Iki Radio/Berita Terbaru

Iki Yang Paling/Ngetop

Iki Ceritanya/Orang Terkenal

KLIK DISINI

Iki Dibaca Juga/Jangan Lewatkan

Iki Terbaru/Paling Greeess

Pemkab Tanah Datar Paparkan Kondisi Pemulihan Pascabencana ke Mendagri

Iki Radio - Bupati Tanah Datar, Eka Putra, memaparkan kondisi pemulihan pascabencana dalam Rapat Koordinasi (rakor) Pengecekan Indikator Pemulihan Pemerintahan dan Kemasyarakatan Pasca Bencana di Wilayah Sumatra Barat (Sumbar) bersama Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian, secara Virtual Zoom Meeting di Gedung Indojolito, pada Jum'at (9/1/2026).

Bupati Tanah Datar Eka Putra turut didampingi Wakil Bupati Ahmad Fadly, Sekda Abdurrahman Hadi, para Asisten dan OPD terkait ikuti Rakor Pengecekan Indikator Pemulihan Pemerintahan dan Kemasyarakatan Pasca Bencana di Wilayah Sumbar secara Virtual Zoom Meeting

Rakor ini turut diikuri Wakil Bupati, Ahmad Fadly, Sekretaris Daerah, Abdurrahman Hadi, para Asisten dan Organisasi Pemerintah Daerah (OPD) terkait.

Dalam Rakor tersebut, Eka Putra menyampaikan kondisi terkini pasca bencana di wilayah Kabupaten Tanah Datar dan berharap bantuan serta penanganan dari Pemerintah Pusat.

"Ada enam unit sarana pemerintahan yakni empat unit kantor Wali Nagari atau desa, satu unit kantor Wali Jorong dan satu unit kantor cabang Perumda PDAM yang rusak, namun urusan Pemerintahan saat ini tetap bisa berjalan lancar walaupun masih belum normal seperti biasa," ujar Bupati Tanah Datar.

Ia juga memaparkan berbagai kondisi layanan publik, seperti fasilitas kesehatan, sarana dan prasarana pendidikan. Dan juga kondisi akses darat, kondisi ekonomi sosial masyarakat terdampak bencana.

"Ada satu unit Puskesmas, lima unit SD, tiga unit SMP, lima unit PAUD, dua unit TK dan tiga unit Pondok Pesantren. Kemudian 145 unit UMKM, lima objek wisata dan tiga Home Stay. Sedangkan akses darat ada 21 ruas jalan kabupaten, 12 ruas jalan nagari atau desa, satu ruas jalan provinsi dan satu ruas jalan nasional. Ini semua tentu butuh dukungan dari pemerintah pusat," ungkap Eka Putra.

Yang tidak kalah penting, tambahnya, karena objek wisata, dan UMKM terdampak bencana yang menyebabkan aktivitas ekonomi atau transaksi tidak terjadi, sementara kewajiban membayar angsuran pinjaman tetap berjalan.

"Kepada pak Mendagri, kami mohon solusi bagi pelaku UMKM dan juga pelaku objek wisata yang terdampak bagaimana mengatasi persoalan angsuran pinjaman ini, karena usaha mereka terdampak bencana dan tidak bisa melakukan aktivitas usaha sebagaimana biasa," kata dia.

Sementara itu Mendagri, Tito Karnavian, menyampaikan, apa yang disampaikan Bupati sudah menjadi catatan dan segera akan di bawa ke rapat selanjutnya bersama kementrian lainnya.

"Kabupaten Tanah Datar memang menjadi salah satu perhatian utama kita dalam bencana ini. Apa yang pak Bupati sampaikan menjadi catatan, kita akan ajak Kementerian Pariwisata dan kementerian lainnya bersama-sama mengatasi hal itu," ujarnya.

Namun yang penting, tambah Tito, kesiapan dan kevalidan data menjadi hal penting yang harus dipersiapkan sehingga langkah-langkah strategis bisa segera dilakukan.

"Saya minta kabupaten kota yang terdampak, segera sampaikan data-data tentang ini dengan lengkap dan valid, sehingga kita lakukan langkah penanganan selanjunya," pungkas Tito Karnavian. 

 

Pemanfaatan Lebih Luas, Kepemilikan KIA di Batang Lampaui Target Nasional

Iki Radio - Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Batang Jawa Tengah mencatat capaian kepemilikan Kartu Identitas Anak (KIA) pada 2025 telah melampaui target nasional yang ditetapkan pemerintah pusat.

Kepala Bidang Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan Disdukcapil Batang Dwi Marendra mengatakan, target kepemilikan KIA yang dicanangkan Direktorat Jenderal Dukcapil Kementerian Dalam Negeri sebesar 62 persen, berhasil terlampaui dengan capaian 62,23 persen.

“Target dari pemerintah pusat 62 persen dan di Batang bisa tercapai 62,23 persen. Artinya sudah lebih dari 100 persen target,” katanya saat ditemui di Kantor Disdukcapil Batang, Kabupaten Batang, Jumat (9/1/2026).

Dwi menjelaskan, capaian tersebut diraih melalui percepatan layanan yang dilakukan dalam beberapa bulan terakhir. Saat pertama kali menjabat, ia menyebut angka kepemilikan KIA di Batang masih berada di kisaran 60 persen.

“Dalam dua sampai tiga bulan terakhir kami lakukan akselerasi supaya kepemilikan KIA bisa meningkat. Upaya percepatan tersebut dilakukan melalui layanan jemput bola, terutama ke sekolah-sekolah serta melalui kegiatan sambang desa,” jelasnya.

Langkah ini dinilai efektif untuk menjangkau anak-anak usia sekolah agar segera memiliki identitas kependudukan.

“Berdasarkan data Disdukcapil Batang, dari total sekitar 215.000 anak di Kabupaten Batang, sebanyak 133.000 anak telah memiliki KIA. Sementara itu, sekitar 81.000 anak masih belum memiliki KIA,” terangnya.

Menurut Dwi, anak-anak yang belum memiliki KIA umumnya berada pada rentang usia 0 hingga 5 tahun. Pada usia tersebut, KIA memang belum banyak digunakan karena anak belum bersekolah dan belum diwajibkan untuk melakukan perekaman foto.

“Biasanya baru dibuat saat anak mulai masuk sekolah. Karena memang pemanfaatannya belum terlalu terasa di usia balita,” ungkapnya.

Meski demikian, Dwi menegaskan KIA memiliki fungsi yang cukup penting dan akan terus didorong pemanfaatannya agar lebih optimal. Salah satunya sebagai identitas anak dalam berbagai layanan publik.

“KIA bisa digunakan untuk bepergian, seperti naik kereta atau pesawat. Anak di atas usia tertentu kan wajib tiket, dan KIA bisa dipakai untuk pemesanan. Selain itu, KIA juga dapat dimanfaatkan untuk membuka rekening tabungan anak, mengurus BPJS Kesehatan, serta berbagai keperluan administrasi lainnya,” tegasnya.

Ke depan, Disdukcapil Batang juga berencana menjalin kerja sama dengan pelaku usaha dan UMKM di wilayah Batang agar KIA memiliki nilai tambah bagi anak-anak.

“Kami upayakan kerja sama dengan mitra usaha. Misalnya anak yang memiliki KIA bisa mendapatkan diskon di UMKM tertentu, atau potongan harga saat ulang tahun dengan menunjukkan KIA,” pungkasnya.

Dengan berbagai upaya tersebut, Disdukcapil Batang berharap kepemilikan sekaligus pemanfaatan KIA dapat terus meningkat, sehingga hak-hak administrasi anak sebagai warga negara dapat terpenuhi sejak dini.

 

Banjarbaru Dipilih Prabowo Luncurkan Sekolah Rakyat Nasional

Iki Radio - Pemerintah Kota Banjarbaru bersiap menyambut kunjungan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, beserta jajaran kabinet dalam rangka peluncuran Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) tingkat nasional. Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung pada Senin (12/1/2026).

Wali kota Banjarbaru, Erna Lisa Halaby, dalam Rapat Persiapan.

Kesiapan pelaksanaan acara dibahas secara matang melalui rapat persiapan yang digelar di Aula Gawi Sabarataan, Jumat (9/1/2026). Rapat dipimpin langsung oleh Wali Kota Banjarbaru, Erna Lisa Halaby.

Rapat tersebut dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kota Banjarbaru, Sirajoni, Kapolres Banjarbaru AKBP Pius X Febry Aceng Loda, perwakilan Kementerian Sosial Republik Indonesia, serta perwakilan Kodim 1006 Banjar. Seluruh unsur lintas sektor berkomitmen untuk memastikan kunjungan kenegaraan berjalan aman, tertib, dan sukses.

“Alhamdulillah, Kalimantan Selatan, khususnya Banjarbaru, mendapat kepercayaan sebagai lokasi peluncuran Sekolah Rakyat Terpadu. Itu diperlukan kolaborasi dan kerja sama semua pihak agar kegiatan dapat berjalan lancar,” ujar Wali Kota Erna Lisa Halaby.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Banjarbaru, Sirajoni, menyampaikan sejumlah aspek telah dibahas bersama, terutama hal-hal yang memerlukan dukungan dari Pemerintah Kota Banjarbaru.

“Kesiapan yang dimaksud meliputi sektor kesehatan, pengamanan, hingga kelancaran lalu lintas. Pemkot Banjarbaru terus mematangkan persiapan untuk menyambut kunjungan Kepala Negara di Ibu Kota Provinsi Kalimantan Selatan,”ujarnya.

Sesuai rencana, Presiden RI Prabowo Subianto akan mengunjungi Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) 9 Banjarbaru yang berlokasi di Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS), Kecamatan Landasan Ulin.

Dalam kunjungan tersebut, Presiden dijadwalkan meninjau sejumlah fasilitas pendidikan, seperti ruang kelas, laboratorium komputer, perpustakaan, serta teater mini.

Peluncuran Sekolah Rakyat tingkat nasional di Banjarbaru menjadi momentum bersejarah. Dari total 166 titik Sekolah Rakyat di seluruh Indonesia, Banjarbaru terpilih sebagai lokasi peluncuran oleh Presiden RI. Hal ini mencerminkan kepercayaan besar pemerintah pusat terhadap Banjarbaru sebagai pusat pengembangan pendidikan dan pemberdayaan masyarakat.

 

BPJPH Teken Tujuh Kerja Sama Strategis untuk Perkuat Ekosistem Halal Nasional

Iki Radio - Mengawali tahun 2026, Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) memperkuat ekosistem Jaminan Produk Halal (JPH) nasional melalui penandatanganan tujuh kerja sama strategis dengan mitra lintas sektor. Kerja sama tersebut meliputi Nota Kesepahaman (MoU), Perjanjian Kerja Sama (PKS), serta Recognition Agreement yang ditandatangani di Gedung BPJPH, Jakarta Timur.

Pada kesempatan yang sama, BPJPH juga menyerahkan Sertifikat Akreditasi Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) kepada Balai Besar Pengujian Penerapan Produk Kelautan dan Perikanan. Penyerahan ini menjadi bagian dari penguatan infrastruktur sertifikasi halal nasional, khususnya di sektor strategis kelautan dan perikanan.

Kepala BPJPH Ahmad Haikal Hasan menyampaikan bahwa kolaborasi multipihak merupakan fondasi utama dalam memperkuat penyelenggaraan Jaminan Produk Halal di Indonesia. Menurutnya, halal tidak hanya dimaknai sebagai pemenuhan regulasi, tetapi juga sebagai instrumen strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

“Esensi halal adalah keterbukaan dan transparansi. Dari sana lahir traceability dan trustability. Ketika halal menjadi standar, maka halal akan menjadi mesin pertumbuhan ekonomi nasional,” ujar Ahmad Haikal Hasan, yang akrab disapa Babe Haikal, Jumat (9/1/2026).

Lebih lanjut, Babe Haikal menegaskan bahwa penyelenggaraan JPH telah memberikan kontribusi nyata terhadap perekonomian masyarakat. Oleh karena itu, penguatan sinergi dan kolaborasi dinilai menjadi kunci untuk memperluas pendampingan sertifikasi halal bagi pelaku usaha mikro dan kecil (UMK).

“Kita membutuhkan jutaan pendamping halal untuk mendorong puluhan juta pelaku usaha UMK. Karena itu, kolaborasi adalah keniscayaan. Sekarang waktunya, kalau tidak sekarang kapan lagi, dan kalau bukan kita siapa lagi,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala BPJPH juga menyampaikan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan bahwa seluruh program pemerintah harus berorientasi pada kesejahteraan rakyat, penciptaan lapangan kerja, serta penguatan kemandirian ekonomi nasional. Penyelenggaraan Jaminan Produk Halal dinilai sejalan dengan arah kebijakan tersebut karena mampu memberikan perlindungan kepada konsumen sekaligus meningkatkan daya saing produk nasional, termasuk untuk menembus pasar internasional.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Badan Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan, Ishartini, menyatakan bahwa kerja sama dengan BPJPH merupakan wujud nyata kehadiran negara dalam melindungi konsumen sekaligus meningkatkan kepercayaan pasar terhadap produk kelautan dan perikanan Indonesia.

“Kerja sama ini memperkuat standardisasi, pengawasan mutu, serta pemanfaatan laboratorium pengujian dalam mendukung sertifikasi halal. Hal ini penting untuk meningkatkan daya saing produk kelautan dan perikanan Indonesia di pasar domestik maupun global,” ujar Ishartini.

Penyerahan Sertifikat Akreditasi LPH kepada Balai Besar Pengujian Penerapan Produk Kelautan dan Perikanan sekaligus menandai penguatan peran laboratorium pengujian dalam mendukung proses sertifikasi halal, khususnya pada sektor kelautan dan perikanan yang melibatkan puluhan ribu pelaku usaha di berbagai daerah.

Adapun tujuh kerja sama strategis yang ditandatangani BPJPH bersama para mitra, meliputi:

  1. MoU antara BPJPH dan Kementerian Kelautan dan Perikanan tentang Sinergi Penyelenggaraan Jaminan Produk Halal pada Sektor Kelautan.
  2. Recognition Agreement antara BPJPH dan Good Fortune Halal Certification Service (Qingdao) Co., Ltd.
  3. MoU antara BPJPH dan UIN Sjech M Djamil Djambek Bukittinggi tentang Tridharma Perguruan Tinggi Bidang Penyelenggaraan Jaminan Produk Halal.
  4. PKS antara BPJPH dan Universitas Padjadjaran tentang Penguatan Regulasi Sertifikasi Halal Impor melalui Regulatory Impact Analysis untuk Inovasi Sosial Perlindungan Konsumen serta MoU Tridharma Perguruan Tinggi Bidang JPH.
  5. PKS antara BPJPH dan Universitas Indonesia Halal Training Center tentang Pelatihan Jaminan Produk Halal.
  6. MoU antara BPJPH dan Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) tentang Sosialisasi, Edukasi, dan Promosi Bidang Jaminan Produk Halal.
  7. Amandemen Pertama PKS antara BPJPH dan PT Indonesian Cloud tentang Perubahan atas Perjanjian Kerja Sama Pemanfaatan Aset Selain Tanah dan/atau Bangunan.

Melalui kerja sama strategis tersebut, BPJPH menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat ekosistem halal nasional secara terintegrasi dan berkelanjutan, sekaligus menyongsong pemberlakuan kebijakan Wajib Halal secara menyeluruh.

 

BPBD dan Warga Bersihkan Longsor di Desa Pranten Batang

Iki Radio - Bencana tanah longsor sempat memutus akses utama warga Desa Pranten, Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, Jawa Tengah. Longsor terjadi akibat cuaca ekstrem yang melanda wilayah tersebut sejak memasuki musim hujan.

Kepala BPBD Batang Wawan Nurdiansyah (kiri) meninjau tanah longsor di Desa Pranten, Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Batang Muhammad Fajeri mengatakan, longsor terjadi di ruas jalan Desa Rejosari–Sigemplong. Kejadian ini merupakan rangkaian dari guguran material yang sebelumnya telah terjadi sejak akhir November 2025.

“Pada akhir November terjadi guguran kecil dan belum menutup jalan. Namun di akhir Desember terjadi longsor susulan yang lebih besar hingga menutup akses jalan sepenuhnya,” katanya saat dikonfirmasi di BPBD Batang, Kabupaten Batang, Jumat (9/1/2026).

Dijelaskannya, sejak November 2025, Bupati Batang telah menetapkan status siaga darurat bencana menyusul meningkatnya intensitas hujan dan cuaca ekstrem, termasuk hujan lebat, angin kencang, hingga hujan es di sejumlah wilayah.

“Akibat longsor tersebut, akses vital warga Desa Pranten sempat lumpuh. Jalan yang tertutup material longsor merupakan jalur utama aktivitas pendidikan dan perekonomian masyarakat. Jalur ini menjadi akses anak-anak menuju sekolah serta jalur ekonomi warga untuk membawa hasil bumi ke kota,” jelasnya.

Selama akses tertutup, warga terpaksa memutar jalan sejauh 10 hingga 15 kilometer. Kondisi tersebut menyulitkan mobilitas, baik kendaraan roda dua maupun roda empat. Meski demikian, BPBD memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

“Sebagai langkah penanggulangan, BPBD Batang bersama Pemerintah Desa Pranten bersama masyarakat dan relawan Desa Tangguh Bencana (Destana) melakukan kerja bakti membersihkan material longsor,” terangnya.

BPBD Batang juga memberikan pendampingan dan edukasi terkait kesiapsiagaan bencana kepada perangkat desa.

“Kami juga mengaktifkan kembali perangkat komunikasi HT untuk memudahkan koordinasi antara desa, BPBD, kecamatan, dan pemerintah daerah,” ungkapnya.

Selain itu, BPBD Batang menyalurkan bantuan logistik dan peralatan penunjang, di antaranya sembako untuk konsumsi selama kerja bakti dan piket posko, terpal untuk penanganan darurat longsor, serta velbed dan matras bagi petugas di posko siaga desa.

Fajeri menambahkan, setelah proses pembersihan rampung, akses jalan Rejosari–Sigemplong kini telah dapat dilalui kembali oleh kendaraan roda dua maupun roda empat.

“BPBD Batang mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di wilayah rawan longsor, untuk meningkatkan kewaspadaan selama musim hujan dan segera melaporkan kepada pihak terkait jika muncul tanda-tanda pergerakan tanah,” pungkasnya. 

 

Presiden Prabowo Takjub Lihat 7 Medali SEA Games milik Martina Ayu

Iki Radio - Pandangan Presiden Prabowo Subianto terpaku pada lima buah medali emas dan dua buah medali perak yang tergantung di leher atlet triatlon, Martina Ayu Pratiwi, saat memberikan bonus secara simbolis di Istana Negara, Jakarta Pusat, Kamis (8/1/2026).

Pandangan Presiden Prabowo Subianto terpaku pada lima buah medali emas dan dua buah medali perak yang tergantung
di leher atlet triatlon, Martina Ayu Pratiwi, saat memberikan bonus secara simbolis
di Istana Negara, Jakarta Pusat, Kamis (8/1/2026).
Sesaat setelah memberikan bonus secara simbolis, Prabowo memegang medali-medali itu.

Ia berbincang sembari menghitung, sementara 7 atlet lainnya yang berdiri di depan ikut bertepuk tangan bangga.

Sementara itu, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir, yang berdiri di hadapan Prabowo ikut menjelaskan prestasi yang disabet Martina dalam ajang olahraga SEA Games 2025 di Thailand beberapa waktu lalu.

Adapun lima medali emas yang didapat Martina terdiri dari 1 medali dari sektor perorangan, dan 4 medali dari sektor beregu.

Total bonus yang ia dapatkan mencapai Rp 3,4 miliar.

Dalam pidatonya, Prabowo mengaku bangga dengan para atlet yang sudah mau berjuang.

"Saya bangga dengan kalian, saya hormat dengan hati saya yang paling dalam atas nama seluruh rakyat Indonesia, untuk punya putra-putri yang begitu semangat," kata Prabowo.

Sementara itu, Menpora Erick Thohir mengatakan, peraih medali emas mendapatkan bonus sebesar Rp 1 miliar.

Ia menyebutkan, bonus tersebut merupakan yang terbesar sepanjang sejarah karena biasanya peraih medali emas mendapat bonus Rp 500 juta.

"Kementerian Pemuda dan Olahraga langsung mentransfer seluruh bonus kepada masing-masing atlet bapak dan juga pelatih langsung melalui Bank BRI total dananya Rp 465,2 miliar," kata Erick.

Sementara, peraih medali perak sektor tunggal mendapat bonus Rp 315 juta, sedangkan atlet peraih medali perunggu sektor tunggal mendapatkan bonus Rp 157 juta.

Di sektor beregu, atlet peraih medali emas mendapat bonus Rp 500 juta per orang, peraih medali perak Rp 220,5 juta per orang, dan peraih medali perunggu mendapat bonus Rp 110,25 juta.

"Ada perhitungan sendiri untuk beregunya termasuk pelatih," kata Erick.



Pecahkan rekor dunia, Rizki Juniansyah naik pangkat dari Letda ke Kapten

Iki Radio - Lifter Indonesia Letda Rizki Juniansyah, berhasil memecahkan dua rekor dunia dalam kategori angkat besi 79 kilogram pada final SEA Games 2025 di Sekolah Olahraga Chonburi, Thailand. Rizki memecahkan rekor setelah meraih medali emas.

Presiden Prabowo Subianto pun salut dengan torehan Rizki. Setelah memecahkan rekor di Olimpiade 2024, perwira pertama TNI AL itu mengukir rekor kembali di ajang SEA Games Thailand.

Atas torehan luar biasa itu, Prabowo mendapat laporan dari Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto jika pangkat Rizki dinaikkan dua tingkat. 

"Kenaikan pangkat dua tingkat dari letnan dua langsung kapten," kata Prabowo saat berpidato dalam acara Pemberian Penghargaan Atlet SEA Games ke-33 Thailand Tahun 2025 di Istana Negara, Jakarta Pusat, Kamis (8/1/2026).

Prabowo setuju dengan keputusan Jenderal Agus yang memberi apresiasi kepada Rizki, karena dua kali memecahkan rekor dunia. 

"Rizki mengangkat nama kehormatan bangsa Indonesia di kancah dunia," ucap Prabowo.

Bagi Rizki, capaian itu jelas sangat fenomenal. Pasalnya, ia bergabung di TNI AL berpangkat letda setelah tampil di Olimpiade. Dalam hitungan bulan, ia kini sudah berpangkat kapten.

Dia pun langsung memanggil Rizki dengan pangkat barunya. "Kapten Rizki," ujar Prabowo disambut tepuk tangan ratusan atlet, pelatih, dan ketua federasi olahraga yang atletnya meraih medali.

Sebelumnya, Prabowo menyerahkan bonus kepada para atlet peraih medali pada ASEAN Games Thailand di Istana Negara, Jakarta Pusat, Kamis. 

Prabowo pun menyerahkan seremoni hadiah kepada perwakilan atlet peraih emas, perak, dan perunggu.

Prabowo menyampaikan apresiasi kepada para atlet yang berjuang pada SEA Games 2025. 

"Terima kasih kepada saudara yang berhasil menjaga kehormatan bangsa Indonesia," kata Prabowo dalam pidatonya.

Menurut dia, sektor olahraga menggambarkan kekuatan sebuah negara. Prabowo menyebut, kalau olahraganya lemah dan gampang kalah hal itu menandakan Indonesia lemah.

Karena itu, ia bangga, kontingen Indonesia bisa meraih peringkat kedua SEA Games 2025. Apalagi, torehan itu yang pertama kalinya didapat Indonesia sejak 1995 di luar status tuan rumah. 

"Saya sangat bangga dengan suadara," kata Prabowo.

Setiap atlet yang mendapatkan medali emas diganjar bonus Rp 1 miliar. Kontingen Indonesia secara total mendapatkan 333 medali. Torehan itu terdiri 91 emas, 111 perak, dan 131 perunggu. 

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir berterima kasih kepada Presiden Prabowo yang telah menerima semua atlet peraih medali SEA Games di Istana.

Erick mengaku, bangga bisa menghadirkan para pejuang bangsa yang berjibaku mengharumkan Indonesia di Asia Tenggara. 

"Ini sejak tahun 1995, kita pertama kalinya di peringkat kedua, di luar tuan rumah. Kalau tuan rumah biasanya juara Pak (Presiden Prabowo)," kata Erick.

Terharu Kisah Abdurrahman PPPK yang Tunaikan Nazar Lari 52 Km, Bupati Ipuk: Cermin Dedikasi ASN

Iki Radio - Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengaku terharu pada Abdurrahman, seorang tukang kebun dan penjaga sekolah, SDN 3 Sepanjang Glenmore, yang menunaikan nazar dengan lari sejauh 52 kilometer, dari GOR Tawangalun Banyuwangi menuju rumahnya di Kecamatan Glenmore, usai menerima SK Pengangkatan PPPK Paruh Waktu.

Abdurrahman yang akrab disapa Cak Dur merupakan salah satu dari 4.888 tenaga honorer, yang resmi diangkat menjadi PPPK Paruh Waktu oleh Pemkab Banyuwangi dan statusnya kini menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN). 

Pria berusia 45 tahun tersebut menunaikan nazar dengan berlari sejauh 52 kilometer, pada siang hari yang dia tempuh selama 7 jam, usai menerima SK Pengangkatan dari Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani pada 28 Desember 2025 lalu. 

"Dari Cak Dur kita belajar tentang dedikasi seorang ASN. Beliau telah bersabar dengan pengabdiannya yang belasan tahun. Nazar yang dipilih juga bukanlah hal yang mudah. Ini bentuk dedikasi seorang ASN," kata Ipuk saat bertemu Abdurrahman di SDN 3 Sepanjang, Kecamatan Glenmore. 

“Bentuk syukur setiap orang berbeda-beda. Bisa saja Cak Dur memilih nazar yang lebih mudah. Tapi dia memilih jalan yang lebih lebih sulit, lari sejauh 52 kilometer pada siang hari di tengah teriknya matahari.,” kata Ipuk yang turut menyerahkan surat perintah tugas (SPT) pada Abdurrahman.

Ipuk berharap dengan resmi menjadi ASN, Pak Dur semakin semangat menjalankan pekerjaannya. "Semoga Cak Dur tambah semangat bekerja," kata Ipuk.

Ipuk mengatakan PPPK Paruh Waktu merupakan bagian dari ASN daerah. Ia berharap seluruh ASN dapat saling berkolaborasi meningkatkan kualitas pelayanan publik, termasuk di sektor pendidikan.

“Khususnya di SDN 3 Sepanjang, semua ASN bisa bersama-sama meningkatkan kualitas pendidikan sesuai bidang tugasnya masing-masing,” tambahnya

Kepada Ipuk, Abdurrahman mengungkapkan memang hobi lari. Dia sering ikut event lari di sejumlah kota seperti Bali, Jember dan Surabaya. Dalam kesempatan itu Ipuk juga menghadiahkan sepatu lari pada Abdurrahman. 

Sementara Abdurrahman berterima kasih kepada Bupati Ipuk yang telah mengangkat ia beserta rekan-rekan honorer se-Banyuwangi sebagai PPPK Banyuwangi. Ia sendiri sangat senang karena pengabdiannya selama 17 tahun berbuah manis dengan pengangkatan sebagai ASN.

“Terima kasih Ibu Bupati yang telah mengangkat kami. Saya tidak menyangka bisa dapat SK. Memang ini yang diharapkan dari dulu,” ujarnya.

Cak Dur menceritakan, ia mendapat kabar akan mendapat SK Pengangkatan, Jumat 26 Desember 2025. Karena rasa senang yang sangat besar, malam sebelum penyerahan SK PPPK Paruh Waktu ia pun mengucap sebuah nazar akan berlari dari Kota Banyuwangi ke rumahnya di Kecamatan Glenmore sejauh 52 KM usai menerima SK.

“Akhirnya nazar itu saya laksanakan tepat setelah mendapatkan SK dari ibu Bupati di hari Minggu, 28 Desember. Setelah memegang SK, saya langsung ganti sepatu dengan sepatu lari dan start dari GOR Tawangalun menuju Glenmore,” ungkapnya.

Berbekal tas yang dipinjam dari temannya, ia berlari menyusuri jalanan yang ramai. Teriknya sinar matahari siang tidak menyurutkan langkahnya untuk menyelesaikan nadzar yang sudah terucap.

“Paling sulit di jalan Sumbersari-Pandan. Jalannya naik turun, banyak tanjakkan. Saya hampir pingsan, tapi ingat dengan nazar, semangat kembali tumbuh. Meski kaki sempat kram tapi saya tahan sampai finish,” tambah Cak Dur.

Ia makin semangat karena di sepanjang jalan banyak warga yang memberikan semangat. Ia juga sempat istirahat untuk menunaikan sholat Duhur. Total 7 jam waktu yang dihabiskan Cak Dur untuk berlari dari GOR Tawangalun–ke rumahnya di area SDN 3 Sepanjang Glenmore.

Cak Dur mengaku kerap mengikuti berbagai event lari di berbagai kota. Puluhan medali sudah menjadi koleksinya dari berbagai event baik di Banyuwangi, Jember, Surabaya dan Bali.

"Pernah ikut maraton juga, jadi finisher. Inshaallah Bulan Januari ini juga saya akan ikut event lari Banyuwangi,” katanya. (*)

close
Pasang Iklan Disini