Iki Radio/Berita Terbaru

Iki Yang Paling/Ngetop

Iki Ceritanya/Orang Terkenal

KLIK DISINI

Iki Dibaca Juga/Jangan Lewatkan

Iki Terbaru/Paling Greeess

Dari 38 Kota dan Kabupaten di Jawa Timur, ini 33 Daerah Yang Raih WTP LHP LKPD Tahun 2025

Iki Radio - Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Jawa Timur menyerahkan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun 2025 kepada 33 pemerintah daerah di wilayah Provinsi Jawa Timur. 



Kepala Perwakilan BPK Jawa Timur Yuan Candra Djaisin, menyerahkan LHP atas LKPD Tahun 2025 kepada masing-masing pimpinan DPRD dan Kepala Daerah di Kantor BPK Jawa Timur.

Rincian Opini atas LKPD Tahun 2025 dan prosentase penyelesaian Tindak Lanjut Rekomendasi Hasil Pemeriksaan sampai dengan Semester II Tahun 2025 pada 33 pemerintah daerah adalah sebagai berikut: 

Dengan demikian, 33 LHP LKPD yang diserahkan kepada masing-masing pemerintah daerah tersebut, memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).

“Pemeriksaan atas LKPD bertujuan untuk memberikan opini tentang kewajaran penyajian laporan keuangan oleh pemerintah daerah. Opini WTP yang diberikan BPK merupakan pernyataan profesional pemeriksa mengenai “kewajaran” penyajian laporan keuangan dan “bukan merupakan jaminan” bahwa laporan keuangan yang disajikan oleh pemerintah sudah terbebas dari adanya fraud atau tindakan kecurangan lainnya,” ujar Kepala Perwakilan BPK Jawa Timur Yuan Candra Djaisin, Jum'at (29/5/2026). 

Pada pemeriksaan atas LKPD Tahun 2025 terhadap 33 pemerintah daerah, BPK masih menemukan beberapa permasalahan dalam pengelolaan keuangan daerah. Meskipun demikian, permasalahan tersebut tidak mempengaruhikewajaran atas penyajian LKPD. Permasalahan tersebut di antaranya:

1. Pengelolaan dan penatausahaan Aset diantaranya Aset Tetap, Aset Lain-Lain Rusak Berat, Aset Tak Berwujud dan Properti Investasi belum tertib;

2. Kekurangan volume pekerjaan dan ketidaksesuaian spesifikasi teknis dari Belanja Modal Jalan, Irigasi, Jaringan;

3. Pengelolaan pendapatan pajak dan retribusi daerah belum sesuai ketentuan;

4. Kesalahan Penganggaran atas Realisasi Belanja Barang dan Jasa, Belanja Hibah, dan Belanja Modal;

5. Masih terdapat Denda Keterlambatan Penyelesaian Pekerjaan atas Pekerjaan Konstruksi.

Sebelum LHP atas LKPD Tahun 2025 diserahkan, BPK telah meminta tanggapan kepada 33 pemerintah daerah atas Konsep Hasil Pemeriksaan BPK, termasuk rencana aksi yang akan dilaksanakan oleh 33 pemerintah daerah tersebut.

Kepala Perwakilan BPK Jawa Timur, Yuan Candra, berharap LKPD yang telah diperiksa oleh BPK (LKPD audited), dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan oleh DPRD dan pemerintah daerah, terutama terkait denganpenganggaran. 

“Meski memperoleh opini WTP, kami minta pemerintah daerah tetap serius menindaklanjuti rekomendasi yang disampaikan BPK dalam LHP,” pesannya. 

Pasal 20 Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara mengamanatkan pejabat wajib menindaklanjuti rekomendasi LHP.

Pejabat juga wajib memberikan jawaban atau penjelasan kepada BPK selambat-lambatnya 60 (enam puluh) hari setelah  LHP diterima. 


Banyuwangi 14 Kali Berturut-Turut Pertahankan WTP dari BPK

Iki Radio - Transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan Kabupaten Banyuwangi, kembali mendapat opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2025. Raihan ini merupakan ke-14 kalinya secara berturut-turut.

Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) diserahkan langsung Kepala Perwakilan BPK RI Provinsi Jawa Timur, Yuan Candra Djaisin, kepada Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, di Kantor BPK Jatim, Sidoarjo, pada Jumat (29/5/2026). Turut mendampingi Wakil Ketua DPRD Banyuwangi, Siti Mafrochatin Ni'mah.

Predikat WTP merupakan opini tertinggi dari BPK terhadap laporan keuangan pemerintah. Penilaian tersebut diberikan berdasarkan kesesuaian laporan keuangan dengan standar akuntansi pemerintahan, kecukupan pengungkapan, kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan, serta efektivitas sistem pengendalian internal. 

Yuan mengucapkan selamat atas prestasi Banyuwangi serta kabupaten dan kota lain yang telah berhasil mempertahankan predikat WTP. 

"Di dalamnya sudah disampaikan rekomendasi-rekomendasi dan juga action plan. Kami harap bisa segera ditindak lanjuti,” ujarnya.

Bupati Ipuk bersyukur Banyuwangi berhasil mempertahankan tata kelola keuangan daerah. Bagi Ipuk, mempertahankan capaian opini WTP dari BPK bukanlah hal yang mudah. Dibutuhkan konsistensi, kebersamaan, tata kelola keuangan yang baik, serta kesungguhan untuk mengikuti aturan yang berlaku.

"Kami terus berupaya memanfaatkan dan mengelola keuangan daerah dengan baik, serta bermanfaat untuk masyarakat,” ujar Ipuk.

“Terima kasih kepada BPK yang telah memberikan arahan dari tahun ke tahun. Terima kasih juga kepada seluruh rekan-rekan perangkat daerah dan DPRD Banyuwangi atas sinergi yang baik selama ini, sehingga Banyuwangi mampu mempertahankan opini WTP selama 14 tahun bertutut-turut sejak 2012," imbuhnya.

Torehan WTP kali ke-14 ini membuat Ipuk yakin bahwa menciptakan program pelayanan publik bisa sejalan dengan akuntabilitas keuangan, terutama di tengah efisiensi anggaran seperti saat ini.

Penerapan efisiensi anggaran, kata Ipuk, menumbuhkan tantangan tersendiri bagi daerah, bagaimana program pembangunan tetap berjalan optimal, meski dengan alokasi anggaran yang terbatas.

“Dalam kondisi ini, kami memilih untuk fokus. Tidak semua program kami geber, melainkan memilih skala prioritas. Sehingga dengan anggaran sedikit, bisa dioptimalkan untuk tujuan yang kita rancang. Kami juga selalu memastikan agar semua transaksi akuntabel, dan bisa dipertanggung jawabkan,” ujarnya.

“Selain segera menindaklanjuti rekomendasi dari BPK, kami akan terus memperkuat konsolidasi antar OPD dan unsur terkait untuk memperkuat tata kelola keuangan daerah,” tambah Ipuk. 

Hari Pancasila, BPIP Angkat Semangat Persatuan Bangsa dan Perdamaian Dunia

Iki Radio - Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) menggelar konferensi pers persiapan peringatan Hari Lahir Pancasila tahun 2026 di Gedung BPIP, Jakarta, Jumat (29/5/2026). Konferensi pers tersebut dihadiri seluruh jajaran pimpinan di lingkungan BPIP.

Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) menggelar konferensi pers persiapan peringatan Hari Lahir Pancasila tahun 2026 di Gedung BPIP, Jakarta, Jumat (29/5/2026).

Kepala BPIP Yudian Wahyudi menyampaikan secara teknis bahwa persiapan peringatan Hari Lahir Pancasila yang akan digelar pada 1 Juni 2026 sudah disiapkan secara matang. Dirinya juga mengingatkan bahwa peringatan ini bukan sekadar seremonial, melainkan memiliki makna yang mendalam bagi seluruh rakyat Indonesia.

"Momen peringatan ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan wujud komitmen kita bersama bahwa Pancasila senantiasa diamalkan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara," ujarnya.

Pada tahun ini, peringatan mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”. 

Tema ini menjadi pernyataan tegas bahwa nilai-nilai luhur Pancasila tidak hanya relevan untuk menjaga keutuhan bangsa, tetapi juga menjadi jawaban bagi terciptanya perdamaian dunia. Peringatan bersejarah ini juga akan menggunakan logo resmi lambang negara, Garuda Pancasila.

Guna memastikan kelancaran dan ketertiban pelaksanaan peringatan secara nasional, telah diterbitkan Surat Edaran Kepala BPIP Nomor 2 Tahun 2026 tentang Pedoman Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026. Surat edaran ini menjadi panduan pelaksanaan upacara Hari Lahir Pancasila bagi lembaga negara, kementerian, TNI/Polri, pemerintah daerah, hingga instansi pendidikan.

“Kami mengajak kepada seluruh kementerian, lembaga, pemerintah daerah provinsi, kabupaten/kota, sampai tingkat desa untuk menggelar Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila secara serentak,” imbaunya.

Puncak Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 di tingkat pusat akan dilaksanakan secara luring pada hari Senin, tanggal 1 Juni 2026, tepat pukul 10.00 WIB, bertempat di lapangan Gedung Pancasila Kementerian Luar Negeri, Jakarta.

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto akan hadir langsung dan bertindak sebagai Inspektur Upacara. Selain itu, akan hadir juga Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka, jajaran Kabinet Merah Putih, mantan Presiden dan Wakil Presiden RI, serta para tokoh nasional.

Dalam pelaksanaannya yang mengedepankan sinergi kebangsaan, susunan perangkat upacara akan diisi oleh para pimpinan lembaga negara. Ketua MPR akan bertugas membacakan teks Pancasila, Ketua DPD akan membacakan Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, dan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah akan bertugas memimpin pembacaan doa.

Adapun peserta dan perangkat pendukung upacara juga telah dipersiapkan dengan matang. Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) pada upacara terpusat akan menggunakan "Formasi Pancasila". Formasi istimewa ini terdiri atas lima kelompok yang mencerminkan kelima sila pada Pancasila.

Sementara itu, untuk menjaga keseragaman dan kekhidmatan, para tamu undangan pria diwajibkan mengenakan Pakaian Sipil Lengkap (PSL), tamu undangan wanita mengenakan Pakaian Nasional, dan anggota TNI/Polri mengenakan Pakaian Dinas Upacara III (PDU III).

Menutup paparannya, Yudian Wahyudi mengajak seluruh elemen bangsa, terutama para pemuda, untuk menjadikan Pancasila sebagai living ideology, yaitu nilai-nilai yang terus hidup dan dihayati oleh masyarakat luas.

"Selama darah Indonesia masih mengalir di tubuh kita, Pancasila akan terus hidup," pungkasnya.

Hebat! Kabupaten Madiun Raih Opini WTP 13 Kali Berturut-turut dari BPK

Iki Radio – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun kembali menorehkan prestasi gemilang dalam tata kelola keuangan daerah. Pemkab Madiun sukses mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2025.

Raihan ini menjadi sangat spesial karena menandai keberhasilan Kabupaten Madiun dalam mempertahankan predikat WTP selama 13 tahun berturut-turut.

Penghargaan tertinggi dalam audit keuangan negara ini diserahkan langsung oleh Kepala BPK Perwakilan Jawa Timur, Yuan Candra Djaisin, kepada Bupati Madiun Hari Wuryanto bersama Ketua DPRD Kabupaten Madiun Fery Sudarsono di Kantor BPK Perwakilan Jawa Timur, Sidoarjo, pada Jumat (29/5/2026).

Bupati Madiun, Hari Wuryanto, menyampaikan rasa syukurnya atas pencapaian ini. Menurutnya, opini WTP ke-13 ini merupakan buah dari kerja keras dan komitmen seluruh jajaran pemerintah daerah dalam menjaga transparansi.

“Alhamdulillah secara administrasi kami telah melaksanakan tugas dengan baik. Ini menjadi parameter bahwa tata kelola pemerintahan di Kabupaten Madiun berjalan baik dan ujungnya adalah memberikan layanan terbaik kepada masyarakat,” ujar Hari Wuryanto.

Bupati yang akrab disapa Hari Wur ini menambahkan bahwa mempertahankan predikat WTP jauh lebih menantang daripada meraihnya untuk pertama kali. Ia menegaskan bahwa opini WTP bukanlah sekadar prestasi di atas kertas, melainkan motivasi untuk terus menjaga akuntabilitas karena diaudit langsung oleh lembaga independen.

Meskipun meraih opini tertinggi, BPK tetap memberikan sejumlah catatan dan rekomendasi yang harus segera ditindaklanjuti oleh Pemkab Madiun. Beberapa poin penting yang menjadi sorotan tahun ini meliputi optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD), yakni mendorong penggalian potensi daerah demi memperkuat fiskal Kabupaten Madiun.

Selain itu, Pemkab Madiun harus lebih konsisten dalam penertiban aset daerah, yakni dengan melakukan inventarisasi dan penataan administrasi aset secara lebih tertib, baik fisik maupun dokumen.

"Kami diberi waktu untuk menindaklanjuti rekomendasi tersebut agar ke depan lebih baik lagi. Harapannya ke depan tidak mengulangi kesalahan yang sama," tambah Bupati.

Senada dengan Bupati, Ketua DPRD Kabupaten Madiun, Fery Sudarsono, memberikan apresiasi tinggi atas kinerja eksekutif. Pencapaian ini dinilai sebagai bukti sinergi yang solid antara legislatif dan eksekutif dalam mengawal anggaran sesuai Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP).

Namun, politisi PDI Perjuangan tersebut juga mengingatkan jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk bergerak cepat menyelesaikan catatan dari BPK.

“Apapun yang telah direkomendasikan dari BPK nanti harus segera ditindaklanjuti. Batas waktu untuk menindaklanjuti rekomendasi BPK adalah 60 hari terhitung sejak hari ini,” tegas Fery.

Fery memastikan pihak DPRD akan terus mengawal proses tersebut secara ketat agar tidak muncul temuan berulang pada audit tahun-tahun berikutnya, demi mewujudkan pengelolaan keuangan yang efektif dan berujung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Madiun.(ir)

40 Balita Terdampak Banjir di Gorontalo Utara, Dinkes Lakukan Intervensi

Iki Radio - Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gorontalo Utara, Sri Fenty N. Sagaf, mengtakan  sejumlah 40 balita korban banjir di Kecamatan Biau teridentifikasi mengalami masalah gizi sehingga memerlukan intervensi pangan dan pemantauan klinis secara ketat.

Kepala Dinas Anang S. Otoluwa, memimpin Briefing Klaster Pelayanan Kesehatan yang terdampak Banjir di Kecamatan Biau Kabupaten Gorontalo Utara. 

“Tim kami dari puskesmas saat ini telah memetakan sebaran balita tersebut untuk mendistribusikan Makanan Pendamping ASI serta pemenuhan kebutuhan susu formula khusus,” tutur Sri Fenty di lokasi bencana, Kamis (28/5/2026).

Untuk memastikan pelayanan medis menjangkau seluruh warga secara merata, Dinas Kesehatan Kabupaten Gorontalo Utara merilis peta distribusi tim medis pasca bencana dengan skema yang melibatkan bantuan personel dari berbagai puskesmas lintas kecamatan guna menyokong wilayah Kecamatan Biau.

Berdasarkan ringkasan penugasan di lapangan, sebaran posko kesehatan terdiri atas Tim Mobile Dinkes Gorut yang bergerak menyisir seluruh wilayah terdampak; Pos Kesehatan Desa Didingga di bawah Puskesmas Buloila; Pos Kesehatan Desa Bualo di bawah Puskesmas Sumalata; Pos Kesehatan Desa Omutu di bawah Puskesmas Tolinggula; Pos Kesehatan Desa Biau di bawah Puskesmas Limbato; serta Pos Kesehatan Desa Luhuto di bawah pelayanan RSTM.

“Kami bergerak cepat membagi tim medis dan logistik melalui pos-pos kesehatan ini, demi memastikan bantuan bisa menyentuh seluruh korban, khususnya kelompok rentan,” ujar Sri Fenty.

Sri Fenty menegaskan, seluruh kebutuhan dasar medis, dan pangan masyarakat akan dikawal ketat lewat posko yang ada agar kondisi lingkungan pasca banjir tidak menurunkan  kesehatan masyarakat.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo, Anang S. Otoluwa, yang hadir langsung di lokasi banjir, menyatakan dukungan penuh dari jajaran pemerintah provinsi terhadap posko komando kesehatan berjejaring yang diterapkan oleh pemerintah kabupaten.

“Tentunya apresiasi tinggi kepada seluruh nakes dari berbagai puskesmas yang tetap mengutamakan tugas kemanusiaan di tengah libur lebaran ini. Menempatkan posko di tiap desa terdampak adalah langkah mitigasi yang sangat tepat,” ungkap Anang.

Bencana banjir bandang yang melanda wilayah Kecamatan Biau, Selasa (26/5/2026), sehari menjelang Hari Raya Iduladha 1447 H, yang mengakibatkan 238 balita terdampak langsung serta menempatkan kelompok rentan pada risiko tinggi penularan penyakit berbasis lingkungan akibat genangan air dan lumpur.

Puluhan Tenaga Kesehatan, organisasi profesi kesehatan, dan personel Puskesmas di Kabupaten Gorontalo Utara diterjunkan langsung ke lokasi bencana banjir di Kecamatan Biau pada Kamis (28/5/2026), dengan aksi tanggap darurat yang tetap berjalan masif meskipun bertepatan dengan suasana libur nasional Hari Raya Iduladha 1447 H. 

Semangat Berbagi, DPD PAN Kota Madiun Sembelih 12 Ekor Hewan Kurban

Iki Radio – Momentum Hari Raya Idul Adha 1447 H menjadi ajang bagi Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Amanat Nasional (PAN) Kota Madiun untuk memperkuat kepedulian sosial. 

Sebagai bentuk aksi nyata membantu rakyat, DPD PAN Kota Madiun menyembelih dan menyalurkan 12 ekor kambing kepada masyarakat yang membutuhkan.

Kegiatan sosial ini dipimpin langsung oleh Ketua DPD PAN Kota Madiun, Subiantara. Ia menyampaikan bahwa ibadah kurban tahun ini mengusung semangat berbagi yang tulus untuk warga.

"Ini adalah bentuk nyata kehadiran PAN di tengah masyarakat. Melalui kegiatan sosial ini, kami ingin memastikan bahwa semangat Idul Adha benar-benar dirasakan oleh warga yang membutuhkan. Kami ingin terus menebar manfaat," ujar Subiantara, Kamis (28/5/2026).

Untuk memastikan penyaluran tepat sasaran dan tidak memicu antrean panjang, panitia kurban DPD PAN Kota Madiun berinisiatif membagikan daging kurban secara langsung pada penerima, yang telah terdaftar sebelumnya.

Selain itu juga diantarkan langsung pada masyarakat yang membutuhkan.

Hal ini mendapat respons positif dan membawa kebahagiaan dari masyarakat setempat. 

Salah satunya diungkapkan oleh Joko, warga Kelurahan Josenan, Kecamatan Taman Kota Madiun.

Ia mengaku sangat senang dan bersyukur atas pembagian daging kurban yang diterimanya.

"Alhamdulillah, maturnuwun sanget untuk PAN Kota Madiun. Bantuan daging kurban ini sangat berarti buat keluarga saya di hari raya ini. Semoga berkah untuk semua," ungkap Joko.

Aksi sosial DPD PAN Kota Madiun ini tidak lepas dari dukungan penuh Abdul Hakim Bafagih, Anggota DPR RI dari Fraksi PAN.

Anggota legislatif muda tersebut terus mendorong kader-kader di daerah untuk konsisten hadir membawa solusi bagi masyarakat.

Melalui kolaborasi antara pusat dan daerah ini, DPD PAN Kota Madiun berharap ibadah kurban Idul Adha 1447 H ini tidak hanya menjadi ritual ibadah semata, melainkan juga perekat solidaritas sosial yang kuat.

"Semoga membawa manfaat dan keberkahan bagi seluruh masyarakat Kota Madiun," ujarnya.(ir)


Sadar Umur Rahasia Tuhan, Dewi Perssik Tak Mau Lewatkan Momen Berbagi Daging Kurban

Iki Radio - Pedangdut Dewi Perssik mengungkap alasan dirinya turun langsung membagikan daging kurban kepada warga saat momen Idul Adha.

Pedangdut Dewi Perssik turut terlibat langsung dalam proses pemotongan daging hewan kurban di kediamannya kawasan Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Kamis (28/5/2026).(FOTO : Tribunnews.com/Fauzi Alamsyah).

Menurut wanita yang akrab disapa Depe itu, momen berbagi seperti ini menjadi kesempatan berharga yang belum tentu bisa kembali dirasakan di tahun berikutnya.

“Ini kan momen. Belum tentu tahun depan saya masih ada dan masih diberi kesempatan untuk berbagi,” kata Dewi Perssik di kawasan Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Kamis (28/5/2026).

Tak ingin hanya menyerahkan proses pembagian kepada warga sekitar, Depe memilih melihat langsung antusias warga yang rela mengantre demi mendapatkan daging kurban.

Sebab, bertemu langsung dengan masyarakat membuat dirinya semakin bersyukur atas rezeki dan kesehatan yang diberikan Tuhan.

“Kalau ngelihat mereka sampai ngantre, terus bisa lihat muka-mukanya betapa mereka senang. Saya merasa sama Allah dikasih rezeki, dipermudah, dikasih sehat, ya harus berbagi,” ujarnya.

“Kalau melihat orang-orang di luar sana banyak yang susah, ya Allah terima kasih aku masih dikasih sehat. Jadi aku merasa bersyukur atas apa yang aku dapat saat ini,” lanjutnya.

Dalam kesempatan tersebut, Dewi Perssik juga mengungkap hikmah Idul Adha tahun ini baginya adalah belajar untuk lebih banyak bersyukur dan peduli terhadap sesama.

“Ternyata di luar sana banyak yang lebih susah dari aku, banyak yang masih membutuhkan secara ekonomi dan kebahagiaan. Jadi harus banyak-banyak bersyukur sama Allah. Senang aku masih bisa berbagi,” tutup Dewi Perssik.

Kirab Prajurit Patang Puluhan Kawal Minyak Jamas Menuju Kadilangu

Iki Radio - Puncak tradisi Grebeg Besar Demak menyedot perhatian masyarakat. Ribuan masyarakat berjajar dan berdesakan di pinggir jalan, mulai dari Pendopo Kabupaten hingga makan sunan Kalijaga, kurang lebih 3 km.

Puncak tradisi Grebeg Besar Demak menyedot perhatian masyarakat. Ribuan masyarakat berjajar dan berdesakan di pinggir jalan, mulai dari Pendopo Kabupaten hingga makan sunan Kalijaga, kurang lebih 3 km. 


Mereka rela berjubel dengan penonton lain untuk menyaksikan prosesi sakral iringan prajurit patang puluhan yang mengawal perjalanan minyak jamas sebagai uborampe penyucian pusaka kanjeng Sunan kali jaga, Rabu (27/5/2026).

Sebelum kirab menuju kadilangu, diawali dengan penyerahan bokor berisi kembang setaman sebagai uborampe penjamasan oleh Bupati Demak, Eisti'anah selaku Adipati Bintoro kepada Ki Lurah Tamtomo. Selanjutnya, bokor tersebut dibawa menuju Kadilangu dengan pengawalan 40 prajurit pilihan.

Bupati Demak Eisti'anah bersama jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan pejabat di lingkup Pemkab Demak mengenakan pakaian adat Jawa dan menaiki dokar atau andong hias yang menuju Kadilangu sambil menyapa masyarakat yang memadati sepanjang jalan.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Demak, Endah Cahya Rini menyampaikan, iring-iringan Prajurit Patang Puluhan merupakan gabungan antara budaya dan religi.

“Iring-iringan Prajurit Patang Puluhan ini adalah sebuah budaya yang kita perkenalkan kepada generasi sekarang agar mereka mengenal sejarah tentang Wali Songo, Masjid Agung, Kadilangu, serta gerbang besar tempat para Wali Songo dahulu mensyiarkan agama Islam pertama kali di Pulau Jawa,” jelas Endah.

Lanjutnya, relegi karena setelah melakukan iring-iringan ini, dilakukan prosesi ziarah ke makam Sunan Kalijaga. Selain itu terdapat pula tradisi penjamasan Kutang Ontokusumo dan Keris Kyai Crubuk yang dilakukan oleh pihak Kadilangu.

Suasana Kirab berlangsung meriah, Selain barisan prajurit, iring-iringan juga dimeriahkan berbagai pertunjukan seni budaya yaitu hadirnya Pentas Adiluhung.

Kirab itu juga menampilkan Prajurit Pati Unus dan Pandanarum dari MA Al-Irsyad gajah, Rebana Tanbihun Wonosalam, Walisongo pamade, Tari Tongkek sanggar Tari lestari budaya, Parade Keris Sapujagad, Drumband Mts Nurul Huda dempet, Parade keris oleh SMA N 1 Demak dan Barongan Kademangan.

“Hal yang menarik dari iring-iringan Prajurit Patang Puluhan tahun ini adalah hadirnya Pentas Adiluhung. Pentas Adiluhung sendiri merupakan sebuah budaya, seni, dan tradisi yang diperkenalkan khususnya kepada generasi sekarang. Di dalamnya terdapat berbagai macam keris, tongtek, dan beragam unsur budaya lainnya,”imbuhnya.


Daya tarik wisata

Kirab prajurit patang puluhan sudah menjadi ikon grebeg besar Demak, yang rutin di lakukan saat 10 dzulhijah. Yang merupakan wisata budaya seni dan religi yang terus dijaga dan di kenal masyarakat luas.

Mereka yang datang untuk menyaksikan prosesi penjamasan tersebut tidak hanya warga Demak saja, dari berbagai daerah, bahkan mereka sudah ada yang datang dari hari selasa untuk menyaksikan iringan tumpeng songo dan mengikuti pengajian akbar dan sholat idul adha di Masjid Agung Demak. Seperti yang di lakukan Rakhim dari Jakarta.

"Saya sudah datang dari hari selasa kemarin beserta kerabat, dan bermalam di masjid Agung demak. Ya kita niatkan ngalab barokah atau mencari berkah dari Allah di idul adha ini" Kata Rakhim.

Menurutnya, dirinya sering datang ke demak jika bulan idul adha, sekalis bersilaturahmi dengan saudara yang berdomisili di Demak.

close
Pasang Iklan Disini