Iki Radio - Pentingnya pengelolaan air mulai dari menjaga sumber air hingga system irigasi yang berkelanjutan, menjadi salah satu fokus pemerintah Kabupaten Madiun , dalam rangka mewujudkan masyarakat yang sejahtera.
Sehingga bilamana air dan system irigasi terkelola dengan baik, tentu akan dapat meminimalkan dampak yang ditimbulkan terkait permasalahan air. Diantaranya dampak bencana kekeringan maupun bencana banjir.
“Kalau kelebihan air bingung, kekurangan air juga bingung,” ujar Bupati Madiun, Hari Wuryanto, dalam pengukuhan Komisi Irigasi (KOMIR) Kabupaten Madiun, periode 2025 – 2029, di Pendopo Muda Graha Kabupaten Madiun, Senin (29/12/2025).
Kata Bupati, Kabupaten Madiun memiliki potensi sumber daya air yang besar, khususnya di kawasan lereng Gunung Wilis. Dengan pemanfaatan teknologi dan perencanaan yang tepat, kebutuhan air masyarakat dan pertanian diharapkan dapat terpenuhi, termasuk saat musim kemarau.
“Inilah sebenarnya tugas Komisi Irigasi, mengambil kebijakan dan mengamankan kebutuhan air masyarakat. Saya ingin meskipun musim kemarau, Kabupaten Madiun tidak ada wilayah yang kekeringan. Kalau ada potensi kekeringan, segera ditindaklanjuti. Air adalah kebutuhan vital masyarakat dan petani,” lanjutnya.
Sehingga Komisi Irigasi diharapkan mampu menjadi tulang punggung bagi para petani melalui sistem irigasi yang efektif dan efisien. Pengelolaan bendungan dan saluran air dilakukan secara antisipatif, terutama menjelang musim kemarau.
Sebagai landasan kebijakan, Komisi Irigasi harus meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan irigasi, memperkuat partisipasi petani dalam pengambilan keputusan, serta melindungi sumber daya air dan lingkungan untuk generasi mendatang.
“Target akhirnya adalah kesejahteraan masyarakat. Kalau kecukupan air bisa teratasi, Insya Allah masyarakat Kabupaten Madiun bisa sejahtera,” pungkasnya.
Sementara itu dalam pengukuhan KOMIR Kabupaten Madiun 2025 – 2029 ditandai dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) kepada para anggota komisi irigasi.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperinda) Kabupaten Madiun, Sodiq Heri Purnomo, sekaligus sebagai ketua KOMIR Kabupaten Madiun 2025 – 2029.
“Pengukuhan ini dimaksudkan untuk menetapkan secara resmi keanggotaan Komisi Irigasi sebagai wadah koordinasi, komunikasi, dan konsultasi antara pemerintah daerah, perkumpulan petani pemakai air, serta pemangku kepentingan lainnya,” ujar Sodiq.
Selain itu, pengukuhan bertujuan memberikan landasan
hukum bagi pelaksanaan tugas Komisi Irigasi, mendukung pengelolaan sistem
irigasi yang berkelanjutan, serta menjamin kesinambungan kebijakan irigasi
selama periode 2025–2029.(iw/IR)














