HJKM ke-458: Disperidakop-UM Kabupaten Madiun Pacu Inovasi Digital dan Kolaborasi demi Wujudkan Ekonomi yang ‘Bersahaja’

Iki Radio – Peringatan Hari Jadi Kabupaten Madiun (HJKM) ke-458 menjadi momentum penting bagi seluruh elemen pemerintahan untuk merefleksikan diri dan memperkuat komitmen pelayanan.

Mengusung tema "Berinovasi dan Berkolaborasi untuk Kabupaten Madiun Bersahaja", Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro (Disperidakop-UM) Kabupaten Madiun siap melangkah lebih maju lewat transformasi digital dan sinergi lintas sektor.

Kepala Disperidakop-UM Kabupaten Madiun, Indra Setyawan, S.E., M.Si., menyampaikan bahwa tema hari jadi tahun ini bukan sekadar slogan, melainkan sebuah komitmen kerja yang nyata.

Menurut Indra Setyawan, makna "Berinovasi" bagi Disperidakop-UM adalah keberanian untuk meninggalkan cara-cara lama yang manual dan beralih ke tata kelola berbasis digital.

"Kami terus bergerak memodernisasi manajemen internal koperasi, mendigitalisasi transaksi di pasar rakyat, membangun sistem pemantauan harga bahan pokok penting (bapokting) berbasis data real-time, hingga menginisiasi Pasar Tertib Ukur (PTU) dan mendorong pelaku usaha mikro untuk melek teknologi atau go-digital," ujarnya, Senin (29/6/2026).

Sementara itu, "Berkolaborasi" menjadi kunci utama karena stabilitas harga pangan, perlindungan konsumen, penguatan koperasi, dan upaya menaikkan kelas UMKM tidak bisa diwujudkan sendirian.

Diperlukan sinergi yang kuat antara pemerintah, distributor pangan, lembaga keuangan, akademisi, hingga kesadaran mandiri dari pelaku usaha dan konsumen.

"Muara akhir dari seluruh pelayanan ini adalah mewujudkan Kabupaten Madiun Bersahaja, yaitu masyarakat yang sejahtera, mandiri, dan berdaya saing melalui fondasi ekonomi lokal yang jujur, sehat, dan tangguh," tambanya.

Menyelaraskan dengan tema HJKM ke-458, Disperidakop-UM telah mengimplementasikan berbagai program strategis demi mendongkrak ekonomi Bumi Kampung Pesilat. Berikut adalah 5 pilar langkah nyata yang telah dilakukan:

  • Pemberdayaan UMKM Naik Kelas: Memberikan pelatihan kemasan (packaging), memfasilitasi pengurusan legalitas usaha secara gratis (NIB, PIRT, sertifikasi Halal), hingga mendampingi produk unggulan daerah agar mampu menembus pasar luar daerah.
  • Revitalisasi dan Digitalisasi Pasar Rakyat: Mengupayakan kenyamanan fisik pasar tradisional sekaligus mengenalkan sistem pembayaran nontunai (E-Retribusi) demi meningkatkan akuntabilitas dan efisiensi transaksi.
  • Penguatan Koperasi: Melakukan pembinaan rutin dan penilaian kesehatan koperasi, serta mendorong reposisi koperasi agar menjadi pilar ekonomi yang sehat dan transparan bagi anggotanya.
  • Stabilisasi Harga dan Pasar Murah: Menyelenggarakan operasi pasar dan pasar murah secara berkala untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus menekan laju inflasi daerah.
  • Perlindungan Konsumen (Metrologi): Menjalankan program jemput bola melalui sidang tera dan tera ulang keliling, serta pengawasan ketat pada fasilitas publik seperti SPBU untuk memastikan akurasi alat ukur demi mewujudkan Kabupaten Madiun sebagai Daerah Tertib Ukur.

Melalui momentum hari jadi ini, Indra Setyawan berharap koperasi, pasar tradisional, dan usaha mikro di Kabupaten Madiun memiliki daya saing yang tinggi, sehingga mampu tumbuh sejajar dengan ritel modern dan tangguh menghadapi guncangan ekonomi global.

"Kami berharap kemitraan antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat terjalin semakin erat demi perputaran roda ekonomi yang berkelanjutan. Mari terus jaga semangat gotong royong, inovasi, dan kolaborasi yang dinamis ini demi kesejahteraan bersama di Kabupaten Madiun," pungkasnya.(ir)

 

close
Pasang Iklan Disini