Iki Radio/Berita Terbaru

Iki Yang Paling/Ngetop

Iki Ceritanya/Orang Terkenal

KLIK DISINI

Iki Dibaca Juga/Jangan Lewatkan

Iki Terbaru/Paling Greeess

Pelajaran Kehidupan dan Perenungan Diri dalam Karya Legendaris Ebiet G. Ade "Masih Ada Waktu"

Iki Radio - Lagu "Masih Ada Waktu" karya maestro musik Tanah Air, Ebiet G. Ade, terus menjadi salah satu karya yang penuh kedalaman makna dan relevan lintas generasi. Melalui alunan musik yang khas dan lirik bergaya puitis, lagu ini menghadirkan perenungan mendalam mengenai hakikat kehidupan, kesadaran akan waktu, dan persiapan menuju keabadian.

Secara garis besar, karya ini menyampaikan ajakan kuat untuk senantiasa bersyukur, memetik hikmah dari setiap peristiwa, serta memanfaatkan sisa umur yang dimiliki dengan berbuat kebaikan sebelum kesempatan itu tertutup rapat.

Pesan Utama dan Perenungan dalam Lirik

Rasa Syukur atas Kesempatan Hidup: Lagu ini menggarisbawahi bahwa setiap hari yang kita jalani adalah anugerah. Kemampuan untuk kembali menyapa pagi dan melihat matahari merupakan kesempatan berharga dari Tuhan yang patut disyukuri.

Refleksi atas Musibah dan Kematian: Terinspirasi dari berbagai tragedi kehidupan, liriknya menyadarkan pendengar bahwa kematian dapat datang kapan saja tanpa memandang usia. Musibah hadir sebagai pengingat agar manusia berhenti bersikap sombong dan senantiasa mendoakan sesama.

Pengumpulan Bekal Menuju Akhirat: Ebiet menekankan pentingnya introspeksi diri untuk terus mengumpulkan amal baik sebagai bekal perjalanan panjang menuju kehidupan abadi setelah kematian.

Peringatan untuk Tidak Menunda Kebaikan: Pesan moral yang paling mendasar adalah imbauan agar tidak menunda niat baik. Karena jatah waktu manusia di dunia sangat terbatas dan penuh ketidakpastian, setiap detik yang tersisa harus diisi dengan hal-hal bermanfaat.

Karya ini terus menjadi pengingat yang menyentuh sanubari, mengajak siapa saja untuk merenung dan memperbaiki diri selagi kesempatan itu masih ada. 

Berikut Lirik Lagunya

Masih Ada Waktu - Ebiet G. Ade 

Bila masih mungkin kita menorehkan batin 
Atas nama jiwa dan hati tulus ikhlas 
Mumpung masih ada kesempatan buat kita 
Mengumpulkan bekal perjalanan abadi 

Kita pasti ingat 
Tragedi yang memilukan 
Kenapa harus mereka yang terpilih menghadap 

Tentu ada hikmah yang harus kita petik 
Atas nama jiwa mari heningkan cipta 

Kita mesti bersyukur 
Bahwa kita masih diberi waktu 
Entah sampai kapan 
Tak ada yang bakal dapat menghitung Hanya atas kasih-Nya 

Hanya atas kehendak-Nya Kita masih bertemu matahari 
Kepada rumput ilalang Kepada bintang gemintang 
Kita dapat mencoba Meminjam catatan-Nya 

Sampai kapankah gerangan
Waktu yang masih tersisa 

Semuanya menggeleng 
Semuanya terdiam 
Semuanya menjawab tak mengerti 

Yang terbaik hanyalah 
Segeralah bersujud 
Mumpung kita masih diberi waktu 

Kita mesti bersyukur 
Bahwa kita masih diberi waktu 
Entah sampai kapan 
Tak ada yang bakal dapat menghitung 

Hanya atas kasih-Nya, 
Hanya atas kehendak-Nya 
Kita masih bertemu matahari 

Kepada rumput ilalang 
Kepada bintang gemintang 
Kita dapat mencoba 
Meminjam catatan-Nya 

Sampai kapankah gerangan
Waktu yang masih tersisa
Semuanya menggeleng 
Semuanya terdiam 
Semuanya menjawab tak mengerti 

Yang terbaik hanyalah 
Segeralah bersujud 
Mumpung kita masih diberi waktu 


Artis: Ebiet G. Ade 

Dirilis: 1996 
Album: Aku Ingin Pulang 
Pencipta: Ebiet G. Ade

Antisipasi Lonjakan Permintaan, Pertamina Tambah Pasokan BBM di Sulsel

Iki Radio - PT Pertamina Patra Niaga meningkatkan pasokan  distribusi bahan bakar minyak (BBM) ke sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Sulawesi Selatan guna merespons kenaikan permintaan masyarakat, khususnya BBM bersubsidi, sejak Sabtu (12/9/2026).

Langkah tersebut diambil menyusul peningkatan konsumsi yang memicu antrean di beberapa titik serta perubahan pola pembelian masyarakat secara bersamaan.

Hal itu disampaikan Vice President (VP) Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, (13//9/2026)

Kitty Andhora menyatakan, lonjakan kebutuhan  terlihat dari konsumsi solar subsidi yang mengalami kenaikan sekitar 10 hingga 15 persen pada periode Juni hingga Agustus 2026.

Menurutnya, lonjakan tersebut berdampak langsung pada dinamika penyaluran di lapangan sehingga memerlukan penyesuaian pasokan secara cepat dan terukur.  

"Langkah ini dilakukan sebagai respons terhadap kenaikan permintaan, khususnya terhadap BBM bersubsidi, di sejumlah wilayah. Pertamina terus meningkatkan pasokan BBM ke terminal BBM untuk memperkuat suplai BBM di Makassar agar ketersediaan dapat terjaga pada level yang aman," ujar Kitty.

Untuk mengurai antrean dan menjaga kelancaran distribusi, Pertamina Patra Niaga menerapkan sejumlah skema operasional, antara lain mengoperasikan armada mobil tangki selama 24 jam penuh untuk mempercepat pengisian stok ke SPBU, merekonfigurasi kapasitas pelayanan melalui penambahan  Pertalite, serta menyiagakan 25 SPBU beroperasi 24 jam di wilayah Makassar.

Guna memastikan penyaluran tepat sasaran dan merata, Pertamina Patra Niaga melakukan pemantauan intensif terhadap stok maupun kondisi operasional di setiap SPBU secara berkala. 

"Kami terus melakukan monitoring dan mengambil langkah yang diperlukan untuk menjaga kelancaran pasokan," kata VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga.  

Karena itu, masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan membeli BBM sesuai kebutuhan normal tanpa melakukan pembelian berlebihan.

Kementan Alokasikan AUTP untuk 100 Ribu Hektare, Lindungi Petani Hadapi El Nino

Iki Radio - Kementerian Pertanian (Kementan) menyiapkan Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) untuk melindungi 100 ribu hektare lahan pertanian pada 2026. Program ini menjadi salah satu langkah pemerintah mengantisipasi risiko gagal panen akibat kekeringan, banjir, maupun serangan organisme pengganggu tumbuhan (OPT) di tengah potensi El Nino.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman beberapa saat lalu mengatakan pemerintah telah menyiapkan sejumlah langkah untuk menjaga produksi pangan nasional menghadapi tantangan iklim, termasuk memperkuat pengelolaan sumber daya air dan mempercepat pompanisasi. 

“El Nino itu diperkirakan sampai 6 bulan, insya Allah sektor pangan tetap aman,” ujar Mentan Amran.

Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan Andi Nur Alam Syah mengatakan mitigasi kekeringan tidak hanya dilakukan melalui intervensi teknis, tetapi juga perlu diperkuat dengan perlindungan finansial bagi petani. 

“Karena itu, selain menyiapkan infrastruktur pengairan dan pompanisasi, kami juga menyiapkan mitigasi dari sisi finansial melalui AUTP. Tahun ini Kementan mengalokasikan perlindungan AUTP untuk 100.000 hektare lahan pertanian di seluruh Indonesia,” kata Andi dalam siaran pers pada Minggu (13/9/2026).

Menurutnya, AUTP memberikan perlindungan kepada petani apabila terjadi gagal panen setelah berbagai upaya mitigasi telah dilakukan. Risiko yang ditanggung antara lain akibat kekeringan, banjir, dan serangan OPT seperti wereng, tikus, serta penyakit blas pada padi.  

“Dengan perlindungan ini, ketika upaya mitigasi sudah dilakukan tetapi terjadi gagal panen akibat kekeringan, banjir, maupun serangan OPT, petani memiliki jaring pengaman untuk melanjutkan usaha taninya,” ujarnya.

Andi Nur Alam Syah menjelaskan, total premi AUTP ditetapkan sebesar Rp180 ribu per hektare per musim tanam. Pemerintah memberikan subsidi 80 persen atau Rp144 ribu per hektare per musim tanam, sehingga premi yang dibayarkan petani hanya Rp36 ribu per hektare per musim tanam.

Adapun petani peserta AUTP yang mengalami kerusakan tanaman dengan intensitas paling sedikit 75 persen sesuai ketentuan program dapat memperoleh klaim sebesar Rp6 juta per hektare per musim tanam. 

“Ketika terjadi gagal panen, persoalannya bukan hanya kehilangan hasil, tetapi juga hilangnya modal untuk memulai musim tanam berikutnya. AUTP memberikan ruang bagi petani untuk segera bangkit dan kembali berproduksi,” jelas Andi.

Ia mengatakan AUTP melengkapi langkah mitigasi pemerintah di lapangan. Pompanisasi dan pengelolaan sumber air difokuskan untuk menjaga ketersediaan air dan mempertahankan produksi, sementara AUTP memberikan perlindungan finansial apabila risiko gagal panen tetap terjadi. 

“Prinsipnya, kita tidak ingin petani menghadapi risiko sendirian. Pemerintah melakukan mitigasi dari sisi teknis untuk menjaga pertanaman tetap berproduksi, dan AUTP menjadi perlindungan finansial apabila terjadi risiko yang menyebabkan gagal panen. Jadi, keduanya saling melengkapi,” tegas Andi Nur Alam Syah. 

Kementan mengimbau petani yang tergabung dalam Kelompok Tani (Poktan) maupun Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) untuk segera mendaftarkan lahan garapannya melalui Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) setempat.

Pendaftaran selanjutnya dilakukan melalui pendataan dan verifikasi dalam Sistem Informasi Asuransi Pertanian (SIAP).  

“Jangan menunggu sampai kekeringan atau risiko lainnya terjadi. Petani yang memenuhi persyaratan kami dorong segera memanfaatkan AUTP melalui PPL setempat. Semakin cepat lahan terlindungi, semakin baik kesiapan petani menghadapi risiko produksi,” pungkas Andi.

Semarakkan HUT ke-28, DPD PAN Kota Madiun Gelar PAN Walk 2026

Iki Radio – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Amanat Nasional (PAN) Kota Madiun sukses menggelar acara "PAN Walk 2026" pada Minggu (13/9/2026). 

Kegiatan jalan santai yang berlangsung meriah ini digelar dalam rangka memperingati HUT ke-28 PAN sekaligus merawat kebersamaan antar pengurus dan kader.

Acara yang dipusatkan di Kantor DPD Kota Madiun ini dihadiri oleh jajaran pengurus dari tingkat DPD, Dewan Pimpinan Cabang (DPC), hingga Dewan Pimpinan Ranting (DPRt), Barisan Muda (BM) PAN, PUAN PAN se-Kota Madiun, serta kader PAN dan masyarakat sekitar.

Ketua DPD PAN Kota Madiun, Subyantara, menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas antusiasme seluruh kader yang hadir memadati lokasi acara.

"Alhamdulillah hari ini kita bisa berkumpul menghadiri acara Jalan Santai Fun Walk DPD PAN Kota Madiun. Terima kasih atas kehadirannya seluruh pengurus se-Kota Madiun dari DPD, DPC, hingga DPRt," ujar Subyantara saat sambutan sebelum pemberangkatan peserta PAN Walk 2026.

Ia menjelaskan bahwa kegiatan ini diselenggarakan untuk memeriahkan HUT PAN yang jatuh pada 23 Agustus 2026 lalu. Rangkaian peringatan tersebut memang disengaja digelar hingga pertengahan September.

"Agenda peringatan HUT PAN ini sengaja dirancang sampai tanggal 15 September 2026. Kegiatan ini juga sekaligus memperingati HUT ke-81 RI. Kemarin di bulan Agustus masyarakat masih fokus pada kegiatan kemerdekaan di lingkungan masing-masing, sehingga agenda kita ambil di momen penutup ini," jelasnya.

Subyantara menuturkan, rute jalan santai kali ini dibuat relatif pendek, yakni melintasi kawasan THD hingga TEAN dan kembali ke titik awal. Menurutnya, fokus utama kegiatan bukan pada jarak tempuh, melainkan soliditas para kader.

"Yang penting semangat kita tetap panjang, semangat tetap menggelora, dan kita tetap kompak serta solid untuk PAN Kota Madiun. Bismillah, PAN di Kota Madiun semakin jaya," tegasnya disambut seruan siap dari para kader.

Kemeriahan PAN Walk 2026 kian terasa dengan adanya beragam fun games serta pembagian doorprize menarik bagi para peserta. 

Selain menjadi ajang olahraga bersama, momentum ini dimanfaatkan sebagai sarana silaturahmi dan konsolidasi internal untuk memperkuat komitmen PAN Kota Madiun dalam menyebarkan manfaat bagi seluruh lapisan masyarakat.(ir)

Ritual Tatorbangan Torbang Jaga Warisan Budaya Sumenep

Iki Radio - Ritual Tatorbangan kembali digelar masyarakat Desa Torbang, Kecamatan Batuan, Sumenep, sebagai upaya mempertahankan warisan leluhur sekaligus memperkuat kebersamaan warga di tengah perubahan zaman.

Tradisi yang diwariskan secara turun-temurun tersebut menjadi bagian dari kehidupan sosial masyarakat Torbang. Selain memuat nilai budaya, Tatorbangan juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk mempererat silaturahmi dan meneguhkan semangat gotong royong dalam membangun desa.

Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo mengapresiasi komitmen Pemerintah Desa Torbang bersama masyarakat dalam menjaga tradisi tersebut. Menurutnya, keberadaan tradisi lokal merupakan kekayaan budaya sekaligus identitas daerah yang perlu dirawat bersama.

“Tradisi seperti Ritual Tatorbangan merupakan bagian dari warisan budaya yang harus terjaga dan lestari. Selain sebagai bentuk penghormatan kepada para leluhur, kegiatannya menjadi sarana memperkuat kebersamaan serta memperkenalkan nilai-nilai budaya kepada generasi muda,” kata Bupati saat menghadiri Tatorbangan Ritual Culture 2026 di Balai Desa Torbang, Sabtu (12/9/2026) malam.

Ia menilai pelestarian tradisi tidak cukup hanya dilakukan oleh generasi yang lebih tua. Keterlibatan generasi muda diperlukan agar nilai-nilai yang terkandung dalam adat dan budaya lokal tetap dipahami dan diteruskan kepada generasi berikutnya.

“Kami mendukung berbagai upaya pelestarian budaya dan kearifan lokal yang tumbuh di tengah masyarakat, menjadi kekayaan budaya yang perlu terus dijaga dan dirawat sebagai identitas daerah,” tuturnya.

Tatorbangan Ritual Culture 2026 tidak hanya menghadirkan seni dan budaya. Salah satu bagian yang menonjol adalah penyerahan air suci serta hasil bumi masyarakat dari enam dusun di Desa Torbang kepada Bupati Sumenep dan Kepala Desa Torbang Muzanni.

Kepala Desa Torbang Muzanni mengatakan, hasil pertanian yang diserahkan merupakan simbol penghormatan dan pengabdian masyarakat kepada pemerintah sekaligus ungkapan syukur atas hasil bumi yang diperoleh selama setahun.

“Masyarakat menyerahkan hasil pertanian itu sebagai bentuk penghormatan dan pengabdian masyarakat kepada pemerintah, serta ungkapan syukur atas hasil bumi yang mereka nikmati sepanjang tahun,” kata Muzanni.

Tradisi tersebut memperlihatkan bahwa Tatorbangan tidak hanya menjadi kegiatan budaya, tetapi juga menjadi ruang untuk menghubungkan masyarakat dengan kehidupan agraris yang menjadi bagian dari keseharian warga desa.

Pemerintah Desa Torbang berharap tradisi tersebut terus diwariskan dari generasi ke generasi. Pelestarian budaya diharapkan berjalan beriringan dengan penguatan persatuan, kebersamaan, dan gotong royong masyarakat. “Kegiatan ini selain melestarikan dan merawat tradisi juga sebagai wadah silaturahmi masyarakat Desa Torbang dalam rangka membangun desa bersama-sama,” pungkas Muzanni.

BRI Dukung Industri Olahraga Berdampak bagi UMKM

Iki Radio - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI mendorong pengembangan industri olahraga yang memberikan dampak langsung terhadap perekonomian masyarakat, khususnya pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Direktur Utama BRI, Hery Gunardi mengatakan keterlibatan BRI dalam sejumlah event olahraga sejalan dengan karakteristik perseroan yang memiliki perhatian besar terhadap pengembangan sektor mikro dan UMKM.

Menurut Hery, event olahraga memiliki ekosistem ekonomi yang luas. Selain pertandingan, kegiatan olahraga turut menciptakan aktivitas usaha melalui penjualan makanan dan minuman, merchandise, transportasi, hingga berbagai kebutuhan penonton dan peserta.

“Karena saya sebagai pemerintah banyak berkecimpung dalam pembiayaan mikro dan UMKM, rata-rata banyak pertandingan juga terkait dengan merchandise, kaos, topi dan lain sebagainya,” ujar Hery dalam keterangannya pada Indonesia Sports Summit (ISS) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Jumat (11/9/2026).

Ia mengatakan BRI juga menjadi salah satu sponsor dalam penyelenggaraan MotoGP di Mandalika, Nusa Tenggara Barat. Menurutnya, event olahraga berskala internasional tersebut memiliki dampak ekonomi yang meluas karena melibatkan berbagai pelaku usaha di sekitar lokasi penyelenggaraan.

“MotorGP itu setiap tahun diadakan di Lombok, Mandalika. Ini juga menggerakkan ekonomi, dari transportasinya, makan-minumnya dan lain-lain,” katanya.

Hery mengungkapkan, berdasarkan penghitungan nilai ekonomi pada penyelenggaraan MotoGP 2025, perputaran ekonomi yang tercipta mencapai sekitar Rp10,5 miliar. Nilai tersebut berasal dari berbagai aktivitas ekonomi yang muncul selama penyelenggaraan event.

“Kalau kita hitung ekonomi value dari MotoGP 2025 itu sekitar Rp10,5 miliar. Cukup besar. Itu terdiri dari pembelian tiket, pembelian merchandise, makan, minum, transportasi dan sebagainya, termasuk iklan-iklan,” jelasnya.

Menurut Hery, pelaku UMKM memiliki peluang besar memperoleh manfaat dari aktivitas ekonomi tersebut. Penjualan makanan di sekitar arena pertandingan maupun merchandise, misalnya, dapat menjadi sumber pendapatan bagi pelaku usaha skala mikro dan kecil.

Meski demikian, BRI belum secara khusus mencatat persentase kontribusi UMKM terhadap keseluruhan nilai ekonomi yang dihasilkan dari event tersebut.

Dukungan BRI terhadap olahraga juga dilakukan melalui kompetisi sepak bola. Hery menjelaskan, sepak bola memiliki basis penonton yang luas dan tersebar di berbagai daerah sehingga menjadi ruang strategis untuk memperkuat ekosistem ekonomi sekaligus memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha.

“Kalau bola itu jelas memang penonton sepak bola masyarakatnya banyak dan luas. Ini juga bagus untuk menaikkan branding di daerah-daerah,” ujarnya.

Menurutnya, kompetisi sepak bola tidak hanya berlangsung di Jakarta, tetapi juga digelar di berbagai daerah. Mobilitas pertandingan tersebut menciptakan peluang bagi pelaku UMKM lokal untuk mengembangkan usaha di sekitar lokasi pertandingan.

BRI juga membuka peluang bagi pelaku usaha yang berkembang dari aktivitas event olahraga untuk memperoleh akses pembiayaan. Dengan demikian, dukungan terhadap olahraga tidak hanya berhenti pada sponsorship, tetapi dapat dilanjutkan dengan penguatan kapasitas ekonomi masyarakat.

“Kalau mereka bisa melakukan bisnis dan mereka butuh pembiayaan, kita juga bisa kasih. Jadi memang programnya seperti itu,” kata Hery.

Hal serupa terlihat dalam penyelenggaraan event MotoGP di Mandalika. Selama event berlangsung, sejumlah pelaku UMKM turut meramaikan kawasan sekitar lokasi pertandingan dengan menawarkan berbagai produk dan jasa kepada masyarakat serta wisatawan.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa olahraga dapat menjadi bagian dari rantai ekonomi yang melibatkan berbagai sektor sekaligus. Event olahraga yang mendatangkan penonton dalam jumlah besar berpotensi meningkatkan permintaan terhadap produk dan jasa lokal.

Hery menyampaikan bahwa pengembangan ekosistem olahraga ke depan masih perlu melibatkan lebih banyak unsur, termasuk sektor perbankan dan UMKM. Menurutnya, keterlibatan berbagai pemangku kepentingan penting agar manfaat industri olahraga dapat dirasakan secara lebih luas.

Hal tersebut juga menjadi salah satu perhatian dalam penyelenggaraan Indonesia Sports Summit (ISS) 2026 yang digelar Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) di JICC, Jakarta.

ISS 2026 menjadi ruang kolaborasi yang mempertemukan berbagai pemangku kepentingan olahraga untuk mendorong pengembangan ekosistem, inovasi, dan industri olahraga Indonesia agar semakin maju dan berdaya saing global.

Hery mengapresiasi penyelenggaraan ISS sebagai forum yang membuka ruang pembahasan mengenai masa depan olahraga Indonesia. Menurutnya, kegiatan semacam ini dapat terus dikembangkan dengan melibatkan lebih banyak unsur dalam ekosistem olahraga.

“Ini tidak ada di Indonesia yang mengadakan seperti ini, Sport Summit dan juga pameran-pameran. Saya tadi melihat pamerannya banyak sekali. Mudah-mudahan tahun ke tahun semakin baik,” ujarnya.

Ia berharap keterlibatan sektor perbankan, dunia usaha, UMKM, serta pemangku kepentingan lainnya dalam ISS dapat semakin diperkuat. Menurutnya, ekosistem olahraga tidak hanya mencakup atlet dan pertandingan, tetapi juga mencakup pembiayaan, industri, pariwisata, perdagangan, dan masyarakat.

Penguatan ekosistem tersebut sejalan dengan upaya menjadikan olahraga sebagai bagian dari penggerak ekonomi nasional. Dengan dukungan investasi, pembiayaan, penyelenggaraan event yang berkelanjutan, serta keterlibatan UMKM, olahraga dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

Melalui kolaborasi pemerintah, dunia usaha, perbankan, federasi olahraga, dan masyarakat, penyelenggaraan event olahraga diharapkan tidak hanya menghasilkan prestasi, tetapi juga menciptakan peluang ekonomi baru dan memperkuat kemandirian pelaku usaha di berbagai daerah.

Hadir di Caruban, Ini Cerita Awal Mie Gacoan hingga Resmi Buka Cabang Baru

Iki Radio – Peta kuliner di Kabupaten Madiun semakin ramai dengan hadirnya gerai baru Mie Gacoan di Jalan Panglima Sudirman, Caruban. Peresmian gerai kuliner populer ini dihadiri langsung oleh Bupati Madiun, Hari Wuryanto, pada Sabtu (12/9/2026).

Bupati Hari Wuryanto menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada manajemen Mie Gacoan atas investasi yang ditanamkan di Caruban. Kehadiran gerai ini diharapkan mampu menggerakkan roda perekonomian daerah, memperluas daya tarik wisata kuliner, serta membuka lapangan kerja baru bagi warga setempat.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Madiun, kami menyampaikan selamat dan terima kasih atas kepercayaan manajemen Mie Gacoan membuka cabangnya di Caruban. Kehadiran gerai ini kita harapkan membawa manfaat, keberkahan, serta memacu pertumbuhan ekonomi Caruban agar semakin maju sejajar dengan wilayah lainnya,” ujar Hari Wuryanto.

Bupati menambahkan bahwa keberadaan Mie Gacoan di Caruban makin mendekatkan layanan kuliner kepada masyarakat sekitar. Dengan demikian, warga tidak perlu lagi bepergian jauh ke Kota Madiun sehingga dapat menghemat efisiensi biaya transportasi.

Selain itu, Pemkab Madiun juga mendorong manajemen perusahaan untuk menjalin sinergi kemitraan yang berkelanjutan dengan pelaku UMKM lokal, khususnya dalam pemenuhan pasokan bahan baku makanan.

“Harapan kami ada kolaborasi nyata. Bahan baku yang bisa dipasok dari petani atau UMKM lokal Madiun agar dimaksimalkan. Jangan sampai hubungan kerja sama ini hanya hangat-hangat tahi ayam, tetapi harus berlanjut demi kesejahteraan bersama,” tegas Bupati.

Menanggapi hal tersebut, Regional Manager Mie Gacoan Jawa Timur, Yudistira Hazami Nugroho, menjelaskan bahwa pemilihan Caruban didasari oleh potensi pasar yang pesat. Caruban dinilai sebagai kawasan pusat aktivitas (traffic generator) strategis yang ditopang oleh keberadaan kampus seperti Universitas Sebelas Maret (UNS), kawasan industri, hingga fasilitas pendidikan.

"70 tenaga kerja di gerai Caruban diprioritaskan dari warga lokal setempat yang belum bekerja," kata Yudistira.

Dikatakan, beberapa komoditas bahan baku seperti cabai dan buah-buahan pun telah diserap langsung dari pemasok lokal Madiun.

 Sejarah Singkat dan Perjalanan Bisnis Mie Gacoan

Dikelola di bawah naungan PT Pesta Pora Abadi, Mie Gacoan merupakan waralaba restoran asal Indonesia yang pertama kali didirikan pada awal tahun 2016 di Malang oleh Anton Kurniawan. Nama "Gacoan" sendiri diambil dari bahasa Jawa yang memiliki arti "jagoan" atau "andalan".

Meski sempat banyak sumber yang keliru mengutip sosok Harris Kristanto sebagai pendiri, sosok Anton Kurniawan memang dikenal memilih untuk tidak banyak tampil di depan publik.

Meski fenomena mi goreng pedas bukan hal baru di Malang, Mie Gacoan mampu melampaui para pesaingnya berkat ekspansi bisnis yang sangat agresif sejak akhir tahun 2010-an.

Pada tahun 2018, mie gacoan menerobos pasar Bali dengan membuka cabang Pakerisan, Denpasar. Tahun 2022 membuka cabang di Jalan Moh. Mansyur, Medan (Pulau Sumatra).

Kemudian memperluas jangkauan ke Pulau Sulawesi melalui cabang Gowa pada tahun 2023, dan  merambah Pulau Kalimantan via cabang Balikpapan MT Haryono pada 2024.

Hingga pada tahun 2025, outlet mie gacoan resmi hadir di 29 dari 38 provinsi di Indonesia setelah membuka cabang Sindulang Dua di Manado, Sulawesi Utara.

Dikenal dengan sajian mi goreng gurih (Mie Suit/Mie Hompimpa) dan manis (Mie Gacoan) berkonsep tingkat kepedasan dari Level 0 hingga Level 8, Mie Gacoan kerap menghebohkan dunia maya lewat video antrean panjang pelanggannya. 

Hingga kini, merek kuliner ini telah mengoperasikan lebih dari 400 gerai di seantero Indonesia dan menyerap lebih dari 10.000 tenaga kerja.(ir)

Menag: Indonesia Konsisten Gelar MTQ Sejak 1968

Iki Radio - Menteri Agama (Menag), Nasaruddin Umar menyebut Indonesia memiliki pengalaman panjang dan konsisten dalam penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ). Sejak pertama kali digelar pada 1968, MTQ berkembang secara berjenjang dari tingkat masyarakat hingga nasional.

Hal tersebut disampaikan Menag saat melantik tujuh Dewan Pengawas dan 155 Dewan Hakim MTQ Nasional XXXI Tahun 2026 di Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (12/9/2026).

Prosesi pelantikan ditandai dengan pembacaan baiat dan pemasangan toga kepada para Dewan Hakim yang akan bertugas dalam pelaksanaan MTQ Nasional XXXI.

Menurut Nasaruddin Umar, konsistensi penyelenggaraan MTQ selama lebih dari setengah abad menjadi salah satu kekuatan Indonesia dalam membangun tradisi pembinaan Al-Qur’an di tengah masyarakat.

Ia menyebut MTQ diselenggarakan secara berjenjang mulai dari tingkat RT, desa, kecamatan, kabupaten, provinsi, hingga nasional. 

“Tidak ada negara yang konsisten mulai 1968 hingga tahun ini bisa melaksanakan MTQ mulai dari tingkat RT, desa, kecamatan, kabupaten, provinsi, dan nasional,” ujar Nasaruddin Umar.

Menag juga menyoroti semakin banyaknya lembaga dan institusi yang menyelenggarakan MTQ tingkat nasional. Fenomena tersebut dinilainya sebagai perkembangan positif yang menunjukkan tingginya perhatian masyarakat dan berbagai institusi terhadap Al-Qur’an.

Menurutnya, saat ini terdapat hampir 25 penyelenggaraan MTQ tingkat nasional yang digelar oleh berbagai lembaga.

Selain Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ), sejumlah institusi turut menggelar MTQ, antara lain MTQ Korpri, MTQ Polri, MTQ Buruh, MTQ Perguruan Tinggi, dan MTQ BUMN. “Saat ini sedang tren bukan hanya yang dilakukan oleh LPTQ, tetapi hampir 25 event MTQ tingkat nasional yang dilakukan di Indonesia,” kata Menag Nasaruddin Umar.

Menag menilai perkembangan tersebut perlu diikuti dengan koordinasi dan standardisasi agar kualitas penyelenggaraan MTQ tetap terjaga. Salah satu aspek yang menjadi perhatian adalah sistem perhakiman.  “Kita berharap ke depan semua kegiatan per-MTQ-an tingkat nasional di bawah koordinasi LPTQ mengenai perhakiman,” ujar Nasaruddin.

Menurutnya, koordinasi tersebut penting untuk memastikan proses penilaian dalam berbagai penyelenggaraan MTQ memiliki standar yang baik dan dapat dipertanggungjawabkan.

Lebih jauh, Menag melihat semakin banyaknya penyelenggaraan MTQ sebagai cerminan meningkatnya kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an.

Fenomena tersebut, kata dia, tidak semestinya hanya dimaknai sebagai bertambahnya kompetisi membaca atau menghafal Al-Qur’an. MTQ harus menjadi bagian dari proses menghadirkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan masyarakat.

“Timbul fenomena kecintaan umat terhadap Al-Qur’an, ini menjadi bagian dari proses membumikan Al-Qur’an. Tidak ada artinya kita membumikan Al-Qur’an jika tidak melangitkan manusia,” tegasnya.

Penyelenggaraan MTQ Nasional XXXI Tahun 2026 di Semarang menjadi bagian dari tradisi panjang tersebut. Ajang ini tidak hanya mempertemukan para kafilah dari berbagai daerah, tetapi juga menjadi ruang pembinaan dan penguatan kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an.

Dengan pengalaman penyelenggaraan yang telah berlangsung sejak 1968, pemerintah berharap tradisi MTQ terus berkembang sekaligus mampu menghadirkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Turut hadir dalam pelantikan tersebut Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin, Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam sekaligus Ketua Umum LPTQ Nasional Abu Rokhmad, Sekretaris Ditjen Bimas Islam Lubenah, serta Direktur Penerangan Agama Islam Muchlis M. Hanafi.

close
Pasang Iklan Disini