MADIUN, Iki Radio — Kolam Pemancingan (KP) Sinau Lele di Jalan Tawang Bakti, Kelurahan Tawangrejo, Kecamatan Kartoharjo, Kota Madiun, merayakan hari ulang tahun (anniversary) pertamanya dengan meriah pada Minggu (1/1/2026).
Perayaan satu tahun eksistensi tempat ini diisi dengan berbagai kegiatan menarik, mulai dari lomba memancing hingga hiburan musik langsung (live music).
Pengelola sekaligus pemilik KP Sinau Lele, Didik Sasmito, mengungkapkan bahwa rangkaian acara anniversary telah dimulai sejak hari sebelumnya.
Berbagai jenis perlombaan mancing digelar, seperti lomba mancing ikan patin dan gurame, yang dimeriahkan dengan live music.
Acara ini juga menyediakan hadiah berupa uang tunai serta beragam aksesoris peralatan pancing bernilai jutaan rupiah.
Berawal dari Solusi untuk Peternak Lele Lokal
Di balik kesuksesan KP Sinau Lele saat ini, tersimpan cerita inspiratif mengenai awal mula pendiriannya. Nama "Sinau" sendiri berasal dari bahasa Jawa yang berarti belajar.
Didik menceritakan bahwa ide awal membuka pemancingan ini berawal dari kepemilikan kolam lele miliknya dahulu. Saat itu, ia melihat banyak petani atau pembudidaya ikan lele yang kesulitan menjual ikan lele berukuran besar dengan harga yang bagus.
Dari situlah ia tergerak mendirikan kolam pemancingan untuk mewadahi dan menampung hasil panen para peternak lokal.
"Aku punya petani. Pada waktu itu tuh ikan lele yang besar-besar itu enggak bisa terjual dengan harga bagus. Makanya aku bikin kolam pemancingan untuk memfasilitasi teman-teman sing punya budidaya ikan lele tapi dia enggak bisa jual ikan bagus, makanya tak tampung di sini," terang Didik.
Melalui langkah ini, Didik berharap dunia perikan air tawar, khususnya budidaya lele, bisa semakin baik ke depannya. Sebab, majunya dunia perikanan secara otomatis akan mendongkrak perekonomian para peternak lele, terutama para pelaku skala kecil.
Perjalanan Didik di dunia perikanan tidak instan. Ia mengaku belajar budidaya lele secara mandiri melalui media sosial serta aktif bertanya kepada peternak-peternak senior yang sudah lebih dulu berhasil.
Dalam praktiknya, Didik membudidayakan lele menggunakan sistem intensif. Dibandingkan metode konvensional, teknik ini dinilai jauh lebih menguntungkan. "Masa panennya lebih cepat, walaupun ukuran ikannya lebih kecil dibanding sistem konvensional," ungkapnya.
Namun, jalan merintis usaha ini tidak selalu mulus. Pada awal-awal merintis, Didik sempat beberapa kali menjadi korban penipuan. Pengalaman pahit tersebut menjadikannya lebih matang dan selektif, khususnya dalam memilih agen pemasaran.
Ketekunan dan kerja keras Didik berbuah manis. Dari yang mulanya hanya memiliki empat kolam, kini usahanya telah berkembang pesat hingga memiliki 18 kolam.
Tidak hanya itu, jangkauan pemasaran dan pelanggan KP Sinau Lele juga semakin luas. Saat ini, pelanggannya telah merambah ke berbagai daerah di wilayah Madiun Raya, Solo, Yogyakarta, dan sejumlah daerah lainnya.
Melalui momentum hari jadi yang pertama ini, KP Sinau Lele optimis dapat terus tumbuh sekaligus memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan peternak ikan di Madiun dan sekitarnya.



















