Iki Radio/Berita Terbaru

Iki Yang Paling/Ngetop

Iki Ceritanya/Orang Terkenal

KLIK DISINI

Iki Dibaca Juga/Jangan Lewatkan

Iki Terbaru/Paling Greeess

Ria Ricis Buka Suara Soal Fase Terpuruk, Cari Kembali Jati Diri Usai Perceraian

Iki Radio - — Kreator konten dan figur publik Ria Ricis kembali membagikan kisah perjalanan hidupnya saat melewati masa-masa sulit. Di balik kesibukan dan popularitasnya di dunia hiburan, ibu dari Moana ini mengaku sempat berada di titik terendah hingga merasa kehilangan jati diri.

Fase berat tersebut dipicu oleh tekanan mental serta proses perceraian dengan Teuku Ryan yang menguras emosi. Bagi Ricis, pengalaman tersebut memaksanya untuk berefleksi dan mengevaluasi kembali tujuan hidupnya.

"Mungkin setiap orang beda-beda ngerasa dia kehilangan dirinya sendiri," ujar Ria Ricis saat menjadi bintang tamu di kanal YouTube Melaney Ricardo, Kamis (24/9/2026).

Ricis mengungkapkan, perasaan tertekan itu muncul karena adanya ekspektasi pribadi. Ia sempat membayangkan bahwa di usianya saat ini, kehidupan yang dijalani seharusnya dipenuhi kebahagiaan. Namun, kenyataan di lapangan justru berbanding terbalik dengan harapannya.

Meski sempat merasa terpuruk, Ricis memilih untuk belajar menerima kenyataan bahwa dinamika kehidupan tidak selalu berjalan mulus. Pergulatan batin tersebut akhirnya menumbuhkan tekad baru dalam dirinya untuk bangkit dan menata kembali masa depannya.

"Cuma yang namanya roda berputar ya. Menurut aku sudah cukup waktu itu roda aku di bawah, sudah cukup. Dulu aku merasa sengsara, sekarang aku harus bangkit lagi," tegasnya.

Dalam proses pemulihan diri tersebut, keberadaan sang putri, Moana, menjadi sumber kekuatan utama bagi Ricis. Ia merasa bersyukur karena kehadiran anaknya memberikan dorongan positif di tengah padatnya aktivitas harian.

"Alhamdulillahnya Moana supportive banget. Dia selalu tahu misalnya ibunya kerja, alhamdulillah dia enggak rungsing," pungkas Ricis.

Emas Pertama Indonesia! Moh Zaki Ubaidillah Jadi Pahlawan Kemenangan atas Tiongkok di Final Asian Games 2026

Iki Radio – Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia, Moh Zaki Ubaidillah yang akrab disapa Ubed, mengungkapkan perasaannya yang campur aduk setelah menjadi penentu kemenangan tim Merah Putih atas Tiongkok pada babak final beregu putra Asian Games 2026 Aichi-Nagoya.

Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia, Moh Zaki Ubaidillah yang akrab disapa Ubed berhasil meraih medali emas dalam Asian Games 2026.(Dok. PBSI)

Bertanding pada partai kelima di Ichinomiya City Municipal Gymnasium, Aichi, Jepang, Kamis (24/9/2026), Ubed sukses menundukkan Weng Hongyang dua gim langsung dengan skor 23-21 dan 21-13. Kemenangan dramatis ini memastikan Indonesia unggul 3-2 atas Tiongkok sekaligus menyabet medali emas.

Usai laga penentu tersebut, Ubed mengaku sangat bangga karena mampu menyumbang poin krusial, terlebih setelah Indonesia sempat tertinggal 0-2 pada awal pertandingan.

"Perasaannya campur aduk dan alhamdulillah senang juga bisa mengambil poin ini. Pastinya sangat bangga bisa menyumbang poin untuk tim karena tadi sempat tertinggal 0-2," ujar Ubed.

Ubed tidak menampik bahwa dirinya sempat didera ketegangan luar biasa di awal laga. Tekanan sebagai pemain penentu sempat membuatnya keteteran, terutama saat tertinggal 17-20 pada gim pertama. Namun, arahan pelatih dan dukungan masif dari rekan setim di pinggir lapangan berhasil membantunya bangkit.

"Pertama agak sedikit keteteran karena sedikit gugup. Saya coba berusaha lebih tenang lagi dan pelatih juga terus meyakinkan saya untuk bisa mengambil poin satu per satu. Alhamdulillah bisa mengembalikan keadaan," tambahnya.

Sebelum Ubed memastikan kemenangan, Indonesia sempat kehilangan dua poin pertama setelah Jonatan Christie takluk dari Shi Yuqi dan ganda putra Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri kalah dari Liang Weikeng/Wang Chang.

Skuat Merah Putih kemudian memperpanjang napas lewat kemenangan Alwi Farhan atas Li Shifeng, diikuti keberhasilan Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin menumbangkan He Jiting/Liu Yi untuk menyamakan skor menjadi 2-2.

Kemenangan yang dikunci oleh Ubed ini sekaligus menjadi raihan medali emas pertama bagi kontingen Indonesia di ajang Asian Games 2026 Aichi-Nagoya.

Dramatis! Tim Bulu Tangkis Putra Indonesia Sabet Emas Pertama di Asian Games 2026

Iki Radio — Indonesia akhirnya pecah telur meraih medali emas pertama di Asian Games 2026 melalui cabang olahraga bulu tangkis nomor beregu putra. 

Keberhasilan ini dipastikan lewat laga pamungkas yang sangat dramatis usai menundukkan tim China, dengan skor 3-2.

Para pebulu tangkis putra Indonesia berselebrasi merayakan kemenangan rekan mereka, Moh. Zaki Ubaidillah atas pebulu tangkis tunggal putra China Weng Hongyang pada final beregu Asian Games Aichi Nagoya 2026 di Ichinomiya City Municipal Gymnasium, Nagoya, Aichi, Jepang, Kamis 24 September 2026. (Antara/Fauzan)


Bertanding di Ichinomiya City Sports Gymnasium pada Kamis (24/9/2026), Moh Zaki Ubaidillah—yang akrab disapa Ubed—menjadi pahlawan penentu kemenangan Merah Putih di partai kelima. Berhadapan dengan Weng Hongyang, Ubed tampil tenang dan mengunci kemenangan dua gim langsung 23-21, 21-13.

Kemenangan ini menjadi ajang comeback spektakuler bagi skuad Indonesia. Indonesia sempat berada di ujung tanduk setelah tertinggal 0-2 akibat kekalahan Jonatan Christie di partai pertama dan pasangan Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri di partai kedua. 

Namun, asa Merah Putih kembali bangkit setelah Alwi Farhan memetik kemenangan di partai ketiga, disusul kebangkitan ganda putra Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin yang menyamakan kedudukan menjadi 2-2.

Ubed yang turun di partai penentu berhasil menuntaskan tugasnya dengan sempurna sekaligus memastikan lagu Indonesia Raya berkumandang untuk pertama kalinya di ajang Asian Games 2026. 

Hasil ini menyejajarkan posisi Indonesia dengan Singapura, Filipina, Myanmar, dan Vietnam yang telah lebih dulu mengemas satu medali emas.

Capaian bersejarah ini sekaligus mengakhiri dahaga panjang di nomor beregu putra. Indonesia sukses mengulang kejayaan Asian Games 1998 di Bangkok, saat generasi emas yang dihuni para legenda seperti Rexy Mainaky dan Taufik Hidayat juga berhasil membawa pulang medali emas beregu putra ke Tanah Air.

Siap Melangkah ke Jenjang Serius, Wika Salim Tanggapi Santai Soal Rencana Pernikahan dengan Max Adam

Iki Radio - Penyanyi dangdut Wika Salim dikabarkan akan segera mengakhiri masa lajangnya bersama sang kekasih, Max Adam. Tidak menampik kabar bahagia yang beredar, Wika secara terbuka mengakui keinginannya untuk membawa hubungan asmaranya ke jenjang pernikahan.


“Penginnya memang sesuai keinginan,” ujar Wika Salim saat ditemui pada Selasa (22/9/2026).

Meski sudah mantap ingin membawa hubungannya ke tahap yang lebih serius, pelantun lagu Lagi Pengen ini mengaku tidak ingin terburu-buru dalam menggeledah momen sakral tersebut. Wika memilih untuk menjalani prosesnya secara santai tanpa membebani diri dengan target waktu yang ketat.

“Mengalir, sih,” tuturnya singkat.

Hingga saat ini, Wika juga mengungkapkan bahwa dirinya belum menetapkan tanggal maupun bulan pasti untuk hari bahagianya bersama Max Adam.

“Untuk target, harus tanggal sebegini, harus bulan ini, sampai sekarang sebetulnya belum ada. Sekarang enggak ada yang ditargetkan,” pungkasnya.

 

Ombudsman Temukan Kluster Mewah Berfasilitas "Hotel" dan Simulator Golf di Lapas Cibinong

Iki Radio — Ombudsman Republik Indonesia membongkar keberadaan kawasan hunian mewah mirip kluster perumahan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Cibinong, Pondok Rajeg, Kabupaten Bogor. Temuan mengejutkan ini terungkap usai Ombudsman menggelar inspeksi mendadak (sidak) di lapas tersebut.

Anggota Ombudsman RI, Syafrida Rachmawati, mengungkapkan bahwa fasilitas bagi warga binaan di lokasi itu memiliki tingkatan kelas bak penginapan komersial. Hunian dibangun dalam beberapa tipe dengan bentuk yang bervariasi.

"Di dalamnya tetap sama, ada berbeda ya peruntukannya, kelihatannya ada standarisasi juga ya seperti penginapan. Ada yang kamar suite, deluxe, sama yang superior," ujar Syafrida dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (24/9/2026).

Syafrida menambahkan, area hunian yang menyerupai vila tersebut terbagi menjadi beberapa kategori, seperti tipe 1 dan tipe 2. Di kawasan itu, tim pengawas juga mendapati area parkir khusus untuk mobil-mobil mewah.

Tak hanya bangunan yang megah, bagian dalam hunian turut dilengkapi berbagai fasilitas tersier seperti sofa, televisi, kulkas, hingga meja makan. Saat kulkas dibuka, petugas menemukan sejumlah botol minuman keras. Bahkan, sarana pendukung lain seperti simulator golf dan pusat kebugaran (gym) dilaporkan sedang dalam proses pembangunan.

Berdasarkan pemeriksaan awal, warga binaan diduga harus membayar sejumlah uang untuk dapat menikmati deretan fasilitas kelas atas tersebut. Keberadaan kluster ini kian mengkhawatirkan karena tidak memiliki pagar pembatas permanen dan terhubung langsung dengan perkampungan warga sekitar melalui area semak serta rumpun bambu, yang berpotensi menjadi jalur keluar-masuk tanpa pengawasan.

Merespons temuan ini, Syafrida menegaskan bahwa sidak yang dilakukan memiliki dasar hukum kuat, yakni UU Nomor 37 Tahun 2008 tentang Ombudsman RI. Sesuai Pasal 34 pada undang-undang tersebut, Ombudsman berwenang melakukan pemeriksaan mendadak tanpa pemberitahuan terlebih dahulu demi mengusut dugaan maladministrasi pelayanan publik.

Atas pelanggaran berat ini, Ombudsman RI secara tegas meminta pihak Lapas Kelas IIA Cibinong untuk merobohkan seluruh bangunan mewah tersebut dalam tenggat waktu satu bulan.

 

Ombudsman Temukan Kluster Hunian Mewah di Lapas Cibinong, Petugas Sempat Menghalangi dan Cekcok

Iki Radio – Ombudsman Republik Indonesia menemukan keberadaan kluster hunian mewah di area Lapas Kelas IIA Cibinong, Pondok Rajeg, Kabupaten Bogor. Temuan ini didapat saat tim Ombudsman menggelar inspeksi mendadak (sidak) yang sempat diwarnai aksi penolakan dan penahanan oleh pihak petugas lapas.

Proses sidak berlangsung memanas karena tim Ombudsman mendapat perlawanan dari petugas Lapas Cibinong. Petugas berupaya menghalangi tim untuk menelusuri area tersebut hingga terjadi cekcok dan aksi saling dorong. Bahkan, tim sempat ditolak masuk dan dibiarkan menunggu selama setengah jam tanpa alasan yang jelas.

"Jadi Kalapas tidak hadir dan sampai peristiwa terjadi, sampai kami pulang, Kalapas tidak hadir," ujar Anggota Ombudsman RI Syafrida Rachmawati dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (24/9/2026).

Setelah berhasil menembus barikade petugas dan masuk ke salah satu bangunan mewah, tim menemukan dugaan warga binaan yang menempati hunian tersebut. Kedatangan tim secara mendadak membuat penghuni kocar-kacir dan melarikan diri ke dalam kamar.

"Jadi, (rumah) yang ada salibnya itu kita masuk, nah dia mau ngobrol sama kita. Kita tanya, bapak siapa? Dia warga binaan. Nah, mau kita kejar. Begitu dia kejar, ada petugasnya lebih ramai. Kita langsung ditarik. Nah, dia itu kaget. Lompat ke dalam (kamar), dikunci," ungkap Anggota Ombudsman RI Fikri Yasin.

 

Fasilitas Mewah hingga Rencana Lapangan Mini Golf

Dari hasil penelusuran, kluster bangunan mewah tersebut berdiri di dekat rumah dinas Kepala Lapas Kelas IIA Cibinong. Tempat ini dilengkapi berbagai fasilitas berkelas, mulai dari televisi berukuran besar, pendingin ruangan (AC), hingga alat kebugaran. Tim bahkan menemukan botol minuman keras yang diletakkan di atas unit AC.

Tidak hanya itu, area tersebut rencananya akan terus dikembangkan dengan pembangunan fasilitas tambahan seperti ruang gym hingga lapangan minigolf. Berdasarkan pemeriksaan awal, para warga binaan diduga harus membayar sejumlah uang untuk bisa menikmati deretan fasilitas eksklusif ini.

 

Akses Rawan Pengawasan dan Desakan Pembongkaran

Selain fasilitas yang terlampau mewah untuk ukuran lembaga pemasyarakatan, Ombudsman menyoroti tidak adanya pagar pembatas permanen di kawasan tersebut. Lokasi hunian justru terhubung langsung dengan pemukiman warga sekitar melalui area semak-semak dan rumpun bambu. Kondisi ini dinilai sangat rawan menjadi jalur keluar-masuk liar tanpa pengawasan petugas.

Menindaklanjuti temuan fatal ini, Ombudsman RI menegaskan dan meminta secara resmi kepada pihak Lapas Cibinong untuk segera merobohkan seluruh bangunan mewah tersebut dalam jangka waktu maksimal satu bulan.

 

Itje Trisnawati, Legenda Dangdut Tanah Air Pelantun "Duh Engkang"

Iki Radio — Nama Hj. Itje Trisnawati tentu sudah tidak asing lagi di telinga para pencinta musik dangdut Tanah Air. Penyanyi kelahiran 27 Maret 1963 ini dikenal sebagai salah satu biduanita berparas cantik dengan karakter suara yang khas. Sosoknya sukses mengukir sejarah sebagai legenda dangdut yang karya-karyanya tetap dikenang hingga kini.

Mengawali kariernya sejak tahun 1979, popularitas Itje meroket tajam setelah bertemu dengan pelawak sekaligus Koordinator Acara Aneka Ria Safari, Eddy Sud. Lewat tangan dingin Eddy yang dikenal piawai mencetak artis sukses, karier musik Itje makin menanjak pesat hingga mereka berdua memutuskan untuk menikah.

Sepanjang perjalanan musiknya, Itje telah merilis puluhan album hits yang laris manis di pasaran. Beberapa lagu ikoniknya yang begitu populer di akhir era 80-an hingga 90-an antara lain "Duh Engkang", "Enggak Lagi Lagi Ah", "Madu Merah", "Dana Asmara", hingga "Satu Malam". Tak hanya dangdut, ia juga merambah genre pop dan lagu daerah. Selain bernyanyi, Itje sempat menguji bakat aktingnya lewat beberapa judul film layar lebar seperti Aduh Aduh.. Mana Tahaaan (1980) dan Mystics in Bali (1981).

Namun, perjalanan asmara sang legenda tidak semulus kariernya di panggung hiburan. Setelah membina rumah tangga selama kurang lebih 23 tahun dan dikaruniai dua orang anak (Eka Sutrisna & Ety Suryawati), pernikahan Itje dan Eddy Sud berakhir dengan perceraian.

Tiga bulan berselang, Itje kembali merajut asah dengan menikahi seorang pengusaha ruang pamer mobil, Agung Indra Permana Sarwono. Sayangnya, takdir berkata lain. Di saat keduanya tengah mempersiapkan rencana comeback Itje ke industri musik dangdut, Agung meninggal dunia pada tahun 2007 akibat penyakit jantung.

Meski harus melewati berbagai dinamika kehidupan dan kepedihan, kontribusi Itje Trisnawati dalam seni musik Indonesia tak tergantikan. Karya-karya emasnya tetap menjadi bagian penting dalam sejarah perkembangan musik dangdut di Indonesia.

 

KSP Dudung Abdurachman Tampung 11 Aspirasi Buruh, Siap Diteruskan ke Kementerian dan DPR

Iki Radio — Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Dudung Abdurachman menerima perwakilan organisasi buruh guna menampung 11 poin aspirasi terkait perlindungan serta kesejahteraan pekerja di Indonesia. Pemerintah berkomitmen menindaklanjuti masukan tersebut ke pihak terkait.

"Aspirasi-aspirasi yang disampaikan tentunya kami catat dan nanti akan kami komunikasikan, kita koordinasikan dengan kementerian terkait," kata Dudung, Kamis (24/9/2026).

Poin-poin yang disampaikan para perwakilan buruh mencakup perundang-undangan perlindungan tenaga kerja yang berpihak kepada buruh, kepastian kerja, hingga pencegahan penyalahgunaan sistem outsourcing, kontrak, dan pemagangan.

Selain itu, buruh menyuarakan tuntutan mengenai upah layak, perlindungan pekerja platform, jaminan pesangon, kebebasan berserikat, keselamatan kerja, penegakan hukum bagi pelanggar hak buruh, serta kepastian status pekerja honorer yang telah mengabdi bertahun-tahun.

"Rekan-rekan buruh juga meminta upah yang layak, perlindungan pekerja platform, jaminan pesangon, dan kebebasan berserikat," ujar Dudung.

Aspirasi lainnya mencakup perlindungan buruh perempuan, pembukaan kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas, serta penyediaan pelatihan keterampilan guna menghadapi era otomatisasi.

Dudung memastikan KSP bakal mengawal seluruh masukan tersebut agar sampai ke lembaga berwenang dan pembuat kebijakan. "KSP akan melakukan koordinasi agar aspirasi ini sampai kepada kementerian, lembaga, dan para pemangku kepentingan yang berwenang, terutama ke DPR RI ya," sebutnya.

Ia menegaskan bahwa pemerintah dan pekerja memiliki muara tujuan yang sama, yaitu menciptakan dunia kerja yang adil, produktif, dan sejahtera. Menurutnya, perlindungan pekerja harus berjalan selaras dengan keberlangsungan usaha, penciptaan lapangan kerja, serta pertumbuhan ekonomi nasional.

Pemerintah juga siap terbuka terhadap masukan maupun kritik, serta menganggap perbedaan pandangan dalam pembahasan kebijakan sebagai hal yang wajar.

"Yang terpenting komunikasi tidak terputus dan setiap persoalan kita selesaikan melalui dialog," kata Dudung.

 

close
Pasang Iklan Disini