Iki Radio – Suasana penuh haru dan optimisme mewarnai pembukaan acara Open House serta Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Sekolah Rakyat Terintegrasi 5 Ponorogo dan Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Madiun.
Kegiatan yang digelar di Gedung Sekolah Rakyat Kabupaten Madiun pada Selasa (14/7/2026) ini menjadi penanda awal investasi sosial negara untuk memutus mata rantai kemiskinan melalui pendidikan formal berasrama.
Acara ini dihadiri langsung oleh Bupati Madiun H. Hari Wuryanto, Plt. Bupati Ponorogo Hj. Lisdyarita, Direktur Rehabilitasi Sosial TS dan KPO Kementerian Sosial RI Rachmat Koesnadi, serta Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur Restu Novi Widiani yang mewakili Gubernur Jawa Timur.
Kepala Sekolah Rakyat (SR) Ponorogo, Devit Tri Candrawati, didampingi Kepala SR Madiun, Rohmah Agustin Setyowuni, dalam sambutannya menegaskan bahwa Sekolah Rakyat bukan sekadar berdiri sebagai bangunan megah, melainkan sebagai bentuk nyata kehadiran negara bagi anak-anak bangsa.
"Kami tidak sedang mencetak anak-anak dalam satu pola yang seragam. Tugas kami adalah menuntun mereka menemukan siapa diri mereka, lalu memastikan setiap potensi yang Tuhan titipkan tumbuh di bawah naungan Pancasila dan harmoni Bhinneka Tunggal Ika," ujar Devit dengan penuh haru hingga meneteskan air mata.
Senada dengan hal tersebut, Plt. Bupati Ponorogo, Hj. Lisdyarita, memberikan motivasi kepada para calon siswa agar menunjukkan semangat, disiplin, dan akhlak yang baik demi meraih masa depan yang gemilang.
Plt. Bupati Ponorogo memastikan Pemerintah Kabupaten Ponorogo akan terus mengawal perkembangan anak-anak selama menempuh pendidikan di asrama.
Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur, Restu Novi Widiani, mengungkapkan kebanggaannya terhadap antusiasme wilayah Madiun dan Ponorogo dalam menyukseskan program nasional ini.
Provinsi Jawa Timur tercatat memiliki jumlah siswa Sekolah Rakyat terbanyak di Indonesia, dengan total proyeksi mencapai 7.651 siswa untuk tahun ajaran 2026/2027.
Untuk mendukung keberlangsungan program ini, Pemprov Jatim telah menyiapkan berbagai program komplementer bagi keluarga siswa, diantaranya KIP JAVARA yakni bantuan pengembangan modal bagi orang tua siswa SR yang memiliki usaha, perbaikan Rumah Tidak Layak Huni bagi keluarga siswa SR melalui koordinasi dengan Kementerian PU, hingga kerjasama dengan Diskominfo untuk pelatihan cerdas digital dan penyediaan fasilitas perpustakaan.
Direktur Rehabilitasi Sosial TS dan KPO Kemensos RI, Rachmat Koesnadi, memaparkan bahwa kuota tampung untuk Sekolah Rakyat di wilayah ini ditargetkan sebanyak 360 siswa. Saat ini, sudah terdaftar sebanyak 279 siswa, dengan kekurangan minor pada jenjang Sekolah Dasar (SD).
Rachmat menjelaskan bahwa Sekolah Rakyat menerapkan konsep Multi Entry dan Multi Exit, yang memungkinkan siswa masuk dan lulus di tingkat kelas mana saja secara fleksibel sesuai kemampuan mereka.
"Sekolah ini menerapkan sistem pengasuhan berasrama penuh. Kami meminta para pengajar mengedepankan pembentukan karakter tanpa adanya toleransi terhadap tindakan kekerasan," tegas Rachmat.
Sementara Bupati Madiun Hari Wuryanto menyampaikan bahwa progres pembangunan fisik Gedung Sekolah Rakyat Kabupaten Madiun saat ini telah mencapai 92 persen dan dipastikan siap fungsional secara penuh pada 31 Juli 2026.
Bupati Hari menjamin seluruh fasilitas penunjang bagi para siswa diberikan secara gratis tanpa dipungut biaya sepeser pun.
Berbagai fasilitas yang disediakan gratis untuk siswa seperti asrama tempat tinggal yang nyaman, kebutuhan makan sehari-hari, seragam sekolah, baju, hingga sepatu dan pendampingan penuh dari ibu asuh di asrama.
"Untuk mengawali proses belajar mengajar sebelum adanya penempatan guru permanen dari Kementerian Sosial Pusat, kami sudah menyiapkan 30 guru bantu untuk jenjang SD dan SMP yang akan bertugas selama 3 bulan ke depan," terang Hari Wuryanto.
Melalui open house ini, Bupati Madiun berharap para orang
tua tidak perlu merasa ragu atau tidak tega melepaskan anak-anak mereka untuk
menuntut ilmu di asrama. Berdasarkan evaluasi dari angkatan rintisan
sebelumnya, siswa Sekolah Rakyat terbukti tidak hanya unggul secara
akademik—bahkan telah menguasai bahasa asing seperti Spanyol—tetapi juga
memiliki karakter, kemandirian, dan integritas yang kokoh.(ir)

.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)









.png)
.jpeg)
.jpeg)















