Iki Terbaru/Paling Greeess

Showing posts with label Daerah. Show all posts
Showing posts with label Daerah. Show all posts

Mengabdi di Jatim, 400 Mahasiswa KKN-BBK UNAIR Terjun ke Madiun dan Bojonegoro

Iki Radio – Gelombang pengabdian mahasiswa Universitas Airlangga (UNAIR) Surabaya resmi dimulai. Pada Senin (13/7/2026), Pemerintah Kabupaten Madiun dan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro secara serentak menerima kehadiran ratusan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata-Belajar Bersama Komunitas (KKN-BBK) ke-8 UNAIR untuk mengakselerasi pembangunan desa berbasis kearifan lokal dan inovasi.

Di Kabupaten Madiun, dengan mengambil tempat di Pendopo Ronggo Djumeno, Caruban, Bupati Madiun Hari Wuryanto menyambut kehadiran 200 mahasiswa UNAIR yang akan mengabdi selama hampir satu bulan, mulai 13 Juli hingga 8 Agustus 2026.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Madiun, Shodiq Hery Purnomo, melaporkan bahwa ratusan mahasiswa tersebut akan disebar di 20 desa yang mencakup tiga kecamatan di Kabupaten Madiun.

Diantaranya untuk wilayah Kecamatan Gemarang yakni di Desa Nampu, Desa Sebayi, Desa Tawangrejo, dan Desa Winong. Kecamatan Saradan berada di Desa Sumbersari, Desa Bener, Desa Pajaran, Desa Ngepeh, Desa Bongsopotro, Desa Sambirejo, Desa Bandungan, dan Desa Tulung.

Dan untuk Kecamatan Wungu, yakni  Desa Tempursari, Desa Sobrah, Desa Nglambangan, Desa Bantengan, Desa Mojorayung, Desa Sidorejo, Desa Pilangrejo, dan Desa Nglanduk.

Bupati Madiun Hari Wuryanto menyampaikan, 3 kecamatan tersebut, memiliki potensi unggulan di bidang pertanian, peternakan, UMKM, kerajinan dan pariwisata. Yang diharapkan potensi tersebut dapat menjadi ruang bagi mahasiswa untuk berkontribusi melalui inovasi, pemberdayaan masyarakat dan pengembangan potensi desa.

“KKN-BBK merupakan wujud pengabdian kepada masyarakat melalui penerapan ilmu, pemberdayaan masyarakat, serta pembentukan kepekaan sosial”, ujar Bupati.


"Potensi yang ada di desa, mulai dari pertanian, UMKM, hingga pariwisata harus menjadi ruang bagi mahasiswa untuk berkontribusi melalui inovasi. Namun, tetap jaga etika dan hormati adat istiadat setempat," pesan Bupati Hari Wuryanto saat membuka kegiatan secara resmi.

Ketua Lembaga Pengabdian Masyarakat Berkelanjutan (LPMB) UNAIR, Heri Purna Basuki, menegaskan bahwa konsep KKN-BBK kali ini mewajibkan mahasiswa menyusun program unggulan yang selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs).

"Jadikan momen ini untuk belajar. Tetap rendah hati, tidak usah keminter (merasa sok pintar)," tegas Heri.

Di hari yang sama, Ruang Angling Dharma Gedung Pemkab Bojonegoro juga dipenuhi oleh 200 mahasiswa UNAIR. Kedatangan mereka disambut langsung oleh Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono, didampingi Dekan Fakultas Ilmu Budaya (FIB) UNAIR, Syahrur Marta Dwi Susilo.

Untuk wilayah Bojonegoro, para mahasiswa akan difokuskan pada 20 desa yang tersebar di dua wilayah yakni Kecamatan Kanor dan Kecamatan Sumberrejo.

Bupati Setyo Wahono menilai kehadiran mahasiswa UNAIR akan memperkuat sinergi pembangunan daerah di sektor unggulan seperti pertanian, kesehatan, dan peternakan.

Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Bojonegoro, Dilli Triwibowo, memaparkan bahwa selama periode Juli–Agustus 2026, Bojonegoro menjadi magnet pengabdian akademik. Dengan bergabungnya UNAIR, total mahasiswa KKN di Bojonegoro dari enam perguruan tinggi kini mencapai 4.293 orang.

Selain mengabdi, BRIDA Bojonegoro juga memanfaatkan momen ini dengan memperkenalkan berbagai produk unggulan UMKM kepada mahasiswa. 

"Mahasiswa dapat menjadi duta promosi yang mengenalkan produk lokal Bojonegoro ke daerah asal mereka," tambah Dilli.

Dekan FIB UNAIR, Syahrur Marta Dwi Susilo, memastikan seluruh mahasiswa telah dibekali materi matang dan akan didampingi oleh 10 Dosen Pembimbing Lapangan (DPL). 

Konsep BBK ini diharapkan menempatkan masyarakat sebagai mitra aktif, di mana mahasiswa tidak hanya memberi ilmu, tetapi juga menyerap kearifan lokal setempat.(ir)

Ratusan Calon Siswa SR Kabupaten Madiun Jalani Pemeriksaan Kesehatan

Iki Radio – Pemerintah Kabupaten Madiun melalui Dinas Sosial bersama Direktorat Jenderal Rehabilitasi Sosial Kementerian Sosial RI tengah mematangkan persiapan operasional Sekolah Rakyat (SR) Kabupaten Madiun.

Sebagai langkah awal, sebanyak 199 calon siswa diwajibkan menjalani cek kesehatan gratis guna memastikan kondisi fisik mereka siap mengikuti jadwal pendidikan. Cek kesehatan dilaksnakan seluruh calon siswa dari semua tingkatan, mulai SD, SMP hingga SMA, di aula gedung baru SR Kabupaten Madiun, Senin (13/7/2026)

Direktur Rehabilitasi Sosial Korban Bencana dan Kedaruratan Kemensos RI, Rachmat Koesnadi, menjelaskan bahwa pemeriksaan ini sangat krusial bagi para calon siswa.

"Cek kesehatan gratis ini sangat dibutuhkan agar diketahui kondisi kesehatan mereka, karena nantinya mereka akan mengikuti kegiatan yang cukup padat di Sekolah Rakyat ini," ujar Rachmat, Senin (13/7/2026).

Dalam pemeriksaan kesehatan, selain pengukuran tinggi badan dan berat badan, seluruh calon siswa juga menjalani pemeriksaan tensi, pemeriksaan darah serta pemeriksaan urine.

Ia menambahkan, jika dalam pemeriksaan ditemukan calon siswa yang membutuhkan penanganan medis intensif atau berisiko tinggi, mereka akan dirujuk terlebih dahulu ke Puskesmas setempat atau RSUD di Kabupaten Madiun.

Pemerintah sengaja memanfaatkan jeda waktu sekitar dua minggu dari tanggal 14 atau 15 Juli hingga akhir bulan untuk memberikan perawatan intensif bagi siswa yang membutuhkan, sehingga mereka benar-benar siap saat masa orientasi dimulai.

Terkait fasilitas penunjang, Rachmat memastikan bahwa ruang klinik kesehatan beserta ketersediaan obat-obatan di lingkungan sekolah sudah disiapkan. Untuk penanganan medis awal, pihak sekolah bersinergi dengan Puskesmas terdekat, dan ke depannya direncanakan akan ada petugas perawat serta dokter internal.

Selain itu, selama proses belajar-mengajar, para siswa tidak hanya didampingi oleh kepala sekolah dan guru, melainkan juga oleh wali asuh serta wali asrama yang disesuaikan dengan jumlah siswa.

Mengenai waktu dimulainya operasional sekolah atau kick-off, Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dijadwalkan akan dilaksanakan pada tanggal 31 Juli mendatang.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Madiun, Supriyadi, menegaskan bahwa penentuan tanggal tersebut bukanlah bentuk penundaan, melainkan sebuah strategi untuk memberikan hasil yang paling optimal bagi para siswa.

“Bukan mundur, melainkan kami memilih opsi alternatif terbaik. Mengingat fasilitas di Sekolah Rakyat Madiun belum sepenuhnya sempurna, hasil diskusi menyepakati tanggal 31 Juli sebagai waktu yang paling ideal untuk memulai MPLS,” pungkas Supriyadi.

Sementara Kepala Bidang (Kabid) Perlindungan dan Jaminan Sosial (Linjamsos) Dinas Sosial Kabupaten Madiun Anton Susilo mengatakan, hingga Senin siang, jumlah calon siswa (casis) SR Kabupaten Madiun sebanyak 199 casis.

Jumlah ini meliputi calon siswa untuk tingkat SD sebanyak 19 anak, SMP 90 anak dan SMA 90 anak.

“Untuk yang SMP dan SMA sudah memenuhi kuota 90 anak untuk tiga kelas, untuk SD tetap kami usahakan terpenuhi sesuai dengan kuota,” ujarnya.

Pihak Kemensos dan Dinas Sosial Kabupaten Madiun berharap, dengan adanya jeda waktu persiapan dan pemeriksaan kesehatan ini, seluruh sarana prasarana serta kondisi fisik para siswa sudah berada dalam tingkat kesiapan 100 persen saat kegiatan resmi dimulai.(ir)

 

Harkopnas 2026, Bupati Madiun Dorong Kebangkitan Koperasi untuk Kabupaten Madiun Bersahaja

MADIUN – Pemerintah Kabupaten Madiun menggelar Upacara Peringatan Hari Koperasi Nasional ke-79 tahun 2026, di Halaman Pendopo Ronggo Djumeno Kabupaten Madiun, Senin (13/7/2026).

Dalam upacara yang mengusung tema "Koperasi Berdaya, Indonesia Berjaya" ini, Bupati Hari Wuryanto membacakan pidato tertulis dari Menteri Koperasi Republik Indonesia, Feri Julianto.

Dalam sambutan tertulis yang dibacakan oleh Bupati, Menteri Koperasi Feri Julianto menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pengurus, pengawas, pengelola, dan anggota koperasi di daerah yang terus berdedikasi mengembangkan koperasi di tengah dinamika global.

Peringatan tahun ini ditekankan bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan sebuah momentum besar untuk meneguhkan kembali peran vital koperasi.

"Peringatan Hari Koperasi adalah momentum untuk meneguhkan kembali peran koperasi sebagai soko guru perekonomian nasional. Di tengah berbagai tantangan, koperasi harus semakin berdaya dalam memperkuat ekonomi rakyat dan mewujudkan pertumbuhan yang inklusif serta berkeadilan," ujar Hari Wuryanto saat membacakan pidato Menteri Koperasi.

Pidato tersebut juga mengingatkan kembali fondasi pemikiran Bapak Koperasi Indonesia, Bung Hatta, mengenai demokrasi ekonomi.

Koperasi ditegaskan bukan sekadar badan usaha pencari keuntungan, melainkan wadah usaha bersama berdasarkan asas kekeluargaan dan semangat tolong-menolong untuk meningkatkan kesejahteraan anggotanya.

Selaras dengan kebijakan Presiden Prabowo Subianto, peran koperasi kini diposisikan sebagai instrumen strategis pembangunan ekonomi nasional. Salah satu langkah konkretnya adalah penguatan Koperasi Desa atau Kelurahan Merah Putih (KDKMP).

Hingga saat ini, pemerintah mendorong lahirnya lebih dari 80.000 koperasi di tingkat desa, dengan 1.061 di antaranya sudah mulai beroperasi pada tahap awal. KDKMP ini diproyeksikan menjadi pusat aktivitas ekonomi warga, memperpendek rantai distribusi, sekaligus memperluas akses pembiayaan dan pasar produk lokal.

Selain itu, wajah baru Koperasi Indonesia kini diarahkan pada sektor-sektor produktif dan hilirisasi nyata, seperti sektor energi dan logistik, yakni pengelolaan SPBUN untuk nelayan serta Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), dan hilirisasi kelapa sawit, dengan mendorong koperasi petani tidak hanya menjual Tandan Buah Segar (TBS), melainkan terlibat dalam pengolahan minyak sawit dan produk turunannya.

Menghadapi era modern, pemerintah berkomitmen menghapus stigma lama bahwa koperasi adalah organisasi yang lambat, kuno, atau rumit secara administrasi. Koperasi masa kini bertransformasi menjadi koperasi digital yang memanfaatkan teknologi informasi, kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), analisis data, serta sistem pembayaran modern.

Langkah digitalisasi ini juga bertujuan menarik minat generasi muda. Saat ini, mulai tumbuh subur berbagai koperasi di sektor ekonomi kreatif, perfilman, komunitas startup, hingga gerakan petani milenial. Generasi muda diharapkan membawa energi dan inovasi baru agar koperasi menjadi pilihan utama dalam membangun usaha bersama.

Bupati Madiun menyampaikan harapannya agar momentum Hari Koperasi ke-79 ini dapat membawa kebangkitan ekonomi, khususnya bagi masyarakat Kabupaten Madiun.

"Semoga di Hari Koperasi ini, koperasi bisa bangkit menuju Indonesia yang adil dan makmur, serta mewujudkan Kabupaten Madiun yang Bersih, Sehat, dan Sejahtera," pungkasnya.

Dalam upacara peringatan Hari Koperasi Nasional ke 79 yang dipimpin Bupati Madiun, Hari Wuryanto, juga dihadiri Wakil Bupati Madiun dr. Purnomo Hadi, jajaran Forkopimda Kabupaten Madiun, perwakilan Lanud Iswahjudi, dan Sekretaris Daerah Kabupaten Madiun.

Selain itu juga hadir Tim Penggerak PKK, Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Madiun,  Para Staf Ahli, Asisten, Kepala Perangkat Daerah, Direktur RSUD, Direktur BUMD, Camat se-Kabupaten Madiun serta Ketua Dewan Koperasi Indonesia Daerah Kabupaten Madiun, serta para pegiat dan pengurus gerakan koperasi se-Kabupaten Madiun.(ir)

Ketuk Pintu Langit di Hari Jadi ke-458, Pemkab Madiun Gelar Sima’an Al-Qur’an Kubro Serentak di 42 Titik

Iki Radio – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun menggelar kegiatan spiritual Sima’an Al-Qur’an Kubro secara serentak di 42 titik yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Madiun pada Minggu (12/7/2026).

Melalui lantunan ayat suci yang dikumandangkan oleh para hafidz dan hafidzah ini, Pemkab Madiun mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama "mengetuk pintu langit" demi keselamatan, kemakmuran, dan keharmonisan daerah. Momentum religius ini dilaksanakan khusus dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-458 Kabupaten Madiun.

Peringatan tahun ini sekaligus menjadi ajang refleksi sejarah panjang Madiun yang didirikan oleh Bupati pertama, Panembahan Ronggo Djumeno—yang merupakan keturunan langsung dari Raden Patah, Sultan Demak. Nilai sejarah yang tinggi tersebut dinilai menjadi fondasi kokoh bagi generasi penerus untuk terus membangun daerah.

Hal tersebut ditegaskan oleh Wakil Bupati Madiun, Purnomo Hadi, saat menutup secara resmi kegiatan Sima’an Kubro di Pendopo Muda Graha Madiun, Minggu sore.

"Kegiatan spiritual ini menegaskan betapa pentingnya keseimbangan antara pembangunan fisik dan mental-spiritual masyarakat di bumi 'Kampung Pesilat' ini," ujar Wabup Purnomo Hadi.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati juga menyampaikan apresiasi mendalam kepada para kyai, ulama, hafidz-hafidzah, serta seluruh elemen masyarakat yang telah menyukseskan agenda besar ini.

Kegiatan sima’an yang berlangsung khusyuk ini dimulai sejak pagi hari pukul 05.00 WIB hingga berakhir pukul 15.00 WIB. Acara penutupan berjalan dengan sangat hikmat dan dihadiri oleh jajaran Forkopimda, tokoh agama, kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Camat, serta para penghafal Al-Qur'an.

Sebagai puncak acara, jalannya penutupan sima’an diakhiri dengan ceramah agama yang disampaikan oleh KH. Mizan Basyari (Gus Mizan). Dalam tausiyahnya, Gus Mizan mengupas mendalam kandungan ayat-ayat suci Al-Qur’an sebagai pedoman hidup guna mewujudkan masyarakat Kabupaten Madiun yang berkah, rukun, dan bersahaja.

Melalui agenda ini, sinergi antara pemerintah (umaro), ulama, dan masyarakat diharapkan dapat terus terjalin kokoh. Hubungan harmonis ini menjadi modal utama dalam merefleksikan serta melanjutkan cita-cita luhur fondasi daerah yang telah diinisiasi oleh Panembahan Ronggo Djumeno ratusan tahun silam.(ir)

Semarak Hari Jadi ke-458 Kabupaten Madiun: Alunan Syahdu Parade Keroncong Indonesia Pukau Pengunjung Sepasma 2026

Iki Radio – Alunan musik klasik berpadu petikan ukulele menggema indah di area Sepasar di Madiun (Sepasma) 2026. Parade Keroncong Indonesia tampil memukau sebagai salah satu agenda unggulan dalam rangkaian memperingati Hari Jadi ke-458 Kabupaten Madiun.

Acara bernuansa budaya ini resmi dibuka Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Kadin Parpora) Kabupaten Madiun, Puji Rahmawati, pada Minggu (12/7/2026).

Dalam sambutannya, Kadin Parpora Puji Rahmawati menyampaikan bahwa kehadiran komunitas keroncong dari berbagai penjuru tanah air merupakan sebuah kehormatan besar bagi Kabupaten Madiun. 

Gelaran ini diharapkan tidak sekadar menjadi hiburan musiman, melainkan mampu menjadi wadah pelestarian budaya sekaligus ajang nostalgia bagi para pencinta musik keroncong lintas generasi.

“Mudah-mudahan apa yang ditampilkan ini menjadi sebuah upaya pelestarian bagi kita, menjadi suguhan bagi penikmat musik keroncong, serta menjadi obat kangen dan nostalgia bagi Bapak Ibu yang memang hobi keroncong, terutama di Kabupaten Madiun,” ujar Puji Rahmawati.

Sebelumnya, kemeriahan rangkaian acara Sepasma 2026 telah dibuka secara religius melalui pengajian akbar bersama ulama kondang, Gus Iqdam. Festival tahunan kebanggaan warga Madiun ini dipastikan akan terus berlangsung meriah dengan berbagai hiburan menarik setiap hari hingga 19 Juli mendatang.

Puji Rahmawati juga mengajak masyarakat luas, khususnya para pengunjung yang datang dari luar kota, untuk menetap lebih lama di Bumi Kampung Pesilat dan menikmati seluruh rangkaian acara seni, budaya, serta pasar rakyat yang disuguhkan.

Parade musik keroncong ini sendiri berlangsung secara maraton sepanjang hari hingga malam hari. Menambah daya tarik dan bobot acara, sesi malam juga akan diisi dengan agenda talk show khusus bersama Bupati Madiun.

Melalui momentum ini, Pemerintah Kabupaten Madiun berharap musik keroncong tetap mendapat tempat di hati masyarakat modern, terutama generasi muda sebagai penerus warisan budaya bangsa.

“Semoga kegiatan ini dapat terus konsisten terlaksana dan komunitas keroncong Indonesia bisa kembali berpartisipasi pada tahun-tahun berikutnya,” pungkas Kadin Parpora.(ir)

Keliling Pasar Banyuwangi, Wapres Gibran: Bagus, Semoga Tambah Ramai

Iki Radio - Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming kembali melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Jumat (10/7/2026). 

Salah satu agendanya, meninjau progres Pasar Banyuwangi. Gibran memuji desain dan konsep pembangunan pasar induk yang dibangun dengan mengusung arsitektur bergaya Osing tersebut. 

Didampingi Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, dan para pejabat kementerian terkait, Gibran berkeliling ke tiap sudut pasar. 

Gibran sempat meninjau beberapa titik area pasar yang dibangun oleh Kementerian Pekerjaan Umum dengan anggaran Rp 152 miliar itu. Ia meninjau mulai dari bangunan-bangunan sisi depan, hingga kios dan los di bagian dalam.

Gibran juga sempat berbincang dengan perwakilan pedagang Pasar Banyuwangi. Kepada mereka, Gibran menyampaikan selamat karena pasar telah dibangun menjadi bagus dan modern.

"Selamat, ya, pasarnya sudah bagus. Semoga tambah ramai," kata Gibran.

Bangunan pasar juga mengangkat arsitektur lokal. Ornamen-ornamen simbol Suku Osing, suku asli Banyuwangi, tampak mencolok di berbagai sisi.

Pasar Banyuwangi dibangun dengan konsep bangunan hijau. Gedung-gedung pasar dirancang secara semi terbuka sehingga udara di area dalam bisa bersikulasi secara lancar.

“Arsitekturnya bagus. Bangunannya open space, sehingga tidak pengap. Menurut saya pasar Banyuwangi yang paling bagus dibandingkan pasar lain yang sudah direvitalisasi,” kata Gibran.

Meski demikian, Gibran juga memberikan beberapa catatan kepada kontraktor yang membangun pasar. Gibran meminta kabel-kabel yang terlihat berantakan agar dirapikan. Ia juga meminta agar lantai pasar dibersihkan secara menyeluruh sebelum diserahterimakan ke pemerintah daerah.

Pasar Induk Banyuwangi dibangun di atas lahan 10.600 meter persegi dengan dua bangunan utama yang terletak di sisi utara dan selatan. Pasar ini memiliki 397 kios dan 356 los.

Adapun bangunan pasar dibagi menjadi tiga zona utama meliputi areal pasar basah, pasar kering, dan area kuliner.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan, Pasar Banyuwangi berkonsep Pasar Wisata. Nantinya, para pedagang akan dikelompokan sesuai dengan dagangan masing-masing, sehingga wisatawan bisa datang ke pasar dan mendatangi kelompok lapak yang diinginkan.

"Karena berkonsep pasar wisata, pasar ini juga nantinya diharapkan menjadi tempat penyelenggaraan berbagai event ke depannya," kata Ipuk.

Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Prasarana Strategis Jawa Timur, I Gusti Agung Aris Wibawa, menambahkan, pembangunan Pasar Banyuwangi sudah rampung 100 persen. Saat ini, pihaknya masih berfokus pada masa pemeliharaan.

"Masih akan ada penyempurnaan-penyempurnaan, seperti tadi arahan dari Pak Wapres," kata dia.

Pengoperasian Pasar Banyuwangi menunggu serah terima dari pemerintah pusat ke daerah dalam waktu dekat. Setelah itu, para pedagang baru bisa mulai berpindah dari lokasi relokasi ke bangunan baru. (*)

Pemkab Madiun Salurkan BLT Rp 1,7 Miliar untuk Buruh Tani Tembakau dan Pabrik Rokok

Iki Radio – Pemerintah Kabupaten Madiun melalui Dinas Sosial (Dinsos) resmi menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) senilai lebih dari Rp 1,7 miliar. 

Bantuan yang bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) tahun anggaran 2026 ini dialokasikan khusus bagi buruh petani tembakau dan buruh pabrik rokok di wilayah Kabupaten Madiun.

Penyerahan bantuan secara simbolis dilakukan langsung Bupati Madiun Hari Wuryanto, di Pendapa Muda Graha pada Jumat (10/7/2026).

Kepala Dinsos Kabupaten Madiun, Supriyadi, menjelaskan bahwa total penerima manfaat tahun ini mencapai 1.909 orang.

Dari jumlah tersebut 1.400 orang merupakan buruh petani tembakau, dan sebanyak 509 orang buruh pabrik rokok. 

Setiap penerima manfaat mendapatkan BLT sebesar Rp 300.000 per bulan untuk alokasi tiga bulan (Maret hingga Mei 2026), sehingga total yang diterima per orang adalah Rp 900.000. 

Proses penyaluran dana dilakukan secara transparan melalui Perumda BPR Bank Daerah Kabupaten Madiun.

"Asal data by name by address merupakan usulan resmi dari dinas terkait agar tepat sasaran. Kegiatan ini adalah wujud nyata kepedulian dan komitmen kami untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat yang membutuhkan," ungkap Supriyadi.

Meskipun alokasi dana DBHCHT dari pemerintah pusat mengalami penurunan drastis hingga 50 persen dibandingkan tahun lalu, Pemkab Madiun berkomitmen untuk tidak mengurangi jumlah penerima bantuan sosial ini.

Bupati Madiun Hari Wuryanto menegaskan bahwa program perlindungan dan jaminan sosial tetap menjadi skala prioritas utama.

"Penerima BLT tetap sama seperti tahun kemarin. Kegiatan di sektor lain yang terpaksa kami kurangi mengingat jatah dari pusat turun 50 persen. Meskipun anggaran menurun, pemanfaatan DBHCHT akan tetap dioptimalkan untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat," tegasnya.

Penyaluran BLT ini diharapkan mampu meringankan beban ekonomi buruh di tengah situasi perekonomian global yang tidak menentu. 

Apalagi, momentum pencairan ini dinilai sangat pas dengan dimulainya tahun ajaran baru sekolah.

"Saya rasa momennya sangat tepat karena bersamaan dengan tahun ajaran baru. Bantuan ini bisa digunakan untuk membantu biaya kebutuhan pendidikan anak-anak mereka," tambah Bupati.

Selain untuk BLT, Hari Wur menambahkan bahwa sisa anggaran DBHCHT tahun ini tetap dialokasikan secara proporsional layanan kesehatan, khususnya bagi masyarakat di sektor pertanian dan industri tembakau, dan sarana prasarana guna meningkatkan kapasitas dan kualitas produksi tembakau di Kabupaten Madiun.

Acara penyerahan bantuan ini turut dihadiri oleh jajaran forkopimda dan pejabat penting, di antaranya Wakil Bupati Madiun, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Madiun, Sekretaris Kepala Biro Perekonomian dan SDA Provinsi Jawa Timur, para Asisten dan Staf Ahli, OPD pengelola DBHCHT, serta sejumlah Camat dan Kepala Desa.(ir)

close
Pasang Iklan Disini