Iki Radio – Momentum Peringatan Hari Jadi Kabupaten Madiun (HJKM) ke-458 Tahun 2026 yang mengusung tema "Berinovasi dan Berkolaborasi Untuk Kabupaten Madiun Bersahaja" dimaknai secara mendalam oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Madiun.
Tema besar ini merupakan sebuah panggilan sekaligus komitmen kuat untuk mewujudkan daerah yang Bersih, Sehat, dan Sejahtera melalui tata kelola lingkungan yang modern, partisipatif, dan berkelanjutan.
Kepala DLH Kabupaten Madiun, Muhamad Zahrowi, menyatakan bahwa di bawah kepemimpinannya, DLH terus bergerak cepat mengintegrasikan prinsip inovasi teknologi dan kolaborasi lintas sektor.
Langkah strategis ini diambil guna memastikan kelestarian alam di Kabupaten Madiun dapat berjalan selaras dengan kemajuan daerah.
"Urusan lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Kami di DLH memaknai tema HJKM ke-458 ini sebagai landasan untuk melakukan lompatan besar, menyatukan inovasi hijau dan sinergi multi-pihak demi masa depan Madiun yang lebih asri," ungkap Muhamad Zahrowi, Rabu (24/6/2026).
Zahrowi menjabarkan bahwa akronim BERSAHAJA (Bersih, Sehat, dan Sejahtera) serta pilar utama tema HJKM tahun ini diterjemahkan ke dalam tiga pilar kerja nyata DLH, yaitu:
1. Berinovasi (Inovasi Hijau) Mengembangkan sistem pengelolaan lingkungan cerdas berbasis digital—mulai dari sistem pengaduan, pelaporan, hingga pengawasan. DLH juga melakukan modernisasi fasilitas pengelolaan sampah seperti TPS3R, TPST, hingga TPA.
Edukasi pemilahan sampah kini diprioritaskan langsung di wilayah hulu (keluarga dan pelaku usaha) guna mengejar target besar Zero Waste atau sampah terkelola 100 persen pada Tahun 2029.
2. Berkolaborasi (Sinergi Multi-pihak/Pentahelix)
Menyadari pemerintah tidak bisa berjalan sendiri, DLH aktif merangkul masyarakat, komunitas, akademisi, hingga volunteer internasional untuk terlibat langsung dalam menjaga ekosistem.
3. Kabupaten Madiun Bersahaja
Mewujudkan lingkungan yang Bersih (bebas dari timbulan sampah) dan Sehat (kualitas udara, air, serta tanah yang terjaga baik), yang pada akhirnya akan mengantarkan masyarakat pada kehidupan yang Sejahtera.
Hingga pertengahan tahun 2026 ini, DLH Kabupaten Madiun telah mengeksekusi berbagai program strategis yang menyentuh lini hulu hingga hilir, di antaranya:
1. Gerakan "Selamat Asri" dan Penyelesaian Sampah di Hulu
Implementasi nyata ini diperkuat melalui Peraturan Bupati Madiun No. 11/2026 tentang Gerakan Selasa dan Jumat Bersih yang dilaksanakan secara serentak di lingkungan perkantoran dan ruang publik.
Selain aksi bersih-bersih, DLH juga memfasilitasi sarana pemilahan sampah di titik-titik strategis, meliputi bak sampah terpilah (organik & anorganik), keranjang botol plastik, lubang biopori untuk sisa makanan, hingga drum komposter untuk daun.
2. Inovasi Tata Kelola Sampah di TPA Kaliabu
DLH secara intensif mengeksekusi peta jalan (roadmap) pengurangan volume sampah bersama Ditjen Bina Bangda Kemendagri. Berkat tata kelola yang terukur, TPA Kaliabu kini bertransformasi menjadi pusat edukasi dan studi banding.
Bahkan, DLH berhasil membangun kemitraan global dengan melibatkan volunteer asal Spanyol untuk berbagi wawasan tata kelola sampah lintas negara.
Seluruh operasional di TPA Kaliabu juga diawasi secara ketat dan berkoordinasi langsung dengan Direktorat Penegakan Hukum (Gakkum) Kementerian Lingkungan Hidup untuk memastikan standar ramah lingkungan tetap terjaga.
3. Penataan Ruang Terbuka Hijau (RTH) & Fasilitas Publik
Revitalisasi terus dilakukan di Alun-Alun Reksogati Caruban sebagai pusat pemerintahan agar tetap asri, bersih, sejuk, dan bebas sampah.
Tak hanya menyasar infrastruktur, DLH memberikan pendampingan intensif kepada Paguyuban Pedagang Kaki Lima (PKL) Bersahaja serta organisasi wanita (seperti Perumdam Tirta Dharma Purabaya) agar terbiasa mengelola sampah secara mandiri di tempat aktivitas mereka.
Melalui momentum bersejarah HJKM ke-458 ini, Muhamad Zahrowi menitipkan tiga harapan besar untuk masa depan Kabupaten Madiun:
1. Peningkatan Kesadaran Kolektif
Berharap masyarakat tidak lagi melihat sampah sebagai limbah tidak berguna, melainkan sebagai sumber daya bernilai ekonomi yang wajib dipilah dari rumah melalui prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle).
2. Optimisme Raih Penghargaan Adipura
Menjadikan gerakan kebersihan massal dan komitmen bersama ini sebagai batu loncatan utama bagi Kabupaten Madiun untuk sukses memboyong penghargaan Adipura dari Kementerian Lingkungan Hidup.
3. Pembangunan Berwawasan Lingkungan
Menginginkan agar setiap roda pembangunan ekonomi dan fisik di Kabupaten Madiun ke depan tetap meletakkan aspek kelestarian alam sebagai prioritas utama, demi mewujudkan ekosistem yang sehat bagi generasi mendatang.(ir)







.jpeg)















