Iki Radio/Berita Terbaru

Iki Yang Paling/Ngetop

Iki Ceritanya/Orang Terkenal

KLIK DISINI

Iki Dibaca Juga/Jangan Lewatkan

Iki Terbaru/Paling Greeess

KPBU APJ Kabupaten Madiun, Bupati Targetkan Tambah 4.000 Titik Lampu

Iki Radio – Pemerintah Kabupaten Madiun terus mematangkan proyek Alat Penerangan Jalan (APJ) melalui skema Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU). 

Bupati Madiun, Hari Wuryanto, bersama Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kabupaten Madiun, Achmad Hariyanto Mayangkoro, memberikan arahan dalam acara Pemantauan Bersama Proyek APJ di Ruang IT Puspem Kabupaten Madiun, Rabu (1/7/2026).

Kegiatan yang digelar bersama PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PII) (Persero) ini turut dihadiri oleh Deputi Direktur Keuangan PT PII M. Rido beserta jajaran, Direktur PT Tri Tunggal Madiun Terang, Kepala Dinas Perhubungan Suryanto, serta sejumlah pimpinan OPD dan Kepala Bagian terkait. 

Acara diawali dengan paparan dari Kadishub mengenai hasil monitoring Inspektorat terhadap proyek KPBU APJ tahun 2026.

Deputi Direktur Keuangan PT PII, M. Rido, memberikan apresiasi tinggi kepada Pemkab Madiun yang dinilai sukses mengeksekusi proyek APJ dengan skema KPBU. Keberhasilan ini bahkan kerap dijadikan percontohan nasional maupun internasional.

“Kami selalu mempromosikan keberhasilan KPBU APJ ini kepada daerah lain, dan mereka sangat tertarik. Bahkan, KPBU APJ Kabupaten Madiun telah mendapatkan pengakuan internasional dari Korea Selatan,” ungkap M. Rido.

Bupati Madiun Hari Wuryanto, menambahkan bahwa setelah berjalan selama tiga tahun, proyek KPBU APJ ini berjalan dengan sangat baik dan menjadi primadona bagi daerah lain untuk melakukan studi banding. 

Kendati demikian, Bupati menegaskan pentingnya evaluasi berkala.

"Jika setelah evaluasi ternyata ditemukan hal-hal yang masih kurang, harus segera dilakukan perbaikan. Monitoring ini esensinya adalah untuk mencari solusi terbaik," tegas Bupati Hari Wuryanto.

Keberhasilan proyek ini tidak hanya berdampak pada estetika wilayah, namun juga efisiensi anggaran daerah yang sangat signifikan. Berdasarkan data teknis, proyek KPBU APJ ini berhasil mencatatkan penghematan biaya energi yang cukup besar mencapai Rp 662,8 juta (23,56%). Dengan realisasi biaya energi hanya mencapai 76,44% dari batas maksimum yang ditetapkan.

Bupati berharap hasil dari penghematan anggaran energi tersebut dapat dialokasikan untuk kegiatan produktif lainnya. Lebih lanjut, pihaknya menargetkan perluasan cakupan penerangan di wilayah Kabupaten Madiun.

"Saya berharap akan ada penambahan 4.000 titik APJ baru, sehingga Kabupaten Madiun benar-benar ‘terang benderang’," imbuhnya.

Rencana penambahan 4.000 titik APJ baru tersebut mendapat dukungan penuh dari aparat penegak hukum. 

Kajari Kabupaten Madiun, Achmad Hariyanto Mayangkoro, menyatakan kesiapannya untuk mengawal proyek strategis ini dari hulu ke hilir.

"Kami siap memberikan pendampingan mulai dari tahapan perencanaan hingga pelaksanaan terhadap penambahan 4.000 titik tersebut. Proyek ini sepenuhnya untuk kepentingan masyarakat, terbukti mampu mengurangi daya energi secara besar, dan di sisi lain turut meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Madiun," pungkas Kajari.(ir)

Hari Bhayangkara ke-80, Gubernur Apresiasi Peran Polri Dukung Pembangunan Aceh

Iki Radio - Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem), menyampaikan ucapan selamat Hari Bhayangkara ke-80 sekaligus mengapresiasi dedikasi Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat sebagai fondasi utama pembangunan daerah.

Ucapan tersebut disampaikan Mualem melalui Juru Bicara Pemerintah Aceh, Nurlis Effendi, di Banda Aceh, Rabu (1/7/2026).

Menurut Mualem, Polri merupakan mitra strategis pemerintah dalam mendukung pelaksanaan pembangunan di berbagai sektor. Stabilitas keamanan yang terjaga dinilai menjadi faktor penting dalam menciptakan iklim yang kondusif bagi pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Mualem juga mengapresiasi langkah Kepolisian Daerah (Polda) Aceh yang dinilai mampu mengintegrasikan nilai-nilai budaya lokal dalam pelaksanaan tugas kepolisian melalui identitas Polda Aceh Meutuah.

"Hal tersebut menunjukkan adanya perpaduan antara kebijakan nasional, arahan pimpinan, dan nilai-nilai budaya Aceh. Filosofi ini menempatkan kepolisian sebagai institusi yang berakar pada budaya, berlandaskan syariat, serta mengedepankan pelayanan kepada masyarakat," ujar Mualem.

Ia menilai berbagai inovasi yang dilakukan Polri, khususnya Polda Aceh, mencerminkan pendekatan kepolisian yang adaptif terhadap karakteristik masyarakat sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.

Lebih lanjut, Mualem mengatakan berbagai langkah yang dilakukan Polda Aceh merupakan bagian dari implementasi konsep kolaborasi pentahelix, yakni sinergi antara pemerintah, akademisi, dunia usaha, masyarakat, dan media dalam mendukung pembangunan serta penyelesaian berbagai persoalan publik.

Menurutnya, tantangan pembangunan tidak dapat diselesaikan oleh satu pihak saja. Pemerintah dan kepolisian berperan sebagai regulator, fasilitator, dan penyusun kebijakan, sementara akademisi menghadirkan riset dan inovasi. Dunia usaha berkontribusi melalui investasi dan teknologi, masyarakat menjadi mitra dalam partisipasi pembangunan, sedangkan media berperan menyebarluaskan informasi sekaligus mengedukasi publik.

Mualem berharap sinergi antarlima unsur tersebut terus diperkuat untuk menciptakan Aceh yang semakin aman, nyaman, dan kondusif bagi pembangunan.

"Kolaborasi yang kuat akan menjadi modal penting dalam mempercepat pembangunan daerah. Dengan kondisi keamanan yang terjaga, pertumbuhan ekonomi dapat meningkat dan kesejahteraan masyarakat Aceh akan semakin baik," tutupnya.

Polri Ungkap 464 Kasus Migas, Selamatkan Kerugian Negara Rp756 Miliar

Iki Radio -  Kepolisan Republik Indonesia (Polri) mengungkap 464 tindak pidana di bidang minyak dan gas (migas) sepanjang 2026 dengan menetapkan 594 tersangka.

Anggota Polri mengikuti upacara peringatan HUT Ke-80 Bhayangkara di Pusat Latihan Brimob Polri, Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Rabu (1/7/2026). Polri menggelar peringatan HUT Ke-80 Bhayangkara bertema 80 Tahun Pengabdian Polri untuk Masyarakat yang diisi dengan upacara, parade, penganugerahan tanda kehormatan, defile, serta pameran alat utama dan alat khusus produksi dalam negeri. (ANTARA FOTO)


Dari penindakan tersebut, Polri berhasil menyelamatkan potensi kerugian keuangan negara yang diperkirakan mencapai lebih dari Rp756 miliar. 

"Sepanjang tahun 2026, kami telah mengungkap 464 tindak pidana bidang energi, dan menetapkan 594 tersangka," kata Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo saat memberikan sambutan pada Upacara Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 di Satlat Brimob Polri, Cikeas, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, Rabu (1/7/2026).

Kapolri menjelaskan, dalam pengungkapan kasus tersebut, Polri menyita berbagai barang bukti, antara lain 669 ribu liter solar, 80 ribu liter Pertalite, serta sekitar 30 ribu tabung LPG berbagai ukuran.

Menurut dia, keberhasilan itu merupakan bagian dari upaya penegakan hukum di sektor energi yang dilakukan secara profesional dan berkeadilan.

Ia menambahkan, salah satu perkara menonjol yang berhasil diungkap, ialah penyalahgunaan pengangkutan 120.000 liter biosolar bersubsidi. Dalam kasus tersebut, polisi mengamankan barang bukti berupa satu kapal tanker, dua unit kapal SPOP, serta tujuh truk transporter.

Selain melalui penegakan hukum, Polri juga berkontribusi mendukung terwujudnya swasembada energi nasional dengan menerapkan penghematan energi di lingkungan perkantoran dan memanfaatkan compressed natural gas (CNG) pada 50 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG) Polri.

Atalia Praratya Kecam Keras Lagu Ciptaan Bupati Purwakarta

Iki Radio - Anggota DPR RI Komisi VIII, Atalia Praratya mengecam Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein yang akrab disapa Om Zein yang membuat lagu bernada merendahkan perempuan.


Dia bertambah geram karena lagu yang merendahkan perempuan itu dibuat kepala daerah di Jawa Barat.

Dalam unggahan di akun Instagram @ataliapr, Atalia Praratya mengunggah lagu ciptaan Om Zein berjudul 'Lalaki Langit, Lalanang Bejat' yang diunggah pada 19 Januari 2026.

Matan istri Ridwan Kamil itu menilai lagu tersebut bukanlah karya, akan tetapi mencerminkan pola pikir yang merusak.

Atalia Praratya pun mempertanyakan lagu tersebut apakah karya atau bukan karena sangat merendahkan perempuan. Dia pun menjelaskan lirik lagu tersebut dan artinya. Dalam lagu tersebut menceritakan bahwa lahir sebagai lelaki lebih baik dibandingkan perempuan.

Dalam lagu itu, perempuan direndahkan dengan perbandingannya yaitu keguguran, pakaian dalam, datang bulan. Serta kebiasaan perempuan merias diri yang dampaknya sulit melihat dengan jelas.

"Jujur saya tidak habis pikir, sepositif apapun saya memaknai lagu ini. Saya tidak menemukan sedikit pun ruang untuk menganggap lirik ini sebagai bentuk penghormatan kepada perempuan," ungkap Atalia Praratya, Rabu (1/7/2026).

Menurutnya, dari banyak pilihan kata dalam bahasa Sunda dan pesan yang mengangkat nilai kehidupan, kenapa narasi yang merendahkan perempuan yang dipilih.

Atalia Praratya mengatakan budaya Sunda dibangun di atas nilai silih asah, silih asuh, silih wawangi.

Dia pun memiliki keyakinan budaya Sunda tidak pernah mengajarkan untuk menertawakan beban biologis perempuan.

"Hari ini kita mati-matian melawan budaya patriarki yang merendahkan perempuan. Namun justru narasi sangat patriarkal lahir dari karya seorang kepala daerah," pungkasnya. 

Berikut lirik lagu 'Lalaki Langit, Lalanang Bejat':

Nuhun Gusti//Tos nyiptakeun kuring jadi lalaki//Cacak mun jadi awewe//Es-Em-Pe Kelas Tilu/

Nuhun Gusti//Tos nyiptakeun kuring jadi lalaki//Teu kudu meuli kutang//Itu busana leuwih gede batan susu/

Nuhun Gusti//Tos nyiptakeun kurng jadi lalaki//Teu kudu ngaprak-ngaprak apotek//Alatan telat bulan/

Nuhun Gusti//Tos nyiptakeun kuring jadi lalaki//Teu kudu ngalukis halis jeung bulu mata//Sakalina ngiceup hese beunta/

Lalaki langit//Lalaki bejad/

Terima kasih Tuhan//Sudah menciptakan aku jadi laki-laki//Andai saja jadi perempuan//SMP kelas tiga//Sudah keguguran tujuh kali/

Terima kasih Tuhan//Sudah menciptakan aku jadi laki-laki//Tidak usah membeli bra//Yang busanya lebih besar daripada payudara/

Terima kasih Tuhan//Sudah menciptakan aku jadi laki-laki//Tidak usah keluyuran mencari apotek//Karena telat bulan datang (datang bulan)/

Terima kasih Tuhan//Sudah menciptakan aku jadi laki-laki//Tidak usah melukis alis dan bulu mata//yang sekali berkedip susah melek/

Lelaki langit//Lelaki bejat/. 

Hari Jadi ke-458, Kajari Kabupaten Madiun: Momentum Kuatkan Kolaborasi dan Inovasi Menuju "BERSAHAJA"

Iki Radio – Memperingati Hari Jadi ke-458, Kabupaten Madiun mengusung semangat baru yang tertuang dalam tema "Berinovasi dan Berkolaborasi untuk Kabupaten Madiun Bersahaja".

Momentum ini menjadi pemacu bagi seluruh elemen daerah untuk bersatu padu dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat yang merata.

Untuk mencapai visi dan misi besar tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor.

Pemkab Madiun menyadari bahwa roda pemerintahan dan pembangunan tidak akan bisa berjalan optimal jika bergerak sendirian.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kabupaten Madiun, Achmad Hariyanto Mayangkoro, S.H., menyampaikan, kolaborasi aktif dengan berbagai stakeholder atau pemangku kepentingan adalah harga mati demi kemajuan daerah.

"Untuk mencapai tujuan visi dan misi Kabupaten Madiun, tentu diperlukan kolaborasi yang kuat dengan stakeholder lain. Pemerintah daerah tidak mungkin bisa berjalan sendiri," ujar Achmad Hariyanto Mayangkoro, Rabu (1/7/2026).

Lebih lanjut dikatakan bahwa setiap instansi dan lembaga negara harus mengambil peran aktif sesuai dengan Tugas Pokok dan Fungsi (Tupoksi) masing-masing.

Kejaksaan Negeri sendiri siap mengawal, mendukung, dan memberikan pendampingan hukum agar program-program pembangunan berjalan tepat sasaran, transparan, dan akuntabel.

Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Madiun, Achmad Hariyanto Mayangkoro, S.H.

Selain kolaborasi, pilar penting yang disoroti dalam hari jadi ke-458 ini adalah inovasi. Kabupaten Madiun dituntut untuk terus melahirkan terobosan dan hal-hal baru yang memberikan manfaat nyata bagi hajat hidup orang banyak.

Inovasi yang diciptakan bukan sekadar formalitas, melainkan harus berdampak langsung pada peningkatan ekonomi, pelayanan publik, dan kesejahteraan sosial masyarakat, sejalan dengan slogan BERSAHAJA (Bersih, Sehat, Sejahtera).

Diharapkan adanya kolaborasi dengan memperkuat komunikasi horizontal antara Pemkab, Forkopimda (termasuk Kejaksaan Negeri), sektor swasta, dan masyarakat. Setiap lembaga negara bergerak simultan sesuai porsinya untuk saling melengkapi, bukan saling tumpang tindih.

Serta terus melakukan inovasi secara berkelanjutan dengan mendorong digitalisasi pelayanan dan kemudahan akses bagi warga Madiun guna mewujudkan masyarakat yang bersahaja.

Dengan usia yang kian matang, 458 tahun menjadi bukti ketangguhan Kabupaten Madiun. Melalui tangan-tangan yang saling bergandengan dan pemikiran yang terus berinovasi, target Kabupaten Madiun yang maju dan BERSAHAJA (Bersih Sehat dan Sejahtera) kini bukan lagi sekadar impian, melainkan target nyata yang siap dicapai bersama.

“Selamat hari jadi Kabupaten Madiun ke 458. Mari berinovasi dan berkolaborasi untuk Kabupaten Madiun bersahaja,” pungkasnya.(ir)

 

Lepas Calon PMI Lewat Jalur Legal, Bupati Madiun: Jaga Nama Baik Daerah dan Cari Keberkahan

Iki Radio – Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Disnakerin) Kabupaten Madiun menggelar sosialisasi dan pemberian informasi terkait Kegiatan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI) baik Pra maupun Purna Penempatan tahun 2026, di Ruang Eka Kapti, Pusat Pemerintahan (Puspem) Mejayan di Caruban pada Selasa (30/6/2026).

Acara ini diikuti oleh 45 peserta calon PMI, dimana sebagian besar dari mereka direncanakan bertolak dengan negara tujuan penempatan ke Hongkong dan Taiwan.

Hadir langsung dalam kegiatan tersebut, Bupati Madiun Hari Wuryanto, didampingi Wakil Bupati Purnomo Hadi, untuk memberikan pengarahan secara langsung. 

Turut mendampingi, Asisten Pemerintahan dan Kesra Soedjiono, Kepala Disnakerin Kabupaten Madiun Arik Krisdiananto, serta perwakilan dari P2MI (Pelindungan Pekerja Migran Indonesia) dan enam P3MI (Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia).

Bupati Madiun Hari Wuryanto menekankan pentingnya menempuh jalur resmi (legal) bagi seluruh calon PMI yang akan berangkat ke luar negeri. Beliau meminta agar seluruh persyaratan administrasi diselesaikan dengan benar sebelum keberangkatan.

“Sepanjang PMI yang berangkat adalah legal, maka negara akan memberikan perlindungan penuh dari hulu hingga hilir,” tegas Bupati.

Bupati juga mengupas tuntas mengenai hak dan kewajiban PMI, jaminan sosial, hingga kepastian pelatihan kompetensi yang wajib diterima oleh calon PMI sebelum resmi diterbangkan ke negara tujuan.

Bupati juga menitipkan pesan agar para pekerja migran senantiasa fokus pada tujuan awal mereka, yaitu meningkatkan perekonomian keluarga.

“Dalam bekerja ini kita mencari keberkahan, jangan dilatarbelakangi niat yang kurang baik. Tujuan kita bekerja adalah menyejahterakan keluarga, sehingga jangan sampai penghasilan dihambur-hamburkan, dan jangan terpengaruh dengan budaya yang tidak sehat. Tolong jaga nama baik Kabupaten Madiun,” pesannya.

Sebagai langkah antisipasi keselamatan, Bupati mengingatkan agar para PMI wajib menyimpan nomor kontak darurat penting, mulai dari PT (P3MI) yang memberangkatkan, pihak P2MI, hingga layanan pengaduan Disnakerin Kabupaten Madiun. 

Hal ini penting agar jika terjadi hal-hal yang merugikan di perantauan, komunikasi untuk mendapat perlindungan hukum bisa berjalan cepat.

Senada dengan Bupati, Wakil Bupati Madiun Purnomo Hadi mengimbau agar para calon PMI pandai dalam menjaga diri dan membentengi diri dari pengaruh budaya luar yang negatif.

Wabup Purnomo juga memberikan catatan khusus mengenai manajemen keuangan (financial management) yang bijak. 

Menurutnya, kepandaian mengelola penghasilan selama di luar negeri adalah kunci utama agar cita-cita menyejahterakan keluarga di kampung halaman dapat benar-benar terwujud secara berkelanjutan.(ir)

Produk UMKM Kabupaten Madiun Bersiap Tembus Jaringan Ritel Nasional Alfamart

Iki Radio – Produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) asli Kabupaten Madiun kini memiliki peluang besar untuk nampang di rak-rak minimarket dan swalayan modern. 

Langkah strategis ini menyusul langkah masif Pemerintah Kabupaten Madiun dalam program Peningkatan Kapasitas UMKM Menuju Kemitraan dengan Pengusaha Besar.

Melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Pemkab Madiun menghadirkan manajemen ritel raksasa, PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (Alfamart), dalam sebuah forum kemitraan yang digelar di Ruang Retno Dumilah pada Selasa (30/6/2026).

Agenda ini sengaja dirancang untuk memberdayakan sekaligus membuka gerbang lebar bagi para pelaku UMKM lokal agar mampu masuk ke dalam rantai pasok perusahaan nasional.

Wakil Bupati Madiun, Purnomo Hadi, menegaskan bahwa Pemkab Madiun berkomitmen penuh agar seluruh supermarket dan minimarket yang beroperasi di wilayah Madiun wajib berkolaborasi dan bersinergi untuk menampung produk UMKM setempat.

Lebih dari sekadar pasar lokal, melalui kemitraan ini, produk unggulan Kabupaten Madiun yang berhasil memenuhi standar kualitas dan kontinuitas produksi berkesempatan dipasarkan ke jaringan ritel Alfamart di seluruh Indonesia.

“Jadi nanti produk UMKM di Kabupaten Madiun diharapkan dapat dijual di gerai-gerai Alfamart di seluruh Indonesia. Dengan kualitas dan kontinuitas produksi, yang utama adalah menjaga *trust* (kepercayaan). Monggo, ini tantangan, UMKM harus siap. Artinya kolaborasi siap, Alfamart siap membantu,” ungkap Wabup Purnomo Hadi.

Demi memastikan program ini berjalan maksimal dan tidak mandek di tengah jalan, Pemkab Madiun menginstruksikan seluruh camat dan perangkat daerah terkait untuk bergerak cepat, menyisir dan memetakan produk unggulan di setiap desa dan kecamatan.

Selanjutnya juga diminta mengadakan pembahasan rutin agar tindak lanjut kerja sama dengan pihak ritel bisa terealisasi lebih cepat.

Menariknya, dalam acara ini, para pelaku usaha yang hadir tidak datang dengan tangan kosong. Mereka langsung membawa sampel produk masing-masing untuk diverifikasi dan dikurasi langsung oleh pihak swalayan serta dinas terkait demi memastikan kelayakan pasar.

Pemkab Madiun mengimbau agar para pelaku UMKM tidak gentar menghadapi persaingan pasar modern. 

Pemerintah daerah menegaskan komitmennya untuk terus memberikan intervensi positif, pendampingan, dan solusi nyata demi menaikkan kelas produk-produk lokal Kabupaten Madiun.(ir)

BSI Optimistis Penempatan SAL Perkuat Ketahanan Ekonomi Nasional

Iki Radio - PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BRIS) atau BSI mengapresiasi kebijakan pemerintah melalui Kementerian Keuangan yang menempatkan Saldo Anggaran Lebih (SAL) di sektor perbankan. Kebijakan tersebut dapat memperkuat likuiditas perbankan sehingga kapasitas pembiayaan kepada sektor produktif meningkat dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.


Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo mengatakan stabilitas ekonomi tidak hanya ditopang oleh kebijakan fiskal yang kuat, tetapi juga sinergi antara pemerintah dan industri perbankan.

Menurut dia, pengelolaan SAL yang optimal membutuhkan dukungan sistem keuangan yang sehat. "Di sinilah kolaborasi pemerintah dan industri perbankan menjadi penting, yakni menjaga likuiditas, memperkuat kepercayaan pasar, dan memastikan aliran dana tetap mendukung aktivitas ekonomi, dunia usaha, serta pembangunan nasional," ujar Anggoro dalam keterangan resmi Selasa (30/6/2026).

Sebagai bagian dari Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), Anggoro mengatakan BSI siap mendukung kebijakan pemerintah melalui layanan keuangan syariah yang inklusif. Menurut dia, langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat ketahanan ekonomi nasional sekaligus memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

"Kami mengapresiasi kepercayaan Pemerintah kepada BSI. Amanah ini kami optimalkan untuk memperkuat pembiayaan produktif sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat dan pelaku usaha," kata Anggoro.

Ditambahkannya, penempatan SAL juga membantu menurunkan biaya dana (cost of fund) sehingga perbankan memiliki ruang untuk menjaga pembiayaan tetap kompetitif. Dengan demikian, masyarakat maupun pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dapat memperoleh akses pembiayaan yang lebih terjangkau sehingga aktivitas ekonomi terus bertumbuh.

Di tengah dukungan likuiditas tersebut, BSI menyatakan tetap menjaga fundamental pendanaan melalui penguatan dana murah atau current account saving account (CASA). Upaya itu ditopang oleh Tabungan Haji, pengembangan Islamic ecosystem, serta percepatan layanan digital. Perseroan juga terus memperluas pembiayaan pada segmen ritel, UMKM, dan konsumer. Selain itu, BSI memperkuat pendapatan berbasis komisi melalui bisnis emas sebagai bank syariah pertama yang telah memiliki izin bullion.

Hingga April 2026, BSI mencatat Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar Rp 382 triliun atau tumbuh 17,90 persen secara tahunan (year on year/yoy). Pertumbuhan tersebut ditopang kenaikan tabungan sebesar 22,02 persen menjadi Rp 165 triliun. Dengan capaian tersebut, rasio CASA BSI tercatat sebesar 63,48 persen.

Pada sisi penyaluran pembiayaan, BSI membukukan pembiayaan sebesar Rp 332 triliun atau meningkat 15,59 persen secara tahunan. Perseroan juga menyebut kualitas aset tetap terjaga, tercermin dari rasio pembiayaan bermasalah atau non-performing financing (NPF) gross yang membaik menjadi 1,80 persen.

Sebagai mitra strategis pemerintah, BSI menyatakan terus mendukung berbagai program prioritas nasional melalui penyaluran pembiayaan ke sejumlah sektor. Program tersebut meliputi pembiayaan UMKM, Kredit Usaha Rakyat (KUR), koperasi, Program Makan Bergizi Gratis (MBG), hingga pembiayaan rumah bersubsidi.

"Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen BSI untuk memperkuat ekonomi rakyat sekaligus memperluas inklusi keuangan syariah di Indonesia," pungkas Anggoro.

close
Pasang Iklan Disini