Iki Terbaru/Paling Greeess

Wamendagri Minta DPRD Perkuat Pengawasan APBD

Iki Radio - Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri), Bima Arya Sugiarto mendorong seluruh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), untuk memperkuat fungsi pengawasan, serta menggeser orientasi pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD)  tingkat serapan, menjadi anggaran berbasis dampak nyata bagi masyarakat.


Hal itu disampaikan Wamendagri, saat menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) dan Seminar Asosiasi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Seluruh Indonesia (ADKASI) yang berlangsung di Jakarta, Minggu (30/8/2026).

Langkah itu dinilai krusial guna menghadapi tantangan kompleks daerah modern, mulai dari percepatan digitalisasi, sengketa batas wilayah, hingga belum menguatnya kapasitas fiskal daerah secara signifikan setelah lebih dari dua dekade desentralisasi.

Bima Arya Sugiarto mengatakan,  keberhasilan pengelolaan APBD tidak boleh lagi hanya diukur dari besarnya serapan anggaran atau rendahnya sisa lebih perhitungan anggaran (SiLPA).

Menurutnya, DPRD bersama pemerintah daerah harus memastikan alokasi anggaran mampu memicu pertumbuhan ekonomi produktif di daerah. “Jadi APBD harus jadi pemicu produktivitas, investasi, lapangan pekerjaan, dan lain-lain,” kata Wamendagri.

Wamendagri Bima Arya Sugiarto menyoroti ketergantungan sebagian besar pemerintah daerah terhadap dana transfer dari pemerintah pusat yang masih tinggi.

Pembagian kewenangan desentralisasi dinilai belum serta-merta meningkatkan kemandirian ekonomi daerah, sehingga DPRD dituntut untuk terus memperbarui pendekatan pengawasannya terhadap kinerja eksekutif agar selaras dengan perkembangan zaman.  “Otonomi daerah sudah 30 tahun, tapi kapasitas fiskal pemerintah daerah itu nggak menguat secara signifikan. Sebagian besar masih bergantung pada transfer pusat ke daerah. Jadi desentralisasi yang dibagikan itu, kewenangan yang dibagi itu, tidak serta-merta membuat kapasitas fiskal menguat,” ujar Wamendagri.

Ia menegaskan,  daerah yang berdaya tidak akan terwujud tanpa peran aktif dan penguatan kapasitas dari lembaga legislatif daerah itu sendiri.

Oleh karena itu, Kemendagri mengimbau agar para anggota dewan senantiasa meningkatkan kapasitas diri dalam mengawal pembangunan.

 

Semarakkan Puncak HUT ke-81 RI, 1.000 Warga Manukan Sleman Gelar Karnaval Budaya

Iki Radio - Sekitar 1.000 warga Padukuhan Manukan, Kalurahan Condongcatur, Depok, Sleman, memadati rute jalanan padukuhan untuk memeriahkan karnaval budaya dan jalan sehat, Minggu (30/8/2026).

Perhelatan semarak ini menjadi puncak sekaligus penutup dari seluruh rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di wilayah setempat.

Karnaval yang mengambil titik start di Lapangan Ganjuran dan finish di Balai Padukuhan Manukan tersebut menampilkan beragam keunikan kreasi warga dari empat RW.

Sepanjang rute perjalanan, masyarakat disuguhi arak-arakan gunungan hasil pertanian, busana adat Nusantara, kostum berbahan daur ulang, hingga pertunjukan musik dari barang bekas.

Kegiatan ini juga menggerakkan ekonomi lokal melalui stan UMKM dan pengundian ratusan doorprize dengan hadiah utama seekor kambing.

Bupati Sleman Harda Kiswaya yang hadir meresmikan dan menyaksikan langsung pawai budaya mengapresiasi tinggi wujud kebersamaan serta kreativitas warga Padukuhan Manukan.

"Gunungan yang disusun dari berbagai sayuran dan hasil pertanian merupakan simbol rasa syukur dan kemakmuran. Semoga warga Padukuhan Manukan senantiasa diberikan kemakmuran," ujar Harda.

Dukuh Manukan Beti Kartiningrum menjelaskan, perayaan HUT RI secara terpusat di tingkat padukuhan ini telah konsisten dipertahankan selama empat tahun berturut-turut demi merekatkan persatuan antar-RW.

Di Kalurahan Condongcatur, Manukan menjadi satu-satunya wilayah yang melaksanakan peringatan kemerdekaan berbasis padukuhan secara utuh.

 

Cerita Wayang Mbangun Taman Maerokoco, Ini Ringkasan dan Makna Filosofisnya

Iki Radio - HUT ke 40 Persatuan Purnawirawan Angkatan Laut (PPAL), dimeriahkan dengan pagelaran wayang kulit, bertempat di kediaman mantan Panglima TNI Laksamana (purn) Yudo Margono, di Desa Garon, Kecamatan Balerejo Kabupaten Madiun, Sabtu (29/8/2026).

Pagelaran wayang kulit ini menampilkan lakon "Mbangun Taman Maerokoco" oleh dalang Ki Sigit Aryanto.


Berikut ringkasan cerita lakon "Mbangun Taman Maerokoco".

Dikisahkan, Istana Kerajaan Panchala mendadak gempar setelah Prabu Drupada resmi mengumumkan dibukanya sayembara Mbangun Taman Maerokoco. Langkah ini diambil demi memulihkan keindahan taman istana yang rusak porak-poranda akibat serangan musuh, sekaligus menjaring kesatria terbaik untuk menyunting putrinya, Dewi Srikandi.

Persyaratan utama yang diajukan dalam sayembara ini terbilang mustahil: peserta wajib membangun dan merestorasi kembali seluruh kemegahan Taman Maerokoco hanya dalam waktu satu malam.

Sejumlah tokoh dan kesatria ternama melangkah ke arena persaingan, termasuk mahaguru Resi Drona. Namun, perhatian publik tertuju pada sososk misterius bernama Tumenggung Cakranegara. Usut punya usut, sosok tersebut merupakan penyamaran dari Raden Arjuna, kesatria Penengah Pandawa yang sengaja menyembunyikan identitas aslinya.

Persaingan berlangsung sengit saat malam mulai merayap. Mengandalkan kesaktian, ketekunan, serta restu dari para dewa, Tumenggung Cakranegara berhasil merangkai kembali bangunan taman, menata pepohonan, hingga mengalirkan air jernih di kanal-kanal Taman Maerokoco tepat sebelum fajar menyingsing.

Dengan tuntasnya pembangunan tersebut, Prabu Drupada secara resmi menetapkan Raden Arjuna (Tumenggung Cakranegara) sebagai pemenang tunggal sayembara. Kemenangan ini sekaligus mengakhiri masa keprihatinan Kerajaan Panchala dan meresmikan hubungan antara Arjuna dengan Dewi Srikandi.

Cerita ini menggambarkan keteguhan niat, kesungguhan, serta pembuktian kesetiaan dan kesaktian dalam mengatasi hal yang tampak mustahil.


Makna dan Nilai Filosofis

Ketekunan dan Kerja Keras: Menyelesaikan pekerjaan besar dalam waktu singkat (semalam) menggambarkan bahwa rintangan seberat apa pun dapat diselesaikan jika dikerjakan dengan tekad kuat, fokus, dan sarana yang tepat.

Tanggung Jawab Moral: Usaha membangun taman melambangkan upaya memulihkan keindahan, keharmonisan, serta tatanan hidup yang sempat rusak oleh konflik atau amarah (kehancuran).

Simbol Kesucian dan Keindahan: Taman Maerokoco sering dimaknai sebagai lambang batin yang suci, tempat ketenangan jiwa yang harus dijaga dan dirawat agar tidak dirusak oleh hawa nafsu atau niat buruk.

Saka POM SMA GIKI 2 Surabaya Edukasi Warga Sekolah Soal Keamanan Obat dan Makanan

Iki Radio – Kebiasaan sederhana seperti “cek dulu sebelum beli” bisa menjadi langkah awal untuk lebih cerdas memilih obat dan makanan. 

Pesan inilah yang dibawa anggota Satuan Karya Pramuka Pengawas Obat dan Makanan (Saka POM) SMA GIKI 2 Surabaya saat berbagi edukasi keamanan obat dan makanan kepada komunitas sekolah, Jumat (28/8/2026).

Kegiatan ini menjadi kesempatan bagi anggota Saka POM untuk menerapkan pengetahuan yang diperoleh melalui Diklat Saka POM Kota Surabaya, sekaligus membagikannya kepada teman-teman di lingkungan sekolah. 

Edukasi dikemas secara interaktif dan dekat dengan keseharian pelajar, sehingga informasi yang disampaikan lebih mudah dipahami dan dipraktikkan.

Dalam aksi edukasi tersebut, tiga krida Saka POM diperkenalkan kepada siswa.

Diantaranya Krida Pengujian Sederhana Obat dan Makanan yang mengajak siswa mengenal cara praktis untuk mendeteksi keamanan suatu produk.

Krida Pemantauan Obat dan Makanan, yakni memperkenalkan pemanfaatan aplikasi BPOM Mobile untuk memverifikasi legalitas serta informasi produk secara akurat.

Krida Informasi Obat dan Makanan untuk mendorong pelajar untuk aktif menyebarkan edukasi dan mengajak lebih banyak orang peduli terhadap produk yang dikonsumsi.

Pimpinan Insani (PIN) Saka POM Surabaya, Rika, berharap pengetahuan yang diperoleh para anggota tidak berhenti di lingkup internal saja.

“Harapannya, pengetahuan yang diperoleh tidak hanya berhenti pada anggota Saka POM, tetapi terus dibagikan kepada teman, keluarga, dan masyarakat. Dengan begitu, semakin banyak yang paham dan peduli terhadap keamanan obat dan makanan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Rika.

Respon positif juga dirasakan oleh anggota yang bertugas di lapangan. Nadia, anggota Saka POM Krida Informasi, mengaku kegiatan ini memberikan pengalaman berharga dan melatih rasa percaya dirinya.

“Ternyata menyampaikan informasi keamanan obat dan makanan bisa dilakukan dengan cara yang sederhana dan dekat dengan keseharian kita,” ungkap Nadia.

Melalui aksi nyata ini, para pelajar SMA GIKI 2 Surabaya tidak hanya diajak menjadi konsumen yang kritis, cermat, dan bijak, tetapi juga didorong untuk mengambil peran aktif sebagai agen perubah (agent of change) dalam menyebarkan informasi keamanan obat dan makanan di lingkungan sekolah, keluarga, hingga masyarakat luas.(ir)

Jelang Jatuh Tempo PBB-P2, Bapenda Kota Madiun Jemput Bola dan Beri Souvenir Bagi WP

Iki Radio — Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Madiun terus memaksimalkan pelayanan pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) menjelang batas akhir jatuh tempo pada 30 September 2026 mendatang. 

Strategi jemput bola digencarkan guna mempermudah masyarakat dalam memenuhi kewajiban perpajakannya.

Kepala Bapenda Kota Madiun, Jariyanto, menyampaikan bahwa pihaknya menyiagakan armada khusus untuk mendekatkan jangkauan pelayanan ke tengah masyarakat.

"Menggunakan mobil Paling Bijak (Pelayanan Keliling Bagi Wajib Pajak), petugas dari Bapenda Kota Madiun turun langsung mendekatkan layanan pembayaran pajak agar masyarakat dapat membayar dengan lebih cepat dan mudah," ujar Jariyanto, Jum'at (28/8/2026).

Tak hanya kemudahan akses, Bapenda Kota Madiun juga memberikan apresiasi khusus bagi warga yang taat pajak. Setiap wajib pajak yang melakukan pembayaran dan memenuhi kewajibannya akan mendapatkan reward menarik berupa souvenir.

Dengan optimalisasi pelayanan keliling ini, Jariyanto optimistis target penerimaan pajak dapat terpenuhi secara maksimal sebelum batas waktu yang ditentukan.

"Target kami sebelum 30 September 2026, pembayaran PBB-P2 sudah bisa mencapai 100 persen. Kami sangat optimistis target tersebut dapat tercapai berkat partisipasi aktif warga," tegasnya.

Jariyanto menghimbau seluruh masyarakat Kota Madiun untuk segera melunasi PBB-P2 sebelum masa jatuh tempo. Ia mengingatkan bahwa pajak yang dibayarkan oleh warga sangat penting untuk keberlangsungan pembangunan daerah.

"Pajak yang dibayarkan ini nantinya akan digunakan untuk pembangunan Kota Madiun, yang hasil dan manfaatnya tentu akan kembali dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat," pungkasnya.(ir)

Dukung Program Makan Bergizi Gratis, BPOM Perkuat Keamanan Pangan Sekolah di Surabaya

Iki Radio – Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM) terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui peningkatan pengawasan dan penguatan keamanan pangan di lingkungan sekolah.

Langkah nyata tersebut diwujudkan oleh Balai Besar POM (BBPOM) di Surabaya melalui kegiatan edukasi mandiri yang dibawakan oleh Kader Keamanan Pangan Sekolah di SMAN 18 Surabaya pada Kamis (27/8/2026). 

Dalam sosialisasi ini, para siswa dibekali pemahaman mendasar mengenai tata cara memilih, menangani, hingga mengonsumsi pangan secara aman.

Kepala Badan POM, Taruna Ikrar, menegaskan bahwa kepastian keamanan pangan merupakan pilar utama agar program MBG berjalan optimal.

“Keamanan pangan menjadi salah satu kunci keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis,” tegas Taruna Ikrar.

Aspek keamanan menjadi krusial agar seluruh hidangan yang disalurkan kepada penerima manfaat tidak hanya kaya akan asupan gizi, tetapi juga bebas dari risiko kontaminasi dan aman untuk dikonsumsi.

Pembentukan Kader Keamanan Pangan Sekolah ini merupakan hasil dari rangkaian Training of Trainers (ToT) yang telah digelar BBPOM Surabaya pada Juli lalu. Melalui pembekalan tersebut, para kader kini bertindak sebagai penggerak utama edukasi di lingkungan masing-masing.

Perwakilan SMAN 18 Surabaya menyambut positif edukasi berkelanjutan ini.

“Melalui KIE (Komunikasi, Informasi, dan Edukasi) ini, kami berharap siswa semakin memahami bahwa makanan yang bergizi juga harus aman. Pengetahuan tersebut diharapkan dapat diterapkan di sekolah dan dibawa ke lingkungan keluarga,” ungkapnya.

Gerakan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) mandiri ini tidak hanya berhenti di SMAN 18 Surabaya. Kegiatan serupa diselenggarakan secara serentak dan bertahap di sejumlah sekolah lintas jenjang di wilayah Surabaya.

Melalui penguatan kapasitas kader dan edukasi yang konsisten, sekolah diharapkan mampu tumbuh menjadi pusat budaya pangan aman. 

Pengetahuan yang didapat para siswa tidak hanya menyokong kelancaran program MBG di sekolah, namun juga dapat diterapkan di rumah serta ditularkan kepada keluarga dan masyarakat luas.

Ariel Tatum Resmi Ganti Nama Legal Jadi Ariel Dewinta Ayu Sekarini

Iki Radio— Kabar mengejutkan datang dari panggung hiburan Tanah Air. Aktris sekaligus penyanyi Ariel Tatum secara resmi mengubah nama legalnya dari Ariel Putri Tari menjadi Ariel Dewinta Ayu Sekarini. Langkah besar ini diambil sebagai bentuk penghormatan mendalam terhadap pemberian nama dari kakek dan neneknya.

Kepastian perubahan identitas hukum tersebut didapat setelah majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan mengabulkan permohonan yang diajukan sang aktris pada Kamis (27/8/2026). 

Sontak, kabar ini langsung viral dan menjadi perbincangan hangat publik di berbagai platform media sosial.

Permohonan perubahan nama yang terdaftar dengan nomor register 731/Pdt.P/2026/PN JKT.Sel ini diajukan sejak 12 Agustus 2026. Proses persidangan berlangsung cepat dan efisien karena memanfaatkan sistem e-court (persidangan elektronik).

"Sebagai pemohon hadir di persidangan, intinya memohon perubahan nama dari Ariel Putri Tari menjadi Ariel Dewinta Ayu Sekarini," ujar Humas Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Halida Rahardhini, saat memberikan keterangan di PN Jakarta Selatan, Kamis (27/8/2026).

Berbeda dari tren selebriti pada umumnya yang kerap berganti nama untuk keperluan panggung atau keberuntungan karier, alasan wanita kelahiran 8 November 1996 ini murni didasari alasan personal dan kekeluargaan.

"Dengan alasan untuk menghormati pemberian nama dari kakek dan neneknya," jelas Halida.

Meski nama legalnya kini berganti menjadi Ariel Dewinta Ayu Sekarini, langkah ini diambil untuk menyelaraskan jati diri dengan penghormatan kepada leluhur tanpa berniat meninggalkan identitas lama yang sudah melekat di hati para penggemarnya.

Dengan terbitnya putusan pengadilan yang diunggah melalui sistem e-court tersebut, seluruh dokumen administrasi kependudukan resmi milik Ariel—mulai dari Kartu Tanda Penduduk (KTP), Kartu Keluarga (KK), hingga paspor—akan segera diperbarui sesuai dengan identitas barunya.

Terketuk Korban Gempa, Pelajar SD di Batang Donasikan Uang Saku

Iki Radio - Ratusan siswa SD Negeri Kauman 7 menunjukkan kepeduliannya terhadap korban gempa yang terjadi di Nusa Tenggara Timur belum lama ini dengan melakukan penggalangan donasi. Hal ini diinisiasi oleh para pendidik untuk melatih kepedulian sosial terhadap sesama sejak dini, dengan mendonasikan sebagian uang sakunya untuk warga NTT yang terdampak gempa.

Sejumlah Pelajar melakukan penggalangan dana untuk korban NTT di halaman SD Negeri Kauman 7 Batang, Kabupaten Batang.

Sebanyak 340 siswa dari kelas 1 hingga 6, secara sukarela menyisihkan sebagian uang sakunya, bahkan ada yang rela menyerahkan seluruh uang tabungan yang sudah terkumpul sejak Taman Kanak-kanak.

Salah satunya, Salwa Hanifah siswi kelas 3 SD Negeri Kauman 7, mengaku berkeinginan secara pribadi untuk menyumbangkan seluruh tabungannya demi membantu para korban terdampak gempa di NTT.

“Ga papa, ibu sama ayah udah tahu kalau tabunganku mau ku sumbangkan semuanya buat beli makanan, minuman sama obat-obatan. Terus mau dikirim ke saudara-saudara yang kena gempa,” katanya, usai membobol celengannya, di halaman SD Negeri Kauman 7, Kabupaten Batang, Rabu (26/8/2026).

Selama ini ia konsisten menyisihkan uang sakunya mulai dari nominal Rp500,00 hingga Rp1.000,00, sampai terkumpul seluruhnya dan didonasikan untuk membantu warga NTT.

Senada, Hamizan siswa kelas 3 SD Negeri Kauman 7, pun telah rutin menyisihkan uang sakunya sejak lima tahun lalu dan ketika ada yang membutuhkan termotivasi untuk didonasikan kepada warga NTT yang terdampak gempa.

“Ini uang tabungan mau dikasih buat bantu teman-teman yang lagi kesakitan, biar sehat buat beli obat, nggak papa semua tabungannya buat bantuin,” tuturnya.

Ia secara rutin selalu menyisihkan uang saku setiap hari sepulang sekolah untuk ditabung, dengan nominal antara Rp500,00 sampai Rp1.000,00. “Dari uang jajan Rp7 ribu saya tabung Rp1.500,00 setiap harinya,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala SD Negeri Kauman 7, Rasokha membenarkan, aksi pengumpulan donasi ini terinspirasi untuk melatih kepekaan sosial atas penderitaan yang saat ini dirasakan warga NTT yang terdampak. Hal ini wujud kepedulian terhadap warga yang terdampak musibah gempa sekaligus mendidik siswa tentang kepedulian terhadap sesama untuk mengamalkan Pancasila.

“Setelah terkumpul dan dihitung seluruhnya, akan kami salurkan melalui PMI Batang untuk didonasikan kepada warga NTT. Kami akan ajak perwakilan siswa dan guru, untuk menyerah donasi,” ujar dia. 

 

close
Pasang Iklan Disini