Iki Radio - Ajang Kompetisi Seni dan Olahraga Madrasah (Aksioma) Kabupaten Bireue 2026 menjadi ruang bagi siswa madrasah untuk mengembangkan bakat, minat, kreativitas dan prestasi, sekaligus membentuk karakter melalui kompetisi yang menjunjung sportivitas.
Ratusan siswa dari jenjang Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA) mengikuti berbagai cabang kompetisi yang mencakup bidang keagamaan, seni, olahraga, keterampilan dan teknologi. Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Cot Gapu, Kabupaten Bireuen, Sabtu, (19/9/2026).
Bupati Bireuen, Mukhlis, saat memberikan arahan pada pembukaan Aksioma Kabupaten Bireuen 2026 di RTH Cot Gapu, Sabtu (19/9/2026), mengatakan madrasah memiliki peran penting dalam menyiapkan generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik dan keagamaan, tetapi juga memiliki kemampuan di bidang seni, olahraga dan kreativitas.
“AKSIOMA bukan sekadar ajang perlombaan biasa. Ini ruang bagi kalian untuk menunjukkan bahwa madrasah bukan hanya tempat mengaji dan belajar kitab, tetapi tempat lahirnya seniman hebat, atlet-atlet tangguh dan generasi yang berakhlak mulia sekaligus berprestasi,” kata Mukhlis.
Menurutnya, kompetisi menjadi bagian dari proses pembelajaran bagi siswa untuk mengenali kemampuan diri, membangun kepercayaan diri dan belajar menghargai orang lain. Karena itu, prestasi dalam Aksioma tidak semata-mata diukur dari perolehan juara, tetapi juga dari proses pembentukan karakter selama mengikuti kompetisi.
“Menanglah dengan rendah hati, kalahlah dengan lapang dada. Sebuah kompetisi hanyalah sarana, bukan tujuan akhir,” ujarnya.
Mukhlis menekankan, pentingnya kejujuran dan sportivitas dalam setiap pertandingan. Siswa juga diharapkan menghormati lawan, guru dan official yang mendampingi selama kompetisi berlangsung.
Pemkab Bireuen, kata Mukhlis, berkomitmen mendukung pengembangan bakat seni dan olahraga di lingkungan madrasah. Pembinaan generasi muda perlu dilakukan secara seimbang dengan memperkuat kecerdasan akademik, kemampuan fisik, kreativitas dan kematangan spiritual.
“Kita yakin, di tangan generasi yang cerdas secara akademik, kuat secara fisik dan matang secara spiritual inilah masa depan Bireuen yang lebih maju akan kita titipkan,” katanya.
Ketua Panitia Aksioma, Zulkifli, mengatakan, kompetisi tersebut dirancang untuk mengembangkan beragam potensi siswa sesuai jenjang pendidikan.
Pada tingkat MI, terdapat cerdas cermat, tahfizul Quran, kaligrafi, tilawah dan robotik. Tingkat MTs mencakup pidato bahasa Arab, pidato bahasa Inggris, sepak bola mini, cipta puisi, kaligrafi, atletik dan cerdas cermat.
Tingkat MA mempertandingkan bola voli, pidato, tahfiz, tilawah, kaligrafi, cerdas cermat, atletik 100 meter, lempar lembing dan futsal.
“Aksioma ini merupakan ajang silaturahmi sekaligus untuk mengasah bakat dan minat yang dimiliki siswa di madrasah,” ujar Zulkifli yang juga Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Bireuen.
Potensi siswa madrasah dalam bidang seni dan olahraga turut terlihat dari keterlibatan sejumlah kelompok. Drum band MTsN 4 Bireuen dari Kecamatan Peudada, misalnya, sebelumnya berhasil meraih juara pertama drum band pawai budaya dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Sanggar Jeumpa Mirah MAN 3 Bireuen juga mengembangkan kreativitas siswa melalui tarian kolosal yang melibatkan sekitar seratus siswa. Sementara pencak silat Tapak Suci melibatkan santriwan dan santriwati dari Pesantren Alzahrah, Azzanjabil dan Pesantren Terpadu Almuslim.
Melalui Aksioma, siswa memperoleh kesempatan untuk menguji kemampuan sekaligus belajar membangun kepercayaan diri, disiplin, kerja sama dan sportivitas. Interaksi antarsiswa dari berbagai madrasah juga memperkuat silaturahmi dan pengalaman kompetitif.
Pembinaan secara berkelanjutan diharapkan mampu menemukan lebih banyak bibit unggul dari lingkungan madrasah, baik di bidang olahraga, seni, keagamaan maupun keterampilan. Potensi tersebut selanjutnya dapat dikembangkan untuk berprestasi pada tingkat provinsi hingga nasional dan membawa nama Bireuen ke tingkat yang lebih tinggi.