Iki Radio/Berita Terbaru

Iki Yang Paling/Ngetop

Iki Ceritanya/Orang Terkenal

KLIK DISINI

Iki Dibaca Juga/Jangan Lewatkan

Iki Terbaru/Paling Greeess

Khofifah Tekankan Pemerataan Pembangunan dan Kelestarian Lingkungan di Hari Jadi ke-81 Jatim

Iki Radio — Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menekankan pentingnya pemerataan manfaat pembangunan agar kemajuan daerah dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat secara adil dan berkelanjutan.

Pesan tersebut disampaikan Khofifah saat memimpin upacara Peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur di halaman Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Senin (12/10/2026).

Mengusung tema “Jatim Unggul, Maju Berkelanjutan”, peringatan tahun ini menjadi momentum penting untuk memperkuat arah pembangunan daerah. Khofifah menegaskan bahwa pembangunan tidak boleh hanya berfokus pada angka pertumbuhan, tetapi juga harus meningkatkan kualitas hidup serta pemerataan akses pelayanan dasar bagi warga.

"Pembangunan yang unggul harus didukung peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), keterampilan tenaga kerja, dan daya saing produk daerah. Sementara itu, pembangunan berkelanjutan menuntut tanggung jawab kita dalam mengelola sumber daya alam serta menjaga kelestarian lingkungan dan kekayaan budaya demi generasi mendatang," ujar Khofifah dalam sambutannya.

Gubernur Khofifah mengingatkan bahwa hasil-hasil pembangunan harus dirasakan secara nyata oleh seluruh warga Jatim, baik yang tinggal di kawasan perkotaan, perdesaan, hingga wilayah pesisir dan kepulauan. Pembangunan harus hadir menjawab kebutuhan masyarakat dengan membuka peluang yang lebih luas di bidang pendidikan, lapangan kerja, dan layanan publik.

Arah kebijakan tersebut tefleksi pada capaian makro ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Jawa Timur sepanjang tahun 2026. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pertumbuhan ekonomi pada semester I-2026, ekonomi Jawa Timur tercatat tumbuh sebesar 5,84 persen. Tingkat kemiskinan pada Maret 2026, angka kemiskinan berada di tingkat 9,06 persen. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada Mei 2026, TPT berhasil ditekan hingga 3,42 persen.

Menurut Khofifah, capaian positif tersebut merupakan buah dari kerja keras bersama yang perlu terus diperkuat melalui kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi/lembaga pendidikan, dan seluruh elemen masyarakat. Penguatan sektor-sektor produktif—seperti industri pengolahan, perdagangan, serta pertanian—tetap menjadi tumpuan utama penopang denyut ekonomi Jawa Timur.

Di samping itu, penyiapan SDM yang adaptif terhadap kemajuan teknologi dan perubahan pasar kerja menjadi prioritas untuk menjaga daya saing daerah. Kendati demikian, Khofifah mewanti-wanti agar laju pertumbuhan ekonomi senantiasa berjalan selaras dengan perlindungan lingkungan hidup.

"Pertumbuhan ekonomi harus berjalan seiring dengan upaya menjaga kualitas lingkungan, sehingga manfaat dari pembangunan hari ini dapat terus dinikmati oleh generasi-generasi mendatang," pungkasnya.

 

Semakin Krusial di Jalan Raya, Rekaman Dashcam Jadi Alat Bukti Hukum

Iki Radio — Penggunaan kamera dasbor (dashcam) pada kendaraan bermotor kini semakin masif di Indonesia. Tak sekadar pemanis interior atau penunjang dokumentasi perjalanan, perangkat ini terbukti ampuh mengungkap fakta dalam kasus kecelakaan lalu lintas hingga tindak kriminalitas di jalan raya.

Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri membenarkan bahwa rekaman dashcam dapat dimanfaatkan sebagai alat bukti yang sah untuk membantu pengungkapan penyebab kecelakaan maupun pelanggaran lalu lintas. Kehadirannya dinilai mendukung keselamatan berkendara sekaligus memperkuat penegakan hukum.

"Rekaman yang dihasilkan dapat menjadi alat bukti yang objektif dan membantu proses penanganan kecelakaan maupun pelanggaran lalu lintas," tulis Korlantas Polri melalui situs resminya, Senin (12/10/2026).

Menurut pihak kepolisian, data visual yang direkam dashcam menyajikan gambaran objektif mengenai kronologi sebelum, saat, hingga setelah peristiwa berlangsung. Informasi ini sangat berguna dalam proses olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan membantu petugas menganalisis penyebab insiden serta menentukan pihak yang harus bertanggung jawab secara akurat.

Selain itu, dashcam memberikan perlindungan tambahan bagi para pengguna jalan dari potensi tindakan yang merugikan, seperti aksi tabrak lari, kejahatan bermodus kecelakaan rekayasa, hingga perilaku mengemudi yang agresif. Korlantas Polri pun berharap penggunaan perangkat ini dapat meluas, baik pada kendaraan pribadi maupun angkutan umum.

Pandangan senada disampaikan oleh Pendiri Yoong Motor Group Indonesia, Yomin Sugianto. Menurutnya, telah terjadi pergeseran fungsi dashcam di mata masyarakat.

"Perangkat ini sudah menjadi kebutuhan krusial untuk menjaga aspek keamanan, dokumentasi perjalanan, hingga proteksi hukum pengemudi di jalan raya," ujar Yomin.


Jangan Asal Sebar di Media Sosial

Kendati memiliki fungsi perlindungan yang kuat, penggunaan rekaman dashcam tidak boleh dilakukan secara sembarangan, terutama dalam hal menyebarluaskannya ke publik.

Perwakilan NTMC Polri, Brigadir Putu Fungky, mengingatkan bahwa Indonesia memiliki regulasi ketat terkait data pribadi yang tertuang dalam Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP). Mengunggah rekaman video ke media sosial tanpa mengindahkan aturan privasi berpotensi memicu persoalan hukum baru.

"Saat penggunaan dashcam, penting untuk memperhatikan aturan perlindungan privasi. Rekaman yang disebarluaskan tanpa izin dapat melanggar UU Nomor 27 Tahun 2022," terang Putu.

Secara hukum, rekaman video terkategori sebagai informasi elektronik yang diakui sebagai alat bukti sah berdasarkan Pasal 184 KUHAP. Namun, Putu menegaskan bahwa rekaman dashcam tidak serta-merta langsung diterima di pengadilan tanpa verifikasi.

"Keabsahan bukti ini tergantung pada integritas data, serta apakah bukti ini diperoleh secara sah tanpa melanggar privasi pihak lain," pungkasnya.

Masyarakat pun diimbau untuk lebih bijak memanfaatkan rekaman dashcam dan menyerahkan bukti tersebut kepada pihak berwajib ketimbang memviralkannya di media sosial tanpa penyensoran data pribadi.

 

Dara The Virgin Jalani Operasi Pengangkatan Tumor Payudara Singkirkan Kekhawatiran Lewat Deteksi Dini

Iki Radio — Penyanyi Dara The Virgin baru saja menjalani prosedur operasi pengangkatan tumor di kedua payudaranya. Temuan tumor tersebut didapatkan setelah penyanyi bernama lengkap Dara Rizki Ruhiana ini menjalani pemeriksaan medis secara rutin.

Pelantun tembang Cinta Terlarang tersebut mengungkapkan bahwa tumor yang ditemukan dalam tubuhnya bersifat jinak. Menariknya, Dara mengaku sama sekali tidak merasakan gejala sakit maupun keluhan fisik tertentu sebelum melakukan pemeriksaan.

"Ada tumor. Di payudara. Sekalian jadi diangkat. Pas kemarin diperiksa, ternyata ada dan kiri kanan. Kiri kanan gitu. Sudah ketahuan, ya sudah sekalian," ujar Dara saat ditemui awak media.


Sempat Diliputi Rasa Takut dan "Parno"

Meski tidak merasakan sakit secara fisik, proses pemeriksaan tetap memberikan beban mental tersendiri bagi Dara. Ia mengaku sempat merasa khawatir dan panik saat harus bertatap muka dengan peralatan medis untuk memindai kondisi tubuhnya.

Pemeriksaan yang dijalani Dara meliputi USG serta mamografi skrining—sebuah metode medis yang dirancang khusus untuk mendeteksi tanda-tanda kelainan seperti kista, tumor, hingga kanker payudara sejak stadium awal, bahkan sebelum benjolan dapat dirasakan lewat rabaan tangan.

"Kepikiran, apalagi pas pertama kali USG mamografi itu parno ya. Parno banget," ungkapnya jujur.

Namun, ketakutan Dara diredakan oleh penjelasan bijak dari tim dokter yang menangani. Dokter mengingatkan pentingnya mengetahui kondisi kesehatan sejak awal agar terhindar dari risiko yang lebih berbahaya di masa depan.

"Dokternya sampai aku giniin, 'Kan, Dok, sampai segini takut aku, pasti ada aja.' Dibilang gitu, 'Enggak, bagus dong, Kak, ketahuan dari awal. Dari dini.' Kalau misalkan lama-kelamaan enggak tahu, enggak ngecek, tiba-tiba kan bisa bahaya. Betul, bahaya," jelas Dara menirukan percakapannya dengan sang dokter.


Kondisi dan Pentingnya Kesadaran Kesehatan

Mengenai detail medis, Dara menyebutkan terdapat beberapa benjolan kecil di kedua sisinya dengan ukuran relatif sangat kecil, yaitu berada di kisaran "nol koma sekian sentimeter".

"Kiri... iya, kista dulu ya. Kiri itu ada dua, kanan itu dua kalau enggak salah," tambah Dara merincikan temuan pada payudara bagian kiri dan kanannya.

Pengalaman yang dialami Dara menjadi pengingat pentingnya kesadaran akan deteksi dini (skrining kesehatan). Meskipun tanpa gejala atau rasa sakit, pemeriksaan rutin terbukti sangat membantu dalam menemukan masalah kesehatan secara cepat sebelum berkembang menjadi kondisi yang fatal.

 

 

Hari Jadi ke-81 Jatim: DPD RI Dorong Pemerataan Pembangunan dan Kedaulatan Pangan

Iki Radio — Peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur pada 12 Oktober 2026 diharapkan menjadi momentum strategis untuk memperkuat pemerataan pembangunan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta mengukuhkan posisi Jawa Timur sebagai lumbung pangan Nusantara.

Harapan tersebut disampaikan oleh Anggota Komite III DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama. Menurutnya, kepemimpinan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak telah menunjukkan pola pembangunan yang kolaboratif, inklusif, dan menyentuh berbagai lapisan masyarakat.

Lia menilai, arah pembangunan daerah tidak boleh hanya berfokus pada pertumbuhan angka ekonomi semata, tetapi juga harus memperhatikan keadilan sosial, keagamaan, sektor pertanian, hingga percepatan pengentasan kemiskinan.

“Berbicara hari jadi Pemprov Jawa Timur, maka kita pun flashback pada capaian kinerja Ibu Gubernur Khofifah dan tentunya Mas Emil Dardak. Bagaimana pasangan ini benar-benar bekerja kolaboratif secara inklusif, menyelesaikan berbagai permasalahan, dan banyak sisi yang disentuh,” ujar Lia.

Ia menekankan bahwa pendekatan inklusif sangat penting agar manfaat kebijakan dapat dirasakan secara adil oleh seluruh elemen masyarakat tanpa ada kelompok yang tertinggal.

“Kita bicara pemerataan itu benar-benar merata, keadilan juga adil, jadi semua elemen disentuh. Baik elemen keagamaan maupun non-keagamaan yang berbasis umum seperti sosial,” tambahnya.


Penguatan Ketahanan dan Kedaulatan Pangan

Selain aspek sosial, Lia memberikan perhatian khusus pada komitmen Pemprov Jatim dalam mendukung sektor pertanian. Langkah konsisten Gubernur Khofifah yang rutin menyalurkan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) dinilai sejalan dengan visi kedaulatan pangan nasional yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.

Lia menegaskan, penguatan sarana produksi, infrastruktur, dan produktivitas petani sangat krusial mengingat Jawa Timur merupakan salah satu sentra dan penopang utama pasokan pangan nasional.

“Presiden Prabowo Subianto memiliki mimpi besar untuk kedaulatan pangan. Kita sama-sama menjadi saksi bahwa Ibu Gubernur Khofifah sangat rutin memberikan alsintan untuk menunjang sektor pertanian,” ungkapnya.


Penurunan Kemiskinan Ekstrem dan Kemandirian Desa

Di sisi lain, Lia mengapresiasi indikator capaian pembangunan daerah yang ditunjukkan melalui tren penurunan angka kemiskinan ekstrem serta peningkatan jumlah desa mandiri di Jawa Timur. Penanganan kemiskinan yang konsisten dan pemberdayaan ekonomi berbasis desa dinilai berhasil memperkecil kesenjangan antarwilayah.

“Kemiskinan ekstrem secara konsisten selalu menurun, dan sebaliknya desa mandiri selalu bertambah. Jadi memang perkembangannya sangat progresif,” tutur Lia.

Memasuki usia ke-81 tahun, Jawa Timur berpeluang besar untuk memperkuat perannya sebagai motor penggerak ekonomi nasional. Tantangan ke depan adalah memastikan pertumbuhan ekonomi terus berjalan seiring dengan penguatan UMKM, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), dan partisipasi aktif masyarakat.

Lia pun mengajak seluruh warga Jawa Timur untuk terus memberikan dukungan, menjaga kepercayaan, serta berpartisipasi aktif dalam mengawal program-program pembangunan daerah.

“Kalau kita bicara pembangunan yang konstruktif, itu benar-benar sudah dijawab di era beliau berdua. Kita berharap Jawa Timur semakin maju dan hebat, serta mimpi besar menjadikan Jatim sebagai lumbung pangan Nusantara benar-benar terwujud dengan dukungan serta high trust dari masyarakat,” pungkasnya.

 

Gempa M 4,5 Guncang Deiyai Papua Tengah, BMKG Imbau Warga Waspada Gempa Susulan

Iki Radio – Gempa bumi tektonik bermagnitudo (M) 4,5 mengguncang wilayah Kabupaten Deiyai, Papua Tengah, pada Senin pagi (12/10/2026). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi bahwa gempa tersebut tergolong sebagai gempa bumi dangkal.

Berdasarkan data BMKG, gempa terjadi pada pukul 05.07 WIB dengan pusat getaran berjarak sekitar 7 kilometer di arah tenggara Kabupaten Deiyai, serta berada pada kedalaman 10 kilometer.

Guncangan gempa bumi ini dirasakan hingga wilayah Enarotali dengan intensitas skala III MMI (Modified Mercalli Intensity). Pada skala tersebut, getaran dirasakan nyata di dalam rumah, di mana warga merasakan sensasi seakan-akan ada truk besar yang sedang melintas.

Hingga saat ini, belum ada laporan mengenai korban jiwa maupun kerusakan infrastruktur atau bangunan akibat peristiwa tersebut. Meski demikian, pihak BMKG mengimbau masyarakat sekitar untuk tetap tenang namun selalu waspada terhadap potensi gempa susulan.

"Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan menghindari bangunan yang rentan atau retak pascagempa. Hati-hati terhadap kemungkinan terjadinya gempa bumi susulan," tulis BMKG dalam imbauan resminya.

Masyarakat juga diminta untuk memastikan informasi resmi hanya bersumber dari kanal komunikasi terverifikasi milik BMKG guna menghindari kesimpangsiuran berita.

 

Peringati HUT Ke-81, Jawa Timur Simpan Jejak Panjang Peradaban Nusantara dan Perjuangan Bangsa

Iki Radio — Pada tanggal 12 Oktober 2026, Provinsi Jawa Timur resmi menginjak usia ke-81 tahun. 

Peringatan hari jadi yang berlandaskan Peraturan Daerah (Perda) No. 6 Tahun 2007 ini menjadi momen penting untuk mengenang perjalanan panjang wilayah Jawa Timur, mulai dari zaman prasejarah, era kerajaan megah, hingga berdiri sebagai pembentuk sejarah Indonesia modern.

Secara historis, Provinsi Jawa Timur dibentuk pertama kali pada 19 Agustus 1945 oleh Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI), dengan Raden Mas Tumenggung Ario (R.M.T.A.) Soerjo yang ditunjuk sebagai gubernur pertamanya.


Pusat Peradaban Purba dan Kejayaan Kerajaan Nusantara

Jawa Timur bukan sekadar wilayah administratif, melainkan tanah pemukiman awal manusia purba di Nusantara. Jejak ini dibuktikan melalui penemuan fosil penting dunia seperti Pithecanthropus mojokertensis di Mojokerto, Pithecanthropus erectus di Ngawi, serta Homo wajakensis di Tulungagung.

Memasuki era abad pertengahan, kawasan ini berkembang menjadi pusat gravitasi politik dan budaya Tanah Air. Dimulai dari Kerajaan Kanjuruhan di Malang pada abad ke-8 (Prasasti Dinoyo 760 M), dinamika pemerintahan kian menguat saat Mpu Sindok memindahkan pusat kekuasaan dari Jawa Tengah ke Jawa Timur pada era 929–947 M sekaligus mendirikan Kerajaan Medang.

Setelahnya, berdiri jajaran kerajaan besar seperti Kahuripan, Daha, Janggala, dan Singasari. Puncak kejayaan Jawa Timur terjadi pada era Kerajaan Majapahit (1293–1527 M) di bawah pimpinan Raja Hayam Wuruk, yang berhasil menyatukan wilayah Nusantara. Struktur pemerintahan lokal dari Kraton (pusat), Watek (daerah), hingga Wanua (desa) turut meletakkan fondasi tata kelola wilayah yang dinamis.


Masa Kolonial hingga Era Kemerdekaan

Tantangan besar menerpa Jawa Timur saat penguasaan kolonial Belanda dimulai dari pesisir utara dan Madura pada 1743, hingga kontrol penuh usai Perang Diponegoro pada 1830. Pemerintah Hindia Belanda kemudian membentuk Provincient van Oost Java pada tahun 1929.

Di era pendudukan Jepang (1942–1945), perlawanan gigih terus dilancarkan rakyat, salah satunya pemberontakan PETA di Blitar yang dipimpin oleh Supriyadi.

Pasca-Proklamasi Kemerdekaan 1945, Jawa Timur kembali menjadi benteng pertahanan Republik. Kota Surabaya memuncaki panggung sejarah lewat Pertempuran 10 November 1945 yang kini diperingati sebagai Hari Pahlawan. Meski sempat diguncang peristiwa pemberontakan PKI Madiun pada 1948, Jawa Timur terus bangkit dan memperkuat diri.


Jawa Timur Modern

Secara hukum, keberadaan Provinsi Jawa Timur diperkuat kembali melalui Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1950. Kini, di usianya yang ke-81, Jawa Timur tumbuh menjadi salah satu pilar ekonomi dan budaya terbesar di Indonesia yang menaungi 29 kabupaten dan 9 kota.


Tanggap Bencana, Satbrimob Polda Sumbar Evakuasi Ratusan Korban Banjir di Kota Padang

Iki Radio – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) melalui Satuan Brimob Polda Sumatera Barat mengerahkan sebanyak 300 personel untuk menangani dampak banjir dan mengevakuasi warga terdampak akibat curah hujan tinggi yang mengguyur Kota Padang, Sumatera Barat. Hingga Minggu (11/10/2026), ratusan personel tersebut masih bersiaga dan melanjutkan proses evakuasi di sejumlah titik bencana.

Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko, menegaskan bahwa pengerahan personel ini merupakan bentuk respons cepat Polri dalam memprioritaskan keselamatan masyarakat yang terjebak genangan air.

“Polri mengerahkan personel beserta peralatan pendukung untuk membantu evakuasi warga terdampak banjir. Prioritas utama adalah keselamatan masyarakat, khususnya warga yang membutuhkan pertolongan untuk keluar dari kawasan terdampak menuju tempat yang lebih aman,” ujar Trunoyudo dalam keterangan resminya di Jakarta, Minggu (11/10/2026).

Pengerahan 300 personel Satbrimob Polda Sumbar ini dipimpin langsung oleh Dansatbrimob Polda Sumbar, Kombes Pol. Lukman Syafri Dandel Malik. Pasukan dibagi ke dalam tiga tim utama yang ditempatkan di lokasi terdampak terparah, yakni Perumahan Lumin Park (Lubuk Minturun, Kecamatan Koto Tangah), Dadok Tunggul Hitam, dan Guo Kuranji.

Dari laporan penanganan di lapangan, petugas telah berhasil mengevakuasi sekitar 300 warga dari Perumahan Lumin Park serta 30 warga dari kawasan Guo Kuranji. Di Perumahan Lumin Park, petugas juga telah mendirikan posko SAR untuk mempermudah koordinasi penanganan.

Guna menunjang proses penyelamatan, Satbrimob Polda Sumbar menerjunkan berbagai perlengkapan SAR modern seperti perahu karet, mesin tempel, pelampung, helm SAR, tali karmantel, karabiner, katrol, hingga body harness. Selain itu, armada kendaraan pendukung seperti truk angkut personel, bus, dan kendaraan khusus SAR dioperasikan penuh untuk mobilisasi dan percepatan evakuasi.

Trunoyudo mengimbau masyarakat untuk tetap bersiaga menghadapi potensi banjir susulan serta selalu mengikuti petunjuk arahan dari para petugas di lapangan.

“Personel di lapangan terus melaksanakan tugas kemanusiaan dengan mengutamakan keselamatan warga. Kami juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, mengikuti arahan petugas, dan segera mencari tempat yang lebih aman apabila kondisi di sekitar tempat tinggal membahayakan,” pungkasnya.

Hingga saat ini, personel Satbrimob Polda Sumbar bersama unsur terkait masih terus melanjutkan kegiatan pemantauan, evakuasi, dan pemenuhan kebutuhan dasar warga di wilayah hukum Polresta Padang.


Sambut HUT ke-81 Pemprov Jatim, Khofifah dan Baznas Serahkan Bantuan Rombong dan Modal Usaha

Iki Radio — Sebanyak 81 unit alat usaha berupa rombong senilai total Rp283,5 juta disalurkan oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jawa Timur kepada masyarakat pelaku usaha kecil. Bantuan sarana usaha dan modal ini diserahkan dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-81 Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur sebagai bagian dari program pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menyampaikan bahwa bantuan rombong dan modal usaha ini diharapkan dapat menjadi pendorong bagi para penerima manfaat untuk mengembangkan dagangannya serta meningkatkan kesejahteraan keluarga secara berkelanjutan.

“Ini merupakan bagian dari kolaborasi Pemprov Jatim dengan Baznas Jatim di bidang ekonomi, melalui program pemberian rombong dan modal usaha. Semoga manfaat barokah,” ujar Khofifah saat menghadiri acara penyerahan bantuan pada Minggu (11/10/2026).

Kebahagiaan dan rasa syukur dirasakan langsung oleh para pelaku usaha penerima manfaat. Salah satunya Diah, seorang pedagang tempe yang sehari-hari berjualan di kawasan Bandar Gresik. Ia mengaku sangat terbantu dengan hadirnya rombong baru untuk menunjang aktivitas usahanya.

“Alhamdulillah, seneng. Harapannya, mudah-mudahan kulo saged lancar dagangannya, mengubah nasib ngunu loh,” ungkap Diah dengan penuh harapan.

Rasa terima kasih juga diungkapkan oleh Agus, pedagang minuman tradisional sinom dan sari kedelai yang berjualan di kawasan Wonokromo, Surabaya. Ia berharap program keberlanjutan seperti ini dapat terus menjangkau masyarakat Jawa Timur yang lebih luas.

“Ya, saya sangat berterima kasih atas bantuan Ibu Gubernur, Ibu Khofifah. Harapan saya, masyarakat Jawa Timur bisa menikmati bantuan semaksimal mungkin,” tutur Agus.

Melalui sinergi antara Pemprov Jatim dan Baznas Jatim dalam penyediaan sarana usaha serta modal ini, diharapkan para pelaku UMKM dapat membuka peluang peningkatan pendapatan dan mencapai kemandirian ekonomi.


close
Pasang Iklan Disini