Iki Terbaru/Paling Greeess

Showing posts with label Peristiwa. Show all posts
Showing posts with label Peristiwa. Show all posts

Polda Jatim Ungkap Penggelapan 185 Ton Gula Tiga Pabrik Besar, 11 Orang Jadi Tersangka

SURABAYA, Iki Radio — Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jawa Timur berhasil membongkar dugaan tindak pidana penipuan dan penggelapan dalam proses pengiriman komoditas gula yang melibatkan tiga pabrik gula (PG) besar di Jawa Timur. Tiga pabrik tersebut meliputi PG Semboro (Jember), PG Jatiroto (Lumajang), dan PG Ngadirejo (Kediri).

Dari hasil pengungkapan kasus tersebut, sebanyak 185 ton gula diduga dialihkan secara ilegal oleh para pelaku. Akibat aksi kejahatan ini, kerugian perusahaan diperkirakan mencapai Rp3 miliar. Hingga saat ini, penyidik Polda Jatim telah menetapkan 11 orang sebagai tersangka.


Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Jules Abraham Abast, didampingi Dirreskrimum Polda Jatim Kombes Pol Roy Hutton Marulamrata Sihombing, menjelaskan bahwa rangkaian peristiwa ini berlangsung sejak 27 September hingga 2 Oktober 2026.


"Modus yang kami dalami berkaitan dengan pengalihan pengiriman gula yang tidak sesuai dengan alamat tujuan sebagaimana tercantum dalam dokumen pengiriman atau *delivery order*," kata Kombes Pol Abast di Mapolda Jatim, Jumat (16/10/2026).


Para tersangka diduga memanfaatkan celah saat pencarian armada angkutan serta komunikasi selama proses pengiriman untuk mengubah rute dan lokasi pembongkaran muatan.


Dirreskrimum Polda Jatim Kombes Pol Roy Hutton Marulamrata Sihombing membeberkan bahwa kasus ini terbagi dalam tiga kejadian berbeda:


1. Pengiriman PG Semboro (Jember):

Terjadi pada 27–28 September 2026. Sebanyak 110 ton gula yang harusnya dikirim ke tujuan resmi justru dialihkan ke sebuah gudang di wilayah Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Salah seorang tersangka berinisial RK diduga kuat berperan mengendalikan aksi pengalihan ini.


2. Pengiriman PG Jatiroto (Lumajang):

Terjadi pada 28 September 2026. Sebanyak 35 ton gula yang semestinya dikirim ke Bandung dialihkan ke wilayah Candi, Sidoarjo.


3. Pengiriman PG Ngadirejo (Kediri):

Terjadi pada rentang 28 September hingga 2 Oktober 2026. Sebanyak 40 ton gula yang ditujukan ke Sukabumi dialihkan dan dijual di sejumlah wilayah di Jawa Timur.


"Penyidik masih mendalami bagaimana muatan yang semestinya sampai kepada penerima dapat dialihkan, siapa yang mengatur perubahan tujuan pengiriman, serta pihak-pihak yang menerima maupun menjual kembali muatan tersebut," jelas Kombes Pol Roy.


Selain menetapkan 11 tersangka, polisi turut menyita barang bukti berupa sejumlah ponsel, uang tunai yang diduga hasil kejahatan, serta satu unit mobil pikap Daihatsu Gran Max yang digunakan dalam rantai distribusi ilegal tersebut.


Polda Jatim menegaskan proses hukum masih terus berkembang dan tidak menutup kemungkinan adanya tersangka baru serta barang bukti tambahan.


Atas perbuatannya, para tersangka dijerat dengan Pasal 492 KUHP tentang Penipuan dan/atau Pasal 486 KUHP tentang Penggelapan, sesuai dengan peran masing-masing dalam konstruksi perkara.

BMKG: Sebaran Abu Vulkanik Gunung Semeru Terdeteksi hingga Malang dan Blitar

Iki Radio — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis data pemantauan sebaran abu vulkanik dari sejumlah gunung api aktif di Indonesia pada Selasa pagi (13/10/2026). Hasil pemantauan menunjukkan sebagian besar gunung api terpantau nihil sebaran abu vulkanik, kecuali Gunung Semeru di Jawa Timur.

Berdasarkan analisis citra satelit RGB Himawari-9 per pukul 07.00 WIB, sebaran debu vulkanik dari beberapa gunung api aktif lainnya—seperti Gunung Lewotolo, Gunung Ibu, dan Gunung Dukono—tidak terdeteksi.

"Gunung Semeru teramati ke arah Barat, mencakup sebagian Kabupaten Malang dan Kabupaten Blitar," tulis keterangan resmi BMKG dalam rilisnya, Selasa (13/10/2026).


Potensi Cuaca dan Imbauan Masyarakat

BMKG memprakirakan kondisi cuaca di sekitar area gunung api yang dipantau cukup bervariasi, mulai dari cerah berawan, berawan tebal, hingga hujan ringan. Khusus untuk wilayah di sekitar Gunung Semeru, cuaca diprakirakan akan diselimuti asap pada malam hari.

Masyarakat yang berada di sekitar kawasan terdampak diimbau untuk tetap waspada, tenang, serta tidak terpengaruh oleh isu-isu yang tidak dipastikan kebenarannya. Warga diminta untuk selalu memantau informasi resmi dari BMKG, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), maupun pemerintah daerah setempat.


Kewaspadaan Dampak Bahaya Abu Vulkanik

Selain merilis data sebaran, BMKG membagikan peringatan mengenai sejumlah bahaya paparan abu vulkanik yang berpotensi memengaruhi aktivitas masyarakat sehari-hari.

Partikel debu vulkanik berisiko memicu iritasi pada mata dan kulit, memicu batuk, serta menimbulkan gangguan saluran pernapasan. Kondisi ini sangat berbahaya dan berpotensi memperburuk kesehatan warga yang memiliki riwayat penyakit pernapasan bawaan seperti asma.

Paparan dan tumpukan abu vulkanik dapat mengurangi jarak pandang secara drastis serta membuat permukaan jalan menjadi licin, sehingga membahayakan keselamatan berkendara. Selain itu, partikel abu berpotensi merusak mesin, mengganggu sistem navigasi, hingga memicu penundaan atau penghentian operasional angkutan darat, laut, dan udara.

Masyarakat di wilayah terdampak disarankan untuk mengenakan masker saat beraktivitas di luar ruangan dan menutup penampungan air bersih untuk menghindari kontaminasi abu vulkanik.

 

Polda Sulbar Bongkar Peredaran Sabu Lintas Kabupaten: Libatkan Oknum Polisi dan PNS, Terancam PTDH

Iki Radio — Polda Sulawesi Barat (Sulbar) melalui Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) berhasil membongkar jaringan peredaran narkotika yang bermula di wilayah Mamuju dan berkembang hingga ke Kabupaten Pasangkayu. Kasus ini mencuri perhatian publik karena turut menyeret keterlibatan seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) serta oknum anggota Polri.


Dalam konferensi pers yang dipimpin oleh Dirnarkoba Polda Sulbar, didampingi oleh Kabid Propam dan Kabid Humas, pada Senin (12/10/2026), aparat kepolisian menegaskan komitmen penuh untuk menegakkan hukum secara adil, transparan, dan tuntas tanpa pandang bulu.


Kronologi Pengungkapan dan Peran Tersangka


Kabid Humas Polda Sulbar, Kombes Pol Memo Ardian, mengungkapkan bahwa pengungkapan ini berawal dari laporan masyarakat terkait dugaan penyalahgunaan narkotika. Tim Subdit I Ditresnarkoba Polda Sulbar langsung bergerak cepat melakukan penyelidikan intensif.


"Sesuai petunjuk Bapak Kapolda Sulbar, kami sampaikan ini secara terbuka berdasarkan fakta yang ada. Tidak ada yang ditutup-tutupi, termasuk dugaan keterlibatan seorang anggota Polri," tegas Kombes Pol Memo Ardian.


Sementara itu, Dirnarkoba Polda Sulbar, Kombes Pol Ardanto Nugroho, memaparkan alur penangkapan para tersangka:


HR (45) dan AB (47) yang merupakan seorang PNS berhasil diamankan petugas setelah pengembangan informasi.


Penelusuran lebih lanjut mengarah kepada AF (44), seorang oknum anggota Polri yang bertugas di Kabupaten Pasangkayu.


Saat penggeledahan mobil HR di Jalan Ir. Juanda, Kelurahan Binanga, Kecamatan Mamuju, polisi menemukan satu sachet plastik berisi sabu seberat bruto 22,337 gram di bawah kursi depan kiri. Selain itu, disita pula barang bukti pendukung berupa timbangan digital, plastik klip kosong, alat konsumsi narkotika, telepon genggam, dan satu unit mobil.


Dari tangan oknum polisi AF, petugas menyita satu kartu ATM BNI dan ponsel. AF diduga berperan sebagai fasilitator transaksi—mulai dari menerima transfer uang pembelian senilai Rp 18 juta, menyerahkan dana ke pemasok, hingga menyerahkan barang kepada HR. Saat ini, penyidik masih mendalami aliran dana, pola komunikasi, dan jaringan pemasok utama.


Sanksi Tegas: Ancaman PTDH bagi Oknum Terlibat


Kabid Propam Polda Sulbar, Kombes Pol Eko Suroso, menegaskan bahwa institusinya tidak akan memberikan perlindungan istimewa (privilege) kepada anggota yang mencoreng nama baik korps Bhayangkara.


Proses Ganda: Oknum AF dipastikan menjalani dua proses hukum sekaligus, yakni peradilan pidana umum dan sidang kode etik profesi.


Sanksi Maksimal: Pelanggaran berat ini berujung pada ancaman sanksi Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) yang dinilai sebagai "harga mati".


"Pangkat, jabatan, maupun status sebagai anggota kepolisian tidak menjadikan seseorang kebal hukum. Semua tersangka akan ditangani secara tegas, terbuka, dan dapat dipertanggungjawabkan," ujar Kombes Pol Eko Suroso.


Di akhir kesempatan, pihak Polda Sulbar mengapresiasi keberanian masyarakat yang aktif memberikan informasi. Slogan "Polisi Bersama Masyarakat" ditegaskan bukan sekadar pemanis bibir, melainkan komitmen bersama untuk memerangi narkotika sekaligus menjaga integritas institusi kepolisian dari dalam.


Gunung Semeru Erupsi Tiga Kali Senin Pagi, Kolom Abu Capai 900 Meter dari Puncak

Iki Radio — Gunung Semeru yang terletak di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, kembali mengalami erupsi pada Senin pagi (12/10/2026). Petugas mencatat letusan tertinggi mencapai 900 meter di atas puncak.

Berdasarkan laporan Pos Pengamatan Gunung Semeru, erupsi tercatat terjadi sebanyak tiga kali sejak Senin dini hari. Erupsi pertama terjadi pada pukul 01.45 WIB dengan visual letusan tidak teramati. Disusul erupsi kedua pada pukul 04.39 WIB dan erupsi ketiga pada pukul 06.19 WIB, di mana keduanya memuntahkan kolom letusan setinggi 900 meter dari puncak.

"Terjadi erupsi Gunung Semeru pada pukul 06.19 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 900 meter di atas puncak atau 4.576 meter di atas permukaan laut (mdpl)," ujar Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Sigit Rian Alfian, di Lumajang, Senin (12/10/2026).

Sigit menjelaskan bahwa kolom abu vulkanik teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal yang mengarah ke barat daya. Pada seismograf, erupsi tersebut terekam memiliki amplitudo maksimum 22 mm dan durasi sekitar 110 detik.


Status Level III (Siaga) dan Imbauan PVMBG

Hingga saat ini, aktivitas Gunung Semeru masih bertahan pada Status Level III (Siaga). Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengeluarkan sejumlah rekomendasi ketat guna menjaga keselamatan warga di sekitar lereng gunung.

Sektor Tenggara (Besuk Kobokan): Masyarakat dilarang melakukan aktivitas apa pun di sepanjang Besuk Kobokan hingga jarak 13 km dari pusat erupsi.

Sempadan Sungai: Di luar jarak 13 km, warga juga dilarang beraktivitas dalam radius 500 meter dari tepi sungai sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas guguran dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak.

Radius Bahaya Kawah: Warga dan wisatawan diimbau tidak beraktivitas dalam radius 5 km dari kawah/puncak Gunung Semeru untuk menghindari bahaya lontaran batu pijar.

PVMBG turut mengimbau masyarakat agar senantiasa mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan aliran lahar di sepanjang aliran sungai atau lembah yang berhulu di puncak Semeru, khususnya di aliran Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, Besuk Sat, serta anak-anak sungai di sekitarnya.

 

Gempa M 4,5 Guncang Deiyai Papua Tengah, BMKG Imbau Warga Waspada Gempa Susulan

Iki Radio – Gempa bumi tektonik bermagnitudo (M) 4,5 mengguncang wilayah Kabupaten Deiyai, Papua Tengah, pada Senin pagi (12/10/2026). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi bahwa gempa tersebut tergolong sebagai gempa bumi dangkal.

Berdasarkan data BMKG, gempa terjadi pada pukul 05.07 WIB dengan pusat getaran berjarak sekitar 7 kilometer di arah tenggara Kabupaten Deiyai, serta berada pada kedalaman 10 kilometer.

Guncangan gempa bumi ini dirasakan hingga wilayah Enarotali dengan intensitas skala III MMI (Modified Mercalli Intensity). Pada skala tersebut, getaran dirasakan nyata di dalam rumah, di mana warga merasakan sensasi seakan-akan ada truk besar yang sedang melintas.

Hingga saat ini, belum ada laporan mengenai korban jiwa maupun kerusakan infrastruktur atau bangunan akibat peristiwa tersebut. Meski demikian, pihak BMKG mengimbau masyarakat sekitar untuk tetap tenang namun selalu waspada terhadap potensi gempa susulan.

"Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan menghindari bangunan yang rentan atau retak pascagempa. Hati-hati terhadap kemungkinan terjadinya gempa bumi susulan," tulis BMKG dalam imbauan resminya.

Masyarakat juga diminta untuk memastikan informasi resmi hanya bersumber dari kanal komunikasi terverifikasi milik BMKG guna menghindari kesimpangsiuran berita.

 

Tanggap Bencana, Satbrimob Polda Sumbar Evakuasi Ratusan Korban Banjir di Kota Padang

Iki Radio – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) melalui Satuan Brimob Polda Sumatera Barat mengerahkan sebanyak 300 personel untuk menangani dampak banjir dan mengevakuasi warga terdampak akibat curah hujan tinggi yang mengguyur Kota Padang, Sumatera Barat. Hingga Minggu (11/10/2026), ratusan personel tersebut masih bersiaga dan melanjutkan proses evakuasi di sejumlah titik bencana.

Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko, menegaskan bahwa pengerahan personel ini merupakan bentuk respons cepat Polri dalam memprioritaskan keselamatan masyarakat yang terjebak genangan air.

“Polri mengerahkan personel beserta peralatan pendukung untuk membantu evakuasi warga terdampak banjir. Prioritas utama adalah keselamatan masyarakat, khususnya warga yang membutuhkan pertolongan untuk keluar dari kawasan terdampak menuju tempat yang lebih aman,” ujar Trunoyudo dalam keterangan resminya di Jakarta, Minggu (11/10/2026).

Pengerahan 300 personel Satbrimob Polda Sumbar ini dipimpin langsung oleh Dansatbrimob Polda Sumbar, Kombes Pol. Lukman Syafri Dandel Malik. Pasukan dibagi ke dalam tiga tim utama yang ditempatkan di lokasi terdampak terparah, yakni Perumahan Lumin Park (Lubuk Minturun, Kecamatan Koto Tangah), Dadok Tunggul Hitam, dan Guo Kuranji.

Dari laporan penanganan di lapangan, petugas telah berhasil mengevakuasi sekitar 300 warga dari Perumahan Lumin Park serta 30 warga dari kawasan Guo Kuranji. Di Perumahan Lumin Park, petugas juga telah mendirikan posko SAR untuk mempermudah koordinasi penanganan.

Guna menunjang proses penyelamatan, Satbrimob Polda Sumbar menerjunkan berbagai perlengkapan SAR modern seperti perahu karet, mesin tempel, pelampung, helm SAR, tali karmantel, karabiner, katrol, hingga body harness. Selain itu, armada kendaraan pendukung seperti truk angkut personel, bus, dan kendaraan khusus SAR dioperasikan penuh untuk mobilisasi dan percepatan evakuasi.

Trunoyudo mengimbau masyarakat untuk tetap bersiaga menghadapi potensi banjir susulan serta selalu mengikuti petunjuk arahan dari para petugas di lapangan.

“Personel di lapangan terus melaksanakan tugas kemanusiaan dengan mengutamakan keselamatan warga. Kami juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, mengikuti arahan petugas, dan segera mencari tempat yang lebih aman apabila kondisi di sekitar tempat tinggal membahayakan,” pungkasnya.

Hingga saat ini, personel Satbrimob Polda Sumbar bersama unsur terkait masih terus melanjutkan kegiatan pemantauan, evakuasi, dan pemenuhan kebutuhan dasar warga di wilayah hukum Polresta Padang.


Sungai Lubuk Minturun Meluap, Ratusan Warga Kota Padang Dievakuasi Akibat Banjir

Iki Radio — Hujan deras yang mengguyur Kota Padang, Sumatra Barat, sejak Sabtu sore (10/10/2026), memicu luapan Sungai Lubuk Minturun dan merendam sejumlah kawasan permukiman warga. Ketinggian air di lokasi terdampak dilaporkan bervariasi, mulai dari sebetis hingga pinggang orang dewasa.

Salah satu wilayah yang parah terdampak adalah Kompleks Perumahan Luminpark di Kelurahan Koto Panjang Ikua Koto, Kecamatan Koto Tangah. Meskipun ratusan warga terdampak, hingga Sabtu malam belum ada laporan mengenai korban jiwa akibat peristiwa ini.

Tim gabungan yang terdiri dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Tim Reaksi Cepat (TRC), Dinas Pemadam Kebakaran, Satpol PP, Dinas Kesehatan, Dinas Perhubungan, serta dukungan penuh dari personel TNI dan Polri telah diterjunkan ke lokasi kejadian. Selain mengevakuasi warga ke tempat yang lebih aman, petugas juga membantu menyelamatkan barang-barang berharga milik warga.

Berdasarkan data sementara di lapangan, evakuasi telah berhasil menjangkau puluhan warga. Di wilayah Kampung Apa, Kelurahan Koto Panjang Ikua Koto, sebanyak 35 orang berhasil dievakuasi, sementara di Kompleks Luminpark jumlah warga yang dievakuasi diperkirakan mencapai 40 orang.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Padang, Hendri Zulviton, menegaskan bahwa keselamatan warga merupakan prioritas utama dalam penanganan bencana ini.

"Saat ini, personel BPBD bersama tim TRC, TNI, dan Polri sudah berada di lokasi untuk memprioritaskan evakuasi warga terdampak serta memastikan keselamatan mereka," ujar Hendri, Sabtu (10/10/2026).

Hingga berita ini diturunkan, petugas gabungan masih terus menyisir kawasan terdampak untuk memastikan tidak ada warga yang tertinggal serta memantau perkembangan situasi ketinggian air.

Tukang Parkir di Jalan Imam Bonjol Madiun Ditemukan Tewas di Lapak

Iki Radio - Warga di kawasan Pasar Kotak, Jalan Imam Bonjol, Kecamatan Kartoharjo, Kota Madiun, Jawa Timur, digemparkan dengan penemuan jasad seorang pria di dalam sebuah lapak lama yang sudah tidak terpakai pada Sabtu siang (10/10/2026).

ilustrasi (Ai)

Korban diketahui bernama Gun Sunirmolo (atau Gun Sinormoyo), diperkirakan berusia antara 50 hingga 60 tahun. Berdasarkan data KTP, korban tercatat sebagai warga Jalan Kelapa Manis, Kota Madiun. Namun, dalam kesehariannya korban tinggal di lokasi kejadian dan sehari-hari bekerja sebagai juru parkir di kawasan pertokoan Jalan Imam Bonjol.

Penemuan jasad korban bermula dari laporan warga setempat kepada jajaran Polsek Kartoharjo sekitar pukul 14.45 WIB. Petugas yang datang ke lokasi menemukan korban dalam keadaan meninggal dunia di dalam kamar lapak tersebut. Dari hasil pemeriksaan awal, korban diperkirakan telah meninggal dunia sejak tiga hingga empat hari lalu.

Kapolsek Kartoharjo, Kompol Mujo Prajoko, menjelaskan bahwa sebelum ditemukan meninggal dunia, korban sempat mengeluhkan kondisi kesehatannya yang memburuk kepada rekan kerjanya.

"Berdasarkan keterangan rekan sekerjanya, korban sempat mengeluhkan kondisi badan yang kurang sehat sejak empat hari lalu. Korban ditemukan sendirian di dalam kamar lapak yang sudah lama tidak dipakai," ujar Kompol Mujo Prajoko.

Menindaklanjuti laporan tersebut, tim gabungan dari piket Polsek Kartoharjo, Tim Inafis Polres Madiun Kota, anggota TNI, serta tim kesehatan Pemerintah Kota Madiun langsung melakukan Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan evakuasi.

Usai pemeriksaan awal di lokasi, jenazah korban dievakuasi dan dibawa ke RSUD Dr. Soedono Madiun untuk menjalani proses visum guna memastikan penyebab pasti kematian korban.

Polisi Gerebek "Kampung Narkoba" di Makassar: 104 Orang Ditangkap, 3 Diantaranya Bandar

Iki Radio — Tim gabungan dari Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polrestabes Makassar bersama Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Sulawesi Selatan menggerebek sebuah kawasan yang dikenal sebagai kampung narkoba di Borta, Kelurahan Suangga, Kecamatan Tallo, Makassar, Sulawesi Selatan.

Dalam operasi besar-besaran tersebut, petugas berhasil mengamankan total 104 orang, yang tiga di antaranya diduga sebagai bandar.

"Kita melakukan penggerebekan secara bersama-sama dengan hasil didapatkan kurang lebih 104 orang. Tiga orang bandar," ujar Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Arya Perdana saat memberikan keterangan pers dalam ekspose di halaman Markas Polrestabes Makassar, Sabtu dini hari (10/10/2026).

Dari total 104 orang yang terjaring razia, sebanyak 98 orang dinyatakan positif mengonsumsi narkotika berdasarkan hasil tes urine, sementara enam orang lainnya dinyatakan negatif. Selain itu, dari keseluruhan terduga pelaku yang diamankan, enam orang di antaranya merupakan perempuan.

Dalam penggerebekan tersebut, aparat kepolisian turut menyita berbagai barang bukti bernilai dan alat kejahatan, 10 gram narkotika jenis sabu, ratusan alat isap (bong) dan korek api, kamera pengawas (CCTV) yang diduga digunakan untuk memantau situasi, uang tunai sebesar Rp49,6 juta yang diduga hasil penjualan sabu, 26 unit telepon seluler, dua unit timbangan digital dan plastik saset kosong, satu unit pintu loket berbahan baja, dan sejumlah senjata tajam.

Kombes Pol Arya Perdana menjelaskan, pintu loket berbahan baja yang ditemukan di lokasi diduga sengaja dipasang untuk melindungi tempat transaksi dan peredaran narkoba dari penyergapan petugas.

Ia juga mengungkapkan bahwa kawasan tersebut sebelumnya pernah menjadi target penggerebekan serupa pada tahun lalu, meliputi wilayah Sapiria dan Borta. Pada saat itu, petugas kepolisian bahkan turut membongkar paksa akses masuk menuju kawasan yang disinyalir menjadi sentra peredaran barang haram tersebut.

 

Polri Gelar Penggerebekan Sarang Narkoba Serentak se-Indonesia, 24 Orang Diamankan di Jakarta

Iki Radio - Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menggelar operasi penggerebekan sarang narkoba secara serentak di berbagai wilayah Indonesia pada Jumat (9/10/2026). Operasi berskala nasional ini melibatkan personel gabungan dari Polri, TNI, Badan Narkotika Nasional (BNN), hingga Satpol PP demi memutus mata rantai peredaran gelap narkotika.

Suasana penggrebekan (foto : Humas Polri)


Operasi dipimpin langsung oleh Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Kristian Siagian bersama Direktur Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Bismo Teguh Prakoso. Penggerebekan menyasar sejumlah lokasi yang ditengarai menjadi titik peredaran maupun tempat penyimpanan narkoba.

Saat memimpin penggerebekan di Kampung Ambon, Jakarta Barat, Brigjen Kristian Siagian menegaskan komitmen penuh jajarannya dalam menjalankan arahan Presiden kepada Kapolri untuk menindak tegas kejahatan narkotika.

“Saat ini operasi kami lakukan di seluruh Indonesia. Serentak, arahan Presiden kepada Kapolri sudah jelas, kami maknai dan kami tidak akan tidur. Kami tidak akan tidur, masyarakat di hati kami. Kami akan berantas mata rantai narkoba,” ujar Kristian di lokasi, Jumat (9/10/2026).

Suasana penggrebekan (foto : Humas Polri)

Kristian menambahkan bahwa keberhasilan pemberantasan narkoba sangat membutuhkan peran aktif dari masyarakat. Ia mengajak warga untuk bersama-sama menjaga lingkungan masing-masing dari bahaya narkotika.

“Saat ini saya berada dengan Direktur Narkoba Polda Metro Jaya berada di Kampung Ambon. Kami meminta kerja sama dengan masyarakat. Kami ingin bersama-sama masyarakat untuk melakukan pemberantasan mata rantai narkoba,” jelasnya.


Penggerebekan Simultan di Jakarta

Khusus di wilayah DKI Jakarta, penggerebekan dilakukan secara simultan di dua lokasi yang dikenal rawan peredaran narkoba, yakni Kampung Ambon dan Kampung Boncos. Sebanyak 700 personel gabungan dikerahkan untuk menyisir kedua wilayah tersebut.

Kombes Bismo Teguh Prakoso menjelaskan bahwa personel gabungan tersebut terdiri dari unsur Brimob, Dalmas, Ditresnarkoba Polda Metro Jaya, Bareskrim Polri, Polres, hingga jajaran TNI.

“Pada pagi hari tadi kami melaksanakan operasi secara simultan di dua titik, yaitu di Kampung Boncos dan juga di Kampung Ambon dengan kekuatan 700 personel,” tutur Bismo.

Dari hasil penyisiran di kedua lokasi tersebut, petugas berhasil mengamankan 24 orang yang kini tengah menjalani proses pemeriksaan dan penyelidikan lebih lanjut. Sebanyak 8 orang diamankan dari Kampung Boncos, sementara 16 orang lainnya diringkus di Kampung Ambon.

Selain mengamankan belasan terduga pelaku, petugas turut menyita sejumlah barang bukti yang ditemukan tersebar di beberapa titik di Kampung Ambon, mulai dari lapak persewaan alat hisap (bong), rumah kontrakan, kamar kos, hingga di dalam kendaraan bermotor.

“Yang jelas yang kita dapati saat ini tadi secara fakta ada lapak ya, ada yang menyewakan bong-bong tersebut, kemudian ada yang menyimpan di kos-kosan, ada yang menyimpan di dalam motor, dan lain sebagainya,” kata Bismo.

Tiga Napi Narkoba Kelas Kakap dari Lapas Madiun Dipindahkan ke Nusakambangan

Iki Radio — Tiga narapidana kasus narkoba kategori berisiko tinggi (high risk) dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Madiun dipindahkan ke Pulau Nusakambangan pada Jumat (09/10/2026). Pemindahan ini dilakukan sebagai langkah strategis dalam memperkuat keamanan dan menekan potensi gangguan ketertiban di lingkungan pemasyarakatan.

Kepala Lapas Kelas I Madiun, Fajar Nur Cahyono, menyatakan bahwa langkah ini merupakan bentuk komitmen jajaran pemasyarakatan untuk menjaga stabilitas dan mengoptimalkan sistem pengamanan.

"Pemindahan warga binaan berisiko tinggi ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat sistem pengamanan dan menjaga stabilitas keamanan di lingkungan pemasyarakatan," ujar Fajar.

Ia menambahkan bahwa pihaknya mendukung penuh kebijakan ini demi memastikan pelaksanaan tugas pemasyarakatan berjalan sesuai ketentuan yang berlaku. Pihak Lapas Kelas I Madiun juga akan terus meningkatkan kewaspadaan, memperketat pengawasan, serta memperkuat koordinasi antarpetugas.

Tiga warga binaan asal Lapas Madiun tersebut merupakan bagian dari total 45 narapidana dari berbagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan di wilayah Jawa Timur yang dikirim ke Nusakambangan. Sebelum diberangkatkan, seluruh warga binaan dikumpulkan terlebih dahulu di Lapas Kelas I Surabaya sebagai titik kumpul penanganan.

Penempatan para napi berisiko tinggi di Pulau Nusakambangan ini diharapkan dapat meminimalkan potensi gangguan keamanan sekaligus memaksimalkan fungsi pengendalian dan pengawasan sesuai dengan regulasi yang berlaku.

 

Polrestabes Bandung Bongkar Budidaya Ganja di Atap Rumah, Bibit Diselundupkan dari AS

Iki Radio — Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Bandung membongkar praktik budidaya tanaman ganja di atap sebuah rumah di Jalan Sriwulan, Kelurahan Ancol, Kecamatan Regol, Kota Bandung. Seorang pria berinisial RA (55) ditangkap beserta barang bukti 27 batang tanaman ganja. Kasus ini merupakan pengungkapan lokasi penanaman ganja kedua di wilayah Kota Bandung dalam kurun waktu kurang dari satu bulan.

Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Dedi Supriyadi menyatakan, tersangka mengaku menanam ganja untuk dikonsumsi pribadi dan dibagikan gratis kepada teman-temannya tanpa diperjualbelikan. Namun, polisi menegaskan alibi tersebut tidak menghapus jerat hukum.

"Meskipun ganja itu ditanam, kemudian dikonsumsi sendiri dan dibagikan kepada temannya tanpa diperjualbelikan, saya tegaskan ini tetap salah dan merupakan tindak pidana. Jangan ada lagi masyarakat yang beranggapan bahwa selama tidak menjual, menanam ganja itu diperbolehkan. Ini pemahaman yang keliru dan merusak generasi muda," tegas Dedi di Mapolsek Regol, Jumat (9/10/2026).

 

Kronologi dan Modus Operandi

Kasat Reserse Narkoba Polrestabes Bandung Kompol Oliesta Ageng Wicaksana menjelaskan bahwa bibit ganja tersebut dibawa langsung oleh RA dari Amerika Serikat. Tersangka pernah bekerja di restoran cepat saji di negara tersebut selama empat tahun. Saat kembali ke Indonesia, benih berukuran kecil disembunyikan di saku celana untuk lolos dari pemeriksaan bandara, lalu disemai di atap rumahnya selama kurang lebih tujuh bulan.

Keberadaan kebun ganja terungkap berkat kejelian warga yang tengah memangkas dahan pohon di sekitar lokasi. Dari ketinggian, warga melihat susunan pot berisi tanaman berdaun menjari di atas atap rumah RA. Temuan ini dilaporkan ke pengurus RW setempat dan diteruskan ke Bhabinkamtibmas serta Satresnarkoba Polrestabes Bandung.

Dari penggerebekan tersebut, petugas menyita 27 batang tanaman ganja berbagai ukuran (sebagian siap panen), tanaman ganja yang telah dipotong dan dikeringkan, bukti sisa konsumsi bersama rekan-rekan tersangka.

Penyidik masih menelusuri keberadaan rekan-rekan RA yang disinyalir sesama alumni pekerja di Amerika Serikat yang ikut menikmati hasil panen tersebut. Atas perbuatannya, RA dijerat Pasal 111 ayat (2) Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman penjara maksimal atas kepemilikan dan pembudidayaan narkotika golongan I.

 

Penumpang Bus Jakarta-Surabaya Meninggal Dunia Sebelum Tiba di Madiun

Iki Radio — Seorang penumpang Bus Sari Indah jurusan Jakarta-Surabaya bernama Marsono (61) ditemukan meninggal dunia di dalam bus saat melintas di wilayah Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Kamis (8/10/2026). Korban yang hendak pulang kampung tersebut diketahui tak bernyawa sesaat setelah bus bernomor polisi L 7603 UA keluar dari gerbang Tol Dumpil, Kecamatan Madiun.

Sopir bus, Faturrahman, menjelaskan bahwa kondisi kesehatan warga Kecamatan Cihara, Kabupaten Lebak, Banten itu sudah memprihatinkan sejak awal keberangkatan dari Terminal Kalideres, Jakarta Barat, pada Rabu (7/10/2026) malam. Korban yang pergi bersama anaknya bahkan harus digotong saat hendak naik ke atas kendaraan.

"Kondisinya memang sudah sakit saat hendak naik bus. Bahkan saat mau naik bus di Terminal Kalideres korban sudah digotong," ujar Faturrahman.

Sepanjang perjalanan dari Jakarta menuju Jawa Timur, korban kerap mengalami batuk-batuk dan fisiknya terlihat semakin melemah. Kontak komunikasi terakhir antara korban dengan anak maupun penumpang lain tercatat sekitar pukul 10.00 WIB, sebelum akhirnya korban tak lagi memberikan respons.

Peristiwa ini baru disadari saat bus tiba di Madiun sekitar pukul 14.15 WIB. Anak korban berusaha membangunkan ayahnya karena mereka bersiap untuk turun. Namun, setelah berulang kali dipanggil dan dibangunkan, korban sama sekali tidak merespons.

Anak korban kemudian meminta bantuan dari kru bus serta penumpang lainnya. Saat dilakukan pemeriksaan awal oleh kru armada, korban dipastikan sudah dalam keadaan meninggal dunia.

Guna memastikan penyebab pasti kematian korban, Tim Inafis Polres Madiun telah diterjunkan ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan penanganan lebih lanjut.

Ledakan Tabung Oksigen di Kelapa Gading Tewaskan Satu Orang dan Lukai Satu Lainnya

Iki Radio — Insiden ledakan tabung oksigen melanda area PT Sinergi Berkat Gasindo yang berlokasi di Jalan Pegangsaan Dua, Kelapa Gading, Jakarta Utara, pada Rabu (7/10/2026) sore. Peristiwa tragis ini mengakibatkan satu pekerja tewas di tempat dan satu lainnya mengalami luka-luka.

Kapolsek Kelapa Gading Kompol Girindra Wardana menjelaskan bahwa peristiwa tersebut terjadi saat para korban sedang melakukan pengisian tabung oksigen berukuran 48 hingga 50 kilogram dari tabung utama berkapasitas 10 ton.

Berdasarkan keterangan saksi mata di lokasi, ledakan hebat terjadi sesaat setelah korban bernama Slamat Nur Alimin (19) menutup valve tabung oksigen dan melangkah mundur. Suara ledakan membahana seketika terdengar disusul kepulan asap tebal berwarna cokelat di area pabrik.

Dahsyatnya hantaman ledakan membuat Slamat Nur Alimin meninggal dunia di tempat kejadian akibat luka serius di sekujur tubuh, patah tulang iga, serta cedera berat pada bagian kepala dan organ dalam. Sementara itu, korban lain bernama Tedi Irawan (47) mengalami luka sobek pada pundak kiri dan pembengkakan kaki kanan, yang saat ini tengah menjalani perawatan medis di RS Gading Pluit.

Selain memakan korban jiwa dan luka, ledakan ini juga memicu kerugian materiil. Serpihan besi tabung melayang hingga menembus kaca depan sebuah mobil pikap berpelat B 9364 TAF. Gelombang kejut dari ledakan tersebut turut merusak bagian atap rumah warga sekitar milik Muniroh di wilayah RT 05/RW 02 Kelapa Gading.

Kepolisian dari Polsek Kelapa Gading telah memasang garis polisi di lokasi kejadian, mengamankan barang bukti, serta menerjunkan tim identifikasi untuk mengusut penyebab pasti ledakan. Petugas juga telah mendata korban serta mengumpulkan keterangan dari para saksi guna penanganan kasus lebih lanjut.

 

Luka Bakar Hingga 25 Persen, Tiga Korban Ledakan Depot Nasi Tempong Pakuwon City Jalani Operasi di RSUD Dr Soetomo

Iki Radio – Tiga korban ledakan tabung gas di Outlet Nasi Tempong Sri Dewi, Ruko San Antonio, Pakuwon City, Surabaya, menjalani tindakan operasi di RSUD Dr Soetomo Surabaya. Ketiga korban yang terdiri dari satu perempuan dan dua laki-laki tersebut mengalami luka bakar serius berkisar 20 hingga 25 persen usai insiden ledakan yang terjadi pada Selasa (6/10/2026) pagi.

Direktur RSUD Dr Soetomo, Prof. Dr. Cita Rosita Sigit Prakoeswa, menyampaikan bahwa ketiga pasien dilarikan ke rumah sakit tak lama setelah kejadian. Hasil pemeriksaan awal menunjukkan sebaran luka bakar berada di area sensitif, termasuk wajah, kepala, leher atau dada, serta anggota gerak tubuh lainnya.

"Ketiganya mengalami luka bakar sekitar 20 hingga 25 persen yang tersebar di area wajah, kepala, leher atau dada, dan anggota gerak lainnya," ujar Prof. Cita dalam keterangan resminya, Rabu (7/10/2026).

Selain luka luar, tim medis mencurigai para korban mengalami cedera inhalasi (blast injury) atau gangguan saluran pernapasan akibat terhirup asap panas dan gas beracun dari efek ledakan. Pertimbangan medis inilah yang mendasari keputusan untuk segera melakukan tindakan operasi.

Usai menjalani prosedur pembedahan pada Selasa (6/10/2026), ketiga pasien kini ditempatkan di Ruang Observasi Intensif (ROI) Pascaoperasi untuk penanganan dan pengawasan ketat.

"Perawatan di ROI dilakukan untuk memastikan kondisi ketiga pasien dapat dipantau secara intensif setelah tindakan operasi, termasuk perkembangan kondisi luka bakar, fungsi pernapasan, serta kondisi umum pasien," jelasnya.

Prof. Cita memastikan seluruh pasien mendapatkan perawatan yang disesuaikan dengan kondisi klinis masing-masing. Langkah medis lanjutan akan terus disesuaikan berdasarkan evaluasi berkala dari tim dokter.


Pemicu Ledakan dan Dampak Kerusakan

Peristiwa ledakan keras yang mengguncang Depot Nasi Tempong Sri Dewi di Jalan Kalisari Utara, Mulyorejo, Surabaya tersebut dilaporkan memakan total lima orang korban luka-luka.

Dampak rambatan ledakan juga meluluhlantakkan bangunan di sekitarnya. Terdata sedikitnya 58 bangunan mengalami kerusakan, meliputi 42 unit ruko dan 16 rumah warga. Selain itu, fasilitas kendaraan di area lokasi turut terdampak, di mana 3 unit sepeda motor dan 5 unit mobil dilaporkan mengalami kerusakan.

Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Luthfie Sulistiawan, mengonfirmasi bahwa berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) dan pendalaman kepolisian, pusat ledakan bersumber dari kebocoran pipa pada tiga tabung gas LPG berkapasitas 50 kilogram.

Indikasi kebocoran sebenarnya sempat terdeteksi oleh pekerja beberapa saat sebelum insiden terjadi. Sekitar pukul 07.00 WIB, koki yang sedang beraktivitas memasak mencium bau gas yang menyengat di dalam ruangan, sebelum akhirnya ledakan hebat terjadi secara mendadak.

Petugas Gabungan Gagalkan Penyelundupan Logam Diduga Emas 400 Gram ke Malaysia via Bandara SSK II Pekanbaru

Iki Radio — Tim gabungan dari Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean (KPPBC TMP) B Pekanbaru dan Aviation Security (Avsec) Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru berhasil menggagalkan upaya penyelundupan kepingan logam diduga emas seberat 400 gram menuju Kuala Lumpur, Malaysia.

Penindakan tersebut berlangsung di Terminal Keberangkatan Internasional Bandara SSK II Pekanbaru pada Selasa (6/10/2026) malam, sekitar pukul 19.00 hingga 20.00 WIB.

Barang bukti tersebut diamankan dari tas milik seorang penumpang Warga Negara Indonesia (WNI) berinisial K (44). Pelaku diketahui hendak terbang menuju Kuala Lumpur menggunakan maskapai Batik Air dengan nomor penerbangan OD 3370.

Penggagalan ini bermula dari kecurigaan petugas saat memindai barang bawaan penumpang menggunakan mesin X-ray. Tampilan pemindaian menunjukkan citra berwarna hitam pekat yang mengindikasikan adanya benda dengan tingkat kepadatan tinggi di dalam tas pelaku.

Atas kecurigaan tersebut, petugas langsung mengamankan penumpang beserta barang bawaannya ke ruang pemeriksaan Bea Cukai untuk menjalani pemeriksaan badan, penggeledahan barang, dan wawancara singkat.

Dari hasil penggeledahan, petugas menemukan satu keping logam diduga emas dengan berat bruto sekitar 400 gram.

Atas temuan ini, Bea Cukai telah menerbitkan Surat Bukti Penindakan (SBP) Nomor SBP-221/KBC.0301/2026 tertanggal 6 Oktober 2026. Seluruh barang bukti kini dibawa ke KPPBC TMP B Pekanbaru dan akan menjalani uji laboratorium untuk memastikan kadar serta ketelitian materialnya.

Dugaan pelanggaran ini berkaitan dengan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2006 tentang Kepabeanan serta Peraturan Menteri Keuangan Nomor 80 Tahun 2025 tentang Penetapan Barang Ekspor Berupa Emas yang Dikenakan Bea Keluar dan Tarif Bea Keluar.

 

Ledakan Gas LPG Bocor di Ruko San Antonio Pakuwon City Surabaya, 5 Orang Luka-Luka

Iki Radio – Ledakan yang diduga dipicu oleh kebocoran gas LPG mengguncang kawasan Ruko San Antonio, Pakuwon City, Surabaya, Selasa pagi (6/10/2026).

Insiden yang terjadi di Rumah Makan Nasi Tempong Sri Dewi tersebut mengakibatkan puluhan ruko dan sejumlah rumah warga di kluster sekitar mengalami kerusakan, serta menyebabkan lima orang menderita luka bakar.

Ketua Tim Operasi Kedaruratan BPBD Kota Surabaya, Arif Sunandar Pranoto Negoro, menyampaikan bahwa laporan kejadian masuk sekitar pukul 07.00 WIB. Petugas dari pos wilayah timur langsung bergerak cepat dan tiba di lokasi lima menit setelah menerima laporan.

"Lima korban terdiri atas empat laki-laki dan satu perempuan dengan kisaran usia 20 hingga 26 tahun. Semua dalam kondisi selamat, namun mengalami luka bakar di beberapa bagian tubuh, seperti tangan dan kaki," terang Arif di tempat kejadian perkara.

Seluruh korban saat ini sudah mendapat penanganan medis secara intensif. Empat korban dirujuk ke Rumah Sakit Haji Surabaya, sedangkan satu korban lainnya dilarikan ke Rumah Sakit Mitra Keluarga Kenjeran.

Guna menjaga keamanan dan mengantisipasi bahaya susulan, petugas BPBD bersama aparat kepolisian langsung mensterilkan lokasi kejadian. Garis polisi dipasang melingkupi lebih dari 10 ruko untuk membatasi akses masyarakat.

Sementara itu, Kapolsek Mulyorejo, Kompol Subadri, menjelaskan kronologi kejadian berdasarkan keterangan awal karyawan tempat makan. Ledakan bermula saat aktivitas memasak baru saja dimulai di Rumah Makan Nasi Tempong Sri Dewi yang berlokasi di Ruko San Antonio N1-62.

"Saat memasak, selang LPG mengalami kebocoran hingga alarm peringatan berbunyi. Karyawan yang berada di lokasi tidak sempat menyelamatkan diri sehingga terkena dampak ledakan," ujar Kompol Subadri.

Lebih lanjut, ia menerangkan bahwa kebocoran gas yang terus berlangsung menyebabkan terjadinya pembekuan pada tabung LPG hingga akhirnya memicu ledakan besar. Di lokasi tersebut, petugas menemukan tiga tabung LPG, yakni dua tabung berkapasitas 50 kilogram dan satu tabung berkapasitas 12 kilogram.

"Diduga kuat ledakan berasal dari satu tabung yang bocor, yang kemudian memicu dua tabung gas lainnya," jelasnya.

Akibat kuatnya dentuman ledakan, sejumlah ruko yang berada tepat di samping dan seberang lokasi kejadian mengalami kerusakan parah pada bagian depan bangunan. Saat ini, kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab detail insiden tersebut.

Densus 88 Tangkap 11 Tersangka Terorisme Lintas Provinsi, Terhubung Jaringan Daulah Islamiyah

Iki Radio — Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri menangkap 11 orang tersangka dugaan tindak pidana terorisme dalam penindakan serentak di enam provinsi pada Jumat (2/10/2026). 

Operasi penegakan hukum tersebut berlangsung di Jawa Barat, Jawa Tengah, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Riau, dan Maluku Utara.

Adapun para tersangka yang diamankan yakni HN (43), SM alias NM (52), HA (45), YDKAP (22), Y (36), S (49), A (32), CG (29), J (36), MF (37), dan MW (42). Kelompok ini disinyalir terhubung dengan jaringan terorisme global maupun lokal.

"Para tersangka diduga memiliki keterkaitan dengan jaringan yang terafiliasi paham Daulah Islamiyah, juga jaringan terorisme lainnya," ujar Juru Bicara Densus 88 AT Polri Kombes Pol Mayndra Eka Wardhana, Minggu (4/10/2026).

Mayndra mengungkapkan, para tersangka memiliki peran yang beragam dalam operasional jaringan tersebut:

Propaganda dan Rekrutmen: Menyebarkan konten radikal serta menggalang anggota baru melalui media sosial.

Pertemuan Virtual: Mengadakan forum daring yang menghubungkan pendukung Daulah Islamiyah dari berbagai daerah untuk membina konsolidasi dan pemufakatan jahat.

Latihan Militansi: Sebagian tersangka terindikasi telah melakukan aktivitas latihan fisik hingga latihan menembak.

Saat ini, penyidik Densus 88 masih mendalami seluruh barang bukti yang disita untuk melacak kemungkinan keterlibatan individu atau sel jaringan lainnya. Penindakan tegas ini menjadi bagian dari upaya cegah dini Polri guna memutus proses rekrutmen dan peningkatakan kapasitas militansi yang berpotensi memicu aksi kekerasan di Tanah Air.

3 Oktober 1943, Hari Terbentuknya PETA : Tentara Paramiliter Bentukan Jepang yang Menjadi Cikal Bakal TNI

Iki Radio — Dalam sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia, pembentukan Pembela Tanah Air (PETA) atau Kyōdo Bōei Giyūgun menjadi salah satu tonggak penting. Satuan paramiliter ini dibentuk oleh pemerintah pendudukan Jepang pada 3 Oktober 1943 berdasarkan maklumat Osamu Seirei No. 44 yang dikeluarkan Panglima Angkatan Darat ke-16 Jepang, Letnan Jenderal Kumakichi Harada. Pusat pelatihan kepemimpinan dan militer PETA dipusatkan di kompleks militer Bogor, Jawa Barat.

Tentara PETA sedang latihan di Bogor pada tahun 1944 (wikipedia)


Awal Pembentukan dan Strategi Politik

Pendudukan militer Jepang di Indonesia awalnya membentuk berbagai organisasi pemuda seperti Seinen Dōjō di Tangerang dan Seinendan. Namun, kebutuhan pertahanan kawasan Pasifik mendorong pembentukan satuan militer yang melibatkan penduduk lokal.

Untuk memberi kesan bahwa ide pembentukan militer lokal berasal dari aspirasi rakyat pribumi, pihak Beppan (gugus tugas khusus AD ke-16) berdiskusi dengan tokoh pergerakan Raden Gatot Mangkoepradja pada September 1943. Surat permohonan Gatot Mangkoepradja kepada Gunseikan dipublikasikan di koran Asia Raya, diikuti dukungan luas dari berbagai kalangan, termasuk usulan dari sepuluh ulama terkemuka. Unsur nasionalis dan keagamaan ini kemudian tefleksikan pada bendera PETA yang memadukan lambang matahari terbit Jepang dengan bulan sabit dan bintang.


Struktur dan Kekuatan Pasukan

PETA diorganisasikan dalam satuan batalion yang disebut daidan, di mana setiap batalion berkekuatan sekitar 500 orang dan bertanggung jawab atas wilayah pertahanan tingkat kabupaten (syuu). Susunan hierarki kepemimpinan PETA terdiri dari:

  • Daidanchō (Komandan Batalion)
  • Chūdanchō (Komandan Kompi)
  • Shōdanchō (Komandan Peleton)
  • Budanchō (Komandan Regu)
  • Giyūhei (Prajurit Sukarela)

Para perwira dilatih di Jawa Bōei Giyūgun Kanbu Renseitai Bogor sebelum ditugaskan merekrut pemuda di daerah asal. Hingga akhir tahun 1944, jumlah kekuatan PETA berkembang pesat hingga mencapai 66 batalion di Pulau Jawa dan 3 batalion di Pulau Bali, dengan total personel lebih dari 37.000 prajurit.


Peristiwa Pemberontakan Blitar dan Pembubaran

Perjalanan PETA ditandai oleh peristiwa bersejarah pada 14 Februari 1945, ketika Batalion Blitar di bawah pimpinan Soeprijadi melakukan pemberontakan melawat tindakan penindasan prajurit Jepang serta penderitaan para pekerja romusa. Meski berhasil dipadamkan dan Soeprijadi dinyatakan hilang, peristiwa ini menjadi pemicu perlawanan di kalangan prajurit pribumi.

Pemuda Indonesia dalam pelatihan di Seinen Dojo yang kemudian menjadi anggota PETA (wikipedia)

Pasca-proklamasi kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945, PETA resmi dibubarkan atas arahan Presiden Sukarno sesuai ketentuan kapitulasi Jepang kepada Sekutu. Langkah ini diambil untuk mencegah tuduhan bahwa Republik Indonesia yang baru berdiri merupakan sekutu militer ciptaan Kekiaraan Jepang.


Cikal Bakal Militer Indonesia

Meskipun telah dibubarkan, para veteran dan alumnus PETA memegang peranan krusial dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Keterampilan militer yang diperoleh selama masa pelatihan menjadi modal utama pembentukan struktur militer nasional, mulai dari Badan Keamanan Rakyat (BKR), Tentara Keamanan Rakyat (TKR), Tentara Republik Indonesia (TRI), hingga berkembang menjadi Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Deretan tokoh legendaris yang lahir dari pendidikan militer PETA di antaranya:

  • Jenderal Besar TNI Soedirman (Panglima APRI/TNI pertama)
  • Jenderal Besar TNI Soeharto (Presiden RI ke-2)
  • Jenderal TNI (Anumerta) Ahmad Yani
  • Soepriyadi (Menteri Pertahanan Cabinet I in absentia)
  • Jenderal TNI Umar Wirahadikusumah (Wakil Presiden RI ke-4)
  • Laksamana Besar TNI R.E. Martadinata

Untuk mengenang jasa dan kontribusi PETA dalam sejarah pembentukan angkatan bersenjata Indonesia, pemerintah mengresmikan Monumen PETA pada 18 Desember 1995 di bekas markas besar PETA di Bogor.

 

Gempa Magnitudo 3,8 Guncang Barat Daya Tabanan Bali, Getaran Terasa hingga Kuta

Iki Radio — Gempa bumi berkekuatan magnitudo 3,8 mengguncang wilayah perairan di barat daya Tabanan, Bali, pada Jumat (2/10/2026) pagi. Getaran akibat guncangan tersebut dilaporkan sempat dirasakan oleh masyarakat di kawasan Kuta.


Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa terjadi pada pukul 07.46 WIB. Pusat gempa berada di laut, tepatnya sekitar 29 kilometer arah barat daya Tabanan, dengan kedalaman 86 kilometer.

BMKG mencatat bahwa getaran gempa dirasakan di kawasan Kuta dengan skala intensitas II–III Modified Mercalli Intensity (MMI). Skala II–III MMI mengindikasikan getaran dirasakan oleh beberapa orang di dalam bangunan, khususnya yang sedang beristirahat atau berada dalam kondisi tenang, serta ditandai dengan benda-benda ringan yang digantung bergoyang.

Pihak BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan waspada terhadap kemungkinan gempa bumi susulan.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi terkait kerusakan bangunan maupun korban jiwa akibat peristiwa tersebut.

 

close
Pasang Iklan Disini