Iki Radio/Berita Terbaru

Iki Yang Paling/Ngetop

Iki Ceritanya/Orang Terkenal

KLIK DISINI

Iki Dibaca Juga/Jangan Lewatkan

Iki Terbaru/Paling Greeess

Saka POM SMA GIKI 2 Surabaya Edukasi Warga Sekolah Soal Keamanan Obat dan Makanan

Iki Radio – Kebiasaan sederhana seperti “cek dulu sebelum beli” bisa menjadi langkah awal untuk lebih cerdas memilih obat dan makanan. 

Pesan inilah yang dibawa anggota Satuan Karya Pramuka Pengawas Obat dan Makanan (Saka POM) SMA GIKI 2 Surabaya saat berbagi edukasi keamanan obat dan makanan kepada komunitas sekolah, Jumat (28/8/2026).

Kegiatan ini menjadi kesempatan bagi anggota Saka POM untuk menerapkan pengetahuan yang diperoleh melalui Diklat Saka POM Kota Surabaya, sekaligus membagikannya kepada teman-teman di lingkungan sekolah. 

Edukasi dikemas secara interaktif dan dekat dengan keseharian pelajar, sehingga informasi yang disampaikan lebih mudah dipahami dan dipraktikkan.

Dalam aksi edukasi tersebut, tiga krida Saka POM diperkenalkan kepada siswa.

Diantaranya Krida Pengujian Sederhana Obat dan Makanan yang mengajak siswa mengenal cara praktis untuk mendeteksi keamanan suatu produk.

Krida Pemantauan Obat dan Makanan, yakni memperkenalkan pemanfaatan aplikasi BPOM Mobile untuk memverifikasi legalitas serta informasi produk secara akurat.

Krida Informasi Obat dan Makanan untuk mendorong pelajar untuk aktif menyebarkan edukasi dan mengajak lebih banyak orang peduli terhadap produk yang dikonsumsi.

Pimpinan Insani (PIN) Saka POM Surabaya, Rika, berharap pengetahuan yang diperoleh para anggota tidak berhenti di lingkup internal saja.

“Harapannya, pengetahuan yang diperoleh tidak hanya berhenti pada anggota Saka POM, tetapi terus dibagikan kepada teman, keluarga, dan masyarakat. Dengan begitu, semakin banyak yang paham dan peduli terhadap keamanan obat dan makanan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Rika.

Respon positif juga dirasakan oleh anggota yang bertugas di lapangan. Nadia, anggota Saka POM Krida Informasi, mengaku kegiatan ini memberikan pengalaman berharga dan melatih rasa percaya dirinya.

“Ternyata menyampaikan informasi keamanan obat dan makanan bisa dilakukan dengan cara yang sederhana dan dekat dengan keseharian kita,” ungkap Nadia.

Melalui aksi nyata ini, para pelajar SMA GIKI 2 Surabaya tidak hanya diajak menjadi konsumen yang kritis, cermat, dan bijak, tetapi juga didorong untuk mengambil peran aktif sebagai agen perubah (agent of change) dalam menyebarkan informasi keamanan obat dan makanan di lingkungan sekolah, keluarga, hingga masyarakat luas.(ir)

Jelang Jatuh Tempo PBB-P2, Bapenda Kota Madiun Jemput Bola dan Beri Souvenir Bagi WP

Iki Radio — Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Madiun terus memaksimalkan pelayanan pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) menjelang batas akhir jatuh tempo pada 30 September 2026 mendatang. 

Strategi jemput bola digencarkan guna mempermudah masyarakat dalam memenuhi kewajiban perpajakannya.

Kepala Bapenda Kota Madiun, Jariyanto, menyampaikan bahwa pihaknya menyiagakan armada khusus untuk mendekatkan jangkauan pelayanan ke tengah masyarakat.

"Menggunakan mobil Paling Bijak (Pelayanan Keliling Bagi Wajib Pajak), petugas dari Bapenda Kota Madiun turun langsung mendekatkan layanan pembayaran pajak agar masyarakat dapat membayar dengan lebih cepat dan mudah," ujar Jariyanto, Jum'at (28/8/2026).

Tak hanya kemudahan akses, Bapenda Kota Madiun juga memberikan apresiasi khusus bagi warga yang taat pajak. Setiap wajib pajak yang melakukan pembayaran dan memenuhi kewajibannya akan mendapatkan reward menarik berupa souvenir.

Dengan optimalisasi pelayanan keliling ini, Jariyanto optimistis target penerimaan pajak dapat terpenuhi secara maksimal sebelum batas waktu yang ditentukan.

"Target kami sebelum 30 September 2026, pembayaran PBB-P2 sudah bisa mencapai 100 persen. Kami sangat optimistis target tersebut dapat tercapai berkat partisipasi aktif warga," tegasnya.

Jariyanto menghimbau seluruh masyarakat Kota Madiun untuk segera melunasi PBB-P2 sebelum masa jatuh tempo. Ia mengingatkan bahwa pajak yang dibayarkan oleh warga sangat penting untuk keberlangsungan pembangunan daerah.

"Pajak yang dibayarkan ini nantinya akan digunakan untuk pembangunan Kota Madiun, yang hasil dan manfaatnya tentu akan kembali dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat," pungkasnya.(ir)

Dukung Program Makan Bergizi Gratis, BPOM Perkuat Keamanan Pangan Sekolah di Surabaya

Iki Radio – Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM) terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui peningkatan pengawasan dan penguatan keamanan pangan di lingkungan sekolah.

Langkah nyata tersebut diwujudkan oleh Balai Besar POM (BBPOM) di Surabaya melalui kegiatan edukasi mandiri yang dibawakan oleh Kader Keamanan Pangan Sekolah di SMAN 18 Surabaya pada Kamis (27/8/2026). 

Dalam sosialisasi ini, para siswa dibekali pemahaman mendasar mengenai tata cara memilih, menangani, hingga mengonsumsi pangan secara aman.

Kepala Badan POM, Taruna Ikrar, menegaskan bahwa kepastian keamanan pangan merupakan pilar utama agar program MBG berjalan optimal.

“Keamanan pangan menjadi salah satu kunci keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis,” tegas Taruna Ikrar.

Aspek keamanan menjadi krusial agar seluruh hidangan yang disalurkan kepada penerima manfaat tidak hanya kaya akan asupan gizi, tetapi juga bebas dari risiko kontaminasi dan aman untuk dikonsumsi.

Pembentukan Kader Keamanan Pangan Sekolah ini merupakan hasil dari rangkaian Training of Trainers (ToT) yang telah digelar BBPOM Surabaya pada Juli lalu. Melalui pembekalan tersebut, para kader kini bertindak sebagai penggerak utama edukasi di lingkungan masing-masing.

Perwakilan SMAN 18 Surabaya menyambut positif edukasi berkelanjutan ini.

“Melalui KIE (Komunikasi, Informasi, dan Edukasi) ini, kami berharap siswa semakin memahami bahwa makanan yang bergizi juga harus aman. Pengetahuan tersebut diharapkan dapat diterapkan di sekolah dan dibawa ke lingkungan keluarga,” ungkapnya.

Gerakan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) mandiri ini tidak hanya berhenti di SMAN 18 Surabaya. Kegiatan serupa diselenggarakan secara serentak dan bertahap di sejumlah sekolah lintas jenjang di wilayah Surabaya.

Melalui penguatan kapasitas kader dan edukasi yang konsisten, sekolah diharapkan mampu tumbuh menjadi pusat budaya pangan aman. 

Pengetahuan yang didapat para siswa tidak hanya menyokong kelancaran program MBG di sekolah, namun juga dapat diterapkan di rumah serta ditularkan kepada keluarga dan masyarakat luas.

Ariel Tatum Resmi Ganti Nama Legal Jadi Ariel Dewinta Ayu Sekarini

Iki Radio— Kabar mengejutkan datang dari panggung hiburan Tanah Air. Aktris sekaligus penyanyi Ariel Tatum secara resmi mengubah nama legalnya dari Ariel Putri Tari menjadi Ariel Dewinta Ayu Sekarini. Langkah besar ini diambil sebagai bentuk penghormatan mendalam terhadap pemberian nama dari kakek dan neneknya.

Kepastian perubahan identitas hukum tersebut didapat setelah majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan mengabulkan permohonan yang diajukan sang aktris pada Kamis (27/8/2026). 

Sontak, kabar ini langsung viral dan menjadi perbincangan hangat publik di berbagai platform media sosial.

Permohonan perubahan nama yang terdaftar dengan nomor register 731/Pdt.P/2026/PN JKT.Sel ini diajukan sejak 12 Agustus 2026. Proses persidangan berlangsung cepat dan efisien karena memanfaatkan sistem e-court (persidangan elektronik).

"Sebagai pemohon hadir di persidangan, intinya memohon perubahan nama dari Ariel Putri Tari menjadi Ariel Dewinta Ayu Sekarini," ujar Humas Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Halida Rahardhini, saat memberikan keterangan di PN Jakarta Selatan, Kamis (27/8/2026).

Berbeda dari tren selebriti pada umumnya yang kerap berganti nama untuk keperluan panggung atau keberuntungan karier, alasan wanita kelahiran 8 November 1996 ini murni didasari alasan personal dan kekeluargaan.

"Dengan alasan untuk menghormati pemberian nama dari kakek dan neneknya," jelas Halida.

Meski nama legalnya kini berganti menjadi Ariel Dewinta Ayu Sekarini, langkah ini diambil untuk menyelaraskan jati diri dengan penghormatan kepada leluhur tanpa berniat meninggalkan identitas lama yang sudah melekat di hati para penggemarnya.

Dengan terbitnya putusan pengadilan yang diunggah melalui sistem e-court tersebut, seluruh dokumen administrasi kependudukan resmi milik Ariel—mulai dari Kartu Tanda Penduduk (KTP), Kartu Keluarga (KK), hingga paspor—akan segera diperbarui sesuai dengan identitas barunya.

Terketuk Korban Gempa, Pelajar SD di Batang Donasikan Uang Saku

Iki Radio - Ratusan siswa SD Negeri Kauman 7 menunjukkan kepeduliannya terhadap korban gempa yang terjadi di Nusa Tenggara Timur belum lama ini dengan melakukan penggalangan donasi. Hal ini diinisiasi oleh para pendidik untuk melatih kepedulian sosial terhadap sesama sejak dini, dengan mendonasikan sebagian uang sakunya untuk warga NTT yang terdampak gempa.

Sejumlah Pelajar melakukan penggalangan dana untuk korban NTT di halaman SD Negeri Kauman 7 Batang, Kabupaten Batang.

Sebanyak 340 siswa dari kelas 1 hingga 6, secara sukarela menyisihkan sebagian uang sakunya, bahkan ada yang rela menyerahkan seluruh uang tabungan yang sudah terkumpul sejak Taman Kanak-kanak.

Salah satunya, Salwa Hanifah siswi kelas 3 SD Negeri Kauman 7, mengaku berkeinginan secara pribadi untuk menyumbangkan seluruh tabungannya demi membantu para korban terdampak gempa di NTT.

“Ga papa, ibu sama ayah udah tahu kalau tabunganku mau ku sumbangkan semuanya buat beli makanan, minuman sama obat-obatan. Terus mau dikirim ke saudara-saudara yang kena gempa,” katanya, usai membobol celengannya, di halaman SD Negeri Kauman 7, Kabupaten Batang, Rabu (26/8/2026).

Selama ini ia konsisten menyisihkan uang sakunya mulai dari nominal Rp500,00 hingga Rp1.000,00, sampai terkumpul seluruhnya dan didonasikan untuk membantu warga NTT.

Senada, Hamizan siswa kelas 3 SD Negeri Kauman 7, pun telah rutin menyisihkan uang sakunya sejak lima tahun lalu dan ketika ada yang membutuhkan termotivasi untuk didonasikan kepada warga NTT yang terdampak gempa.

“Ini uang tabungan mau dikasih buat bantu teman-teman yang lagi kesakitan, biar sehat buat beli obat, nggak papa semua tabungannya buat bantuin,” tuturnya.

Ia secara rutin selalu menyisihkan uang saku setiap hari sepulang sekolah untuk ditabung, dengan nominal antara Rp500,00 sampai Rp1.000,00. “Dari uang jajan Rp7 ribu saya tabung Rp1.500,00 setiap harinya,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala SD Negeri Kauman 7, Rasokha membenarkan, aksi pengumpulan donasi ini terinspirasi untuk melatih kepekaan sosial atas penderitaan yang saat ini dirasakan warga NTT yang terdampak. Hal ini wujud kepedulian terhadap warga yang terdampak musibah gempa sekaligus mendidik siswa tentang kepedulian terhadap sesama untuk mengamalkan Pancasila.

“Setelah terkumpul dan dihitung seluruhnya, akan kami salurkan melalui PMI Batang untuk didonasikan kepada warga NTT. Kami akan ajak perwakilan siswa dan guru, untuk menyerah donasi,” ujar dia. 

 

Menristekdikti Tinjau Gempa Manggarai dan Berikan Bantuan UKT Mahasiswa Terdampak

Iki Radio - Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Menristekdikti), Brian Yuliarto, meninjau langsung penanganan pascabencana gempa bumi magnitudo 7,7 di Posko Penanganan Bencana Unika Santo Paulus Ruteng, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, Rabu (26/8/2026).

Menristekdikti kunjungi posko bencana Manggarai, Rabu (26/8/2026)

Kedatangan Menristekdikti disambut oleh Bupati Manggarai Herybertus G.L. Nabit bersama Rektor Unika Santo Paulus Ruteng Dr. Agustinus Manfred Habur dan Rektor Universitas Nusa Cendana Kupang.

Kunjungan ini diselenggarakan untuk memastikan kehadiran negara dalam pemulihan pascabencana yang mengguncang wilayah Flores sejak 15 Agustus 2026.

Dalam pertemuan tersebut, Herybertus mengungkapkan, bencana geologi ini mengakibatkan 45 warga meninggal dunia dan memaksa sekitar 50.000 jiwa mengungsi, di mana 7.600 di antaranya merupakan kelompok rentan.

Pihaknya mengetuk kepedulian perguruan tinggi untuk memberikan keringanan biaya kuliah bagi mahasiswa asal Manggarai.

Merespons hal tersebut, Brian memastikan kementerian memberikan bantuan Uang Kuliah Tunggal (UKT) tahap awal selama satu semester bagi sekitar 5.000 mahasiswa terdampak, dengan opsi perpanjangan satu semester berikutnya.

"Kementerian berkomitmen memberikan bantuan UKT agar studi mahasiswa terdampak tetap berlanjut. Kami juga meminta pemda menyetorkan data warga Manggarai yang berkuliah di luar NTT. Selain itu, aksi kemanusiaan para relawan kampus wajib tepat sasaran berbasis data resmi BNPB dan pemerintah daerah," ujar Brian. 

 

Total 33 Ton Garam Telah Disemai dalam Operasi Modifikasi Cuaca di Riau

Iki Radio - Tim Satuan Tugas (Satgas) Udara kembali melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Provinsi Riau dengan menyemai tiga ton garam atau natrium klorida (NaCl) dalam tiga penerbangan pada Rabu (26/8/2026).

OMC dilakukan untuk meningkatkan peluang turunnya hujan di sejumlah wilayah sasaran sebagai bagian dari upaya mendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Kepala Bidang Kedaruratan BPBD dan Pemadam Kebakaran Riau, Jim Gafur, mengatakan tiga penerbangan penyemaian telah dilaksanakan sepanjang Rabu.

“OMC hari ini dilaksanakan tiga sortie penyemaian,” kata Jim.

Penerbangan pertama menyasar wilayah Kabupaten Siak dan Bengkalis. Penerbangan kedua dilakukan di Pekanbaru, Siak, dan Kampar.

Sementara penerbangan ketiga menyasar wilayah Kabupaten Pelalawan dan Indragiri Hilir.

“Sortie pertama menyasar Siak dan Bengkalis, sortie kedua Pekanbaru, Siak dan Kampar, kemudian sortie ketiga Pelalawan dan Indragiri Hilir,” jelas Jim.

Dalam operasi tersebut, material NaCl disemai pada awan yang dinilai memenuhi persyaratan untuk mendukung proses pembentukan hujan di wilayah sasaran.

OMC dilaksanakan di tengah penanganan karhutla dan kondisi kabut asap yang masih terjadi di sejumlah wilayah Riau.

Jim mengatakan operasi tersebut menjadi salah satu langkah pendukung penanganan karhutla dengan meningkatkan peluang hujan di daerah sasaran penyemaian.

“OMC ini merupakan salah satu upaya untuk membantu penanganan karhutla, terutama dengan mendorong turunnya hujan di wilayah-wilayah yang menjadi sasaran penyemaian,” ujarnya.

Dengan tambahan tiga ton NaCl yang digunakan pada Rabu, total material penyemaian yang telah digunakan dalam rangkaian OMC di Riau mencapai 33 ton.

BPS Tegaskan Desil DTSEN Merupakan Pemeringkatan Relatif Kesejahteraan Keluarga

Iki Radio - Badan Pusat Statistik (BPS) menegaskan bahwa desil dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) merupakan pemeringkatan relatif tingkat kesejahteraan keluarga, bukan ukuran absolut kemiskinan maupun ukuran nominal pendapatan atau kekayaan keluarga.

Kepala BPS RI Amalia Adininggar Widyasanti menjelaskan, desil menunjukkan posisi relatif suatu keluarga dibandingkan keluarga lainnya berdasarkan berbagai karakteristik sosial ekonomi. Foto: BPS

Kepala BPS RI Amalia Adininggar Widyasanti menjelaskan, desil menunjukkan posisi relatif suatu keluarga dibandingkan keluarga lainnya berdasarkan berbagai karakteristik sosial ekonomi.

“Desil menunjukkan posisi relatif suatu keluarga dibandingkan keluarga lainnya berdasarkan berbagai karakteristik sosial ekonomi. Karena itu, angka desil perlu dipahami sebagai gambaran posisi relatif dalam pemeringkatan kesejahteraan, bukan sebagai ukuran tunggal kondisi ekonomi suatu keluarga,” jelas Amalia melalui keterangan tertulis di Jakarta, Rabu (26/8/2026).

DTSEN kini menjadi rujukan bersama pemerintah dalam mendukung perencanaan, penetapan sasaran, dan evaluasi berbagai program. Dengan basis data yang terintegrasi dan terus diperbarui, kementerian/lembaga dapat menggunakan rujukan informasi yang sama sehingga kebijakan dan program pemerintah diharapkan semakin tepat sasaran.

Pemanfaatan DTSEN diatur dalam Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2025. Dalam pelaksanaannya, BPS bertugas menyusun dan mengelola DTSEN, sementara kementerian/lembaga dan pemerintah daerah berperan sesuai tugas dan kewenangannya, termasuk menyediakan sumber data serta mendukung pemutakhiran data secara berkelanjutan.

DTSEN dibangun dengan mengintegrasikan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE), dan Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek).

Data tersebut kemudian diperkaya dengan berbagai data administratif dan disinkronkan secara berkala dengan data kependudukan yang dikelola Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri.


Desil Bukan Ukuran Absolut Kemiskinan

Dalam DTSEN, keluarga dikelompokkan berdasarkan posisi relatif tingkat kesejahteraannya. Keluarga diperingkatkan berdasarkan berbagai karakteristik sosial ekonomi, kemudian dibagi menjadi 10 kelompok yang masing-masing mencakup sekitar 10 persen keluarga.

Desil 1 merupakan kelompok dengan tingkat kesejahteraan relatif paling rendah, sedangkan desil 10 merupakan kelompok dengan tingkat kesejahteraan relatif paling tinggi. Dengan demikian, keluarga yang berada pada desil 3 berarti termasuk kelompok ketiga dari sepuluh kelompok dalam pemeringkatan kesejahteraan relatif.

BPS menekankan bahwa keluarga yang berada dalam desil yang sama tidak selalu memiliki pendapatan, pengeluaran, maupun kondisi sosial ekonomi yang sama. Penentuan desil juga tidak hanya didasarkan pada penghasilan, kepemilikan barang tertentu, daya listrik, pekerjaan, atau satu indikator lainnya.

Pemeringkatan mempertimbangkan berbagai karakteristik sosial ekonomi secara bersama-sama, antara lain kondisi perumahan, sumber air minum, bahan bakar dan energi untuk memasak, kepemilikan aset, daya dan konsumsi listrik, komposisi keluarga, pendidikan, pekerjaan, kesehatan, serta disabilitas.

Berbagai informasi tersebut kemudian diolah menggunakan metode statistik Proxy Means Test (PMT) untuk mengestimasi tingkat kesejahteraan keluarga berdasarkan karakteristik yang dapat diamati. Pendekatan PMT juga digunakan secara internasional, khususnya ketika informasi pendapatan atau konsumsi rumah tangga sulit diperoleh atau diverifikasi secara lengkap.


Desil Menjadi Salah Satu Dasar Penentuan Sasaran Program

Informasi desil dapat digunakan kementerian/lembaga sebagai salah satu dasar dalam menentukan sasaran atau prioritas program sesuai tujuan dan ketentuan masing-masing program.

Namun, desil bukan merupakan daftar penerima suatu program. Penggunaannya harus selalu dilihat sesuai konteks, kriteria, dan ketentuan program yang bersangkutan.

Posisi desil juga dapat berubah seiring perubahan kondisi sosial ekonomi suatu keluarga maupun perubahan posisi relatifnya dibandingkan keluarga lainnya. Perubahan pada satu indikator tidak serta-merta menyebabkan perubahan desil karena proses pemeringkatan mempertimbangkan berbagai karakteristik secara bersama-sama.

Karena itu, relevansi DTSEN terus dijaga melalui proses pemutakhiran data. Pemutakhiran dilakukan dengan memanfaatkan berbagai sumber, antara lain data administrasi, hasil sensus dan survei, pembaruan oleh kementerian/lembaga dan pemerintah daerah, pengecekan lapangan (ground check), serta informasi yang disampaikan masyarakat melalui kanal resmi.

Per 10 Juli 2026, DTSEN Versi 3 Tahun 2026 mencakup 290,13 juta record individu dan 95,98 juta record keluarga. Cakupan tersebut terus dimutakhirkan agar semakin mencerminkan kondisi sosial ekonomi masyarakat terkini.

Masyarakat yang menemukan informasi mengenai diri atau keluarganya yang belum sesuai dengan kondisi sebenarnya dapat menyampaikan pembaruan melalui mekanisme usul dan sanggah pada kanal resmi yang tersedia, antara lain Cek Bansos (cekbansos.kemensos.go.id) atau aplikasinya, SIKS-NG melalui operator desa/kelurahan, serta Cek DTSEN (dtsen-form.bps.go.id).

BPS menegaskan, pengajuan pembaruan data tidak berarti posisi desil akan berubah secara otomatis. Informasi yang disampaikan menjadi bagian dari proses pemutakhiran dan penghitungan kembali, sementara posisi desil tetap ditentukan berdasarkan data dan metode yang berlaku.

“BPS bersama kementerian/lembaga dan pemerintah daerah terus melakukan pemutakhiran untuk menjaga kualitas DTSEN agar semakin mencerminkan kondisi masyarakat. Partisipasi masyarakat dalam memastikan informasi diri dan keluarganya sesuai kondisi sebenarnya juga menjadi bagian penting dari proses tersebut,” ujar Amalia.

Dengan pemanfaatan satu basis data yang terintegrasi dan pemutakhiran secara berkelanjutan, DTSEN diharapkan dapat memperkuat ketepatan perencanaan serta penyaluran berbagai program pemerintah, sekaligus memastikan kebijakan sosial dan ekonomi semakin sesuai dengan kondisi masyarakat.

close
Pasang Iklan Disini