Mendikdasmen Ungkap Program Makan Bergizi Gratis Tingkatkan Kehadiran Siswa dan Bentuk Karakter Anak

Kandungan Gizi Jadi Daya Tarik Sekolah, Program MBG Juga Integrasikan Pendidikan Karakter hingga Penggunaan Dapodik

JAKARTA, Iki Radio — Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mengungkapkan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memiliki kaitan erat dengan peningkatan tingkat kehadiran siswa di sekolah. Berbagai riset menunjukkan bahwa kepastian mendapatkan makanan sehat dan bergizi menjadi salah satu motivasi utama anak-anak untuk berangkat ke sekolah.

Hal tersebut disampaikan oleh Abdul Mu’ti, Sabtu (31/10/2026), usai melakukan penandatanganan perjanjian kerja sama antara Badan Gizi Nasional (BGN) dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), sekaligus peluncuran awal uji coba loka MBG bersama Kepala BGN Sudaryono.

Menurut Abdul Mu’ti, manfaat program MBG tidak hanya berfokus pada pemenuhan nutrisi dan kesehatan fisik semata. Lebih dari itu, program ini dirancang untuk mendongkrak semangat belajar siswa serta berkontribusi nyata terhadap peningkatan kualitas pendidikan nasional secara menyeluruh.


Sarana Penanaman Pendidikan Karakter Sejak Dini

Selain mendongkrak tingkat kehadiran, pelaksanaan MBG di lingkungan sekolah dipandang sebagai wadah yang efektif untuk menanamkan karakter dan nilai-nilai positif sejak dini. Berbagai kebiasaan baik dapat dibangun melalui rutinitas sederhana yang dilakukan bersama di sekolah.

"Kami mengambil banyak sekali panduan tentang bagaimana makan bergizi gratis ini menjadi media untuk menanamkan karakter dan nilai-nilai serta kebiasaan dalam diri anak-anak, contohnya bagaimana mereka antre, bagaimana mereka membiasakan hidup bersih," ujar Abdul Mu’ti.

Beberapa kebiasaan positif yang terus dilatih secara konsisten meliputi:

Mengantre dengan tertib saat mengambil makanan.

Menjaga kebersihan diri dan lingkungan sekitar.

Berdoa bersama sebelum dan sesudah makan.

Menghargai makanan yang disajikan.

Pembiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten ini diharapkan mampu memperkuat pembentukan karakter peserta didik, sehingga manfaat yang diperoleh tidak hanya sebatas kenyang dan sehat, melainkan juga membentuk kepribadian yang disiplin dan berintegritas dalam kehidupan sehari-hari.


Integrasi Data Lewat Dapodik dan Apresiasi BGN

Dalam hal tata kelola, Abdul Mu’ti memastikan bahwa proses pendataan penerima manfaat MBG di lingkungan pendidikan telah terintegrasi dengan Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Sistem ini terus disempurnakan guna memastikan bantuan tepat sasaran dan hanya diterima oleh peserta didik yang terdata secara resmi.

"Kemudian kerja sama pendataan yang selama ini sudah terintegrasi dengan Dapodik, dipastikan bahwa semua yang menerima adalah murid-murid yang memang resmi terdata dalam sistem kami dan memang terus kita sempurnakan," jelasnya.

Sementara itu, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, menyampaikan apresiasi yang tinggi atas sinergi dan dukungan penuh yang diberikan oleh Kemendikdasmen dalam menyukseskan program prioritas ini.

"Terima kasih atas dukungan dari Kementerian Dikdasmen, dukungan dari Pak Menteri," ucap Sudaryono.

Bentuk dukungan konkret dari Kemendikdasmen diwujudkan melalui penyediaan fasilitas pendukung di satuan pendidikan, seperti pembangunan sarana cuci tangan (wastafel), pengalokasian waktu khusus untuk pelaksanaan MBG di sekolah, hingga penguatan materi edukasi gizi yang diintegrasikan ke dalam kurikulum pendidikan.

close
Pasang Iklan Disini