Iki Radio – Pemerintah Kabupaten Madiun sukses
menyelenggarakan acara Puncak Penganugerahan Pemenang Lomba Inovasi Teknologi
(Inotek) dan Pameran Inovasi Kabupaten Madiun Tahun 2026. Acara bergengsi ini
digelar di Kampus Universitas Sebelas Maret (UNS) Caruban, Madiun, pada Kamis, (16/7/2026).
Langkah Pemkab Madiun memindahkan lokasi acara yang
biasanya digelar di Alun-Alun Rekso Gati ke lingkungan kampus ini menjadi bukti
nyata komitmen kuat daerah dalam mengolaborasikan dunia pendidikan tinggi
dengan inovasi daerah.
Dihadiri sekitar 300 peserta—mulai dari jajaran
Forkopimda, OPD, perwakilan perbankan, akademisi, hingga para inovator
muda—acara ini berlangsung meriah dan penuh gagasan progresif.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi
Daerah (Bapperinda) Kabupaten Madiun, Sodiq Heri Purnomo, menyampaikan bahwa
Lomba Inotek 2026 ini merupakan implementasi amanah dari Peraturan Pemerintah
Nomor 38 Tahun 2017 serta Peraturan Bupati Nomor 11 Tahun 2024 tentang Inovasi
Daerah.
"Maksud dan tujuan kegiatan ini adalah untuk
memotivasi dan memfasilitasi perangkat daerah, masyarakat, serta inovator guna
menciptakan ide kreatif teknologi yang solutif dalam menjawab permasalahan
daerah, sekaligus meningkatkan indeks inovasi daerah Kabupaten Madiun,"
ujarnya.
Sodiq juga memaparkan bahwa pameran ini sengaja
ditempatkan di UNS Caruban sebagai sarana sosialisasi kepada para siswa SLTA
agar lebih mengenal satu-satunya perguruan tinggi negeri di Kabupaten Madiun
tersebut.
Hal ini ditargetkan mampu membantu UNS mendatangkan lebih
dari 1.200 mahasiswa dalam dua tahun ke depan.
Lomba Inotek sendiri telah dilaksanakan pada 8 hingga 12
Juni 2026 dengan melombakan 4 kategori utama dan diikuti oleh lebih dari 50
peserta.
Menariknya, mayoritas inovator berasal dari kalangan
Generasi Z dan Milenial yang memiliki karakter berpikir abad ke-21 (kreatif,
kritis, komunikatif, dan kolaboratif).
Kedepan, Bapperinda mendorong penguatan konsep
kolaborasi ABG (Academic, Business, and Government) agar karya-karya inovasi
pemenang dapat diadopsi oleh dunia usaha demi menciptakan ekonomi sirkular.
Sebagai keberlanjutan acara, Pemkab Madiun juga menggelar
Seminar Gen Z bertema "Gen Z Cerdas Finansial dan Digital: Membangun Masa
Depan Melalui Investasi, Inovasi, dan Kewirausahaan Digital" yang menyasar
pelajar SLTA di berbagai kecamatan seperti Wonoasri, Mejayan, Pilangkenceng,
Madiun, Saradan, dan Balerejo.
Dekan Sekolah Vokasi UNS, Prof. Herman Saputro,
menyatakan kebanggaan luar biasa atas kepercayaan Pemkab Madiun yang bersedia
memboyong gelaran inovasi daerah langsung ke dalam kampus.
Dalam kesempatan ini juga menyampaikan salam hangat dari
Rektor UNS yang berhalangan hadir secara langsung karena agenda penting di
Jakarta.
Prof. Herman melaporkan perkembangan pesat Kampus UNS
Madiun yang kini mendidik sekitar 600 mahasiswa melalui 5 program studi aktif.
Diantaranya terdapat tiga Sarjana Terapan (D4) baru yang
sangat relevan dengan kebutuhan zaman. Yakni D4 Teknologi Informasi dan
Kecerdasan Artifisial (AI) – Program studi AI pertama yang dibuka di lingkungan
UNS, D4 Teknologi Rekayasa Pangan – Disiapkan untuk menjawab tantangan food
security (ketahanan pangan) nasional, dan D4 Keselamatan dan Kesehatan Kerja
(K3) – Merupakan salah satu prodi terfavorit dengan tingkat keketatan masuk
tertinggi secara nasional.
Ia juga mengapresiasi keberlanjutan program Beasiswa
Bersahaja besutan Pemkab Madiun yang membiayai penuh kuliah anak-anak kurang
mampu dari desil 1 hingga 5.
"Mahasiswa dari program beasiswa ini membuktikan
kualitas luar biasa. Pada ajang Olimpiade Vokasi Nasional di Makassar kemarin,
penyumbang medali emas terbanyak justru lahir dari Kampus Madiun, bukan dari
Kampus Solo," ungkap Prof. Herman.
Salah satu inovasi mutakhir yang lahir adalah teknologi
deteksi penyakit TBC hanya lewat analisis suara batuk.
Sementara itu Bupati Madiun, Hari Wuryanto, memberikan
apresiasi setinggi-tingginya kepada segenap civitas akademika UNS Caruban serta
para sponsor seperti Bank Jatim dan PDAM Tirta Dharma Purabaya Kabupaten Madiun.
Bupati menegaskan bahwa esensi dari inovasi daerah bukan
sekadar kebaruan teknologi, melainkan bagaimana dampaknya dirasakan langsung
oleh masyarakat. Ia mencontohkan inovasi sistem pembayaran pajak digital yang
memungkinkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) terpantau secara real-time.
"Inovasi daerah merupakan pembaruan dalam penyelenggaraan
pemerintahan. Kami berharap hasil inovasi tadi betul-betul berdampak nyata pada
kesejahteraan masyarakat dan peningkatan pelayanan publik," tegas Hari
Wuryanto.
Bupati juga memastikan bahwa para pemenang Lomba Inotek
Kabupaten Madiun akan mendapatkan pembinaan lanjutan untuk diikutsertakan dalam
kompetisi serupa di tingkat Provinsi Jawa Timur pada bulan Agustus mendatang.
Bupati Hari Wuryanto juga membeberkan langkah taktis
Pemkab Madiun dalam mengimplementasikan inovasi-inovasi unggulan hasil karya
warganya.
Seluruh inovasi baru, termasuk alat deteksi TBC berbasis
suara batuk, pembayaran pajak digital, dan pengolah sampah, akan dipatenkan
terlebih dahulu sebelum dilepas secara masif demi menjamin aspek legalitas.
Namun sebelum diterapkan sepenuhnya, inovasi tersebut
akan diuji coba di berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait dan
dievaluasi secara berkala setiap 3 bulan untuk menguji kelayakan dan efisiensinya.
Pemerintah daerah akan memfasilitasi sertifikasi agar
inovasi tersebut layak dan aman melayani masyarakat luas.
"Digital itu adalah sarana, sebuah tools atau alat
bantu kita untuk meningkatkan produktivitas dan memberikan nilai tambah.
Gunakan teknologi digital untuk terus melahirkan inovasi baru demi kemajuan
bersama," pungkasnya.
Pada puncak
Penganugerahan Pemenang Lomba Inovasi Teknologi (Inotek) dan Pameran Inovasi
Kabupaten Madiun Tahun 2026, diumumkan
para pemenang dari berbagai kategori yang berhasil membawa pulang penghargaan
dan dana pembinaan.
Pada Kategori I (Inovasi
Daerah), Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa meraih Juara pertama lewat
inovasi “Transaksi Non Tunai dalam Tata Kelola
Keuangan Desa menggunakan CMS-Siskeudes”.
Juara kedua Dinas Pendidikan
dan Kebudayaan di posisi kedua dengan “Si Lebah Edu: Sistem Learning Dan Bantuan Holistik
Education”.
Dan Juara ketiga Dinas
Kesehatan di peringkat ketiga melalui platform “EMASSA: Edukasi Emergensi Masuk Masyarakat”.
Sedangkan, Kategori II (Berbasis
Website/Mobile Apps/Android), dimenangkan oleh Mahdaviqia Dharmawan dengan
inovasi “Pendekar Sawah”,
Kategori III (Bidang
Agribisnis, Energi Baru Terbarukan, Sosial Budaya dan Kependudukan) dimenangkan
oleh Ahmad Latiful Ansor dan Angga Lestiana Putra lewat sistem pengelolaan
sampah “V-CIRCULAR 29”.
Kategori IV (Kelompok Pelajar),
dimenangkan Julia Nabila Karim dan
Fatimah, melalui karya kuliner lokal inovatif bertajuk “Pembuatan ‘mocaco cookies'”.(ir)