Iki Radio/Berita Terbaru

Iki Yang Paling/Ngetop

Iki Ceritanya/Orang Terkenal

KLIK DISINI

Iki Dibaca Juga/Jangan Lewatkan

Iki Terbaru/Paling Greeess

Hari Jadi ke-458 Kabupaten Madiun: BULOG Komit Jaga Stabilitas Pangan dan Serap Hasil Tani Bumi Kampung Pesilat

Iki Radio – Bumi Kampung Pesilat kini resmi menginjak usia yang ke-458 tahun. Peringatan Hari Jadi Kabupaten Madiun kali ini mengusung tema yang sarat akan semangat kemajuan, yakni “Berinovasi dan Berkolaborasi untuk Kabupaten Madiun Bersahaja”.

Kepala Perum BULOG Kantor Cabang Madiun, Agung Sarianto, menyampaikan ucapan selamat sekaligus menegaskan komitmen institusinya untuk terus berjalan beriringan dengan pemerintah daerah demi kemakmuran masyarakat.

"Perum BULOG Kantor Cabang Madiun sebagai bagian dari pilar ketahanan pangan nasional, akan terus berkolaborasi dengan pemerintah untuk memastikan ketersediaan pangan yang terjangkau, menjaga stabilitas harga di pasar, serta terus menyerap hasil jerih payah para petani lokal di Kabupaten Madiun," ujar Agung Sarianto, Sabtu (18/7/2026).

Bukan sekadar komitmen di atas kertas, sinergi yang terjalin erat antara BULOG dan Pemerintah Kabupaten Madiun telah membuahkan capaian operasional yang sangat positif sepanjang Semester I tahun 2026.

Hingga pertengahan tahun ini, BULOG Madiun berhasil menorehkan angka impresif dalam menjaga rantai pangan lokal. Penyerapan gabah/beras petani mencapai 70.289 ton setara beras, atau setara dengan 90,98% dari target nasional yang dibebankan. Penyaluran beras SPHP sebanyak 8.743 ton beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) telah digelontorkan ke pedagang eceran di pasar rakyat serta melalui kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM). Distribusi Minyakita sebanyak 1.545 kilo liter Minyak Goreng Rakyat telah disalurkan untuk menekan lonjakan harga di pasaran.

Selain fokus pada stabilitas harga pasar, BULOG Madiun juga sukses merampungkan program jaring pengaman sosial sebelum tenggat waktu yang ditentukan. Penyaluran Program Bantuan Pangan Beras sebanyak 5.835 ton dan minyak goreng sebesar 1.167 kilo liter telah tuntas didistribusikan kepada 291.753 Penerima Bantuan Pangan (PBP) di wilayah Kota Madiun, Kabupaten Madiun, dan Kabupaten Ngawi sebelum 30 Mei lalu.

Saat ini, BULOG Madiun tengah mematangkan persiapan logistik untuk mendistribusikan bantuan pangan beras untuk alokasi tiga bulan berikutnya, yaitu bulan Juli, Agustus, dan September.

Bagi BULOG, momentum Hari Jadi ke-458 Kabupaten Madiun ini menjadi pemantik semangat baru untuk terus menelurkan inovasi, meningkatkan kualitas pelayanan, dan memastikan lumbung pangan di Bumi Kampung Pesilat tetap kokoh serta stabil.

"Terima kasih atas sinergi dan kerja sama yang terjalin sangat baik selama ini antara BULOG, Pemerintah Daerah, dan seluruh lapisan masyarakat Kabupaten Madiun," pungkas Agung.(ir)

 

Peringati Hari Jadi ke-458, Pemkab Madiun Serahkan 55 Unit Mobil Siaga Desa senilai Rp13 Miliar

Iki Radio – Merayakan Hari Jadi ke-458 Kabupaten Madiun, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) resmi menyerahkan 55 unit mobil siaga kepada pemerintah desa.

Penyerahan ini merupakan langkah nyata pemkab dalam menggenjot layanan kesehatan dan penanganan kedaruratan bagi masyarakat desa.

Secara simbolis, Bupati Madiun Hari Wuryanto menyerahkan kunci mobil siaga kepada lima kepala desa usai upacara peringatan Hari Jadi Kabupaten Madiun di Pendapa Ronggo Djoemeno, Caruban, Sabtu (18/7/2026).

Kelima desa yang menerima penyerahan simbolis tersebut adalah Desa Tambakmas (Kecamatan Kebonsari), Desa Mojopurno (Kecamatan Wungu), Desa Kincangwetan (Kecamatan Jiwan), Desa Mendak (Kecamatan Dagangan), dan Desa Bandungan (Kecamatan Saradan).

Bupati Madiun, Hari Wuryanto, menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari visi-misi "Bersahaja" (Bersih dan Sehat) untuk memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh lapisan masyarakat.

"Tahun lalu kami menyerahkan 15 unit, tahun ini 55 unit, sehingga total sudah 70 mobil siaga yang tersalurkan. Kita masih kurang 136 unit lagi dari total seluruh desa. Mudah-mudahan tahun depan bisa selesai semuanya," ujar Hari Wuryanto.

Bupati menambahkan, mobil siaga ini dipersiapkan untuk mengantar pasien ke puskesmas atau rumah sakit, pemeriksaan kesehatan, hingga penanganan kondisi darurat lainnya secara cepat.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kabupaten Madiun, Supriadi, mengungkapkan bahwa pengadaan 55 unit mobil siaga pada tahun anggaran ini menelan dana sekitar Rp13 sekian miliar. Ada pertimbangan khusus dalam menentukan desa mana saja yang berhak menerima bantuan di tahun kedua ini.

"Pertimbangannya yang pertama adalah jangkauan akses layanan kesehatan. Kemudian yang kedua, beberapa desa sebenarnya sudah punya mobil siaga, namun kondisinya sudah rusak atau tidak layak, sehingga itu kami prioritaskan," jelas Supriadi.

Terkait sisa target 136 desa yang belum mendapatkan unit, Supriadi memastikan bahwa Pemkab Madiun akan tetap menganggarkannya di tahun depan agar target "Satu Desa Satu Mobil Siaga" dapat terealisasi secara merata.

Agar fasilitas mobil siaga desa ini tidak disalahgunakan, Dinas PMD Kabupaten Madiun tengah menyusun Surat Edaran (SE) yang mengatur secara ketat mengenai operasional kendaraan. Supriadi mengimbau pemerintah desa untuk merawat mobil tersebut dengan optimal dan menggunakannya murni demi kepentingan masyarakat.

"Nanti di dalam Surat Edaran akan berisi ketentuan penggunaan, teknis perawatan, hingga pemeliharaan. Kendaraan ini tidak boleh digunakan untuk kegiatan di luar peruntukannya," tegas Supriadi.

Pihaknya juga akan membentuk tim khusus untuk melakukan pengawasan dan evaluasi berkala di lapangan guna memantau kondisi fisik serta pemanfaatan mobil siaga. Dinas PMD bahkan membuka opsi penerapan sanksi tegas jika di kemudian hari ditemukan adanya penyalahgunaan fasilitas publik tersebut.

Sementara itu di tempat terpisah, Kepala Desa Bagi Kecamatan Madiun, Mulyanto, menyampaikan terimakasih kepada Pemerintah Kabupaten Madiun atas bantuan Mobil Desa Siaga yang diterima desanya.

"Alhamdulillah, desa kita mendapat bantuan Mobil Siaga, harapan kita semua dengan bantuan ini bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin," terang Kades di acara Tasyakuran atas bantuan Mobil Siaga di Pendopo Desa Bagi.(ir)

 

MENELUSURI JEJAK SEJARAH DAN PERKEMBANGAN KABUPATEN MADIUN: DARI PURABAYA HINGGA MENJADI JALUR STRATEGIS JAWA TIMUR

Iki Radio – Kabupaten Madiun menyimpan rekam jejak sejarah yang panjang dan kaya. Berawal dari masa Kesultanan Demak, wilayah ini secara yuridis formal resmi berdiri pada hari Kamis Kliwon, 18 Juli 1568 (atau Jumat Legi, 15 Suro 1487 Be dalam penanggalan Jawa Islam). 

Momentum ini ditandai dengan dilantiknya putra bungsu Sultan Trenggono, Pangeran Timoer, sebagai Bupati pertama di wilayah yang saat itu masih bernama Kadipaten Purabaya, menggantikan masa pengawasan Kyai Rekso Gati.

Kisah Heroik Raden Ayu Retno Dumilah dan Asal-usul Nama Madiun

Seiring berjalannya waktu, pusat pemerintahan Purabaya dipindahkan dari desa Sogaten ke desa Wonorejo (Kuncen) pada tahun 1575. Sejarah mencatat babak dramatis ketika kekuasaan diserahkan kepada putri Pangeran Timoer, yaitu Raden Ayu Retno Dumilah pada tahun 1686. Sebagai senopati perang yang tangguh, ia memimpin prajurit Mancanegara Timur dan berhasil memukul mundur serangan Mataram pada tahun 1586 dan 1587.

Namun, pada tahun 1590, Mataram kembali menyerang taktik berpura-pura takluk. Dalam pertempuran sengit di sekitar sendang dekat istana Wonorejo, Sutawidjaja berhasil merebut pusaka Tundung Madiun. Melalui bujuk rayu, Raden Ayu Retno Dumilah akhirnya dipersunting oleh Sutawidjaja dan diboyong ke istana Mataram di Plered, Yogyakarta.

Untuk memperingati penguasaan Mataram atas Purabaya, pada hari Jumat Legi, 16 November 1590 Masehi, nama "Purabaya" resmi diganti menjadi "Madiun".

Dinamika Perpindahan Ibu Kota dan Sakralnya Boyongan ke Mejayan

Berdasarkan alasan kosmologis Jawa, pusat pemerintahan Kabupaten Madiun tercatat telah berpindah berkali-kali. Beberapa daerah yang pernah menjadi pusat pemerintahan antara lain Sogaten, Kuncen (Wonorejo), Demangan (Wonosari), Kranggan, Maospati (Magetan), Pangongangan (Kota Madiun), Mejayan (Caruban).

Perpindahan terakhir terjadi pada 27 Agustus 2014, di mana Pemerintahan Kabupaten Madiun melakukan boyongan simbolis dari Pangongangan (yang sudah bertahan selama 190 tahun sejak masa Bupati Ronggo Prawirodiningrat tahun 1820) menuju ke Mejayan (Caruban).

Prosesi ini berlangsung sakral melalui kirab budaya yang mengusung tema Kadipaten Madiun masa lampau, melibatkan 36 kereta kencana dan 25 pasukan berkuda. Prosesi diawali penyerahan pataka Kabupaten Madiun serta tombak Pusaka Kyai Balabar oleh tiga mantan bupati kepada Bupati Madiun saat itu, Muhtarom. Kini, legalitas Caruban sebagai ibu kota diperkuat melalui Peraturan Pemerintah Nomor 3 Tahun 2019.

Potensi Daerah, Seni Budaya, dan Konektivitas Infrastruktur

Saat ini, Kabupaten Madiun yang terdiri atas 15 kecamatan (198 desa dan 8 kelurahan) tumbuh menjadi wilayah yang maju dengan masyarakatnya yang lekat menggunakan Bahasa Jawa Dialek Madiun. 

Di sektor pendidikan, kabupaten ini telah memiliki perguruan tinggi seperti Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama Madiun dan Universitas Sebelas Maret Kampus Madiun.

Kekayaan Seni dan Budaya

Kabupaten Madiun sangat terkenal dengan pelestarian budayanya, di antaranya:

Kesenian Dongkrek: Seni pertunjukan komunal berupa tari-tarian dan arak-arakan (pawai) yang dimainkan oleh delapan orang atau lebih.

Pencak Silat: Kampung halaman bagi berbagai perguruan silat besar.

Reog Ponorogo: Seni tari topeng kepala singa berhias bulu merak yang juga menjadi bagian dari kekhasan Madiun karena letak geografisnya yang berdekatan dengan Ponorogo.

Akses Transportasi yang Strategis

Secara geografis, Kabupaten Madiun berada di posisi yang sangat strategis karena dilintasi jalur utama Surabaya-Yogyakarta melalui Jalan Nasional Rute 17 dan Rute 32. Wilayah ini juga didukung oleh akses Jalan Tol Ngawi–Kertosono dengan keberadaan Gerbang Tol Madiun dan Gerbang Tol Caruban.

Untuk transportasi publik, pergerakan masyarakat dilayani oleh Bus AKAP/AKDP di Terminal Caruban. Di sektor perkeretaapian, Stasiun Caruban berdiri sebagai stasiun terbesar di kabupaten ini, didukung oleh stasiun kecil seperti Stasiun Babadan dan Saradan di bawah Daerah Operasi VII Madiun. 

Menariknya, Madiun juga memiliki jejak sejarah transportasi berupa jalur kereta api nonaktif lintas Madiun–Ponorogo–Slahung yang menyisakan eks-Stasiun Pagotan, Kanigoro, Dolopo, dan Halte Milir.

Pincuk Daun Jati jadi Lontong Blora Viral

Iki Radio - Lontong sambal tahu khas Blora kembali mencuri perhatian publik. Bukan hanya karena cita rasanya, tetapi juga penyajiannya menggunakan pincuk daun jati yang menjadi daya tarik konten di berbagai platform media sosial seperti TikTok, Instagram, dan YouTube.

Kuliner khas Kabupaten Blora, Jawa Tengah, ini disajikan dengan bumbu berbahan kacang tanah goreng yang diulek bersama kecap, cabai, serta pelengkap berupa tahu, tauge, bawang goreng, seledri, jeruk nipis, dan telur dadar sesuai selera.

Keunikan penyajian menggunakan pincuk daun jati menghadirkan pengalaman makan yang autentik. Selain itu, proses mengulek sambal secara langsung di depan pembeli menjadi atraksi yang menarik perhatian, baik bagi wisatawan maupun kreator konten.

Salah seorang penikmat lontong sambal, Nydia, mengatakan setiap porsi dibuat secara khusus sehingga pembeli harus mengantre.

"Pembeli harus antre karena sekali mengulek sambal hanya untuk satu porsi. Prosesnya sekitar tiga menit dan tingkat kepedasan bisa disesuaikan dengan permintaan," ujarnya di Pasar Rakyat Sido Makmur, Jumat (17/7/2026).

Dengan harga sekitar Rp12.000 per porsi, lontong sambal tahu tetap menjadi kuliner favorit masyarakat dari berbagai kalangan. Proses penyajiannya yang cepat membuat makanan ini tetap diminati hingga kini.

Cita rasa khas lontong sambal Blora juga dipengaruhi penggunaan kecap produksi industri rumahan yang menjadi ciri pembeda dibandingkan kuliner serupa di daerah lain.

Pelajar SMK 1 Musaba Blora, Erva, menilai lontong sambal tahu merupakan kuliner yang layak direkomendasikan karena memiliki cita rasa khas sekaligus nilai budaya yang tetap bertahan dari generasi ke generasi.

Sementara itu, pembimbing Praktik Kerja Lapangan (PKL) di Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Blora, Rudianto, menjelaskan bahwa kuliner lokal dimanfaatkan sebagai media pembelajaran bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan storytelling melalui video pendek.

Menurutnya, proses pengulekan sambal, penataan visual makanan (food styling), hingga filosofi penggunaan pincuk daun jati menjadi materi yang menarik untuk dikemas sebagai konten digital sekaligus mendukung promosi UMKM daerah.

Salah seorang penjual lontong sambal di Pasar Rakyat Sido Makmur, Yatmi, mengaku telah berjualan selama delapan tahun. Usaha tersebut mampu membantu memenuhi kebutuhan keluarga, termasuk biaya pendidikan anak dan renovasi rumah.

Ia juga mengaku, promosi melalui media sosial dan layanan pesan antar semakin memperluas jangkauan pelanggan.

"Pembeli bisa memesan melalui WhatsApp maupun layanan delivery yang sudah bermitra,"tambahnya.

 

Pemko Padang Dorong Pensiunan Tetap Produktif Lewat Gaya Hidup Aktif

Iki Radio - Pemerintah Kota (Pemko) Padang mendorong para pensiunan tetap aktif, sehat, dan produktif sebagai bagian dari upaya mewujudkan masyarakat yang berdaya di setiap fase kehidupan. Semangat tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, saat menghadiri kegiatan "Bangkit Bersama, Gerak, Kuliner, Cerita" yang digelar Bank Mandiri Taspen di Pantai Puruih, Jumat (17/7/2026).

Kegiatan yang diikuti para pensiunan nasabah Bank Mandiri Taspen itu menjadi wadah memperkuat kesehatan fisik, interaksi sosial, serta pemberdayaan ekonomi melalui berbagai aktivitas, mulai dari olahraga bersama, memasak kuliner, berbagi pengalaman, hingga aksi sosial donor darah.

Dalam kesempatan itu, Maigus menegaskan bahwa masa pensiun bukanlah akhir dari produktivitas, melainkan fase baru untuk terus berkarya dan memberikan manfaat bagi keluarga maupun masyarakat.

"Di dalam Islam tidak ada istilah pensiun. Pensiun itu ketika seseorang meninggal dunia. Selama masih diberi kesehatan dan kesempatan, kita harus terus berbuat baik dan berkarya," ujarnya.

Menurut Maigus, setiap orang perlu meninggalkan warisan kebaikan yang dapat dirasakan generasi berikutnya. "Sebelum meninggal, harus ada sebutir kurma yang ditanam. Maknanya, setiap orang hendaknya meninggalkan karya dan manfaat yang nantinya dapat dinikmati oleh orang lain," katanya.

Ia juga mengapresiasi inisiatif Bank Mandiri Taspen yang dinilai tidak hanya memberikan layanan perbankan, tetapi juga membangun ekosistem pembinaan bagi para pensiunan agar tetap sehat, mandiri, dan berdaya.

"Kami mengapresiasi kegiatan ini karena menjadi bentuk perhatian kepada para pensiunan sekaligus mempersiapkan mereka menjalani masa pensiun dengan lebih berkualitas," ujar Maigus.

Sementara itu, Direktur Transformasi dan Pengembangan Usaha Bank Mandiri Taspen, Noer Fajrieansyah, mengatakan masa pensiun seharusnya dipandang sebagai awal untuk menjalani aktivitas baru yang lebih bermakna, bukan sebagai akhir dari perjalanan berkarya.

"Pensiun bukan akhir, tetapi awal dari semuanya. Tidak boleh kehilangan semangat. Mereka yang sudah pensiun justru memiliki kesempatan untuk menikmati hidup sekaligus tetap memberikan kontribusi sesuai kemampuan," katanya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemko Padang atas dukungan terhadap penyelenggaraan kegiatan tersebut. Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah dan sektor perbankan penting untuk menghadirkan program-program yang mampu meningkatkan kualitas hidup para pensiunan.

Melalui kegiatan ini, Bank Mandiri Taspen berharap para pensiunan tetap memiliki ruang untuk beraktivitas, memperluas jejaring sosial, menjaga kesehatan, serta terus berkontribusi bagi keluarga dan lingkungan sekitarnya.

 

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Madiun Mengucapkan Selamat Hari Jadi Ke 458 Kabupaten Madiun

 


Wakil Ketua DPRD Kabupaten Mdiun, 
Drs. Mujono, M.Si,
mengucapkan :

Selamat Hari Jadi ke 458 Kabupaten Madiun
18 Juli 2026

"Berinovasi dan Berkolaborasi Untuk Kabupaten Madiun Bersahaja"

Dongkrak Potensi Lokal, Bupati Madiun dan Jajaran OPD Tampil Memukau di Catwalk Fashion Show Batik 2026

Iki Radio – Pemerintah Kabupaten Madiun sukses menggelar ajang Kabupaten Madiun Batik Fashion Show 2026, sebagai upaya nyata untuk mengenalkan sekaligus melestarikan kekayaan budaya local, di Alun Alun Reksogati Caruban Madiun, Kamis malam (16/7/2026).

Acara ini terasa spesial karena tidak hanya melibatkan para model profesional, melainkan juga jajaran top pimpinan daerah yang ikut turun langsung berlenggok di atas catwalk.

Bupati Madiun, Hari Wuryanto, bersama Wakil Bupati, Sekretaris Daerah, serta para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), camat, hingga perwakilan RSUD tampak serasi mengenakan busana batik khas Madiun.

Langkah ini diambil sebagai bentuk dukungan penuh pemerintah terhadap eksistensi perajin lokal.

Bupati Madiun, Hari Wuryanto, mengungkapkan rasa bangga dan antusiasmenya yang tinggi usai ikut serta memperagakan busana.

Menurutnya, keterlibatan aktif jajaran pemerintahan adalah cara terbaik untuk meyakinkan masyarakat akan kualitas produk asli Madiun.

"Kita tampilkan mungkin biar bisa dilihat, jadi enggak kaleng-kaleng. Ini membuktikan bahwa hasil karya masyarakat Kabupaten Madiun itu luar biasa," ujar Hari Wuryanto.

Ia menambahkan bahwa kegiatan ini diharapkan mampu menjadi budaya baru di masyarakat untuk bangga menggunakan produk lokal, khususnya Batik Kampung Pesilat.

Bupati juga berpesan agar para perajin dan desainer terus berinovasi.

"Kami berharap mereka harus selalu belajar, selalu berinovasi supaya hasil-hasil karyanya itu bisa betul-betul bermanfaat dan meningkatkan taraf hidup masyarakat," imbuhnya.

Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Madiun, Puji Rahmawati, menjelaskan bahwa rangkaian acara ini sebenarnya terdiri dari dua event besar yang saling melengkapi.

Pertama adalah pemilihan Putra-Putri Batik Nusantara. Dimana ini merupakan ajang yang berskala nasional untuk memberikan ruang bagi generasi muda dalam mengembangkan bakat sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap budaya batik dari seluruh penjuru Nusantara.

Sedangkan yang kedua yaitu Fashion Show Batik Kabupaten Madiun. Ajang ini khusus didedikasikan sepenuhnya untuk mengeksplorasi dan mengekspos potensi batik asli Kabupaten Madiun.

"Kita ingin masyarakat mencintai batik Kabupaten Madiun. Melalui acara ini, kita ingin membuktikan bahwa batik itu sangat fleksibel; bisa dipakai untuk sehari-hari, kerja, hingga acara pesta," jelas Puji Rahmawati.

Puji menegaskan bahwa kehadiran Bupati beserta jajaran kepala OPD dan camat di atas catwalk bukan sekadar hiburan, melainkan sebuah aksi nyata sebagai panutan (role model) bagi masyarakat luas.

"Dimulai dari pimpinan-pimpinan untuk memperkenalkan itu kepada masyarakat, dan ingin membuktikan bahwa kita adalah yang pertama yang melestarikan, memakai, dan mencintai produk batik Kabupaten Madiun," tegasnya.

Pemerintah Kabupaten Madiun juga memastikan bahwa seluruh ekosistem kerajinan batik lokal dilibatkan dalam acara ini.

Mengingat tantangan industri yang dinamis, saat ini tercatat ada sekitar 25 perajin batik yang tersisa di wilayah Madiun, dan semuanya dirangkul untuk menyukseskan acara ini.

Fashion show perdana ini diharapkan menjadi pemantik awal, agar ke depan Batik Kabupaten Madiun semakin dikenal luas dengan berbagai variasi corak, motif, dan model yang lebih modern dan inovatif.(ir)

 

PT BPR POLATAMA KUSUMA

PT Bank Perekonomian Rakyat (BPR) Polatama Kusuma, senantiasa menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, dalam memberikan layanan terbaik.

Mulai masyarakat umum, pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), lembaga, kantor dan pemerintah daerah.

Pada Hari Jadi ke 458 Kabupaten Madiun ini, seluruh Direksi, Dewan Pengawas, Staf dan Karyawan PT BPR Polatama Kusuma, mengcapkan :

Selamat Hari Jadi Kabupaten Madiun ke 458 tahun 2026.

Berinovasi dan Berkolaborasi untuk Kabupaten Madiun Bersahaja.


Direktur Utama PT BPR Polatama Kusuma

Sofyan Yulianto, SE., MM.


close
Pasang Iklan Disini