Iki Radio - Industri air minum dalam kemasan (AMDK) menghadapi tekanan berat akibat lonjakan harga bahan baku plastik, yang dipicu gejolak energi global. Hal ini berpotensi memunculkan risiko kenaikan harga produk di tingkat konsumen.
![]() |
| ilustrasi |
Kenaikan harga plastik bahkan dilaporkan mencapai hingga 50 persen lebih, seiring meningkatnya biaya produksi berbasis minyak dan gas.
Sebagai salah satu produsen AMDK, Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Dharma Purabaya, yang dikenal dengan PDAM Kabupaten Madiun, saat ini juga tengah melakukan kajian, atas dampak dan pengaruh kenaikan harga bahan baku plastik ini.
"Bagian pengembangan usaha masih mengkajinya," ujar Direktur Utama PDAM Kabupaten Madiun, Imansyah Novianto, Sabtu (11/4/2026)
Menurutnya, saat ini belum ada perubahan yang dilakukan disisi operasional produksi dan pemasaran AMDK YOIKI. Baik itu pengurangan produksi ataupun menaikan harga jual.
"Sampai saat ini tidak ada perubahan,* lanjutnya.
Sementara itu Asosiasi Air Minum Dalam Kemasan Indonesia (Amdatara) mengungkapkan bahwa ketergantungan industri plastik terhadap bahan bakar fosil—yang mencapai lebih dari 99 persen secara global—membuat sektor ini sangat rentan terhadap fluktuasi harga energi.
Dampaknya, produsen AMDK harus menanggung lonjakan biaya bahan baku, yang dalam sejumlah kasus menembus kenaikan hingga 100 persen dalam waktu relatif singkat.
Tekanan tersebut dinilai bukan lagi bersifat sementara, melainkan telah mengarah pada tantangan struktural bagi industri.
Kenaikan biaya bahan baku diperkirakan akan mendorong harga kemasan jadi naik sekitar 25 persen hingga 50 persen, yang pada akhirnya berpotensi mengerek harga jual AMDK di pasar, terutama bagi pelaku usaha kecil dan menengah dengan kapasitas keuangan terbatas.
Diketahui, air minum YOIKI bukan sekadar profit-oriented, melainkan bagian dari inovasi pelayanan PDAM Kabupaten Madiun, untuk menyediakan air minum layak dan sehat bagi masyarakat.
Namun, dengan kualitas terbaik, air minum YOIKI telah menjangkau pasar di wilayah Madiun dan sekitarnya.
Dijual secara luas untuk memenuhi konsumsi harian masyarakat, ataupun dalam berbagai kegiatan.(*/sw/IR)





















