Iki Radio — Pemerintah Kabupaten Madiun terus berkomitmen menguatkan identitas daerah sebagai "Kampung Pesilat". Salah satu langkah konkrit yang disiapkan adalah rencana pembentukan sekolah rintisan khusus olahraga pada tahun ajaran mendatang.
Hal tersebut disampaikan oleh Bupati Madiun, Hari
Wuryanto, usai membuka kejuaraan pencak silat Semarpi Cup 1 yang
diselenggarakan di SMAN 1 Pilangkenceng, Kabupaten Madiun, Senin (12/10/2026).
![]() |
| ilustrasi (Ai) |
Bupati Madiun memberikan apresiasi tinggi kepada SMAN 1 Pilangkenceng yang turut memfasilitasi serta membantu peran Pemkab Madiun dalam melahirkan bibit-bibit atlet berprestasi sejak dini.
"Karena sesuai dengan ikon Kabupaten Madiun 'Kampung Pesilat', kami berharap seluruh komponen ikut membantu. Kami berharap nanti muncul atlet-atlet berprestasi luar biasa yang membawa nama baik Kabupaten Madiun," ujar Hari Wuryanto.
Menanggapi kepesertaan kejuaraan yang menyasar jenjang SD dan SMP, Bupati menilai momentum tersebut sangat tepat. Menurutnya, untuk meraih prestasi yang matang di tingkat SMA maupun nasional, pembinaan serta jam terbang kompetisi harus dimulai sedini mungkin.
"Tanpa kompetisi tidak ada prestasi. Jam terbang sangat dibutuhkan agar mereka paham strategi, teknik, penguasaan emosi, serta siap menghadapi lawan maupun audiens," jelasnya.
Selain melatih fisik dan mental bertanding, Bupati Madiun menekankan pentingnya ajaran budi luhur, kejujuran, dan kedisiplinan yang terkandung dalam seni bela diri pencak silat. Pembinaan ini juga diharapkan menjadi benteng moral anak-anak agar terhindar dari perilaku perundungan (bullying).
Mengenai target ajang Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) di Ngawi bulan depan, Bupati berharap para atlet Madiun mampu memberikan performa terbaik, mengingat Kabupaten Madiun sebelumnya menyabet gelar juara umum.
Kepala Cabang Dinas (Cabdindik) Pendidikan Wilayah Kota/Kabupaten Madiun dan Kabupaten Ngawi, Lena, menyatakan bahwa ajang ini sangat penting untuk merawat nilai-nilai luhur budaya daerah.
Meskipun kurikulum resmi pencak silat di tingkat SMA merupakan kewenangan pemerintah pusat, pihak Cabdindik terus mendorong penguatan minat dan bakat siswa melalui kegiatan ekstrakurikuler serta atraksi kebudayaan di sekolah.
"Sekolah-sekolah harus tetap nguri-uri (melestarikan) budaya bangsa. Pencak silat tidak hanya soal bela diri, tetapi ada proses pendidikan karakter yang melatih kedisiplinan, kejujuran, serta rasa saling menghormati," terang Lena.
Kepala SMAN 1 Pilangkenceng, Kristianita Sunaringtyas, mengungkapkan bahwa kejuaraan perdana ini mendapat sambutan yang sangat hangat dari para pelajar.
"Untuk ajang yang baru pertama kali diadakan, alhamdulillah antusiasmenya cukup tinggi. Kami juga menghadirkan pesilat nasional, Mas Deni Aprisani, untuk memotivasi anak-anak sekaligus mengenalkan pencak silat di Jawa Timur," tutur Kristianita.
Sebanyak 288 peserta terdaftar dalam SMAPI Cup I, yang terdiri dari 148 siswa tingkat SD dan sisanya berasal dari tingkat SMP. Ajang ini juga menjadi istimewa dengan hadirnya atlet pencak silat nasional, Deni Aprisani, yang tengah melakukan safari pengenalan pencak silat di Jawa Timur.
Ia menambahkan, SMAN 1 Pilangkenceng saat ini
memfasilitasi 16 kegiatan ekstrakurikuler, dengan pencak silat sebagai salah
satu fokus utamanya. Melihat suksesnya penyelenggaraan edisi pertama ini, pihak
sekolah berencana untuk melanjutkan kejuaraan SMAPI Cup pada edisi-edisi
berikutnya.








