Iki Radio - Badan Gizi Nasional (BGN) melakukan pemutakhiran data penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai bagian dari upaya memastikan program berjalan tepat sasaran. Dalam proses tersebut, BGN telah mengeluarkan 1.653 satuan pendidikan dari daftar penerima manfaat MBG di seluruh Indonesia.
Kepala BGN, Sudaryono yang akrab
disapa Mas Dar, mengatakan mayoritas satuan pendidikan yang dikeluarkan
merupakan sekolah swasta bertaraf internasional, sekolah atau satuan pendidikan
yang bekerja sama dengan institusi internasional maupun nasional, serta sekolah
yang telah memiliki kemampuan finansial secara mandiri tanpa bergantung pada
Bantuan Operasional Sekolah (BOS).
“Mayoritas dari 1.653 yang kami exclude atau kami
keluarkan dari daftar penerima manfaat tadi adalah sekolah-sekolah swasta
bertaraf internasional, sekolah atau satuan pendidikan yang berkerjasama dengan
institusi internasional maupun nasional dan sekolah-sekolah yang sudah mandiri
secara finansialnya, tanpa bergantung pada bantuan operasional sekolah atau
dana bos,” ujar Mas Dar dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Senin
(14/9/2026).
Pemutakhiran sasaran tersebut
dilakukan BGN melalui kerja sama dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
serta Kementerian Agama untuk memperoleh data satuan pendidikan secara lebih
menyeluruh.
Pendataan tersebut mencakup lebih
dari 580.000 satuan pendidikan di Indonesia yang terdiri atas sekolah negeri,
madrasah, pondok pesantren, dan satuan pendidikan keagamaan lainnya.
Dari jumlah tersebut, lebih dari
340.000 satuan pendidikan telah mendapatkan layanan MBG. Sementara itu, sekitar
240.000 satuan pendidikan lainnya masih belum menerima program MBG dan akan
menjadi bagian dari tahapan perluasan layanan. “Lebih dari 340.000 sekolah
telah mendapatkan atau dilayani program MBG di sekolahnya artinya masih ada
sekitar 240.000 sekolah yang belum menerima program MBG ,” jelas Kepala
BGN.
Sudaryono menambahkan, BGN
menerima banyak permohonan dari satuan pendidikan yang belum mendapatkan
layanan MBG. Setiap permohonan tersebut akan ditindaklanjuti melalui proses
investigasi dan pemetaan sebelum layanan diberikan sesuai dengan tahapan yang
telah ditetapkan. a“Kami menerima banyak sekali surat permohonan dari sekolah-sekolah
yang belum mendapatkan MBG sampai saat ini dan itu akan kami investigasi untuk
kemudian kami layani program MBG secara bertahap sesuai dengan tahapan-tahapan
yang kami punyai,” katanya.
Menurutnya, pemutakhiran data
penerima manfaat menjadi bagian penting dalam memastikan perluasan MBG
dilakukan secara terukur. Dengan demikian, layanan tidak hanya memperhatikan
jumlah satuan pendidikan yang harus dilayani, tetapi juga mempertimbangkan
prioritas dan kondisi masing-masing wilayah.








