Iki Radio/Berita Terbaru

Iki Yang Paling/Ngetop

Iki Ceritanya/Orang Terkenal

KLIK DISINI

Iki Dibaca Juga/Jangan Lewatkan

Iki Terbaru/Paling Greeess

Presiden Prabowo Apresiasi Peran TNI dalam Penanganan Bencana di HUT ke-81

Iki Radio — Presiden Prabowo Subianto menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) atas kesiapsiagaan dan dedikasi mereka dalam membantu masyarakat yang terdampak bencana alam.

Pernyataan tersebut disampaikan Presiden Prabowo dalam pidatonya pada peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 TNI yang berlangsung di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (5/10/2026).

Dalam sambutannya, Presiden menekankan bahwa keberadaan dan peran nyata prajurit TNI terbukti secara langsung di lapangan, terutama saat situasi darurat bencana terjadi.

“Saudara masuk ketika keadaan masih berbahaya. Ada rekan-rekanmu yang mengorbankan jiwa dan raganya, membantu rakyat menghadapi bencana,” tegas Presiden Prabowo.

Ia menyoroti keberanian para prajurit yang terjun langsung ke daerah terdampak bencana demi menyelematkan warga. Berbagai aksi nyata prajurit di lapangan meliputi proses evakuasi, pembukaan akses jalan, pembangunan ribuan jembatan darurat, hingga pendistribusian logistik makanan dan obat-obatan ke wilayah terpencil yang terisolasi.

"Di saat itu lah dilihat siapa yang benar-benar hadir bersama rakyat,” lanjutnya.

Selain menyinggung penanganan bencana, Kepala Negara juga mengingatkan bahwa kekuatan utama suatu bangsa tidak hanya diukur dari kecanggihan alat utama sistem senjata (alutsista) atau besarnya alokasi anggaran pertahanan. Ketangguhan sejati, menurutnya, bersumber dari jiwa rela berkorban, semangat pembara, serta keberanian prajurit dan rakyat yang menyatu dalam menjaga kedaulatan NKRI.

"Tentara dan rakyat yang rela berkorban, tangguh, serta berani adalah kekuatan sejati suatu bangsa," pungkas Prabowo.

 

Tampil Beda di HUT ke-81 TNI: Mabes TNI Resmikan Seragam PDU 1 Berkonsep Beskap

Iki radio — Markas Besar Tentara Nasional Indonesia (Mabes TNI) resmi memperkenalkan seragam baru Pakaian Dinas Upacara (PDU) 1 bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 TNI pada Senin (5/10/2026).

Seragam baru tersebut terlihat dikenakan oleh para prajurit TNI dalam upacara peringatan yang dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo Subianto. Perubahan signifikan terlihat pada desain jas yang kini menggunakan kerah tegak dengan aksen merah menonjol di bagian kerah, serta pembaruan pada detail kancing dan pergelangan tangan. Seragam PDU 1 anyar ini telah diterapkan secara serentak di tiga matra, yaitu TNI Angkatan Darat (AD), Angkatan Laut (AL), dan Angkatan Udara (AU).

Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto menjelaskan bahwa desain seragam baru ini mengadopsi budaya dan kearifan lokal Nusantara, khususnya pakaian adat beskap.

"Filosofinya, jadi kita kebudayaan. Beskap ini kan kearifan lokal supaya kita bisa mandiri secara pakaian. Punya ciri khas, bahwa pakaian yang digunakan oleh TNI secara budaya Indonesia mewakili beskap," ujar Agus.

Menanggapi anggapan mengenai kemiripan seragam baru tersebut dengan pakaian upacara militer beberapa negara lain, Agus menilai hal itu sebagai sesuatu yang wajar mengingat kesamaan rumpun dan budaya.

"Di Asia tuh pakaian hampir sama. Pakaian tuh hampir sama, di ASEAN hampir sama. Daerah-daerah lain kalau saya ke luar negeri juga hampir sama pakaiannya. Lagian dulu satu rumpun," tambahnya.

 

Penganugerahan Tanda Kehormatan

Selain perkenalan seragam baru, rangkaian upacara HUT ke-81 TNI juga diwarnai dengan penganugerahan Tanda Kehormatan (Tanhor) Bintang Mahaputera oleh Presiden Prabowo Subianto kepada sejumlah petinggi negara dan pejabat militer.

Di antara jajaran pejabat yang menerima penganugerahan tersebut adalah Menko Polkam Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago, Menteri Pertahanan Jenderal TNI (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, serta Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi Revita.

Tanda kehormatan tersebut turut dianugerahkan kepada ketiga kepala staf angkatan, yaitu Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali, dan Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Mohamad Tonny Harjono.

 

Prabowo di HUT ke-81 TNI: Sistem di TNI Harus Berbasis Prestasi, Bukan Sekadar Senioritas

Iki Radio — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan bahwa Tentara Nasional Indonesia (TNI) harus menerapkan sistem berbasis prestasi (merit system) dalam pembinaan karier prajurit, dan meninggalkan pola lama yang hanya mengandalkan senioritas maupun loyalitas kelompok.

Presiden Prabowo menyampaikan amanat dalam upacara HUT ke 81 TNI (Youtube Setpres)

Pernyataan tegas tersebut disampaikan Presiden Prabowo saat memberikan amanat dalam upacara peringatan HUT ke-81 TNI yang berlangsung di Markas Besar (Mabes) TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (5/10/2026).

"Sekali lagi saya tekankan, TNI yang hebat adalah TNI yang mengutamakan prestasi. Sistem yang berlaku di TNI harus sistem prestasi, bukan sistem sekadar senioritas, apalagi sistem-sistem yang sempit, loyalitas sempit, loyalitas perangkatan, dan sebagainya," ujar Prabowo di hadapan para prajurit.

Presiden menekankan bahwa TNI masa kini dituntut menjadi kekuatan yang profesional, responsif, modern, inovatif, adaptif, serta mumpuni dalam menguasai teknologi modern. Menurutnya, penguasaan teknologi dan keahlian hanya dapat dicapai jika organisasi TNI memberikan ruang utama bagi prajurit berprestasi.

 

Sinergi dan Penguatan Wilayah Strategis

Dalam amanatnya, Kepala Negara juga meminta seluruh prajurit TNI untuk memperkuat kerja sama dan sinergi dengan kementerian, lembaga pemerintah pusat, hingga pemerintah daerah—mulai dari tingkat gubernur, bupati, camat, kepala desa, hingga tokoh adat dan kepala suku.

Sinergi ini dinilai vital untuk mempercepat program-program pembangunan nasional sekaligus membantu mengatasi kesulitan nyata yang dihadapi masyarakat di lapangan.

Mengingat kondisi geografis Indonesia yang sangat luas, Presiden mengingatkan besarnya tanggung jawab yang diemban oleh TNI.

"Kita harus ingat, bangsa Indonesia luasnya adalah seperti Eropa. Di Eropa terdiri dari 30 negara lebih, mereka punya 30 angkatan perang, 30 angkatan udara, 30 angkatan laut. Kita satu TNI. Tugas Saudara berat, tapi saya yakin Saudara mampu," tutur Prabowo.

 

Kesejahteraan Prajurit dan Kemanunggalan dengan Rakyat

Di akhir amanatnya, Presiden Prabowo memastikan bahwa pemerintah akan terus memberikan perhatian penuh terhadap kesejahteraan prajurit, termasuk aspek pelayanan kesehatan, kehidupan keluarga, hingga pendidikan bagi anak-anak prajurit.

Kendati demikian, ia mengingatkan agar TNI tetap menjaga kemanunggalan dengan masyarakat dan tidak melupakan jati dirinya sebagai tentara rakyat.

"TNI sebagai tentara rakyat, tingkat kehidupan TNI tidak boleh terlalu jauh dari tingkat kehidupan rakyat kita seluruhnya," tegasnya.

 

Harga Emas Hari Ini Kompak Naik: Antam Tembus Rp2,58 Juta per Gram, Cek Daftar Lengkapnya

Iki Radio — Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mencatatkan kenaikan pada perdagangan Senin (5/10/2026). Harga dasar emas Antam untuk ukuran 1 gram kini berada di level Rp2,580 juta per gram, menguat tipis dibandingkan posisi hari sebelumnya.

Berdasarkan data dari situs resmi Logam Mulia, emas Antam naik Rp6.000 dibandingkan harga pada Minggu (4/10/2026) yang berada di level Rp2,574 juta per gram. Kenaikan serupa juga terjadi pada harga pembelian kembali (buyback). Harga buyback emas Antam hari ini terkatrol Rp6.000 menjadi Rp2,386 juta per gram dari posisi sebelumnya Rp2,380 juta per gram. Dengan perkembangan ini, selisih (spread) antara harga jual dan harga buyback Antam berada di kisaran Rp194 ribu per gram.

Di jajaran produsen dan distributor lainnya, pergerakan harga emas bervariasi. Berdasarkan pantauan di situs HRTA Gold, emas BSI Gold ukuran 1 gram dipatok pada level Rp2,446 juta per gram dengan harga buyback sebesar Rp2,317 juta. Sementara itu, melansir situs Galeri24, emas cetakan Galeri24 dijual seharga Rp2,506 juta per gram, sedangkan emas cetakan UBS dibanderol Rp2,530 juta per gram.


Daftar Lengkap Harga Emas Hari Ini (Senin, 5 Oktober)

1. Emas Antam (Harga Dasar, Belum Termasuk Pajak)

Ukuran

Harga Jual

0,5 gram

Rp1.340.000

1 gram

Rp2.580.000

2 gram

Rp5.100.000

3 gram

Rp7.625.000

5 gram

Rp12.675.000

10 gram

Rp25.295.000

25 gram

Rp63.112.000

50 gram

Rp126.145.000

100 gram

Rp252.212.000

250 gram

Rp630.265.000

500 gram

Rp1.260.320.000

1.000 gram

Rp2.520.600.000

2. Emas BSI Gold (Harga Jual / Buyback)

Ukuran

Harga Jual

Harga Buyback

0,1 gram

Rp310.000

Rp231.700

0,25 gram

Rp728.500

Rp579.250

0,5 gram

Rp1.278.000

Rp1.158.500

1 gram

Rp2.446.000

Rp2.317.000

2 gram

Rp4.852.000

Rp4.634.000

5 gram

Rp12.040.000

Rp11.585.000

10 gram

Rp24.010.000

Rp23.170.000

25 gram

Rp59.750.000

Rp57.925.000

50 gram

Rp119.450.000

Rp115.850.000

100 gram

Rp238.800.000

Rp231.700.000

125 gram

Rp297.875.000

Rp289.625.000

150 gram

Rp357.300.000

Rp347.550.000

175 gram

Rp416.675.000

Rp405.475.000

200 gram

Rp476.000.000

Rp463.400.000

250 gram

Rp594.000.000

Rp578.375.000

500 gram

Rp1.188.000.000

Rp1.156.750.000

1.000 gram

Rp2.376.000.000

Rp2.313.500.000

3. Emas Galeri 24 & UBS

Ukuran

Galeri 24

UBS

0,5 gram

Rp1.314.000

Rp1.368.000

1 gram

Rp2.506.000

Rp2.530.000

2 gram

Rp4.951.000

Rp5.021.000

5 gram

Rp12.286.000

Rp12.406.000

10 gram

Rp24.506.000

Rp24.681.000

25 gram

Rp60.935.000

Rp61.582.000

50 gram

Rp121.775.000

Rp122.912.000

100 gram

Rp243.429.000

Rp245.727.000

250 gram

Rp607.077.000

Rp614.136.000

500 gram

Rp1.214.153.000

Rp1.226.830.000

1.000 gram

Rp2.428.306.000

—

 

Siap Kembali ke Layar Lebar, Jamal Mirdad Siapkan Proyek Film Baru dan Nostalgia Kejayaan Ramadhan dan Ramona

Iki Radio - Aktor senior Jamal Mirdad memberi sinyal kuat akan kembali menyapa pecinta sinema Tanah Air. Bintang utama film legendaris Ramadhan dan Ramona (1992) ini mengungkapkan bahwa dirinya tengah mempersiapkan sebuah proyek film layar lebar terbaru yang akan menampilkan perannya dalam karakter yang lebih matang.

"Saya kebetulan memang sedang mempersiapkan untuk membuat film. Mudah-mudahan saya panjang umur, sehat, lancar keuangan. Kurang lebih seperti itu nanti, jadi aktor tua. Yang memang ternyata tua itu tidak bisa dianggap sebuah ketuaan yang rapuh," ujar Jamal Mirdad.

Rencana kembalinya ke industri perfilman juga membawa ingatan Jamal berkarat pada masa-masa emas kariernya, terutama saat menggarap Ramadhan dan Ramona bersama sang mantan istri, Lydia Kandou. Film karya rumah produksi independen milik mereka tersebut sukses memborong lima Piala Citra di ajang Festival Film Indonesia (FFI) 1992.

"Kebetulan memang itu perusahaan kita sendiri, modal kita sendiri, yang main kita sendiri, terus dapat lima Piala Citra. Dua pemain laki-perempuan, sutradara, penulis, dan pemusik. Jadi kita borong saat itu, dan itu real. Jadi alhamdulillah," kenang pria kelahiran Kudus, Jawa Tengah tersebut.

Tak hanya bernostalgia tentang kesuksesan penghargaan, Jamal juga sempat memperagakan salah satu adegan paling ikonik ketika karakternya menyatakan cinta kepada Ramona dengan dialek Melayu yang khas.

"'Ramona, saya suka sama kau lah,' langsung dia marah, 'Apa kau cakap?!' Kurang lebih gitu adegannya. Perempuan itu punya kepribadian yang sangat luar biasa," kenangnya sembari tersenyum.

Terkait detail alur cerita maupun judul proyek terbarunya, pemeran kawakan ini masih memilih untuk merahasiakannya demi memberikan kejutan bagi para penggemar.

"Wah ini rahasia, boleh saya rahasiakan sedikit dulu. Tapi saya sudah punya catatan di Mas Ogi itu. Nanti kumpul ngopi kita ngobrol bareng lagi kalau sudah mulai rilis," pungkasnya.

 

Presiden Prabowo Pimpin Upacara HUT ke-81 TNI di Mabes Cilangkap, Resmikan Satuan Baru

Iki Radio — Presiden Prabowo Subianto memimpin upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 TNI yang berlangsung di Lapangan Prima Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (5/10/2026). Bertindak sebagai inspektur upacara, Presiden Prabowo juga dijadwalkan meresmikan dan mengukuhkan sejumlah satuan baru TNI dalam rangkaian kegiatan tersebut.

Prosesi pelantikan dan pengukuhan satuan baru ini dijadwalkan berlangsung tepat setelah pengucapan Sapta Marga. Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak sebelumnya mengonfirmasi bahwa peresmian unit baru ini mencakup pembentukan lima Komando Daerah Militer (Kodam) baru di sejumlah wilayah, seperti Kepulauan Riau, Yogyakarta, Maluku Utara, NTT, hingga Flores.

Berdasarkan susunan acara, upacara diawali dengan laporan perwira upacara, penghormatan kebesaran, serta laporan komandan upacara—Pangkogabwilhan III Letjen Lucky Avianto—kepada inspektur upacara, dilanjutkan dengan pemeriksaan pasukan. Rangkaian diteruskan dengan mengheningkan cipta, pengucapan Sapta Marga, hingga prosesi resmi peresmian dan pengukuhan satuan baru. Usai pengukuhan, Presiden Prabowo menyampaikan amanatnya, sebelum upacara ditutup dengan Andhika Bhayangkari, laporan akhir komandan upacara, dan penghormatan kebesaran.

Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, peringatan HUT ke-81 TNI tahun ini digelar secara sederhana namun tetap khidmat di Mabes TNI, meski tetap menyajikan parade pasukan serta pameran alat utama sistem persenjataan (alutsista).

Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menjelaskan bahwa konsep sederhana ini dipilih karena fokus dan keterlibatan personil TNI yang masih tinggi dalam penanganan bencana di berbagai daerah.

"Jadi memang HUT TNI sekarang dilaksanakan secara sederhana di Mabes TNI, karena pasukan yang ikut upacara ini banyak di daerah bencana," kata Agus saat ditemui di Jakarta, Minggu (27/9/2026).

Para prajurit saat ini masih dikerahkan di berbagai titik wilayah terdampak, mulai dari Kalimantan, Sumatera, Nusa Tenggara Timur (NTT), hingga Aceh untuk menangani penanggulangan bencana, termasuk pemadam kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Sebelumnya, guna memastikan kelancaran dan kesiapan seluruh prosesi upacara, Panglima TNI telah melakukan peninjauan gladi bersih secara langsung di Lapangan Prima Mabes TNI pada Sabtu (3/10/2026).

 

Angkat Keindahan Prada Bali, Meydiana Laviola Reinnamah Ditunjuk Jadi Flag Bearer Closing Ceremony Asian Games 2026

Iki Radio — Atlet tenis Indonesia, Meydiana Laviola Reinnamah, dipercaya menjadi pembawa bendera (flag bearer) kontingen Indonesia pada upacara penutupan (Closing Ceremony) Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Meydiana akan memimpin defile Tim Indonesia dengan mengenakan kebaya merah megah yang mengangkat keindahan balutan motif Prada Bali.

Kebaya berbahan sutra tersebut merupakan rancangan khusus desainer kenamaan tanah air, Ghea Panggabean, di bawah naungan label Ghea Fashion Studio, Sarinah Indonesia, Mills, dan Tim Indonesia.

Desain busana ini memadukan secara harmonis identitas perempuan Indonesia dengan kekayaan budaya Nusantara. Motif Prada Bali diaplikasikan menggunakan teknik hand-screen printing berwarna emas serta diperkaya sentuhan bordir benang emas yang terinspirasi dari ornamen Kain Prada Bali. Penampilan anggun Meydiana kian sempurna dengan paduan sarung Tenun Songket Bali berwarna putih.

Perpaduan kebaya merah dan Songket Bali putih ini menghadirkan interpretasi visual warna bendera Merah Putih, yang menggambarkan sosok perempuan Indonesia dengan bangga membawa identitas bangsa di panggung olahraga terbesar se-Asia.

Detail busana juga dipercantik ikat pinggang yang terinspirasi dari ikat pinggang antik Bali, menggunakan kombinasi teknik hand-screen printing emas, bordir emas, serta aplikasi beads.

Sang desainer, Ghea Panggabean, mengungkapkan bahwa kepercayaan merancang busana untuk flag bearer ini menjadi momen yang sangat istimewa dalam perjalanan kariernya yang telah melampaui 45 tahun di dunia fashion.

“Bagi saya, busana ini bukan sekadar pakaian untuk sebuah seremoni. Ada cerita Indonesia di dalamnya,” ujar Ghea dalam keterangannya, Minggu (4/10/2026).

“Prada Bali, Songket Bali, teknik para perajin, semuanya kami hadirkan. Kekayaan budaya kita adalah bagian dari identitas dan kebanggaan Indonesia. Saya ingin ketika Meydiana membawa Merah Putih, yang terlihat bukan hanya seorang atlet yang membawa bendera, tetapi juga sosok perempuan Indonesia yang membawa budaya dan kebanggaan bangsanya,” lanjut Ghea.


Defile Kontingen dan Kekayaan Budaya Nusantara

Dalam upacara penutupan tersebut, sebanyak 52 atlet dan official dari lima cabang olahraga dijadwalkan ikut serta memeriahkan defile Tim Indonesia. Rincian rombongan terdiri dari 7 atlet/official judo, 23 hoki, 4 tenis, 11 panahan, 7 gulat, serta 5 anggota tim headquarter.

Seluruh rombongan atlet dan official lainnya tampil sporty namun tetap berkarakter budaya dengan mengenakan tracksuit putih bermotif Limar Palembang karya Ghea Panggabean. Motif tenun khas Palembang tersebut diterjemahkan melalui permainan tone-on-tone dan gradasi yang dipadukan dengan motif Limar merah.

Sementara itu, unsur budaya Bali juga tebal terlihat pada busana Chef de Mission (CdM), Wakil CdM, dan perwakilan atlet yang mengenakan kemeja sutra bermotif Songket Bali lengkap dengan udeng dan kain Songket Bali. Perpaduan Prada Bali, Songket Bali, dan Limar Palembang ini mengusung konsep Unity in Diversity, mencerminkan keberagaman budaya Indonesia yang menyatu dalam satu identitas bangsa.

Meydiana Laviola Reinnamah mengaku sangat bersyukur dan bangga atas kehormatan yang diberikan kepadanya di penutupan Asian Games 2026.

“Tentu sangat bangga bisa menjadi wakil Indonesia yang membawa Merah Putih di penutupan Asian Games 2026. Sangat bangga bisa menggunakan baju Bali dan memperkenalkannya ke dunia. Semoga kesempatan ini bisa menambah motivasi saya untuk terus memberikan yang terbaik buat Indonesia ke depannya,” tutur Meydiana.


Capaian Tim Indonesia

Tim Indonesia mengakhiri perjuangan di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 dengan menempati peringkat ke-16 klasemen akhir perolehan medali. Kontingen Merah Putih berhasil mengumpulkan total 39 medali, terdiri dari 5 medali emas, 11 perak, dan 23 perunggu. Hasil ini sekaligus melampaui dan menuntaskan target resmi yang dipatok bagi kontingen Indonesia.


5 Oktober 2026 HUT TNI Ke 81 : Ini Jejak Panjang Pembentukan TNI Dari Laskar Perjuangan Hingga Tentara Modern

Iki Radio — Sejarah Tentara Nasional Indonesia (TNI) lahir dari dinamika perjuangan bangsa dalam mempertahankan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Berawal dari upaya menghadapi ancaman Belanda yang ingin kembali menjajah, bentukan organisasi militer Indonesia mengalami transformasi panjang hingga menjadi angkatan bersenjata yang solid.



Perkembangan Awal (1945–1947)

Badan Keamanan Rakyat (BKR): Diputuskan dalam sidang Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) pada 22 Agustus 1945 dan diumumkan Presiden Soekarno pada 23 Agustus 1945. BKR menampung bekas anggota PETA dan Heiho untuk menjaga keamanan daerah.

Tentara Keamanan Rakyat (TKR): Dibentuk pada 5 Oktober 1945 seiring meningkatnya ancaman dari kedatangan tentara Sekutu dan Belanda. Letnan Jenderal Oerip Soemohardjo diangkat sebagai Kepala Staf Umum TKR. Melalui Konferensi TKR di Yogyakarta pada 12 November 1945, Kolonel Soedirman terpilih menjadi Pimpinan Tertinggi TKR dan resmi dilantik sebagai Panglima Besar berpangkat Jenderal pada 18 Desember 1945.

Tentara Keselamatan Rakyat & Tentara Republik Indonesia (TRI): Nama TKR diubah menjadi Tentara Keselamatan Rakyat pada 7 Januari 1946, lalu berganti menjadi Tentara Republik Indonesia (TRI) pada 26 Januari 1946 guna menyempurnakan struktur organisasi sesuai standar militer internasional.

Tentara Nasional Indonesia (TNI): Demi menyatukan kekuatan TRI dan laskar-laskar perjuangan rakyat, Presiden Soekarno resmi mengesahkan berdirinya TNI pada 3 Juni 1947 dengan Jenderal Soedirman sebagai Kepala Pucuk Pimpinan.


Penataan Organisasi dan Rasionalisasi (1947–1948)

Menghadapi keterbatasan ekonomi dan penyempitan wilayah akibat Perjanjian Renville, pemerintah menjalankan program penataan dan rasionalisasi angkatan perang. Melalui Penetapan Presiden No. 9 Tahun 1948, struktur komando disesuaikan di bawah Kepala Staf Angkatan Perang (KASAP) Komodor Suryadarma dan Panglima Besar Jenderal Soedirman bersama Wakil Panglima Jenderal Mayor A.H. Nasution. Penataan organisasi tentara di Jawa dan Sumatra ini rampung pada akhir tahun 1948.


Perjalanan Pasca-Kemerdekaan hingga Era Reformasi

APRIS / APRI (1949–1950): Usai Konferensi Meja Bundar (KMB) Desember 1949, dibentuk Angkatan Perang Republik Indonesia Serikat (APRIS) yang menggabungkan TNI dan KNIL. Nama ini berubah menjadi Angkatan Perang Republik Indonesia (APRI) saat Indonesia kembali menjadi negara kesatuan pada 17 Agustus 1950.

ABRI (1962): Angkatan perang dan Kepolisian Negara disatukan di bawah satu komando bernama Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI) untuk meningkatkan efektivitas serta efisiensi peran pertahanan keamanan.

Kembali Menjadi TNI (1999): Memasuki era reformasi, TNI dan Polri secara resmi dipisah menjadi institusi mandiri pada 1 April 1999, dan sebutan ABRI dikembalikan menjadi TNI.

close
Pasang Iklan Disini