Iki Terbaru/Paling Greeess

Showing posts with label Kesehatan. Show all posts
Showing posts with label Kesehatan. Show all posts

Kemenkes Ungkap Temuan CKG 2025, Risiko Gangguan Kesehatan Tinggi

Iki Radio – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengungkap sejumlah temuan penting dari pelaksanaan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) 2025 yang menunjukkan masih tingginya risiko gangguan kesehatan pada berbagai kelompok umur, mulai dari bayi baru lahir hingga lanjut usia. Temuan ini akan menjadi dasar penguatan tata laksana CKG pada 2026.

Direktur Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas Kemenkes, Maria Endang Sumiwi, menyampaikan bahwa pada kelompok bayi, sekitar 6 persen lahir dengan berat badan rendah di bawah 2,5 kilogram. Kondisi tersebut berisiko meningkatkan kejadian stunting dan gangguan tumbuh kembang apabila tidak ditangani sejak dini.

Selain itu, Kemenkes juga menemukan sejumlah kelainan bawaan serius, seperti penyakit jantung bawaan kritis dan kekurangan hormon tiroid. Menurut Maria, skrining dini menjadi kunci untuk mencegah dampak jangka panjang pada kualitas hidup anak.

“Kekurangan hormon tiroid sangat penting diperiksa karena jika tidak ditangani, bayi dapat mengalami retardasi mental yang berdampak seumur hidup,” jelas Maria di Jakarta, Jumat (23/1/2026).

Ia menegaskan bahwa bayi yang teridentifikasi mengalami kekurangan hormon tiroid harus segera mendapatkan pengobatan maksimal dalam waktu satu bulan. Seluruh pembiayaan pengobatan tersebut ditanggung oleh BPJS Kesehatan.

Penguatan Skrining Menuju CKG 2026

Untuk menekan risiko gangguan kesehatan di masa depan, Kemenkes mendorong penguatan skrining kesehatan sejak pra-kehamilan, termasuk pada calon pengantin. Ibu hamil juga diimbau menghindari paparan asap rokok dan konsumsi alkohol.

Maria menjelaskan, perbedaan utama CKG 2026 dibandingkan tahun sebelumnya terletak pada penguatan tata laksana dan perawatan, khususnya pada tindak lanjut hasil pemeriksaan.

“Temuan pemeriksaan menunjukkan berbagai masalah kesehatan signifikan di setiap fase kehidupan, mulai dari gangguan pertumbuhan pada bayi hingga ancaman penyakit kronis pada kelompok usia lanjut,” ungkapnya.

Pada kelompok balita dan anak prasekolah usia 1–6 tahun, masalah kesehatan gigi menjadi perhatian utama. Karies gigi ditemukan pada 31 persen anak atau satu dari tiga anak. Kondisi ini berpotensi memicu infeksi, demam, gangguan tenggorokan, serta menghambat konsentrasi belajar dan pertumbuhan anak.

Selain itu, lebih dari 10 ribu balita tercatat mengalami berat badan kurang. Orang tua diimbau memberikan makanan beragam dengan kandungan protein hewani, seperti telur, ikan, dan daging, serta rutin memantau pertumbuhan anak melalui Posyandu setiap bulan.

Pada kelompok usia sekolah dan remaja, Kemenkes menemukan satu dari lima remaja memiliki tekanan darah di atas normal. Risiko ini meningkat pada remaja dengan kegemukan dan obesitas yang dialami sekitar 7 persen remaja.

Masalah pendengaran juga mulai muncul akibat penggunaan earbud berlebihan. Kemenkes menyarankan penggunaan earbud maksimal satu jam per hari dengan volume terkontrol. Di sisi lain, anemia masih dialami oleh satu dari empat remaja, terutama siswi kelas 7 dan 10.

Memasuki usia dewasa, obesitas sentral dialami satu dari tiga orang dan meningkatkan risiko penyakit jantung. Data Kemenkes mencatat sekitar 7 juta orang dewasa memiliki tekanan darah di atas normal, serta 100 ribu orang mengalami diabetes dan prediabetes.

Pada kelompok lanjut usia, kondisi kesehatan tercatat lebih mengkhawatirkan. Sebanyak 51 persen lansia memiliki tekanan darah di atas normal, sementara 58 persen mengalami masalah kesehatan gigi yang berpotensi memicu infeksi serius.


Kepatuhan Berobat Masih Rendah

Meski berbagai penyakit berhasil terdeteksi melalui CKG, tingkat kepatuhan masyarakat untuk berobat dan melakukan kontrol lanjutan masih rendah. Dari penderita hipertensi, hanya sekitar sepertiga yang rutin mengonsumsi obat dan kontrol. Pada penderita diabetes, tingkat keberhasilan pengendalian gula darah masih di bawah 10 persen.

“Kondisi ini menjadi bahan evaluasi utama Kemenkes dalam penyempurnaan layanan kesehatan pada 2026, dengan fokus pada penguatan tindak lanjut hasil pemeriksaan dan perubahan perilaku hidup sehat,” tegas Maria.

Untuk menekan angka penyakit tidak menular, Kemenkes mengimbau masyarakat membatasi konsumsi gula, garam, dan lemak, melakukan pemeriksaan kesehatan rutin minimal setahun sekali, meningkatkan aktivitas fisik, serta patuh mengonsumsi obat sesuai anjuran tenaga kesehatan.

Dengan deteksi dini dan penerapan gaya hidup sehat, kualitas hidup masyarakat diharapkan meningkat dan risiko penyakit kronis di masa depan dapat ditekan.

Kemenkes Dorong Optimalisasi Obat Kesehatan Jiwa untuk Perluas Layanan Kuratif

Iki Radio - Kementerian Kesehatan memperkuat layanan kesehatan jiwa nasional melalui peningkatan signifikan alokasi obat kesehatan jiwa pada 2026. Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya serius pemerintah dalam memperluas akses layanan kuratif bagi masyarakat, khususnya kelompok rentan.



Direktur Kesehatan Kelompok Rentan Kementerian Kesehatan Imran Pambudi mengatakan, penambahan alokasi obat kesehatan jiwa yang hampir mencapai lima kali lipat merupakan respons atas tingginya beban gangguan kesehatan jiwa di Indonesia serta masih terbatasnya ketersediaan obat di fasilitas layanan tingkat pertama.  

“Ini momentum yang tidak boleh kita sia-siakan. Dukungan penambahan obat kesehatan jiwa harus dimanfaatkan secara optimal agar benar-benar berdampak pada peningkatan layanan di Puskesmas,” ujar Imran dalam Sosialisasi Obat Kesehatan Jiwa 2026, secara daring, Selasa (20/1/2026). 

Imran Pambudi menjelaskan, isu kesehatan jiwa kini menjadi perhatian strategis nasional. Dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR RI, kesehatan jiwa disepakati sebagai salah satu isu prioritas yang akan dipantau secara berkelanjutan. Hal ini sejalan dengan tantangan global dan kondisi sosial ekonomi yang berpotensi meningkatkan tekanan psikososial masyarakat.

Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia 2023, prevalensi depresi pada penduduk usia di atas 15 tahun mencapai 1,4 persen. Sementara itu, prevalensi keluarga dengan anggota rumah tangga yang memiliki gangguan jiwa tercatat sebesar 4 per 1.000 penduduk. 

Data Institute for Health Metrics and Evaluation juga menunjukkan bahwa gangguan jiwa menempati peringkat kedua penyebab years lived with disability atau tahun produktif yang hilang akibat disabilitas.  

“Dampak gangguan jiwa sangat besar terhadap produktivitas individu dan pembangunan. Karena itu, layanan kesehatan jiwa harus diperkuat, terutama di layanan primer,” kata Imran.

Dalam Rencana Strategis Kementerian Kesehatan 2022–2029, terdapat sejumlah indikator kinerja utama kesehatan jiwa yang masih perlu digenjot. Capaian layanan depresi pada 2025 baru mencapai 0,7 persen dari target 5 persen. 

Sementara itu, layanan bagi orang dengan gangguan jiwa baru mencapai 56,84 persen dari target 70 persen, dan Puskesmas yang mampu memberikan layanan kesehatan jiwa baru mencapai 47,46 persen dari target 70 persen.

Menurutnya, salah satu tantangan utama terletak pada ketersediaan obat kesehatan jiwa di Puskesmas. Meskipun hampir 80 persen tenaga kesehatan telah mendapatkan pelatihan, Puskesmas yang memiliki obat kesehatan jiwa masih sekitar 40 persen. 

Kondisi ini mendorong Kementerian Kesehatan melakukan pengadaan obat kesehatan jiwa secara terpusat melalui Direktorat Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan.

Selain penguatan pengadaan obat, Kementerian Kesehatan juga terus meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan melalui pelatihan daring berbasis Massive Open Online Course, termasuk pelatihan kesehatan jiwa terpadu dan tata kelola gangguan penggunaan zat. 

Upaya lainnya adalah memasukkan layanan pelacakan serta pendampingan minum obat bagi orang dengan gangguan jiwa ke dalam dukungan Dana BOK.

Imran Pambudi berharap, dengan ketersediaan obat yang lebih memadai, keberanian tenaga kesehatan dalam memberikan terapi psikofarmaka dasar di Puskesmas juga semakin meningkat. 

“Jika layanan di Puskesmas kuat, maka sistem rujukan akan berjalan lebih tertata dan tidak menumpuk di rumah sakit,” ujarnya.

Melalui penguatan kebijakan, pembiayaan, dan layanan di tingkat primer, Kementerian Kesehatan menegaskan komitmennya untuk menghadirkan layanan kesehatan jiwa yang lebih inklusif, merata, dan berkelanjutan bagi seluruh masyarakat.

 

Komnas KIPI Tegaskan Keamanan PCV untuk Imunisasi Pneumonia

Iki Radio - Vaksin Pulmeera, salah satu merek Pneumococcal Conjugate Vaccine (PCV) untuk program imunisasi pneumonia telah melalui seluruh tahapan uji keamanan sesuai standar internasional. Penegasan ini disampaikan dalam kegiatan Sosialisasi Penggunaan Vaksin Pulmeera dalam Pelaksanaan Imunisasi PCV, Kamis (8/1/2026).

Anggota Komnas Kejadian Ikutan Pasca-Imunisasi (KIPI), Dr. dr. Bernie Endyarni Medise, Sp.A(K), MPH, menjelaskan bahwa seluruh vaksin PCV, termasuk Pulmeera, memiliki profil keamanan yang relatif sama karena dikembangkan dan diuji melalui proses ilmiah yang ketat sebelum digunakan secara luas.  

"Penentuan keamanan vaksin tidak dilakukan secara singkat. Mulai dari uji praklinis pada hewan coba hingga uji klinis fase 1, 2, dan 3 pada manusia, prosesnya bisa memakan waktu lebih dari 10 tahun,” jelasnya.

Ia menekankan bahwa setiap kejadian medis yang muncul setelah imunisasi disebut sebagai KIPI, namun tidak seluruhnya disebabkan oleh vaksin. 

Oleh karena itu, sistem surveilans KIPI diterapkan secara berjenjang untuk mendeteksi, melaporkan, menginvestigasi, dan menganalisis setiap kejadian secara objektif dan berbasis bukti ilmiah.  

"KIPI dapat bersifat serius maupun non-serius. KIPI serius antara lain menyebabkan rawat inap, kondisi mengancam jiwa, atau menimbulkan keresahan masyarakat. Semua kejadian tersebut wajib dilaporkan dan dikaji kausalitasnya,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya observasi selama 15–30 menit pascaimunisasi guna mendeteksi reaksi cepat seperti anafilaksis, serta pencatatan nomor batch vaksin untuk mendukung proses investigasi apabila diperlukan.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Tim Kerja Imunisasi Tambahan Kemenkes, Endang Budi Hastuti menegaskan urgensi imunisasi PCV sebagai upaya pencegahan pneumonia. Indonesia masih termasuk dalam 10 negara dengan jumlah kematian balita tertinggi akibat pneumonia, dengan sekitar 14 persen kematian balita disebabkan oleh penyakit ini.

Data menunjukkan bahwa setiap jam terdapat 2–3 balita meninggal dunia akibat pneumonia, dengan beban pembiayaan perawatan yang mencapai ratusan miliar rupiah setiap tahunnya. 

Pneumonia paling banyak menyerang bayi usia di bawah 12 bulan, sehingga perlindungan melalui imunisasi sejak dini menjadi sangat krusial.

Vaksin Pulmera telah memperoleh izin edar dari Badan POM dan digunakan sebagai bagian dari pengadaan vaksin PCV nasional. Penggunaan Pulmera juga telah melalui kajian dan mendapatkan rekomendasi dari Komite Imunisasi Nasional (KIN). 

“Pulmeera dapat digunakan sesuai jadwal imunisasi PCV yang berlaku dan dapat saling melengkapi dengan merek PCV lain, seperti Prevenar,” jelasnya.

Pulmeera merupakan vaksin PCV13 yang diberikan sebanyak tiga dosis, yakni pada usia 2 bulan, 3 bulan, dan dosis lanjutan pada usia 12 bulan. Apabila terjadi keterlambatan, imunisasi kejar tetap dapat dilakukan sesuai ketentuan usia anak.

Tata Cara Sama, Masyarakat Tidak Perlu Khawatir

Secara teknis, tidak terdapat perbedaan tata laksana antara Pulmera dan PCV merek lainnya. Vaksin diberikan secara intramuskular dengan dosis 0,5 ml, disimpan pada suhu 2–8 derajat Celsius, serta dilaporkan melalui sistem pencatatan imunisasi nasional. 

“Ini hanya perbedaan merek. Tata cara pemberian, dosis, jadwal, hingga pelaporan tetap sama. Masyarakat dan tenaga kesehatan tidak perlu khawatir,” pungkasnya.

Melalui penguatan imunisasi PCV, pemerintah berharap angka kesakitan dan kematian balita akibat pneumonia dapat terus ditekan, sejalan dengan komitmen melindungi generasi masa depan Indonesia.

 

Perkuat Upaya Perlindungan Kesehatan Anak, Kemenkes RI Hadirkan Vaksin Pulmera

Iki Radio - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) terus memperkuat upaya perlindungan kesehatan anak dengan menghadirkan vaksin Pulmera sebagai salah satu merek Pneumococcal Conjugate Vaccine (PCV) dalam program imunisasi nasional.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi nasional menekan angka kematian balita akibat pneumonia, penyakit infeksi paru yang hingga kini masih menjadi ancaman serius.

Pneumonia menyumbang sekitar 14 persen kematian balita di Indonesia, atau setara dengan dua hingga tiga balita meninggal setiap jam.

Kondisi tersebut menempatkan Indonesia dalam 10 besar negara dengan kematian balita akibat pneumonia tertinggi di dunia, sehingga penguatan pencegahan melalui imunisasi PCV menjadi langkah yang tidak bisa ditunda.

Ketua Tim Kerja Imunisasi Khusus dan Tambahan Kementerian Kesehatan, dr. Endang Budi Hastuti, MKM, menjelaskan bahwa bakteri Pneumococcus merupakan penyebab utama pneumonia pada anak dan dapat dicegah secara efektif melalui imunisasi. 

"Imunisasi PCV sangat krusial, terutama pada anak usia dini, karena dapat mencegah infeksi berat yang berisiko menyebabkan kematian,” jelasnya dalam sosialisasi secara daring Penggunaan Vaksin Pulmera dalam Pelaksanaan Imunisasi PCV yang diikuti Dinas Kesehatan Provinsi, Kabupaten, dan Kota serta Kepala Puskesmas, Kamis (8/1/2026).  

Kehadiran vaksin Pulmeera melengkapi pilihan vaksin PCV yang sebelumnya telah digunakan pemerintah, seperti Prevenar dan Valenina.

Vaksin ini telah memperoleh izin edar dari Badan POM dan dipastikan memiliki keamanan serta efektivitas yang setara dalam memberikan perlindungan bagi bayi dan balita.

Selain menambah ketersediaan vaksin, Pulmeera juga memberikan fleksibilitas bagi orang tua. Berdasarkan kajian Komite Imunisasi Nasional (KIN), vaksin PCV bersifat interchangeable, sehingga Pulmera dapat digunakan untuk melanjutkan dosis PCV dari merek lain yang telah diberikan sebelumnya.

Endang menegaskan bahwa anak yang terlambat mendapatkan imunisasi PCV tetap dapat dikejar sesuai ketentuan usia.

Anak yang belum mendapatkan PCV pada usia 2 dan 3 bulan masih dapat diberikan dua dosis dengan interval empat minggu, kemudian dilanjutkan dosis ketiga minimal pada usia 12 bulan dengan jarak minimal delapan minggu dari dosis kedua.

Sementara itu, anak di atas usia 12 bulan yang belum pernah menerima PCV masih dapat diberikan dua dosis imunisasi dengan interval minimal delapan minggu, selama belum berusia 24 bulan. 

Bagi anak yang belum mendapatkan dosis lanjutan (dosis ketiga) pada usia 12 bulan, imunisasi tersebut masih dapat diberikan hingga usia 24 bulan.

"Adapun anak di atas usia 24 bulan hingga sebelum 5 tahun yang belum pernah menerima imunisasi PCV tetap dapat memperoleh satu dosis PCV sebagai perlindungan terhadap pneumonia," tambah Endang.

Vaksin PCV, termasuk Pulmera, diberikan melalui suntikan intramuskular di area paha dengan dosis 0,5 mililiter. Dengan semakin luasnya akses dan kejelasan panduan imunisasi kejar, pemerintah berharap tidak ada lagi anak yang kehilangan kesempatan terlindungi hanya karena keterlambatan jadwal imunisasi.

Melalui penguatan imunisasi PCV, Kemenkes mengajak seluruh orang tua untuk memastikan anak mendapatkan perlindungan optimal sejak dini demi mewujudkan generasi Indonesia yang lebih sehat dan kuat menuju Generasi Emas 2045. 

 

RSUD Caruban Bersiap Bila Ada Temuan Kasus Super Flu Di Madiun

Iki Radio - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Caruban Kabupaten Madiun, menyampaikan kesiapannya bila sewaktu waktu ditemukan kasus super flu, atau Influenza A (H3N2 subclade K) di wilayah Kabupaten Madiun.

drg. Farid Amirudin, Direktur RSUD Caruban Kab. Madiun

Kesiapan itu dilakukan, meskipun hingga kini belum ada edaran atau surat resmi dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI).

"Surat atau edaran dari kementerian terkait munculnya Super Flu belum terima. Tapi kita tetap siapkan," ujar Ditektur RSUD Caruban, drg. Farid Amirudin, Senin (5/1/2026).

Dikatakan sebagai institusi layanan kesehatan, RSUD Caruban telah memiliki berbagai fasilitas bilamana nanti ada temuan kasus super flu.

"Kita ada ruang isolasi bila memang nanti diperlukan. Tentu petugas juga telah siap," lanjutnya. 

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Madiun, dr. Heri Setyana, dikonfirmasi melalui aplikasi whatsapp, Sabtu (3/1/2026) memastikan kasus super flu atau Influenza A (H3N2 subclade K) di wilayah Kabupaten Madiun belum ada temuan.

"Belum ada," jawabnya singkat.

Dilansir dari laman Kemenkes RI, Influenza A (H3N2) subclade K atau yang dikenal sebagai sebagai super flu bukanlah virus baru dan tidak bersifat mematikan seperti Covid-19 maupun tuberkulosis (TBC).

Masyarakat tidak perlu panik berlebihan, meski tetap harus waspada dan menjaga kesehatan. 

Virus influenza H3N2 sudah lama beredar dan memiliki karakteristik seperti flu musiman pada umumnya. Penyakit ini bisa menyerang seseorang lebih dari sekali, terutama ketika daya tahan tubuh menurun.(iw/IR)

Kemenkes Pastikan Influenza A(H3N2) Subclade K tidak Lebih Parah, Situasi Nasional Terkendali

Iki Radio - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menegaskan bahwa situasi influenza A(H3N2) subclade K di Indonesia hingga akhir Desember 2025 masih dalam kondisi terkendali dan tidak menunjukkan peningkatan tingkat keparahan dibandingkan clade maupun subclade influenza lainnya.

Ilustrasi (foto : Kemenkes RI)

Direktur Penyakit Menular Kemenkes Prima Yosephine menjelaskan bahwa secara global peningkatan kasus influenza A(H3) mulai terpantau di Amerika Serikat sejak minggu ke-40 tahun 2025, seiring dengan masuknya musim dingin.

Subclade K pertama kali diidentifikasi oleh Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat pada Agustus 2025 dan hingga kini telah dilaporkan di lebih dari 80 negara.

“Berdasarkan penilaian WHO dan data epidemiologi yang tersedia, influenza A(H3N2) subclade K tidak menunjukkan peningkatan tingkat keparahan. Gejala yang muncul umumnya serupa dengan flu musiman, seperti demam, batuk, pilek, sakit kepala, dan nyeri tenggorokan,” ujar Prima, Jumat (2/1/2026).

Lanjutnya, dikawasan Asia, subclade K telah dilaporkan di sejumlah negara, antara lain Tiongkok, Korea Selatan, Jepang, Singapura, dan Thailand sejak Juli 2025. Meskipun influenza A(H3) menjadi varian dominan, tren kasus influenza di negara-negara tersebut menunjukkan penurunan dalam dua bulan terakhir.

Di Indonesia, hasil surveilans juga menunjukkan bahwa influenza A(H3) merupakan varian dominan. Tren kasus influenza nasional tercatat menurun dalam dua bulan terakhir.

Berdasarkan pemeriksaan whole genome sequencing (WGS) yang diselesaikan pada 25 Desember 2025, subclade K terdeteksi sejak Agustus 2025 melalui sistem surveilans sentinel ILI-SARI di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan.

“Hingga akhir Desember 2025, tercatat 62 kasus influenza A(H3N2) subclade K yang tersebar di delapan provinsi, dengan jumlah terbanyak di Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat. Mayoritas kasus terjadi pada perempuan dan kelompok usia anak,” jelasnya.

Dari total 843 spesimen positif influenza yang diperiksa, sebanyak 348 sampel menjalani pemeriksaan WGS. Seluruh varian yang terdeteksi merupakan varian yang telah dikenal dan saat ini bersirkulasi secara global dalam sistem surveilans WHO.

Kemenkes RI menegaskan akan terus memperkuat surveilans, pelaporan, serta kesiapsiagaan untuk merespons perkembangan situasi influenza sesuai dinamika yang ada.

Sebagai langkah pencegahan, masyarakat diimbau menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), menjaga daya tahan tubuh, serta mendapatkan vaksinasi influenza tahunan, terutama bagi kelompok rentan seperti lansia, ibu hamil, dan penderita penyakit penyerta.

Vaksin influenza tetap efektif dalam mencegah sakit berat, rawat inap, dan kematian. Masyarakat juga diimbau untuk tetap berada di rumah saat mengalami gejala flu.

"Menggunakan masker, menerapkan etika batuk, serta segera mengakses fasilitas pelayanan kesehatan apabila gejala memburuk atau tidak membaik dalam lebih dari tiga hari," kata Prima.

IHT RSI Siti Aisyah Madiun, Ingatkan Hidrasi Anak Saat Demam

Iki Radio - Demam bukan hanya peningkatan suhu tubuh semata, tetapi juga memicu peningkatan metabolisme yang menyebabkan penguapan cairan tubuh lebih cepat.



Kondisi ini, apabila tidak ditangani dengan tepat, berpotensi menimbulkan dehidrasi yang dapat memperburuk keadaan pasien anak.

Demikian disampaikan dr. Medy Romadhan, Sp.A, Subsp. Neo.(K), Dokter Spesialis Anak sekaligus Subspesialis Neonatologi RSI Siti Aisyah Madiun, saat menyampaikan paparan komprehensif mengenai dampak demam terhadap keseimbangan cairan tubuh anak, di Gedung Ahmad Dahlan Lantai 4 RSI Siti Aisyah Madiun, Rabu (24/12/2025).

“Demam meningkatkan metabolisme tubuh sehingga cairan lebih cepat hilang melalui keringat dan pernapasan. Oleh karena itu, menjaga keseimbangan cairan menjadi hal yang sangat penting," terang Medy.

Dalam hal ini, lanjutnya, perawat perlu memahami jenis cairan yang tepat serta cara pemberiannya agar dapat mendampingi dan mengedukasi orang tua pasien secara optimal.

Pada kegiatan In-House Training (IHT) bagi tenaga keperawatan yang dikemas dalam Medical Healthtalk bertema “Hidrasi Anak Pada Saat Demam” ini Medy menekankan edukasi kepada orang tua menjadi bagian penting dalam proses penyembuhan anak. 

"Terutama terkait tanda-tanda dehidrasi dan langkah-langkah pencegahan yang dapat dilakukan di rumah," tambahnya.

Dijelaskan larutan elektrolit memiliki keunggulan dibandingkan air biasa dalam kondisi tertentu, karena mampu membantu menggantikan cairan dan elektrolit yang hilang secara lebih efektif.

Sementara kegiatan In-House Training (IHT) ini merupakan upaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan anak di Rumah Sakit Islam (RSI) Siti Aisyah Madiun.

IHT ini diikuti oleh perwakilan bagian pendaftaran serta perwakilan perawat dari seluruh unit pelayanan di RSI Siti Aisyah Madiun.

Harapannya, melalui pelatihan berkelanjutan ini, kualitas pelayanan medis, khususnya di instalasi kesehatan anak, dapat terus meningkat.(*)

Sumber : pwmu.co

Investasi Kulit Ala Mikha Tambayong, Tak Cuma Dari Produk Skincare

Iki Radio - Belakangan ini, istilah “skinvestment” alias “skin and investment” makin sering dipakai di tengah mulai meleknya masyarakat akan pentingnya perawatan kulit, terutama di area wajah.

Skinvestment adalah investasi dalam perawatan kulit untuk jangka panjang. Menurut aktris Mikha Tambayong, skinvestment sangat penting dilakukan sejak dini.

“Kulit harus ada investasinya. Karena, siapa lagi yang akan merawat kulit kita kecuali kita sendiri? Dari usia yang mudah sudah harus sadar akan perawatan kulit agar kondisi kulit bisa tetap terjaga,” ucap dia dalam acara peluncuran seri Clear White Supreme dari Ultima II di Jakarta Selatan, Minggu (7/12/2025).

Skinvestment untuk mencegah penuaan dini

Mikha menuturkan, skinvestment yang paling mudah dilakukan adalah perawatan kulit yang dapat membantu mencegah, memperlambat, atau setidaknya mengurangi tanda-tanda penuaan.

“Dulu palingan mulai usia 40 tahun ke atas, kalau sekarang enggak. Sekarang, dari usia muda sudah harus sadar dengan perawatan kulit agar bisa tetap terjaga produksi kolagennya,” kata Mikha.Skinvestment untuk mencegah penuaan dini

Mikha menuturkan, skinvestment yang paling mudah dilakukan adalah perawatan kulit yang dapat membantu mencegah, memperlambat, atau setidaknya mengurangi tanda-tanda penuaan.

“Dulu palingan mulai usia 40 tahun ke atas, kalau sekarang enggak. Sekarang, dari usia muda sudah harus sadar dengan perawatan kulit agar bisa tetap terjaga produksi kolagennya,” kata Mikha.

Produksi kolagen memang bisa berkurang seiring bertambahnya usia. Namun, perawatan kulit setidaknya bisa menjaga agar penurunannya tidak terjadi secara drastis.

Jangan cuma mengandalkan produk

Menurut aktris yang berperan sebagai Kenes di film “Abadi Nan Jaya” ini, satu hal penting yang sering dilupakan untuk mendapatkan hasil kulit yang bagus adalah kesehatan fisik.

“Kita harus merasa baik dari dalam diri kita. Supaya hasilnya (skinvestment) juga akan terlihat bagus, caranya dengan menjaga diri dari dalam,” kata dia.

Menjaga kesehatan fisik bisa dengan memerhatikan apapun yang dikonsumsi, baik dari segi porsi maupun nutrisi, rutin berolahraga, serta menerapkan pola hidup sehat yang mencakup tidur yang cukup.

“Kalau kita sudah sehat, kepercayaan diri juga keluar sendiri karena kita senang lihat kulit kita, tubuh kita. Semua dimulai dari kesadaran diri sendiri. Harus seimbang semua,” terang Mikha.

Puncak Peringatan HKN Ke 61, Dinkes Madiun Tandai Dengan Senam Bersama dan Jalan Santai

Iki Radio - Serangkaian kegiatan dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Madiun melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun, dalam rangka peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke 61 tahun 2025.


Setelah kegiatan apel dalam rangka HKN ke 61, yang dilaksanakan pada 12 Nopvember 2025 lalu, dan pemeriksaan kesehatan gratis serta Pemberian Makanan Tambahan (PMT) dan sembako di 14 desa wilayah Kecamatan Wungu pada 30 November 2025, Dinkes Kabupaten Madiun menggelar senam bersama dan jalan santai, yang dipusatkan di Lapangan Desa Kaibon Kecamatan Geger Kabupaten Madiun, Minggu (7/12/2025). 

“Peserta kegiatan ini selain melibatkan tenaga kesehatan dari Dinas Kesehatan, RSUD, Puskesmas, organisasi profesi dan klinik di wilayah Kabupaten Madiun, juga melibatkan masyarakat umum,” ujar Heri Setyana, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun.

Diawali dengan senam bersama, ribuan warga dari berbagai elemen masyarakat tampak memeluhi lapangan tempat diselenggarakannya kegiatan tersebut. Dilanjutkan dengan jalan santai dengan rute sekitar desa Kaibon.

Dalam peringatan HKN Ke 61 tahun 2025 ini mengusung tema “Generasi Sehat, Masa Depan Hebat”.

“Mudah mudahan dengan kita memperingati HKN, kita semua menjadi sehat, lahir dan batin, jangan lupa tetap guyub rukun,” kata Bupati Madiun, Hari Wuryanto.

Mas Hari Wur –sapaan Bupati Madiun – menegaskan bahwa masalah kesehatan menjadi tanggungjawab bersama yang harus mendapat perhatian. Masyarakat diminta memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis (PKG) yang diselenggarakan Dinkes Kabupaten Madiun.

“Kabupaten Madiun siap melakukan pemeriksaan kesehatan gratis kepada seluruh masyarakat Kabupaten Madiun. Silakan hadir dipuskesmas mudah mudahan kesehatan kjita tetap terjaga,” tegasnya.

Penampilan seni pencak silat, hingga berbagai doorprice yang disediakan, menambah suasana kegiatan senam bersama dan jalan santai semakin meriah.

 “Kami berharap seluruh masyarakat Kabupaten Madiun tetep guyub rukun. Mudah mudahan kita bisa bahagia semua,” pungkas Mas Hari Wur.

Dalam kesempatan ini juga disampaikan penghargaan bagi puskesmas terbaik di Kabupaten Madiun, yang diraih oleh Puskesmas Saradan sebagai juara 1. Sedangkan juara 2 diraih Puskesmas Balerejo, dan Juara 3 diraih Puskesmas Sumbersari.

Selain itu juga diberikan apresiasi bagi kader posyandu berprestasi, serta penyerahan alat skrining Diabetes Melitus (DM) dan Hipertensi (HG).(iw/IR)

 

 

Hingga November 2025, Dinkes Madiun Mencatat 1.810 Kasus HIV/AIDS di Kabupaten Madiun

Iki Radio - Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun mencatat, hingga November 2025, terdapat 1.810 kasus HIV / AIDS di Kabupaten Madiun. Rinciannya 294 kasus HIV dan 1.516 kasus AIDS.

Masih banyaknya kasus HIV/AIDS di Kabupaten Madiun ini, mendorong Pemkab Madiun terus berupaya menekan jumlah kasus HIV/AIDS di Kabupaten Madiun.

"AIDS ini menjadi tanggung jawab kita bersama. Pemerintah, masyarakat, tokoh agama, semua harus terlibat. Banyak penderita HIV/AIDS merasa malu dan menjauh dari lingkungan. Kondisi seperti ini justru menghambat penanganan," ujar Bupati Madiun, Hari Wuryanto, saat peringatan Hari AIDS Sedunia di Desa Sugihwaras, Kecamatan Saradan, Senin (1/12/2025).

Bupati meminta agar pemerintah desa juga memantau kondisi kesehatan warganya. Apalagi yang terlihat memiliki gejala penyakit menular.

“Jika ada gejala, jangan menutup diri. Periksa dan obati. Penyakit menular seperti TBC dan HIV bisa diatasi. Setelah diobati, penularannya menurun drastis," lanjutnya.

Kata Hari Wuryanto, dengan segera memeriksakan penyakit yang dialami, maka akan segera diketahui dan menentukan langkah pengobatan dan pencegahan agar tidak sampai menular lebih luas.

"Kami yakin semua penyakit ada obatnya. Asal masyarakat terbuka, pemerintah bisa bergerak cepat mengatasinya," tegasnya.

Sementara dalam rangka memperingati Hari Aids Sedunia 1 Desember 2025, mengambil tema “Bersama Hadapi Perubahan, Jaga Keberlanjutan Layanan HIV".

Pemkab Madiun menggelar berbagai layanan, mulai pemeriksaan kesehatan, layanan administrasi kependudukan, hingga potong rambut gratis.(iw/IR)

Turunkan Kasus Stunting, Pemprov Jatim Salurkan PMT Bagi 200 Balita di Madiun

Iki Radio - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur, melalui Badan Koordinasi Wilayah Pemerintahan dan Pembangunan Provinsi Jawa Timur (BAKORWIL I) di Madiun, menyalurkan paket bantuan dalam program kegiatan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi balita di Kabupaten Madiun.


Bertempat di pendopo Kantor Desa Sumbersari, Kecamatan Saradan Kabupaten Madiun, bantuan 200 paket PMT tersebut diserahkan langsung Kepala Bakorwil I Madiun, Heru Wahono Santoso, bersama Bupati Madiun Hari Wuryanto dan Wakil Bupati Madiun dr Purnomo Hadi, Senin (24/11/2025).


Dalam sambutannya, Kepala Bakorwil I Madiun menyampaikan kegiatan pemberian makanan tambahan bergizi untuk balita di Posyandu ini dilaksanakan Bakorwil I Madiun pada enam Kabupaten.  Dan di Kabupaten Madiun ini adalah pelaksanaan hari ketiga.


"Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk nyata, komitmen kita semua untuk mendukung program percepatan penurunan stunting dan peningkatan status gizi balita di Jawa Timur, khususnya wilayah Bakorwil I Madiun," katanya.


Dijelaskan, stunting itu bukan hanya persoalan tinggi badan, namun lebih dari itu, yakni masalah kualitas SDM dimasa yang akan datang. Sehingga pemenuhan gizi bagi anak usia balita menjadi investasi berharga bagi masa depan bangsa.


Adapun paket bantuan PMT yang diberikan meliputi beras, gula merah, kacang hijau, abon ayam, telur ayam kampung, dan margarin. Paket PMT ini untuk pemenuhan gizi, serta menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pola makan bergizi. Perilaku hidup bersih dan sehat serta pentingnya memantau perkembangan anak melalui posyandu.


"Sebagai kepanjangan tangan Gubernur, kami bertanggungjawab memastikan setiap program pemerintah provinsi atau pusat berjalan efektif di daerah. Sehingga kegiatan ini merupakan wujud nyata sinergi antara Pemprov Jatim, Pemkab Madiun, tenaga kesehatan serta masyatakat," lanjutnya.


Atas nama Pemprov Jatim, Kepala Bakorwil I Madiun, memberikan apresiasi seluruh pihak dalam acara tersebut.


Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun, dr Heri Setyana menyampaikan bahwa kegiatan kolaboratif ini merupakan dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam upaya peningkatan gizi anak dan percepatan penurunan stunting.


Sedangkan penerima bantuan program PMT bergizi adalah balita dengan masalah gizi yang tersebar di wilayah Puskesmas Sumbersari.



Sementara itu Bupati Madiun, Hari Wuryanto menyampaikan sejauh ini Pemkab Madiun telah berupaya dalam penurunan kasus stunting di wilayah Kabupaten Madiun. 


Salah satunya dengan pelaksanaan bulan timbang untuk mengetahui perkembangan balita, sehingga lebih mudah mengetahui kasus stunting di Kabupaten Madiun.


"Saat ini stunting Kabupaten Madiun berada pada angka 5,28%, hasil bulan timbang Oktober dengan tingkat kehadiran di atas 95%,” kata Bupati.


Kata Bupati, keberhasilan penurunan stunting merupakan kerja bersama melalui berbagai langkah strategis, di antaranya penyediaan tim pendampingan masyarakat, penimbangan serentak 6 bulan sekali, pemanfaatan alat antropometri berstandar di seluruh Posyandu, pemberian PMT berbasis pangan lokal, intervensi gizi pada remaja putri melalui tablet tambah darah, edukasi dan pendampingan calon pengantin.


"Mudah-mudahan ini menjadi langkah yang luar biasa bagi kita semua dan InsyaAllah akan memberikan dampak menurunkan angka stunting, khususnya di Kecamatan Saradan," pungkasnya.


Dalam kegiatan ini juga dihadiri Komisi B DPRD Kabupaten Madiun, Ketua TP PKK Kabupaten Madiun, Forkopimda, Kepala OPD, Camat Saradan, Kepala Puskesmas Sumbersari, Ketua TP PKK Kecamatan dan Desa se-wilayah Saradan, serta kader Posyandu dan orang tua balita penerima manfaat.


Setelah di Kabupaten Madiun, kegiatan yang sama juga akan dilaksanakan Bakorwil I Madiun di wilayah Kabupaten Magetan.(iw/IR)

Bersama Putri Indonesia, Bupati Ipuk dan Ribuan Insan Kesehatan Banyuwangi Parade Gaya Hidup Sehat

Iki Radio - Bersama Puteri Indonesia 2025 Firsta Yufi Amarta Putri, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani dan ribuan insan kesehatan mulai dokter, perawat, bidan, apoteker, ahli gizi, serta tenaga kesehatan lainnya parade edukasi kesehatan, di RTH Purwoharjo, Minggu (23/11/2025). 

Parade yang mengampanyekan pentingnya perilaku hidup sehat pada masyarakat itu, dilaksanakan dalam rangkaian peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61.

Mereka menyosialisasikan berbagai pesan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat, mulai pentingnya konsumsi gizi seimbang, serta pencegahan penyakit menular dan tidak menular melalui tindakan sederhana sehari-hari.

"Mari jadikan momentum HKN ini sebagai pengingat untuk terus menjaga kesehatan diri, keluarga, dan lingkungan," ajak Ipuk.

Mengangkat tema "Generasi Sehat, Masa Depan Hebat", kegiatan ini diikuti sekitar empat ribu peserta dari berbagai kalangan instansi kesehatan. Mulai puskesmas, rumah sakit, klinik, organisasi profesi, serta institusi pendidikan kesehatan.

Peserta dilepas oleh Bupati Ipuk dari Lapangan Purwoharjo lalu berkeliling jalan raya dan permukiman penduduk sambil membawa atribut sarat edukasi kesehatan. Seperti gizi, pencegahan HIV, hipertensi, serta kesehatan ibu dan anak, dan masih banyak edukasi lainnya.

Berbagai kegiatan kesehatan juga digelar seperti senam massal dan jalan sehat, yang melibatkan masyarakat sekitar untuk menumbuhkan semangat hidup sehat bersama.

"Hari ini tenaga kesehatan menunjukkan kekompakan luar biasa. Saya harap teman-teman nakes semakin guyub dan nantinya bisa memberikan pelayanan yang lebih baik bagi masyarakat Banyuwangi," tambah Ipuk.

Ketua Panitia HKN, dr. Nira Ista Dewi, mengatakan peringatan HKN di Banyuwangi telah dimulai sejak awal November. Rangkaiannya ada bakti sosial, layanan kesehatan gratis, layanan spesialistik serentak di 25 puskesmas, dan lainnya.

Selain itu turut digelar festival Posyandu Kreatif, lomba senam peregangan, lomba foto dan vido tentang kesehatan, talkshow kesehatan mental bersama Puteri Indonesia, dan banyak lagi.

"Hari ini kita gelar senam bersama, jalan sehat, pelayanan kesehatan, dan panggung hiburan. Puncak perayaan HKN di Banyuwangi akan ditutup besok di halaman pemerintah Kabupaten Banyuwangi. Semua kegiatan kita rangkai untuk semakin mendekatkan layanan kesehatan kepada masyarakat," terangnya.

Diharap Bisa Selaras, IDI Madiun Siap Berkolaborasi Dengan Pemda

Iki Radio - Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun berharap, program program yang akan dilaksanakan oleh kepengurusan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Madiun, bisa selaras dengan program daerah.

Sehingga IDI sebagai salah satu organisasi profesi dapat turut serta dalam berbagai program daerah khususnya dibidang kesehatan.

"IDI Madiun itu mencakup kota dan kabupaten Madiun. IDI itu pelaksana program SDGs (Sustainable Development Goals) yang ke tiga. Jadi semuanya harus sehat dan sejahtera. Inilah nantinya progran IDI akan mengarah kesana mendukung visi misi yang telah ditetapkan," ujar Walikota Madiun, Maidi, usai pelantikan Pengurus IDI Cabang Madiun, Sabtu (22/11/2025).

Kata Maidi, seiring dengan prestasi yang telah diraih Pemkot Madiun pada SDGs, akan membuat IDI Madiun menjadi yang terbaik. 

"Kalau IDI (Madiun) nanti programnya kesana (SDGs), akan menjadi yang terbaik.
Kekurangannya apa bisa dibicarakan dengan pemda," lanjutnya.

Maidi berharap, program IDI yang lama bisa diteruskan dan program yang baru bisa disesuaikan dengan program pemerintah.

Sementara itu Wakil Bupati Madiun, dr. Purnomo Hadi berharap, IDI akan mendukung Pemkab Madiun dalam bidang layanan kesehatan.


"Dengan program IDI, tentu diharapkan mendukung optimalisasi layanan kesehatan di Kabupaten Madiun," kata dr. Pur (panggilan Wabup Madiun)

Ditambahkan, dalam upaya peningkatan layanan kesehatan, kata dr. Pur, akan ada evaluasi kebutuhan tenaga kesehatan di Kabupaten Madiun.

"Kita akan evaluasi, kebutuhan tenaga kesehatan, sehingga masyarakat di Kabupaten Madiun bisa mendapatkan pelayanan kesehatan yang paripurna dengan kecukupan tenaga kesehatan," tambahnya. 

"Program program IDI diharapkan juga akan dapat dirasakan seluruh masyarakat, dalam upaya peningkatan kesehatan masyarakat," pungkasnya.

Ketua IDI Madiun 2025 - 2028, dr. Andika Tomy Permana Sp.BS., M.Ked.Klin menyampaikan dukungan dari seluruh pemangku kebijakan di Madiun, akan memantabkan dalam pelaksanaan program IDI kedepan.


"Dengan dukungan itu kami yakin akan bisa meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat," kata dr. Tomy.

dr. Tomy menegaskan, sejauh ini IDI selalu berupaya untuk menyesuaikan dan mendukung program pemerintah.

"Saat ini pemerintah mengutamakan KJSU (Kanker, Jantung, Stroke, Urologi). Jadi nanti kami akan berfokus sesuai fokus pemerintah," lanjutnya.

Selain itu peningkatan usia harapan hidup menjadi salah satu rencana yang akan dilakukan IDI Madiun, sehingga peningkatan kesehatan lansia juga menjadi bagian program IDI Madiun.

Ditambahkan dr. Tomy, jumlah anggota yang terus bertambah menjadi tantangan dan sekaligus keuntungan dimana semuanya akan diakomodir.

"Saat ini masyarakat lebih pandai mencari informasi. Jadi kita harus lebih jeli, dalam edukasi ke masyarakat," pungkasnya.

Sementara saat ini, jumlah anggota IDI Madiun sebanyak 600 dokter yang bertugas disejumlah layanan kesehatan baik Kota maupun Kabupten Madiun.(iw/IR).

Generasi Sehat, Masa Depan Hebat: Semangat HKN ke-61 Dorong Akselerasi Transformasi Kesehatan

Iki Radio - Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa 84 juta anak Indonesia hari ini adalah generasi yang akan mencapai usia produktif pada 2045, tepat satu abad Indonesia merdeka. Dua dekade ke depan akan menjadi masa penentu untuk memastikan mereka tumbuh sebagai generasi yang sehat, tangguh, dan unggul.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin saat memberikan penghargaan kepada tenaga kesehatan terbaik dalam pelayanan kesehatan. (Foto: Kemenkes)

“Kualitas kesehatan hari ini akan menentukan peradaban bangsa di masa depan,” tegas Menkes dalam Upacara Peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61 di Jakarta, Rabu (12/11/2025).

Peringatan HKN tahun ini mengusung tema “Generasi Sehat, Masa Depan Hebat”, yang menjadi seruan kolektif untuk mengubah paradigma dari sekadar mengobati orang sakit menjadi menjaga agar masyarakat tetap sehat. Empat tahun terakhir, Indonesia menapaki Transformasi Kesehatan Nasional sebagai fondasi menuju masa depan yang lebih kuat dan merata.

Menkes mengatakan, dalam kurun satu tahun, tiga program Quick Win Presiden Prabowo Subianto di bidang kesehatan telah menunjukkan hasil signifikan. Lebih dari 52 juta penduduk mengikuti Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) sebagai upaya deteksi dini penyakit tidak menular. Program ini juga berdampak pada peningkatan cakupan skrining tuberkulosis, yang kini telah menjangkau lebih dari 20 juta orang.

Sejalan dengan upaya pencegahan tersebut, pembangunan rumah sakit di berbagai daerah terus dipercepat. Pada 2025, 32 dari 66 rumah sakit daerah tipe D akan ditingkatkan menjadi tipe C, untuk memastikan kualitas layanan kesehatan yang merata dan mudah diakses seluruh masyarakat.  “Transformasi kesehatan harus digerakkan untuk menghadirkan pelayanan yang mudah diakses, berkualitas, dan terjangkau,” tutur Menkes.

Enam Pilar Transformasi Kesehatan Bergerak Nyata

Menkes menjabarkan, enam pilar Transformasi Kesehatan Indonesia kini telah menunjukkan capaian konkret hasil kolaborasi lintas sektor:

1. Transformasi Layanan Primer.

Sebanyak 8.349 puskesmas telah mengintegrasikan layanan primer. Untuk pertama kalinya, prevalensi stunting balita turun di bawah 20 persen, yakni 19,8 persen. Lebih dari 324 ribu kader kesehatan di posyandu telah dilatih dengan 25 keterampilan dasar. Sistem surveilans penyakit kini lebih cepat dan terintegrasi di seluruh provinsi serta 514 kabupaten/kota.

2. Transformasi Layanan Rujukan.

Pengampuan penyakit prioritas seperti kanker, jantung, stroke, ginjal, dan ibu-anak terus diperkuat. Kini, 29 provinsi sudah mampu melakukan operasi bedah jantung terbuka, 29 provinsi dapat melakukan clipping aneurisma, dan 8 provinsi mampu melaksanakan bypass otak.

3. Transformasi Sistem Ketahanan Kesehatan.

Produksi dalam negeri menunjukkan lompatan besar: 10 dari 14 antigen vaksin imunisasi rutin telah diproduksi di Indonesia; jumlah produsen vaksin meningkat dari 1 menjadi 4 perusahaan. Selain itu, 10 bahan baku obat utama dan 9 dari 10 alat kesehatan berbelanja terbesar kini juga telah mampu diproduksi di dalam negeri.

4. Transformasi Pembiayaan Kesehatan.

Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kini mencakup 268 juta penduduk atau hampir seluruh warga Indonesia. Sekitar 36 persen dari belanja kesehatan nasional kini ditanggung oleh asuransi kesehatan, melindungi masyarakat dari risiko finansial akibat penyakit.

5. Transformasi SDM Kesehatan.

Sebanyak 61 persen puskesmas sudah memiliki tenaga kesehatan sesuai standar, dan 74 persen RSUD dilengkapi 7 dokter spesialis dasar. Pemerintah juga memperluas beasiswa tenaga medis, membuka 500 rumah sakit pendidikan utama, serta mengirim lebih dari 100 dokter Indonesia belajar ke luar negeri dalam bidang stroke, jantung, dan kanker.

6. Transformasi Teknologi Kesehatan.

Aplikasi SATUSEHAT Mobile, hasil pengembangan dari PeduliLindungi, kini terintegrasi dengan program Cek Kesehatan Gratis. Lebih dari 10.000 puskesmas, 15.000 klinik, 3.200 rumah sakit, dan ribuan apotek telah tersambung ke sistem digital nasional. Melalui teknologi kecerdasan buatan (AI) dan analisis data genomik, Kemenkes mengembangkan layanan kedokteran presisi guna mendeteksi risiko genetik penyakit seperti kanker, diabetes, dan kolesterol.

Selain aspek pelayanan dan teknologi, transformasi kesehatan juga menyentuh perubahan budaya kerja birokrasi. Menkes mengajak seluruh jajaran Kemenkes dan pemerintah daerah untuk bekerja dengan integritas, transparansi, dan semangat melayani.  “Kita butuh birokrasi yang jujur, akuntabel, dan melayani dengan hati. Transformasi kesehatan tidak hanya tentang teknologi, tapi juga perubahan budaya dan pola pikir,” ujar Menkes.

Dalam kesempatan tersebut, Menkes juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh tenaga kesehatan, akademisi, dunia usaha, organisasi masyarakat, media, dan kader kesehatan di seluruh pelosok negeri.

Mereka dinilai sebagai penjaga nyawa dan penegak martabat bangsa yang berperan besar dalam mewujudkan masyarakat sehat.  “Perjalanan menuju Indonesia Sehat adalah perjalanan panjang dan penuh harapan. Mari kita mulai dari diri sendiri, keluarga, dan lingkungan sekitar. Dari individu yang sehat akan lahir bangsa yang kuat,” pesan Menkes.

Peringatan Hari Kesehatan Nasional ke-61 merupakan momentum refleksi dan ajakan nasional untuk melanjutkan agenda besar Transformasi Kesehatan Indonesia. Dengan semangat “Generasi Sehat, Masa Depan Hebat,” seluruh komponen bangsa diajak meneguhkan komitmen mewujudkan Indonesia Emas 2045.

Wabup Madiun : Kesehatan Merupakan Investasi Terbesar Suatu Bangsa

Iki Radio - Kesehatan menjadi salah satu investasi terbesar bangsa, utamanya bagi generasi penerus yang nantinya akan melanjutkan perjalanan bangsa.

Pelepasan balon ke udara oleh Wakil Bupati Madiun, menandai peringatan HKN ke 61 di Kabupaten Madiun, Rabu (12/11/2025)

Demikian disampaikan Wakil Bupati Madiun, dr Purnomo Hadi, saat memimpin apel peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke 61, di halaman kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun, Rabu (12/11/2025).


Dalam membacakan sambutan Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin, saat apel HKN ke 61, dr. Pur -sapaan Wakil Bupati Madiun- menegaskan, pentingnya menciptakan generasi penerus yang sehat, karena generasi muda itu adalah menjadi penggerak perjuangan bangsa.


“Investasi terbesar suatu bangsa adalah pada kesehatan generasinya, terutama generasi muda yang akan menjadi penerus dan penggerak Indonesia di masa depan,”kata dr Pur.


Menurut Wabup Madiun yang sangat berpengalaman di bidang kesehatan, bahwa kesehatan menjadi hal penting yang harus diperhatikan. Sehingga tidak salah bila menempatkan kesehatan sebagai faktor utama dalam membentuk generasi unggul dan berdaya saing. 


“Dengan generasi yang sehat, penuh semangat, dan memiliki mental berjuang, insyaallah Indonesia Emas 2045 akan tercapai,” lanjutnya.


Lebih lanjut, dalam apel yang dihadiri seluruh unsur kesehatan daerah, diantaranya kepala puskesmas, direktur rumah sakit, organisasi profesi tenaga medis, hingga stakeholder bidang kesehatan, dr Pur mengajak seluruh elemen, utamanya tenaga kesehatan di Kabupaten Madiun, untuk bisa bersama sama memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.


“Kita adalah abdi negara dan pelayan masyarakat. Di Hari Kesehatan Nasional ini, mari kita satukan tekad memberikan yang terbaik bagi masyarakat Kabupaten Madiun,” tambahnya.


Sementara dalam peringatan HKN 2025 mengusung tema "Generasi Sehat, Masa Depan Hebat".(iw/IR)

HKN 61, PDGI Jatim Ingatkan Pentingnya Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut

Iki Radio - Peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke 61 tahun 2025 ini, menjadi satu momentum untuk terus berupaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

Sesuai tema HKN ke 61, "Generasi Sehat, Masa Depan Hebat" merupakan salah satu langkah yang dilakukan mempersiapkan generasi masa depan. Salah satunya dengan menjaga kesehatan gigi dan mulut. 

Ketua Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) wilayah Jawa Timur, drg. Farid Amirudin M.Kes mengingatkan, menjaga kebersihan gigi dan mulut sangat penting.

Hal ini karena mulut adalah gerbang utama tubuh dan berhubungan langsung dengan kesehatan menyeluruh, mencegah masalah seperti gigi berlubang dan penyakit gusi, serta meningkatkan kepercayaan diri.

"Kebersihan yang baik juga dapat mencegah penyakit serius seperti penyakit jantung dan diabetes, serta memengaruhi kualitas hidup secara keseluruhan," katanya.

Menjaga kebersihan gigi dan mulut memiliki banyak manfaat.

1. Mencegah masalah gigi dan mulut: Menjaga kebersihan gigi dapat mencegah berbagai masalah seperti gigi berlubang, karang gigi, bau mulut (halitosis), dan radang gusi (gingivitis). 

2. Mendukung kesehatan tubuh secara keseluruhan: Mulut yang sehat mendukung sistem pencernaan yang baik. Selain itu, infeksi pada mulut yang tidak diobati dapat meningkatkan risiko penyakit kronis seperti penyakit jantung, diabetes, dan infeksi paru-paru. 

3. Meningkatkan kualitas hidup: Mulut yang sehat membantu dalam mengunyah makanan, berbicara, dan memberikan rasa percaya diri untuk beraktivitas. Pada lansia, menjaga kesehatan mulut dapat mencegah masalah psikologis seperti malu, kesulitan makan, dan isolasi sosial akibat hilangnya gigi.

4. Mencegah penularan penyakit: Mulut yang tidak terawat bisa menjadi tempat bakteri berkembang biak dengan mudah dan menyebar ke bagian tubuh lain.

Adapun cara menjaga kebersihan gigi dan mulut yakni dengan sikat gigi dua kali sehari menggunakan pasta gigi berfluoride, dengan cara yang benar. Gerakan sikat dari atas ke bawah untuk gigi atas dan bawah ke atas untuk gigi bawah, sikat di perbatasan antara gigi dan gusi, serta gosok seluruh permukaan gigi, gusi, dan lidah. 

Gunakan pasta gigi seukuran biji kacang tanah. Hindari merokok untuk mencegah bau mulut, perubahan warna gigi, penumpukan plak, dan risiko kanker mulut. 

Periksakan gigi secara rutin ke dokter gigi untuk perawatan preventif dan profesional. 

"Dengan HKN ke 61 Tahun 2025 ini, mari kita tanamkan kepedulian untuk menjaga dan meningkatkan kesehatan diri dan lingkungan," imbuhnya.(adv/iw/IR)

Jenis Olahraga Sederhana Membantu Tubuh Tetap Segar dan Bugar

Iki Radio - Olahraga merupakan bagian paling penting dalam hidup, kita dianjurkan setidaknya 30 menit melakukan aktivitas fisik demi menjaga kesehatan fisik maupun mental.

Mengutip dari laman Honestdocs, olahraga juga bisa membantu untuk mencegah penyakit, menambah stamina, mengontrol berat badan, serta mampu meningkatkan kualitas hidup.

Banyak jenis olahraga yang bisa kita lakukan, mulai dari yang berat hingga sederhana. Tapi alih-alih langsung mencoba yang besar, kita bisa memulai dari hal-hal kecil.

Melansir dari laman News Reports berikut 7 jenis olahraga sederhana yang membantu tubuh tetap segar dan bugar, di antaranya adalah :

Yoga untuk fleksibilitas dan kekuatan

Yoga bukan hanya tentang membuat tubuh berpose seperti pretzel. Ini tentang mengintegrasikan pikiran, tubuh, dan napas. Di sini kamu akan menemukan keseimbangan, baik secara harfiah maupun kiasan.

Yoga sangat baik untuk membangun kekuatan, meningkatkan fleksibilitas, dan meningkatkan keseimbangan. Ditambah lagi karena kemampuannya untuk mengurangi stres dan kecemasan.

Menari untuk bersenang-senang dan kebugaran

Menari bukan hanya cara yang menyenangkan untuk melepaskan dan mengekspresikan diri, tetapi juga merupakan latihan sederhana yang sangat baik. Ini meningkatkan detak jantung, meningkatkan keseimbangan dan koordinasi, serta melatih semua otot.

Ingat bahwa tujuannya bukan untuk menjadi sensasi tarian TikTok, tapi menjaga tubuh agar tetap bugar, fleksibel, dan merasa awet muda.

Jalan kaki ringan

Tidak semua dari kita cocok untuk latihan intensitas tinggi yang memicu banyak keringat. Berjalan adalah latihan berdampak rendah yang dapat dilakukan hampir di mana saja dan kapan saja.

Ini sangat cocok untuk mereka yang takut memikirkan terengah-engah di gym, atau bagi mereka yang memiliki masalah sendi. Terlebih lagi, jalan kaki bisa menjadi cara yang bagus untuk menjernihkan pikiran, mengurangi stres, dan bahkan memicu kreativitas.

Latihan berat badan untuk kekuatan dan pengencangan

Latihan berat badan adalah cara yang fantastis untuk membangun kekuatan dan mengencangkan otot tanpa memerlukan peralatan apapun. Seperti halnya push-up, squat, lunges, atau plank, latihan ini menggunakan berat badan sendiri untuk memberikan ketahanan terhadap gravitasi.

Namun perlu diingat bahwa tujuannya bukan untuk melakukan 100 push-up atau memegang papan selama 5 menit berturut-turut. Mulailah di mana kamu berada dan kuncinya adalah konsisten.

Chi untuk keseimbangan dan relaksasi

Berasal dari Tiongkok kuno, Chi sering digambarkan sebagai “meditasi dalam gerakan”. Ini adalah serangkaian gerakan tubuh yang lambat dan halus untuk meningkatkan ketenangan melalui gerakan lembut dan mengalir.

Chi bukan hanya tentang mencapai zen. Ini juga merupakan latihan berdampak rendah yang bagus yang meningkatkan keseimbangan, fleksibilitas, dan kekuatan otot. Selain itu juga dikenal karena kemampuannya untuk mengurangi stres dan kecemasan.

Peregangan untuk bersantai dan menghilangkan stres

Peregangan adalah cara yang bagus untuk merilekskan tubuh dan pikiran. Ini dapat membantu meredakan ketegangan otot, meningkatkan fleksibilitas, dan bahkan memperbaiki postur tubuh.Tetapi yang lebih penting, ini bisa menjadi cara yang lembut untuk menggerakkan tubuh ketika kamu tidak siap untuk sesuatu yang berat.

Gerakan penuh perhatian untuk kesejahteraan holistik

Berlatih dengan gerakan penuh perhatian dapat membantu kamu terhubung dengan tubuh pada tingkat yang lebih dalam. Ini mendorongmu untuk menghargai apa yang dapat dilakukan tubuh, daripada fokus pada seperti apa bentuknya.Percayalah, ada sesuatu yang sangat membebaskan tentang bergerak karena kegembiraan belaka

Menko PMK: TBC Bisa Disembuhkan

Iki Radio - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama memperkuat gerakan nasional penanggulangan tuberkulosis (TBC) melalui program Temukan Obati Sampai Sembuh (TOSS TBC). 

Hal tersebut disampaikan Pratikno dalam kegiatan Kick Off Kampanye TOSS TBC di kawasan Car Free Day, Jakarta, pada Minggu (9/11/2025).

Menko PMK Pratikno bersama Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dalam Kick Off Kampanye TOSS TBC di kawasan Car Free Day, Jakarta. (Foto: Kemenko PMK)

Menko Pratikno dalam sambutannya menegaskan bahwa TBC adalah penyakit menular yang dapat disembuhkan sepenuhnya apabila pasien menjalani pengobatan dengan disiplin dan mendapatkan dukungan dari lingkungan sekitar.  “TBC adalah penyakit yang bisa disembuhkan, tapi juga menular. Dan kita di dunia masih sangat tinggi, nomor dua tertinggi di dunia setelah India. Jangan sampai kita nomor satu, kita harus segera turunkan kasus TBC ini,” ujar Pratikno.

Lanjutnya, keberhasilan eliminasi TBC sangat bergantung pada peran aktif masyarakat di tingkat akar rumput, mulai dari RT/RW hingga kelurahan, yang menjadi garda terdepan dalam menemukan dan mendampingi kasus di lapangan.

Oleh karena itu, Pratikno mengingatkan masyarakat untuk disiplin menjalani pengobatan dan melakukan skrining secara berkala di fasilitas layanan kesehatan.

“Obatnya tersedia di Puskesmas, alat skrining tersedia. Oleh karena itu isu utamanya adalah aktif melakukan skrining secara reguler yang terintegrasi dengan pemeriksaan kesehatan gratis, dan skrining di instansi tempat kerja, pesantren, sekolah, lapas dan lain-lain,” lanjutnya.

Ia juga turut menekankan pentingnya menghapus stigma terhadap penyintas TBC agar mereka tetap bisa bersekolah, bekerja, dan berinteraksi tanpa diskriminasi.  “Jangan juga ada stigma, dikucilkan, kalau sekolah dijauhi teman-temannya, atau kalau bekerja terkena PHK. Kita memberikan perlindungan kepada penderita,” kata Menko PMK.

Sebagai bentuk penguatan kelembagaan, ia juga mendorong seluruh kepala daerah untuk gencar mengaktifkan kembali Tim Percepatan Penanggulangan Tuberkulosis (TP2TB) di seluruh provinsi, kabupaten, dan kota, serta menggerakkan Desa dan Kelurahan Siaga TBC sebagai bagian dari strategi nasional eliminasi TBC.  “Saya mengharapkan dukungan dari seluruh kepala daerah. Aktifkan TP2TB di semua provinsi, kabupaten, dan kota. Dan juga pemerintah sudah menggerakkan desa atau kelurahan Siaga TB,” pungkasnya.

Kegiatan ini diselenggarakan secara serentak di delapan provinsi di Indonesia, yakni DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Banten, Sumatra Utara, Sulawesi Selatan, dan Nusa Tenggara Timur. Kampanye diikuti dengan senam bersama, edukasi kesehatan dari para penyuluh dan penyintas TBC, pemeriksaan kesehatan, serta berbagai kegiatan hiburan bagi masyarakat.

Tahun 2026 Seluruh Posyandu di Kabupaten Madiun Sudah Memenuhi 6 SPM

Iki Radio - Pada tahun 2026 mendatang, seluruh Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) di Kabupaten Madiun, ditargetkan sudah memenuhi standar pelayanan minimal (SPM). Sehingga layanan yang diberikan melalui Posyandu, akan lebih lengkap sesuai kebutuhan masyarakat. Untuk itu, Tim Penggerak PKK Kabupaten Madiun, menyelenggarakan Pembekalan Teknis Kader Posyandu 6 SPM, di Pendopo Muda Graha Kabupaten Madiun, Kamis (06/11/2025).

Pembekalan teknis ini dimaksudkan agar kader kader Posyandu di Kabupaten Madiun, memiliki orientasi untuk menuju ke layanan Posyandu yang telah memiliki 6 SPM.

“Karena dulunya yang diurusi Cuma kesehatan saja, ini transformasi menjadi 6 bidang layanan SPM. Jadi mau tidak mau, suka tidak suka, harus dilaksanakan. Karena ini wajib, instruksi dari pusat bahwa layanan 6 spm ini harus dilaksanakan,” ujar Erni Hari Wuryanto, Ketua TP PKK Kabupaten Madiun, Kamis (06/11/2025).

Dijelaskan, Posyandu 6 SPM (Standar Pelayanan Minimal) adalah inovasi Posyandu yang memperluas cakupannya. Ke-enam bidang standar pelayanan dasar itu meliputi kesehatan, pendidikan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, sosial, serta ketentraman, ketertiban, dan perlindungan masyarakat (Trantib dan Linmas). Posyandu dengan 6 SPM ini bertujuan untuk menjadikan Posyandu sebagai pusat pelayanan yang lebih komprehensif untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang lebih luas, tidak hanya berfokus pada kesehatan ibu dan anak. 


“Saat ini belum ada yang SPM, masih dalam proses pembentukan secara kelembagaannya. Diharapkan tahun 2025 ini sudah punya register, dan 2026 sudah mulai berjalan (Posyandu 6 SPM),” terang Erni.

Saat ini, di Kabupaten Madiun ada sekitar 878 Posyandu, dan 600 Posyandu diantaranya sudah terintegrasi layanan primer (ILP).

“ILP itu bagian dari Posyandu 6 SPM ini. Jadi dari Posyandu yang sudah ILP itu nanti kita tingkatkan, sehingga memenuhi kreteria sebagai Posyandu dengan 6 SPM,” lanjutnya.

Selain itu dengan bertambahnya layanan pada Posyandu, Pemkab Madiun pun berupaya agar para kader Posyandu ini nantinya juga akan mendapatkan penghasilan dalam bentuk honor. Bukan tanpa alasan, hal ini karena memang cakupan kerja Posyandu semakin luas.

“Honor posyandu masih dirumuskan, karena tugasnya semakin banyak. Ini masih kita upayakan. Karena kita harus mengikuti program baru, ini harus semangat, harus melayani kesehatan masyarakat tidak boleh ngersulo, tidak boleh nggrundel,” pungkasnya.(iw/IR)

close
Pasang Iklan Disini