Iki Radio/Berita Terbaru

Iki Yang Paling/Ngetop

Iki Ceritanya/Orang Terkenal

KLIK DISINI

Iki Dibaca Juga/Jangan Lewatkan

Iki Terbaru/Paling Greeess

Gempa M 6,4 Guncang Kepulauan Tanimbar, Getaran Dirasakan hingga Sorong dan Kaimana

JAKARTA, Iki Radio — Wilayah Kepulauan Tanimbar, Maluku, diguncang gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 6,4 pada Kamis (29/10/2026) pukul 05.06 WIB. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan bahwa pusat gempa berada di laut, sekitar 60 kilometer barat laut Larat, Kepulauan Tanimbar.

Episenter gempa terletak pada koordinat 6,34 derajat Lintang Selatan (LS) dan 130,52 derajat Bujur Timur (BT) dengan kedalaman 160 kilometer. Meskipun berkedalaman cukup dalam, getaran gempa ini terpantau cukup luas dan dirasakan di sejumlah wilayah di luar Maluku.

Berdasarkan data BMKG, getaran gempa dirasakan di empat wilayah dengan skala intensitas II–III MMI (Modified Mercalli Intensity), yakni Kepulauan Tanimbar dan Banda Naira Maluku, Kaimana Papua Barat dan Sorong, Papua Barat Daya.

Skala II MMI menunjukkan bahwa getaran dirasakan oleh beberapa orang dan membuat benda-benda ringan yang digantung bergoyang. Sementara itu, skala III MMI menggambarkan getaran yang terasa nyata di dalam rumah, menyerupai getaran saat kendaraan berat melintas.

Hingga saat ini, pihak BMKG belum menerima laporan resmi mengenai adanya kerusakan bangunan maupun korban jiwa akibat peristiwa tersebut. 

Meski demikian, masyarakat diimbau agar tetap tenang, tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya, serta tetap waspada terhadap kemungkinan terjadinya gempa bumi susulan.

 

 

Pemerintah Siapkan Rekening Gratis dan Saldo Awal Rp50 Ribu bagi 25 Juta Warga, Ini Kriterianya

JAKARTA, Iki Radio — Pemerintah resmi menetapkan kriteria bagi masyarakat yang akan menjadi sasaran awal program Satu Orang Satu Rekening. Melalui inisiatif ini, pemerintah menyediakan fasilitas rekening gratis disertai setoran awal sebesar Rp50 ribu guna memperluas akses layanan perbankan bagi kelompok masyarakat rentan.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa program tahap awal ini menargetkan sekitar 25 juta warga. Angka tersebut ditetapkan setelah melalui proses pemadanan data yang komprehensif.

Kriteria Penerima Rekening Gratis

Berdasarkan data pemerintah, program ini difokuskan pada masyarakat dari kelompok ekonomi terbawah dengan persyaratan utama sebagai berikut:

  • Berusia di atas 17 tahun: Menyasar warga yang telah memiliki identitas resmi dan memenuhi syarat administrasi perbankan.
  • Masuk kelompok desil 1 hingga 4: Berasal dari lapisan masyarakat dengan tingkat kesejahteraan terendah berdasarkan data sosial ekonomi.
  • Belum memiliki rekening bank: Diprioritaskan bagi warga yang sama sekali belum tersentuh layanan perbankan (unbanked).

 

Dukungan Anggaran dan Sinergi Perbankan

Untuk tahap awal pelaksanaan, pemerintah telah menyiapkan anggaran mencapai Rp1,28 triliun. Pendanaan ini digunakan untuk memfasilitasi pembukaan rekening serta saldo awal Rp50 ribu per penerima.

Validasi data calon penerima mengacu pada Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), dengan dukungan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) serta Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Sementara itu, implementasi di lapangan melibatkan bank pelaksana, yakni PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BRI) dan PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk. (BSI).

Selain memperluas inklusi keuangan, program ini diharapkan mampu mempermudah penyaluran berbagai bentuk bantuan sosial pemerintah sekaligus mendorong kegiatan produktif masyarakat.

 

Imbauan bagi Masyarakat

Terkait mekanisme teknis, masyarakat diimbau untuk tidak berasumsi bahwa seluruh warga otomatis akan langsung menerima saldo awal tersebut. Proses penetapan masih mengikuti ketentuan resmi pemerintah.

Masyarakat disarankan untuk menunggu pengumuman resmi serta memantau perkembangan informasi langsung dari pemerintah maupun bank pelaksana (BRI dan BSI) guna mengetahui prosedur dan ketentuan lebih lanjut.

 

Polri dan Tiongkok Bongkar Laboratorium Sabu 1,2 Ton di Banda Aceh Hasil Kerja Sama Internasional

JAKARTA, Iki Radio — Badan Narkotika Nasional (BNN) bersama Polri dan Bea Cukai berhasil membongkar laboratorium sabu berskala besar di Banda Aceh dengan barang bukti seberat 1,2 ton. Pengungkapan yang dilakukan pada 21 Oktober 2026 ini merupakan buah dari kerja sama pemberantasan narkotika lintas negara yang melibatkan Indonesia, Tiongkok, dan Malaysia.

Keberhasilan pengungkapan tersebut menjadi salah satu topik utama dalam pertemuan antara Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto dan Wakil Sekretaris Jenderal Komisi Nasional Pengendali Narkotika Tiongkok (NNCC), Lan Weihong, di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (28/10/2026).

Lan Weihong, yang juga menjabat sebagai wakil direktur jenderal biro pengendali narkotika Kementerian Keamanan Publik Tiongkok, menjelaskan bahwa otoritasnya mulai mendeteksi aktivitas penyelundupan narkotika cair di wilayah Myanmar, Thailand, and Laos sejak Oktober 2025. Penyelidikan yang berjalan selama kurang lebih satu tahun itu mengindikasikan adanya jaringan yang berulang kali menyelundupkan narkotika cair dari kawasan tersebut ke Indonesia.

Temuan hasil penyelidikan itu kemudian diserahkan kepada BNN pada September 2026. Berkat koordinasi penegakan hukum lintas negara yang solid, aparat gabungan berhasil menggerebek laboratorium sabu di Banda Aceh dan menyita 1,2 ton sabu. Sejumlah pihak yang diduga terlibat dalam jaringan internasional ini juga telah berhasil ditangkap oleh otoritas kedua negara.

Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto mengapresiasi dukungan besar dari otoritas Tiongkok dalam pengungkapan kasus kakap ini. Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak lepas dari kolaborasi erat antara Polri, BNN, Ditjen Bea dan Cukai Kementerian Keuangan, serta NNCC Tiongkok.

"Beberapa waktu lalu kita telah melakukan pengungkapan secara bersama antara Polri, BNN, Bea Cukai, dan juga tentunya atas dukungan besar dari NNCC yang hari ini hadir," ujar Suyudi usai audiensi. Ia menegaskan, komitmen Indonesia dalam memberantas narkotika akan terus diperkuat melalui kerja sama internasional guna menjaga keamanan nasional dan kawasan Asia.

Dalam kesempatan yang sama, Lan Weihong menegaskan komitmen pemerintah Tiongkok untuk menindak tegas sindikat narkotika tanpa kompromi. Ia mengingatkan bahwa hukum di Tiongkok sangat ketat terhadap pelaku kejahatan narkotika, baik produksi maupun peredaran, dengan ancaman sanksi tertinggi berupa hukuman mati.

Pengungkapan laboratorium sabu di Banda Aceh ini dinilai sebagai bukti nyata pentingnya pertukaran informasi dan koordinasi antarnegara. Indonesia dan Tiongkok sepakat untuk terus melanjutkan kerja sama demi menelusuri jaringan yang lebih luas serta memutus rantai penyelundupan narkotika di Asia.

 

Senat Prancis Sahkan RUU Pertanggungjawaban Finansial Perusuh Demo, Disorot Kelompok HAM

PARIS, Iki Radio — Senat Prancis secara resmi menyetujui rancangan undang-undang (RUU) kontroversial yang mewajibkan para perusuh untuk menanggung pertanggungjawaban finansial atas kerusakan yang ditimbulkan selama demonstrasi publik berlangsung.

RUU tersebut disahkan dalam sidang di majelis tinggi parlemen pada Rabu (28/10/2026) dengan perolehan 229 suara mendukung dan 105 suara menolak. Kebijakan ini mendapat dukungan kuat dari aliansi kelompok sayap kanan dan sentris yang memegang mayoritas kursi Senat.

Meski demikian, pengesahan RUU ini langsung memicu gelombang kritik tajam dari berbagai kelompok hak asasi manusia (HAM). Kebijakan tersebut dinilai berpotensi mengancam dan membatasi kebebasan masyarakat dalam menyampaikan pendapat melalui aksi demonstrasi damai.


Latar Belakang dan Urgensi Pengesahan

Berdasarkan laporan AFP, perumusan RUU ini awalnya bermula sebagai respons atas pecahnya kerusuhan pascakemenangan Paris Saint-Germain (PSG) atas Arsenal dalam final Liga Champions UEFA pada Mei lalu.

Urgensi pembahasannya semakin mendesak menyusul rangkaian demonstrasi berdarah yang memicu kericuhan serta penjarahan massal di berbagai wilayah Prancis sejak Sabtu (17/10/2026). Ribuan tempat usaha dilaporkan mengalami kerusakan parah akibat aksi vandalisme tersebut.

Menteri Dalam Negeri Prancis, Laurent Nunez, menegaskan urgensi pemerintah untuk segera mengambil langkah tegas guna melindungi masyarakat luas dari dampak kerusuhan.

"Kita tidak bisa lagi membiarkan sebagian besar warga negara kita membayar untuk kerusakan yang dilakukan oleh minoritas perusak," ujar Nunez di hadapan para anggota parlemen.

 

Sanksi Berat dan Langkah Selanjutnya

Melalui ketentuan dalam RUU yang telah diperluas ini, individu yang terbukti secara sengaja bergabung dalam kelompok bertujuan merusak atau melakukan vandalisme selama aksi publik akan menghadapi sanksi berat, di antaranya denda ganti rugi hingga mencapai 10.000 euro (sekitar Rp 202 juta), dan penyitaan tunjangan kesejahteraan bagi pihak-pihak yang dinilai bertanggung jawab secara hukum.

Setelah lolos di tingkat Senat, RUU ini selanjutnya akan dibawa ke Majelis Nasional—majelis rendah parlemen Prancis—untuk dibahas lebih lanjut dan melalui tahap pemungutan suara di tengah faksi politik yang terpecah.

 

 

Lulus Program Profesi Insinyur ITB, Emil Dardak Ajak Wisudawan Jadikan Ilmu Sarana Pengabdian

BANDUNG, Iki Radio — Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, resmi melengkapi rekam jejak akademisnya setelah dilantik dalam Sidang Terbuka Pelantikan Lulusan Pendidikan Profesi Insinyur, Apoteker, dan Arsitek Institut Teknologi Bandung (ITB) Periode Oktober 2026. Acara tersebut berlangsung khidmat di Sasana Budaya Ganesa (Sabuga), Bandung, pada Rabu (28/10/2026).

Dalam momentum yang bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda tersebut, Emil tidak hanya berhasil menyelesaikan Program Profesi Insinyur (PPI) moda reguler spesialisasi Perencanaan Wilayah dan Kota, tetapi juga dinobatkan sebagai salah satu lulusan terbaik ITB.

Pendidikan Profesi sebagai Pendewasaan Diri

Mewakili 866 lulusan dari tiga program profesi yang dilantik, Emil menyampaikan pidato bertajuk "Dari Keunggulan Ilmu Menuju Tanggung Jawab Profesi". Ia membagikan pengalamannya kembali duduk di bangku kuliah, meski sebelumnya telah meraih gelar doktor (Ph.D.) serta berpengalaman panjang di bidang pembangunan, infrastruktur, dan pemerintahan.

Menurut Emil, keputusan untuk menempuh pendidikan profesi merupakan bentuk komitmen untuk terus belajar sepanjang hayat (lifelong learning).

"Pendidikan profesi adalah proses pendewasaan, dari seseorang yang berilmu, menjadi seseorang yang bertanggung jawab atas penerapan ilmunya," ujar Emil di hadapan Rektor ITB Prof. Dr. Ir. Tatacipta Dirgantara dan ratusan wisudawan.

Mengenang Sang Ayah dan Pesan Sumpah Pemuda

Dalam orasi ilmiahnya, Emil turut mengenang mendiang ayahnya, Hermanto Dardak—alumni Teknik Sipil ITB sekaligus mantan Ketua Umum Persatuan Insinyur Indonesia (PII). Dari sang ayah, Emil mengaku belajar bahwa kompetensi dan gelar akademik tidak akan berarti tanpa adanya wujud pengabdian nyata kepada masyarakat.

Sejalan dengan semangat Sumpah Pemuda, ia mengajak seluruh lulusan perguruan tinggi, khususnya para praktisi teknik, kesehatan, dan rancang bangun, untuk memperkuat kolaborasi lintas disiplin ilmu.

"Hari ini, ITB mengukuhkan kompetensi kita. Dalam perjalanan selanjutnya, masyarakat akan menguji integritas kita. Dan pada akhirnya, pengabdian kita lah yang akan menentukan makna dari pencapaian ini," tegasnya.

Rektor ITB Tekankan Integritas dan AI

Sementara itu, Rektor ITB Prof. Tatacipta Dirgantara mengingatkan para lulusan bahwa kewenangan profesional yang diemban senantiasa melekat dengan keselamatan dan kesejahteraan publik. Ia menekankan pentingnya menjaga kode etik dan nurani, terutama di tengah pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan artifisial (AI).

"Teknologi dapat mendukung pekerjaan profesional, tetapi tanggung jawab atas setiap keputusan tetap berada pada manusia," tutur Rektor ITB.

Pada periode pelantikan ini, ITB melantik total 866 lulusan profesi yang terdiri atas 728 lulusan Program Profesi Insinyur, 115 lulusan Program Profesi Apoteker, serta 23 lulusan Program Profesi Arsitek.

Peringatan Sumpah Pemuda ke-98 di Pamekasan: Gubernur Khofifah Ajak Generasi Muda Hadirkan Kontribusi Nyata dan Rawat Solidaritas

PAMEKASAN, Iki Radio — Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memimpin langsung Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda (HSP) ke-98 Tahun 2026 di Kabupaten Pamekasan, Rabu (28/10/2026). Dalam kesempatan tersebut, Khofifah mengajak seluruh generasi muda di Jawa Timur untuk senantiasa menjaga solidaritas, mempererat persaudaraan, serta menghadirkan kontribusi dan manfaat nyata bagi masyarakat luas.

Mengusung tema nasional “Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia”, peringatan tahun ini menitikberatkan pada pentingnya semangat pengabdian, etos kerja keras, serta kepedulian sosial pemuda dalam menghadapi dinamika dan tantangan zaman.

“Rawat solidaritas dan persaudaraan, karena masa depan Indonesia tidak hanya ditentukan oleh seberapa hebat generasi mudanya, tapi juga oleh seberapa besar manfaat yang dapat mereka hadirkan bagi sesama,” ujar Khofifah di hadapan ribuan peserta upacara.

Lebih lanjut, ia merinci bahwa nilai patriotik harus diimplementasikan melalui kerja nyata dan pengabdian. Sementara itu, kegigihan dicerminkan lewat semangat belajar serta bekerja keras, dan empati ditunjukkan melalui sikap saling menghormati perbedaan serta peduli terhadap sesama.


Makna Sejarah Pemilihan Kabupaten Pamekasan

Pemilihan Kabupaten Pamekasan sebagai lokasi pusat upacara tingkat Provinsi Jawa Timur ini memiliki makna historis yang mendalam. Wilayah Madura ini dikenal sebagai tanah kelahiran Mohammad Tabrani Soerjowitjitro, sosok pahlawan nasional dan tokoh penting yang terlibat dalam Kongres Pemuda Pertama pada tahun 1926 serta menjadi penggagas penggunaan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan bangsa.

Dalam arahannya, Khofifah juga menyoroti pentingnya akselerasi kualitas pendidikan generasi muda di Pulau Madura melalui program strategis Mama Mau Naik Kelas (Madura Maju, Madura Unggul, Madura Naik Kelas).

Komitmen peningkatan mutu pendidikan tersebut membuahkan hasil positif, yang tercermin dari lonjakan jumlah siswa asal Madura yang diterima di perguruan tinggi negeri (PTN) melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2026. Tercatat, kenaikan penerimaan tertinggi terjadi di Kabupaten Pamekasan sebesar 33,02 persen, disusul Bangkalan 15,5 persen, Sumenep 10 persen, dan Sampang 8,5 persen.


Penganugerahan Penghargaan Daerah Penggerak dan Inovator Muda

Puncak peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 di Pamekasan juga diwarnai dengan penyerahan apresiasi kepada berbagai pihak yang konsisten mendukung pembangunan kepemudaan.

Penghargaan Daerah Terbaik Penggerak Bakti Pemuda Jawa Timur diberikan kepada enam pemerintah kabupaten/kota berdasarkan sektor unggulannya:

  • Bidang Lingkungan: Pemerintah Kota Surabaya
  • Bidang Ekonomi: Pemerintah Kabupaten Lumajang
  • Bidang Digital: Pemerintah Kabupaten Tulungagung
  • Bidang Kesehatan: Pemerintah Kabupaten Bojonegoro
  • Bidang Sosial & Inklusif: Pemerintah Kota Mojokerto
  • Bidang Seni & Budaya: Pemerintah Kabupaten Ngawi

Selain itu, Pemprov Jatim turut menganugerahkan penghargaan sebagai mitra strategis pemberdayaan pemuda kepada PT Pertamina Patra Niaga AFT Juanda.

Apresiasi juga diberikan kepada generasi muda berprestasi melalui kategori Inovator Muda (7 penerima) dan Inisiator Lokal (7 penerima) dari berbagai kabupaten/kota di Jawa Timur, yang dinilai sukses menghadirkan solusi serta membawa dampak positif bagi lingkungan sekitar mereka.


Semarak Upacara dan Kehadiran Unsur Kepemudaan

Upacara yang berlangsung khidmat ini diisi dengan rangkaian pengibaran Bendera Merah Putih, pembacaan Pembukaan UUD 1945, serta pembacaan teks keputusan Kongres Pemuda Indonesia. Suasana semakin meriah berkat penampilan atraktif dari *marching band* Gita Patria dari SMAN 4 Pamekasan.

Acara ini dihadiri oleh beragam elemen dan organisasi kepemudaan, di antaranya Taruna Siaga Bencana (Tagana), Karang Taruna, GP Ansor, Forum Kewirausahaan Pemuda, atlet Porda Pamekasan, Resimen Mahasiswa, mahasiswa UIN Madura, Purna Paskibraka Indonesia (PPI), IPNU, IPPNU, jajaran pelajar, hingga Gerakan Pramuka.

Gempa Magnitudo 3,4 Guncang Tanggamus Lampung, BMKG Imbau Warga Waspada

TANGGAMUS, Iki Radio — Wilayah Tanggamus, Lampung, diguncang gempa bumi tektonik pada Rabu malam, 28 Oktober 2026. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan guncangan gempa bumi tersebut berkekuatan Magnitudo (M) 3,4.

Berdasarkan keterangan resmi BMKG, peristiwa gempa bumi ini terjadi pada pukul 18.59 WIB. Pusat gempa tercatat berada di darat, tepatnya di sebelah utara Kabupaten Tanggamus, dengan kedalaman yang sangat dangkal, yakni empat kilometer.

"Pusat gempa berada di darat," tulis BMKG dalam keterangan resminya, Rabu (28/10/2026).

Meski berkedalaman dangkal, pihak BMKG belum merinci secara detail dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat getaran tersebut. Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi mengenai adanya korban jiwa maupun kerusakan bangunan akibat gempa bumi ini.

Kendati demikian, BMKG tetap mengimbau masyarakat di sekitar wilayah terdampak agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Warga juga diminta untuk tetap waspada terhadap kemungkinan terjadinya aktivitas gempa susulan.

"Waspada terhadap potensi gempa susulan yang mungkin terjadi," pesan BMKG.

Kunjungan Internasional di Bapas Madiun: Kolaborasi dengan NEUST Filipina dan Unipma untuk Perkuat Sistem Pemasyarakatan

MADIUN, Iki Radio — Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Madiun menerima kunjungan studi tiru dari College of Criminology, Nueva Ecija University of Science and Technology (NEUST), Filipina, yang didampingi oleh Fakultas Hukum Universitas PGRI Madiun (Unipma). 

Kegiatan yang berlangsung di Aula Bapas Madiun pada Rabu (28/10/2026) ini menjadi momentum penting sebagai wadah pertukaran pengetahuan serta pengalaman lintas negara mengenai sistem pembimbingan dan pengawasan Klien Pemasyarakatan di Indonesia dan Filipina.

Dalam sesi kunjungan tersebut, rombongan mendiskusikan berbagai aspek mendasar terkait sistem pemasyarakatan, mulai dari mekanisme pembimbingan klien, program reintegrasi sosial, hingga pembinaan dan pengawasan Klien di luar lembaga pemasyarakatan. Diskusi interaktif ini turut membahas strategi pendampingan, pemantauan tingkat kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku, koordinasi lintas sektor dengan keluarga serta pemerintah setempat, hingga pentingnya pelibatan masyarakat luas dalam mendukung proses reintegrasi sosial.

Pendekatan dan pengalaman praktik yang diterapkan di Filipina juga menjadi bahan kajian komparatif yang menarik untuk memahami persamaan, perbedaan, tantangan, serta peluang dalam pengembangan praktik pemasyarakatan ke depan.

Kepala Bapas Madiun, Siti Sunariyah, menyambut hangat kedatangan rombongan delegasi sebagai sarana strategis untuk memperkaya wawasan serta meningkatkan mutu pelayanan instansi.

“Kami menyambut baik kunjungan studi tiru ini sebagai kesempatan untuk saling berbagi pengalaman dan pengetahuan mengenai pelaksanaan pembimbingan, pembinaan, dan pengawasan klien pemasyarakatan. Melalui pertukaran ilmu dengan College of Criminology NEUST Philippines dan Fakultas Hukum Unipma, kami berharap dapat memperoleh perspektif baru untuk meningkatkan kualitas pelayanan, memperkuat pengawasan, serta mendukung keberhasilan reintegrasi sosial Klien Pemasyarakatan,” ujar Siti.

Senada dengan hal tersebut, Dekan Fakultas Hukum Unipma, Dr. Siska Diana Sari, menekankan bahwa kegiatan ini mempererat sinergi antara dunia akademik dan institusi penegakan hukum nyata, khususnya di sektor pemasyarakatan.

“Kolaborasi antara perguruan tinggi dan institusi Pemasyarakatan memiliki peran penting dalam mengembangkan ilmu pengetahuan yang aplikatif. Melalui kegiatan ini, mahasiswa, akademisi, dan praktisi dapat saling bertukar perspektif serta memperkaya pemahaman mengenai sistem pembinaan, pembimbingan, dan pengawasan Klien Pemasyarakatan di tingkat nasional maupun internasional,” ungkapnya.

Sementara itu, perwakilan dari College of Criminology NEUST Philippines, Dr. Floralyn L. Doquilla, menyampaikan apresiasi mendalam atas kesempatan berharga untuk belajar langsung dari praktik terbaik di Bapas Madiun.

“Kunjungan ini menjadi kesempatan yang baik untuk memahami secara langsung praktik pembimbingan, pembinaan, dan pengawasan Klien Pemasyarakatan di Indonesia. Pertukaran pengalaman ini memberikan ruang bagi kedua belah pihak untuk mempelajari pendekatan yang diterapkan dalam mendukung perubahan perilaku Klien, memastikan kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku, serta mempersiapkan Klien kembali ke tengah masyarakat. Kami berharap kegiatan ini dapat membuka peluang kerja sama yang berkelanjutan dalam bidang kriminologi dan Pemasyarakatan,” tuturnya.

Melalui sinergi lintas negara dan instansi ini, pertukaran pengalaman antara Indonesia dan Filipina diharapkan mampu menjadi bahan pembelajaran komprehensif guna mengembangkan pendekatan pembimbingan dan pengawasan yang semakin efektif, meningkatkan profesionalisme petugas, serta memperkuat dukungan terhadap suksesnya reintegrasi sosial Klien Pemasyarakatan di masa depan.


Sumber : ditjenpas.go.id

close
Pasang Iklan Disini