Iki Radio – Ratusan anak dari berbagai daerah di Kabupaten Madiun, memilih mengisi libur sekolah dengan mengikuti kegiatan khitan massal, yang digelar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun, Selasa (23/6/2026).
Kegiatan yang dilaksanakan dalam rangkaian Hari Jadi ke 458 Kabupaten Madiun ini, digelar secara serentak di tiga lokasi berbeda.
Hal ini dilakukan untuk menjangkau seluruh wilayah dan memudahkan akses bagi para peserta agar tidak terkendala jarak.
Ketiga lokasi itu masing masing RSUD Caruban untuk peserta dari Kecamatan Mejayan, Saradan, Pilangkenceng, Wonoasri, Sawahan, Gemarang, dan Balerejo.
RSUD Dolopo untuk peserta dari Kecamatan Dolopo, Kebonsari, Dagangan, Geger, Kare, dan Jiwan. Dan di Joglo Desa Sendangrejo Kecamatan Madiun, untuk peserta dari wilayah Kecamatan Wungu dan Kecamatan Madiun.
Pelaksanaan di tiga titik tersebut ditinjau dan dipimpin langsung oleh jajaran pimpinan daerah Kabupaten Madiun untuk memastikan seluruh proses berjalan aman dan lancar.
Di RSUD Dolopo, kegiatan dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Madiun, dr. Purnomo Hadi. Sementara di Joglo Sendangrejo, jalannya khitanan massal dipimpin oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Madiun, Sigit Budiarto.
Adapun di RSUD Caruban, pemantauan dilakukan oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra, Soedjiono, dengan dihadiri langsung oleh Ketua TP PKK Kabupaten Madiun, Erni Hari Wuryanto.
Agenda tahunan ini sukses menyedot antusiasme tinggi dari warga. Jumlah pendaftar bahkan melonjak hingga melampaui target awal yang telah ditentukan oleh panitia.
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Madiun, Soedjiono, mengungkapkan bahwa pendaftaran yang dibuka melalui camat di masing-masing wilayah mendapat respons yang sangat positif.
Momentum pelaksanaan yang bertepatan dengan masa libur sekolah dinilai menjadi salah satu pemicu tingginya partisipasi masyarakat.
"Target awal kita sebenarnya 290 anak, tetapi Alhamdulillah saat ini pendaftar sudah mencapai 306 anak. Pendaftar ini adalah anak-anak yang memang berminat dan berani," ujar Soedjiono di RSUD Caruban.
Demi memberikan pelayanan terbaik dan menjamin keamanan medis para peserta, pihak rumah sakit telah menyiagakan tim medis yang kompeten.
Direktur RSUD Caruban, drg. Farid Amirudin, menjelaskan bahwa pihaknya menerjunkan puluhan personel khusus demi menyukseskan agenda ini.
"Khusus di RSUD Caruban, kami melibatkan 3 dokter spesialis, 2 dokter umum, dan 22 perawat untuk menangani para peserta khitan," tegas drg. Farid.
Kegiatan khitanan massal ini merupakan wujud nyata kepedulian Pemkab Madiun dalam membantu masyarakat, khususnya keluarga yang membutuhkan.
Selain meringankan beban ekonomi orang tua dalam pemenuhan syariat agama, kegiatan ini juga krusial bagi kesehatan reproduksi anak sejak dini.
"Ya memang anak-anak kan mesti harus dikhitan. Lah, ini upaya pemerintah kabupaten untuk membantu yang memang butuh. Harapannya, generasi muda Kabupaten Madiun ke depan bisa tumbuh menjadi anak-anak yang lebih sehat, berkualitas, soleh, tangguh, dan handal," pungkas Soedjiono.
Respons positif juga datang dari para peserta. Salah satunya Syahrul (10), anak asal Desa Klumutan, Kecamatan Saradan. Ia mengaku senang bisa mengikuti program ini tanpa rasa takut.
"Ya senang, kebetulan pas libur sekolah. Jadi nanti pas masuk (sekolah) sudah sembuh," katanya polos sembari tersenyum.(ir)






.jpeg)
.jpeg)















