DEPOK, Iki Radio — Prestasi membanggakan ditorehkan oleh seorang remaja berusia 17 tahun asal Tamaulipas, Meksiko, Ángela Karime Venegas Hernández. Ia berhasil meraih medali emas dalam ajang International Science and Invention Fair (ISIF) 2026 yang diselenggarakan di Universitas Indonesia (UI), Depok, Jawa Barat, pada 13–17 Oktober 2026.
Ángela sukses mencuri perhatian juri internasional setelah menciptakan inovasi alat pemadam api berbasis gelombang suara frekuensi rendah bernama Vortex Tech. Di ajang ini, ia harus bersaing dengan para inovator muda dari 25 negara setelah sebelumnya lolos dari seleksi tingkat regional hingga nasional di negaranya.
Ide inovatif ini bermula ketika Ángela menyaksikan video meriam sonik (sonic cannon) berukuran sekitar 4 meter milik Defense Advanced Research Projects Agency (DARPA) Amerika Serikat yang memanfaatkan gerakan udara untuk memadamkan api. Dari tayangan tersebut, ia terinspirasi untuk merancang versi yang jauh lebih kecil dan efisien.
Dalam mewujudkan gagasannya, Ángela dibantu oleh sang paman, José Arturo Hernández Muñoz, yang berlatar belakang pendidikan magister sains. Proses pengembangan alat ini memakan waktu sekitar satu tahun hingga menghasilkan lima prototipe yang disempurnakan dari eksperimen-eksperimen sebelumnya.
Vortex Tech bekerja dengan memancarkan gelombang suara yang memicu getaran di udara, sehingga mampu mengganggu dan memutus suplai oksigen yang dibutuhkan api untuk menyala. Perangkat ini dibangun menggunakan komponen yang relatif sederhana, meliputi:
Baterai berukuran 12 volt
Generator frekuensi berukuran 30 hertz
Penguat daya (amplifier)
Pengeras suara (speaker)
Saat ini, Vortex Tech mampu memadamkan api berukuran kecil dalam hitungan detik pada jarak dekat. Kendati demikian, alat ini belum dirancang untuk menggantikan peran alat pemadam kebakaran konvensional yang dapat menangani skala kebakaran besar.
Meski demikian, pencapaian di kancah internasional ini menjadi bukti nyata atas dedikasi dan kerja keras Ángela dalam dunia sains.
"Mendapatkan medali emas ini tak cuma menunjukkan pengakuan [atas penemuan ini], melainkan menjadi hasil dari kerja keras tanpa menyerah, mempercayai ide kami, serta usaha untuk mewujudkannya menjadi kenyataan," ujar Ángela, dikutip dari El País.

















