PALANGKA RAYA, Iki Radio — Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) semakin pekat menyelimuti Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, pada Jumat (23/10/2026). Kondisi ini berdampak signifikan terhadap aktivitas masyarakat luar ruangan setelah jarak pandang (visibility) mendadak turun drastis hingga di bawah 200 meter.
Pantauan di lapangan menunjukkan sejumlah warga yang terpaksa beraktivitas di luar rumah memilih menggunakan masker guna melindungi diri dari paparan asap pekat. Sri Damaiyanti, salah seorang warga Palangka Raya, mengeluhkan kondisi udara yang kian memburuk dan membatasi mobilitas harian warga.
“Sangat mengganggu sekali, terutama kegiatan kita sehari-hari di luar sangat terganggu,” ujar Sri saat ditemui pada Jumat (23/10/2026).
Pekatnya kabut asap hari ini merupakan imbas dari maraknya kebakaran besar yang melanda wilayah Palangka Raya pada hari sebelumnya. Salah satu insiden kebakaran hebat sempat menerjang area kompleks perkantoran Pemerintah Kota Palangka Raya hingga kawasan permukiman penduduk di Jalan Parawi.
Lonjakan Titik Panas (Hotspot)
Berdasarkan data dari dashboard pemantauan karhutla, terjadi lonjakan titik panas (hotspot) yang sangat signifikan dalam kurun waktu 24 jam terakhir:
- Kota Palangka Raya: Terpantau sebanyak 1.694 titik panas, melonjak tajam dari hari sebelumnya yang tercatat sebanyak 605 titik.
- Provinsi Kalimantan Tengah: Terdeteksi sebanyak 17.282 titik panas, meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan hari sebelumnya yang berada di angka 7.526 titik.
Masyarakat diimbau untuk terus waspada, mengurangi
aktivitas berlebih di luar ruangan, serta senantiasa menggunakan masker medis
maupun N95 untuk mengantisipasi potensi gangguan pernapasan (ISPA) akibat
buruknya kualitas udara.

















