Mencekam, Kapal Virgo Transport 8 Miring di Laut Jawa, Penumpang Panik Tanpa Peringatan Alarm

Iki Radio — Kepanikan melanda para penumpang Kapal Virgo Transport 8 setelah kapal yang mereka tumpangi mendadak miring di perairan Laut Jawa, Senin (14/9/2026). Peristiwa tersebut terjadi sangat cepat tanpa adanya tanda-tanda peringatan dini dari pihak kapal.

Kapal Virgo Transport 8 yang terbalik di Laut Jawa

Salah satu korban selamat, Ahmad Saudi, mengungkapkan bahwa dirinya masih tertidur lelap saat situasi darurat tersebut terjadi. Ia baru terbangun setelah mendengar riuh suara langkah kaki para penumpang yang berlarian menyelamatkan diri.

"Tidak ada alarm peringatan yang berbunyi, tidak ada juga petugas yang memberitahu informasi ke penumpang. Semua terjadi begitu cepat," ujar Ahmad saat menceritakan detik-detik mencekam tersebut, Senin (14/9/2026).

Ahmad mengaku baru menyadari posisi kapal sudah miring usai diberi tahu oleh penumpang lain. Tanpa berpikir panjang, ia langsung meraba tiang kapal sebagai pegangan untuk menyeimbangkan tubuhnya yang terlempar mengikuti kemiringan badan kapal.

Ahmad Saudi, salah satu penumpang selamat Kapal Virgo Transport 8

Kondisi kapal yang terus miring dan mulai terbalik memaksa Ahmad berusaha keras mencari celah keluar untuk menyelamatkan diri. Di tengah situasi kacau tersebut, sebuah perahu karet darurat berwarna oranye berhasil dikeluarkan dari kapal.

Ahmad bersama 14 penumpang lainnya—yang seluruhnya laki-laki—segera naik ke perahu karet yang memiliki kapasitas terbatas tersebut. "Beruntung saat itu keluar perahu karet dari kapal, perahu karet itu berwarna oranye yang muat untuk 15 orang. Pokoknya hanya untuk 15, tidak boleh lebih," tuturnya.

Meski berhasil selamat, Ahmad menyimpan kepedihan mendalam. Ia mengaku sempat mendengar suara teriakan histeris dari penumpang perempuan yang terjebak di dalam kamar kapal. Namun, kondisi kapal yang terus tenggelam membuatnya tidak mampu berbuat banyak selain menyelamatkan nyawanya sendiri.

Seluruh barang bawaan seperti ponsel dan tas terpaksa ia tinggalkan di dalam kapal. Ahmad hanya berhasil membawa dompet yang ada di kantong celananya. Bagi Ahmad dan para korban selamat, keselamatan jiwa menjadi satu-satunya hal yang paling berharga di tengah lautan yang mencekam.

 

close
Pasang Iklan Disini