Iki Radio/Berita Terbaru

Iki Yang Paling/Ngetop

Iki Ceritanya/Orang Terkenal

KLIK DISINI

Iki Dibaca Juga/Jangan Lewatkan

Iki Terbaru/Paling Greeess

Desa Kebobang Kabupaten Malang Sabet Juara 1 Lomba Desa dan Kelurahan Tingkat Provinsi Jawa Timur 2026

MALANG, Iki Radio — Desa Kebobang, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Malang, sukses menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih Juara 1 Perlombaan Desa dan Kelurahan Tingkat Provinsi Jawa Timur 2026. Capaian ini merupakan bentuk pengakuan atas keberhasilan pembangunan desa melalui penguatan tata kelola pemerintahan, inovasi pelayanan publik, dan pemberdayaan masyarakat berbasis ketahanan keluarga.

Penghargaan bergengsi tersebut diserahkan langsung oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Ketua TP PKK Provinsi Jawa Timur Arumi Bachsin Emil Dardak di Hall Hotel Harris Malang, Senin (26/10/2026). Penyerahan penghargaan ini sekaligus menjadi momentum pembukaan Peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 dan Jambore Kader PKK Jawa Timur 2026.

Acara tersebut turut dihadiri oleh Bupati Malang HM Sanusi yang didampingi Ketua TP PKK Kabupaten Malang Anis Zaida Sanusi. Hadir pula jajaran organisasi wanita, perwakilan BKKBN, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), serta pengurus TP PKK dari berbagai kabupaten dan kota di seluruh Jawa Timur.

Bupati Malang HM Sanusi mengungkapkan rasa bangganya atas prestasi yang diraih Desa Kebobang. Menurutnya, keberhasilan ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi Kabupaten Malang, tetapi juga mencerminkan pentingnya sinergi antara pemerintah desa, kader PKK, dan masyarakat dalam mewujudkan pembangunan yang berdampak langsung pada kesejahteraan warga.

"Capaian ini diharapkan mampu menjadi pemacu semangat bagi desa-desa lain di Kabupaten Malang untuk terus berinovasi, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta memperkuat pemberdayaan masyarakat," ujar Sanusi.

Dalam arahannya, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa peran strategis kader PKK sangat vital dalam menggerakkan pembangunan desa. Mulai dari lingkup posyandu hingga ketahanan keluarga, kader PKK menjadi garda terdepan dalam memastikan program pembangunan tepat sasaran.

Khofifah juga mengingatkan pentingnya penguatan ketahanan pangan berbasis potensi lokal di tengah tantangan perubahan iklim dan potensi El Nino. Selain gerakan menanam pohon dan pelestarian lingkungan, pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat seperti penyediaan air bersih turut menjadi prioritas. Sebagai langkah nyata, Pemerintah Kabupaten Malang saat ini tengah membangun jaringan pipanisasi air bersih sepanjang 17 kilometer dari lereng Gunung Arjuno menuju wilayah Singosari.

Isu strategis lainnya yang mendapat perhatian serius adalah percepatan penurunan stunting serta angka kematian ibu dan bayi (AKI/AKB). Khofifah menyebutkan bahwa prevalensi stunting di Jawa Timur saat ini berada di angka 14,7 persen, menempatkan provinsi ini sebagai daerah dengan prevalensi stunting terendah kedua secara nasional. Capaian tersebut didorong oleh kolaborasi yang kuat antara pemerintah daerah, tenaga kesehatan, kader PKK, dan keluarga.

Selain kesehatan gizi anak, tantangan pengasuhan di era digital turut menjadi sorotan. Khofifah mengimbau para kader PKK untuk memperkuat edukasi keluarga agar orang tua lebih proaktif mendampingi anak dalam menggunakan gawai, menjaga komunikasi terbuka, serta membangun lingkungan digital yang sehat guna melindungi generasi muda dari dampak negatif internet.

Melalui prestasi gemilang Desa Kebobang ini, Pemerintah Kabupaten Malang optimis dapat memicu lahirnya inovasi-inovasi baru dalam tata kelola pemerintahan desa. Sinergi yang berkesinambungan antara pemerintah daerah, desa, TP PKK, dan masyarakat diharapkan mampu terus mewujudkan desa-desa yang mandiri, inovatif, dan berdaya saing tinggi di tingkat regional maupun nasional.

Transformasi Menuju Energi Berkelanjutan: Filosofi dan Makna di Balik Logo Hari Listrik Nasional ke-81

JAKARTA, Iki Radio — PT PLN (Persero) secara resmi memperkenalkan identitas visual dan filosofi logo untuk peringatan Hari Listrik Nasional (HLN) ke-81 yang jatuh pada 27 Oktober 2026. Peringatan tahun ini tidak hanya menjadi penanda perjalanan sejarah sektor kelistrikan tanah air, tetapi juga merefleksikan arah transformasi energi Indonesia menuju masa depan yang berkelanjutan, terjangkau, dan merata bagi seluruh masyarakat.

Melalui pesan resmi yang menyertai peluncuran tersebut, PLN menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan energi yang andal. 

“Pada Hari Listrik Nasional ke-81, 27 Oktober 2026, semangat kami terus menyala, mengiringi transformasi kelistrikan menuju masa depan energi Indonesia yang berkelanjutan,” demikian ungkap pihak PT PLN (Persero).


Filosofi dan Elemen Desain Logo HLN ke-81

Desain logo HLN ke-81 dirancang dengan memadukan berbagai elemen visual yang sarat makna. Setiap komponen yang tersemat memiliki filosofi tersendiri dalam mendukung visi pembangunan kelistrikan nasional:

Siluet Figure Ground sebagai Identitas Utama: Elemen ini menempatkan bentuk utama sebagai pusat perhatian dengan memanfaatkan ruang di sekitarnya. Pendekatan ini membangun kesatuan visual yang kuat, menjadikannya penanda identitas utama yang mudah dikenali dalam peringatan Hari Listrik Nasional.

Cahaya Mengarah ke Atas dan Kanan: Elemen cahaya dirancang bergerak dinamis ke arah atas dan kanan. Arah ini merepresentasikan gerak maju, perubahan, serta transformasi berkelanjutan dalam sistem kelistrikan nasional guna menjawab kebutuhan pembangunan dan masyarakat Indonesia.

Lapisan Warna Bertingkat: Simbol warna yang berlapis menggambarkan pentingnya integrasi lintas sektor. Aspek ini menekankan kolaborasi berbagai bidang—mulai dari penyediaan energi dan pembangunan infrastruktur hingga pemerataan distribusi—demi mewujudkan layanan listrik yang terjangkau bagi masyarakat luas.

Angka 8 dan 1 yang Melambangkan Kesinambungan: Bentuk angka 8 dan 1 pada logo mengarah ke kanan atas dengan visual menyerupai cahaya jatuh. Komposisi ini tidak hanya menegaskan usia peringatan ke-81, tetapi juga melambangkan kesinambungan dalam menjaga integritas dan cita-cita kelistrikan nasional.

Secara keseluruhan, filosofi logo HLN ke-81 merangkum visi besar PLN dalam menghadirkan proses transformasi yang berkesinambungan. Dengan dukungan seluruh pemangku kepentingan, momentum ini diharapkan mampu memperluas akses energi yang bersih, adil, dan merata demi kemajuan bangsa Indonesia ke depan.


27 Oktober 2026 : Hari Listrik Nasional ke-81, Ini Sejarah Panjang Transformasi Ketenagalistrikan Indonesia

JAKARTA, Iki Radio — Hari Listrik Nasional diperingati setiap tanggal 27 Oktober untuk mengenang salah satu tonggak penting dalam sejarah ketenagalistrikan Indonesia. Pada tahun 2026, peringatan ini memasuki usianya yang ke-81 sejak peristiwa bersejarah pembentukan Jawatan Listrik dan Gas pada 27 Oktober 1945, tak lama setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.

Peringatan Hari Listrik Nasional bukan merujuk pada tanggal berdirinya PT PLN (Persero) sebagai badan hukum modern saat ini, melainkan merujuk pada awal penguasaan dan pengelolaan ketenagalistrikan secara mandiri oleh pemerintah Republik Indonesia dari tangan kolonial.

Jejak Ketenagalistrikan Sebelum Kemerdekaan

Penggunaan energi listrik di Indonesia sebenarnya telah dimulai sejak masa kolonial Belanda. Saat itu, sejumlah perusahaan swasta Belanda memfasilitasi pembangunan pembangkit dan jaringan listrik untuk kawasan perkotaan, industri, dan operasional perusahaan. Pemanfaatannya masih sangat terbatas dan belum menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

Ketika Jepang menduduki Indonesia pada tahun 1942, pengelolaan seluruh fasilitas ekonomi dan infrastruktur listrik diambil alih oleh pemerintah pendudukan militer. Setelah Jepang menyerah dan Indonesia merdeka pada Agustus 1945, penataan kembali fasilitas-fasilitas vital—termasuk infrastruktur kelistrikan—menjadi agenda mendesak pemerintah Indonesia.


Tonggak Sejarah 1945: Pembentukan Jawatan Listrik dan Gas

Pada 27 Oktober 1945, Pemerintah Indonesia membentuk Jawatan Listrik dan Gas di bawah Departemen Pekerjaan Umum dan Tenaga. Langkah ini menjadi momentum awal pengelolaan ketenagalistrikan nasional.

Kondisi kelistrikan kala itu sangat terbatas. Berdasarkan catatan sejarah, kapasitas total pembangkit listrik nasional di awal kemerdekaan baru mencapai 157,5 megawatt (MW). Pemerintah menghadapi tantangan besar untuk mengoperasikan jaringan kelistrikan di tengah perjuangan mempertahankan kemerdekaan.


Evolusi Kelembagaan dan Organisasi Kelistrikan Negara

Seiring dengan perkembangan ekonomi dan kebutuhan pelayanan publik, struktur organisasi pengelola listrik negara mengalami beberapa kali transformasi penting:

1. Tahun 1961 (Pembentukan BPU-PLN): Pengelolaan listrik beralih dari bentuk jawatan ke struktur pengusahaan negara dengan dibentuknya Badan Pimpinan Umum Perusahaan Listrik Negara (BPU-PLN).

2. Tahun 1965 (Pemisahan PLN dan PGN): Pada 1 Januari 1965, BPU-PLN dibubarkan. Pengelolaan listrik dan gas resmi dipisahkan menjadi dua perusahaan negara yang berdiri sendiri, yaitu Perusahaan Listrik Negara (PLN) dan Perusahaan Gas Negara (PGN).

3. Tahun 1972 (Perusahaan Umum / Perum): Melalui Peraturan Pemerintah (PP) No. 18 Tahun 1972, status PLN ditetapkan sebagai Perusahaan Umum (Perum) Listrik Negara untuk menjalankan fungsi penyediaan tenaga listrik demi kepentingan umum.

4. Tahun 1994 (Perusahaan Perseroan / Persero): Bentuk badan hukum PLN dialihkan menjadi Perusahaan Perseroan (Persero) berdasarkan PP No. 23 Tahun 1994, yang berlaku hingga hari ini.

Penguatan Regulasi Ketenagalistrikan

Selain perjalanan kelembagaan, penataan sektor listrik juga didukung oleh perkembangan regulasi nasional. Salah satu payung hukum utama yang mengatur penyelenggaraan kelistrikan modern saat ini adalah Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2009 tentang Ketenagalistrikan.

Undang-undang ini memberikan kerangka hukum mengenai penyediaan tenaga listrik, pembagian kewenangan antara pemerintah pusat dan daerah, serta aturan pengusahaan sektor listrik secara komprehensif.

Kini, setelah 81 tahun perjalanan sejarah, sistem ketenagalistrikan Indonesia terus berkembang pesat—mulai dari pembangunan berbagai pembangkit, jaringan transmisi antardaerah, hingga distribusi ke rumah-rumah pelanggan di seluruh pelosok Tanah Air.


Rombak Budaya Kerja, Danantara Larang Petinggi BUMN Pakai Ajudan dan Patwal Berlebihan

JAKARTA, Iki Radio — Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) mulai mengambil langkah tegas dalam membenahi budaya kerja di lingkungan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Transformasi ini berfokus pada perbaikan Sumber Daya Manusia (SDM) serta budaya perusahaan (corporate culture).

Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, mengungkapkan bahwa penataan ulang budaya kerja tersebut mulai dijalankan secara bertahap untuk memastikan pengelolaan perusahaan pelat merah berjalan lebih profesional.

"Tahun depan itu mulai kita masuk kepada people dan corporate culture. Jadi kalau perusahaannya sudah jadi sedikit, nanti kita mulai melakukan corporate culture yang baru," ujar Dony saat ditemui di Hotel Fairmont, Senin (26/10/2026).

Salah satu kebijakan konkret yang langsung diterapkan adalah pembatasan penggunaan ajudan serta pengawalan melekat, seperti patroli dan pengawalan (patwal), yang dinilai selama ini kerap berlebihan bagi jajaran manajemen BUMN.

"Pasti teman-teman enggak menyadari sekarang terjadi perubahan di dalam manajemen BUMN. Kalau kita lihat sekarang BUMN sudah mulai kurang tuh ajudan-ajudan yang berlebihan, patwal-patwal, kan kita sudah mengeluarkan larangan. Tidak boleh lagi pakai itu, karena pada dasarnya kita ini pegawai pemerintah," tegasnya.

Dony menilai, jajaran manajemen BUMN tidak seharusnya menjadikan posisi jabatan sebagai sarana untuk menikmati fasilitas mewah secara berlebihan. Menurutnya, kesederhanaan dan profesionalisme merupakan kunci utama dalam melayani masyarakat dan negara.

"Bukan satu posisi yang harus dibangga-banggakan dan dinikmati dengan berlebihan," tambahnya.

Aturan penataan fasilitas ini tidak hanya menyangkut pengawalan dan ajudan, tetapi juga merambah ke berbagai aspek perilaku manajemen lainnya, termasuk aturan standar perjalanan dinas menggunakan pesawat. Seluruh ketentuan tersebut telah diatur secara rinci melalui kebijakan internal yang diterbitkan Danantara.

"Mana yang boleh, mana yang enggak, termasuk juga penerbangan yang harus seperti apa. Sampai kepada ajudan, sampai kepada patwal. Ini kita maunya seluruh manajemen BUMN itu nanti ya betul-betul profesional. Nah, jadi ini tahapan-tahapan yang kita lakukan," tutup Dony.

Jelang Nataru 2026/2027, Mendagri Minta Pemda dan Bapanas Gencarkan Bansos serta Operasi Pasar

JAKARTA, Iki Radio — Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian mengingatkan pentingnya penyaluran bantuan sosial (bansos) dan pelaksanaan operasi pasar secara berkelanjutan untuk menjaga stabilitas harga pangan menjelang perayaan Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 (Nataru).

Pernyataan tersebut disampaikan Mendagri dalam konferensi pers usai menghadiri Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) Pangan Tingkat Menteri di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan (Kemenko Pangan), Jakarta, Senin (26/10/2026).

Mendagri menjelaskan bahwa langkah-langkah antisipatif ini krusial dilakukan guna menghadapi lonjakan permintaan bahan pokok serta meningkatnya mobilitas masyarakat pada momen libur akhir tahun. Menurutnya, tingginya konsumsi masyarakat selama Natal dan Tahun Baru berpotensi memberikan tekanan signifikan terhadap inflasi dan harga pangan.

"Nanti demand pasti akan tinggi terutama makanan [dan] minuman, karena ada liburan akhir tahun, ada Natal, ada tahun baru, ada perjalanan mobilitas masyarakat akan tinggi," ujar Tito.

Ia menambahkan, penyaluran bansos berperan strategis dalam memperkuat daya beli masyarakat. Karena itu, Tito mendorong pemerintah daerah (Pemda) untuk turut aktif membagikan bantuan sosial memanfaatkan anggaran daerah masing-masing.

"Karena mereka (Pemda) juga memiliki kemampuan untuk memberikan bantuan sosial," tambahnya.


Operasi Pasar Tepat Sasaran dan Intervensi Transportasi

Selain penguatan bansos, Mendagri meminta Badan Pangan Nasional (Bapanas) bersama Perum Bulog untuk terus menggelar operasi pasar secara intensif. Pemetaan operasi pasar diimbau agar berbasis data yang presisi guna menyasar wilayah dan komoditas yang mengalami lonjakan harga.

"Datanya clear di kabupaten mana saja itu lengkap kita memiliki data, saya sampaikan. Dan komoditasnya apa saja yang perlu dilakukan operasi pasar di tempat itu," tegas Mendagri.

Guna menahan laju inflasi pada Desember mendatang, Mendagri juga mendorong pemerintah mempertimbangkan skema subsidi lain, seperti subsidi listrik, penambahan kuota Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi, hingga subsidi angkutan udara.

Khusus sektor transportasi udara, Tito mengimbau Kementerian Perhubungan untuk berkoordinasi erat dengan maskapai penerbangan agar tidak menetapkan tarif batas atas secara maksimal saat lonjakan penumpang terjadi.

"Mohonlah jangan sampai mengambil harganya harga paling tinggi acuannya. Keuntungan kan tetap ada, tetapi jangan ambil keuntungan maksimal supaya tidak berpengaruh kepada inflasi," pungkasnya.

Khofifah Tinjau TKA di SMKN 8 Malang, Tekankan Kesiapan Infrastruktur dan Apresiasi Vokasi Global

MALANG, Iki Radio — Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, meninjau langsung pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) di SMK Negeri 8 Malang, Kota Malang, pada Senin (26/10/2026). 

Dalam kunjungan tersebut, Khofifah menekankan pentingnya kesiapan infrastruktur pendukung, khususnya pasokan listrik dan konektivitas internet, guna memastikan kelancaran asesmen berbasis komputer yang melibatkan ratusan ribu peserta didik di Jawa Timur.

Kesiapan infrastruktur menjadi perhatian krusial untuk mengantisipasi gangguan teknis yang dapat menghambat pengerjaan soal maupun mengganggu konsentrasi siswa. Oleh karena itu, Khofifah meminta Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur serta seluruh satuan pendidikan memastikan fasilitas berfungsi optimal dan menyiapkan langkah antisipasi, termasuk penyediaan genset sebagai sumber listrik cadangan.


TKA sebagai Tolok Ukur dan Evaluasi Pembelajaran

Khofifah menjelaskan bahwa TKA merupakan instrumen penting untuk mendapatkan gambaran terukur mengenai capaian akademik (academic achievement) peserta didik. Hasil asesmen ini nantinya dapat dimanfaatkan sebagai bahan evaluasi untuk mendukung peningkatan kualitas pembelajaran di sekolah.

Meski demikian, Pemerintah Provinsi Jawa Timur tidak menetapkan target nilai khusus bagi para siswa. Peserta diharapkan dapat mengikuti tes dengan sungguh-sungguh, tenang, dan percaya diri tanpa terbebani tuntutan angka tertentu, sehingga mereka dapat fokus menunjukkan kemampuan terbaiknya.

Pelaksanaan TKA 2026 di Jawa Timur ini diikuti oleh siswa dari jenjang SMA, SMK, SLB, dan sederajat. Berdasarkan data Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur per 16 Oktober 2026, sebanyak 438.126 siswa telah terdaftar dari total 463.397 calon peserta, atau mencapai sekitar 94,54 persen. Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung secara bertahap mulai 26 Oktober hingga 8 November 2026.

Selain sebagai bahan evaluasi diri bagi siswa untuk mengenali kemampuan akademik dan mempersiapkan jenjang pendidikan selanjutnya—termasuk sebagai komponen pertimbangan seleksi masuk perguruan tinggi—Khofifah mengingatkan bahwa hasil TKA bukanlah satu-satunya penentu masa depan. Proses belajar dan pengembangan keterampilan tetap memegang peranan vital.


Peluang Kerja Global bagi Lulusan SMK Jawa Timur

Di sela-sela peninjauannya, Khofifah juga menyoroti peran strategis pendidikan vokasi dalam membekali siswa agar siap menghadapi dunia kerja, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Berdasarkan data Pemprov Jawa Timur, sebanyak 4.915 siswa SMK di wilayah ini telah berhasil memperoleh kesempatan magang dan bekerja di 13 negara berbeda. Capaian ini mencerminkan komitmen pemerintah dalam memperluas akses lulusan vokasi menuju pasar kerja global.

Melalui kombinasi pelaksanaan TKA yang terukur dan penguatan pendidikan vokasi yang berdaya saing, Pemprov Jawa Timur berharap para siswa memiliki bekal akademik serta keterampilan yang matang untuk menentukan masa depan, baik melanjutkan studi ke perguruan tinggi maupun langsung memasuki dunia kerja sesuai dengan kompetensi dan cita-cita mereka.

 

 

Kasus Pembunuhan Ibu-Anak di Madiun: Polisi Sisir 3 TKP hingga Duga Adanya Mutilasi dan Pembakaran Jasad

MADIUN, Iki Radio — Tim Laboratorium Forensik Kepolisian Daerah Jawa Timur (Labfor Polda Jatim) bersama Satreskrim Polres Madiun Kota menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP) di sejumlah lokasi yang diduga menjadi titik terjadinya pembunuhan ibu dan anak, DH (30) dan AGF (4), pada Senin (26/10/2026).

Pemeriksaan intensif tersebut difokuskan pada tiga lokasi berbeda di wilayah Madiun. "Sebuah hotel di Kota Madiun, sebuah rumah di Gang Tentrem, Jalan Doho, Kelurahan Winongo, serta rumah yang ditempati terduga pelaku DBM di Jalan Kunir Nomor 13, Kelurahan Ngegong, Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun," ujar Kepala Polres Madiun Kota, AKBP Rizki Pratama, di Madiun.

Kapolres menjelaskan bahwa pengungkapan kasus dugaan pembunuhan ini bermula dari laporan kehilangan yang dilayangkan oleh Khanza, adik korban, pada 5 Oktober 2026. Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Opsnal Polres Madiun Kota melakukan penyelidikan dengan menelusuri alur pergerakan dari TKP awal hingga menemukan indikasi kuat yang mengarah kepada terduga pelaku.

Selain menelusuri keterkaitan ketiga lokasi tersebut, pihak kepolisian kini sedang mendalami dugaan pembunuhan yang disertai tindakan mutilasi dan pembakaran jasad. Berdasarkan rekaman kamera pengawas (CCTV) di hotel tempat mereka sempat menginap, terungkap bahwa korban dan terduga pelaku memiliki hubungan sebagai pasangan suami istri siri.

Dalam proses olah TKP di rumah terduga pelaku Jalan Kunir, tim penyidik menaruh perhatian khusus pada sebuah tungku api yang berada di bagian belakang rumah. Tungku tersebut diduga digunakan oleh pelaku untuk membakar jasad korban setelah dimutilasi. Kendati demikian, polisi menekankan bahwa dugaan ini masih dalam tahap pendalaman lebih lanjut.

Hingga saat ini, penyidik masih terus mendalami keterangan dari terduga pelaku serta mengumpulkan barang bukti dari seluruh TKP. Kepolisian berharap hasil dari olah TKP dan uji laboratorium forensik dapat segera merangkai kronologi kejadian secara utuh sekaligus mengungkap motif di balik aksi keji tersebut.

 

Cegah Bullying dan Narkoba, Polda Jatim Hadirkan Program Polisi Jogo Sekolah

SURABAYA, Iki Radio — Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim) menegaskan komitmennya dalam mendukung dunia pendidikan dengan menekankan pentingnya menjaga keselamatan pelajar serta menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari kekerasan.

Komitmen tersebut disampaikan langsung oleh Wakapolda Jatim, Kombes Pol Feri Handoko Soenarso, saat bertindak sebagai pembina upacara bendera di SMA Negeri 15 Surabaya pada Senin (26/10/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Wakapolda Jatim membacakan amanat Kapolda Jatim Irjen Pol Dekananto Eko Purwono. Ia mengingatkan bahwa masa depan generasi muda sangat berharga dan harus dijaga bersama melalui sinergi seluruh pihak. Para pelajar diimbau keras untuk menjauhi berbagai perilaku negatif, seperti tawuran, perundungan (bullying), penyalahgunaan narkoba, hingga provokasi di media sosial.

“Masa depan kalian sangat berharga. Jangan sampai terganggu oleh tawuran, perundungan, narkoba, maupun provokasi di media sosial. Kendalikan diri, tolak ajakan kekerasan, dan selesaikan perselisihan melalui dialog dengan bantuan guru serta orang tua,” ujar Kombes Pol Feri Handoko saat membacakan amanat.

Ia menambahkan bahwa perkelahian antarpelajar membawa dampak buruk yang serius, mulai dari luka fisik, trauma psikologis, hingga risiko kehilangan nyawa. Oleh karena itu, para siswa diharapkan mampu mengendalikan diri secara bijak dan fokus membangun pertemanan yang positif.


Hadirkan Program Polisi Jogo Sekolah

Sebagai langkah konkret perlindungan di sektor pendidikan, Polda Jatim resmi mengimplementasikan program Polisi Jogo Sekolah yang terintegrasi dengan semangat Jogo Omah (menjaga Jawa Timur sebagai rumah bersama). Program ini mengedepankan pendekatan persuasif dan humanis agar kepolisian dapat hadir sebagai sahabat sekaligus pendamping terdekat bagi para pelajar.

“Melalui program Polisi Jogo Sekolah, kami ingin menghadirkan Polisi sebagai sahabat dan pendamping pelajar dalam mencegah perundungan, tawuran, serta penyalahgunaan narkoba,” jelas Wakapolda Jatim.

Sinergi berkelanjutan antara kepolisian, pihak sekolah, dan orang tua menjadi kunci keberhasilan program ini. Upaya yang dilakukan mencakup:

  • Edukasi perilaku aman dan bijak bermedia sosial,
  • Pendampingan konseling bagi siswa, hingga
  • Penanganan laporan kekerasan dengan jaminan keselamatan serta kerahasiaan identitas anak.

Wakapolda Jatim juga berpesan agar para pelajar yang mengalami ancaman atau mengetahui adanya tindakan kekerasan tidak takut untuk segera melapor kepada guru, orang tua, atau polisi pendamping. Langkah preventif ini dinilai sangat krusial dalam mempersiapkan generasi muda menyongsong Indonesia Emas 2045.

“Kalianlah generasi yang akan mengisi masa depan Indonesia. Persiapkan diri dengan ilmu, kedisiplinan, kejujuran, kesehatan, dan kepedulian terhadap sesama untuk menyongsong Indonesia Emas 2045,” tutur Wakapolda Jatim di hadapan ratusan pelajar SMAN 15 Surabaya.

Melalui kegiatan ini, Polda Jatim mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat kolaborasi demi memastikan anak-anak dapat belajar, berkembang, dan berprestasi tanpa bayang-bayang ancaman kekerasan.

 

close
Pasang Iklan Disini