Iki Radio – Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM) terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui peningkatan pengawasan dan penguatan keamanan pangan di lingkungan sekolah.
Langkah nyata tersebut diwujudkan oleh Balai Besar POM (BBPOM) di Surabaya melalui kegiatan edukasi mandiri yang dibawakan oleh Kader Keamanan Pangan Sekolah di SMAN 18 Surabaya pada Kamis (27/8/2026).
Dalam sosialisasi ini, para siswa dibekali pemahaman mendasar mengenai tata cara memilih, menangani, hingga mengonsumsi pangan secara aman.
Kepala Badan POM, Taruna Ikrar, menegaskan bahwa kepastian keamanan pangan merupakan pilar utama agar program MBG berjalan optimal.
“Keamanan pangan menjadi salah satu kunci keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis,” tegas Taruna Ikrar.
Aspek keamanan menjadi krusial agar seluruh hidangan yang disalurkan kepada penerima manfaat tidak hanya kaya akan asupan gizi, tetapi juga bebas dari risiko kontaminasi dan aman untuk dikonsumsi.
Pembentukan Kader Keamanan Pangan Sekolah ini merupakan hasil dari rangkaian Training of Trainers (ToT) yang telah digelar BBPOM Surabaya pada Juli lalu. Melalui pembekalan tersebut, para kader kini bertindak sebagai penggerak utama edukasi di lingkungan masing-masing.
Perwakilan SMAN 18 Surabaya menyambut positif edukasi berkelanjutan ini.
“Melalui KIE (Komunikasi, Informasi, dan Edukasi) ini, kami berharap siswa semakin memahami bahwa makanan yang bergizi juga harus aman. Pengetahuan tersebut diharapkan dapat diterapkan di sekolah dan dibawa ke lingkungan keluarga,” ungkapnya.
Gerakan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) mandiri ini tidak hanya berhenti di SMAN 18 Surabaya. Kegiatan serupa diselenggarakan secara serentak dan bertahap di sejumlah sekolah lintas jenjang di wilayah Surabaya.
Melalui penguatan kapasitas kader dan edukasi yang konsisten, sekolah diharapkan mampu tumbuh menjadi pusat budaya pangan aman.
Pengetahuan yang didapat para siswa tidak hanya menyokong kelancaran program MBG di sekolah, namun juga dapat diterapkan di rumah serta ditularkan kepada keluarga dan masyarakat luas.








