Iki Radio – Sebanyak delapan kadet mahasiswa Universitas Pertahanan (Unhan) resmi tiba di Kabupaten Madiun untuk melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat atau On the Job Training (OJT) di Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Madiun. Kedatangan para kadet tersebut disambut langsung oleh jajaran Satuan Teritorial TNI pada Sabtu (10/10/2026) dini hari.
Danramil 0803/02 Nglames, Kapten Caj Ali Subhan, memimpin langsung proses penjemputan para peserta OJT setibanya mereka di wilayah Nglames. Ia menyampaikan bahwa para kadet akan menjalankan program pembinaan dan pendampingan di Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Madiun selama satu minggu ke depan.
"Hari ini kita menyambut kedatangan para kadet Unhan yang akan melaksanakan pengabdian masyarakat. Di Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Madiun ada delapan peserta yang akan mengikuti OJT selama satu minggu," ujar Kapten Caj Ali Subhan saat ditemui di lokasi, Sabtu dini hari.
Kegiatan OJT kadet Unhan ini merupakan bagian dari program nasional hasil kolaborasi antara Kementerian Sosial (Kemensos) dan Universitas Pertahanan.
Sebelumnya Menteri Sosial Saifullah Yusuf bersama Wakil Menteri Pertahanan Donny Ermawan Taufanto memimpin upacara pelepasan pengabdian kadet Universitas Pertahanan (Unhan) RI ke Sekolah Rakyat 2026 di Skadron Udara 18 Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Jumat (9/10/2026).
Kementerian Sosial berkolaborasi dengan Kementerian Pertahanan memberangkatkan sebanyak 1.262 kadet Unhan RI serta 206 pengasuh untuk mendampingi siswa Sekolah Rakyat jenjang SD, SMP, dan SMA di 181 lokasi seluruh Indonesia, mulai 12 hingga 24 Oktober 2026.
Selama masa OJT, para kadet bertugas sebagai kakak asuh, mentor, dan sahabat belajar bagi para siswa. Kehadiran mereka bertujuan untuk membentuk karakter, menanamkan nilai kedisiplinan, meningkatkan jiwa kepemimpinan, serta menciptakan lingkungan sekolah yang ramah anak dan bebas dari tindakan perundungan (bullying).
Dalam pelaksanaannya, civitas akademika Unhan bersama Satuan Teritorial TNI, termasuk Babinsa, akan tinggal serta mendampingi para siswa secara intensif. Berbagai materi pembinaan harian telah disiapkan, meliputi latihan baris-berbaris (LBB), olahraga pagi, manajemen waktu, etika bersosialisasi, kegiatan keagamaan, hingga tata cara makan bersama (table manner).

















