Iki Radio — Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Madiun menggelar Focus Group Discussion (FGD) hasil monitoring dan evaluasi (monev) Program Usaha Ekonomi Produktif (UEP) Kelompok Usaha Bersama (KUBE) Fakir Miskin.
Kegiatan yang berlangsung di Lembah Wilis pada Senin (29/6/2026) ini menjadi langkah strategis pemerintah daerah untuk mengukur efektivitas pemberdayaan ekonomi sekaligus merumuskan arah kebijakan ke depan.
Program UEP KUBE Fakir Miskin yang diinisiasi sejak tahun 2024 ini tercatat telah menjangkau 450 penerima manfaat yang tersebar di 15 kecamatan se-Kabupaten Madiun.
Melalui program ini, masing-masing penerima mendapatkan suntikan bantuan modal usaha sebesar Rp3 juta untuk mengembangkan unit usaha produktif mereka.
Sebelum FGD ini digelar, Tim Dinsos bersama pilar-pilar sosial seperti Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) dan Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) telah turun langsung ke lapangan untuk melakukan monitoring.
Data dan temuan riil di lapangan itulah yang kemudian dibahas bersama dalam forum diskusi ini untuk menyusun rekomendasi kebijakan yang tepat sasaran.
Sekretaris Dinas Sosial Kabupaten Madiun, Tarnu Assidiq, menjelaskan bahwa FGD ini merupakan bagian penting dari rangkaian evaluasi untuk melihat sejauh mana dampak program yang telah berjalan.
“Agenda hari ini merupakan kegiatan lanjutan untuk mengetahui hasil monitoring dan evaluasi Program UEP Kelompok Usaha Bersama Fakir Miskin yang tersebar di 15 kecamatan. Program ini merupakan salah satu bentuk pemberdayaan masyarakat yang didukung oleh seluruh pilar sosial Dinas Sosial,” ujar Tarnu.
Ia menambahkan, berdasarkan hasil monitoring sementara, respons dari masyarakat atau penerima manfaat tergolong sangat positif. Kendati demikian, evaluasi menyeluruh melalui forum FGD tetap krusial guna mengukur capaian riil serta memetakan perbaikan yang diperlukan agar program berjalan kian efektif.
Hasil rumusan dan pembahasan dari FGD ini nantinya akan dilaporkan langsung kepada Bupati dan Wakil Bupati Madiun sebagai bahan pertimbangan strategis untuk keberlanjutan program.
Tarnu berharap, program UEP KUBE dapat terus bergulir karena memiliki kontribusi nyata dalam mendongkrak kesejahteraan warga sekaligus menekan angka kemiskinan.
“Harapannya, program ini dapat terus berkelanjutan sehingga mampu membantu meningkatkan kesejahteraan penerima manfaat dan berkontribusi terhadap penurunan angka kemiskinan di Kabupaten Madiun maupun di tingkat Jawa Timur,” imbuhnya.
Keberlanjutan Program UEP KUBE ini pun diharapkan selaras
dengan visi besar pembangunan Kabupaten Madiun, yaitu mewujudkan daerah yang Bersih,
Sehat, dan Sejahtera (Bersahaja) melalui penguatan ekonomi masyarakat berbasis
pemberdayaan lokal.(ir)












