Iki Radio — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun resmi meluncurkan program Kredit Tanpa Agunan (KRETA) yang ditujukan bagi 80 orang petani milenial di wilayah Kabupaten Madiun. Program ini hadir sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam mendorong regenerasi sektor pertanian serta meningkatkan produktivitas para petani muda.
![]() |
| ilustrasi (Ai) |
Program pembiayaan ini disalurkan langsung melalui Bank
Perkreditan Rakyat (BPR) Kabupaten Madiun (Bank Madiun). Melalui program KRETA,
para petani milenial mendapatkan fasilitas pinjaman tanpa jaminan dengan plafon
hingga Rp10 juta dan tenor pembayaran selama 1 tahun. Menariknya, penerima
manfaat tidak dibebani bunga sama sekali alias bunga 0%, karena seluruh bunga
pinjaman ditanggung oleh APBD Kabupaten Madiun.
Persyaratan dan Ketentuan Penerima
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Kabupaten Madiun, Paryoto, menyampaikan usai ditemui di Pendopo Muda Graha Kabupaten Madiun, Selasa (13/10/2026), bahwa terdapat kriteria dan persyaratan khusus bagi para penerima manfaat.
"Persyaratan verifikasi tetap dilakukan oleh BPR Madiun untuk menentukan layak dan tidaknya. Namun, syarat utamanya penerima harus terdaftar resmi sebagai anggota Petani Milenial Madiun. Mengenai plafon pinjaman, sesuai dengan SK Bupati, maksimal adalah Rp10 juta dengan tenor satu tahun," ujar Paryoto.
Paryoto menambahkan, untuk memastikan program ini berjalan efektif dan tepat sasaran, Pemkab Madiun telah membentuk tim khusus yang bertugas melakukan pendampingan bersama BPR.
"Kami membentuk tim pendampingan di sektor pertanian
maupun peternakan. Secara berkala kami akan turun ke lapangan untuk memantau
perkembangan komoditas serta mengukur sejauh mana dampak ekonomi yang dirasakan
petani setelah mendapatkan fasilitasi pembiayaan ini, termasuk memastikan
ketertiban pengembalian," jelasnya.
Mekanisme Operasional dan Subsidi Bunga
Sementara itu, Direktur BPR Kabupaten Madiun, Velly Murdianto, menjelaskan bahwa secara prinsip operasional, penyaluran KRETA sama dengan produk kredit BPR pada umumnya. Namun, keunggulan utama program ini terletak pada kemudahan tanpa agunan serta adanya subsidi bunga dari pemerintah daerah.
"Dari sisi operasional BPR tidak ada bedanya dengan kredit nasabah lain. Bedanya ada pada agunan yang dibebaskan, serta bunga kredit sebesar 1 persen seluruhnya disubsidi oleh pemerintah daerah," kata Velly.
Ia menambahkan, pihak BPR telah melakukan proses
verifikasi ketat terhadap para calon penerima sebelum bantuan modal disalurkan.
Diharapkan program KRETA ini dapat menjadi dorongan stimulus yang mampu memicu
produktivitas serta daya saing petani milenial di Kabupaten Madiun.(ir)
















