Iki Radio/Berita Terbaru

Iki Yang Paling/Ngetop

Iki Ceritanya/Orang Terkenal

KLIK DISINI

Iki Dibaca Juga/Jangan Lewatkan

Iki Terbaru/Paling Greeess

Pemerintah Salurkan Bantuan Beras 30 Kg untuk Kuartal IV 2026, Sasar 33,2 Juta Penerima

JAKARTA, Iki Radio — Pemerintah resmi menyetujui penyaluran bantuan pangan berupa beras sebanyak 30 kilogram (kg) untuk alokasi periode Oktober hingga Desember 2026. 

Bantuan ini disiapkan bagi sekitar 33,2 juta Penerima Bantuan Pangan (PBP) yang terdaftar dalam kelompok desil 1 hingga 4 berdasarkan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menjelaskan bahwa bantuan untuk tiga bulan tersebut akan dialokasikan sekaligus, sehingga setiap keluarga penerima manfaat akan langsung mendapatkan 30 kg beras.

"Pemerintah menyiapkan sekitar satu juta ton beras untuk memenuhi kebutuhan bantuan pangan pada kuartal IV 2026," ungkap Kemenko Bidang Pangan melalui laman resminya.


Kelanjutan Program Pangan Nasional

Penyaluran pada akhir tahun ini merupakan kelanjutan dari program bantuan pangan beras yang sebelumnya telah disalurkan pada periode Februari–Maret dan Juli–September 2026. Dengan dibukanya alokasi Oktober–Desember, maka total cakupan bantuan pangan beras sepanjang tahun 2026 mencapai alokasi selama delapan bulan.

Berdasarkan publikasi resmi Badan Pangan Nasional (Bapanas) per 9 September 2026, target total penerima bantuan pangan beras sepanjang tahun ini mencapai sekitar 33,24 juta keluarga. Untuk memenuhi kebutuhan alokasi tiga bulan terakhir ini, diperkirakan stok beras yang dikeluarkan mencapai 997 ribu ton.


Sasaran Kelompok Desil 1–4

Bantuan pangan beras ini dikhususkan bagi masyarakat miskin dan rentan yang tergolong dalam kelompok desil 1 hingga desil 4 berdasarkan DTSEN.

Desil 1: Mencakup 10 persen keluarga dengan tingkat kesejahteraan terendah.

Desil 2–4: Mencakup kelompok keluarga dengan tingkat kesejahteraan yang relatif lebih tinggi bertahap, namun masih memerlukan dukungan sosial.

Pemerintah menegaskan bahwa kriteria desil menjadi acuan utama pengelompokan tingkat kesejahteraan sosial-ekonomi. Meski demikian, penentuan akhir penerima manfaat tetap mengacu pada data verifikasi penerima yang telah ditetapkan secara resmi oleh pemerintah agar penyaluran bantuan tepat sasaran.


19 Oktober 1999 : Jejak Sejarah, Timor Timur Resmi Lepas dari Indonesia Setelah 24 Tahun Berintegrasi

JAKARTA, Iki Radio — Tanggal 19 Oktober 1999 menjadi momen bersejarah dalam perjalanan bangsa Indonesia. Pada hari tersebut, Timor Timur secara resmi melepaskan statusnya sebagai provinsi ke-27 Republik Indonesia. Keputusan ini mengakhiri masa integrasi wilayah tersebut di bawah pemerintahan Indonesia yang berlangsung selama hampir seperempat abad sejak 1976.

Pelepasan Timor Timur bermula dari dinamika politik era Reformasi di bawah pemerintahan Presiden B.J. Habibie. Guna menyelesaikan konflik politik dan diplomasi internasional yang berlarut-larut, pemerintah Indonesia menawarkan dua opsi kepada masyarakat Timor Timur: menerima otonomi khusus di dalam NKRI atau memisahkan diri secara damai.

Hasil Jajak Pendapat PBB

Melalui jajak pendapat (referendum) yang diselenggarakan oleh badan PBB United Nations Mission in East Timor (UNAMET) pada 30 Agustus 1999, sebanyak 78,5% suara (344.580 pemilih) menyatakan menolak usulan otonomi khusus. Hanya 21,5% suara (94.388 pemilih) yang memilih tetap berintegrasi dengan Indonesia.

Hasil referendum tersebut kemudian diresmikan oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI pada 19 Oktober 1999 dengan mencabut Ketetapan MPR No. VI/MPR/1978 tentang Pengukuhan Penyatuan Timor Timur ke dalam Wilayah Negara Republik Indonesia.

"Keputusan pelepasan ini diambil demi menghormati hak menentukan nasib sendiri bagi rakyat Timor Timur serta menegakkan prinsip-prinsip demokrasi," ujar salah satu dinamika pembahasan sidang MPR kala itu.

Penyerahan Kekuasaan dan Transisi Kemerdekaan

Setelah pengesahan pencabutan status provinsi tersebut, wilayah Timor Timur diserahkan kepada United Nations Transitional Administration in East Timor (UNTAET) sebagai otoritas transisi PBB. Masa transisi ini berlangsung hingga Timor Timur secara resmi memproklamirkan kemerdekaannya sebagai negara Timor Leste pada 20 Mei 2002.

Sejarah mencatat, Timor Timur pertama kali terintegrasi ke Indonesia pada 17 Juli 1976 pasca-dekolonisasi Portugal dan konflik sipil antar-faksi politik lokal. Meskipun integrasi tersebut berakhir pada Oktober 1999, ikatan sejarah, budaya, dan hubungan diplomatik bilateral antara Indonesia dan Timor Leste tetap terjalin erat hingga hari ini.


Swasembada Pangan di Era Prabowo-Gibran, Pemerintah Resmi Hentikan Impor Beras

JAKARTA, Iki Radio — Pemerintah Indonesia secara resmi menghentikan impor beras umum atau beras reguler dalam dua tahun masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Kebijakan strategis ini diambil seiring dengan keberhasilan Indonesia dalam mencapai swasembada pangan nasional.

Deputi Bidang Kemitraan dan Hubungan Media Badan Komunikasi (Bakom), Kurnia Ramadhana, menyatakan bahwa pencapaian ini didukung oleh lonjakan produksi beras dalam negeri yang sangat signifikan.

"Produksi beras nasional pada 2025 mencapai 34,69 juta ton, naik 13,29 persen dibandingkan dengan tahun 2024. Sepanjang 2025, Indonesia tidak melakukan impor beras umum untuk konsumsi," ujar Kurnia di Jakarta, Minggu (18/10/2026).

Kurnia menambahkan, pada akhir tahun 2025, Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dikelola oleh Perum Bulog tercatat aman berada di angka 3,248 juta ton. Tren positif ini diperkirakan terus berlanjut pada 2026 dengan proyeksi produksi beras mencapai 34,77 juta ton—melampaui estimasi kebutuhan nasional sebesar 31,10 juta ton.

Reformasi Tata Kelola Pertanian dan Pupuk

Keberhasilan mempertahankan ketersediaan pasokan beras domestik tanpa bergantung pada impor tidak lepas dari serangkaian terobosan dan kebijakan strategis yang diusung Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam perbaikan tata kelola serta efisiensi distribusi.

Pemerintah mengambil langkah konkret dengan memangkas 145 regulasi penyaluran pupuk bersubsidi yang selama ini dinilai membelenggu proses distribusi kepada para petani. Selain mempermudah birokrasi, pemerintah juga menurunkan Harga Eceran Tertinggi (HET) pupuk bersubsidi sebesar 20 persen untuk menekan biaya produksi sektor pertanian.

Penguatan Ketahanan Pangan Pesisir

Tidak hanya berfokus pada sektor pangan darat seperti beras, pemerintah turut memperkuat ketahanan pangan nasional dari sektor kelautan dan perikanan melalui program pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP).

Sepanjang tahun 2025, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) sukses menyelesaikan pembangunan 100 lokasi KNMP, dengan 65 lokasi di antaranya telah memasuki tahap uji coba operasional.

Pemerintah menggenjot pembangunan infrastruktur perikanan ini dengan menargetkan tambahan 1.386 lokasi KNMP baru hingga akhir tahun 2026. Langkah ini diharapkan mampu mendongkrak produktivitas nelayan sekaligus mengakselerasi pertumbuhan ekonomi masyarakat pesisir secara berkelanjutan.

Tawuran Memanas di Manggarai, Warung dan Sepeda Motor Dibakar Massa

JAKARTA, Iki Radio — Dua kelompok warga kembali terlibat aksi saling serang di kawasan Stasiun Manggarai, Tebet, Jakarta Selatan, pada Minggu sore (18/10/2026). Insiden yang menandai bentrokan ketiga kalinya ini berlangsung jauh lebih brutal, menyebabkan sejumlah warung serta sepeda motor warga mengalami kerusakan parah hingga dibakar massa.

Aksi saling serang tersebut meletus secara tiba-tiba dan cepat membesar. Kedua pihak yang bertikai melancarkan serangan menggunakan berbagai benda berbahaya, mulai dari lemparan batu, tembakan petasan, hingga lemparan bom molotov ke arah lawan.

"Tawuran ini yang paling parah," ujar seorang saksi mata di lokasi kejadian, Zahra, Minggu (18/10/2026). Ia menambahkan bahwa aksi pembakaran fasilitas umum dan kendaraan baru pertama kali terjadi dalam rentetan bentrokan belakangan ini. "Baru ini bakar-bakarnya," tuturnya.

Ledakan petasan, bom molotov, serta kepulan asap hitam dari kendaraan dan warung yang terbakar membuat situasi di sekitar kawasan Stasiun Manggarai sempat mencekam. Akibatnya, arus lalu lintas di sekitar Tebet terhambat total dan aktivitas warga maupun pengguna moda transportasi publik terganggu.

Aparat kepolisian yang tiba di lokasi sempat berupaya melerai dan menyekat kedua kelompok di tengah kecamuk bentrokan. Namun, emosi massa yang tersulut membuat aksi saling serang tetap berlanjut. Tawuran akhirnya baru berhasil diredam setelah pihak kepolisian melakukan pendekatan persuasif dan negosiasi intensif selama kurang lebih satu jam dengan tokoh masyarakat setempat.

Hingga Minggu malam, personel kepolisian bersenjata lengkap masih disiagakan dan melakukan penjagaan ketat di titik-titik rawan kawasan Manggarai. Penjagaan ini dilakukan guna mengantisipasi potensi tawuran susulan sekaligus memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) benar-benar kondusif.

Kecelakaan Maut Tol Ngawi-Kertosono Madiun: Minibus Rombongan Suporter PSS Sleman Tabrak Truk Tronton, 4 Meninggal Dunia

MADIUN, Iki Radio — Kabar duka menyelimuti dunia sepak bola tanah air. Rombongan suporter PSS Sleman mengalami kecelakaan maut di ruas Jalan Tol Ngawi-Kertosono, wilayah Kabupaten Madiun, Jawa Timur, pada Minggu (18/10/2026). Insiden tragis tersebut mengakibatkan empat orang suporter dilaporkan meninggal dunia.

Kecelakaan melibatkan satu unit minibus travel jenis Toyota Hiace yang membawa rombongan suporter PSS Sleman dan sebuah truk tronton pengangkut bibit kelapa.

Kasat Lantas Polres Madiun, AKP Dristica Brian Arya Leviantona, membenarkan kejadian tersebut saat dikonfirmasi. Ia menjelaskan bahwa rombongan suporter tersebut sedang dalam perjalanan dari Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), menuju Surabaya untuk mendukung tim kesayangan mereka bertanding melawan Persebaya Surabaya.

"Jadi, ada empat orang yang meninggal dunia," ujar Arya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kecelakaan bermula saat minibus yang mengangkut rombongan suporter melaju searah di belakang truk tronton. Saat melintas di lokasi kejadian, minibus diduga menabrak bagian belakang samping truk tronton yang ada di depannya.

Minibus naas tersebut merupakan kendaraan ketiga dari empat iring-iringan kendaraan rombongan suporter yang bertolak dari Sleman sejak pukul 06.00 WIB. Setiap minibus dilaporkan membawa sekitar 15 orang penumpang termasuk pengemudi.

Dampak benturan keras tersebut mengakibatkan satu penumpang meninggal dunia seketika di lokasi kejadian. Sementara itu, tiga korban lainnya mengembuskan napas terakhir saat dalam perjalanan menuju fasilitas medis.

"Satu korban tewas di lokasi kejadian usai kecelakaan. Sementara tiga korban lainnya meninggal dunia dalam perjalanan menuju rumah sakit. Korban yang meninggal dan luka-luka sudah dievakuasi ke RSUD Caruban," terang Arya.

Hingga saat ini, pihak kepolisian dari Satlantas Polres Madiun masih melakukan penyelidikan mendalam untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan tersebut. Petugas juga tengah mengumpulkan keterangan dari para korban selamat.

Kendati demikian, pihak kepolisian mengonfirmasi adanya kendala dalam proses pemeriksaan awal lantaran beberapa penumpang tidak saling mengenal secara pribadi.

"Pemeriksaan menghadapi masalah lantaran sejumlah penumpang minibus diketahui tidak saling mengenal. Jadi, mereka mengikuti perjalanan menggunakan jasa travel untuk menonton pertandingan sepak bola di Surabaya," pungkas Arya.(*)

Cegah Peredaran Narkoba, Polres Madiun Gelar Razia Gabungan di Tempat Hiburan Malam

MADIUN, Iki Radio — Kepolisian Resor (Polres) Madiun kembali menggencarkan langkah preventif guna menekan angka penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika. Langkah ini diwujudkan melalui razia gabungan skala besar yang digelar serentak di seluruh wilayah Jawa Timur pada Sabtu malam (17/10/2026).

Kegiatan pengawasan ketat tersebut menyasar sejumlah tempat hiburan dan lokasi yang disinyalir rawan menjadi titik penyalahgunaan narkoba. Salah satu lokasi sasaran utama dalam razia ini adalah Cafe di Desa Buduran, Kecamatan Wonoasri, Kabupaten Madiun.

Di lokasi sasaran, petugas gabungan langsung melakukan pemeriksaan intensif terhadap pengunjung maupun pengelola. Tak hanya itu, petugas juga menggelar tes urine secara mendadak di tempat sebagai langkah deteksi dini kemungkinan adanya pengguna atau peredaran barang haram tersebut.

Kasat Resnarkoba Polres Madiun, AKP Jauza Qodrisyam Revaro, menegaskan bahwa razia ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan Polres Madiun dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) agar tetap kondusif.

“Razia gabungan ini merupakan langkah preventif untuk mencegah penyalahgunaan narkoba sekaligus menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif. Kami akan terus berupaya melakukan pencegahan dan penindakan sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” tegasnya.


Tingkatkan Sinergi Bersama Masyarakat

Lebih lanjut, AKP Jauza menekankan bahwa upaya memutus mata rantai peredaran narkotika tidak bisa hanya mengandalkan pihak kepolisian semata. Dibutuhkan kolaborasi aktif dari seluruh lapisan elemen masyarakat, pengelola tempat usaha, hingga lingkungan keluarga.

“Peran aktif masyarakat sangat penting dalam membantu kepolisian mencegah penyalahgunaan dan peredaran narkoba. Kami mengimbau masyarakat agar menjauhi narkoba serta segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila mengetahui adanya dugaan penyalahgunaan maupun peredaran narkotika,” lanjutnya.

Razia yang berlangsung hingga dini hari tersebut diharapkan dapat menciptakan ruang publik yang aman dan sehat, khususnya bagi generasi muda di Kabupaten Madiun. 

Polres Madiun menegaskan akan terus meningkatkan intensitas patroli, pengawasan, hingga tindakan hukum tegas terhadap penyalahgunaan narkotika.

Dengan sinergi yang kuat antara kepolisian dan masyarakat, Madiun diharapkan dapat terus terjaga dari ancaman bahaya laten narkoba.

Ziarah ke Makam Marsinah di Nganjuk, Kapolri Tekankan Pentingnya Edukasi Sejarah Perjuangan Buruh

NGANJUK, Iki Radio — Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto berziarah ke makam tokoh pejuang hak-hak pekerja, Marsinah, di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (17/10/2026).

Tak sendiri, Kapolri hadir didampingi Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Kapolda Jatim Irjen Pol. Dekananto Eko Purwono, serta Presiden KSPSI Andi Gani Nena Wea.

Selain memimpin doa bersama dan tabur bunga di pusara Marsinah, Kapolri menyempatkan diri mengelilingi Kompleks Museum Ibu Marsinah dan Rumah Singgah di Desa Nglundo, Kecamatan Sukomoro. Kompleks sejarah ini sebelumnya diresmikan oleh Presiden RI Prabowo Subianto pada 16 Mei 2026.

"Keberadaan museum ini diharapkan menjadi ruang edukasi sejarah bagi masyarakat, khususnya dalam memahami perjalanan perjuangan pekerja serta nilai-nilai kemanusiaan dan keadilan sosial," ujar perwakilan rombongan saat peninjauan.

Kegiatan ini menjadi wadah bagi Polri untuk menyerap aspirasi dan membangun kedekatan dengan elemen buruh serta masyarakat Jawa Timur. Setelah menyelesaikan agenda di Nganjuk, rombongan Kapolri melanjutkan perjalanan menuju Kota Surabaya.

Karhutla Melanda 5 Kawasan Pegunungan di Jawa Timur, Tim Gabungan Dikerahkan Pemadaman Manual

SURABAYA, Iki Radio — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali mengancam kawasan pegunungan di Jawa Timur. Sebanyak lima kawasan gunung di wilayah Jatim dilaporkan membara sejak Jumat (16/10/2026) malam dan proses pemadaman masih terus berlangsung hingga Sabtu (17/10/2026) pagi.

Kawasan yang terdampak membentang dari area Gunung Bromo, lereng Gunung Arjuno-Welirang, Gunung Sigiran, hingga kawasan Tamankursi di Situbondo.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur, Satriyo Nurseno, mengonfirmasi bahwa sebaran api cukup luas di berbagai titik. Personel gabungan langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan upaya penanganan cepat.

"Tim gabungan terus memantau perkembangan titik api dan melakukan pemadaman secara manual di area pegunungan yang masih dapat dijangkau oleh jalur darat," ujar Satriyo pada Sabtu (17/10/2026).

Sebaran Titik Api di 5 Kawasan Gunung Jatim

Berdasarkan data terkini dari BPBD Jawa Timur, berikut adalah rincian titik kebakaran di beberapa wilayah kabupaten:

1. Kawasan Gunung Bromo (Kab. Probolinggo & Kab. Pasuruan)

Per Jumat malam, kebakaran di kawasan Bromo menghanguskan tiga titik utama yang melintasi batas dua kabupaten:

Kabupaten Probolinggo: Bukit Kembang (Desa Pucuk Sari) dan kawasan Gunung Ringgit (Desa Sapihkerep).

Kabupaten Pasuruan: Blok Kesiman area Lemah Pasar (Desa Wonokitri).

2. Gunung Sigiran (Kabupaten Mojokerto)

Api melanda kawasan Gunung Sigiran yang terletak di RKW 06, Desa Begaganlimo, Kecamatan Gondang. Petugas Tahura bersama BPBD Mojokerto dan Provinsi Jatim terus melakukan lokalisasi api.

"Tim gabungan di Mojokerto saat ini berupaya mencegah api merambat lebih luas dengan bergotong royong melakukan pembuatan ilaran dan sekat bakar," terang Satriyo.

3. Lereng Gunung Arjuno (Kabupaten Malang)

Titik api terpantau berkobar hebat di area Puncak Budug Asu, Desa Gunungrejo, Kecamatan Singosari. Petugas bergerak menembus jalur pendakian untuk menjangkau lokasi kobaran api.

4. Kawasan Arjuno-Welirang (Kabupaten Pasuruan)

Kebakaran juga ditemukan di area Gunung Ringgit yang masuk dalam kawasan Arjuno-Welirang wilayah Pasuruan. BPBD Provinsi Jawa Timur telah memberangkatkan Tim Reaksi Cepat (TRC) guna percepatan penanganan, asesmen, serta pemadaman darat.

5. Kawasan Tamankursi (Kabupaten Situbondo)

Selain kawasan Bromo dan Arjuno, kebakaran lahan menghanguskan area Tamankursi di Kecamatan Sumbermalang. Mengingat lokasi ini merupakan wilayah konservasi, penanganan dilakukan secara khusus melalui sinergi lintas instansi.

"Personel BPBD Provinsi Jawa Timur bersama tim BPBD Situbondo telah turun melakukan asesmen dan berkoordinasi erat dengan pihak BKSDA untuk memantau kondisi kebakaran di lokasi tersebut," pungkas Satriyo.

Upaya Pemadaman Terkendala Medan

Hingga saat ini, pemadaman difokuskan melalui jalur darat secara manual menggunakan pembuatan sekat bakar (gebyok dan ilaran) pada area pegunungan yang terjangkau. BPBD Jatim bersama BPBD Kabupaten setempat, Tahura, BKSDA, TNI/Polri, dan relawan terus bersiap dan bersiaga mengantisipasi potensi perluasan angin yang dapat mempercepat sebaran api.


close
Pasang Iklan Disini