Iki Radio — Presiden Prabowo Subianto menilai Tim Nasional Indonesia sudah sangat layak untuk tampil di panggung Piala Dunia 2030. Untuk mewujudkan mimpi besar tersebut, Kepala Negara meminta PSSI segera menyusun cetak biru (blueprint) sebagai panduan pembangunan sepak bola nasional yang terarah dan berkelanjutan dari kelompok usia dini hingga level senior.
Pesan tegas tersebut disampaikan Presiden Prabowo melalui sambutan yang dibacakan oleh Menpora sekaligus Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, dalam Kongres Biasa PSSI 2026 di Hotel Fairmont, Jakarta Pusat, Senin (3/8/2026).
Meski menembus Piala Dunia 2030 bukanlah pekerjaan mudah, Presiden menegaskan bahwa Indonesia sebagai bangsa besar harus berani memasang target tinggi.
“Saya memandang Indonesia layak tampil di Piala Dunia 2030. Bukan hal yang mudah, tetapi kita harus berupaya semaksimal mungkin,” ujar Erick Thohir saat membacakan amanat Presiden Prabowo.
Target besar ini sejalan dengan komitmen yang sebelumnya disampaikan Presiden Prabowo saat menerima Erick Thohir dan Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, di Hambalang pada 19 Juni 2026 lalu.
Pemerintah memastikan dukungan total menjelang bergulirnya Kualifikasi Piala Dunia 2030, yang mencakup pengalokasian dana serta peningkatan fasilitas pendukung secara memadai. Pembinaan usia dini dan SDM, dengan melakukan pencarian bakat merata di seluruh daerah agar setiap anak bangsa mendapat kesempatan membela Garuda. Dan kebijakan strategis untuk memperkuat ekosistem sepak bola nasional.
Presiden mengingatkan bahwa prestasi kelas dunia tidak bisa dibangun secara instan.
“Tidak ada kemenangan tanpa disiplin. Tidak ada prestasi tanpa pengorbanan, dan tidak ada kejayaan tanpa kerja sama. Nilai-nilai itulah yang menjadi fondasi kemajuan sebuah bangsa,” tegasnya.
Lebih lanjut, Presiden menekankan bahwa misi menuju Piala Dunia 2030 tidak bisa hanya menjadi beban pemerintah dan PSSI semata. Seluruh ekosistem—mulai dari klub, akademi, pelatih, pemain, suporter, pemda, dunia usaha, hingga media—harus bergerak selaras.
Bagi Presiden, sepak bola bukan sekadar urusan skor pertandingan, melainkan alat pemersatu bangsa yang merekatkan seluruh rakyat Indonesia tanpa memandang suku, agama, dan latar belakang.
“Saya yakin dengan persatuan, kerja keras, disiplin, dan semangat gotong royong, Indonesia mampu mencapai cita-cita besar tersebut. Bukan hanya lolos ke Piala Dunia 2030, tetapi untuk membangun Indonesia yang semakin kuat dan disegani dunia,” tutupnya.


















