Iki Radio — Ratusan pengurus koperasi dari berbagai kabupaten dan kota se-Jawa Timur memadati Pendopo Agung Ronggosukowati, Kabupaten Pamekasan, pada Senin malam (20/7/2026).
Kehadiran para pegiat ekonomi kerakyatan ini dalam rangka menghadiri Sarasehan dan Temu Bisnis Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79 Wilayah Jawa Timur.
Mengusung tema "Penguatan Kerja Sama Antar Koperasi dan Keberpihakan Negara dalam Mewujudkan Koperasi sebagai Pilar Perekonomian Bangsa", kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga forum strategis untuk memperkuat jejaring bisnis dan ekosistem koperasi di Jawa Timur.
Selain sarasehan dan temu bisnis, acara ini dirangkaikan dengan penyerahan penghargaan bagi koperasi-koperasi berprestasi dari berbagai daerah di Jawa Timur.
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Kabupaten Pamekasan, Endy Alim Abdi Nusa, menjelaskan bahwa forum ini dirancang untuk mempertemukan pelaku koperasi langsung dengan mitra usaha guna membuka peluang pasar baru.
"Kegiatan ini bertujuan membangun jejaring, membuka peluang kerja sama bisnis, sekaligus memperkuat posisi koperasi sebagai pilar perekonomian nasional. Forum ini juga menjadi wadah membahas arah kebijakan pengembangan koperasi sekaligus menyusun rekomendasi strategis," ujar Endy.
Untuk memberikan wawasan bisnis modern, panitia menghadirkan narasumber tepercaya, di antaranya Manajer Operasional Koperasi Konsumen Kana Surabaya, Rahmat Sampurna, serta akademisi dari Universitas Ciputra, Prof. Murpin Josua Sembiring. Kehadiran Koperasi Konsumen Kana diharapkan mampu membuka akses pasar serta memperkuat rantai pasok antarkoperasi melalui praktik bisnis yang lebih profesional.
Ketua Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Pamekasan, Buna’i, menekankan pentingnya koperasi untuk keluar dari stigma klasik yang hanya mengidentikkan koperasi sebagai lembaga simpan pinjam.
"Koperasi harus kembali pada roh utamanya: dari anggota, dikelola oleh anggota, dan hasilnya untuk kesejahteraan anggota. Potensi di sektor produksi, perdagangan, hingga jasa harus terus dikembangkan," tegas Buna’i.
Dari sarasehan tersebut, lahir sejumlah rekomendasi strategis, salah satunya adalah dorongan kepada pemerintah untuk mengevaluasi regulasi yang dirasa rumit dan membebani pergerakan koperasi. "Kalau regulasi terlalu berat, koperasi akan sulit berkembang," tambahnya.
Pandangan senada disampaikan oleh Bupati Pamekasan, Kholilurrahman. Ia menilai reorientasi peran koperasi sangat krusial agar koperasi benar-benar menjadi soko guru perekonomian masyarakat.
Kholilurrahman mengungkapkan bahwa Pemkab Pamekasan siap memfokuskan program pemberdayaan melalui pelatihan dan pendampingan pasca-rangkaian Harkopnas.
"Koperasi yang sudah mandiri akan didorong berkembang lebih luas. Koperasi kategori menengah jadi prioritas pembinaan, sedangkan koperasi yang dinilai terlalu tertinggal akan dievaluasi sebagai bagian dari penataan kelembagaan," pungkasnya.
Kegiatan Harkopnas ke-79 tingkat Jawa Timur ini juga menyedot perhatian berbagai pimpinan daerah.
Turut hadir langsung dalam rombongan dari Kabupaten Madiun, antara lain Bupati Madiun Hari Wuryanto, didampingi Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro Kabupaten Madiun Indra Setyawan, serta Ketua Dekopinda Kabupaten Madiun, Sarwana.
Kehadiran para pejabat daerah dan pimpinan Dekopinda dari berbagai kabupaten/kota ini menjadi bukti komitmen bersama dalam memajukan dan memodernisasi gerakan koperasi di Jawa Timur.(ir)









