Iki Radio/Berita Terbaru

Iki Yang Paling/Ngetop

Iki Ceritanya/Orang Terkenal

KLIK DISINI

Iki Dibaca Juga/Jangan Lewatkan

Iki Terbaru/Paling Greeess

Angkat Keindahan Prada Bali, Meydiana Laviola Reinnamah Ditunjuk Jadi Flag Bearer Closing Ceremony Asian Games 2026

Iki Radio — Atlet tenis Indonesia, Meydiana Laviola Reinnamah, dipercaya menjadi pembawa bendera (flag bearer) kontingen Indonesia pada upacara penutupan (Closing Ceremony) Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Meydiana akan memimpin defile Tim Indonesia dengan mengenakan kebaya merah megah yang mengangkat keindahan balutan motif Prada Bali.

Kebaya berbahan sutra tersebut merupakan rancangan khusus desainer kenamaan tanah air, Ghea Panggabean, di bawah naungan label Ghea Fashion Studio, Sarinah Indonesia, Mills, dan Tim Indonesia.

Desain busana ini memadukan secara harmonis identitas perempuan Indonesia dengan kekayaan budaya Nusantara. Motif Prada Bali diaplikasikan menggunakan teknik hand-screen printing berwarna emas serta diperkaya sentuhan bordir benang emas yang terinspirasi dari ornamen Kain Prada Bali. Penampilan anggun Meydiana kian sempurna dengan paduan sarung Tenun Songket Bali berwarna putih.

Perpaduan kebaya merah dan Songket Bali putih ini menghadirkan interpretasi visual warna bendera Merah Putih, yang menggambarkan sosok perempuan Indonesia dengan bangga membawa identitas bangsa di panggung olahraga terbesar se-Asia.

Detail busana juga dipercantik ikat pinggang yang terinspirasi dari ikat pinggang antik Bali, menggunakan kombinasi teknik hand-screen printing emas, bordir emas, serta aplikasi beads.

Sang desainer, Ghea Panggabean, mengungkapkan bahwa kepercayaan merancang busana untuk flag bearer ini menjadi momen yang sangat istimewa dalam perjalanan kariernya yang telah melampaui 45 tahun di dunia fashion.

“Bagi saya, busana ini bukan sekadar pakaian untuk sebuah seremoni. Ada cerita Indonesia di dalamnya,” ujar Ghea dalam keterangannya, Minggu (4/10/2026).

“Prada Bali, Songket Bali, teknik para perajin, semuanya kami hadirkan. Kekayaan budaya kita adalah bagian dari identitas dan kebanggaan Indonesia. Saya ingin ketika Meydiana membawa Merah Putih, yang terlihat bukan hanya seorang atlet yang membawa bendera, tetapi juga sosok perempuan Indonesia yang membawa budaya dan kebanggaan bangsanya,” lanjut Ghea.


Defile Kontingen dan Kekayaan Budaya Nusantara

Dalam upacara penutupan tersebut, sebanyak 52 atlet dan official dari lima cabang olahraga dijadwalkan ikut serta memeriahkan defile Tim Indonesia. Rincian rombongan terdiri dari 7 atlet/official judo, 23 hoki, 4 tenis, 11 panahan, 7 gulat, serta 5 anggota tim headquarter.

Seluruh rombongan atlet dan official lainnya tampil sporty namun tetap berkarakter budaya dengan mengenakan tracksuit putih bermotif Limar Palembang karya Ghea Panggabean. Motif tenun khas Palembang tersebut diterjemahkan melalui permainan tone-on-tone dan gradasi yang dipadukan dengan motif Limar merah.

Sementara itu, unsur budaya Bali juga tebal terlihat pada busana Chef de Mission (CdM), Wakil CdM, dan perwakilan atlet yang mengenakan kemeja sutra bermotif Songket Bali lengkap dengan udeng dan kain Songket Bali. Perpaduan Prada Bali, Songket Bali, dan Limar Palembang ini mengusung konsep Unity in Diversity, mencerminkan keberagaman budaya Indonesia yang menyatu dalam satu identitas bangsa.

Meydiana Laviola Reinnamah mengaku sangat bersyukur dan bangga atas kehormatan yang diberikan kepadanya di penutupan Asian Games 2026.

“Tentu sangat bangga bisa menjadi wakil Indonesia yang membawa Merah Putih di penutupan Asian Games 2026. Sangat bangga bisa menggunakan baju Bali dan memperkenalkannya ke dunia. Semoga kesempatan ini bisa menambah motivasi saya untuk terus memberikan yang terbaik buat Indonesia ke depannya,” tutur Meydiana.


Capaian Tim Indonesia

Tim Indonesia mengakhiri perjuangan di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 dengan menempati peringkat ke-16 klasemen akhir perolehan medali. Kontingen Merah Putih berhasil mengumpulkan total 39 medali, terdiri dari 5 medali emas, 11 perak, dan 23 perunggu. Hasil ini sekaligus melampaui dan menuntaskan target resmi yang dipatok bagi kontingen Indonesia.


5 Oktober 2026 HUT TNI Ke 81 : Ini Jejak Panjang Pembentukan TNI Dari Laskar Perjuangan Hingga Tentara Modern

Iki Radio — Sejarah Tentara Nasional Indonesia (TNI) lahir dari dinamika perjuangan bangsa dalam mempertahankan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Berawal dari upaya menghadapi ancaman Belanda yang ingin kembali menjajah, bentukan organisasi militer Indonesia mengalami transformasi panjang hingga menjadi angkatan bersenjata yang solid.



Perkembangan Awal (1945–1947)

Badan Keamanan Rakyat (BKR): Diputuskan dalam sidang Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) pada 22 Agustus 1945 dan diumumkan Presiden Soekarno pada 23 Agustus 1945. BKR menampung bekas anggota PETA dan Heiho untuk menjaga keamanan daerah.

Tentara Keamanan Rakyat (TKR): Dibentuk pada 5 Oktober 1945 seiring meningkatnya ancaman dari kedatangan tentara Sekutu dan Belanda. Letnan Jenderal Oerip Soemohardjo diangkat sebagai Kepala Staf Umum TKR. Melalui Konferensi TKR di Yogyakarta pada 12 November 1945, Kolonel Soedirman terpilih menjadi Pimpinan Tertinggi TKR dan resmi dilantik sebagai Panglima Besar berpangkat Jenderal pada 18 Desember 1945.

Tentara Keselamatan Rakyat & Tentara Republik Indonesia (TRI): Nama TKR diubah menjadi Tentara Keselamatan Rakyat pada 7 Januari 1946, lalu berganti menjadi Tentara Republik Indonesia (TRI) pada 26 Januari 1946 guna menyempurnakan struktur organisasi sesuai standar militer internasional.

Tentara Nasional Indonesia (TNI): Demi menyatukan kekuatan TRI dan laskar-laskar perjuangan rakyat, Presiden Soekarno resmi mengesahkan berdirinya TNI pada 3 Juni 1947 dengan Jenderal Soedirman sebagai Kepala Pucuk Pimpinan.


Penataan Organisasi dan Rasionalisasi (1947–1948)

Menghadapi keterbatasan ekonomi dan penyempitan wilayah akibat Perjanjian Renville, pemerintah menjalankan program penataan dan rasionalisasi angkatan perang. Melalui Penetapan Presiden No. 9 Tahun 1948, struktur komando disesuaikan di bawah Kepala Staf Angkatan Perang (KASAP) Komodor Suryadarma dan Panglima Besar Jenderal Soedirman bersama Wakil Panglima Jenderal Mayor A.H. Nasution. Penataan organisasi tentara di Jawa dan Sumatra ini rampung pada akhir tahun 1948.


Perjalanan Pasca-Kemerdekaan hingga Era Reformasi

APRIS / APRI (1949–1950): Usai Konferensi Meja Bundar (KMB) Desember 1949, dibentuk Angkatan Perang Republik Indonesia Serikat (APRIS) yang menggabungkan TNI dan KNIL. Nama ini berubah menjadi Angkatan Perang Republik Indonesia (APRI) saat Indonesia kembali menjadi negara kesatuan pada 17 Agustus 1950.

ABRI (1962): Angkatan perang dan Kepolisian Negara disatukan di bawah satu komando bernama Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI) untuk meningkatkan efektivitas serta efisiensi peran pertahanan keamanan.

Kembali Menjadi TNI (1999): Memasuki era reformasi, TNI dan Polri secara resmi dipisah menjadi institusi mandiri pada 1 April 1999, dan sebutan ABRI dikembalikan menjadi TNI.

Kisah Inspiratif Nur Halisa: Dari Buruh Angkut Semen hingga Menjadi Siswa Sepolwan

Iki Radio — Perjalanan hidup seseorang kerap menghadirkan kejutan manis berkat kegigihan dan kerja keras. Hal inilah yang dialami Nur Halisa, sosok gadis yang sempat tular (viral) pada 2022 lalu lantaran tak canggung bekerja sebagai buruh angkut semen demi membantu orang tuanya. Kini, namanya kembali mencuri perhatian publik setelah resmi menempuh pendidikan sebagai calon anggota Kepolisian Republik Indonesia (Polri).

Kabar membanggakan tersebut terungkap melalui unggahan resmi akun Instagram Humas Sepolwan pada Kamis (1/10/2026). Dalam unggahan itu, Nur Halisa tampak tengah mengikuti pendidikan sebagai Siswa Pendidikan Pembentukan (Diktuk) Bintara Polwan di Sekolah Polisi Wanita (Sepolwan).

Perubahan ini menjadi tonggak sejarah penting dalam hidup Nur Halisa. Dari sosok pekerja keras yang terbiasa memikul beban sak semen di atas truk, kini ia mengenakan seragam pendidikan kepolisian untuk mengejar cita-citanya.

Tentu, pencapaian ini tidak diraih secara instan. Ada proses panjang, latihan fisik, serta dedikasi tinggi yang harus dilalui hingga ia berhasil lolos seleksi dan menginjakkan kaki di lembaga pendidikan Sepolwan.

Selama menjalani masa pendidikan, Nur Halisa juga berkesempatan bertemu langsung dengan sejumlah pejabat tinggi kepolisian. Mengutip laporan dari Tribunstyle.com, Sabtu (3/10/2026), Nur Halisa mendapat kesempatan berharga untuk berinteraksi langsung dengan Wakapolri dan Kalemdiklat Polri dalam sebuah momen kunjungan.

Kisah perjuangan Nur Halisa menjadi bukti nyata bahwa keterbatasan ekonomi bukanlah penghalang untuk meraih impian besar. Kegigihannya bekerja keras sejak 2022 hingga kini berhasil menembus pendidikan Polwan pada 2026 menjadi inspirasi bagi banyak anak muda.

Saat ini, Nur Halisa masih terus menjalani setiap tahapan pendidikan di Sepolwan dengan penuh disiplin dan semangat tinggi demi mengabdi kepada bangsa dan negara sebagai anggota Polri.

Densus 88 Tangkap 11 Tersangka Terorisme Lintas Provinsi, Terhubung Jaringan Daulah Islamiyah

Iki Radio — Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri menangkap 11 orang tersangka dugaan tindak pidana terorisme dalam penindakan serentak di enam provinsi pada Jumat (2/10/2026). 

Operasi penegakan hukum tersebut berlangsung di Jawa Barat, Jawa Tengah, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Riau, dan Maluku Utara.

Adapun para tersangka yang diamankan yakni HN (43), SM alias NM (52), HA (45), YDKAP (22), Y (36), S (49), A (32), CG (29), J (36), MF (37), dan MW (42). Kelompok ini disinyalir terhubung dengan jaringan terorisme global maupun lokal.

"Para tersangka diduga memiliki keterkaitan dengan jaringan yang terafiliasi paham Daulah Islamiyah, juga jaringan terorisme lainnya," ujar Juru Bicara Densus 88 AT Polri Kombes Pol Mayndra Eka Wardhana, Minggu (4/10/2026).

Mayndra mengungkapkan, para tersangka memiliki peran yang beragam dalam operasional jaringan tersebut:

Propaganda dan Rekrutmen: Menyebarkan konten radikal serta menggalang anggota baru melalui media sosial.

Pertemuan Virtual: Mengadakan forum daring yang menghubungkan pendukung Daulah Islamiyah dari berbagai daerah untuk membina konsolidasi dan pemufakatan jahat.

Latihan Militansi: Sebagian tersangka terindikasi telah melakukan aktivitas latihan fisik hingga latihan menembak.

Saat ini, penyidik Densus 88 masih mendalami seluruh barang bukti yang disita untuk melacak kemungkinan keterlibatan individu atau sel jaringan lainnya. Penindakan tegas ini menjadi bagian dari upaya cegah dini Polri guna memutus proses rekrutmen dan peningkatakan kapasitas militansi yang berpotensi memicu aksi kekerasan di Tanah Air.

Gempa Magnitudo 4,7 Guncang Ruteng Manggarai NTT, Berpusat di Darat

Iki Radio – Gempa bumi tektonik mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Minggu (4/10/2026) sore, sekitar pukul 17.13 WIB. 

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi bahwa pusat gempa berada di darat, tepatnya di wilayah Ruteng, Kabupaten Manggarai.

Berdasarkan laporan resmi BMKG, gempa ini memiliki kekuatan magnitudo (M) 4,7 dengan titik episentrum berada di darat pada jarak 40 kilometer arah utara Ruteng. Gempa tergolong dangkal dengan kedalaman 10 kilometer.

"Pusat gempa berada di darat 40 kilometer utara Ruteng," tulis BMKG dalam keterangan resminya.

Guncangan gempa dilaporkan dirasakan hingga skala II–III MMI (Modified Mercalli Intensity) di kawasan Kabupaten Manggarai. Pada Skala II–III MMI, getaran dirasakan nyata di dalam rumah, terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu, serta dirasakan oleh beberapa hingga sedikit orang.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan maupun korban jiwa akibat peristiwa tersebut. Meski demikian, masyarakat diimbau untuk tetap tenang namun waspada.

"Hati-hati terhadap gempa bumi susulan yang mungkin terjadi," imbau BMKG.

Lampaui Target Kemenpora, Indonesia Tutup Asian Games 2026 dengan Catatan Manis

Iki Radio — Perjuangan kontingen Merah Putih di ajang Asian Games Aichi-Nagoya 2026 resmi ditutup dengan torehan membanggakan. Tim Indonesia sukses melampaui target yang ditetapkan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dengan mengoleksi total 39 medali, yang terdiri atas 5 medali emas, 11 perak, dan 23 perunggu.

Chef de Mission (CdM) Tim Indonesia, Todotua Pasaribu, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi mendalam kepada seluruh pihak yang telah mendukung perjuangan para atlet hingga hari terakhir penyelenggaraan, Sabtu (3/10/2026).

“Alhamdulillah, puji syukur. Pada hari terakhir Asian Games 2026 di Aichi-Nagoya ini, kami dari CdM mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh elemen yang terlibat,” ujar Todotua saat memberikan keterangan di Rumah Indonesia, Nagoya.

Todotua mengungkapkan, raihan lima medali emas tersebut berhasil melampaui target awal dari Kemenpora yang mematok empat medali emas. Menurutnya, pencapaian ini merupakan buah dari kerja keras para atlet serta solidnya kerja sama seluruh unsur kontingen.

“Final per hari ini, total medali yang diraih Tim Indonesia sebanyak 39 medali: 5 emas, 11 perak, dan 23 perunggu. Ini adalah capaian terbaik. Berdasarkan target Kemenpora empat emas, kita berhasil membuktikan diri melampauinya menjadi lima emas,” tegas Todotua.

Di luar arena pertandingan, Todotua menekankan pentingnya sinergi lintas sektoral. Konsolidasi yang kuat antara tim CdM, Komite Olimpiade Indonesia (NOC/KOI), Kemenpora, serta induk cabang olahraga (cabor) menjadi kunci utama dalam meredam berbagai tantangan nonteknis di lapangan.

“Asian Games adalah ajang pertarungan yang penuh tantangan. Namun, dengan koordinasi dan konsolidasi yang erat bersama NOC, Kemenpora, dan kawan-kawan cabang olahraga, segala tantangan nonteknis dapat kita antisipasi dan selesaikan dengan baik,” jelasnya.

Kelancaran dukungan nonteknis tersebut memastikan para atlet dapat fokus penuh mengerahkan kemampuan terbaik mereka di arena tanpa terbebani kendala di luar teknis olahraga.

Seluruh rangkaian kerja Tim CdM—mulai dari tahap persiapan, keberangkatan, pendampingan selama pertandingan, hingga proses kepulangan kontingen—akan direkapitulasi secara komprehensif. Laporan tersebut nantinya diserahkan sebagai bahan evaluasi strategis bagi kemajuan industri olahraga nasional.

“Selebihnya, tentu akan kami laporkan kepada NOC dan Kemenpora sebagai bahan review untuk peta jalan industri olahraga nasional kita,” tambah Todotua.

Menutup keterangannya, Todotua menyampaikan apresiasi khusus kepada seluruh pihak yang memberi dukungan nyata bagi kontingen Indonesia di Jepang.

“Sekali lagi, terima kasih kepada tim CdM, NOC, Kemenpora, seluruh sponsor yang mempercayai kami, Kedutaan Besar Jepang atas dukungannya, serta pemerintah Republik Indonesia,” pungkasnya.


Visibility Terbatas, 8 Penerbangan di Bandara Internasional SMB II Palembang Tertunda

Iki Radio — Akibat jarak pandang (visibility) yang memburuk dan berada di bawah standar minimal keselamatan, sebanyak delapan penerbangan di Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang, Sumatra Selatan, mengalami penundaan pada Sabtu (3/9/2026).

General Manager Bandara Internasional SMB II Palembang, Ahmad Syaugi Shahab, menjelaskan bahwa jarak pandang di area bandara sempat merosot hingga tersisa 600 meter. Hal ini memicu penundaan (delay) pada empat penerbangan kedatangan dan empat penerbangan keberangkatan.

"Penundaan ini terjadi akibat visibility below minimal atau jarak pandang di bawah standar minimal penerbangan," kata Syaugi, sebagaimana dikutip dari Antara, Sabtu (3/9/2026).

Pihak pengelola bandara terus berkoordinasi secara intensif dengan instansi terkait guna memantau perkembangan cuaca di sekitar area SMB II secara real-time. Langkah ini diambil untuk memastikan faktor keselamatan dan keamanan penerbangan tetap menjadi prioritas utama.

Selain itu, manajemen bandara mengimbau para calon penumpang dan pengguna jasa penerbangan untuk terus memantau pembaruan informasi status penerbangan secara berkala melalui maskapai masing-masing.

Jaga Perbatasan hingga Bantu Warga, Menhan Sjafrie Sjamsoeddin Minta Yonif TP Mahir Bertempur dan Mandiri

Iki Radio — Menteri Pertahanan Jenderal (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin menegaskan pentingnya peran Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia. Kehadiran satuan baru ini disiagakan untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sekaligus melindungi masyarakat dari berbagai ancaman yang dapat muncul sewaktu-waktu.

Pernyataan tersebut disampaikan Menhan saat melakukan kunjungan kerja di Yonif TP 921/Alang Impang di Kabupaten Malinau dan Yonif TP 922/Upun Taka di Kabupaten Tana Tidung, Kalimantan Utara, Sabtu (3/10/2026).

Menhan menekankan bahwa tugas pokok prajurit di beranda depan Indonesia adalah menjaga kedaulatan negara. Oleh karena itu, para prajurit diminta untuk terus mengasah dan menguasai teknik bertempur, bela diri, serta rutin menggelar patroli wilayah guna memberikan rasa aman bagi warga setempat.

Meski demikian, Menhan mengingatkan agar prajurit Yonif TP tidak hanya berfokus pada ketangkasan tempur. Prajurit dituntut memiliki keahlian dalam bercocok tanam dan beternak demi mendukung pemenuhan kebutuhan pokok satuan secara mandiri dan optimal.

“Prajurit Yonif TP juga harus menjadi penggerak pembangunan di wilayah perbatasan agar terjadi percepatan pembangunan di wilayah masing-masing,” tegas Sjafrie di Kalimantan Utara, Sabtu (3/10/2026).

Selain fungsi pertahanan dan ekonomi mandiri, Menhan menginstruksikan seluruh prajurit untuk senantiasa membantu serta melayani masyarakat sekitar melalui pembinaan teritorial secara berkala dan berkesinambungan.

Dalam kunjungan kerja tersebut, Menhan didampingi oleh Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi Revita, Sekjen Kemhan Letjen Tri Budi Utomo, Kepala Badan Logistik Kemhan Marsekal Madya Jusuf Jauhari, serta Pangdam VI/Mulawarman Mayjen Krido Pramono.

close
Pasang Iklan Disini