Iki Radio – Dalam upaya memperkuat sinergi lintas sektor dan mendorong pemberdayaan masyarakat dari akar rumput, Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Madiun kembali mengintensifkan program turun ke bawah (turba).
Dipimpin langsung oleh Ketua TP PKK Kabupaten Madiun, Erni Hari Wuryanto, dengan didampingi Wakil Ketua Fitriya Purnomo Hadi beserta jajaran pengurus, rombongan melakukan kunjungan kerja strategis ke Desa Bodag, Kecamatan Kare, pada Rabu (13/5/2026).
Kunjungan ini merupakan bagian integral dari program "Bahana Bersahaja", sebuah agenda rutin bulanan yang dilaksanakan secara maraton selama dua hari, dimulai sejak Selasa hingga Rabu (12-13/5/2026).
Selain bertujuan untuk mengonsolidasikan berbagai program kerja kewilayahan, momentum ini juga diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 Tahun 2026.
Dalam arahannya, Ketua TP PKK Kabupaten Madiun, Erni Hari Wuryanto, menekankan kembali hakikat gerakan PKK sebagai motor penggerak pembangunan nasional yang berbasis masyarakat.
Menurutnya, PKK tumbuh dari bawah, dikelola oleh masyarakat, dan sepenuhnya didedikasikan untuk kepentingan masyarakat.
"Prinsip utama kami adalah memberdayakan keluarga secara holistik. Kesejahteraan suatu daerah dimulai dari ketahanan keluarga yang mapan, baik dari aspek kesehatan, pendidikan, moral, sosial, hingga daya dukung lingkungan hidup yang layak," ujar Erni di hadapan para kader dan tokoh masyarakat setempat.
Erni juga menggarisbawahi bahwa program kerja PKK saat ini dirancang untuk adaptif terhadap perkembangan zaman, merujuk pada hasil Rapat Kerja Nasional (Rakernas) ke-10 Tahun 2025.
Visi besar yang diusung adalah mewujudkan keluarga yang berdaya dan sejahtera guna mendukung penuh implementasi Astacita menuju visi besar Indonesia Emas 2045.
Sebagai mitra strategis Pemerintah Kabupaten Madiun, TP PKK memfokuskan gerakannya pada beberapa pilar utama, antara lain:
Pengamalan nyata nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
Peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) melalui jalur pendidikan dan pelatihan keterampilan terpadu.
Pemantapan ketahanan pangan keluarga secara mandiri.
Akselerasi gerakan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) di lingkungan domestik.
Penguatan tata kelola kelembagaan PKK secara berjenjang.
Lebih lanjut, Erni menjabarkan Tujuh Prioritas PKK Nasional Periode 2025–2029 yang harus diimplementasikan secara konkret di tingkat desa, yaitu:
1. PAAREDI: Pola Asuh Anak dan Remaja di Era Digital.
2. Gelar Pelangi: Gerakan Keluarga Indonesia dalam Peningkatan Kualitas Pendidikan dan Pengelolaan Ekonomi.
3. Ketapangmas: Ketahanan Pangan Berbasis Masyarakat Menuju Indonesia Emas.
4. Gemas Sanloka: Gerakan Memasyarakatkan Sandang Lokal Beretika.
5. Berharta Berseri: Revitalisasi Rumah dan Tata Laksana Rumah Tangga Bersih, Sehat, Rapi, dan Inovatif.
6. Gerakan Keluarga Sehat Tanggap dan Tangguh Bencana.
7. Penguatan Kelembagaan PKK yang terfokus pada integrasi Teknologi Informasi (TI).
Erni memberikan apresiasi tinggi dan ucapan selamat kepada Desa Bodag yang berhasil menembus nominasi lima besar dalam evaluasi pelaksanaan terbaik 10 Program Pokok PKK Tingkat Kabupaten Madiun Tahun 2026.
"Saya ucapkan selamat kepada Desa Bodag yang telah menorehkan prestasi sebagai juara lomba desa di tingkat Kabupaten. Harapan kita bersama, mudah-mudahan di tingkat lomba desa PKK, Desa Bodag juga mampu meraih predikat juara," pungkas Erni optimis.
Keberhasilan Desa Bodag masuk dalam jajaran desa terbaik tidak lepas dari militansi dan kreativitas para kadernya.
Ketua TP PKK Desa Bodag, Sumarni, dalam paparan komprehensifnya menjelaskan bahwa saat ini organisasinya diperkuat oleh 30 orang anggota inti, 46 kelompok dasawisma, serta 4 Kelompok Kerja (Pokja) yang bergerak aktif menelurkan program inovatif.
Berikut adalah potret peta inovasi program kerja yang dijalankan oleh TP PKK Desa Bodag:
Bidang Umum ada inovasi I-Duda Idaman (Inovasi Digital Urusan Data Dasawisma yang Rapi dan Aman) Digitalisasi sistem pencatatan, pelaporan, dan pengarsipan data dasawisma agar lebih efektif, efisien, transparan, dan terproteksi dengan baik.
Pokja I : Gelas Ceria (Gerakan Lansia Sehat Jasmani, Rohani dan Bahagia) Optimalisasi kebugaran fisik dan mental para lansia melalui aktivitas sosial-keagamaan, olahraga ringan, dan ruang kreasi agar tetap produktif dan bahagia di usia senja.
Pokja II : Desa Bangkit (Gerakan Edukasi Digital dan Ekonomi Bodag Maju, Aktif, Kreatif, Inovatif, Tangguh) Pemberdayaan pelaku UMKM lokal melalui pelatihan digital marketing, perbaikan desain label produk, serta fasilitasi pengurusan legalitas izin usaha.
Pokja III : Hijau Cuan (Hidup Asri Usaha Naik) Pemanfaatan pekarangan rumah untuk budidaya pangan mandiri dan tanaman produktif guna menopang ekonomi keluarga sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.
Pokja IV : Ayu Ting-ting (Ayo ke Posyandu, Timbang Rutin Cegah Stunting) Pemantauan tumbuh kembang balita secara berkala, deteksi dini stunting, pemantauan kesehatan ibu hamil, serta edukasi masif guna menekan angka pernikahan dini.
"Kami sangat mengharapkan tim evaluasi dari kabupaten berkenan meninjau langsung seluruh basis kegiatan kami di lapangan. Bimbingan, arahan, dan evaluasi yang konstruktif dari Ibu Ketua dan tim kabupaten sangat kami butuhkan agar performa PKK Desa Bodag semakin prima di masa mendatang," ungkap Sumarni penuh harap.
Usai melangsungkan sesi pertemuan formal, Ketua TP PKK Kabupaten Madiun beserta rombongan melanjutkan agenda dengan melakukan peninjauan lapangan (on-the-spot) ke sejumlah titik strategis di Desa Bodag.
Destinasi pertama yang dikunjungi adalah SDN Bodag 02. Di lokasi ini, Erni Hari Wuryanto berdialog interaktif dengan para siswa dan tenaga pendidik. Ia memberikan motivasi mendalam mengenai pentingnya membangun budaya literasi sejak dini.
"Membaca adalah jendela dunia, anak-anak. Namun, tidak boleh sekadar membaca lewat saja, kalian harus memahami substansi dan isi dari apa yang dibaca. Kurangi waktu bermain gawai (HP), gunakan waktu luang untuk belajar. Ibu berdoa mudah-mudahan kelak di antara kalian ada yang menjadi pejabat, menjadi orang sukses yang bisa mengangkat harkat dan derajat orang tua,"pesan Erni yang disambut riuh tepuk tangan para siswa.
Tak berhenti di situ, rombongan kemudian bergerak menyisir fasilitas pelayanan publik lainnya, meliputi:
Posyandu dan Kelas Ibu Hamil: Memastikan pemenuhan gizi, distribusi vitamin, dan kualitas layanan kesehatan ibu-anak berjalan optimal.
Sentra Kesenian Karawitan: Mengapresiasi upaya pelestarian budaya lokal yang digerakkan oleh warga desa.
Layanan Kesehatan Desa: Mengecek kesiapan fasilitas dan responsivitas layanan kesehatan masyarakat.
Rangkaian kunjungan kerja intensif ini akhirnya ditutup di lokasi Pelatihan Pemasaran UMKM Desa. Di tempat ini, Erni menyaksikan langsung antusiasme para pelaku usaha mikro dalam mengadopsi teknologi digital untuk memperluas jangkauan pasar produk unggulan lereng Gunung Wilis tersebut.
Kunjungan ini menegaskan komitmen TP PKK Kabupaten Madiun dalam mengawal pembangunan yang integratif, mulai dari peningkatan kapasitas SDM hingga kemandirian ekonomi desa. (ir)