Iki Terbaru/Paling Greeess

Waspada Modus Vishing! BRI Imbau Nasabah Jangan Pernah Berikan Kode OTP Lewat Telepon

JAKARTA, Iki Radio – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) mengimbau seluruh masyarakat dan nasabah untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus kejahatan perbankan digital yang kian marak. 

Salah satu modus yang perlu diwaspadai saat ini adalah voice phishing atau vishing, yakni penipuan melalui panggilan telepon di mana pelaku mengaku sebagai petugas bank.

Pelaku biasanya melancarkan aksinya dengan menginformasikan adanya transaksi mencurigakan atau ancaman pemblokiran rekening demi alasan keamanan. Dengan nada bicara yang sopan dan meyakinkan, pelaku berupaya menciptakan situasi mendesak agar korban terperdaya dan mengikuti instruksi tanpa melakukan verifikasi terlebih dahulu.

Corporate Secretary BRI, Dhanny, menjelaskan bahwa salah satu pola yang sering digunakan pelaku adalah menawarkan bantuan pemblokiran rekening sementara, yang kemudian berujung pada permintaan kode one-time password (OTP). Padahal, kode OTP merupakan data rahasia perbankan yang mutlak dijaga dan tidak boleh diberikan kepada siapa pun.

"BRI terus memperkuat sistem keamanan untuk memberikan perlindungan yang optimal bagi nasabah. Upaya tersebut disertai dengan edukasi secara berkelanjutan agar nasabah semakin cermat mengenali berbagai modus penipuan dan menjaga kerahasiaan data perbankan. BRI tidak pernah meminta nasabah memberikan PIN, password, User ID, kode OTP, maupun kode CVV/CVC kartu melalui telepon atau sarana komunikasi lainnya," tegas Dhanny, Sabtu (31/10/2026).

Guna mengantisipasi hal tersebut, BRI mengingatkan nasabah agar senantiasa berhati-hati terhadap berbagai bentuk komunikasi yang mengatasnamakan bank, termasuk situs palsu, akun media sosial tiruan, maupun tautan aplikasi tidak resmi. Nasabah diimbau untuk selalu mengunduh aplikasi perbankan hanya melalui toko aplikasi resmi.

Apabila masyarakat menerima panggilan mencurigakan atau menemukan kendala terkait layanan perbankan, verifikasi informasi wajib dilakukan melalui kanal komunikasi resmi BRI yang terverifikasi, antara lain:

  • Situs Resmi: www.bri.co.id
  • Media Sosial: Instagram (@bankbri_id), X/Twitter (@bankbri_id, @kontakbri, @promo_bri), serta akun resmi Facebook dan YouTube Bank BRI.
  • Layanan Pelanggan: Contact BRI 1500017
  • WhatsApp Resmi: Sabrina 0812 1214 017 (dengan centang hijau)
  • Aplikasi: Menu Pusat Bantuan pada aplikasi BRImo.

"BRI senantiasa mengimbau nasabah untuk menjaga kerahasiaan data pribadi dan data perbankan. Waspadai setiap komunikasi yang mengatasnamakan BRI, terutama apabila disertai permintaan data rahasia atau arahan untuk mengakses tautan tertentu," tutup Dhanny.


Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi Sabtu Malam, Masyarakat Dilarang Mendekat Radius 3 Km

BANDAR LAMPUNG, Iki Radio — Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda kembali mengalami erupsi pada Sabtu (31/10/2026) malam pukul 19.15 WIB. Hingga saat ini, pemantauan intensif terus dilakukan oleh pihak berwenang mengingat status gunung api tersebut masih berada pada Level III (Siaga).

Berdasarkan laporan pemantauan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Lampung dan Magma Indonesia, erupsi hingga kini masih berlangsung. Kendati demikian, visual letusan serta tinggi dan arah kolom abu vulkanik tidak teramati secara langsung di lokasi.

"Terjadi erupsi Gunung Anak Krakatau pada hari Sabtu, 31 Oktober 2026, pukul 19:15 WIB. Visual letusan tidak teramati," tulis BPBD Lampung melalui akun Instagram resminya, @bpbdlampung, Sabtu (31/10/2026).

Menanggapi aktivitas tersebut, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) meminta masyarakat, wisatawan, maupun pelaut untuk mematuhi rekomendasi zona aman dan tidak mendekati kawasan rawan bencana. BNPB menetapkan batas larangan aktivitas dalam radius tiga kilometer dari puncak kawah Gunung Anak Krakatau.

"Kami juga perlu mengimbau dan merekomendasi masyarakat, wisatawan, maupun pelaut dilarang mendekati Gunung Anak Krakatau sesuai dengan petunjuk resmi dari BPBD maupun PVMBG," ujar Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton S.P. Panjaitan, dalam keterangan tertulisnya.

Langkah pencegahan ini diambil guna mengantisipasi ancaman potensi bahaya vulkanik, seperti lontaran batu pijar, aliran lava, hingga hujan abu lebat.

Berdasarkan data Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Gunung Anak Krakatau merupakan satu dari tiga gunung api di Indonesia yang saat ini berstatus Level III (Siaga), bersama dengan Gunung Merapi di perbatasan Yogyakarta-Jawa Tengah dan Gunung Semeru di Jawa Timur. Pihak berwenang mengimbau warga sekitar untuk tetap tenang dan selalu memperbarui informasi dari sumber resmi.

Mendikdasmen Ungkap Program Makan Bergizi Gratis Tingkatkan Kehadiran Siswa dan Bentuk Karakter Anak

Kandungan Gizi Jadi Daya Tarik Sekolah, Program MBG Juga Integrasikan Pendidikan Karakter hingga Penggunaan Dapodik

JAKARTA, Iki Radio — Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mengungkapkan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memiliki kaitan erat dengan peningkatan tingkat kehadiran siswa di sekolah. Berbagai riset menunjukkan bahwa kepastian mendapatkan makanan sehat dan bergizi menjadi salah satu motivasi utama anak-anak untuk berangkat ke sekolah.

Hal tersebut disampaikan oleh Abdul Mu’ti, Sabtu (31/10/2026), usai melakukan penandatanganan perjanjian kerja sama antara Badan Gizi Nasional (BGN) dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), sekaligus peluncuran awal uji coba loka MBG bersama Kepala BGN Sudaryono.

Menurut Abdul Mu’ti, manfaat program MBG tidak hanya berfokus pada pemenuhan nutrisi dan kesehatan fisik semata. Lebih dari itu, program ini dirancang untuk mendongkrak semangat belajar siswa serta berkontribusi nyata terhadap peningkatan kualitas pendidikan nasional secara menyeluruh.


Sarana Penanaman Pendidikan Karakter Sejak Dini

Selain mendongkrak tingkat kehadiran, pelaksanaan MBG di lingkungan sekolah dipandang sebagai wadah yang efektif untuk menanamkan karakter dan nilai-nilai positif sejak dini. Berbagai kebiasaan baik dapat dibangun melalui rutinitas sederhana yang dilakukan bersama di sekolah.

"Kami mengambil banyak sekali panduan tentang bagaimana makan bergizi gratis ini menjadi media untuk menanamkan karakter dan nilai-nilai serta kebiasaan dalam diri anak-anak, contohnya bagaimana mereka antre, bagaimana mereka membiasakan hidup bersih," ujar Abdul Mu’ti.

Beberapa kebiasaan positif yang terus dilatih secara konsisten meliputi:

Mengantre dengan tertib saat mengambil makanan.

Menjaga kebersihan diri dan lingkungan sekitar.

Berdoa bersama sebelum dan sesudah makan.

Menghargai makanan yang disajikan.

Pembiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten ini diharapkan mampu memperkuat pembentukan karakter peserta didik, sehingga manfaat yang diperoleh tidak hanya sebatas kenyang dan sehat, melainkan juga membentuk kepribadian yang disiplin dan berintegritas dalam kehidupan sehari-hari.


Integrasi Data Lewat Dapodik dan Apresiasi BGN

Dalam hal tata kelola, Abdul Mu’ti memastikan bahwa proses pendataan penerima manfaat MBG di lingkungan pendidikan telah terintegrasi dengan Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Sistem ini terus disempurnakan guna memastikan bantuan tepat sasaran dan hanya diterima oleh peserta didik yang terdata secara resmi.

"Kemudian kerja sama pendataan yang selama ini sudah terintegrasi dengan Dapodik, dipastikan bahwa semua yang menerima adalah murid-murid yang memang resmi terdata dalam sistem kami dan memang terus kita sempurnakan," jelasnya.

Sementara itu, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, menyampaikan apresiasi yang tinggi atas sinergi dan dukungan penuh yang diberikan oleh Kemendikdasmen dalam menyukseskan program prioritas ini.

"Terima kasih atas dukungan dari Kementerian Dikdasmen, dukungan dari Pak Menteri," ucap Sudaryono.

Bentuk dukungan konkret dari Kemendikdasmen diwujudkan melalui penyediaan fasilitas pendukung di satuan pendidikan, seperti pembangunan sarana cuci tangan (wastafel), pengalokasian waktu khusus untuk pelaksanaan MBG di sekolah, hingga penguatan materi edukasi gizi yang diintegrasikan ke dalam kurikulum pendidikan.

Bank Mandiri Taspen Ajak Nasabah Pensiunan Hidup Sehat dan Aktif Lewat Program "Mantap Bergerak" di Ngawi

NGÁWI, Iki Radio — PT Bank Mandiri Taspen (Bank Mantap) terus memperkuat komitmennya dalam mendukung peningkatan kualitas hidup para nasabah pensiunan. Kali ini, melalui program Mantap Bergerak yang diselenggarakan di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, pada Sabtu (31/10/2026), perusahaan mengajak para pensiunan untuk menjalani masa purna bakti yang sehat, aktif, dan produktif.

Kegiatan yang mengusung semangat kebugaran di usia senja ini dirancang khusus untuk mendorong nasabah agar senantiasa menjaga kesehatan fisik sekaligus meningkatkan kualitas hidup secara menyeluruh.

Rangkaian acara diawali dengan Fun Walk yang diikuti secara antusias oleh jajaran direksi Bank Mandiri Taspen, perwakilan pemerintah daerah, mitra kerja, serta ratusan nasabah pensiunan. Suasana semakin semarak dengan persembahan tarian pembuka dan penampilan meriah dari Komunitas Mantap Indonesia (KMI).

Kehadiran jajaran pemerintah daerah dan para mitra dalam kegiatan ini sekaligus mencerminkan bentuk sinergi kuat dalam mendukung terciptanya kelompok masyarakat lanjut usia yang sehat dan berdaya.

Sebagai wujud nyata kepedulian sosial terhadap kesehatan nasabah, Bank Mandiri Taspen turut melaksanakan seremoni penyerahan bantuan alat kesehatan kepada empat orang nasabah. Bantuan ini diharapkan mampu menunjang kebutuhan kesehatan sekaligus memberikan perhatian lebih terhadap kesejahteraan mereka.

Tidak hanya berfokus pada aktivitas fisik, program Mantap Bergerak juga menghadirkan seminar kesehatan serta sesi product knowledge bekerja sama dengan tenaga medis dari rumah sakit mitra dan Entrasol. Melalui sesi ini, para peserta mendapatkan edukasi penting seputar cara menjaga kebugaran tubuh seiring bertambahnya usia.

Rangkaian acara kemudian ditutup dengan pemeriksaan kesehatan tulang dan otot, serta sesi Fall Prevention & Recovery Training. Sesi pelatihan ini sangat penting untuk membekali para lansia dengan pemahaman mengenai cara menjaga kekuatan dan keseimbangan tubuh, guna meminimalisir risiko cedera atau jatuh yang kerap menjadi perhatian utama di usia lanjut.

Direktur Transformasi dan Pengembangan Usaha PT Bank Mandiri Taspen, Noer Fajrieansyah, mengungkapkan bahwa program Mantap Bergerak merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam memberikan nilai tambah yang melampaui batas layanan perbankan konvensional.

"Melalui Mantap Bergerak, kami ingin mengajak para nasabah pensiunan untuk tetap aktif, menjaga kesehatan, dan menikmati masa pensiun dengan penuh semangat. Bagi Bank Mandiri Taspen, pelayanan kepada nasabah tidak hanya sebatas layanan perbankan, tetapi juga bagaimana kami dapat hadir memberikan nilai tambah melalui program-program yang mendukung kualitas hidup nasabah," ujar Noer Fajrieansyah.

Melalui inisiatif ini, Bank Mandiri Taspen meyakini bahwa masa pensiun merupakan fase kehidupan yang tetap bisa dijalani secara produktif, mandiri, dan penuh kebahagiaan. Perusahaan berharap program Mantap Bergerak dapat terus mempererat kedekatan dengan nasabah sekaligus menjadi inspirasi bagi para pensiunan di berbagai daerah untuk terus bergerak, berkarya, dan hidup berkualitas.

Bus AKAP Terbakar di Tol Bawen-Ungaran, 18 Penumpang dan Kru Selamat

SEMARANG, Iki Radio — Sebuah bus antarkota antarprovinsi (AKAP) bernomor polisi AD 7458 OG ludes terbakar di ruas Tol Bawen-Ungaran KM 439.800 jalur B, Kelurahan Lemahireng, Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, pada Jumat (30/10/2026) malam. Seluruh penumpang dan kru sebanyak 18 orang berhasil menyelamatkan diri sebelum api membesar.

Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Semarang AKP Bagus Satya Dhira mengonfirmasi bahwa tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.

"Seluruh penumpang dan kru berhasil dievakuasi saat api membakar bus tersebut mulai membesar, sehingga tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu," ujar Bagus pada Sabtu (31/10/2026).

Insiden bermula saat bus yang dikemudikan oleh Guyub (45), warga Kabupaten Sukoharjo, sedang melaju dari arah Tol Bawen menuju Tol Ungaran dengan kecepatan sedang. Setibanya di lokasi kejadian, pengemudi melihat kepulan asap keluar dari bagian belakang bus melalui kaca spion.

Mengetahui hal tersebut, sopir segera mengarahkan bus ke bahu jalan dan menginstruksikan seluruh penumpang untuk segera keluar. Tak lama setelah evakuasi selesai, percikan api muncul dan dengan cepat membesar hingga menghanguskan seluruh badan bus.

Total 18 orang di dalam armada tersebut—terdiri dari 15 penumpang dan tiga kru—selamat tanpa cedera. Para penumpang kemudian dievakuasi petugas menuju Gerbang Tol Ungaran untuk dapat melanjutkan perjalanan dengan aman menggunakan kendaraan pengganti.

Peristiwa ini sempat memicu kemacetan dan membuat arus lalu lintas di ruas Tol Bawen-Ungaran tersendat. Petugas kepolisian bersama armada pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi untuk memadamkan kobaran api serta mengatur lalu lintas hingga situasi berangsur normal.

Pada Sabtu pagi, bus tampak hangus total dan hanya menyisakan rangka kendaraan. Bangkai bus tersebut kemudian diderek menuju penampungan setelah olah TKP awal selesai dilakukan.

Mengenai penyebab pasti kebakaran, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut. Namun, dugaan sementara menunjukkan adanya gangguan sistem listrik pada kendaraan.

"Mengenai penyebab kebakaran hingga kini masih dalam penyelidikan petugas. Dugaan sementara pemicunya adalah korsleting pada bagian mesin, di mana percikan api menyambar saluran bahan bakar hingga api cepat merambat ke bagian lain," pungkas Bagus.

 

Unik! Tradisi Siraman Dawet Jadi Puncak Tasyakuran Methil dan Labuhan Desa Tulungrejo, Harapkan Berkah Pertanian

MADIUN, IkiRadio  – Ratusan warga Desa Tulungrejo, Kecamatan Madiun, Kabupaten Madiun memadati area persawahan desa pada Sabtu (31/10/2026). Masyarakat lintas generasi—mulai dari anak-anak, remaja, hingga orang tua—tampak sukacita mengikuti puncak Tasyakuran Methil dan Labuhan Desa Tulungrejo yang mengusung tema "Rahayu warga lan desane, tentrem ayem sak bendinane".

Kades Tulungrejo Madiun menyiramkan dawet ke tiga Kasun desa Tulungrejo

Rangkaian tradisi ini diawali sejak Kamis (29/10/2026) melalui prosesi Boyong Mbok Sri, yakni pemetikan padi pertama dari sawah desa yang diarak menuju Balai Desa Tulungrejo sebagai simbol penghormatan kepada Dewi Sri atau lambang kemakmuran pangan.

Kepala Desa Tulungrejo, Agus Baidowi, menjelaskan bahwa pelaksanaan Methil (syukuran panen) dan Labuhan (persiapan masa tanam) tahun ini disatukan demi efisiensi waktu karena momennya berbarengan.

"Dua acara digabungkan antara kegiatan Methil dan Labuhan karena waktunya bersamaan, sudah labuh sekaligus waktunya panen. Tadi kegiatan Methil diawali secara simbolis oleh Pak Bupati, sedangkan prosesi Labuhan ditandai dengan disiramnya Kasun (Kepala Dusun) Pak Wo menggunakan dawet," terang Agus Baidowi, Sabtu (31/10/2026).

Penyiraman dawet kepada Kepala Dusun yang mewakili warga desa tersebut memiliki makna filosofis mendalam. Dawet yang dingin mengisyaratkan harapan agar air hujan dari langit yang diterima masyarakat dapat membawa ketenangan dan keberkahan, serta meminimalisasi kendala pertanian.

"Artinya hujan dari atas seperti apa pun harapannya bisa kita terima dengan lapang dada dan membawa berkah," tambahnya.

Agus Baidowi menuturkan, syukuran tahun ini terasa spesial karena hasil panen di sebagian wilayah desa, khususnya sektor selatan hingga Bangkal, mengalami peningkatan signifikan. Meski demikian, area utara desa seluas kurang lebih 45 hektar masih menghadapi kendala hama tikus yang telah berlangsung hampir 10 tahun. 

Masalah ini dipicu oleh tanam tidak serempak akibat keterbatasan sumur irigasi, daya listrik kemarau yang minim di bawah 200 volt, serta perbedaan jadwal tanam dengan desa tetangga seperti Desa Tanjungrejo dan Kebonagung. Melalui tradisi ini, warga memohon doa agar pertanian desa semakin lancar dan sejahtera.

Bupati Madiun Hari Wuryanto melakukan panen pertama (methil)

Acara puncak ini turut dihadiri oleh Bupati Madiun H. Hari Wuryanto serta Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Madiun, Paryoto. Kehadiran jajaran Pemkab Madiun ini sangat relevan mengingat 85 persen warga Desa Tulungrejo bergantung pada sektor pertanian, baik sebagai pemilik lahan maupun buruh tani.

Momen tasyakuran warga ini bertepatan dengan prestasi membanggakan Pemkab Madiun yang baru saja meraih Penghargaan Kedaulatan Pangan (Komoditas Beras) Terbaik II pada ajang Wilwatikta Awards 2026 di Surabaya, Jumat malam (30/10/2026). 

Penilaian berbasis data resmi BPS Jatim tersebut mengukur rasio surplus produksi padi terhadap konsumsi beras masyarakat.

Bupati Madiun Hari Wuryanto menyampaikan bahwa penghargaan tersebut didedikasikan untuk para petani.

Bupati menerima penghargaan Wilwatikta , Jum'at malam (30/10/2026) di Surabaya

"Penghargaan ini merupakan karya teman-teman para petani. Mudah-mudahan menjadi motivasi para petani untuk terus meningkatkan program ketahanan pangan dan berinovasi di tengah tantangan berkurangnya luas lahan," tutur Bupati Madiun, Jumat malam (30/10/2026).

Suasana tasyakuran di Desa Tulungrejo makin meriah dengan sajian pertunjukan seni tradisional mulai dari pencak silat hingga tari tayub. Kemeriahan ditutup dengan pengundian puluhan doorprize menarik yang dibagikan secara langsung kepada warga desa.

Diterjang Angin Kencang dan Hujan Deras, Bangunan Ponpes dan Rumah Warga di Cikarang Selatan Rusak

BEKASI, Iki Radio — Bangunan sebuah pondok pesantren di Kampung Cijingga, Desa Serang Baru, Kecamatan Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, porak-poranda setelah diterjang angin kencang dan hujan deras pada Jumat (30/10/2026) petang.

Peristiwa yang terjadi secara mendadak tersebut memicu kepanikan di lingkungan pesantren. Para santri yang tengah beraktivitas di dalam ruangan seketika berhamburan keluar untuk menyelamatkan diri dari ancaman material bangunan yang ambruk.

Selain merusak fasilitas pesantren, hempasan angin kencang juga merusak sejumlah rumah warga di area sekitar. Sebagian besar kerusakan terpusat pada bagian atap bangunan yang beterbangan tersapu angin.

Pascakejadian, tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan kaji cepat (assessment) dan pendataan bangunan terdampak.

Petugas BPBD Kabupaten Bekasi, Juli, mengonfirmasi bahwa terjangan angin berkecepatan tinggi yang disertai hujan lebat menjadi pemicu utama kerusakan tersebut.

"Pemicunya angin kencang bercampur hujan. Berdasarkan laporan sementara yang kami terima, baru di satu titik dan ada tiga rumah yang terdampak, rata-rata kerusakannya di bagian atap," ujar Juli, Sabtu (31/10/2026).

Hingga saat ini, pihak BPBD terus berkoordinasi dengan aparat desa serta pengurus wilayah setempat untuk melakukan penanganan darurat dan pembersihan sisa-sisa reruntuhan material.

 

Longsor Maut di Lumajang: Ayah dan Anak Tewas Tertimbun Material Tebing Setinggi 10 Meter

LUMAJANG, Iki Radio — Bencana tanah longsor menelan korban jiwa di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Seorang ayah bernama Imron Rosadi (40) dan anak perempuannya, Hilya (9), ditemukan meninggal dunia setelah rumah yang mereka tempati tertimbun material longsor di Desa Tamanayu, Kecamatan Pronojiwo, Sabtu (31/10/2026) dini hari.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang, Isnugroho, mengungkapkan bahwa bencana ini dipicu oleh hujan berintensitas tinggi yang mengguyur kawasan tersebut sejak Jumat siang (30/10/2026) hingga Sabtu dini hari.

"Terjadi bencana alam tanah longsor yang menimpa rumah milik Imron Rosadi yang mengakibatkan dua orang meninggal dunia akibat timbunan longsor dampak dari curah hujan yang tinggi di wilayah Kecamatan Pronojiwo," ujar Isnugroho.

Peristiwa nahas tersebut terjadi sekitar pukul 02.10 WIB. Berdasarkan keterangan BPBD, posisi rumah korban berada tepat di bawah tebing dengan panjang titik longsor diperkirakan mencapai 8 meter dan ketinggian 10 meter. Longsoran tanah menerjang bagian dapur, kamar belakang, kamar mandi, hingga gudang rumah korban.

Proses penanganan awal sempat terkendala kondisi cuaca ekstrem. Saat kejadian, warga sekitar belum berani mendekati lokasi karena hujan deras masih mengguyur, disertai kabut tebal dan padamnya aliran listrik.

Warga baru mendatangi lokasi untuk memeriksa kondisi rumah korban setelah hujan mulai mereda pada pukul 04.30 WIB. Kedua korban ditemukan tertimbun material tanah dalam keadaan tidak bernyawa. Pukul 05.00 WIB, warga langsung melaporkan kejadian tersebut kepada aparat desa dan aparat keamanan untuk kemudian melakukan proses evakuasi. Jenazah ayah dan anak tersebut dibawa ke rumah orang tuanya di Dusun Manggisan, Desa Tamanayu, untuk dimakamkan.

Selain merenggut korban jiwa, longsor juga berdampak pada bangunan milik warga di sekitar lokasi. Pagar rumah warga bernama Soleman runtuh menimpa rumah korban, sementara bagian dapur rumah Wardi (tetangga korban) turut mengalami kerusakan akibat tertimbun material longsor.

Menanggapi insiden ini, BPBD Kabupaten Lumajang mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di kawasan rawan tebing seperti di Dusun Jonggrang, Desa Tamanayu, agar senantiasa meningkatkan kewaspadaan menyusul potensi cuaca ekstrem yang masih mengancam.

 

close
Pasang Iklan Disini