Iki Radio/Berita Terbaru

Iki Yang Paling/Ngetop

Iki Ceritanya/Orang Terkenal

KLIK DISINI

Iki Dibaca Juga/Jangan Lewatkan

Iki Terbaru/Paling Greeess

Menjadi Pamong, Raihanah Wariskan Nilai Kebersamaan kepada Generasi Paskibraka

Iki Radio - Tiga tahun setelah mengemban tugas sebagai Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Tingkat Pusat 2023, Raihanah Az Zahra kini kembali ke lingkungan Paskibraka dengan peran berbeda. Perwakilan Provinsi Aceh itu dipercaya menjadi pengasuh atau pamong bagi para Calon Paskibraka (Capaska) 2026.


Raihanah mendampingi mereka menjalani proses pembentukan karakter hingga menjelang pengibaran bendera pada peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Bagi Raihanah, suasana yang dirasakan saat menjadi pamong tidak jauh berbeda dengan ketika ia menjadi peserta. Rasa bangga, antusias, dan kesempatan bertemu dengan anak-anak terbaik dari seluruh Indonesia kembali ia rasakan, meski kini berada di sisi pembimbing.

"Kurang lebih pengalaman dan perasaannya mirip. Rasanya seru, senang bisa bertemu banyak teman, kenalan dengan orang-orang baru, dan belajar banyak hal yang sebelumnya tidak saya ketahui. Saya bersyukur bisa mendapat pengalaman yang tidak mudah diakses oleh kebanyakan anak SMA," ujar Raihanah di Pemusatan Pembinaan Paskibraka Tingkat Pusat 2026 di Depok, Selasa (4/8/2026).

Pengalaman tersebut, menurut Raihanah, menjadi bekal berharga untuk membimbing para Capaska. Ia pun mengingatkan generasi muda agar memanfaatkan setiap kesempatan yang datang, bukan hanya di Paskibraka, tetapi dalam berbagai bidang kehidupan.

"Setiap kesempatan emas harus dinikmati. Baik suka maupun dukanya, semuanya akan memberikan pelajaran yang berharga," katanya.

Sebagai pamong, Raihanah mengakui tantangan yang dihadapi berbeda dengan saat menjadi Capaska. Selain harus menyesuaikan diri dengan lokasi pendidikan dan pelatihan yang baru, ia juga memperhatikan waktu istirahat peserta yang menjadi lebih terbatas karena jarak antarfasilitas yang lebih jauh dibandingkan lokasi pelatihan sebelumnya di Cibubur.

Namun, tantangan terbesar justru datang dari proses membangun kebersamaan di antara para peserta yang berasal dari latar belakang, budaya, dan karakter yang berbeda.

Raihanah mengenang, saat menjadi Capaska 2023, ia juga harus belajar menyatukan berbagai perbedaan agar seluruh anggota mampu bergerak sebagai satu tim yang solid pada hari pelaksanaan pengibaran bendera.

"Tantangannya adalah bagaimana menyatukan semuanya menjadi satu hati, satu raga, satu jiwa, padahal setiap orang memiliki karakter yang berbeda. Kami memiliki target waktu yang sama menuju 17 Agustus, sehingga semuanya harus kompak," tuturnya.

Pengalaman itu kini menjadi bekal untuk mendampingi Capaska 2026. Menurutnya, dinamika antarpeserta merupakan hal yang wajar. Sejak hari pertama pelatihan, perbedaan sifat dan kebiasaan kerap memunculkan gesekan di antara mereka.

Alih-alih langsung mengambil alih penyelesaian persoalan, para pamong justru mendorong peserta untuk belajar menyelesaikan konflik secara mandiri melalui musyawarah.

"Kami menyediakan perangkat yang dipimpin oleh peserta sendiri untuk membantu menyelesaikan persoalan di antara mereka. Sebelum pamong turun tangan, kami ingin mereka belajar bermusyawarah dan mencari solusi bersama," jelasnya.

Pendekatan tersebut dilakukan agar para Capaska tidak hanya berhasil menjalankan tugas sebagai pengibar bendera, tetapi juga tumbuh menjadi pribadi yang matang ketika kembali ke daerah masing-masing.

"Kami ingin setelah keluar dari sini mereka benar-benar siap menghadapi tantangan kehidupan, mampu menyelesaikan masalah dengan baik, dan menjadi teladan bagi teman-teman di sekolah maupun masyarakat," katanya.

Menutup wawancara, Raihanah menyampaikan pesan optimistis kepada seluruh masyarakat Indonesia. Menurutnya, masa depan bangsa berada di tangan rakyat yang terus menjaga semangat persatuan dan tidak kehilangan harapan terhadap Indonesia.

"Jangan pernah putus asa terhadap negara kita. Kemajuan dan tetap merdekanya Indonesia ada di tangan kita sendiri sebagai rakyat," pungkasnya.

 

Dorongan Senior Bawa Angelica Ukir Sejarah Bondowoso di Paskibraka Nasional

Iki Radio - Sebuah kalimat sederhana dari kakak-kakak senior menjadi titik balik perjalanan Angelica Theona Putri. Saat itu, siswi SMAN 1 Tenggarang, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, belum pernah membayangkan akan berdiri bersama calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) terbaik dari seluruh Indonesia.

Angelica Theona Putri, siswi SMAN 1 Tenggarang, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur.


"Coba saja ikut dulu di kabupaten," kata Angelica saat di temui di Pemusatan Pembinaan Paskibraka Tingkat Pusat 2026 di Depok, Selasa (4/8/2026).

Ajakan itulah yang akhirnya mengubah mimpi menjadi kenyataan. Angelica kini menjadi Calon Paskibraka tingkat nasional, sekaligus mencatat sejarah sebagai salah satu putri pertama dari Kabupaten Bondowoso yang berhasil menembus seleksi nasional.

"Tentunya saya sangat senang, karena ini merupakan pengalaman paling berharga dalam hidup saya. Dan juga baru pertama kali di kabupaten saya, Paskibraka belum ada yang tembus sampai nasional," ujar Angelica.

Sebelum berani mengikuti seleksi, Angelica hanyalah seorang siswi yang mengagumi penampilan Paskibraka setiap peringatan Hari Kemerdekaan melalui layar televisi. Kekaguman itu membuatnya mulai berlatih di tingkat kecamatan hingga dipercaya menjadi pembawa baki dalam upacara.

Namun, menurutnya, langkah menuju seleksi kabupaten tidak lahir dari keyakinannya sendiri. Justru kakak-kakak senior di lingkungan Paskibra yang melihat potensinya dan terus mendorongnya agar berani mencoba.

"Awalnya saya latihan Paskibra dari kecamatan. Saat itu sempat menjadi pembawa baki juga. Lalu kakak-kakak kelas bilang, 'coba saja ikut di kabupaten.' Akhirnya saya mencoba, dan ternyata perjalanan itu membawa saya sampai di sini," tuturnya.

Bagi Angelica, dorongan tersebut menjadi bukti bahwa kepercayaan dari orang lain terkadang mampu menumbuhkan keberanian yang belum dimiliki seseorang.

Keberanian itu semakin ditempa selama hampir dua pekan mengikuti pemusatan pendidikan dan pelatihan Paskibraka nasional. Di lingkungan baru yang mempertemukannya dengan peserta dari seluruh Indonesia, ia belajar banyak hal yang sebelumnya belum pernah ia rasakan.

Mulai dari bangun pukul 03.30 WIB, berolahraga pagi, hingga menjalani seluruh aktivitas dengan disiplin waktu. "Di sini saya belajar lebih mandiri. Bangun lebih pagi, olahraga, makan juga harus tepat waktu. Biasanya kalau di rumah saya suka molor," katanya sambil tersenyum.

Tak hanya soal disiplin, Angelica juga merasakan hangatnya persaudaraan dengan teman-teman dari berbagai provinsi. Perbedaan budaya, bahasa, dan kebiasaan justru menjadi pengalaman berharga yang memperluas wawasannya.

"Karena mereka dari berbagai daerah, saya jadi mengetahui banyak hal baru dan belajar dari teman-teman," ujarnya.

Perjalanan Angelica juga tidak lepas dari dukungan keluarga. Ia mengaku pernah merasa kurang percaya diri, bahkan sempat hampir menyerah ketika menghadapi berbagai tantangan selama proses seleksi.

Di saat itulah kedua orang tuanya menjadi penyemangat terbesar. "Orang tua selalu bilang, apa pun yang kamu jalani jangan sampai putus asa," ujar Angelica.

Saat Angelica merasa usahanya belum membuahkan hasil, orang tuanya kembali menguatkan bahwa rezeki tidak akan tertukar.

"Kalau memang itu rezekimu, tidak akan ke mana. Yang penting kamu sudah sampai di nasional, mama dan papa sudah bangga," ucap Angelica meniru petuah orang tuanya.

Kini, meski belum mengetahui akan bertugas di pasukan mana saat Upacara Peringatan Hari Kemerdekaan nanti, Angelica memilih menikmati setiap proses yang dijalani. Baginya, kesempatan mengenakan seragam Paskibraka nasional sudah menjadi kebanggaan tersendiri.

Ia pun berharap kisahnya dapat menjadi penyemangat bagi adik-adik di Bondowoso yang memiliki mimpi serupa. "Semangat terus, jangan pantang menyerah. Coba semua hal baru. Tetap punya mimpi dan terus berusaha mewujudkannya," pesannya.

Bagi Angelica, perjalanan menuju Paskibraka nasional membuktikan bahwa sebuah mimpi besar terkadang bermula dari dorongan sederhana. Kepercayaan yang diberikan kakak-kakak senior telah membuatnya berani melangkah, sementara dukungan keluarga membuatnya tetap bertahan hingga akhirnya mengharumkan nama Bondowoso di tingkat nasional.

 

Layak Tampil di Piala Dunia 2030, Presiden Prabowo Minta PSSI Susun Blueprint Timnas Indonesia

Iki Radio — Presiden Prabowo Subianto menilai Tim Nasional Indonesia sudah sangat layak untuk tampil di panggung Piala Dunia 2030. Untuk mewujudkan mimpi besar tersebut, Kepala Negara meminta PSSI segera menyusun cetak biru (blueprint) sebagai panduan pembangunan sepak bola nasional yang terarah dan berkelanjutan dari kelompok usia dini hingga level senior.

Pesan tegas tersebut disampaikan Presiden Prabowo melalui sambutan yang dibacakan oleh Menpora sekaligus Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, dalam Kongres Biasa PSSI 2026 di Hotel Fairmont, Jakarta Pusat, Senin (3/8/2026).

Meski menembus Piala Dunia 2030 bukanlah pekerjaan mudah, Presiden menegaskan bahwa Indonesia sebagai bangsa besar harus berani memasang target tinggi.

“Saya memandang Indonesia layak tampil di Piala Dunia 2030. Bukan hal yang mudah, tetapi kita harus berupaya semaksimal mungkin,” ujar Erick Thohir saat membacakan amanat Presiden Prabowo.

Target besar ini sejalan dengan komitmen yang sebelumnya disampaikan Presiden Prabowo saat menerima Erick Thohir dan Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, di Hambalang pada 19 Juni 2026 lalu.

Pemerintah memastikan dukungan total menjelang bergulirnya Kualifikasi Piala Dunia 2030, yang mencakup pengalokasian dana serta peningkatan fasilitas pendukung secara memadai. Pembinaan usia dini dan SDM, dengan melakukan pencarian bakat merata di seluruh daerah agar setiap anak bangsa mendapat kesempatan membela Garuda. Dan kebijakan strategis untuk memperkuat ekosistem sepak bola nasional.

Presiden mengingatkan bahwa prestasi kelas dunia tidak bisa dibangun secara instan.

“Tidak ada kemenangan tanpa disiplin. Tidak ada prestasi tanpa pengorbanan, dan tidak ada kejayaan tanpa kerja sama. Nilai-nilai itulah yang menjadi fondasi kemajuan sebuah bangsa,” tegasnya.

Lebih lanjut, Presiden menekankan bahwa misi menuju Piala Dunia 2030 tidak bisa hanya menjadi beban pemerintah dan PSSI semata. Seluruh ekosistem—mulai dari klub, akademi, pelatih, pemain, suporter, pemda, dunia usaha, hingga media—harus bergerak selaras.

Bagi Presiden, sepak bola bukan sekadar urusan skor pertandingan, melainkan alat pemersatu bangsa yang merekatkan seluruh rakyat Indonesia tanpa memandang suku, agama, dan latar belakang.

“Saya yakin dengan persatuan, kerja keras, disiplin, dan semangat gotong royong, Indonesia mampu mencapai cita-cita besar tersebut. Bukan hanya lolos ke Piala Dunia 2030, tetapi untuk membangun Indonesia yang semakin kuat dan disegani dunia,” tutupnya.

Ancaman Kekeringan Mengintai, Bupati Madiun Optimis Pertanian Daerah Tetap Unggul

Iki Radio — Potensi kekeringan mulai mengancam kawasan lahan pertanian di Kabupaten Madiun. Meski dibayang-bayangi tantangan cuaca ekstrem, Pemerintah Kabupaten Madiun tetap optimis terhadap ketahanan dan potensi sektor pertanian setempat sebagai salah satu lumbung pangan utama di Jawa Timur.

Bupati Madiun menegaskan bahwa potensi pertanian di daerahnya masih sangat besar untuk terus berkembang.

Saat ini, rata-rata produktivitas padi di Kabupaten Madiun telah mencapai 7 ton per hektar—sebuah capaian yang tergolong kuat, namun dinilai masih bisa ditingkatkan lebih jauh.

“Kami berharap produktivitasnya bisa terus ditingkatkan. Saya pernah berkunjung ke beberapa daerah lain yang produktivitasnya bisa mencapai 10 ton per hektar. Insyaallah, Kabupaten Madiun juga bisa menyusul,” ujar Bupati Madiun, usai pertemuan dengan sejumlah petani, di Puspem Caruban Madiun, Senin (3/8/2026)..

Guna memitigasi dampak musim kemarau dan ancaman kekurangan air pasokan irigasi, Bupati mengimbau para petani untuk lebih bijak dalam mengelola sumber daya air yang ada.

Penghematan dan pengaturan distribusi air dinilai menjadi kunci utama agar aktivitas tanam tidak terganggu.

Pemanfaatan air irigasi harus dilakukan secara efektif dan efisien, pengaturan pola tanam dan jadwal pengairan harus terukur agar air tidak muspro (terbuang sia-sia), serta manajemen air yang disiplin saat musim kering adalah faktor penentu keberhasilan panen.

“Pemanfaatan air harus diefektifkan dan diefisienkan supaya air tidak muspro. Manajemen air saat musim kering adalah kuncinya,” tegasnya.

Melalui sinergi antara pemerintah daerah dan para petani dalam menjaga efisiensi irigasi, Kabupaten Madiun diharapkan tidak hanya mampu bertahan dari ancaman kekeringan, tetapi juga terus meningkatkan kontribusinya terhadap ketahanan pangan regional maupun nasional.(ir)

 

Tiap KPM Akan Terima 30 Kg, Bulog Madiun Siap Salurkan Beras Bantuan Pangan

Iki Radio – Perum Bulog Kantor Cabang Madiun menyatakan kesiapannya untuk menyalurkan Program Bantuan Pangan beras kepada masyarakat penerima manfaat.

Penyaluran bantuan tersebut rencananya akan diluncurkan pada momen peringatan HUT Kemerdekaan RI, 17 Agustus 2026 mendatang.

Pimpinan Cabang Bulog Madiun, Agung Sarianto, memastikan bahwa dari segi ketersediaan pasokan dan fisik, Bulog Madiun sudah siap 100 persen untuk mendistribusikan bantuan tersebut.

"Kalau persiapan dan lain-lain insya Allah sudah siap. Kemasan insya Allah juga sudah cukup. Stok aman dan sangat mencukupi," ujar Agung, Senin (3/8/2026).

Meskipun kesiapan gudang, stok beras, hingga kemasan telah rampung, Agung menyampaikan bahwa saat ini pihak Bulog Madiun masih menunggu regulasi administrasi serta data final penerima dari pemerintah pusat.

"Data Penerima Bantuan Pangan kan kami belum dapat, dan surat penugasan resmi dari Bapanas (Badan Pangan Nasional) ke kami juga masih kita tunggu," terangnya.

Agung menjelaskan bahwa komoditas bantuan pangan yang diturunkan oleh pemerintah pusat pada periode kali ini murni berupa beras, tanpa menyertakan komoditas lain seperti MinyakKita.

Adapun alokasi bantuan ini mencakup program untuk tiga bulan sekaligus, yakni alokasi bulan Juli, Agustus, dan September 2026.

"Setiap Keluarga Penerima Manfaat (KPM) akan menerima jatah 10 kilogram beras per bulan. Karena ini mencakup alokasi tiga bulan (Juli, Agustus, September), maka total yang diterima masing-masing KPM sebanyak 30 kilogram," jelas Agung.

Terkait dengan peluncuran (launching) penyaluran bantuan pangan tersebut, Bulog Madiun telah berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Madiun.

Rencananya, kegiatan launching akan dihadiri dan diresmikan Bupati Madiun, Hari Wuryanto.

Lokasi peluncuran perdana penyaluran bantuan pangan ini diproyeksikan bakal digelar di Desa Balerejo Kebonsari.

"Kami sudah berkoordinasi dengan Pak Bupati Hari Wuryanto. Sewaktu-waktu surat penugasan turun, launching penyaluran akan dilaksanakan bersama Pak Bupati, rencananya di Desa Balerejo Kecamatan Kebonsari," pungkas Agung.

Dengan kesiapan stok dan kemasan di gudang Bulog, masyarakat penerima manfaat diharapkan dapat menerima bantuan pangan beras ini tepat waktu.

Indonesia Open Taekwondo 2026 Resmi Bergulir

Iki Radio - Indonesia kembali menegaskan kapasitasnya sebagai tuan rumah ajang olahraga internasional dengan dibukanya 8th Asian Taekwondo Indonesia Open Championships 2026 di Tennis Indoor Senayan, Jakarta, Minggu (2/8/2026). Sebanyak 531 atlet dari 36 negara ambil bagian dalam kejuaraan level G2 World Taekwondo yang masuk dalam perhitungan poin kualifikasi menuju Olimpiade Los Angeles 2028.

Pembukaan kejuaraan dihadiri Duta Besar Korea Selatan Yoon Soon-Gu, Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo, Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi Todotua Pasaribu selaku Chef de Mission Asian Games 2026, Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi Revita, Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI M. Tonny Harjono, sejumlah gubernur, Presiden Asian Taekwondo Union (ATU) Kim Sang-jin, Ketua Komite Olimpiade Indonesia Raja Sapta Oktohari, serta jajaran pengurus olahraga nasional.

Ketua Umum Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI) Letjen TNI Richard Tampubolon mengatakan penyelenggaraan Indonesia Open 2026 menjadi salah satu yang terbesar dalam sejarah taekwondo nasional. Kejuaraan tersebut juga menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 TNI.

"Kejuaraan ini menjadi salah satu penyelenggaraan terbesar dalam sejarah taekwondo di Indonesia karena setelah hampir dua dekade, akhirnya Indonesia kembali menyelenggarakan kejuaraan taekwondo sebesar ini," ujar Richard.

Menurutnya, keberhasilan Indonesia menjadi tuan rumah merupakan hasil proses bidding yang kompetitif melawan Malaysia dan India. Kepercayaan yang diberikan Asian Taekwondo Union menjadi bukti meningkatnya reputasi Indonesia dalam penyelenggaraan event olahraga internasional.

Richard menilai kehadiran peserta dari Asia, Eropa, hingga Australia menunjukkan kepercayaan dunia terhadap Indonesia sekaligus membuka peluang memperkuat sport tourism dan meningkatkan citra Indonesia di tingkat global.

Presiden Asian Taekwondo Union Kim Sang-jin memberikan apresiasi atas kesiapan Indonesia dalam menggelar kejuaraan tersebut. Ia memuji dukungan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Ketua PBTI Richard Tampubolon, serta seluruh panitia yang dinilai berhasil menghadirkan penyelenggaraan bertaraf internasional.

"Indonesia telah menunjukkan penyelenggaraan luar biasa. Terima kasih atas dedikasi, kerja keras, dan keramahtamahan yang hangat untuk mewujudkan Indonesia Open yang sukses," kata Kim.

Dalam kesempatan itu, Presiden ATU bersama Ketua Umum PBTI juga menyematkan sabuk hitam DAN Kukkiwon kehormatan kepada Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir serta Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo sebagai bentuk penghargaan atas dukungan terhadap pengembangan olahraga taekwondo.

Sementara itu, hingga Minggu siang, kontingen Indonesia berhasil mengoleksi enam medali emas, tiga perak, dan tiga perunggu. Salah satu penyumbang emas, Muhammad Hafizh Fachrur Rhozy, mengaku bangga dapat meraih prestasi di hadapan publik sendiri.

Menurut Hafizh, Indonesia Open menjadi pengalaman berharga karena menghadirkan persaingan yang sangat kompetitif sekaligus memberikan peluang mengumpulkan poin menuju Olimpiade Los Angeles 2028.

"Terima kasih kepada PBTI yang sudah membawa turnamen level G2 ke Indonesia. Ini sangat bagus karena menjadi kesempatan mengumpulkan poin menuju Olimpiade Los Angeles 2028," ujarnya.

Pada kejuaraan ini, Indonesia menurunkan 31 atlet pelatnas, terdiri atas 20 atlet kyorugi dan 11 atlet poomsae. Nomor poomsae dipertandingkan pada 1–2 Agustus 2026, sedangkan nomor kyorugi berlangsung 3–5 Agustus 2026.

Kejuaraan ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam meningkatkan prestasi olahraga nasional, memperkuat diplomasi olahraga, serta mendukung visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto untuk membangun sumber daya manusia unggul dan meningkatkan daya saing Indonesia melalui prestasi di tingkat internasional.

Mulai 17 Agustus, Pemerintah Salurkan Hampir 1 Juta Ton Beras bagi KPM

Iki Radio - Pemerintah kembali memperkuat perlindungan sosial melalui program bantuan pangan beras. Melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas), pemerintah menugaskan Perum Bulog menyalurkan 997,2 ribu ton beras kepada 33,24 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) mulai 17 Agustus 2026.



Program yang mencakup alokasi Juli hingga September 2026 tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah menjaga daya beli masyarakat, memperkuat ketahanan pangan nasional, sekaligus membantu memenuhi kebutuhan pangan keluarga di seluruh Indonesia.

Kepala Bapanas sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan setiap penerima akan memperoleh bantuan beras sebanyak 10 kilogram. Penyaluran dilakukan sekaligus untuk tiga bulan alokasi agar bantuan dapat segera diterima masyarakat.

"Pemerintah menugaskan Bulog untuk menyalurkan cadangan pangan pemerintah kepada 33.244.408 penerima masing-masing sebanyak 10 kilogram untuk alokasi Juli hingga September 2026," ujar Amran dalam keterangan tertulisnya, Minggu (2/8/2026).

Pemerintah juga memilih momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sebagai waktu dimulainya penyaluran bantuan. Direktur Distribusi dan Cadangan Pangan Bapanas, Rachmi Widiriani, mengatakan langkah tersebut menjadi simbol kehadiran negara dalam membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pangan.

Penyaluran bantuan akan dilakukan secara serentak di seluruh wilayah Indonesia mulai 17 Agustus 2026. Pemerintah berharap distribusi dapat berlangsung cepat dan menjangkau seluruh penerima sesuai target.

Untuk memperluas akses masyarakat, pemerintah tidak hanya mengandalkan jaringan Perum Bulog, tetapi juga mengoptimalkan peran Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) sebagai titik penyaluran. Koperasi yang memiliki fasilitas memadai dan berada dekat dengan lokasi penerima bantuan akan dimanfaatkan agar distribusi lebih mudah, cepat, dan efisien.

Dalam memastikan bantuan tepat sasaran, pemerintah menggunakan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) versi terbaru yang telah diperbarui pada 10 Juli 2026. Basis data tersebut disusun melalui kerja sama antara Bapanas, Kementerian Sosial, dan Badan Pusat Statistik (BPS), sehingga penyaluran diharapkan semakin akurat.

Pemerintah juga meminta pemerintah daerah segera berkoordinasi dengan Perum Bulog di masing-masing wilayah untuk memastikan seluruh proses distribusi berjalan lancar. Targetnya, penyaluran bantuan pangan tahap kedua dapat terealisasi 100 persen.

Program bantuan pangan beras tahap kedua merupakan salah satu arahan Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat jaring pengamanan sosial. Pemerintah telah menyiapkan anggaran sebesar Rp17,52 triliun untuk mendukung penyaluran hampir satu juta ton beras kepada 33,24 juta keluarga penerima manfaat.

Sebelumnya, penyaluran bantuan pangan tahap pertama untuk alokasi Februari dan Maret 2026 telah menjangkau 33,14 juta keluarga atau sekitar 99,7 persen dari target. Sebanyak 664,88 ribu ton beras dan 132,97 ribu kiloliter minyak goreng telah berhasil disalurkan kepada masyarakat.

Ribuan Jemaah Hadiri Haul Akbar di Pendopo Ronggo Djumeno

Iki Radio — Suasana khidmat dan penuh keberkahan mewarnai Pendopo Ronggo Djumeno, Kabupaten Madiun. Ribuan jemaah dari berbagai daerah memadati lokasi untuk mengikuti gelaran Haul Akbar yang diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Madiun yang ke-458.

Majelis zikir dan doa bersama ini dihadiri oleh jajaran Forkopimda, pimpinan Perangkat Daerah, para habaib, masyayikh, serta alim ulama dari berbagai daerah seperti Kediri, Trenggalek, Tuban, dan Surabaya.

Dalam sambutannya, Ketua Pengurus Wilayah (PW) Jemaah Al Khidmah Jawa Timur, K.H. Abdul Rahman, M.Pd., menyampaikan rasa syukur dan apresiasi yang mendalam atas terselenggaranya majelis zikir ini. Ia mengucapkan terima kasih khusus kepada Pemerintah Kabupaten Madiun atas dukungan dan izin pemanfaatan pendopo megah sebagai pusat kegiatan spiritual masyarakat.

"Sekali lagi terima kasih kepada semua pihak, khususnya kepada Bapak Bupati Madiun yang telah memberikan izin untuk diadakan Haul di pendopo yang megah ini. Semoga ini merupakan awal yang berkah untuk Kabupaten Madiun," ujar K.H. Abdul Rahman.

Sementara itu, Bupati Madiun, H. Hari Wuryanto, S.H., M.Ak., menyampaikan bahwa peringatan Hari Jadi ke-458 yang dirangkai dengan Haul Akbar ini merupakan momentum penting untuk mensyukuri berbagai nikmat dan pencapaian pembangunan daerah.

"Semua keberhasilan tentu tidak terlepas dari kerja keras, kebersamaan, doa, dan dukungan seluruh elemen masyarakat," ungkap Bupati Hari Wuryanto.

Bupati juga menjelaskan alasan pemilihan lokasi majelis di Pendopo Ronggo Djumeno ketimbang Pendopo Muda Graha. Menurutnya, kapasitas Ronggo Djumeno jauh lebih memadai untuk menampung antusiasme jemaah yang mencapai 2.000 hingga 3.000 orang. Ia berharap agenda keagamaan ini dapat terus berjalan secara rutin setiap tahunnya.

Di hadapan para ulama dan jemaah, Bupati Madiun turut memohon doa restu agar jajaran pemerintah daerah senantiasa diberikan kekuatan dan kemudahan dalam mewujudkan Kabupaten Madiun yang Bersahaja (Bersih, Sehat, dan Sejahtera).

"Kami memohon doa dari seluruh alim ulama dan jemaah agar Kabupaten Madiun selalu diberikan keamanan, ketenteraman, keberkahan rezeki, serta dijauhkan dari segala bentuk musibah dan perpecahan, menuju daerah yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur," pungkasnya.

Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan penyampaian mau'idhoh hasanah oleh Dewan Penasihat Jemaah Al Khidmah Pusat, Romo K.H. Dr. Abdul Rosyid, serta doa bersama untuk keselamatan dan keberkahan bangsa.

close
Pasang Iklan Disini