JAKARTA, Iki Radio — Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, memaparkan dua program inovatif unggulan untuk memperkuat keuangan daerah serta meningkatkan perlindungan kesehatan masyarakat. Pemaparan tersebut disampaikan dalam tahapan penilaian Innovative Government Award (IGA) 2026 yang diselenggarakan oleh Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) secara virtual, Rabu (4/11/2026).
Kedua inovasi yang diperkenalkan meliputi Kalesang Papi (Kawal Langsung Penggunaan Air Permukaan) dan Sahabat PBI-JKN (Solusi Aktivasi, Harmonisasi, dan Bantuan Administrasi Terpadu).
Sherly menjelaskan bahwa kedua program ini memadukan
pendekatan digital dan non-digital dengan satu tujuan utama, yakni mewujudkan
tata kelola pemerintahan yang akuntabel, responsif, dan berdampak nyata.
“Dua inovasi ini memiliki satu tujuan, yakni memperkuat
fiskal daerah dan memastikan perlindungan kesehatan masyarakat. Satu inovasi
digital dan satu lagi non-digital. Keduanya untuk mewujudkan pemerintahan yang
lebih akuntabel, responsif, dan berdampak nyata bagi masyarakat Maluku Utara,”
ujar Sherly, seperti dikutip dari Antara, Kamis (5/11/2026).
1. Optimalisasi Fiskal Melalui "Kalesang Papi"
Inovasi Kalesang Papi dirancang untuk mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui optimalisasi pengelolaan Pajak Air Permukaan (PAP) berbasis sistem digital. Sistem ini mencakup pengukuran penggunaan air, verifikasi data, hingga proses penagihan yang lebih transparan dan akurat.
Langkah ini dinilai sangat strategis mengingat pada tahun
2025, Pajak Air Permukaan menyumbang sekitar 33% dari total PAD Maluku Utara.
Hingga 2 November 2026, realisasi PAD Maluku Utara bahkan tercatat telah
mencapai Rp1,5 triliun.
2. Jaminan Kesehatan Lewat "Sahabat PBI-JKN"
Di bidang pelayanan publik dan kesehatan, Pemprov Maluku Utara menghadirkan program Sahabat PBI-JKN guna membantu warga yang menghadapi kendala administrasi kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional.
Program ini berfokus pada deteksi dini serta pendampingan aktivasi kembali kepesertaan Penerima Bantuan Iuran (PBI) JKN. Inovasi ini menjadi pendorong penting dalam mempertahankan dan meningkatkan cakupan Universal Health Coverage (UHC) Maluku Utara yang sebelumnya telah mencapai 97,26% pada tahun 2025.
Gubernur Sherly menambahkan, keberlanjutan kedua inovasi ini telah diintegrasikan langsung ke dalam perencanaan serta penganggaran daerah. Pemprov juga memperkuat kolaborasi lintas perangkat daerah demi memastikan program berjalan optimal.
Apresiasi dari Kemendagri
Sementara itu, Wakil Menteri Dalam Negeri, Akhmad Wiyagus, mengapresiasi langkah inovatif tersebut. Ia menegaskan bahwa ajang IGA bukan sekadar kompetisi pemberian penghargaan semata, melainkan sarana mendorong pemda melahirkan solusi nyata bagi masyarakat.
"Inovasi bukan sekadar aplikasi baru, kegiatan baru,
atau perubahan nama program. Inovasi adalah cara baru yang lebih efektif untuk
menghasilkan nilai publik," pungkas Wiyagus.
















