Iki Terbaru/Paling Greeess

Dampak Karhutla: Kasus ISPA Tembus 311 Ribu, Anak-Anak dan Lansia Paling Rentan

JAKARTA, Iki Radio — Kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di wilayah terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus melonjak. 

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat total kumulatif kasus ISPA hingga Sabtu (17/10/2026) telah mencapai 311.363 kasus, dengan kelompok anak-anak dan lanjut usia (lansia) menjadi pihak yang paling rentan terdampak.

Berdasarkan laporan harian Update Penanganan Dampak Kesehatan Akibat Karhutla Kemenkes, sebanyak 70.239 kasus terdeteksi pada anak-anak berusia di bawah lima tahun (balita). Sementara itu, kelompok lansia mencatatkan 49.634 kasus.

"Total kumulatif kasus ISPA di wilayah terdampak karhutla mencapai 311.363 kasus, dengan 70.239 kasus pada anak berusia di bawah lima tahun dan 49.634 kasus pada kelompok lanjut usia," tulis laporan resmi Kemenkes, Sabtu (17/10/2026).

Meskipun angka kumulatif tinggi, data harian Kemenkes menunjukkan adanya penurunan penambahan kasus pada Sabtu (17/10/2026) dibandingkan hari sebelumnya. 

Pada 17 Oktober 2026, tercatat sebanyak 2.609 kasus baru, turun dari angka 3.827 kasus pada Jumat (16/10/2026).

"Kasus ISPA yang tercatat pada 17 Oktober 2026 sebanyak 2.609 kasus, sedangkan pada 16 Oktober 2026 mencapai 3.827 kasus," lanjut keterangan dalam laporan harian tersebut.

7 Provinsi Terdampak, 2 Berstatus Tanggap Darurat

Bencana karhutla saat ini melanda 7 provinsi yang mencakup 65 kabupaten/kota. Pembagian status darurat wilayah terdampak adalah sebagai berikut:

  • Tanggap Darurat (2 Provinsi): Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah.
  • Siaga Darurat (5 Provinsi): Riau, Sumatera Selatan, Jambi, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Selatan.

Untuk mengantisipasi risiko kesehatan masyarakat, Kemenkes terus memantau kualitas udara menggunakan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU). Kategori ISPU yang menjadi acuan pengawasan meliputi:

  • 101–199: Tidak Sehat
  • 200–299: Sangat Tidak Sehat
  • ≥ 300: Berbahaya

Adapun data kasus ISPA untuk kelompok rentan lainnya—seperti ibu hamil serta penderita asma dan Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK)—saat ini masih dalam proses pemisahan data (data segresi) oleh tim Kemenkes, sehingga angka kumulatifnya belum dirilis secara resmi.


Semarak Festival Pesona Raja Ampat 2026: Lomba Perahu Hias Unjuk Kekayaan Maritim dan Budaya di Pantai WTC

WAISAI, Iki Radio — Lomba Perahu Hias turut memeriahkan hari ketiga gelaran Festival Pesona Raja Ampat 2026 yang berlangsung di Pantai Waisai Torang Cinta (WTC), Sabtu (17/10/2026). Ajang ini menjadi panggung pesona yang menampilkan kekayaan budaya sekaligus mempertegas identitas maritim masyarakat setempat.

Sebanyak sembilan tim yang terdiri atas sanggar budaya, pemerintah distrik, paguyuban, hingga satuan pendidikan tampil memukau dengan menghias perahu mereka menggunakan ornamen dan simbol khas daerah masing-masing. Setiap peserta juga menyajikan sinopsis yang mengulas latar belakang sejarah serta nilai-nilai budaya di balik desain perahu mereka.

Salah satu peserta, Ikatan Biak Aimando, mengusung Perahu Wai Mansusu yang menggambarkan kejayaan maritim pada abad ke-8 hingga ke-19. Perahu tersebut dihadirkan sebagai simbol peradaban, status sosial, spiritualitas, serta ketangguhan para pelaut Pasifik.

“Kata Mansusu yang berarti 'maju dan mundur' dimaknai sebagai kemampuan para leluhur dalam menghadapi musuh dari berbagai arah,” ujar Wakil Ketua Ikatan Biak Aimando Raja Ampat, Frits Feliks Dimara. Menurutnya, filosofi tersebut mencerminkan keberanian dan ketangguhan masyarakat pelaut dalam mengarungi berbagai tantangan zaman.

Sementara itu, peserta dari Kampung Warsambin (Binsyowi) menampilkan ornamen ikan lema dan keindahan destinasi wisata Kali Biru yang menjadi ikon kampung mereka. Keduanya merepresentasikan keterikatan harmonis antara manusia, alam, dan budaya yang terus hidup dalam keseharian masyarakat.

Nuansa sejarah bangsa pelaut juga kembali ditegaskan oleh Distrik Ayau yang turut menampilkan perahu hias Wai Mansusu sebagai refleksi masyarakat pelaut yang besar dan tangguh.

Di sisi lain, keunikan kearifan lokal ditunjukkan oleh Distrik Batanta Selatan melalui perahu kayu tradisional beratap kajang dari daun sagu serta hiasan pelepah sagu di bagian sisinya. Penampilan ini menonjolkan kearifan masyarakat lokal dalam memanfaatkan sumber daya alam secara bijak.

Tak kalah menarik, peserta lainnya seperti Kampung Mumes, Papua Arts Kewrai Kampung Saporkren, SMP Negeri Distrik Kepulauan Ayau, dan Sanggar Mangkornborn juga menjadikan perahu sebagai daya tarik utama atraksi mereka.

Keanekaragaman bentuk dan ornamen perahu dalam ajang ini mempertegas betapa eratnya hubungan masyarakat Raja Ampat dengan lautan sejak dahulu kala. Bagi masyarakat setempat, perahu bukan sekadar alat transportasi, melainkan sarana utama untuk mencari bahan pangan, memenuhi kebutuhan hidup, dan menopang aktivitas sehari-hari.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Raja Ampat, Engelbert M.S. Wader, turut menyampaikan pesan penting mengenai kelestarian ekosistem laut. Ia mengajak seluruh masyarakat untuk memanfaatkan potensi laut secara bijak dan berkeadilan.

“Ambillah ikan seperlunya, sisakan bagi anak cucu kita. Jangan biarkan air mata bagi generasi mendatang, tapi jagalah mata air kehidupan bagi mereka,” tegas Engelbert.

Lomba Perahu Hias pada Festival Pesona Raja Ampat 2026 ini tidak hanya menjadi ruang edukasi dan promosi seni budaya lokal, tetapi juga menjadi sarana untuk memperkuat kesadaran kolektif masyarakat akan pentingnya menjaga dan melestarikan lingkungan laut Raja Ampat.


35 Tahun Melayani Masyarakat, KBPR Arta Kencana Perkuat Komitmen Pemberdayaan UMKM dan Layanan Keuangan Terpercaya

MADIUN, Iki Radio – Menginjak usia ke-35 tahun, Koperasi Bank Perkreditan Rakyat (KBPR) Arta Kencana terus mengokohkan perannya sebagai lembaga keuangan terpercaya yang berfokus pada pemberdayaan ekonomi masyarakat, khususnya sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Jawa Timur.

Berdiri atas dasar kebijakan Paket Oktober (Pakto 88) pada 28 Oktober 1988, KBPR Arta Kencana resmi beroperasi sejak 15 Oktober 1991. Lembaga keuangan berbadan hukum koperasi ini awalnya didirikan oleh 11 Koperasi Unit Desa (KUD), sebelum akhirnya bertambah dengan bergabungnya Kopkar Bhakti Kencana pada tahun 1998 sehingga genap didukung oleh 12 entitas hukum.

Untuk memberikan pelayanan yang semakin nyaman dan representatif, KBPR Arta Kencana memindahkan pusat operasinya ke gedung baru di Jalan Panglima Sudirman No. 120, Wonoasri, Kabupaten Madiun sejak 16 April 1999.

Dalam upayanya mendekatkan layanan keuangan hingga ke pelosok daerah, KBPR Arta Kencana kini didukung oleh jaringan kantor yang luas. 

Selain kantor pusat di Wonoasri, KBPR Arta Kencana memiliki Kantor Cabang di Nganjuk, Ngawi, dan Pacitan, serta 16 Kantor Kas yang tersebar di wilayah Sawahan, Sendangrejo, Muneng, Saradan, Kenongorejo, SMK PGRI 1 Mejayan, Gemarang, Sumbersari, Lengkong, Bagor, Loceret, Sukomoro, Cangakan, Kedunggalar, Jogorogo, dan Geneng.

Sebagai BPR berbasis koperasi yang modern, KBPR Arta Kencana menyediakan berbagai produk dan layanan keuangan unggulan. Lembaga ini memiliki beragam produk simpanan seperti Simasda (Simpanan Masyarakat Daerah) dan Demasda (Deposito Masyarakat Daerah), serta program edukasi literasi keuangan melalui tabungan pelajar di sekolah-sekolah. 

Selain itu, KBPR Arta Kencana memberikan kemudahan akses permodalan untuk mendukung pengembangan usaha mikro dan kecil, kebutuhan konsumtif, hingga berbagai program kredit promo menarik.

Keamanan dana nasabah menjadi prioritas utama. Seluruh kegiatan operasional KBPR Arta Kencana telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) sesuai ketentuan yang berlaku.


Meriahkan Hari Jadi ke-35 lewat Gebyar Undian Simasda dan Demasda

Memperingati momentum perjalanan 35 tahun ini, KBPR Arta Kencana menggelar acara Pengundian Gebyar Undian Simasda & Demasda di Lantai 5 Gedung Kantor Pusat KBPR Arta Kencana, Wonoasri, Kabupaten Madiun, Sabtu (17/10/2026).

Acara ini dihadiri Bupati Madiun Hari Wuryanto, perwakilan Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur, pejabat Notaris dan PPAT, Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Madiun, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Madiun, jajaran Forkopimcam Wonoasri, serta para ketua KUD dan anggota KBPR Arta Kencana.

Bupati Madiun Hari Wuryanto memberikan apresiasi tinggi atas kontribusi KBPR Arta Kencana yang telah melayani sekitar 20.000 nasabah dari total 739.000 penduduk Kabupaten Madiun. Bupati berharap jangkauan layanan tersebut dapat terus diperluas.

"Saya mengucapkan selamat ulang tahun ke-35 untuk KBPR Arta Kencana. Semoga terus sukses dan menjadi lembaga keuangan yang dapat diandalkan untuk menggerakkan perekonomian rakyat Kabupaten Madiun," tutur Hari Wuryanto.

Bupati menekankan pentingnya sinergi dan kolaborasi antara KBPR Arta Kencana dengan pemerintah daerah serta lembaga lainnya melalui prinsip gotong royong khas koperasi demi mewujudkan masyarakat Kabupaten Madiun yang bersahaja, bersih, sehat, dan sejahtera.

Ia juga mengingatkan manajemen untuk senantiasa menjaga kepercayaan masyarakat dengan menerapkan prinsip kehati-hatian (prudential banking) dan profesionalisme.

"Di usia yang ke-35 ini, jaga dan jangan sia-siakan kepercayaan luar biasa yang telah diberikan masyarakat. KBPR Arta Kencana harus terus mengambil peran dalam membiayai sektor-sektor strategis seperti pertanian, UMKM, industri, perdagangan, maupun jasa, guna mendukung Pemkab Madiun dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat," lanjutnya.

Direktur Pemasaran KBPR Arta Kencana, Erna Dwi Ratnawati, menyampaikan bahwa peringatan usia ke-35 tahun ini menjadi momentum untuk memperkuat komitmen perusahaan dalam melayani masyarakat dan meningkatkan kesejahteraan internal secara berkelanjutan dengan memegang teguh prinsip kerja para pendahulu.

"KBPR Arta Kencana berkomitmen memberikan kemudahan dan kenyamanan dalam seluruh transaksi, baik pengajuan kredit, setoran, maupun pengambilan tabungan dan deposito," ujar Erna.

Erna menjelaskan, sistem kupon undian didasarkan pada pengendapan dana nasabah. Setiap setoran minimal Rp100.000, yang mengendap selama 1 bulan akan mendapatkan 1 poin nomor undian (berlaku kelipatannya). 

"Jadi semakin banyak setoran, semakin besar poin yang diperoleh," lanjutnya. 

Adapun periode pengumpulan poin untuk pengundian tahun berikutnya dihitung mulai 1 Oktober 2026 hingga 30 September 2027.


Kebakaran Kandang Ayam di Sawahan Madiun: 13 Ribu Anak Ayam Hangus, Kerugian Capai Rp1 Miliar

MADIUN, Iki Radio – Bencana kebakaran menghanguskan sebuah bangunan kandang ayam milik H. Mursaid di Dusun Banyak, Desa Cabean, Kecamatan Sawahan, Kabupaten Madiun, pada Sabtu (17/10/2026) dini hari. 

ilustrasi (Ai)

Akibat insiden tersebut, sebanyak 13 ribu ekor anak ayam (day-old chick/DOC) yang baru saja dimasukkan ke dalam kandang ikut mati terbakar. Kerugian material ditaksir mencapai Rp1 miliar.

Api diduga kuat berasal dari korsleting atau hubungan arus pendek listrik. Konstruksi bangunan kandang yang mayoritas terbuat dari material bambu serta tiupan angin kencang di lokasi kejadian membuat kobaran api dengan cepat membesar dan melalap seluruh struktur bangunan.

Kasi Trantib Kecamatan Sawahan, Achmad Badrudin Khoir, membenarkan peristiwa tersebut. Ia menjelaskan bahwa indikasi awal penyebab kebakaran mengarah pada gangguan instalasi listrik di area kandang.

“Informasi yang kami terima, kebakaran terjadi sekitar pukul 04.00 WIB di kandang yang berada di Dusun Banyak. Petugas pemadam kebakaran menerima laporan sekitar pukul 04.20 WIB,” ujar Badrudin.

Nahasnya, kandang tersebut baru saja diisi bibit anak ayam beberapa jam sebelum musibah terjadi. Berdasarkan laporan di lapangan, proses pengisian sekitar 13 ribu ekor anak ayam itu baru selesai dilakukan sekitar pukul 03.00 WIB.

“Saat petugas tiba di lokasi, api sudah membesar dan membakar seluruh bagian kandang. Besarnya kobaran api membuat bangunan beserta isinya tidak dapat diselamatkan,” lanjutnya.

Proses pemadaman dan penanganan di lokasi dilakukan secara terpadu dengan melibatkan tim Pemadam Kebakaran (Damkar), personel Polsek Sawahan, Koramil, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Madiun, serta jajaran Pemerintah Desa Cabean.

Peringati HUT ke-79 Korpasgat, Kasau Tekankan Profesionalisme dan Kesiapan Hadapi Ancaman Modern

BANDUNG, Iki Radio — Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau) Marsekal TNI M. Tonny Harjono bertindak sebagai Inspektur Upacara dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79 Korps Pasukan Gerak Cepat (Korpasgat) TNI Angkatan Udara. Upacara tersebut berlangsung khidmat di Mako Kopasgat, Bandung, Jawa Barat, pada Sabtu (17/10/2026).

Momentum peringatan tahun ini menjadi sarana mengenang sejarah perjuangan sekaligus memperkuat komitmen pengabdian para prajurit Korps Baret Jingga kepada bangsa dan negara.

Dalam amanatnya, Kasau mengingatkan kembali sejarah lahirnya Kopasgat pada 17 Oktober 1947, ketika 13 prajurit pemberani melaksanakan penerjunan di Kotawaringin yang mencatatkan sejarah sebagai operasi lintas udara pertama militer Indonesia. Peristiwa bersejarah ini menjadi fondasi warisan semangat perjuangan yang wajib dijaga oleh setiap generasi prajurit.

"Prajurit Korpasgat harus senantiasa menjunjung tinggi semboyan Karmanye Vadikaraste Mafalesu Kadatjana, yakni menunaikan kewajiban dengan ikhlas tanpa pamrih," tegas Kasau.

Menurut Kasau, perjalanan panjang Kopasgat—mulai dari berbagai operasi lintas udara hingga misi kemanusiaan—telah membuktikan peran vital Korps Baret Jingga dalam mendukung keberhasilan tugas-tugas TNI Angkatan Udara.


Strategi Mengahadapi Ancaman Modern

Menghadapi dinamika ancaman modern, seperti penggunaan drone, sistem antidrone, peperangan siber, hingga elektronika, Kasau menginstruksikan bahwa pengembangan organisasi dan pembentukan satuan baru harus diimbangi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) serta kesiapan operasional. Prajurit dituntut untuk adaptif, menguasai teknologi, dan memiliki kelincahan taktis yang tinggi.

Dalam kesempatan tersebut, Kasau memberikan tiga penekanan strategis kepada seluruh prajurit Korpasgat:

Percepatan Kesiapan Operasional: Mempercepat kesiapan seluruh satuan tanpa menurunkan standar kesiapsiagaan tempur.

Peningkatan Kualitas SDM: Meningkatkan kapasitas prajurit melalui penguasaan teknologi terkini dan kemampuan merespons ancaman modern.

Penguatan Karakter Korps: Memelihara integritas, soliditas, jiwa korsa, serta militansi tempur sebagai fondasi utama kekuatan Baret Jingga.

Selain itu, Kasau menggarisbawahi pentingnya latihan yang keras dan realistis demi memastikan kesiapan tempur yang optimal. Kendati dituntut tangguh dan berani, prajurit juga harus memegang teguh profesionalisme, empati, dan nilai-nilai kemanusiaan dalam setiap penugasan.

"Prajurit Korpasgat yang tangguh dan profesional merupakan salah satu pilar penting dalam mewujudkan kekuatan TNI Angkatan Udara yang AMPUH (Adaptif, Modern, Profesional, Unggul, dan Humanis)," pungkas Kasau seraya mengajak seluruh personel menjaga soliditas dan kebanggaan korps.

Anugerah Kehormatan dan Unjuk Ketangkasan

Rangkaian peringatan HUT ke-79 Korpasgat turut diwarnai dengan penganugerahan tanda kehormatan dari Presiden Republik Indonesia yang diwakilkan kepada tiga personel berprestasi. Kegiatan kemudian diakhiri dengan demonstrasi drill kendaraan pasukan Kopasgat yang memperlihatkan kedisiplinan, kekompakan, serta kesiapan penuh personel dalam mendukung tugas-tugas negara.

Peringatan ini mempertegas tekad Korpasgat TNI AU untuk terus meningkatkan profesionalisme, menjaga kehormatan korps, serta siap menghadapi tantangan masa depan demi keutuhan NKRI.

Selamat Hari Ulang Tahun ke-79 Korpasgat. Teruslah menjadi prajurit yang tangguh, profesional, modern, dan AMPUH dalam setiap pengabdian kepada bangsa dan negara.

Revitalisasi SMPN 4 Sindue Rampung 100 Persen, Bupati Donggala Minta Sekolah Jaga dan Manfaatkan Fasilitas

DONGGALA, Iki Radio – Bupati Donggala, Vera Elena Laruni, meminta pihak sekolah untuk menjaga dan memanfaatkan fasilitas pendidikan secara optimal setelah pembangunan dan perbaikan sarana SMP Negeri 4 Sindue di Desa Enu, Kecamatan Sindue, rampung 100 persen pada Jumat (16/10/2026). Langkah ini penting agar perbaikan infrastruktur dapat memberikan dampak nyata terhadap kenyamanan belajar serta peningkatan mutu pendidikan.

Bupati Donggala, Vera Elena Laruni, meninjau hasil revitalisasi di SMP Negeri 4 Sindue, Desa Enu, Kecamatan Sindue, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, Jumat (16/10/2026). Foto: Ist.

Hal tersebut disampaikan Vera saat meninjau langsung hasil revitalisasi sekaligus menghadiri kegiatan open house sekolah penerima program revitalisasi dan digitalisasi pembelajaran.

“Saya ingin memastikan bahwa program Bapak Presiden berjalan dengan baik. Hari ini kita bersyukur karena revitalisasi SMP Negeri 4 Sindue telah selesai 100 persen,” ujar Vera.

Vera menegaskan, keberhasilan program revitalisasi tidak hanya diukur dari selesainya pekerjaan fisik, melainkan dari kemampuan sekolah menciptakan lingkungan belajar yang aman, bersih, dan nyaman. Selain merawat bangunan, ia juga mendorong para guru untuk memanfaatkan fasilitas modern seperti papan interaktif digital agar pembelajaran menjadi lebih menarik.

“Yang terpenting adalah anak-anak kita bisa belajar dengan nyaman, lebih semangat, dan memiliki kesempatan yang lebih baik untuk meraih masa depan,” tuturnya.

Tekankan Pembentukan Karakter Siswa

Tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik, Bupati Vera juga mengingatkan para tenaga pendidik untuk memperhatikan pembentukan karakter dan kepercayaan diri siswa.

“Bimbing mereka bukan hanya agar pintar, tetapi juga agar berkarakter baik, percaya diri, dan berani bercita-cita tinggi,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Vera turut menyerahkan bantuan perabot sekolah berupa meja dan bangku untuk melengkapi kebutuhan belajar siswa.

Pekerjaan revitalisasi di SMPN 4 Sindue sendiri mencakup perbaikan laboratorium komputer, toilet, lingkungan sekolah, ruang kantor, ruang kelas, hingga perpustakaan. Untuk menunjang kondisi ruang belajar, perbaikan juga memanfaatkan material plafon PVC dan atap seng spandek.

Mengacu Data Dapodik dan Target 2026

Sementara itu, Kepala Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Sulawesi Tengah, Muhammad Anis, yang mendampingi Bupati, menjelaskan bahwa penentuan sekolah penerima program mengacu pada Data Pokok Pendidikan (Dapodik).

“Data Dapodik menggambarkan kondisi sekolah, mulai dari ruang kelas yang rusak hingga ketersediaan toilet dan fasilitas lainnya. Itu menjadi dasar pemberian bantuan revitalisasi,” jelas Anis.

Anis menambahkan, pada tahun 2026 ini program revitalisasi menjangkau 165 sekolah di Kabupaten Donggala. Saat ini, sebagian sekolah masih dalam proses pengerjaan dan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS). Ia berharap seluruh pekerjaan dapat rampung sesuai target pada akhir tahun 2026.

Program revitalisasi dan digitalisasi ini merupakan bagian dari prioritas nasional untuk memperkuat mutu dan pemerataan layanan pendidikan di seluruh Indonesia, sekaligus mendukung Pemerintah Kabupaten Donggala dalam mencetak sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas dan berdaya saing.

 

Pemkot Gorontalo Sambut Baik Pengawasan Inspektorat Provinsi Tahun 2026

GORONTALO, Iki Radio  — Pemerintah Kota (Pemkot) Gorontalo menyatakan kesiapannya untuk mendukung penuh pelaksanaan pengawasan penyelenggaraan pemerintahan daerah yang dilakukan oleh Inspektorat Provinsi Gorontalo Tahun 2026.

Hal tersebut disampaikan oleh Pelaksana Harian (Plh.) Sekretaris Daerah Kota Gorontalo, Iskandar S. Moerad, dalam acara Entry Meeting (Pertemuan Awal) Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota se-Provinsi Gorontalo Tahun 2026 yang berlangsung di ruang pertemuan Kantor Wali Kota Gorontalo, Jumat (16/10/2026).

Iskandar menegaskan bahwa pihak instansinya menyambut baik kehadiran tim pengawas dan siap menyediakan seluruh dokumen serta data yang dibutuhkan agar proses pemeriksaan dapat berjalan lancar.

"Pengawasan ini diharapkan dapat memberikan umpan balik (feedback) yang bermanfaat bagi Pemerintah Kota Gorontalo, khususnya dalam mengidentifikasi aspek-aspek yang perlu ditingkatkan serta mendorong perbaikan berkelanjutan dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah," ujar Iskandar.

Pertemuan yang berlangsung dalam suasana terbuka dan konstruktif ini menjadi momentum penting bagi Pemkot Gorontalo. Langkah pengawasan ini dipandang sebagai bagian integral dari upaya memperkuat tata kelola pemerintahan yang baik (good governance) serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

 

PPDI Kabupaten Madiun Komitmen Perkuat Sinergi dan Peningkatan SDM Perangkat Desa

MADIUN, Iki Radio — Pengurus Daerah Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) Kabupaten Madiun menggelar Musyawarah Kerja Daerah (Muskerda) di Gedung Diklat BKPSDM Kabupaten Madiun pada Sabtu (17/10/2026).

Mengusung tema "Sinergi Bersahaja, Mengayomi, Berkelanjutan", agenda tahunan ini dihadiri oleh 126 peserta yang terdiri dari pengurus Ketua, Sekretaris, Bendahara (KSB), serta perwakilan dari 4 bidang organisasi yang mencakup 15 kecamatan di seluruh wilayah Kabupaten Madiun.

Ketua Panitia Muskerda PPDI Kabupaten Madiun, Anjar, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi momentum penting untuk menyusun program kerja strategis organisasi ke depan.

Sejalan dengan hal tersebut, Ketua PPDI Kabupaten Madiun, Sutoyo, menegaskan komitmen penuh seluruh jajaran pengurus dan anggota PPDI dalam mendukung serta mensukseskan program-program kerja Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun.

Kegiatan Muskerda ini dibuka Wakil Bupati Madiun, dr. Purnomo Hadi. Wabup menekankan pentingnya PPDI sebagai wadah perjuangan soliditas, peningkatan kesejahteraan, serta penguatan skill dan kapasitas para perangkat desa.

"Berdasarkan UU No. 6 Tahun 2014 tentang Desa, PPDI merupakan wadah utama perangkat desa. Oleh karena itu, PPDI harus terus berkolaborasi dan berjalan selaras dengan kepala daerah," ujar dr. Purnomo Hadi saat memberikan sambutan.

Usai acara Wabup Purnomo Hadi memaparkan tiga harapan utama Pemkab Madiun terhadap keberadaan PPDI di wilayahnya.

1.       Wadah Perjuangan Hak dan Kewajiban:

PPDI menjadi ruang bagi seluruh jajaran perangkat desa—mulai dari Sekretaris Desa (Sekdes), Kepala Urusan (Kaur), hingga staf—dalam memperjuangkan hak dan kewajibannya, terutama terkait aspek kesejahteraan.

2.       Peningkatan Kapasitas SDM:

PPDI diharapkan menjadi sarana peningkatan kapasitas SDM aparatur desa. Dengan kualitas SDM yang terus meningkat melalui kolaborasi bersama Bupati, Wakil Bupati, Camat, Kepala Desa, dan BPD, perangkat desa diharapkan mampu memberikan pelayanan publik yang optimal.

3.       Mitra Strategis dan Soliditas Organisasi:

PPDI berperan sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam menyatukan serta membangun solidaritas lintas sektor guna mendukung pembangunan wilayah.

Terkait dengan peningkatan kesejahteraan perangkat desa, dr. Purnomo Hadi menjelaskan bahwa Bupati Madiun sangat menyambut baik dan berkomitmen mendukung pemenuhan hak-hak perangkat sesuai aturan yang berlaku.

"Sesuai dengan PP No. 16 Tahun 2026, kesejahteraan bagi Kepala Desa, Perangkat Desa, dan BPD bersumber dari Penghasilan Tetap (Siltap), tunjangan dari PADes, serta tunjangan dari ADD. Selama tidak melanggar regulasi dan mendapatkan izin Pak Bupati, tunjangan tersebut dapat ditingkatkan untuk menambah kesejahteraan teman-teman di desa," jelas Wabup.

Dengan adanya perhatian dan dukungan regulasi dari pemerintah pusat maupun Pemkab Madiun, seluruh perangkat desa dapat memberikan timbal balik positif berupa kinerja dan pelayanan terbaik kepada masyarakat di wilayah masing-masing.

 

close
Pasang Iklan Disini