Iki Terbaru/Paling Greeess
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Madiun Mengucapkan Selamat Hari Jadi Ke 458 Kabupaten Madiun
PT BPR POLATAMA KUSUMA
PT Bank Perekonomian Rakyat (BPR) Polatama Kusuma, senantiasa menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, dalam memberikan layanan terbaik.
Mulai masyarakat umum, pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), lembaga, kantor dan pemerintah daerah.
Pada Hari Jadi ke 458 Kabupaten Madiun ini, seluruh Direksi, Dewan Pengawas, Staf dan Karyawan PT BPR Polatama Kusuma, mengcapkan :
Selamat Hari Jadi Kabupaten Madiun ke 458 tahun 2026.
Berinovasi dan Berkolaborasi untuk Kabupaten Madiun Bersahaja.
Direktur Utama PT BPR Polatama Kusuma
Sofyan Yulianto, SE., MM.
HJKM 458, Kepala BPS Kabupaten Madiun : Inovasi Berbasis Data dan Kolaborasi Kunci Utama
Iki Radio – Memperingati Hari Jadi Kabupaten Madiun (HJKM) ke-458, dengan tema Berinovasi dan Berkolaborasi untuk Kabupaten Madiun Bersahaja, Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Madiun menekankan pentingnya sinergi berbasis data untuk mewujudkan visi daerah yang "Bersahaja" (Bersih, Sehat, Sejahtera, dan Bersahaja).
Kepala BPS Kabupaten Madiun, Wisma Eka Nurcahyanti, SST., MT., menyampaikan apresiasi mendalam atas tema besar yang diusung dalam hari jadi tahun ini. Menurutnya, target besar pemkab hanya bisa dicapai melalui dua kunci utama: inovasi dan kolaborasi.
Wisma menjelaskan bahwa inovasi yang efektif tidak bisa lahir dari tebakan, melainkan harus berbasis data yang kuat. Inovasi bertujuan untuk mempercepat proses birokrasi dan memperbesar capaian output pembangunan.
"Untuk bisa melakukan inovasi, tentunya sebelumnya kita butuh data. Melalui pembinaan statistik sektoral yang kami lakukan, BPS memfasilitasi dan mendorong jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk dapat menghasilkan data capaian hasil pembangunan yang akurat dan tepat dari instansi masing-masing," ujar Wisma, Sabtu (4/7/2026).
Data akurat dari tiap OPD inilah yang nantinya menjadi kompas atau dasar utama dalam merumuskan inovasi kebijakan yang tepat sasaran.
Dari sisi kolaborasi, BPS menilai hubungan kerja sama di internal Pemerintah Kabupaten Madiun sudah berjalan sangat solid.
Hubungan baik ini juga terjaga erat dengan pihak eksternal, jajaran Forkopimda, serta instansi vertikal termasuk BPS sendiri.
Salah satu wujud nyata dari kolaborasi ini adalah persiapan pengawalan Sensus Ekonomi 2026.
BPS Kabupaten Madiun bahkan telah meluncurkan jargon khusus yang menyelaraskan program nasional ini dengan visi lokal, yaitu "SEtia" (Sensus Ekonomi untuk Kabupaten Madiun Bersahaja).
"Dengan kolaborasi ini, kita mendapat banyak keuntungan untuk memperlancar pelaksanaan sensus. Hasilnya nanti akan kembali ke masyarakat Madiun sendiri, melalui serangkaian kebijakan ekonomi yang diambil pemerintah berdasarkan data Sensus Ekonomi tersebut," tambahnya.
Harapannya, dengan diperingatinya Hari Jadi ke-458 ini,
makin banyak inovasi positif yang digagas—baik oleh internal pemkab, pihak
eksternal, maupun masyarakat. Kolaborasi juga harus makin erat dan solid untuk
memperlancar seluruh program pembangunan demi mewujudkan Kabupaten Madiun
Bersahaja.(ir)
Hari Jadi ke-458, Pemkab Madiun Ajak Seluruh Elemen Berinovasi dan Berkolaborasi demi Kesejahteraan Masyarakat
Iki Radio – Memperingati Hari Jadi ke-458 Kabupaten Madiun, Pemerintah Kabupaten Madiun mengusung semangat kebersamaan yang kuat melalui tema "Berinovasi dan Berkolaborasi untuk Kabupaten Madiun Bersahaja".
Tema ini bukan sekadar slogan, melainkan sebuah pemantik semangat bagi seluruh lapisan masyarakat, Aparatur Sipil Negara (ASN), hingga para pemangku kepentingan (stakeholder).
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Madiun, Sigit Budiarto, S.Sos., M.Si, menyampaikan bahwa momentum hari jadi tahun ini harus dijadikan pijakan untuk memperkuat sinergisitas di segala sektor.
Menurutnya, tantangan daerah ke depan hanya bisa dihadapi jika semua pihak bergerak dalam satu visi yang sama.
"Tema Hari Jadi ke-458 ini merupakan panggilan aksi bagi kita semua—baik masyarakat, ASN, maupun seluruh stakeholder yang ada di Kabupaten Madiun. Kita harus memantapkan sinergisitas dan kolaborasi untuk melahirkan inovasi-inovasi baru," ujar Sigit Budiarto, Jum'at (3/7/2026).
Sigit menambahkan, muara dari seluruh kolaborasi dan inovasi yang dilakukan oleh pemerintah daerah bersama masyarakat adalah peningkatan kesejahteraan yang merata.
ASN sebagai pelayan publik dituntut untuk lebih adaptif dan kreatif dalam menghadirkan solusi atas kebutuhan warga.
Di sisi lain, keterlibatan aktif masyarakat dan sektor swasta (stakeholder) menjadi kunci agar program pembangunan dapat berjalan lebih efektif dan tepat sasaran.
Melalui semangat "Madiun Bersahaja", Pemkab Madiun berkomitmen untuk terus berbenah, membangun infrastruktur yang inklusif, serta meningkatkan kualitas pelayanan publik berbasis inovasi digital maupun sosial.
Pentingnya membangun sinergisitas yang kuat guna mempertemukan visi antara pemerintah, swasta, dan elemen masyarakat. Dengan inovasi berkelanjutan yang mendorong ASN menciptakan terobosan baru dalam pelayanan publik, guna mewujudkan masyarakat yang sejahtera sebagai tujuan akhir dari setiap kebijakan.
"Dengan bergotong-royong, berinovasi tanpa henti, dan menjaga kolaborasi yang sehat, kita optimis Kabupaten Madiun akan tumbuh menjadi daerah yang bersih sehat dan sejahtera," pungkasnya.(ir)
Hari Jadi ke-458 Kabupaten Madiun: Bank Jatim Caruban Siap Berkolaborasi dan Berinovasi demi Kemajuan Daerah
Iki Radio – Peringatan Hari Jadi ke-458 Kabupaten Madiun tahun ini mengusung tema besar yang penuh semangat optimistis, yaitu “Berinovasi dan Berkolaborasi untuk Kabupaten Madiun Bersahaja”.
Tema tersebut dinilai sangat relevan dan sejalan dengan arah pembangunan yang dicanangkan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun.
Apresiasi dan dukungan terhadap tema ini salah satunya datang dari pimpinan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) Cabang Caruban, Wiediawan Fendianto.
Menurutnya, gagasan mengenai inovasi dan kolaborasi sangat tepat untuk mengoptimalkan berbagai potensi yang dimiliki oleh Kabupaten Madiun.
"Menurut kami, tema saat ini sangat cocok dengan visi dan misi Pemkab Madiun. Mengingat, Kabupaten Madiun ini memiliki wilayah yang cukup luas dengan potensi daerah yang masih sangat banyak dan bisa dikembangkan," ujar Wiediawan Fendianto saat memberikan tanggapan terkait momentum hari jadi Kabupaten Madiun.
Wiediawan menambahkan, di era modern yang penuh dengan perubahan dinamis seperti sekarang, metode kerja konvensional tidak lagi cukup. Diperlukan terobosan-terobosan baru yang kreatif (inovasi) serta kerja sama yang solid antarinstansi (kolaborasi) agar pemanfaatan potensi daerah bisa berjalan maksimal.
Sebagai bagian dari pilar perekonomian di wilayah Caruban, Madiun dan sekitarnya, Bank Jatim berkomitmen untuk terus menjadi mitra strategis pemerintah daerah. Melalui sinergi yang kuat, pertumbuhan ekonomi masyarakat Kabupaten Madiun diharapkan dapat terakselerasi dengan baik.
Pihaknya pun meyakini bahwa dengan penerapan komitmen inovasi dan kolaborasi secara konsisten, Kabupaten Madiun memiliki peluang besar untuk tampil menjadi daerah yang unggul di tingkat yang lebih tinggi.
"Dengan kolaborasi dan inovasi di era saat ini, kami yakin Kabupaten Madiun akan menjadi salah satu kabupaten terbaik di Jawa Timur khususnya, dan di Indonesia pada umumnya," pungkas Wiediawan dengan nada optimistis.
Momentum Hari Jadi ke-458 ini diharapkan menjadi titik
balik bagi seluruh elemen masyarakat dan pemangku kepentingan untuk bergerak
bersama, membawa Kabupaten Madiun menuju masa depan yang lebih maju, sejahtera,
dan bersahaja.(ir)
Hari Jadi ke-458, Kajari Kabupaten Madiun: Momentum Kuatkan Kolaborasi dan Inovasi Menuju "BERSAHAJA"
Iki Radio – Memperingati Hari Jadi ke-458, Kabupaten Madiun mengusung semangat baru yang tertuang dalam tema "Berinovasi dan Berkolaborasi untuk Kabupaten Madiun Bersahaja".
Momentum ini menjadi pemacu bagi seluruh elemen daerah untuk bersatu padu dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat yang merata.
Untuk mencapai visi dan misi besar tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor.
Pemkab Madiun menyadari bahwa roda pemerintahan dan pembangunan tidak akan bisa berjalan optimal jika bergerak sendirian.
Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kabupaten Madiun, Achmad Hariyanto Mayangkoro, S.H., menyampaikan, kolaborasi aktif dengan berbagai stakeholder atau pemangku kepentingan adalah harga mati demi kemajuan daerah.
"Untuk mencapai tujuan visi dan misi Kabupaten Madiun, tentu diperlukan kolaborasi yang kuat dengan stakeholder lain. Pemerintah daerah tidak mungkin bisa berjalan sendiri," ujar Achmad Hariyanto Mayangkoro, Rabu (1/7/2026).
Lebih lanjut dikatakan bahwa setiap instansi dan lembaga negara harus mengambil peran aktif sesuai dengan Tugas Pokok dan Fungsi (Tupoksi) masing-masing.
Kejaksaan Negeri sendiri siap mengawal, mendukung, dan memberikan pendampingan hukum agar program-program pembangunan berjalan tepat sasaran, transparan, dan akuntabel.
![]() |
| Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Madiun, Achmad Hariyanto Mayangkoro, S.H. |
Selain kolaborasi, pilar penting yang disoroti dalam hari jadi ke-458 ini adalah inovasi. Kabupaten Madiun dituntut untuk terus melahirkan terobosan dan hal-hal baru yang memberikan manfaat nyata bagi hajat hidup orang banyak.
Inovasi yang diciptakan bukan sekadar formalitas, melainkan harus berdampak langsung pada peningkatan ekonomi, pelayanan publik, dan kesejahteraan sosial masyarakat, sejalan dengan slogan BERSAHAJA (Bersih, Sehat, Sejahtera).
Diharapkan adanya kolaborasi dengan memperkuat komunikasi horizontal antara Pemkab, Forkopimda (termasuk Kejaksaan Negeri), sektor swasta, dan masyarakat. Setiap lembaga negara bergerak simultan sesuai porsinya untuk saling melengkapi, bukan saling tumpang tindih.
Serta terus melakukan inovasi secara berkelanjutan dengan mendorong digitalisasi pelayanan dan kemudahan akses bagi warga Madiun guna mewujudkan masyarakat yang bersahaja.
Dengan usia yang kian matang, 458 tahun menjadi bukti
ketangguhan Kabupaten Madiun. Melalui tangan-tangan yang saling bergandengan
dan pemikiran yang terus berinovasi, target Kabupaten Madiun yang maju dan BERSAHAJA
(Bersih Sehat dan Sejahtera) kini bukan lagi sekadar impian, melainkan target
nyata yang siap dicapai bersama.
“Selamat hari jadi Kabupaten Madiun ke 458. Mari berinovasi
dan berkolaborasi untuk Kabupaten Madiun bersahaja,” pungkasnya.(ir)
HJKM ke-458: Dinas PMD Ajak Masyarakat Wujudkan ‘Desa Berdaya’ Menuju Madiun BERSAHAJA
Iki Radio – Momentum Hari Jadi Kabupaten Madiun (HJKM) ke-458 tahun 2026 menjadi pijakan penting bagi Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Madiun.
Dinas PMD secara aktif mengajak seluruh elemen masyarakat di semua tingkatan untuk bersinergi mewujudkan konsep Desa Berdaya, demi tercapainya Kabupaten Madiun yang Bersih, Sehat, dan Sejahtera (BERSAHAJA).
Desa berdaya sendiri merupakan konsep desa yang mampu mengelola potensi lokalnya secara mandiri dan berkelanjutan. Konsep ini menekankan pada pemberdayaan masyarakat sebagai aktor utama pembangunan dengan memanfaatkan sumber daya yang ada di desa tersebut.
Kepala Dinas PMD Kabupaten Madiun, Supriadi, menegaskan bahwa keselarasan langkah antara pemerintah dan masyarakat sangat dibutuhkan, sesuai dengan semangat hari jadi tahun ini.
"Tema peringatan tahun ini adalah Berinovasi dan Berkolaborasi Untuk Kabupaten Madiun Bersahaja. Sehingga diperlukan kerjasama dan dukungan dari seluruh pihak di semua tingkatan," terang Supriadi.
Langkah Dinas PMD ini sejalan dengan tugas pokok dan fungsinya dalam membantu Bupati melaksanakan urusan pemerintahan daerah.
Supriadi menjelaskan bahwa instansinya fokus pada tiga pilar utama, Bina pemerintahan desa, Pemberdayaan usaha ekonomi masyarakat dan pembangunan, dan Pemberdayaan kelembagaan masyarakat.
Dalam menjalankan roda organisasi, Dinas PMD Kabupaten
Madiun bergerak berdasarkan fungsi-fungsi strategis, di antaranya:
- Perumusan dan Pelaksanaan Kebijakan: Menyusun dan mengeksekusi kebijakan daerah di bidang pemerintahan desa, ekonomi masyarakat, serta kelembagaan.
- Pembinaan dan Pengawasan: Melakukan kontrol dan pengendalian berkala agar program kerja di tingkat desa berjalan transparan dan akuntabel.
- Administrasi dan Tugas Kedinasan: Menyelenggarakan administrasi kedinasan serta menjalankan fungsi lain yang diamanatkan oleh Bupati.
Melalui momentum HJKM ke-458 ini, Dinas PMD berharap masyarakat dapat meningkatkan semangat kebersamaan dan gotong royong. Dengan memberdayakan masyarakat desa serta memaksimalkan potensi lokal, desa berdaya diyakini mampu menjadi motor penggerak utama pembangunan yang berkelanjutan.
Sebagai penutup, Kepala Dinas PMD menyampaikan ucapan selamat sekaligus harapan besarnya bagi masa depan Kabupaten Madiun.
"Kami dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa
Kabupaten Madiun, mengucapkan Selamat Hari Jadi Kabupaten Madiun ke-458. Mari
Berinovasi dan Berkolaborasi untuk Kabupaten Madiun Bersahaja. Desa Berdaya,
Masyarakat Sejahtera," pungkas Supriadi.(ir)
Hari Jadi ke-458 Kabupaten Madiun: Mashudi Tekankan Inovasi dan Sinergi Bersama demi Visi "Bersih, Sehat, Sejahtera"
Iki Radio – Peringatan Hari Jadi ke-458 Kabupaten Madiun menjadi momentum penting untuk merefleksikan capaian pembangunan sekaligus menata strategi masa depan.
Anggota DPRD Kabupaten Madiun sekaligus Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Madiun, Mashudi, menegaskan bahwa tantangan ke depan memerlukan lompatan besar dalam bentuk inovasi daerah serta kerja sama yang konstruktif dari seluruh elemen masyarakat.
Menurut Mashudi, mewujudkan visi misi Kabupaten Madiun yang Bersih, Sehat, dan Sejahtera bukan sekadar tugas di atas kertas, melainkan sebuah komitmen yang membutuhkan terobosan nyata.
"Dalam membangun daerah di era sekarang, kita tidak bisa lagi menggunakan cara-cara lama yang monoton. Dibutuhkan inovasi-inovasi segar di berbagai sektor agar pembangunan bisa berjalan lebih akseleratif dan langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," ujar Mashudi saat memberikan keterangan, Senin (29/6/2026).
Lebih lanjut, Mashudi mengingatkan bahwa keberhasilan dalam mencapai visi daerah yang bersih dari korupsi, sehat masyarakat dan lingkungannya, serta sejahtera ekonominya, merupakan tanggung jawab kolektif. Visi besar ini tidak akan terwujud jika hanya bertumpu pada satu pihak saja.
Ia memaparkan tiga pilar utama yang harus bergerak selaras:
- Eksekutif (Pemerintah Daerah): Sebagai motor penggerak program dan inovasi pelayanan publik.
- Legislatif (DPRD): Sebagai pengawal regulasi, penganggaran, dan pengawasan yang konstruktif.
- Masyarakat: Sebagai subjek sekaligus mitra aktif pembangunan yang ikut menjaga iklim daerah tetap kondusif.
"Visi misi ini adalah tanggung jawab bersama. Sinergi yang konstruktif antara eksekutif, legislatif, dan seluruh lapisan masyarakat Kabupaten Madiun adalah kunci utama. Kita harus berjalan beriringan, saling mendukung, dan gotong royong," tambah Ketua DPD Partai Golkar tersebut.
Melalui momentum Hari Jadi ke-458 ini, Mashudi mengajak semua pihak untuk membuang ego sektoral dan memperkuat komitmen demi kemajuan Bumi Kampung Pesilat.
Dengan inovasi yang tiada henti dan kerja sama yang
solid, optimisme menuju Kabupaten Madiun yang lebih maju dan sejahtera di masa
depan dapat terwujud nyata.(ir)
HJKM ke-458: Disperidakop-UM Kabupaten Madiun Pacu Inovasi Digital dan Kolaborasi demi Wujudkan Ekonomi yang ‘Bersahaja’
Iki Radio – Peringatan Hari Jadi Kabupaten Madiun (HJKM) ke-458 menjadi momentum penting bagi seluruh elemen pemerintahan untuk merefleksikan diri dan memperkuat komitmen pelayanan.
Mengusung tema "Berinovasi dan Berkolaborasi untuk Kabupaten Madiun Bersahaja", Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro (Disperidakop-UM) Kabupaten Madiun siap melangkah lebih maju lewat transformasi digital dan sinergi lintas sektor.
Kepala Disperidakop-UM Kabupaten Madiun, Indra Setyawan, S.E., M.Si., menyampaikan bahwa tema hari jadi tahun ini bukan sekadar slogan, melainkan sebuah komitmen kerja yang nyata.
Menurut Indra Setyawan, makna "Berinovasi" bagi Disperidakop-UM adalah keberanian untuk meninggalkan cara-cara lama yang manual dan beralih ke tata kelola berbasis digital.
"Kami terus bergerak memodernisasi manajemen internal koperasi, mendigitalisasi transaksi di pasar rakyat, membangun sistem pemantauan harga bahan pokok penting (bapokting) berbasis data real-time, hingga menginisiasi Pasar Tertib Ukur (PTU) dan mendorong pelaku usaha mikro untuk melek teknologi atau go-digital," ujarnya, Senin (29/6/2026).
Sementara itu, "Berkolaborasi" menjadi kunci utama karena stabilitas harga pangan, perlindungan konsumen, penguatan koperasi, dan upaya menaikkan kelas UMKM tidak bisa diwujudkan sendirian.
Diperlukan sinergi yang kuat antara pemerintah, distributor pangan, lembaga keuangan, akademisi, hingga kesadaran mandiri dari pelaku usaha dan konsumen.
"Muara akhir dari seluruh pelayanan ini adalah mewujudkan Kabupaten Madiun Bersahaja, yaitu masyarakat yang sejahtera, mandiri, dan berdaya saing melalui fondasi ekonomi lokal yang jujur, sehat, dan tangguh," tambanya.
Menyelaraskan dengan tema HJKM ke-458, Disperidakop-UM telah mengimplementasikan berbagai program strategis demi mendongkrak ekonomi Bumi Kampung Pesilat. Berikut adalah 5 pilar langkah nyata yang telah dilakukan:
- Pemberdayaan UMKM Naik Kelas: Memberikan pelatihan kemasan (packaging), memfasilitasi pengurusan legalitas usaha secara gratis (NIB, PIRT, sertifikasi Halal), hingga mendampingi produk unggulan daerah agar mampu menembus pasar luar daerah.
- Revitalisasi dan Digitalisasi Pasar Rakyat: Mengupayakan kenyamanan fisik pasar tradisional sekaligus mengenalkan sistem pembayaran nontunai (E-Retribusi) demi meningkatkan akuntabilitas dan efisiensi transaksi.
- Penguatan Koperasi: Melakukan pembinaan rutin dan penilaian kesehatan koperasi, serta mendorong reposisi koperasi agar menjadi pilar ekonomi yang sehat dan transparan bagi anggotanya.
- Stabilisasi Harga dan Pasar Murah: Menyelenggarakan operasi pasar dan pasar murah secara berkala untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus menekan laju inflasi daerah.
- Perlindungan Konsumen (Metrologi): Menjalankan program jemput bola melalui sidang tera dan tera ulang keliling, serta pengawasan ketat pada fasilitas publik seperti SPBU untuk memastikan akurasi alat ukur demi mewujudkan Kabupaten Madiun sebagai Daerah Tertib Ukur.
Melalui momentum hari jadi ini, Indra Setyawan berharap koperasi, pasar tradisional, dan usaha mikro di Kabupaten Madiun memiliki daya saing yang tinggi, sehingga mampu tumbuh sejajar dengan ritel modern dan tangguh menghadapi guncangan ekonomi global.
"Kami berharap kemitraan antara pemerintah, pelaku
usaha, dan masyarakat terjalin semakin erat demi perputaran roda ekonomi yang
berkelanjutan. Mari terus jaga semangat gotong royong, inovasi, dan kolaborasi
yang dinamis ini demi kesejahteraan bersama di Kabupaten Madiun,"
pungkasnya.(ir)
Hari Jadi ke-458, Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Madiun Kawal Slogan ‘Madiun Bersahaja’ Lewat Inovasi dan Kolaborasi
Iki Radio – Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Madiun, Purwadi, S.H., menegaskan komitmen legislatif dalam mendukung dan mengawal jalannya roda pemerintahan menyambut Hari Jadi Kabupaten Madiun yang ke-458.
Menanggapi tema hari jadi tahun ini, yakni "Berinovasi dan Berkolaborasi untuk Madiun Bersahaja", Purwadi menyatakan bahwa DPRD siap mengoptimalkan tiga fungsi utamanya: legislasi, budgeting (anggaran), dan controlling (pengawasan).
Menurut Purwadi, esensi dari poin "Berinovasi" dalam sudut pandang legislatif adalah melahirkan produk hukum daerah yang adaptif, fleksibel, serta tidak kaku.
Reformasi regulasi dipandang krusial guna memberikan kepastian hukum yang dapat mempermudah masuknya investasi, mempercepat digitalisasi pelayanan publik, serta mengembangkan potensi lokal seperti sektor UMKM dan pertanian.
"Kita harus berani mengeluarkan terobosan-terobosan baru guna mendukung pihak eksekutif menciptakan tata kelola pemerintahan yang lebih efisien, sekaligus memangkas jalur birokrasi yang berbelit-belit," ujar Purwadi, Senin (29/6/2026).
Sementara itu, dalam konteks "Berkolaborasi", Purwadi menilai poin ini sebagai jembatan kemitraan yang sangat strategis. Pembangunan daerah tidak bisa dicapai secara parsial oleh masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang berjalan sendiri-sendiri.
Ego sektoral antar-pemangku kebijakan harus diredam demi sinergitas yang solid antara eksekutif, legislatif, akademisi, media, sektor swasta, dan masyarakat luas.
"Harmonisasi antara eksekutif dan legislatif harus tetap terjalin guna menegaskan hubungan kerja yang setara dan harmonis, memastikan program pembangunan berjalan tanpa hambatan. Kami juga berharap kolaborasi berbasis anggaran inklusif di APBD mampu mendanai program kemitraan dari tingkat desa hingga kabupaten," tambahnya.
Lebih lanjut, politisi Partai NasDem tersebut menguraikan bahwa target akhir dari seluruh rangkaian ini adalah tercapainya kesejahteraan rakyat melalui visi "Madiun Bersahaja", yang merupakan akronim dari Bersih, Sehat, dan Sejahtera. Slogan ini dijadikan tolok ukur utama DPRD dalam mengawal program kesejahteraan lima tahun ke depan.
Terkait poin Bersih, Purwadi mendesak Pemerintah Kabupaten Madiun berani menjalankan tata kelola pemerintahan yang bersih dan transparan. DPRD dipastikan memperketat pengawasan agar penggunaan anggaran bebas dari tindak pidana korupsi dan kolusi, sehingga alokasi dana benar-benar terserap pada kegiatan produktif.
Pada poin Sehat, makna sehat tidak hanya bertumpu pada pelayanan fasilitas kesehatan fisik seperti penanganan stunting atau penguatan Puskesmas dan Posyandu, melainkan juga sehat dari segi kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).
Terakhir, poin Sejahtera difokuskan pada penguatan ekonomi kerakyatan. Menyadari adanya tantangan berupa pemangkasan dana transfer dari pusat ke daerah saat ini, Purwadi menekankan bahwa sisa APBD yang ada harus diprioritaskan secara selektif untuk mendanai sektor kesehatan, ekonomi rakyat, serta infrastruktur vital penunjang mobilitas warga.
"Seperti yang saya tekankan sebelumnya, program zero jalan berlubang harus segera direalisasikan. Jika akses jalan nyaman dan tanpa lubang, mobilitas warga meningkat, maka perputaran ekonomi di Kabupaten Madiun akan melesat cepat. Hal ini juga membuka peluang penciptaan lapangan kerja lewat pintu investasi yang terbuka lebar," jelas Ketua Komisi A tersebut.
Purwadi kembali menegaskan bahwa DPRD Kabupaten Madiun siap memposisikan diri sebagai mitra kolaboratif yang konstruktif bagi pemerintah daerah.
"Melalui fungsi regulasi inovatif, penganggaran yang
berpihak kepada rakyat, serta pengawasan yang ketat, kami berkomitmen penuh
mewujudkan Madiun yang Bersih, Sehat, dan Sejahtera," pungkasnya.(ir)
Hari Jadi ke-458 Kabupaten Madiun, Bank Madiun Berkomitmen Perkuat Sinergi dan Ekonomi Kerakyatan
Iki Radio – Keluarga besar Bank Madiun menyampaikan ucapan selamat atas Hari Jadi ke-458 Kabupaten Madiun tahun 2026.
Sebagai lembaga keuangan milik Pemerintah Kabupaten Madiun, Bank Madiun menegaskan komitmennya untuk terus berjalan beriringan dengan pemerintah daerah dalam memajukan kesejahteraan masyarakat.
Direktur Utama Bank Madiun, Velly Murdianto, menyampaikan harapan besarnya bagi kemajuan Bumi Kampung Pesilat di usia yang kian matang ini.
“Semoga di usia yang ke-458 ini, Kabupaten Madiun semakin Berinovasi dan Berkolaborasi untuk Kabupaten Madiun BERSAHAJA,” ujanya.
Velly menambahkan bahwa momentum hari jadi tahun ini harus menjadi pemacu semangat bersama, terutama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Menurutnya, penguatan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menjadi salah satu kunci utama yang terus menjadi fokus Bank Madiun.
Dalam hal ini pihak manajemen berkomitmen penuh untuk terus bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Madiun.
Langkah strategis ini dilakukan demi mewujudkan visi daerah yang Berdaya Saing, Sejahtera, dan Berkelanjutan.
“Semoga Kabupaten Madiun semakin maju, sejahtera, dan
terus berinovasi serta berkolaborasi untuk Kabupaten Madiun BERSAHAJA. Bank
Madiun siap bersinergi untuk mengawal dan memperkuat ekonomi kerakyatan. Bersama kita raih kemajuan yang lebih baik,”
pungkasnya.(ir)
HJKM ke-458, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Madiun Dorong Perubahan Paradigma: Perpustakaan untuk Kesejahteraan
Iki Radio – Peringatan Hari Jadi Kabupaten Madiun (HJKM) ke-458 tahun 2026 menjadi momentum strategis bagi Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Madiun. Melalui momen bersejarah ini, instansi tersebut berkomitmen penuh untuk mengubah mindset (pola pikir) dan paradigma seluruh elemen masyarakat terkait keberadaan dan fungsi perpustakaan.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Madiun,
Kus Hendrawan, mengungkapkan bahwa selama ini pandangan masyarakat terhadap
perpustakaan cenderung masih konvensional.
"Kalau secara umum masyarakat banyak berpikir
perpustakaan itu hanya pada kegiatan meminjam dan membaca buku saja. Ini mindset
dan paradigma yang harus kita ubah. Bahwa sebenarnya perpustakaan lebih dari
sekadar meminjam dan membaca," terang Kus Hendrawan.
Lebih lanjut, Kus Hendrawan menjelaskan bahwa motivasi
masyarakat datang ke perpustakaan seharusnya didasari oleh keinginan untuk
meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan. Perpustakaan modern kini
bertransformasi menjadi ruang inklusif untuk menggali potensi ekonomi dan
keterampilan praktis.
Sumber Inspirasi Usaha: Masyarakat yang ingin membuka
usaha atau menambah penghasilan dapat memanfaatkan perpustakaan untuk mencari
literatur, riset pasar, dan informasi berbasis kecakapan hidup.
Kebutuhan Utama, Bukan Sampingan: Kehadiran perpustakaan
bukan lagi sekadar tempat untuk mengisi waktu luang, melainkan bagian dari
kebutuhan pokok individu maupun kelompok dalam pengembangan diri (self-development).
Selaras dengan tema besar HJKM ke-458 tahun ini, yaitu "Berinovasi
dan Berkolaborasi untuk Kabupaten Madiun Bersahaja", Dinas Perpustakaan
dan Kearsipan mengajak seluruh lembaga, komunitas literasi, dan masyarakat luas
untuk bergerak bersama.
"Kami mengajak seluruh lembaga atau kelompok yang
berkaitan dengan perpustakaan, serta masyarakat secara umum untuk bersama-sama,
bersatu, memaksimalkan segala potensi yang ada, menuju Kabupaten Madiun yang
Bersih, Sehat, dan Sejahtera (BERSAHAJA)," pungkasnya.
Melalui transformasi paradigma ini, diharapkan literasi
tidak sekadar menjadi aktivitas kognitif, melainkan roda penggerak
kesejahteraan masyarakat Kabupaten Madiun di masa depan.(ir)
Hari Jadi ke-458, Inspektorat Kabupaten Madiun Perkuat Pengawasan Menuju Tata Kelola Pemerintahan yang BERSAHAJA
Iki Radio – Momentum Hari Jadi Kabupaten Madiun ke-458 tahun 2026 menjadi pijakan penting bagi Inspektorat Kabupaten Madiun untuk terus memantapkan kinerjanya.
Sebagai unsur pengawas penyelenggaraan pemerintahan
daerah, Inspektorat berkomitmen penuh dalam mewujudkan visi tata kelola
pemerintahan yang BERSAHAJA (Bersih, Sehat, dan Sejahtera).
Inspektur Kabupaten Madiun, Joko Lelono, menegaskan bahwa
Inspektorat memiliki tanggung jawab besar dalam membantu Bupati untuk membina
dan mengawasi pelaksanaan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan daerah
serta tugas pembantuan oleh Perangkat Daerah.
Dalam menjalankan roda organisasi, Inspektur berkedudukan
di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Bupati melalui Sekretaris
Daerah.
"Sesuai dengan tema besar Hari Jadi Kabupaten Madiun
ke-458 tahun ini, yaitu 'Berinovasi dan Berkolaborasi untuk Kabupaten Madiun
Bersahaja', kami mengajak seluruh elemen dan Perangkat Daerah untuk
bersama-sama, bahu-membahu membangun Kabupaten Madiun ke arah yang lebih
baik," ujar Joko Lelono.
Guna memastikan jalannya pemerintahan yang akuntabel dan
transparan, Joko Lelono memaparkan sejumlah fungsi strategis yang terus
dioptimalkan oleh Inspektorat Kabupaten Madiun, antara lain:
Perumusan Kebijakan Teknis dan Fasilitasi: Menyusun
formulasi kebijakan di bidang pengawasan.
Pengawasan Internal Komprehensif: Melakukan audit, review,
evaluasi, dan pemantauan berkala terhadap kinerja serta keuangan daerah.
Pengawasan Khusus dan Respons Cepat: Melaksanakan
pengawasan tujuan tertentu atas penugasan Kepala Daerah/Gubernur. Hebatnya,
jika terdapat indikasi penyalahgunaan wewenang atau kerugian keuangan
negara/daerah, Inspektorat dapat langsung bergerak melakukan pengawasan tanpa
harus menunggu penugasan resmi.
Pencegahan Korupsi dan Reformasi Birokrasi: Menjadi motor
penggerak dalam koordinasi pencegahan tindak pidana korupsi serta mengawasi
pelaksanaan program reformasi birokrasi di lingkungan Pemkab Madiun.
Melalui momentum hari jadi yang ke-458 ini, Inspektorat
Kabupaten Madiun berharap semangat kolaborasi dan inovasi dapat terus tertanam
di setiap lini pelayanan publik, demi mewujudkan Kabupaten Madiun yang bersih,
maju, dan sejahtera.(ir)
HJKM ke-458: DLH Kabupaten Madiun Usung Inovasi Hijau dan Kolaborasi Menuju 'Madiun Bersahaja'
Iki Radio – Momentum Peringatan Hari Jadi Kabupaten Madiun (HJKM) ke-458 Tahun 2026 yang mengusung tema "Berinovasi dan Berkolaborasi Untuk Kabupaten Madiun Bersahaja" dimaknai secara mendalam oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Madiun.
Tema besar ini merupakan sebuah panggilan sekaligus komitmen kuat untuk mewujudkan daerah yang Bersih, Sehat, dan Sejahtera melalui tata kelola lingkungan yang modern, partisipatif, dan berkelanjutan.
Kepala DLH Kabupaten Madiun, Muhamad Zahrowi, menyatakan bahwa di bawah kepemimpinannya, DLH terus bergerak cepat mengintegrasikan prinsip inovasi teknologi dan kolaborasi lintas sektor.
Langkah strategis ini diambil guna memastikan kelestarian alam di Kabupaten Madiun dapat berjalan selaras dengan kemajuan daerah.
"Urusan lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Kami di DLH memaknai tema HJKM ke-458 ini sebagai landasan untuk melakukan lompatan besar, menyatukan inovasi hijau dan sinergi multi-pihak demi masa depan Madiun yang lebih asri," ungkap Muhamad Zahrowi, Rabu (24/6/2026).
Zahrowi menjabarkan bahwa akronim BERSAHAJA (Bersih, Sehat, dan Sejahtera) serta pilar utama tema HJKM tahun ini diterjemahkan ke dalam tiga pilar kerja nyata DLH, yaitu:
1. Berinovasi (Inovasi Hijau) Mengembangkan sistem pengelolaan lingkungan cerdas berbasis digital—mulai dari sistem pengaduan, pelaporan, hingga pengawasan. DLH juga melakukan modernisasi fasilitas pengelolaan sampah seperti TPS3R, TPST, hingga TPA.
Edukasi pemilahan sampah kini diprioritaskan langsung di wilayah hulu (keluarga dan pelaku usaha) guna mengejar target besar Zero Waste atau sampah terkelola 100 persen pada Tahun 2029.
2. Berkolaborasi (Sinergi Multi-pihak/Pentahelix)
Menyadari pemerintah tidak bisa berjalan sendiri, DLH aktif merangkul masyarakat, komunitas, akademisi, hingga volunteer internasional untuk terlibat langsung dalam menjaga ekosistem.
3. Kabupaten Madiun Bersahaja
Mewujudkan lingkungan yang Bersih (bebas dari timbulan sampah) dan Sehat (kualitas udara, air, serta tanah yang terjaga baik), yang pada akhirnya akan mengantarkan masyarakat pada kehidupan yang Sejahtera.
Hingga pertengahan tahun 2026 ini, DLH Kabupaten Madiun telah mengeksekusi berbagai program strategis yang menyentuh lini hulu hingga hilir, di antaranya:
1. Gerakan "Selamat Asri" dan Penyelesaian Sampah di Hulu
Implementasi nyata ini diperkuat melalui Peraturan Bupati Madiun No. 11/2026 tentang Gerakan Selasa dan Jumat Bersih yang dilaksanakan secara serentak di lingkungan perkantoran dan ruang publik.
Selain aksi bersih-bersih, DLH juga memfasilitasi sarana pemilahan sampah di titik-titik strategis, meliputi bak sampah terpilah (organik & anorganik), keranjang botol plastik, lubang biopori untuk sisa makanan, hingga drum komposter untuk daun.
2. Inovasi Tata Kelola Sampah di TPA Kaliabu
DLH secara intensif mengeksekusi peta jalan (roadmap) pengurangan volume sampah bersama Ditjen Bina Bangda Kemendagri. Berkat tata kelola yang terukur, TPA Kaliabu kini bertransformasi menjadi pusat edukasi dan studi banding.
Bahkan, DLH mencoba mengajukan kerjasama dengan organisasi global terkemuka, yang berdedikasi untuk pelestarian sumber daya alam yakni IUCN (International Union for Conservation of Nature).
Seluruh operasional di TPA Kaliabu juga diawasi secara ketat dan berkoordinasi langsung dengan Direktorat Penegakan Hukum (Gakkum) Kementerian Lingkungan Hidup untuk memastikan standar ramah lingkungan tetap terjaga.
3. Penataan Ruang Terbuka Hijau (RTH) & Fasilitas Publik
Revitalisasi terus dilakukan di Alun-Alun Reksogati Caruban sebagai pusat pemerintahan agar tetap asri, bersih, sejuk, dan bebas sampah.
Tak hanya menyasar infrastruktur, DLH memberikan pendampingan intensif kepada Paguyuban Pedagang Kaki Lima (PKL) Bersahaja serta organisasi wanita (seperti Perumdam Tirta Dharma Purabaya) agar terbiasa mengelola sampah secara mandiri di tempat aktivitas mereka.
Melalui momentum bersejarah HJKM ke-458 ini, Muhamad Zahrowi menitipkan tiga harapan besar untuk masa depan Kabupaten Madiun:
1. Peningkatan Kesadaran Kolektif
Berharap masyarakat tidak lagi melihat sampah sebagai limbah tidak berguna, melainkan sebagai sumber daya bernilai ekonomi yang wajib dipilah dari rumah melalui prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle).
2. Optimisme Raih Penghargaan Adipura
Menjadikan gerakan kebersihan massal dan komitmen bersama ini sebagai batu loncatan utama bagi Kabupaten Madiun untuk sukses memboyong penghargaan Adipura dari Kementerian Lingkungan Hidup.
3. Pembangunan Berwawasan Lingkungan
Menginginkan agar setiap roda pembangunan ekonomi dan fisik di Kabupaten Madiun ke depan tetap meletakkan aspek kelestarian alam sebagai prioritas utama, demi mewujudkan ekosistem yang sehat bagi generasi mendatang.(ir)
HJKM ke-458, Camat Sawahan Ajak Semua Pihak Bersinergi Wujudkan Madiun Bersih, Sehat, dan Sejahtera
Iki Radio – Momentum Hari Jadi Kabupaten Madiun (HJKM) ke-458 menjadi pemacu semangat baru bagi jajaran Pemerintah Kecamatan Sawahan, Kabupaten Madiun.
Camat Sawahan, Muhammad Sholeh, mengajak seluruh elemen masyarakat dan pemangku kepentingan (stakeholders) untuk mempererat kerja sama demi membawa Kabupaten Madiun ke arah yang lebih maju.
M. Sholeh menekankan pentingnya menumbuhkan semangat kerja yang penuh kreativitas dan inovasi di lingkungan birokrasi maupun pelayanan masyarakat.
Menurutnya, tantangan ke depan hanya bisa dihadapi jika semua pihak mau bergerak bersama.
"Semangat dalam kerja penuh kreativitas dan bekerja sama dengan semua pihak adalah kunci utama untuk mewujudkan Kabupaten Madiun yang Bersih, Sehat, dan Sejahtera," ujarnya, Rabu (23/6/2026).
Sebagai perpanjangan tangan pemerintah daerah di tingkat kecamatan, Camat Sawahan menegaskan komitmennya untuk mendukung dan menyukseskan visi misi pembangunan yang telah digariskan oleh pimpinan daerah.
Pihak Kecamatan Sawahan siap mengawal, mendukung, sekaligus melaksanakan setiap program kerja yang telah ditetapkan oleh Bupati dan Wakil Bupati Madiun, tentunya disesuaikan dengan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) masing-masing.
"Dengan Hari Jadi Kabupaten Madiun ke-458, semoga Kabupaten Madiun semakin solid dan benar-benar menjadi kabupaten yang Bersih, Sehat, dan Sejahtera bagi seluruh masyarakatnya," pungkasnya.(ir)
Hari Jadi Kabupaten Madiun ke-458, Perumdam Tirta Dharma Purabaya Komitmen Mewujudkan Pelayanan "Bersahaja"
Iki Radio –Hari Jadi Kabupaten Madiun ke-458 yang jatuh pada 18 Juli 2026, Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Dharma Purabaya menyatakan komitmen penuhnya dalam mendukung visi besar pembangunan daerah.
Mengusung tema strategis "Berinovasi dan Berkolaborasi untuk Kabupaten Madiun Bersahaja", badan usaha milik daerah (BUMD) ini siap mengakselerasi transformasi pelayanan publik demi kesejahteraan masyarakat Bumi Kampung Pesilat.
Direktur Utama Perumdam Tirta Dharma Purabaya Kabupaten Madiun, Imansyah Novianto, menyampaikan relevansi tema hari jadi tahun ini dengan arah kebijakan korporasi yang dipimpinnya mencakup tiga pilar utama.
Ketiiga pilar utama dalam tema tersebut—Inovasi, Kolaborasi, dan Bersahaja—merupakan pengejawantahan dari tantangan sekaligus peluang pembangunan daerah modern.
"Sebagai bagian integral dari Pemerintah Kabupaten Madiun yang mengemban tugas vital dalam penyediaan air minum, kami melihat tema ini bukan sekadar slogan, melainkan peta jalan. Kata Berinovasi menuntut kami untuk tiada henti mencari terobosan baru dan melakukan pembaruan sistem secara berkelanjutan. Tujuannya jelas, agar pelayanan kepada masyarakat semakin efektif, efisien, dan adaptif terhadap perkembangan zaman di era digital ini," ujar Imansyah Novianto.
Lebih lanjut, Imansyah menekankan bahwa pilar Berkolaborasi menjadi kunci sukses dalam menghadapi kompleksitas kebutuhan publik.
Sinergi yang kuat antara seluruh stakeholder, jajaran manajemen Perumdam, pemerintah daerah, dan masyarakat mutlak diperlukan untuk menggerakkan roda kemajuan Kabupaten Madiun secara serentak.
Sementara itu, nilai Bersahaja dimaknai sebagai fondasi moral dalam memberikan pelayanan.
"Bersahaja mencerminkan semangat pelayanan yang sederhana, membumi, dekat dengan masyarakat, dan penuh kerendahan hati. Namun di balik kesederhanaan itu, kami tetap memegang teguh komitmen profesional yang berorientasi pada aspek 3K, yaitu Kualitas, Kuantitas, dan Kontinuitas pasokan air bersih," tambahnya.
Bukan sekadar wacana, Perumdam Tirta Dharma Purabaya menerjemahkan semangat Hari Jadi ke-458 ini ke dalam serangkaian langkah konkret di lapangan. Upaya peningkatan performa perusahaan dilakukan secara menyeluruh dari hulu ke hilir.
Beberapa langkah nyata yang saat ini tengah diakselerasi oleh Perumdam Tirta Dharma Purabaya diantaranya modernisasi dan digitalisasi layanan pelanggan. Ini dilakukan guna mempermudah akses dan meningkatkan transparansi, perusahan telah mengintegrasikan sistem pembayaran berbasis online serta penerapan teknologi QRIS Dinamis. Selain itu, saluran pengaduan masyarakat kini dipermudah melalui sistem respons cepat berbasis WhatsApp.
Selain itu optimalisasi operasional teknis, dengan peningkatan akurasi pembacaan meter pelanggan terus dipantau guna meminimalkan potensi kesalahan dan menjaga kepercayaan publik. Di saat yang sama, perawatan serta pengembangan infrastruktur distribusi air dilakukan secara berkala demi menjaga stabilitas pasokan.
Serta penguatan kemitraan strategis, dengan mempererat hubungan kelembagaan dengan Pemerintah Kabupaten Madiun dan berbagai mitra strategis lainnya guna mendukung program penyediaan air minum yang merata hingga ke pelosok desa.
Perumdam Tirta Dharma Purabaya juga melakukan diversifikasi usaha dan inovasi bisnis. Sebagai langkah memperkuat kinerja keuangan korporasi dan menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD), Perumdam Tirta Dharma Purabaya terus mengembangkan produk Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) lokal unggulan bernama YOIKI, yang kini kian diminati pasar.
Melalui momentum refleksi Hari Jadi Kabupaten Madiun ke-458 ini, jajaran manajemen dan seluruh karyawan Perumdam Tirta Dharma Purabaya berharap agar iklim inovasi dan kolaborasi dapat semakin mengakar kuat di seluruh elemen masyarakat maupun birokrasi pemerintahan.
Sinergi yang solid diyakini akan mampu memacu pertumbuhan ekonomi daerah, mendongkrak kualitas pelayanan publik ke level tertinggi, dan pada akhirnya bermuara pada peningkatan kesejahteraan hidup masyarakat Kabupaten Madiun secara menyeluruh.
"Selamat Hari Jadi Kabupaten Madiun ke-458. Mari
bersama-sama kita wujudkan Kabupaten Madiun yang bersahaja, berdaya saing
tinggi, dan berkelanjutan. Perumdam Tirta Dharma Purabaya: Melayani Lebih Baik,
Bertumbuh Lebih Kuat!" pungkasnya.(ir)
Hari Jadi ke-458, Dinas Perhubungan Kabupaten Madiun Komitmen Tingkatkan Layanan dan Infrastruktur Transportasi
Iki Radio – Momentum Hari Jadi Kabupaten Madiun ke-458 menjadi ajang refleksi sekaligus peningkatan komitmen bagi seluruh jajaran instansi pemerintahan.
Salah satunya Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Madiun yang menegaskan tekadnya untuk terus berupaya memberikan pelayanan terbaik dan rasa aman bagi mobilitas masyarakat.
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Madiun, Suryanto, menyampaikan bahwa pelayanan sektor transportasi dan fasilitas keselamatan jalan terus digenjot demi mendukung kemajuan daerah yang selaras dengan visi Kabupaten Madiun.
Suryanto memaparkan sejumlah langkah nyata yang telah dan sedang dijalankan oleh Pemerintah Kabupaten Madiun, diantaranya pemeliharaan jalan serta kelengkapan fasilitas umum menjadi prioritas utama guna menjamin kenyamanan pengguna jalan.
Salah satu terobosan strategis yang menjadi andalan adalah optimalisasi infrastruktur penerangan jalan.
Pemkab Madiun memaksimalkan skema Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) untuk memastikan jalan-jalan protokol hingga ke wilayah permukiman mendapatkan penerangan yang layak dan merata.
"Langkah ini merupakan bagian dari komitmen kami dalam pemeliharaan fasilitas umum. Melalui skema KPBU untuk penerangan jalan, kita ingin memastikan keselamatan, kenyamanan, dan keamanan aktivitas ekonomi masyarakat di malam hari dapat berjalan optimal," ujar Suryanto.
Diusia Kabupaten Madiun yang telah menginjak 458 tahun ini, Kepala Dishub juga menyelipkan harapan besar bagi hubungan antara umara (pemerintah) dan masyarakat.
Pihaknya berharap momentum hari jadi ini dapat menjadi perekat sosial agar seluruh elemen daerah dapat terus bergerak beriringan dalam harmoni.
Bersatu Padu: Mengajak masyarakat dan pemerintah untuk terus bersinergi membangun daerah.
Menjaga Kerukunan: Memperkuat tali silaturahmi dan toleransi di tengah keberagaman warga Madiun.
Melestarikan Budaya: Tetap teguh merawat kekayaan tradisi dan budaya lokal sebagai identitas bangsa.
Nilai Kesederhanaan: Menjalankan kemajuan zaman tanpa sedikit pun meninggalkan nilai-nilai kesederhanaan yang menjadi ciri khas warga Kabupaten Madiun.
Melalui integrasi pembangunan infrastruktur yang modern
namun tetap berpijak pada kearifan lokal, Dinas Perhubungan Kabupaten Madiun
optimistis dapat membawa daerah ini menuju masa depan yang lebih cerah dan
bersahaja.(ir)
Hari Jadi ke-458, Dinas PUPR Madiun Tegaskan Pentingnya Inovasi dan Kolaborasi Menuju Kabupaten Bersahaja
Iki Radio – Dalam momentum Hari Jadi Kabupaten Madiun ke-458, Pemerintah Kabupaten Madiun mengusung tema besar yang penuh makna dan visioner "Berinovasi dan Berkolaborasi untuk Kabupaten Madiun Bersahaja".
Tema ini bukan sekadar slogan, melainkan sebuah komitmen nyata untuk membawa perubahan positif bagi seluruh lapisan masyarakat.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Madiun, Boby Saktia Putra Lubis, memberikan pandangan mengenai esensi dan arah dari tema hari jadi tahun ini.
Menurutnya, di tengah derasnya arus digitalisasi dan perkembangan zaman, tuntutan terhadap pelayanan publik yang prima kian meningkat.
Boby Saktia menegaskan bahwa kemajuan daerah tidak lagi bisa dicapai dengan bergerak sendiri-sendiri. Diperlukan lompatan besar yang lahir dari keterpaduan gagasan.
"Inovasi dan kolaborasi adalah dua elemen yang saling melengkapi dan menjadi keharusan di era digitalisasi saat ini," ujar Kadin PUPR Kabupaten Madiun.
Lebih lanjut, Boby memaparkan bahwa esensi dari kolaborasi adalah menyatukan berbagai elemen—baik lintas sektor pemerintahan, swasta, maupun masyarakat—untuk saling berbagi ide dan sumber daya.
Sinergi inilah yang nantinya akan memicu lahirnya terobosan-terobosan baru yang berdampak langsung pada kesejahteraan daerah.
Kolaborasi bertindak sebagai wadah pemersatu ide dan pemanfaatan sumber daya secara optimal. Sinergi yang kuat menjadi katalis utama dalam menciptakan inovasi-inovasi pelayanan yang solutif.
Muara dari seluruh inovasi dan kolaborasi ini adalah demi mendukung dan meningkatkan kualitas pelayanan bagi masyarakat Kabupaten Madiun yang bersahaja (bersih, sehat, dan sejahtera).
Melalui momentum Hari Jadi Kabupaten Madiun ke-458 ini, Dinas PUPR
Kabupaten Madiun berkomitmen untuk terus mengintegrasikan semangat inovasi dan
kolaborasi dalam setiap pembangunan infrastruktur dan penataan ruang, demi
mendukung visi besar Kabupaten Madiun yang maju dan responsif terhadap
kebutuhan warganya.(ir)
Hari Jadi ke-458 Kabupaten Madiun, Bagian PBJ Siap Berkolaborasi dan Orkestrasi Tata Kelola yang Lebih Baik
Iki Radio – Momentum Hari Jadi ke-458 Kabupaten Madiun tahun 2026 menjadi pemacu semangat baru bagi seluruh elemen Pemerintah Kabupaten Madiun.
Mengusung tema besar "Berinovasi dan Berkolaborasi untuk Kabupaten Madiun Bersahaja", Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) Sekretariat Daerah Kabupaten Madiun berkomitmen penuh untuk menerjemahkan visi tersebut ke dalam aksi nyata.
Sebagai motor penggerak dalam proses pengadaan, Bagian PBJ memiliki peran krusial karena mengampu seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Madiun.
Kepala Bagian PBJ Sekretariat Daerah Kabupaten Madiun, Heru Sulaksono, menegaskan bahwa menyelaraskan gerak dengan seluruh OPD adalah kunci utama untuk mencapai efisiensi dan transparansi.
"Dalam momentum hari jadi yang ke-458 ini, Bagian PBJ tidak bisa berjalan sendiri. Kami harus berkolaborasi erat dan melakukan orkestrasi yang matang dengan seluruh OPD demi mewujudkan tata kelola pengadaan barang dan jasa yang jauh lebih baik, akuntabel, dan transparan," ujar Heru Sulaksono.
Istilah 'orkestrasi' yang ditekankan oleh Heru Sulaksono merujuk pada peran PBJ sebagai dirigen yang menyelaraskan berbagai kebutuhan pengadaan di setiap OPD agar berjalan harmonis, sesuai regulasi, dan tepat sasaran.
Melalui kolaborasi yang kuat, potensi hambatan dalam proses pengadaan dapat diminimalisir sejak dini.
Langkah strategis ini sejalan dengan semangat "Kabupaten Madiun Bersahaja", di mana tata kelola pemerintahan yang bersih dan berorientasi pada pelayanan publik menjadi prioritas utama.
Dengan tata kelola pengadaan yang semakin sehat, diharapkan serapan anggaran dapat berjalan optimal sehingga dampaknya bisa langsung dirasakan oleh seluruh masyarakat Kabupaten Madiun.
Selamat Hari Jadi ke-458 Kabupaten Madiun! Mari
bersama-sama berinovasi, berkolaborasi, dan bergerak maju menuju Madiun yang Bersahaja.(IR)
Peringati Hari Jadi ke-458, Disnakerin Kabupaten Madiun Berkomitmen Wujudkan Iklim Kerja Produktif dan Kondusif
Iki Radio – Momentum Hari Jadi Kabupaten Madiun yang ke-458 menjadi pijakan kuat bagi Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Disnakerin) Kabupaten Madiun untuk terus berbenah dan meningkatkan kualitas pelayanan. Di usia yang kian matang ini, Disnakerin menegaskan komitmennya dalam mendukung penuh visi besar daerah.
Kepala Disnakerin Kabupaten Madiun, Arik Krisdiananto, menyampaikan bahwa makna Hari Jadi ke-458 ini adalah momentum untuk memperkuat sinergi demi kesejahteraan masyarakat.
Disnakerin berkomitmen penuh untuk mendukung Visi Kabupaten Madiun Bersahaja (Bersih, Sehat, dan Sejahtera) yang dijabarkan melalui 6 Misi strategis daerah.
"Hari jadi ke-458 ini bukan sekadar perayaan, melainkan pemacu semangat bagi kami untuk bekerja lebih keras. Sesuai tugas dan fungsi, kami fokus pada peningkatan kualitas SDM dan penguatan sektor industri," ujar Arik Krisdiananto.
Menyadari tantangan ketenagakerjaan yang dinamis, Arik menekankan bahwa upaya mengurangi angka pengangguran tidak bisa dilakukan sendiri.
Dibutuhkan inovasi tiada henti dan kolaborasi yang erat dengan seluruh stakeholder terkait, mulai dari sektor swasta, akademisi, hingga komunitas.
Untuk menerjemahkan komitmen tersebut, Disnakerin Kabupaten Madiun telah dan akan terus menggulirkan berbagai program strategis, di antaranya:
Job Fair (Bursa Kerja): Mempertemukan secara langsung para pencari kerja dengan perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja terampil.
Pelatihan Kerja Berbasis Kompetensi: Membekali masyarakat dengan keterampilan praktis dan sertifikasi agar siap bersaing di pasar kerja atau membuka usaha mandiri (wirausaha).
Fasilitasi Kemudahan Akses Informasi: Memotong jalur birokrasi informasi lowongan pekerjaan agar lebih cepat, transparan, dan mudah diakses oleh seluruh lapisan masyarakat melalui platform digital.
Melalui momentum hari jadi ini, Arik Krisdiananto berharap segala upaya yang dirancang bersama dapat membawa dampak positif jangka panjang bagi perekonomian daerah.
"Semoga ke depan, iklim tenaga kerja di Kabupaten
Madiun semakin produktif dan kondusif. Jika iklimnya sehat, investasi akan
masuk, lapangan kerja terbuka lebar, dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten
Madiun akan meningkat secara merata," pungkasnya. (ir)

















.jpeg)












