Iki Radio/Berita Terbaru

Iki Yang Paling/Ngetop

Iki Ceritanya/Orang Terkenal

KLIK DISINI

Iki Dibaca Juga/Jangan Lewatkan

Iki Terbaru/Paling Greeess

Tiba di Madiun, Dua Jemaah Haji Langsung Menjalani Perawatan

Iki Radio – Pemerintah Kabupaten Madiun resmi menyambut kepulangan jemaah haji asal Kabupaten Madiun Tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi di Pendopo Ronggo Djumeno, Caruban, pada Minggu (7/6/2026). Suasana haru dan syukur mewarnai kedatangan ratusan jemaah yang kembali dengan selamat dan lengkap.

Acara penyambutan tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Madiun Hari Wuryanto, didampingi Wakil Bupati beserta istri, Sekretaris Daerah (Sekda), jajaran Forkopimda, perwakilan Kementerian Agama, organisasi keagamaan, serta ribuan keluarga jemaah haji yang setia menunggu.

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Madiun, Bisri Mustofa, melaporkan bahwa total jemaah haji yang tiba pada gelombang ini berjumlah 451 orang. Mereka terbagi ke dalam dua kelompok terbang (kloter).

“Kepulangan jemaah haji sudah terjadwal sehingga pemerintah daerah dapat mempersiapkan proses penyambutan dengan baik. Untuk hari ini, Kloter 24 berjumlah 374 jemaah dan Kloter 25 berjumlah 77 jemaah. Kepulangan kloter berikutnya akan terus kami pantau sesuai jadwal yang telah ditetapkan,” jelas Bisri.

Namun, Bisri juga menyampaikan kabar bahwa terdapat dua jemaah yang harus langsung mendapatkan penanganan medis setibanya di tanah air akibat kondisi kesehatan yang menurun.

“Untuk Kloter 24 dan 25 terdapat dua orang jemaah yang saat ini menjalani perawatan di RSUD Dungus dan RSUD Caruban. Kami terus memantau kondisi keduanya agar segera pulih,” pungkasnya.

Sementara itu Bupati Madiun Hari Wuryanto menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas kepulangan seluruh jemaah haji Kabupaten Madiun dalam keadaan selamat dan utuh secara jumlah.

“Pemerintah Kabupaten Madiun mengucapkan selamat datang kepada seluruh jemaah haji. Alhamdulillah, sesuai laporan yang kami terima, jemaah haji Kabupaten Madiun tahun ini berangkat dengan selamat dan pulang dengan selamat serta lengkap,” ujar Bupati.

Bupati berharap seluruh jemaah dapat menjaga kemabruran hajinya, terus istiqamah dalam beribadah, serta menjadi teladan yang baik di tengah-tengah masyarakat. Tak lupa, ia juga menitipkan doa untuk kemajuan bumi Kampung Pesilat.

“Mohon doa yang ikhlas dari seluruh jemaah agar Kabupaten Madiun menjadi daerah yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur, masyarakatnya guyub rukun, serta mampu mewujudkan Kabupaten Madiun yang Bersahaja—yaitu Bersih, Sehat, dan Sejahtera,” tambahnya.

Usai acara penyambutan, Bupati Hari Wuryanto menambahkan bahwa keberhasilan kepulangan jemaah ini tidak lepas dari kerja sama dan pemantauan intensif yang dilakukan oleh tim petugas haji selama di tanah suci.

“Kami selalu memantau perkembangan jemaah setiap hari melalui laporan panitia. Memang ada beberapa jemaah yang sempat mengalami gangguan kesehatan, namun berkat penanganan cekatan dari panitia dan petugas di Makkah maupun Madinah, semuanya dapat diatasi dengan baik,” ungkapnya.

Bupati juga memberikan pesan kepada masyarakat yang masih berada dalam daftar tunggu (waiting list) keberangkatan haji agar tetap bersabar dan mulai mempersiapkan diri.

“Menunaikan ibadah haji membutuhkan kesabaran. Yang terpenting adalah meluruskan niat dan mengikhlaskannya, karena ibadah haji tidak hanya membutuhkan kesiapan spiritual, tetapi juga kesiapan fisik yang prima,” tegas Bupati.

Dengan tibanya Kloter 24 dan 25 ini, Pemerintah Kabupaten Madiun berharap seluruh jemaah membawa keberkahan yang luar biasa, baik bagi keluarga, lingkungan sekitar, maupun kemaslahatan seluruh daerah Kabupaten Madiun.(ir)

Presiden Tinjau Program Sekolah Rakyat di Bali, Pastikan Akses Pendidikan Merata

Iki Radio - Presiden Prabowo Subianto meninjau pelaksanaan program Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 17 di Kabupaten Tabanan, Provinsi Bali, Minggu (7/6/2026).

Presiden Prabowo Subianto meninjau pelaksanaan program Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 17 di Kabupaten Tabanan, Provinsi Bali, Minggu (7/6/2026). 


Kunjungan tersebut merupakan bagian dari pemantauan program prioritas pemerintah dalam memperluas akses pendidikan bagi anak-anak yang rentan putus sekolah.

Presiden Prabowo tiba di lokasi sekitar pukul 11.42 WITA dan disambut antusias oleh para siswa serta masyarakat yang telah menunggu di lingkungan sekolah.

Saat kendaraan yang membawa Presiden memasuki area sekolah, para pelajar menyambut dengan nyanyian dan seruan selamat datang.  “Selamat datang Bapak Presiden Prabowo!” seru para siswa secara bersamaan.

Suasana penyambutan semakin semarak dengan penampilan Tari Kecak yang dibawakan para siswa SRMP 17 Tabanan. Pertunjukan seni khas Bali tersebut ditampilkan sebagai bentuk penghormatan atas kunjungan Presiden.

Usai menyaksikan pertunjukan, Prabowo menyempatkan diri menyapa dan berjabat tangan dengan para siswa. Presiden juga berbincang singkat dengan sejumlah pelajar sebelum melanjutkan peninjauan fasilitas dan proses pembelajaran di sekolah tersebut.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Sosial Saifullah Yusuf menjelaskan bahwa Sekolah Rakyat merupakan program yang digagas untuk menjangkau anak-anak yang belum memperoleh akses pendidikan secara optimal. 

“Sekolah Rakyat ini merupakan arahan langsung Bapak Presiden. Tidak ada pendaftaran berbayar, tidak boleh ada titipan. Kita menjangkau anak-anak yang selama ini belum tersentuh layanan pendidikan,” ujarnya.

Menurut Saifullah, program tersebut dirancang untuk memastikan setiap anak memperoleh kesempatan yang sama dalam mengakses pendidikan, terutama mereka yang berasal dari kelompok rentan dan berisiko putus sekolah.

Pemerintah terus memperluas pelaksanaan Sekolah Rakyat di berbagai daerah sebagai bagian dari upaya meningkatkan pemerataan layanan pendidikan dan memperkuat kualitas sumber daya manusia Indonesia.

Pesan Presiden ke Siswa Sekolah Rakyat: Kamu Harus Angkat Derajat Orang Tuamu

Iki Radio - Presiden Prabowo Subianto mengajak para siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 17,  Kabupaten Tabanan, Provinsi Bali, untuk terus belajar, menghormati orang tua dan guru, serta tidak mudah menyerah dalam meraih cita-cita.

Presiden Prabowo Subianto mengajak para siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 17,  Kabupaten Tabanan, Provinsi Bali, untuk terus belajar, menghormati orang tua dan guru, serta tidak mudah menyerah dalam meraih cita-cita.

Pesan tersebut disampaikan Presiden saat berdialog dengan siswa, orang tua, dan tenaga pendidik dalam kunjungannya ke SRMP 17 Tabanan, Minggu (7/6/2026).

Presiden Prabowo menekankan bahwa keberhasilan seseorang tidak hanya ditentukan oleh kemampuan akademik, tetapi juga oleh karakter, kedisiplinan, dan sikap hormat kepada orang tua serta guru. 

"Patuh sama guru ya. Selalu cintai orang tuamu. Orang tuamu bekerja keras untuk kamu. Apapun pekerjaannya adalah sangat mulia. Kamu nanti harus angkat derajat orang tuamu. Kamu harapan orang tuamu," ujar Prabowo.

Presiden juga mengingatkan para siswa untuk menjaga hubungan baik dengan sesama, menjauhi sikap iri dan kebiasaan merendahkan orang lain.  

"Belajar, belajar, belajar yang baik. Hormati guru, cintai orang tua. Selalu rukun sama kawan. Selalu baik sama orang lain. Sopan santun," katanya.

Menurut Prabowo, sikap saling menghormati dan hidup rukun menjadi salah satu kunci keberhasilan dalam kehidupan.  

"Jangan sekali-sekali jelek-jelekin orang. Jangan benci orang lain. Hidup dengan baik, rukun. Itu kunci dari keberhasilan," lanjutnya.

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga memberikan motivasi kepada seorang siswa yang mengaku pernah menjadi sasaran ejekan. Ia menegaskan bahwa setiap orang, termasuk dirinya sebagai Presiden, pernah mengalami perlakuan serupa.  

"Kamu dulu diejek, enggak apa-apa. Jangankan kamu, saya pun sering diejek sampai sekarang. Presiden pun sering diejek. Enggak apa-apa, yang penting hati kita baik. Kalau kita diejek, kita balas dengan sopan santun. Semakin dihina, semakin kau teguh. Semakin berani, semakin sopan. Jangan kecil hati," ujarnya.

Kepala Negara menambahkan, banyak tokoh sukses berasal dari keluarga sederhana dan mampu mengubah nasib karena tidak menyerah pada keadaan.  

"Terima kasih. Kamu nanti akan berhasil. Banyak orang yang berhasil datang dari keluarga yang sangat miskin. Banyak sekali. Tapi anaknya tidak mau menyerah. Anaknya tidak mau putus asa. Anaknya selalu gembira. Di tengah kesulitan, cari yang baik. Pasti akan ada kebaikan yang datang," katanya.

Di akhir kunjungan, Presiden mengingatkan seluruh unsur sekolah untuk menjalankan peran masing-masing dengan baik demi mendukung masa depan generasi muda Indonesia.  

"Kepala sekolah, jalankan tugas dengan sebaik-baiknya. Anak didik, gunakan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya. Teliti, rajin, disiplin, berbuat yang terbaik," pesan Prabowo. 

Masuk Musim Kemarau, Harga Bahan Pokok di Jawa Timur Relatif Stabil Berkat Intervensi Bulog

Iki Radio — Harga sejumlah bahan pokok di Jawa Timur terpantau relatif stabil meskipun saat ini mulai memasuki musim kemarau. Kondisi cuaca tersebut sejatinya berdampak pada berkurangnya pasokan hasil panen, khususnya untuk komoditas beras.

Namun, stabilitas harga dan daya beli masyarakat di wilayah ini dinilai tetap terjaga berkat kontribusi signifikan dari berbagai program intervensi pemerintah, seperti Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), Bantuan Pangan (Banpang), serta distribusi Minyakita.

Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kanwil Jawa Timur, Langgeng Wisnu Adinugroho, mengungkapkan bahwa beras menjadi salah satu komoditas yang mendapat perhatian serius pemerintah seiring mulai berkurangnya masa panen di sejumlah daerah.

"Dalam menjaga stabilitas harga beras, pemerintah melalui Bulog terus menggelontorkan beras SPHP ke pasar. Hingga saat ini, realisasi penyaluran SPHP di Jawa Timur telah mencapai 65.648 ton atau sekitar 66 persen dari target sebesar 98.767 ton," ujar Langgeng Wisnu Adi Nugroho dalam keterangannya, Minggu (7/6/2026).

Capaian tersebut menempatkan Jawa Timur sebagai realisasi penyaluran SPHP tertinggi kedua secara nasional. Melalui program ini, harga beras medium diharapkan tetap stabil dan tidak melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp13.500 per kilogram. Langgeng menjelaskan, harga jual beras SPHP dari gudang Bulog ditetapkan sebesar Rp11.000 per kilogram, sedangkan harga jual maksimal kepada konsumen oleh pedagang dibatasi sebesar Rp12.500 per kilogram.

Selain SPHP, Bulog bersama pemerintah tengah menggulirkan Bantuan Pangan yang menyasar 5.638.478 Penerima Bantuan Pangan (PBP) di seluruh Jawa Timur. Setiap penerima manfaat memperoleh 20 kilogram beras kualitas medium dan empat liter minyak goreng.

"Untuk alokasi Februari-Maret yang saat ini masih berlangsung, total beras yang disalurkan mencapai 112.769 ton. Sementara minyak goreng yang didistribusikan mencapai sekitar 22,5 juta liter," jelas Langgeng. 

Bantuan ini dinilai efektif memenuhi kebutuhan keluarga penerima sekaligus mengurangi tekanan permintaan komoditas tersebut di pasar umum.

Di sisi lain, pasokan minyak goreng bersubsidi, Minyakita, juga terus digelontorkan. Selama periode April hingga Juni 2026, Bulog Jawa Timur telah menyalurkan 2.239.405 liter Minyakita, di mana 64 persen di antaranya didistribusikan langsung melalui pasar rakyat dan pemantauan Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP).

Berdasarkan hasil pemantauan lapangan oleh Tim Satgas Pangan Polda Jawa Timur bersama Perum Bulog Kanwil Jatim, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jatim, serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Surabaya di Pasar Soponyono dan Pasar Wonokromo pada Minggu (7/6/2026), harga komoditas utama tercatat aman.

Meski harga terkendali, sejumlah pedagang berharap pasokan Minyakita dapat ditingkatkan karena tingginya permintaan pasar. Menanggapi hal ini, Langgeng menjelaskan bahwa alokasi Domestic Market Obligation (DMO) Minyakita untuk BUMN pangan (Bulog, ID Food, dan Agrinas Palma) dibatasi sebesar 35 persen, sementara 65 persen sisanya dikelola dan disalurkan oleh pihak swasta.

Langgeng tidak menampik bahwa berdasarkan data perkembangan terkini, kelompok makanan, minuman, dan tembakau masih menjadi penyumbang inflasi terbesar. Komoditas cabai rawit menempati posisi utama sebagai pemicu inflasi, yang kemudian disusul oleh komoditas beras.

Oleh karena itu, sinergi berbagai program intervensi ini diharapkan bisa terus berjalan konsisten guna menekan laju inflasi daerah.

"Program-program pemerintah yang terus dijalankan ini diharapkan mampu menjaga ketersediaan pasokan dan stabilitas harga pangan, khususnya beras dan minyak goreng, sehingga daya beli masyarakat tetap terjaga dan inflasi dapat terkendali," pungkas Langgeng.(ir)

Bupati Morowali Berhasil Ciptakan Mesin Pengolah Sampah

Iki Radio - Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf, menciptakan mesin pengolah sampah. Mesin yang berfungsi memisahkan sampah basah dan kering secara otomatis tersebut berhasil melalui uji coba perdana.

Mesin tersebut dirancang untuk menyikapi perkembangan pesat di kawasan industri Kecamatan Bahodopi, Kabupaten Morowali. Inovasi tersebut dirancang khusus sesuai karakteristik sampah di kawasan industri tersebut.

“Alhamdulillah, hari ini kita sudah menyaksikan bersama bahwa sampah basah dan plastiknya bisa terpisah. Saya sangat puas dengan hasil pengujian perdana ini,” kata Iksan, melalui keterangannya, Sabtu, (6/6/2026).

Menurut politikus Partai Golkar itu, kemampuan pemilahan sampah menjadi kunci penting dalam menciptakan sistem pengelolaan sampah yang lebih efektif. Terutama di Kecamatan Bahodopi yang mengalami pertumbuhan aktivitas industri dan jumlah penduduk yang sangat cepat.

Pengembangan fasilitas tersebut juga menjadi bagian dari kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Morowali dan pihak kawasan industri dalam mencari solusi jangka panjang terhadap persoalan sampah yang selama ini menjadi tantangan bersama. Terobosan tersebut mendapat apresiasi dari PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP). 

Head Department Corporate Social Responsibility (CSR) PT IMIP, Tommy Adi Prayogo, menilai teknologi yang dihadirkan pemerintah daerah sangat sesuai dengan karakteristik sampah di Bahodopi, yaitu didominasi sampah basah.

“Kami melihat ini sebagai inovasi yang sangat solutif dan memang dibutuhkan di Bahodopi. Karakteristik sampah di sini sebagian besar adalah sampah basah, sehingga teknologi ini menjadi solusi yang tepat,” ujar Tommy.

Ia juga mengapresiasi kemampuan mesin dalam memisahkan sampah organik dan sampah plastik sejak awal proses pengolahan. Menurut dia, teknologi tersebut merupakan langkah maju yang telah lama dinantikan untuk membantu mengatasi persoalan sampah di kawasan industri Bahodopi.

Ke depan, Pemerintah Kabupaten Morowali berharap fasilitas tersebut dapat beroperasi secara optimal dan menjadi model pengelolaan sampah modern yang mampu mendukung kebersihan lingkungan serta keberlanjutan kawasan industri di Morowali.


Hari Lingkungan Hidup 2026: Kabupaten Madiun Bidik Adipura, Tekankan Gerakan "Selasa-Jumat Bersih" dan Sekolah Terkotor Bakal Diberi Sapu

Iki Radio – Memperingati Puncak Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Pemerintah Kabupaten Madiun menegaskan komitmennya untuk mewujudkan visi Kabupaten Madiun "Bersahaja" (Bersih, Sehat, dan Sejahtera).

Jaga kebersihan, petugas DLH Kabupaten Madiun, membersihkan area Alun Alun Reksogati

Melalui momentum ini, Pemkab Madiun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mengubah paradigma lama dalam mengelola sampah.

Bupati Madiun, Hari Wuryanto, menyampaikan bahwa urusan kebersihan lingkungan bukanlah tanggung jawab pemerintah semata, melainkan urusan bersama seluruh warga Kabupaten Madiun.

Untuk mendukung hal tersebut, Pemkab telah menerbitkan Peraturan Bupati (Perbup) "Selamat Asri" (Selasa dan Jumat untuk gerakan aman, sehat, resik, dan indah).

"Kemitraan dan gotong royong itu kunci. Urusan sampah adalah urusan bersama. Jangan buang sampah sembarangan, kita sudah siapkan fasilitas tempat sampah. Kalau ada sampah ya segera diambil, dibersihkan, tidak usah selalu menunggu petugas," tegas Bupati Hari Wuryanto, Sabtu (6/6/2026).

Bupati Hari Wuryanto mengungkapkan bahwa Kabupaten Madiun berhasil masuk dalam 35 besar kabupaten di Indonesia yang menerima sertifikat menuju bersih.

Mengingat belum ada daerah yang meraih Adipura tahun ini, Bupati optimistis Madiun bisa menyabet penghargaan bergengsi tersebut di masa mendatang.

Namun, target tersebut menghadapi tantangan besar, terutama terkait kepedulian masyarakat yang dinilai masih kurang.

Sebagai langkah masif untuk mengedukasi generasi muda, Pemkab Madiun terus menggenjot program Adiwiyata (Sekolah Ramah Lingkungan). Tidak sekadar imbauan, Pemkab Madiun menyiapkan skema penghargaan dan "sanksi" unik yang akan dilombakan pada Hari Jadi Kabupaten Madiun mendatang.

“Sekolah juara akan diberikan apresiasi dan penghargaan khusus atas komitmen menjaga lingkungan asri. Sekolah terkotor akan diberikan "hadiah" berupa sapu sebagai bentuk teguran dan motivasi agar berbenah,” tambahnya.

Selain sekolah, penilaian berbasis lingkungan asri ini juga diterapkan secara masif di sektor perkantoran (Kantor Asri) hingga tingkat desa (Desa Kelurahan Berseri).

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Madiun, Muhamad Zahrowi, mengamini hal tersebut.

Menurutnya, tantangan terbesar saat ini adalah mengubah habit atau perilaku masyarakat.

"Tantangan terbesar adalah mengubah perilaku dari yang kurang baik menjadi lebih baik. Masih ada pola pikir di mana masyarakat yang sudah membayar layanan gerobak sampah merasa tanggung jawabnya selesai di situ saja. Padahal, harus ada keberlanjutan untuk mengurangi timbulan sampah dari sumbernya," jelas Zahrowi.

Menyelaraskan dengan arahan Menteri Lingkungan Hidup pada puncak peringatan nasional, Zahrowi menekankan pentingnya migrasi paradigma pengelolaan sampah di tingkat masyarakat bawah.

"Kita harus mengubah paradigma lama dari sekadar buang dan bakar sampah, menjadi paradigma baru: mengolah sampah dengan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle). Dengan pengelolaan yang benar, sampah bisa menjadi produktif dan membentuk perputaran ekonomi baru (circular economy)," pungkasnya.

DLH Kabupaten Madiun memastikan akan selalu hadir memberikan support, pembinaan, serta pendampingan bagi berbagai paguyuban—mulai dari komunitas peduli sampah, paguyuban parkir, hingga pedagang pasar—agar gerakan peduli lingkungan ini berjalan secara berkesinambungan.(ir)

 

Gelar Fun Walk di Madiun, Perbarindo Jatim Pererat Sinergi BPR dan UMKM: "Kemitraan Itu Jangan LDR"

Iki Radio – Dewan Pengurus Daerah Perhimpunan Bank Perekonomian Rakyat Indonesia (DPD Perbarindo) Jawa Timur sukses menggelar kegiatan fun walk (jalan sehat) di Alun Alun Reksogati, Caruban, Kabupaten Madiun, Sabtu (6/6/2026).

Selain menjadi ajang olahraga, momentum ini dimanfaatkan sebagai langkah strategis untuk mempererat kemitraan antara Bank Perekonomian Rakyat (BPR) dengan para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) setempat.

Bupati Madiun, Hari Wuryanto menilai kontribusi Perbarindo dalam menggerakkan roda ekonomi daerah sangat nyata, khususnya dalam mengawal permodalan dan pengembangan usaha wong cilik.

"Perbarindo—khususnya BPR-BPRS yang ada di wilayah Kabupaten Madiun—insyaallah punya peran yang luar biasa dalam rangka membantu para UMKM untuk bisa mengembangkan usahanya," ujar Bupati.

Bupati Hari Wuryanto menekankan pentingnya membangun hubungan yang harmonis dan tanpa jarak antara lembaga keuangan mikro dengan pelaku usaha.

Diibaratkan hubungan yang renggang layaknya Long Distance Relationship (LDR), dinilai tidak efektif untuk pertumbuhan ekonomi.

"Kemitraan itu harus dekat. Kalau kemitraan jauh-jauhan itu, apa namanya? LDR, ya. LDR itu ora pathek sip, ora penak (kurang mantap, tidak enak), begitu kan? Kita berharap bisa ada chemistry di antara mereka sehingga usahanya jalan, kemudian ekonomi rakyat bisa jalan," lanjut Bupati disambut tawa peserta.

Ia juga menegaskan bahwa BPR harus tetap fokus pada khitah utamanya, yaitu sektor kerakyatan.

"Utamanya untuk UMKM, karena BPR memang pangsanya di situ. Kalau yang besar-besar biar diurusi bank umum. Sudah ada porsinya sendiri-sendiri," tambahnya.

Ketua DPD Perbarindo Jawa Timur, Angga Surya Wijaya, mengungkapkan bahwa kegiatan fun walk ini dirancang bukan sekadar untuk kebugaran fisik, melainkan sebagai sarana edukasi dan sosialisasi massal kepada publik.

Melalui pendekatan kemasyarakatan seperti ini, Angga berharap masyarakat luas bisa semakin memahami peran nyata BPR sebagai bank resmi yang fokus pada pembiayaan sektor UMKM.

"Kami ingin masyarakat lebih tahu peran BPR. Dengan mengetahui peran BPR, maka masyarakat bisa memanfaatkan produk dan layanan BPR secara optimal sesuai dengan kebutuhan usaha mereka," kata Angga Surya Wijaya.

Ditambahkan, saat ini di wilayah Jawa Timur sedikitnya terdapat 234 BPR yang tergabung dalam Perbarindo Jawa Timur.

"Masing masing BPR itu tidak hanya berfokus pada penyaluran kredit UMKM, melainkan mereka juga melakukan pendampingan agar usaha UMKM bisa berjalan dan mendapatkan hasil usaha. Dengan demikian kredit yang disalurkan itu benar benar membawa manfaat untuk kelangsungan usaha," tambahnya.

Melalui sinergi yang makin erat tanpa jarak ini, Perbarindo Jatim optimistis pertumbuhan ekonomi di tingkat akar rumput Kabupaten Madiun akan semakin melesat, tangguh, dan memiliki daya saing tinggi.(ir)

 

Hadiri Tasyakuran Haji di Balerejo, Bupati Madiun Ajak Masyarakat Jaga Kerukunan demi Mewujudkan Madiun "BERSAHAJA"

Iki Radio – Bupati Madiun, Hari Wuryanto, bersama Wakil Bupati dr. Purnomo Hadi, menghadiri acara pengajian tasyakuran atas kepulangan jemaah haji pasangan suami istri, H. Agus Supriyanto dan Hj. Diana Eka Vitasari.

Kegiatan yang penuh rasa syukur ini digelar di kediaman mereka yang berlokasi di Desa Simo, Kecamatan Balerejo, pada Jumat (5/6/2026) malam.

Kehadiran jajaran top eksekutif Kabupaten Madiun tersebut turut didampingi oleh istri masing-masing. 

Selain itu, acara ini juga dihadiri oleh Ketua DPRD Kabupaten Madiun, Feri Sudarsono, unsur Muspika Kecamatan Balerejo, serta ratusan jemaah muslimat dan masyarakat setempat yang memadati lokasi pengajian.

Untuk mengisi tausiyah dalam tasyakuran tersebut, pihak keluarga menghadirkan da'i kondang asal Nganjuk, Gus Bahru Zamzami.

Bupati Madiun H. Hari Wuryanto menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas kembalinya H. Agus Supriyanto dan Hj. Diana Eka Vitasari ke tanah air dalam keadaan sehat walafiat setelah menunaikan rukun Islam kelima di tanah suci Mekah, Arab Saudi.

"Mugi-mugi anggenipun tindak haji dados haji ingkang mabrur, nulari tonggo teparone, lan masyarakat Kabupaten Madiun (Semoga menjadi haji mabrur dan bisa menular ke tetangga dan masyarakat Kabupaten Madiun)," doa Bupati Hari Wuryanto dalam bahasa Jawa.

Tidak lupa, Bupati juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh jemaah haji asal Kabupaten Madiun. 

Ia bersyukur para jemaah telah menyelipkan doa untuk keselamatan, kedamaian, dan kesejahteraan Kabupaten Madiun selama berada di tanah suci, sebagaimana titipan harapan yang ia sampaikan saat melepas keberangkatan mereka beberapa waktu lalu.

Di hadapan ratusan jemaah yang hadir, Bupati Hari Wuryanto menyelipkan pesan penting mengenai pentingnya kebersamaan.

Ia mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk terus mempererat tali silaturahmi, menjaga kerukunan, serta meningkatkan sinergitas demi mewujudkan Kabupaten Madiun yang BERSAHAJA (Bersih, Sehat, Sejahtera).

Menurutnya, suasana daerah yang aman, damai, dan kondusif adalah pondasi dan kunci utama agar warga bisa mencari nafkah dengan tenang dan nyaman.

Setelah sambutan dari Bupati, acara kemudian dilanjutkan dengan inti kegiatan, yaitu siraman rohani dan pengajian akbar yang disampaikan oleh Gus Bahru Zamzami, yang diikuti dengan khidmat oleh seluruh jemaah yang hadir hingga selesai.(ir)


close
Pasang Iklan Disini