Iki Terbaru/Paling Greeess

Showing posts with label Daerah. Show all posts
Showing posts with label Daerah. Show all posts

Targetkan Graduasi Kemiskinan: Pemkab Madiun Anggarkan Rp395 Juta untuk Stikerisasi Rumah KPM Bansos

Iki Radio – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun mengambil langkah progresif dan tegas guna mengurai benang kusut serta polemik klasik terkait akurasi data penyaluran bantuan sosial (bansos). 

Mulai semester dua tahun 2026, seluruh rumah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di wilayah Kabupaten Madiun wajib ditempeli stiker khusus sebagai penanda identitas sosial.

Langkah ini diambil untuk memastikan intervensi jaring pengaman sosial dari pemerintah berjalan transparan, akuntabel, dan tepat sasaran. 

Guna memuluskan program masif ini, Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Madiun telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp395 juta yang bersumber dari pos Dana Alokasi Umum (DAU) APBD 2026.

Kebijakan stikerisasi ini bukan sekadar formalitas administratif di atas kertas. Bupati Madiun, Hari Wuryanto, menyatakan dengan tegas bahwa pihak eksekutif tidak akan berkompromi dalam pelaksanaan di lapangan. 

Pemerintah daerah telah menyiapkan regulasi ketat, jika ada warga yang menolak pemasangan stiker, atau dengan sengaja merusak dan melepas stiker yang telah terpasang, mereka secara otomatis dianggap mengundurkan diri secara sukarela dari kepesertaan bansos.

“Jangan nek bantuan gelem, tapi nek dikenehi (ditempeli) stiker enggak mampu enggak gelem. Nah, itu kan dusta di antara kita kan,” ujar Hari Wuryanto, Sabtu (23/05/2026).

Bupati yang akrab disapa Hari Wur ini juga mewanti-wanti masyarakat agar menjaga integritas program ini dengan tidak melakukan tindakan manipulatif di lapangan.

“Jangan sampai nanti setelah petugas menempel, malah diklentek (dilepas). Jadi nanti kalau kita sudah sampaikan mekanismenya, jika sampai dilepas, berarti dia otomatis dianggap mengundurkan diri dari daftar penerima,” tambah Bupati.

Di balik aspek penegakan disiplin data, Hari Wuryanto menekankan bahwa kebijakan ini mengusung misi moral yang besar, yaitu keterbukaan informasi publik. 

Selama ini, rumor mengenai ketidaktepatan sasaran bansos kerap memicu gesekan sosial di tingkat akar rumput. Pemerintah daerah sering kali dituding subyektif dan tebang pilih dalam mendistribusikan bantuan.

Melalui stikerisasi, potret kemiskinan dan distribusi bantuan akan tersaji secara gamblang di hadapan publik. Langkah ini sekaligus menjadi instrumen validasi data secara sosiologis (melalui kontrol sosial masyarakat) untuk memutus mata rantai desas-desus negatif yang menuduh bahwa penerima bansos didominasi oleh kerabat perangkat desa, lurah, hingga lingkaran dekat bupati.

“Karena selama ini kita dinilai bahwa Pak Bupati itu pilih kasih. Jadi kalau sudah ada stiker di setiap rumah penerima, semuanya akan kelihatan jelas secara objektif. Ini dilakukan supaya validasi data kami semakin akurat, sekaligus agar tidak ada lagi rasa suudzon (prasangka buruk) dari teman-teman atau masyarakat semua,” imbuhnya.

Mempertimbangkan sensitivitas isu ini di tengah masyarakat, Pemkab Madiun bergerak cepat mengonsolidasikan jajaran birokrasinya hingga ke tingkat terbawah. 

Rapat koordinasi (rakor) lintas sektoral yang melibatkan Dinas Sosial, jajaran Camat, digelar untuk menyamakan persepsi dan menyusun Standar Operasional Prosedur (SOP) penempelan stiker.

Pemerintah daerah menginstruksikan pendekatan yang humanis namun tetap tegas selama proses sosialisasi, mengingat penempelan stiker kerap memicu beban psikologis bagi sebagian warga. 

Sosialisasi yang masif diharapkan mampu memberi pemahaman bahwa stiker tersebut adalah simbol akuntabilitas negara, bukan instrumen untuk menghakimi status sosial seseorang.

Berdasarkan data mutakhir dari Dinas Sosial Kabupaten Madiun, saat ini tercatat ada sekitar 82.000 kepala keluarga yang terdaftar sebagai penerima berbagai skema bantuan sosial. 

Hari Wuryanto menegaskan, indikator keberhasilan pembangunan daerah bukanlah seberapa banyak bantuan yang bisa dikucurkan, melainkan seberapa besar angka kemiskinan yang mampu ditekan setiap tahunnya.

Kebijakan stikerisasi ini diproyeksikan menjadi pemantik psikologis (shock therapy) yang diharapkan secara bertahap dapat mengurangi jumlah penerima bantuan sosial, terutama bagi keluarga yang secara ekonomi sebenarnya sudah mengalami peningkatan atau masuk kategori mampu namun enggan keluar dari zona nyaman bansos.

Lebih jauh, keberadaan stiker di rumah warga prasejahtera ini akan dijadikan alat kontrol performa bagi para pendamping program sosial di lapangan (seperti Pendamping PKH maupun TKSK). Mereka dituntut untuk tidak sekadar menjadi kurir atau pencatat administratif bantuan, melainkan bertindak sebagai mentor ekonomi.

“Mudah-mudahan dengan skema ini, angka penerima bisa terus berkurang karena kita ingin angka kemiskinan makro di Kabupaten Madiun juga turun secara riil. Di sinilah peran krusial pendamping agar sukses membimbing mereka dari status prasejahtera menuju keluarga yang mandiri dan sejahtera. Harapan besarnya, seluruh anggaran negara ini benar-benar tepat sasaran,” pungkasnya.(ir)

Tingkatkan IPM dan Optimalkan Potensi Daerah, Pemkab Madiun Jalin Sinergi Strategis dengan STAINU Madiun

Iki Radio – Pemerintah Kabupaten Madiun secara resmi menjalin kerja sama strategis dengan Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Madiun.

Kerja sama yang dikukuhkan melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) ini difokuskan pada penguatan Tri Dharma Perguruan Tinggi guna mendongkrak Indeks Pembangunan Manusia (IPM) serta mengoptimalkan berbagai potensi daerah di Kabupaten Madiun.

Ketua STAINU Madiun, Anwar Soleh Azarkoni, menegaskan bahwa sebagai perguruan tinggi yang secara historis berizin di wilayah Kabupaten, STAINU tidak dapat berdiri sendiri.

Sinergi dan kemitraan dengan Pemerintah Kabupaten Madiun merupakan sebuah keniscayaan untuk ikut serta mencerdaskan kehidupan bangsa, khususnya bagi masyarakat Madiun yang mayoritas warga Nahdliyin.

"Hari ini menjadi pondasi dasar kita dengan pemerintah daerah untuk bekerja sama dan membangun sinergi. Kami berharap MoU ini segera ditindaklanjuti dengan program nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi, mulai dari pengabdian masyarakat, penelitian, pengajaran, hingga program PPL dan KKN," ujarnya, Sabtu (23/5/2026).

Anwar Sholeh juga memohon dukungan moral serta kebijakan dari pemerintah daerah agar STAINU dapat terus eksis dan memberikan warna positif bagi kemajuan dunia pendidikan di Kabupaten Madiun.

Gayung bersambut, Pemerintah Kabupaten Madiun menyambut baik dan menaruh harapan besar terhadap kolaborasi ini.

Bupati Madiun Hari Wuryanto menyampaikan bahwa kehadiran perguruan tinggi di wilayah kabupaten sudah lama dinantikan demi mendukung peningkatan kualitas SDM setempat.

Saat ini, capaian IPM Kabupaten Madiun masih berada di posisi menengah (middle) Jawa Timur, yaitu di angka 75. Pemkab menargetkan angka tersebut dapat terkerek naik hingga minimal mencapai angka 81.

"Salah satu supporting utama untuk mendongkrak penilaian IPM adalah lewat kerja sama dengan perguruan tinggi. Kami sangat berharap, insyaallah tahun depan STAINU sudah bisa mulai membangun kampusnya di wilayah Kabupaten Madiun, memanfaatkan lahan yang sudah ada di dekat Puskesmas Desa Buduran. Lewat gotong royong, saya yakin STAINU di Kabupaten Madiun akan berkembang pesat," ungkap Bupati.

Selain persoalan IPM, Bupati juga menyoroti angka rata-rata lama sekolah di Kabupaten Madiun yang saat ini masih berada di angka 8,9 tahun (setingkat di bawah SMP). Padahal, target pendidikan dasar wajib telah menyentuh 13 tahun.

Pemkab Madiun terus berupaya mengikis ketertinggalan tersebut, salah satunya melalui program Sekolah Rakyat serta edukasi pentingnya pendidikan tinggi yang nantinya digerakkan melalui program KKN mahasiswa STAINU.

Di sektor pembangunan dan ekonomi daerah, Pemkab Madiun telah melibatkan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pokok untuk langsung merumuskan kerja sama riset dengan STAINU.

Keterlibatan akademisi dinilai sangat krusial dalam memikirkan pengelolaan potensi wilayah yang luar biasa, seperti pengembangan komoditas kakao, alpukat, hingga cengkeh yang tersebar di lereng Gunung Wilis.

Bupati Madiun menegaskan komitmen penuh jajarannya agar nota kesepahaman ini tidak berhenti sebagai agenda seremonial belaka, melainkan harus diimplementasikan secara istikamah dalam aksi nyata di lapangan.(ir)

 

 

 

 

Tingkatkan Transparansi Bansos, Pemkab Madiun Gelar Rakor Stikerisasi di Yogyakarta

Iki Radio – Pemerintah Kabupaten Madiun terus berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan publik dan transparansi dalam penyaluran bantuan sosial (bansos). 

Langkah nyata ini diwujudkan melalui Rapat Koordinasi (Rakor) Pelaksanaan Stikerisasi Bantuan Sosial Tahun 2026 yang digelar di Aula Balai Besar Diklat Kesejahteraan Sosial Kemensos RI, Yogyakarta, pada Kamis (21/5/2026).

Rapat dipimpin langsung oleh Bupati Madiun, Hari Wuryanto. Agenda ini juga dihadiri oleh jajaran Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait serta seluruh Camat se-Kabupaten Madiun.

Program stikerisasi ini dinilai sebagai strategi penting dalam memperkuat verifikasi sosial dan meningkatkan keterbukaan informasi kepada publik. 

Dengan menempelkan tanda khusus pada rumah keluarga penerima manfaat (KPM), Pemkab Madiun berharap proses validasi data di lapangan menjadi jauh lebih mudah.

Selain mempermudah kerja petugas, stikerisasi ini juga membuka ruang bagi masyarakat untuk ikut serta mengawasi. 

Pengawasan partisipatif dari warga diharapkan mampu meminimalisasi potensi bantuan yang tidak tepat sasaran.

Langkah ini menjadi bagian dari komitmen besar Pemkab Madiun dalam mewujudkan birokrasi yang bersih dan pelayanan publik yang akurat.

"Stikerisasi bantuan sosial adalah upaya kita bersama untuk memastikan bantuan tepat sasaran dan transparan. Ke depan, saya berharap seluruh perangkat daerah dan camat dapat bersinergi, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan," tegas Bupati Hari Wuryanto.

Melalui koordinasi yang solid antara pemerintah daerah, kecamatan, hingga tingkat desa, program stikerisasi ini diharapkan tidak hanya menjadi instrumen validasi data semata. 

Lebih dari itu, program ini ditargetkan mampu mendongkrak kepercayaan publik terhadap kinerja pemerintah.

Dengan pelaksanaan yang transparan dan akuntabel, program stikerisasi bansos 2026 ini diharapkan menjadi pilar pendukung dalam mewujudkan visi Kabupaten Madiun yang Bersih, Sehat, dan Sejahtera.

Sampaikan Pesan Perdamaian, 57 Biksu Thudong 'Indonesia Walk of Peace 2026' Singgah di Kabupaten Madiun

Iki Radio — Rombongan 57 biksu Thudong dalam aksi “Indonesia Walk of Peace 2026” yang berjalan kaki dari Bali menuju Candi Borobudur, Magelang, singgah di Kabupaten Madiun.

Para biksu tiba di Pendopo Ronggo Jumeno, Kabupaten Madiun, pada Kamis (21/5/2026) sekitar pukul 20.00 WIB.

Kedatangan rombongan spiritual ini disambut hangat oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Madiun, Sigit Budiarto, bersama jajaran pemerintah daerah serta perwakilan masyarakat lintas agama yang antusias menyambut kehadiran mereka.

Setelah beristirahat semalam, rombongan kembali melanjutkan perjalanan pada Jumat (22/5/2026) pukul 08.00 WIB.

Pelepasan para biksu dipimpin langsung oleh Bupati Madiun, Hari Wuryanto, beserta jajarannya dari halaman Pendopo Ronggo Jumeno.

Bupati Madiun, Hari Wuryanto, menyampaikan bahwa perjalanan panjang yang ditempuh para Biksu Thudong merupakan bentuk rasa syukur sekaligus upaya nyata untuk menebarkan pesan perdamaian di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.

“Indonesia Thudong tahun 2026 ini bentuk rasa syukurnya para Bhante supaya dunia ini menjadi damai. Untuk menjadi damai memang perlu pengorbanan dan harus diusahakan,” ujar Bupati Hari Wuryanto, Jumat (22/5/2026).

Menurut Bupati, kedamaian merupakan fondasi dan faktor paling krusial dalam mewujudkan kesejahteraan suatu daerah.

Ia menegaskan bahwa tanpa adanya situasi yang kondusif dan damai, pembangunan serta kemajuan daerah akan sulit tercapai.

“Tidak ada kemajuan dan perkembangan kalau tidak ada kedamaian. Karena itu, persatuan di tengah perbedaan agama dan keyakinan harus terus dijaga untuk mewujudkan Kabupaten Madiun yang sejahtera,” tuturnya.

Dalam persinggahan tersebut, para biksu juga menitipkan pesan mendalam kepada pemerintah dan warga Madiun agar selalu menjaga kerukunan serta hidup guyub rukun.

Pesan ini dinilai sangat relevan dan penting untuk terus dirawat di tengah kemajemukan bangsa.

“Mereka menyampaikan bahwa damai itu sesuatu yang bisa mengalahkan segalanya. Kalau damai, apa yang menjadi tujuan dan harapan insyaallah bisa terwujud,” imbuh Bupati.

Di akhir penyambutannya, Hari Wuryanto mengapresiasi perjalanan spiritual dari Pulau Dewata menuju Borobudur ini sebagai teladan nyata tentang arti pengorbanan, toleransi, dan persatuan.

“Mereka memberikan contoh kepada kita. Berjalan kaki jauh demi membawa pesan kedamaian. Itu wujud kepedulian bahwa kalau dilakukan bersama-sama, tujuan yang berat sekalipun bisa tercapai,” pungkas Bupati Hari Wuryanto.(ir)

 

46 Kepala Desa Banyuwangi Dikukuhkan Sebagai Paralegal, Bupati Ipuk Minta Kades Hadirkan Restorative Justice

Iki Radio - Sebanyak 46 Kepala Desa di Banyuwangi resmi dikukuhkan sebagai Paralegal setelah menjalani pendidikan dan pelatihan intensif. Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani berharap dengan menyandang gelar Paralegal, para kades bisa berperan sebagai juru damai di desanya masing-masing.

Paralegal adalah status atau peran tambahan bagi kepala desa yang telah dibekali pengetahuan hukum dasar dan sertifikasi resmi, sehingga memiliki legalitas formal untuk bertindak sebagai juru damai (Non-Litigation Peacemaker) dalam menyelesaikan konflik, memediasi sengketa, dan menerapkan restorative justice bagi warganya di tingkat desa tanpa melalui jalur pengadilan.

Kewenangan kepala desa sebagai paralegal diberikan secara resmi oleh Kementrian Hukum. Sertifikat Paralegal yang diterbitkan atau diakui oleh Kementerian Hukum menjadi bukti legalitas untuk memberikan bantuan hukum non-litigasi.

“Selamat kepada para Kepala Desa yang baru saja dikukuhkan. Gelar sebagai Paralegal menjadi simbol tanggung jawab moral untuk menghadirkan keadilan bagi warga di desa,” kata Bupati Ipuk saat memberikan sambutannya pada acara Pengukuhan Gelar Certified Paralegal of Legal Aid (CPLA) kepada 46 Kades di Kampus Untag Banyuwangi, Kamis (21/6/2026).

Ipuk mengatakan, sebagai paralegal kades harus menjadi juru damai atas permasalah warga. Dengan cara memediasi konflik warga, menerapkan restorative justice untuk tindak pidana ringan, serta menyusun dokumen kesepakatan damai yang sah secara hukum.

“Kades menjadi benteng pertama Restorative Justice (keadilan restoratif) di tingkat desa. Tugas kades bukan menghukum namun memulihkan dan mendamaikan, merangkul semua pihak melalui musyawarah dan mufakat tanpa harus membawa kasus ke jalur pengadilan (litigasi),” ujar Ipuk.

“Kades juga diharapkan mampu meningkatkan kesadaran hukum bagi warga agar menjadi tahu batasan hak dan kewajiban mereka secara hukum, sehingga potensi terjadinya tindak pidana atau konflik sosial di desa dapat ditekan sejak dini,” harap Ipuk.

Sementara itu Kepala Divisi Peraturan Perundang-undangan dan Pembinaan Hukum Kakanwil Kemenhum Nasional RI, Soleh Joko Sutopo mengapresiasi para Kades Banyuwangi yang telah menjalani pendidikan dan pelatihan hingga dikukuhkan secara resmi sebagai Paralegal

“Momentum ini menjadi tonggak sejarah penting yang membuktikan Banyuwangi tidak hanya maju pariwisata dan pelayanan publiknya tapi juga dalam membangun kesadaran hukum dari tingkat desa,” ujar Soleh.

Dengan memiliki kompetensi sebagai juru damai, kepala desa diharapkan bisa memediasi permasalahan dan konflik yang ada di desanya masing-masing hingga tidak perlu naik ke ranah hukum.

“Sehingga permasalahan yang terjadi bisa selesai lebih awal tanpa melalui persidangan,” pungkasnya.

DKP3 Balangan Periksa Kesehatan Hewan Kurban Jelang Iduladha

Iki Radio - Dalam rangka menyambut Hari Raya Iduladha 1447 H, Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kabupaten Balangan melaksanakan pemeriksaan kesehatan hewan kurban di Desa Sumber Rejeki, Kecamatan Juai, Kamis (21/5/2026).

Kegiatan tersebut dilakukan sebagai upaya menjamin keamanan pangan asal hewan serta memberikan perlindungan kepada masyarakat terhadap konsumsi daging kurban yang Aman, Sehat, Utuh, dan Halal (ASUH).

Pemeriksaan kesehatan hewan kurban meliputi pemeriksaan antemortem dan postmortem. Pemeriksaan antemortem dilakukan sebelum proses penyembelihan untuk memastikan kondisi kesehatan hewan sekaligus mendeteksi kemungkinan adanya penyakit menular, khususnya zoonosis.

Medik Veteriner Ahli Madya DKP3 Balangan, drh. Dewa Ayu Putu Asrinadi, mengatakan pemeriksaan tersebut penting dilakukan guna memastikan hewan kurban dalam kondisi sehat dan layak dikonsumsi masyarakat.

"Melalui pemeriksaan antemortem, kami dapat mengetahui kondisi kesehatan hewan sebelum disembelih sehingga dapat mencegah penyebaran penyakit menular dari hewan kepada manusia," katanya.

Sementara itu, Medik Veteriner DKP3 Balangan, drh. Akhmad Fadhil Aushaf, menjelaskan pemeriksaan kesehatan dilakukan secara menyeluruh agar tidak ditemukan tanda-tanda penyakit pada hewan kurban.

"Pemeriksaan ini dilakukan agar masyarakat merasa aman dan yakin bahwa hewan kurban yang dikonsumsi telah memenuhi prinsip ASUH, yaitu Aman, Sehat, Utuh, dan Halal," jelasnya.

Peternak Desa Sumber Rejeki, Sufyan Atsauri, menyambut baik kegiatan pemeriksaan kesehatan hewan kurban yang dilaksanakan DKP3 Balangan.

"Kegiatan ini sangat membantu peternak dan memberikan kepercayaan kepada masyarakat bahwa hewan kurban yang dijual dalam kondisi sehat dan layak konsumsi," ungkapnya.

Selain pemeriksaan sebelum penyembelihan, petugas juga akan melakukan pemeriksaan postmortem setelah penyembelihan guna memastikan organ dan daging hewan tetap aman untuk dikonsumsi masyarakat. 

Perkuat Sinergitas, Forkopimda Kabupaten Madiun Gelar Rapat Koordinasi ICJS

Iki Radio  – Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Madiun menggelar Rapat Koordinasi Integrated Criminal Justice System (ICJS) di Ruang IT Polres Madiun, Kamis (21/05/2026).

Rakor ini dilaksanakan dalam rangka mewujudkan penegakan hukum yang profesional, berkeadilan, dan transparan.

Melalui koordinasi yang solid antar-instansi penegak hukum dan pemerintah daerah, diharapkan proses penanganan perkara di wilayah Kabupaten Madiun dapat berjalan dengan lebih efektif, cepat, serta mampu memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.

Bupati Madiun, H. Hari Wuryanto, menegaskan bahwa sinergitas ini bukan sekadar seremonial, melainkan harus mampu menghasilkan langkah konkret dan rekomendasi yang aplikatif di lapangan.

"Dengan sinergitas ini, kita harapkan mampu menghasilkan langkah konkret, rekomendasi aplikatif, solusi terhadap kendala di lapangan, serta penguatan sinergi antar-instansi," ujar Bupati Hari Wuryanto.

Melalui implementasi sistem peradilan pidana terpadu ini, masyarakat diharapkan semakin memahami bahwa pelayanan hukum di Kabupaten Madiun terus bergerak maju. 

Target utamanya adalah menciptakan sistem yang lebih modern, cepat, transparan, humanis, dan berkeadilan.

Di akhir penyampaiannya, Bupati Madiun menegaskan komitmen penuh pemerintah daerah dalam mengawal integrasi sistem ini agar berjalan optimal hingga ke tingkat bawah.

 "Pemerintah Kabupaten Madiun berkomitmen mendukung Implementasi *Integrated Criminal Justice System* di tingkat daerah. Keberhasilan ini tentu sangat bergantung pada kesiapan infrastruktur teknologi, komitmen sumber daya manusia, kolaborasi antar-lembaga, serta dukungan dari seluruh lapisan masyarakat," pungkasnya.

Acara ini dihadiri langsung oleh sejumlah pejabat tinggi daerah, diantaranya Bupati Madiun Hari Wuryanto, Kapolres Madiun AKBP Kemas Indra Natanegara, Kajari Kabupaten Madiun Achmad Hariyanto Mayangkoro, Plt. Ketua Pengadilan Negeri Kabupaten Madiun Erwin Ardian, dan Sekda Kabupaten Madiun Sigit Budiarto.(ir)

Peringatan HKG PKK ke-54: Pemkab Madiun Dorong Sinergi 10 Program Pokok dengan Asta Cita Menuju Indonesia Emas 2045

Iki Radio – Pemerintah Kabupaten Madiun menegaskan komitmennya untuk memperkuat peran Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dalam pembangunan daerah.

Momentum Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 menjadi pijakan penting untuk menyelaraskan 10 Program Pokok PKK dengan visi-misi Presiden Republik Indonesia, Asta Cita, demi menyongsong Indonesia Emas 2045.

Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Bupati Madiun dr Purnomo Hadi, usai kegiatan peringatan HKG PKK ke 54 di Pendopo Muda Graha Kabupaten Madiun, Kamis (21/5/2026).

Ia menekankan bahwa kolaborasi yang solid antara pemerintah dan PKK adalah kunci utama dalam menyejahterakan masyarakat, yang dimulai dari unit terkecil, yaitu keluarga.

"Bagaimana kita kolaborasikan, kita sinergikan dengan visi-misi Presiden Asta Cita. Nanti kalau ada sinergi dan kolaborasi pemerintah dengan PKK, insyaallah Indonesia Emas tahun 2045 ini akan tercapai," ujarnya.

Pemkab Madiun juga mengingatkan bahwa keberadaan PKK memiliki landasan hukum yang sangat kuat, mulai dari Peraturan Presiden (Perpres) Tahun 2017 hingga petunjuk teknis dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Tahun 2020. Dengan regulasi ini, PKK secara sah diakui sebagai elemen krusial dalam struktur masyarakat.

Di tingkat desa, PKK secara resmi masuk ke dalam Lembaga Kemasyarakatan Desa (LKD). Konsekuensinya, peran PKK tidak boleh dikesampingkan dan wajib dilibatkan dalam siklus pembangunan desa secara utuh.

Yakni mulai dari perencanaan, PKK aktif dilibatkan dalam proses rembuk dan perencanaan pembangunan. Pelaksanaan, PKK bisa terjun langsung mengeksekusi program pemberdayaan masyarakat. Dan monitoring serta evaluasi, yakni PKK bisa mengawasi serta mengevaluasi kegiatan demi memastikan kesejahteraan keluarga tercapai.

Untuk mendukung hal tersebut, Pemkab Madiun berkomitmen melibatkan seluruh jenjang PKK—mulai dari tingkat kabupaten, kecamatan, desa, hingga kelompok terkecil Dasawisma—termasuk dalam hal keterlibatan penganggaran.

Selain PKK, transformasi juga menyasar sektor kesehatan melalui kader Posyandu. Saat ini, Posyandu telah berkembang menjadi Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP).

Jika dahulu Posyandu hanya berfokus pada Ibu Hamil (Bumil) dan anak balita, kini layanannya mencakup seluruh siklus hidup manusia.

"Dengan Posyandu ILP ini, semua usia masuk. Dari bumil, balita, usia sekolah, usia produktif, hingga lansia ikut terlibat di dalam unsur kegiatan Posyandu tersebut," jelas Wakil Bupati.

Sama halnya dengan PKK, Posyandu juga merupakan bagian dari 6 komponen yang masuk dalam Lembaga Kemasyarakatan Desa (LKD).

Pemerintah berharap, penerapan 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM) melalui pilot project Posyandu ILP ini dapat memotivasi para kader di lapangan untuk memberikan pelayanan yang lebih prima dan positif bagi masyarakat Kabupaten Madiun.(ir)

 

Peringatan HKG PKK ke-54 di Kabupaten Madiun: Perkuat Asta Cita Menuju Indonesia Emas 2045

Iki Radio – Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Madiun menggelar Peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 tahun 2026 di Pendopo Muda Graha Kabupaten Madiun pada Kamis (21/5/2026).

Pada momentum peringatan HKG ke 54 ini mengusung tema nasional "Kuatkan 10 Program Pokok PKK, Laksanakan Asta Cita, Wujudkan Indonesia Emas 2045".

Perayaan tahun ini sekaligus menegaskan kembali peran vital PKK sebagai pilar utama dalam pembangunan ketahanan keluarga di Indonesia.

Ketua TP PKK Kabupaten Madiun, Erni Hari Wuryanto, hadir membacakan sambutan tertulis dari Ketua Umum PKK Pusat, Tri Suswati Tito Karnavian. Dalam sambutannya, tema besar tahun ini diharapkan mampu menjadi fondasi utama untuk membakar semangat dan mendorong peran aktif jutaan kader di seluruh penjuru negeri.

"Peringatan ke-54 ini bukan sekadar seremonial belaka. Momentum berharga ini justru disoroti sebagai waktu yang tepat untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap program kerja yang telah berjalan," ujar Erni Hari Wuryanto.

Selain sebagai wadah evaluasi, HKG ke-54 ini juga menjadi ajang memperkuat solidaritas dan kekompakan seluruh kader PKK dalam menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks.

Seluruh kader diajak bergerak serentak mengimplementasikan nilai-nilai Asta Cita yang diselaraskan dengan 10 Program Pokok PKK.

Sinergi tersebut dinilai menjadi kunci utama dalam mewujudkan fondasi keluarga Indonesia yang mandiri secara ekonomi dan sosial, sehat lahir batin, serta sejahtera dalam lingkungan yang harmonis.

"Keluarga adalah unit terkecil dalam masyarakat. Jika kita berhasil memperkuat ketahanan keluarga melalui 10 Program Pokok PKK dan Asta Cita, maka kita sedang membangun fondasi yang kokoh untuk Indonesia Emas 2045," lanjutnya.

Pemerintah bersama segenap elemen bangsa turut menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas dedikasi, kerja keras, dan pengabdian tanpa pamrih dari para kader PKK.

Sebagai ujung tombak, peran kader dinilai sangat luar biasa dalam menyosialisasikan dan menyukseskan berbagai program pemerintah, mulai dari tingkat dasawisma, kelurahan/desa, hingga ke tingkat nasional.

Kendati demikian, para kader PKK didorong untuk tidak cepat puas. Mereka dituntut untuk terus berinovasi dalam melahirkan program-program kreatif yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

"Semangat gotong royong harus tetap dijaga sebagai roh gerakan PKK, sembari terus memperluas kolaborasi dan sinergi dengan berbagai pihak, baik sektor swasta, akademisi, maupun komunitas lokal," imbuh Erni.

Sementara Wakil Bupati Madiun, dr Purnomo Hadi, dalam arahannya dihadapan seluruh kader PKK mulai tingkat Desa, Kecamatan hingga Kabupaten Madiun, menyampaikan apresiasi yang setinggi tingginya atas dedikasi serta peran PKK di Kabupaten Madiun.

"PKK itu sebagai penggerak. Mari berkolaborasi dengan pemerintah, bersama sama kita membangun Kabupaten Madiun lebih baik," ujarnya.

Sebagai wujud aksi nyata dan dukungan penuh PKK dalam mencegah serta mengurangi angka stunting di Kabupaten Madiun, acara ini tidak hanya diisi dengan seremonial semata.

Dalam rangkaian kegiatan HKG ke-54 ini, TP PKK Kabupaten Madiun menyerahkan bantuan pangan secara simbolis kepada 15 Ketua TP PKK Kecamatan se-Kabupaten Madiun.

Selain itu, dalam meningkatkan peran di masyarakat, di tempat yang sama juga dilakukan launching pilot project posyandu 6 SPM (Standar Pelayanan Minimal) Kabupaten Madiun.

Secara simbolis, rompi dan PIN kelulusan assessment diberikan kepada kader Posyandu Duren Puskesmas Mlilir, Posyandu Templek Puskesmas Klecorejo dan Posyandu Kasih Bunda Puskesmas Klagenserut.

Dengan semangat HKG ke-54, TP PKK Kabupaten Madiun diharapkan semakin siap melangkah lebih kuat untuk mengawal generasi masa depan yang sehat dan berkualitas menuju Indonesia Emas 2045.(ir)

 



Rombongan Biksu Thudong Tiba di Pendopo Ronggo Djumeno Madiun Hari Ini

Iki Radio — Rombongan biksu yang tengah menjalani ritual berjalan kaki keagamaan atau Thudong, dijadwalkan tiba di Pendopo Ronggo Djumeno, Caruban, Kabupaten Madiun, hari ini, Kamis (21/5/2026) sore.

ilustrasi (Ai)

Sebelumnya, rombongan biksu itu telah berjalan kaki menempuh jarak ribuan kilometer dari Nakhon Si Thammarat, Thailand, melintasi Malaysia dan Singapura, hingga akhirnya menyeberang ke Indonesia hingga di Kabupaten Madiun. 

Ritual jalan kaki ini menjadi simbol keteguhan fisik dan spiritual para biksu dalam menyambut Hari Raya Waisak.

Setelah dari Madiun, rencananya rombongan akan melanjutkan perjalanan ke arah barat menuju Kabupaten Ngawi, sebelum nantinya memotong jalur melewati wilayah Jawa Tengah.

ilustrasi (Ai)

Rombongan biksu ini diketahui telah berangkat dari Thailand pada tanggal 20 Maret 2026 lalu. 

Setelah berminggu-minggu melakukan perjalanan spiritual lintas negara, mereka ditargetkan akan sampai di tujuan akhir, Candi Borobudur, Magelang, tepat sebelum puncak perayaan Waisak 2570 BE.

Thudong adalah tradisi berjalan kaki yang dilakukan oleh para biksu Sangha untuk melatih kedisiplinan, kesabaran, dan mengikis ego. 

Sepanjang perjalanan, mereka hanya mengandalkan makanan dari pemberian umat (Pindapata) dan bermalam di tempat ibadah atau alam terbuka dan singgah di rute yang dilalui mereka.

Perjalanan ini tidak hanya menjadi pembuktian fisik dan spiritual bagi para biksu, tetapi juga menjadi simbol perdamaian dunia dan penguat tali persaudaraan antar-bangsa di Asia Tenggara.(ir)

Harkitnas ke-118 di Kabupaten Madiun: Jaga Tunas Bangsa dari Penjajahan Digital Menuju Kesejahteraan

Iki Radio – Pemerintah Kabupaten Madiun menggelar upacara bendera dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 di Lapangan Jiwan Kabupaten Madiun, rabu (20/5/2026).

Momentum sejarah yang merujuk pada berdirinya organisasi Budi Utomo pada 1908 ini dijadikan komitmen bersama untuk melindungi generasi muda di tengah derasnya arus digitalisasi.

Upacara berlangsung khidmat dihadiri oleh Wakil Bupati Madiun, Sekretaris Daerah, staf ahli, asisten Sekda, pimpinan perangkat daerah, jajaran Forkopimcam Jiwan, kepala desa/lurah, pimpinan Bank Jatim, TP PKK, Dharma Wanita Persatuan, organisasi kemasyarakatan, ASN, TNI, Polri, hingga para pelajar dan mahasiswa di Kabupaten Madiun.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Madiun membacakan sambutan tertulis Menteri Komunikasi dan Digital RI, Meutya Hafid.

Mengusung tema "Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara", peringatan tahun ini menjadi alarm penting bagi seluruh elemen bangsa untuk membentengi generasi muda dari dampak negatif dunia digital dan disinformasi.

"Teknologi dan ruang digital harus kita kuasai demi kedaulatan bangsa, bukan justru sebaliknya, kita yang dikuasai oleh teknologi," tegas Bupati Madiun saat membacakan amanat Menkomdigi.

Pemerintah pusat sendiri telah mengambil langkah nyata melalui pemberlakuan penuh Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak. Sejak 28 Maret 2026, pemerintah resmi menunda akses anak di bawah usia 16 tahun ke media sosial dan platform digital berisiko tinggi demi memastikan ruang digital yang sehat dan beretika.

Selain perlindungan digital, sambutan menteri juga menyoroti program strategis nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto yang mencakup Makan Bergizi Gratis secara masif di sekolah-sekolah untuk fondasi fisik generasi masa depan. Pemerataan Pendidikan melalui pembangunan Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda di wilayah afirmasi. Layanan Cek Kesehatan Gratis yang adil dan merata bagi masyarakat. Penguatan Ekonomi Desa melalui Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih guna mempermudah akses pupuk, permodalan, dan sembako.

Usai upacara, Bupati Madiun menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor antara pemerintah daerah, TNI, Polri, dan masyarakat untuk mempersiapkan estafet kepemimpinan masa depan.

"Kita harus menjaga para generasi muda kita, yang insyaallah mereka yang akan menerima estafet kepemimpinan. Jangan sampai anak-anak kita terpengaruh dengan hal-hal yang tidak baik. Kita tanamkan wawasan kebangsaan dan rasa cinta tanah air kepada mereka," ujar Bupati Madiun.

Mengenai esensi "kebangkitan" bagi Kabupaten Madiun, Bupati menjelaskan bahwa bangkit bermakna sebuah proses dinamis untuk merubah kondisi dari yang kurang menjadi baik, dan yang baik menjadi jauh lebih baik lagi.

"Harapan kami sesuai dengan visi-misi kami, bahwa Kabupaten Madiun harus sejahtera. Output dari kebangkitan itu adalah kesejahteraan masyarakat," imbuhnya.

Menghadapi tantangan modern, Bupati Madiun berpesan khusus kepada generasi muda agar tidak terjajah oleh kemajuan zaman.

Langkah konkret yang akan terus digalakkan ke depan adalah pemberian edukasi yang masif serta penguatan wawasan kebangsaan yang bersinergi dengan seluruh elemen penegak hukum dan masyarakat.

Melalui momentum Harkitnas ke-118 ini, Bupati mengajak seluruh warga untuk menjadikan Bumi Kampung Pesilat sebagai lingkungan yang aman, sehat, dan suportif bagi tumbuh kembangnya tunas-tunas bangsa demi kedaulatan NKRI.(ir)

 

Progres Capai 60 Persen, Bupati Madiun Targetkan Proyek SR Rampung 20 Juni

Iki Radio – Pemerintah Kabupaten Madiun terus mengejar penyelesaian proyek pembangunan gedung Sekolah Rakyat (SR) sebagai fasilitas pendidikan terbaru yang ditargetkan selesai pada pertengahan tahun ini.

Saat ini, progres fisik pembangunan telah menunjukkan tren positif dan berjalan sesuai rencana.

Bupati Madiun Hari Wuryanto menyebut, proyek pembangunan SR kini telah menyentuh angka 60 persen.

Pihaknya optimistis fasilitas tersebut bisa mulai dioperasikan dalam waktu dekat.

"Progres alhamdulillah sudah bagus, 60 persen. Nanti tanggal 20 Juni insyaallah selesai," ujar Bupati Madiun usai memimpin upacara Hari Kebangkitan Nasional di Lapangan Jiwan Madiun, Rabu (20/5/2026).

Terkait kesiapan operasional, khususnya penjaringan peserta didik, Pemerintah Kabupaten Madiun telah menetapkan target kuota awal sebanyak 360 siswa. Target ini nantinya akan terus dikembangkan secara bertahap hingga mencapai kapasitas maksimal.

Saat ini telah menjaring 144 siswa, dari kuota awal 360 siswa. Kapasitas total akan dikembangkan berangsur-angsur hingga menampung 1.200 siswa.

Untuk kuota awal sebanyak 360 siswa tersebut, Pemkab Madiun membaginya secara merata tiap jenjang pendidikan, mulai dari SD, SMP dan SMA yang masing masing 120 siswa.

Bupati juga menegaskan bahwa seluruh siswa yang masuk tidak perlu mengkhawatirkan masalah pemenuhan kebutuhan penunjang belajar.

Pemerintah daerah berkomitmen untuk memberikan dukungan penuh, termasuk pemenuhan seragam sekolah dan fasilitas pendukung lainnya.

"Oh semuanya, jangan khawatir. Lengkap. Pokoknya didukung," tegas Bupati.

Tak hanya fokus pada fasilitas fisik bangunan dan administrasi siswa, Pemkab Madiun juga memperhatikan aspek kelestarian lingkungan di sekitar lokasi.

Sebagai langkah penghijauan, Pemkab telah mengirimkan sejumlah bibit tanaman buah untuk ditanam di kawasan tersebut.

Beberapa jenis tanaman ikonik yang disiapkan antara lain bibit pohon alpukat, mangga, serta beberapa tanaman hias khas yang biasa mempercantik halaman depan kantor Pemkab Madiun.(ir)

 

Gencarkan Legalitas Pangan Segar, DKPP Kabupaten Madiun Sosialisasi Izin PSAT-PDUK hingga Tingkat Desa

Iki Radio – Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Madiun terus berkomitmen meningkatkan keamanan dan legalitas pangan di wilayahnya.

Salah satu langkah nyata yang diambil adalah dengan menggencarkan sosialisasi perizinan Pangan Segar Asal Tumbuhan (PSAT) hingga menyentuh tingkat desa dan kecamatan.

Langkah strategis ini diwujudkan melalui agenda Sosialisasi Perizinan Berusaha Pangan Segar Asal Tumbuhan Produksi Dalam Negeri Usaha Kecil (PSAT-PDUK) yang digelar pada Selasa (19/5/2026).

Kegiatan ini melibatkan perangkat desa dan kecamatan guna memperluas pemahaman masyarakat mengenai pentingnya izin edar bagi produk pangan segar.

Kepala Bidang Konsumsi dan Keamanan Pangan sekaligus Plt Sekretaris DKPP Kabupaten Madiun, Sri Murdilah Goida Alfiah, menegaskan bahwa perangkat desa dan kecamatan memegang peranan krusial dalam menyebarkan regulasi ini ke tingkat akar rumput.

“Petugas pelayanan baik desa maupun kecamatan itu ujung tombak bagi masyarakat untuk mengetahui perizinan-perizinan. Jadi kami melibatkan beliau-beliau agar informasi tentang PSAT sudah bisa didapatkan di desa maupun kecamatan,” ujarnya.

Ia menambahkan, sosialisasi ini mengacu pada aturan terbaru mengenai penyelenggaraan perizinan berusaha berbasis risiko serta standar produk pangan segar.

Dalam kegiatan tersebut, materi teknis mengenai mekanisme pengurusan nomor registrasi PSAT-PDUK dikupas tuntas oleh Analis Ketahanan Pangan Ahli Pertama DKPP Kabupaten Madiun, Aldila Cinantya Kasita.

Aldila menjelaskan bahwa PSAT merupakan izin edar yang wajib dimiliki oleh produk pangan segar asal tumbuhan yang telah dikemas dan diberi merek dagang. Diantaranya untuk komuditas beras, kacang-kacangan, sayur, buah, hingga rempah-rempah yang dikemas dan memiliki merek/nama dagang.

"Kalau dikemas dan ada mereknya, itu wajib ada izin edarnya," tegas Aldila.

Sejak tahun 2021, pemerintah kabupaten/kota memiliki wewenang penuh untuk menerbitkan nomor registrasi PSAT-PDUK bagi pelaku usaha mikro dan kecil.

Sementara untuk skala usaha menengah, besar, dan produk luar negeri, kewenangannya berada di tangan pemerintah provinsi atau pusat.

Pengurusan izin kini dilakukan secara daring melalui sistem Online Single Submission (OSS).

Meski pengurusan izin sudah berbasis digital (online), DKPP Kabupaten Madiun menyadari tidak semua pelaku usaha mikro langsung fasih menggunakan sistem tersebut. Oleh karena itu, DKPP berkomitmen untuk memberikan pendampingan langsung.

“Saat ini belum 100 persen dapat mendaftar online secara mandiri, karena pelaku usaha mikro masih banyak yang kesulitan. Jadi tetap kami dampingi di kantor sampai selesai,” jelas Aldila.

Langkah ini dirasa penting mengingat pengawasan terhadap produk pangan tanpa izin edar kini semakin diperketat oleh Satgas Pangan.

Berdasarkan data DKPP Kabupaten Madiun, kesadaran pelaku usaha lokal terus menunjukkan tren positif. Dari tahun 2021 hingga April 2026, sudah menerbitkan 138 nomor registrasi PSAT-PDUK.

Melalui penguatan sosialisasi ini, DKPP Kabupaten Madiun berharap semakin banyak pelaku usaha pangan segar asal tumbuhan di Kabupaten Madiun yang tergerak untuk mengurus izin edar.

Dengan jaminan legalitas yang jelas, produk-produk lokal Madiun diharapkan mampu bersaing dan dipasarkan ke jangkauan yang jauh lebih luas.(ir)

 

Peringati HUT ke-59, PERWOSI Kabupaten Madiun Gelar Sosialisasi Senam Kampung Pesilat 2026

Iki Radio – Persatuan Wanita Olahraga Seluruh Indonesia (PERWOSI) Kabupaten Madiun sukses menggelar Sosialisasi Senam Kampung Pesilat Tahun 2026 di Pendopo Muda Graha pada Selasa (19/5/2026). 

Kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam melestarikan budaya sekaligus memperkuat identitas daerah.

Acara yang berlangsung meriah dan penuh semangat ini dihadiri oleh berbagai unsur organisasi wanita se-Kabupaten Madiun. Mulai dari Dharma Wanita Persatuan (DWP), Tim Penggerak PKK Kecamatan, hingga perwakilan organisasi wanita lainnya turut ambil bagian secara aktif.

Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memperingati HUT PERWOSI ke-59. Selain sebagai perayaan hari jadi, sosialisasi ini bertujuan utama untuk mengampanyekan Senam Kampung Pesilat sebagai warisan identitas Kabupaten Madiun yang kaya akan nilai luhur.

Ketua PERWOSI Kabupaten Madiun, Fitriya Purnomo Hadi, menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada seluruh peserta yang hadir. 

Menurutnya, perempuan memiliki peran yang sangat strategis dalam membangun masyarakat yang sehat, berdaya, dan berkarakter.

“Setelah mengikuti sosialisasi ini, saya yakin ibu-ibu dapat menjadi duta-duta Senam Kampung Pesilat Indonesia di masing-masing organisasi dan wilayahnya, sehingga Senam Kampung Pesilat sebagai identitas Kabupaten Madiun yang menjunjung tinggi persatuan, sportivitas, dan nilai luhur budaya bangsa dapat tersebar luas di lingkungan organisasi maupun masyarakat,” ungkapnya.

Tidak berhenti pada tahap sosialisasi, gerakan hidup sehat ini akan terus digelorakan secara berkelanjutan. PERWOSI Kabupaten Madiun merencanakan agenda lanjutan Lomba Senam Kampung Pesilat, yang akan digelar pada September 2026,bertepatan dengan peringatan Hari Olahraga Nasional (HAORNAS).

Selain menjadi sarana edukasi fisik, momentum ini juga dimanfaatkan untuk memperkuat tali silaturahmi antarorganisasi wanita di Kabupaten Madiun.

Melalui kegiatan ini, kaum perempuan didorong untuk menjadi agent of change (agen perubahan) dalam membudayakan pola hidup sehat, yang dimulai dari lingkungan keluarga hingga merambah ke masyarakat luas.

Di penghujung acara, antusiasme peserta memuncak saat seluruh hadirin bersama-sama turun ke lapangan untuk mempraktikkan gerakan Senam Kampung Pesilat. Praktik langsung ini menjadi bukti komitmen dan implementasi nyata dari materi sosialisasi.(ir)

Desa Sukojati Banyuwangi Raih Penghargaan Nasional “Desa Matang Pengadaan” dari LKPP RI

Iki Radio - Desa Sukojati, Kecamatan Blimbingsari Banyuwangi meraih penghargaan nasional. Sukojati menjadi 12 pemerintah desa terbaik se-Indonesia dalam tingkat kematangan pengadaan barang/jasa desa yang dinilai Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) RI.

Penghargaan Desa Matang Pengadaan tersebut diberikan dalam agenda nasional Sinergi Nasional Akselerasi Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa, serta Pencapaian Desa Anti Korupsi melalui Transformasi Regulasi, Tata Kelola dan Sumber Daya Manusia Pengadaan di Jakarta, Selasa (19/5/2026). Penghargaan diterima langsung Kepala Desa Sukojati Untung Suripno dan Asisten Pemerintahan dan Kesra MY Bramuda. 

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyatakan apresiasinya yang tinggi kepada Pemerintah Desa Sukojati yang telah berhasil memperoleh penghargaan tersebut. Menurut Ipuk, prestasi yang diraih Sukojati adalah bentuk penguatan desa sebagai pusat inovasi, pelayanan publik, dan tata kelola pemerintahan yang baik.

“Apa yang diraih Sukojati ini akan menjadi benchmark bagi desa-desa lain di manapun. Bagaimana pemerintah desa melakukan pengadaan barang dan jasa dilakukan secara transparan, tata kelola yang baik, yang memenuhi kaidah pengadaan barang jasa,” kata Ipuk. 

Kami senang desa di Banyuwangi terus berbenah, termasuk Desa Sukojati. Semoga pencapaian ini mampu memotivasi desa-desa lain, untuk menjadi lebih berprestasi dan terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat,” imbuh Ipuk.

Desa Sukojati telah dipilih LKPP sebagai 12 Desa Piloting di Indonesia dalam upaya meningkatkan tata kelola proses Pengadaan Barang/Jasa Desa. Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan penandatanganan surat komitmen pelaksanaan replikasi pengukuran tingkat kematangan pengadaan barang/jasa Desa. 

“Pertemuan ini sekaligus menyamakan persepsi, membahas langkah-langkah pelaksanaan ke depannya. Untuk meningkatkan perluasan pelaksanaan pengukuran tingkat kematangan pengadaan barang/jasa desa, LKPP akan melakukan replikasi ke desa lain untuk mendorong terciptanya proses saling belajar antar desa dalam perbaikan tata kelola menuju desa mandiri dan desa anti korupsi,” kata Bramuda. 

Kades Sukojati Untung menyatakan kebanggaannya pemerintahan desanya diapresiasi oleh pemerintah pusat. Dia menjelaskan, pihaknya menerapkan peraturan yang berorientasi pada pengadaan yang transparan.

“Jadi, pengadaannya tetap memperhatikan peraturan, baik Peraturan Bupati Banyuwangi maupun aturan lainnya tentang prinsip dan etika pengadaan barang dan jasa. Contohnya di setiap pengadaan kami selalu mencari harga pembanding untuk memastikan mendapatkan harga terbaik,” ungkap Untung.

“Hal ini sesuai dengan perintah Bupati dan Presiden, agar anggaran untuk desa juga harus berputar di desa itu sendiri,” tandasnya.

Sebelumnya, Desa Sukojati juga ditetapkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai salah satu percontohan desa anti korupsi dari sejak 2022. Selain itu, Desa Sukojati, juga pernah mendapatkan penghargaan dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu) RI sebagai Pengelola Keuangan Terbaik pada 2023. (*)

Buka 15 Ribu Lowongan Kerja, Pemkab Madiun Gelar Job Fair dan Tegaskan Larangan Tahan Ijazah

Iki Radio – Pemerintah Kabupaten Madiun menggelar bursa kerja atau Job Fair selama dua hari berturut-turut di Pendopo Ronggo Djumeno Kabupaten Madiun, 19 - 20 Mei 2026.

Agenda tahunan ini menyediakan sedikitnya 15.000 lowongan pekerjaan dari puluhan perusahaan guna menyerap tenaga kerja lokal dan menekan angka pengangguran.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Disnakerin) Kabupaten Madiun, Arik Krisdiananto mengungkapkan bahwa antusiasme masyarakat sangat tinggi.

Berdasarkan data dashboard pendaftaran online hingga pagi hari pembukaan, tercatat sebanyak 4.310 pelamar telah mendaftarkan diri.

"Pendaftar dari Kabupaten Madiun ada 2.000 sekian, sementara dari luar Madiun—seperti Ngawi, Magetan, dan Nganjuk—mencapai sekitar 1.500-an. Secara regulasi acara ini memang dibuka untuk umum, namun kita tetap memprioritaskan warga Kabupaten Madiun yang mayoritas ingin bekerja dekat dengan orang tua," ujarnya saat ditemui di lokasi acara.

Dalam Job Fair kali ini, Disnakerin Kabupaten Madiun mengakumulasi kerja sama dengan total 60 perusahaan. 

Sebanyak 32 perusahaan membuka stan secara langsung (offline) di pendopo, sementara 28 perusahaan lainnya membuka lowongan secara online. Salah satu sektor yang menyerap tenaga kerja terbesar adalah pabrik mainan di wilayah Ngawi dengan kebutuhan mencapai 4.000 personil.

Mengantisipasi karakter Generasi Z yang dikenal pemilih dalam mencari kerja, Disnaker menerapkan sistem opsi pilihan mirip seleksi perguruan tinggi.

"Gen Z ini kan gampang-gampang sulit, ya. Jadi sistem pendaftarannya kami buatkan opsi pilihan. Target kami tentu penyerapan sebanyak-banyaknya. Jika nanti ada yang belum diterima, datanya tetap kami fasilitasi untuk disalurkan ke perusahaan lain atau melalui agenda Job Fair mini di kantor Disnaker," jelas Arik.

Menanggapi kekhawatiran pelamar terkait maraknya isu penahanan ijazah asli oleh pihak perusahaan, mantan Kepala DPMPTSP ini dengan tegas menyatakan bahwa tindakan tersebut melanggar aturan resmi ketenagakerjaan.

Pihak Disnaker mengaku telah melakukan dua kali technical meeting bersama seluruh perusahaan peserta sebelum Job Fair dimulai untuk menyamakan regulasi.

"Penahanan ijazah itu tidak boleh, sudah ada aturannya. Kemarin saat technical meeting langsung saya sampaikan sendiri. Untuk pendaftaran ini, ijazah hanya sebatas fotokopi atau bahkan cukup unggah berkas digital (PDF) lewat link," tegasnya.

Ia juga menambahkan bahwa Disnaker membuka posko aduan yang beroperasi secara permanen di kantor dinas. Masyarakat atau pencari kerja dipersilakan melapor jika menemukan adanya pelanggaran administrasi atau kecurangan oleh perusahaan.(ir)

DPD Partai GOLKAR Kabupaten Madiun

 


Ketua DPD Partai GOLKAR Kabupaten Madiun

Mengucapkan Selamat Memperingati HARI KEBANGKITAN NASIONAL, 20 Mei 2026



Sediakan 15 Ribu Lowongan, Job Fair Kabupaten Madiun 2026 Diserbu Ribuan Pencari Kerja

Iki Radio — Pemerintah Kabupaten Madiun sukses menggelar bursa kerja atau Job Fair 2026 di Pendopo Ronggo Djumeno pada Selasa (19/5/2026).


Acara ini langsung diserbu oleh ribuan pencari kerja yang memadati lokasi sejak pagi hari demi berburu pekerjaan impian.

Antusiasme peserta terlihat sangat tinggi. Area pendopo dipadati oleh para pelamar yang kompak mengenakan pakaian formal kemeja putih dan celana hitam.

Berdasarkan data dari panitia penyelenggara, total pendaftar yang tercatat hingga hari pelaksanaan mencapai 4.500 orang. Dari jumlah tersebut 2.000 peserta merupakan warga asli Kabupaten Madiun, dan 1.500 peserta datang dari berbagai wilayah di luar Kabupaten Madiun.

Job Fair kali ini berhasil menggandeng 60 perusahaan berskala lokal maupun nasional. Untuk memaksimalkan jangkauan, panitia membagi sistem kehadiran perusahaan menjadi dua metode. Yakni hadir langsung di lokasi Job Fair (On-site di Pendopo) sebanyak 32 perusahaan, dan secara daring (online) sebanyak 32 perusahaan.

Perusahaan yang berpartisipasi tidak hanya berasal dari wilayah Madiun Raya, melainkan juga dari luar kota seperti Pasuruan, bahkan hingga pulau Kalimantan.

Secara total, ada 15.000 lowongan pekerjaan dengan berbagai formasi yang siap diperebutkan.

Bupati Madiun, Hari Wuryanto, mengungkapkan bahwa beberapa perusahaan yang terlibat memang sedang melakukan ekspansi besar-besaran sehingga membutuhkan banyak tenaga kerja baru.

"Ada perusahaan yang membutuhkan 200 tenaga kerja, 300 tenaga kerja, bahkan ada yang sampai membutuhkan 2.000 tenaga kerja sekaligus," ujar Bupati saat meninjau stand perusahaan.

Menurutnya, Job Fair ini merupakan langkah nyata pemerintah daerah dalam menjembatani kebutuhan industri dengan para pencari kerja, khususnya para lulusan baru (fresh graduate).

Pemkab Madiun sendiri memiliki target makro untuk menurunkan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) secara bertahap.

Dari posisi saat ini yang berada di kisaran 4 persen, pemerintah menargetkan angka tersebut bisa ditekan ke angka 3 persen, dengan target jangka panjang menyentuh 1 persen.

Optimisme ini bukan tanpa alasan. Berdasarkan data Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) 2025 yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS), tren ketenagakerjaan di Kabupaten Madiun menunjukkan performa yang positif.

Angka pengangguran terbuka turun menjadi 3,22 persen di tahun 2025, dibandingkan tahun 2024 yang sempat menyentuh 4,32 persen.

Jumlah pencari kerja yang belum mendapat pekerjaan berkurang sebanyak 4,575 orang (dari 19.285 orang pada 2024 menjadi 14.710 orang pada 2025).

Melihat ketertiban dan semangat para peserta sepanjang acara, Bupati Madiun mengaku sangat mengapresiasi keseriusan generasi muda daerah.

“Alhamdulillah, antusiasme anak-anak luar biasa. Mereka hadir tertib dan menunjukkan keseriusan untuk bekerja,” pungkasnya.(ir)

 

Jelang Idul Adha 2026, DKPP Kabupaten Madiun Perketat Pengawasan Hewan Kurban di Pasar Bajulan

Iki Radio – Menjelang Hari Raya Idul Adha 2026, Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Madiun mengambil langkah preventif dengan memperketat pengawasan lalu lintas dan kesehatan hewan kurban.

Fokus utama pengawasan ini menyasar ternak yang masuk dari luar daerah guna mengantisipasi penyebaran penyakit menular.

Sebagai bentuk tindakan nyata, petugas melakukan penyemprotan disinfektan secara menyeluruh di area pasar hewan serta menggelar pemeriksaan fisik ternak secara detail.

Langkah ini diambil untuk mendeteksi dini gejala Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) serta Lumpy Skin Disease (LSD).

Pemeriksaan kesehatan intensif salah satunya digelar di Pasar Hewan Bajulan, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun, pada Selasa (19/5/2026).

Petugas memeriksa satu per satu kondisi sapi dan kambing yang dijajakan pedagang, meliputi pemeriksaan mulut, kuku, mata, hingga memastikan usia hewan telah memenuhi syarat syariat kurban.

Tak hanya memeriksa, DKPP juga membagikan obat-obatan dan vitamin gratis agar kondisi imunitas ternak tetap terjaga di tengah lonjakan permintaan.

Kepala DKPP Kabupaten Madiun, Paryoto, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menerjunkan tim khusus yang terdiri dari petugas medik dan paramedik veteriner.

Tim ini dikerahkan untuk memantau lalu lintas ternak di pasar hewan maupun peternakan warga secara berkala.

“Tim ini bertugas memantau hewan ternak yang berada di pasar hewan, peternakan warga, hingga lalu lintas ternak di wilayah Kabupaten Madiun,” ujar Paryoto, Selasa (19/5/2026).

Paryoto menegaskan, aturan ketat diberlakukan bagi peternak atau pedagang dari luar daerah. Setiap hewan ternak yang masuk ke wilayah Kabupaten Madiun wajib dilengkapi dengan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH).

“Setiap ternak dari luar daerah harus menunjukkan surat keterangan sehat sebagai acuan kami bahwa ternak yang masuk aman dan tidak menularkan penyakit,” tegasnya.

Aturan ini dinilai krusial demi melindungi populasi ternak lokal dari risiko penularan eksternal.

DKPP juga telah menjadwalkan pemeriksaan rutin ke sejumlah pasar hewan dan kandang milik pedagang di seluruh wilayah Kabupaten Madiun setiap hari. Upaya jemput bola ini diharapkan dapat memberikan rasa aman dan ketenangan bagi masyarakat yang hendak membeli hewan kurban.

Di tengah pengetatan pengawasan, DKPP membawa kabar baik terkait ketersediaan hewan kurban. Stok ternak di Kabupaten Madiun tahun ini diproyeksikan mengalami surplus (surplus ketersediaan).

Berdasarkan neraca potensi ketersediaan dan kebutuhan ternak kurban 2026 di Kabupaten Madiun, untuk sapi jantan mencapai 3.134 ekor, dari jumlah populasi sekitar 6.600 ekor. Kambing jantan, estimasi kebutuhan mencapai 24.882 ekor, dari total populasi 82.942 ekor. Dan domba jantan, estimasi kebutuhan mencapai 2.832 ekor, dari total populasi 9.442 ekor.

Sementara itu, proyeksi kebutuhan daging kurban di Kabupaten Madiun diperkirakan mencapai sekitar 450 ton, atau setara dengan 2.250 ekor sapi.

Dengan data tersebut, pasokan hewan kurban lokal dinilai lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan ibadah kurban masyarakat Kabupaten Madiun tahun ini.(ir)

 

Pelantikan 70 Pejabat Lumajang Jadi Momentum Perkuat Reformasi Birokrasi

Iki Radio - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang menegaskan penguatan integritas aparatur sipil negara sebagai fondasi utama reformasi birokrasi.

Hal itu disampaikan Bupati Lumajang, Indah Amperawati, menyusul pelantikan, pengukuhan, dan pengambilan sumpah jabatan 70 pejabat di lingkungan pemerintah daerah  di Pendopo Arya Wiraraja, Kabupaten Lumajang, Provinsi Jawa Timur, pada Senin (18/5/2026).

Pelantikan tersebut mencakup pejabat pimpinan tinggi pratama, administrator, pengawas, dan fungsional. Dari jumlah itu, 61 pejabat menjalani promosi maupun mutasi, enam pejabat dikukuhkan dalam jabatan yang sama, dan tiga lainnya beralih ke jabatan fungsional.

Bupati Lumajang, Indah Amperawati, mengatakan bahwa rotasi jabatan bukan sekadar penataan struktur organisasi, tetapi bagian dari strategi memperkuat birokrasi yang adaptif, profesional, dan berorientasi pada pelayanan publik.

“Pelantikan ini bukan sekadar perpindahan jabatan, tetapi upaya memperkuat pelayanan kepada masyarakat. Jabatan adalah amanah, dan amanah itu harus dijaga dengan integritas,” ujarnya.

Menurut Indah, keberhasilan pemerintahan tidak hanya diukur dari banyaknya program, tetapi juga dari kualitas birokrasi yang menjalankannya. Karena itu, integritas ASN menjadi isu utama dalam tata kelola pemerintahan yang bersih dan akuntabel.

Ia mengingatkan pejabat yang diberi tanggung jawab agar mampu menjaga kepercayaan publik dengan bekerja profesional, jujur, dan menjauhkan diri dari tindakan yang merugikan negara maupun masyarakat.

“Jangan sampai jabatan menjadi ruang untuk kepentingan pribadi. Yang paling penting adalah bagaimana masyarakat merasakan manfaat nyata dari pelayanan yang kita lakukan,” tegasnya.

Pemkab Lumajang menilai pelayanan publik yang cepat dan efisien hanya dapat tercapai apabila aparatur memiliki komitmen moral yang kuat dalam menjalankan tugas.

Di tengah tuntutan masyarakat yang semakin tinggi terhadap kualitas layanan pemerintah, ASN dituntut tidak hanya bekerja secara administratif, tetapi juga mampu menghadirkan birokrasi yang responsif dan dipercaya publik.

Rotasi pejabat menjadi bagian dari penyegaran organisasi agar kinerja perangkat daerah lebih dinamis. Langkah itu juga dilakukan untuk memastikan penempatan aparatur sesuai kebutuhan strategis pembangunan.

Kebijakan tersebut sejalan dengan agenda reformasi birokrasi nasional yang menekankan peran ASN sebagai pelayan publik, perekat bangsa, dan penggerak pembangunan daerah.

Bagi Pemkab Lumajang, penataan pejabat tidak hanya berkaitan dengan struktur organisasi, tetapi juga penguatan kultur kerja. Ketika pejabat bekerja dengan integritas, kebijakan dapat lebih tepat sasaran, layanan menjadi lebih efisien, dan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah meningkat.

Melalui pelantikan ini, Pemkab Lumajang menegaskan bahwa reformasi birokrasi harus dimulai dari kualitas aparatur yang menjalankannya. Sebab, birokrasi yang kuat tidak hanya ditentukan oleh sistem, tetapi juga oleh integritas orang-orang di dalamnya.

close
Pasang Iklan Disini