Iki Radio/Berita Terbaru

Iki Yang Paling/Ngetop

Iki Ceritanya/Orang Terkenal

KLIK DISINI

Iki Dibaca Juga/Jangan Lewatkan

Iki Terbaru/Paling Greeess

Tiwi/Fadia Juara Hylo Open 2026 Usai Tekuk Unggulan Utama, Jonatan Christie Harus Puas Jadi Runner-Up

SAARBRUCKEN, Iki Radio – Indonesia membawa pulang satu gelar juara dan satu posisi runner-up dari turnamen bulu tangkis Hylo Open 2026 yang berlangsung di Saarlandhalle, Saarbrucken, Jerman, Minggu (1/11/2026) malam WIB.

Ganda putri Indonesia, Amallia Cahaya Pratiwi/Siti Fadia Silva Ramadhanti, sukses menegaskan dominasi mereka dengan naik ke podium tertinggi. Tiwi/Fadia menaklukkan unggulan pertama asal Chinese Taipei, Hsu Yin-hui/Lin Jhih-yun, dua gim langsung dengan skor 21-18, 21-19.

Sejak awal gim pertama, Tiwi/Fadia tampil agresif dan sempat melesat 5-1. Meski pasangan Chinese Taipei sempat mengejar hingga berbalik memimpin 6-8, laga berlanjut ketat lewat adu konsistensi reli dan permainan net. Momentum berharga didapatkan Tiwi/Fadia saat tertinggal 9-12. Lewat raihan enam angka beruntun, mereka merebut kendali permainan dan mengamankan gim pertama 21-18.

Pertarungan sengit kembali tersaji di gim kedua. Masuk fase kritis saat tertinggal 16-18, Tiwi/Fadia menunjukkan ketenangan luar biasa untuk membalikkan keadaan dan menyegel kemenangan 21-19.

Gelar di Jerman ini menjadi trofi kedua bagi Tiwi/Fadia di ajang BWF World Tour musim ini. Sebelumnya, mereka juga sukses menjadi kampiun di Thailand Masters 2026 usai mengalahkan pasangan China, Bao Li Jing/Li Yi Jing, sekaligus membuktikan progres performa yang kian konsisten.


Jonatan Christie Kembali Hadapi Ganjalan di Final

Sayangnya, hasil manis ganda putri gagal diikuti oleh sektor tunggal putra. Jonatan Christie harus puas finis sebagai runner-up setelah mengakui keunggulan wakil India, Lakshya Sen, dengan skor 17-21, 10-21.

Sempat imbang 4-4 di awal gim pertama, Jonatan tertinggal setelah Sen meraih empat angka berturut-turut. Meski pebulu tangkis berusia 29 tahun itu sempat bangkit dan memimpin 9-8, sejumlah kesalahan sendiri membuatnya kembali tertinggal jauh hingga 10-18. Walau sempat menipiskan jarak hingga selisih satu poin, Jonatan harus melepas gim pertama 17-21.

Memasuki gim kedua, Jonatan langsung tertinggal 0-4 di awal laga. Perlawanan yang dilancarkan Jonatan belum cukup untuk menghentikan dominasi Sen yang terus memimpin hingga akhirnya mengunci gim kedua dengan skor 10-21.

Hasil ini memperpanjang dahaga gelar Jonatan Christie pada musim 2026. Sebelum Hylo Open, langkah Jonatan juga terhenti di partai puncak pada ajang India Open dan Indonesia Open.

Merawat Sumber Kehidupan Lewat Budaya, Warga Mranggen Klaten Sukses Gelar Tradisi Dawetan

KLATEN, Iki Radio — Warga Dukuh Kroman, Desa Mranggen, Kecamatan Jatinom, Kabupaten Klaten, sukses menggelar tradisi dawetan pada Minggu (1/11/2026). Kegiatan tahunan ini tidak hanya menjadi wujud syukur atas limpahan sumber air, tetapi juga dikemas sebagai upaya pelestarian lingkungan sekaligus pengembangan pariwisata lokal.

Rangkaian acara diawali dengan kirab budaya. Warga bersama-sama berjalan kaki sejauh kurang lebih 200 meter dari perkampungan menuju Umbul Kroman dengan membawa uba rampe berupa hasil bumi hingga sajian dawet. Barisan depan rombongan dipimpin oleh para penari yang bertindak sebagai cucuk lampah.

Sesampainya di lokasi, penari melintas melewati kolam alami, sementara seorang perempuan turun ke dalam kolam membawa wadah gerabah berisi dawet. Suasana mendadak khidmat ketika tokoh masyarakat memimpin doa bersama. Di tengah kolam, dua penari tampil melakonkan simbolisasi tokoh mitologi Kiai dan Nyai Mardani—sosok yang dipercaya warga sebagai penjaga umbul yang akan murka jika sumber air dicemari atau dirusak.

Hanya suara kidung sakral dan gemericik air yang memecah keheningan pagi menjelang siang itu, sementara warga memenuhi tepian kolam dengan tertib. Setelah doa dipanjatkan, wadah berisi dawet diserahkan kepada tokoh masyarakat untuk diletakkan di dekat gelembung-gelembung air yang terus keluar dari dalam tanah.

Sebagai penutup rangkaian acara sakral, warga bersama-sama menikmati hidangan dawet di tepian kolam, dilanjutkan dengan aksi nyata pelestarian alam berupa penanaman pohon beringin di sekitar kawasan umbul.

Ketua RW 013 Dukuh Kroman, Mujiono, menjelaskan bahwa tradisi minum dawet pasca-membersihkan umbul sebenarnya telah dilakukan secara swadaya sejak turun-temurun oleh nenek moyang. "Baru dua tahun ini, kegiatan bersih-bersih umbul dikemas dengan budaya," ujar Mujiono. Melalui kemasan budaya ini, ia berharap potensi wisata di Desa Mranggen semakin dikenal luas serta semangat menjaga kelestarian sumber air terus membara.

Hal senada diungkapkan oleh pemerhati budaya, Anshori, yang memaknai tradisi ini sebagai bentuk selaras dengan alam. Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menjaga kelestarian lingkungan, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi kehidupan masyarakat, termasuk mendongkrak efek ekonomi.

Sementara itu, Kepala Desa Mranggen, Sutarman, menyatakan bahwa tradisi dawetan adalah wujud syukur atas sumber kehidupan di wilayahnya. Ia menambahkan bahwa Mranggen memiliki beberapa sumber mata air dengan keunikan tersendiri dari hulu hingga hilir, seperti Umbul Gotan yang airnya diyakini membantu mempercepat penyembuhan luka terbuka, serta Umbul Kroman yang dikelilingi pepohonan rindang dan kerap dimanfaatkan untuk terapi kesehatan, termasuk bagi penderita stroke.

"Dari hulu sampai hilir semuanya ada rangkaian kegiatan gelar budaya. Harapan kami pariwisata bisa lebih maju lagi," ungkap Sutarman.

Camat Jatinom, Agus Sunyata, turut memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif warga Kroman. Ia berharap tradisi ini dapat terus mempererat kerukunan antarwarga, menjaga kelestarian alam, serta mengangkat potensi wisata lokal ke level yang lebih tinggi.



Hampir Setahun Menduda, Wali Kota Malang Wahyu Hidayat Resmi Menikah Lagi dengan Wanita Asal Jakarta

MALANG, Iki Radio — Setelah hampir satu tahun menyandang status duda, Wali Kota Malang Wahyu Hidayat resmi mengakhiri masa kesendiriannya. Ia meminang Septhelena Maria Yosepha, seorang perempuan asal Jakarta, pada Sabtu (31/10/2026).

Prosesi akad nikah yang berlangsung secara sederhana tersebut digelar di Hotel Harris Kota Malang pada pukul 11.30 WIB. Pernikahan ini hanya dihadiri oleh keluarga serta kerabat terdekat kedua mempelai.

Kabar bahagia tersebut dikonfirmasi langsung oleh penghulu yang memimpin prosesi akad nikah, Ustadz Dr. KH. M. Anas Fauzi An Nachrowi. Momen spesial ini juga dibagikan melalui akun Instagram resmi sang Wali Kota, @wahyuhidayatmbois, serta akun informasi lokal @malangraya_info.

Dalam unggahan video berdurasi satu menit, terlihat pasangan pengantin baru tersebut memamerkan buku nikah mereka. Wahyu memberikan mahar uang tunai sebesar Rp31 juta, yang disesuaikan dengan tanggal pernikahan mereka.

"Saya terima nikahnya dengan mas kawin Rp31 juta tunai," ucap Wahyu mantap dalam video tersebut.

Saat dikonfirmasi oleh awak media mengenai hubungannya dengan sang istri baru, Wahyu mengaku sudah mengenal Septhelena sejak lama. "Sudah lama kenalnya," ujar Wahyu singkat.

Pernikahan ini merupakan kali kedua bagi Wahyu Hidayat. Sebelumnya, ia berstatus duda setelah istri pertamanya, Hanik Andriani, meninggal dunia akibat sakit pada Kamis (20/11/2025) pukul 23.33 WIB. 

Almarhumah Hanik yang pernah menjabat sebagai Ketua TP PKK Kota Malang dan merupakan alumnus Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) tersebut dimakamkan di Pemakaman Kasin, Kota Malang.

Polisi dan BNN Gerebek Kampung Bahari Tanjung Priok, Sita Narkotika hingga Senjata Api

JAKARTA UTARA, Iki Radio — Polda Metro Jaya bersama Bareskrim Polri, Badan Narkotika Nasional (BNN), dan sejumlah instansi terkait menggelar operasi besar-besaran pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika (P4GN) di kawasan Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada Minggu (1/11/2026).

Operasi yang dilaksanakan melalui Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD) ini diawali dengan apel kesiapan personel gabungan di wilayah Jakarta Utara. Langkah penegakan hukum tersebut dilakukan sebagai bentuk komitmen aparat dalam memberantas peredaran narkotika sekaligus menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Dalam penggerebekan tersebut, petugas gabungan dari unsur Bareskrim Polri, Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Utara, dan BNN berhasil mengamankan sejumlah orang beserta berbagai barang bukti bernilai tindak pidana.

Berdasarkan hasil penggeledahan di lokasi, petugas menemukan berbagai jenis narkotika dan obat-obatan terlarang, di antaranya:

  • Diduga sabu
  • Ekstasi
  • Ganja
  • Pil Happy Five
  • Cartridge yang diduga mengandung etomidate

Selain narkotika, aparat penegak hukum juga mendapati sejumlah barang berbahaya dan peralatan produksi, meliputi:

  • Senjata api dan amunisi
  • Senjata tajam
  • Airsoft gun
  • Mesin, timbangan digital, serta catatan transaksi yang kini tengah didalami oleh tim penyidik.

Saat ini, orang-orang yang diamankan di lokasi tengah menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik. Langkah ini diambil untuk mengungkap peran serta keterkaitan masing-masing individu terhadap barang bukti yang ditemukan.

Selain itu, kepolisian juga fokus mendalami asal-usul barang haram tersebut serta menelusuri kemungkinan adanya jaringan sindikat peredaran narkotika yang lebih luas di balik operasi ini.

Operasi ini menegaskan komitmen kuat Polri dalam memberantas peredaran gelap narkotika demi melindungi masyarakat, khususnya generasi muda, dari ancaman bahaya narkoba. Seluruh rangkaian penegakan hukum dilaksanakan secara profesional, terukur, dan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

Mengusung semangat "Polisi Bersama Masyarakat", Polda Metro Jaya terus memperkuat sinergi lintas instansi serta mengharapkan dukungan penuh dari masyarakat sebagai wujud nyata pelayanan terhadap keamanan ibu kota.

Hingga berita ini diturunkan, proses pemeriksaan dan pengembangan kasus masih terus berlangsung. Pihak kepolisian menyatakan akan segera menyampaikan perkembangan lebih lanjut setelah seluruh proses verifikasi dan penyidikan rampung.

Truk Molen Rem Blong Hantam Halte di Bekasi, 6 Penunggu Bus Tewas dan 6 Luka-Luka

BEKASI, Iki Radio — Kecelakaan maut terjadi di Jalan Cut Meutia, Kelurahan Sepanjang Jaya, Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi, pada Minggu (1/11/2026) sore sekitar pukul 16.30 WIB. Sebuah truk molen bermuatan beton semen bernomor polisi B 9548 MV hilang kendali dan menabrak belasan warga yang sedang menunggu bus di sekitar lokasi kejadian.

Kanit Gakkum Polres Metro Bekasi Kota, Iptu Rojali, menjelaskan bahwa truk tersebut melaju dari arah Unisma menuju Rawa Panjang. Berdasarkan keterangan awal dari sopir dan sejumlah saksi, truk mulai hilang kendali saat melintas di jalan menurun tepat di depan Universitas BSI.

"Menurut keterangan sopir, kendaraan sudah tidak bisa dikendalikan karena mengalami rem blong. Informasinya, terjadi kebocoran angin sehingga sistem pengereman tidak berfungsi," ujar Rojali saat memberikan keterangan di Bekasi, Minggu (1/11/2026).

Sopir truk sempat berusaha menghindari jatuhnya korban dengan membanting setir ke arah kiri menuju tembok bangunan Universitas BSI. Namun, upaya darurat tersebut gagal menghentikan laju kendaraan berat hingga akhirnya menghantam para warga yang berada di area halte.

Akibat peristiwa tragis ini, sebanyak 12 orang menjadi korban. Enam orang dilaporkan meninggal dunia di tempat kejadian perkara (TKP), sementara enam lainnya mengalami luka-luka.

"Korban meninggal dunia diperkirakan sudah mengembuskan napas terakhir di lokasi kejadian berdasarkan kondisi saat petugas melakukan evakuasi ke ambulans," kata Rojali.

Proses evakuasi korban langsung dilakukan ke beberapa rumah sakit terdekat:

  • Korban Meninggal Dunia: 1 korban dievakuasi ke RS Siloam dan 5 korban dibawa ke RSUD Kota Bekasi.
  • Korban Luka-Luka: 4 korban dirawat di RS Juwita dan 2 korban menjalani perawatan di RS Siloam.

Berdasarkan penuturan warga sekitar, para korban sedang berkumpul menunggu kedatangan bus. Meski terdapat plang penanda halte di lokasi tersebut, fasilitas fisik halte dinilai warga belum memadai.

Saat ini, kepolisian telah mengamankan sopir truk untuk menjalani pemeriksaan mendalam. Polisi juga mengumpulkan keterangan dari para saksi warga serta anggota kepolisian yang berada di lokasi saat kejadian.

Terkait kelayakan jalan truk molen tersebut, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan teknis. "Kami harus melakukan penelitian lebih lanjut karena penyebab pasti kecelakaan masih dalam proses penyelidikan," ungkap Rojali.

Pasca-kejadian, arus lalu lintas di Jalan Cut Meutia dari arah Unisma menuju Rawa Panjang sempat mengalami kemacetan panjang. Petugas di lapangan terus melakukan pengaturan lalu lintas dan penanganan TKP hingga Minggu malam.

Sungai Lae Soraya dan Krueng Trumon Meluap, 674 Jiwa Terdampak Banjir di Aceh Selatan

ACEH, Iki Radio — Banjir dengan ketinggian air mencapai hingga 130 sentimeter melanda dua gampong atau desa di Kecamatan Trumon Tengah, Kabupaten Aceh Selatan, Provinsi Aceh. Peristiwa ini terjadi akibat meluapnya Sungai Lae Soraya dan Krueng Trumon Raya yang merendam permukiman warga serta akses jalan utama.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Selatan, Mudatsir, menyampaikan bahwa total warga yang terdampak akibat bencana ini mencapai 674 jiwa.

"Hingga saat ini kami mencatat sebanyak 674 jiwa terdampak banjir yang melanda dua gampong di Kecamatan Trumon Tengah, Kabupaten Aceh Selatan," ujar Mudatsir, dikutip Minggu (1/11/2026).

Berdasarkan data BPBD Kabupaten Aceh Selatan, dua desa yang mengalami dampak paling parah meliputi:

Gampong Lhok Raya: Tercatat sebanyak 560 jiwa dari 159 keluarga terdampak.

Gampong Cot Bayu: Tercatat sebanyak 114 jiwa dari 38 keluarga terdampak.

Akibat luapan air tersebut, permukiman warga terendam banjir dengan ketinggian air bervariasi antara 30 hingga 70 sentimeter. Sementara itu, genangan air di badan jalan terpantau lebih tinggi, yakni berkisar antara 70 hingga 130 sentimeter sehingga mengganggu mobilitas warga.

Sebagian warga memilih untuk mengungsi ke lokasi yang lebih aman demi menghindari risiko susulan. Mako Kompi 3 Yon C Pelopor Brimob Polda Aceh menjadi salah satu titik posko pengungsian utama.

Sebanyak 124 jiwa dari 37 keluarga asal Gampong Lhok Raya kini ditampung di posko pengungsian Mako Kompi Brimob. Sementara sebanyak 37 jiwa dari 6 keluarga asal Gampong Cot Bayu memilih untuk mengungsi secara mandiri ke rumah kerabat, lembaga pendidikan, dan sejumlah lokasi alternatif lainnya.

Hingga kini, tim BPBD Kabupaten Aceh Selatan masih terus berada di lapangan untuk melakukan asesmen lanjutan, memantau perkembangan debit air, serta memastikan penanganan darurat bagi seluruh masyarakat yang terdampak berjalan dengan lancar.

Semarak Hari Santri 2026, Ribuan Warga Kota Pasuruan Antusias Ikuti Jalan Sehat Sarungan

PASURUAN, Iki Radio — Ribuan peserta dari berbagai kalangan tumpah ruah memadati kawasan Mall Pelayanan Publik (MPP) Poncol, Kota Pasuruan, Minggu (1/11/2026). 

Dengan mengenakan sarung sebagai simbol identitas dan tradisi santri, masyarakat tampil antusias dan penuh semangat mengikuti kegiatan Jalan Sehat Sarungan dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional 2026.

Kegiatan tersebut secara resmi diberangkatkan oleh Wali Kota Pasuruan, Adi Wibowo (Mas Adi). Turut hadir dalam acara ini Wakil Wali Kota Pasuruan M. Nawawi, Ketua DPRD M. Toyib, Sekretaris Daerah Lucky Danardono, Ketua PCNU Kota Pasuruan KH Nailur Rohman (Gus Amak), jajaran Forkopimda, Ketua TP PKK Kota Pasuruan, kepala perangkat daerah, hingga jajaran camat dan lurah.

Wali Kota Pasuruan, Mas Adi, menyampaikan rasa syukurnya atas terselenggaranya seluruh rangkaian peringatan Hari Santri tahun ini. Ia menegaskan pentingnya menjaga nilai-nilai kesantrian di tengah kehidupan sosial masyarakat Kota Pasuruan yang dikenal luas sebagai Kota Santri.

"Hari ini kita bersama-sama melaksanakan Jalan Sehat Sarungan yang menjadi rangkaian Hari Santri. Tentu kita bersyukur pada tahun 2026 ini dapat melaksanakan berbagai rangkaian kegiatan, mulai dari apel hingga agenda lainnya. Ini dalam rangka menguatkan semangat Hari Santri yang menjadi milik kita bersama," ujar Mas Adi.

Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya yang biasa dipusatkan di GOR, pelaksanaan jalan sehat kali ini mengambil rute di kawasan Alun-Alun dengan latar belakang Payung Madinah—ikon kebanggaan Kota Pasuruan. Menurut Mas Adi, penyesuaian lokasi ini makin mempertegas identitas religius dan kebanggaan warga Kota Pasuruan.

Lebih lanjut, ia mengimbau agar momentum ini dimanfaatkan untuk mempererat silaturahmi serta menjaga kerukunan warga.

"Mari kita laksanakan Jalan Sehat Sarungan ini untuk menguatkan kebersamaan, memperkuat ukhuwah dan silaturahmi, sehingga kita semakin guyub rukun," tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua PCNU Kota Pasuruan, KH Nailur Rohman (Gus Amak), mengapresiasi dukungan penuh dari Pemerintah Kota Pasuruan atas suksesnya agenda peringatan Hari Santri Nasional 2026.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kota Pasuruan yang telah mendukung dan memberikan support dalam peringatan Hari Santri Nasional, khususnya kegiatan Jalan Sehat Sarungan ini," ucap Gus Amak.

Kemeriahan acara semakin terasa dengan adanya pembagian berbagai doorprize menarik bagi para peserta. Melalui kegiatan ini, semangat Hari Santri diharapkan tidak sebatas seremoni tahunan, melainkan mampu terus menguatkan nilai religius, persatuan, persaudaraan, dan budaya gotong royong di tengah masyarakat Kota Pasuruan.

Inspiratif, KP Sinau Lele Madiun: Dari Solusi Peternak Lokal hingga Rayakan Anniversary Pertama Berhadiah Jutaan Rupiah

MADIUN, Iki Radio — Kolam Pemancingan (KP) Sinau Lele di Jalan Tawang Bakti, Kelurahan Tawangrejo, Kecamatan Kartoharjo, Kota Madiun, merayakan hari ulang tahun (anniversary) pertamanya dengan meriah pada Minggu (1/1/2026). 

Perayaan satu tahun eksistensi tempat ini diisi dengan berbagai kegiatan menarik, mulai dari lomba memancing hingga hiburan musik langsung (live music).

Pengelola sekaligus pemilik KP Sinau Lele, Didik Sasmito, mengungkapkan bahwa rangkaian acara anniversary telah dimulai sejak hari sebelumnya. 

Berbagai jenis perlombaan mancing digelar, seperti lomba mancing ikan patin dan gurame, yang dimeriahkan dengan live music. 

Acara ini juga menyediakan hadiah berupa uang tunai serta beragam aksesoris peralatan pancing bernilai jutaan rupiah.


Berawal dari Solusi untuk Peternak Lele Lokal

Di balik kesuksesan KP Sinau Lele saat ini, tersimpan cerita inspiratif mengenai awal mula pendiriannya. Nama "Sinau" sendiri berasal dari bahasa Jawa yang berarti belajar.

Didik menceritakan bahwa ide awal membuka pemancingan ini berawal dari kepemilikan kolam lele miliknya dahulu. Saat itu, ia melihat banyak petani atau pembudidaya ikan lele yang kesulitan menjual ikan lele berukuran besar dengan harga yang bagus.

Dari situlah ia tergerak mendirikan kolam pemancingan untuk mewadahi dan menampung hasil panen para peternak lokal. 

"Aku punya petani. Pada waktu itu tuh ikan lele yang besar-besar itu enggak bisa terjual dengan harga bagus. Makanya aku bikin kolam pemancingan untuk memfasilitasi teman-teman sing punya budidaya ikan lele tapi dia enggak bisa jual ikan bagus, makanya tak tampung di sini," terang Didik.

Melalui langkah ini, Didik berharap dunia perikan air tawar, khususnya budidaya lele, bisa semakin baik ke depannya. Sebab, majunya dunia perikanan secara otomatis akan mendongkrak perekonomian para peternak lele, terutama para pelaku skala kecil.

Perjalanan Didik di dunia perikanan tidak instan. Ia mengaku belajar budidaya lele secara mandiri melalui media sosial serta aktif bertanya kepada peternak-peternak senior yang sudah lebih dulu berhasil.

Dalam praktiknya, Didik membudidayakan lele menggunakan sistem intensif. Dibandingkan metode konvensional, teknik ini dinilai jauh lebih menguntungkan. "Masa panennya lebih cepat, walaupun ukuran ikannya lebih kecil dibanding sistem konvensional," ungkapnya.

Namun, jalan merintis usaha ini tidak selalu mulus. Pada awal-awal merintis, Didik sempat beberapa kali menjadi korban penipuan. Pengalaman pahit tersebut menjadikannya lebih matang dan selektif, khususnya dalam memilih agen pemasaran.

Ketekunan dan kerja keras Didik berbuah manis. Dari yang mulanya hanya memiliki empat kolam, kini usahanya telah berkembang pesat hingga memiliki 18 kolam.

Tidak hanya itu, jangkauan pemasaran dan pelanggan KP Sinau Lele juga semakin luas. Saat ini, pelanggannya telah merambah ke berbagai daerah di wilayah Madiun Raya, Solo, Yogyakarta, dan sejumlah daerah lainnya. 

Melalui momentum hari jadi yang pertama ini, KP Sinau Lele optimis dapat terus tumbuh sekaligus memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan peternak ikan di Madiun dan sekitarnya.

close
Pasang Iklan Disini