Iki Radio/Berita Terbaru

Iki Yang Paling/Ngetop

Iki Ceritanya/Orang Terkenal

KLIK DISINI

Iki Dibaca Juga/Jangan Lewatkan

Iki Terbaru/Paling Greeess

Berkah Kemarau, Produksi Kerupuk Bawang di Madiun Melonjak Hingga 50 Kilogram per Hari

Iki Radio – Musim kemarau dengan cuaca cerah yang terik rupanya membawa berkah tersendiri bagi para pelaku usaha kerupuk bawang di Kabupaten Madiun.

Melimpahnya sinar matahari membuat proses penjemuran jauh lebih cepat, sehingga kapasitas produksi meningkat tajam dan permintaan pasar dapat dipenuhi dengan lebih optimal.

Berkah cuaca panas ini salah satunya dirasakan oleh Suyoko, pemilik rumah industri Kerupuk Bawang Cap Satu Putri yang berlokasi di Desa Candimulyo, Kecamatan Dolopo, Kabupaten Madiun.

Ia memanfaatkan sepenuhnya terik matahari untuk mengeringkan kerupuk sebelum masuk ke tahap pengemasan.

Menurut Suyoko, perbedaan durasi penjemuran antara musim hujan dan kemarau sangatlah signifikan. Jika saat musim penghujan proses pengeringan membutuhkan waktu dua hingga tiga hari, kini di musim kemarau kerupuk sudah kering sempurna hanya dalam waktu satu hari.

“Kalau musim hujan penjemuran bisa sampai dua atau tiga hari. Sekarang cukup sehari sudah kering sehingga produksi bisa lebih banyak dan pengiriman ke pelanggan juga lebih lancar,” ujar Suyoko, Sabtu (4/7/2026).

Percepatan proses pengeringan ini berdampak langsung pada produktivitas usahanya.

Kapasitas produksi naik dari 1 kuintal adonan per hari menjadi 1,5 kuintal per hari (bertambah sekitar 50 kg/hari). Peningkatan produksi ini turut mendongkrak laba kotor usaha hingga mencapai sekitar Rp1,6 juta per hari.

Dalam menjalankan bisnisnya, Suyoko memberdayakan tujuh orang pekerja yang merupakan warga setempat.

Kerupuk bawang produksinya kini tidak hanya dipasarkan di wilayah Madiun Raya saja, melainkan sudah merambah ke luar kota berkat pemanfaatan penjualan daring (online). Setiap pekannya, Suyoko rutin mengirimkan pesanan dengan volume mencapai sekitar satu ton.

Untuk harga jual, Kerupuk Bawang Cap Satu Putri dibanderol antara Rp83.000 hingga Rp85.000 per bal, tergantung pada varian rasa yang dipilih konsumen.

Suyoko berharap cuaca cerah seperti saat ini dapat bertahan lebih lama. Dengan demikian, proses produksi bisa tetap berjalan lancar, kualitas kerupuk tetap terjaga renyah, dan permintaan pasar yang tinggi dapat terus terpenuhi secara maksimal.(ir)

 

HJKM 458, Kepala BPS Kabupaten Madiun : Inovasi Berbasis Data dan Kolaborasi Kunci Utama

Iki Radio – Memperingati Hari Jadi Kabupaten Madiun (HJKM) ke-458, dengan tema Berinovasi dan Berkolaborasi untuk Kabupaten Madiun Bersahaja, Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Madiun menekankan pentingnya sinergi berbasis data untuk mewujudkan visi daerah yang "Bersahaja" (Bersih, Sehat, Sejahtera, dan Bersahaja).

Kepala BPS Kabupaten Madiun, Wisma Eka Nurcahyanti, SST., MT., menyampaikan apresiasi mendalam atas tema besar yang diusung dalam hari jadi tahun ini. Menurutnya, target besar pemkab hanya bisa dicapai melalui dua kunci utama: inovasi dan kolaborasi.

Wisma menjelaskan bahwa inovasi yang efektif tidak bisa lahir dari tebakan, melainkan harus berbasis data yang kuat. Inovasi bertujuan untuk mempercepat proses birokrasi dan memperbesar capaian output pembangunan.

"Untuk bisa melakukan inovasi, tentunya sebelumnya kita butuh data. Melalui pembinaan statistik sektoral yang kami lakukan, BPS memfasilitasi dan mendorong jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk dapat menghasilkan data capaian hasil pembangunan yang akurat dan tepat dari instansi masing-masing," ujar Wisma, Sabtu (4/7/2026).

Data akurat dari tiap OPD inilah yang nantinya menjadi kompas atau dasar utama dalam merumuskan inovasi kebijakan yang tepat sasaran.

Dari sisi kolaborasi, BPS menilai hubungan kerja sama di internal Pemerintah Kabupaten Madiun sudah berjalan sangat solid.

Hubungan baik ini juga terjaga erat dengan pihak eksternal, jajaran Forkopimda, serta instansi vertikal termasuk BPS sendiri.

Salah satu wujud nyata dari kolaborasi ini adalah persiapan pengawalan Sensus Ekonomi 2026.

BPS Kabupaten Madiun bahkan telah meluncurkan jargon khusus yang menyelaraskan program nasional ini dengan visi lokal, yaitu "SEtia" (Sensus Ekonomi untuk Kabupaten Madiun Bersahaja).

"Dengan kolaborasi ini, kita mendapat banyak keuntungan untuk memperlancar pelaksanaan sensus. Hasilnya nanti akan kembali ke masyarakat Madiun sendiri, melalui serangkaian kebijakan ekonomi yang diambil pemerintah berdasarkan data Sensus Ekonomi tersebut," tambahnya.

Harapannya, dengan diperingatinya Hari Jadi ke-458 ini, makin banyak inovasi positif yang digagas—baik oleh internal pemkab, pihak eksternal, maupun masyarakat. Kolaborasi juga harus makin erat dan solid untuk memperlancar seluruh program pembangunan demi mewujudkan Kabupaten Madiun Bersahaja.(ir)

 

Demi Cinta Ni Ye Viral Lagi, Hetty Koes Endang: Alhamdulillah Diterima Semua Generasi

Iki Radio - Penyanyi senior Hetty Koes Endang mengaku bersyukur dirinya masih bisa terus berkarya dan mendapat tempat di hati penikmat musik Indonesia hingga saat ini. 

Meski telah berkarier sejak 1970-an, Hetty Koes Endang tak menyangka lagu lawasnya, Demi Cinta Ni Ye kembali mencuri perhatian dan viral di berbagai platform media sosial.

"Dan Alhamdulillah sampai saat ini Bunda masih ada berdiri di dunia perseliweran artis-artis baru banyak," ujar Hetty Koes Endang di Trans TV, Jumat (3/7/2026).

Hetty Koes Endang sadar betul bahwa dirinya berasal dari generasi yang berbeda dengan para penyanyi dan musisi masa kini. 

Walaupun begitu, ia merasa bersyukur karena lagu-lagu yang pernah dipopulerkannya masih terus dinikmati oleh masyarakat hingga saat ini.

"Dengan adanya beberapa lagu walaupun lagu lama tapi kembali viral, ya seperti Demi Cinta Ni Ye," ucapnya.

Hetty Koes Endang merasa tak hanya lagunya yang kembali populer, melainkan gerakan tarinya juga banyak diikuti oleh berbagai kalangan.

"Tapi yang viralnya itu adalah gerakannya. Gerakannya jadi diikuti oleh line dance, ibu-ibu ramai-ramai itu, sama anak-anak muda Gen Z. Alhamdulillah," tuturnya.

Hetty Koes Endang mengaku tidak menyangka lagu Demi Cinta Ni Ye, yang telah lama dirilis, bisa kembali menjadi perbincangan publik, terutama setelah banyak digunakan di TikTok.

"Jadi, bunda terima kasih kepada netizen yang terus mengikuti, fans-fans bunda tentunya. Dari yang seumur bunda, sampai anak-anak pun mungkin jadi akhirnya tahu ya Demi Cinta Ni Ye," ungkapnya.

Selain Demi Cinta Ni Ye, Hetty mengungkapkan sejumlah lagu lawasnya juga masih memiliki banyak penikmat. 

Namun, berdasarkan data di kanal YouTube miliknya, lagu Demi Cinta Ni Ye memang menjadi yang paling banyak didengarkan.

"Walaupun Berdiri Bulu Romaku masih sampai saat ini masih digemari, tapi sekarang kan ceritanya di YouTube nomor satu tetap Demi Cinta Ni Ye. Dan lagu Emut Bae ya. Karena Bunda dari Sunda," paparnya.

Tak lupa Hetty Koes Endang menyampaikan apresiasi kepada para penggemarnya yang selama ini setia memberikan dukungan. Ia berharap masih bisa terus berkarya dan menghibur masyarakat melalui musik yang dibawakannya.

"Pokoknya terima kasih banyak fans bunda, terus doain bunda, insyaallah bunda selalu bisa menghibur dan akan menghibur dan terus menghibur kalian semua," pungkasnya.

Pemkab Bojonegoro Siapkan Beberapa Skema untuk Bantu Peternak Ayam GAYATRI

Iki Radio - Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalui Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) terus berupaya memperkuat keberlanjutan program GAYATRI (Gerakan Beternak Ayam Petelur Mandiri). 

Di tengah kondisi harga pakan ternak yang masih tinggi dan harga telur yang mengalami penurunan, Disnakkan menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk membantu para peternak penerima manfaat program.

Kepala Bidang Peternakan Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Bojonegoro, drh. Indra Firmansyah menjelaskan, salah satu upaya yang tengah dibahas adalah pemanfaatan dana Corporate Social Responsibility (CSR) untuk mendukung kebutuhan peternak. 

Bentuk dukungan tersebut masih dalam tahap pembahasan, yakni antara pengadaan alat pengolah pakan atau pemberian bantuan berupa subsidi pakan ternak.

Menurutnya, keputusan tersebut akan mempertimbangkan kondisi yang dihadapi peternak saat ini, di mana biaya pakan terus meningkat sementara harga jual telur mengalami penurunan.

"Skema yang akan dipilih masih dalam pembahasan, apakah melalui pengadaan alat pengolah pakan atau bantuan berupa subsidi pakan. Namun yang jelas, langkah tersebut akan segera direalisasikan dalam waktu dekat karena melihat kondisi peternak saat ini," jelasnya, Jum'at (3/7/2026).

Selain menyiapkan dukungan terhadap biaya produksi, Disnakkan juga akan menindaklanjuti arahan Bupati Setyo Wahono dan Wakil Bupati Nurul Azizah untuk memperluas penyerapan telur hasil peternak Program GAYATRI.

Sebagai tindak lanjut, Disnakkan berencana mengumpulkan para pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) guna membahas mekanisme penyerapan telur dari peternak GAYATRI. 

Langkah ini diharapkan dapat membuka akses pasar yang lebih luas sekaligus meningkatkan kesejahteraan para peternak.

Meski demikian, penyaluran telur ke SPPG diperkirakan tetap akan menggunakan skema melalui pihak ketiga. Hal tersebut dilakukan untuk menyesuaikan mekanisme administrasi dan pertanggungjawaban (SPJ) yang berlaku dalam pelaksanaan kegiatan di SPPG.

Melalui berbagai langkah tersebut, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro berkomitmen untuk terus mendukung keberlanjutan Program GAYATRI, sehingga mampu meningkatkan produktivitas peternak sekaligus memperkuat ketahanan pangan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.(ir)

Erick Thohir Sebut Pemerintah Siapkan Skema Dana Pensiun Untuk Atlet

Iki Radio - Pemerintah menyiapkan skema dana pensiun bagi atlet sebagai bagian dari upaya memberikan perlindungan dan jaminan kesejahteraan.

Skema tersebut saat ini masih difinalisasi dengan mengedepankan prinsip keberlanjutan dan transparansi.

Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir mengatakan masa karier atlet relatif lebih singkat dibandingkan profesi lainnya.

Untuk itu negara perlu memastikan para atlet tetap memiliki jaminan kehidupan ketika tidak lagi aktif bertanding.

“Mungkin banyak atlet masih main sampai umur 40, tetapi dibandingkan dengan banyak pekerjaan lain yang bisa pensiun di umur 50-60, mereka (pensiun) lebih muda. Akhirnya, mereka harus punya dana pensiun," ujar Erick, dikutip Jumat (3/7/2026).

Erick menuturkan pemerintah tidak ingin terburu-buru dalam menyusun skema tersebut.

Salah satu perhatian utamanya adalah memastikan pengelolaan dana pensiun dilakukan secara akuntabel dan tidak mengulang berbagai kasus penyalahgunaan dana pensiun yang pernah terjadi.

Kementerian Olahraga menggandeng sejumlah institusi seperti Kejaksaan, Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), hingga pakar olahraga.

“Jangan sampai dana pensiun ini jadi koruptif lagi. Sudah banyak sejarah dana pensiun itu dikorupsi," kata dia.

Menurut Erick, tantangan penyusunan skema dana pensiun atlet juga berbeda dibandingkan pekerja pada umumnya.

Selama ini, program dana pensiun umumnya berasal dari potongan gaji bulanan, sementara atlet tidak memiliki pola pendapatan tetap seperti pekerja formal.

"Nah, atlet tidak ada gaji bulanan. Tidak ada uang juara. Ini yang kita sedang godok bagaimana mencari jalan keluar agar dana pensiun ini bisa continue, sustain," tuturnya.

Eks Menteri BUMN itu menambahkan, pemerintah juga mempelajari praktik terbaik dari sejumlah negara seperti Malaysia dan India sebelum menetapkan skema yang paling sesuai diterapkan di Indonesia.

"Kalau Malaysia-India bisa, masa negara kita, bangsa yang besar ini, tidak bisa,” tambah Erick. 

Harga Telur Anjlok dan Pakan Melambung, Peternak di Madiun Merugi

Iki Radio — Harga telur ayam di tingkat peternak di Kabupaten Madiun kembali mengalami penurunan drastis hingga menyentuh kisaran Rp20.000 per kilogram. 

Kondisi ini membuat para peternak lokal kian tertekan dan menjerit rugi, lantaran harga jual di pasar sudah berada jauh di bawah biaya produksi harian, sementara harga pakan ternak justru terus melambung tinggi.

Situasi ini salah satunya dirasakan oleh Suciani, seorang peternak ayam petelur asal Desa Ketandan, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun. 

Ia mengungkapkan bahwa pendapatan yang diterima peternak saat ini sudah tidak mampu lagi menutup biaya operasional harian, terutama bagi mereka yang terpaksa menjual hasil panennya melalui pihak ketiga atau pengepul.

“Kalau dijual langsung ke toko, kami masih bisa dapat sekitar Rp20.000 per kilogram. Tapi kalau lewat pengepul, harganya bisa jauh lebih rendah lagi. Dengan harga seperti ini, jelas kami rugi,” ujar Suciani saat ditemui pada Jumat (3/7/2026).

Suciani membeberkan bahwa harga telur bahkan sempat merosot tajam hingga menyentuh angka Rp17.700 per kilogram, sebelum akhirnya perlahan merangkak naik ke posisi Rp20.000. 

Meski ada sedikit kenaikan, nominal tersebut dinilai masih sangat jauh dari kata ideal agar usaha peternakan rakyat bisa tetap bernapas tanpa menanggung kerugian.

Menurut kalkulasi peternak, harga telur di tingkat peternak setidaknya harus berada di angka Rp24.000 per kilogram agar bisa menutup modal produksi.

“Setiap hari ya kami nombok. Kalau terus-terusan seperti ini, tentu sangat berat bagi peternak kecil,” keluhnya.

Ia juga menyoroti kebijakan Harga Pokok Penjualan (HPP) telur ayam yang telah ditetapkan pemerintah sebesar Rp26.500 per kilogram. 

Menurutnya, regulasi tersebut belum pernah benar-benar terealisasi dan dirasakan dampaknya oleh para peternak di akar rumput.

“HPP itu sampai sekarang hanya jadi patokan di atas kertas saja. Faktanya, kami di lapangan tetap harus mengikuti harga riil yang dibentuk oleh mekanisme pasar,” ungkap Suciani.

Anjloknya harga telur kali ini dipicu oleh akumulasi dua faktor utama, penurunan daya beli dan melonjaknya biaya input produksi.

Memasuki bulan Suro dalam penanggalan Jawa, konsumsi masyarakat terhadap telur ayam biasanya mengalami penurunan musiman. Akibatnya, stok telur yang melimpah di tingkat peternak tidak terserap secara maksimal oleh pasar.

“Permintaan pasar turun, sementara produksi telur tetap banyak. Akibatnya harga terus ditekan ke bawah,” tuturnya.

Ironisnya, di saat harga jual hancur, beban biaya produksi justru semakin membengkak akibat kenaikan harga pakan yang ugal-ugalan. Dalam dua bulan terakhir saja, harga pakan konsentrat dilaporkan melonjak dari Rp390.000 menjadi Rp437.500 per sak.

“Kenaikannya memang bertahap, tapi kalau dihitung dengan total kebutuhan pakan setiap hari, dampaknya sangat terasa. Pakan justru naik gila-gilaan saat harga telur sedang jatuh,” tambahnya.

Melihat situasi yang tidak berpihak ini, Suciani meminta pemerintah untuk mengubah fokus strategi. 

Daripada sibuk mengintervensi harga telur yang telanjur dikontrol mekanisme pasar, pemerintah diharapkan bisa lebih fokus menjaga stabilitas harga pakan ternak dan mendistribusikan subsidi secara merata. 

Selama ini, ia mengaku belum pernah menerima bantuan atau subsidi pakan dalam bentuk apa pun, termasuk jagung yang menjadi bahan baku utama.

“Kalau harga pakan bisa ditekan dan dikontrol, kami masih punya kesempatan untuk bertahan. Tapi kalau pakan naik terus dan harga telur tetap rendah, lama-lama peternak kecil akan habis dan gulung tikar,” tegasnya.

Saat ini, Suciani mengelola sekitar 1.600 ekor ayam petelur dengan kapasitas produksi harian mencapai 75 hingga 80 kilogram telur. Ia hanya bisa berharap agar kondisi pasar bisa segera pulih dan berpihak pada nasib peternak mandiri.

“Harapan kami sederhana, usaha yang sudah berjalan bertahun-tahun ini bisa tetap jalan. Kalau kondisinya tidak berubah, bukan tidak mungkin banyak peternak yang memilih menutup kandangnya karena sudah tidak sanggup lagi menanggung kerugian,” pungkasnya.(ir)

Inflasi Juni 2026 Tetap Terkendali, Bank Indonesia Optimistis Sesuai Sasaran

Iki Radio - Laju inflasi Indonesia pada Juni 2026 tetap berada dalam kisaran sasaran yang ditetapkan, yakni 2,5±1 persen. Kondisi tersebut mencerminkan terjaganya stabilitas harga di tengah dinamika ekonomi global yang masih diwarnai tingginya harga energi dan sejumlah komoditas dunia.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Indeks Harga Konsumen (IHK) pada Juni 2026 mengalami inflasi sebesar 0,44 persen secara bulanan (month-to-month/mtm). Sementara secara tahunan (year-on-year/yoy), inflasi tercatat sebesar 3,34 persen, masih berada dalam rentang target yang ditetapkan pemerintah bersama Bank Indonesia.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Ramdan Denny Prakoso, mengatakan, inflasi yang tetap terjaga merupakan hasil konsistensi kebijakan moneter Bank Indonesia yang didukung sinergi erat dengan pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah.

"Inflasi yang tetap terjaga dalam kisaran sasaran merupakan hasil dari konsistensi kebijakan moneter serta eratnya sinergi pengendalian inflasi antara Bank Indonesia dan Pemerintah, baik melalui Tim Pengendalian Inflasi Pusat (TPIP) maupun Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), serta penguatan implementasi Program Ketahanan Pangan Nasional," ujar Ramdan dalam keterangan resminya, Jumat (3/7/2026).

Bank Indonesia meyakini inflasi akan tetap terkendali dalam kisaran sasaran 2,5±1 persen sepanjang 2026 hingga 2027 seiring kuatnya koordinasi kebijakan dan efektivitas langkah-langkah pengendalian inflasi.

Pada komponen inflasi inti, tekanan harga juga masih relatif stabil. Inflasi inti pada Juni 2026 tercatat sebesar 0,23 persen (mtm), sedikit lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar 0,22 persen (mtm). Secara tahunan, inflasi inti meningkat menjadi 2,76 persen (yoy), dari sebelumnya 2,59 persen (yoy).

Menurut Bank Indonesia, perkembangan tersebut dipengaruhi oleh masih tingginya harga komoditas global, meskipun ekspektasi inflasi domestik tetap terjaga dengan baik.

Sementara itu, kelompok volatile food atau komponen harga pangan bergejolak masih menunjukkan kondisi yang terkendali. Inflasi kelompok ini pada Juni 2026 tercatat sebesar 0,14 persen (mtm), lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai 0,22 persen (mtm).

Komoditas yang memberikan andil terhadap inflasi volatile food antara lain bawang merah, bawang putih, dan beras. Kenaikan harga dipicu oleh menurunnya produksi di sejumlah daerah sentra, meningkatnya biaya transportasi, serta berakhirnya musim panen raya.

Meski demikian, secara tahunan inflasi volatile food justru menurun menjadi 5,58 persen (yoy), lebih rendah dibandingkan realisasi Mei 2026 sebesar 6,24 persen (yoy).

Bank Indonesia menilai kondisi tersebut menunjukkan efektivitas berbagai langkah pengendalian inflasi pangan yang dilakukan bersama pemerintah melalui TPIP, TPID, serta implementasi Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS).

Di sisi lain, kelompok administered prices atau harga yang diatur pemerintah mengalami peningkatan inflasi. Pada Juni 2026, kelompok ini mencatat inflasi sebesar 1,41 persen (mtm), meningkat dibandingkan Mei 2026 yang sebesar 0,52 persen (mtm).

Peningkatan tersebut terutama dipicu oleh naiknya harga bensin serta tarif angkutan udara, seiring penyesuaian harga BBM nonsubsidi dan avtur akibat tingginya harga energi global.

Secara tahunan, inflasi kelompok administered prices mencapai 3,42 persen (yoy), lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar 2,07 persen (yoy).

Bank Indonesia menegaskan akan terus memperkuat bauran kebijakan moneter serta koordinasi bersama pemerintah guna menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat. Melalui sinergi yang terus diperkuat, inflasi diharapkan tetap berada dalam kisaran sasaran sehingga mampu mendukung pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan di tengah tantangan ekonomi global.

Hari Jadi ke-458, Pemkab Madiun Ajak Seluruh Elemen Berinovasi dan Berkolaborasi demi Kesejahteraan Masyarakat

Iki Radio – Memperingati Hari Jadi ke-458 Kabupaten Madiun, Pemerintah Kabupaten Madiun mengusung semangat kebersamaan yang kuat melalui tema "Berinovasi dan Berkolaborasi untuk Kabupaten Madiun Bersahaja".

Tema ini bukan sekadar slogan, melainkan sebuah pemantik semangat bagi seluruh lapisan masyarakat, Aparatur Sipil Negara (ASN), hingga para pemangku kepentingan (stakeholder).

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Madiun, Sigit Budiarto, S.Sos., M.Si, menyampaikan bahwa momentum hari jadi tahun ini harus dijadikan pijakan untuk memperkuat sinergisitas di segala sektor.

Menurutnya, tantangan daerah ke depan hanya bisa dihadapi jika semua pihak bergerak dalam satu visi yang sama.

"Tema Hari Jadi ke-458 ini merupakan panggilan aksi bagi kita semua—baik masyarakat, ASN, maupun seluruh stakeholder yang ada di Kabupaten Madiun. Kita harus memantapkan sinergisitas dan kolaborasi untuk melahirkan inovasi-inovasi baru," ujar Sigit Budiarto, Jum'at (3/7/2026).

Sigit menambahkan, muara dari seluruh kolaborasi dan inovasi yang dilakukan oleh pemerintah daerah bersama masyarakat adalah peningkatan kesejahteraan yang merata. 

ASN sebagai pelayan publik dituntut untuk lebih adaptif dan kreatif dalam menghadirkan solusi atas kebutuhan warga.

Di sisi lain, keterlibatan aktif masyarakat dan sektor swasta (stakeholder) menjadi kunci agar program pembangunan dapat berjalan lebih efektif dan tepat sasaran.

Melalui semangat "Madiun Bersahaja", Pemkab Madiun berkomitmen untuk terus berbenah, membangun infrastruktur yang inklusif, serta meningkatkan kualitas pelayanan publik berbasis inovasi digital maupun sosial.

Pentingnya membangun sinergisitas yang kuat guna mempertemukan visi antara pemerintah, swasta, dan elemen masyarakat. Dengan inovasi berkelanjutan yang mendorong ASN menciptakan terobosan baru dalam pelayanan publik, guna mewujudkan masyarakat yang sejahtera sebagai tujuan akhir dari setiap kebijakan.

"Dengan bergotong-royong, berinovasi tanpa henti, dan menjaga kolaborasi yang sehat, kita optimis Kabupaten Madiun akan tumbuh menjadi daerah yang bersih sehat dan sejahtera," pungkasnya.(ir)

close
Pasang Iklan Disini