Iki Radio/Berita Terbaru

Iki Yang Paling/Ngetop

Iki Ceritanya/Orang Terkenal

KLIK DISINI

Iki Dibaca Juga/Jangan Lewatkan

Iki Terbaru/Paling Greeess

Ubah Wajah Alun-alun, Pemkab Bojonegoro Alokasikan Dana Rp 28 Miliar

Iki Radio - Ikon pusat kota, yaitu alun-alun Bojonegoro dipastikan akan mendapatkan sentuhan baru di 2026. Pemkab Bojonegoro telah mengalokasikan dana sebesar Rp 28 miliar untuk memperbarui fungsi ruang publik tersebut agar lebih terintegrasi dengan fasilitas publik lainnya.


Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya Kabupaten Bojonegoro Satito Hadi, menjelaskan bahwa revitalisasi alun-alun tidak dilakukan dengan pembongkaran total. 

Melainkan penataan ulang yang signifikan agar lebih nyaman bagi masyarakat. 

Langkah ini sesuai dengan aspirasi masyarakat dan arahan Bupati Bojonegoro Setyo Wahono dan Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah. 

Yakni agar wajah kota Bojonegoro lebih modern namun tidak melepas peran sosial dan ekonomi masyarakat lokal.

Beberapa hal yang diperhatikan pada perencanaan, diantaranya tidak mengubah nilai historis antara Masjid Agung Darussalam, Alun-alun Bojonegoro, Pendopo Malowopati dan keberadaan Pasar Kota. 

Sehingga penataan yang komprehensif sangat diperlukan. Fungsi sosial seperti penataan lahan parkir dan sentralisasi pedagang kaki lima juga mendapat atensi penuh. 

Selain itu fungsi Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang tidak kalah penting untuk menjaga kualitas udara dan ruang sehat bagi masyarakat.

Pada 2025 lalu, revitalisasi alun-alun ini telah melalui tahap Masterplan, tahap perencanaan induk strategis jangka panjang yang merangkum gambaran keseluruhan dan visi pengembangan suatu area atau proyek, mencakup tata ruang, infrastruktur, fasilitas, alokasi lahan, hingga pendanaan. 

Diproyeksikan pengerjaan fisik revitalisasi Alun-alun Bojonegoro ini pada pertengahan 2026. 

"Alun-alun adalah wajah kota. Maka fokus kami adalah menjadikannya lebih representatif sebagai ruang publik. Kita akan menata ulang agar lebih ideal bagi pengunjung yang ingin bersantai maupun melakukan aktivitas sosial. Mohon dukungannya," ujarnya Senin (19/01/2026).

Revitalisasi ini merupakan bagian dari komitmen Pemkab Bojonegoro untuk menyediakan Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang berkualitas di tengah kota. Pengerjaan akan dipantau ketat untuk memastikan fungsi tetap terjaga selama proses perbaikan berlangsung. 

Sebentar Lagi Menikah, Florencia Lolita Wibisono Jadi Korban Pesawat ATR 42- 500

Iki Radio - Kisah pilu Florencia Lolita Wibisono, pramugari yang jadi korban jatuhnya pesawat ATR 42-500 di Maros, Sulawesi Selatan, Sabtu (17/1/2026).

Florencia Lolita Wibisono


Pihak keluarga tidak menyangka peristiwa nahas ini menimpa perempuan yang akrab disapa Olen itu. 

"Kami masih menunggu kabar Olen, ini begitu menyakitkan bagi kami," kata kerabat Florencia Lolita Wibisono bernama Anastasya kepada wartawan, Minggu (18/1/2026).

Mereka berharap Florencia Lolita Wibisono ditemukan dalam keadaan selamat meski harapannya kecil.

"Semoga mukjizat nyata dan Olen segera ditemukan," harap Anastasya.

Menurut kerabat Florencia Lolita Wibisono, sang pramugari akan menikah dalam waktu dekat.

Namun tidak diungkapkan secara pasti kapan tepatnya pernikahan itu akan digelar. 

"Olen somo kaweng (mau nikah)," ucap kerabat tersebut.

Kronologi Pesawat ATR 42-500 Jatuh di Maros

Pesawat ATR 42-500 milik PT Indonesia Air Transport dilaporkan hilang kontak saat menjalani penerbangan dari Yogyakarta menuju Makassar pada Sabtu, 17 Januari 2026.

Pesawat tersebut lepas landas dari Bandara Adisutjipto pada pagi hari setelah dinyatakan memenuhi seluruh prosedur keamanan dan operasional penerbangan.

Dalam penerbangan itu, pesawat membawa tujuh kru dan tiga penumpang.

Tiga penumpang tersebut adalah pegawai Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan KKP, yaitu Ferry Irawan sebagai Analis Kapal Pengawas, Deden Mulyana sebagai Pengelola Barang Milik Negara, dan Yoga Naufal sebagai Operator Foto Udara, yang sedang melaksanakan misi pengawasan sumber daya kelautan dan perikanan melalui udara. 

Saat mendekati Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, pesawat diketahui tidak berada pada jalur yang seharusnya.

Petugas pemandu lalu lintas udara sempat memberikan arahan koreksi posisi kepada awak pesawat.

Namun, komunikasi antara ATC dan pesawat tiba-tiba terputus sebelum pesawat berhasil kembali ke jalur pendaratan.

Menindaklanjuti hilangnya kontak tersebut, ATC menetapkan status darurat penerbangan.

Berdasarkan data koordinat terakhir, posisi pesawat diperkirakan berada di wilayah Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.

Tim SAR gabungan segera dikerahkan untuk melakukan pencarian melalui jalur darat dan udara.

Kondisi cuaca saat kejadian dilaporkan berawan, dengan jarak pandang yang masih memungkinkan penerbangan.

Dalam proses pencarian, masyarakat setempat melaporkan adanya suara ledakan dan munculnya titik api di kawasan pegunungan.

Wilayah yang dimaksud berada di sekitar Gunung Bulusaraung dan Gunung Bawakaraeng.

Medan yang berupa pegunungan karst dengan hutan lebat serta tebing terjal menjadi tantangan utama bagi tim di lapangan.

Upaya pencarian juga terkendala kabut tebal, hujan, dan angin kencang.

Pada Minggu pagi, 18 Januari 2026, patroli udara mendeteksi serpihan berwarna putih di lereng Gunung Bulusaraung.

Temuan tersebut dikonfirmasi sebagai bagian dari pesawat ATR 42-500.

Tak lama kemudian, badan utama pesawat ditemukan di sisi puncak gunung.

Operasi pencarian intensif membuahkan hasil pada Minggu (18/1/2026), ketika tim SAR gabungan menemukan satu korban di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkajene Kepulauan, Sulawesi Selatan, beserta sejumlah barang pribadi penumpang.

Meski medan pencarian sangat berat, namun tim berhasil menemukan beberapa bagian besar pesawat seperti jendela, ekor, dan badan pesawat, serta banyak serpihan kecil tersebar di berbagai titik. 

Serpihan-serpihan tersebut menjadi petunjuk penting dalam pencarian, dengan lokasi berada di perbatasan Kabupaten Maros dan Pangkep, sekitar 26,49 kilometer dari Bandara Sultan Hasanuddin. 

Pemerintah mengerahkan Basarnas, TNI, Polri, Kementerian Perhubungan, AirNav Indonesia, BMKG, dan pemerintah daerah untuk mempercepat pencarian dan evakuasi.

Daftar Kru Pesawat:

  • Andy Dahananto (Kapten/Pilot)
  • Farhan Gunawan (Kopilot)
  • Hariadi (Flight Operation Officer)
  • Restu Adi P (Engineer)
  • Dwi Murdiono (Engineer)
  • Florencia Lolita (Awak Kabin)
  • Esther Aprilita S (Awak Kabin)

Daftar Penumpang:

  • Deden Maulana
  • Ferry Irawan
  • Yoga Naufal

Modus Tipikor di KPP Madya Jakut, Nilai Pajak Dipangkas 80 Persen

Iki Radio - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap praktik dugaan korupsi dalam proses pemeriksaan pajak di lingkungan Direktorat Jenderal Pajak, Kementerian Keuangan, yang berpotensi merugikan keuangan negara puluhan miliar rupiah. 

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap praktik dugaan korupsi dalam proses pemeriksaan pajak di lingkungan Direktorat Jenderal Pajak, Kementerian Keuangan, yang berpotensi merugikan keuangan negara puluhan miliar rupiah. Kasus ini terkuak melalui operasi tangkap tangan (OTT). (Foto: Dok KPK)


Kasus ini terkuak melalui operasi tangkap tangan (OTT).

Dalam perkara tersebut, KPK menetapkan lima orang sebagai tersangka, masing-masing DWB selaku Kepala KPP Madya Jakarta Utara, AGS Kepala Seksi Pengawasan dan Konsultasi (Waskon), ASB selaku Tim Penilai di KPP Madya Jakarta Utara, serta ABD konsultan pajak dan EY staf perusahaan wajib pajak berinisial PT WP. 

“Kelima tersangka langsung ditahan selama 20 hari pertama, terhitung 11 hingga 30 Januari 2026, di Rumah Tahanan Cabang Gedung Merah Putih KPK guna kepentingan penyidikan lebih lanjut,” ungkap Juru Bicara KPK Budi Prasetyo, dalam keterangan, Senin (19/1/2026).

Konstruksi perkara bermula dari pemeriksaan kewajiban Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) PT WP untuk tahun pajak 2023 yang dilakukan pada periode September hingga Desember 2025. 

Tim pemeriksa KPP Madya Jakarta Utara awalnya menemukan potensi kekurangan pembayaran pajak sekitar Rp75 miliar.

Namun, dalam proses sanggahan yang diajukan pihak perusahaan, AGS diduga meminta pembayaran pajak secara “all in” senilai Rp23 miliar. 

Dari jumlah tersebut, Rp8 miliar disebut sebagai fee yang akan dibagikan kepada sejumlah pihak di lingkungan Direktorat Jenderal Pajak.

PT WP kemudian hanya menyanggupi pembayaran fee sebesar Rp4 miliar. Kesepakatan tersebut berujung pada penerbitan Surat Pemberitahuan Hasil Pemeriksaan (SPHP) pada Desember 2025, dengan nilai pajak yang harus dibayar hanya Rp15,7 miliar atau turun sekitar 80 persen dari temuan awal.

Untuk memenuhi permintaan fee, PT WP diduga mencairkan dana melalui kontrak fiktif jasa konsultasi keuangan dengan perusahaan PT NBK milik ABD. 

Dana tersebut kemudian ditukarkan ke dalam mata uang dolar Singapura dan didistribusikan oleh AGS dan ASB kepada sejumlah pihak di internal Ditjen Pajak.

Budi Prasetyo mengungkapkan, dalam OTT tersebut, KPK mengamankan barang bukti senilai total Rp6,38 miliar, terdiri atas uang tunai Rp793 juta, uang tunai SGD165 ribu atau sekitar Rp2,16 miliar, serta logam mulia seberat 1,3 kilogram senilai kurang lebih Rp3,42 miliar.  

“Atas perbuatannya, pihak pemberi dan penerima suap dijerat dengan pasal-pasal tindak pidana korupsi sesuai ketentuan undang-undang yang berlaku, dengan ancaman pidana berat,” terangnya.

KPK menegaskan komitmennya menjaga integritas sistem perpajakan nasional dan mengimbau para wajib pajak agar tidak ragu melaporkan dugaan pemerasan atau praktik menyimpang kepada aparat penegak hukum. 

Langkah ini dinilai krusial sebagai bagian dari pengawasan publik sekaligus upaya nyata menjaga kedaulatan keuangan negara.


 

KAI Perbaiki Lintasan Terdampak Banjir, Keselamatan Jadi Prioritas

Iki Radio - PT Kereta Api Indonesia (Persero) terus melakukan pemulihan operasional perjalanan kereta api di sejumlah lintasan yang terdampak banjir hingga Senin (19/1/2026) pagi. 


Selama proses berlangsung, KAI menerapkan pengaturan operasional secara hati-hati dan adaptif dengan mengutamakan keselamatan perjalanan.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menyampaikan bahwa seluruh kebijakan operasional ditetapkan berdasarkan hasil pemeriksaan teknis di lapangan, dengan mempertimbangkan kondisi cuaca dan kesiapan prasarana.   

"Hingga pagi ini, penanganan prasarana di sejumlah titik terdampak menunjukkan kemajuan. Kereta api sudah dapat melintas kembali di lintasan utama dengan pengaturan kecepatan dan pengamanan sesuai standar keselamatan,” ujar Anne.

Di wilayah Daop 4 Semarang, pemulihan pada petak jalan Pekalongan–Sragi terus menunjukkan perkembangan positif. 

Sekitar pukul 05.10 WIB, genangan air di jalur hulu dan hilir berhasil ditangani sehingga seluruh kereta api dapat kembali melintas menggunakan lokomotif dinas masing-masing.

Pada tahap awal, KAI masih memberlakukan pembatasan kecepatan maksimal 30 km/jam sembari menunggu kecukupan pemadatan batu balas menggunakan Multi Tie Tamper (MTT), yakni mesin perawatan jalan rel untuk memastikan geometri rel kembali sesuai standar keselamatan.

Penanganan dilakukan melalui ecer balas dan pengangkatan jalur secara manual, serta dilanjutkan dengan ecer balas lanjutan, pengangkatan jalur di titik tertentu, dan rencana pemecokan menggunakan alat berat apabila kondisi lapangan memungkinkan.

Sementara itu, di wilayah Daop 1 Jakarta, genangan air di emplasemen Kampung Bandan telah berhasil ditangani. 

Sejak Minggu sore hingga malam, dilakukan pengangkatan jalur secara manual pada jalur hulu dan hilir, dilanjutkan menggunakan kendaraan pemeliharaan jalan rel (KPJR), dan dinyatakan selesai pada pukul 04.30 WIB.

Kereta api pertama melintas dengan pembatasan kecepatan 20 km/jam, kemudian secara bertahap meningkat seiring evaluasi teknis di lapangan. 

Hingga Senin, 19 Januari 2026, KAI masih melakukan pembatalan 34 perjalanan kereta api jarak jauh sebagai bagian dari pengaturan operasional selama masa pemulihan. Secara kumulatif, sekitar 38 ribu pelanggan telah melakukan pembatalan tiket.  

“Pengaturan ini dilakukan untuk memastikan setiap perjalanan yang dioperasikan benar-benar aman bagi pelanggan dan petugas,” jelas Anne Purba.

Anne menambahkan, gangguan operasional dipicu curah hujan tinggi dan cuaca ekstrem sejak Jumat (16/1/2026) yang menyebabkan luapan sungai serta jebolnya tanggul di sekitar lintasan Pekalongan–Sragi. Di wilayah Jakarta, hujan deras juga mengakibatkan genangan di sejumlah emplasemen dan petak jalan operasional. 

“Kondisi ini merupakan force majeure akibat faktor alam di luar kendali operasional perusahaan,” tegasnya.

KAI menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan atas ketidaknyamanan yang terjadi, serta menegaskan komitmennya dalam memenuhi hak pelanggan melalui layanan service recovery dan pengembalian bea tiket 100 persen sesuai ketentuan yang berlaku.

Bupati Pati, Sudewo Terjaring OTT KPK

Iki Radio - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengonfirmasi Bupati Pati Sudewo (SDW) adalah satu di antara orang yang diamankan dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Kabupaten Pati, Jawa Tengah. 


Juru Bicara KPK Budi Prasetyo memberikan klarifikasi mengenai perkembangan operasi tersebut. Sudewo saat ini sedang menjalani pemeriksaan intensif. 

"Benar, salah satu pihak yang diamankan dalam peristiwa tertangkap tangan di Pati adalah saudara SDW," kata Budi Prasetyo saat dikonfirmasi, Senin (19/1/2026). 

Lebih lanjut, Budi menjelaskan proses pemeriksaan terhadap orang tersebut sedang berlangsung secara mendalam. 

"Saat ini, yang bersangkutan sedang dilakukan pemeriksaan secara intensif oleh tim di Polres Kudus," ujarnya. 

Konfirmasi ini melanjutkan informasi sebelumnya mengenai operasi tangkap tangan yang dilakukan KPK di Kabupaten Pati.

Hingga saat ini, lembaga antirasuah tersebut masih mendalami kasus dan memeriksa sejumlah pihak lain yang juga diamankan dalam operasi yang sama. 

Dugaan kasus yang menjerat Sudewo adalah jual beli jabatan pada pengisian jabatan perangkat desa (perades) tahun 2024 di Kabupaten Pati.

Selain Sudewo, KPK juga memeriksa Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dipermades) Kabupaten Pati Tri Haryama dan Camat Jaken Tri Agung Setiawan serta sejumlah kepala desa.


Wali Kota Madiun Maidi Terjaring OTT KPK, Ini Profil dan Fakta Menariknya

Iki Radio - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali membuat gebrakan di awal tahun 2026. Wali Kota Madiun, Maidi, terjaring dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) pada Senin (19/1/2026). Dalam operasi senyap tersebut, KPK mengamankan 15 orang, termasuk pejabat pemerintahan dan pihak terkait, atas dugaan fee proyek serta dana Corporate Social Responsibility (CSR).


OTT ini menjadi sorotan karena melibatkan kepala daerah yang telah lama berkecimpung di birokrasi dan politik lokal, sekaligus menimbulkan pertanyaan publik mengenai rekam jejak dan peran para pihak yang diperiksa.

Dr. Drs. H. Maidi, S.H., M.M., M.Pd. lahir pada 12 Mei 1961 di Magetan, Jawa Timur. Sebelum terjun ke dunia politik, Maidi meniti karier sebagai guru Geografi di SMA, kemudian menjadi Kepala SMAN 2 Madiun, dan akhirnya memasuki jalur birokrasi pemerintah daerah.

Dalam perjalanan kariernya, Maidi pernah menduduki sejumlah posisi strategis:

- Kepala Bagian Tata Usaha Dinas Pendidikan dan Kebudayaan

- Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan

- Kepala Dinas Pendapatan Daerah

- Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Madiun (2009–2018)

Posisi Sekda memberinya pengalaman mendalam dalam pengelolaan anggaran dan program pemerintahan. Pada Pilkada 2018, Maidi memenangkan kursi Wali Kota Madiun periode 2019–2024, dan kemudian kembali terpilih untuk periode 2025–2029 bersama wakilnya, F. Bagus Panuntun.

Di mata publik, Maidi dikenal sebagai sosok aktif, berdedikasi, dan memiliki jam kerja panjang untuk mendorong pembangunan dan pelayanan publik di Kota Madiun.

Dalam OTT di Madiun, KPK mengamankan 15 orang. Dari jumlah itu, 9 orang dibawa ke Jakarta untuk pemeriksaan lanjutan, termasuk Wali Kota Maidi. Para pihak yang diamankan terdiri dari:

- Wali Kota Maidi – menjalani pemeriksaan lanjutan di Gedung Merah Putih KPK

- Sekretaris Daerah Kota Madiun, Soeko Dwi Handiarto – diperiksa di Polresta Madiun

- Pihak lain – diduga pejabat pemerintah, kontraktor, atau pihak yang terlibat dalam aliran dana yang diselidiki

KPK juga menyita uang tunai senilai ratusan juta rupiah sebagai barang bukti. OTT ini diduga terkait dengan fee proyek dan dana CSR, yang seharusnya digunakan untuk kepentingan publik.

Proses pemeriksaan masih berlangsung, dan KPK memiliki waktu 1x24 jam untuk menentukan status hukum para pihak yang terlibat.

Mengapa Kasus Ini Menjadi Sorotan?

OTT terhadap Wali Kota Madiun menarik perhatian publik karena menyasar figur yang telah lama berkecimpung di birokrasi dan politik lokal. Dugaan korupsi terkait fee proyek dan dana CSR kembali menegaskan pentingnya transparansi pengelolaan dana publik di tingkat daerah.

Publik kini menanti perkembangan dari KPK, dan rincian alur dugaan aliran dana yang menjadi akar OTT ini. 

(diolah dari berbagai sumber)

Top

AI Bikin Kaya Raya? Ini Miliarder Baru di Balik Ledakan Teknologi AI

Iki Radio - Ledakan kecerdasan buatan (AI) tidak hanya mengubah cara manusia bekerja dan berinteraksi dengan teknologi, tetapi juga merombak peta kekayaan dunia.

Chief Technology Officer OpenAI, Mira Murati dalam sebuah wawancara di acara The Daily Show(YouTube/ The Daily Show)


Sejumlah tokoh teknologi papan atas, seperti Jensen Huang dari Nvidia dan Sam Altman dari OpenAI, kini semakin tajir seiring melonjaknya nilai industri AI.

Namun, di balik nama-nama besar tersebut, era AI juga melahirkan gelombang miliarder baru dari startup yang sebelumnya nyaris tak dikenal.

Lonjakan valuasi perusahaan rintisan berbasis AI dalam setahun terakhir membuat saham para pendirinya berubah menjadi “tambang emas”.

Lantas, siapa saja miliarder baru yang lahir dari ledakan teknologi AI ini? Berikut deretan pendiri startup dan eksekutif muda yang kekayaannya melesat berkat valuasi perusahaan AI yang meroket dalam waktu singkat.


Mira Murati

Mira Murati merupakan salah satu contoh paling nyata dari cepatnya lahir miliarder baru di era kecerdasan buatan. Mantan eksekutif OpenAI ini mendirikan Thinking Machines Lab pada Februari 2025.

Meski masih tergolong sangat muda dan belum lama berdiri, startup tersebut langsung melesat dengan valuasi sekitar 10 miliar dollar AS, atau setara Rp 167,74 triliun.

Lonjakan valuasi ini terjadi bahkan sebelum Thinking Machines Lab meluncurkan produk secara luas, mencerminkan tingginya kepercayaan investor terhadap rekam jejak Murati serta potensi teknologi AI yang dikembangkannya.


Brett Adcock

Brett merupakan contoh lain bagaimana AI mendorong lonjakan kekayaan dalam waktu singkat. Ia mendirikan Figure AI pada 2022 dengan fokus mengembangkan robot humanoid berbasis kecerdasan buatan.

Seiring meningkatnya minat industri terhadap otomatisasi fisik, valuasi perusahaan ini melesat tajam, membuat kekayaan bersih Adcock diperkirakan mencapai 19,5 miliar dollar AS, atau sekitar Rp 327,09 triliun.


Aravind Srinivas

Aravind mendirikan Perplexity pada 2022 sebagai mesin pencari berbasis AI generatif. Dalam waktu relatif singkat, perusahaan ini tumbuh pesat dan kini memiliki valuasi sekitar 20 miliar dollar AS, setara Rp 335,48 triliun.

Meski masuk jajaran miliarder baru, Srinivas dikenal kerap menekankan bahwa visi Perplexity berfokus pada pencarian pengetahuan dan kualitas informasi, bukan semata akumulasi kekayaan pribadi.


Winston Weinberg dan Gabe Pereyra

Lonjakan valuasi ekstrem juga dialami Harvey, startup perangkat lunak hukum berbasis AI yang didirikan Winston Weinberg dan Gabe Pereyra. Dalam beberapa bulan, valuasi Harvey melonjak dari 3 miliar dollar AS menjadi 8 miliar dollar AS, atau sekitar Rp 134,19 triliun.

Meski demikian, salah satu pendirinya menyebut kekayaan tersebut masih bersifat “di atas kertas”, menyoroti rapuhnya status miliarder yang bergantung pada valuasi startup.


Alexandr Wang

Alexandr membangun Scale AI secara relatif senyap sebelum akhirnya mendapat sorotan global. Startup pelabelan data ini melonjak nilainya hingga 14,3 miliar dollar AS, setara Rp 239,87 triliun, setelah menerima investasi besar dari Meta.

Wang kemudian ditunjuk sebagai Chief AI Officer Meta, memperkuat posisinya sebagai salah satu aktor kunci dalam ekosistem AI global.


Lucy Guo

Meski telah keluar dari Scale AI sejak 2018, Lucy Guo tetap masuk jajaran miliarder baru berkat kepemilikan saham awalnya. Dengan nilai acuan perusahaan yang sama, sekitar 14,3 miliar dollar AS atau Rp 239,87 triliun.

Guo menjadi salah satu sedikit perempuan yang berhasil menembus level kekayaan tinggi di tengah dominasi pendiri pria di industri AI. Saat ini, ia aktif membangun firma modal ventura dan mengembangkan bisnis di sektor ekonomi kreator.


Brendan Foody, Adarsh Hiremath, Surya Midha

Gelombang miliarder AI juga datang dari generasi yang sangat muda. Mercor didirikan oleh Brendan Foody bersama Adarsh Hiremath dan Surya Midha, yang saat mendirikan perusahaan masih berusia awal 20-an.

Startup data berbasis AI ini telah dihargai sekitar 10 miliar dollar AS, atau setara Rp 167,74 triliun, menjadikan para pendirinya sebagai salah satu kelompok miliarder termuda di era kecerdasan buatan.


Michael Truell, Sualeh Asif, Aman Sanger, Arvid Lunnemark

Fenomena serupa terlihat pada Cursor, startup AI coding di bawah perusahaan induk Anysphere.

Perusahaan ini didirikan oleh Michael Truell bersama Sualeh Asif, Aman Sanger, dan Arvid Lunnemark. Setelah pendanaan besar pada 2025, valuasi Cursor melonjak hingga 27 miliar dollar AS, setara Rp 452,90 triliun.

Lonjakan tersebut langsung mengangkat para pendirinya, yang masih berusia 20-an, ke jajaran miliarder teknologi dalam waktu sangat singkat.


Itulah beberapa miliarder baru di era kecerdasan buatan ini dirangkum dari laporan The New York Times, yang menyoroti bagaimana ledakan AI tidak hanya mempercepat inovasi teknologi, tetapi juga menciptakan lonjakan kekayaan dalam waktu sangat singkat.

Meski valuasi perusahaan-perusahaan AI tersebut tampak fantastis, laporan itu juga mengingatkan bahwa sebagian besar kekayaan masih bersifat “di atas kertas” dan sangat bergantung pada kemampuan startup untuk bertahan serta membuktikan janji teknologinya di tengah dinamika pasar global.

Alat Pemancar Sinyal Pesawat ATR 42-500 Jatuh di Sulsel Ditemukan

Iki Radio - Emergency Locator Transmitter (ELT) atau alat pemancar sinyal milik pesawat ATR 42-500 yang jatuh di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan (Sulsel) ditemukan.


Benda berwarna oranye itu awalnya sempat dikira blackbox atau kotak hitam pesawat.

"Setelah dicek kembali dan diteliti, itu ternyata bukan blackbox walaupun warnanya sama (dengan blackbox)," ujar Danrem 141 Toddopuli Brigjen TNI Andre Clift Rumbayan dikutip dari detikcom, Minggu (18/1/2026).

Andre mengakui pihaknya memang sempat keliru karena mengidentifikasi alat tersebut sebagai kotak hitam pesawat. Menurutnya, hal ini terjadi karena ciri-ciri yang mirip antara ELT dan kotak hitam.

"Bahwa itu bukan blackbox, warnanya sama, hanya namanya ELT yaitu alat pendeteksi radar. Karena kondisinya malam tadi," jelasnya.

Sementara itu, Kasi Ops Basarnas Makassar Andi Sultan mengungkapkan ELT pesawat itu memiliki ukuran sekitar 22 cm x 30 cm. Alat tersebut ditemukan pada bagian depan pesawat.

"Ukurannya untuk ELT, tadi kita sudah lihat sekitar 22 x 30 Cm, itu memang terpasang di kepala pesawat. Biasanya kalau blackbox itu di belakang, jadi kami konfirmasi tadi yang menemukan, bahwa dia menemukan di depan," jelas Andi Sultan.


close
Pasang Iklan Disini