MADIUN, Iki Radio — Tanggal 21 Oktober menjadi momen emosional bagi para pecinta musik dangdut tanah air. Hari ini menandai peringatan kepergian sang legenda, Meggy Zakaria, atau yang lebih akrab disapa Meggy Z, yang menghembuskan napas terakhirnya pada 21 Oktober 2009 silam.
Seniman serba bisa kelahiran 24 Agustus 1945 tersebut wafat pada usia 64 tahun di Rumah Sakit Margonda, Depok, akibat penyakit jantung. Kepergian pelantun tembang Sakit Gigi ini didampingi oleh istri tercintanya, Zainabun, serta anak-anaknya sebelum akhirnya dimakamkan di TPU Cilangkap, Jakarta Timur.
Dedikasi dan Kejayaan di Dunia Dangdut
Meggy Z dikenal memiliki loyalitas yang sangat tinggi terhadap perkembangan musik dangdut Indonesia. Kiprahnya di industri musik tanah air melahirkan puluhan album solo, duet, hingga kompilasi. Sejak era 1980-an hingga 2000-an, lagu-lagunya seperti Benang Biru, Senyum Membawa Luka, Anggur Merah, Gubuk Bambu, hingga Jatuh Bangun berhasil mendominasi tangga lagu nasional.
Kehebatannya terbukti lewat deretan penghargaan bergengsi yang diraihnya. Pada ajang Anugerah Dangdut TPI 1997, Meggy Z dinobatkan sebagai Penyanyi Rekaman Dangdut Terbaik.
Ia juga menyabet penghargaan Lagu Dangdut Terbaik lewat lagu Benang Biru pada tahun 1998, serta meraih gelar Penyanyi Pria Favorit melalui lagu Permisi pada tahun 2002.
Karya-karyanya pun melintas batas generasi. Lagu Jatuh Bangun, misalnya, tak hanya dipopulerkan kembali oleh sesama pedangdut seperti Kristina, tetapi juga dibawakan ulang dengan aransemen musik rock oleh grup band Tiket sebagai bentuk penghormatan atas karya almarhum.
Eksistensi di Layar Lebar dan Sinetron
Selain piawai bernyanyi, Meggy Z juga mengukir jejak kuat di dunia seni peran. Perjalanan aktingnya terbilang unik; ia sering dipercaya memerankan karakter antagonis dalam deretan film layar lebar pada era 1970-an, sebelum akhirnya lebih banyak memerankan karakter protagonis pada era 2000-an.
Debut sinetronnya dimulai lewat Bulan Berkaca, yang kemudian berlanjut ke berbagai judul populer lainnya seperti Jadi Pocong, Duk Duk Mong, hingga Kampung Dangdut. Karakter dan gaya beraktingnya yang khas membuat sosoknya kian dicintai oleh masyarakat luas.
Meski kini sang maestro telah tiada, dedikasi dan karya-karya legendaris Meggy Z akan selalu hidup dan mewarnai sejarah musik serta industri hiburan Indonesia.

















