Iki Terbaru/Paling Greeess

Target Swasembada Dipercepat, Indonesia tidak Perlu Impor Beras

Iki Radio - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memastikan bahwa Indonesia segera mencapai swasembada beras lebih cepat dari target awal.

Hal itu disampaikan Amran dalam konferensi pers usai rapat terbatas dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Kamis (9/10/2025)

Mentan Amran mengungkapkan, sebelumnya Presiden memberikan arahan agar target swasembada pangan, khususnya beras, dipercepat dari empat tahun menjadi satu tahun.

“Target awal Bapak Presiden kepada kami empat tahun. Setelah 21 hari menjadi tiga tahun, 45 hari kemudian menjadi satu tahun. Alhamdulillah, kalau tidak ada aral melintang, dua sampai tiga bulan ke depan Indonesia tidak impor lagi.” terang Mentan Amran di depan awak media

Menurut Amran, percepatan tersebut tidak terlepas dari kerja keras petani dan dukungan penuh Presiden Prabowo yang terus mendorong peningkatan produksi pangan.

“Bapak Presiden betul-betul fokus pada ketahanan pangan nasional. Beliau ingin petani sejahtera dan Indonesia berdikari pangan,” jelasnya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), produksi beras nasional tahun ini telah mencapai 33,1 juta ton dan diperkirakan menembus 34 juta ton hingga akhir tahun. Kenaikan produksi sekitar 4 juta ton dibanding tahun lalu menjadi bukti bahwa kebijakan pemerintah di sektor pertanian menunjukkan hasil nyata.

Mentan Amran juga memaparkan bahwa bulan September 2025 mencatat deflasi beras sebesar 0,13 persen, pertama kalinya dalam lima tahun terakhir di musim paceklik. Kondisi ini menunjukkan ketersediaan beras nasional yang cukup dan harga di tingkat konsumen yang terkendali.

“Stok cadangan beras pemerintah saat ini mencapai 3,8 juta ton, dan ada tambahan satu juta ton untuk operasi pasar. Ini menandakan pangan kita aman. Bahkan berlebih. Alhamdulillah," terang Amran

Lebih lanjut, Mentan Amran mengungkapkan bahwa FAO menempatkan Indonesia sebagai negara dengan peningkatan produksi pangan terbesar kedua di dunia setelah Brasil. Selain itu, Nilai Tukar Petani (NTP) sebagai indikator kesejahteraan juga meningkat signifikan menjadi 124,36 poin, jauh di atas target nasional sebesar 110 poin.

“NTP naik berarti petani makin sejahtera. Ini kabar baik untuk rakyat Indonesia, terutama para petani yang sudah bekerja luar biasa,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Mentan Amran juga menegaskan pentingnya hilirisasi pertanian untuk memperkuat ekonomi desa dan menciptakan nilai tambah di dalam negeri.

“Kita tidak boleh lagi mengekspor bahan mentah. Semua harus diolah di dalam negeri agar nilai tambahnya dinikmati petani dan rakyat Indonesia,” tegasnya.

Menutup pernyataannya, Mentan Amran menyampaikan optimisme bahwa Indonesia kini berada di jalur yang benar menuju kemandirian pangan nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo. Dan hal tersebut dapat tercapai berkat kerjasama semua pihak terutama para petani Indonesia.

Dari Banua untuk Indonesia: Sekolah Garuda SMAN BBS Lahirkan Talenta Sains dan Generasi Inovatif

Iki Radio - Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) resmi memperkenalkan Sekolah Garuda Transformasi di SMAN Banua Bilingual Boarding School (BBS), Kalimantan Selatan. Langkah ini menjadi bagian dari peluncuran serentak Sekolah Garuda di 16 titik seluruh Indonesia, sebagai wujud nyata pemerataan akses pendidikan unggul dan pembinaan talenta sains di daerah.

Program Sekolah Garuda merupakan bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat Nomor 4 dan Asta Cita Nomor 4, yang menitikberatkan pada pembangunan sekolah-sekolah unggul terintegrasi di setiap kabupaten/kota serta penguatan SDM bidang sains dan teknologi.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, menegaskan bahwa kehadiran Sekolah Garuda merupakan langkah konkret pemerintah dalam menyiapkan generasi unggul dan memperluas kesempatan pendidikan bermutu hingga ke pelosok negeri. “Pendidikan berkualitas adalah pilar utama kemajuan dan daya saing bangsa,” tegas Menteri Brian.

Apresiasi juga datang dari Menekraf Teuku Riefky Harsya, yang menilai Sekolah Garuda sebagai terobosan strategis yang sejalan dengan arah pembangunan ekonomi kreatif berbasis ilmu pengetahuan dan inovasi.

“Sekolah Garuda ini menjadi langkah strategis untuk menyiapkan generasi penggerak kemajuan bangsa yang menguasai sains, teknologi, dan inovasi. Kita harus cerdas dan pintar, tapi juga jangan lupa menggunakan akal dan rasa. Kreativitas dan kecerdasan sosial menjadi kunci agar anak-anak kita mampu beradaptasi dan menciptakan solusi baru di masa depan,” ujar Menekraf Riefky, dalam keterangan tertulis, Kamis (9/10/2025).

Ia menambahkan, Sekolah Garuda bukan sekadar lembaga pendidikan, melainkan wadah pengembangan karakter, kreativitas, dan kepemimpinan muda yang siap menghadapi tantangan global.

Optimisme serupa datang dari guru Bahasa Inggris SMAN BBS, Bianca Maria Salita, yang melihat hadirnya Sekolah Garuda sebagai kesempatan besar bagi siswa di daerah untuk menembus batas impian.

“Sekolah Garuda membuka banyak kesempatan untuk anak-anak kami yang tanpa dukungan program ini mungkin tidak akan berani bermimpi besar. Saya percaya dari Banua ini akan lahir generasi yang siap menjelajahi dunia dan memberikan kontribusi bagi Indonesia,” tutur Bianca.

Ia menilai, peran guru kini tidak hanya sebagai pengajar, tetapi juga mentor riset dan pembimbing karakter, sejalan dengan semangat transformasi pendidikan yang diusung pemerintah.

Salah satu siswa, Najwa Azura Putri Arrahman, mengaku bangga menjadi bagian dari Sekolah Garuda.

“Saya sangat bersyukur bisa menjadi bagian dari program ini. Sekolah Garuda memberi saya keyakinan untuk melanjutkan pendidikan hingga ke luar negeri—sesuatu yang dulu terasa mustahil,” ungkapnya.

SMAN BBS dikenal memiliki sarana pembelajaran modern dan mendukung sistem asrama. Fasilitasnya mencakup laboratorium fisika, kimia, biologi, komputer, dan bahasa, perpustakaan digital, poliklinik, gymnasium, serta balairung berkapasitas seribu orang.

Fasilitas tersebut menjadi fondasi penting bagi penerapan pembelajaran berbasis riset dan eksperimen. Namun, Bianca menilai perlengkapan laboratorium sains masih perlu terus diperkuat agar proses praktikum lebih optimal dan inovatif.

Kehadiran Sekolah Garuda Transformasi di Kalimantan Selatan menjadi tonggak penting pemerataan akses pendidikan unggul di wilayah tengah Indonesia. Dengan dukungan pemerintah pusat dan daerah, serta semangat siswa dan guru, SMAN BBS siap menjadi pusat inovasi pendidikan, pengembangan karakter, dan pembibitan talenta sains nasional.

Sekolah Garuda bukan hanya simbol kemajuan pendidikan, tetapi juga wujud nyata kehadiran negara dalam menyiapkan generasi muda yang siap berkompetisi dan berkontribusi untuk Indonesia Maju.

Top

Dari Sepiring Porsi MBG, Tumbuh Ekonomi Lokal di Lumajang

Iki Radio - Di balik aroma sedap yang mengepul dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kabupaten Lumajang, tersimpan kisah tentang bangkitnya ekonomi warga lokal. Dapur ini bukan sekadar tempat memasak makanan untuk anak-anak penerima Program Makanan Bergizi Gratis (MBG), tetapi juga menjadi jantung penggerak ekonomi rakyat yang menghubungkan petani, nelayan, dan pelaku usaha kecil.

Pelaku usaha sayuran hidroponik di Kecamatan Kedungjajang kebanjiran orderan dari dapur umum.

Salah satu yang merasakan dampak langsung dari program ini adalah Arif Hermawan, petani milenial asal Kecamatan Kedungjajang. Ia mengembangkan pertanian hidroponik dan selama ini memasok hasil panennya ke sejumlah pelaku kuliner di Lumajang. Sejak hadirnya SPPG, peluang usahanya semakin terbuka lebar.

“Sekarang saya ikut menyuplai sekitar 30 kilogram sayuran setiap minggu ke SPPG Klakah. Kebutuhannya untuk menu makanan siswa penerima MBG,” ujarnya dengan senyum puas, Kamis (9/10/2025).

Kepastian permintaan dari dapur SPPG membuat Arif menata ulang strategi tanamnya. Ia kini membagi pola panen agar suplai sayur tetap stabil setiap pekan tidak hanya untuk SPPG, tetapi juga untuk pelanggan lamanya.

“Kami atur pola tanam supaya bisa panen setiap minggu. Jadi semua konsumen bisa terpenuhi tanpa ada yang terlewat,” tambahnya.

Dari luar, aktivitas dapur SPPG mungkin tampak sederhana: memasak, mengemas, dan mendistribusikan makanan. Namun di balik itu, ada denyut ekonomi yang terus berputar. Setiap porsi makanan yang disajikan bukan sekadar program sosial, tetapi juga hasil kerja sama lintas sektor antara petani, nelayan, dan pelaku UMKM penyedia bahan baku.

Lebih dari sekadar dapur gizi, SPPG kini menjadi ruang pemberdayaan ekonomi lokal. Di titik ini, konsep pembangunan inklusif Kabupaten Lumajang menemukan bentuk nyatanya: ketika kesejahteraan tidak hanya disajikan di meja makan anak-anak sekolah, tetapi juga ditanam di ladang warga.

Bagi Arif, program ini bukan sekadar peluang bisnis, tetapi sebuah ekosistem gotong royong modern.

“Kami jadi lebih semangat menjaga kualitas panen, karena hasil tani kami ikut memberi gizi untuk anak-anak Lumajang,” ujarnya.

Dengan rantai suplai yang semakin terarah, para pelaku usaha lokal kini memiliki kepastian pasar. Tak ada lagi hasil tani yang terbuang. Semua terserap dalam sistem yang saling menguatkan: dapur SPPG menjadi pusat konsumsi, petani menjadi penyedia, dan masyarakat menjadi penerima manfaat.

Inovasi yang dihadirkan melalui SPPG menunjukkan bahwa pembangunan sumber daya manusia tidak bisa dipisahkan dari penguatan ekonomi akar rumput.

Melalui satu piring makanan bergizi, tumbuh harapan baru bagi masyarakat Lumajang: bahwa gizi dan ekonomi dapat berjalan seiring, saling menguatkan dalam semangat gotong royong khas Lumajang.

Program ini juga menjadi bukti nyata bagaimana kebijakan berbasis kesejahteraan dan pemberdayaan mampu menciptakan dampak berantai menyehatkan anak, memberdayakan petani, dan menggerakkan roda ekonomi lokal secara berkelanjutan.

TPPI Tegaskan Komitmen K3, Gelar Safety Briefing Bersama Kontraktor

Iki Radio - PT Trans-Pacific Petrochemical Indotama (TPPI), perusahaan pengolahan migas terkemuka di Kabupaten Tuban, kembali menegaskan komitmennya terhadap Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) melalui kegiatan Safety Briefing Kontraktor, Kamis (9/10/2025).

TPPI saat gelar safety briefing bersama kontraktor.

Bertempat di Lapangan Upacara Aromatic Building, kegiatan ini diikuti oleh kurang lebih 10 perusahaan kontraktor dan ratusan pekerja mitra, mulai dari level manajemen hingga pekerja lapangan. Tujuan utama kegiatan ini adalah untuk memastikan seluruh pekerja tetap aman selama bekerja di area kilang TPPI.

General Manager TPPI, Hendra Kurniawan Wijaya, menjelaskan bahwa safety briefing ini merupakan bentuk pengingat bersama akan pentingnya keselamatan kerja, sekaligus bagian dari upaya mempertahankan rekor zero accident di lingkungan kerja TPPI.

“Setiap pekerjaan pasti memiliki potensi bahaya. Namun jika kita mampu mengenali, mengendalikan, dan tetap waspada terhadap potensi tersebut, maka pekerjaan dapat berlangsung aman dan selamat,” ujarnya.

Lebih lanjut, Hendra menekankan bahwa komitmen terhadap zero accident bukan hanya target perusahaan, tetapi bentuk kepedulian nyata terhadap keselamatan seluruh pekerja. Hingga kini, kilang TPPI yang berlokasi di Desa Remen dan Tasikharjo, Tuban, telah mencatatkan 21.715.087 jam kerja aman tanpa kecelakaan kerja.

Sementara itu, HSSE Manager TPPI, Sudarmanto, dalam arahannya menyampaikan pentingnya membangun budaya saling mengingatkan antarsesama pekerja. Ia juga menegaskan penerapan HSSE Golden Rules, yaitu: Patuhi, Intervensi, dan Peduli.

“Kami mendorong semua pihak untuk berani melakukan intervensi jika melihat tindakan tidak aman. Safety briefing seperti ini akan terus kami lakukan secara berkala sebagai bagian dari strategi jangka panjang dalam membangun budaya K3 yang kuat di seluruh lini operasional,” tegas Sudarmanto.

Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa TPPI tidak hanya fokus pada produktivitas, tetapi juga menjadikan keselamatan kerja sebagai prioritas utama.

 

Pemkab Donggala Gelar Lomba Masak Serba Ikan Tuna Sambut Harkannas 2025

Iki Radio - Dalam rangka menyambut Hari Ikan Nasional (Harkannas) 2025, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Donggala melalui Dinas Perikanan menggelar Lomba Masak Serba Ikan Tuna di halaman Kantor Dinas Perikanan Donggala.

Bupati Donggala, Vera Elena Laruni saat meninjau salah satu meja peserta dari perwakilan kecamatan dalam Lomba Masak Serba Ikan Tuna di halaman Kantor Dinas Perikanan Donggala

Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Donggala Vera Elena Laruni, Kepala Balai Besar Pengujian Penerapan Produk Kelautan dan Perikanan (BBP3KP) Rahmadi Sunoko, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta perwakilan pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Mengusung tema “Ikan Sumber Protein untuk Generasi Emas”, lomba ini diikuti perwakilan kelompok dari 16 kecamatan di Kabupaten Donggala. Para peserta menampilkan berbagai kreasi olahan berbahan dasar ikan tuna sebagai upaya meningkatkan minat konsumsi ikan masyarakat.

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Donggala, Ali Assegaf, mengungkapkan kegiatan tersebut sekaligus menjadi ajang persiapan menghadapi Lomba Masak Serba Ikan tingkat Provinsi Sulawesi Tengah yang akan digelar bertepatan dengan Harkannas pada 21 November 2025.

“Kalau peserta pemenang hari ini sudah ditentukan oleh dewan juri profesional, maka akan dilakukan pendampingan untuk disiapkan pada lomba tingkat provinsi. Lebih jauh, Donggala kita harapkan bisa mewakili Sulawesi Tengah di tingkat nasional,” ungkapnya.

Ali menjelaskan, ikan tuna dipilih sebagai bahan utama lomba karena merupakan salah satu komoditas unggulan daerah di sektor perikanan. “Kenapa ikan tuna? Karena Donggala memiliki potensi perikanan laut yang besar, dan ikan tuna merupakan salah satu komoditas unggulan, sehingga kami jadikan bahan lomba,” jelasnya.

Selain memperebutkan Piala Bergilir Bupati Donggala, kegiatan tersebut juga menyediakan total hadiah mencapai puluhan juta rupiah bagi para pemenang. Lomba ini menjadi ajang pembinaan kreativitas masyarakat dalam mengolah hasil perikanan daerah.

Sementara itu, Bupati Donggala, Vera Elena Laruni mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia menilai lomba masak serba ikan dapat mendorong peningkatan konsumsi ikan sebagai langkah menekan angka stunting.

“Ikan merupakan sumber gizi yang sehat karena kaya omega-3 dan protein hewani. Budaya makan ikan harus kita tanamkan secara berkelanjutan karena baik bagi kesehatan dan kecerdasan keluarga, serta mendukung terwujudnya generasi emas Donggala,” ujarnya.

 

Jaga Lingkungan dan Tambah Ekonomi, Warga RW 08 Sukabumi Utara Kembangkan Bank Sampah

Iki Radio - Warga RW 08 Kelurahan Sukabumi Utara, Kecamatan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, mengembangkan gerakan Bank Sampah Mutiara RW 08 sebagai upaya menjaga kebersihan lingkungan sekaligus menambah nilai ekonomi dari pengelolaan sampah rumah tangga.

Program yang diinisiasi pengurus RW bersama LMK, RT, kader Dasawisma, dan Karang Taruna tersebut bertujuan mengedukasi masyarakat agar terbiasa memilah sampah organik dan anorganik sejak dari rumah.

Ketua RW 08 Sukabumi Utara, Matroji, mengatakan, kegiatan bank sampah berawal dari keinginan warga menciptakan lingkungan yang bersih. Namun, dalam perjalanannya, kegiatan tersebut juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. “Awalnya kami hanya ingin lingkungan bersih. Tapi setelah dijalankan, ternyata sampah yang dipilah bisa menghasilkan uang dan membantu perekonomian warga,” ujar Matroji yang ditemui di sela kegiatan warga.

Kegiatan Bank Sampah Mutiara dilakukan secara rutin. Warga membawa sampah anorganik yang telah dipilah, seperti botol plastik, kertas, dan logam, ke pos bank sampah pada hari tertentu setiap pekan. Sampah tersebut kemudian ditimbang dan dicatat sebagai tabungan, yang nantinya dapat ditukar dengan uang tunai.

Matroji menyebutkan keberadaan bank sampah membawa dampak positif terhadap kebersihan lingkungan. Volume sampah yang diangkut ke tempat pembuangan sementara (TPS) berkurang, saluran air jarang tersumbat, dan lingkungan menjadi lebih rapi. “Anak-anak pun bisa diajak ikut serta dalam kegiatan daur ulang kreatif, seperti membuat pot tanaman dari botol bekas dan karya seni dari kardus,” ujarnya.

Salah satu kader Dasawisma dari RT 03, Sobiroh, mengungkapkan kegiatan bank sampah telah mengubah kebiasaan warga dalam mengelola sampah rumah tangga. “Sekarang ibu-ibu sudah terbiasa pisahkan sampah di rumah. Anak-anak juga lebih peduli dan nggak buang sampah sembarangan. Ini perubahan yang luar biasa,” tuturnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Bank Sampah Mutiara RW 08, Ahmad Muttaqin, mengingatkan warga agar lebih selektif dalam memilah jenis sampah yang disetor, sehingga hasil penjualan menjadi lebih maksimal. “Contoh ada nasabah yang menimbang satu karung besar tapi isinya campur, padahal nilainya berbeda. Harusnya dipisahkan supaya hitungannya sesuai dan hasilnya lebih optimal,” jelasnya.

Meski masih tergolong baru, pengurus Bank Sampah Mutiara RW 08 berencana terus melakukan sosialisasi agar semakin banyak warga yang terlibat dan terampil dalam memilah sampah. “Ke depan kami ingin para nasabah makin paham dan terampil dalam pemilahan sampah yang disetor ke bank sampah,” kata Ahmad.

Program Bank Sampah Mutiara RW 08 diharapkan dapat menjadi contoh pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang efektif di wilayah Jakarta Barat serta memperkuat budaya peduli lingkungan di tingkat akar rumput.

 

Lama Jadi Rahasia,Raynold Surbakti Bongkar Asmara dengan Venna Melinda: Sempet Sebel Sama Ivan

Iki Radio - Sebelumnya tak pernah terbongkar, aktor Raynold Surbakti beber asmara lama dengan Venna Melinda.

Pengakuan itu diungkap Raynold Surbakti ketika hadir di podcast Melaney Ricardo yang tayang pada Selasa (7/10/2025).

AKTOR RAYNOLD SURBAKTI - Kolase potret Raynold Surbakti, Venna Melinda, dan Ivan Fadilla. Foto diambil dari Instagram @raynoldsurbakti/@vennamelindareal/@ir.ivanfadilla (Instagram @raynoldsurbakti/@vennamelindareal/@ir.ivanfadilla)

Raynold awalnya bercerita tentang awal mula karirnya di dunia hiburan.

Ia mengawali karir sebagai artis dengan mengikuti ajang Abang None Jakarta di tahun 1992.

Ketika itu, Raynold berhasil menyabet juara satu di tingkat Jakarta Barat, lalu maju ke tingkat selanjutnya.

Di tingkat selanjutnya, Raynold Surbakti keluar sebagai juara kedua bersama Devi Permatasari sebagai None-nya.

Sementara untuk juara pertama dimenangkan oleh Ivan Fadilla dan Venna Melinda sebagai Abang dan None Jakarta.

Berawal dari sinilah Raynold mulai sibuk dengan karir di dunia hiburan.

Ia banyak mendapat tawaran syuting sinetron dan film.

Melaney Ricardo lalu memancingnya dengan menanyakan soal cinta lokasi selama syuting.

"Ada cinlok nggak? Lu pernah cinlok nggak sih bang?" tanya Melaney Ricardo.

Awalnya Raynold menjawab dengan nada bercanda.

"Kayaknya gua cinlok terus deh," ungkapnya sambil tertawa.

Namun Melaney tak putus asa dan terus mendesak dengan pertanyaan serupa.

"Tapi serius, lu kasih tahu gua dong. Lu dulu artis pernah pacaran siapa sih bang?" tanyanya lagi.

Raynold akhirnya membocorkan ia pernah pacaran dengan Venna Melinda.

"Pernah Venna Melinda," jawabnya mengaku.

Raynold menyebut hubungan itu terjadi sebelum Venna pacaran dengan Ivan Fadilla.

Bahkan ketika itu, Raynold sempat sebal dengan Ivan Fadilla.

"Sebelum sama Ivan. Waktu dia pacaran sama Ivan, gua sempet sebel.

Ih kok pacaran sih," kenangnya.

Namun hubungan Raynold dengan Venna ternyata tidak bertahan lama.

Ia tidak menyebut angka pasti, hanya mengatakan hubungan itu terjadi selama mereka mengikuti ajang Abang None Jakarta.

Kehidupan Raynold Surbakti

Kepada Melaney Ricardo, Raynold bercerita karirnya di dunia hiburan dimulai ketika ia mengikuti ajang Abang None Jakarta.

Kala itu Raynold keluar sebagai juara dua, ia pun mulai dikenal di dunia hiburan.

Singkat cerita, nama Raynold Surbakti melejit sebagai aktor muda, berbakat, dan berparas tampan.

Ia masuk dalam jajaran aktor papan atas Indonesia.

Kehidupannya berubah menjadi serba mudah, uang serasa tak ada habisnya.

Namun karena hal inilah Raynold jatuh ke lembah hitam dalam kehidupan foya-foya.

Kepada Melaney, ia mengakui dulunya adalah sosok yang nakal, kerap berpesta hingga mabuk-mabukan.

"Banyak yang gua perbuat yang sangat buruk," aku Raynold.

Padahal ketika itu Raynold sudah menikah dan berkeluarga.

Bahkan pernah suatu waktu saat istrinya mau melahirkan, Raynold masih menyempatkan diri mabuk di rumah sakit.

"Lu bayangin nih, gua udah nikah kan, istri mau lahiran anak pertama.

Bini gua nelpon baru gua pulang ke rumah.

Dia bilang, 'Eh gua udah mau melahirkan ini lu gak pulang-pulang.'

Baru gua pulang ke rumah. Gua pulang ke rumah hanya untuk jemput bini gua bawa ke rumah sakit, di rumah sakit gua mabuk aja lagi.

Anak gua udah lahir kan, gua mau pergi terus habis itu di rumah sakit empat hari gua anterin pulang ke rumah.

Terus gua pergi lagi gak pulang lagi. Ngaco banget," ungkap Raynold mengenang kenakalan masa lalunya.

Kehidupan nakal Raynold Surbakti mulai berubah ketika Tuhan mengujinya dengan kesulitan ekonomi.

Kala itu Raynold sudah memiliki dua anak, ia kaget karena tiba-tiba tak bisa membayar uang sekolah anaknya.

"Masalah gua saat itu adalah masalah ekonomi. Di mana udah punya anak dua pada saat itu, tapi keonomi makin terpuruk.

Gua yang sempat pertama kali nangis waktu itu anak gua udah sekolah di international school, tiba-tiba kok gua gak ada duit buat bayar uang sekolah ya," ungkapnya.

Bahkan Raynold sempat tak bisa membeli makanan untuk keluarganya.

"Sampai gak bisa beli makanan buat orang rumah," ungkapnya.

Padahal ketika itu, kehidupannya dari luar masih terlihat baik-baik saja.

Ia masih punya mobil dan punya rumah di kawasan elit Kebayoran Lama, namun di dalamnya ternyata tidak baik-baik saja.

"Jadi gini gua punya rumah di Kebayoran Lama, tapi di dalamnya nggak duit buat beli nasi dan segala macam.

Rasanya lebih parah dari sakit gigi," kenangnya.

Raynold juga bercerita anaknya yang pertama sempat berhenti kuliah karena tak ada biaya untuk membayar.

"Anak gua yang pertama, sempat berhenti kuliah karena nggak ada duit.

Rasanya wah pahit! Itu rasanya gua seperti orangtua yang gagal."

Top

Teater Musikal Anak “Hikayat Anak yang Sombong” Hadir di Surabaya

Iki Radio - Ditengah semakin jarangnya pertunjukan teater anak di Surabaya, Bengkel Muda Surabaya kembali menghadirkan sebuah karya teater musikal anak berjudul “Hikayat Anak yang Sombong”, yang akan dipentaskan pada Sabtu dan Minggu, 11–12 Oktober 2025 pukul 19.30 WIB di Gedung Balai Budaya, Jl. Gubernur Suryo 15, Komplek Balai Pemuda Surabaya.

Pertunjukan ini diangkat dari cerita legenda Sangkuriang, kisah rakyat asal Jawa Barat yang disajikan dalam bentuk teater musikal anak, sebuah bentuk seni yang kini mulai jarang ditemui di Surabaya. Melalui perpaduan dialog, musik, tata gerak dan elemen tradisional lokal menciptakan panggung lebih ekspresif. Pementasan ini mengajak penonton menyelami dunia anak-anak yang penuh imajinasi dan keceriaan, sembari menanamkan nilai moral tentang kerendahan hati dan pentingnya menghormati orang tua.

“Pementasan teater musikal anak seperti ini sudah jarang di Surabaya. Kami ingin menghadirkan kembali ruang bermain yang mendidik, yang tidak hanya menghibur tapi juga menanamkan nilai-nilai etika bagi anak-anak di tengah dunia modern yang serba cepat,” ujar Heroe Budiarto, sutradara sekaligus Ketua Umum Bengkel Muda Surabaya, Rabu(8/10/2025).

Sejak tahun 2018, Bengkel Muda Surabaya membuka kelas teater anak bekerja sama dengan Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Pemerintah Kota Surabaya. Dari sinilah lahir Teater Anak Bengkel Muda Surabaya, yang konsisten melibatkan anak-anak usia sekolah dasar hingga menengah pertama untuk belajar seni peran dan bekerja sama dalam dunia teater.

Beberapa karya yang telah dipentaskan sebelumnya antara lain: “Sawunggaling Anak Dunia” (2019), “Jaka Jumput Tanding” (2021), “Merdeka Negeriku” (2022), “Dolanan Yuk” (2022), dan kini “Hikayat Anak yang Sombong” (2025).

Konsep garapan tahun ini dikembangkan dengan memadukan adegan, musik, dan tata gerak yang memperkuat suasana cerita. Pertunjukan juga menampilkan kembali permainan tradisional (dolanan) yang nyaris punah oleh arus zaman, seperti sepur-sepuran, bernyanyi berbalas, serta bermain bersama di bawah sinar bulan—suasana masa kecil yang kini jarang dialami anak-anak di perkotaan.

“Kami ingin mengingatkan kembali betapa berharganya kebersamaan dan permainan sederhana masa lalu. Anak-anak sekarang tumbuh di tengah dunia digital yang cepat, tapi mereka tetap butuh ruang untuk berimajinasi dan belajar tentang kehidupan dengan cara yang menyenangkan,” tambah Heroe.

Dengan kemasan yang riang dan penuh warna, “Hikayat Anak yang Sombong” bukan hanya tontonan keluarga yang menghibur, tetapi juga cermin pendidikan moral yang relevan dengan kondisi anak masa kini — agar kelak mereka tumbuh menjadi generasi yang rendah hati, bijak, dan berbudaya. (mad/hjr)

Top

Song Hye-kyo Ungkap 5 Rahasia Perawatan Kulit Sederhana yang Jaga Kecantikan Awet Mudanya

Iki Radio - Aktris ternama Korea Selatan, Song Hye-kyo, mengungkap lima langkah perawatan kulit wajah sederhana yang membuatnya tampak awet muda di usia 43 tahun.

Dalam wawancara bertajuk ‘What’s In My Bag' di kanal YouTube Vogue Korea, Song Hye-kyo menekankan pentingnya perawatan dasar yang konsisten.

Berikut 5 rahasia perawatan kulit yang dijalani Song Hye-kyo, seperti dilansir dari laman Kbizoom.

Pembersihan Riasan Secara Menyeluruh

Song Hye-kyo menilai proses menghapus riasan jauh lebih penting daripada mengaplikasikannya. Ia selalu memastikan sisa make-up benar-benar hilang sebelum tidur agar pori-pori tidak tersumbat. Pembersihan menyeluruh membantu kulitnya bernapas dan mencegah iritasi. Kebiasaan ini menjadi langkah utama dalam menjaga kesehatan dan kecerahan kulit.

Menggunakan Pembersih Berbahan Dasar Madu

Setelah menghapus riasan, Song memilih pembersih berbahan dasar madu yang lembut dan kaya nutrisi. Bahan alami ini diyakini mampu menjaga kelembapan kulit tanpa membuatnya kering. Ia percaya pembersih yang ringan membantu menenangkan kulit setelah seharian terpapar polusi. Pemakaian rutin menjadikan kulitnya tetap segar dan lembut.

Memakai Sabun Bubuk Guerlain

Sabun bubuk Guerlain menjadi favorit Song dalam tahap pembersihan kedua. Produk ini membersihkan dengan lembut sambil memberikan sensasi mewah pada rutinitas hariannya. Ia menyebut sabun bubuk ini efektif mengangkat kotoran halus yang tertinggal. Kulit wajahnya pun tampak lebih bersih dan sehat.

Aplikasi Krim Malam yang Melimpah

Setelah pembersihan, Song Hye-kyo tidak pernah lupa mengaplikasikan krim malam dalam jumlah cukup banyak. Ia menekankan bahwa krim malam penting untuk menghidrasi kulit sepanjang malam. Kebiasaan ini membuat kulit tetap kenyal dan terjaga elastisitasnya. Song percaya hidrasi mendalam adalah kunci awet muda.

Menjaga Kelembapan Sebelum Tidur

Langkah terakhir adalah memastikan kelembapan kulit terjaga setiap malam. Song selalu melembapkan kulit wajahnya dengan teliti sebelum beristirahat. Ia percaya kelembapan optimal membantu proses regenerasi alami kulit. Perawatan sederhana ini membuat kulitnya tampak bercahaya meski tanpa perawatan kompleks.

Dukung Rencana Pembentukan Dana Abadi Banyuwangi, Mendagri Tito: Bisa Jadi Buffer Zone

Iki Radio - Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mendukung upaya Pemerintah Kabupaten Banyuwangi untuk membuat Dana Abadi Daerah (DAD). Hal tersebut disampaikan kepada Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani di komplek Widyacandra, Jakarta, Rabu (8/10/2025). 

“Kami sangat mendukung upaya Banyuwangi untuk menyusun Dana Abadi Daerah (DAD). Hal ini bisa menjadi buffer zone, bumper, untuk pembangunan daerah,” ungkap Tito yang saat itu juga didampingi oleh Plh Dirjen Keuangan Kemendagri Horas Maurits Panjaitan.

Mantan Kepala Kepolisian Republik Indonesia itu juga mengingatkan untuk melibatkan sejumlah pihak dalam menyusun DAD tersebut. Di antaranya Aparat Penegak Hukum (APH). “Misalnya, libatkan Kejaksaan untuk memberikan perspektif hukum sehingga penyusunan DAD ini dapat sesuai aturan,” ingatnya.

Lebih jauh, Tito juga mengapresiasi langkah inovatif Banyuwangi tersebut. Hal tersebut bisa menjadi terobosan di tengah keterbatasan ruang fiskal saat ini. “Banyuwangi adalah salah satu role model di mata saya, khususnya daerah kabupaten, tidak pernah habis energinya untuk berinovasi,” pujinya.

Sementara itu, Bupati Ipuk menyampaikan tentang rencana penyusunan Dana Abadi Daerah tersebut yang nantinya akan diperuntukkan bagi pembangunan. “Kami melakukan konsultasi khusus dengan Pak Menteri untuk penerapan dana abadi bagi pembangunan di Banyuwangi,” ungkapnya seusai acara dengan didampingi oleh Sekretaris Daerah Banyuwangi Guntur Priambodo dan sejumlah kepala dinas terkait.

Dana Abadi Daerah tersebut, terang Ipuk, diproyeksikan berasal dari penjualan saham Pemkab Banyuwangi di tambang emas Tumpang Pitu yang dikelola oleh PT Bumi Sukses Indo (BSI). Hasil penjualan sebagian saham itu, nantinya akan dialokasikan untuk Dana Abadi Daerah.

“Jadi, uang hasil penjualan tidak langsung dihabiskan. Tapi, penambahan nilai dari hasil Dana Abadi itulah yang akan dijadikan sebagai stimulus pembangunan daerah,” pungkas Ipuk. (*)

close
Pasang Iklan Disini