupati Ipuk dari Lapangan Purwoharjo lalu berkeliling jalan raya dan permukiman penduduk sambil membawa atribut sarat edukasi kesehatan. Seperti gizi, pencegahan HIV, hipertensi, serta kesehatan ibu dan anak, dan masih banyak edukasi lainnya.
Berbagai kegiatan kesehatan juga digelar seperti senam massal dan jalan sehat, yang melibatkan masyarakat sekitar untuk menumbuhkan semangat hidup sehat bersama.
"Hari ini tenaga kesehatan menunjukkan kekompakan luar biasa. Saya harap teman-teman nakes semakin guyub dan nantinya bisa memberikan pelayanan yang lebih baik bagi masyarakat Banyuwangi," tambah Ipuk.
Ketua Panitia HKN, dr. Nira Ista Dewi, mengatakan peringatan HKN di Banyuwangi telah dimulai sejak awal November. Rangkaiannya ada bakti sosial, layanan kesehatan gratis, layanan spesialistik serentak di 25 puskesmas, dan lainnya.
Selain itu turut digelar festival Posyandu Kreatif, lomba senam peregangan, lomba foto dan vido tentang kesehatan, talkshow kesehatan mental bersama Puteri Indonesia, dan banyak lagi.
"Hari ini kita gelar senam bersama, jalan sehat, pelayanan kesehatan, dan panggung hiburan. Puncak perayaan HKN di Banyuwangi akan ditutup besok di halaman pemerintah Kabupaten Banyuwangi. Semua kegiatan kita rangkai untuk semakin mendekatkan layanan kesehatan kepada masyarakat," terangnya.
Diharap Bisa Selaras, IDI Madiun Siap Berkolaborasi Dengan Pemda
Generasi Sehat, Masa Depan Hebat: Semangat HKN ke-61 Dorong Akselerasi Transformasi Kesehatan
Iki Radio - Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa 84 juta anak Indonesia hari ini adalah generasi yang akan mencapai usia produktif pada 2045, tepat satu abad Indonesia merdeka. Dua dekade ke depan akan menjadi masa penentu untuk memastikan mereka tumbuh sebagai generasi yang sehat, tangguh, dan unggul.
![]() |
| Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin saat memberikan penghargaan kepada tenaga kesehatan terbaik dalam pelayanan kesehatan. (Foto: Kemenkes) |
“Kualitas kesehatan hari ini akan menentukan peradaban bangsa di masa depan,” tegas Menkes dalam Upacara Peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61 di Jakarta, Rabu (12/11/2025).
Peringatan HKN tahun ini mengusung tema “Generasi Sehat, Masa Depan Hebat”, yang menjadi seruan kolektif untuk mengubah paradigma dari sekadar mengobati orang sakit menjadi menjaga agar masyarakat tetap sehat. Empat tahun terakhir, Indonesia menapaki Transformasi Kesehatan Nasional sebagai fondasi menuju masa depan yang lebih kuat dan merata.
Menkes mengatakan, dalam kurun satu tahun, tiga program Quick Win Presiden Prabowo Subianto di bidang kesehatan telah menunjukkan hasil signifikan. Lebih dari 52 juta penduduk mengikuti Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) sebagai upaya deteksi dini penyakit tidak menular. Program ini juga berdampak pada peningkatan cakupan skrining tuberkulosis, yang kini telah menjangkau lebih dari 20 juta orang.
Sejalan dengan upaya pencegahan tersebut, pembangunan rumah sakit di berbagai daerah terus dipercepat. Pada 2025, 32 dari 66 rumah sakit daerah tipe D akan ditingkatkan menjadi tipe C, untuk memastikan kualitas layanan kesehatan yang merata dan mudah diakses seluruh masyarakat. “Transformasi kesehatan harus digerakkan untuk menghadirkan pelayanan yang mudah diakses, berkualitas, dan terjangkau,” tutur Menkes.
Enam Pilar Transformasi Kesehatan Bergerak Nyata
Menkes menjabarkan, enam pilar Transformasi Kesehatan Indonesia kini telah menunjukkan capaian konkret hasil kolaborasi lintas sektor:
1. Transformasi Layanan Primer.
Sebanyak 8.349 puskesmas telah mengintegrasikan layanan primer. Untuk pertama kalinya, prevalensi stunting balita turun di bawah 20 persen, yakni 19,8 persen. Lebih dari 324 ribu kader kesehatan di posyandu telah dilatih dengan 25 keterampilan dasar. Sistem surveilans penyakit kini lebih cepat dan terintegrasi di seluruh provinsi serta 514 kabupaten/kota.
2. Transformasi Layanan Rujukan.
Pengampuan penyakit prioritas seperti kanker, jantung, stroke, ginjal, dan ibu-anak terus diperkuat. Kini, 29 provinsi sudah mampu melakukan operasi bedah jantung terbuka, 29 provinsi dapat melakukan clipping aneurisma, dan 8 provinsi mampu melaksanakan bypass otak.
3. Transformasi Sistem Ketahanan Kesehatan.
Produksi dalam negeri menunjukkan lompatan besar: 10 dari 14 antigen vaksin imunisasi rutin telah diproduksi di Indonesia; jumlah produsen vaksin meningkat dari 1 menjadi 4 perusahaan. Selain itu, 10 bahan baku obat utama dan 9 dari 10 alat kesehatan berbelanja terbesar kini juga telah mampu diproduksi di dalam negeri.
4. Transformasi Pembiayaan Kesehatan.
Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kini mencakup 268 juta penduduk atau hampir seluruh warga Indonesia. Sekitar 36 persen dari belanja kesehatan nasional kini ditanggung oleh asuransi kesehatan, melindungi masyarakat dari risiko finansial akibat penyakit.
5. Transformasi SDM Kesehatan.
Sebanyak 61 persen puskesmas sudah memiliki tenaga kesehatan sesuai standar, dan 74 persen RSUD dilengkapi 7 dokter spesialis dasar. Pemerintah juga memperluas beasiswa tenaga medis, membuka 500 rumah sakit pendidikan utama, serta mengirim lebih dari 100 dokter Indonesia belajar ke luar negeri dalam bidang stroke, jantung, dan kanker.
6. Transformasi Teknologi Kesehatan.
Aplikasi SATUSEHAT Mobile, hasil pengembangan dari PeduliLindungi, kini terintegrasi dengan program Cek Kesehatan Gratis. Lebih dari 10.000 puskesmas, 15.000 klinik, 3.200 rumah sakit, dan ribuan apotek telah tersambung ke sistem digital nasional. Melalui teknologi kecerdasan buatan (AI) dan analisis data genomik, Kemenkes mengembangkan layanan kedokteran presisi guna mendeteksi risiko genetik penyakit seperti kanker, diabetes, dan kolesterol.
Selain aspek pelayanan dan teknologi, transformasi kesehatan juga menyentuh perubahan budaya kerja birokrasi. Menkes mengajak seluruh jajaran Kemenkes dan pemerintah daerah untuk bekerja dengan integritas, transparansi, dan semangat melayani. “Kita butuh birokrasi yang jujur, akuntabel, dan melayani dengan hati. Transformasi kesehatan tidak hanya tentang teknologi, tapi juga perubahan budaya dan pola pikir,” ujar Menkes.
Dalam kesempatan tersebut, Menkes juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh tenaga kesehatan, akademisi, dunia usaha, organisasi masyarakat, media, dan kader kesehatan di seluruh pelosok negeri.
Mereka dinilai sebagai penjaga nyawa dan penegak martabat bangsa yang berperan besar dalam mewujudkan masyarakat sehat. “Perjalanan menuju Indonesia Sehat adalah perjalanan panjang dan penuh harapan. Mari kita mulai dari diri sendiri, keluarga, dan lingkungan sekitar. Dari individu yang sehat akan lahir bangsa yang kuat,” pesan Menkes.
Peringatan Hari Kesehatan Nasional ke-61 merupakan momentum refleksi dan ajakan nasional untuk melanjutkan agenda besar Transformasi Kesehatan Indonesia. Dengan semangat “Generasi Sehat, Masa Depan Hebat,” seluruh komponen bangsa diajak meneguhkan komitmen mewujudkan Indonesia Emas 2045.
Wabup Madiun : Kesehatan Merupakan Investasi Terbesar Suatu Bangsa
Iki Radio - Kesehatan menjadi salah satu investasi terbesar bangsa, utamanya bagi generasi penerus yang nantinya akan melanjutkan perjalanan bangsa.
![]() |
| Pelepasan balon ke udara oleh Wakil Bupati Madiun, menandai peringatan HKN ke 61 di Kabupaten Madiun, Rabu (12/11/2025) |
Demikian disampaikan Wakil Bupati Madiun, dr Purnomo Hadi, saat memimpin apel peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke 61, di halaman kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun, Rabu (12/11/2025).
Dalam membacakan sambutan Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin, saat apel HKN ke 61, dr. Pur -sapaan Wakil Bupati Madiun- menegaskan, pentingnya menciptakan generasi penerus yang sehat, karena generasi muda itu adalah menjadi penggerak perjuangan bangsa.
“Investasi terbesar suatu bangsa adalah pada kesehatan generasinya, terutama generasi muda yang akan menjadi penerus dan penggerak Indonesia di masa depan,”kata dr Pur.
Menurut Wabup Madiun yang sangat berpengalaman di bidang kesehatan, bahwa kesehatan menjadi hal penting yang harus diperhatikan. Sehingga tidak salah bila menempatkan kesehatan sebagai faktor utama dalam membentuk generasi unggul dan berdaya saing.
“Dengan generasi yang sehat, penuh semangat, dan memiliki mental berjuang, insyaallah Indonesia Emas 2045 akan tercapai,” lanjutnya.
Lebih lanjut, dalam apel yang dihadiri seluruh unsur kesehatan daerah, diantaranya kepala puskesmas, direktur rumah sakit, organisasi profesi tenaga medis, hingga stakeholder bidang kesehatan, dr Pur mengajak seluruh elemen, utamanya tenaga kesehatan di Kabupaten Madiun, untuk bisa bersama sama memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.
“Kita adalah abdi negara dan pelayan masyarakat. Di Hari Kesehatan Nasional ini, mari kita satukan tekad memberikan yang terbaik bagi masyarakat Kabupaten Madiun,” tambahnya.
Sementara dalam peringatan HKN 2025 mengusung tema "Generasi Sehat, Masa Depan Hebat".(iw/IR)
HKN 61, PDGI Jatim Ingatkan Pentingnya Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut
Iki Radio - Peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke 61 tahun 2025 ini, menjadi satu momentum untuk terus berupaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
Sesuai tema HKN ke 61, "Generasi Sehat, Masa Depan Hebat" merupakan salah satu langkah yang dilakukan mempersiapkan generasi masa depan. Salah satunya dengan menjaga kesehatan gigi dan mulut.
Ketua Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) wilayah Jawa Timur, drg. Farid Amirudin M.Kes mengingatkan, menjaga kebersihan gigi dan mulut sangat penting.
Hal ini karena mulut adalah gerbang utama tubuh dan berhubungan langsung dengan kesehatan menyeluruh, mencegah masalah seperti gigi berlubang dan penyakit gusi, serta meningkatkan kepercayaan diri.
"Kebersihan yang baik juga dapat mencegah penyakit serius seperti penyakit jantung dan diabetes, serta memengaruhi kualitas hidup secara keseluruhan," katanya.
Menjaga kebersihan gigi dan mulut memiliki banyak manfaat.
1. Mencegah masalah gigi dan mulut: Menjaga kebersihan gigi dapat mencegah berbagai masalah seperti gigi berlubang, karang gigi, bau mulut (halitosis), dan radang gusi (gingivitis).
2. Mendukung kesehatan tubuh secara keseluruhan: Mulut yang sehat mendukung sistem pencernaan yang baik. Selain itu, infeksi pada mulut yang tidak diobati dapat meningkatkan risiko penyakit kronis seperti penyakit jantung, diabetes, dan infeksi paru-paru.
3. Meningkatkan kualitas hidup: Mulut yang sehat membantu dalam mengunyah makanan, berbicara, dan memberikan rasa percaya diri untuk beraktivitas. Pada lansia, menjaga kesehatan mulut dapat mencegah masalah psikologis seperti malu, kesulitan makan, dan isolasi sosial akibat hilangnya gigi.
4. Mencegah penularan penyakit: Mulut yang tidak terawat bisa menjadi tempat bakteri berkembang biak dengan mudah dan menyebar ke bagian tubuh lain.
Adapun cara menjaga kebersihan gigi dan mulut yakni dengan sikat gigi dua kali sehari menggunakan pasta gigi berfluoride, dengan cara yang benar. Gerakan sikat dari atas ke bawah untuk gigi atas dan bawah ke atas untuk gigi bawah, sikat di perbatasan antara gigi dan gusi, serta gosok seluruh permukaan gigi, gusi, dan lidah.
Gunakan pasta gigi seukuran biji kacang tanah. Hindari merokok untuk mencegah bau mulut, perubahan warna gigi, penumpukan plak, dan risiko kanker mulut.
Periksakan gigi secara rutin ke dokter gigi untuk perawatan preventif dan profesional.
"Dengan HKN ke 61 Tahun 2025 ini, mari kita tanamkan kepedulian untuk menjaga dan meningkatkan kesehatan diri dan lingkungan," imbuhnya.(adv/iw/IR)
Jenis Olahraga Sederhana Membantu Tubuh Tetap Segar dan Bugar
Iki Radio - Olahraga merupakan bagian paling penting dalam hidup, kita dianjurkan setidaknya 30 menit melakukan aktivitas fisik demi menjaga kesehatan fisik maupun mental.
Mengutip dari laman Honestdocs, olahraga juga bisa membantu untuk mencegah penyakit, menambah stamina, mengontrol berat badan, serta mampu meningkatkan kualitas hidup.
Banyak jenis olahraga yang bisa kita lakukan, mulai dari yang berat hingga sederhana. Tapi alih-alih langsung mencoba yang besar, kita bisa memulai dari hal-hal kecil.
Melansir dari laman News Reports berikut 7 jenis olahraga sederhana yang membantu tubuh tetap segar dan bugar, di antaranya adalah :
Yoga untuk fleksibilitas dan kekuatan
Yoga bukan hanya tentang membuat tubuh berpose seperti pretzel. Ini tentang mengintegrasikan pikiran, tubuh, dan napas. Di sini kamu akan menemukan keseimbangan, baik secara harfiah maupun kiasan.
Yoga sangat baik untuk membangun kekuatan, meningkatkan fleksibilitas, dan meningkatkan keseimbangan. Ditambah lagi karena kemampuannya untuk mengurangi stres dan kecemasan.
Menari untuk bersenang-senang dan kebugaran
Menari bukan hanya cara yang menyenangkan untuk melepaskan dan mengekspresikan diri, tetapi juga merupakan latihan sederhana yang sangat baik. Ini meningkatkan detak jantung, meningkatkan keseimbangan dan koordinasi, serta melatih semua otot.
Ingat bahwa tujuannya bukan untuk menjadi sensasi tarian TikTok, tapi menjaga tubuh agar tetap bugar, fleksibel, dan merasa awet muda.
Jalan kaki ringan
Tidak semua dari kita cocok untuk latihan intensitas tinggi yang memicu banyak keringat. Berjalan adalah latihan berdampak rendah yang dapat dilakukan hampir di mana saja dan kapan saja.
Ini sangat cocok untuk mereka yang takut memikirkan terengah-engah di gym, atau bagi mereka yang memiliki masalah sendi. Terlebih lagi, jalan kaki bisa menjadi cara yang bagus untuk menjernihkan pikiran, mengurangi stres, dan bahkan memicu kreativitas.
Latihan berat badan untuk kekuatan dan pengencangan
Latihan berat badan adalah cara yang fantastis untuk membangun kekuatan dan mengencangkan otot tanpa memerlukan peralatan apapun. Seperti halnya push-up, squat, lunges, atau plank, latihan ini menggunakan berat badan sendiri untuk memberikan ketahanan terhadap gravitasi.
Namun perlu diingat bahwa tujuannya bukan untuk melakukan 100 push-up atau memegang papan selama 5 menit berturut-turut. Mulailah di mana kamu berada dan kuncinya adalah konsisten.
Chi untuk keseimbangan dan relaksasi
Berasal dari Tiongkok kuno, Chi sering digambarkan sebagai “meditasi dalam gerakan”. Ini adalah serangkaian gerakan tubuh yang lambat dan halus untuk meningkatkan ketenangan melalui gerakan lembut dan mengalir.
Chi bukan hanya tentang mencapai zen. Ini juga merupakan latihan berdampak rendah yang bagus yang meningkatkan keseimbangan, fleksibilitas, dan kekuatan otot. Selain itu juga dikenal karena kemampuannya untuk mengurangi stres dan kecemasan.
Peregangan untuk bersantai dan menghilangkan stres
Peregangan adalah cara yang bagus untuk merilekskan tubuh dan pikiran. Ini dapat membantu meredakan ketegangan otot, meningkatkan fleksibilitas, dan bahkan memperbaiki postur tubuh.Tetapi yang lebih penting, ini bisa menjadi cara yang lembut untuk menggerakkan tubuh ketika kamu tidak siap untuk sesuatu yang berat.
Gerakan penuh perhatian untuk kesejahteraan holistik
Berlatih dengan gerakan penuh perhatian dapat membantu kamu terhubung dengan tubuh pada tingkat yang lebih dalam. Ini mendorongmu untuk menghargai apa yang dapat dilakukan tubuh, daripada fokus pada seperti apa bentuknya.Percayalah, ada sesuatu yang sangat membebaskan tentang bergerak karena kegembiraan belaka
Menko PMK: TBC Bisa Disembuhkan
Iki Radio - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama memperkuat gerakan nasional penanggulangan tuberkulosis (TBC) melalui program Temukan Obati Sampai Sembuh (TOSS TBC).
Hal tersebut disampaikan Pratikno dalam kegiatan Kick Off Kampanye TOSS TBC di kawasan Car Free Day, Jakarta, pada Minggu (9/11/2025).
![]() |
| Menko PMK Pratikno bersama Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dalam Kick Off Kampanye TOSS TBC di kawasan Car Free Day, Jakarta. (Foto: Kemenko PMK) |
Menko Pratikno dalam sambutannya menegaskan bahwa TBC adalah penyakit menular yang dapat disembuhkan sepenuhnya apabila pasien menjalani pengobatan dengan disiplin dan mendapatkan dukungan dari lingkungan sekitar. “TBC adalah penyakit yang bisa disembuhkan, tapi juga menular. Dan kita di dunia masih sangat tinggi, nomor dua tertinggi di dunia setelah India. Jangan sampai kita nomor satu, kita harus segera turunkan kasus TBC ini,” ujar Pratikno.
Lanjutnya, keberhasilan eliminasi TBC sangat bergantung pada peran aktif masyarakat di tingkat akar rumput, mulai dari RT/RW hingga kelurahan, yang menjadi garda terdepan dalam menemukan dan mendampingi kasus di lapangan.
Oleh karena itu, Pratikno mengingatkan masyarakat untuk disiplin menjalani pengobatan dan melakukan skrining secara berkala di fasilitas layanan kesehatan.
“Obatnya tersedia di Puskesmas, alat skrining tersedia. Oleh karena itu isu utamanya adalah aktif melakukan skrining secara reguler yang terintegrasi dengan pemeriksaan kesehatan gratis, dan skrining di instansi tempat kerja, pesantren, sekolah, lapas dan lain-lain,” lanjutnya.
Ia juga turut menekankan pentingnya menghapus stigma terhadap penyintas TBC agar mereka tetap bisa bersekolah, bekerja, dan berinteraksi tanpa diskriminasi. “Jangan juga ada stigma, dikucilkan, kalau sekolah dijauhi teman-temannya, atau kalau bekerja terkena PHK. Kita memberikan perlindungan kepada penderita,” kata Menko PMK.
Sebagai bentuk penguatan kelembagaan, ia juga mendorong seluruh kepala daerah untuk gencar mengaktifkan kembali Tim Percepatan Penanggulangan Tuberkulosis (TP2TB) di seluruh provinsi, kabupaten, dan kota, serta menggerakkan Desa dan Kelurahan Siaga TBC sebagai bagian dari strategi nasional eliminasi TBC. “Saya mengharapkan dukungan dari seluruh kepala daerah. Aktifkan TP2TB di semua provinsi, kabupaten, dan kota. Dan juga pemerintah sudah menggerakkan desa atau kelurahan Siaga TB,” pungkasnya.
Kegiatan ini diselenggarakan secara serentak di delapan provinsi di Indonesia, yakni DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Banten, Sumatra Utara, Sulawesi Selatan, dan Nusa Tenggara Timur. Kampanye diikuti dengan senam bersama, edukasi kesehatan dari para penyuluh dan penyintas TBC, pemeriksaan kesehatan, serta berbagai kegiatan hiburan bagi masyarakat.
Tahun 2026 Seluruh Posyandu di Kabupaten Madiun Sudah Memenuhi 6 SPM
Iki Radio - Pada tahun 2026 mendatang, seluruh Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) di Kabupaten Madiun, ditargetkan sudah memenuhi standar pelayanan minimal (SPM). Sehingga layanan yang diberikan melalui Posyandu, akan lebih lengkap sesuai kebutuhan masyarakat. Untuk itu, Tim Penggerak PKK Kabupaten Madiun, menyelenggarakan Pembekalan Teknis Kader Posyandu 6 SPM, di Pendopo Muda Graha Kabupaten Madiun, Kamis (06/11/2025).
Pembekalan teknis ini dimaksudkan agar kader kader Posyandu di Kabupaten Madiun, memiliki orientasi untuk menuju ke layanan Posyandu yang telah memiliki 6 SPM.
“Karena dulunya yang diurusi Cuma kesehatan saja, ini transformasi menjadi 6 bidang layanan SPM. Jadi mau tidak mau, suka tidak suka, harus dilaksanakan. Karena ini wajib, instruksi dari pusat bahwa layanan 6 spm ini harus dilaksanakan,” ujar Erni Hari Wuryanto, Ketua TP PKK Kabupaten Madiun, Kamis (06/11/2025).
Dijelaskan, Posyandu 6 SPM (Standar Pelayanan Minimal) adalah inovasi Posyandu yang memperluas cakupannya. Ke-enam bidang standar pelayanan dasar itu meliputi kesehatan, pendidikan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, sosial, serta ketentraman, ketertiban, dan perlindungan masyarakat (Trantib dan Linmas). Posyandu dengan 6 SPM ini bertujuan untuk menjadikan Posyandu sebagai pusat pelayanan yang lebih komprehensif untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang lebih luas, tidak hanya berfokus pada kesehatan ibu dan anak.
“Saat ini belum ada yang SPM, masih dalam proses pembentukan secara kelembagaannya. Diharapkan tahun 2025 ini sudah punya register, dan 2026 sudah mulai berjalan (Posyandu 6 SPM),” terang Erni.
Saat ini, di Kabupaten Madiun ada sekitar 878 Posyandu, dan 600 Posyandu diantaranya sudah terintegrasi layanan primer (ILP).
“ILP itu bagian dari Posyandu 6 SPM ini. Jadi dari Posyandu yang sudah ILP itu nanti kita tingkatkan, sehingga memenuhi kreteria sebagai Posyandu dengan 6 SPM,” lanjutnya.
Selain itu dengan bertambahnya layanan pada Posyandu, Pemkab Madiun pun berupaya agar para kader Posyandu ini nantinya juga akan mendapatkan penghasilan dalam bentuk honor. Bukan tanpa alasan, hal ini karena memang cakupan kerja Posyandu semakin luas.
“Honor posyandu masih dirumuskan, karena tugasnya semakin
banyak. Ini masih kita upayakan. Karena kita harus mengikuti program baru, ini harus
semangat, harus melayani kesehatan masyarakat tidak boleh ngersulo, tidak boleh
nggrundel,” pungkasnya.(iw/IR)
HKN Ke 61, Dinkes Madiun Ajak Masyarakat Dukung dan Peduli Program Kesehatan
Ancaman DBD, PSN Lebih Efektif Daripada Fogging, Ini Penjelasannya
Iki Radio - Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun, menekankan pelaksanaan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN), lebih diutamakan daripada fogging, untuk mengantisipasi ancaman Demam Berdarah Dengue (DBD), saat memasuki musim hujan.
“Fogging itu hanya membunuh nyamuk dewasa. Jentik atau larvanya tidak mati. Tiga atau empat hari kemudian nyamuk baru muncul lagi,” kata dr. Heri Setyana, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun.
Memang saat ini banyak masyarakat beranggapan, dengan fogging nyamuk akan mati. Namun tahukah anda, Fogging adalah tindakan pengasapan dengan bahan insektisida yang hanya membunuh nyamuk dewasa. Dan sesuai dengan aturannya, fogging dilakukan setelah ada temuan kasus DBD.
Fogging dapat menyebabkan efek samping pada kesehatan jika terpapar dalam jumlah besar, sehingga perlu tindakan pencegahan seperti menghindari area penyemprotan, menutupi makanan dan barang, serta mematuhi prosedur keselamatan lainnya.

Dr. Heri Setyana, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun
"Dibeberapa daerah, ada uji coba yang menunjukkan nyamuk tidak mempan lagi disemprot berbagai jenis obat karena terlalu sering difogging," lanjut Kadinkes.
Sehingga fogging tidak efektif untuk membasmi jentik atau telur nyamuk.
Dampak lain dari sisi kesehatan, Insektisida yang terhirup dalam jumlah besar dapat menyebabkan gangguan kesehatan seperti iritasi mata, batuk, sakit kepala, bahkan keracunan. Dari sisi lingkungan, fogging berpotensi mengganggu keseimbangan ekosistem dengan membunuh serangga lain yang menjadi mangsa.
Sehingga yang perlu dilakukan dalam menghadapi ancaman DBD adalah dengan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan 3M Plus (Menguras, Menutup, Mengubur atau Mendaur ulang) secara rutin.
Dengan demikian, nyamuk tidak lagi punya tempat untuk berkembangbiak. Karena memang PSN itu bertujuan untuk memutus rantai perkembangbiakan nyamuk.
"Tetapi PSN itu harus dilakukan secara bersama-sama. Kalau cuma sebagian warga (yang melakukan PSN) sarang nyamuk tetap ada," tambahnya.(iw/IR)
12 November Diperingati Sebagai Hari Kesehatan Nasional, Ini Sejarahnya
Iki Radio - Pernahkah Anda berpikir, mengapa kita memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN) setiap tanggal 12 November?
Hari Kesehatan Nasional di Indonesia diperingati pertama kali pada 12 November 1964. Lahirnya HKN yang diperingati setiap tanggal 12 November berawal dari upaya pemberantasan penyakit Malaria di Indonesia.
![]() |
| Pada tanggal 12 November 1959, Presiden Soekarno secara simbolis menyemprotkan DDT di Desa Kalasan, Yogyakarta (Foto :Kemenkes RI) |
Perjuangan panjang bangsa Indonesia melawan wabah malaria yang pernah melanda negeri ini, terjadi sekitar tahun 1950-an. Penyakit mematikan ini merenggut nyawa banyak orang dan mengancam kesehatan masyarakat.
Untuk mengatasi masalah ini, pemerintah mengambil langkah tegas dengan membentuk Dinas Pembasmian Malaria yang kemudian berganti nama menjadi KOPEM. Salah satu senjata utama dalam perang melawan malaria adalah insektisida DDT. Pada tanggal 12 November 1959, Presiden Soekarno secara simbolis menyemprotkan DDT di Desa Kalasan, Yogyakarta, menandai dimulainya program pemberantasan malaria secara besar-besaran.
Setelah lima tahun berjuang, upaya ini membuahkan hasil yang sangat membanggakan. Jutaan nyawa berhasil diselamatkan dan wabah malaria berhasil dikendalikan. Sebagai bentuk apresiasi atas keberhasilan ini, tanggal 12 November ditetapkan sebagai Hari Kesehatan Nasional.
Hingga kini, HKN bukan hanya sekadar peringatan, tetapi juga menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan. Dengan memperingati HKN, kita diingatkan akan perjuangan para pahlawan kesehatan dan diajak untuk terus berupaya menciptakan lingkungan yang sehat dan bersih.
Sumber : Kemenkes RI
BSN dan Kemenkes Kembangkan SNI Smart Hospital untuk Wujudkan Layanan Kesehatan Cerdas
Iki radio - Badan Standardisasi Nasional (BSN) bersama Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI), Perkumpulan Teknik Pelayanan Kesehatan Indonesia (PTPI), serta berbagai pemangku kepentingan lainnya tengah menginisiasi pengembangan Standar Nasional Indonesia (SNI) Smart Hospital.
![]() |
| Kepala BSN, Y. Kristianto Widiwardono, saat membuka International Healthcare Engineering Fair (INAHEF) 2025 di Gedung SMESCO Indonesia, Jakarta, Kamis (23/10/2025). |
Kehadiran standar ini menjadi tonggak penting bagi
transformasi sistem pelayanan kesehatan nasional menuju rumah sakit pintar yang
terintegrasi, efisien, aman, dan berkelanjutan.
Meski akses masyarakat terhadap layanan kesehatan terus
meningkat, Indonesia masih menghadapi tantangan besar dari sisi pemerataan
fasilitas dan penguatan infrastruktur kesehatan.
Menurut laporan CEOWORLD Magazine (2 April 2024),
Indonesia berada di peringkat 39 dari 110 negara dalam Healthcare Index dengan skor
42,99 dari 100. Untuk infrastruktur medis dan tenaga profesional, Indonesia
memperoleh skor 64,37; pada aspek akses obat dan biaya 54,02; dan kesiapan
pemerintah 55,79.
Laporan Statice Health International (12 Mei 2024) yang
disusun oleh Giovanni Elvina juga mencatat, hingga 2022 Indonesia memiliki
1.058 rumah sakit umum, 1.927 rumah sakit swasta, dan 10.205 puskesmas. Namun,
sebanyak 62,9 persen penduduk masih mengalami kesulitan dalam memperoleh
layanan kesehatan, sementara 60,8 persen belum memiliki akses terhadap
fasilitas primer.
Melihat tantangan tersebut, BSN bersama Kemenkes RI
menilai perlunya standar nasional sebagai pedoman pembangunan dan pengelolaan
rumah sakit berbasis teknologi.
“Pengembangan SNI Smart Hospital ini sejalan dengan Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden
2025–2029 yang menargetkan terwujudnya rumah sakit kabupaten/kota yang lengkap
dan modern,” ujar Plt. Kepala BSN, Y. Kristianto Widiwardono, saat
membuka International Healthcare Engineering Fair
(INAHEF) 2025 di Gedung SMESCO Indonesia, Jakarta, Kamis
(23/10/2025).
Kristianto menjelaskan, BSN juga menggelar Sosialisasi
dan Diskusi Nasional Rancangan SNI Smart Hospital pada 23–25 Oktober 2025 dalam
rangkaian INAHEF 2025. Forum ini membahas rencana implementasi serta roadmap penerapan SNI Smart
Hospital nasional periode 2026–2029.
Sejak 2024, BSN telah mengawal penyusunan standar ini
melalui kolaborasi lintas sektor — melibatkan kementerian/lembaga, asosiasi
profesi, industri, akademisi, serta rumah sakit percontohan dari berbagai
daerah. SNI Smart Hospital ditargetkan dapat ditetapkan pada tahun 2025.
BSN juga mendorong keterlibatan Kementerian Keuangan dan
Kementerian Dalam Negeri untuk bersinergi dengan Kementerian Kesehatan dalam
memfasilitasi penerapan standar ini di seluruh rumah sakit di Indonesia.
Acara sosialisasi ini menjadi bagian dari Forum Teknik Pelayanan Kesehatan Internasional yang
diselenggarakan bersama oleh BSN, Kementerian Kesehatan, Kementerian Koperasi
dan UKM, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian ESDM, Kementerian Lingkungan
Hidup dan Kehutanan, Kementerian PUPR, Kementerian Komunikasi dan Digital,
serta Kementerian Perindustrian.
Presiden PTPI Eko Supriyanto dalam pembukaan INAHEF 2025
menyampaikan bahwa forum ini dihadiri lebih dari 3.000 rumah sakit, ratusan
asosiasi profesi dan perguruan tinggi, serta puluhan industri dan UMKM.
“Tak hanya dari dalam negeri, forum ini juga diikuti
perwakilan rumah sakit dan kementerian kesehatan dari Malaysia, Singapura, dan
Vietnam, serta menghadirkan pakar internasional dari Belanda, Jepang, Tiongkok,
dan berbagai negara lainnya,” ujar Eko.
Dengan penerapan SNI Smart Hospital, sistem kesehatan
nasional diharapkan menjadi lebih terintegrasi, efisien, dan responsif terhadap
kebutuhan masyarakat. Selain meningkatkan mutu serta keterjangkauan layanan,
standar ini juga diharapkan dapat mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap
layanan kesehatan luar negeri sekaligus mendorong pertumbuhan pariwisata
kesehatan (medical tourism) di Indonesia.
Hingga September 2025, BSN telah menetapkan 15.993 SNI,
termasuk 521 SNI yang berkaitan langsung dengan alat dan fasilitas kesehatan.
Melalui SNI Smart Hospital, BSN berkomitmen mendukung terwujudnya sistem
layanan kesehatan nasional yang berdaya saing global, berorientasi pasien, dan
berkelanjutan.(*)
Hore!! Kader Posyandu Di Kabupaten Madiun Dapat Honor
Iki Radio - Bukan hanya pengabdian, ribuan kader posyandu di Kabupaten Madiun juga mendapat penghasilan berupa honor dari Pemerintah Kabupaten Madiun.
![]() |
| Aktifitas salah satu Posyandu di Kabupaten Madiun |
Hal itu disampaikan Wakil Bupati Madiun, dr Purnomo Hadi, dihadapan ratusan kader PKK, saat pembekalan TP PKK Sehat Lestari dan Berencana, di Pendopo Muda Graha, Kamis (16/10/2025).
“Jadi bukan hanya memberikan pengabdian saja, tetapi sebagai bentuk perhatian dari pemerintah, juga diberikan honor meski nilainya tidak seberapa,” kata Wabup Madiun saat memberikan sambutan.
Spontan, yang disampaikan Wabup Madiun ini mendapat sambutan tepuk tangan dari seluruh undangan yang hadir.
Sementara itu dalam sesi wawancara dengan awak media, Wabup Madiun dr Purnomo Hadi menegaskan, pemberian honor bagi para kader posyandu merupakan bagian dari kepedulian pemerintah terhadap kegiatan Posyandu.
“Biar para kader (posyandu) lebih semangat. Karena mereka yang ada digarda paling depan kaitannya dengan kesehatan masyarakat,” katanya.
Lebih lanjut dijelaskan, pemberian honor tersebut sudah lama dilakukan karena memang ada didalam aturan.
Menyambung keterangan Wakil Bupati saat wawancara, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kabupaten Madiun, Supriyadi mengatakan, sumber dana pemberian honor bagi para kader posyandu tersebut ada di beberapa pos anggaran.
“Di APBD ada, di dinas kami (PMD) juga ada melalui beberapa kegiatan,” jelasnya.
Harapannya, dengan pemberian honor tersebut selain
membantu kader juga meningkatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat melalui
program kegiatan posyandu.
Kemenkes Perketat Pengawasan Program Makan Bergizi Gratis
Iki Radio - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menegaskan peran Kementerian Kesehatan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) adalah melakukan pengawasan. Peran ini diperlukan untuk memastikan kualitas dan keamanan makanan yang disajikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk pelajar.
Menkes
Budi mengatakan pengawasan dilakukan dengan melakukan standardisasi pelaporan,
sertifikasi keamanan pangan, dan pengawasan berlapis. “Kita ingin melakukan
standardisasi dari laporan dan angka-angka kejadian kasus,” kata Menkes Budi
pada konferensi pers terkait MBG di Gedung Kemenkes, Jakarta.
Kemenkes
bersama Badan Gizi Nasional (BGN) akan mengonsolidasikan data harian dan
mingguan terkait potensi keracunan, dan tidak menutup kemungkinan akan ada
publikasi berkala seperti saat masa pandemi COVID-19.
Dalam
hal sertifikasi, terdapat tiga standar sertifikasi akan diberlakukan yaitu
Sertifikat Laik Higiene Sanitas (SLHS), sertifikasi Hazard Analysis and
Critical Control Points (HACCP) untuk manajemen risiko pangan, serta sertifiksi
halal.
Kemenkes
bersama Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan BGN akan menjadi bagian dari
sistem sertifikasi terpadu untuk memastikan makanan bergizi yang
didistribusikan aman dan sesuai standar. Selain itu, proses percepatan
sertifikasi juga disiapkan agar tidak menghambat distribusi.
Dari
sisi pengawasan juga, Kemenkes akan melakukan pengawasan eksternal serta
sebagai bagian dari gugus tugas cepat tanggap jika terjadi kasus keracunan
massal atau Kejadian Luar Biasa (KLB). “Peran Kemenkes secara gotong royong
di sini adalah nanti kita akan melakukan pengawasan eksternal kepada para
pelaksana strategi ini,” ujar Menkes Budi.
Khusus
untuk pengawasan eksternal, Kemenkes akan bekerja sama dengan Kementerian Dalam
Negeri, TNI/Polri, dan aparat daerah untuk membantu pengawasan harian terhadap
SPPG.
Kemenkes
juga akan menyiapkan gugus cepat tanggap di tiap daerah yang terdiri dari Dinas
Kesehatan, rumah sakit umum daerah, serta unit UKS di sekolah-sekolah. Menkes
Budi mengatakan hal ini untuk memastikan kalau ada kejadian luar biasa itu bisa
ditangani cepat.
Selain
pengawasan produksi, ia menyoroti pentingnya pengawasan di sisi penerima, yaitu
sekolah-sekolah dan madrasah. pihaknya akan berkoordinasi dengan Kemendikdasmen
dan Kemenag untuk melibatkan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) dalam memeriksa
kualitas makanan sebelum dikonsumsi. “Setidaknya begitu makanan datang,
kita bisa ajarin warnanya ada yang berubah, baunya aneh atau tidak,” ujar
Menkes Budi.
Program
pemantauan status gizi siswa juga akan menjadi bagian dari pengawasan. Kemenkes
akan mengukur tinggi dan berat badan setiap enam bulan dan mencatatnya secara by name by address untuk
evaluasi program.
Tidak
hanya itu, Kemenkes akan memperluas cakupan survei gizi tahunan yang sebelumnya
hanya fokus pada stunting. “Survei gizi nasional ini nanti akan ditambah
untuk anak-anak di atas lima tahun khususnya anak sekolah,” ujarnya.
Kepala
Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menegaskan bahwa seluruh Satuan
Pelayanan Pemenuhan Gizi wajib memiliki sertifikasi higiene, sanitasi, serta
standar keamanan pangan sebagai syarat mutlak dalam Program Makan Bergizi
Gratis.
Sejak
20 Juni 2025 BGN telah mengeluarkan keputusan agar setiap penyedia pangan
segera melengkapi Sertifikat Laik Higiene dan Sanitasi bekerja sama dengan
Kementerian Kesehatan. Sertifikasi ini menjadi prioritas awal untuk menjamin
kelayakan pangan. “Selain SLHS, kami juga sedang mempersiapkan penerapan Hazard
Analysis Critical Control Point yang lebih menekankan pada aspek keamanan dan
proses pangan. Nantinya sertifikasi HACCP dilakukan lembaga berwenang yang
diakui Komite Akreditasi Nasional,” ujar Dadan.



.jpeg)
.jpeg)















.jpeg)
.jpeg)



















