Iki Radio/Berita Terbaru

Iki Yang Paling/Ngetop

Iki Ceritanya/Orang Terkenal

KLIK DISINI

Iki Dibaca Juga/Jangan Lewatkan

Iki Terbaru/Paling Greeess

Meneladani Rasulullah SAW: Maulid Nabi Bukan Sekadar Seremonial, Melainkan Momentum Perbaikan Akhlak

Iki Radio- Maulid Nabi Muhammad SAW, merupakan salah satu momentum yang banyak dinantikan oleh umat Islam, khususnya ketika memasuki bulan Rabiul Awal. 

Sejak memasuki bulan Rabiul Awal, umat Islam di berbagai penjuru dunia kembali bersiap menyambut peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. 

Peringatan ini menjadi ruang refleksi bagi kaum Muslimin untuk memperdalam rasa cinta, mempelajari perjalanan hidup (sirah), serta meneladani akhlak Rasulullah SAW.

Maulid yang berakar dari bahasa Arab berarti "kelahiran". Secara historis, bentuk perayaannya berkembang secara bertahap setelah masa Rasulullah SAW wafat melalui berbagai kebudayaan Islam—seperti pada masa Dinasti Fatimiyah hingga era Sultan Muzhaffaruddin al-Kaukabri di Irbil pada awal abad ke-7 Hijriah. 

Meski Rasulullah SAW sendiri tidak menggelar perayaan seremonial seperti sekarang, beliau memuliakan hari kelahirannya melalui ibadah, yaitu berpuasa pada hari Senin sebagaimana tertera dalam HR Muslim.

Kementerian Agama (Kemenag) bersama berbagai ormas keislaman menekankan bahwa substansi Maulid terletak pada dorongan untuk menyerap nilai-nilai uswatun hasanah (teladan yang baik) sesuai amanat QS Al-Ahzab ayat 21.


Keragaman Tradisi dan Nilai Utama

Di Indonesia, peringatan Maulid bertransformasi menjadi perpaduan antara ritual ibadah dan budaya lokal. Berbagai tradisi daerah tumbuh subur, mulai dari Sekaten di Surakarta dan Yogyakarta, Panjang Jimat di Cirebon, hingga Bunga Lado di Padang Parik Piaman.

Secara umum, rangkaian kegiatan Maulid diisi dengan aksi spiritual dan sosial:

Spiritual: Pembacaan shalawat, pembacaan kitab sirah Nabawiyah, pengajian umum, serta pembacaan Al-Qur'an.

Sosial: Pembagian sedekah makanan, santunan anak yatim, dan bakti sosial masyarakat.


Makna Implementatif dalam Kehidupan

Memaknai Maulid Nabi memerlukan aksi nyata yang berlanjut setelah perayaan selesai. Para ulama mengingatkan agar momentum ini tidak berhenti pada aspek seremonial semata, melainkan diwujudkan dalam lima poin inti:

Penguatan Akhlak: Mengaplikasikan sifat jujur, amanah, dan rendah hati dalam aktivitas harian.

Kilas Balik Perjuangan: Menjadikan kesabaran dan keteguhan dakwah Nabi sebagai pijakan saat menghadapi tantangan hidup.

Peningkatan Amaliah: Memperbanyak shalawat dan menghidupkan sunnah-sunnah beliau.

Rasa Syukur: Mengagungkan nikmat Allah atas diutusnya Nabi Muhammad SAW sebagai pembawa petunjuk bagi alam semesta.

Perekat Ukhuwah: Menjadikan ruang kumpul majelis Maulid sebagai sarana memperkuat persatuan dan toleransi antarumat.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW hendaknya menjadi pengingat agar setiap Muslim terus memperbaiki kualitas diri. Dengan meneladani kepemimpinan dan kasih sayang Rasulullah, nilai-nilai keislaman dapat terus hidup dan memberi manfaat bagi lingkungan sekitar.


Karhutla Riau Seret 35 Tersangka, Polisi Telusuri Keterlibatan Korporasi

Iki Radio - Polda Riau dan jajaran menetapkan 35 orang sebagai tersangka dalam penanganan perkara kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sepanjang Januari–Agustus 2026. Sebanyak 17 tersangka telah dilimpahkan bersama barang bukti kepada kejaksaan, sementara kepolisian membuka peluang mengembangkan penyidikan terhadap korporasi apabila ditemukan keterkaitan.

Kapolda Riau, Irjen Pol Herry Heryawan (Foto : Tangkapan Layar Kanal Youtube BPMI Setpres)

Kapolda Riau, Irjen Pol Herry Heryawan, menyampaikan perkembangan penegakan hukum tersebut kepada Presiden Prabowo Subianto dalam rapat penanganan karhutla di Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, Senin (24/8/2026).

Menurut Herry, Polda Riau bersama jajaran mencatat 33 laporan karhutla sepanjang Januari hingga Agustus 2026. Luas lahan yang berkaitan dengan perkara tersebut mencapai sekitar 8.657 hektare.

“Khusus Januari hingga Agustus 2026, Polda Riau mencatat 33 laporan karhutla dengan luas lahan yang terkait perkara mencapai sekitar 8.657 hektar,” kata Herry.

Herry mengatakan, berdasarkan penanganan kepolisian, karhutla umumnya berkaitan dengan aktivitas manusia, baik dilakukan secara sengaja maupun akibat kelalaian.

Polda Riau bersama Pemerintah Provinsi Riau, Kodam XIX/Tuanku Tambusai, Manggala Agni, dan unsur terkait juga memperkuat pencegahan serta edukasi kepada masyarakat.

Salah satu langkah yang dilakukan ialah memasang papan peringatan di sejumlah lokasi bekas kebakaran untuk mencegah pemanfaatan lahan dengan cara dibakar kembali.

“Bekas kebakaran tidak boleh ada lagi melakukan penanaman. Karena ini biasanya modus perusahaan menyuruh orang pura-pura mancing, lalu melakukan pembakaran,” kata Herry.

Menurut Herry, pola tersebut ditemukan dalam penanganan tiga kasus pada 2025. Sepanjang 2026, kepolisian belum menemukan perkara dengan modus serupa.

“Tahun 2025 lalu, terdapat tiga kasus dengan pola tersebut,” jelasnya.

Selain penegakan hukum, Polda Riau melakukan langkah pencegahan melalui pembangunan sumur bor dan embung bersama pemangku kepentingan, terutama di Kabupaten Pelalawan.

Polda Riau juga menjalankan program Green Policing yang menyasar pelajar mulai jenjang taman kanak-kanak hingga sekolah menengah atas untuk menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan.

Upaya pencegahan turut melibatkan bupati, camat, hingga kepala desa. Masyarakat yang akan membuka lahan didorong berkoordinasi dengan pemerintah untuk mendapatkan pendampingan tanpa menggunakan metode pembakaran.

Untuk menangani dampak asap, pemerintah bersama TNI, Polri, dan pemerintah daerah membagikan masker, menyediakan oksigen, serta mendirikan posko di wilayah terdampak.

“Kami masih ada 30 tabung oksigen,” ujar Herry.

Sementara itu, Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Riau Kombes Pol Ade Kuncoro mengatakan, dari 35 tersangka yang diproses, 17 telah memasuki tahap II berupa pelimpahan tersangka dan barang bukti kepada kejaksaan.

“Dari 35 tersangka yang kita proses, 17 tersangka sudah kita tahap duakan ke jaksa. Sisanya masih dalam proses penyidikan, termasuk perkara yang terjadi pada Juli dan Agustus ini,” kata Ade.

Ade menyebut 32 perkara yang ditangani sejauh ini melibatkan pelaku perseorangan. Namun, penyidikan dapat dikembangkan terhadap korporasi apabila ditemukan bukti keterlibatan.

“Untuk 32 perkara yang kita tangani ini semuanya perorangan. Namun, tidak menutup kemungkinan jika memang ada unsur dari perkara yang sudah kita tangani ada kaitannya dengan korporasi, akan kita sidik,” ujarnya.

Salah satu lokasi yang menjadi perhatian kepolisian berada di wilayah PT Teguh Karsa Wana Lestari (TKWL). Menurut Ade, kawasan tersebut merupakan area konservasi sehingga tidak diperbolehkan untuk aktivitas pembukaan lahan.

“Termasuk salah satu di daerah PT TKWL, itu daerah konservasi, tidak boleh adanya kegiatan apa pun,” jelasnya.

Sementara perkara kebakaran lahan di Rimbo Panjang, Kabupaten Kampar, masih ditangani Polres Kampar. Sejumlah saksi telah diperiksa untuk mengungkap penyebab kebakaran.

“Untuk Rimbo Panjang ada satu perkara yang ditangani Polres Kampar. Kita akan lihat dulu. Beberapa saksi sudah diperiksa,” katanya.

Menurut Ade, sebagian besar pelaku dalam perkara yang ditangani kepolisian melakukan pembakaran untuk membuka lahan perkebunan. Satu perkara disebut terjadi akibat kelalaian.

“Rata-rata pelaku membuka lahan untuk perkebunan dengan cara membuka lahan. Memang ada satu yang tidak sengaja,” pungkasnya.

Kabut Asap Selimuti Pekanbaru, Polisi Ingatkan Pengendara Jangan Ngebut

Iki Radio - Pengendara di Kota Pekanbaru diminta mengurangi kecepatan, menjaga jarak aman, dan menyalakan lampu kendaraan. Menyusul kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang mengurangi jarak pandang di sejumlah ruas jalan.

Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Riau juga membagikan ribuan masker kepada pengendara dan masyarakat yang melintas di kawasan Tugu Keris, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, Senin (24/8/2026).

Pembagian masker dipimpin Kasubdit Kamsel Ditlantas Polda Riau, AKBP Dasril, bersama personel Ditlantas sebagai upaya membantu mengurangi paparan asap terhadap masyarakat yang tetap beraktivitas di luar ruangan.

“Alhamdulillah, pagi ini ribuan masker berhasil kita bagikan kepada masyarakat dan pengendara yang melintas. Kondisi asap cukup tebal dan jarak pandang juga tidak terlalu jauh. Karena itu, kami mengimbau pengendara agar selalu berhati-hati, mengurangi kecepatan dan memperhatikan kondisi jalan,” ujar Dasril.

Selain membagikan masker, personel Ditlantas memberikan edukasi keselamatan berlalu lintas. Pengendara diminta menjaga jarak aman, menyalakan lampu kendaraan, serta tidak melaju dengan kecepatan tinggi ketika jarak pandang terbatas.

Dirlantas Polda Riau, Kombes Pol Jeki Rahmat Mustika, mengatakan kondisi udara dan jarak pandang harus menjadi perhatian karena dapat memengaruhi keselamatan berkendara.

“Dalam kondisi kabut asap seperti saat ini, kami mengimbau seluruh masyarakat, khususnya pengendara, untuk meningkatkan kewaspadaan. Kurangi kecepatan, jaga jarak aman, nyalakan lampu kendaraan dan gunakan masker saat beraktivitas di luar rumah,” tegas Jeki.

Ditlantas Polda Riau juga mengingatkan masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran yang berpotensi memicu karhutla.

Ia mengajak warga meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan selama musim kemarau, termasuk menjaga kondisi tanaman di sekitar tempat tinggal.

“Kita ketahui bersama saat ini memasuki musim kemarau. Kami mengimbau masyarakat untuk menjaga lingkungan dan tanaman di sekitar rumah dengan melakukan penyiraman secara rutin. Dengan lingkungan yang terawat, tanaman tetap segar dan suasana di sekitar kita tetap sejuk,” ujarnya.

Sementara itu, Jeki meminta masyarakat ikut mencegah munculnya kebakaran baru dengan tidak melakukan pembakaran terbuka.

“Pencegahan karhutla merupakan tanggung jawab kita bersama, jangan melakukan pembakaran yang dapat memicu kebakaran. Mari kita jaga lingkungan tetap hijau dan asri karena kepedulian terhadap lingkungan juga merupakan bagian dari upaya menjaga keselamatan dan kualitas hidup masyarakat,” tegas Jeki.

Yang Luput Dari Perhatian, Terdapat Pesan Mendalam dari Kontingen PDAM Dalam CNS 2026

Iki Radio - Meski tampil sederhana, ternyata ada makna paling dalam yang ingin ditunjukan kontingen Perumdam Tirta Dharma Purabaya, atau yang dikenal dengan sebutan PDAM Kabupaten Madiun, dalam ajang Caruban Night Solidarity (CNS), Sabtu (22/8/2026) lalu.

Sayangnya hal ini tidak disadari oleh sebagian besar penonton. Bahkan pembawa acara atau MC di panggung kehormatan pun, tidak menyadari adanya pesan penting yang ingin disampaikan kontingen dari salah satu perusahaan milik Pemkab Madiun itu.

"Dan tentunya bersama kita menyambut yakni mobil maskot dari PDAM Tirta Dharma Purabaya Kabupaten Madiun,” ujar MC dalam menyambut kedatangan kontingen PDAM Kabupaten Madiun.

"Dengan senyum yang tulus dan dedikasi yang tinggi, para karyawan memulai hari saling menyapa, bekerja bersama, dan berkomitmen memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Karena bagi kami, air bukan sekadar kebutuhan, melainkan sumber kehidupan yang harus dijaga dan disalurkan dengan penuh tanggung jawab," lanjutnya.

"Pelayanan yang berkualitas merupakan salah satu prioritas utama perusahaan melalui pelayanan yang responsif, ramah, dan profesional. Kami siap membantu pelanggan dalam memperoleh informasi, menyampaikan keluhan, serta memenuhi berbagai kebutuhan layanan air minum," imbuhnya dalam membacakan narasi terkait pelayanan PDAM Kabupaten Madiun.

"Setiap proses pelayanan dilakukan dengan mengedepankan ketepatan, transparansi, dan kepuasan pelanggan sebagai wujud komitmen kami dalam memberikan layanan yang terbaik," tambahnya.

"Dan Bapak, Ibu, Hadirin, Tamu Undangan yang berbahagia, boleh kita berikan tepuk tangan yang meriah untuk PDAM Kabupaten Madiun!," pungkas MC sebelum mempersilahkan kontingen melanjutkan perjalanan.

Meski hanya beberapa menit di depan panggung kehormatan, dipimpin langsung Direktur Utama, Imansyah Novianto, PDAM Kabupaten Madiun tampil dengan gerakan sederhana, namun menunjukkan kekompakan, dan semangat kebersamaan.

Kekompakan dan kebersamaan serta semangat kekeluargaan, dan solidaritas untuk korban bencana di Nusa tenggara Timur (NTT).

Hal ini dapat dilihat dari adanya pita hitam yang terpasang disetiap seragam peserta. Sesuai dengan nama kegiatan untuk meningkatkan kepedulian terhadap sesama yang tertimpa musibah dan bencana di NTT.

Pita Hitam yang dipakai di lengan baju atau disematkan di dada sebagai rasa empati kepada korban musibah, bencana alam, atau orang terdekat yang meninggal. Sebagai simbol solidaritas, yang menunjukkan dukungan moral kepada kelompok atau masyarakat yang sedang mengalami masa sulit.

Dan dari seluruh peserta yang tampil dalam Caruban Night Solidarity, mungkin hanya kontingen PDAM yang mengenakannya.(*)

 

 

Presiden Menuju ke Riau untuk Cek Penanganan Karhutla

Iki Radio - Presiden Prabowo Subianto bertolak menuju Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, Senin (24/8/2026), untuk meninjau langsung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sekaligus memastikan langkah pencegahan diperkuat agar kebakaran tidak terus berulang setiap musim kemarau.

Presiden Prabowo Subianto bertolak menuju Pekanbaru, Riau, pada Senin (24/8/2026).

Sekretaris Kabinet (Seskab), Teddy Indra Wijaya, mengatakan Presiden ingin melihat langsung kondisi terkini di lapangan setelah sebelumnya memimpin penanganan karhutla di Kalimantan. 

“Bapak Presiden ingin memastikan penanganan berjalan sampai tuntas, tidak hanya menerima laporan, tetapi melihat dan mendengar langsung sendiri kondisi di lapangan, memastikan titik api benar-benar padam, dan seluruh keputusan yang telah diambil dilaksanakan dengan cepat, terpadu, dan tepat,” ujar Teddy, Senin (24/8/2026).

Menurut Teddy, perhatian Presiden tidak hanya tertuju pada pemadaman. Kepala Negara juga menekankan pentingnya koordinasi antara pemerintah daerah, gubernur, Pangdam, dan Kapolda dalam mencegah kebakaran kembali terjadi.

Presiden juga meminta pembangunan sistem pencegahan yang lebih kuat dan permanen sehingga pemerintah tidak terus menghadapi persoalan serupa setiap musim kemarau.  

“Arahan Bapak Presiden sudah jelas, bahwa kita tidak boleh setiap tahun hanya sibuk memadamkan api. Sistem pencegahannya harus diperkuat. Mulai dari sumur bor dan embung atau sumber air, pengawasan permanen, deteksi dini hotspot, hingga kesiapan desa-desa rawan Karhutla. Pencegahan harus dilakukan jauh sebelum api muncul,” kata Teddy.

Dalam kutipan tersebut, Presiden menekankan sejumlah langkah pencegahan, mulai dari penyediaan sumur bor dan embung, pengawasan secara permanen, deteksi dini titik panas, hingga peningkatan kesiapan desa-desa yang rawan karhutla.

Selain memastikan proses pemadaman dan pencegahan, Teddy mengatakan pemerintah akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap penyebab kebakaran.

Apabila dalam proses tersebut ditemukan unsur pelanggaran hukum, pemerintah akan mengambil tindakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. 

 

Rencana Pengembangan TPST Bangunsari Madiun Ditolak Ratusan Warga, DLH Sebut Di Luar Prediksi

Iki Radio — Rencana pengembangan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di Kelurahan Bangunsari, Kecamatan Dolopo, Kabupaten Madiun, mendapat penolakan keras dari ratusan warga. 

Aksi penolakan tersebut terjadi saat sosialisasi pada Minggu (23/8/2026) malam dan diakui oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Madiun berada di luar perkiraan.

Kepala DLH M. Zahrowi (baju kotak - kotak dan rompi) didampingi Kepala SatpolPP Kabupaten Madiun, Imam Nurwedi (baju abu abu dengan rompi) berdialog dengan perwakilan warga

Kepala DLH Kabupaten Madiun, Muhamad Zahrowi, menyatakan bahwa agenda awalnya murni untuk menyampaikan rencana pengelolaan sampah sekaligus membuka ruang diskusi dengan masyarakat. Namun, forum tersebut justru berubah menjadi aksi penolakan terbuka.

"Ini di luar prediksi kami. Dari awal kami sepakat melakukan sosialisasi dan diskusi dengan warga. Tetapi kedatangan warga dalam jumlah seperti ini memang di luar prediksi kami," ujar Zahrowi.

Penolakan warga dipicu oleh kekhawatiran terhadap lokasi pengembangan TPST di Dusun Punjul yang dinilai terlalu dekat dengan permukiman. 

Warga cemas fasilitas pengolahan sampah tersebut akan menimbulkan persoalan lingkungan, seperti bau tidak sedap hingga dampak negatif terhadap kesehatan.

Menanggapi hal tersebut, Zahrowi menjelaskan bahwa proyek ini merupakan bagian dari upaya Pemkab Madiun untuk memperkuat tata kelola persampahan. Program tersebut saat ini mengikuti kompetisi yang digelar oleh Kementerian Dalam Negeri dengan skema pembiayaan dari World Bank.

Pemilihan Kelurahan Bangunsari didasarkan pada sejumlah pertimbangan teknis, di antaranya ketersediaan aset pemerintah daerah, luas lahan yang memenuhi syarat, serta keberadaan TPST existing yang dinilai berpotensi untuk dikembangkan.

Zahrowi menegaskan bahwa TPST memiliki fungsi yang berbeda dari Tempat Pemrosesan Akhir (TPA). TPST dirancang untuk mengolah sampah melalui proses pemilahan ketat berdasarkan jenisnya agar dapat dimanfaatkan kembali.

Sampah organik nantinya akan diolah menjadi kompos, sementara sampah anorganik dimanfaatkan sebagai bahan baku produk daur ulang hingga refuse-derived fuel (RDF). Melalui konsep ini, volume sampah yang berakhir di TPA diharapkan dapat ditekan secara signifikan dan hanya menyisakan residu.

Meski sosialisasi telah dilakukan, DLH belum dapat memastikan kelanjutan proyek pembangunan tersebut. Pihaknya memilih untuk menampung seluruh aspirasi masyarakat dan melaporkannya kepada pimpinan Pemkab Madiun guna menunggu arahan selanjutnya.

Dalam mediasi antara warga dan pihak kelurahan, disepakati bahwa aspirasi penolakan akan diteruskan kepada pimpinan daerah. 

Di sisi lain, fasilitas TPST existing yang telah menjadi aset pemerintah akan tetap dimanfaatkan dan ditingkatkan pelayanannya guna menangani persoalan sampah di wilayah Bangunsari secara optimal.(ir)

Dorong Produk Lokal Naik Kelas, 72 UMKM Binaan BI Jatim Unjuk Gigi di KKI 2026

Iki Radio – Sebanyak 72 Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) binaan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Jawa Timur berpartisipasi dalam ajang Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 yang digelar pada 20–23 Agustus 2026 di Hall A dan B Jakarta International Convention Center (JICC).

Pejabat Gubernur Sementara Bank Indonesia, Destry Damayanti dan Ketua Dewan Kerajinan Nasional, Selvi Gibran Rakabuming meninjau stand peserta KKI 2026 di Hall A dan B JICC, Jakarta usai acara pembukaan. (Dok. BI)

Dari total peserta asal Jatim tersebut, 17 UMKM tampil secara luring (langsung) memamerkan produk unggulan seperti kopi, wastra, kriya, fesyen, hingga makanan dan minuman olahan. Sementara itu, 55 UMKM lainnya berpartisipasi secara daring.

Mengusung tema “Penguatan Sinergi untuk Mendorong UMKM Bangkit, Tangguh, dan Berdaya Saing”, KKI 2026 menjadi ruang kolaborasi lintas sektor dalam memperluas akses pembiayaan, akselerasi digitalisasi, inovasi produk, hingga pembukaan pasar ekspor.

Secara nasional, gelaran tahun ini diikuti lebih dari 550 UMKM luring dan 1.300 UMKM daring—meningkat signifikan dibanding tahun sebelumnya.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur, Ibrahim, menegaskan pentingnya sinergi berkelanjutan agar UMKM dapat meningkatkan kapasitas usaha dan memperluas jangkauan pasar.

"Pengembangan UMKM membutuhkan sinergi berkelanjutan agar pelaku usaha mampu meningkatkan kapasitas dan memperluas pasar," ujar Ibrahim.

Sementara itu, Pejabat Gubernur Sementara Bank Indonesia, Destry Damayanti, saat membuka acara menyatakan bahwa penguatan UMKM berfokus pada tiga kunci utama.

"Bangkit merupakan semangat pemulihan UMKM yang menghadapi tantangan ekonomi maupun bencana alam. Tangguh diwujudkan melalui penguatan struktur usaha dan akses pembiayaan berkelanjutan. Berdaya saing diwujudkan melalui inovasi produk dan perluasan akses pasar domestik maupun ekspor," tutur Destry.

Sektor UMKM memiliki peran yang sangat strategis bagi stabilitas ekonomi Jawa Timur. Berdasarkan data terbaru, keberadaan UMKM di Jatim memberikan kontribusi nyata terhadap perekonomian daerah. Jumlah unit usaha 2,57 juta unit UMKM, Penyerapan Tenaga Kerja 96,3 persen tenaga kerja lokal, lebih dari 57 persen berkontribusi terhadap PDRB Jawa Timur.

Hingga saat ini, KPwBI Jawa Timur secara konsisten membina 67 UMKM di berbagai sektor strategis guna mendorong akselerasi digitalisasi dan perluasan rantai nilai (value chain). Through ajang KKI 2026, pelaku UMKM tidak hanya berkesempatan bertemu konsumen langsung, tetapi juga mengikuti business matching untuk pembiayaan dan potensi pasar internasional.

Keterlibatan aktif ini diharapkan semakin memperkuat Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (GNBBI) sekaligus membawa produk-produk unggulan Jawa Timur bersaing di kancah global.

Presiden Susuri Lahan Terbakar di Desa Limbung, Pastikan Pemadaman Karhutla Berjalan

Iki Radio - Presiden Prabowo Subianto meninjau langsung lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Limbung, Kabupaten Kubu Raya, Provinsi Kalimantan Barat, Sabtu (22/8/2026), setelah memimpin rapat terbatas penanganan karhutla di Pangkalan TNI AU Supadio.


Peninjauan dilakukan untuk melihat kondisi kawasan terdampak sekaligus memastikan operasi pemadaman dan pengendalian kebakaran berjalan optimal di lapangan.

Setibanya di lokasi, Prabowo berjalan menyusuri lahan yang terbakar dan mengamati dari dekat kondisi area terdampak serta proses penanganan yang dilakukan petugas gabungan.

Dalam peninjauan tersebut, Presiden juga memberikan arahan kepada para menteri dan jajaran terkait yang mendampinginya.

Penanganan karhutla diminta dilakukan secara cepat dan terkoordinasi agar api segera dikendalikan serta tidak meluas ke kawasan lainnya.

Presiden Prabowo turut menghampiri dan menyapa petugas yang sedang melakukan pemadaman. Presiden melihat langsung aktivitas personel yang bekerja mengendalikan kebakaran di lapangan.

Selain menemui petugas, Presiden juga berinteraksi dengan sejumlah warga di sekitar lokasi untuk melihat kondisi masyarakat di wilayah terdampak karhutla.

Peninjauan di Desa Limbung merupakan kelanjutan dari rapat penanganan karhutla yang sebelumnya dipimpin Presiden di Pangkalan TNI AU Supadio.

Melalui pengecekan langsung tersebut, pemerintah ingin memastikan strategi dan pengerahan sumber daya dalam penanganan karhutla dapat diterapkan secara efektif sesuai kondisi di lapangan.

Pemerintah terus mengerahkan berbagai upaya untuk mempercepat pemadaman, mencegah kebakaran meluas, serta menekan dampak karhutla terhadap masyarakat dan lingkungan di Kalimantan Barat.

close
Pasang Iklan Disini