Iki Radio/Berita Terbaru

Iki Yang Paling/Ngetop

Iki Ceritanya/Orang Terkenal

KLIK DISINI

Iki Dibaca Juga/Jangan Lewatkan

Iki Terbaru/Paling Greeess

Menyongsong Masa Depan Bangsa: Menpora Serukan Semangat Patriotik, Gigih, dan Berempati di Hari Sumpah Pemuda ke-98

JAKARTA, Iki Radio — Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, Erick Thohir, menegaskan bahwa kemajuan sejati sebuah bangsa tidak hanya diukur dari infrastruktur yang megah atau kecanggihan teknologi semata, melainkan dari karakter dan kualitas manusianya. Penegasan tersebut disampaikan dalam naskah sambutan resmi Peringatan Hari Sumpah Pemuda (HSP) ke-98 Tahun 2026 yang mengusung tema “Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia”.

Dalam pidatonya yang dirilis di Jakarta, Rabu (28/10/2026), Menpora mengingatkan kembali momen bersejarah 98 tahun silam ketika para pemuda Indonesia mengikrarkan janji suci yang menyatukan perbedaan dan melahirkan tekad bulat sebagai satu bangsa. Semangat persatuan tersebut kini harus diterjemahkan ke dalam karakter nyata generasi penerus bangsa.

"Kemajuan sejati dimulai dari manusia. Dari karakter. Dari hati yang mencintai tanah air, dari jiwa yang tidak menyerah, dan dari kepedulian terhadap sesama," ujar Menpora Erick Thohir dalam sambutannya.

Lebih lanjut, Menpora merinci tiga pilar utama yang harus dimiliki oleh pemuda Indonesia di masa kini, yaitu:

Patriotik: Mencintai Indonesia bukan sekadar lewat ucapan, melainkan melalui pengabdian dan tindakan nyata bagi tanah air.

Gigih: Memiliki mental pantang menyerah dalam menghadapi kesulitan, tahan uji di tengah kegagalan, serta terus berjuang memberikan yang terbaik.

Berempati: Memiliki kepekaan sosial untuk tidak hanya memikirkan kesuksesan diri sendiri, tetapi juga peduli dan ulurkan tangan bagi sesama yang membutuhkan.

Menpora juga mengingatkan bahwa patriotisme tanpa kepedulian akan kehilangan makna, dan kegigihan tanpa nurani akan kehilangan arah. Oleh karena itu, pembangunan kemajuan bangsa harus selalu beriringan dengan nilai-nilai kemanusiaan.


Menutup pesannya, Menpora berpesan kepada seluruh pemuda Indonesia agar berani bermimpi besar, bekerja keras, serta menjadi generasi yang kuat namun tetap berhati lembut. Pemuda diharapkan mampu menjadi pemimpin yang berani sekaligus pelayan masyarakat yang siap membangun masa depan Indonesia bersama-sama.

Film "Piye To Kih?" Siap Tayang 19 November 2026, Angkat Kisah Cinta Beda Alam Berbalut Komedi Jawa

MADIUN, Iki Radio — Industri perfilman nasional kembali diramaikan oleh kehadiran film bergenre drama komedi supranatural berbahasa Jawa berjudul "Piye To Kih?". 

Diproduksi oleh Miracle Pictures dan disutradarai oleh Ito Mavin, film ini dijadwalkan tayang serentak di jaringan bioskop Indonesia, seperti Cinema XXI dan CGV Cinemas, mulai 19 November 2026.

Dengan durasi 1 jam 48 menit dan rating penonton 13 tahun ke atas (13+), film ini menawarkan tontonan segar yang memadukan unsur komedi, romansa, dan misteri supranatural.

Cerita berpusat pada Mukidi (diperankan oleh Heri Chandra), seorang pria yang bertekad membuktikan diri agar pantas menikahi perempuan impiannya. Untuk memuluskan niat tersebut, Mukidi berjuang keras menjadi mapan dan berniat membeli rumah sendiri.

Namun, alih-alih mendapatkan kehidupan yang tenang, rumah murah yang berhasil ia beli justru membawanya pada pengalaman mistis. Ia dipertemukan dengan Sukma (diperankan oleh Dara Sarasvati), sesosok perempuan misterius yang berasal dari alam yang berbeda.

Film ini mengangkat kisah cinta beda alam dan beda agama yang dikemas secara unik. Perjalanan cinta Mukidi dan Sukma semakin meriah dan mengocok perut penonton berkat kehadiran teman-teman Mukidi, yakni Gendut (Sutrisno Agung) dan Penyok (Eko Dunung) dari Woko Channel.

Selain nama-nama di atas, film Piye To Kih? juga bertabur bintang kenamaan dan komika, di antaranya Gabriella Desta, TJ Ruth, Devina Aureel, Yono Bakrie, serta komedian senior Marwoto.

Bagi para pencinta film komedi bernuansa lokal, Piye To Kih? tentu menjadi salah satu tontonan yang sayang untuk dilewatkan di bioskop pada November mendatang.

Pesan MUI Jatim di Hari Sumpah Pemuda ke-98: Generasi Muda Diminta Jaga Persatuan dan Bijak Bermedsos

Sekum MUI Jatim Ajak Pemuda Jadikan Sumpah Pemuda Momentum Perkuat Persatuan dan Karya Nyata

SURABAYA, Iki Radio — Memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-98 yang jatuh pada 28 Oktober 2026, Sekretaris Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur, KH. M. Hasan Ubaidillah, mengajak seluruh generasi muda Indonesia untuk terus menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Ia menekankan pentingnya peran aktif anak muda dalam membangun bangsa melalui ilmu pengetahuan, karya, dan amal saleh.

Gus Hasan Ubaidillah—sapaan akrabnya—menyatakan bahwa semangat Sumpah Pemuda harus terus dihidupkan guna menghadapi berbagai tantangan zaman yang kian dinamis. Menurutnya, generasi muda memegang posisi strategis sebagai motor kekuatan bangsa sekaligus penjaga keutuhan di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.

"Selamat Hari Sumpah Pemuda ke-98. Kami mengajak seluruh generasi muda Indonesia untuk terus menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, memperkuat persaudaraan, serta menjadi generasi yang berilmu, berakhlak, produktif, dan bertanggung jawab," ujar Gus Hasan di Surabaya, Selasa (27/10/2026).


Sikapi Perbedaan dengan Dewasa dan Bijak Bermedia Sosial

Dalam arahannya, Gus Hasan juga menyoroti pentingnya menyikapi perbedaan pendapat maupun pandangan secara dewasa. Ia mengingatkan agar masyarakat, khususnya kaum muda, senantiasa mengedepankan dialog dan musyawarah dalam kehidupan bermasyarakat dan berdemokrasi.

Selain itu, ia memberikan peringatan keras terkait derasnya arus informasi di media sosial. Generasi muda diminta untuk tidak mudah terpancing emosi atau terprovokasi oleh berita yang belum jelas kebenarannya.

"Anak-anak muda harus mampu berpikir jernih dan bijak dalam menyikapi setiap persoalan. Jangan mudah terprovokasi oleh informasi yang belum tentu benar. Saring sebelum sharing, periksa kebenaran informasi, dan jangan sampai media sosial justru menjadi ruang untuk menyebarkan kebencian maupun perpecahan," pesan Gus Hasan.

Ia mendorong agar ruang digital dimanfaatkan secara positif sebagai sarana menyebarkan pengetahuan, kreativitas, nilai-nilai kebaikan, serta semangat persaudaraan antarsesama.


Aspirasi Damai dan Berdaulat untuk Indonesia Maju

Terkait penyampaian aspirasi, Gus Hasan mengingatkan agar dilakukan dengan cara-cara yang damai, tertib, dan bermartabat. Kebebasan berpendapat dalam berdemokrasi harus tetap dibarengi dengan penghormatan terhadap hak orang lain serta komitmen menjaga keamanan umum.

"Mari kita sampaikan setiap aspirasi dengan cara yang baik, damai, dan bermartabat. Hindari tindakan anarkis maupun provokatif yang justru dapat merugikan diri sendiri, orang lain, dan masyarakat luas," tegasnya.

Menutup keterangannya, Gus Hasan berharap momentum Hari Sumpah Pemuda ke-98 mampu melahirkan generasi muda yang cerdas, berkarakter, memiliki kepedulian sosial tinggi, serta berjiwa nasionalis.

"Pemuda hari ini adalah kekuatan Indonesia ke depan. Mari isi semangat Sumpah Pemuda dengan ilmu, karya, prestasi, dan amal saleh untuk Indonesia yang semakin maju, damai, adil, makmur, dan harmonis," pungkasnya.



Polda Jatim Ajak Generasi Muda Teladani Semangat Sumpah Pemuda dan Bijak di Ruang Digital

SURABAYA, Iki Radio — Menjelang peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 pada 28 Oktober 2026, Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim) mengajak seluruh generasi muda untuk terus menjaga semangat persatuan, memperkuat rasa kebangsaan, serta semakin bijak dan bertanggung jawab dalam menggunakan media sosial.

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Jules Abraham Abast, menyampaikan bahwa nilai-nilai luhur Sumpah Pemuda tetap sangat relevan di tengah perkembangan zaman saat ini. Jika pada masa lalu para pemuda dipersatukan oleh tekad kebangsaan, maka tantangan generasi muda masa kini adalah merawat persatuan di tengah derasnya arus informasi dan dinamika ruang digital.

"Momentum Sumpah Pemuda mengingatkan kita bahwa generasi muda memiliki peran penting dalam menjaga persatuan dan masa depan bangsa. Mari jadikan ruang digital sebagai tempat menyebarkan gagasan, kreativitas, and hal-hal positif yang memperkuat persaudaraan," ujar Kombes Pol Abast, Selasa (27/10/2026).

Pihaknya juga mengingatkan agar generasi muda tidak mudah percaya serta menyebarkan informasi yang belum terverifikasi kebenarannya. Terlebih lagi, informasi yang mengandung unsur provokasi, ajakan kekerasan, maupun narasi yang berpotensi memecah belah persatuan bangsa.

"Jangan mudah terprovokasi dan jangan sekadar ikut-ikutan terhadap ajakan yang belum dipahami tujuan maupun risikonya. Jadilah generasi muda yang kritis, cerdas, and bertanggung jawab," pesan Kombes Pol Abast menegaskan.

Di sisi lain, Polda Jatim menegaskan bahwa Polri senantiasa menghormati ruang bagi generasi muda untuk menyampaikan pendapat, gagasan, kritik, maupun aspirasi. Namun, kebebasan berekspresi tersebut diimbau agar dijalankan secara bertanggung jawab, tertib, damai, serta tetap menjunjung tinggi hak dan keselamatan orang lain.


Peran Keluarga dan Filosofi "Jogo Omah"

Dalam menyambut momentum Sumpah Pemuda ini, Polda Jatim turut mengajak para orang tua untuk aktif membangun komunikasi yang terbuka dengan anak-anak mereka. Pendampingan terhadap lingkungan pergaulan serta aktivitas anak di ruang digital dinilai menjadi kunci utama perlindungan generasi muda.

Menurut Kombes Pol Abast, menjaga keselamatan generasi muda sekaligus keamanan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama. Semangat tersebut sejalan dengan pesan "Jogo Omah" yang terus digaungkan oleh Kapolda Jawa Timur.

"Jogo Omah bukan hanya menjaga rumah secara fisik. Kita menjaga keluarga kita, menjaga anak-anak kita, menjaga lingkungan kita, and pada akhirnya bersama-sama menjaga Jawa Timur sebagai rumah kita agar tetap aman dan kondusif," jelasnya.

Polda Jatim berharap peringatan Hari Sumpah Pemuda tahun ini dapat menjadi pengingat bahwa semangat menjaga persatuan dapat dimulai dari lingkup terkecil, yakni keluarga dan masyarakat sekitar.

"Semangat Sumpah Pemuda adalah semangat persatuan. Mari kita mulai dari rumah kita sendiri. *Jogo Omah, Jogo Lingkungan, lan Jogo Jawa Timur*. Bersama-sama kita jaga Jawa Timur tetap aman, damai, dan kondusif," pungkas Kombes Pol Abast.

28 Oktober : Mengenal Sejarah dan Makna Mendalam Sumpah Pemuda bagi Generasi Muda

JAKARTA, Iki Radio — Setiap tanggal 28 Oktober, bangsa Indonesia memperingati Hari Sumpah Pemuda. Peristiwa bersejarah ini menjadi tonggak utama pergerakan nasional yang menyatukan seluruh pemuda Indonesia dari berbagai latar belakang daerah, suku, dan agama dalam satu ikrar kebangsaan: satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa persatuan, yaitu Indonesia.

Lahirnya Sumpah Pemuda dirumuskan melalui putusan Kongres Pemuda Kedua yang berlangsung pada 27–28 Oktober 1928 di Jakarta. Peristiwa ini bermula dari gagasan Perhimpunan Pelajar Pelajar Indonesia (PPPI), sebuah organisasi pemuda yang beranggotakan pelajar dari seluruh penjuru Nusantara.

Sebelum puncak kongres digelar, para pemuda terlebih dahulu mengadakan rapat persiapan pada 3 Mei dan 12 Agustus 1928 untuk membicarakan kepanitiaan, susunan acara, lokasi, hingga pembiayaan sukarela. Kepanitiaan kongres diketuai oleh Sugondo Djojopuspito (PPPI), didampingi R.M. Djoko Marsaid (Jong Java) sebagai Wakil Ketua, dan Muhammad Yamin (Jong Sumatranen Bond) sebagai Sekretaris.

Perjalanan Kongres di Tiga Lokasi Berbeda

Kongres Pemuda II diselenggarakan secara intensif selama dua hari melalui tiga kali rapat di lokasi yang berbeda:

1. Rapat Pertama (Sabtu, 27 Oktober 1928):

Dilaksanakan di Gedung Katholieke Jongenlingen Bond (KJB). Ketua Kongres, Sugondo Djojopuspito, dalam sambutannya menegaskan bahwa perceraiberai wajib diperangi agar pemuda dapat bersatu. Pada sesi ini, Muhammad Yamin menguraikan lima faktor yang mampu memperkuat persatuan Indonesia, yaitu sejarah, bahasa, hukum adat, pendidikan, dan kemauan.

2. Rapat Kedua (Minggu pagi, 28 Oktober 1928):

Berlangsung di Gedung Oost-Java Bioscoop dengan fokus pembahasan pada masalah pendidikan. Dua pembicara, Poernomowoelan dan Sarmidi Mangoensarkoro, menekankan pentingnya pendidikan kebangsaan, keseimbangan antara pendidikan di sekolah dan di rumah, serta pentingnya mendidik anak secara demokratis tanpa paksaan.

3. Rapat Ketiga (Minggu sore, 28 Oktober 1928):

Diadakan di Gedung Indonesische Clubgebouw (Jalan Kramat No. 106). Rapat ini membahas pentingnya nasionalisme, demokrasi, dan gerakan kepanduan (Pramuka). Pembicara seperti Soenario, Ramelan, dan Theo Pangemanan sepakat bahwa gerakan kepanduan berperan penting dalam melatih kedisiplinan, kemandirian, serta rasa cinta tanah air sejak dini.

Sebelum hasil kongres dibacakan, lagu "Indonesia Raya" ciptaan Wage Rudolf (W.R.) Supratman untuk pertama kalinya diperdengarkan melalui lantunan biola dan disambut antusias oleh seluruh peserta. Acara kemudian ditutup dengan pembacaan rumusan keputusan kongres oleh Sugondo Djojopuspito yang ditulis oleh Muhammad Yamin.


Tiga Poin Ikrar Sumpah Pemuda

Hasil kesepakatan tersebut melahirkan tiga ikrar suci yang kini kita kenal sebagai Sumpah Pemuda:

  • Pertama: Kami putra dan putri Indonesia, mengaku bertumpah darah yang satu, tanah Indonesia.
  • Kedua: Kami putra dan putri Indonesia, mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia.
  • Ketiga: Kami putra dan putri Indonesia, menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.


Makna Bersejarah bagi Masa Depan Bangsa

Peristiwa Sumpah Pemuda bukan sekadar momentum sejarah, melainkan manifestasi kesadaran nasional. Penetapan Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan berhasil menjembatani komunikasi ratusan suku dan etnis tanpa menghapuskan kekayaan bahasa daerah masing-masing.

Melalui peringatan Hari Sumpah Pemuda, generasi muda Indonesia diharapkan terus memetik inspirasi untuk menjaga persatuan, merawat keberagaman, dan menjadikan perbedaan sebagai kekuatan dalam membawa bangsa Indonesia ke arah yang lebih maju.


Menperin Muhammad Sarmuji Minta AGRI Jaga Gula Rafinasi Tidak Rembes ke Pasar Konsumen

JAKARTA, Iki Radio – Menteri Perindustrian (Menperin) Muhammad Sarmuji dengan tegas meminta para importir dan produsen gula rafinasi yang tergabung dalam Asosiasi Gula Rafinasi Indonesia (AGRI) agar memastikan produknya tidak merembes ke pasar sebagai gula konsumsi. Perembesan ini dinilai berpotensi merugikan petani tebu lokal serta berdampak buruk bagi kesehatan masyarakat.

Pernyataan tersebut disampaikan Sarmuji saat melakukan pertemuan di kantor Kementerian Perindustrian, Selasa, 27 Oktober 2026. Ia mengibaratkan kebocoran gula rafinasi ke pasar domestik sama dengan merugikan saudara sendiri.

"Kita minta dengan sangat kepada AGRI supaya gula rafinasi ini tidak bocor di konsumen. Karena kalau bocor menjadi gula konsumsi, itu seperti kita menikam saudara kita sendiri," tegas Sarmuji.

Meski demikian, Kemenperin tetap mengakui bahwa keberadaan gula rafinasi sangat krusial dan dibutuhkan oleh sektor industri makanan, minuman, serta farmasi. Saat ini, tingkat utilisasi gula rafinasi untuk sektor tersebut masih berada di kisaran 60 persen, dan peningkatan utilisasi diharapkan mampu mendongkrak kontribusi sektor industri terhadap perekonomian nasional.

Di sisi lain, kebutuhan gula konsumsi masyarakat saat ini telah tercukupi sepenuhnya oleh hasil panen petani tebu dalam negeri. Oleh karena itu, Kemenperin berkomitmen memberikan jaminan ketercukupan bahan baku bagi industri, namun dengan catatan pengawasan yang sangat ketat terhadap jalur distribusi agar tidak terjadi kebocoran.

Sarmuji juga menambahkan bahwa latar belakang daerah pemilihannya—yakni Kabupaten Blitar, Kediri, Tulungagung, dan Kota Kediri yang merupakan lumbung tebu nasional—membuatnya sangat memahami keresahan petani. Jika pasar domestik dibanjiri oleh gula rafinasi industri, gula petani lokal akan sulit terjual dan memicu kerugian besar. Selain itu, pemerintah juga tengah bersiap mengantisipasi lonjakan permintaan menjelang Natal dan Tahun Baru 2027 serta Ramadan 2027.

Menanggapi instruksi tersebut, Ketua Umum AGRI Supriadi menyatakan komitmen penuh pihaknya untuk mendistribusikan gula rafinasi sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, khususnya ketentuan dari Kementerian Perdagangan yang menetapkan gula rafinasi khusus sebagai bahan baku industri makanan, minuman, dan farmasi.

"Sebenarnya kita berkomitmen mendistribusikan gula rafinasi sesuai peraturan yang ada. Ya sesuai Peraturan Menteri Perdagangan," ujar Supriadi.

Supriadi memaparkan bahwa volume produksi gula rafinasi pada tahun 2026 tercatat mencapai 3 juta ton dan dipastikan aman hingga akhir Desember. Guna mengantisipasi ketersediaan di awal Januari 2027, pihak AGRI telah berkoordinasi dengan pemerintah untuk mempercepat proses penerbitan rencana kebutuhan industri dan persetujuan impor.


Waspada Penipuan Digital, OJK Ungkap Berbagai Modus dari Kerja Online hingga Love Scam

JAKARTA, Iki Radio - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus penipuan atau scam yang marak terjadi di ruang digital. 

Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, mengungkapkan bahwa pelaku kejahatan siber terus mengembangkan berbagai cara untuk menjerat korban, mulai dari tawaran pekerjaan paruh waktu, tugas memberikan tanda suka (like), penipuan belanja online, hingga penipuan berkedok asmara atau love scam.

Dalam acara Konferensi Pers OJK Digiclass Sekolah Rakyat di Cilandak, Jakarta Selatan, pada Selasa (27/10/2026), pejabat yang akrab disapa Kiki tersebut menjelaskan bahwa pelaku umumnya menggunakan trik memberikan keuntungan di awal guna membangun kepercayaan korban.

"Kalau anak-anak muda ini, kasihan, banyakan mereka ditawari pekerjaan online. Jadi, pekerjaan online, satu. Kemudian, dikasih pekerjaan yang untuk nge-like-nge-like gitu, dapat uang. Pertama, mereka dapat uang dulu," ujar Kiki.

Setelah korban berhasil mendapatkan uang pada tahap awal, pelaku kemudian memancing korban dengan menawarkan keikutsertaan dalam kelompok atau tugas dengan komisi yang jauh lebih besar. 

Pada tahap inilah korban diminta untuk mentransfer sejumlah uang terlebih dahulu hingga akhirnya terjebak dalam lingkaran penipuan.

Selain modus kerja online dan love scam, OJK menekankan pentingnya membangun pola pikir kritis di tengah masyarakat agar tidak mudah tergiur oleh berbagai penawaran instan di media digital. 

Menurut Kiki, modus operandi kejahatan akan terus berkembang seiring waktu, sehingga fondasi logika dan kewaspadaan menjadi kunci utama perlindungan diri.

OJK juga memberikan peringatan khusus terhadap ancaman penyalahgunaan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence / AI) yang kini mulai dimanfaatkan pelaku kejahatan untuk meniru identitas seseorang. 

Teknologi tersebut dapat digunakan untuk mereplikasi suara atau tampilan agar pelaku seolah-olah menyerupai orang tua, anak, saudara, maupun kerabat dekat korban. 

Oleh karena itu, masyarakat diminta untuk selalu melakukan verifikasi ulang sebelum memutuskan mengirimkan uang, meskipun permintaan tersebut tampak berasal dari orang yang dikenal.

Guna memperkuat upaya pemberantasan kejahatan keuangan ini, OJK mengoptimalkan sinergi bersama Satuan Tugas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (Satgas PASTI) yang melibatkan berbagai kementerian, lembaga, serta aparat penegak hukum.

Bagi masyarakat yang terlanjur menjadi korban scam, OJK mengimbau untuk segera membuat laporan melalui Indonesia Anti-Scam Center (IASC). Kecepatan dalam melaporkan insiden ini dinilai sangat krusial agar aliran dana yang dipindahkan pelaku ke rekening lain dapat segera ditangani dan memperbesar peluang pengembalian dana korban.

Hujan Turun di Kalimantan Selatan Berkat Operasi Modifikasi Cuaca, Luas Karhutla Mulai Menurun

KALSEL, Iki Radio — Operasi modifikasi cuaca (OMC) yang dilakukan oleh TNI Angkatan Udara bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) membuahkan hasil. Sejumlah wilayah di Kalimantan Selatan (Kalsel) mulai diguyur hujan, yang diharapkan dapat menekan angka kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta mengurangi kabut asap yang telah melanda wilayah tersebut dalam beberapa bulan terakhir.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel, Ronny Eka Saputra, menyatakan bahwa hujan telah turun di beberapa wilayah selama beberapa hari terakhir seiring dengan masuknya OMC ke pekan keempat.

"Dalam beberapa hari terakhir hujan turun di sejumlah wilayah dampak dari operasi OMC. Ini memasuki pekan ke empat dan memang ada awan hujan di langit Kalsel sehingga hujan bisa turun. Kita harapkan hujan buatan ini dapat membantu mengatasi Karhutla di Kalsel," ungkap Ronny Eka Saputra pada Selasa, 27 Oktober 2026.

Penurunan Luas Karhutla Harian

Berdasarkan data Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kalsel, luas karhutla harian menunjukkan tren penurunan yang signifikan setelah turunnya hujan. Kendati demikian, akumulasi luas area yang terbakar hingga akhir Oktober 2026 tercatat telah mencapai lebih dari 28.000 hektare.

"Pada Senin (26 Oktober) luasan Karhutla harian jauh menurun hanya 40 hektare. Selain OMC, upaya pemadaman darat dan udara oleh Satgas Karhutla terus kita lakukan," tutur Ronny.

Komandan Lanud Sjamsudin Noor, Kolonel Penerbang Hilman LP Ambarita, menjelaskan bahwa pelaksanaan OMC ini merupakan bagian dari penugasan Presiden dan Panglima TNI yang dikoordinasikan bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan BMKG.

"Berdasarkan laporan hujan turun di bagian utara Kalsel dan wilayah Kalteng. Memang awan hujan meningkat di wilayah tersebut. Ada tiga pesawat Casa dan Hercules yang membantu kegiatan OMC ini," ujar Hilman.

Sebagai langkah lanjutan, Lanud Sjamsudin Noor berencana melakukan penaburan dry ice dan natrium klorida (NaCl) guna memaksimalkan penanganan karhutla serta kabut asap di Kalimantan Selatan dan Palangka Raya, Kalimantan Tengah.

Kerugian Ekonomi dan Sebaran Wilayah Terdampak

Sementara itu, laporan kaji cepat BNPB per 18 Oktober 2026 memperkirakan total kerusakan fisik dan kerugian ekonomi akibat bencana ekologis di Kalsel mencapai Rp12,15 triliun. Valuasi tersebut disusun oleh Analis Kebencanaan Ahli Muda BNPB, Abriveno YL Pitoy, berdasarkan pemantauan sebaran api dan titik asap.

Hingga pertengahan Oktober 2026, luas hutan dan lahan yang terbakar tercatat mencapai 14.080,30 hektare, yang terdiri atas 10.142,30 hektare lahan mineral dan 3.938 hektare lahan gambut.

Berikut adalah rincian wilayah dengan area terbakar terluas di Kalimantan Selatan:

  • Kabupaten Banjar: 7.054,12 hektare (5.014,12 hektare lahan mineral dan 2.040 hektare lahan gambut).
  • Kabupaten Tapin: 3.000,22 hektare (1.850,22 hektare lahan mineral dan 1.150 hektare lahan gambut).
  • Kota Banjarbaru: 2.539 hektare (2.124 hektare lahan mineral dan 415 hektare lahan gambut).
  • Kabupaten Tanah Laut: 817,50 hektare.
  • Kabupaten Hulu Sungai Selatan: 343,15 hektare.
  •  

close
Pasang Iklan Disini