Iki Terbaru/Paling Greeess

Showing posts with label Pendidikan. Show all posts
Showing posts with label Pendidikan. Show all posts

Pemerintah dan DPR Sepakati Anggaran Pendidikan 2027 Naik Jadi Rp824 Triliun

Iki Radio — Pemerintah bersama DPR RI menyepakati alokasi anggaran pendidikan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2027 sebesar Rp824 triliun. Jumlah ini mengalami kenaikan sebesar 13,9 persen dibandingkan anggaran tahun sebelumnya yang mencatatkan angka Rp720,8 triliun.

ilustrasi


Keputusan tersebut disampaikan langsung oleh Menteri Keuangan (Menkeu) Suahasil Nazara dalam Rapat Paripurna DPR RI Ke-7 Masa Persidangan I Tahun Sidang 2026–2027 yang berlangsung di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (29/9/2026).

"Negara akan terus hadir dalam setiap denyut nadi kehidupan rakyat Indonesia, di antaranya melalui anggaran pendidikan Rp824 triliun," ujar Suahasil di hadapan para anggota dewan.

Selain pembiayaan rutin, dana pendidikan tersebut disiapkan untuk mendukung sejumlah program strategis, termasuk pembangunan Sekolah Unggul Garuda, peningatan layanan beasiswa, serta pengembangan talenta nasional melalui Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Kendati demikian, dalam paparannya Suahasil tidak menyinggung alokasi khusus untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).

 

Perlindungan Sosial dan Ketahanan Pangan

Tidak hanya sektor pendidikan, pemerintah juga menetapkan anggaran Perlindungan Sosial (Perlinsos) sebesar Rp539,7 triliun. Anggaran ini ditujukan untuk melindungi kelompok masyarakat berpenghasilan rendah, miskin, dan rentan, sekaligus mempercepat upaya pengentasan kemiskinan.

"Manfaatnya hadir melalui berbagai bantuan sosial seperti PKH, bantuan pangan, kartu sembako, bantuan iuran jaminan kesehatan nasional, dan untuk menjaga daya beli serta meningkatkan kemandirian," jelas Menkeu.

Sementara itu, guna memperkuat swasembada nasional dan menyejahterakan para petani serta nelayan, pemerintah mengalokasikan anggaran Ketahanan Pangan sebesar Rp195,3 triliun pada 2027.

 

Peningkatan Transfer ke Daerah

Di sektor hubungan keuangan pusat dan daerah, alokasi Transfer ke Daerah (TKD) disepakati naik menjadi Rp735 triliun. Peningkatan ini ditujukan untuk memastikan pemerataan agenda pembangunan dan penguatan kualitas pelayanan publik hingga ke pelosok negeri.

Suahasil menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah agar pemanfaatan anggaran dapat berjalan optimal.

"APBN dan APBD adalah satu kesatuan, bekerja dalam satu tarikan napas bersama agar setiap rupiah anggaran memberikan manfaat yang makin nyata dan merata bagi masyarakat," tambahnya.

Sinergi tersebut diharapkan dapat membangkitkan perekonomian nasional, memperkuat perlindungan masyarakat, serta menghadirkan kesejahteraan yang merata di seluruh Indonesia.

 

Gandeng BSSN, Rektor UNJ Percepat Transformasi Digital dan Penerapan Sertifikat Elektronik

Iki Radio - Upaya memperkuat arsitektur keamanan siber nasional terus digencarkan oleh Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) dengan menggandeng sektor akademisi. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) strategis bersama Universitas Negeri Jakarta (UNJ) di Lobi Gedung Rektorat UNJ, Jakarta Timur, Senin (28/9/2026).

BSSN bersama UNJ resmi menjalin sinergi penguatan keamanan siber dan transformasi digital kampus melalui penandatanganan MoU dan PKS di Gedung Rektorat UNJ, Senin (28/9/2026).


Kerja sama lintas sektor ini difokuskan pada penguatan pilar pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta akselerasi transformasi digital kampus yang aman dan tepercaya.

Sekretaris Utama BSSN, Soetedjo Joewono, bersama Rektor UNJ, Prof. Dr. Komarudin, secara langsung menandatangani MoU yang menjadi landasan kolaborasi komprehensif tersebut.

Soetedjo memaparkan, pelibatan perguruan tinggi adalah instrumen esensial dalam membangun ekosistem keamanan siber nasional yang mengintegrasikan peran pemerintah, dunia pendidikan, industri, dan masyarakat.

Ruang lingkup kesepakatan ini dirancang sangat luas, mencakup pengembangan kurikulum, literasi keamanan siber, asistensi penanganan insiden, perlindungan data, hingga forensik digital.

Kendati demikian, Soetedjo mengingatkan, penandatanganan ini bukanlah tujuan akhir, melainkan titik tolak yang harus segera diterjemahkan ke dalam program-program konkret yang terarah dan berkesinambungan.

Merespons urgensi tersebut, Prof. Komarudin, menyambut baik terbukanya gerbang kolaborasi ini. Ia tidak menampik, salah satu tantangan utama yang tengah dihadapi oleh UNJ saat ini bermuara pada aspek keamanan siber di tengah masifnya digitalisasi administrasi dan pendidikan perguruan tinggi.

Untuk mengurai persoalan tersebut, Prof. Komarudin mendorong agar kesepahaman ini segera ditindaklanjuti melalui Focus Group Discussion untuk memetakan program prioritas baik jangka pendek maupun menengah yang secara spesifik menjawab kebutuhan institusi dalam membangun sistem arsitektur digital yang lebih tangguh.

Sebagai langkah implementasi perdana dari kesepakatan tersebut, turut ditandatangani PKS pemanfaatan sertifikat elektronik oleh Kepala Balai Besar Sertifikasi Elektronik (BSrE) BSSN, Jonathan Gerhard Tarigan.

Intervensi teknologi sandi ini mencakup penerbitan, operasional, hingga dukungan teknis sertifikat elektronik pada sistem informasi di lingkungan UNJ.

Melalui integrasi teknologi autentikasi dari BSrE dan pengayaan literasi digital bagi sivitas akademika, BSSN dan UNJ optimistis mampu mencetak sumber daya manusia unggul sekaligus mewujudkan tata kelola kampus digital yang berdaulat, kebal dari ancaman siber, dan tepercaya.

Bunda PAUD Banjarbaru Ajak Anak Belajar Lewat Cerita dan Bermain

Iki Radio - Wali kota Banjarbaru yang juga Bunda PAUD Kota Banjarbaru, Erna Lisa Halaby, mengajak, anak-anak usia dini belajar melalui kegiatan yang menyenangkan saat mengunjungi empat satuan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Kecamatan Banjarbaru Selatan dan Banjarbaru Utara, Kamis (24/9/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Lisa tidak hanya meninjau layanan pendidikan, tetapi juga berinteraksi langsung dengan anak-anak melalui kegiatan membaca buku dan mendongeng.

Kunjungan dilakukan untuk melihat kualitas layanan pendidikan, pemenuhan hak anak, serta penerapan program pendidikan karakter dan inklusi di tingkat PAUD.

Di hadapan para pendidik dan orang tua, Lisa mengingatkan agar anak usia dini tidak dibebani dengan kegiatan belajar yang berlebihan. Menurutnya, proses pendidikan pada usia tersebut perlu disesuaikan dengan tahap tumbuh kembang anak.

“Pendidikan anak usia dini sejatinya adalah fondasi awal tumbuh kembang anak. Oleh karena itu, saya berpesan kepada seluruh guru dan pendidik agar jangan membebani anak-anak kita. Dunia PAUD pada dasarnya adalah dunia bermain yang menyenangkan,” kata Lisa.

Selain melihat proses pembelajaran, Lisa juga meninjau, kondisi sarana dan prasarana pendidikan. Saat mengunjungi Satuan PAUD Sejenis (SPS) Seroja, ia menemukan sejumlah fasilitas yang masih perlu diperbaiki.

“Saat berkunjung ke SPS Seroja, kami melihat masih ada beberapa sarana dan prasarana yang kurang layak. Pemerintah Kota Banjarbaru berkomitmen untuk memberikan bantuan pemenuhan fasilitas yang kurang tersebut agar anak-anak dapat belajar dan bermain dengan lebih nyaman, aman, dan ceria,” ujarnya.

Empat satuan PAUD yang menjadi lokasi kunjungan, yakni:

Satuan Pendidikan Kemala Bhayangkari 23, Kelurahan Guntung Paikat, dengan kegiatan Literasi Karakter melalui program “Bunda PAUD Bercerita” untuk mengenalkan nilai-nilai moral kepada anak sejak dini.

TK Negeri Idaman, Kelurahan Loktabat Selatan, yang menjadi lokasi peninjauan penerapan pendidikan inklusi untuk memastikan setiap anak memperoleh hak pendidikan secara setara.

SPS Seroja, Kelurahan Loktabat Utara, yang menjadi lokasi pelaksanaan program Bina Keluarga Balita sekaligus peninjauan kebutuhan sarana dan prasarana.

TK Negeri Pembina Kota Banjarbaru, Kelurahan Loktabat Utara, untuk melihat penerapan dan penguatan program Sekolah Ramah Anak.

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Banjarbaru memperkuat sinergi antara satuan pendidikan, keluarga, dan pemerintah dalam mendukung tumbuh kembang anak yang sehat, berkarakter, dan bahagia.

 

Pemerintah Perluas Program Indonesia Pintar ke Jenjang TK Mulai 2027, Ini Syarat dan Besaran Bantuan

Iki Radio — Pemerintah resmi memperluas jangkauan Program Indonesia Pintar (PIP) hingga ke tingkat Sekolah Taman Kanak-Kanak (TK) Negeri mulai tahun 2027. Kebijakan baru ini merupakan arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto sebagai langkah nyata mendukung penguatan program Wajib Belajar 13 Tahun yang dimulai sejak jenjang PAUD/TK.


Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti, menyampaikan bahwa murid TK negeri dari keluarga tidak mampu yang memenuhi syarat bakal menerima dana bantuan sebesar Rp 450.000 per tahun.

"Kebijakan baru dari Bapak Presiden Prabowo adalah TK yang selama ini tidak mendapatkan PIP, mulai tahun 2027 nanti akan mendapatkan dana PIP sebesar Rp 450.000 per tahun," ujar Mu'ti saat konferensi pers di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (23/9/2026).

 

Dukungan Wajib Belajar 13 Tahun

Selama ini, seluruh murid di sekolah negeri maupun swasta telah ter-cover melalui Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Namun, bantuan PIP khusus keluarga tidak mampu sebelumnya hanya menyasar tingkat SD hingga SMA/SMK.

Menurut Mu'ti, perluasan PIP menyasar sekitar 23 persen TK berstatus negeri di Indonesia. Karena pendidikan TK kini resmi menjadi bagian dari komitmen wajib belajar, komitmen anggaran dan bantuan pemerintah pun disiapkan secara bertahap. Untuk skema awal PIP TK ini, Kemendikdasmen mengalokasikan anggaran sekitar Rp 400 miliar.

 

Kriteria Penerima PIP TK

Status sebagai murid TK Negeri tidak serta-merta membuat siswa langsung mendapatkan bantuan secara otomatis. Bantuan disalurkan berdasarkan kriteria seleksi yang ketat, antara lain:

  • Peserta didik pemegang Kartu Indonesia Pintar (KIP).
  • Berasal dari keluarga miskin atau rentan miskin yang terdaftar dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).
  • Memiliki kondisi khusus, seperti status yatim/piatu, terdampak bencana alam, atau anak putus sekolah yang kembali menempuh pendidikan.

 

Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen, Suharti, menambahkan bahwa mekanisme penyaluran PIP TK pada dasarnya sama dengan jenjang SD hingga SMA. Bantuan ditentukan berdasarkan pemadanan data DTSEN dan usulan resmi dari pihak sekolah, lalu disalurkan langsung ke rekening penerima tanpa perantara tunai di sekolah.

 

Cara Cek Status Penerima PIP TK

Orang tua murid dapat mengecek status kepesertaan anak secara mandiri secara daring (online) melalui portal resmi Sipintar Enterprise:

  • Buka situs https://pip.kemendikdasmen.go.id/home_v1.
  • Gulir ke bagian Cari Penerima PIP.
  • Masukkan Nomor Induk Siswa Nasional (NISN) dan NIK orang tua.
  • Selesaikan perhitungan/captcha verifikasi yang diminta, lalu klik Cek Penerima PIP.

Jika nama anak tercantum dalam Surat Keputusan (SK) nominasi penerima, orang tua imbau segera melakukan proses aktivasi rekening di bank penyalur yang ditunjuk.

 

SKD Sekolah Kedinasan 2026 Segera Dimulai, Ini Rincian Passing Grade dan Aturan Mainnya

Iki Radio - Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) bagi calon praja, mahasiswa, dan taruna sekolah kedinasan tahun anggaran 2026 dijadwalkan berlangsung mulai 22 September 2026. Pemerintah telah resmi mematok nilai ambang batas (passing grade) melalui Keputusan Menteri PANRB Nomor 406 Tahun 2026.

Tahun ini, pemerintah menyediakan 4.770 formasi CPNS di sembilan instansi penyelenggara sekolah kedinasan. Seleksi tetap mengandalkan sistem Computer Assisted Test (CAT) yang dikelola oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN) untuk menjamin transparansi dan mencegah kecurangan.


Ambang Batas dan Bobot Nilai SKD 2026

Peserta akan diuji dengan total 110 butir soal dalam durasi waktu 100 menit. Rincian nilai ambang batas dan bobot penilaian tiap materi ujian adalah sebagai berikut:

Tes Wawasan Kebangsaan (TWK): Minimal 65 dari nilai maksimal 150 (30 soal). Bobot jawaban benar bernilai 5, serta salah atau tidak menjawab bernilai 0.

Tes Intelegensia Umum (TIU): Minimal 80 dari nilai maksimal 175 (35 soal). Bobot jawaban benar bernilai 5, serta salah atau tidak menjawab bernilai 0.

Tes Karakteristik Pribadi (TKP): Minimal 156 dari nilai maksimal 225 (45 soal). Bobot jawaban bernilai 1 hingga 5, sedangkan tidak menjawab bernilai 0.

Nilai akumulasi tertinggi untuk keseluruhan SKD adalah 550. Pemerintah menetapkan pengecualian nilai ambang batas bagi peserta dari daerah tertentu yang masuk dalam program afirmasi sesuai usulan instansi terkait.

Menteri PANRB Rini Widyantini menegaskan agar seluruh peserta percaya pada kemampuan diri sendiri dan tidak tergiur oleh tawaran oknum penipu yang menjanjikan kelulusan. Sistem CAT dipastikan menutup celah bagi praktik kecurangan.

Hasil SKD akan diumumkan oleh masing-masing instansi pada kurun waktu September hingga Oktober 2026 sebelum dilanjutkan ke tahap seleksi berikutnya. Rincian jadwal serta dokumen aturan resmi dapat diakses melalui portal sscasn.bkn.go.id dan jdih.menpan.go.id.

Transformasi Trauma Jadi Karya: Cara Unik Guru di Padang Edukasi Mitigasi Gempa untuk Anak Berkebutuhan Khusus

Iki Radio — Kenangan pahit atas dahsyatnya bencana gempa bumi di Kota Padang pada tahun 2009 silam meninggalkan trauma tersendiri bagi Gilang Dwi Nanda. Namun, alih-alih larut dalam ketakutan, pengalaman kelam tersebut justru mendorong guru di SLB Negeri 1 Padang ini untuk melahirkan inovasi pembelajaran yang menyelamatkan jiwa.

Suasana pelatihan Lagu dan Tari Mitigasi Bencana Gempa Bumi di SLB Negeri 1 Padang Sumatra Barat.

 

Berangkat dari rasa khawatir akan keselamatan murid-muridnya, Gilang bertekad membekali anak berkebutuhan khusus (ABK) dengan keterampilan mitigasi bencana yang mencakup tindakan sebelum, saat, dan sesudah guncangan terjadi.

"Saya memiliki trauma pribadi pada tahun 2009, di mana saya melihat bagaimana dahsyatnya gempa menghancurkan Kota Padang saat itu. Saya berpikir, murid-murid saya jangan sampai merasakan betapa paniknya saya dan menjadi korban suatu saat apabila tidak tahu informasi tentang menyelamatkan diri," ujar Gilang.

Mengingat Kota Padang berhadapan langsung dengan zona *megathrust* Mentawai-Siberut serta dilalui Sesar Sumatra, pemahaman mitigasi bencana menjadi hal mendesak. Namun, Gilang menyadari bahwa metode ceramah atau penyampaian informasi berulang di ruang kelas tidaklah efektif bagi anak berkebutuhan khusus.

Sebagai guru keterampilan vokasional seni, drama, tari, dan musik, Gilang memilih pendekatan kreatif melalui lagu dan gerakan senam mitigasi berjudul “Jika Ada Gempa”.

"Akhirnya saya ciptakan lagu ini dan mereka mudah mengingatnya. Kalau mereka lupa, mereka langsung ingat kembali dengan pertanyaan pemantik," jelasnya. Sebelum inovasi ini diterapkan, ia melihat anak-anak masih sangat bingung dan panik ketika simulasi gempa berlangsung.

Manfaat lagu tersebut dirasakan langsung oleh para murid. Dwi, salah satu siswi SLBN 1 Padang, mengaku kini selalu ingat langkah penyelematan diri berkat lagu gubahan gurunya.

"Menghindari kaca, sembunyi di bawah meja, jangan berlari, jangan berisik, jangan mendorong orang lain," tutur Dwi mempraktikkan pesan dalam lagu tersebut.

Langkah kreatif ini mendapat apresiasi penuh dari Kepala SLB Negeri 1 Padang, Sudirja. Menurutnya, instruksi lagu buatan Gilang sangat sederhana dan gampang dipahami, sehingga anak-anak dapat mengikuti irama sekaligus gerakannya dengan baik. Bahkan, inovasi ini dinilai sangat berpotensi untuk direplikasi di sekolah-sekolah lain.

"Untuk membiasakan anak-anak luar biasa yang ada di SLBN 1 Padang ini, agar mereka siap dengan prosedur yang telah diberikan saat gempa terjadi," kata Sudirja.

Sudirja juga mengajak seluruh tenaga pendidik untuk terus berinovasi dan merancang metode pembelajaran yang sesuai dengan karakter anak didik.

"Bagi Bapak/Ibu guru yang mengayomi anak berkebutuhan khusus, marilah kita sama-sama berinovasi untuk memajukan anak kita, sesuai dengan kemampuan dan karakter mereka masing-masing. Sehingga ke depannya anak kita bisa mandiri dan menyatu dengan lingkungan tempat mereka tinggal," pungkasnya.

STMM Yogyakarta Raih Rekor MURI dengan 1.541 Karakter Animasi dan Game Karya Mahasiswa

Iki Radio - Sekolah Tinggi Multi Media (STMM) Yogyakarta berhasil mencatatkan Rekor MURI kategori “Karakter Animasi dan Game Terbanyak Karya Mahasiswa dari Satu Perguruan Tinggi” dengan menghasilkan 1.541 karakter.

Pemberian Piagam Muri oleh Senior Representative atau Kepala MURI Semarang, Ari Andriani, dan diterima oleh Ketua Sekolah Tinggi Multi Media Dr. H. R.M. Agung Harimurti, M. Kom serta pengalungan medali kepada Ketua Program Studi Animasi Atmaja Septa Miyosa M.Sn

Pencapaian tersebut diraih bertepatan dengan Wisuda Program Sarjana dan Sarjana Terapan Periode I Tahun Akademik 2026/2027 yang meluluskan 188 wisudawan dan wisudawati di Yogyakarta, Rabu (9/9/2026).

Sebanyak 1.541 desain karakter tersebut merupakan karya 416 mahasiswa Program Studi Animasi dan Teknologi Permainan yang mengikuti mata kuliah Desain Karakter pada periode 2021–2026.

Karya-karya tersebut kemudian dihimpun dalam buku berjudul Desain Karakter Animasi dan Game. Dokumentasi karya ini menjadi bagian dari upaya STMM Yogyakarta menuju Kampus 1000 IP (Intellectual Property).

Piagam Rekor MURI diserahkan oleh Ari Andriani, Senior Representative atau Kepala MURI Semarang, dan diterima oleh Ketua Sekolah Tinggi Multi Media, Dr. H. R.M. Agung Harimurti. Penghargaan tersebut juga ditandai dengan pengalungan medali kepada Ketua Program Studi Animasi, Atmaja Septa Miyosa.

Pencapaian tersebut sekaligus menjadi bagian dari rangkaian peringatan Dies Natalis ke-41 STMM Yogyakarta. Rekor MURI ini menegaskan komitmen STMM dalam mencetak talenta digital yang unggul, kreatif, inovatif, dan berdaya saing.

Melalui karya mahasiswa yang terdokumentasi dan dikembangkan menjadi kekayaan intelektual, STMM Yogyakarta terus mendorong penguatan ekosistem pendidikan di bidang animasi dan teknologi permainan sekaligus membuka ruang bagi mahasiswa untuk menghasilkan karya yang bernilai dan berkelanjutan.

 

Wamen Nezar: Algoritma Platform Digital Kini Turut Menentukan Arus Informasi Publik

Iki Radio - Perubahan pola konsumsi informasi membuat distribusi berita tidak lagi sepenuhnya berada di tangan ruang redaksi. Algoritma platform digital kini turut menentukan informasi yang diterima masyarakat berdasarkan perilaku pengguna.

Wamenkomdigi Nezar Patria menjadi narasumber dalam Diskusi Panel Dewan Profesor Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya di Jakarta Selatan. (foto: Humas Kemkomdigi)


Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi), Nezar Patria, mengatakan, perubahan tersebut perlu menjadi perhatian karena platform digital berkembang pesat dan secara bertahap menggeser pola hubungan antara media dengan audiens.

“Saat ini media kehilangan audiens, yang mengontrol audiens adalah platform. Platform media sosial berkembang jauh lebih cepat, lebih dalam, lebih agresif, sehingga menggeser pola hubungan antara media konvensional dan media tradisional dengan audiens,” ujar Wamen Nezar dalam Diskusi Panel Dewan Profesor Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya di Jakarta Selatan, Kamis (10/9/2026).

Menurut Wamen Nezar, pergeseran kendali distribusi informasi tersebut semakin kuat dengan penggunaan algoritma yang mempelajari perilaku pengguna. Setiap interaksi pengguna menjadi data yang dimanfaatkan platform untuk menentukan konten yang kembali ditampilkan.

“Jadi semua yang kita berikan tanda likes itu kemudian dicatat dalam machine learning yang dipakai oleh media sosial. Jadi apa yang kita suka akan selalu datang kepada kita, itulah yang disebut dengan echo chamber,” jelasnya.

Ia menilai pola tersebut turut menghadirkan tantangan terhadap kepercayaan publik terhadap informasi. Wamen Nezar mengutip Reuters Institute Digital News Report 2026 yang melibatkan lebih dari 100 ribu responden di 48 negara.

Berdasarkan laporan tersebut, media sosial dan platform video telah menjadi sumber berita yang lebih banyak diakses daripada televisi maupun situs berita resmi di 30 negara. Sementara itu, kurang dari empat dari 10 responden menyatakan percaya terhadap berita.

“Yang terjadi adalah bukan delivering the truth, tetapi creating the perception, membentuk persepsi,” tegas Wamen Nezar.

Tantangan terhadap ekosistem informasi tersebut semakin kompleks dengan perkembangan kecerdasan artifisial (AI), termasuk penggunaannya dalam produksi berita.

Wamen Nezar mengingatkan bahwa manipulasi data dapat menyebabkan sistem AI menghasilkan keluaran yang keliru. Karena itu, penggunaan teknologi tersebut perlu disertai perhatian terhadap integritas data dan informasi.

Menurutnya, perkembangan teknologi harus tetap diiringi upaya menjaga kualitas serta integritas informasi yang diterima masyarakat. Pemerintah telah menyiapkan pedoman etika AI, termasuk pedoman penggunaan AI dalam jurnalistik yang dirumuskan Dewan Pers.

Selain itu, pemerintah juga menyiapkan peta jalan kecerdasan artifisial Indonesia untuk lima tahun ke depan. Berbagai langkah tersebut diarahkan untuk memastikan pemanfaatan teknologi berkembang secara bertanggung jawab tanpa mengorbankan kualitas informasi publik.

Wamen Nezar menekankan bahwa di tengah perubahan ekosistem informasi dan perkembangan teknologi yang semakin cepat, integritas informasi menjadi salah satu hal penting yang perlu terus dijaga oleh pemerintah, media, platform digital, maupun masyarakat.

 

Kemendikdasmen Buka Beasiswa S1 dan D4 bagi 32.828 Guru pada 2026

Iki Radio - Sebanyak 32.828 guru mendapat kesempatan meningkatkan kualifikasi akademik ke jenjang Sarjana (S-1) atau Diploma Empat (D-4) pada 2026. Program yang digelar Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) ini menjadi salah satu upaya memperluas akses pendidikan tinggi bagi guru, terutama mereka yang selama ini menghadapi keterbatasan untuk melanjutkan studi.

Program Pemenuhan Kualifikasi Akademik S-1/D-4 Guru tersebut dilaksanakan Kemendikdasmen melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK) dengan menggandeng 127 Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) di berbagai daerah.

Pada Gelombang 3 tahun 2026, tercatat 45.660 guru mendaftar, sementara 32.828 guru difasilitasi untuk mengikuti program. Dari jumlah tersebut, 25.936 merupakan guru dan pendidik PAUD, 3.278 guru SD, 3.391 guru mata pelajaran jenjang SMP, SMA, dan SMK, serta 223 guru SLB. Kemitraan tersebut diperkuat melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Program Pemenuhan Kualifikasi Akademik S-1/D-4 Guru Gelombang 3 di Jakarta, Senin (7/9/2026).

Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) Kemendikdasmen, Nunuk Suryani, mengatakan peningkatan kualifikasi guru tidak boleh berhenti karena kendala akses terhadap perguruan tinggi. Karena itu, pemerintah membuka kesempatan bagi guru untuk melanjutkan pendidikan dengan skema yang tetap memungkinkan mereka menjalankan tugas di sekolah.

“Kualifikasi bukanlah mimpi. Bapak Presiden Prabowo dan Bapak Mendikdasmen membuka kesempatan bagi guru-guru yang memiliki keterbatasan untuk bisa belajar di perguruan tinggi,” ujar Nunuk.

Menurut dia, skema pembelajaran yang disiapkan bersama LPTK dirancang fleksibel agar guru tidak harus meninggalkan sekolah dan murid selama menempuh pendidikan. Dengan pola tersebut, peningkatan kualifikasi akademik tidak diposisikan sebagai pilihan antara kuliah atau mengajar. Guru tetap dapat menjalankan tanggung jawabnya di sekolah sekaligus memperoleh kesempatan meningkatkan kapasitas akademik.

“Bangsa yang maju ditentukan oleh seberapa baik kualitas sumber daya manusianya. Oleh karena itu, pendidikan merupakan kunci penting dalam membangun manusia Indonesia, terutama ditentukan dengan kualitas gurunya,” kata Nunuk.

Menurut Nunuk, keterlibatan perguruan tinggi menjadi bagian penting dari upaya mempercepat pemenuhan kualifikasi akademik guru. Dari 127 LPTK yang terlibat tahun ini, 35 LPTK merupakan mitra yang baru bergabung dalam program. Kolaborasi tersebut dinilai menunjukkan bahwa peningkatan kualitas guru membutuhkan gotong royong antara pemerintah dan perguruan tinggi.

“Perjanjian kerja sama yang dilakukan bersama Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan merupakan salah satu bentuk gotong royong dalam memajukan pendidikan. Dengan semangat kolaboratif dan bersinergi, bergerak bersama memajukan pendidikan melalui peningkatan kualitas guru,” tutur Nunuk.

Besarnya jumlah pendaftar juga menunjukkan masih tingginya kebutuhan guru terhadap akses peningkatan kualifikasi akademik. Dari 45.660 pendaftar Gelombang 3, sebanyak 32.828 guru mendapat fasilitasi untuk mengikuti program.

Program ini juga memiliki konsekuensi lebih jauh. Kualifikasi S-1/D-4 menjadi salah satu pintu bagi guru untuk melanjutkan ke Pendidikan Profesi Guru (PPG) bagi Guru Tertentu dan memperoleh sertifikasi pendidik sesuai ketentuan. Pada 2026, sebanyak 8.900 guru ditargetkan menyelesaikan Program Pemenuhan Kualifikasi Akademik Gelombang 1 melalui skema afirmasi, untuk kemudian melanjutkan ke program PPG.

Namun, Nunuk menegaskan keberhasilan program tidak cukup diukur dari jumlah guru yang memperoleh ijazah. “Program ini bukan hanya memenuhi tuntutan regulasi, tetapi lebih jauh mendukung upaya dalam mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua. Tak hanya kualifikasi yang terpenuhi, namun juga meningkatnya kompetensi guru dalam melaksanakan proses belajar dan mengajar di kelas,” ujarnya.

Dengan demikian, peningkatan kualifikasi akademik diarahkan untuk menghasilkan dampak yang lebih nyata di ruang kelas. Guru yang memperoleh kesempatan kuliah diharapkan tidak hanya memenuhi persyaratan formal, tetapi juga membawa pengetahuan dan kompetensi baru ke dalam proses pembelajaran.

Direktur Guru Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Nonformal, Saiful Bari, mengatakan dukungan terhadap program tersebut penting karena masih terdapat kesenjangan kualifikasi akademik guru.

Berdasarkan data Dapodik, tercatat 174.520 guru belum memenuhi kualifikasi akademik S-1/D-4. Sebagian besar di antaranya berasal dari kelompok guru PAUD dan SD. “Artinya, ratusan ribu anak didik kita masih belajar bersama guru yang perlu kita dukung untuk meningkatkan kompetensinya,” kata Saiful.

Karena itu, menurut dia, dukungan 127 LPTK dalam program tersebut bukan sekadar kerja sama kelembagaan. Kolaborasi itu menjadi bagian dari upaya memperluas akses peningkatan kualifikasi guru sekaligus memperbaiki kualitas layanan pendidikan yang diterima peserta didik.

“Apresiasi yang setinggi-tingginya kami sampaikan kepada Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan penyelenggara Program Pemenuhan Kualifikasi Akademik S-1/D-4 Guru atas dukungan dan kerja samanya. Kehadiran Ibu/Bapak hari ini menunjukkan komitmen kita bersama untuk menghadirkan pendidikan bermutu bagi semua anak Indonesia,” ujar Saiful.

Dengan masih adanya 174.520 guru yang belum memenuhi kualifikasi S-1/D-4, program tersebut sekaligus menunjukkan bahwa peningkatan kualitas pendidik masih menjadi pekerjaan besar. Tantangannya bukan hanya membuka akses kuliah, tetapi memastikan semakin banyak guru dapat menyelesaikan pendidikan dan mengubah peningkatan kualifikasi tersebut menjadi kualitas pembelajaran yang benar-benar dirasakan murid.

 

Peringati HUT ke-21 di Madiun, HIMPAUDI Suarakan Kesetaraan dan Kesejahteraan Guru PAUD

Iki Radio - Hari Ulang Tahun (HUT) yang ke-21 Perhimpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (HIMPAUDI) digelar di halaman Pendopo Ronggo Djumeno Kabupaten Madiun, Sabtu (5/9/2026).

Peringatan ini juga dihadiri perwakilan pengurus serta pendidik PAUD dari 38 kabupaten/kota se-Jawa Timur.

Mengusung tema "Nyalakan Asa, Wujudkan Pengakuan dan Kesetaraan Guru PAUD Nonformal", peringatan ini menjadi momentum penting untuk menyuarakan nasib para pendidik di lapangan.

Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) HIMPAUDI, Betti Nuraini (Popo Betti), membeberkan bahwa dari 220.000 guru PAUD se-Indonesia, sebanyak 70 persen di antaranya masih menerima honor rata-rata Rp250.000 per bulan, bahkan ada yang hanya mendapat Rp50.000 hingga tidak bergaji.

"Bagaimana mungkin kita meminta seorang guru menyalakan masa depan anak-anak bangsa, sementara kehidupan gurunya dibiarkan dalam kegelapan? Terangi gurunya, sejahterakan mereka, maka mereka akan mengantarkan anak-anak kita menuju gerbang Generasi Emas," tegas Popo Betti.

Popo Betti juga menyampaikan sejumlah poin strategis perjuangan HIMPAUDI, diantaranya terkait dengan Rancangan Undang Undang (RUU) Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) dan legalitas pendidik PAUD, pihaknya mendorong pencantuman klausul agar pendidik Kelompok Bermain (KB) diakui secara legal sebagai guru, sehingga membuka akses Sertifikasi/PPG dan Program Indonesia Pintar (PIP).

Memanfaatkan program beasiswa yang dibuka sejak Januari 2026 untuk memfasilitasi guru berijazah SMA menuntaskan S1 dalam batas waktu 10 tahun. Serta peninjauan bantuan revitalisasi kini dilakukan transparan melalui data riil Dapodik.

Popo Betti juga memastikan lembaga KB, TPA, dan SPS memiliki panduan resmi menerima anak usia 5–6 tahun tanpa dikotomi formal dan nonformal.

Senada dengan hal tersebut, Ketua PW HIMPAUDI Jawa Timur, Galih Waskito, menegaskan tiga fokus utama perjuangan organisasi meliputi kesetaraan status hukum, insentif daerah yang layak, serta jaminan perlindungan kerja.

Ia mengapresiasi sinergi Pemkab Madiun dalam mendukung layanan KB, Satuan PAUD Sejenis (SPS), dan Tempat Penitipan Anak (TPA).

"Memang saat ini kita adalah pahlawan-pahlawan yang belum diakui secara penuh oleh negara. Namun, saya yakin setiap langkah panjenengan semua dicatat oleh Allah SWT," ujar Galih.

Sementara itu, Bupati Madiun Hari Wuryanto menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas dua dekade lebih pengabdian para guru PAUD.

Menjawab aspirasi peserta, Pemkab Madiun berkomitmen terus memberikan perhatian nyata, salah satunya lewat pemberian insentif daerah sebesar Rp650.000 bagi guru PAUD nonformal meski di tengah keterbatasan anggaran. Pemkab Madiun juga memfasilitasi program beasiswa kuliah bekerja sama dengan berbagai perguruan tinggi agar para guru dapat menuntaskan jenjang D4 atau S1.

"Panjenengan tidak bisa berjalan sendiri, dan kami pun demikian. Mari kita berjuang bersama-sama untuk memajukan pendidikan anak usia dini dan mewujudkan kesetaraan bagi para pendidik," tutur Hari Wuryanto.

Acara diakhiri dengan seruan penuh semangat "PAUD Kuat, Indonesia Maju, HIMPAUDI Jaya!" sebagai simbol kepedulian dan komitmen bersama menuju pendidikan anak usia dini yang berkualitas di Jawa Timur.(ir)

 

Saka POM SMA GIKI 2 Surabaya Edukasi Warga Sekolah Soal Keamanan Obat dan Makanan

Iki Radio – Kebiasaan sederhana seperti “cek dulu sebelum beli” bisa menjadi langkah awal untuk lebih cerdas memilih obat dan makanan. 

Pesan inilah yang dibawa anggota Satuan Karya Pramuka Pengawas Obat dan Makanan (Saka POM) SMA GIKI 2 Surabaya saat berbagi edukasi keamanan obat dan makanan kepada komunitas sekolah, Jumat (28/8/2026).

Kegiatan ini menjadi kesempatan bagi anggota Saka POM untuk menerapkan pengetahuan yang diperoleh melalui Diklat Saka POM Kota Surabaya, sekaligus membagikannya kepada teman-teman di lingkungan sekolah. 

Edukasi dikemas secara interaktif dan dekat dengan keseharian pelajar, sehingga informasi yang disampaikan lebih mudah dipahami dan dipraktikkan.

Dalam aksi edukasi tersebut, tiga krida Saka POM diperkenalkan kepada siswa.

Diantaranya Krida Pengujian Sederhana Obat dan Makanan yang mengajak siswa mengenal cara praktis untuk mendeteksi keamanan suatu produk.

Krida Pemantauan Obat dan Makanan, yakni memperkenalkan pemanfaatan aplikasi BPOM Mobile untuk memverifikasi legalitas serta informasi produk secara akurat.

Krida Informasi Obat dan Makanan untuk mendorong pelajar untuk aktif menyebarkan edukasi dan mengajak lebih banyak orang peduli terhadap produk yang dikonsumsi.

Pimpinan Insani (PIN) Saka POM Surabaya, Rika, berharap pengetahuan yang diperoleh para anggota tidak berhenti di lingkup internal saja.

“Harapannya, pengetahuan yang diperoleh tidak hanya berhenti pada anggota Saka POM, tetapi terus dibagikan kepada teman, keluarga, dan masyarakat. Dengan begitu, semakin banyak yang paham dan peduli terhadap keamanan obat dan makanan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Rika.

Respon positif juga dirasakan oleh anggota yang bertugas di lapangan. Nadia, anggota Saka POM Krida Informasi, mengaku kegiatan ini memberikan pengalaman berharga dan melatih rasa percaya dirinya.

“Ternyata menyampaikan informasi keamanan obat dan makanan bisa dilakukan dengan cara yang sederhana dan dekat dengan keseharian kita,” ungkap Nadia.

Melalui aksi nyata ini, para pelajar SMA GIKI 2 Surabaya tidak hanya diajak menjadi konsumen yang kritis, cermat, dan bijak, tetapi juga didorong untuk mengambil peran aktif sebagai agen perubah (agent of change) dalam menyebarkan informasi keamanan obat dan makanan di lingkungan sekolah, keluarga, hingga masyarakat luas.(ir)

Terketuk Korban Gempa, Pelajar SD di Batang Donasikan Uang Saku

Iki Radio - Ratusan siswa SD Negeri Kauman 7 menunjukkan kepeduliannya terhadap korban gempa yang terjadi di Nusa Tenggara Timur belum lama ini dengan melakukan penggalangan donasi. Hal ini diinisiasi oleh para pendidik untuk melatih kepedulian sosial terhadap sesama sejak dini, dengan mendonasikan sebagian uang sakunya untuk warga NTT yang terdampak gempa.

Sejumlah Pelajar melakukan penggalangan dana untuk korban NTT di halaman SD Negeri Kauman 7 Batang, Kabupaten Batang.

Sebanyak 340 siswa dari kelas 1 hingga 6, secara sukarela menyisihkan sebagian uang sakunya, bahkan ada yang rela menyerahkan seluruh uang tabungan yang sudah terkumpul sejak Taman Kanak-kanak.

Salah satunya, Salwa Hanifah siswi kelas 3 SD Negeri Kauman 7, mengaku berkeinginan secara pribadi untuk menyumbangkan seluruh tabungannya demi membantu para korban terdampak gempa di NTT.

“Ga papa, ibu sama ayah udah tahu kalau tabunganku mau ku sumbangkan semuanya buat beli makanan, minuman sama obat-obatan. Terus mau dikirim ke saudara-saudara yang kena gempa,” katanya, usai membobol celengannya, di halaman SD Negeri Kauman 7, Kabupaten Batang, Rabu (26/8/2026).

Selama ini ia konsisten menyisihkan uang sakunya mulai dari nominal Rp500,00 hingga Rp1.000,00, sampai terkumpul seluruhnya dan didonasikan untuk membantu warga NTT.

Senada, Hamizan siswa kelas 3 SD Negeri Kauman 7, pun telah rutin menyisihkan uang sakunya sejak lima tahun lalu dan ketika ada yang membutuhkan termotivasi untuk didonasikan kepada warga NTT yang terdampak gempa.

“Ini uang tabungan mau dikasih buat bantu teman-teman yang lagi kesakitan, biar sehat buat beli obat, nggak papa semua tabungannya buat bantuin,” tuturnya.

Ia secara rutin selalu menyisihkan uang saku setiap hari sepulang sekolah untuk ditabung, dengan nominal antara Rp500,00 sampai Rp1.000,00. “Dari uang jajan Rp7 ribu saya tabung Rp1.500,00 setiap harinya,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala SD Negeri Kauman 7, Rasokha membenarkan, aksi pengumpulan donasi ini terinspirasi untuk melatih kepekaan sosial atas penderitaan yang saat ini dirasakan warga NTT yang terdampak. Hal ini wujud kepedulian terhadap warga yang terdampak musibah gempa sekaligus mendidik siswa tentang kepedulian terhadap sesama untuk mengamalkan Pancasila.

“Setelah terkumpul dan dihitung seluruhnya, akan kami salurkan melalui PMI Batang untuk didonasikan kepada warga NTT. Kami akan ajak perwakilan siswa dan guru, untuk menyerah donasi,” ujar dia. 

 

Menristekdikti Tinjau Gempa Manggarai dan Berikan Bantuan UKT Mahasiswa Terdampak

Iki Radio - Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Menristekdikti), Brian Yuliarto, meninjau langsung penanganan pascabencana gempa bumi magnitudo 7,7 di Posko Penanganan Bencana Unika Santo Paulus Ruteng, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, Rabu (26/8/2026).

Menristekdikti kunjungi posko bencana Manggarai, Rabu (26/8/2026)

Kedatangan Menristekdikti disambut oleh Bupati Manggarai Herybertus G.L. Nabit bersama Rektor Unika Santo Paulus Ruteng Dr. Agustinus Manfred Habur dan Rektor Universitas Nusa Cendana Kupang.

Kunjungan ini diselenggarakan untuk memastikan kehadiran negara dalam pemulihan pascabencana yang mengguncang wilayah Flores sejak 15 Agustus 2026.

Dalam pertemuan tersebut, Herybertus mengungkapkan, bencana geologi ini mengakibatkan 45 warga meninggal dunia dan memaksa sekitar 50.000 jiwa mengungsi, di mana 7.600 di antaranya merupakan kelompok rentan.

Pihaknya mengetuk kepedulian perguruan tinggi untuk memberikan keringanan biaya kuliah bagi mahasiswa asal Manggarai.

Merespons hal tersebut, Brian memastikan kementerian memberikan bantuan Uang Kuliah Tunggal (UKT) tahap awal selama satu semester bagi sekitar 5.000 mahasiswa terdampak, dengan opsi perpanjangan satu semester berikutnya.

"Kementerian berkomitmen memberikan bantuan UKT agar studi mahasiswa terdampak tetap berlanjut. Kami juga meminta pemda menyetorkan data warga Manggarai yang berkuliah di luar NTT. Selain itu, aksi kemanusiaan para relawan kampus wajib tepat sasaran berbasis data resmi BNPB dan pemerintah daerah," ujar Brian. 

 

Meneladani Rasulullah SAW: Maulid Nabi Bukan Sekadar Seremonial, Melainkan Momentum Perbaikan Akhlak

Iki Radio- Maulid Nabi Muhammad SAW, merupakan salah satu momentum yang banyak dinantikan oleh umat Islam, khususnya ketika memasuki bulan Rabiul Awal. 

Sejak memasuki bulan Rabiul Awal, umat Islam di berbagai penjuru dunia kembali bersiap menyambut peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. 

Peringatan ini menjadi ruang refleksi bagi kaum Muslimin untuk memperdalam rasa cinta, mempelajari perjalanan hidup (sirah), serta meneladani akhlak Rasulullah SAW.

Maulid yang berakar dari bahasa Arab berarti "kelahiran". Secara historis, bentuk perayaannya berkembang secara bertahap setelah masa Rasulullah SAW wafat melalui berbagai kebudayaan Islam—seperti pada masa Dinasti Fatimiyah hingga era Sultan Muzhaffaruddin al-Kaukabri di Irbil pada awal abad ke-7 Hijriah. 

Meski Rasulullah SAW sendiri tidak menggelar perayaan seremonial seperti sekarang, beliau memuliakan hari kelahirannya melalui ibadah, yaitu berpuasa pada hari Senin sebagaimana tertera dalam HR Muslim.

Kementerian Agama (Kemenag) bersama berbagai ormas keislaman menekankan bahwa substansi Maulid terletak pada dorongan untuk menyerap nilai-nilai uswatun hasanah (teladan yang baik) sesuai amanat QS Al-Ahzab ayat 21.


Keragaman Tradisi dan Nilai Utama

Di Indonesia, peringatan Maulid bertransformasi menjadi perpaduan antara ritual ibadah dan budaya lokal. Berbagai tradisi daerah tumbuh subur, mulai dari Sekaten di Surakarta dan Yogyakarta, Panjang Jimat di Cirebon, hingga Bunga Lado di Padang Parik Piaman.

Secara umum, rangkaian kegiatan Maulid diisi dengan aksi spiritual dan sosial:

Spiritual: Pembacaan shalawat, pembacaan kitab sirah Nabawiyah, pengajian umum, serta pembacaan Al-Qur'an.

Sosial: Pembagian sedekah makanan, santunan anak yatim, dan bakti sosial masyarakat.


Makna Implementatif dalam Kehidupan

Memaknai Maulid Nabi memerlukan aksi nyata yang berlanjut setelah perayaan selesai. Para ulama mengingatkan agar momentum ini tidak berhenti pada aspek seremonial semata, melainkan diwujudkan dalam lima poin inti:

Penguatan Akhlak: Mengaplikasikan sifat jujur, amanah, dan rendah hati dalam aktivitas harian.

Kilas Balik Perjuangan: Menjadikan kesabaran dan keteguhan dakwah Nabi sebagai pijakan saat menghadapi tantangan hidup.

Peningkatan Amaliah: Memperbanyak shalawat dan menghidupkan sunnah-sunnah beliau.

Rasa Syukur: Mengagungkan nikmat Allah atas diutusnya Nabi Muhammad SAW sebagai pembawa petunjuk bagi alam semesta.

Perekat Ukhuwah: Menjadikan ruang kumpul majelis Maulid sebagai sarana memperkuat persatuan dan toleransi antarumat.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW hendaknya menjadi pengingat agar setiap Muslim terus memperbaiki kualitas diri. Dengan meneladani kepemimpinan dan kasih sayang Rasulullah, nilai-nilai keislaman dapat terus hidup dan memberi manfaat bagi lingkungan sekitar.


Rawat Budaya dan Akhlak, LSBO PDM Kabupaten Madiun Wisuda 94 Panatacara "Surya Sumirat"

Iki Radio – Lembaga Seni, Budaya, dan Olahraga (LSBO) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Madiun menggelar prosesi Wisuda Pawiyatan Panatacara Surya Sumirat tingkat dasar di Pendopo Muda Graha Kabupaten Madiun, Sabtu (22/8/2026). 


Sebanyak 94 peserta resmi dilantik setelah berhasil menyelesaikan serangkaian pelatihan intensif dan ujian kompetensi.

Mengusung tema "Dari Madiun untuk Peradaban: Menerangi Zaman dengan Budaya dan Akhlak", agenda ini menjadi wujud nyata komitmen Muhammadiyah dalam merawat kebudayaan daerah di tengah gempuran arus modernisasi dan era digital.

Perwakilan PDM Kabupaten Madiun, Imam Nawawi, menyampaikan bahwa pelatihan pembawa acara berbahasa Jawa ini merupakan program dasar perdana yang diinisiasi oleh PDM Kabupaten Madiun dan akan terus berlanjut ke jenjang lanjutan.

"Ini menjadi ikhtiar kita bersama untuk ngleluri (melestarikan) bahasa Jawa serta tata krama yang saat ini dirasa semakin tergerus," ujar Imam Nawawi. 

Ia menutup sambutannya dengan melantunkan tembang Macapat sebagai bentuk apresiasi kepada Pemkab Madiun, pengurus LSBO di bawah kepemimpinan Aji Wawan Kuswoyo, koordinator Ki Ismono Ardi, serta para instruktur (dwija).

Bupati Madiun, Hari Wuryanto, yang hadir dan memimpin langsung prosesi wisuda menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya. Menurutnya, penggunaan bahasa Jawa sarat akan nilai adab, etika, dan penghormatan kepada orang tua.

"Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Madiun, saya menyampaikan apresiasi luar biasa kepada PD Muhammadiyah. Bahasa Jawa adalah bahasa adiluhung. Kegiatan ini menjadi benteng kita di era digital; tanpa budaya, kita akan kehilangan identitas," tegas Bupati Hari Wuryanto.

Bupati juga berpesan agar para alumni tidak hanya mahir membawakan acara, tetapi juga aktif menyuarakan pembangunan daerah, terus mengasah kemampuan (ngangsu kawruh), serta rendah hati.

Ketua Pawiyatan Panatacara Surya Sumirat, Ki Ismono Ardi, menjelaskan dari 190 pendaftar awal, sebanyak 94 peserta dinyatakan lulus ujian teori dan praktik pranatacara pengantin Jawa. Seluruh rangkaian kegiatan ini diberikan secara gratis tanpa pemungutan biaya. Ke depan, pihak panitia merencanakan program lanjutan untuk pelatihan MC Bahasa Indonesia, Arab, hingga Cina.

Suasana haru sempat menyelimuti ruang acara saat seluruh tamu undangan mendoakan almarhum Ust. Dr. K.H. Agus Tri Cahyono (Ketua PDM Kabupaten Madiun) yang wafat sepekan sebelum acara digelar dan sedianya turut dilantik.

Turut hadir dalam acara ini jajaran Dinas Pendidikan, Dinas Pariwisata dan Olahraga, BAZNAS Kabupaten Madiun, perwakilan PCNU Kabupaten Madiun KH Ihsan, serta organisasi kewanitaan dan tata busana seperti IWAMA, HARPI Melati, dan Tiara Kusuma.(ir)

Bank Jatim Gandeng Disdik se-Jatim, Siapkan Layanan Keuangan Digital Terintegrasi untuk Insan Pendidikan

Iki Radio – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) memperkuat komitmennya dalam mendukung sektor pendidikan melalui penyediaan layanan keuangan digital yang terintegrasi.

Direktur Utama Bank Jatim Winardi Legowo dan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Aries Agung Paewai, melakukan  Perjanjian Kerja Sama (PKS) Layanan Jasa Perbankan Satuan Pendidikan antara Bank Jatim dengan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur serta seluruh Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota se-Jawa Timur di Batu Kamis (13/8/2026) . (istimewa) 


Langkah ini diwujudkan lewat penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Bank Jatim dengan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur serta Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota se-Jawa Timur.

Penandatanganan PKS tentang Layanan Jasa Perbankan Satuan Pendidikan tersebut dilakukan langsung oleh Direktur Utama Bank Jatim, Winardi Legowo, bersama Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai.

Direktur Utama Bank Jatim, Winardi Legowo, menyampaikan bahwa kerja sama ini dirancang untuk menghadirkan kemudahan akses perbankan secara menyeluruh bagi para pendidik dan tenaga kependidikan di Jawa Timur.

"Melalui kerja sama ini, Bank Jatim ingin menghadirkan layanan perbankan yang semakin terintegrasi dan memberikan kemudahan bagi seluruh insan pendidikan. Kami berharap sinergi ini tidak hanya memperkuat layanan transaksi perbankan, tetapi juga mampu mendukung percepatan digitalisasi dan pengelolaan keuangan di sektor pendidikan," ujar Winardi dalam keterangan resminya di Surabaya.

Kerja sama strategis ini mencakup berbagai fasilitas perbankan utama guna mendukung operasional pemerintah daerah dan kebutuhan para insan pendidikan, di antaranya penyaluran hak finansial yang meliputi penyaluran gaji, tunjangan, hingga Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun Non-ASN di lingkungan Dinas Pendidikan.

Selain itu pengolahan data rekening guru penerima tunjangan secara terstruktur yang menghasilkan laporan status rekening secara akurat. Sertapenyediaan akses kredit dan/atau pembiayaan yang mudah bagi ASN dan Non-ASN di sektor pendidikan, dan digitalisasi transaksi dengan dukungan berbagai fitur digital banking Bank Jatim untuk mendorong pengelolaan keuangan pendidikan yang lebih cepat, transparan, dan efisien.

Winardi menambahkan, kolaborasi ini menjadi langkah strategis Bank Jatim dalam memperkuat posisinya sebagai mitra utama pemerintah daerah, khususnya dalam membangun ekosistem pendidikan yang modern.

Upaya ini juga melanjutkan rekam jejak sinergi Bank Jatim yang sejak September 2025 telah menjalin kerja sama dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah dalam pengolahan data aplikasi pembayaran tunjangan guru. Replikasi keberhasilan tersebut kini diperluas hingga ke tingkat daerah.

"Sinergi ini kami harapkan dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi pemerintah daerah maupun insan pendidikan. Dengan dukungan layanan perbankan yang terintegrasi, proses penyaluran hak-hak finansial, pengelolaan transaksi, hingga akses layanan digital dapat dilakukan dengan lebih mudah, cepat, dan efisien," pungkas Winardi.

 

600 Guru Bireuen Dibekali Strategi Mengajar Era AI

Iki Radio - Perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI) membawa tantangan baru bagi dunia pendidikan. Sebanyak 600 guru madrasah di Kabupaten Bireuen dan sejumlah daerah lainnya membahas strategi mendidik generasi di tengah derasnya arus teknologi tersebut.

Bupati Bireuen, Mukhlis, saat membuka Seminar Nasional bertajuk “Guru Mendidik dengan Cinta” yang digelar dalam rangka Hari Lahir (Harlah) ke-18 Perkumpulan Guru Madrasah (PGM) Indonesia di Aula Setdakab Lama Bireuen, Sabtu (8/8/2026).


Pembahasan itu mengemuka, dalam Seminar Nasional bertajuk “Guru Mendidik dengan Cinta” yang digelar dalam rangka Hari Lahir (Harlah) ke-18 Perkumpulan Guru Madrasah (PGM) Indonesia di Aula Setdakab Lama Bireuen, Sabtu (8/8/2026).

Seminar diikuti 600 peserta dengan sistem kombinasi, terdiri atas 350 guru yang hadir secara luring dan 250 peserta mengikuti secara daring.

Bupati Bireuen, Mukhlis, saat membuka seminar menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Bireuen untuk meningkatkan kesejahteraan guru honorer dan guru madrasah sekaligus memperkuat ekosistem pendidikan berbasis nilai agama dan budaya Aceh.

“Kami sadar, tanpa guru yang sejahtera dan dihargai, mustahil kita bicara pendidikan berkualitas. Ke depan, kita akan terus mengupayakan peningkatan kapasitas guru melalui pelatihan dan seminar,”katanya.

Menurutnya, kesejahteraan dan kebahagiaan guru turut menentukan kualitas proses belajar mengajar. Guru yang merasa dihargai dan mampu mengajar dengan penuh cinta dinilai lebih mampu membentuk generasi yang cerdas sekaligus berakhlak.

“Tidak akan lahir generasi yang hebat, cerdas, dan berakhlak jika ruang kelas tidak diisi oleh guru yang bahagia dan mendidik dengan penuh cinta,” katanya.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakankemenag) Bireuen,  Zulkifli mengatakan, tantangan guru semakin kompleks seiring pesatnya perkembangan teknologi digital dan AI.

Menurutnya, guru masa kini tidak cukup hanya menguasai materi pelajaran. Mereka juga harus mampu membimbing peserta didik agar memiliki nalar kritis serta tetap memegang nilai-nilai akhlak di tengah derasnya informasi digital.

“Mendidik dengan penuh cinta bukan berarti tanpa aturan, melainkan hadir dengan hati sepenuhnya untuk anak didik,” pesan Zulkifli.

Ia menilai, kemampuan guru dalam beradaptasi dengan perkembangan teknologi perlu berjalan beriringan dengan penguatan karakter. Teknologi, kata dia, harus ditempatkan sebagai sarana pendukung pendidikan, bukan menggantikan peran guru dalam membentuk kepribadian peserta didik.

Ketua PGM Bireuen, Mudasar, berharap momentum Harlah ke-18 dapat mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat komitmen guru madrasah untuk terus mengabdi secara ikhlas.

Dirinya juga mendorong, guru madrasah untuk bersama-sama mewujudkan madrasah yang mandiri dan berprestasi.

Hal senada, Ketua PGM Indonesia Provinsi Aceh, Abdul Jalil, mengajak, seluruh guru madrasah dari berbagai organisasi untuk memperkuat kerja sama. Menurutnya, perbedaan organisasi tidak boleh menjadi penghalang untuk mencapai tujuan bersama dalam mencerdaskan generasi muda.

“Semua organisasi guru memiliki satu tujuan yang sama, yaitu membantu bangsa dan negara dalam mencerdaskan generasi muda,” ujarnya.

Seminar tersebut menjadi momentum bagi para guru madrasah untuk memperkuat kapasitas menghadapi perubahan zaman. Di tengah kemajuan AI dan teknologi digital, guru dituntut tetap menjadi sosok penting dalam membangun nalar, karakter, dan akhlak peserta didik.

Dengan kemampuan beradaptasi dan pendekatan pendidikan yang humanis, guru diharapkan mampu memastikan teknologi menjadi alat untuk memperkuat pembelajaran tanpa menghilangkan nilai-nilai kemanusiaan dan keagamaan.

Pembukaan MPLS Digelar, Siswa SRT Madiun Belum Bisa Tempati Asrama

Iki Radio — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun bersama Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos RI) terus mematangkan persiapan operasional Sekolah Rakyat (SR) 1 Kabupaten Madiun. 

Program strategis nasional yang ditujukan bagi anak-anak dari keluarga desil 1 dan 2 (kemiskinan ekstrem) ini diproyeksikan menjadi pengungkit utama dalam memutus rantai kemiskinan di wilayah Madiun dan sekitarnya.

Meskipun pengerjaan infrastruktur fisik oleh pelaksana PT Brantas Abipraya masih berada pada tahap penyempurnaan akhir (finishing sekitar 5 persen), seluruh pihak berkomitmen agar proses Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) hingga kegiatan belajar mengajar (KBM) berasrama dapat segera berjalan penuh.

Bupati Madiun, Hari Wuryanto, menyambut baik hadirnya Sekolah Rakyat di wilayahnya. Menurutnya, program ini bukan sekadar rencana di atas kertas, melainkan langkah nyata pengentasan kemiskinan secara riil.

"Ini kesempatan luar biasa bagi Kabupaten Madiun. Tahun ini ada sebanyak 270 anak kami yang berada di Desil 1–2 bisa tertampung. Mudah-mudahan ke depan, dengan total daya tampung sekolah yang mencapai 1.200 siswa, secara bertahap semuanya bisa terfasilitasi," ujar Hari Wuryanto usai membuka MPLS SRT 1 Kabupaten Madiun, Jum'at (31/7/2026).

Bupati menambahkan bahwa anak-anak yang masuk dalam program ini akan ditanggung penuh oleh negara. Tidak hanya memfasilitasi pendidikan, Pemkab Madiun juga merencanakan intervensi sosial bagi keluarga siswa, termasuk perbaikan hunian.

"Harapan kami, mereka kelak memiliki karakter dan akhlak yang luar biasa, menjadi anak yang tangguh, serta mampu menjadi tulang punggung keluarga setelah lulus nanti," tegasnya.

Direktur TSKPO Kemensos RI, Rachmat Koesnadi, menjelaskan bahwa kendala utama saat ini terletak pada penyelesaian utilitas dasar seperti instalasi air bersih, kran, dan saniter/toilet di unit asrama. Pembangunan fisik yang berada di bawah kewenangan Kementerian PUPR ini ditargetkan tuntas fungsional dalam waktu dekat.

"Secara fungsional ruang kelas dan asrama sudah siap. Hanya penyempurnaan toilet dan instalasi air yang sedang berproses, diperkirakan selesai dalam beberapa hari. Untuk sementara, siswa dipulangkan terlebih dahulu dan ditargetkan mulai masuk asrama (full board) secara bertahap antara tanggal 10 hingga 15 mendatang," terang Rachmat.

Rachmat merinci, total calon siswa yang terdata saat ini sebanyak 360 siswa (gabungan jenjang SD, SMP, dan SMA), yang terdiri dari siswa asal Kabupaten Madiun serta penampungan sekitar 90 siswa dari Kabupaten Ponorogo.

Terkait dengan kebutuhan tenaga pendidik dan kependidikan (tendik), Kemensos menyiapkan sekitar 50 hingga 70 personil yang seleksinya dipusatkan oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN) di Jakarta dengan memprioritaskan talenta lokal.

Selama proses transisi, KBM dibantu oleh guru pendamping dari Dinas Pendidikan Kabupaten Madiun dan Provinsi Jawa Timur yang diberi alokasi honorarium mengajar harian dari anggaran Kemensos.

Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Kabupaten Madiun, Supriadi, menekankan perbedaan mendasar antara Sekolah Rakyat dengan sekolah reguler. SR menerapkan sistem penjangkauan (outreach) berbasis data By Name By Address (BNBA) untuk mendatangi langsung keluarga yang membutuhkan.

"Kalau sekolah umum, siswa yang datang mendaftar. Di Sekolah Rakyat, kami yang turun melakukan penjangkauan. Mereka dari keluarga miskin ekstrem yang bahkan untuk mengurus diri sendiri saja kesulitan," jelas Supriadi.

Menanggapi dinamika lapangan pada tahun pertama operasional ini, pihak Dinsos bersama Kemensos juga melakukan penyesuaian proporsi rombongan belajar (rombel) guna mengoptimalkan kuota.

Jenjang SD disesuaikan menjadi 2 rombel (mengingat faktor anak usia SD masih memiliki tingkat ketergantungan/keinginan dekat dengan orang tua yang tinggi). Jenjang SMP ditingkatkan menjadi 4 rombel. Jenjang SMA tetap berjalan 3 rombel.

Untuk mengantisipasi rasa rindu rumah (homesick) bagi siswa, khususnya jenjang SD, pihak sekolah akan mengedepankan pendekatan humanis dengan memberikan kelonggaran adaptasi secara bertahap.

"Prinsipnya, kami dari pemerintah daerah bertindak untuk memfasilitasi, memantau, dan berkolaborasi secara intensif setiap hari agar seluruh kendala lapangan dapat teratasi, sehingga fasilitas Sekolah Rakyat ini benar-benar aman, nyaman, dan layak dihuni oleh anak-anak," pungkas Supriadi.(ir)

Penetapan Calon Siswa, MPLS Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Madiun Resmi Dibuka

Iki Radio — Pemerintah Kabupaten Madiun bersama Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos RI) secara resmi membuka kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) sekaligus Penetapan Calon Siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Madiun, Jumat(31/7/2026).

Mengusung tema “Menanam Harapan, Menumbuhkan Masa Depan Melalui Sekolah Rakyat”MPLS ini diselenggarakan di Gedung SRT 1, Kelurahan Nglames Kecamatan Madiun Kabupaten Madiun.

Bupati Madiun, Hari Wuryanto, mengapresiasi penuh kepercayaan yang diberikan oleh Kemensos RI kepada Kabupaten Madiun untuk mengelola Sekolah Rakyat Terintegrasi.

"Pendidikan adalah investasi terbaik. Ketika satu anak berhasil mengubah hidupnya melalui pendidikan, sesungguhnya kita sedang memutuskan rantai kemiskinan dan membuka jalan menuju kehidupan yang lebih baik," tegas Hari Wuryanto.

Bupati juga menekankan pentingnya membentuk generasi muda Kabupaten Madiun yang berkarakter "Satria Bersahaja"—yaitu sosok yang santun, tangguh, religius, berintegritas, adaptif, serta tidak mudah mengeluh.

Kepada para calon siswa, Bupati berpesan agar tidak berkecil hati atas keterbatasan ekonomi dan memanfaatkan peluang ini sebaik-baiknya.

Sementara itu, Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Madiun, Rohmah Agustin Setyowuni, menyampaikan bahwa para calon siswa yang hadir merupakan hasil jangkauan Dinas Sosial.

Mereka adalah anak-anak yang membutuhkan dukungan negara namun menyimpan potensi luar biasa.

"Hari ini bukan saja penetapan calon siswa, tapi merupakan sebuah ikhtiar bersama untuk memutuskan rantai kemiskinan melalui pendidikan yang bermutu, berkarakter, dan berkeadilan. Di sini kalian tidak hanya membaca dan berhitung, tapi kami pastikan karakter kalian akan bertumbuh maksimal," ujarnya.

Direktur TSKPO Kemensos RI, Rachmat Koesnadi, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas dukungan penuh dari Bupati Madiun beserta seluruh jajaran OPD dan Forkopimda.

Ia menjelaskan bahwa Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Madiun ini dirancang untuk menampung sebanyak 360 siswa, yang terdiri dari jenjang SD (90 siswa), SMP (90 siswa), dan SMA (90 siswa), termasuk 90 siswa kuota titipan dari Kabupaten Ponorogo.

Terkait dengan hunian asrama, Rachmat memohon maklum dan doa restu dari para orang tua/wali murid karena penempatan asrama perlu dimundurkan sekitar 7 hingga 10 hari ke depan guna menyelesaikan finishing dan penyempurnaan fasilitas kebersihan.

"Mohon bersabar Bapak Ibu, sedikit lagi fasilitas ini akan selesai dengan baik agar aman dan nyaman digunakan oleh anak-anak kita. Ini adalah bagian dari gerakan serentak MPLS di hampir 50 Sekolah Rakyat Terintegrasi di seluruh Indonesia," jelasnya.

Acara penetapan dan pembukaan MPLS ini dihadiri oleh jajaran Forkopimda, OPD Kabupaten Madiun, pejabat Kemensos, hingga perwakilan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Ditutup dengan penanaman pohon mangga di halaman Sekolah Rakyat oleh Bupati dan Wakil Bupati Madiun.(ir)

17 Guru SMA di Kabupaten Madiun Ditugaskan Jadi Guru Tamu di Sekolah Rakyat Terintegrasi

Iki Radio — Sebanyak 17 guru Sekolah Menengah Atas (SMA) di Kabupaten Madiun, Jawa Timur, resmi ditugaskan menjadi guru tamu di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) Kabupaten Madiun. 

Langkah ini dilakukan guna mendukung kelancaran kegiatan belajar mengajar (KBM) serta persiapan operasional sekolah baru tersebut.

Sekolah Rakyat Madiun direncanakan mulai beroperasi pada 31 Juli 2026 dan akan diawali dengan kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).

Kasubag Tata Usaha Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Madiun, Yulinar Quartina, menjelaskan bahwa penugasan ini merupakan tindak lanjut atas surat dari Sekretaris Jenderal Kementerian Sosial RI serta Nota Dinas Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur.

"Dari situ kami berkoordinasi dengan Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS), kemudian diteruskan kepada kepala sekolah anggota," ujar Yulinar saat dikonfirmasi, Kamis (30/7/2026).

Pemilihan 17 guru SMA tersebut dilakukan melalui seleksi kriteria yang cukup ketat untuk memprioritaskan kualitas pembelajaran. 

Guru yang ditugaskan itu merupakan tenaga pendidik kompeten di bidang mata pelajaran masing-masing dan berstatus Guru Penggerak. Memiliki beban mengajar maksimal 24 jam pelajaran per minggu di sekolah asal. Berasal dari SMA di wilayah Kabupaten Madiun agar tidak menyulitkan mobilitas menuju lokasi SRT di Kelurahan Nglames.

Yulinar menegaskan bahwa status para pendidik tersebut tetap sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan tidak dipindahkan menjadi guru tetap di Sekolah Rakyat.

"Tugas mengajar di sekolah induk tetap dijalankan. Mereka mengajar di Sekolah Rakyat pada sisa hari yang tidak digunakan untuk mengajar di sekolah asal. Misalnya Senin sampai Rabu di sekolah induk, kemudian Kamis atau Jumat mengajar di Sekolah Rakyat," jelasnya.

Penugasan guru tamu ini dijadwalkan berlangsung selama dua bulan, terhitung sejak 10 Juli hingga 10 September 2026, sesuai dengan arahan Kementerian Sosial RI.(ir)

close
Pasang Iklan Disini