Iki Radio — Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menekankan pentingnya pemerataan manfaat pembangunan agar kemajuan daerah dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat secara adil dan berkelanjutan.
Pesan tersebut disampaikan Khofifah saat memimpin upacara Peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur di halaman Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Senin (12/10/2026).
Mengusung tema “Jatim Unggul, Maju Berkelanjutan”, peringatan tahun ini menjadi momentum penting untuk memperkuat arah pembangunan daerah. Khofifah menegaskan bahwa pembangunan tidak boleh hanya berfokus pada angka pertumbuhan, tetapi juga harus meningkatkan kualitas hidup serta pemerataan akses pelayanan dasar bagi warga.
"Pembangunan yang unggul harus didukung peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), keterampilan tenaga kerja, dan daya saing produk daerah. Sementara itu, pembangunan berkelanjutan menuntut tanggung jawab kita dalam mengelola sumber daya alam serta menjaga kelestarian lingkungan dan kekayaan budaya demi generasi mendatang," ujar Khofifah dalam sambutannya.
Gubernur Khofifah mengingatkan bahwa hasil-hasil pembangunan harus dirasakan secara nyata oleh seluruh warga Jatim, baik yang tinggal di kawasan perkotaan, perdesaan, hingga wilayah pesisir dan kepulauan. Pembangunan harus hadir menjawab kebutuhan masyarakat dengan membuka peluang yang lebih luas di bidang pendidikan, lapangan kerja, dan layanan publik.
Arah kebijakan tersebut tefleksi pada capaian makro ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Jawa Timur sepanjang tahun 2026. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pertumbuhan ekonomi pada semester I-2026, ekonomi Jawa Timur tercatat tumbuh sebesar 5,84 persen. Tingkat kemiskinan pada Maret 2026, angka kemiskinan berada di tingkat 9,06 persen. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada Mei 2026, TPT berhasil ditekan hingga 3,42 persen.
Menurut Khofifah, capaian positif tersebut merupakan buah dari kerja keras bersama yang perlu terus diperkuat melalui kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi/lembaga pendidikan, dan seluruh elemen masyarakat. Penguatan sektor-sektor produktif—seperti industri pengolahan, perdagangan, serta pertanian—tetap menjadi tumpuan utama penopang denyut ekonomi Jawa Timur.
Di samping itu, penyiapan SDM yang adaptif terhadap kemajuan teknologi dan perubahan pasar kerja menjadi prioritas untuk menjaga daya saing daerah. Kendati demikian, Khofifah mewanti-wanti agar laju pertumbuhan ekonomi senantiasa berjalan selaras dengan perlindungan lingkungan hidup.
"Pertumbuhan ekonomi harus berjalan seiring dengan
upaya menjaga kualitas lingkungan, sehingga manfaat dari pembangunan hari ini
dapat terus dinikmati oleh generasi-generasi mendatang," pungkasnya.








