Iki Radio/Berita Terbaru

Iki Yang Paling/Ngetop

Iki Ceritanya/Orang Terkenal

KLIK DISINI

Iki Dibaca Juga/Jangan Lewatkan

Iki Terbaru/Paling Greeess

Hari Kedua Menjabat, Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto Lakukan Mutasi Besar-Besaran 88 Perwira Polri

Iki Radio — Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto melakukan mutasi besar-besaran terhadap perwira tinggi (pati) dan perwira menengah (pamen) di lingkungan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri). Langkah strategis ini dilakukan pada hari kedua ia menjabat usai resmi dilantik di Istana Negara pada Kamis (1/10/2026).

Kebijakan perombakan tersebut tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2205/X/KEP./2026 tertanggal 2 Oktober 2026. Berdasarkan keterangan resmi Polri, tercatat ada sebanyak 88 perwira yang masuk dalam daftar mutasi dan rotasi jabatan.

Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Johnny Eddizon Isir menjelaskan bahwa rotasi ini merupakan bagian dari dinamika organisasi demi menjaga kesinambungan pelaksanaan tugas dan penyegaran karier personel.

"Mutasi dan rotasi jabatan merupakan bagian dari dinamika organisasi Polri. Hal ini dilakukan sesuai kebutuhan organisasi sekaligus sebagai bagian dari pembinaan karier dan penyegaran dalam pelaksanaan tugas kepolisian," ujar Johnny dalam keterangannya, Sabtu (3/10/2026).

Johnny menambahkan, dari total 88 personel yang masuk daftar mutasi, sebanyak 70 di antaranya mendapatkan promosi atau dipercaya menduduki jabatan baru.


Daftar Perubahan Pejabat Utama Mabes Polri

Perombakan ini mencakup sejumlah posisi kunci di tingkatan Pejabat Utama (PJU) Mabes Polri:

  • Irwasum Polri: Komjen Asep Edi Suheri (sebelumnya Kapolda Metro Jaya) diangkat menjadi Inspektur Pengawasan Umum menggantikan Komjen Wahyu Widada yang ditugaskan ke Kementerian ATR/BPN.
  • Kabaintelkam Polri: Irjen Dedy Kusuma Bakti diangkat menjadi Kepala Badan Intelijen dan Keamanan menggantikan Komjen Yuda Gustawan yang mendapat penugasan ke Kantor Staf Kepresidenan (KSP).
  • Kabareskrim Polri: Irjen Asep Safrudin resmi ditunjuk menjadi Kepala Badan Reserse Kriminal menggantikan Komjen Syahardiantono yang juga ditugaskan ke KSP.
  • Kabaharkam Polri: Irjen Hery Herjawan (sebelumnya Kapolda Riau) dilantik menjadi Kepala Badan Pemeliharaan Keamanan menggantikan Komjen Karyoto yang memasuki masa pensiun.
  • Kalemdiklat Polri: Irjen Rudi Darmoko (sebelumnya Kapolda NTT) menjabat sebagai Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan menggantikan Komjen RZ Panca Putra yang ditugaskan ke Kementerian Hukum.

 

Pengisian Posisi Strategis Lainnya:

  • Astamarena Kapolri: Irjen Andik Setiyono
  • Aslog Kapolri: Brigjen Agus Dwi Hermawan
  • As SDM Kapolri: Brigjen Deni Dharmapala
  • Kadivpropam Polri: Irjen Mahmud Nazly Harahap
  • Kadiv TIK Polri: Irjen Roberto GM Pasaribu
  • Kadensus 88 AT: Brigjen Tubagus Ami Prindani
  • Kadivkum Polri: Irjen Ahrie Sonta
  • Kakortastipidkor Polri: Irjen Arie Ardian Rishadi
  • Koorspripim Polri: Kombes Didik Hariyanto

 

Kadiv Humas Polri menekankan agar para pejabat yang baru dilantik segera menyesuaikan diri dan langsung tancap gas menjalankan program kerja di satuan kerja masing-masing.

 

"Setiap personel yang mendapat amanah jabatan baru tentu diharapkan dapat melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya, melanjutkan tugas yang sudah berjalan, dan memberikan pelayanan kepolisian yang optimal kepada masyarakat," tutur Johnny.

 

3 Oktober 1943, Hari Terbentuknya PETA : Tentara Paramiliter Bentukan Jepang yang Menjadi Cikal Bakal TNI

Iki Radio — Dalam sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia, pembentukan Pembela Tanah Air (PETA) atau Kyōdo Bōei Giyūgun menjadi salah satu tonggak penting. Satuan paramiliter ini dibentuk oleh pemerintah pendudukan Jepang pada 3 Oktober 1943 berdasarkan maklumat Osamu Seirei No. 44 yang dikeluarkan Panglima Angkatan Darat ke-16 Jepang, Letnan Jenderal Kumakichi Harada. Pusat pelatihan kepemimpinan dan militer PETA dipusatkan di kompleks militer Bogor, Jawa Barat.

Tentara PETA sedang latihan di Bogor pada tahun 1944 (wikipedia)


Awal Pembentukan dan Strategi Politik

Pendudukan militer Jepang di Indonesia awalnya membentuk berbagai organisasi pemuda seperti Seinen Dōjō di Tangerang dan Seinendan. Namun, kebutuhan pertahanan kawasan Pasifik mendorong pembentukan satuan militer yang melibatkan penduduk lokal.

Untuk memberi kesan bahwa ide pembentukan militer lokal berasal dari aspirasi rakyat pribumi, pihak Beppan (gugus tugas khusus AD ke-16) berdiskusi dengan tokoh pergerakan Raden Gatot Mangkoepradja pada September 1943. Surat permohonan Gatot Mangkoepradja kepada Gunseikan dipublikasikan di koran Asia Raya, diikuti dukungan luas dari berbagai kalangan, termasuk usulan dari sepuluh ulama terkemuka. Unsur nasionalis dan keagamaan ini kemudian tefleksikan pada bendera PETA yang memadukan lambang matahari terbit Jepang dengan bulan sabit dan bintang.


Struktur dan Kekuatan Pasukan

PETA diorganisasikan dalam satuan batalion yang disebut daidan, di mana setiap batalion berkekuatan sekitar 500 orang dan bertanggung jawab atas wilayah pertahanan tingkat kabupaten (syuu). Susunan hierarki kepemimpinan PETA terdiri dari:

  • Daidanchō (Komandan Batalion)
  • Chūdanchō (Komandan Kompi)
  • Shōdanchō (Komandan Peleton)
  • Budanchō (Komandan Regu)
  • Giyūhei (Prajurit Sukarela)

Para perwira dilatih di Jawa Bōei Giyūgun Kanbu Renseitai Bogor sebelum ditugaskan merekrut pemuda di daerah asal. Hingga akhir tahun 1944, jumlah kekuatan PETA berkembang pesat hingga mencapai 66 batalion di Pulau Jawa dan 3 batalion di Pulau Bali, dengan total personel lebih dari 37.000 prajurit.


Peristiwa Pemberontakan Blitar dan Pembubaran

Perjalanan PETA ditandai oleh peristiwa bersejarah pada 14 Februari 1945, ketika Batalion Blitar di bawah pimpinan Soeprijadi melakukan pemberontakan melawat tindakan penindasan prajurit Jepang serta penderitaan para pekerja romusa. Meski berhasil dipadamkan dan Soeprijadi dinyatakan hilang, peristiwa ini menjadi pemicu perlawanan di kalangan prajurit pribumi.

Pemuda Indonesia dalam pelatihan di Seinen Dojo yang kemudian menjadi anggota PETA (wikipedia)

Pasca-proklamasi kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945, PETA resmi dibubarkan atas arahan Presiden Sukarno sesuai ketentuan kapitulasi Jepang kepada Sekutu. Langkah ini diambil untuk mencegah tuduhan bahwa Republik Indonesia yang baru berdiri merupakan sekutu militer ciptaan Kekiaraan Jepang.


Cikal Bakal Militer Indonesia

Meskipun telah dibubarkan, para veteran dan alumnus PETA memegang peranan krusial dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Keterampilan militer yang diperoleh selama masa pelatihan menjadi modal utama pembentukan struktur militer nasional, mulai dari Badan Keamanan Rakyat (BKR), Tentara Keamanan Rakyat (TKR), Tentara Republik Indonesia (TRI), hingga berkembang menjadi Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Deretan tokoh legendaris yang lahir dari pendidikan militer PETA di antaranya:

  • Jenderal Besar TNI Soedirman (Panglima APRI/TNI pertama)
  • Jenderal Besar TNI Soeharto (Presiden RI ke-2)
  • Jenderal TNI (Anumerta) Ahmad Yani
  • Soepriyadi (Menteri Pertahanan Cabinet I in absentia)
  • Jenderal TNI Umar Wirahadikusumah (Wakil Presiden RI ke-4)
  • Laksamana Besar TNI R.E. Martadinata

Untuk mengenang jasa dan kontribusi PETA dalam sejarah pembentukan angkatan bersenjata Indonesia, pemerintah mengresmikan Monumen PETA pada 18 Desember 1995 di bekas markas besar PETA di Bogor.

 

Presiden Prabowo Lantik Watimpres, Rocky Gerung : Radical Break

Iki Radio — Presiden Prabowo Subianto resmi melantik jajaran pejabat Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) serta menunjuk Syahganda Nainggolan sebagai Kepala Badan Komunikasi (Bakom) Pemerintah menggantikan Mohammad Qodari di Istana Negara, Jakarta, Jumat (2/10/2026).

Deputi Bidang Administrasi Aparatur Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg), Nanik Purwanti, mengungkapkan bahwa pengangkatan pimpinan Badan Komunikasi Pemerintah tertuang dalam Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 106P Tahun 2026. Sementara itu, pelantikan jajaran pimpinan dan anggota Wantimpres didasarkan pada Keppres Nomor 107P Tahun 2026.

Pelantikan dilanjutkan dengan pengucapan sumpah jabatan yang dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo dan diikuti oleh seluruh pejabat yang dilantik.

"Bahwa saya akan setia kepada Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 serta akan menjalankan peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya dalam menjalankan tugas jabatan, akan menjunjung tinggi etika jabatan, bekerja dengan sebaik-baiknya, dengan penuh rasa tanggung jawab," ucap para pejabat saat mengikrarkan sumpah jabatan.

Berikut daftar lengkap tokoh yang resmi dilantik oleh Presiden Prabowo:

Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres)

  • Ketua: Pratikno
  • Wakil Ketua: Hatta Rajasa
  • Sekretaris: Muhammad Qodari

Anggota:

  • Shinta Nuriyah Wahid
  • Muhammad Quraish Shihab
  • Bambang Soesatyo
  • Agum Gumelar
  • Budi Gunawan
  • Chairul Tanjung
  • Salim Assegaf Aljufri
  • Anwar Iskandar
  • Said Aqil Siradj
  • Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya)
  • Philip Kuncoro Wijaya
  • Budi Tanuwibowo
  • Letjen TNI (Purn) Ida Bagus Purwalaksana
  • Soekarwo
  • Jusuf Hamka
  • Tahir
  • Yusuf Wanandi
  • Rocky Gerung
  • Mohammad Hatta
  • Anwar Usman
  • Margarito Kamis
  • Jaki Manuputi
  • Ignasius Jonan

Badan Komunikasi Pemerintah :

  • Kepala: Syahganda Nainggolan
  • Wakil Kepala: Fadli Tri Hartono


Kehadiran akademisi Rocky Gerung di Istana Negara menjelang prosesi pelantikan mencuri perhatian awak media. Saat dikonfirmasi mengenai kepastian pelantikannya sebagai anggota Wantimpres, Rocky hanya memberikan jawaban singkat.

"Ini gue lagi acara radical break," ujar Rocky kepada wartawan di lokasi.

Tanpa menjelaskan lebih rinci mengenai maksud pernyataannya tersebut, Rocky langsung berjalan menerobos kerumunan media yang mencecarnya dengan berbagai pertanyaan seputar kehadirannya di kompleks Istana.

BRI Luncurkan BRImo Junior, Edukasi Literasi Finansial Anak Sejak Dini dalam Pengawasan Orang Tua

Iki Radio — PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) resmi menghadirkan layanan mobile banking terbaru khusus untuk anak hingga usia 17 tahun bernama BRImo Junior. Diluncurkan pada 21 September 2026, inovasi ini dirancang untuk mengenalkan layanan keuangan digital sekaligus membangun kebiasaan mengelola uang secara bijak sejak dini di bawah pendampingan orang tua.

Melalui BRImo Junior, anak-anak diajak mengenal aktivitas perbankan dasar, mulai dari mengelola rekening tabungan hingga bertransaksi digital secara bertahap dan aman.

Direktur Information Technology BRI, Saladin Dharma Nugraha Effendi, menjelaskan bahwa pengembangan aplikasi ini merupakan komitmen BRI dalam menghadirkan layanan digital yang relevan untuk seluruh tingkatan usia.

"Literasi keuangan perlu mulai dibangun sejak dini. Melalui BRImo Junior, kami ingin memberikan ruang bagi anak untuk mulai mengenal bagaimana mengelola uang dan melakukan transaksi keuangan secara bertanggung jawab, tentunya dengan pendampingan dan pemantauan yang simple dan mudah oleh orang tua di dalam BRImo," kata Saladin.


Fitur Unggulan dan Konsep Split User

BRImo Junior menawarkan proses pendaftaran (onboarding) yang cepat dan praktis, yaitu hanya memakan waktu sekitar lima menit. Layanan ini mengusung konsep split user, yang memungkinkan satu akun BRImo milik orang tua terhubung dan mengelola hingga lima akun BRImo Junior.

Lewat sistem ini, orang tua memegang kontrol penuh untuk:

  • Memantau seluruh aktivitas transaksi harian anak.
  • Mengatur akses login dan menentukan batasan (limit) transaksi harian sesuai kebutuhan.

Salah satu fitur edukatif unggulan di aplikasi ini adalah Pocket. Fitur ini berfungsi sebagai wadah bagi anak untuk belajar mengalokasikan dan menyimpan uang sesuai tujuan perencanaan keuangan mereka. Selain itu, BRImo Junior dilengkapi berbagai fitur transaksi harian anak, seperti QRIS, QRIS Transfer, Donasi, E-Wallet, BRIZZI, BRIVA, pembelian Pulsa/Data, hingga Voucher Game.

Syarat dan Panduan Aktivasi BRImo Junior

Untuk dapat menggunakan layanan ini, orang tua wajib memiliki rekening BRI Junio sebagai rekening utama anak. Apabila belum memiliki, pembukaan rekening BRI Junio dapat dilakukan langsung melalui aplikasi BRImo.

Berikut langkah-langkah aktivasi BRImo Junior:

  • Akses BRImo: Login ke aplikasi BRImo orang tua, lalu pilih fitur BRImo Junior di halaman utama.
  • Registrasi: Klik "Registrasi Sekarang" dan pilih rekening BRI Junio milik anak.
  • Pengisian Data: Lengkapi data anak (termasuk nomor HP anak), lalu lakukan konfirmasi dan masukkan PIN BRImo orang tua.
  • Aktivasi di Perangkat Anak: Anak memindai (scan) kode QR yang tampil di ponsel orang tua, atau membuka magic link yang dikirimkan via SMS ke nomor HP anak.
  • Pembuatan Akun: Anak menyelesaikan verifikasi OTP, kemudian membuat username, password, dan PIN BRImo Junior.
  • Selesai: BRImo Junior siap digunakan pada perangkat anak, sementara orang tua tetap memiliki kendali pemantauan penuh melalui aplikasi BRImo utama.

Melalui BRImo Junior, BRI berharap dapat menciptakan fondasi literasi keuangan yang kuat bagi generasi muda Indonesia demi masa depan finansial yang lebih terencana dan bertanggung jawab.

 

Lolos Dramatis! Timnas Sepak Takraw Indonesia Tembus Final Asian Games 2026 Nomor Quadrant Putra

Iki Radio — Tim nasional sepak takraw putra Indonesia sukses mengamankan tiket ke babak final Asian Games 2026 nomor quadrant putra. Kepastian ini diraih usai Indonesia menumbangkan Myanmar pada laga semifinal yang berlangsung sengit di Mizuho Park Gymnasium, Jumat (2/10/2026).

Pertandingan diawali dengan tensi tinggi. Pada set pertama, skuad Garuda sempat tertekan oleh permainan agresif dan solid yang ditunjukkan para pemain Myanmar. Lini pertahanan Indonesia beberapa kali berhasil ditembus oleh serangan tajam lawan, membuat Myanmar sempat memimpin perolehan angka.

Namun, mental bertanding Muhammad Hardiansyah Muliang dan kawan-kawan berbicara banyak. Perlahan tapi pasti, Indonesia bangkit dari ketertinggalan, mengejar poin, hingga balik memegang kendali permainan. Set pertama pun sukses diamankan Indonesia dengan kemenangan tipis 15-13.

Memasuki gim kedua, persaingan ketat kembali tersaji. Aksi saling kejar poin langsung terjadi sejak awal laga. Berbeda dari set pertama, Indonesia kali ini tampil lebih dominan dan tidak memberi ruang bagi Myanmar untuk memimpin. Lewat kerja sama tim yang solid, Indonesia terus menjaga jarak keunggulan pada kedudukan 9-6 dan 11-8, sebelum akhirnya mengunci kemenangan 15-9 di situasi kritis.

Hasil manis ini memastikan Indonesia melaju ke partai puncak dan menyegel minimal medali perak. Pada laga final yang dijadwalkan berlangsung Sabtu (3/10/2026)—sehari jelang penutupan Asian Games 2026—Indonesia bakal menantang tuan rumah Jepang, yang di saat bersamaan melaju usai menaklukkan India di semifinal.

Kelolosan ini makin mempertegas kebangkitan sepak takraw Indonesia di panggung Asia. Sebelumnya, cabang olahraga ini telah menyumbang tiga medali perunggu dari nomor quadrant putri, beregu putra, dan beregu putri. Dengan berpeluang mengawinkannya dengan medali emas atau perak di nomor quadrant putra, pencapaian tim sepak takraw Indonesia pada Asian Games 2026 siap mengukir sejarah baru.

 

Di-reshuffle dari Menko PMK, Pratikno Mendatangi Istana untuk Pelantikan Wantimpres

Iki Radio — Mantan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno, mendatangi Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Jumat (2/10/2026). Kedatangannya berlangsung di tengah kabar pelantikan pejabat baru oleh Presiden Prabowo Subianto.

Pratikno mengonfirmasi bahwa kehadirannya di Istana adalah untuk memenuhi undangan pelantikan Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres).

"Iya, ini saya diundang untuk pelantikan, apa, Wantimpres ya," ujar Pratikno kepada wartawan saat ditemui di Istana.

Meski demikian, mantan Menko PMK tersebut belum memberikan rincian lebih lanjut mengenai posisi atau detail Keputusan Presiden (Keppres) terkait penunjukannya.

"Nanti kita lihat, saya belum memperoleh salinan Keppres," tambahnya.

 

Langkah Usai Reshuffle Kabinet

Pratikno menjadi salah satu pejabat yang terdampak perombakan (reshuffle) kabinet yang diumumkan sehari sebelumnya, Kamis (1/10/2026). Posisi Menko PMK yang sebelumnya ia jabat kini diisi oleh Sugiono, yang sebelumnya menjabat sebagai Menteri Luar Negeri.

Kendati mengalami pergantian posisi, Pratikno menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasihnya kepada Presiden Prabowo Subianto atas amanah yang sempat diberikan kepadanya untuk memimpin sektor pembangunan manusia.

"Yang memang menjadi bidang saya, di bidang pembangunan manusia. Kami sampaikan terima kasih kepada Bapak Presiden atas kepercayaan dan mandat yang diberikan," tutur Pratikno.

Pasca-pelantikan ini, Pratikno diproyeksikan resmi mengemban tugas di Wantimpres—lembaga pemerintah nonstructural yang bertugas memberikan nasihat serta pertimbangan langsung kepada Presiden dalam menjalankan roda pemerintahan.

 

Rekam Jejak Akademisi dan Pemerintahan

Penunjukan Pratikno ke dalam jajaran Wantimpres menambah panjang rekam jejaknya di birokrasi dan pemerintahan. Sebelum dipercaya menjadi Menko PMK di kabinet Presiden Prabowo, Pratikno dikenal luas sebagai Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) selama dua periode (10 tahun) di bawah kepemimpinan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo.

Sebelum masuk ke lingkaran inti pemerintahan pusat, sosok berkacamata ini mengawali kariernya di dunia akademik. Ia pernah menjabat sebagai Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) serta pengajar dan Direktur Program Pascasarjana Prodi Ilmu Politik UGM.

Selain itu, Pratikno juga tercatat memiliki pengalaman strategis dalam politik nasional, di antaranya sebagai moderator Debat Capres 2009, anggota Tim Seleksi KPU dan Bawaslu, serta anggota tim ahli dan tim sinkronisasi program pasangan Jokowi-Jusuf Kalla pada Pilpres 2014.

Menperin Sarmuji Minta Jajaran Tak Berikan Servis Berlebihan: Bikin Sekat Komunikasi

Iki Radio — Menteri Perindustrian (Menperin) Muhammad Sarmuji memberikan serangkaian instruksi tegas usai resmi menerima jabatan dari menteri sebelumnya, Agus Gumiwang Kartasasmita, dalam acara serah terima jabatan (sertijab) di Kantor Kemenperin, Jakarta Selatan, Jumat (2/10/2026).

Sarmuji meminta seluruh jajaran kementerian untuk tidak memberikan penghormatan maupun pelayanan secara berlebihan kepada dirinya dan keluarga.

Sarmuji menilai, perlakuan yang berlebihan justru dapat menciptakan jarak dan membatasi ruang diskusi dalam merumuskan kebijakan industri nasional.

"Jangan memberi penghormatan berlebih kepada saya, jangan memberikan pelayanan berlebih kepada saya. Penghormatan dan pelayanan berlebih itu akan menciptakan sekat-sekat bagi kita semua, mempertajam dinding yang membatasi kita untuk berdiskusi, berdialektika, memberikan masukan, serta saran," ujar Sarmuji.

Sarmuji mendorong seluruh pejabat dan staf Kemenperin untuk tetap bersikap terbuka, memberikan masukan, serta tidak ragu untuk mengingatkannya jika terdapat hal yang perlu dikoreksi selama ia memimpin.

Sikap rendah hati ini juga ia tekankan kepada keluarganya. Sarmuji secara khusus meminta sang istri untuk mengambil teladan dari Loemongga Haoemasan, istri Agus Gumiwang Kartasasmita, yang dinilainya selalu bersikap bersahaja dan humble.

 

Kombinasi Tim Solid dan Fokus Peluang

Dalam momen tersebut, Sarmuji turut menyoroti kehadiran Wakil Menteri Perindustrian (Wamenperin) Faisol Riza. Keduanya diketahui sudah memiliki rekam jejak kerja sama yang erat di Komisi VI DPR RI, di mana Faisol sebelumnya menjabat sebagai Ketua dan Sarmuji sebagai Wakil Ketua.

"Ini menandakan bahwa kita bisa membangun tim yang lebih solid. Selama ini hubungan saya sangat baik dengan ketua saya ini, dan insya Allah akan tetap baik bersama Pak Wamen," ungkapnya.

Mengenai arah kebijakan ke depan, Sarmuji menegaskan komitmennya untuk melanjutkan berbagai program strategis yang telah dirintis oleh Agus Gumiwang. Ia menekankan pentingnya peran sektor industri sebagai tumpuan utama pertumbuhan ekonomi nasional dan penyerapan tenaga kerja.

Guna mencapai target besar pembangunan, Sarmuji mengajak seluruh jajaran Kemenperin, asosiasi industri, serta para senior untuk mengedepankan optimisme dan pola pikir berbasis peluang.

"Kita harus membaca setiap peluang untuk meningkatkan sektor industri ini. Jangan berpikir kendalanya terlebih dahulu, mari kita berpikir opportunity-nya terlebih dahulu," tegas Sarmuji.

 

Sertijab Menperin: Muhammad Sarmuji Resmi Gantikan Agus Gumiwang, Minta Jajaran Fokus Peluang dan Perkuat Industri

Iki Radio — Muhammad Sarmuji resmi menjabat sebagai Menteri Perindustrian (Menperin) menggantikan Agus Gumiwang Kartasasmita. Upacara serah terima jabatan (sertijab) digelar di Kementerian Perindustrian, Jakarta Selatan, pada Jumat (2/10/2026), sehari setelah pelantikannya oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan.

Pelantikan Sarmuji didasarkan pada Keputusan Presiden Nomor 104P Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Menteri dan Wakil Menteri Negara Kabinet Merah Putih Periode 2024–2029.

Dalam sambutannya saat sertijab, Sarmuji menyampaikan komitmennya untuk melanjutkan serta memperkuat berbagai fondasi dan capaian yang telah dibangun oleh pendahulunya. Ia menganggap Agus Gumiwang tidak hanya sebagai pendahulu di kementerian, melainkan juga seniornya di Partai Golkar.

"Alhamdulillah pada hari ini kita bisa melakukan serah terima jabatan dari Menteri Senior Pak Agus Gumiwang Kartasasmita ke saya. Mudah-mudahan dengan kedekatan kami transisi ini berjalan mulus, ada bagi pengalaman, dan saya tetap berharap ada masukan, saran, nasehat dari Menteri Senior Pak Agus Gumiwang Kartasasmita," kata Sarmuji.

Sarmuji menekankan bahwa sektor industri memegang peranan krusial sebagai penopang utama pertumbuhan ekonomi nasional dan penyerapan tenaga kerja. Oleh karena itu, ia mengimbau seluruh jajaran Kemenperin untuk optimis dalam melihat setiap potensi pengembangan industri nasional.

"Kita harus membaca setiap peluang untuk meningkatkan sektor industri ini menjadi tumpuan bagi pembangunan kita. Jangan berpikir kendalanya terlebih dahulu, mari kita berpikir opportunity-nya terlebih dahulu," ujarnya.

Tak hanya itu, mantan Sekretaris Jenderal Partai Golkar ini juga meminta jajarannya menciptakan lingkungan kerja yang terbuka dan komunikatif. Ia mewanti-wanti agar tidak ada perlakuan atau pelayanan berlebihan kepadanya agar tidak membentang sekat komunikasi internal.

"Jangan memberi penghormatan berlebih kepada saya, jangan memberikan pelayanan berlebih kepada saya. Nanti penghormatan yang berlebih, pelayanan yang berlebih itu akan menciptakan sekat-sekat bagi kita semua," tegas Sarmuji.

Sebelum dipercaya memimpin Kementerian Perindustrian, Sarmuji memiliki rekam jejak panjang di parlemen. Ia menjabat sebagai Anggota DPR RI selama tiga periode sejak 2014 dan pernah bertugas di Komisi IX, Badan Anggaran, hingga Komisi VI DPR RI yang membidangi investasi, perdagangan, perindustrian, BUMN, dan koperasi.

 

close
Pasang Iklan Disini