Iki Radio/Berita Terbaru

Iki Yang Paling/Ngetop

Iki Ceritanya/Orang Terkenal

KLIK DISINI

Iki Dibaca Juga/Jangan Lewatkan

Iki Terbaru/Paling Greeess

Indonesia Sapu Bersih Emas Mountain Classic SEATRC Cup 2026 di Gunung Gede Pangrango

Iki Radio - Tim Nasional Lari Trail Indonesia menyapu bersih seluruh medali emas nomor Mountain Classic pada hari terakhir Southeast Asia Trail Running Confederation (SEATRC) Cup 2026 di Gunung Gede Pangrango, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Minggu (26/7/2026). Dominasi tersebut melengkapi raihan enam medali emas Indonesia sepanjang kejuaraan dan menegaskan kekuatan atlet Merah Putih di ajang lari trail tingkat Asia Tenggara.

Ketua Kontingen Indonesia pada SEATRC Cup 2026, Dr. Donny Gahral Adian, mengatakan hasil tersebut menjadi kebanggaan bagi Pengurus Pusat Asosiasi Lari Trail Indonesia (PP ALTI) sekaligus menunjukkan keberhasilan pembinaan atlet secara berjenjang.

"Alhamdulillah dengan berakhirnya Mountain Classic Senior dan Junior (Putra-Putri), kita berhasil membukukan enam emas seluruh kategori. Ini kebanggaan bagi PP ALTI dan Indonesia pada umumnya," ujar Donny.

Ia berharap keberhasilan tersebut menjadi motivasi bagi para atlet untuk terus meningkatkan kemampuan dan meraih prestasi di tingkat internasional.

"Kita berharap kemenangan ini bisa memacu para atlet lebih giat berlatih dan mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional lainnya," katanya.

Pada nomor Mountain Classic Senior Putra sejauh 10 kilometer, atlet Indonesia Yusri Nanda tampil sebagai juara dengan catatan waktu 52 menit 55 detik, unggul tipis atas rekan senegaranya Putra Aldio yang membukukan waktu sama namun finis di posisi kedua. Sementara Indra Saputra menjadi juara Mountain Classic Junior Putra dengan waktu 53 menit 7 detik.

Yusri mengaku bersyukur mampu meraih kemenangan meski sempat mengalami gangguan kesehatan sebelum berlaga.

"Alhamdulillah aku bisa juara, meski dua hari lalu sempat diare. Terima kasih kepada masyarakat Indonesia yang telah support kita," ujarnya.

Dominasi Indonesia juga berlanjut di sektor putri. Fitri meraih medali emas Mountain Classic Senior Putri dengan catatan waktu 1 jam 9 menit 11 detik, sedangkan Melda Cantika menjadi juara Mountain Classic Junior Putri dengan waktu 1 jam 9 menit 13 detik.

Fitri mengaku bangga dapat mempersembahkan dua medali emas pada penampilan perdananya di SEATRC Cup, setelah sebelumnya juga menjuarai nomor Vertical 7 Kilometer.

"Masya Allah, sangat bersyukur karena pertama ikut SEATRC langsung dapat mempersembahkan dua emas untuk Indonesia," kata Fitri.

Ia mengakui kondisi fisik menjadi tantangan utama karena harus kembali bertanding dalam waktu singkat.

"Sebenarnya masih kecapean, tapi bagaimana keluar dari capek itu untuk bisa tanding lagi," ujarnya.

Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat, Letjen TNI (Purn.) Marciano Norman, memberikan apresiasi atas prestasi atlet-atlet Indonesia yang dinilai membanggakan.

"Atas nama Ketua Umum KONI Pusat, saya menyampaikan selamat dan apresiasi kepada para atlet lari trail Indonesia yang telah meraih medali, sangat membanggakan," ujar Marciano.

Menurutnya, capaian tersebut harus menjadi momentum memperkuat pembinaan olahraga lari trail di seluruh daerah sekaligus mengembangkan sport tourism berbasis potensi alam Indonesia.

"Penyelenggaraan kompetisi lari trail juga harus ditingkatkan kualitas dan kuantitasnya karena mengangkat keindahan alam Indonesia. Dengan memaksimalkan potensi alam yang luar biasa, sport tourism terealisasi sehingga memberikan dampak bagi pegiat lari trail serta perekonomian masyarakat Indonesia," katanya.

SEATRC Cup 2026 berlangsung pada 24–26 Juli 2026 di kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, dan diikuti atlet dari Indonesia, Malaysia, Brunei Darussalam, Kamboja, Thailand, Myanmar, Vietnam, Filipina, serta Singapura. Nomor Mountain Classic menjadi penutup rangkaian kejuaraan sekaligus memastikan Indonesia tampil sebagai kekuatan dominan pada ajang lari trail Asia Tenggara tahun ini.

Semarak Peringatan Hari Koperasi ke-79 di Madiun dan Bojonegoro: Dorong Ekonomi Kerakyatan dan Spirit Gotong Royong

Iki Radio — Peringatan Hari Koperasi Nasional ke-79 Tahun 2026 berlangsung semarak di berbagai daerah di Jawa Timur pada Minggu (26/7/2026) pagi. 

Dua kabupaten, yakni Madiun dan Bojonegoro, menggelar perayaan meriah yang melibatkan ribuan insan koperasi dan masyarakat setempat sebagai momentum penguatan ekonomi rakyat yang profesional dan modern.

Di Kabupaten Madiun, puncak peringatan dipusatkan di Lapangan Desa Teguhan, Kecamatan Jiwan. Acara yang diselenggarakan oleh Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Kabupaten Madiun berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Madiun ini dihadiri lebih dari 500 insan koperasi dan warga sekitar.

Kemeriahan acara dikemas melalui berbagai agenda kesehatan dan sosial. Mulai dari senam bersama, jalan santai, penyerahan bantuan sosial, bantuan dana pendidikan, hingga bazar UMKM binaan koperasi serta Pasar Murah Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro (Perdakop).

Hadir dalam kesempatan tersebut Bupati Madiun Hari Wuryanto, Wakil Bupati Purnomo Hadi, Sekda Sigit Budiarto, jajaran OPD, Forkopimcam Jiwan, pengurus Dekopinda, serta pimpinan lembaga perbankan dan gerakan koperasi se-Kabupaten Madiun.

Ketua Panitia, Prayitno, melaporkan bahwa rangkaian kegiatan telah berlangsung sejak Juni melalui talkshow perkoperasian, pemasangan atribut serentak, hingga doa bersama.

"Alhamdulillah, pada puncak Peringatan Hari Koperasi Tingkat Jawa Timur di Pamekasan lalu, Bapak Bupati Madiun juga menerima penghargaan sebagai Pembina Andalan Koperasi Jawa Timur Tahun 2026," ungkap Prayitno.

Bupati Madiun bersama jajaran pimpinan daerah menyalurkan berbagai bantuan sosial. Dalam arahannya, Bupati Hari Wuryanto mengajak seluruh pengurus koperasi dan masyarakat untuk terus memelihara kerukunan.

"Atas nama pribadi dan Pemkab Madiun, saya mengucapkan Selamat Hari Koperasi ke-79. Koperasi tidak bisa berdiri sendiri, kita harus bergotong royong dan guyub rukun. Dengan suasana daerah yang aman, tenteram, dan kondusif, kita bisa bersama-sama membangun Kabupaten Madiun yang Bersahaja (bersih, sehat, dan sejahtera)," ujar Bupati Hari Wuryanto.

Atmosfer kemeriahan serupa juga terpancar di Kabupaten Bojonegoro. Puluhan ribu warga memadati agenda Jalan Sehat yang berpusat di seputaran Pasar Wisata Bojonegoro.

Mengusung semangat 'Koperasi berdaya, Indonesia Berjaya', sebanyak kurang lebih 20 ribu peserta berjalan menempuh rute dari pintu barat Pasar Wisata, melintasi Jl. Lettu Suwolo, Jl. Pemuda Timur, Jl. Lisman, Jl. Kopral Kasan, dan kembali finish di Pasar Wisata.

Bupati Bojonegoro Setyo Wahono bersama Wakil Bupati Nurul Azizah turut hadir di tengah masyarakat untuk menyapa dan berinteraksi secara langsung dengan para peserta.

"Kenapa Hari Koperasi selalu diperingati? Karena koperasi merupakan greget marwahnya masyarakat Indonesia. Kebersamaan dan gotong royong dalam membangun perekonomian menjadi semangat serta bagian hidup kita sehari-hari," ujar Bupati Setyo Wahono.

Ia menambahkan bahwa jalan sehat ini merupakan sarana kebersamaan, kesehatan, dan wujud kolaborasi pemerintah bersama gerakan koperasi dalam membangun kekuatan ekonomi masyarakat.

Sementara itu, Ketua Dekopinda Bojonegoro periode 2025–2030, Sriyadi Purnomo, menyampaikan apresiasinya atas dukungan penuh Pemkab dan Forkopimda.

"Semoga seluruh insan gerakan koperasi bisa melaksanakan kegiatan dengan tulus ikhlas dalam kebersamaan mewujudkan masyarakat yang Bahagia, Makmur, dan Membanggakan," tandas Sriyadi.

Selain sebagai sarana silaturahmi olahraga, kegiatan ini juga menjadi media promosi UMKM. Puluhan stan UMKM binaan menyajikan produk kuliner hingga kerajinan tangan. Kemeriahan di Bojonegoro makin lengkap dengan pembagian doorprize bernilai besar, mulai dari paket umrah, sepeda motor, sepeda listrik, sepeda gunung, hingga beragam alat elektronik rumah tangga.(ir)

Menbud: Permainan Tradisional Benteng Anak Indonesia Hadapi Risiko Ruang Digital

Iki Radio - Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon menegaskan permainan tradisional harus kembali menjadi bagian dari kehidupan anak Indonesia, sebagai upaya memperkuat karakter sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap ruang digital.

Kehadiran Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP Tunas), dinilainya menjadi momentum penting untuk menghidupkan kembali permainan rakyat di tengah derasnya arus digitalisasi.

Menurut Fadli, pelindungan anak tidak cukup hanya dilakukan dengan membatasi akses terhadap platform digital berisiko tinggi, tetapi juga harus dibarengi penyediaan ruang bagi anak untuk bermain, berinteraksi, dan belajar melalui budaya bangsa.

"PP Tunas menjadi intervensi negara yang sangat penting agar anak-anak tidak terlalu banyak terpapar informasi di ruang digital yang sulit mereka saring. Kita tidak bisa menghindari era digital, tetapi kita bisa mengantisipasi dampaknya," ujar Fadli Zon dalam Festival Generasi Berani Exploring dalam rangka Hari Anak Nasional 2026, di Cibis Park, Jakarta, Sabtu (25/7/2026).

Ia menyebut kolaborasi antara Kementerian Kebudayaan dan Kementerian Komunikasi dan Digital menjadi langkah strategis untuk memperkuat perlindungan anak melalui pendekatan budaya.

Fadli Zon menjelaskan permainan tradisional bukan sekadar aktivitas rekreasi, melainkan bagian dari objek pemajuan kebudayaan yang diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan. 

Dalam regulasi tersebut, permainan tradisional menjadi salah satu dari sepuluh objek pemajuan kebudayaan bersama bahasa, tradisi lisan, manuskrip, ritus, adat istiadat, olahraga tradisional, seni, dan warisan budaya lainnya.

Karena itu, pemerintah berkomitmen mengembalikan permainan rakyat sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari anak Indonesia. 

"Permainan tradisional bukan hanya warisan budaya, tetapi juga media pembelajaran karakter yang telah diwariskan lintas generasi," katanya.

Fadli mengungkapkan Indonesia memiliki kekayaan permainan tradisional yang sangat besar. Jumlahnya diperkirakan mencapai lebih dari 2.000 jenis permainan yang tersebar di berbagai daerah. Sebagai negara dengan lebih dari 1.340 kelompok etnis, Indonesia memiliki keragaman budaya yang melahirkan beragam permainan rakyat dengan nilai-nilai lokal yang berbeda.

Untuk itu, Kementerian Kebudayaan tengah menyiapkan program pendataan dan registrasi permainan tradisional dari seluruh Indonesia sebagai bagian dari upaya pelestarian budaya. Selain itu, pemerintah juga merintis pembentukan Museum Permainan Tradisional yang akan menjadi pusat dokumentasi, edukasi, dan promosi permainan rakyat Indonesia. 

"Kita akan menghimpun seluruh permainan tradisional dari berbagai daerah agar dapat diwariskan kepada generasi berikutnya," ujar Fadli.

Menurut Fadli, permainan tradisional memiliki nilai yang jauh melampaui hiburan. Melalui aktivitas bermain bersama, anak belajar tentang kejujuran, kerja sama, sportivitas, disiplin, hingga kemampuan menyelesaikan masalah. Pengalaman tersebut, kata dia, tidak dapat sepenuhnya digantikan oleh interaksi melalui perangkat digital.

Ia berharap gerakan Generasi Berani Exploring menjadi awal kebangkitan permainan tradisional di Indonesia, sekaligus memperkuat ruang interaksi sosial anak di tengah pesatnya perkembangan teknologi. 

"Kita ingin anak-anak memiliki pengalaman bermain bersama teman-temannya di luar ruang, belajar bekerja sama, saling menghargai, dan membangun karakter melalui budaya bangsa," ujarnya.

Fadli juga mengapresiasi keterlibatan dunia usaha, komunitas permainan rakyat, akademisi, serta berbagai kementerian dalam mendorong gerakan perlindungan anak melalui revitalisasi permainan tradisional.

Menurutnya, upaya tersebut perlu dilakukan secara berkelanjutan melalui berbagai program edukasi, festival budaya, hingga pemanfaatan platform yang dimiliki Kementerian Kebudayaan untuk memperkenalkan kembali permainan rakyat kepada generasi muda. 

"Biarkan mereka berlari, biarkan mereka bermain, dan biarkan mereka menjadi anak-anak. Dengan cara itu kita tidak hanya melindungi mereka dari dampak negatif era digital, tetapi juga menjaga identitas budaya Indonesia tetap hidup," pungkas Fadli.

Gelar Rakor di Banyuwangi Menpar Mantapkan Revalidasi UGG Geopark Ijen

Iki Radio - Menteri Pariwisata Widhiyanti Putri Wardhana melakukan kunjungan kerja ke Banyuwangi, Sabtu (25/7/2026). Salah satu agendanya adalah menggelar rapat koordinasi (rakor) dengan berbagai stakeholder, terkait Revalidasi Geopark Ijen sebagai Unesco Global Geopark (UGG) yang akan dilaksanakan Agustus mendatang.

Rakor yang digelar di Pendopo Sabha Swaghta  itu dipimpin langsung Menpar didampingi Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, diikuti Wakil Bupati Bondowoso As’ad Yahya Syafii, General manager Geopark Ijen Abdillah Baras, Kepala Balai Taman Nasional Alas Purwo Probo Resni Aji, dan juga Kepala RKW 14 Kawah Ijen Balai Besar Konservasi SDA Jawa Timur Rusdi Santoso, serta jajaran Kemenpar. 

Geopark Ijen saat ini berstatus jaringan geopark Unesco yang ditetapkan pada 2023 lalu, dan merupakan yang terbaik dari 12 jaringan Geopark Indonesia yang ditetapkan Kemenpar pada 2024. Revalidasi UGG tahun ini merupakan evaluasi menyeluruh yang wajib dijalani setiap jaringan Geopark tiap empat tahun sekali, untuk memastikan standar internasional tetap terpenuhi. Hasil evaluasi nantinya menentukan status: Green Card (dipertahankan), Yellow Card (perbaikan 2 tahun), atau Red Card (dicabut)

“Agenda kita kali ini membahas persiapan Revalidasi Ijen UNESCO Global Geoprak yang akan berlangsung pada 3-7 Agustus 2026. Keberhasilan mempertahankan predikat ini menjadi tanggung jawab kita bersama,” ujar Menpar.

Ia mengatakan target dari Revalidasi ini adalah mempertahankan Green Card. Untuk itu diperlukan koordinasi yang semakin kuat agar seluruh rekomendasi asesor UNESCO dapat ditindaklanjuti bersama.

“Target kita semua tentunya mempertahankan Green Card untuk itu diperlukan koordinasi yang semakin kuat agar seluruh rekomendasi asesor dapat ditindaklanjuti termasuk penguatan promosi warisan geologi, peningkatan aksesibilitas kemitraan, serta pengelolaan kawasan blue fire yang tetap mengedepankan aspek keselamatan dan prinsip pariwisata berkelanjutan,” ujar Menpar.

Geopark Ijen memiliki Keragaman geologi (Geodiversity), Keanekaragaman hayati (Biodiversity), Keragaman budaya (Cultural Diversity) hingga upaya mendorong perekonomian lokal.

“Sebagai Geopark Terbaik di Indoensia saya yakin Geopark Ijen akan bisa mempertahankan status Green Card nya pada penilaian UNESCO Global Geoprak ,” ujar Menpar.

Sementara Bupati Ipuk berterimajasih  pada Kemenpar yang mendukung UGG Ijen dalam revalidasi ini. Selama ini UGB Ijen dikelola dengan semangat  merawat warisan, menghidupkan budaya, serta menumbuhkan kesejahteraan tanpa mengorbankan keberlanjutan.

“Bagi kami, nantinya pengakuan tersebut bukanlah garis akhir, melainkan amanah untuk terus menjaga kelestarian alam, meningkatkan kualitas edukasi, memperkuat pemberdayaan masyarakat, dan mengembangkan ekonomi lokal secara berkelanjutan,” ujar Ipuk.

Ditambahkan Ketua Badan Pengelola Geopark Ijen Abdillah Baraas, menjelaskan ada lima rekomendasi dari UNESCO yang perlu menjadi perhatian pada pengelolaan Geopark Ijen. Antara lain, penguatan riset dan pemetaan geologi, meningkatkan promosi warisan geologi, penambahan panel informasi edukatif di area geopark, hingga hingga keaktifan badan pengelola dalam menggelar event nasional dan internasional.

“Rekomendasi sudah kita jalankan dengan kolaborasi antara pemerintah daerah, provinsi dan pusat,” kata Abdilla.

Usai Rakor, Menpar mengunjungi Pusat Informasi Geologi Geopark Ijen (PIGGI) yang merupakan pusat edukasi tentang Geopark di Banyuwangi. (*)

Peringati Harkopnas ke-79, Dekopinda Kabupaten Madiun Gelar Jalan Santai dan Pasar Murah di Desa Teguhan

Iki Radio – Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Kabupaten Madiun kembali menggelar kegiatan Jalan Santai sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79. 

Untuk tahun 2026, kegiatan tahunan tersebut dipusatkan di Lapangan Desa Teguhan, Kecamatan Jiwan, Kabupaten Madiun, Minggu (26/7/2026).

Ketua Dekopinda Kabupaten Madiun, Sarwana, menyampaikan bahwa agenda ini merupakan upaya konsisten untuk mempererat kebersamaan sekaligus memperkuat peran koperasi di tengah masyarakat.

"Kegiatan jalan santai ini rutin diselenggarakan setiap tahun dalam rangka memperingati Hari Koperasi. Tujuannya adalah untuk menggerakkan kembali semangat koperasi sebagai soko guru perekonomian di Indonesia," ujar Sarwana, Sabtu (25/7/2026).

Sejalan dengan tema nasional Harkopnas ke-79, yaitu "Koperasi Berdaya, Indonesia Berjaya", peringatan tahun ini dirancang tidak hanya sebagai ajang olah raga ringan, tetapi juga sebagai ruang penguatan ekonomi kerakyatan.

Selain jalan santai, masyarakat yang hadir di Lapangan Desa Teguhan juga dimanjakan dengan beragam kegiatan menarik, diantaranya bazar UMKM dan pasar murah yang menampilkan produk unggulan lokal serta paket sembako terjangkau.

Donor darah dan pemeriksaan kesehatan secara gratis bagi warga, hingga berbagai pertunjukan menarik serta puluhan hadiah hiburan siap dibawa pulang oleh peserta yang beruntung.

Dekopinda Kabupaten Madiun mengajak seluruh lapisan masyarakat—mulai dari keluarga, tetangga, hingga kerabat—untuk hadir meramaikan acara ini. Mari bergerak bersama, hidup sehat, dan dukung kemajuan ekonomi lokal melalui gerakan koperasi.(ir)

Top

Memukau! Penampilan Niken Salindry di Panggung Wayang Kulit Hari Jadi Ke-458 Kabupaten Madiun

Iki Radio — Sinden kondang asal Kediri, Niken Salindry, berhasil membius ribuan pasang mata yang memadati Alun-Alun Reksogati Caruban pada Jumat (24/7/2026) malam.

Kehadirannya dalam pagelaran wayang kulit bersama dalang ternama Ki Cahyo Kuntadi menjadi salah satu magnet utama dalam panggung peringatan Hari Jadi Ke-458 Kabupaten Madiun.

Tampil energik pada sesi Limbukan, pedangdut sekaligus sinden muda ini membawakan beberapa tembang hits.

Suasana semakin pecah saat Niken melantunkan lagu berjudul "Negoro Angin", yang langsung disambut antusias oleh penonton dengan gemuruh sing-along di seluruh penjuru alun-alun.

Penampilan Niken Salindry benar-benar menghidupkan suasana pertunjukan wayang kulit yang mengambil lakon “Semar Mbangun Khayangan” itu. Kombinasi seni tradisi dan hiburan populer yang dibawakannya sangat luar biasa.

Pemilik nama lengkap Dimas Niken Salindry ini lahir di Kediri pada 29 Juni 2008. Darah seni mengalir kuat dari sang ayah, Ki Degleng Gondosupono, seorang dalang kondang, dan ibunya, Wiwin Arumita.

Perjalanan karier Niken terbilang istimewa. Usia 2 tahun Niken mulai mengenal dan meniti karier di dunia pesindenan. Usia 4 tahun sudah dipercaya tampil dalam pementasan wayang kulit profesional yang dipimpin oleh ayahnya.

Tahun 2023 namanya makin meroket secara nasional setelah membawakan ulang (cover) lagu "Mangku Purel" ciptaan Nurbayan versi campursari hingga melesat ke posisi 7 Trending YouTube.

Kualitas vokal dan daya pikat Niken di atas panggung tidak perlu diragukan lagi.

Pada tahun 2023, ia sukses menyabet penghargaan sebagai Penyanyi Cover Lagu Terambyar pada ajang Ambyar Awards MNCTV lewat lagu "Kalih Welasku" ciptaan Denny Caknan, Soepardi Aye, dan Banyu Onyonk.

Video kolaborasinya bersama Lala Atika saat membawakan lagu tersebut di kanal YouTube Kembar Music Digital bahkan sempat menduduki peringkat trending dan telah ditonton lebih dari 27 juta kali.

Kehadiran sosok seniman muda berbakat seperti Niken Salindry di panggung peringatan Hari Jadi Kabupaten Madiun ini tak hanya hiburan semata, namun juga menjadi bukti nyata bahwa seni tradisi seperti wayang kulit dan campursari tetap digandrungi oleh lintas generasi.(ir)

 

Pemkab Madiun Gelar Wayang Kulit Dengan Lakon "Semar Mbangun Khayangan*. Ini Ringkasan Cerita dan Maknanya

Iki Radio - Pemerintah Kabupaten Madiun, menggelar wayang kulit bersama dalang Ki Cahyo Kuntadi, di Alun Alun Reksogati Caruban, Jum'at (24/7/2026).

Pagelaran wayang dalam rangka Hari Jadi ke 458 Kabupaten Madiun ini, mengambil lakon "Semar Mbangun Khayangan". 


Lakon Semar Mbangun Khayangan adalah salah satu kisah pewayangan Jawa yang sangat populer dan syarat akan makna filosofis, sosial, dan spiritual.

Secara garis besar, lakon ini bukan bercerita tentang Semar yang membangun istana/kerajaan megah secara fisik di langit (Khayangan), melainkan tentang proses perbaikan moral, ketentraman, dan keadilan dalam hati manusia serta jiwa pimpinan negara.

Cerita berawal saat Kerajaan Amarta (tempat para Pandawa) sedang tertimpa musibah, wabah penyakit, bencana alam, dan ketidakpastian politik. 

Di saat yang sama, Semar Badranaya (pengasuh sekaligus pamomong para Pandawa) prihatin melihat kondisi tersebut dan memutuskan untuk "membangun khayangan".

Namun, niat Semar ini disalahartikan oleh para tokoh.

Prabu Kresna dan Para Pandawa, mengira Semar menjadi sombong/lupa diri karena orang kecil (punokawan) ingin membangun khayangan menyaingi para dewa. Prabu Kresna bahkan sempat ingin menghalangi atau menghukum Semar.

Para Dewa (Batara Guru), terusik dan merasa terancam karena menganggap tindakan Semar melangkahi wewenang dewa.

Semar mengutus anak-anaknya (Petruk, Gareng, Bagong) untuk meminta pusaka-pusaka keramat milik Pandawa (seperti Jamus Kalimasada) sebagai syarat "pembangunan" tersebut.

Pandawa menolak, sehingga terjadilah perselisihan antara anak-anak Semar dan para Pandawa. 

Dalam perselisihan ini, anak-anak Semar secara ajaib tidak bisa dikalahkan, menunjukkan bahwa kebenaran dan niat tulus Semar berada di pihak yang benar.

Setelah melalui berbagai kesalahpahaman dan pertarungan, Semar akhirnya menjelaskan maksud sebenarnya di hadapan Prabu Kresna, para Pandawa, dan para Dewa.

Khayangan yang dimaksud Semar adalah "Khayangan Jiwa" (Hati nurani manusia).

Mbangun khayangan berarti pembersihan diri memperbaiki watak dan jiwa para pemimpin (Pandawa) agar kembali jujur, adil, bijaksana, dan peduli pada rakyat kecil (wong alit).

Menata kembali tata pemerintahan agar negara kembali makmur, aman, dan tenteram (gemah ripah loh jinawi).

Mengingatkan para raja/penguasa bahwa kekuasaan adalah amanah, dan kesombongan hanya akan membawa kehancuran.

Setelah para Pandawa menyadari kekhilafan mereka dan kembali menata jiwa serta kepemimpinannya, bencana di Kerajaan Amarta pun sirna, dan kedamaian kembali terwujud.

Dalam cerita ini, tokoh Semar sebagai simbol rakyat kecil sekaligus manifestasi ketuhanan (Ismaya) yang menjadi pengingat nurani bagi para penguasa.

Khayangan adalah ketenangan batin, keadilan sosial, dan tatanan moral yang luhur.

Dari cerita ini dapat diambil pesan bahwa kesejahteraan suatu bangsa tidak diukur dari megahnya bangunan fisik, melainkan dari keluhuran budi pekerti para pemimpinnya dan kepedulian mereka terhadap rakyat kecil.(ir)

Optimis Capai Target, PAD Kabupaten Madiun 2026 Sentuh Angka 46,77 Persen

Iki Radio – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Madiun optimistis mampu mencapai target Pendapatan Asli Daerah (PAD) hingga akhir tahun anggaran. Optimisme ini didasari oleh realisasi PAD pada semester pertama yang menunjukkan tren positif dan telah melampaui target berkala yang ditetapkan.

Kepala Bapenda Kabupaten Madiun, Yudi Hartono


Kepala Bapenda Kabupaten Madiun, Yudi Hartono mengungkapkan bahwa target PAD secara umum untuk Kabupaten Madiun ditetapkan sebesar Rp433,2 miliar. Hingga pertengahan tahun ini, realisasinya telah menyentuh angka 46,77 persen.

"Sesuai PP Nomor 69 Tahun 2010, target pendapatan pada Triwulan I sebesar 15% dan Triwulan II sebesar 40%. Saat ini realisasi kita sudah merangkak di angka 46,77%. Artinya, capaian semester pertama ini sudah melampaui target yang ditentukan," ujar Yudi, Jum'at (24/7/2026).

Dijelaskan, secara rinci beberapa sektor pendapatan menunjukkan performa yang cukup menggembirakan.

Dari sektor pajak daerah, menyumbang realisasi sebesar 53,71%, atau surplus hampir 13% dari target proporsional semesteran.

Hasil pengelolaan kekayaan daerah menjadi penyumbang tertinggi dengan capaian 74,47%. Retribusi daerah mencatat realisasi sebesar 39,57%.

Dan lain lain pendapatan daerah yang sah mencapai angka 69,56%.

Untuk penerimaan dari sektor Pajak Bumi dan Bangunan Pedesaan dan Perkotaan (PBB-P2), dari target sebesar Rp30,5 miliar (dengan target di tingkat kecamatan sekitar Rp31,7 M), saat ini telah terealisasi 55,49%. 

Yudi optimis angka ini akan melesat mendekati jatuh tempo pembayaran.

"Jatuh tempo PBB-P2 adalah 30 September. Biasanya menjelang batas akhir tersebut, pembayaran dari masyarakat akan melonjak drastis hingga mendekati atau bahkan melebihi 100 persen," jelasnya.

Terkait pajak dari sektor swasta, Yudi menjelaskan bahwa potensi dari pajak parkir khusus—seperti yang berada di area pabrik atau kawasan industri—dikelola dengan sistem self-assessment. Pengusaha menghitung sendiri kewajiban pajaknya setiap bulan, sementara Bapenda bertugas melakukan pengawasan.

Sementara itu, untuk penerimaan opsen dari pajak provinsi, hasilnya juga menunjukkan angka signifikan.

Opsen Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dari target Rp52,8 miliar telah terealisasi sebesar 50%.

Sedangkan opsen Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) dari target Rp16 miliar telah mencapai realisasi 56,41%.

Menjawab isu mengenai penelusuran objek pajak dan kepemilikan tanah, Bapenda Kabupaten Madiun terus melakukan pemutakhiran data secara berkala berdasarkan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) dan Surat Pemberitahuan Tax (SPT) yang ada.

"Untuk pemutakhiran data tanah, kami berkolaborasi dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN). Karena yang mengeluarkan hak atas tanah adalah BPN, sedangkan data perpajakannya ada di kami," pungkasnya.(ir)

close
Pasang Iklan Disini