Iki Radio – Gelombang pengabdian mahasiswa Universitas Airlangga (UNAIR) Surabaya resmi dimulai. Pada Senin (13/7/2026), Pemerintah Kabupaten Madiun dan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro secara serentak menerima kehadiran ratusan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata-Belajar Bersama Komunitas (KKN-BBK) ke-8 UNAIR untuk mengakselerasi pembangunan desa berbasis kearifan lokal dan inovasi.
Di Kabupaten Madiun, dengan mengambil tempat di Pendopo Ronggo Djumeno, Caruban, Bupati Madiun Hari Wuryanto menyambut kehadiran 200 mahasiswa UNAIR yang akan mengabdi selama hampir satu bulan, mulai 13 Juli hingga 8 Agustus 2026.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Madiun, Shodiq Hery Purnomo, melaporkan bahwa ratusan mahasiswa tersebut akan disebar di 20 desa yang mencakup tiga kecamatan di Kabupaten Madiun.
Diantaranya untuk wilayah Kecamatan Gemarang yakni di Desa Nampu, Desa Sebayi, Desa Tawangrejo, dan Desa Winong. Kecamatan Saradan berada di Desa Sumbersari, Desa Bener, Desa Pajaran, Desa Ngepeh, Desa Bongsopotro, Desa Sambirejo, Desa Bandungan, dan Desa Tulung.
Dan untuk Kecamatan Wungu, yakni Desa Tempursari, Desa Sobrah, Desa Nglambangan, Desa Bantengan, Desa Mojorayung, Desa Sidorejo, Desa Pilangrejo, dan Desa Nglanduk.
Bupati Madiun Hari Wuryanto menyampaikan, 3 kecamatan tersebut, memiliki potensi unggulan di bidang pertanian, peternakan, UMKM, kerajinan dan pariwisata. Yang diharapkan potensi tersebut dapat menjadi ruang bagi mahasiswa untuk berkontribusi melalui inovasi, pemberdayaan masyarakat dan pengembangan potensi desa.
“KKN-BBK merupakan wujud pengabdian kepada masyarakat melalui penerapan ilmu, pemberdayaan masyarakat, serta pembentukan kepekaan sosial”, ujar Bupati.
"Potensi yang ada di desa, mulai dari pertanian, UMKM, hingga pariwisata harus menjadi ruang bagi mahasiswa untuk berkontribusi melalui inovasi. Namun, tetap jaga etika dan hormati adat istiadat setempat," pesan Bupati Hari Wuryanto saat membuka kegiatan secara resmi.
Ketua Lembaga Pengabdian Masyarakat Berkelanjutan (LPMB) UNAIR, Heri Purna Basuki, menegaskan bahwa konsep KKN-BBK kali ini mewajibkan mahasiswa menyusun program unggulan yang selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs).
"Jadikan momen ini untuk belajar. Tetap rendah hati, tidak usah keminter (merasa sok pintar)," tegas Heri.
Di hari yang sama, Ruang Angling Dharma Gedung Pemkab Bojonegoro juga dipenuhi oleh 200 mahasiswa UNAIR. Kedatangan mereka disambut langsung oleh Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono, didampingi Dekan Fakultas Ilmu Budaya (FIB) UNAIR, Syahrur Marta Dwi Susilo.
Untuk wilayah Bojonegoro, para mahasiswa akan difokuskan pada 20 desa yang tersebar di dua wilayah yakni Kecamatan Kanor dan Kecamatan Sumberrejo.
Bupati Setyo Wahono menilai kehadiran mahasiswa UNAIR akan memperkuat sinergi pembangunan daerah di sektor unggulan seperti pertanian, kesehatan, dan peternakan.
Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Bojonegoro, Dilli Triwibowo, memaparkan bahwa selama periode Juli–Agustus 2026, Bojonegoro menjadi magnet pengabdian akademik. Dengan bergabungnya UNAIR, total mahasiswa KKN di Bojonegoro dari enam perguruan tinggi kini mencapai 4.293 orang.
Selain mengabdi, BRIDA Bojonegoro juga memanfaatkan momen ini dengan memperkenalkan berbagai produk unggulan UMKM kepada mahasiswa.
"Mahasiswa dapat menjadi duta promosi yang mengenalkan produk lokal Bojonegoro ke daerah asal mereka," tambah Dilli.
Dekan FIB UNAIR, Syahrur Marta Dwi Susilo, memastikan seluruh mahasiswa telah dibekali materi matang dan akan didampingi oleh 10 Dosen Pembimbing Lapangan (DPL).
Konsep BBK ini diharapkan menempatkan masyarakat sebagai mitra aktif, di mana mahasiswa tidak hanya memberi ilmu, tetapi juga menyerap kearifan lokal setempat.(ir)





.png)
.jpeg)
.jpeg)

















