Iki Radio/Berita Terbaru

Iki Yang Paling/Ngetop

Iki Ceritanya/Orang Terkenal

KLIK DISINI

Iki Dibaca Juga/Jangan Lewatkan

Iki Terbaru/Paling Greeess

Warga Demak Manfaatkan Program Demang Ngator Deso di Desa Mangunrejo Kebonangung

Iki Radio - Program Demang Ngantor Deso yang berlangsung di Balai Desa Mangunrejo, Kecamatan Kebonagung, merupakan sarana mendekatkan pelayanan publik sekaligus wadah dialog langsung antara pemerintah dan masyarakat, Rabu (10/06/26).

Penyerahan berbagai bantuan kepada masyarakat, antara lain kursi roda bagi penyandang disabilitas, bantuan kepesertaan BPJS, bantuan untuk tempat ibadah dari Baznas, bantuan modal usaha, serta sejumlah bantuan sosial lainnya.


Rombongan Bupati Demak Eisti’anah dan Wakil Bupati Muhammad Badrudin, saat mengunjungi lokasi didampingi Sekda Ahmad Sugiharto beserta Para Asisten melakukan monitoring dengan berkelilng di stan perangkat daerah yang berad di lokasi.

Hal tersebut dilakukan untuk melihat layanan yang tersedia dan kesiapan personil dari masing-masing perangkat daerah. Sejumlah stan pelayanan dari perangkat daerah tampak ramai dikunjungi masyarakat.

Salah satu layanan yang paling banyak diminati adalah pelayanan administrasi kependudukan. Warga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengurus berbagai dokumen, seperti pembaruan Kartu Keluarga (KK), pencetakan Kartu Tanda Penduduk (KTP), dan dokumen kependudukan lainnya.

Dalam sambutannya, Bupati Demak Eisti’anah menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia yang telah mempersiapkan kegiatan, khususnya Pemerintah Desa Mangunrejo yang telah bersedia menjadi tuan rumah penyelenggaraan Demang Ngantor Desa.

“Terima kasih kepada seluruh panitia dan Pemerintah Desa Mangunrejo yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini. Program Demang Ngantor Desa merupakan salah satu program prioritas Pemerintah Kabupaten Demak untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat,” kata Bupati.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus mempermudah akses terhadap berbagai layanan pemerintah.

Serap Aspirasi

Dalam kegiatan tersebut dilakukan dialog interakstif antara masyarakat kepada para pimpinan daerah, yang menjadi jembatan komunikasi antara pejabat dan masyarakat.

Sejumlah warga menanfaatkan sesi dialog tersebut dengan menyampaikan pertanyaan dan aspirasi. Salah satunya terkait status bantuan sosial (bansos) yang tidak lagi aktif. Menanggapi hal tersebut, Bupati menjelaskan bahwa data penerima bansos telah melalui proses monitoring dan verifikasi sehingga diperoleh data yang dinilai valid. Namun demikian, masyarakat masih dapat mengajukan pembaruan data apabila terdapat ketidaksesuaian melalui pemerintah desa dan perangkat daerah terkait.

Kepala Dinas Sosial P2PA Kabupaten Demak, Agus Herawan, menambahkan bahwa penerima bantuan sosial umumnya berasal dari kelompok masyarakat pada desil 1 hingga 5, sedangkan desil 6 ke atas dikategorikan sebagai masyarakat yang dianggap mampu berdasarkan hasil pendataan.

“Apabila masyarakat merasa terdapat ketidaksesuaian data, dapat mengajukan perubahan melalui operator SIG-NG di desa atau datang langsung ke Mal Pelayanan Publik Kabupaten Demak pada stan Dinsos P2PA. Setelah diajukan, petugas akan melakukan verifikasi lapangan untuk memastikan validitas data,” jelasnya.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyerahan berbagai bantuan kepada masyarakat, antara lain kursi roda bagi penyandang disabilitas, bantuan kepesertaan BPJS, bantuan untuk tempat ibadah dari Baznas, bantuan modal usaha, serta sejumlah bantuan sosial lainnya. Acara berlangsung lancar dan mendapat sambutan antusias dari masyarakat yang hadir.

 

Puncak Musim Kemarau 2026 Diprediksi Terjadi Juli-Agustus

Iki Radio - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi sebagian besar wilayah Indonesia akan mengalami puncak musim kemarau mulai Juli-Agustus 2026. Selain itu, durasi musim kemarau tahun ini diperkirakan berlangsung lebih panjang dibandingkan kondisi normal, sejalan dengan meningkatnya peluang terjadinya fenomena El Nino.

Pimpinan BMKG dalam konferensi pers pemaparan perkembangan musim kemarau 2026 di Jakarta, Rabu (10/6/2026).


Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, mengatakan bahwa puncak musim kemarau 2026 akan terjadi secara bertahap mulai Juli hingga September di berbagai wilayah Indonesia. Sebagian besar wilayah Indonesia kita prediksikan akan mengalami puncak musim kemarau pada Juli 2026, yaitu sebanyak 83 zona musim, yang mencakup 12,26 persen luas daratan wilayah Indonesia.

"Pada Agustus, mayoritas sebanyak 369 zona musim, atau 48,84 persen dari luas daratan Indonesia. Dan September, yaitu sebanyak 169 zona musim, yang mencakup 25,41 persen luas daratan wilayah Indonesia," ujar Ardhasena dalam konferensi pers pemaparan perkembangan musim kemarau 2026 di Jakarta, Rabu (10/6/2026).

Ia menjelaskan, wilayah yang diprediksi mencapai puncak musim kemarau pada Juli meliputi sebagian Sumatra, sebagian kecil Kalimantan, sebagian kecil Jawa, Nusa Tenggara Timur bagian selatan, Sulawesi Barat bagian utara, Sulawesi Tengah bagian barat, sebagian kecil Maluku, Papua Barat Daya bagian selatan, Papua Barat bagian tengah, serta Papua bagian timur.

Sementara itu, wilayah yang diperkirakan mengalami puncak kemarau pada Agustus mencakup Sumatra bagian tengah, sebagian besar Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, sebagian besar Kalimantan, sebagian Sulawesi, sebagian Maluku, dan Maluku Utara.

Adapun puncak musim kemarau pada September diprediksi terjadi di sebagian Kepulauan Bangka Belitung, sebagian besar Sumatra Selatan, Lampung, sebagian kecil Jawa, sebagian besar Nusa Tenggara Timur, Kalimantan bagian selatan, sebagian besar Sulawesi, sebagian Maluku, serta wilayah Pegunungan Tengah Papua.

Selain waktu puncak kemarau, BMKG juga memprakirakan durasi musim kemarau 2026 cenderung lebih panjang dibandingkan kondisi klimatologis normal. "Durasi musim kemarau 2026 ini kita prediksi lebih panjang, jadi masih konsisten dengan informasi yang kami sampaikan pada Maret yang lalu, yaitu sebanyak 437 zona musim yang mencakup 48,77 persen luas daratan wilayah Indonesia," kata Ardhasena.

BMKG mencatat sebanyak 70 zona musim atau 8,32 persen luas daratan Indonesia diprediksi memiliki durasi musim kemarau yang sama dengan kondisi normal. Sementara itu, hanya 79 zona musim atau sekitar 9,23 persen wilayah Indonesia yang diperkirakan mengalami musim kemarau lebih singkat.

Secara umum, BMKG menyimpulkan bahwa awal musim kemarau 2026 di Indonesia cenderung datang lebih awal dibandingkan rata-rata klimatologis. Curah hujan selama periode kemarau juga diprediksi berada pada kategori bawah normal atau lebih kering dari biasanya.

"Puncak musim kemarau diprediksi sebagian besar terjadi pada Agustus. Durasi musim kemarau diprediksi lebih panjang dari normal. Sehingga secara total kita melihat konsistensi pesan yang telah kami sampaikan sama dengan prediksi yang kami sampaikan pada Maret yang lalu," ungkapnya.

Menghadapi kondisi tersebut, BMKG memberikan sejumlah rekomendasi kepada kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, institusi terkait, serta masyarakat untuk melakukan langkah antisipatif sejak dini.

Di sektor pangan, BMKG menyarankan penyesuaian jadwal tanam dengan memilih varietas tanaman yang membutuhkan lebih sedikit air, lebih tahan terhadap kekeringan, serta memiliki siklus tanam yang lebih pendek. Untuk sektor sumber daya air, pemerintah daerah didorong melakukan revitalisasi waduk, memperbaiki jaringan distribusi air, dan memastikan ketersediaan air bagi kebutuhan masyarakat.

Pada sektor energi, BMKG mengingatkan pentingnya menjaga kapasitas air bendungan guna mendukung operasional pembangkit listrik tenaga air (PLTA). Sementara itu, pada sektor lingkungan dan kesehatan, diperlukan mekanisme respons cepat untuk mengantisipasi penurunan kualitas udara akibat meningkatnya potensi kebakaran hutan dan lahan. BMKG juga menekankan perlunya kesiapsiagaan pada sektor kehutanan dan kebencanaan terhadap risiko kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan.

Di sisi lain, kondisi musim kemarau juga dinilai dapat dimanfaatkan oleh sektor tertentu. BMKG menyebut sektor perikanan dan tambak garam berpotensi memperoleh manfaat melalui pemanfaatan fenomena upwelling yang dapat meningkatkan hasil tangkapan ikan serta mendukung produktivitas garam.

BMKG mengimbau seluruh pemangku kepentingan untuk memanfaatkan informasi pemutakhiran prediksi musim kemarau 2026 sebagai dasar penyusunan aksi dini sesuai karakteristik wilayah masing-masing.

"BMKG juga mengimbau masyarakat untuk senantiasa merujuk pada saluran resmi BMKG dalam memperoleh informasi cuaca, iklim, gempa bumi sehingga dapat memanfaatkan informasi yang relevan dan tepat untuk bisa digunakan dalam aktivitas keseharian," tutup Ardhasena.

 

Dekatkan Pelayanan, Pemkab Madiun Hadirkan 38 Layanan Publik di "Bahana Bersahaja" Bangunsari

Iki Radio – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun terus menunjukkan komitmennya dalam memberikan pelayanan yang terbaik, cepat, dan dekat bagi masyarakat.

Melalui program strategis "Bahana Bersahaja" yang digelar di Kelurahan Bangunsari, Kecamatan Dolopo, Pemkab Madiun sukses membangun kolaborasi lintas sektor guna menghadirkan puluhan jenis pelayanan publik langsung di tengah permukiman warga.

Salah satu stand layanan dalam kegiatan BAHANA BERSAHAJA di Lapangan Desa Bangusari Kecamatan Dolopo Kabupaten Madiun, Rabu (10/6/2026)

Bupati Madiun, Hari Wuryanto, menyampaikan apresiasi mendalam atas sinergi yang terjalin erat antara pemerintah daerah dengan berbagai instansi vertikal.

Bupati Hari Wuryanto menegaskan bahwa esensi dari program ini adalah memberikan kemudahan akses bagi seluruh lapisan masyarakat.

"Alhamdulillah, kami ingin Pemerintah Kabupaten Madiun memberikan layanan terbaik untuk masyarakatnya. Salah satunya kita bekerja sama dengan Polri dalam memberikan layanan perpanjangan dan pencetakan SIM di tempat ini. Warga tidak harus jauh-jauh pergi ke Polres, cukup datang ke sini sudah bisa diproses," ujar Bupati Hari Wuryanto, Rabu (10/6/2026).

Bupati membeberkan, setidaknya ada 38 jenis pelayanan yang dibuka selama kegiatan berlangsung. Respons masyarakat pun sangat luar biasa. Menariknya, manfaat dari program ini tidak hanya dinikmati oleh warga lokal Kelurahan Bangunsari saja, melainkan juga menyedot perhatian warga dari kecamatan lain.

"Tadi saya sempat mendata, khusus untuk layanan SIM saja sudah ada 16 yang tercetak. Yang memanfaatkan layanan ini tidak hanya orang Bangunsari, tadi ada yang dari Kecamatan Balerejo hingga Dagangan. Semua bisa terlayani ke sini," tambahnya.

Keberhasilan pelayanan publik di arena Bahana Bersahaja ini tidak lepas dari gotong royong multipihak.

Selain Kepolisian (Polri), Pemkab Madiun turut menggandeng sejumlah instansi vertikal lainnya demi menghadirkan pelayanan satu pintu yang komprehensif. Di antaranya BPJS, Kementerian Agama, Imigrasi, Kantor Pajak, Pegadaian, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), dan sejumlah instansi lain.

Di samping urusan administrasi dan perizinan, pelaksanaan Bahana Bersahaja yang berlangsung selama dua hari (9-10 Juni 2026) di Bangunsari ini juga membawa dampak signifikan terhadap roda perekonomian lokal, khususnya sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Bupati mengaku bangga melihat geliat para pelaku usaha yang mulai sadar akan pentingnya legalitas usaha dan jaminan mutu produk mereka.

"Utamanya adalah peningkatan UMKM yang ada di Bangunsari. Tadi pengurusan NIB (Nomor Induk Berusaha) lumayan banyak, begitu juga dengan sertifikat halalnya. Ini membuktikan apa yang dijajankan oleh teman-teman UMKM kita secara syar'i sah dan halal. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan kualitas dari pelayanan dan produk UMKM kita," lanjutnya.

Komitmen Pemkab Madiun tidak berhenti saat acara seremonial berakhir. Bupati Hari Wuryanto memastikan bahwa Kelurahan Bangunsari akan terus mendapatkan sentuhan program pembangunan berkelanjutan pasca-kegiatan Bahana Bersahaja.

Tercatat ada 15 program kerja yang telah disiapkan pemerintah daerah, termasuk penguatan fasilitas infrastruktur penunjang aktivitas masyarakat sehari-hari.

"Kami ada 15 program, termasuk fasilitas infrastruktur yang menunjang kegiatan masyarakat. Salah satunya tadi kita bangun sarana di sisi selatan berupa pavingisasi untuk jalur jogging (jogging track)," tambahnya.

Pembangunan fasilitas olahraga ini, menurut Bupati, merupakan langkah konkret pemerintah untuk merangsang pola hidup bersih dan sehat di kalangan masyarakat Kabupaten Madiun.

"Kami pengin masyarakat Bangunsari juga sehat. Salah satu sarana untuk sehat itu adalah dengan berolahraga. Mudah-mudahan dengan adanya fasilitas baru ini, masyarakat kami semakin gemar berolahraga supaya fisiknya tetap sehat dan bugar," pungkasnya.(ir)

 

Apresiasi Semangat Belajar di Usia Senja, Mendukbangga Ajak Lansia Aktif dan Produktif

Iki Radio - Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Wihaji mengapresiasi semangat belajar lansia di usia senja, dan mengajak para lansia untuk tetap sehat, aktif, produktif, dan menjalani masa tua dengan penuh rasa syukur.


Pesan itu disampaikannya saat menghadiri wisuda Sekolah Lansia dalam rangkaian peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) ke-30 yang dirangkaikan dengan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 Tahun 2026 di kantor BKKBN Jakarta, Selasa (9/6/2026).

Di hadapan ratusan peserta, Wihaji menilai para lansia merupakan sosok yang memiliki pengalaman hidup panjang dan dapat menjadi teladan bagi generasi muda. Menurutnya, mencapai usia lanjut dalam kondisi sehat merupakan anugerah yang patut disyukuri.

“Sampai usia 75 tahun dalam keadaan sehat adalah nikmat yang luar biasa. Semua persoalan kehidupan sudah pernah dilalui, mulai dari suka, duka, pertengkaran, perdamaian, hingga berbagai ujian hidup. Karena itu, yang paling penting adalah terus bersyukur,” ungkapnya. 

Dalam kesempatan tersebut, Wihaji juga berdialog langsung dengan para peserta. Ia menanyakan kondisi kesehatan, aktivitas sehari-hari, hingga hubungan mereka dengan keluarga.

Ia juga mengapresiasi para lansia yang tetap aktif mengikuti berbagai kegiatan dan mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Menurutnya, banyak peserta yang masih memanfaatkan telepon pintar dan media sosial untuk memperoleh informasi maupun berkomunikasi dengan keluarga.

“Masyaallah, luar biasa. Banyak yang masih aktif menggunakan handphone, melihat informasi di media sosial, bahkan mengikuti berbagai kegiatan pembelajaran. Ini menunjukkan semangat belajar tidak mengenal usia,” ujarnya.

Wihaji mengatakan Sekolah Lansia menjadi salah satu upaya penting dalam meningkatkan kualitas hidup lansia. Program tersebut tidak hanya memberikan pembelajaran mengenai kesehatan dan keterampilan, tetapi juga memperkuat interaksi sosial serta kesehatan mental para peserta.

Selain menjaga kesehatan, ia mengingatkan pentingnya menjaga hubungan baik dalam keluarga. Wihaji mendorong para lansia untuk terus memberikan dukungan dan doa kepada anak serta cucu mereka. “Yang penting kita doakan anak-anak kita sehat, sukses, dan selalu ingat kepada orang tua. Jangan pernah menyimpan prasangka buruk. Doa orang tua itu luar biasa,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Mendukbangga Wihaji menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang telah mendukung penyelenggaraan program lansia, mulai dari pemerintah daerah, lembaga pendidikan, dunia usaha, perbankan, hingga organisasi kemasyarakatan.

Ia berharap Sekolah Lansia dapat terus berkembang dan menjangkau lebih banyak peserta di berbagai daerah sehingga para lansia memiliki ruang untuk belajar, berkarya, dan tetap produktif.

“Yang hadir di sini adalah orang-orang hebat. Kita syukuri semua nikmat yang diberikan Tuhan, terutama kesehatan dan kesempatan untuk tetap berkumpul, belajar, dan beraktivitas bersama,” tuturnya.

Wisuda Sekolah Lansia diikuti peserta dari berbagai wilayah yang selama ini aktif mengikuti pembelajaran mengenai kesehatan, keluarga, keagamaan, keterampilan, serta penguatan peran lansia dalam kehidupan bermasyarakat.

 

Sukses Jaga Stabilitas Pangan, BULOG Madiun Rampungkan Penyaluran Bapang Lebih Cepat dari Target

Iki Radio – Perusahaan Umum (Perum) Badan Urusan Logistik (BULOG) Kantor Cabang Madiun membuktikan komitmen nyatanya dalam menjaga stabilitas harga pangan dan meringankan beban pengeluaran masyarakat.


BULOG Madiun telah merampungkan 100 persen pendistribusian Program Bantuan Pangan (Bapang) berupa beras dan minyak goreng untuk alokasi bulan Februari dan Maret 2026.

Langkah percepatan ini diambil sebagai instrumen strategis pemerintah dalam mengantisipasi dinamika harga pangan di pasaran, sekaligus meningkatkan daya beli masyarakat.

Dalam program ini, BULOG Madiun menggelontorkan komoditas pokok dalam jumlah besar yang menyasar ratusan ribu keluarga Penerima Bantuan Pangan (PBP).

Penyaluran yang dilakukan secara bertahap namun progresif ini berhasil diselesaikan lebih cepat dari batas waktu yang ditetapkan oleh Badan Pangan Nasional (Bapanas), yaitu sebelum 31 Mei 2026.

Secara akumulatif, BULOG Madiun telah menyalurkan beras sebanyak 5.835 ton, miyak goreng: 1.167 Kilo Liter (KL), dengan jumlah sasaran 291.753 Penerima Bantuan Pangan (PBP).

Untuk penerima di wilayah Kota Madiun, Bulog Cabang Madiun telah merampungkan penyaluran pada Maret 2026 lalu. Sedangkan untuk di Kabupaten Madiun, capaian 100 persen penyaluran pada April 2026. Dan untuk wilayah Kabupaten Ngawi, telah selesai pada 26 Mei 2026.

Pemimpin Cabang Perum BULOG Madiun, Agung Sarianto, menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan buah dari sinergi yang kuat di lapangan antara BULOG, Pemerintah Daerah, dan seluruh stakeholder terkait.

"BULOG Madiun telah menuntaskan pendistribusian bantuan pangan 100 persen kepada Keluarga Penerima Bantuan Pangan sebelum tanggal 31 Mei 2026,”  ujar Agung Sarianto, Selasa (9/6/2026).

Hal ini diharapkan dapat mengurangi beban pengeluaran masyarakat, sekaligus menjadi langkah strategis pemerintah untuk mengendalikan gejolak harga pangan dan inflasi.

Kelancaran program ini juga diakui oleh pihak Pemerintah Daerah. Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Madiun, Paryoto, menambahkan bahwa komunikasi intensif dengan BULOG memastikan bantuan yang diterima masyarakat tidak hanya tepat waktu, tetapi juga berkualitas tinggi.

"Kami terus berkoordinasi dengan BULOG terkait penyaluran program bantuan pangan, mulai dari pengecekan kualitas hingga monitoring pelaksanaan di lapangan. Hasilnya, pendistribusian banpang (bantuan pangan) dapat berjalan dengan lancar dan diterima dengan baik oleh masyarakat," jelas Paryoto.

Program bantuan pangan ini terbukti menjadi instrumen strategis yang langsung meringankan dapur masyarakat di tingkat bawah.

"Alhamdulillah kami sangat terbantu dengan bantuan ini. Minyak dan beras bantuan yang saya terima juga bagus, cukup untuk makan sehari-hari jadi kami tidak perlu beli beras dan minyak lagi,” ungkap Kasiem, warga dari Desa Klumutan, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun.

Kasiem berharap program bantuan pangan ini terus berlanjut, karena sangat membantu masyarakat.

“Semoga bulan depan ada bantuan seperti ini lagi," tambahnya.

Dengan selesainya alokasi Februari dan Maret ini, BULOG Madiun memastikan kesiapannya untuk terus mengawal ketahanan pangan dan mengantisipasi fluktuasi harga di pasar pada periode-periode berikutnya.(ir)

 

Filosofi Mendalam di Balik Logo HUT ke-458 Kabupaten Madiun Karya Pemuda Saradan

Iki Radio – Pemerintah Kabupaten Madiun mengumumkan pemenang Sayembara Logo Hari Ulang Tahun (HUT) ke-458 Kabupaten Madiun.

Juara dalam ajang kreatif ini berhasil diraih Ridho Agung Laksono, pemuda asal Desa Bongsopotro, Kecamatan Saradan.

Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik, Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Madiun, Robani, menyatakan bahwa karya yang terpilih tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga memiliki kedalaman makna yang luar biasa.

"Hasil seleksi penilaian dewan juri, filosofinya lengkap," ujar Robani, Selasa (9/6/2026).

Logo karya Ridho ini dinilai sukses merangkum visi, misi, kekayaan budaya, serta potensi besar yang dimiliki oleh Kabupaten Madiun untuk melangkah menuju masa depan yang Bersahaja (Bersih, Sehat, dan Sejahtera).

Desain logo pemenang ini memuat elemen-elemen penting yang merepresentasikan identitas Kabupaten Madiun secara mendalam, yang terbagi menjadi dua poin utama:

Elemen Bentuk dan Simbol

Angka 458: Melambangkan usia Hari Jadi Kabupaten Madiun. Bentuk visualnya dibuat saling terhubung, menggambarkan konsep sinergi dan kolaborasi untuk terus bergerak bersama.

Simbol Industri: Garis yang mengarah ke atas menggambarkan pengembangan kawasan industri demi mempercepat pertumbuhan ekonomi yang berdaya saing serta meningkatkan daya beli masyarakat.

Gapura (Alun-Alun Reksogati): Melambangkan pusat pemerintahan yang bersih, efektif, terpercaya, serta maksimal dalam pelayanan publik berbasis teknologi.

Pesilat: Menegaskan identitas Kabupaten Madiun sebagai Kampung Pesilat, yang merepresentasikan kekuatan, kebersamaan, dan kerukunan antarwarga.

Air: Menjadi simbol sumber kehidupan, keseimbangan, serta keterhubungan melalui alur yang mengalir.

Batik (Motif Beras Kutah): Menggambarkan pelestarian warisan budaya dan inovasi. Uniknya, motif ini membentuk pola angka 206 yang merepresentasikan jumlah desa/kelurahan di Kabupaten Madiun sebagai simbol pembangunan yang merata.

Ukiran: Melambangkan nilai ekonomi dari kerajinan lokal sekaligus simbol dalam menjunjung tinggi keharmonisan dan keselarasan hidup.

Padi dan Jagung: Dua komoditas pangan utama Madiun yang menyimbolkan kemakmuran. Jumlah 15 bulir padi secara spesifik melambangkan 15 kecamatan yang ada di Kabupaten Madiun.

Perkebunan: Menunjukkan potensi lereng Gunung Wilis yang subur, menempatkan Madiun sebagai salah satu lumbung pangan dan sentra hortikultura utama di Jawa Timur.

Gunung Wilis: Merepresentasikan sektor pariwisata yang kaya, mulai dari wisata alam, agrowisata, desa wisata, hingga wisata sejarah dan budaya.

Ulir: Visualisasi dari gotong royong, kolaborasi, dan keselarasan yang berkelanjutan antara pemerintah dan masyarakat.


Makna Warna Logo

Warna-warna yang digunakan dalam logo ini dipilih dengan cermat untuk membawa pesan psikologis yang kuat.

Kuning : Melambangkan jiwa yang penuh semangat dan optimisme untuk terus berinovasi dan bergerak maju.

Hijau : Melambangkan keharmonisan, kemakmuran, dan keberlanjutan dalam mewujudkan Madiun yang Bersahaja (Bersih, Sehat, dan Sejahtera).

Biru : Melambangkan kepercayaan, keselarasan, sinergitas, serta stabilitas antara pemerintah dan masyarakat dalam pembangunan yang berkeadilan.

Dengan logo ini, Pemerintah Kabupaten Madiun berharap seluruh elemen masyarakat dapat meresapi semangat kolaborasi dan gotong royong yang tertuang di dalamnya.

Logo ini diharapkan menjadi pemantik semangat untuk membawa Kabupaten Madiun menjadi daerah yang semakin maju, mandiri, dan berdaya saing tinggi.

Nantinya logo dari pemenang sayembara ini akan digunakan dalam berbagai bentuk media publikasi kegiatan Hari Jadi Kabupaten Madiun ke 458.(ir)


BACA JUGA : 

Sambut Hari Jadi ke-458, 30 Karya Berebut Jadi Logo Resmi Kabupaten Madiun

Raih Penghargaan Kemendagri, Bupati Madiun Gandeng Kementerian PU Matangkan Pembiayaan Kreatif Infrastruktur Jalan

Iki Radio – Sukses meraih penghargaan Creative Financing dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Bupati Madiun Hari Wuryanto, terus bergerak cepat mengembangkan skema pembangunan infrastruktur tanpa membebani APBD.

Langkah konkret ini diwujudkan melalui audiensi dan koordinasi bersama Ditjen Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum (PU) RI di Jakarta pada Senin (8/6/2026). 

Pertemuan ini membahas rencana mekanisme pembiayaan kreatif berupa Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) serta Inpres Jalan Daerah (IJD) untuk proyek preservasi jalan di Kabupaten Madiun.

Audiensi strategis yang dihadiri oleh Bupati beserta jajaran pimpinan OPD terkait ini merupakan tindak lanjut dari dua agenda besar yakni proses pengusulan Project Development Facility (PDF), terkait proyek kerja sama Pemerintah Daerah dan KPBU Preservasi Jalan Kabupaten Madiun yang saat ini tengah diajukan ke Kementerian Keuangan RI.

Dan sosialisasi program IJD, dimana hal ini menindaklanjuti Instruksi Presiden Nomor 11 Tahun 2025 tentang Percepatan Peningkatan Konektivitas Jalan Daerah untuk Mendukung Swasembada Pangan dan Energi yang telah digelar pada 26 Mei 2026 lalu.

Dalam pertemuan tersebut, Bupati Hari Wuryanto didampingi oleh dua staf Kementerian PU yang mewakili Direktur, yaitu Agnes Intan dan Fara Baselin.

Dalam paparannya, Bupati Hari Wuryanto menegaskan bahwa peningkatan pelayanan infrastruktur di Kabupaten Madiun diselaraskan dengan visi daerah "Madiun BERSAHAJA", khususnya Misi IV, yakni membangun sarana dan prasarana kewilayahan yang lebih memadai, merata, dan berkeadilan.

Pemerintah Kabupaten Madiun sangat membutuhkan dukungan dari Pemerintah Pusat mengingat pembangunan infrastruktur jalan membutuhkan anggaran yang besar dan berkelanjutan.

"Peningkatan kemantapan jalan menjadi prioritas utama kami karena merupakan infrastruktur vital yang langsung mendukung swasembada pangan serta memutar roda pertumbuhan ekonomi daerah," ujar Bupati Hari Wuryanto.

Selain mematangkan skema finansial kreatif, Bupati Madiun juga memaparkan daftar usulan penanganan sejumlah ruas jalan daerah untuk tahun anggaran 2026.

Besar harapan Pemkab Madiun agar usulan pembangunan melalui berbagai program pembiayaan alternatif ini dapat segera terealisasi. 

Melalui konektivitas jalan yang prima, diharapkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Madiun meningkat pesat sekaligus mampu menyokong penuh program ketahanan pangan nasional.(ir)

Prabowo Lantik Kepala BGN Baru dan Stafsus Presiden di Istana Negara

Iki Radio – Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Nanik Sudaryati Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) di Istana Negara, Jakarta, pada Senin (8/6/2026). Selain Kepala BGN, Presiden juga melantik dua Wakil Kepala BGN baru serta Said Iqbal sebagai Staf Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan.

Pelantikan Nanik S. Deyang—yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Kepala BGN—dilakukan untuk menggantikan Dadan Hindayana. Dadan bersama dua Wakil Kepala BGN terdahulu, Lodewyk Pusung dan Sony Sonjaya, resmi dicopot setelah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Selain Kepala BGN, Presiden Prabowo melantik jajaran pimpinan baru BGN, Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono (telah mengajukan pensiun dini dari TNI) sebagai Wakil Kepala BGN.

Pengangkatan ini tertuang dalam Keputusan Presiden Nomor 18/M Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Kepala dan Wakil Kepala BGN, serta Pemberhentian Wakil Kepala BPKP.

Dalam upacara yang sama, Presiden Prabowo juga mengambil sumpah jabatan Said Iqbal sebagai Staf Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan.

Posisi ini diberikan setelah melalui pertimbangan matang. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi sebelumnya sempat mengonfirmasi pada Kamis (4/6/2026) bahwa pemerintah memang mencari posisi yang tepat untuk Said Iqbal guna mengakomodasi rekam jejak perjuangannya di bidang buruh dan ketenagakerjaan.

Prosesi pelantikan dilanjutkan dengan pengucapan sumpah jabatan yang dipandu langsung oleh Presiden Prabowo Subianto, diikuti dengan penandatanganan berita acara upacara pelantikan.

"Bahwa saya akan setia kepada Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi dharma bakti saya kepada bangsa dan negara," ucap para pejabat baru secara serempak di Istana Negara.

close
Pasang Iklan Disini