Iki Radio/Berita Terbaru

Iki Yang Paling/Ngetop

Iki Ceritanya/Orang Terkenal

KLIK DISINI

Iki Dibaca Juga/Jangan Lewatkan

Iki Terbaru/Paling Greeess

Lumajang Tetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi, Warga Diminta Waspada Cuaca Ekstrem

LUMAJANG, Iki Radio — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang, Jawa Timur, secara resmi menetapkan status keadaan tanggap darurat bencana hidrometeorologi mulai Senin (2/11/2026). Langkah cepat ini diambil menyusul rentetan bencana banjir dan tanah longsor yang menerjang sejumlah wilayah akibat cuaca ekstrem.

Bupati Lumajang, Indah Amperawati, menjelaskan bahwa penetapan status darurat ini merupakan bentuk kesiapsiagaan pemerintah daerah dalam mengantisipasi dan memitigasi dampak buruk dari cuaca ekstrem yang sedang melanda.

"Langkah itu menjadi bagian dari kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana akibat cuaca ekstrem, termasuk banjir dan tanah longsor," ujar Bupati yang akrab disapa Bunda Indah dalam keterangannya, Selasa (3/11/2026).

Bunda Indah secara khusus mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di sekitar aliran sungai dan kawasan rawan longsor, untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan dan menjadikan keselamatan sebagai prioritas utama.

Perhatian khusus juga diarahkan kepada warga yang bermukim di sekitar aliran lahar Gunung Semeru. Pascabanjir lahar yang menerjang kawasan Besuk Kobokan, Pemkab Lumajang memastikan kondisi warga di sekitar lokasi terpantau aman. Kendati demikian, ia mengingatkan agar masyarakat tidak lengah mengingat intensitas curah hujan yang masih tinggi.

Transisi dari musim kemarau ke musim hujan terbukti meningkatkan kerentanan terhadap bencana hidrometeorologi. Tragedi tanah longsor di Desa Tamanayu, Kecamatan Pronojiwo, yang merenggut nyawa seorang ayah dan anaknya, menjadi pengingat pahit akan pentingnya kewaspadaan dini terhadap kondisi alam.

Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang, Isnugroho, memaparkan bahwa hujan deras telah memicu bencana hidrometeorologi di enam kecamatan sekaligus. Wilayah yang terdampak meliputi Kecamatan Jatiroto, Tempursari, Pasirian, Pronojiwo, Senduro, dan Candipuro.

Salah satu dampak terparah tercatat di Desa Purorejo, Kecamatan Tempursari, di mana akses jalan terputus akibat diterjang banjir lahar Semeru sehingga mengisolasi sebanyak 117 kepala keluarga (KK). Selain itu, bencana tersebut juga merusak tiga teras rumah dan menyebabkan 10 rumah lainnya berisiko ambruk.

"Saat ini belasan KK tersebut sudah tidak terisolasi," terang Isnugroho.

Melalui status tanggap darurat ini, Pemkab Lumajang terus mengimbau warga agar aktif memantau kondisi lingkungan sekitar, terutama saat hujan lebat berlangsung. Masyarakat diminta segera mengevakuasi diri ke tempat aman dan berkoordinasi dengan petugas jika mendapati tanda-tanda pergerakan tanah atau potensi longsor di lereng sekitar tempat tinggal mereka.

Kementerian PU Gerak Cepat Tangani Longsor Turen–Lumajang dan Tabanan Bali

JAKARTA, Iki Radio — Kementerian Pekerjaan Umum (PU) bergerak cepat menangani bencana longsor yang melanda sejumlah titik Jalan Nasional Turen–Batas Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, serta ruas jalan di Tabanan, Bali. Penanganan darurat ini dilakukan menyusul curah hujan lebat yang memicu longsor dan banjir lahar dingin Gunung Semeru dalam beberapa hari terakhir.

Menteri PU, Dody Hanggodo, menegaskan bahwa kesiapsiagaan infrastruktur dan sumber daya kementeriannya merupakan elemen krusial dalam mendukung penanganan bencana di berbagai daerah. Kecepatan respons sangat dibutuhkan demi memastikan masyarakat tetap memiliki akses terhadap infrastruktur dan layanan dasar di tengah situasi darurat.

"Begitu terjadi bencana, kita harus segera bergerak di lapangan. Yang utama adalah memastikan akses masyarakat tetap terlayani," ujar Dody dalam rilis resminya pada Selasa, 3 November 2026.

Melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur–Bali, Kementerian PU mengerahkan tim penanganan beserta alat berat guna membersihkan material longsoran di lokasi terdampak yang berada di antara KM 13 hingga KM 33. Berkat langkah tanggap darurat tersebut, ruas jalan Turen–Lumajang kini telah kembali fungsional.

Sebagai langkah antisipasi keselamatan pengguna jalan, tim BBPJN juga memasang rambu-rambu peringatan di sejumlah titik rawan longsor. Selain itu, Kementerian PU telah menyiapkan langkah lanjutan berupa usulan penanganan permanen pada Tahun Anggaran (TA) 2027.

Di samping masalah longsor, hujan lebat di Lumajang turut memicu banjir lahar dingin Gunung Semeru. Berdasarkan identifikasi awal Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas, tercatat adanya kerusakan pada tanggul beton pengendali banjir (proyek VDRRSL S4 KD 3), pengikisan (*scouring*) pada tiga bangunan *sabo dam*, serta kerusakan tanggul sungai di bawah jembatan gantung. Personel bersama alat berat telah disiagakan di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Rejali dan Sungai Regoyo. Inventarisasi lanjutan terus dilakukan guna memetakan tingkat kerusakan secara menyeluruh.


Penanganan Longsor di Tabanan, Bali

Selain di Jawa Timur, Kementerian PU juga bergerak menangani longsor badan jalan pada ruas Banjar Taman Tanda–Mengwitani KM 39+100 di Desa Pacung, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, Bali. Longsor yang terjadi pada Senin malam, 2 November 2026 tersebut dipicu oleh luapan air saluran eksisting akibat ketidakmampuan menampung debit air yang tinggi.

Kondisi tersebut diduga berkaitan dengan alih fungsi lahan di sekitar lokasi, yang menyebabkan aliran air melimpas ke jalan nasional dan membuat lereng badan jalan jenuh air hingga akhirnya longsor.

Sebagai penanganan darurat, BBPJN Jatim–Bali telah memasang rambu peringatan, *sandbag* (karung pasir), dan terpal guna mencegah longsor susulan agar tidak meluas. Koordinasi intensif juga dilakukan bersama pemerintah desa setempat untuk menambah kapasitas saluran drainase. Selanjutnya, Satker Perencanaan dan Pengawasan Jalan Nasional (P2JN) Bali akan melaksanakan survei guna menyusun desain penanganan permanen.

Melalui berbagai langkah responsif ini, Kementerian PU terus berkomitmen menjaga konektivitas wilayah serta mobilitas masyarakat tetap terjaga dengan baik. Masyarakat pengguna jalan diimbau untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan dan berhati-hati saat berkendara di tengah cuaca ekstrem, mengingat potensi longsor susulan masih mengintai di wilayah bermedan rawan.

4 November 2026 : Genap Berusia 43 Tahun, Berikut Profil Lengkap Ashanty, Perjalanan Karier, Pendidikan Hingga Gelar Doktor, dan Kehidupan Pribadi

JAKARTA, Iki Radio — Ashanti Hastuti, atau yang lebih dikenal publik dengan nama Ashanty, merupakan sosok multitalenta berkebangsaan Indonesia. Lahir pada 4 November 1983, wanita berdarah campuran Jawa, Prancis, Arab, dan Indonesia ini sukses mengukuhkan namanya tidak hanya sebagai penyanyi populer, tetapi juga sebagai pengusaha, sosialita, dan akademisi berpendidikan tinggi.



Latar Belakang Keluarga dan Pendidikan Tinggi

Ashanty adalah anak bungsu dari lima bersaudara pasangan Soetjahjo Hasnoputro dan Ratu Farida Danan Siddik. Ayahnya merupakan seorang staf ahli di UNICEF yang membuat Ashanty kecil kerap berpindah tempat tinggal ke berbagai negara. Selain itu, ia juga merupakan cucu dari Prof. Dr. KH Abdullah Siddik, SH, sosok diplomat terkemuka pada masa pemerintahan Presiden Soekarno yang pernah menjabat sebagai Duta Besar RI di Thailand.

Menariknya, di tengah kesibukan karier hiburan dan bisnis, Ashanty menunjukkan komitmen luar biasa pada pendidikan:

Sarjana (S1): Ilmu Hubungan Internasional, Universitas Paramadina.

Magister (S2): Manajemen, Universitas Bina Nusantara (Binus) pada 2018 dengan predikat sangat memuaskan.

Doktoral (S3): Resmi meraih gelar Doktor pada 13 Mei 2026 di Sekolah Pascasarjana Universitas Airlangga (jurusan Pengembangan Sumber Daya Manusia). Ia berhasil mempertahankan disertasinya yang berjudul "Respons Adaptif Penyanyi Baby Boomers dan Generasi X Terhadap Transformasi Digital di Industri Musik Indonesia".


Perjalanan Karier Musik dan Industri Hiburan

Nama Ashanty mulai berhembus di panggung musik Tanah Air lewat lagu "Dulu" dari album debutnya Ashanty (2009). Popularitasnya meroket tajam ketika diajak berduet oleh Anang Hermansyah membawakan lagu "Jodohku" pada tahun 2011.

Sepanjang kariernya, Ashanty telah merilis puluhan singel populer, baik solo maupun duet bersama Anang Hermansyah. Diskografi terbarunya mencakup singel "Piagam" (2024), "Jodohku 2" (2025), serta "DOA", "TORN", dan "Tragis" (2026). Di luar dunia tarik suara, Ashanty juga merambah dunia seni peran melalui film layar lebar seperti Romantini (2013) dan Ashiap Man (2022).

Kehidupan Pribadi dan Kepedulian Sosial

Pada 12 Mei 2012, Ashanty resmi menikah dengan musisi Anang Hermansyah di Masjid Al-Bina, Jakarta Pusat. Pernikahan tersebut dikaruniai dua orang anak, Arsy Hermansyah dan Arsya Hermansyah, di samping peran Ashanty sebagai ibu sambung bagi Aurel dan Azriel Hermansyah.

Di samping mengelola berbagai lini bisnis keluarga di sektor kuliner, kecantikan, dan kanal YouTube The Hermansyah, Ashanty dikenal terbuka mengenai perjuangannya menghadapi penyakit autoimun yang didiagnosis pada 2019. 

Ia juga aktif menyuarakan isu-isu sosial, seperti melayangkan surat terbuka kepada Presiden terkait kepeduliannya terhadap penanganan kasus pelecehan dan kekerasan pada anak di bawah umur.

Mendagri Tito Karnavian Tinjau Tanggul Rusak di Pidie Jaya, Tekankan Pentingnya Pengerukan Sungai dan Kerja Sama Pihak Ketiga

PIDIE JAYA, Iki Radio — Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian yang juga bertindak sebagai Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera, melakukan peninjauan langsung terhadap sejumlah tanggul sungai yang terdampak banjir susulan di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, pada Selasa (3/11/2026).

Peninjauan tersebut meliputi titik-titik krusial seperti tanggul Sungai Krueng Meureudu di Desa Dayah Usen serta tanggul Sungai Alue Keutapang. Selain infrastruktur tanggul, Tito juga menyempatkan diri meninjau kondisi lahan sawah yang sebelumnya sempat rusak akibat banjir dan kini telah mulai ditanami kembali dengan komoditas jagung di Desa Beuringen.

Dalam kunjungannya, Tito mengungkapkan bahwa tingginya intensitas curah hujan yang memicu banjir susulan menjadi salah satu tantangan terbesar dalam proses percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di wilayah Sumatera. Akibat banjir susulan ini, sejumlah infrastruktur yang sebelumnya telah diperbaiki kembali mengalami kerusakan, sementara kawasan permukiman yang sudah dibersihkan kembali tertutup material lumpur.

"Di daerah Aceh, Sumatera Utara bagian barat, selain bagian timur, Sumatera Barat, itu curah hujan masih tinggi terus. Bahkan di musim kemarau kemarin tetap juga tinggi, sehingga mengakibatkan banjir lagi, banjir lagi," ujar Tito dalam keterangan resminya.

Untuk mengantisipasi dan meminimalisir risiko bencana serupa ke depan, Tito menegaskan urgensi pembangunan tanggul yang lebih kuat serta pengerukan sungai secara menyeluruh. Berdasarkan catatan data Satgas PRR, terdapat sebanyak 137 sungai di wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang mengalami sedimentasi parah akibat bencana sejak November 2025 lalu.

Guna mempercepat penanganan sedimentasi tersebut, Tito membuka opsi pelibatan berbagai pihak, tidak hanya mengandalkan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dan TNI saja.

"Pengerukan enggak hanya kita serahkan kepada PU, TNI. Tapi juga di antaranya melalui mekanisme kerja sama dengan pihak ketiga. Enggak apa-apa, win-win solution," jelasnya.

Sebagai bentuk kepedulian terhadap warga yang kembali diuji oleh bencana, rangkaian kunjungan kerja tersebut juga diisi dengan penyerahan bantuan secara simbolis berupa santunan uang tunai serta paket kebutuhan pokok kepada masyarakat terdampak di lokasi peninjauan.

Beda Institusi Satu Alasan: Usai Polwan AKBP Netty, Pegawai Dishub Malang Wulida Agustyn Pilih Mundur demi Hati Nurani

MALANG, Iki Radio — Keputusan seorang pegawai Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang, Jawa Timur, Wulida Agustyn, untuk mengundurkan diri dari pekerjaannya mendadak jadi sorotan publik.

Wulida yang juga dikenal sebagai seorang model mengungkapkan pengunduran dirinya melalui akun Threads pribadinya, `@wulydaagustyn_`, pada Senin (2/11/2026). Dalam pernyataannya, ia mengaku memilih meninggalkan instansi tempatnya mengabdi lantaran merasa nilai dan prinsip yang diyakininya sudah tidak lagi sejalan dengan lingkungan kerja.

"Hal yang tidak pernah kuduga. Tidak mudah meninggalkan institusi yang pernah menjadi bagian dari hidup dan pengabdian. Namun lebih menyakitkan jika harus bertahan dalam tindakan yang tak lagi sejalan dengan hati nurani," tulisnya, Selasa (3/11/2026).

Tak sekadar persoalan prinsip, pegawai di Bidang Perencanaan dan Keuangan Dishub Malang ini juga menyiratkan adanya dugaan perlakuan tak pantas yang diterimanya selama menjalankan tugas.

"Saya tidak pergi karena kehilangan keberanian, tetapi karena saya tidak ingin kehilangan harga diri. Saya tidak takut melepas jabatan, tetapi saya takut jika harus terus menerus mendapatkan hal yang tidak pantas," tegasnya.

"Seragam bisa dijadwalkan, jabatan bisa ditinggalkan, tetapi harga diri dan hati nurani tidak boleh dihilangkan. Sebab pengabdian sejati bukan sekedar tentang di mana kita berdiri, melainkan tentang nilai apa yang tetap kita pertaruhkan," tambah Agustyn.


Sorot Tren Pengunduran Diri Aparat demi Prinsip

Keputusan Wulida Agustyn mengundurkan diri seolah menambah deretan figur publik di lingkup instansi pemerintahan yang memilih hengkang demi mempertahankan integritas.

Sebelumnya, langkah serupa diambil oleh AKBP Netty Rosdiana Siagian yang mundur dari Korps Bhayangkara. Mantan Kepala Bagian Perencanaan dan Administrasi (Kabagrenim) Ditreskrimum Polda Metro Jaya tersebut mengumumkan pengunduran dirinya melalui akun Instagram `@netty_diana` pada Minggu (1/11/2026), terhitung sejak 1 September 2026.

Netty menyatakan bahwa keputusannya meninggalkan kepolisian didasari oleh kondisi yang menurutnya tak lagi selaras dengan nurani.

"Saya tidak pergi karena kehilangan keberanian, tetapi karena saya tidak ingin kehilangan prinsip. Saya tidak takut melepaskan jabatan, tetapi saya takut mengkhianati kebenaran yang saya yakini. Sebab pengabdian sejati bukan sekadar tentang di mana kita berdiri, melainkan tentang nilai apa yang tetap kita pertahankan," tegas Netty kala itu.

HUT ke-43, SMAN 1 Nglames Gelar Pengajian Akbar Bersama KH. Anwar Zahid dan Jadi Pusat Pelatihan Kerja Sepatu

MADIUN, Iki Radio — SMA Negeri 1 Nglames sukses menggelar rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-43 dengan menggelar pengajian akbar yang menghadirkan penceramah kondang asal Kanor, Bojonegoro, K.H. Anwar Zahid. Acara yang digelar di lapangan sekolah ini dihadiri oleh jajaran Muspika Kecamatan Nglames, perwakilan Pemerintah Kabupaten Madiun, para kiai, masayikh, wali murid, serta ratusan jemaah dan siswa-siswi.

KH. Anwar Zahid saat menyanpaikan ceramah dalam rangka HUT Ke 43 SMA Negeri 1 Nglames Madiun, Selasa (3/11/2026)

Kepala SMAN 1 Nglames, Darul Muchtar, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kehadiran para tamu undangan serta masyarakat luas. Ia berharap momentum tasyakuran HUT ke-43 ini dapat memberikan berkah serta manfaat yang besar bagi kemajuan peserta didik.

"Lembaga pendidikan ini didirikan dalam rangka mendidik anak-anak bangsa agar menjadi orang-orang yang berakhlak mulia serta sukses dunia dan akhirat. Oleh karena itu, setiap tahun di setiap peringatan HUT, SMAN 1 Nglames selalu mengadakan pengajian akbar dengan niat suci agar anak-anak kita menjadi generasi yang bermanfaat," ujar Darul Muchtar di hadapan siswa dan para jemaah.

Darul juga memohon doa kepada seluruh masyarakat agar para siswa SMAN 1 Nglames senantiasa diberi kemudahan dalam menuntut ilmu, menjadi pribadi yang beriman, cerdas, berprestasi, serta sukses di masa depan sesuai dengan nilai-nilai luhur agama.


SMAN 1 Nglames Ditunjuk Jadi Pusat Pelatihan Kerja Sepatu

Selain agenda keagamaan, dalam kesempatan tersebut Darul Muchtar juga menyampaikan kabar penting terkait peran strategis SMAN 1 Nglames dalam membantu program pemerintah mengentas pengangguran di daerah.

Mulai bulan Oktober lalu, SMAN 1 Nglames dipercaya oleh Pemerintah Kabupaten Madiun sebagai satu-satunya SMA/SMK se-Kabupaten Madiun yang ditunjuk untuk menyelenggarakan pusat pelatihan kerja pembuatan alas kaki (sepatu). Program ini disiapkan untuk menyuplai kebutuhan tenaga kerja profesional bagi pabrik-pabrik sepatu besar yang berdiri di wilayah Madiun — salah satunya pabrik baru yang berlokasi di dekat pintu tol dengan estimasi kebutuhan sekitar 1.800 karyawan.

Kepala SMA Negeri 1 Nglames Madiun

Pelatihan kerja ini dibiayai langsung melalui APBD Kabupaten Madiun dan bekerja sama dengan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) dari Provinsi Jawa Timur serta Dinas Tenaga Kerja.

"Bagi putra-putri lulusan SMA, SMK, atau SLTA sederajat yang belum bekerja dan ingin mengikuti pelatihan kerja, SMAN 1 Nglames siap memfasilitasi. Setelah pelatihan selesai, peserta akan mendapatkan sertifikat resmi dan langsung disalurkan ke perusahaan-perusahaan sepatu yang ada di daerah kita," ajaknya.


Pesan K.H. Anwar Zahid: Guru Teladan dan Murid Beradab

Sementara itu, dalam tausiyahnya, K.H. Anwar Zahid menyampaikan pesan-pesan mendalam seputar dunia pendidikan, moralitas, dan etika sosial. Pengasuh Pondok Pesantren Sampang Maduran Bojonegoro ini menekankan pentingnya keteladanan dari seorang pendidik.

"Guru harus menjadi contoh. Agar anak didik berprestasi, guru harus terlebih dahulu memberi contoh berprestasi," pesan K.H. Anwar Zahid di hadapan ribuan jemaah.

Selain itu, beliau juga mengingatkan pentingnya menjaga adab dan akhlak mulia bagi para murid terhadap guru mereka. Di tengah era yang terus berkembang, K.H. Anwar Zahid mendorong agar generasi muda senantiasa memiliki kepekaan sosial (sensitif), inovatif dalam berkarya (kreatif), serta mampu menghasilkan karya nyata yang bermanfaat bagi sesama (produktif).



Kaki Gunung Everest Mencekam: Dua Helikopter Bertabrakan Saat Mendarat, Seorang WN India Tewas

SOLUKHUMBU, Iki Radio — Tragedi kecelakaan udara terjadi di kawasan kaki Gunung Everest, Nepal, pada Selasa (3/11/2026). Dua helikopter dilaporkan bertabrakan dan jatuh ketika mencoba mendarat di lokasi bersalju yang berada di Distrik Solukhumbu. Insiden maut ini mengakibatkan seorang warga negara (WN) India tewas di tempat dan seorang WN Selandia Baru mengalami luka-luka.

Penanggung jawab Kepolisian Distrik Solukhumbu, Nabin Raja Budhathoki, mengonfirmasi peristiwa nahas tersebut kepada pihak AFP. "Satu orang asing tewas di tempat, dan seorang lagi yang terluka telah dibawa ke rumah sakit," ujarnya.

Berdasarkan keterangan resmi, insiden ini melibatkan dua helikopter dari maskapai swasta yang berbeda, yakni Fishtail Air dan Dynasty Air. Kepala Distrik Solukhumbu, Kaman Singh Thapa Magar, menyebutkan bahwa peristiwa tersebut terjadi tepat di kawasan base camp Gunung Everest.

Pihak Fishtail Air dalam pernyataannya menjelaskan bahwa helikopter milik mereka sedang membawa penumpang yang baru saja diselamatkan dari wilayah Everest sebelum akhirnya mengalami kecelakaan saat hendak mendarat. Sementara itu, pejabat Dynasty Air mengungkapkan bahwa armada helikopter mereka sedang mengangkut muatan kargo pada saat kejadian.

Pihak berwenang setempat mengonfirmasi bahwa korban tewas asal India serta korban terluka asal Selandia Baru merupakan wisatawan yang sedang berkunjung ke kawasan tersebut.

Kecelakaan ini terjadi di tengah puncak musim trekking (pendakian) di Nepal, di mana aktivitas penerbangan helikopter sangat padat untuk mengangkut para pendaki dan wisatawan di jalur ekstrem pegunungan Himalaya.

 

Daun Ketapang Hasil Inovasi Taruna OII Sidoarjo Tembus Pasar Ekspor Australia

SIDOARJO, Iki Radio — Taruna dan taruni Ocean Institute of Indonesia (OII) Kampus Sidoarjo, Jawa Timur, mencatatkan prestasi membanggakan dengan mengoptimalkan potensi lokal berupa daun ketapang hingga menembus pasar internasional. Sebanyak 100 kilogram daun ketapang resmi dikirim ke Australia pada akhir Oktober 2026.

Daun ketapang dipilih karena memiliki nilai pemanfaatan yang tinggi dalam industri ikan hias dan akuarium. Melalui penanganan dan pengolahan mutu yang tepat, komoditas sederhana ini mampu disulap menjadi produk bernilai tambah di pasar global.

Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, menegaskan bahwa transformasi sumber daya manusia (SDM) di sektor kelautan dan perikanan tidak hanya berfokus pada penyerapan tenaga kerja, tetapi juga mendorong lahirnya inovator dan wirausahawan muda.

“Transformasi SDM kelautan dan perikanan tidak cukup hanya menyiapkan lulusan untuk mengisi kebutuhan tenaga kerja. Kita juga perlu membangun kompetensi agar mereka mampu berinovasi, berwirausaha, dan menciptakan nilai tambah dari potensi yang berkaitan dengan sektor kelautan dan perikanan. Pengalaman ini merupakan salah satu langkah untuk membentuk SDM yang adaptif dan berdaya saing,” ujar Trenggono dalam siaran resminya di Jakarta, Minggu (1/11/2026).

Ekspor ini merupakan wujud nyata penerapan Project-Based Learning (PBL) pada Program Studi Agribisnis Perikanan OII Kampus Sidoarjo yang berkolaborasi dengan CV Al Mina Berkah.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BPPSDM KP), I Nyoman Radiarta, menjelaskan bahwa keberhasilan ini diawali dari pengiriman sampel sebanyak dua kilogram. Respons positif dari calon pembeli di Australia kemudian berlanjut pada pesanan sebanyak 100 kilogram pada September 2026.

Dalam prosesnya, para taruna dan taruni terlibat secara langsung di seluruh rantai bisnis ekspor—mulai dari identifikasi pembeli, korespondensi perdagangan internasional, seleksi bahan baku, kontrol kualitas, hingga pengemasan produk sesuai standar pasar luar negeri.

Komoditas tersebut diekspor dengan nilai transaksi US$15 per kilogram. Meski nilainya masih terbatas, langkah ini dipandang sebagai pijakan penting bagi pengembangan wirausaha muda di lingkungan vokasi perikanan.

“Nilai transaksi awal mungkin belum besar, tetapi yang lebih penting adalah terbukanya akses ke pasar internasional dan pengalaman taruna menjalani proses ekspor secara langsung. Dari sini, mereka belajar bahwa peluang usaha dapat dibangun dari potensi lokal, selama ada pengetahuan, kreativitas, kualitas produk, dan kemauan untuk membaca kebutuhan pasar,” tegas Nyoman.

Capaian taruna OII Sidoarjo ini mencerminkan komitmen satuan pendidikan kelautan dan perikanan dalam memperkuat pendidikan vokasi yang relevan dengan industri serta pasar global. Melalui integrasi antara pembelajaran praktik dan kemitraan dunia usaha, para lulusan diharapkan tidak hanya siap bekerja, tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja baru di sektor ekonomi biru.

 

close
Pasang Iklan Disini