Iki Terbaru/Paling Greeess

Dukung Swasembada Pangan, Mendagri Minta Pemda Optimalkan Penyuluh Pertanian dan BPP

Iki Radio — Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian meminta seluruh pemerintah daerah (pemda) untuk aktif menyukseskan program swasembada pangan nasional. Dukungan tersebut diharapkan terwujud melalui penguatan operasional penyuluhan pertanian kepada masyarakat di tingkat daerah.

Instruksi ini disampaikan Tito usai menandatangani Surat Edaran Bersama (SEB) tentang Pengelolaan Sarana Prasarana serta Ketenagaan Penyuluhan Pertanian dalam rangka Swasembada Pangan Berkelanjutan bersama Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman di Kantor Kemendagri, Jakarta, Senin (12/10/2026).

Tito menegaskan bahwa penyuluh pertanian memiliki peran vital sebagai ujung tombak dalam menerjemahkan kebijakan pemerintah pusat menjadi aksi nyata di lapangan. Terlebih, swasembada pangan merupakan salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto yang membutuhkan sinergi kuat dari semua pihak, khususnya pemerintah daerah.

Sesuai Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 3 Tahun 2025 tentang Pendayagunaan Penyuluh Pertanian dalam Rangka Percepatan Swasembada Pangan, posisi para penyuluh kini berada langsung di bawah naungan Kementerian Pertanian.

"Persoalannya adalah beliau (Menteri Pertanian) memerlukan pasukan di lapangan. Jadi selama ini beliau bekerja sama dengan PPL (Penyuluh Pertanian Lapangan)," ujar Tito.

Melalui kerja sama ini, Balai Penyuluh Pertanian (BPP) diposisikan sebagai wadah utama para penyuluh dalam menjalankan tugasnya di tingkat kecamatan. Tito pun meminta para kepala daerah untuk menyokong operasional BPP dengan memanfaatkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), anggaran Transfer ke Daerah (TKD), maupun mekanisme penganggaran resmi lainnya.

"Kami kira, kita mem-backup sepenuhnya pada Bapak Menteri Pertanian," tegas Mendagri.


Perbaikan Sarana dan Prasarana BPP

Sementara itu, Mentan Andi Amran Sulaiman menyampaikan bahwa berdasarkan data Kementan per 9 Oktober 2026, Indonesia memiliki 37.237 penyuluh pertanian yang tersebar di seluruh wilayah. Dalam menjalankan tugasnya, mereka mengandalkan 5.836 unit BPP.

Amran memastikan jajarannya siap memperbaiki BPP yang mengalami kerusakan agar fungsi penyuluhan dapat berjalan optimal.

"Kami langsung refocusing anggaran biaya tahun ini. Kalau bisa dua bulan selesai yang tadi rusak berat, kita perbaiki. Kemudian Insyaallah tahun depan sudah selesai semuanya. Ini (BPP) untuk tempatnya PPL bernaung," jelas Amran.

Dalam kesempatan yang sama, Mentan juga menyampaikan apresiasinya atas konsistensi Mendagri dalam menjaga stabilitas harga dan mengendalikan inflasi pangan di daerah.

"Terima kasih Pak Mendagri, Profesor Tito. Beliau Bapak Inflasi Indonesia yang menstabilkan harga sepanjang jabatan beliau, selama beliau menjabat sampai hari ini," tutur Amran.

Acara penandatanganan SEB ini turut dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi negara, antara lain Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti, Deputi Bidang Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Badan Pangan Nasional Andriko Noto Susanto, serta Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani.

 

Wujudkan "Kampung Pesilat", Pemkab Madiun Rencanakan Sekolah Rintisan Olahraga

Iki Radio — Pemerintah Kabupaten Madiun terus berkomitmen menguatkan identitas daerah sebagai "Kampung Pesilat". Salah satu langkah konkrit yang disiapkan adalah rencana pembentukan sekolah rintisan khusus olahraga pada tahun ajaran mendatang.

Hal tersebut disampaikan oleh Bupati Madiun, Hari Wuryanto, usai membuka kejuaraan pencak silat Semarpi Cup 1 yang diselenggarakan di SMAN 1 Pilangkenceng, Kabupaten Madiun, Senin (12/10/2026).

ilustrasi (Ai)

Bupati Madiun memberikan apresiasi tinggi kepada SMAN 1 Pilangkenceng yang turut memfasilitasi serta membantu peran Pemkab Madiun dalam melahirkan bibit-bibit atlet berprestasi sejak dini.

"Karena sesuai dengan ikon Kabupaten Madiun 'Kampung Pesilat', kami berharap seluruh komponen ikut membantu. Kami berharap nanti muncul atlet-atlet berprestasi luar biasa yang membawa nama baik Kabupaten Madiun," ujar Hari Wuryanto.

Menanggapi kepesertaan kejuaraan yang menyasar jenjang SD dan SMP, Bupati menilai momentum tersebut sangat tepat. Menurutnya, untuk meraih prestasi yang matang di tingkat SMA maupun nasional, pembinaan serta jam terbang kompetisi harus dimulai sedini mungkin.

"Tanpa kompetisi tidak ada prestasi. Jam terbang sangat dibutuhkan agar mereka paham strategi, teknik, penguasaan emosi, serta siap menghadapi lawan maupun audiens," jelasnya.

Selain melatih fisik dan mental bertanding, Bupati Madiun menekankan pentingnya ajaran budi luhur, kejujuran, dan kedisiplinan yang terkandung dalam seni bela diri pencak silat. Pembinaan ini juga diharapkan menjadi benteng moral anak-anak agar terhindar dari perilaku perundungan (bullying).

Mengenai target ajang Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) di Ngawi bulan depan, Bupati berharap para atlet Madiun mampu memberikan performa terbaik, mengingat Kabupaten Madiun sebelumnya menyabet gelar juara umum.

Kepala Cabang Dinas (Cabdindik) Pendidikan Wilayah Kota/Kabupaten Madiun dan Kabupaten Ngawi, Lena, menyatakan bahwa ajang ini sangat penting untuk merawat nilai-nilai luhur budaya daerah.

Meskipun kurikulum resmi pencak silat di tingkat SMA merupakan kewenangan pemerintah pusat, pihak Cabdindik terus mendorong penguatan minat dan bakat siswa melalui kegiatan ekstrakurikuler serta atraksi kebudayaan di sekolah.

"Sekolah-sekolah harus tetap nguri-uri (melestarikan) budaya bangsa. Pencak silat tidak hanya soal bela diri, tetapi ada proses pendidikan karakter yang melatih kedisiplinan, kejujuran, serta rasa saling menghormati," terang Lena.

Kepala SMAN 1 Pilangkenceng, Kristianita Sunaringtyas, mengungkapkan bahwa kejuaraan perdana ini mendapat sambutan yang sangat hangat dari para pelajar.

"Untuk ajang yang baru pertama kali diadakan, alhamdulillah antusiasmenya cukup tinggi. Kami juga menghadirkan pesilat nasional, Mas Deni Aprisani, untuk memotivasi anak-anak sekaligus mengenalkan pencak silat di Jawa Timur," tutur Kristianita.

Sebanyak 288 peserta terdaftar dalam SMAPI Cup I, yang terdiri dari 148 siswa tingkat SD dan sisanya berasal dari tingkat SMP. Ajang ini juga menjadi istimewa dengan hadirnya atlet pencak silat nasional, Deni Aprisani, yang tengah melakukan safari pengenalan pencak silat di Jawa Timur.

Ia menambahkan, SMAN 1 Pilangkenceng saat ini memfasilitasi 16 kegiatan ekstrakurikuler, dengan pencak silat sebagai salah satu fokus utamanya. Melihat suksesnya penyelenggaraan edisi pertama ini, pihak sekolah berencana untuk melanjutkan kejuaraan SMAPI Cup pada edisi-edisi berikutnya.

 

Mengenal Sosok Uut Permatasari: Dari "Goyang Ngecor" Hingga Puncak Karier Dangdut Indonesia

Iki Radio — Nama Uut Permatasari sudah tidak asing lagi di belantika musik dangdut Tanah Air. Penyanyi kelahiran 7 April 1982 yang memiliki nama asli Utami Suryaningsih ini dikenal luas lewat ciri khasnya, Goyang Ngecor—sebuah gerakan bergoyang dengan mengoperasikan satu kaki sebagai tumpuan sambil berputar bak menancapkan kaki ke tanah.

Kelenturan tubuh Uut saat tampil di atas panggung bukan tanpa alasan. Putri dari Ny. Supatiningsih ini sudah mengasah bakat seni sejak kecil. Selain rajin mengolah vokal hingga sering menjuarai kompetisi nyanyi dari tingkat kecamatan hingga kabupaten, Uut juga aktif berlatih balet dan tarian tradisional seperti tari Yapong.


Perjalanan Karier dan Puncak Popularitas

Untuk mengejar mimpinya, Uut memutuskan merantau ke Jakarta pada tahun 2002. Perjuangannya tidak langsung mulus; album pertamanya yang bertajuk "Dua Hati Satu Cinta" (2002) kurang berhasil di pasaran.

Namun, kegigihannya membuahkan hasil saat ia merilis album kedua, "Putri Panggung" (2003). Album ini sukses besar dan melejitkan namanya hingga dipercaya menjadi maskot serta presenter acara Laris Manis di SCTV. Karier televisinya kian mengkilap saat ia juga memandu program Digoda di Trans TV.

Tidak hanya di dalam negeri, kepopuleran Uut Permatasari pun menembus panggung internasional. Ia tercatat pernah tampil menghibur penggemar di Malaysia, Hong Kong, hingga Korea Selatan.


Kehidupan Pribadi dan Pasang Surut Karier

Uut mengakhiri masa lajangnya pada usia 32 tahun. Ia resmi dipersunting oleh Kompol Tri Goffarudin Pulungan pada 16 Februari 2015, disusul dengan resepsi pernikahan meriah di Gedung PTIK, Jakarta Selatan, pada 21 Maret 2015.

Di balik kesuksesannya, Uut juga sempat diterpa gelombang kontroversi. Pada tahun 2007, ia dituduh menyanyikan lagu "Ketahuan" milik grup band Matta tanpa izin. Beruntung, pihak manajemen dan label musik Uut bergerak cepat menyelesaikan hak cipta dengan pencipta lagu sebelum menempuh jalur hukum.


Karya dan Kontribusi Musik

Sepanjang kariernya, Uut telah melahirkan puluhan karya album dan single populer, di antaranya:

Album Populer: Putri Panggung (2003), Lenggak Lenggok (2004), Dewi Malam (2007), dan Takkan Ku Biarkan (2008).

Single Hits: Gak Jelas (2011), Ojek Cinta (2011), Hak E Hak E (2018), Kamu (2019), hingga Ku Puja Puja (2020).

Atas konsistensinya di industri hiburan, Uut juga sempat masuk dalam nominasi ajang penghargaan, salah satunya sebagai Bintang Tamu Teraduhai di YKS Romantic Award 2014.

 

Gunung Semeru Erupsi Tiga Kali Senin Pagi, Kolom Abu Capai 900 Meter dari Puncak

Iki Radio — Gunung Semeru yang terletak di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, kembali mengalami erupsi pada Senin pagi (12/10/2026). Petugas mencatat letusan tertinggi mencapai 900 meter di atas puncak.

Berdasarkan laporan Pos Pengamatan Gunung Semeru, erupsi tercatat terjadi sebanyak tiga kali sejak Senin dini hari. Erupsi pertama terjadi pada pukul 01.45 WIB dengan visual letusan tidak teramati. Disusul erupsi kedua pada pukul 04.39 WIB dan erupsi ketiga pada pukul 06.19 WIB, di mana keduanya memuntahkan kolom letusan setinggi 900 meter dari puncak.

"Terjadi erupsi Gunung Semeru pada pukul 06.19 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 900 meter di atas puncak atau 4.576 meter di atas permukaan laut (mdpl)," ujar Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Sigit Rian Alfian, di Lumajang, Senin (12/10/2026).

Sigit menjelaskan bahwa kolom abu vulkanik teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal yang mengarah ke barat daya. Pada seismograf, erupsi tersebut terekam memiliki amplitudo maksimum 22 mm dan durasi sekitar 110 detik.


Status Level III (Siaga) dan Imbauan PVMBG

Hingga saat ini, aktivitas Gunung Semeru masih bertahan pada Status Level III (Siaga). Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengeluarkan sejumlah rekomendasi ketat guna menjaga keselamatan warga di sekitar lereng gunung.

Sektor Tenggara (Besuk Kobokan): Masyarakat dilarang melakukan aktivitas apa pun di sepanjang Besuk Kobokan hingga jarak 13 km dari pusat erupsi.

Sempadan Sungai: Di luar jarak 13 km, warga juga dilarang beraktivitas dalam radius 500 meter dari tepi sungai sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas guguran dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak.

Radius Bahaya Kawah: Warga dan wisatawan diimbau tidak beraktivitas dalam radius 5 km dari kawah/puncak Gunung Semeru untuk menghindari bahaya lontaran batu pijar.

PVMBG turut mengimbau masyarakat agar senantiasa mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan aliran lahar di sepanjang aliran sungai atau lembah yang berhulu di puncak Semeru, khususnya di aliran Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, Besuk Sat, serta anak-anak sungai di sekitarnya.

 

Khofifah Tekankan Pemerataan Pembangunan dan Kelestarian Lingkungan di Hari Jadi ke-81 Jatim

Iki Radio — Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menekankan pentingnya pemerataan manfaat pembangunan agar kemajuan daerah dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat secara adil dan berkelanjutan.

Pesan tersebut disampaikan Khofifah saat memimpin upacara Peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur di halaman Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Senin (12/10/2026).

Mengusung tema “Jatim Unggul, Maju Berkelanjutan”, peringatan tahun ini menjadi momentum penting untuk memperkuat arah pembangunan daerah. Khofifah menegaskan bahwa pembangunan tidak boleh hanya berfokus pada angka pertumbuhan, tetapi juga harus meningkatkan kualitas hidup serta pemerataan akses pelayanan dasar bagi warga.

"Pembangunan yang unggul harus didukung peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), keterampilan tenaga kerja, dan daya saing produk daerah. Sementara itu, pembangunan berkelanjutan menuntut tanggung jawab kita dalam mengelola sumber daya alam serta menjaga kelestarian lingkungan dan kekayaan budaya demi generasi mendatang," ujar Khofifah dalam sambutannya.

Gubernur Khofifah mengingatkan bahwa hasil-hasil pembangunan harus dirasakan secara nyata oleh seluruh warga Jatim, baik yang tinggal di kawasan perkotaan, perdesaan, hingga wilayah pesisir dan kepulauan. Pembangunan harus hadir menjawab kebutuhan masyarakat dengan membuka peluang yang lebih luas di bidang pendidikan, lapangan kerja, dan layanan publik.

Arah kebijakan tersebut tefleksi pada capaian makro ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Jawa Timur sepanjang tahun 2026. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pertumbuhan ekonomi pada semester I-2026, ekonomi Jawa Timur tercatat tumbuh sebesar 5,84 persen. Tingkat kemiskinan pada Maret 2026, angka kemiskinan berada di tingkat 9,06 persen. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada Mei 2026, TPT berhasil ditekan hingga 3,42 persen.

Menurut Khofifah, capaian positif tersebut merupakan buah dari kerja keras bersama yang perlu terus diperkuat melalui kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi/lembaga pendidikan, dan seluruh elemen masyarakat. Penguatan sektor-sektor produktif—seperti industri pengolahan, perdagangan, serta pertanian—tetap menjadi tumpuan utama penopang denyut ekonomi Jawa Timur.

Di samping itu, penyiapan SDM yang adaptif terhadap kemajuan teknologi dan perubahan pasar kerja menjadi prioritas untuk menjaga daya saing daerah. Kendati demikian, Khofifah mewanti-wanti agar laju pertumbuhan ekonomi senantiasa berjalan selaras dengan perlindungan lingkungan hidup.

"Pertumbuhan ekonomi harus berjalan seiring dengan upaya menjaga kualitas lingkungan, sehingga manfaat dari pembangunan hari ini dapat terus dinikmati oleh generasi-generasi mendatang," pungkasnya.

 

Semakin Krusial di Jalan Raya, Rekaman Dashcam Jadi Alat Bukti Hukum

Iki Radio — Penggunaan kamera dasbor (dashcam) pada kendaraan bermotor kini semakin masif di Indonesia. Tak sekadar pemanis interior atau penunjang dokumentasi perjalanan, perangkat ini terbukti ampuh mengungkap fakta dalam kasus kecelakaan lalu lintas hingga tindak kriminalitas di jalan raya.

Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri membenarkan bahwa rekaman dashcam dapat dimanfaatkan sebagai alat bukti yang sah untuk membantu pengungkapan penyebab kecelakaan maupun pelanggaran lalu lintas. Kehadirannya dinilai mendukung keselamatan berkendara sekaligus memperkuat penegakan hukum.

"Rekaman yang dihasilkan dapat menjadi alat bukti yang objektif dan membantu proses penanganan kecelakaan maupun pelanggaran lalu lintas," tulis Korlantas Polri melalui situs resminya, Senin (12/10/2026).

Menurut pihak kepolisian, data visual yang direkam dashcam menyajikan gambaran objektif mengenai kronologi sebelum, saat, hingga setelah peristiwa berlangsung. Informasi ini sangat berguna dalam proses olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan membantu petugas menganalisis penyebab insiden serta menentukan pihak yang harus bertanggung jawab secara akurat.

Selain itu, dashcam memberikan perlindungan tambahan bagi para pengguna jalan dari potensi tindakan yang merugikan, seperti aksi tabrak lari, kejahatan bermodus kecelakaan rekayasa, hingga perilaku mengemudi yang agresif. Korlantas Polri pun berharap penggunaan perangkat ini dapat meluas, baik pada kendaraan pribadi maupun angkutan umum.

Pandangan senada disampaikan oleh Pendiri Yoong Motor Group Indonesia, Yomin Sugianto. Menurutnya, telah terjadi pergeseran fungsi dashcam di mata masyarakat.

"Perangkat ini sudah menjadi kebutuhan krusial untuk menjaga aspek keamanan, dokumentasi perjalanan, hingga proteksi hukum pengemudi di jalan raya," ujar Yomin.


Jangan Asal Sebar di Media Sosial

Kendati memiliki fungsi perlindungan yang kuat, penggunaan rekaman dashcam tidak boleh dilakukan secara sembarangan, terutama dalam hal menyebarluaskannya ke publik.

Perwakilan NTMC Polri, Brigadir Putu Fungky, mengingatkan bahwa Indonesia memiliki regulasi ketat terkait data pribadi yang tertuang dalam Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP). Mengunggah rekaman video ke media sosial tanpa mengindahkan aturan privasi berpotensi memicu persoalan hukum baru.

"Saat penggunaan dashcam, penting untuk memperhatikan aturan perlindungan privasi. Rekaman yang disebarluaskan tanpa izin dapat melanggar UU Nomor 27 Tahun 2022," terang Putu.

Secara hukum, rekaman video terkategori sebagai informasi elektronik yang diakui sebagai alat bukti sah berdasarkan Pasal 184 KUHAP. Namun, Putu menegaskan bahwa rekaman dashcam tidak serta-merta langsung diterima di pengadilan tanpa verifikasi.

"Keabsahan bukti ini tergantung pada integritas data, serta apakah bukti ini diperoleh secara sah tanpa melanggar privasi pihak lain," pungkasnya.

Masyarakat pun diimbau untuk lebih bijak memanfaatkan rekaman dashcam dan menyerahkan bukti tersebut kepada pihak berwajib ketimbang memviralkannya di media sosial tanpa penyensoran data pribadi.

 

Dara The Virgin Jalani Operasi Pengangkatan Tumor Payudara Singkirkan Kekhawatiran Lewat Deteksi Dini

Iki Radio — Penyanyi Dara The Virgin baru saja menjalani prosedur operasi pengangkatan tumor di kedua payudaranya. Temuan tumor tersebut didapatkan setelah penyanyi bernama lengkap Dara Rizki Ruhiana ini menjalani pemeriksaan medis secara rutin.

Pelantun tembang Cinta Terlarang tersebut mengungkapkan bahwa tumor yang ditemukan dalam tubuhnya bersifat jinak. Menariknya, Dara mengaku sama sekali tidak merasakan gejala sakit maupun keluhan fisik tertentu sebelum melakukan pemeriksaan.

"Ada tumor. Di payudara. Sekalian jadi diangkat. Pas kemarin diperiksa, ternyata ada dan kiri kanan. Kiri kanan gitu. Sudah ketahuan, ya sudah sekalian," ujar Dara saat ditemui awak media.


Sempat Diliputi Rasa Takut dan "Parno"

Meski tidak merasakan sakit secara fisik, proses pemeriksaan tetap memberikan beban mental tersendiri bagi Dara. Ia mengaku sempat merasa khawatir dan panik saat harus bertatap muka dengan peralatan medis untuk memindai kondisi tubuhnya.

Pemeriksaan yang dijalani Dara meliputi USG serta mamografi skrining—sebuah metode medis yang dirancang khusus untuk mendeteksi tanda-tanda kelainan seperti kista, tumor, hingga kanker payudara sejak stadium awal, bahkan sebelum benjolan dapat dirasakan lewat rabaan tangan.

"Kepikiran, apalagi pas pertama kali USG mamografi itu parno ya. Parno banget," ungkapnya jujur.

Namun, ketakutan Dara diredakan oleh penjelasan bijak dari tim dokter yang menangani. Dokter mengingatkan pentingnya mengetahui kondisi kesehatan sejak awal agar terhindar dari risiko yang lebih berbahaya di masa depan.

"Dokternya sampai aku giniin, 'Kan, Dok, sampai segini takut aku, pasti ada aja.' Dibilang gitu, 'Enggak, bagus dong, Kak, ketahuan dari awal. Dari dini.' Kalau misalkan lama-kelamaan enggak tahu, enggak ngecek, tiba-tiba kan bisa bahaya. Betul, bahaya," jelas Dara menirukan percakapannya dengan sang dokter.


Kondisi dan Pentingnya Kesadaran Kesehatan

Mengenai detail medis, Dara menyebutkan terdapat beberapa benjolan kecil di kedua sisinya dengan ukuran relatif sangat kecil, yaitu berada di kisaran "nol koma sekian sentimeter".

"Kiri... iya, kista dulu ya. Kiri itu ada dua, kanan itu dua kalau enggak salah," tambah Dara merincikan temuan pada payudara bagian kiri dan kanannya.

Pengalaman yang dialami Dara menjadi pengingat pentingnya kesadaran akan deteksi dini (skrining kesehatan). Meskipun tanpa gejala atau rasa sakit, pemeriksaan rutin terbukti sangat membantu dalam menemukan masalah kesehatan secara cepat sebelum berkembang menjadi kondisi yang fatal.

 

 

Hari Jadi ke-81 Jatim: DPD RI Dorong Pemerataan Pembangunan dan Kedaulatan Pangan

Iki Radio — Peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur pada 12 Oktober 2026 diharapkan menjadi momentum strategis untuk memperkuat pemerataan pembangunan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta mengukuhkan posisi Jawa Timur sebagai lumbung pangan Nusantara.

Harapan tersebut disampaikan oleh Anggota Komite III DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama. Menurutnya, kepemimpinan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak telah menunjukkan pola pembangunan yang kolaboratif, inklusif, dan menyentuh berbagai lapisan masyarakat.

Lia menilai, arah pembangunan daerah tidak boleh hanya berfokus pada pertumbuhan angka ekonomi semata, tetapi juga harus memperhatikan keadilan sosial, keagamaan, sektor pertanian, hingga percepatan pengentasan kemiskinan.

“Berbicara hari jadi Pemprov Jawa Timur, maka kita pun flashback pada capaian kinerja Ibu Gubernur Khofifah dan tentunya Mas Emil Dardak. Bagaimana pasangan ini benar-benar bekerja kolaboratif secara inklusif, menyelesaikan berbagai permasalahan, dan banyak sisi yang disentuh,” ujar Lia.

Ia menekankan bahwa pendekatan inklusif sangat penting agar manfaat kebijakan dapat dirasakan secara adil oleh seluruh elemen masyarakat tanpa ada kelompok yang tertinggal.

“Kita bicara pemerataan itu benar-benar merata, keadilan juga adil, jadi semua elemen disentuh. Baik elemen keagamaan maupun non-keagamaan yang berbasis umum seperti sosial,” tambahnya.


Penguatan Ketahanan dan Kedaulatan Pangan

Selain aspek sosial, Lia memberikan perhatian khusus pada komitmen Pemprov Jatim dalam mendukung sektor pertanian. Langkah konsisten Gubernur Khofifah yang rutin menyalurkan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) dinilai sejalan dengan visi kedaulatan pangan nasional yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.

Lia menegaskan, penguatan sarana produksi, infrastruktur, dan produktivitas petani sangat krusial mengingat Jawa Timur merupakan salah satu sentra dan penopang utama pasokan pangan nasional.

“Presiden Prabowo Subianto memiliki mimpi besar untuk kedaulatan pangan. Kita sama-sama menjadi saksi bahwa Ibu Gubernur Khofifah sangat rutin memberikan alsintan untuk menunjang sektor pertanian,” ungkapnya.


Penurunan Kemiskinan Ekstrem dan Kemandirian Desa

Di sisi lain, Lia mengapresiasi indikator capaian pembangunan daerah yang ditunjukkan melalui tren penurunan angka kemiskinan ekstrem serta peningkatan jumlah desa mandiri di Jawa Timur. Penanganan kemiskinan yang konsisten dan pemberdayaan ekonomi berbasis desa dinilai berhasil memperkecil kesenjangan antarwilayah.

“Kemiskinan ekstrem secara konsisten selalu menurun, dan sebaliknya desa mandiri selalu bertambah. Jadi memang perkembangannya sangat progresif,” tutur Lia.

Memasuki usia ke-81 tahun, Jawa Timur berpeluang besar untuk memperkuat perannya sebagai motor penggerak ekonomi nasional. Tantangan ke depan adalah memastikan pertumbuhan ekonomi terus berjalan seiring dengan penguatan UMKM, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), dan partisipasi aktif masyarakat.

Lia pun mengajak seluruh warga Jawa Timur untuk terus memberikan dukungan, menjaga kepercayaan, serta berpartisipasi aktif dalam mengawal program-program pembangunan daerah.

“Kalau kita bicara pembangunan yang konstruktif, itu benar-benar sudah dijawab di era beliau berdua. Kita berharap Jawa Timur semakin maju dan hebat, serta mimpi besar menjadikan Jatim sebagai lumbung pangan Nusantara benar-benar terwujud dengan dukungan serta high trust dari masyarakat,” pungkasnya.

 

close
Pasang Iklan Disini