MADIUN, IkiRadio – Ratusan warga Desa Tulungrejo, Kecamatan Madiun, Kabupaten Madiun memadati area persawahan desa pada Sabtu (31/10/2026). Masyarakat lintas generasi—mulai dari anak-anak, remaja, hingga orang tua—tampak sukacita mengikuti puncak Tasyakuran Methil dan Labuhan Desa Tulungrejo yang mengusung tema "Rahayu warga lan desane, tentrem ayem sak bendinane".
![]() |
| Kades Tulungrejo Madiun menyiramkan dawet ke tiga Kasun desa Tulungrejo |
Rangkaian tradisi ini diawali sejak Kamis (29/10/2026) melalui prosesi Boyong Mbok Sri, yakni pemetikan padi pertama dari sawah desa yang diarak menuju Balai Desa Tulungrejo sebagai simbol penghormatan kepada Dewi Sri atau lambang kemakmuran pangan.
Kepala Desa Tulungrejo, Agus Baidowi, menjelaskan bahwa pelaksanaan Methil (syukuran panen) dan Labuhan (persiapan masa tanam) tahun ini disatukan demi efisiensi waktu karena momennya berbarengan.
"Dua acara digabungkan antara kegiatan Methil dan Labuhan karena waktunya bersamaan, sudah labuh sekaligus waktunya panen. Tadi kegiatan Methil diawali secara simbolis oleh Pak Bupati, sedangkan prosesi Labuhan ditandai dengan disiramnya Kasun (Kepala Dusun) Pak Wo menggunakan dawet," terang Agus Baidowi, Sabtu (31/10/2026).
Penyiraman dawet kepada Kepala Dusun yang mewakili warga desa tersebut memiliki makna filosofis mendalam. Dawet yang dingin mengisyaratkan harapan agar air hujan dari langit yang diterima masyarakat dapat membawa ketenangan dan keberkahan, serta meminimalisasi kendala pertanian.
"Artinya hujan dari atas seperti apa pun harapannya bisa kita terima dengan lapang dada dan membawa berkah," tambahnya.
Agus Baidowi menuturkan, syukuran tahun ini terasa spesial karena hasil panen di sebagian wilayah desa, khususnya sektor selatan hingga Bangkal, mengalami peningkatan signifikan. Meski demikian, area utara desa seluas kurang lebih 45 hektar masih menghadapi kendala hama tikus yang telah berlangsung hampir 10 tahun.
Masalah ini dipicu oleh tanam tidak serempak akibat keterbatasan sumur irigasi, daya listrik kemarau yang minim di bawah 200 volt, serta perbedaan jadwal tanam dengan desa tetangga seperti Desa Tanjungrejo dan Kebonagung. Melalui tradisi ini, warga memohon doa agar pertanian desa semakin lancar dan sejahtera.
![]() |
| Bupati Madiun Hari Wuryanto melakukan panen pertama (methil) |
Acara puncak ini turut dihadiri oleh Bupati Madiun H. Hari Wuryanto serta Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Madiun, Paryoto. Kehadiran jajaran Pemkab Madiun ini sangat relevan mengingat 85 persen warga Desa Tulungrejo bergantung pada sektor pertanian, baik sebagai pemilik lahan maupun buruh tani.
Momen tasyakuran warga ini bertepatan dengan prestasi membanggakan Pemkab Madiun yang baru saja meraih Penghargaan Kedaulatan Pangan (Komoditas Beras) Terbaik II pada ajang Wilwatikta Awards 2026 di Surabaya, Jumat malam (30/10/2026).
Penilaian berbasis data resmi BPS Jatim tersebut mengukur rasio surplus produksi padi terhadap konsumsi beras masyarakat.
Bupati Madiun Hari Wuryanto menyampaikan bahwa penghargaan tersebut didedikasikan untuk para petani.
![]() |
| Bupati menerima penghargaan Wilwatikta , Jum'at malam (30/10/2026) di Surabaya |
"Penghargaan ini merupakan karya teman-teman para petani. Mudah-mudahan menjadi motivasi para petani untuk terus meningkatkan program ketahanan pangan dan berinovasi di tengah tantangan berkurangnya luas lahan," tutur Bupati Madiun, Jumat malam (30/10/2026).
Suasana tasyakuran di Desa Tulungrejo makin meriah dengan sajian pertunjukan seni tradisional mulai dari pencak silat hingga tari tayub. Kemeriahan ditutup dengan pengundian puluhan doorprize menarik yang dibagikan secara langsung kepada warga desa.











