Iki Radio - Ratusan siswa SD Negeri Kauman 7 menunjukkan kepeduliannya terhadap korban gempa yang terjadi di Nusa Tenggara Timur belum lama ini dengan melakukan penggalangan donasi. Hal ini diinisiasi oleh para pendidik untuk melatih kepedulian sosial terhadap sesama sejak dini, dengan mendonasikan sebagian uang sakunya untuk warga NTT yang terdampak gempa.
![]() |
| Sejumlah Pelajar melakukan penggalangan dana untuk korban NTT di halaman SD Negeri Kauman 7 Batang, Kabupaten Batang. |
Sebanyak 340 siswa dari kelas 1
hingga 6, secara sukarela menyisihkan sebagian uang sakunya, bahkan ada yang
rela menyerahkan seluruh uang tabungan yang sudah terkumpul sejak Taman
Kanak-kanak.
Salah satunya, Salwa Hanifah
siswi kelas 3 SD Negeri Kauman 7, mengaku berkeinginan secara pribadi untuk
menyumbangkan seluruh tabungannya demi membantu para korban terdampak gempa di
NTT.
“Ga papa, ibu sama ayah udah tahu
kalau tabunganku mau ku sumbangkan semuanya buat beli makanan, minuman sama
obat-obatan. Terus mau dikirim ke saudara-saudara yang kena gempa,” katanya,
usai membobol celengannya, di halaman SD Negeri Kauman 7, Kabupaten Batang,
Rabu (26/8/2026).
Selama ini ia konsisten
menyisihkan uang sakunya mulai dari nominal Rp500,00 hingga Rp1.000,00, sampai
terkumpul seluruhnya dan didonasikan untuk membantu warga NTT.
Senada, Hamizan siswa kelas 3 SD
Negeri Kauman 7, pun telah rutin menyisihkan uang sakunya sejak lima tahun lalu
dan ketika ada yang membutuhkan termotivasi untuk didonasikan kepada warga NTT
yang terdampak gempa.
“Ini uang tabungan mau dikasih
buat bantu teman-teman yang lagi kesakitan, biar sehat buat beli obat, nggak
papa semua tabungannya buat bantuin,” tuturnya.
Ia secara rutin selalu
menyisihkan uang saku setiap hari sepulang sekolah untuk ditabung, dengan
nominal antara Rp500,00 sampai Rp1.000,00. “Dari uang jajan Rp7 ribu saya
tabung Rp1.500,00 setiap harinya,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala SD Negeri
Kauman 7, Rasokha membenarkan, aksi pengumpulan donasi ini terinspirasi untuk
melatih kepekaan sosial atas penderitaan yang saat ini dirasakan warga NTT yang
terdampak. Hal ini wujud kepedulian terhadap warga yang terdampak musibah gempa
sekaligus mendidik siswa tentang kepedulian terhadap sesama untuk mengamalkan
Pancasila.
“Setelah terkumpul dan dihitung
seluruhnya, akan kami salurkan melalui PMI Batang untuk didonasikan kepada
warga NTT. Kami akan ajak perwakilan siswa dan guru, untuk menyerah donasi,”
ujar dia.








