Iki Radio/Berita Terbaru

Iki Yang Paling/Ngetop

Iki Ceritanya/Orang Terkenal

KLIK DISINI

Iki Dibaca Juga/Jangan Lewatkan

Iki Terbaru/Paling Greeess

Stok Beras Nasional Cetak Rekor 4,4 Juta Ton, Dirut Bulog Sidak Harga di Pasar Wonokromo

Iki Radio - Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, turun langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak) harga dan ketersediaan bahan pokok penting (bapokting) di Pasar Wonokromo, Sabtu (4/4/2026) pagi. 

Langkah ini dilakukan untuk memastikan stabilitas harga pangan tetap terjaga di tengah dinamika ekonomi dan geopolitik global.

Ahmad Rizal didampingi Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kanwil Jawa Timur, Langgeng Wisnu Adinugroho, serta melibatkan berbagai unsur, mulai dari pengelola pasar, TNI dari Kodam V/Brawijaya, hingga dinas terkait seperti koperasi, UMKM, dan pertanian.

“Monitoring ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden agar tidak terjadi kenaikan harga pangan. Kami ingin memastikan langsung di lapangan bahwa kondisi tetap stabil,” ujar Ahmad Rizal di sela kegiatan.

Dari hasil pemantauan, sejumlah komoditas utama terpantau stabil, bahkan beberapa mengalami penurunan harga. Beras program SPHP masih berada pada harga terkendali. Minyak goreng merek Minyak Kita dijual sekitar Rp15.700 per liter, sementara harga telur ayam turun menjadi Rp29.000 per kilogram.

Harga ayam ras juga mengalami penurunan dari kisaran Rp34.000 menjadi sekitar Rp31.000 per kilogram. Namun demikian, terdapat kenaikan pada komoditas daging sapi.

Menanggapi hal tersebut, Bulog akan melakukan penelusuran lebih lanjut hingga ke Rumah Potong Hewan (RPH) guna mengidentifikasi penyebab kenaikan harga.

“Kami akan cek langsung ke RPH untuk mengetahui kendala yang terjadi, sehingga bisa segera diantisipasi,” jelasnya.


Stok Beras Nasional Tertinggi Sepanjang Sejarah

Lebih lanjut, Ahmad Rizal menegaskan bahwa kondisi stok pangan nasional dalam keadaan aman dan terkendali. Bahkan, stok beras Bulog saat ini mencapai 4,4 juta ton—angka tertinggi sepanjang sejarah Indonesia.

“Ini capaian yang membanggakan. Tahun lalu saat swasembada pangan, stok tertinggi berada di angka 4,2 juta ton. Sekarang sudah melampaui, dan kami prediksi bisa mencapai 5 juta ton pada akhir April atau awal Mei,” ungkapnya.

Selain menjaga stabilitas harga, Bulog juga tengah menjalankan penugasan penyaluran bantuan pangan kepada sekitar 3,3 juta penerima manfaat. Bantuan tersebut berupa beras 10 kilogram dan minyak goreng 2 liter per keluarga.

Terkait distribusi minyak goreng, Ahmad Rizal mengakui adanya keterbatasan pasokan Minyak Kita akibat alokasi Domestic Market Obligation (DMO) yang terbagi ke seluruh provinsi. Untuk itu, Bulog telah mengajukan penambahan kuota guna memperkuat distribusi di daerah.

Dalam kesempatan yang sama, tim juga melakukan pengujian sampel bahan pangan guna memastikan keamanan konsumsi. Hasil sementara menunjukkan komoditas seperti tomat, cabai rawit, sawi, dan wortel negatif dari kandungan pestisida berbahaya maupun formalin. Pengujian terhadap daging dan ayam masih berlangsung.

“Selain harga, kami juga memastikan kualitas pangan aman dikonsumsi. Dari hasil uji sampel, sejauh ini seluruhnya negatif dari zat berbahaya,” tegasnya.

Melalui kegiatan ini, Bulog menegaskan komitmennya dalam menjaga stabilitas harga, memastikan ketersediaan stok, serta menjamin keamanan pangan bagi masyarakat.

Dari Ombak hingga Rimba, Perjuangan Memadamkan Karhutla

Iki Radio - Upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Titi Akar, Kecamatan Rupat Utara, Kabupaten Bengkalis, terus berlangsung di tengah berbagai keterbatasan dan tantangan di lapangan.

Tim Manggala Agni yang diterjunkan harus menempuh perjalanan panjang untuk mencapai lokasi kebakaran. Akses menuju titik api tidak mudah, mulai dari perjalanan laut, menyusuri sungai, hingga melintasi jalur darat dengan kendaraan roda dua menuju area terdampak.

Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sumatra, Ferdian Krisnanto, mengatakan mobilisasi personel dan peralatan menjadi salah satu kendala utama dalam penanganan karhutla di wilayah tersebut.

“Pemerintah dusun dengan tangan terbuka meminjamkan satu pondok untuk kami menginap,” ujarnya, Jumat (3/4/2026).

Selama beberapa hari terakhir, tim tetap bertahan di lokasi untuk memastikan api tidak meluas, khususnya ke kawasan permukiman warga.

Kondisi di lapangan cukup menantang, terutama akibat angin kencang yang berubah arah serta keterbatasan sumber air. Untuk mengatasi hal tersebut, petugas menggunakan kombinasi peralatan, mulai dari pompa air hingga pompa punggung.

Selain pemadaman darat, upaya penanganan juga didukung melalui operasi udara berupa water bombing untuk menjangkau area yang sulit diakses.

Berdasarkan pemantauan, luas lahan yang terbakar di wilayah tersebut diperkirakan mencapai sekitar 200 hektare.

Pemerintah Provinsi Riau juga terus mengintensifkan penanganan karhutla dengan melibatkan berbagai unsur, termasuk Badan Nasional Penanggulangan Bencana, TNI, Polri, serta Manggala Agni.

Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, menyampaikan apresiasi kepada seluruh tim yang terlibat dalam penanganan karhutla.

“Saya sampaikan terima kasih kepada seluruh tim yang terus berjibaku di lapangan, termasuk saat libur Lebaran, untuk memastikan api tidak meluas,” ujarnya.

Ia menambahkan, pemerintah daerah telah berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk memperkuat dukungan, termasuk penambahan armada water bombing dan pelaksanaan teknologi modifikasi cuaca.

Upaya tersebut diharapkan dapat mempercepat penanganan karhutla sekaligus mencegah meluasnya dampak asap di wilayah Riau.

Temui Menteri LH, Wali Kota Banjarbaru Pelajari Sistem Pemilahan Sampah dari Hulu

Iki Radio - Pemerintah Kota Banjarbaru menunjukkan keseriusannya dalam membenahi tata kelola lingkungan dengan langkah strategis langsung ke tingkat nasional. 

Wali Kota Banjarbaru, Erna Lisa Halaby, bersama rombongan lurah dan camat se-Kota Banjarbaru bertandang ke kantor Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia atau Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Republik Indonesia, Jumat (3/4/2026).

Kunjungan tersebut dilakukan dalam rangka pertemuan langsung dengan Menteri Lingkungan Hidup RI, Hanif Faisol Nurofiq, guna memperkuat kinerja pengelolaan sampah sekaligus mendorong lahirnya inovasi pengolahan sampah berbasis pemilahan dari sumbernya.

Lisa datang tidak sendiri. Ia sengaja membawa para lurah dan camat sebagai ujung tombak pelayanan masyarakat, serta rombongan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait yakni Dinas Lingkungan Hidup agar dapat memahami langsung arah kebijakan nasional serta praktik terbaik pengelolaan sampah yang dapat diterapkan hingga ke tingkat kelurahan.

Pada hari pertama kunjungan, Pemerintah Kota Banjarbaru melakukan pertemuan resmi dengan Menteri Lingkungan Hidup RI. Setelah itu, rombongan akan dijadwalkan melakukan studi tiru pengelolaan sampah dengan melihat secara langsung implementasi pemilahan sampah organik dan anorganik yang telah berjalan baik di Kelurahan Rorotan, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara.

Dalam kesempatan tersebut, Wali kota Banjarbaru menegaskan bahwa kunjungan ini merupakan momentum penting bagi Banjarbaru untuk memperoleh arahan, saran, serta bimbingan langsung dari pemerintah pusat guna mempercepat perbaikan sistem pengelolaan sampah di daerah.

Ia juga menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Banjarbaru telah melakukan berbagai analisis untuk mempercepat langkah-langkah perbaikan sebagai tindak lanjut dari surat Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia terkait penilaian kinerja pengelolaan sampah.

“Kota Banjarbaru akan terus meningkatkan kualitas pengelolaan sampah, baik dari aspek pengurangan, pemilahan, pengangkutan hingga pengolahan akhir,” ujarnya.

Menurutnya, hasil pembelajaran dari studi tiru di Kelurahan Rorotan nantinya akan diadopsi dan diterapkan secara bertahap di Kota Banjarbaru, dimulai dari tingkat kelurahan hingga menjadi gerakan kota secara menyeluruh.

“Salah satu target dalam pengelolaan sampah di Kota Banjarbaru yaitu terwujudnya pemilahan sampah rumah tangga dari sumbernya dengan melibatkan partisipasi masyarakat secara langsung,” tambahnya.

Sementara itu, Menteri Lingkungan Hidup RI, Hanif Faisol Nurofiq, menyampaikan apresiasi atas langkah proaktif yang dilakukan Pemerintah Kota Banjarbaru dalam memperbaiki tata kelola lingkungan.

Menurutnya, sebagai Ibu Kota Provinsi Kalimantan Selatan, Banjarbaru memiliki banyak keunggulan yang dapat menjadi contoh dalam pengelolaan lingkungan hidup di kawasan tersebut.

“Kota Banjarbaru tentunya sudah banyak menyandang predikat yang patut dibanggakan. Banjarbaru yang didesain dengan apik sejak zaman penjajahan memiliki karakteristik tata kota yang relatif tertata,”imbuhnya.

Ia menilai Banjarbaru memiliki potensi besar menjadi barometer pengelolaan lingkungan hidup di Kalimantan.

“Mungkin Banjarbaru termasuk kota yang paling baik di Kalimantan. Dengan demografi yang lebih tertata dibandingkan kota lain, mestinya Banjarbaru bisa menjadi barometer penanganan pola lingkungan hidup di Kalimantan Selatan,” katanya.

Berdasarkan hasil pemantauan dan pendampingan yang dilakukan oleh Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia atau Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Republik Indonesia, Kota Banjarbaru memperoleh nilai kinerja pengelolaan sampah sebesar 48,56 dengan rincian sebagai berikut:

Anggaran dan kebijakan: 12,33 dari bobot maksimal 20 (61 persen)

SDM dan fasilitasi: 15,94 dari bobot maksimal 30 (54 persen)

Capaian kinerja pengelolaan sampah: 20,28 dari bobot maksimal 50 (41 persen)

Sementara itu, capaian pengelolaan sampah secara keseluruhan baru mencapai 10,97 persen, masih berada di bawah ambang 25 persen, sehingga Kota Banjarbaru masuk dalam kategori kota dalam pembinaan.

Menyikapi hasil tersebut, Pemerintah Kota Banjarbaru menegaskan komitmennya untuk segera melakukan berbagai analisis dan langkah percepatan perbaikan sebagai tindak lanjut dari evaluasi yang diberikan pemerintah pusat.

Melalui kolaborasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia, Pemko Banjarbaru optimistis transformasi sistem pengelolaan sampah berbasis pemilahan dari sumber dapat segera terwujud, sekaligus menjadikan Banjarbaru sebagai kota yang bersih, berkelanjutan, dan berdaya saing lingkungan di masa depan.

Kian jadi Favorit, Penumpang Pesawat Bandara Banyuwangi Meningkat

Iki Radio - Kabupaten Banyuwangi telah menjadi salah satu daerah favorit jujugan wisata. Ini terlihat dari aktivitas penerbangan udara di Bandara Internasional Banyuwangi. Jumlah penumpang dan pergerakan pesawat di Bandara Banyuwangi meningkat.

Salah satunya selama angkutan masa libur Lebaran 2026, jumlah penumpang bandara tercatat naik sekitar 5 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Periode angkutan libur Lebaran berlangsung selama 18 hari, mulai 13 hingga 30 Maret 2026. Dalam rentang waktu tersebut, total penumpang yang dilayani Bandara Banyuwangi mencapai 7.459 orang.

General Manager Kantor Cabang Bandara Internasional Banyuwangi, Mohamad Holik Muardi, menjelaskan bahwa angka tersebut menunjukkan peningkatan dibandingkan periode Lebaran tahun lalu.

“Tumbuh 5 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu dengan 7.115 orang,” kata Holik, Jumat (3/4/2026).

Selain jumlah penumpang, peningkatan juga terlihat pada pergerakan pesawat dan volume kargo selama masa angkutan Lebaran.

Bandara Banyuwangi mencatat total 95 pergerakan penerbangan selama periode tersebut. Angka ini naik sekitar 44 persen dibandingkan tahun lalu yang tercatat sebanyak 66 penerbangan.

Volume kargo juga mengalami kenaikan cukup signifikan. Selama periode Lebaran 2026, total kargo yang ditangani mencapai 4,3 ton.

“Sementara dari sisi kargo, volume yang ditangani mencapai 4,3 ton, naik 22,5 persen dari tahun lalu yang berada di angka 3,5 ton,” ujar Holik.

Menurut Holik, peningkatan lalu lintas penerbangan ini menunjukkan mobilitas masyarakat yang terus membaik, sekaligus meningkatnya kepercayaan pengguna jasa terhadap Bandara Internasional Banyuwangi.

“Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, baik di sisi udara maupun darat,” imbuhnya.

Selama periode angkutan Lebaran, bandara juga mencatat waktu puncak pergerakan penumpang.

Puncak arus mudik terjadi pada Rabu, 18 Maret 2026. Pada hari tersebut terdapat lima penerbangan yang melayani 435 penumpang dengan total kargo mencapai 1,023 ton.

Sementara puncak arus balik berlangsung pada Minggu, 29 Maret 2026. Saat itu tercatat tujuh penerbangan yang melayani 634 penumpang dengan volume kargo sekitar 580 kilogram.

Holik menyebut kelancaran operasional bandara selama periode Lebaran tidak lepas dari kerja sama berbagai pihak yang terlibat di lingkungan bandara.

Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pemangku kepentingan, termasuk maskapai penerbangan, AirNav Indonesia, BMKG, TNI/Polri, Dinas Perhubungan, Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP), Basarnas, hingga petugas ground handling dan komunitas bandara.

“Seluruh kegiatan operasional bandara selama periode Idulfitri 1447 Hijriah atau 2026 Masehi ini berjalan dengan aman, lancar, dan terkendali,” kata Holik.

“Tanpa dukungan penuh dari semua pihak, operasional bandara yang aman, nyaman, dan tertib tentunya tidak akan dapat terwujud,” tambahnya.

Ke depan, pengelola Bandara Banyuwangi berkomitmen untuk terus memperkuat koordinasi lintas sektor serta meningkatkan aspek keselamatan dan keamanan demi memberikan pelayanan yang lebih baik bagi pengguna jasa transportasi udara. (*)

Bupati Siak Apresiasi Peran Bumkam Dukung Ketahanan Pangan dan MBG

Iki Radio - Bupati Siak, Afni Zulkifli, mengapresiasi sejumlah Badan Usaha Milik Kampung (Bumkam) di Kabupaten Siak yang dinilai mampu memberdayakan masyarakat melalui sektor pertanian dan peternakan, sekaligus mendukung ketahanan pangan di tingkat kampung.

Selain itu, Afni menegaskan pentingnya pemanfaatan Dana Desa untuk mendukung kelompok usaha yang berdampak langsung terhadap peningkatan ekonomi masyarakat serta pemenuhan gizi warga.

“Kita ingin memastikan bahwa kebutuhan bahan pangan untuk program Makan Bergizi Gratis bersumber dari petani dan peternak kita sendiri di Siak,” kata Afni saat mengunjungi sejumlah Bumkam di Kabupaten Siak, Jumat (3/4/2026).

Afni juga meminta setiap Satuan Pelayanan Pemanfaatan Gizi (SPPG) dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk wajib menyerap hasil produksi kelompok usaha di setiap kecamatan.

“Lihatlah budidaya ayam petelur yang dikelola Bumkam Kampung Paluh ini, telurnya baru dan besar-besar. Ini kan sumber protein bagi anak-anak kita. Nanti melalui kemitraan BUMDes dan dapur MBG, kita minta mereka ambil hasil produksi BUMDes dan UMKM kita,” ujar dia.

Usai meninjau usaha ayam petelur, Afni melanjutkan kunjungan ke Kampung Koto Ringin. Di wilayah tersebut, potensi hortikultura terlihat dominan melalui budidaya cabai merah dan cabai rawit.

Selain itu, kampung ini juga memiliki sentra budidaya semangka serta aktivitas nelayan tangkap yang dinilai siap memasok kebutuhan sayur, buah, dan protein ikan segar untuk dapur-dapur MBG.

Sementara di Kampung Benteng Hulu, inovasi pertanian modern ditunjukkan melalui budidaya hidroponik selada dan pakcoy yang melibatkan Kelompok Wanita Tani (KWT). Kampung ini juga konsisten memproduksi jagung manis dan semangka berkualitas tinggi.

“Cobalah tengok hasil panen cabai merah dan hijau di Koto Ringin. Saya senang seperti ini. Orang kan bilang dana desa dikorupsi, tetapi di Kabupaten Siak tidak. Ini bukti bahwa dana desa di Siak tidak dikorupsi,” kata Afni.

Ia mengajak seluruh lapisan masyarakat dan pemangku kepentingan untuk bersama-sama mengawal pelaksanaan program tersebut. Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah dan pengelola program nasional harus berjalan optimal tanpa mengesampingkan potensi lokal.

“Mari kita kawal bersama. Jangan sampai ada dapur Makan Bergizi Gratis yang menolak produk UMKM atau hasil tani dari kampung kita sendiri. Kita harus mandiri pangan dan memastikan perputaran ekonomi tetap berada di tangan warga Siak,” tegas dia.

Melalui integrasi tersebut, program Makan Bergizi Gratis diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas gizi anak sekolah, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi desa melalui penguatan Bumkam di Kabupaten Siak.

OTW halal, Fadly Faisal Gugup Mesra dengan Maudy Effrosina: Aneh aja

Iki Radio - Pasangan kekasih Fadly Faisal dan Maudy Efforsina disatukan di proyek series yang sama berjudul OTW Halal. Meskipun di dunia nyata sebagai pasangan kekasih, Fadly Faisal mengaku gugup saat beradegan mesra dengan Maudy Efrosina.

Fadly Faisal menyebut bahwa dirinya gugup di beberapa adegan bersama Maudy Effrosina. Bahkan, kakak kandung Fuji Utami itu menyebut terkadang merasa aneh saat beradegan mesra dengan Maudy Efforsina.

“Lebih awkward di beberapa adegan, aneh aja,” kata Fadly Faisal ditemui di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (2/4/2026).

Fadly Faisal menyadari bahwa adegan yang dijalaninya dengan Maudy Effrosina masih terbilang wajar. “Padahal sebenernya biasa aja,” imbuhnya.

Sementara itu, Maudy Effrosina menyebut tak ada tantangan yang berarti untuk menghidupkan chemistry dengan Fadly Faisal. Itu karena dia sudah merasa nyaman dengan sang kekasih.

“Apa ya chemistry mungkin udah nyaman kali ya,” imbuhnya.

Dalam series OTW Halal sendiri, Fadly Faisal memerankan tokoh sebagai anak pesantren. Dia digambarkan sebagai pria dengan penampilan religius.

Fadly Faisal menyebut cukup sulit untuk menghidupkan karakter yang diperankannya. Pasalnya, karakter tersebut berbeda dengan kepribadiannya di kehidupan nyata.

“Lebih susah jaga karakter sebagai santri kalem soalnya beda sama Fadly Faisal,” tutup Fadly Faisal.

OTW Halal menceritakan kehidupan seorang wanita malam bernama Renata / Elsi (Maudy Effrosina). Di tengah perjalanan hidupnya, Elsi bertemu dengan sosok pria bernama Rafi (Fadly Faisal).

Rafi merupakan seorang anak pesantren dengan penampilan yang religius. Keduanya pun kemudian dekat.

OTW Halal mulai tayang di Viu pada 3 April 2026. Selain Fadly Faisal dan Maudy Effrosina, OTW Halal juga dibintangi oleh Richelle Skornicki, Megan Domani, Hannah Al Rashid hingga Dahlia Poland.(*)

Hebat, Penyerapan Gabah/Beras Bulog Jatim, Capai 400 Ribu Ton

Iki Radio - Capaian penyerapan gabah / beras oleh Perusahaan umum (Perum) Badan Urusan Logistik (Bulog) Kantor Wilayah Jawa Timur, sangat membanggakan.

Sampai dengan 1 April 2026, Perum Bulog Kanwil Jawa Timur, telah menyerap lebih dari 400 ribu ton setara beras.

Keberhasilan dalam capaian serapan gabah ini, hasil dari sinergitas Bulog bersama sejumlah pihak lain.

“Strateginya kita memang kebetulan kita sangat dibantu dari Bapak-Bapak TNI, Babinsa, kemudian Babinkamtibmas, kemudian PPL juga seperti itu. Kemudian Dinas Pertanian juga sangat intens. Dan memang kebetulan tahun ini kan cuaca juga sangat mendukung,” ujar Pimpinan Bulog Wilayah Jawa Timur, Langgeng Wisnu Adinugroho, di Madiun, Selasa (31/3/2026) lalu.

Harapannya Bulog dapat menjaga ketahanan pangan yang menjadi program prioritas nasional.(sw/IR)

#Mengantarkankebaikan

Agar Semua Bisa Beli, Bulog Bakal Buat SPHP Kemasan 2 Kg

Iki Radio - Perum Bulog berencana menambah variasi kemasan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Jika sebelumnya hanya tersedia kemasan 5 kilogram (kg), Bulog akan membuat kemasan kecil 2 kg.

Pimpinan Cabang Bulog Madiun, Agung Sarianto, saat melakukan pengecekan langsung stok beras SPHP di sejumlah pasar jelang lebaran 2026 lalu.


Hal ini dilakukan untuk menyesuaikan daya beli masyarakat kecil.

"Mohon maaf, masyarakat kan ada yang sangat-sangat minim tidak punya uang, harus beli dengan ukuran yang 2 kg," kata Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, saat Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi XI DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (2/4/2026).

Kata Rizal, kapasitas pemesanan oleh pengecer juga ditingkatkan signifikan. Dari sebelumnya maksimal 2 ton per pemesanan, kini pengecer dapat memesan lebih dari 4 ton.

Selain itu, Bulog juga membuka jalur baru dengan melibatkan distributor Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

"Kemudian tahun lalu tidak dibuka penyaluran melalui distributor, di tahun ini diizinkan disalurkan melalui distributor BUMD," lanjutnya.

Pola penyaluran beras SPHP juga mengalami perubahan. Jika pada 2025 dilakukan secara bertahap (on-off), tahun ini distribusi dilakukan sepanjang tahun tanpa jeda.

"Target penyaluran tahun lalu 1,5 juta ton, target tahun ini 825 ribu ton, mengalami penurunan, karena mengikuti pagu anggaran dari Kementerian Keuangan," pungkasnya.


close
Pasang Iklan Disini