Iki Terbaru/Paling Greeess

Warga Pekanbaru dan Kampar Catat, Pasar Murah Digelar hingga 18 September

Iki Radio - Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau bersama BUMD PT Riau Pangan Bertuah menggelar operasi pasar murah di lima lokasi di Kota Pekanbaru dan Kabupaten Kampar, Provinsi Riau, pada 14–18 September 2026.


Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Provinsi Riau, Tetty Nurdianti, mengatakan kegiatan yang digelar Senin (14/9/2026) merupakan operasi pasar murah ke-170 sepanjang 2026.

“Hari ini masuk pada operasi pasar murah ke-170 yang telah kita gelar sepanjang 2026. Ini menjadi bagian dari komitmen Pemprov Riau dalam memastikan ketersediaan bahan pokok dan stabilitas harga di tengah masyarakat,” kata Tetty.

Menurutnya, lima lokasi operasi pasar murah pekan ini terdiri atas empat titik di Kota Pekanbaru dan satu titik di Kabupaten Kampar.

Kegiatan dimulai di halaman Masjid Babussalam, Kelurahan Agrowisata, Kecamatan Rumbai Barat, Kota Pekanbaru.

“Untuk pekan ini dimulai di Kota Pekanbaru. Tepatnya, pagi ini di halaman Masjid Babussalam, Kelurahan Agrowisata, Kecamatan Rumbai Barat,” ujarnya.

Selanjutnya, pada Selasa (15/9/2026), operasi pasar murah digelar di halaman Kantor Desa Pandau Jaya, Kabupaten Kampar.

Kegiatan kembali berlangsung di Pekanbaru pada Rabu (16/9/2026) di halaman Kantor Lurah Pebatuan, Kecamatan Kulim, dan Kamis (17/9/2026) di halaman Kantor Lurah Sialang Munggu, Kecamatan Tuah Madani.

Adapun titik terakhir pekan ini dijadwalkan pada Jumat (18/9/2026) di halaman Kantor Lurah Limbungan, Kecamatan Rumbai Timur.

Tetty mengatakan sejumlah bahan pokok tersedia dalam kegiatan tersebut. Beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dijual Rp60 ribu per 5 kilogram (kg).

Beras Anak Daro dan Sokan dijual Rp169 ribu per 10 kg serta Rp84.500 per 5 kg.

Selain beras, gula pasir dijual Rp18 ribu per kg dan minyak goreng kemasan Minyakita Rp15.500 per bungkus.

Sementara itu, garam Krista dijual Rp2 ribu per 200 gram, garam Nusantara Rp2 ribu per 250 gram, serta telur Rp49 ribu per papan.

Tetty mengimbau masyarakat yang hendak berbelanja untuk mengantre dengan tertib serta mengikuti waktu pelaksanaan di masing-masing lokasi.

“Kita harapkan masyarakat dapat mengantre dengan tertib. Kami mengimbau agar membawa kantong belanja dari rumah, guna mengurangi penggunaan kantong plastik,” pungkasnya.

 

Tampil di Pesmaba UMM 2026, Sinden Niken Salindry Raih Golden Ticket Fakultas Kedokteran

Iki Radio – Keseruan penutupan Pengenalan Studi Mahasiswa Baru (Pesmaba) Gen 2026 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menghadirkan momen istimewa. Sinden muda kenamaan asal Kediri, Niken Salindry, tidak hanya menghibur ribuan mahasiswa baru di UMM Dome pada Jumat (11/09/2026), tetapi juga berhasil mengantongi golden ticket untuk masuk Fakultas Kedokteran UMM.

Momen tersebut bermula saat Niken, yang saat ini masih duduk di kelas 12 SMA, disapa oleh Rektor UMM, Prof. Dr. Nazaruddin Malik, M.Si. Ketika ditanya mengenai rencana kuliahnya tahun depan, Niken secara terbuka menyampaikan minatnya untuk bergabung dengan kampus berslogan Jas Merah Kampus Putih tersebut.

"Benar Pak (ingin kuliah di UMM). Jurusan apa ya? Kedokteran deh," ujar Niken di hadapan peserta Pesmaba.

Mendengar hal itu, Rektor UMM merespons positif dengan langsung memberikan golden ticket sebagai bentuk apresiasi atas bakat serta pencapaian Niken di dunia seni. Apresiasi ini sekaligus membuka jalan baginya untuk langsung memegang tiket masuk ke Fakultas Kedokteran UMM.

"Semoga benar kuliah di UMM. Nanti ini digotong saja, pasti lulus tes," tutur Nazaruddin disambut tepuk tangan meriah para peserta.

Selain mendapatkan golden ticket, Niken juga secara simbolis dipasangkan jas almamater khusus UMM.


Bakar Semangat Mahasiswa Baru Lewat Tembang Hits

Hadir sebagai bintang tamu penutup, Niken membuka penampilannya dengan lagu Ngetung Duit hingga Nemu dan Ngenteni. Gaya panggungnya yang ceria serta interaksi jenaka sukses memecahkan suasana UMM Dome. Niken mengajak para mahasiswa baru untuk bernyanyi dan berjoget bersama lewat jajaran lagu populer seperti Koyo Jogja Istimewa, Mutiara, Gadis Manis, hingga Sekti.

"Ayo yang bisa, ikut nyanyi, ikut goyang," seru Niken di tengah penampilannya.

Di sela-sela pertunjukan, Niken turut menitipkan pesan dan harapan bagi para mahasiswa baru Gen 26 agar tetap semangat menempuh pendidikan serta memaksimalkan masa muda untuk terus berkembang. Ia juga berharap gelaran Pesmaba UMM di tahun-tahun mendatang dapat dikemas semakin meriah.

Rangkaian Pesmaba UMM 2026 sendiri telah berlangsung sejak 8 September 2026 untuk mengenalkan lingkungan akademik, budaya kampus, hingga wadah pengembangan potensi mahasiswa. Selain Niken Salindry, penutupan Pesmaba Gen 26 ini juga menghadirkan kreator konten dan aktivis media sosial, Ferry Irwandi.

 

BGN Perbarui Sasaran Penerima MBG di Satuan Pendidikan

Iki Radio - Badan Gizi Nasional (BGN) melakukan pemutakhiran data penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai bagian dari upaya memastikan program berjalan tepat sasaran. Dalam proses tersebut, BGN telah mengeluarkan 1.653 satuan pendidikan dari daftar penerima manfaat MBG di seluruh Indonesia.


Kepala BGN, Sudaryono yang akrab disapa Mas Dar, mengatakan mayoritas satuan pendidikan yang dikeluarkan merupakan sekolah swasta bertaraf internasional, sekolah atau satuan pendidikan yang bekerja sama dengan institusi internasional maupun nasional, serta sekolah yang telah memiliki kemampuan finansial secara mandiri tanpa bergantung pada Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

“Mayoritas dari 1.653 yang kami exclude atau kami keluarkan dari daftar penerima manfaat tadi adalah sekolah-sekolah swasta bertaraf internasional, sekolah atau satuan pendidikan yang berkerjasama dengan institusi internasional maupun nasional dan sekolah-sekolah yang sudah mandiri secara finansialnya, tanpa bergantung pada bantuan operasional sekolah atau dana bos,” ujar Mas Dar dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Senin (14/9/2026).

Pemutakhiran sasaran tersebut dilakukan BGN melalui kerja sama dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah serta Kementerian Agama untuk memperoleh data satuan pendidikan secara lebih menyeluruh.

Pendataan tersebut mencakup lebih dari 580.000 satuan pendidikan di Indonesia yang terdiri atas sekolah negeri, madrasah, pondok pesantren, dan satuan pendidikan keagamaan lainnya.

Dari jumlah tersebut, lebih dari 340.000 satuan pendidikan telah mendapatkan layanan MBG. Sementara itu, sekitar 240.000 satuan pendidikan lainnya masih belum menerima program MBG dan akan menjadi bagian dari tahapan perluasan layanan. “Lebih dari 340.000 sekolah telah mendapatkan atau dilayani program MBG di sekolahnya artinya masih ada sekitar 240.000 sekolah yang belum menerima program MBG ,” jelas Kepala BGN. 

Sudaryono menambahkan, BGN menerima banyak permohonan dari satuan pendidikan yang belum mendapatkan layanan MBG. Setiap permohonan tersebut akan ditindaklanjuti melalui proses investigasi dan pemetaan sebelum layanan diberikan sesuai dengan tahapan yang telah ditetapkan. a“Kami menerima banyak sekali surat permohonan dari sekolah-sekolah yang belum mendapatkan MBG sampai saat ini dan itu akan kami investigasi untuk kemudian kami layani program MBG secara bertahap sesuai dengan tahapan-tahapan yang kami punyai,” katanya.

Menurutnya, pemutakhiran data penerima manfaat menjadi bagian penting dalam memastikan perluasan MBG dilakukan secara terukur. Dengan demikian, layanan tidak hanya memperhatikan jumlah satuan pendidikan yang harus dilayani, tetapi juga mempertimbangkan prioritas dan kondisi masing-masing wilayah.

 

Kendalikan Inflasi, Pemko Batam Gelar Operasi Pasar Murah di Enam Lokasi

Iki Radio - Pemerintah Kota (Pemko) Batam terus memperkuat langkah pengendalian inflasi dengan menjaga stabilitas harga dan ketersediaan kebutuhan pokok bagi masyarakat. Salah satunya melalui pelaksanaan Operasi Pasar Murah yang digelar di enam lokasi pada 15-17 September 2026.

Wali kota Batam, Amsakar Achmad, mengatakan, pengendalian inflasi harus dilakukan secara bersama-sama dengan memastikan masyarakat tetap mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau.

“Operasi pasar murah ini merupakan bagian dari upaya kita menjaga stabilitas harga sekaligus membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kita ingin daya beli masyarakat tetap terjaga,” ujar Amsakar, Senin (14/9/2026).

Pelaksanaan Operasi Pasar Murah menjadi salah satu langkah Pemko Batam menyikapi kondisi inflasi daerah. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Batam, inflasi Batam pada Agustus 2026 tercatat 4,03 persen secara tahunan (year on year/yoy). Kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi salah satu penyumbang inflasi terbesar.

Ia menekankan, stabilitas harga kebutuhan pokok tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Kolaborasi dengan distributor, pelaku usaha, dan berbagai pihak diperlukan agar pasokan tetap tersedia serta harga dapat dikendalikan.

“Kita perlu memastikan pasokan tersedia dan harga tetap terkendali. Karena itu, kolaborasi dengan distributor, pelaku usaha, dan seluruh pemangku kepentingan sangat penting,” katanya.

Operasi Pasar Murah dilaksanakan Pemerintah Kota Batam melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) bersama Asosiasi Distributor Kota Batam (ADKB), Perum Bulog Batam, Pertamina SAM Kepri beserta agen dan pangkalan LPG, serta mitra binaan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian dan Dinas Perikanan Kota Batam. Kegiatan tersebut melibatkan sekitar 50 pelaku usaha.

Pelaksanaan hari pertama, Selasa (15/9/2026), berlangsung di Lapangan Bola Kampung Tua Tanjung Uma, Kecamatan Lubuk Baja, dan depan Kantor Camat Bengkong. Selanjutnya, Rabu (16/9/2026), kegiatan digelar di Lapangan Bola Baloi Permai, Kecamatan Batam Kota, dan Fasum RW 12 Kavling Senjulung, Kelurahan Kabil, Kecamatan Nongsa.

Pada hari ketiga, Kamis (17/9/2026), Operasi Pasar Murah berlangsung di Flamboyan Community Centre, Kelurahan Sei Pelunggut, Kecamatan Sagulung, serta pelataran Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah, Kelurahan Tanjung Uncang, Kecamatan Batu Aji. Seluruh kegiatan berlangsung pukul 08.30-12.00 WIB.

Berbagai kebutuhan pokok disediakan dalam kegiatan tersebut, antara lain beras, minyak goreng dan Minyakita, gula, telur, cabai, bawang merah, bawang putih, daging ayam, daging sapi, ikan segar, sayuran, buah-buahan, tepung, mi, biskuit, kopi, susu, kacang-kacangan, serta LPG 3 kilogram.

Pemko Batam memastikan stok komoditas yang disediakan mencukupi. Harga yang ditawarkan merupakan harga distributor dan lebih rendah dibandingkan harga pasar.

Amsakar berharap kegiatan tersebut dapat memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, terutama dalam memenuhi kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.

“Hal yang paling penting adalah masyarakat merasakan, manfaatnya. Pemerintah akan terus berupaya menjaga ketersediaan dan keterjangkauan harga kebutuhan pokok melalui langkah-langkah yang terukur dan kolaboratif,” kata Amsakar.

 

Ekonom: Rupiah Perlu Diperkuat, BI Rate Tak Bisa Bekerja Sendiri

Iki Radio - Tekanan terhadap rupiah berpotensi meningkat seiring menguatnya ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed), harga minyak kembali menembus US$100 per barel, dan imbal hasil (yield) US Treasury 10 tahun mendekati lima persen.

Seorang warga menukarkan uang rupiah layak edar pada layanan kas keliling Bank Indonesia di Pasar Baru Mamuju, Sulawesi Barat, Kamis (27/8/2026). Bank Indonesia menyediakan layanan tersebut untuk memudahkan masyarakat, khususnya pedagang, menukarkan uang pecahan kecil, menarik uang lusuh atau rusak, serta mengedukasi masyarakat agar merawat fisik Rupiah. (ANTARA FOTO/Akbar Tado/tom)

Kondisi tersebut menunjukkan Indonesia perlu menyiapkan strategi yang lebih berlapis untuk menghadapi periode harga modal global yang lebih mahal. Menjaga rupiah, menurut Kepala Ekonom Trimegah Sekuritas Indonesia Fakhrul Fulvian, tidak cukup hanya mengandalkan kenaikan atau penurunan BI Rate.

Menurutnya, tantangan Indonesia bukan semata-mata arah suku bunga The Fed, tetapi perubahan clearing price of capital global yang berpotensi berlangsung lebih lama. Jika suku bunga global kembali meningkat, tekanan terhadap negara berkembang dapat muncul melalui penguatan dolar sekaligus penyesuaian harga berbagai instrumen modal.  “Higher-for-longer berarti bunga tidak turun. Yang perlu mulai kita antisipasi sekarang adalah kemungkinan bunga global justru harus naik lagi. Kalau itu terjadi, tekanan terhadap emerging markets akan datang bukan hanya melalui dolar, tetapi juga melalui repricing seluruh harga modal global,” ujar Fakhrul, dalam keterangannya, Senin (14/9/2026).

Menurut dia, BI Rate tetap penting sebagai jangkar kebijakan moneter. Namun, tekanan terhadap rupiah, likuiditas domestik, arus modal, dan inflasi akibat kenaikan harga minyak memiliki sumber persoalan yang berbeda sehingga tidak semuanya tepat direspons dengan instrumen suku bunga. “BI Rate tetap merupakan jangkar moneter. Tetapi persoalan rupiah, likuiditas domestik, capital flow dan inflasi akibat minyak tidak seluruhnya mempunyai penyakit yang sama. Karena itu obatnya juga tidak harus satu,” katanya.

Salah satu instrumen yang dinilai dapat menyerap sebagian tekanan global adalah pasar Surat Utang Negara (SUN). Ketika yield US Treasury meningkat, Fakhrul menilai yield SUN perlu diberi ruang untuk melakukan price discovery agar daya tarik aset Indonesia tetap terjaga.

Trimegah melihat yield SUN 10 tahun dapat bergerak menuju kisaran 7,3-7,5% jika diperlukan untuk mencapai market-clearing yield. “Kenaikan yield SUN menuju 7,3-7,5% tidak harus dilihat sebagai kegagalan menjaga pasar. Justru yield yang menemukan clearing price dapat menjadi salah satu guardrail bagi rupiah karena membantu mempertahankan daya tarik aset Indonesia ketika yield global naik,” ujarnya.

Menurut Fakhrul Fulvian, mempertahankan yield domestik terlalu rendah ketika risk-free rate global meningkat justru dapat mengurangi insentif investor asing untuk menempatkan dana di pasar Indonesia. Karena itu, sebagian penyesuaian dinilai lebih sehat apabila terjadi melalui pasar obligasi daripada seluruh tekanan harus diserap oleh nilai tukar.  “Kalau yield tidak diperbolehkan melakukan adjustment, tekanan akhirnya dapat berpindah ke rupiah. Saya lebih memilih sebagian adjustment terjadi secara sehat melalui bond market daripada seluruh shock harus diserap oleh currency,” katanya.

Fakhrul sebelumnya memperkirakan Indonesia membutuhkan sekitar US$11 miliar capital inflow untuk membantu menjaga stabilitas neraca pembayaran dan rupiah. Dalam situasi persaingan memperoleh modal global yang semakin ketat, daya tarik relatif aset berdenominasi rupiah menjadi semakin penting.

Meski menghadapi tekanan dari kenaikan harga minyak, tingginya yield US Treasury, dan sikap The Fed yang lebih hawkish, Fakhrul menilai pelemahan rupiah dari level saat ini masih dapat dijaga agar tetap terbatas jika respons kebijakan dilakukan secara tepat dan konsisten. “Saya lihat potensi pelemahan rupiah hanya sampai ke 17.800,” ujarnya.

Fakhrul menilai Indonesia saat ini memiliki perangkat kebijakan yang lebih beragam dibandingkan periode tekanan eksternal sebelumnya. Bank Indonesia (BI) tidak hanya memiliki BI Rate, tetapi juga instrumen intervensi pasar spot, Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF), pengelolaan likuiditas, instrumen pasar uang dan valas, serta pengembangan Local Currency Transaction (LCT).  “Saya tidak melihat kondisi sekarang sebagai alasan untuk menjadi terlalu bearish terhadap rupiah. Tekanan memang ada, tetapi pelemahannya dari level saat ini seharusnya relatif terbatas apabila policy reaction function kita tepat,” katanya.

Ia menekankan, strategi tersebut bukan berarti mempertahankan rupiah pada level tertentu dengan segala cara. Yang lebih penting adalah memastikan setiap tekanan diserap oleh instrumen dan pasar yang sesuai dengan sumbernya.

Jika tekanan berasal dari kenaikan yield global, sebagian penyesuaian dapat terjadi melalui yield SUN. Sementara volatilitas berlebihan di pasar valas dapat diredam melalui intervensi BI. Adapun kebutuhan dolar yang bersifat struktural perlu diatasi melalui penguatan LCT, ekspor, investasi langsung, dan sumber pembiayaan eksternal lainnya. “Kita jangan meminta BI Rate menyelesaikan semuanya,” tegasnya.

Pengembangan Local Currency Transaction

Fakhrul juga melihat kondisi global saat ini sebagai momentum untuk mempercepat pengembangan LCT. Menurutnya, kerja sama transaksi menggunakan mata uang lokal tidak cukup hanya mengejar peningkatan nominal transaksi, tetapi perlu berkembang menjadi ekosistem likuiditas dan pembiayaan yang lebih dalam.

Indonesia telah memperluas LCT dengan Singapura untuk transaksi berjalan, investasi langsung, dan pembayaran lintas negara dalam rupiah dan dolar Singapura. BI juga memperkuat mekanisme renminbi melalui Renminbi Clearing Bank.

Namun, menurut Fakhrul, tahap berikutnya harus mencakup likuiditas, lindung nilai, pembiayaan perdagangan, hingga pembiayaan investasi. “LCT generasi pertama berbicara mengenai settlement. LCT berikutnya harus berbicara mengenai liquidity, hedging, trade finance dan investment financing,” ujarnya.

Tujuannya bukan menggantikan dolar AS, melainkan mengurangi ketergantungan pada satu sumber likuiditas eksternal. “Saya tidak melihat LCT sebagai de-dollarization. Saya melihatnya sebagai monetary redundancy. Dalam dunia yang semakin terfragmentasi, Indonesia tidak seharusnya hanya mempunyai satu jalan untuk memperoleh likuiditas eksternal,” katanya.

Karena itu, Indonesia perlu memperdalam pasar IDR/CNY, IDR/JPY, IDR/SGD, dan IDR/MYR yang didukung direct quotation, penyedia likuiditas, swap, forward, serta fasilitas pembiayaan perdagangan.

Keberhasilan LCT, menurut Fakhrul, juga perlu diukur lebih dari sekadar nilai transaksi. Indikatornya mencakup seberapa besar transaksi yang tidak lagi membutuhkan komponen dolar AS, tingkat bid-ask spread, biaya lindung nilai, serta seberapa banyak perdagangan dan investasi yang dapat dibiayai langsung menggunakan mata uang mitra.

Pertahanan rupiah juga tidak dapat sepenuhnya dibebankan kepada sektor moneter. Kenaikan harga minyak meningkatkan kebutuhan dolar untuk impor energi, sementara tingginya yield global membuat biaya memperoleh modal eksternal semakin mahal.

Karena itu, pemerintah perlu menjalankan kebijakan yang secara bersamaan mengurangi kebutuhan valuta asing secara struktural dan meningkatkan pasokannya. “BI dapat membeli waktu dan meredam volatilitas. Tetapi pemerintah yang pada akhirnya harus memperbaiki struktur kebutuhan dan pasokan valuta asing Indonesia,” ujar Fakhrul.

Menurutnya, kebijakan energi seperti B50, peningkatan kapasitas produksi domestik, penguatan ekspor, percepatan investasi langsung asing (FDI), serta kebijakan yang menurunkan risiko berusaha menjadi semakin penting.

Indonesia juga perlu memperluas sumber pembiayaan eksternal bagi perusahaan domestik, termasuk melalui perbankan asing dari Jepang, China, Korea, dan Singapura. “Kita perlu bergerak dari ketergantungan pada portfolio inflow menuju struktur capital flow yang lebih berimbang antara portfolio, FDI dan private-sector financing,” kata Fakhrul Fulvian.

Fakhrul menilai respons Indonesia terhadap perubahan kondisi global perlu dibangun dalam beberapa lapisan. BI Rate tetap berfungsi sebagai jangkar moneter, intervensi valas menjaga rupiah dari pergerakan yang tidak teratur, sementara SUN diberikan ruang untuk menemukan harga. Pada saat yang sama, LCT dapat mengurangi konsentrasi kebutuhan dolar dan pemerintah memperbaiki fundamental neraca pembayaran melalui investasi, ekspor, dan penguatan kapasitas domestik.

Menurutnya, Indonesia tidak mungkin mempertahankan seluruh harga sekaligus ketika biaya modal global meningkat. “Indonesia tidak mungkin menginginkan pada saat bersamaan suku bunga semakin murah, yield obligasi tetap rendah, rupiah terus menguat dan capital inflow tetap besar ketika harga modal global sedang naik. Salah satu harga harus melakukan adjustment,” ujarnya.

Ia menegaskan, koordinasi kebijakan tidak berarti mengurangi independensi BI. Setiap institusi justru perlu menggunakan instrumen yang paling sesuai dengan sumber tekanan. “Yang perlu kita jaga bukan seluruh harga, tetapi sistemnya. Biarkan bond market menemukan harga, guardrail rupiah dari volatilitas berlebihan, diversifikasi sumber likuiditas eksternal melalui LCT, dan gunakan kebijakan pemerintah untuk memperbaiki fundamental neraca pembayaran,” kata Fakhrul.

Menurut dia, tekanan dari The Fed yang semakin hawkish sekaligus menjadi pengingat bahwa Indonesia tidak dapat menentukan harga uang dunia. Namun, Indonesia masih memiliki ruang untuk membangun sistem keuangan eksternal yang lebih tahan terhadap perubahan global.  “Fed yang hawkish adalah pengingat bahwa Indonesia tidak dapat menentukan harga uang dunia. Yang dapat kita lakukan adalah membangun sistem yang membuat setiap perubahan harga uang dunia tidak otomatis menjadi tekanan besar terhadap rupiah," tutup Fakhrul Fulvian. 

 

Menkeu Purbaya: Tahun Depan, PPPK Paruh Waktu di Daerah akan Menjadi Penuh Waktu

Iki Radio - Pemerintah menyiapkan kebijakan untuk meningkatkan kepastian status dan pembiayaan bagi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK/P3K) di daerah. Mulai Januari 2027, seluruh PPPK paruh waktu di daerah direncanakan menjadi PPPK penuh waktu dan pembiayaannya akan ditanggung oleh Pemerintah Pusat.

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan, kebijakan tersebut merupakan bagian dari upaya Pemerintah memastikan kebutuhan belanja pegawai dan operasional pemerintahan daerah dapat berjalan dengan baik.

“Jadi ada program di tahun depan, awal Januari 2027, semua Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK/P3K) Paruh Waktu di daerah akan menjadi PPPK Penuh Waktu, dan dibayar oleh pemerintah pusat,” ujar Menkeu Purbaya dalam Rapat Kerja Gabungan Komite IV DPD RI dengan Kementerian Keuangan, Kementerian PPN/Bappenas, dan Bank Indonesia di Jakarta, Senin (14/9/2026).

Menurut Menkeu, Pemerintah telah menyiapkan anggaran sekitar Rp31,1 triliun untuk mendukung kebijakan tersebut. Anggaran tersebut masih dapat mengalami penyesuaian sesuai dengan kebutuhan pembiayaan program.

“Anggarnya sekitar Rp31,1 triliun, mungkin juga lebih,” kata Menkeu.

Selain PPPK paruh waktu, Pemerintah juga menyiapkan langkah bertahap bagi pegawai pemerintah daerah yang selama ini pembiayaannya masih ditanggung oleh pemerintah daerah. Kesempatan untuk memperoleh pembiayaan dari Pemerintah Pusat tersebut akan dilakukan secara bertahap dalam tiga tahun ke depan.

“Untuk pegawai pemerintah daerah yang P3K dibayar oleh daerah, nanti akan diberikan kesempatan menjadi pegawai negeri yang dibayar oleh PNS, yang dibayar oleh pemerintah pusat, dilakukan secara bertahap selama tiga tahun ke depan,” ujar Menkeu.

Kebijakan tersebut menjadi bagian dari arah kebijakan Transfer ke Daerah (TKD) dalam RAPBN 2027. Pemerintah mengalokasikan TKD sebesar Rp735 triliun pada 2027, meningkat dibandingkan alokasi 2026 sebesar Rp696,9 triliun.

Menkeu menjelaskan, kebijakan TKD diarahkan untuk membenahi dan memenuhi kebutuhan dasar daerah, termasuk memastikan belanja pegawai, operasional pemerintahan, serta pelayanan dasar kepada masyarakat dapat dilaksanakan dengan baik.

Selain itu, TKD juga diarahkan sebagai instrumen untuk mengurangi ketimpangan fiskal antardaerah, memperkuat sinergi fiskal pusat dan daerah, serta mendorong peningkatan daya saing daerah.

“Secara umum, transfer ke daerah pada RAPBN 2027 dialokasikan sebesar Rp735 triliun, lebih dibandingkan dengan untuk pada tahun 2026 sebesar Rp696,9 triliun,” ujar Menkeu.

Pemerintah juga akan memperkuat integrasi TKD dengan prioritas pembangunan nasional melalui koordinasi antarlembaga, penyelarasan kebijakan fiskal regional, serta peningkatan kualitas perencanaan dan penganggaran di daerah.

Adapun alokasi TKD dalam RAPBN 2027 sebesar Rp735 triliun terdiri atas Dana Bagi Hasil Rp63,4 triliun, Dana Alokasi Umum Rp415 triliun, DAK Fisik Rp5 triliun, DAK Nonfisik Rp150,9 triliun, Hibah ke Daerah Rp3,53 triliun, Dana Otonomi Khusus Rp16,8 triliun, Dana Keistimewaan DIY Rp1,1 triliun, Dana Insentif Fiskal Rp2,3 triliun, dan Dana Desa Rp77 triliun.

Di sisi lain, belanja Pemerintah Pusat yang manfaatnya dirasakan masyarakat di daerah juga meningkat menjadi Rp1.445 triliun atau naik Rp85 triliun dibandingkan tahun sebelumnya yang sekitar Rp1.300 triliun.

Menkeu menegaskan, peningkatan belanja pusat yang dinikmati masyarakat di daerah menunjukkan bahwa dukungan fiskal kepada daerah tidak hanya tercermin dari besaran TKD. Menurutnya, belanja Pemerintah Pusat yang dilaksanakan dan memberikan manfaat langsung di daerah juga perlu diperhitungkan dalam melihat keseluruhan dukungan fiskal Pemerintah terhadap daerah.

“Tahun ini dinaikkan lagi sebesar Rp85 triliun. Jadi secara total netnya sebetulnya uang yang dibelanja di daerah tidak pernah berkurang,” ujar Menkeu.

Melalui kebijakan tersebut, Pemerintah berupaya memastikan pengelolaan fiskal pusat dan daerah semakin terintegrasi, sekaligus memberikan kepastian terhadap pembiayaan kebutuhan aparatur dan pelayanan publik di daerah. Kebijakan pengalihan pembiayaan secara bertahap juga diharapkan dapat memperkuat kapasitas fiskal daerah dalam menjalankan pelayanan kepada masyarakat.

 

Semeru Berstatus Siaga, BPBD Lumajang Siagakan Petugas 24 Jam

Iki Radio - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang memperkuat pemantauan Gunung Semeru selama 24 jam melalui Pos Curah Kobokan dan Oro-Oro Ombo untuk mempercepat penyampaian informasi apabila terjadi perubahan aktivitas gunung api.


Hingga Senin (14/9/2026), Gunung Semeru dilaporkan masih berstatus Level III atau Siaga. Berdasarkan informasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), erupsi kembali terjadi pada pukul 06.28 WIB dengan kolom abu teramati sekitar 1.000 meter di atas puncak.

Kepala BPBD Kabupaten Lumajang, Isnugroho, mengatakan perkembangan aktivitas Gunung Semeru terus dipantau petugas di lapangan.

“BPBD melalui jajaran Pos Curah Kobokan dan Oro-Oro Ombo bersiaga 1x24 jam secara bergantian. Apabila sewaktu-waktu terjadi APG, paling tidak kami bisa memberikan informasi awal secara visual dan melakukan tindakan evakuasi kepada warga sekitar kawasan,” ujar Isnugroho di Kabupaten Lumajang, Provinsi Jawa Timur, pada Senin (14/9/2026).

APG atau awan panas guguran menjadi salah satu potensi bahaya yang diantisipasi petugas dalam pemantauan aktivitas Semeru.

Menurut Isnugroho, kesiapsiagaan personel secara bergantian memungkinkan kondisi di sekitar kawasan terus diamati sehingga informasi awal dapat segera diteruskan kepada masyarakat dan unsur terkait apabila terjadi perubahan aktivitas.

Selain pengamatan visual, petugas juga mengikuti perkembangan kegempaan Gunung Semeru, termasuk tremor harmonik yang tercatat dalam pemantauan aktivitas vulkanik.

Isnugroho mengatakan perkembangan kegempaan tersebut menjadi salah satu unsur yang terus diperhatikan bersama informasi aktivitas gunung lainnya.

“Dengan adanya aktivitas kegempaan ini, kami terus melakukan pemantauan. Yang terpenting masyarakat tetap tenang, waspada, dan mengikuti informasi resmi dari petugas,” ujarnya.

BPBD Lumajang memastikan pemantauan dilakukan secara berkesinambungan untuk mendukung penyampaian informasi awal dan kesiapan respons apabila kondisi Gunung Semeru mengalami perubahan.

Masyarakat diminta tetap waspada serta mengikuti informasi dan arahan resmi dari pemerintah, BPBD, dan instansi yang berwenang dalam pemantauan aktivitas gunung api.

Mencekam, Kapal Virgo Transport 8 Miring di Laut Jawa, Penumpang Panik Tanpa Peringatan Alarm

Iki Radio — Kepanikan melanda para penumpang Kapal Virgo Transport 8 setelah kapal yang mereka tumpangi mendadak miring di perairan Laut Jawa, Senin (14/9/2026). Peristiwa tersebut terjadi sangat cepat tanpa adanya tanda-tanda peringatan dini dari pihak kapal.

Kapal Virgo Transport 8 yang terbalik di Laut Jawa

Salah satu korban selamat, Ahmad Saudi, mengungkapkan bahwa dirinya masih tertidur lelap saat situasi darurat tersebut terjadi. Ia baru terbangun setelah mendengar riuh suara langkah kaki para penumpang yang berlarian menyelamatkan diri.

"Tidak ada alarm peringatan yang berbunyi, tidak ada juga petugas yang memberitahu informasi ke penumpang. Semua terjadi begitu cepat," ujar Ahmad saat menceritakan detik-detik mencekam tersebut, Senin (14/9/2026).

Ahmad mengaku baru menyadari posisi kapal sudah miring usai diberi tahu oleh penumpang lain. Tanpa berpikir panjang, ia langsung meraba tiang kapal sebagai pegangan untuk menyeimbangkan tubuhnya yang terlempar mengikuti kemiringan badan kapal.

Ahmad Saudi, salah satu penumpang selamat Kapal Virgo Transport 8

Kondisi kapal yang terus miring dan mulai terbalik memaksa Ahmad berusaha keras mencari celah keluar untuk menyelamatkan diri. Di tengah situasi kacau tersebut, sebuah perahu karet darurat berwarna oranye berhasil dikeluarkan dari kapal.

Ahmad bersama 14 penumpang lainnya—yang seluruhnya laki-laki—segera naik ke perahu karet yang memiliki kapasitas terbatas tersebut. "Beruntung saat itu keluar perahu karet dari kapal, perahu karet itu berwarna oranye yang muat untuk 15 orang. Pokoknya hanya untuk 15, tidak boleh lebih," tuturnya.

Meski berhasil selamat, Ahmad menyimpan kepedihan mendalam. Ia mengaku sempat mendengar suara teriakan histeris dari penumpang perempuan yang terjebak di dalam kamar kapal. Namun, kondisi kapal yang terus tenggelam membuatnya tidak mampu berbuat banyak selain menyelamatkan nyawanya sendiri.

Seluruh barang bawaan seperti ponsel dan tas terpaksa ia tinggalkan di dalam kapal. Ahmad hanya berhasil membawa dompet yang ada di kantong celananya. Bagi Ahmad dan para korban selamat, keselamatan jiwa menjadi satu-satunya hal yang paling berharga di tengah lautan yang mencekam.

 

close
Pasang Iklan Disini