Iki Radio – Pemerintah Kabupaten Madiun menggelar kegiatan pembekalan sekaligus pelepasan Tim Ekspedisi Patriot (TEP) tahun 2026 di Ruang IT Pusat Pemerintahan Kabupaten Madiun, Selasa (21/7/2026).
Sebanyak 11 peserta asal Kabupaten Madiun yang lolos seleksi ketat siap diberangkatkan pada Kamis, 23 Juli 2026. Mereka akan menjalani masa pengabdian selama 4 bulan di berbagai lokasi kawasan transmigrasi, termasuk Papua dan Sulawesi.
Program Ekspedisi Patriot yang digagas Kementerian Transmigrasi RI ini merupakan langkah lanjutan dari tahap investigasi dan profiling potensi daerah yang telah dilaksanakan pada tahun 2025.
Wakil Bupati Madiun, dr. Purnomo Hadi menyampaikan bahwa para peserta TEP ini merupakan lulusan dari sejumlah perguruan tinggi diantaranya Universitas Airlangga (Unair) 5 orang, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) 3 orang, Universitas Brawijaya (UB) 2 orang, dan Universitas Gadjah Mada (UGM) 1 orang.
"Tahun lalu mereka ditugaskan melakukan pemetaan dan investigasi potensi daerah (strength, weakness, opportunity). Tahun ini, mereka dikirim untuk mengaplikasikan ilmu akademisnya di lapangan. Tujuannya mengedukasi masyarakat dan transmigran lokal agar mampu memanfaatkannya demi meningkatkan taraf hidup serta kesejahteraan," ujar Wabup Purnomo Hadi.
Wabup juga menekankan pentingnya menjaga kesehatan fisik dan mental, mengingat medan penugasan di luar Pulau Jawa memiliki tantangan tersendiri, termasuk risiko penyakit seperti malaria. Sebagai bentuk kontribusi dan dukungan nyata, Pemkab Madiun memfasilitasi perlindungan medis melalui Dinas Kesehatan, uang bekal, serta jaminan perlindungan BPJS Ketenagakarjaan.
Kabid Penempatan dan Ketransmigrasian (Penta) Disnakertrans Provinsi Jawa Timur, Purwanti Utami, mengapresiasi keikutsertaan aktif Kabupaten Madiun. Dari total sekitar 300 peserta se-Jawa Timur yang tersebar di 37 kabupaten/kota, 11 di antaranya merupakan delegasi unggulan asal Madiun.
"Kami berharap adik-adik sekalian selama 4 bulan di kawasan transmigrasi bisa menjadi agent of change serta pandai beradaptasi dengan budaya dan lingkungan setempat. Pengalaman ini juga membuka peluang besar bagi mereka untuk mengakses program Beasiswa Patriot di masa mendatang," ungkap Purwanti Utami.
Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Madiun, Arik Krisdiananto, melaporkan bahwa sebelum pelepasan resmi, para peserta telah dibekali materi dari Dinas Kesehatan, Bakesbangpol, dan BPJS Ketenagakarjaan. Acara pelepasan juga dihadiri oleh para Camat dan Kepala Desa asal para peserta.
Salah satu peserta asal Desa Purworejo, Kecamatan Geger, Muhammad Zamil Akbar (23), mengungkapkan motivasinya bergabung dalam Ekspedisi Patriot.
Lulusan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Brawijaya ini memilih fokus penugasan pada sektor pengembangan perikanan dan budidaya tambak.
"Saya ingin memaksimalkan dan mengaplikasikan ilmu perkuliahan secara langsung di lapangan. Persiapan utama yang saya lakukan adalah mendalami kembali materi keilmuan, menjaga fisik, serta menyiapkan mental untuk beradaptasi di luar Pulau Jawa," tutur Zamil.
Rombongan TEP asal Kabupaten Madiun ini dijadwalkan bertolak menuju Surabaya dan Jakarta pada 23 Juli 2026, sebelum melanjutkan perjalanan ke lokasi penempatan masing-masing pada 24 Juli 2026.(ir)









