Iki Radio/Berita Terbaru

Iki Yang Paling/Ngetop

Iki Ceritanya/Orang Terkenal

KLIK DISINI

Iki Dibaca Juga/Jangan Lewatkan

Iki Terbaru/Paling Greeess

Wamen Nezar: Literasi Digital Kini Fokus pada AI dan Perangi Hoaks

Iki Radio - Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) mengubah arah program literasi digital nasional dari sekadar pengenalan penggunaan internet dan perangkat digital menjadi penguatan kecakapan yang lebih relevan dengan perkembangan teknologi. Program tersebut termasuk kecerdasan artifisial (AI) serta kemampuan menghadapi disinformasi dan hoaks.

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi), Nezar Patria, mengatakan, pendekatan literasi digital yang selama ini berfokus pada kemampuan dasar menggunakan perangkat digital tidak lagi memadai untuk menjawab tantangan era teknologi yang berkembang sangat cepat.

“Program literasi digital sekarang lebih ke upskilling, meningkatkan kecakapan yang lebih kontekstual dan relevan dengan perkembangan sekarang,” ujar Nezar Patria dalam audiensi dengan Asosiasi Dosen dan Peneliti Ilmu Komunikasi Indonesia di Kantor Kementerian Komdigi, Jakarta Pusat, Kamis (25/6/2026).

Menurut Nezar, perubahan strategi tersebut sejalan dengan hasil evaluasi yang dilakukan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) terhadap program literasi digital yang telah dijalankan selama hampir satu dekade.

“Kita melakukan program-program literasi digital sudah cukup lama, hampir satu dekade dan evaluasi yang dilakukan oleh Bappenas terhadap program ini juga sudah final. Kita tidak melanjutkan lagi literasi digital seperti yang dulu,” katanya.

Ia menilai masyarakat saat ini pada umumnya telah memahami penggunaan dasar perangkat digital dan internet. Sementara edukasi mengenai keamanan digital serta etika bermedia juga semakin banyak dilakukan oleh platform digital melalui berbagai pedoman komunitas dan fitur perlindungan pengguna.

“Kalau sekarang kayaknya sudah lewat masa itu. Walaupun masih dibutuhkan, tetapi sudah dikerjakan ataupun diadopsi oleh platform-platform lewat community guidelines dan lain-lain,” ujar Wamenkomdigi.

Karena itu, Komdigi kini memfokuskan program literasi digital pada peningkatan kapasitas masyarakat agar mampu memanfaatkan teknologi secara produktif sekaligus memiliki ketahanan terhadap berbagai risiko di ruang digital.

Salah satu fokus utama adalah memperkuat kemampuan masyarakat dalam mengenali, memverifikasi, dan menangkal disinformasi, misinformasi, serta hoaks yang semakin masif seiring perkembangan teknologi digital dan AI.

Menurut Nezar, kecakapan digital yang dibutuhkan saat ini bukan hanya kemampuan mengakses teknologi, tetapi juga kemampuan berpikir kritis, memahami cara kerja teknologi baru, serta memanfaatkannya secara bertanggung jawab untuk kegiatan ekonomi, pendidikan, maupun sosial.

Melalui transformasi program tersebut, Komdigi berharap masyarakat Indonesia tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu beradaptasi dengan perkembangan AI dan berbagai teknologi baru secara cerdas, aman, dan produktif.

Dorong Tingkatkan SDM, Bupati Bojonegoro Lantik Pengurus Dewan Pendidikan

Iki Radio - Bupati Bojonegoro Setyo Wahono secara resmi melantik jajaran pengurus Dewan Pendidikan Kabupaten Bojonegoro periode 2026-2030 di Ruang Angling Dharma, lantai 2 Gedung Pemkab Bojonegoro, Kamis (25/06/2026). 

Dalam momentum strategis ini, Bupati menekankan bahwa investasi pada Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan pilar terbesar pembangunan daerah.

Dalam sambutannya, Bupati Setyo Wahono membeberkan dua tantangan besar yang saat ini tengah dihadapi Bojonegoro. Pertama, terkait akses pendidikan dan intervensi Angka Tidak Sekolah (ATS) atau Anak Putus Sekolah (APS) yang hingga kini masih menyentuh angka kisaran 4.500 anak.

"Problematika ATS ini sangat rumit dan tidak bisa diselesaikan oleh pemerintah daerah sendirian. Ini adalah PR bersama. Sebagai kepala daerah, tugas kami merumuskan kebijakan, namun kami butuh masukan konkret dan pertimbangan strategis dari Dewan Pendidikan," tegas Setyo Wahono.

Tantangan kedua yang tak kalah krusial adalah arus digitalisasi yang mulai menggeser pola asuh di ruang keluarga. Fenomena kecanduan gawai menjadi perhatian serius Bupati agar Dewan Pendidikan ke depan mampu melahirkan kajian dan edukasi yang tepat bagi para orang tua.

Setyo Wahono juga mengapresiasi komposisi pengurus yang diisi oleh kombinasi ideal antara akademisi, praktisi, media, hingga tokoh agama yang dinilai memiliki jam terbang tinggi dan fleksibilitas waktu untuk aktif di lapangan,tuturnya.

Ketua Dewan Pendidikan Bojonegoro yang baru dilantik, Ahmad Ansaful Marom, menyatakan kesiapannya untuk membawa lembaga ini sebagai jembatan yang responsif. Dengan komposisi anggota yang beragam—mulai dari unsur perguruan tinggi, wartawan, hingga praktisi—pihaknya berkomitmen untuk memperbanyak mendengar dari akar rumput.

Ahmad Ansaful Marom menekankan bahwa fokus utama Dewan Pendidikan ke depan adalah penguatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) melalui investasi pendidikan jangka panjang.

"Kita tahu bahwa investasi di dunia pendidikan adalah investasi yang sering kali tidak tampak secara fisik atau instan, berbeda dengan infrastruktur. Hasilnya tidak bisa dinikmati hanya dalam waktu lima tahun. Kendati demikian, investasi masa depan ini harus kita mulai sejak dini," ungkapnya.

Ansaful Marom juga menyadari bahwa proses merumuskan program kerja sama global dan pembenahan mutu ini akan menguras energi, namun hal tersebut menjadi tanggung jawab moral yang siap dipikul bersama demi masa depan generasi Bojonegoro,pungkasnya. 

Minimalisir Laka Laut, 30 Pengelola Wisata Pantai Pantura Dilatih Jadi Lifeguard Profesional

Iki Radio - Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif (Disbudparekraf ) Provinsi Jawa Tengah bergerak cepat mengantisipasi kecelakaan laut di kawasan Pantura Barat. Sebanyak 30 pengelola wisata pantai dari Kabupaten Batang, Kendal, dan Pekalongan digembleng dalam Pelatihan Peningkatan Keselamatan Wisata Bahari selama tiga hari, 23-25 Juni 2026, di Pantai Ujungnegoro, Kabupaten Batang, Kamis (25/6/2026).

Langkah taktis ini diambil untuk mendongkrak kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) lokal agar mampu bertindak sebagai penjaga pantai (lifeguard) profesional yang berbasis standar keselamatan nasional.

Ketua Pokja Pengembangan SDM Pariwisata Bidang Destinasi sekaligus Adyatama Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Ahli Muda, Riyadi Kurniawan menjelaskan bahwa pelatihan yang didanai anggaran tugas pembantuan Kementerian Pariwisata ini mengombinasikan metode teori dan praktik lapangan.

“Pelatihan ini berlangsung selama tiga hari, dari tanggal 23 sampai 25 Juni 2026. Anggarannya berasal dari tugas pembantuan Kementerian Pariwisata sebagai upaya menciptakan SDM yang berkompeten untuk menjaga keselamatan wisata,” jelasnya.

Materi teori digelar di Hotel Piana dengan menggandeng pakar dari BMKG Pusat, BMKG Stasiun Ahmad Yani Semarang, Ditpolairud Polda Jateng, Basarnas Semarang, hingga Pos SAR Unit Siaga Pemalang. Sementara pada hari terakhir, para peserta langsung diterjunkan ke laut untuk simulasi penyelamatan.

“Peserta mempraktikkan bagaimana cara mengevakuasi wisatawan yang mengalami kecelakaan laut, mulai dari proses penyelamatan di perairan hingga penanganan korban di darat,” ungkapnya.

Riyadi tidak menampik bahwa para pengelola pantai sebenarnya sudah memiliki dasar penyelamatan. Namun, selama ini mereka masih mengandalkan pengalaman otodidak atau ilmu titen, bukan standar regulasi keselamatan yang baku. Melalui pelatihan ini, mereka juga diajarkan membaca dinamika cuaca dari BMKG.

Target akhirnya (outcome), pemerintah ingin menjamin rasa aman penuh bagi para pelancong yang berkunjung ke pesisir Jawa Tengah. Kami ingin wisatawan merasa nyaman dan terjamin keselamatannya saat berwisata di pantai-pantai Jawa Tengah.

Pelaksanaan praktik lapangan ini didukung penuh oleh Dinas Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Batang selaku tuan rumah.

Kepala Bidang Destinasi dan Usaha Pariwisata Disparpora Batang Debby Sintya Rengganis mengakui pelatihan SAR berskala profesional seperti ini memang sangat dibutuhkan di wilayahnya.

“Selama ini kami memang masih minim pelatihan SAR bagi teman-teman yang bertugas di kawasan wisata bahari. Karena itu kami sangat menyambut baik kegiatan ini,” ujar dia.

Batang sendiri memiliki sederet destinasi pantai populer, mulai dari Pantai Sigandu, Kuripan, Celong, Jodo, hingga Pantai Ujungnegoro yang menjadi magnet utama wisatawan. Sejauh ini, kondisi keselamatan di pantai-pantai Batang masih terpantau aman.

“Alhamdulillah selama ini masih terkendali dan masih bisa diselamatkan,” imbuhnya.

Kendati kapasitas petugas telah ditingkatkan, Debby tetap meminta kerja sama dari para pengunjung untuk tidak teledor saat bermain di area pantai.

“Kami biasanya memasang bendera merah di area-area yang berbahaya. Wisatawan diharapkan mematuhi peringatan tersebut demi keselamatan bersama,” tandasnya.

Bupati Balangan Ajak Pelaku Usaha Berikan Data Akurat untuk Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

Iki Radio - Pemerintah Kabupaten Balangan bersama Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Balangan mencanangkan sekaligus mendeklarasikan Komitmen Sensus Ekonomi 2026 di Aula Benteng Tundakan, Kantor Bupati Balangan, Paringin Selatan, Kamis (25/6/2026).

Pencanangan Sensus Ekonomi 2026 dilakukan oleh Bupati Balangan, Abdul Hadi. Ia menegaskan data yang akurat sangat penting sebagai dasar perumusan kebijakan pembangunan ekonomi daerah yang tepat sasaran. Karena itu, Pemerintah Kabupaten Balangan berkomitmen penuh menyukseskan agenda nasional tersebut.

"Data yang dihasilkan dari Sensus Ekonomi 2026 akan menjadi landasan utama bagi Pemerintah Kabupaten Balangan dalam menyusun berbagai kebijakan dan program strategis, termasuk RPJMD. Kita tidak ingin program bantuan modal, pelatihan keterampilan, maupun pembangunan infrastruktur ekonomi menjadi salah sasaran karena menggunakan data yang tidak akurat dan tidak mutakhir," tegasnya.

Abdul Hadi juga mengajak seluruh lapisan masyarakat, khususnya para pelaku usaha di Kabupaten Balangan, untuk berpartisipasi aktif dalam menyukseskan sensus tersebut. Ia menekankan pentingnya memberikan informasi yang benar, jujur, dan lengkap kepada petugas pendataan di lapangan.

Pada kesempatan yang sama, Kepala BPS Kabupaten Balangan, Sigit Purnomo menjelaskan Sensus Ekonomi merupakan program pendataan nasional yang dilaksanakan setiap 10 tahun sekali. Kegiatan ini bertujuan memetakan struktur dan kondisi perekonomian Indonesia secara menyeluruh pada sektor usaha nonpertanian, termasuk di Kabupaten Balangan.

"Sensus Ekonomi 2026 bukan sekadar kegiatan pengumpulan data statistik. Lebih dari itu, sensus ini merupakan investasi bangsa untuk menghasilkan data ekonomi yang akurat, mutakhir, dan komprehensif. Tujuannya antara lain menyediakan informasi mengenai struktur ekonomi, karakteristik usaha, ekonomi digital, serta ekonomi lingkungan," ujarnya.

Menurutnya, hasil Sensus Ekonomi 2026 akan menjadi fondasi utama bagi pemerintah daerah dalam menyusun perencanaan pembangunan yang tepat sasaran dan berkelanjutan. Bagi pelaku usaha, data tersebut juga dapat menjadi kompas strategis untuk melihat peluang pasar, potensi investasi, dan meningkatkan daya saing daerah.

Sigit menambahkan, pendataan lapangan Sensus Ekonomi 2026 berlangsung mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026. Di Kabupaten Balangan, sebanyak 166 petugas sensus telah diterjunkan dan tersebar di delapan kecamatan.

Rinciannya, 22 petugas di Kecamatan Lampihong, 25 petugas di Kecamatan Batumandi, 18 petugas di Kecamatan Awayan, tujuh petugas di Kecamatan Tebing Tinggi, 24 petugas di Kecamatan Paringin, 23 petugas di Kecamatan Paringin Selatan, 21 petugas di Kecamatan Juai, dan 22 petugas di Kecamatan Halong.

"Progres pendataan lapangan di Kabupaten Balangan hingga hari ini telah mencapai 7,23 persen," tutupnya. 

HJKM ke-458, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Madiun Dorong Perubahan Paradigma: Perpustakaan untuk Kesejahteraan

Iki Radio – Peringatan Hari Jadi Kabupaten Madiun (HJKM) ke-458 tahun 2026 menjadi momentum strategis bagi Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Madiun. Melalui momen bersejarah ini, instansi tersebut berkomitmen penuh untuk mengubah mindset (pola pikir) dan paradigma seluruh elemen masyarakat terkait keberadaan dan fungsi perpustakaan.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Madiun, Kus Hendrawan, mengungkapkan bahwa selama ini pandangan masyarakat terhadap perpustakaan cenderung masih konvensional.

"Kalau secara umum masyarakat banyak berpikir perpustakaan itu hanya pada kegiatan meminjam dan membaca buku saja. Ini mindset dan paradigma yang harus kita ubah. Bahwa sebenarnya perpustakaan lebih dari sekadar meminjam dan membaca," terang Kus Hendrawan.

Lebih lanjut, Kus Hendrawan menjelaskan bahwa motivasi masyarakat datang ke perpustakaan seharusnya didasari oleh keinginan untuk meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan. Perpustakaan modern kini bertransformasi menjadi ruang inklusif untuk menggali potensi ekonomi dan keterampilan praktis.

Sumber Inspirasi Usaha: Masyarakat yang ingin membuka usaha atau menambah penghasilan dapat memanfaatkan perpustakaan untuk mencari literatur, riset pasar, dan informasi berbasis kecakapan hidup.

Kebutuhan Utama, Bukan Sampingan: Kehadiran perpustakaan bukan lagi sekadar tempat untuk mengisi waktu luang, melainkan bagian dari kebutuhan pokok individu maupun kelompok dalam pengembangan diri (self-development).

Selaras dengan tema besar HJKM ke-458 tahun ini, yaitu "Berinovasi dan Berkolaborasi untuk Kabupaten Madiun Bersahaja", Dinas Perpustakaan dan Kearsipan mengajak seluruh lembaga, komunitas literasi, dan masyarakat luas untuk bergerak bersama.

"Kami mengajak seluruh lembaga atau kelompok yang berkaitan dengan perpustakaan, serta masyarakat secara umum untuk bersama-sama, bersatu, memaksimalkan segala potensi yang ada, menuju Kabupaten Madiun yang Bersih, Sehat, dan Sejahtera (BERSAHAJA)," pungkasnya.

Melalui transformasi paradigma ini, diharapkan literasi tidak sekadar menjadi aktivitas kognitif, melainkan roda penggerak kesejahteraan masyarakat Kabupaten Madiun di masa depan.(ir)

Hari Jadi ke-458, Inspektorat Kabupaten Madiun Perkuat Pengawasan Menuju Tata Kelola Pemerintahan yang BERSAHAJA

Iki Radio – Momentum Hari Jadi Kabupaten Madiun ke-458 tahun 2026 menjadi pijakan penting bagi Inspektorat Kabupaten Madiun untuk terus memantapkan kinerjanya.

Sebagai unsur pengawas penyelenggaraan pemerintahan daerah, Inspektorat berkomitmen penuh dalam mewujudkan visi tata kelola pemerintahan yang BERSAHAJA (Bersih, Sehat, dan Sejahtera).

Inspektur Kabupaten Madiun, Joko Lelono, menegaskan bahwa Inspektorat memiliki tanggung jawab besar dalam membantu Bupati untuk membina dan mengawasi pelaksanaan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan daerah serta tugas pembantuan oleh Perangkat Daerah.

Dalam menjalankan roda organisasi, Inspektur berkedudukan di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Bupati melalui Sekretaris Daerah.

"Sesuai dengan tema besar Hari Jadi Kabupaten Madiun ke-458 tahun ini, yaitu 'Berinovasi dan Berkolaborasi untuk Kabupaten Madiun Bersahaja', kami mengajak seluruh elemen dan Perangkat Daerah untuk bersama-sama, bahu-membahu membangun Kabupaten Madiun ke arah yang lebih baik," ujar Joko Lelono.

Guna memastikan jalannya pemerintahan yang akuntabel dan transparan, Joko Lelono memaparkan sejumlah fungsi strategis yang terus dioptimalkan oleh Inspektorat Kabupaten Madiun, antara lain:

Perumusan Kebijakan Teknis dan Fasilitasi: Menyusun formulasi kebijakan di bidang pengawasan.

Pengawasan Internal Komprehensif: Melakukan audit, review, evaluasi, dan pemantauan berkala terhadap kinerja serta keuangan daerah.

Pengawasan Khusus dan Respons Cepat: Melaksanakan pengawasan tujuan tertentu atas penugasan Kepala Daerah/Gubernur. Hebatnya, jika terdapat indikasi penyalahgunaan wewenang atau kerugian keuangan negara/daerah, Inspektorat dapat langsung bergerak melakukan pengawasan tanpa harus menunggu penugasan resmi.

Pencegahan Korupsi dan Reformasi Birokrasi: Menjadi motor penggerak dalam koordinasi pencegahan tindak pidana korupsi serta mengawasi pelaksanaan program reformasi birokrasi di lingkungan Pemkab Madiun.

Melalui momentum hari jadi yang ke-458 ini, Inspektorat Kabupaten Madiun berharap semangat kolaborasi dan inovasi dapat terus tertanam di setiap lini pelayanan publik, demi mewujudkan Kabupaten Madiun yang bersih, maju, dan sejahtera.(ir)

HJKM ke-458: DLH Kabupaten Madiun Usung Inovasi Hijau dan Kolaborasi Menuju 'Madiun Bersahaja'

Iki Radio – Momentum Peringatan Hari Jadi Kabupaten Madiun (HJKM) ke-458 Tahun 2026 yang mengusung tema "Berinovasi dan Berkolaborasi Untuk Kabupaten Madiun Bersahaja" dimaknai secara mendalam oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Madiun. 

Tema besar ini merupakan sebuah panggilan sekaligus komitmen kuat untuk mewujudkan daerah yang Bersih, Sehat, dan Sejahtera melalui tata kelola lingkungan yang modern, partisipatif, dan berkelanjutan.

Kepala DLH Kabupaten Madiun, Muhamad Zahrowi, menyatakan bahwa di bawah kepemimpinannya, DLH terus bergerak cepat mengintegrasikan prinsip inovasi teknologi dan kolaborasi lintas sektor.

Langkah strategis ini diambil guna memastikan kelestarian alam di Kabupaten Madiun dapat berjalan selaras dengan kemajuan daerah.

"Urusan lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Kami di DLH memaknai tema HJKM ke-458 ini sebagai landasan untuk melakukan lompatan besar, menyatukan inovasi hijau dan sinergi multi-pihak demi masa depan Madiun yang lebih asri," ungkap Muhamad Zahrowi, Rabu (24/6/2026).

Zahrowi menjabarkan bahwa akronim BERSAHAJA (Bersih, Sehat, dan Sejahtera) serta pilar utama tema HJKM tahun ini diterjemahkan ke dalam tiga pilar kerja nyata DLH, yaitu:

1. Berinovasi (Inovasi Hijau) Mengembangkan sistem pengelolaan lingkungan cerdas berbasis digital—mulai dari sistem pengaduan, pelaporan, hingga pengawasan. DLH juga melakukan modernisasi fasilitas pengelolaan sampah seperti TPS3R, TPST, hingga TPA. 

Edukasi pemilahan sampah kini diprioritaskan langsung di wilayah hulu (keluarga dan pelaku usaha) guna mengejar target besar Zero Waste atau sampah terkelola 100 persen pada Tahun 2029.

2. Berkolaborasi (Sinergi Multi-pihak/Pentahelix)

Menyadari pemerintah tidak bisa berjalan sendiri, DLH aktif merangkul masyarakat, komunitas, akademisi, hingga volunteer internasional untuk terlibat langsung dalam menjaga ekosistem.

3. Kabupaten Madiun Bersahaja 

Mewujudkan lingkungan yang Bersih (bebas dari timbulan sampah) dan Sehat (kualitas udara, air, serta tanah yang terjaga baik), yang pada akhirnya akan mengantarkan masyarakat pada kehidupan yang Sejahtera.


Hingga pertengahan tahun 2026 ini, DLH Kabupaten Madiun telah mengeksekusi berbagai program strategis yang menyentuh lini hulu hingga hilir, di antaranya:

1. Gerakan "Selamat Asri" dan Penyelesaian Sampah di Hulu

Implementasi nyata ini diperkuat melalui Peraturan Bupati Madiun No. 11/2026 tentang Gerakan Selasa dan Jumat Bersih yang dilaksanakan secara serentak di lingkungan perkantoran dan ruang publik.

Selain aksi bersih-bersih, DLH juga memfasilitasi sarana pemilahan sampah di titik-titik strategis, meliputi bak sampah terpilah (organik & anorganik), keranjang botol plastik, lubang biopori untuk sisa makanan, hingga drum komposter untuk daun.

2. Inovasi Tata Kelola Sampah di TPA Kaliabu

DLH secara intensif mengeksekusi peta jalan (roadmap) pengurangan volume sampah bersama Ditjen Bina Bangda Kemendagri. Berkat tata kelola yang terukur, TPA Kaliabu kini bertransformasi menjadi pusat edukasi dan studi banding.

Bahkan, DLH mencoba mengajukan kerjasama dengan organisasi global terkemuka, yang berdedikasi untuk pelestarian sumber daya alam yakni IUCN (International Union for Conservation of Nature).

Seluruh operasional di TPA Kaliabu juga diawasi secara ketat dan berkoordinasi langsung dengan Direktorat Penegakan Hukum (Gakkum) Kementerian Lingkungan Hidup untuk memastikan standar ramah lingkungan tetap terjaga.


3. Penataan Ruang Terbuka Hijau (RTH) & Fasilitas Publik

Revitalisasi terus dilakukan di Alun-Alun Reksogati Caruban sebagai pusat pemerintahan agar tetap asri, bersih, sejuk, dan bebas sampah. 

Tak hanya menyasar infrastruktur, DLH memberikan pendampingan intensif kepada Paguyuban Pedagang Kaki Lima (PKL) Bersahaja serta organisasi wanita (seperti Perumdam Tirta Dharma Purabaya) agar terbiasa mengelola sampah secara mandiri di tempat aktivitas mereka.


Melalui momentum bersejarah HJKM ke-458 ini, Muhamad Zahrowi menitipkan tiga harapan besar untuk masa depan Kabupaten Madiun:

1. Peningkatan Kesadaran Kolektif

Berharap masyarakat tidak lagi melihat sampah sebagai limbah tidak berguna, melainkan sebagai sumber daya bernilai ekonomi yang wajib dipilah dari rumah melalui prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle).

2. Optimisme Raih Penghargaan Adipura

Menjadikan gerakan kebersihan massal dan komitmen bersama ini sebagai batu loncatan utama bagi Kabupaten Madiun untuk sukses memboyong penghargaan Adipura dari Kementerian Lingkungan Hidup.

3. Pembangunan Berwawasan Lingkungan

Menginginkan agar setiap roda pembangunan ekonomi dan fisik di Kabupaten Madiun ke depan tetap meletakkan aspek kelestarian alam sebagai prioritas utama, demi mewujudkan ekosistem yang sehat bagi generasi mendatang.(ir)

HJKM ke-458, Camat Sawahan Ajak Semua Pihak Bersinergi Wujudkan Madiun Bersih, Sehat, dan Sejahtera

Iki Radio – Momentum Hari Jadi Kabupaten Madiun (HJKM) ke-458 menjadi pemacu semangat baru bagi jajaran Pemerintah Kecamatan Sawahan, Kabupaten Madiun.

Camat Sawahan, Muhammad Sholeh, mengajak seluruh elemen masyarakat dan pemangku kepentingan (stakeholders) untuk mempererat kerja sama demi membawa Kabupaten Madiun ke arah yang lebih maju.

M. Sholeh menekankan pentingnya menumbuhkan semangat kerja yang penuh kreativitas dan inovasi di lingkungan birokrasi maupun pelayanan masyarakat.

Menurutnya, tantangan ke depan hanya bisa dihadapi jika semua pihak mau bergerak bersama.

"Semangat dalam kerja penuh kreativitas dan bekerja sama dengan semua pihak adalah kunci utama untuk mewujudkan Kabupaten Madiun yang Bersih, Sehat, dan Sejahtera," ujarnya, Rabu (23/6/2026).

Sebagai perpanjangan tangan pemerintah daerah di tingkat kecamatan, Camat Sawahan menegaskan komitmennya untuk mendukung dan menyukseskan visi misi pembangunan yang telah digariskan oleh pimpinan daerah.

Pihak Kecamatan Sawahan siap mengawal, mendukung, sekaligus melaksanakan setiap program kerja yang telah ditetapkan oleh Bupati dan Wakil Bupati Madiun, tentunya disesuaikan dengan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) masing-masing.

"Dengan Hari Jadi Kabupaten Madiun ke-458, semoga Kabupaten Madiun semakin solid dan benar-benar menjadi kabupaten yang Bersih, Sehat, dan Sejahtera bagi seluruh masyarakatnya," pungkasnya.(ir)

close
Pasang Iklan Disini