BELAWAN, Iki Radio — Aparat gabungan berhasil menggagalkan upaya penyelundupan 1,16 ton ketamin hidroklorida (HCl) di perairan Sumatera Utara. Pengungkapan kasus besar ini dinilai bukan sekadar bentuk penegakan hukum, melainkan langkah strategis dalam melindungi jutaan masyarakat dan masa depan generasi muda Indonesia dari ancaman zat berbahaya.
Operasi laut gabungan tersebut melibatkan Bareskrim Polri, Badan Narkotika Nasional (BNN) RI, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Ditpolair Baharkam Polri, serta Polda Sumatera Utara. Dari hasil penyergapan terhadap kapal tanker MT Global 168, petugas menyita sebanyak 1.160 kilogram ketamin HCl.
Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto menegaskan bahwa barang bukti bernilai ekonomi fantastis tersebut memicu dampak keselamatan yang sangat luas bagi masyarakat.
“Barang bukti yang disita hari ini bukan sekadar angka pencapaian, melainkan potensi penyelamatan jutaan jiwa generasi muda bangsa,” ujar Suyudi dalam keterangannya, Jumat (23/10/2026).
Berdasarkan estimasi rilis resmi operasi, barang bukti ini berpotensi menyelamatkan sekitar 5,8 juta jiwa dari bahaya penyalahgunaan narkotika. Nilai ekonomis barang haram tersebut diperkirakan mencapai Rp1,856 triliun, meski angka pastinya masih menunggu perhitungan resmi penyidik.
Kapolri menambahkan, keberhasilan ini merupakan bukti nyata komitmen negara dalam memberantas kejahatan transnasional secara menyeluruh. Penindakan tidak hanya berfokus pada penangkapan pelaku, tetapi juga pada pencegahan agar barang haram tersebut tidak sampai beredar di tengah masyarakat.
“Sebagai bentuk komitmen nyata negara dalam melindungi masyarakat dari kejahatan transnasional, pengungkapan yang kita saksikan hari ini merupakan wujud keseriusan aparat TNI, Polri, Bea Cukai, BNN, dan pemerintah daerah,” tegasnya.
Chronology: Kapal MT Global 168 Dipantau Sebelum Dicegat
Pengungkapan skandal penyelundupan ini bermula dari analisis intelijen terhadap pergerakan kapal tanker MT Global 168 yang mencurigakan di sekitar kawasan Selat Malaka hingga Laut Andaman. Menindaklanjuti data intelijen tersebut, tim gabungan menyusun strategi pencegatan secara tertutup.
“Langkah strategis ini diwujudkan melalui operasi gabungan atau joint operation secara senyap,” jelas Kapolri.
Pada Selasa, 20 Oktober 2026, tim gabungan bergerak cepat dan berhasil mencegat kapal MT Global 168 di perairan sekitar Tanjung Balai Asahan, Sumatera Utara. Kapal tersebut kemudian dikawal menuju Pelabuhan Belawan untuk dilakukan penggeledahan dan pemeriksaan menyeluruh.
Dalam penggeledahan di ruang pompa kapal, petugas menemukan 58 karung hijau berisi 1.160 bungkus ketamin HCl dengan berat masing-masing satu kilogram. Pengujian laboratorium mengonfirmasi bahwa seluruh barang bukti tersebut positif mengandung ketamin HCl.
Selain menyita barang haram tersebut, petugas mengamankan 8 orang awak kapal yang terdiri dari 7 Warga Negara Indonesia (WNI) dan 1 Warga Negara Taiwan. Penyidik Bareskrim Polri telah menetapkan WN Taiwan berinisial YCY (42) sebagai tersangka utama, sementara 7 awak kapal lainnya masih berstatus saksi. Petugas juga menyita kapal MT Global 168, 14 unit alat komunikasi, dan perlengkapan kapal lainnya.
Tegaskan Tidak Ada Ruang Bagi Sindikat Narkotika
Kapolri mengingatkan bahwa jaringan penyelundup narkotika kerap memanfaatkan jalur laut lintas negara dengan modus operandi yang dinamis. Oleh karena itu, pengawasan ketat serta kolaborasi dan pertukaran informasi antarlembaga menjadi kunci utama dalam mempersempit ruang gerak sindikat tersebut.
“Kami tegaskan kembali bahwa seluruh aparat penegak hukum di Indonesia akan terus berdiri di garis terdepan untuk melindungi generasi muda dari sindikat narkotika,” kata Suyudi.
Kapolri menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh personel dan instansi yang terlibat dalam joint operation ini. Tak lupa, ia juga menekankan pentingnya peran masyarakat dalam mendukung kerja penegak hukum.
“Kecurigaan di lapangan dan kepedulian masyarakat merupakan mata dan telinga yang menjadi bagian dari benteng pertahanan bangsa. Untuk itu, mari kita rapatkan barisan dan bersama-sama mewujudkan Indonesia yang aman, tangguh, dan bersih dari narkoba,” tutupnya.
Polri dan instansi terkait berkomitmen akan terus memperketat pengawasan jalur masuk wilayah Indonesia, menindak tegas jaringan pengedar, serta menggencarkan upaya pencegahan guna memastikan keselamatan generasi penerus bangsa.