Iki Radio - Wakil Menteri Pekerjaan Umum (Wamen PU) RI,
Diana Kusumastuti meninjau langsung pelaksanaan proyek tahap II, pembangunan
gedung Sekolah Rakyat (SR) di Jalan Kasatrian Kelurahan Nglames Kecamatan
Madiun Kabupaten Madiun, Rabu (1/4/2026).
 |
| Wamen PU, Diana Kusumastuti didampingi Wabup Madiun dr. Purnomo Hadi, saat meninjau pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Madiun, Rabu (1/4/2026). |
Dalam kunjungannya ini, Wamen Diana melihat langsung progres
pelaksanaan pembangunan, salah satu proyek strategis nasional tersebut.
Meski terbilang progres pelaksanaan proyek SR di Madiun
ini memiliki deviasi yang positif hingga 2 persen dibanding dengan daerah lain
sekitar Madiun, namun Wamen Diana tetap meminta pelaksana bisa melakukan
percepatan, sehingga proyek ini dapat selesai tepat waktu.
“Setelah saya lihat, ternyata progresnya sudah 16 persen.
Untuk Madiun itu 18 persen. Dan kalau dilihat dari rencananya, deviasinya
positif 2 persen. Sehingga saya harapkan untuk pembangunan Sekolah Rakyat di
Madiun ini bisa selesai tepat waktu,” ujar Wamen Diana.
“Saya harapkan di bulan Juni itu harus sudah selesai
karena di bulan Juli itu sudah masuk ya, dan mungkin persiapan-persiapan untuk
penerimaan siswa,” lanjutnya.
Meski harus melakukan percepatan dalam pengerjaan proyek
ini, namun Wamen Diana meminta pelaksana tetap memperhatikan kualitas dan nilai
keindahan.
“Saya harapkan teman-teman dari penyedia jasa tetap harus
memperhatikan kualitas itu nomor satu, estetika itu juga harus diperhatikan, dan
juga untuk keberlanjutan lingkungan. Sehingga nanti kita bisa tepat waktu,
tepat mutu, tepat administrasi, dan juga tepat manfaat,” tambahnya.
Untuk itu, dalam melakukan percepatan pelaksaaan proyek
ini, pelaksana diminta tetap melakukan kontrol atas hasil dari pekerjaannya.
Termasuk pengadaan material serta bila diperlukan untuk penambahan tenaga kerja.
“Karena saya takut nanti kalau tidak dikontrol terus, itu
Juni enggak selesai. Tolong dicek materialnya ada masalah enggak. Tenaga
kerjanya juga mohon dicek kembali karena di bulan April ini seharusnya bisa
nambah mungkin targetnya 500 orang. Nanti di bulan Mei karena itu sudah terkait
dengan arsitektural dan sebagainya, harusnya sudah bisa nambah lagi mungkin
sekitar 700-an atau sampai 800-an untuk mempercepat penyelesaian ini,”
pesannya.
Lebih lanjut dikatakan, dalam pelaksanaan Proyek
Strategis Nasional ini, tetap memprioritaskan kearifan lokal, untuk mengangkat
potensi daerah.
“Karena ini Proyek Strategis Nasional yang harus selesai di
bulan Juli, meski kemarin kita baru terkontrak itu di bulan Desember. Dan ini
juga tetap harus kita percepat supaya targetnya sesuai. Karena ini program
strategis dari Bapak Presiden Prabowo yang harus kita tangani,” tambahnya.
“Pak Prabowo sudah menyampaikan pada saat acara Rakornas di
Hambalang kemarin. Nah, ini kami upayakan karena ini kearifan lokal, disini kita
lihat batanya, mungkin kearifan lokal juga gentengnya. Nah, ini kita akan
pasang disini. Strukturnya sudah kita sesuaikan,” pungkasnya.
Diketahui, bangunan SR di Kabupaten Madiun ini berdiri
diatas lahan seluas 5,8 Hektar. Sebagaimana telah diprogramkan, SR Kabupaten
Madiun ini akan bisa menampung lebih dari 1.000 siswa, mulai untuk pelajar
setingkat Sekolah Dasar (SD), SMP maupun SMK, dengan sistem boarding school
(asrama).
Pada bulan Juli 2026 mendatang, SR di Kabupaten Madiun
ini diharapkan dapat beroperasi, sebagai upaya pemerintah dalam memutus rantai
kemiskinan.(sw/IR)