Iki Radio/Berita Terbaru

Iki Yang Paling/Ngetop

Iki Ceritanya/Orang Terkenal

KLIK DISINI

Iki Dibaca Juga/Jangan Lewatkan

Iki Terbaru/Paling Greeess

Kabut Asap Mencekam, Karang Taruna Buka Rumah Oksigen Di Palangka Raya

Iki Radio - Karang Taruna Provinsi Kalimantan Tengah membuka rumah oksigen di Kelurahan Petuk Katimpun, Kota Palangka Raya, sebagai langkah membantu warga menghadapi dampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Karang Taruna Kalteng buka rumah oksigen dan pengobatan gratis untuk warga terdampak kabut asap.

Rumah oksigen tersebut disiapkan sebagai tempat pelayanan bagi masyarakat, khususnya warga yang mengalami gangguan pernapasan atau sesak napas akibat paparan kabut asap.

Pengoperasian rumah oksigen dirangkai dengan layanan pengobatan gratis bagi masyarakat Kelurahan Petuk Katimpun, Selasa (25/8/2026).

Selain layanan kesehatan, kegiatan tersebut diisi dengan pembagian sembako kepada anggota pemadam kebakaran serta bingkisan kepada sejumlah relawan yang terlibat dalam penanganan karhutla.

Kegiatan tersebut dihadiri Asisten Bidang Ekobang Setda Kalteng Anang Dirjo, Kepala Dinas Kesehatan Kalteng dr. Miko, serta Lurah Petuk Katimpun Berita Asi.

Ketua Karang Taruna Kalteng, Chandra Ardinata, mengatakan, penyediaan rumah oksigen merupakan bentuk kepedulian terhadap masyarakat di tengah kondisi kabut asap yang berpotensi mengganggu kesehatan.

“Rumah oksigen ini kami siapkan untuk membantu masyarakat, terutama apabila ada warga yang mengalami sesak napas akibat kabut asap. Kami berharap fasilitas ini dapat memberikan manfaat dan menjadi bagian dari upaya bersama dalam melindungi kesehatan masyarakat,” kata Chandra.

Ia menekankan, Karang Taruna tidak hanya hadir dalam kegiatan sosial kemasyarakatan, tetapi juga berupaya berkontribusi menghadapi kondisi darurat yang berdampak langsung kepada warga.

Menurutnya, dukungan kepada petugas pemadam kebakaran dan relawan juga menjadi bagian penting dalam kegiatan tersebut.

“Kami juga memberikan sembako kepada para anggota pemadam kebakaran dan bingkisan bagi relawan sebagai bentuk apresiasi atas pengabdian mereka. Semoga semangat gotong royong ini terus terjaga,” ujarnya.

Pihaknya berharap rumah oksigen dapat dimanfaatkan masyarakat dengan baik. Ia juga mendorong kolaborasi antara pemerintah, organisasi kepemudaan, relawan, dan masyarakat untuk menghadapi dampak Karhutla.

 

Pemerintah Usut Karhutla, Sejumlah Kasus Berujung Tersangka Korporasi

Iki Radio - Kementerian Kehutanan (Kemenhut) terus menelusuri dugaan tindak pidana di balik sejumlah kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla), bersamaan dengan upaya pemadaman yang dilakukan Manggala Agni bersama masyarakat, relawan, TNI, Polri, pemerintah daerah, dan unsur lainnya di lapangan.

Penanganan oleh penyidik Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan tidak berhenti pada pengendalian api, tetapi juga diarahkan untuk mengungkap penyebab kebakaran, penggunaan kawasan, serta pihak yang diduga bertanggung jawab.

Sejumlah perkara telah berkembang menjadi proses pidana, antara lain dugaan pembukaan kawasan dengan cara membakar dan jual-beli kawasan hutan di Suaka Margasatwa Bukit Rimbang Baling, perambahan kawasan hutan di Mempawah dan Ketapang, Kalimantan Barat, serta perkara kebakaran korporasi di Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, yang berkas perkaranya telah dinyatakan lengkap atau P-21.

Di Suaka Margasatwa Bukit Rimbang Baling, Kabupaten Kampar, Riau, penyidik menetapkan tiga tersangka dalam perkara pembukaan kawasan hutan dengan cara membakar untuk kemudian ditanami kelapa sawit. Penyidikan juga menemukan dugaan jual-beli lahan di dalam kawasan hutan.

Ketiga tersangka memiliki peran berbeda, yakni sebagai pengelola lahan, perantara jual-beli lahan kawasan hutan, dan kepala kampung.

Sementara itu, perkara di Mempawah, Kalimantan Barat, bermula dari laporan hotspot yang kemudian ditindaklanjuti melalui pengumpulan bahan dan keterangan. Petugas menemukan dugaan perambahan berupa pembukaan jalan sepanjang sekitar tiga kilometer dengan lebar sekitar enam meter.

Setelah pemeriksaan saksi dan ahli, olah tempat kejadian perkara, serta gelar perkara bersama Korwas PPNS Polri dan Kejaksaan Agung, penyidik menetapkan PT MAP sebagai tersangka korporasi pada 14 Agustus 2026.

Penyidikan juga berlangsung di Kawasan Hutan Produksi Sungai Tengar–Pesaguan, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, pada areal PBPH PT IPB. Dalam perkara dugaan perambahan kawasan hutan tersebut, penyidik menemukan antara lain bibit kelapa sawit dan bangunan di dalam kawasan hutan.

Pemeriksaan saksi dan ahli serta pendalaman terhadap temuan lapangan masih dilakukan untuk menentukan pihak yang bertanggung jawab.

Perkembangan penegakan hukum lainnya terjadi pada perkara kebakaran di areal PBPH PT TN di Tapanuli Selatan, Sumatera Utara. Kebakaran dengan luas sekitar 16,98 hektare tersebut telah diproses dengan korporasi sebagai tersangka.

Pada 18 Agustus 2026, berkas perkara dinyatakan lengkap atau P-21 sehingga penanganannya bergerak ke tahap berikutnya dalam proses peradilan pidana.

Direktur Penindakan Pidana Kehutanan Rudianto Saragih Napitu mengatakan penyidik tidak hanya memeriksa lokasi dan luas kebakaran, tetapi juga menelusuri rangkaian peristiwa serta pihak-pihak yang terkait dengan penggunaan kawasan.

“Kami tidak berhenti pada titik api. Penyidik menelusuri bagaimana kebakaran terjadi, siapa yang menguasai dan menggunakan kawasan, siapa yang melakukan, dan siapa yang memperoleh manfaat,” tegas Rudianto, Selasa (25/8/2026).

Menurutnya, penanganan karhutla juga dapat mengungkap dugaan tindak pidana kehutanan lainnya. Di Rimbang Baling, misalnya, penyidik menemukan dugaan jual-beli kawasan hutan dan pembukaan lahan untuk sawit. Sementara di Mempawah, laporan hotspot berkembang menjadi perkara perambahan dengan tersangka korporasi.

Direktur Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan Dwi Januanto Nugroho menegaskan penanganan kebakaran dan penegakan hukum harus berjalan bersamaan. Pemadaman diperlukan untuk mengendalikan api, sementara penyidikan dilakukan untuk memastikan penyebab kebakaran dan pihak yang bertanggung jawab dapat diproses sesuai ketentuan.

“Manggala Agni bersama masyarakat, relawan, TNI, Polri, pemerintah daerah, dan seluruh unsur di lapangan sedang bekerja keras mengendalikan api. Pada saat yang sama, Gakkum Kehutanan juga bergerak. Api harus dipadamkan, tetapi penyebabnya juga harus ditemukan dan pihak yang bertanggung jawab harus diproses,” tegasnya.

Januanto juga mengingatkan pemegang izin dan pihak yang menguasai atau mengelola areal agar meningkatkan kesiapsiagaan selama periode rawan kebakaran. Kesiapan personel, sarana pemadaman, sumber air, patroli, deteksi dini, dan respons terhadap titik api harus dipastikan berjalan di lapangan.

“Jaga areal masing-masing dan tangani setiap indikasi kebakaran sejak awal. Kami terus melakukan pengawasan dan setiap temuan akan ditindaklanjuti sesuai bentuk pelanggarannya,” lanjut Januanto.

Ia menjelaskan, penanganan terhadap pelanggaran tidak selalu berujung pada proses pidana. Sanksi administratif dapat diterapkan terhadap ketidakpatuhan, sedangkan instrumen perdata dapat digunakan apabila terdapat dasar dan kerugian yang harus dipertanggungjawabkan.

Kementerian Kehutanan memastikan pengendalian karhutla akan terus dilakukan secara terpadu, mulai dari pemadaman dan pencegahan di lapangan hingga pengawasan dan penegakan hukum. Langkah tersebut diarahkan agar dampak kebakaran terhadap masyarakat dan lingkungan dapat ditekan serta pihak yang terbukti bertanggung jawab memenuhi kewajibannya.

 

Embung 5.000 Liter Dipasang, Pemadaman Karhutla Dipercepat

Iki Radio - Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya memasang, embung portabel berkapasitas 5.000 liter di halaman Kantor Kecamatan Jekan Raya, Selasa (25/8/2026). Fasilitas ini disiapkan untuk mempercepat pengisian ulang truk tangki pemadam kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Palangka Raya pasang embung portabel 5.000 Liter untuk Percepat Penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla)

Pemasangan embung tersebut diperlukan sebagai penampungan air sementara. Keberadaannya diharapkan mempercepat mobilisasi dan distribusi air ke sejumlah wilayah yang membutuhkan, terutama saat kondisi darurat.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana BPBD Kota Palangka Raya, Hendrikus Satriya Budi, mengatakan, pemasangan embung portabel merupakan bagian dari upaya memperkuat kesiapsiagaan sekaligus meningkatkan kecepatan pelayanan kepada masyarakat.

“Embung portabel ini kita siapkan untuk memudahkan pengisian ulang truk tangki, sehingga pendistribusian air dapat dilakukan dengan lebih cepat dan efektif,” katanya.

Menurut Hendrikus, sarana penampungan sementara tersebut akan mendukung operasional petugas di lapangan, khususnya ketika kebutuhan air meningkat dan distribusi harus dilakukan dalam waktu singkat.

BPBD Kota Palangka Raya juga terus memantau kondisi di lapangan serta menyiapkan langkah antisipasi sesuai kebutuhan masyarakat.

“Kami terus mengoptimalkan personel dan sarana yang ada agar pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan maksimal. Koordinasi dengan pihak kecamatan juga terus dilakukan,”tambahnya.

 

Endog-Endogan Desa Kembiritan Banyuwangi, Tradisi Maulud Nabi yang Terus Dirawat Warga

Iki Radio - Tradisi Endog-Endogan di Desa Kembiritan, Kecamatan Genteng, Banyuwangi, kembali digelar untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, Selasa (25/8/2026). 

Tradisi yang telah dirawat masyarakat selama puluhan tersebut tak hanya menjadi perayaan budaya, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat gotong royong dan kebersamaan warga.

Konsistensi masyarakat Kembiritan dalam menjaga tradisi tersebut mendapat apresiasi dari Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani. Terlebih, dalam tiga tahun terakhir, Endog-Endogan Kembiritan telah masuk dalam kalender agenda wisata tahunan, Banyuwangi Attractions.

“Pemkab Banyuwangi mengapresiasi Pemdes dan seluruh masyarakat Kembiritan yang gotong royong terus menjaga tradisi ini hingga 28 tahun. Kita berharap Endog-Endogan terus lestari dan tidak luntur oleh perkembangan zaman, sekaligus menjadi sarana edukasi bagi generasi muda tentang pentingnya kebersamaan dan gotong royong,” ujar Bupati Ipuk saat menghadiri perayaan tersebut.

Menurut Ipuk, Endog-Endogan bukan sekadar tradisi yang menghadirkan kemeriahan dan kreativitas warga. Di dalamnya terdapat nilai-nilai sosial yang sejalan dengan semangat memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW.

“Di tengah perkembangan teknologi dan kecenderungan masyarakat yang semakin individualistis, tradisi seperti Endog-Endogan dan kegiatan sosial seperti santunan anak yatim menunjukkan bahwa semangat guyub rukun dan gotong royong warga masih kuat. Ini yang harus terus kita rawat,” kata Ipuk.

Ipuk menambahkan, pembangunan daerah tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Peran serta masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga lingkungan sosial sekaligus mendukung berbagai program pembangunan.

“Tangan pemerintah tentu terbatas. Karena itu, partisipasi aktif masyarakat seperti ini sangat penting. Ketika masyarakat guyub, saling membantu dan peduli, tentu banyak persoalan yang bisa diselesaikan bersama,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Desa Kembiritan Sukamto mengatakan, tradisi Endog-Endogan telah menjadi bagian dari kehidupan sosial masyarakat setempat selama hampir tiga dekade.

“Tradisi ini diwariskan oleh para leluhur kami sejak 28 tahun lalu. Awalnya, perarakan kembang telur atau endog-endogan hanya dilakukan dengan berjalan kaki dan menggunakan becak roda tiga yang diusung warga RT/RW,” jelas Sukamto.

Seiring waktu, pelaksanaan Endog-Endogan terus berkembang. Tahun ini, sedikitnya 1.500 peserta dari 19 kelompok kreasi budaya ikut ambil bagian. Peserta berasal dari berbagai unsur masyarakat, mulai lembaga pendidikan, yayasan, hingga kelompok-kelompok masyarakat.

“Sekarang perkembangannya luar biasa. Hampir seluruh lembaga pendidikan, yayasan, dan kelompok masyarakat ikut terlibat di tradisi besar ini. Hal ini menunjukkan bahwa Endog-Endogan sudah menjadi milik bersama masyarakat Kembiritan,” ujarnya.

Pawai Endog-Endogan dimulai pukul 06.30 WIB dan dijadwalkan berlangsung sekitar tiga jam hingga pukul 09.30 WIB.

Tradisi Endog-Endogan sendiri menjadi salah satu bentuk kekayaan budaya masyarakat Banyuwangi yang terus didorong untuk tumbuh dan diwariskan lintas generasi. Selain menjaga tradisi, kegiatan tersebut juga menjadi ruang perjumpaan warga untuk memperkuat solidaritas sosial dan semangat gotong royong. (*)

Menteri ESDM: Proyek PLTS 100 GWp Raup Investasi Rp1.140 Triliun

Iki Radio - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia menyatakan,  potensi nilai investasi untuk realisasi proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt peak (GWp) diperkirakan mencapai 71,3 miliar dolar AS atau setara Rp1.140 triliun lebih.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia dalam acara Launching dan Groundbreaking Program PLTS 100 GWp yang berlangsung di Gilimanuk, Bali, Selasa (25/8/2026). (ANTARA/Putu Indah Savitri)

Hal itu disampaikan Bahlil, dalam acara launching dan groundbreaking  Program PLTS 100 GWp yang diresmikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto di Monumen Operasi Gilimanuk, Jembrana, Bali, Selasa (25/8/2026).

Langkah strategis peralihan menuju energi bersih itu diproyeksikan mampu memangkas beban subsidi negara hingga puluhan triliun rupiah setiap tahunnya.

Karena itu, Bahlil Lahadalia mengatakan, efisiensi anggaran tersebut diperoleh melalui pengurangan konsumsi solar secara signifikan, seiring langkah pemerintah mengganti Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) berbasis bahan bakar fosil dengan sistem energi surya.  “Total investasinya, Bapak Presiden, dari 100 GW adalah kurang lebih sekitar USD71,3 miliar atau setara Rp1.140 triliun lebih. Dari total pekerjaan ini, bisa kita melakukan efisiensi terhadap subsidi setiap tahun Rp73,9 triliun,” ujar Bahlil.

Selain memberikan deviden ekonomi berupa penyerapan investasi dan penghematan fiskal, pengembangan mega proyek ini juga memegang peranan krusial dalam agenda dekarbonisasi nasional.

Pengoperasian PLTS 100 GWp ditargetkan sanggup menekan emisi gas rumah kaca (GRK) hingga mencapai 140,16 juta ton CO2.

Peresmian secara tatap muka di Bali tersebut terhubung secara daring dengan tiga titik lokasi proyek lainnya, yakni PLTS Terapung Gajah Mungkur (Jawa Tengah), PLTS Desa Sembur (Kepulauan Riau), serta PLTS Pulau Rengit (Bangka Belitung).

Khusus untuk proyek di Gilimanuk, fasilitas PLTS berkapasitas 198 MWp dan BESS 666 MWh di atas lahan 211 hektare ini ditargetkan beroperasi pada 2028 sebagai bagian dari Program Fat Burning Bali.


 

Indonesia Kejar 100 GWp Energi Surya dalam Tiga Tahun

Iki Radio - Presiden Prabowo Subianto meluncurkan program pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt peak (GWp) yang ditargetkan tercapai dalam tiga tahun. Program tersebut diawali dengan peluncuran 14 PLTS di enam provinsi berkapasitas total 5,3 GWp.

“Saya luncurkan program pembangkit listrik tenaga surya 100 gigawatt peak diawali dengan 14 PLTS di 6 Provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Kepulauan Bangka Belitung, dan Kepulauan Riau berkapasitas total 5,3 gigawatt peak,” ucap Presiden di PLTS Site Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Provinsi Bali, Selasa (25/8/2026).

Prabowo menegaskan pemerintah serius mengejar target pembangunan PLTS berkapasitas 100 GWp dalam tiga tahun. 

“Kita akan membangun 100 gigawatt. Kita tidak main-main, target kita adalah 100 gigawatt dalam 3 tahun,” kata Presiden.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, melaporkan program tersebut dirancang memberikan dampak pada sejumlah sektor, mulai dari penghematan anggaran subsidi dan penggunaan diesel hingga penciptaan lapangan kerja serta penurunan emisi karbon.

Menurut Bahlil, total investasi untuk mencapai kapasitas 100 GWp diperkirakan sekitar USD73 miliar atau setara lebih dari Rp1.140 triliun.  

“Total investasinya dari 100 gigawatt adalah kurang lebih sekitar USD73 miliar atau setara dengan Rp1.140 triliun lebih. Dari total pekerjaan ini bisa kita melakukan efisiensi terhadap subsidi setiap tahun Rp73,9 triliun, bisa menciptakan lapangan pekerjaan kurang lebih sekitar 5,52 juta lapangan kerja,” kata Bahlil.

Sebagai tahap awal program PLTS 100 GWp, pemerintah meluncurkan 14 PLTS yang tersebar di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Kepulauan Bangka Belitung, dan Kepulauan Riau.

Ke-14 PLTS tersebut meliputi:

  1. PLTS Tembesi, Kepulauan Riau.
  2. PLTS Pulau Sembur, Kepulauan Riau.
  3. PLTS Pulau Rengit, Kepulauan Bangka Belitung.
  4. PLTS Saguling, Jawa Barat.
  5. PLTS Purwakarta, Jawa Barat.
  6. PLTS Jatiluhur, Jawa Barat.
  7. PLTS Cirata, Jawa Barat.
  8. PLTS Jatigede, Jawa Barat.
  9. PLTS Waduk Gajah Mungkur, Jawa Tengah.
  10. PLTS Karangkates, Jawa Timur.
  11. PLTS Madura, Jawa Timur.
  12. PLTS Pasuruan, Jawa Timur.
  13. PLTS Banyuwangi, Jawa Timur.
  14. PLTS Site Gilimanuk, Bali.

Menteri Bahlil mengatakan pelaksanaan program tersebut melibatkan kerja bersama lintas kementerian dan lembaga serta dukungan TNI dan Polri.  “Saya ucapkan terima kasih kepada TNI, Polri, dan seluruh kementerian/lembaga yang telah membantu mendukung sehingga acara ini bisa terlaksana,” ujar Bahlil Lahadalia.

Program PLTS 100 GWp menjadi bagian dari upaya pemerintah memperbesar pemanfaatan energi surya sekaligus mengurangi penggunaan energi berbasis diesel, menekan beban subsidi, membuka lapangan kerja, dan menurunkan emisi karbon.

Pemkab Madiun Siap Bawa Produk Unggulan Tembus Pasar Global di APKASI Otonomi Expo 2026

Iki Radio — Pemerintah Kabupaten Madiun terus mematangkan berbagai persiapan menjelang gelaran APKASI Otonomi Expo (AOE) 2026. Keikutsertaan dalam ajang tahunan ini ditargetkan menjadi panggung pembuktian bahwa inovasi, kualitas, dan potensi lokal dari Bumi Kampung Pesilat telah memenuhi standar internasional serta siap bersaing di pasar global.

Bupati Madiun Hari Wuryanto, bersama Kepala DPMPTSP Anang S, Kepala Dinas Parpora Puji R, dan Kepala Dinas Perdagkop dan UM Indra Setyawan saat AOE 2025 lalu.

AOE 2026 yang diselenggarakan oleh Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) ini dijadwalkan berlangsung pada 27–29 Agustus 2026 di Hall 3 & 3A, Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang, Banten. Mengusung tema "Jelajahi Ragam Komoditas Indonesia Tanpa Batas", pameran ini menjadi wadah strategis bagi daerah untuk mempromosikan potensi perdagangan, pariwisata, dan investasi.

Sekretaris Daerah Kabupaten Madiun, Sigit Budiarto, menegaskan bahwa partisipasi Pemkab Madiun bukan sekadar formalitas, melainkan membawa misi strategis untuk membuka peluang kerja sama dan investasi yang lebih luas.

"Fokus utama kita jelas, memastikan kesiapan produk-produk unggulan daerah agar memiliki daya saing yang kuat di pasar global. Bukan sekadar tampil, keikutsertaan kali ini adalah panggung pembuktian bahwa potensi lokal kita telah memenuhi standar internasional dan siap menjawab tantangan pasar dunia," ujar Sigit Budiarto.

Sigit menambahkan, lewat persiapan yang matang, Pemkab Madiun optimistis komoditas serta produk olahan daerah mampu memikat perhatian para pelaku usaha dan investor dari luar negeri.

"Melalui persiapan yang matang ini, kita optimis dapat menarik minat para investor mancanegara, memperluas jaringan pasar ekspor, dan membawa nama Kabupaten Madiun semakin bersinar di kancah global," tegasnya.

Sebagai bentuk komitmen penuh pemerintah daerah, Bupati Madiun, Hari Wuryanto, juga dijadwalkan hadir langsung dalam agenda strategis tersebut untuk menyapa para calon investor serta pengunjung pameran secara interaktif.(ir)

Meneladani Rasulullah SAW: Maulid Nabi Bukan Sekadar Seremonial, Melainkan Momentum Perbaikan Akhlak

Iki Radio- Maulid Nabi Muhammad SAW, merupakan salah satu momentum yang banyak dinantikan oleh umat Islam, khususnya ketika memasuki bulan Rabiul Awal. 

Sejak memasuki bulan Rabiul Awal, umat Islam di berbagai penjuru dunia kembali bersiap menyambut peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. 

Peringatan ini menjadi ruang refleksi bagi kaum Muslimin untuk memperdalam rasa cinta, mempelajari perjalanan hidup (sirah), serta meneladani akhlak Rasulullah SAW.

Maulid yang berakar dari bahasa Arab berarti "kelahiran". Secara historis, bentuk perayaannya berkembang secara bertahap setelah masa Rasulullah SAW wafat melalui berbagai kebudayaan Islam—seperti pada masa Dinasti Fatimiyah hingga era Sultan Muzhaffaruddin al-Kaukabri di Irbil pada awal abad ke-7 Hijriah. 

Meski Rasulullah SAW sendiri tidak menggelar perayaan seremonial seperti sekarang, beliau memuliakan hari kelahirannya melalui ibadah, yaitu berpuasa pada hari Senin sebagaimana tertera dalam HR Muslim.

Kementerian Agama (Kemenag) bersama berbagai ormas keislaman menekankan bahwa substansi Maulid terletak pada dorongan untuk menyerap nilai-nilai uswatun hasanah (teladan yang baik) sesuai amanat QS Al-Ahzab ayat 21.


Keragaman Tradisi dan Nilai Utama

Di Indonesia, peringatan Maulid bertransformasi menjadi perpaduan antara ritual ibadah dan budaya lokal. Berbagai tradisi daerah tumbuh subur, mulai dari Sekaten di Surakarta dan Yogyakarta, Panjang Jimat di Cirebon, hingga Bunga Lado di Padang Parik Piaman.

Secara umum, rangkaian kegiatan Maulid diisi dengan aksi spiritual dan sosial:

Spiritual: Pembacaan shalawat, pembacaan kitab sirah Nabawiyah, pengajian umum, serta pembacaan Al-Qur'an.

Sosial: Pembagian sedekah makanan, santunan anak yatim, dan bakti sosial masyarakat.


Makna Implementatif dalam Kehidupan

Memaknai Maulid Nabi memerlukan aksi nyata yang berlanjut setelah perayaan selesai. Para ulama mengingatkan agar momentum ini tidak berhenti pada aspek seremonial semata, melainkan diwujudkan dalam lima poin inti:

Penguatan Akhlak: Mengaplikasikan sifat jujur, amanah, dan rendah hati dalam aktivitas harian.

Kilas Balik Perjuangan: Menjadikan kesabaran dan keteguhan dakwah Nabi sebagai pijakan saat menghadapi tantangan hidup.

Peningkatan Amaliah: Memperbanyak shalawat dan menghidupkan sunnah-sunnah beliau.

Rasa Syukur: Mengagungkan nikmat Allah atas diutusnya Nabi Muhammad SAW sebagai pembawa petunjuk bagi alam semesta.

Perekat Ukhuwah: Menjadikan ruang kumpul majelis Maulid sebagai sarana memperkuat persatuan dan toleransi antarumat.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW hendaknya menjadi pengingat agar setiap Muslim terus memperbaiki kualitas diri. Dengan meneladani kepemimpinan dan kasih sayang Rasulullah, nilai-nilai keislaman dapat terus hidup dan memberi manfaat bagi lingkungan sekitar.


close
Pasang Iklan Disini