Iki Radio/Berita Terbaru

Iki Yang Paling/Ngetop

Iki Ceritanya/Orang Terkenal

KLIK DISINI

Iki Dibaca Juga/Jangan Lewatkan

Iki Terbaru/Paling Greeess

Serentak, Korlantas Polri Gelar Operasi Patuh 26 Oktober–8 November 2026, Lawan Arus Jadi Sasaran Utama

JAKARTA, Iki Radio — Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri bersiap menggelar Operasi Patuh 2026 secara serentak di seluruh wilayah Indonesia mulai Senin, 26 Oktober hingga Minggu, 8 November 2026. Selama 14 hari pelaksanaan, pihak kepolisian akan memperketat pengawasan terhadap berbagai jenis pelanggaran lalu lintas yang berpotensi memicu kecelakaan.


Operasi ini mengusung tema “Polisi Bersama Masyarakat Mewujudkan Lalu Lintas yang Tertib, Aman dan Berkeselamatan” dengan mengedepankan pendekatan humanis, edukasi keselamatan, serta pengawasan internal yang ketat.


Kepala Korlantas Polri, Brigjen Pol. Aries Syahbudin, menegaskan bahwa indikator keberhasilan operasi tahun ini bukan didasarkan pada seberapa banyak pengendara yang ditilang, melainkan pada tingkat kesadaran masyarakat.


“Kita tidak mengukur keberhasilan dari besarnya jumlah penindakan, tetapi dari perubahan perilaku masyarakat yang semakin tertib dan patuh terhadap aturan lalu lintas,” ujar Aries di Jakarta, Jumat (23/10/2026).


Jadwal Penyesuaian dan Penindakan Berbasis Daerah

Sebelumnya, Operasi Patuh 2026 sempat dijadwalkan pada 8–21 Juni 2026. Namun, Korlantas Polri memutuskan untuk menggeser jadwal pelaksanaan ke akhir Oktober setelah mengevaluasi serangkaian agenda nasional, termasuk pengamanan Hari Bhayangkara serta persiapan menjelang Natal dan Tahun Baru.


Meskipun digelar secara nasional, pelaksanaan teknis serta fokus prioritas pelanggaran disesuaikan dengan dinamika dan karakteristik lalu lintas di masing-masing Polda dan Polres.


Sasaran Prioritas Pelanggaran

Salah satu pelanggaran yang menjadi sorotan utama Korlantas Polri adalah tindakan melawan arus, karena dinilai sangat berbahaya dan berisiko tinggi memicu tabrakan fatal.


Sebagai gambaran umum sasaran penindakan di daerah (seperti yang diterapkan Polda Sulawesi Selatan melalui Operasi Patuh Pallawa 2026), terdapat sembilan prioritas pelanggaran yang menjadi perhatian khusus:

  • Pengendara sepeda motor tidak menggunakan helm standar (SNI).
  • Pengemudi dan penumpang mobil tidak memakai sabuk keselamatan (seatbelt).
  • Menggunakan ponsel saat berkendara.
  • Berkendara melawan arus lalu lintas.
  • Pengendara di bawah umur atau tidak memiliki SIM.
  • Menggunakan knalpot tidak sesuai spesifikasi teknis (knalpot brong).
  • Mengemudikan kendaraan di bawah pengaruh alkohol atau narkoba.
  • Sepeda motor berpenumpang lebih dari satu orang (berboncengan tiga atau lebih).
  • Menggunakan pelat nomor (TNKB) yang tidak sesuai ketentuan.

Selain itu, kelengkapan surat-surat administratif seperti SIM dan STNK yang masih berlaku juga tetap menjadi bagian utama dari pemeriksaan.


Pengoptimalan ETLE dan Transparansi Penindakan

Dalam pelaksanaannya, kepolisian mengoptimalkan penegakan hukum berbasis elektronik melalui Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE), baik kamera statis maupun perangkat seluler petugas. Kendati demikian, masyarakat diimbau tidak menganggap penindakan hanya mengandalkan kamera otomatis.


Skema penindakan manual dan teguran simpatik tetap diberlakukan sesuai kebijakan masing-masing wilayah. Sebagai contoh, Polda Jawa Timur berencana menerapkan tilang manual mulai pekan kedua Operasi Patuh Semeru 2026, sementara Polda Kalimantan Tengah lebih mengutamakan ETLE dan teguran persuasif tanpa tilang di tempat.


Guna menjaga profesionalisme dan mencegah penyimpangan di lapangan, Korlantas Polri menginstruksikan agar setiap tindakan tilang didampingi oleh personel Provos. Petugas juga diimbau untuk selalu bersikap santun, responsif, dan memberikan solusi yang baik saat melayani pengendara.


Imbauan Bagi Pengguna Jalan

Menjelang dimulainya Operasi Patuh 2026, seluruh pengguna jalan diimbau untuk memeriksa kembali kelayakan kendaraan serta kelengkapan dokumen berkendara. Pengendara diharapkan senantiasa mengutamakan keselamatan dan mematuhi aturan lalu lintas secara konsisten, bukan hanya saat ada petugas atau kamera pengawas di jalan raya.

Sah! Plt Walikota Madiun Bagus Panuntun Resmi Sandang Gelar Sarjana Hukum

MADIUN, Iki Radio — Pelaksana Tugas (Plt) Walikota Madiun, Bagus Panuntun, resmi menyandang gelar Sarjana Hukum (S.H.) setelah dilantik dalam Wisuda Sarjana ke-71 dan Ahli Madya ke-47 Universitas Merdeka (Unmer) Madiun, Sabtu (24/10/2026).

Acara yang berlangsung di Graha Sumiarto Laksono Unmer Madiun tersebut meluluskan sebanyak 339 wisudawan dan wisudawati dari berbagai program studi.

Pangdam V/Brawijaya, Mayjen TNI Piek Budyakto, dalam sambutannya yang dibacakan oleh Danrem 081/DSJ Kolonel Inf Erwin Agung, menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat atas pencapaian para lulusan.

"Selaku Ketua Pembina Yayasan Perguruan Tinggi Merdeka dan secara pribadi, saya mengucapkan selamat dan sukses kepada seluruh wisudawan dan wisudawati yang telah menyelesaikan pendidikan di kampus ini," ujar Pangdam dalam amanatnya.

Pangdam menekankan bahwa keberhasilan ini tidak lepas dari kerja keras, kesungguhan para wisudawan, serta dukungan penuh dari orang tua. Ucapan terima kasih juga ditujukan kepada Yayasan Pendidikan Tinggi Merdeka Madiun (Yapertimma), Rektor, para dosen, serta seluruh sivitas akademika yang telah berdedikasi mendidik dan menanamkan nilai-nilai keilmuan serta kebangsaan.

Lebih lanjut, Pangdam berharap para lulusan Unmer Madiun mampu menjadi motor penggerak dalam menciptakan iklim yang kondusif di tengah masyarakat.

Danrem 081/DSJ Kolonel Inf Erwin Agung mengingatkan para wisudawan agar tidak larut dalam euforia kelulusan. Menurutnya, wisuda merupakan awal dari tantangan baru di dunia nyata.

"Harapan kami nantinya para wisudawan dan wisudawati tidak terlena dengan suasana euforia yang berlebihan, karena tantangan ke depan tidaklah mudah. Mereka harus terus mengasah kemampuan, kreativitas, dan kemampuan beradaptasi," tegas Erwin.

Ia menambahkan, keberhasilan di masa depan sangat ditentukan oleh kemauan untuk terus belajar dan berinovasi.

"Barang siapa yang mau terus belajar dan berinovasi, serta mampu menangkap peluang usaha dengan mengolaborasikan keilmuan, maka merekalah yang akan berhasil," pungkasnya.


Aktivitas Gunung Merapi Sepekan: Kubah Lava Bertambah, Suplai Magma Masih Berlangsung

YOGYAKARTA, Iki Radio — Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta melaporkan adanya peningkatan volume kubah lava barat daya Gunung Merapi sebanyak 9.400 meter kubik selama periode pengamatan 16–22 Oktober 2026. Dengan penambahan tersebut, total volume kubah lava di puncak Merapi kini mencapai 4.187.400 meter kubik.

Sementara itu, untuk kubah lava tengah, pengamatan visual terkendala oleh asap tebal. Pihak BPPTKG masih menggunakan acuan volume pekan sebelumnya, yaitu sebesar 2.369.600 meter kubik.

"Kami kemudian menganggap volumenya masih sama dengan volume pekan sebelumnya," ujar Kepala BPPTKG Yogyakarta, Agus Budi Santosa, dalam keterangan tertulisnya pada Sabtu (24/10/2026).

Berdasarkan hasil analisis foto termal, suhu pada kubah lava barat daya tercatat mencapai 295,7 derajat Celsius, sedangkan suhu kubah lava tengah berada pada angka 296,3 derajat Celsius.

Selama sepekan pengamatan, BPPTKG mencatat telah terjadi 32 kali guguran lava yang mengarah ke beberapa hulu sungai:

Sungai Boyong: 3 kali guguran (jarak luncur hingga 2.000 meter).

Sungai Krasak: 10 kali guguran (jarak luncur hingga 2.000 meter).

Sungai Bebeng: 1 kali guguran (jarak luncur hingga 1.800 meter).

Sungai Sat/Putih: 18 kali guguran (jarak luncur hingga 2.000 meter).

Selain guguran lava, teramati pula asap kawah berwarna putih dengan intensitas tipis hingga sedang bertekanan lemah, membumbung setinggi 25 hingga 375 meter dari puncak. Cuaca di area puncak umumnya cerah pada pagi dan malam hari, namun cenderung berkabut di sore hari.

Dari segi kegempaan, BPPTKG merekam 53 kali gempa vulkanik dangkal (VTB), 418 kali gempa fase banyak (MP), 1 kali gempa frekuensi rendah (LF), 17 kali gempa tremor, 469 kali gempa guguran (RF), dan 13 kali gempa tektonik (TT). Meski intensitas kegempaan sepekan terakhir tercatat lebih rendah dibanding periode sebelumnya, suplai magma dinilai masih terus berlangsung.

Atas pertimbangan kondisi tersebut, BPPTKG masih mempertahankan status aktivitas Gunung Merapi pada Level III (Siaga).

Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas guguran yang mengancam sektor selatan–barat daya, meliputi Sungai Boyong (maksimal 5 km), serta Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng (maksimal 7 km). Pada sektor tenggara, potensi ancaman meliputi Sungai Woro (maksimal 3 km) dan Sungai Gendol (5 km). Jika terjadi letusan eksplosif, lontaran material vulkanik diperkirakan dapat menjangkau radius hingga 3 km dari puncak.

BPPTKG mengimbau masyarakat untuk selalu memantau informasi resmi terkait perkembangan aktivitas Gunung Merapi serta mematuhi seluruh rekomendasi pencegahan di area zona potensi bahaya.

Atasi Kekurangan Pegawai Akibat Pensiun, Bupati Madiun Ajukan Tambahan PPPK ke Pusat

MADIUN, Iki Radio — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun terus berupaya mengoptimalkan penataan dan pemenuhan kebutuhan Sumber Daya Manusia (SDM) di lingkungan pemerintahan daerah. 

Hal ini dilakukan guna mengantisipasi berkurangnya jumlah Pegawai Negeri Sipil (PNS) akibat purna tugas atau pensiun yang mencapai rata-rata 280 orang setiap tahunnya.

Bupati Madiun, Hari Wuryanto, menyampaikan bahwa untuk menutupi kekurangan tenaga kerja tersebut, pihak Pemkab Madiun melalui Badan Kepegawaian Daerah (BKD) telah mengajukan usulan penambahan pegawai ke pemerintah pusat, khususnya melalui jalur Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

"Setiap tahun ada sekitar 280 pegawai yang purna tugas. Kita sudah mengajukan ke pusat melalui BKD untuk mendapatkan tambahan tenaga, salah satunya memanfaatkan penerimaan PPPK yang diharapkan dapat membantu roda pelayanan," ujar Hari Wuryanto, Sabtu (24/10/2026).

Meski demikian, Hari menegaskan bahwa proses rekrutmen dan penerimaan tenaga PPPK tetap memperhitungkan kemampuan APBD daerah. Pemkab Madiun menerapkan sistem seleksi yang ketat dan disesuaikan dengan kebutuhan prioritas organisasi.

"Karena adanya keterbatasan anggaran, kita mengambilnya betul-betul selektif dan disesuaikan dengan kebutuhan riil di lapangan," jelasnya.

Selain rekrutmen pegawai baru, Pemkab Madiun juga fokus pada penataan jabatan pimpinan melalui implementasi Manajemen Talenta. Metode ini diterapkan dalam penunjukan kepala atau pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) hingga pejabat tingkat kecamatan.

Menurut Hari, penerapan manajemen talenta bertujuan agar penempatan pejabat dilakukan secara obyektif berdasarkan kompetensi yang dimiliki masing-masing ASN, sehingga tidak lagi memerlukan uji kompetensi yang berulang.

"Manajemen talenta ini kita pakai untuk penetapan pimpinan OPD maupun pimpinan wilayah di kecamatan. Dari hasil pemetaaan kompetensi, mereka bisa langsung ditunjuk untuk mengisi jabatan yang sesuai. Penempatannya dipastikan sesuai dengan kompetensi masing-masing," pungkasnya.

Top

Dari Komunitas Semara Budaya hingga WYC 2026: Misi Lifia Membumikan Aksara Bali dan Literasi

JAKARTA, Iki Radio — Di tengah pesatnya tren digital dan budaya populer yang digandrungi generasi muda, Ni Made Lifia Kristina (21) justru memilih jalan pemuda yang berbeda. Peserta Wirasena Youth Camp (WYC) 2026 asal Bali ini mendedikasikan dirinya untuk menghidupkan kembali aksara Bali yang perlahan mulai ditinggalkan oleh anak muda di tanah kelahirannya.

Bagi Lifia, aksara Bali bukan sekadar deretan simbol ornamental di papan nama jalan, melainkan media penyimpan sejarah, filosofi, dan warisan nilai leluhur. Melihat semakin berkurangnya anak muda yang mampu membaca dan memahami makna di balik goresan aksara tersebut, Lifia mendirikan komunitas Semara Budaya (Sarang Belajar Aksara dan Budaya) pada 2025.

"Dari kecil saya memang dekat dengan aksara Bali lewat pelatihan dan pasraman. Namun, semakin dewasa, saya melihat aksara ini mulai ditinggalkan karena dianggap tidak menarik, tidak relevan, bahkan tidak gaul," ujar Lifia saat mengikuti kegiatan WYC 2026 di Artotel Hotel, Taman Ismail Marzuki, Cikini, Jakarta, Jumat (23/10/2026).

Melalui Semara Budaya, gadis yang juga berprofesi sebagai Master of Ceremony (MC) dan coach public speaking ini menggelar pelatihan rutin bulanan bagi anak-anak di berbagai desa di Bali. Tak hanya itu, pengalaman sebagai fasilitator di tempat wisata Rumah Anyar juga ia manfaatkan untuk memperkenalkan aksara Bali kepada wisatawan asing melalui penulisan nama tradisional. Pendekatan interaktif ini diharapkan dapat menjadi pintu masuk agar generasi muda melihat aksara Bali sebagai keterampilan yang menarik dan bernilai praktis.

Lifia menegaskan pentingnya menjaga kemampuan membaca aksara Bali, mengingat sebagian besar pengetahuan dan sejarah Bali tersimpan dalam naskah lontar. "Mengenalkan aksara Bali berarti membuka kembali akses generasi muda terhadap kekayaan pengetahuan leluhur mereka," ungkapnya.


Membangun Kolaborasi dan Jejaring Literasi

Meski berawal dari gerakan mandiri bersama rekan-rekannya, Lifia memanfaatkan keikutsertaannya dalam WYC 2026 untuk memperluas jejaring. Ia berharap dapat membuka peluang kolaborasi dengan pemerintah daerah, khususnya Dinas Pendidikan di Bali, guna memperluas jangkauan ruang belajar.

Di samping pelestarian aksara, Lifia juga menaruh perhatian besar pada penguatan budaya literasi untuk menangkal penyebaran hoaks. Ke depan, ia berencana mengembangkan Semara Budaya agar turut memfasilitasi kegiatan klub baca buku bagi anak muda.

Selama mengikuti forum tingkat nasional tersebut, Lifia mengaku memetik banyak pelajaran berharga dari interaksi bersama peserta dari berbagai penjuru Indonesia, termasuk memadukan nilai gotong royong khas Bali dengan semangat kemandirian anak muda perkotaan.

"Tempat ini layaknya laboratorium belajar. Kita tidak hanya belajar dari fasilitator, tetapi juga dari sesama peserta. Semuanya adalah guru, tempat ini adalah sekolah, dan pengalamannya menjadi pelajaran," tutur Lifia.

Ia berharap program Wirasena Youth Camp dapat terus berlanjut setiap tahunnya untuk melahirkan pemuda-pemuda yang berani berkolaborasi demi daerah masing-masing.

"Warisan budaya tidak cukup hanya dikenang atau dipajang. Ia perlu dipelajari, dipahami, dan diwariskan kembali agar tetap hidup di tangan generasi berikutnya," pungkas Lifia.

Atasi Karhutla 11 Ribu Hektare, Pemprov Jatim Gelar Rakor Bersama BNPB dan TNI

BATU, Iki Radio — Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus memperkuat sinergi dan kolaborasi antarlembaga untuk menangani bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) secara terpadu serta komprehensif. Langkah ini ditegaskan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Penanganan Karhutla Jawa Timur yang dipimpin langsung oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Kantor Wali Kota Batu, Jumat (23/10/2026).

Rakor tersebut turut dihadiri oleh Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Kristomei Sianturi dan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Tandyo Budi Revita.

Dalam arahannya, Gubernur Khofifah menekankan pentingnya koordinasi erat antara pemerintah daerah, BNPB, TNI, Polri, serta elemen masyarakat. Menurutnya, penanganan karhutla tidak boleh sebatas aksi pemadaman saat api berkobar, melainkan membutuhkan kesiapsiagaan dan perencanaan jangka panjang.

“Tahun ini karhutla terjadi di Taman Baluran, Gunung Raung, Gunung Argopuro, Gunung Bromo, dan Gunung Arjuno, maka kita lakukan perencanaan jangka panjang untuk mitigasi bencana ini,” ujar Khofifah.

Berdasarkan data situasi dan sebaran karhutla di Jawa Timur, tercatat sebanyak 184 kejadian kebakaran dengan total luas lahan terdampak mencapai 11.449 hektare yang tersebar di 26 kabupaten. Kebakaran melahap sejumlah kawasan pegunungan penting, seperti Gunung Bromo, Arjuno, Semeru, Butak, hingga Gunung Ijen.

Guna menanggulangi kondisi tersebut, Pemprov Jatim telah menerapkan serangkaian strategi terpadu. Selain pemadaman darat, operasi udara juga digencarkan melalui pemanfaatan *drone water spray* serta pengeboman air (*water bombing*) yang didukung BNPB. Di samping itu, Pemprov Jatim bekerja sama dengan Kementerian Kehutanan dan BMKG menyelenggarakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang menyasar wilayah Gunung Ijen, Arjuno-Welirang, Gunung Butak, dan sekitarnya.

Tidak hanya mengandalkan pendekatan sains dan teknis, Pemprov Jatim juga mengimbau masyarakat menempuh ikhtiar spiritual melalui salat istisqa untuk memohon diturunkannya hujan. Imbauan ini diperkuat dengan diterbitkannya Surat Edaran Gubernur Jawa Timur Nomor 400.8.1/37860/011.2/2026 tentang Pelaksanaan Istisqa.

“Berbagai langkah ikhtiar itu semua adalah bagian dari upaya terpadu Pemprov Jatim untuk memperkuat penanganan karhutla, semoga ikhtiar ini membuahkan hasil,” kata Khofifah.

Langkah terpadu Pemprov Jatim mendapat apresiasi dari Kepala BNPB Letjen TNI Kristomei Sianturi. Ia menilai kombinasi antara sains, kearifan lokal, dan pendekatan keagamaan merupakan formulasi yang tepat dalam mengantisipasi bencana.

“Salat istisqa merupakan bagian dari pendekatan spiritual yang bisa kita padukan dengan pendekatan ilmiah. Keduanya saya yakin bisa berjalan bersama dalam menghadapi karhutla,” tutur Kristomei.

Kristomei juga menegaskan kesiapan BNPB untuk terus memberikan dukungan armada *water bombing* sesuai kebutuhan lapangan. Ia sekaligus mengimbau keras warga agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar.

“Jangan ada pembakaran lagi karena dampaknya merugikan kita semua. Banyak dampak negatif yang kita rasakan, sementara saudara-saudara kita juga berupaya memadamkan api,” tegasnya.

Dukungan penuh juga disampaikan KSAD Jenderal TNI Tandyo Budi Revita. Ia menginstruksikan jajaran TNI untuk siap membantu Pemda dalam upaya preventif maupun pemadaman di lapangan.

“Kami siap membantu Pemerintah Daerah dalam menangani karhutla di Jatim. Kita harus yakin dengan kekuatan kita sendiri, harus bersama-sama gotong royong menangani karhutla,” tandas Jenderal Tandyo.

Rakor tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi Jatim sekaligus Kepala BPBD Jatim Adhy Karyono, Kepala Pelaksana BPBD Jatim Gatot Soebroto, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jawa Timur.

Sang Juara Bertahan Melaju: Denting Alunan Mendayu Kembali Tembus Grand Final Dai Cilik 2026

MADIUN, Iki Radio – Siswi SMPN 2 Kota Madiun, Denting Alunan Mendayu, kembali membuktikan kemampuannya dengan melangkah ke babak Grand Final Festival Dai Cilik 2026 tingkat SMP/MTs se-Madiun Raya.

Penampilan Denting A M, saat grand final Dai Cilik 2025 (dok)

Denting berhasil masuk ke jajaran lima besar perwakilan Kota Madiun bersama empat peserta lainnya setelah melalui tahap penyisihan yang ketat.

Hari ini, Sabtu (24/10/2026), sebanyak 30 peserta terbaik—yang terdiri dari lima utusan masing-masing wilayah di Kota Madiun, Kabupaten Madiun, Ngawi, Magetan, Ponorogo, dan Pacitan—akan saling adu bakat dan pencerahan untuk menjadi yang terbaik di babak pungkasan yang digelar di Plaza Madiun.

Langkah Denting menuju panggung utama tahun ini menyedot perhatian publik. Pasalnya, pada helatan Festival Dai Cilik 2025 lalu, ia berhasil keluar sebagai Juara Pertama. Penampilannya kala itu sukses memikat dewan juri lewat penguasaan materi yang mendalam, gaya penyampaian yang komunikatif, serta ketepatan durasi waktu.

Akankah Denting berhasil mempertahankan mahkota juaranya di tahun ini, atau justru lahir juara baru ? 

Polda Jatim Serahkan Kembali Motor Curian kepada Pemiliknya

SURABAYA, Iki Radio – Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim) bersama jajaran mengembalikan dua unit sepeda motor hasil pengungkapan kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) dalam rangkaian Operasi Sikat Semeru 2026 kepada pemiliknya, Jumat (23/10/2026).

Kedua kendaraan yang diserahkan kembali tersebut adalah Honda Vario 125 warna putih milik Firman, warga Kecamatan Panggungrejo, Kota Pasuruan, serta Honda Beat warna hitam milik Lutvia Mutiyani, warga Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang.

Wakapolda Jatim, Kombes Pol Feri Handoko Soenarso, dalam konferensi pers menyampaikan bahwa pengembalian kendaraan ini merupakan bagian dari wujud pelayanan Polri serta tindak lanjut atas laporan masyarakat.

"Pengembalian kendaraan ini merupakan bentuk komitmen kami dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, khususnya bagi warga yang menjadi korban tindak kejahatan," ujar Kombes Pol Feri Handoko.


Bekerja Cepat dan Profesional

Salah satu korban, Firman, mengungkapkan rasa bahagianya setelah motornya yang hilang pada Jumat (26/6/2026) dini hari berhasil ditemukan dalam waktu singkat oleh pihak kepolisian.

"Saya sangat berterima kasih kepada jajaran Polda Jatim, khususnya Unit 3 Subdit 3 Jatanras, yang sudah bekerja cepat dan profesional sehingga motor saya yang dicuri bisa kembali," tutur Firman.

Apresiasi serupa disampaikan oleh Lutvia Mutiyani. Sepeda motor miliknya sempat digondol pencuri saat ia sedang bekerja. Setelah memeriksa rekaman CCTV dan melapor ke Polsek Tirtoyudo, kendaraannya berhasil ditemukan.

"Terima kasih kepada Kapolda Jatim beserta seluruh jajaran yang telah menangani dan menemukan motor saya. Semoga kepolisian terus menjadi pelindung dan pengayom masyarakat yang dapat diandalkan," ungkap Lutvia.

Polda Jatim terus mengimbau kepada masyarakat yang menjadi korban tindak kejahatan pencurian agar tidak ragu untuk segera melapor ke kantor polisi terdekat agar dapat ditindaklanjuti secara cepat sesuai prosedur.

close
Pasang Iklan Disini