Iki Radio/Berita Terbaru

Iki Yang Paling/Ngetop

Iki Ceritanya/Orang Terkenal

KLIK DISINI

Iki Dibaca Juga/Jangan Lewatkan

Iki Terbaru/Paling Greeess

Dukungan Palestina Bergema di 100 Tahun Gontor, Presiden Prabowo Pekikkan "Free Palestine"

Iki Radio — Suasana Resepsi Kesyukuran 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) di Kabupaten Ponorogo berubah riuh, Sabtu (19/9/2026). Di tengah sambutannya di Balai Pertemuan Pondok Modern (BPPM), Presiden Prabowo Subianto menyapa satu per satu para duta besar negara sahabat yang hadir.

Presiden Prabowo Subianto memberikan sambutannya saat menghadiri Resepsi Kesyukuran 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) yang digelar di Balai Pertemuan Pondok Modern (BPPM), Pondok Modern Darussalam Gontor Putra Kampus Pusat, Kabupaten Ponorogo, Provinsi Jawa Timur, Sabtu, 19 September 2026. Foto: BPMI Setpres

Saat Presiden menyapa Duta Besar Palestina untuk Indonesia, Abdalfatah A.K. Alsattari, tepuk tangan santri, alumni, dan tamu undangan seketika bergemuruh memenuhi ruangan. Dukungan terhadap Palestina terasa begitu kuat di tengah peringatan satu abad perjalanan pesantren tersebut.

“Free Palestine! Free Palestine! Free Palestine!” pekik Presiden Prabowo dari atas mimbar yang langsung disambut teriakan serupa dari seluruh hadirin.

Mendengar hal itu, Dubes Palestina menghampiri Presiden di panggung. Sebuah keffiyeh—kain bercorak khas yang menjadi identitas perjuangan Palestina—dikalungkan ke leher Presiden Prabowo. Keduanya kemudian berpelukan erat sebelum Presiden melanjutkan sambutan dengan keffiyeh yang tetap melingkar di pundaknya.

Dalam pidatonya, Presiden menegaskan bahwa penderitaan rakyat Palestina harus menjadi pengingat bagi Indonesia tentang pentingnya membangun kekuatan nasional.

“Saya tadi ingat, saudara-saudara kita di Palestina, mereka dibantai, mereka dibom, mereka diserang terus-menerus, dan kita seolah-olah kurang berdaya untuk membantu mereka,” ujar Presiden.

Ia menekankan bahwa keprihatinan tersebut tidak boleh berhenti pada rasa simpati semata. Di hadapan keluarga besar PMDG, Kepala Negara mengajak para kiai, ulama, pendidik, dan generasi muda untuk menjadikan kondisi tersebut sebagai pemicu semangat belajar dan bekerja keras.

“Ini saya kira harus mendorong dan memicu suatu kehendak. Kehendak untuk belajar sungguh-sungguh. Kehendak untuk membangun bangsa Indonesia yang kuat karena bangsa yang tidak kuat, bangsa itu akan diinjak-injak oleh bangsa-bangsa lain,” tegasnya.

Momen emosional di perayaan satu abad Gontor ini menegaskan bahwa kepedulian terhadap kemanusiaan global harus selaras dengan ikhtiar memperkuat bangsa sendiri dari dalam.

 

TKD Ditambah, Mendagri Pastikan Gaji PPPK Daerah Aman

Iki Radio - Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Muhammad Tito Karnavian memastikan, pembayaran gaji Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di daerah kini berada dalam posisi aman setelah pemerintah pusat menyetujui tambahan Transfer ke Daerah (TKD) senilai Rp18,9 triliun.

Mendagri Tito Karnavian (ketiga dari kiri), bersama para gubernur se-Sulawesi memberikan keterangan kepada media di Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (18/9/2026). (ANTARA)

Pernyataan tersebut disampaikan Tito Karnavian melalui keterangan resmi, di sela-sela acara Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Batch II Regional Sulawesi yang digelar di Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (18/9/2026).

Menurut Mendagri Tito, langkah itu diambil guna mencegah terjadinya pemutusan hubungan kerja atau perumahan tenaga kerja PPPK oleh pemerintah daerah akibat keterbatasan fiskal daerah.

Mendagri mengungkapkan,  alokasi tambahan dana tersebut diprioritaskan bagi 540 pemerintah daerah yang mengalami kendala anggaran. 

"Saya sudah perjuangkan. Sudah bertemu langsung dengan Keuangan, pernah ketemu Presiden, sehingga kemudian diberikan tambahan TKD sebesar Rp18,9 triliun untuk 540 daerah," ujar Tito Karnavian.

Dukungan dari pusat tersebut disambut baik oleh pemerintah daerah. Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, berharap skema penganggaran PPPK ke depan dapat diintegrasikan secara berkelanjutan dalam skema Dana Alokasi Umum (DAU).

Menurutnya, peran tenaga PPPK sangat penting dalam menopang pelayan publik dasar di kawasan daerah. 

"Karena biar bagaimana, mereka banyak yang difungsikan untuk tenaga kependidikan, guru, banyak juga untuk tenaga kesehatan, dan tentu masih sangat dibutuhkan," kata Andi Sudirman.

Sebelumnya, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) masih menggodok usulan penggunaan Dana Alokasi Umum (DAU) untuk membantu pemerintah daerah yang kesulitan fiskal dalam membayar gaji Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).  

"Mungkin salah satu usulnya adalah PPPK itu bisa dibantu diselesaikan melalui DAU. Tetapi, tentu ini belum pasti, dan masih dalam penggodokan formulanya serta menunggu kebijakan dari Kementerian Keuangan," Kata Wamendagri Bima Arya Sugiarto, melalui keterangan resmi, 5 Agustus 2026 lalu.

 

Top

Ribuan Anak Disabilitas Nobar Perdana Film "Istimewa", Produser Janjikan Rumah Singgah di Setiap Provinsi

Iki Radio — Ribuan anak penyandang disabilitas dari berbagai komunitas di seluruh Indonesia merayakan hari pertama penayangan film Istimewa melalui kegiatan nonton bersama (nobar). Sebanyak 7.500 anak hadir dalam acara ini untuk menyambut penayangan film drama keluarga yang diinspirasi dari kisah hidup mereka.

Produser film Istimewa, Abdullah Mansuri—yang akrab disapa Ayah Mansuri—menyampaikan bahwa momen nobar ini digelar agar kebahagiaan atas rilisnya film dapat dirasakan langsung oleh komunitas disabilitas.

"Film Istimewa adalah film kita semua. Hari ini, sekitar 7.500 anak istimewa dari berbagai komunitas di seluruh provinsi Indonesia nonton bareng untuk merayakan penayangannya. Kami ingin kebahagiaan atas hadirnya film ini bisa dirasakan bersama oleh teman-teman istimewa," ujar Abdullah Mansuri.

Disutradarai oleh Ruben Adrian, film produksi Kairos Pictures ini merangkai kisah nyata teman-teman disabilitas menjadi narasi tentang keluarga, kehilangan, dan proses penerimaan. Film ini juga melibatkan talenta penyandang disabilitas secara langsung sebagai pemeran utama.

Kisah berpusat pada lima tokoh utama—Aldo, Bimo, Ken, Nita, dan Mul—yang tinggal di Rumah Istimewa. Mereka menemukan sosok figur ayah pada Pak Mahendra (diperankan oleh Mathias Muchus), orang yang membuat mereka merasa dicintai dan diterima apa adanya. Konflik dimulai ketika Pak Mahendra mendadak hilang, mendorong kelimanya untuk memberanikan diri keluar dari rumah dan melakukan perjalanan pencarian demi menemukan sosok yang mereka sayangi.

Selain menyajikan cerita hiburan, produksi film ini juga mengusung misi sosial. Abdullah Mansuri berkomitmen membangun Rumah Singgah Istimewa di setiap provinsi di Indonesia apabila film ini berhasil menembus satu juta penonton. Langkah ini diharapkan dapat membuka ruang lebih luas bagi anak-anak disabilitas untuk belajar, berkarya, dan mengembangkan potensi diri.

Selain Mathias Muchus, film ini turut dibintangi oleh Yanni Melwani, Zulfadli Aldiansyah, Bambang Ceper, Rein, Niatus Sholihah, Salsabila Bella, Maxime Mustofa, Ajil Ditto, Agus Kuncoro, Ence Bagus, hingga Komo Ricky.

Kisah perjuangan Aldo dan kawan-kawan dalam film Istimewa resmi dapat disaksikan di seluruh jaringan bioskop Indonesia mulai 17 September 2026.

 

Mengenal Hana Monina, Penyanyi Dangdut Asal Blitar yang Makin Bersinar Bersama Om Adella

Iki Radio – Industri musik dangdut koplo tanah air kembali diwarnai oleh kehadiran bakat muda yang mencuri perhatian. Hana Monina, penyanyi berbakat asal Blitar, Jawa Timur, kini semakin dikenal luas oleh penikmat musik setelah bergabung dengan orkes musik dangdut ternama Jawa Timur, Om Adella.

Pemilik nama lengkap Hana Monina Handiyani Putri ini tidak hanya menarik perhatian lewat suara merdunya, tetapi juga pesona paras cantiknya yang sekilas tampak seperti blasteran. Penampilan panggungnya yang memikat, didukung dengan postur tubuh ideal, menjadikannya salah satu pedangdut muda yang banyak diidolakan, khususnya oleh kaum adam.

Dalam setiap penampilannya, Hana terampil membawakan lagu-lagu bergenre campursari koplo dengan iringan khas Om Adella. Karakter vokalnya yang kuat, terutama saat mengeksekusi nada-nada tinggi, terbukti sukses menghipnotis penonton dan membuat nama penyanyi kelahiran 15 Juni 2001 ini melambung tinggi.

Popularitas Hana kian meroket setelah salah satu penampilannya menembus jajaran trending musik di YouTube. Salah satu aksi panggungnya yang paling membekas adalah saat membawakan lagu "Gaun Merah" bersama Om Adella. Video tersebut telah ditonton lebih dari 3,1 juta kali di YouTube, menegaskan posisinya sebagai salah satu talenta berbakat yang patut diperhitungkan di kancah musik dangdut tanah air.


Biodata Singkat Hana Monina:

  • Nama Lengkap: Hana Monina Handiyani Putri
  • Nama Panggung: Hana Monina
  • Tanggal Lahir: 15 Juni 2001
  • Asal: Blitar, Jawa Timur
  • Agama: Islam
  • Akun Instagram: @hanamonina01

 

Syair Perang Siak Ditetapkan sebagai Ingatan Kolektif Nasional 2026

Iki Radio - Naskah kuno Syair Perang Siak resmi ditetapkan sebagai Ingatan Kolektif Nasional (IKON) 2026 oleh Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas). Penetapan tersebut menjadi catatan penting bagi Kabupaten Siak sekaligus kado istimewa menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kabupaten Siak pada 12 Oktober 2026.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Siak, Setya Hendro Wardana, menyampaikan rasa syukur atas penetapan Syair Perang Siak sebagai salah satu IKON Nasional 2026. Menurutnya, penghargaan tersebut menjadi hadiah bagi Kabupaten Siak di usia ke-27 tahun.

“Alhamdulillah untuk hadiah ulang tahun Kabupaten Siak melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Siak mendapatkan penghargaan nasional yaitu Syair Perang Siak menjadi Ingatan Kolektif Nasional (IKON),” kata Hendro, Jumat (18/9/2026).

Penetapan tersebut tertuang dalam Keputusan Kepala Perpusnas Republik Indonesia Nomor 154 Tahun 2026 tentang Penetapan Naskah Kuno sebagai Ingatan Kolektif Nasional (IKON) Tahun 2026.

Hendro mengatakan, kepastian penetapan tersebut disampaikan Perpusnas melalui surat Nomor B.2901/3/JIP.02.02/IX/2026 tertanggal 16 September 2026 kepada Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Siak selaku pengusul naskah kuno Syair Perang Siak.

Penghargaan tersebut akan diserahkan dalam kegiatan Penganugerahan IKON dan Seminar IKON-Memory of the World Tahun 2026 yang digelar Perpusnas di Jakarta. Kegiatan bertema “Naskah, Ingatan, dan Kolektivitas Bangsa” itu dijadwalkan berlangsung Kamis, 24 September 2026, di Auditorium Lantai 2 Perpusnas, Jakarta Pusat.

Dalam surat Perpusnas disebutkan, penetapan Syair Perang Siak sebagai IKON merupakan bentuk pengakuan terhadap nilai penting warisan dokumenter yang memiliki signifikansi bagi sejarah, kebudayaan, dan peradaban Indonesia.

Sertifikat IKON 2026 akan diserahkan oleh Kepala Perpusnas. Setiap usulan IKON diwakili satu orang dari pihak pengusul untuk menerima sertifikat di atas panggung.

"Alhamdulillah, usulan tersebut berasal dari Pemerintah Kabupaten Siak melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Siak," ujar Hendro.

Menurut Hendro, penetapan tersebut menjadi kebahagiaan dan kebanggaan masyarakat Kabupaten Siak karena Syair Perang Siak memiliki keterkaitan kuat dengan sejarah daerah, termasuk keberadaan Istana Siak dan jejak Kesultanan Siak.

"Kami juga menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada Ibu Bupati, Bapak Wakil Bupati, Bapak Sekretaris Daerah beserta seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Siak, Pemerintah Provinsi Riau beserta jajarannya, LAM Siak, LAM Riau, serta seluruh tim Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Siak," kata Hendro.

Apresiasi juga disampaikan kepada budayawan Siak, Tuk Budi, filolog dari Unilak, Ibu I-iek, serta seluruh pihak yang mendukung proses pengusulan dan pelestarian Syair Perang Siak hingga ditetapkan sebagai IKON Nasional Tahun 2026.

"Semoga Allah SWT dan Tuhan Yang Maha Kuasa membalas segala kebaikan dan dukungan yang telah diberikan oleh kita semua. Prestasi ini bukan milik satu pihak, melainkan menjadi hadiah, kebanggaan, dan prestasi kita bersama untuk Kabupaten Siak dan Provinsi Riau," ucap Hendro.

Penetapan Syair Perang Siak sebagai IKON Nasional 2026 menegaskan keberadaan khazanah sejarah dan budaya Melayu Siak sebagai bagian dari warisan dokumenter Indonesia.

Pengakuan tersebut sekaligus menjadi momentum bagi Kabupaten Siak untuk terus melestarikan naskah kuno sebagai sumber pengetahuan dan ingatan kolektif bangsa.

 

Arkeolog Temukan Masjid Usia 1.300 Tahun di Al-Ma'mala Arab Saudi

Iki Radio — Para arkeolog berhasil menemukan sebuah masjid kuno yang diperkirakan berusia lebih dari 1.300 tahun di situs Al-Ma'mala, wilayah Al-Baha, Arab Saudi. Bangunan bersejarah ini diprediksi berasal dari abad pertama Hijriyah atau sekitar abad ketujuh hingga awal abad kedelapan Masehi.

Situs masjid kuno ditemukan di Al Mamala Arab Saudi. Foto: Istimewa

Dikutip dari Arkeonews, penemuan tersebut diumumkan Komisi Warisan Arab Saudi setelah menyelesaikan musim penggalian keempat di situs yang berlokasi di dekat Al-Aqiq tersebut. Penemuan ini menjadi bagian penting dalam mengungkap kehidupan masyarakat serta perkembangan arsitektur Islam pada periode awal di Semenanjung Arab.

 

Arsitektur dan Struktur Bangunan

Masjid ini dibangun menggunakan blok-blok granit yang dipahat secara cermat, dengan dimensi ukuran sekitar 16 meter dari utara ke selatan dan 10 meter dari timur ke barat. Jejak plester gipsum yang ditemukan mengindikasikan bahwa sebagian interior masjid pernah dilapisi permukaan yang dipoles.

Di dalam area bangunan, tim arkeolog menemukan mihrab yang menunjukkan arah kiblat, tiga pintu masuk yang terletak di sisi timur, barat, dan selatan, struktur persegi di bagian tenggara kompleks yang ditafsirkan sebagai menara, delapan ruangan yang berdekatan dengan masjid, dilengkapi fasilitas penyimpanan dan tempat air.

Keberadaan struktur pendukung tersebut menunjukkan bahwa masjid ini merupakan bagian dari permukiman yang lebih luas, bukan bangunan yang berdiri sendiri.

Salah satu temuan paling signifikan adalah sejumlah prasasti Arab pada batu-batu di bagian dalam dan dinding luar masjid. Prasasti tersebut memuat doa-doa keagamaan dan teks yang berkaitan dengan Al-Qur'an. Salah satu prasasti pada dinding kiblat berisi doa memohon keberkahan bagi Muhammad ibn Abdullah.

Temuan prasasti, mihrab, dan unsur arsitektur ini memperkuat identifikasi bangunan sebagai masjid sekaligus memberikan gambaran mengenai ekspresi keagamaan masyarakat kawasan tersebut pada masa awal Islam.

Situs Al-Ma'mala bukan sekadar kawasan keagamaan. Bukti arkeologis menunjukkan bahwa permukiman ini berkembang sebagai pusat aktivitas pertambangan dan pengolahan sumber daya mineral seperti emas, perak, dan tembaga.

Aktivitas pertambangan di kawasan ini diketahui telah berlangsung sebelum periode Islam dan mengalami peningkatan intensitas antara akhir abad keenam hingga abad kesembilan Masehi. Hal ini menempatkan Al-Ma'mala dalam masa transisi historis yang penting dari era pra-Islam menuju berkembangnya masyarakat Islam awal.

Berbagai artefak yang ditemukan—seperti tembikar, pecahan bejana batu sabun, alu, dan batu penggiling—menandakan adanya komunitas kompleks yang terdiri dari penambang, pengrajin logam, hingga pedagang. Keberadaan masjid membuktikan bahwa aktivitas keagamaan berkembang berdampingan dengan kegiatan ekonomi masyarakat.

Secara geografis, Al-Ma'mala berjarak sekitar 13 kilometer sebelah timur Al-Aqiq dan berada dekat dengan jalur kuno Darb Al-Feel (Jalan Gajah). Jalur ini menghubungkan wilayah Arab bagian selatan dengan kawasan utara, yang kemudian menjadi jaringan perjalanan bagi pelancong dan peziarah pada era Islam.

Komisi Warisan Saudi menyatakan penelitian dan penggalian lanjutan di Al-Ma'mala akan terus dilakukan untuk mengungkap lebih detail mengenai penanggalan pasti pembangunan masjid, durasi penggunaannya, serta dinamika perubahannya seiring perkembangan aktivitas ekonomi setempat.

 

SKD Sekolah Kedinasan 2026 Segera Dimulai, Ini Rincian Passing Grade dan Aturan Mainnya

Iki Radio - Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) bagi calon praja, mahasiswa, dan taruna sekolah kedinasan tahun anggaran 2026 dijadwalkan berlangsung mulai 22 September 2026. Pemerintah telah resmi mematok nilai ambang batas (passing grade) melalui Keputusan Menteri PANRB Nomor 406 Tahun 2026.

Tahun ini, pemerintah menyediakan 4.770 formasi CPNS di sembilan instansi penyelenggara sekolah kedinasan. Seleksi tetap mengandalkan sistem Computer Assisted Test (CAT) yang dikelola oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN) untuk menjamin transparansi dan mencegah kecurangan.


Ambang Batas dan Bobot Nilai SKD 2026

Peserta akan diuji dengan total 110 butir soal dalam durasi waktu 100 menit. Rincian nilai ambang batas dan bobot penilaian tiap materi ujian adalah sebagai berikut:

Tes Wawasan Kebangsaan (TWK): Minimal 65 dari nilai maksimal 150 (30 soal). Bobot jawaban benar bernilai 5, serta salah atau tidak menjawab bernilai 0.

Tes Intelegensia Umum (TIU): Minimal 80 dari nilai maksimal 175 (35 soal). Bobot jawaban benar bernilai 5, serta salah atau tidak menjawab bernilai 0.

Tes Karakteristik Pribadi (TKP): Minimal 156 dari nilai maksimal 225 (45 soal). Bobot jawaban bernilai 1 hingga 5, sedangkan tidak menjawab bernilai 0.

Nilai akumulasi tertinggi untuk keseluruhan SKD adalah 550. Pemerintah menetapkan pengecualian nilai ambang batas bagi peserta dari daerah tertentu yang masuk dalam program afirmasi sesuai usulan instansi terkait.

Menteri PANRB Rini Widyantini menegaskan agar seluruh peserta percaya pada kemampuan diri sendiri dan tidak tergiur oleh tawaran oknum penipu yang menjanjikan kelulusan. Sistem CAT dipastikan menutup celah bagi praktik kecurangan.

Hasil SKD akan diumumkan oleh masing-masing instansi pada kurun waktu September hingga Oktober 2026 sebelum dilanjutkan ke tahap seleksi berikutnya. Rincian jadwal serta dokumen aturan resmi dapat diakses melalui portal sscasn.bkn.go.id dan jdih.menpan.go.id.

Sosok Putra Madiun di Balik Kebangkitan Como 1907: Bawa Sentuhan Budaya Nusantara ke Kancah Sepak Bola Eropa

Iki Radio — Nama Mirwan Suwarso kini tengah menjadi sorotan publik sepak bola Italia dan dunia. Pria kelahiran Madiun, Jawa Timur, pada 29 Desember 1985 ini berhasil mengukir prestasi gemilang dengan membawa klub sepak bola Como 1907 bangkit dari keterpurukan hingga menjadi tim yang disegani di kasta tertinggi kompetisi Italia dan Eropa.

Lulusan Consumer Science and Retail Management dari Purdue University, West Lafayette, Indiana, Amerika Serikat ini sukses memadukan strategi bisnis modern dengan nilai-nilai kearifan lokal Indonesia dalam memimpin klub.


Memikat Hati Rakyat Italia Lewat Tradisi Nguwongke

Keberhasilan Mirwan di Como tidak hanya diukur dari pencapaian di dalam lapangan, tetapi juga dari cara ia membangun hubungan emosional dengan masyarakat setempat. Dalam kepemimpinannya, ia mempraktikkan filosofi Jawa men-uwongke (memanusiakan manusia) serta menjunjung tinggi unggah-ungguh atau rasa hormat kepada para tetua.

Salah satu aksinya yang membuat warga Como terenyuh hingga meneteskan air mata adalah ketika Mirwan memberikan kursi VIP miliknya kepada warga senior dan para mantan pemain legendaris Como 1907. Sikap santun dan kehangatan budaya Nusantara yang ditunjukkannya mendapat apresiasi luar biasa dari masyarakat Italia, bahkan mendorong banyak warga setempat berencana meluangkan waktu berlibur ke Indonesia.


Dari Lokasi Syuting Dokumenter Hingga Transformasi Industri

Keterlibatan kelompok usaha Djarum di Como 1907 bermula saat tim media Mola TV, yang kala itu dipimpin Mirwan sebagai CEO, mencari lokasi syuting film dokumenter sepak bola Italia. Saat berhadapan dengan kondisi Como 1907 yang tengah terpuruk, muncul gagasan untuk menjadikan klub tersebut sebagai markas Garuda Select.

Meski rencana pembinaan pemain muda Indonesia tersebut membentur ketatnya regulasi lisensi dan izin tinggal di Italia, Djarum tetap melanjutkan akuisisi dan mempercayakan pengelolaan penuh klub secara profesional kepada Mirwan.

Berbekal pengalaman panjang di industri kreatif—mulai dari Account Director di Saatchi & Saatchi Advertising, Direktur Destiny Films, Creative Head di MSP Entertainment, hingga memimpin Super Soccer TV dan Mola TV—Mirwan mentransformasi Como 1907 menjadi entitas bisnis berskala global.


Mengintegrasikan Sepak Bola, Budaya, dan Pariwisata

Di bawah arahannya, Como 1907 tidak lagi sekadar klub di kota kecil berpenduduk sekitar 83 ribu jiwa di utara Italia. Mirwan merancang ekosistem bisnis terpadu yang menghubungkan klub sepak bola dengan denyut perekonomian dan pariwisata Kota Como.

Ia memosisikan pertandingan sepak bola layaknya taman hiburan, merchandise sebagai suvenir khas, serta layanan media sebagai platform hiburan digital. Selain itu, pengembangan bisnis merambah ke sektor perhotelan, restoran, hingga transportasi lokal untuk memperluas diversifikasi pendapatan klub serta melibatkan warga setempat dalam roda perekonomian.

Keberhasilan Mirwan Suwarso memadukan inovasi, analisis data, dan nilai komunitas lokal di Italia berlandaskan budaya luhur Indonesia tidak hanya menjadi kebanggaan masyarakat Como, tetapi juga menjadi bukti kapasitas pemuda Indonesia di panggung dunia.



Sumber : unair.ac.id

close
Pasang Iklan Disini