Iki Radio/Berita Terbaru

Iki Yang Paling/Ngetop

Iki Ceritanya/Orang Terkenal

KLIK DISINI

Iki Dibaca Juga/Jangan Lewatkan

Iki Terbaru/Paling Greeess

Indonesia Kenalkan Identitas Budaya Nusantara Dalam Pembukaan Asian Games 2026

Iki Radio – Kontingen Indonesia tampil memukau dengan memamerkan keanekaragaman budaya Nusantara pada upacara pembukaan Asian Games 2026 Aichi-Nagoya di Paloma Mizuho Stadium, Nagoya, Jepang, Sabtu (19/9/2026).

Atlet basket putri, Dewa Ayu Made Sriartha Kusuma Dewi, dipercaya menjadi pemegang bendera (flag bearer) Merah Putih dalam parade defile. Ayu tampil anggun mengenakan pakaian adat dari daerah asalnya, Bali. Mendampingi di barisan depan, karateka Daniel Hutapea tampak gagah dalam balutan pakaian khas Batak lengkap dengan kain ulos yang tersampir di bahunya.

Kehadiran jajaran depan kontingen Indonesia yang mengenakan busana tradisional tersebut sukses menarik perhatian dan riuh tepuk tangan penonton di stadion.

Ayu mengungkapkan rasa bangga sekaligus terharunya atas kepercayaan besar yang diberikan kepadanya untuk memimpin parade atlet Tanah Air.

“Jujur, saya merasa sangat bangga dan terharu ketika pertama kali mendapat kabar bahwa saya dipercaya menjadi flag bearer Tim Indonesia di Asian Games 2026. Bagi saya, ini bukan hanya tentang membawa bendera, tetapi juga membawa nama dan semangat seluruh kontingen Indonesia,” ungkap Ayu.

Tugas tersebut menjadi simbol dimulainya perjuangan Tim Garuda di ajang olahraga multievent bergengsi tingkat Asia ini. Pada Asian Games 2026, Indonesia menerjunkan kekuatan sebanyak 430 atlet yang didampingi 145 ofisial dan pelatih.

Para atlet bakal bertarung di 35 cabang olahraga dengan target membawa pulang empat medali emas. Sebagai bentuk apresiasi, pemerintah menyiapkan bonus sebesar Rp3 miliar bagi atlet yang berhasil menyumbang medali emas untuk Merah Putih.

Konsep “Harmonic Heart Beat” Warnai Pembukaan Asian Games Aichi-Nagoya 2026

Iki Radio — Upacara pembukaan Asian Games Aichi-Nagoya 2026 yang digelar pada Sabtu mengusung konsep utama “Harmonic Heart Beat” atau denyut jantung yang harmonis. Konsep ini dirancang untuk merepresentasikan nilai persatuan, keramahan, dan hubungan antarmanusia di seluruh kawasan Asia maupun dunia.

Di bawah arahan Chief Creative Director sekaligus sutradara upacara, Tsutsumi Yukihiko, seremoni ini menyatukan perpaduan musik, seni pertunjukan, teknologi visual, dan semangat persahabatan.

Tsutsumi mengungkapkan rasa bangganya dapat berkontribusi untuk kota kelahirannya. Pengalaman masa kecilnya saat bermain tenis meja dan merasakan keterhubungan dengan dunia menjadi inspirasi utama dalam merancang pertunjukan ini.

"Dari Aichi-Nagoya, sebuah seremoni agung dan harmonis yang menyatukan dunia," ujar Tsutsumi mengenai semangat yang diusung dalam produksi tersebut.

Berlangsung di Nagoya City Mizuho Park Athletic Stadium—stadion di pusat kota yang memiliki ikatan erat dengan warga lokal—upacara ini menampilkan sejumlah elemen visual yang megah:

Panggung Berbentuk Hati Raksasa: Menjadi simbol utama dari "Harmonic Heart Beat" yang menggambarkan hati sebagai pusat terciptanya rasa persatuan.

Sistem Pencahayaan 360 Derajat: Menyeliutkan cahaya ke seluruh sudut stadion untuk memberikan pengalaman visual yang menyatu bagi para penonton.

Teknologi LED dan Proyeksi Video: Menghiasi panggung utama dengan tampilan visual yang dinamis dan disesuaikan dengan alur cerita teatrikal.

Menurut pihak penyelenggara, panggung "hati raksasa" tersebut lahir dari kolaborasi antara seniman, performer, mekanisme panggung, dan integrasi teknologi. Melalui keterlibatan masyarakat serta komunitas setempat, Aichi-Nagoya ingin menyampaikan pesan hangat tentang persahabatan, keramahan lokal, dan harapan untuk bergerak bersama menuju masa depan.

Aksioma Bireuen Jadi Ruang Pengembangan Bakat dan Prestasi Siswa Madrasah

Iki Radio - Ajang Kompetisi Seni dan Olahraga Madrasah (Aksioma) Kabupaten Bireue 2026 menjadi ruang bagi siswa madrasah untuk mengembangkan bakat, minat, kreativitas dan prestasi, sekaligus membentuk karakter melalui kompetisi yang menjunjung sportivitas.

Ratusan siswa dari jenjang Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA) mengikuti berbagai cabang kompetisi yang mencakup bidang keagamaan, seni, olahraga, keterampilan dan teknologi. Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Cot Gapu, Kabupaten Bireuen, Sabtu, (19/9/2026).

Bupati Bireuen, Mukhlis, saat memberikan arahan pada pembukaan Aksioma Kabupaten Bireuen  2026 di RTH Cot Gapu, Sabtu (19/9/2026), mengatakan madrasah memiliki peran penting dalam menyiapkan generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik dan keagamaan, tetapi juga memiliki kemampuan di bidang seni, olahraga dan kreativitas.

“AKSIOMA bukan sekadar ajang perlombaan biasa. Ini ruang bagi kalian untuk menunjukkan bahwa madrasah bukan hanya tempat mengaji dan belajar kitab, tetapi tempat lahirnya seniman hebat, atlet-atlet tangguh dan generasi yang berakhlak mulia sekaligus berprestasi,” kata Mukhlis.

Menurutnya, kompetisi menjadi bagian dari proses pembelajaran bagi siswa untuk mengenali kemampuan diri, membangun kepercayaan diri dan belajar menghargai orang lain. Karena itu, prestasi dalam Aksioma tidak semata-mata diukur dari perolehan juara, tetapi juga dari proses pembentukan karakter selama mengikuti kompetisi.

“Menanglah dengan rendah hati, kalahlah dengan lapang dada. Sebuah kompetisi hanyalah sarana, bukan tujuan akhir,” ujarnya.

Mukhlis menekankan, pentingnya kejujuran dan sportivitas dalam setiap pertandingan. Siswa juga diharapkan menghormati lawan, guru dan official yang mendampingi selama kompetisi berlangsung.

Pemkab Bireuen, kata Mukhlis, berkomitmen mendukung pengembangan bakat seni dan olahraga di lingkungan madrasah. Pembinaan generasi muda perlu dilakukan secara seimbang dengan memperkuat kecerdasan akademik, kemampuan fisik, kreativitas dan kematangan spiritual.

“Kita yakin, di tangan generasi yang cerdas secara akademik, kuat secara fisik dan matang secara spiritual inilah masa depan Bireuen yang lebih maju akan kita titipkan,” katanya.

Ketua Panitia Aksioma, Zulkifli, mengatakan, kompetisi tersebut dirancang untuk mengembangkan beragam potensi siswa sesuai jenjang pendidikan.

Pada tingkat MI, terdapat cerdas cermat, tahfizul Quran, kaligrafi, tilawah dan robotik. Tingkat MTs mencakup pidato bahasa Arab, pidato bahasa Inggris, sepak bola mini, cipta puisi, kaligrafi, atletik dan cerdas cermat.

Tingkat MA mempertandingkan bola voli, pidato, tahfiz, tilawah, kaligrafi, cerdas cermat, atletik 100 meter, lempar lembing dan futsal.

“Aksioma ini merupakan ajang silaturahmi sekaligus untuk mengasah bakat dan minat yang dimiliki siswa di madrasah,” ujar Zulkifli yang juga Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Bireuen.

Potensi siswa madrasah dalam bidang seni dan olahraga turut terlihat dari keterlibatan sejumlah kelompok. Drum band MTsN 4 Bireuen dari Kecamatan Peudada, misalnya, sebelumnya berhasil meraih juara pertama drum band pawai budaya dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Sanggar Jeumpa Mirah MAN 3 Bireuen juga mengembangkan kreativitas siswa melalui tarian kolosal yang melibatkan sekitar seratus siswa. Sementara pencak silat Tapak Suci melibatkan santriwan dan santriwati dari Pesantren Alzahrah, Azzanjabil dan Pesantren Terpadu Almuslim.

Melalui Aksioma, siswa memperoleh kesempatan untuk menguji kemampuan sekaligus belajar membangun kepercayaan diri, disiplin, kerja sama dan sportivitas. Interaksi antarsiswa dari berbagai madrasah juga memperkuat silaturahmi dan pengalaman kompetitif.

Pembinaan secara berkelanjutan diharapkan mampu menemukan lebih banyak bibit unggul dari lingkungan madrasah, baik di bidang olahraga, seni, keagamaan maupun keterampilan. Potensi tersebut selanjutnya dapat dikembangkan untuk berprestasi pada tingkat provinsi hingga nasional dan membawa nama Bireuen ke tingkat yang lebih tinggi.

HKG PKK ke-54, Pemkot Banjarbaru Perkuat Peran Kader di Tengah Masyarakat

Iki Radio - Pemerintah Kota Banjarbaru mendorong, penguatan peran kader Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) agar program yang dijalankan semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat.



Pesan tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Kota Banjarbaru Sirajoni dalam peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 yang dirangkai dengan Rapat Koordinasi (Rakor) Tim Penggerak (TP) PKK Kota Banjarbaru 2026 di Aula Gawi Sabarataan, Sabtu (19/9/2026).

HKG PKK ke-54 tahun ini mengusung tema “Kuatkan 10 Program Pokok PKK, Laksanakan Asta Cita, Wujudkan Indonesia Emas 2045.”

Pemerintah Kota Banjarbaru menyampaikan, apresiasi kepada pengurus dan kader PKK atas kontribusi mereka dalam menjalankan berbagai program di masyarakat.

Menurutnya, kekuatan PKK terletak pada kader yang berinteraksi langsung dengan masyarakat, mulai dari tingkat kota hingga kelompok dasawisma.

“Kekuatan PKK sebagai sebuah organisasi ada pada kader-kadernya yang dekat dengan masyarakat. Dari tingkat kota hingga dasawisma, perannya hadir dalam kehidupan sehari-hari. Kedekatan inilah yang perlu terus kita jaga, agar setiap program yang dijalankan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat dan dirasakan manfaatnya,” ujarnya.

Ia juga mendorong, kader PKK memperkuat kolaborasi dengan pemerintah melalui perangkat daerah, dunia pendidikan, dunia usaha, dan masyarakat. Kolaborasi tersebut diarahkan untuk memperkuat pelaksanaan 10 Program Pokok PKK sekaligus mendukung agenda pembangunan yang selaras dengan Asta Cita.

Sepuluh Program Pokok PKK mencakup penghayatan dan pengamalan Pancasila, gotong royong, pangan, sandang, perumahan dan tata laksana rumah tangga, pendidikan dan keterampilan, kesehatan, pengembangan kehidupan berkoperasi, kelestarian lingkungan hidup, serta perencanaan sehat.

Program-program tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas keluarga, antara lain melalui pemenuhan pangan sehat dan bergizi, peningkatan pendidikan dan keterampilan, pemeliharaan kesehatan, penguatan ekonomi keluarga, serta pengelolaan lingkungan dan kehidupan rumah tangga.

Sementara itu, Rakor TP PKK menjadi forum untuk mengevaluasi pelaksanaan program, mengidentifikasi hal-hal yang perlu diperbaiki, dan menyusun langkah lanjutan. Penguatan keluarga menjadi salah satu aspek yang ditekankan karena pembangunan di tingkat masyarakat tidak terlepas dari kondisi keluarga yang sehat, terdidik, terampil, dan saling mendukung.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut juga dilakukan penyerahan apresiasi kepada anggota PKK berprestasi sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi dan kontribusi mereka dalam menjalankan program PKK di Kota Banjarbaru.

Melalui HKG dan Rakor TP PKK, Pemkot Banjarbaru berharap, kader dapat terus menjalankan perannya secara aktif dan memastikan program PKK memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta mendukung peningkatan kesejahteraan keluarga di Kota Banjarbaru.

 

Di 100 Tahun Gontor, Presiden Prabowo Tegaskan Indonesia Tak Lagi Impor Solar dan Siap Swasembada

Iki Radio — Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan pentingnya membangun kemandirian nasional di tengah dinamika global yang diwarnai konflik dan peperangan. Hal tersebut disampaikan saat menghadiri Resepsi Kesyukuran 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, Sabtu (19/9/2026).

Presiden Prabowo Subianto menghadiri Resepsi Kesyukuran 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) yang digelar di Balai Pertemuan Pondok Modern (BPPM), Pondok Modern Darussalam Gontor Putra Kampus Pusat, Kabupaten Ponorogo, Provinsi Jawa Timur, pada Sabtu, 19 September 2026.
Foto: BPMI Setpres


Menurut Presiden, swasembada pangan dan energi merupakan fondasi utama agar Indonesia mampu berdiri di atas kaki sendiri dan tidak bergantung pada negara lain.

“Di tengah dunia yang penuh dengan konflik, bahkan perang di mana-mana, ini membuktikan bahwa kita harus swasembada pangan dan energi. Kita tidak boleh bergantung dengan bangsa lain,” ujar Presiden di hadapan ribuan santri dan undangan.


Kemandirian Pangan dan Energi

Presiden mengungkapkan bahwa Indonesia saat ini telah memiliki cadangan pangan yang cukup serta siap menghadapi tantangan cuaca ekstrem. Pemerintah telah menyiapkan langkah antisipasi terhadap ancaman El Nino dan kekeringan.

Selain pangan, terobosan besar juga dicapai di sektor energi. Presiden membeberkan bahwa Indonesia telah berhasil menghentikan impor solar dari luar negeri sejak 1 Juli lalu berkat optimalisasi sumber daya alam domestik, khususnya kelapa sawit.

“Dari mana? Dari kelapa sawit. Tanaman yang diberikan Yang Maha Kuasa kepada kita. Kelapa sawit ini the miracle plant, the miracle crop,” ungkapnya.

 

Pesan Strategis untuk Santri Gontor

Kepada para santri dan santriwati, Kepala Negara menitipkan pesan optimisme agar siap melanjutkan estafet kepemimpinan bangsa:

  • Masa Depan Cerah: Santri diminta yakin bahwa Indonesia memiliki masa depan yang kuat dan diperhitungkan dunia.
  • Waspada Media Sosial: Generasi muda diimbau untuk kritis menyaring informasi di media sosial agar tidak mudah terpancing narasi yang meruntuhkan rasa percaya diri bangsa.
  • Menjaga Kedaulatan: Seluruh elemen generasi muda harus menanamkan jiwa merdeka dan tidak sudi didikte oleh kekuatan asing.

“Kalianlah yang akan meneruskan perjuangan kita. Kita tidak mau jadi budaknya bangsa lain. Kita akan menjadi bangsa yang hebat dan berdiri di atas kaki kita sendiri,” tegas Presiden Prabowo menutup sambutannya.

 

Presiden Prabowo di 100 Tahun Gontor: Panca Jiwa Sejalan dengan Nilai Karakter Bangsa dan Akademi Militer

Iki Radio — Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menghadiri Resepsi Kesyukuran 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) yang berlangsung di Balai Pertemuan Pondok Modern (BPPM), PMDG Putra Kampus Pusat, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, Sabtu (19/9/2026).

Dalam sambutannya, Presiden menegaskan bahwa nilai-nilai pendidikan yang ditanamkan Gontor selama satu abad sangat sejalan dengan semangat pembentukan karakter bangsa. Nilai-nilai tersebut dinilai menjadi landasan vital untuk melahirkan generasi yang berintegritas, mandiri, sehat, serta peduli terhadap sesama.

Secara khusus, Kepala Negara menyoroti Panca Jiwa Gontor—keikhlasan, kesederhanaan, berdikari, ukhuwah Islamiyah, dan kebebasan—serta prinsip pendidikan karakter di lembaga tersebut.

“Panca Jiwa. Keikhlasan, kesederhanaan, berdikari, ukhuwah Islamiyah, kebebasan. Ya ini, sama ini perjuangan kita,” ujar Presiden Prabowo.

Ia bahkan membandingkan keselarasan moto dan prinsip Gontor dengan nilai-nilai pembentukan prajurit di lembaga pendidikan militer.

“Luar biasa moto ini. Ini moto yang harus berlaku saya kira di mana-mana. Kok ini sama ya dengan nilai-nilai yang ada di akademi militer kita. Iya, berbudi tinggi, harus berbudi tinggi. Jujur, ikhlas, enggak boleh jadi koruptor. Jangan pura-pura berbudi tinggi, pura-pura ikhlas, pura-pura jujur. Begitu dikasih kepercayaan jabatan, nyolong,” tegas Kepala Negara.

Presiden juga memaparkan makna mendalam dari setiap poin Panca Jiwa:

  • Keikhlasan dan Kesederhanaan: Prinsip moral utama yang harus diwujudkan dalam kepemimpinan dan kehidupan sehari-hari.
  • Berdikari: Tekad nasional agar bangsa Indonesia mampu berdiri di atas kaki sendiri.
  • Ukhuwah Islamiyah: Landasan persaudaraan dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.
  • Kebebasan: Kebebasan berpikir yang diimbangi dengan keberanian introspeksi diri untuk melihat dan mengakui kekurangan bangsa agar bisa diperbaiki.

 

Di akhir sambutannya, Presiden menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas kontribusi satu abad PMDG bagi pencerdasan kehidupan bangsa.

“Terima kasih. Gontor, selamat. Teruskan panggilan sejarah. Teruskan perjuanganmu. Berbuat yang terbaik untuk bangsa dan umat,” pungkasnya.

 

Dukungan Palestina Bergema di 100 Tahun Gontor, Presiden Prabowo Pekikkan "Free Palestine"

Iki Radio — Suasana Resepsi Kesyukuran 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) di Kabupaten Ponorogo berubah riuh, Sabtu (19/9/2026). Di tengah sambutannya di Balai Pertemuan Pondok Modern (BPPM), Presiden Prabowo Subianto menyapa satu per satu para duta besar negara sahabat yang hadir.

Presiden Prabowo Subianto memberikan sambutannya saat menghadiri Resepsi Kesyukuran 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) yang digelar di Balai Pertemuan Pondok Modern (BPPM), Pondok Modern Darussalam Gontor Putra Kampus Pusat, Kabupaten Ponorogo, Provinsi Jawa Timur, Sabtu, 19 September 2026. Foto: BPMI Setpres

Saat Presiden menyapa Duta Besar Palestina untuk Indonesia, Abdalfatah A.K. Alsattari, tepuk tangan santri, alumni, dan tamu undangan seketika bergemuruh memenuhi ruangan. Dukungan terhadap Palestina terasa begitu kuat di tengah peringatan satu abad perjalanan pesantren tersebut.

“Free Palestine! Free Palestine! Free Palestine!” pekik Presiden Prabowo dari atas mimbar yang langsung disambut teriakan serupa dari seluruh hadirin.

Mendengar hal itu, Dubes Palestina menghampiri Presiden di panggung. Sebuah keffiyeh—kain bercorak khas yang menjadi identitas perjuangan Palestina—dikalungkan ke leher Presiden Prabowo. Keduanya kemudian berpelukan erat sebelum Presiden melanjutkan sambutan dengan keffiyeh yang tetap melingkar di pundaknya.

Dalam pidatonya, Presiden menegaskan bahwa penderitaan rakyat Palestina harus menjadi pengingat bagi Indonesia tentang pentingnya membangun kekuatan nasional.

“Saya tadi ingat, saudara-saudara kita di Palestina, mereka dibantai, mereka dibom, mereka diserang terus-menerus, dan kita seolah-olah kurang berdaya untuk membantu mereka,” ujar Presiden.

Ia menekankan bahwa keprihatinan tersebut tidak boleh berhenti pada rasa simpati semata. Di hadapan keluarga besar PMDG, Kepala Negara mengajak para kiai, ulama, pendidik, dan generasi muda untuk menjadikan kondisi tersebut sebagai pemicu semangat belajar dan bekerja keras.

“Ini saya kira harus mendorong dan memicu suatu kehendak. Kehendak untuk belajar sungguh-sungguh. Kehendak untuk membangun bangsa Indonesia yang kuat karena bangsa yang tidak kuat, bangsa itu akan diinjak-injak oleh bangsa-bangsa lain,” tegasnya.

Momen emosional di perayaan satu abad Gontor ini menegaskan bahwa kepedulian terhadap kemanusiaan global harus selaras dengan ikhtiar memperkuat bangsa sendiri dari dalam.

 

TKD Ditambah, Mendagri Pastikan Gaji PPPK Daerah Aman

Iki Radio - Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Muhammad Tito Karnavian memastikan, pembayaran gaji Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di daerah kini berada dalam posisi aman setelah pemerintah pusat menyetujui tambahan Transfer ke Daerah (TKD) senilai Rp18,9 triliun.

Mendagri Tito Karnavian (ketiga dari kiri), bersama para gubernur se-Sulawesi memberikan keterangan kepada media di Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (18/9/2026). (ANTARA)

Pernyataan tersebut disampaikan Tito Karnavian melalui keterangan resmi, di sela-sela acara Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Batch II Regional Sulawesi yang digelar di Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (18/9/2026).

Menurut Mendagri Tito, langkah itu diambil guna mencegah terjadinya pemutusan hubungan kerja atau perumahan tenaga kerja PPPK oleh pemerintah daerah akibat keterbatasan fiskal daerah.

Mendagri mengungkapkan,  alokasi tambahan dana tersebut diprioritaskan bagi 540 pemerintah daerah yang mengalami kendala anggaran. 

"Saya sudah perjuangkan. Sudah bertemu langsung dengan Keuangan, pernah ketemu Presiden, sehingga kemudian diberikan tambahan TKD sebesar Rp18,9 triliun untuk 540 daerah," ujar Tito Karnavian.

Dukungan dari pusat tersebut disambut baik oleh pemerintah daerah. Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, berharap skema penganggaran PPPK ke depan dapat diintegrasikan secara berkelanjutan dalam skema Dana Alokasi Umum (DAU).

Menurutnya, peran tenaga PPPK sangat penting dalam menopang pelayan publik dasar di kawasan daerah. 

"Karena biar bagaimana, mereka banyak yang difungsikan untuk tenaga kependidikan, guru, banyak juga untuk tenaga kesehatan, dan tentu masih sangat dibutuhkan," kata Andi Sudirman.

Sebelumnya, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) masih menggodok usulan penggunaan Dana Alokasi Umum (DAU) untuk membantu pemerintah daerah yang kesulitan fiskal dalam membayar gaji Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).  

"Mungkin salah satu usulnya adalah PPPK itu bisa dibantu diselesaikan melalui DAU. Tetapi, tentu ini belum pasti, dan masih dalam penggodokan formulanya serta menunggu kebijakan dari Kementerian Keuangan," Kata Wamendagri Bima Arya Sugiarto, melalui keterangan resmi, 5 Agustus 2026 lalu.

 

close
Pasang Iklan Disini