Iki Terbaru/Paling Greeess

HUT RI ke-81: Bank Indonesia dan ASPI Resmi Luncurkan Kartu Kredit Indonesia dan Perluas Bebas Biaya QRIS

Iki Radio — Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, Bank Indonesia (BI) bersama Asosiasi Sistem Pembayaran Nasional (ASPI) resmi meluncurkan Kartu Kredit Indonesia (KKI) di Gedung Bank Indonesia, Jakarta, Senin (17/8/2026). 


Inovasi ini hadir untuk memperkuat ekosistem ekonomi keuangan digital nasional, meningkatkan efisiensi transaksi, serta memperluas inklusivitas penyelenggara maupun pengguna sistem pembayaran domestik.

Pada momen yang sama, BI turut mengumumkan perluasan kebijakan Merchant Discount Rate (MDR) QRIS 0% yang mulai berlaku efektif pada 1 Oktober 2026.

Guna menekan biaya transaksi pelaku usaha, BI memperluas cakupan batas transaksi nontunai tanpa beban biaya. Untuk Merchant Usaha Mikro (UMI), pembebasan tarif (MDR 0%) dilanjutkan untuk nominal transaksi hingga Rp500.000.

Merchant Kategori Lain (Kecil, Menengah, dan Besar), pembebasan tarif MDR 0% diperluas untuk transaksi hingga Rp100.000 (sebelumnya dikenakan tarif 0,7%).

Deputi Gubernur Senior yang juga menjabat Pejabat Gubernur Sementara BI, Destry Damayanti, menegaskan bahwa kebijakan ini dipersiapkan sebagai kado kemerdekaan bagi masyarakat sekaligus stimulasi pertumbuhan ekonomi.

"Respons kebijakan ini berangkat dari satu optimisme bahwa kebijakan ini menjadi wujud nyata sumbangsih Bank Indonesia bersama industri sistem pembayaran bagi bangsa Indonesia. Kebijakan ini dibangun atas prinsip keseimbangan yang memberikan manfaat bagi masyarakat, membuka ruang tumbuh bagi merchant, serta menciptakan peluang baru bagi Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran," ujar Destry.

Kartu Kredit Indonesia merupakan instrumen pembayaran domestik dengan fasilitas penundaan pembayaran (deferred payment). Sistem pembayaran ini terintegrasi langsung dengan ekosistem QRIS, baik menggunakan metode pindai (scan) maupun Tap.

Per 17 Agustus 2026, sebanyak 8 Penyelenggara Jasa Pembayaran (PJP) telah siap menerbitkan KKI. Diantaranya Bank Mandiri, BRI, BNI, BCA, CIMB Niaga, Bank Permata, Bank Mega, dan BSI (khusus skema pembiayaan syariah).

Perluasan instrumen digital ini didukung oleh adopsi masyarakat yang kian meluas sepanjang semester I 2026. 

Total pengguna QRIS 65,77 juta pengguna (+6,23 juta pengguna baru di 2026), total merchant 44,86 juta merchant (96,68% di antaranya UMKM) dengan volume transaksi 12,55 miliar transaksi, dengan nominal Rp1,12 kuadriliun (Tumbuh 93,92% YoY).

Sinergi antara BI, ASPI, dan industri jasa keuangan ini sejalan dengan Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia (BSPI) 2030 dan program Asta Cita Pemerintah dalam mengakselerasi kemandirian ekonomi digital nasional.

(sumber : bi.go.id)

Karnaval Kemerdekaan, Kementan Tampilkan Hasil Bumi dan Pertanian Modern Indonesia

Iki Radio - Karnaval Kemerdekaan HUT ke-81 Republik Indonesia di kawasan Monas, Jakarta, Senin (17/8/2026), tak hanya menjadi panggung peringatan kemerdekaan. Kendaraan Kementerian Pertanian (Kementan) yang dipenuhi hasil bumi Nusantara, alat dan mesin pertanian hingga teknologi modern turut menarik perhatian masyarakat yang datang merayakan hari kemerdekaan.

Kendaraan hias dari Kementerian Pertanian turut meramaikan Karnaval 81 Tahun Kemerdekaan RI sebagai rangkaian Malam Merdeka di Jakarta, Senin malam (17/8/2026). (Dok. Kementan)


Padi, jagung, singkong, buah-buahan, sayuran, rempah, komoditas perkebunan, beras hingga produk peternakan menghiasi kendaraan Kementan. Alat dan mesin pertanian dalam bentuk ornamen juga memperlihatkan bagaimana teknologi dan mekanisasi kini menjadi bagian dari upaya meningkatkan produktivitas pertanian.

Bagi warga, apa yang ditampilkan Kementan terasa dekat dengan kehidupan sehari-hari. Beti, warga Bekasi, yang datang ke Monas untuk Karnaval Kemerdekaan 17 Agustus, menilai kendaraan karnaval Kementan berhasil menampilkan kekayaan hasil bumi Indonesia sekaligus membawa tema pertanian secara kuat.

“Cukup bagus, cukup kreatif. Isinya lengkap, terlihat banget hasil bumi Indonesia dan semuanya lokal. Memang mengusung tema sesuai Kementan,” kata Beti.

Menurutnya, tampilan kendaraan Kementan semakin menarik dengan dominasi warna hijau, beragam ornamen dan pencahayaan. Kehadiran traktor di bagian depan juga membuat pesan pertanian terasa semakin kuat.  “Dari warnanya juga bagus, warna hijau melambangkan Indonesia penuh kehijauan. Lampunya bagus, banyak ornamen dan banyak warna. Di depan mobilnya ada traktor, jadi memang mengusung tema pertanian banget,” ungkapnya.

Apresiasi serupa disampaikan Sezi, warga Klender, yang menilai kehadiran hasil-hasil bumi dalam karnaval menjadi cara yang menarik untuk memperkenalkan sekaligus memberi semangat kepada petani Indonesia.  “Bagus sih, hasil-hasil bumi diperlihatkan, jadi para petani itu bisa kasih semangat. Ini mulai bagus, tahun-tahun sebelumnya kan belum ada. Kalau bisa ditingkatkan lagi,” ujar Sezi.

Ia berharap perhatian terhadap sektor pertanian terus diperkuat, terutama dalam meningkatkan kualitas pangan nasional. Menurutnya, Indonesia memiliki kekayaan pangan yang besar sehingga produksi dalam negeri perlu terus didorong.  “Buat petani terus semangat, kualitas pangan ditingkatkan lagi. Pemerintah harus memperhatikan masalah pertanian, terutama untuk Indonesia ini. Kalau bisa jangan ada impor lagi, kita kan pangannya banyak di Indonesia,” katanya.

Pesan yang disampaikan warga tersebut sejalan dengan tema yang dibawa Kementan dalam Karnaval Kemerdekaan: memperlihatkan bahwa kekuatan pangan Indonesia bertumpu pada hasil bumi yang diproduksi petani dan peternak, sekaligus diperkuat teknologi, mekanisasi dan tata kelola pertanian yang semakin modern.

Dari kendaraan karnaval tersebut, swasembada pangan tidak hanya ditampilkan melalui beragam komoditas. Di balik hasil bumi yang dipamerkan, terdapat rangkaian proses panjang mulai dari benih, pupuk, air, alat dan mesin pertanian, produksi hingga penyerapan hasil panen.

Swasembada Pangan

Hal ini sejalan dengan capaian swasembada pangan yang berhasil diraih Indonesia lebih cepat dari target. Hingga Agustus 2026, stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) juga tercatat mencapai 5,25 juta ton. Cadangan tersebut menjadi salah satu kekuatan penting dalam menjaga ketersediaan pangan sekaligus memperkuat ketahanan dan kedaulatan pangan nasional.

Berdasarkan proyeksi neraca pangan 2026, produksi beras nasional diperkirakan mencapai 34,77 juta ton, sedangkan kebutuhan nasional sekitar 31,10 juta ton. Dengan demikian, produksi beras diproyeksikan surplus sekitar 3,67 juta ton.

Adapun, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengatakan capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh insan pertanian, terutama petani yang menjadi garda terdepan dalam menjaga produksi pangan nasional. “Kami apresiasi seluruh petani Indonesia, seluruh pegawai kementerian, seluruh yang membantu kementerian, kami apresiasi. Kado ulang tahun Kementerian Pertanian untuk Republik Indonesia adalah swasembada dan ekspor,” kata Mentan Amran.

Menurut Mentan Amran, capaian tersebut bukan hasil kerja satu pihak, melainkan buah dari kerja bersama yang terus dilakukan untuk memperkuat sektor pertanian dari hulu hingga hilir. “Ini adalah persembahan dari seluruh insan pertanian. Bukan kerja saya, ini kerja kita semua,” ungkap Mentan Amran.

Semangat tersebut juga terlihat dari keberagaman yang dibawa dalam kendaraan Kementan. Sebanyak 15 pengiring mengenakan pakaian khas petani dari berbagai daerah Nusantara, membawa pesan bahwa kekuatan pangan nasional tumbuh dari banyak wilayah dengan karakter, budaya dan komoditas yang berbeda.

Mentan Amran bersama para pimpinan Kementan dan Bulog mengenakan pakaian adat Alor, Nusa Tenggara Timur. Kehadiran Adriano Padama, mahasiswa Universitas Diponegoro asal Alor, turut memperkuat pesan bahwa pembangunan pertanian juga melibatkan generasi muda dari berbagai daerah Indonesia.

Dari Alor hingga Jawa, Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Maluku dan Papua, setiap daerah memiliki kekayaan alam dan komoditas yang berbeda. Namun, seluruhnya bertemu dalam satu kepentingan yang sama, yakni membangun kemampuan bangsa untuk memenuhi kebutuhan pangan dari kekuatan sendiri.

Memasuki usia 81 tahun kemerdekaan, semangat tersebut menjadi bagian dari bentuk perjuangan Indonesia hari ini. Jika dahulu kemerdekaan diperjuangkan dengan merebut kebebasan, kini perjuangan diteruskan dengan membangun kekuatan bangsa agar mampu berdiri di atas kemampuan

 

HUT ke-81 RI, Kemnaker Perkuat SDM dan Perluas Kesempatan Kerja

Iki Radio - Memaknai 81 tahun kemerdekaan, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menempatkan penguatan sumber daya manusia (SDM) dan perluasan kesempatan kerja sebagai bagian penting dari upaya memastikan kemerdekaan semakin dirasakan masyarakat.

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia melalui kegiatan karnaval di Jakarta, Senin malam (17/8/2026). (Foto: Dok Kemnaker)


Komitmen tersebut disampaikan Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia melalui kegiatan karnaval di Jakarta, Senin malam (17/8/2026). Kegiatan tersebut turut disaksikan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Menurut Yassierli, kemerdekaan perlu diterjemahkan ke dalam kebijakan yang memberi masyarakat kesempatan lebih luas untuk meningkatkan kompetensi sekaligus memperoleh pekerjaan yang layak. “Semangat kemerdekaan menjadi energi bagi kita untuk terus membangun Indonesia melalui sumber daya manusia yang unggul, kompeten, dan berdaya saing. Kita akan terus memperluas peningkatan kompetensi agar masyarakat semakin siap memasuki dunia kerja,” ujar Yassierli.

Untuk mewujudkan hal tersebut, Kemnaker menjalankan berbagai program yang menghubungkan peningkatan kompetensi dengan kebutuhan pasar kerja. Di antaranya Pelatihan Vokasi Nasional, Pemagangan Nasional, Politeknik Ketenagakerjaan, dan KarirHub.

Program-program tersebut memberikan ruang bagi masyarakat untuk memperoleh keterampilan, pengalaman kerja, pendidikan vokasi, sekaligus mengakses informasi dan peluang kerja yang sesuai dengan kebutuhan dunia industri.

Kemnaker menilai penguatan SDM tidak dapat dipisahkan dari upaya membangun pasar kerja yang semakin inklusif. Tenaga kerja yang kompeten perlu didukung akses terhadap kesempatan kerja, sementara dunia usaha membutuhkan pekerja dengan keterampilan yang relevan dengan perkembangan industri. Karena itu, agenda ketenagakerjaan juga diarahkan untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman, produktif, inklusif, dan berkeadilan.

Penguatan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) serta hubungan industrial menjadi bagian dari upaya tersebut. Dengan lingkungan kerja yang baik, peningkatan produktivitas diharapkan berjalan seiring dengan perlindungan dan kesejahteraan pekerja.

Pendekatan ini sekaligus menegaskan bahwa makna kemerdekaan dalam bidang ketenagakerjaan tidak berhenti pada bertambahnya jumlah pekerja. Kemerdekaan juga perlu tercermin dari meningkatnya kemampuan masyarakat memperoleh pekerjaan yang layak, aman, dan memberikan ruang untuk berkembang.

Komitmen tersebut turut dibawa Kemnaker dalam karnaval HUT ke-81 RI yang berlangsung di pusat Jakarta. Kemnaker bersama Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) tampil dalam satu kendaraan terbuka yang telah dihias. Rombongan menempuh rute dari kawasan Monumen Nasional (Monas) hingga Bundaran Hotel Indonesia (HI), menyatu dengan masyarakat dalam perayaan kemerdekaan.

Bagi Kemnaker, keterlibatan tersebut bukan sekadar bagian dari kemeriahan peringatan HUT RI. Momentum kemerdekaan menjadi pengingat bahwa pembangunan ketenagakerjaan harus terus diarahkan pada peningkatan kualitas manusia dan terbukanya akses kerja bagi semakin banyak masyarakat.

Dengan SDM yang kompeten, pasar kerja yang adaptif, serta lingkungan kerja yang aman dan berkeadilan, Kemnaker mendorong semangat kemerdekaan diwujudkan melalui produktivitas dan kesempatan bagi masyarakat untuk membangun masa depan yang lebih baik.

 

Bulog Pastikan Stok Pangan di NTT Aman Pascagempa, Pasokan Cadangan Disiapkan

Iki Radio — Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani memastikan stok pangan di Nusa Tenggara Timur (NTT) dalam kondisi aman untuk mendukung kebutuhan masyarakat selama proses tanggap darurat dan pemulihan pascagempa.

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani memberi keterengan kepada awak media ditemui usai Final Mini Soccer Bulog Cup 2026 di Jakarta, Senin (17/8/2026). ANTARA/Harianto


Persediaan beras di wilayah NTT saat ini mencapai 35 ribu hingga 37 ribu ton, jumlah yang dinilai sangat mencukupi untuk penanganan bencana dalam waktu dekat.

"Sekarang stok aman. NTT itu stoknya antara 35 sampai 37 ribu ton. Jadi kalau nanti masih kurang, kita akan dorong untuk bantu penambahan atau penebalan istilahnya," ujar Rizal di Jakarta, Senin (17/8/2026).

Untuk menjamin ketersediaan pangan secara cepat dan merata, Bulog menerapkan sejumlah strategi penyaluran logistik di wilayah terdampak.

Setiap cabang Bulog di kabupaten/kota terdampak diinstruksikan menyediakan minimal 20 ton beras. Bulog menyalurkan 1.000 liter minyak goreng (MinyaKita) untuk masing-masing kabupaten/kota guna mendukung kebutuhan dapur umum dan pengungsi.

Jika terjadi peningkatan kebutuhan akibat berkembangnya data korban, Bulog siap memasok tambahan beras dari wilayah terdekat seperti Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Sulawesi Selatan.

Bulog telah menyalurkan bantuan darurat ke titik-titik pengungsian sebelum menerima surat permintaan resmi dari pemerintah daerah agar kebutuhan warga segera terpenuhi.

Rizal menjelaskan bahwa keputusan untuk menyediakan cadangan logistik lebih besar dari data kebutuhan saat ini diambil guna mengantisipasi kendala geografis dan keterbatasan jaringan komunikasi di lapangan. Langkah ini diharapkan dapat menjaga kesinambungan distribusi pangan serta mempercepat proses pemulihan masyarakat terdampak gempa di NTT secara berkelanjutan.(*)

 

HUT ke-81 RI, Presiden Ajak Doakan Korban Bencana NTT dan Sumatra

Iki Radio - Di tengah kekhidmatan peringatan ke-81 tahun Kemerdekaan Republik Indonesia (RI), Presiden Prabowo Subianto mengajak seluruh masyarakat menyisihkan waktu untuk berdoa bagi warga yang sedang menghadapi bencana alam di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Sumatra.

Ajakan tersebut disampaikan Prabowo saat Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (17/8/2026).  “Marilah kita mendoakan saudara-saudara kita yang terdampak bencana alam,” ujar Prabowo.

Ajakan doa yang disampaikan Prabowo dari Istana Merdeka pada peringatan HUT ke-81 RI menjadi pengingat bahwa perayaan kemerdekaan juga berlangsung di tengah proses penanganan dan pemulihan masyarakat terdampak bencana.

Di tengah peringatan hari kemerdekaan, solidaritas terhadap warga terdampak bencana menjadi bagian dari semangat kebersamaan untuk memastikan mereka dapat kembali menjalani kehidupan dan bangkit dari dampak bencana.

Pesan tersebut disampaikan di tengah upaya pemerintah menangani dampak bencana di sejumlah wilayah. Di NTT, sebanyak 4.925 paket sembako bantuan Presiden telah tiba untuk mendukung pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak.

Bantuan dikirim menggunakan pesawat Hercules dan tiba di dua wilayah, yakni Maumere, Kabupaten Sikka, serta Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, pada Minggu (16/8/2026).

Pengiriman melalui jalur udara dilakukan untuk mempercepat distribusi logistik ke sejumlah daerah yang membutuhkan penanganan.


Sebanyak 4.925 Paket Bantuan Disebar ke Tujuh Kabupaten NTT

Dari total bantuan tersebut, sebanyak 1.725 paket tiba di Maumere. Sebanyak 1.000 paket langsung dialokasikan bagi masyarakat terdampak di Kabupaten Sikka, sedangkan 725 paket diperuntukkan bagi Kabupaten Ende.

Sementara itu, sebanyak 3.200 paket tiba di Labuan Bajo untuk selanjutnya disalurkan kepada masyarakat di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, dan Nagekeo.

Bantuan tersebut diangkut menggunakan pesawat Hercules A-1343 dan A-1318 pada 15 Agustus 2026.

Pemanfaatan jalur udara dilakukan untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, terutama di wilayah yang memerlukan dukungan logistik secara cepat dan terkoordinasi.

Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah sekitar Mbay, Kabupaten Nagekeo, NTT, Sabtu (15/8/2026).

Penyaluran bantuan menjadi bagian dari respons pemerintah dalam memenuhi kebutuhan masyarakat di sejumlah kabupaten di NTT.

Selain NTT, perhatian pemerintah juga diarahkan pada pemulihan wilayah Sumatra yang terdampak bencana hidrometeorologi pada akhir Desember 2025.

17 Penerjun Kopassus dan Atraksi Pesawat Tempur Meriahkan HUT ke-81 RI di Istana Merdeka

Iki Radio - Suasana peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) di kawasan Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (17/08/2026) makin semarak dengan aksi terjun payung oleh Komandan Pasukan Khusus (Kopassus) Tentara Nasional Indonesia (TNI). Aksi terjun payung “Victory Jump” melibatkan 17 penerjun yang menampilkan sejumlah manuver apik.

Manuver tersebut mulai dari penerjunan bertingkat hingga pengibaran Bendera Merah Putih berukuran besar, poster bertuliskan angka 81 sebagai simbol HUT ke-81 Kemerdekaan RI, serta poster Presiden Republik Indonesia.

Koordinator Terjun Payung, Brigjen TNI I Gede Putra Yasa mengatakan jumlah 17 penerjun memiliki makna khusus karena merepresentasikan tanggal Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.

“Ada 17 penerjun yang melaksanaan penerjunan. Kemudian, 17 ini ya maknanya, kita dalam memperkenalkan hari HUT RI ke-81, memaknai tanggal daripada proklamasi itu sendiri, tanggal 17,” ujar Brigjen TNI I Gede Putra Yasa, Senin (17/8/2026).

Kemeriahan peringatan kemudian dilanjutkan dengan demonstrasi udara dari TNI Angkatan Udara yang menghadirkan kekuatan alat utama sistem senjata (alutsista) udara. Pertunjukan dibuka dengan giant flag berupa formasi gabungan helikopter TNI dan Polri yang terdiri atas delapan helikopter dengan membawa Bendera Merah Putih.

Atraksi udara dilanjutkan dengan manuver pesawat tempur Hawk, T-50, dan F-16 yang membentuk formasi angka 81 di langit Jakarta. Rangkaian demonstrasi udara juga menampilkan flight pass yang melibatkan sejumlah pesawat tempur di antaranya Hawk, F-16, Rafale, dan Sukhoi.

“Kami elang-elang muda TNI Angkatan Udara dari kokpit pesawat tempur Rafale yang didatangkan Bapak Presiden Prabowo Subianto, mengucapkan Selamat Hari Ulang Tahun Ke-81 Republik Indonesia. Indonesia berdaulat, adil, dan makmur. Merdeka!” ucap salah satu penerbang dari kokpit pesawat.

Kehadiran berbagai alutsista tersebut menjadi bagian dari pertunjukan yang menggambarkan kesiapan dan kekuatan pertahanan udara Indonesia. Atraksi udara ini turut memperkaya dan memeriahkan rangkaian upacara peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan RI yang diikuti oleh masyarakat.

Panggung Nusantara Semarakkan HUT ke-81 RI di Istana Merdeka

Iki Radio - Musik, tarian, hingga pencak silat membawa warna keragaman Indonesia ke halaman Istana Merdeka, Jakarta. Ratusan penampil dari berbagai latar belakang dan kelompok usia menghadirkan semangat kebangsaan melalui panggung seni pada peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Senin (17/8/2026).

Panggung kesenian telah menghidupkan suasana Istana Merdeka sejak sebelum upacara dimulai. Gita Bahana Nusantara (GBN) membuka rangkaian penampilan dengan membawakan sejumlah lagu daerah.

Kemeriahan berlanjut melalui pertunjukan tari kolosal dari sejumlah daerah, di antaranya Sulawesi Selatan dan Jawa Timur.

Sejumlah penyanyi perempuan Indonesia turut tampil membawakan lagu bertema kebangsaan dan Tanah Air. Angel Pieters menyanyikan “Zamrud Khatulistiwa”, Lea Simanjuntak membawakan “Negeriku”, sedangkan Dira Sugandi melantunkan “Rayuan Pulau Kelapa”.

Sajian kesenian Nusantara kembali berlanjut setelah upacara selesai. GBN berkolaborasi dengan Sekolah Rakyat membawakan lagu “Hari Merdeka” yang mengajak masyarakat larut dalam semangat peringatan kemerdekaan.

Salah satu sajian utama dalam rangkaian tersebut adalah pertunjukan bertajuk “Indonesia Rumah Bersama”. Ratusan penampil dari berbagai latar belakang dan kelompok usia terlibat dalam pertunjukan yang menggabungkan musik, tarian, hingga pencak silat.

Kurator penari, Eko Supriyanto, mengatakan konsep kesenian tersebut mengedepankan inklusivitas yang selaras dengan tema HUT ke-81 Kemerdekaan RI, “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”.  “Yang pastinya, yang paling utama dan penting adalah kita menampilkan lebih inklusif. Semakin tahun, semakin harus lebih inklusif dan semakin merata,” jelas Eko.

Menurut Eko, pertunjukan dirancang dengan menggabungkan berbagai unsur seni dan budaya Nusantara. Kolaborasi juga terlihat dari beragam latar belakang para penampil, mulai dari pelajar, penyanyi, penari, atlet, hingga unsur Universitas Pertahanan (Unhan).  “Kemudian ada pertunjukan spesial, dan pertunjukan spesial ini kita juga menunjukkan betapa kolaborasi antara pertunjukan-pertunjukan dari seluruh skema yang ada di seluruh nusantara, kita gabungkan dengan Unhan, Universitas Pertahanan,” ungkapnya.

Keterlibatan berbagai kelompok usia menjadi bagian penting dalam konsep pertunjukan tersebut. Pelajar SMP dan SMA hingga mahasiswa mendapat ruang yang sama untuk tampil bersama para seniman.  “Ini yang menjadi keyakinan nyata bahwa selain berdaulat, adil dan makmur. Inklusivitas itu termasuk dari teman-teman Unhan, termasuk dari seniman-seniman, bahkan anak-anak kecil dari SMP, SMA, perguruan tinggi juga kita tampilkan,” kata Eko.

Rangkaian pertunjukan ditutup dengan lagu “Tanah Airku” yang dibawakan seluruh penampil. Presiden Prabowo Subianto yang berada di mimbar kehormatan turut berdiri dan menyanyikan lagu tersebut bersama undangan, peserta, dan masyarakat yang hadir.

Lantunan “Tanah Airku” menjadi penutup rangkaian persembahan seni dalam peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Istana Merdeka. Suasana yang sebelumnya semarak berubah menjadi haru ketika para penampil dan peserta bersama-sama menyanyikan lagu tentang kecintaan terhadap Indonesia.

Merdeka! Dapat Remisi, 10 Narapidana Lapas Kelas 1 Madiun Bebas Langsung

Iki Radio— Sebanyak 10 narapidana di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Madiun, Jawa Timur, menghirup udara bebas tepat pada peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Senin (17/8/2026).

Kegembiraan ini dirasakan setelah memperoleh pemotongan masa tahanan (remisi) dalam rangka HUT ke 81 Kemerdekaan RI.

Pada momentum HUT ke-81 RI tahun ini, total 816 warga binaan pemasyarakatan (WBP) di Lapas Kelas I Madiun menerima pengurangan masa hukuman. Seluruh pengajuan yang diusulkan oleh pihak Lapas berhasil disetujui tanpa terkecuali.

Kepala Lapas Kelas I Madiun, Fajar Nur Cahyono, menyampaikan bahwa remisi yang diterima para warga binaan bervariasi. Khusus untuk 10 narapidana yang langsung bebas, mereka menerima program Remisi Umum II (RU II) dan telah menyelesaikan kewajiban administratifnya.

"Dari 816 warga binaan yang diajukan, semuanya disetujui. Ada 10 narapidana yang mendapatkan remisi umum 2 atau langsung bebas, tentunya setelah membayar denda subsider," ujar Fajar seusai penyerahan remisi Kemerdekaan HUT RI di Aula Lapas Madiun, Senin (17/8/2026).

Fajar menegaskan, meski remisi merupakan hak setiap narapidana, tidak semua warga binaan diajukan untuk menerima pemotongan masa pemidanaan. Pengajuan remisi melalu proses seleksi ketat sesuai kriteria dan persyaratan operasional yang berlaku.

Diantaranya warga binaan wajib menunjukkan kelakuan baik selama menjalani masa hukuman, aktif berpartisipasi dalam program pembinaan Lapas, serta memenuhi ketentuan administratif pendukung.

Sementara yang tidak berhak mendapatkan remisi adalah narapidana yang divonis hukuman seumur hidup, terpidana mati, tercatat melakukan pelanggaran disiplin (masuk buku Register F), serta warga binaan yang sedang menjalani pidana kurungan pengganti (subsider).

Pemberian remisi khusus Kemerdekaan ini diharapkan menjadi stimulus moral bagi seluruh warga binaan untuk terus mengintrospeksi diri, mematuhi tata tertib, dan siap kembali menjadi anggota masyarakat yang produktif setelah menyelesaikan masa hukumannya.(ir)

 

close
Pasang Iklan Disini