Iki Terbaru/Paling Greeess

Puncak Peringatan Harkop ke-79 di Bakorwil Pamekasan: Bupati Madiun Sabet Penghargaan Pembina Koperasi Andalan Jatim 2026

IkiRadio — Bupati Madiun, Hari Wuryanto, menghadiri Puncak Peringatan Hari Koperasi (Harkop) ke-79 Tingkat Provinsi Jawa Timur yang dipusatkan di Bakorwil IV Pamekasan, Madura, Selasa (21/07/2026). 

Dalam agenda tersebut, Bupati Madiun tampak didampingi oleh Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro Kabupaten Madiun, Indra Setyawan.

Momen istimewa mewarnai kehadiran jajaran Pemkab Madiun kali ini. Bupati Madiun Hari Wuryanto sukses meraih penghargaan bergengsi sebagai Pembina Koperasi Andalan Jawa Timur Tahun 2026. 

Apresiasi tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Koperasi Indonesia, Ferry Juliantono.

Acara ini turut dihadiri oleh Staf Khusus Koperasi Merah Putih, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, jajaran Bupati/Walikota se-Jawa Timur, serta para pengurus Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) se-Jawa Timur.

Selain seremonial peringatan Harkop ke-79, rangkaian kegiatan juga diintegrasikan dengan pembukaan Koperasi Explore 2026 bertajuk “Pasar Koperasi & UMKM”, sebuah ajang pameran untuk mendorong pemasaran produk lokal dan UMKM unggulan daerah.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, dalam sambutannya menekankan peran vital koperasi di tengah dinamika ekonomi global. Menurutnya, koperasi telah membuktikan tangguhnya daya tahan dalam memperkuat ekonomi rakyat, memberdayakan pelaku UMKM, hingga meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara luas.

"Masyarakat dan penggerak koperasi harus terus berinovasi serta beradaptasi mengikuti perkembangan zaman dan era digital. Langkah ini penting agar koperasi kita tumbuh menjadi lembaga yang profesional, modern, dan memiliki daya saing tinggi," pungkas Khofifah.

Sementara itu, Menteri Koperasi Indonesia, Ferry Juliantono, dalam paparan utamanya menjelaskan arah kebijakan strategis pemerintah pusat. Sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto, nantinya seluruh penyaluran kebutuhan subsidi—mulai dari gas, pupuk, hingga bahan kebutuhan pokok—akan difokuskan dan dilaksanakan melalui Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih.

Tak hanya subsidi, Ferry menambahkan bahwa Kopdes juga akan menjadi hub utama untuk pelayanan publik bidang ekonomi. Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT), Kredit Usaha Mikro (KUM), saluran channeling, Kredit Usaha Rakyat (KUR), hingga layanan jasa perbankan siap diintegrasikan di tingkat desa melalui ekosistem koperasi tersebut.

Gerakan Indonesia Asri di Banyuwangi, Ribuan Peserta Gotong Royong Bersihkan Pantai Ancol Plengsengan

Iki Radio - Lebih dari seribu orang bergerak membersihkan pantai di kawasan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Pantai Ancol Plengsengan, Kelurahan Lateng, Banyuwangi, Selasa (21/6/2026) pagi. Aksi itu bagian dari Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah), gerakan yang dicanangkan Presiden Prabowo untuk mendorong kepedulian masyarakat terhadap lingkungan.

Aksi bersih-bersih pantai di Banyuwangi tersebut diinisiasi oleh Ditjen Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri dan Pemkab, diikuti berbagai unsur elemen masyarakat. Ada nelayan, warga, pegiat lingkungan, aparatur sipil negara, kepolisian, TNI, mahasiswa, hingga pelajar.

Sejak pagi mereka menyebar ke berbagai area untuk membersihkan sampah di sekitar kawasan tersebut. 

"Hari ini di Banyuwangi, Kemendagri bekerja sama dengan pemkab melakukan gerakan Indonesia ASRI. Ini gerakan peduli lingkungan, terutama kepedulian terhadap sampah, kepedulian terhadap ketertiban lingkungan," kata Dirjen Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri, Safrizal.

Dia menyebut, Kemendagri sengaja memilih Banyuwangi sebagai salah satu daerah promosi gerakan Indonesia ASRI lantaran dinilai selalu konsisten dalam mengimplementasikan program strategis nasional.

"Karakter Banyuwangi ini kalau ada arahan selalu dilakukan dengan serius. Oleh karena itu, kami yakin daerah ini bisa menjadi contoh bagi daerah lain. Termasuk pelaksanaan gerakan Indonesia ASRI," ujarnya. 

Di Banyuwangi, Gerakan Indonesia ASRI telah diadopsi dan diimplementasikan sebagai gerakan Banyuwangi Asri. Aksi bersih-bersih sampah tersebut secara rutin dan berkelanjutan digelar di berbagai titik.

"Rutin kita lakukan, bahkan tiap kecamatan, kelurahan/desa lakukan bersih-bersih lingkungannya," kata Ipuk.

Ipuk menjelaskan, Banyuwangi mengimplementasikan Gerakan Indonesia ASRI bukan hanya dengan bersih-bersih kawasan pantai. Tetap juga dengan berbagai upaya yang lain.

"Misalnya dengan memunculkan kesadaran masyarakat untuk menjaga Banyuwangi agar selalu dalam kondisi aman, sehat, resik, dan indah," ucap dia.

Soal persampahan, kata dia, Kabupaten Banyuwangi juga memiliki beberapa TPS3R yang saat ini telah beroperasi dan tengah dibangun. Kehadiran TPS3R berdampak signifikan terhadap pengelolaan sampah di Banyuwangi. (*)

Serangan Tikus Meluas, Petani Tempeh Tengah Dapat Jurus Baru Selamatkan Panen

Iki Radio - Produktivitas pertanian di Desa Tempeh Tengah, Kecamatan Tempeh, Kabupaten Lumajang, Provinsi Jawa Timur, menjadi perhatian bersama setelah sekitar 40 hektare lahan padi dan jagung terdampak serangan hama tikus.

Menyikapi kondisi tersebut, Kelompok Tani (Poktan) Pancer Tirto II bersama Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) menggelar sosialisasi dan praktik pengendalian hama guna menekan risiko kerusakan tanaman serta menjaga hasil panen petani di hamparan lahan seluas kurang lebih 50 hektare, Selasa (21/7/2026).

Kegiatan yang berlangsung di rumah Ketua Poktan Pancer Tirto II, Suri, tersebut diikuti 30 anggota kelompok tani dan didampingi langsung oleh Penyuluh Pertanian Lapangan Desa Tempeh Tengah, Nanda Sinatrya. Selain mendapatkan pembekalan mengenai strategi pengendalian hama tikus, para petani juga mempraktikkan secara langsung teknik pencegahan yang dapat diterapkan di lahan masing-masing.

Dalam sesi praktik, peserta mempelajari cara menyiapkan media pengendalian hama tikus, mulai dari pencampuran bahan hingga teknik penempatan yang tepat di area persawahan. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan keterampilan petani dalam melakukan pengendalian secara mandiri sehingga serangan hama dapat ditekan sejak dini.

"Pengendalian hama tikus tidak cukup dilakukan secara individu. Dibutuhkan kerja sama seluruh petani dalam satu hamparan agar populasi tikus dapat ditekan secara efektif. Melalui kegiatan ini kami berharap petani memahami teknik pengendalian yang benar sehingga produktivitas pertanian tetap terjaga," ujar Penyuluh Pertanian Lapangan Desa Tempeh Tengah, Nanda Sinatrya.

Sementara itu, Ketua Poktan Pancer Tirto II, Suri, mengapresiasi antusiasme seluruh anggota kelompok tani yang mengikuti kegiatan hingga praktik selesai. Menurutnya, pengendalian hama tidak hanya membutuhkan metode yang tepat, tetapi juga kekompakan seluruh petani dalam menerapkannya di lapangan.

"Kami berharap ilmu yang diperoleh hari ini dapat langsung diterapkan di lahan masing-masing. Dengan kebersamaan dan kekompakan seluruh anggota, kami optimistis serangan hama tikus dapat diminimalkan sehingga hasil panen padi dan jagung petani tetap terjaga," ungkapnya.

Melalui sosialisasi dan praktik lapangan tersebut, Poktan Pancer Tirto II bersama PPL terus memperkuat langkah pengendalian hama sebagai bagian dari upaya menjaga produktivitas pertanian.

Sinergi ini diharapkan mampu melindungi hasil panen, meningkatkan ketahanan pangan, sekaligus mendukung kesejahteraan petani di Desa Tempeh Tengah.

Peringati Hari Anak Nasional 2026, Menkomdigi Resmikan Deklarasi Sekolah Cakap Digital dan Wajibkan Platform Ramah Anak

Iki Radio - Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menegaskan pelindungan anak di ruang digital tidak cukup hanya dengan membatasi usia akses terhadap platform berisiko tinggi.

Menurutnya, platform digital juga harus bertransformasi menjadi ruang yang aman dan ramah anak agar anak Indonesia dapat tumbuh sesuai tahap perkembangannya.

"Kita ingin bahwa anak-anak ini cakap digital, tapi di saat yang bersamaan cakap digital itu juga berarti bisa mengimbangi kehidupan dia di ranah maya dengan kehidupan sehari-hari dengan orang tua, dengan teman dan sebayanya, sehingga anak-anak bisa kita kembalikan kepada jati diri mereka sebagai anak-anak," tegas Meutya Hafid saat dalam acara peringatan Hari Anak Nasional dan Girls in ICT Day 2026 di Garuda Spark Innovation Hub, Jakarta Pusat, Selasa (21/7/2026).

Meutya menjelaskan kemajuan teknologi digital memang membawa banyak manfaat bagi dunia pendidikan dan kehidupan sehari-hari.

Namun, di sisi lain, berbagai risiko juga muncul, mulai dari gangguan pola tidur (sleep deprivation), kecanduan media sosial dan platform digital, hingga paparan konten yang tidak sesuai dengan usia anak.

Menurutnya, perubahan perilaku anak sering kali bukan disebabkan karakter anak itu sendiri, melainkan akibat paparan konten negatif yang diterima sebelum mereka memiliki kesiapan secara usia.

"Anak-anak kita bukan anak yang nakal. Mereka adalah tunas bangsa yang hebat. Tetapi jika anak-anak yang baik terus-menerus terpapar konten negatif ketika usianya belum siap, tentu perilaku mereka bisa berubah," ujarnya.

Selain paparan konten berbahaya, Meutya menyoroti risiko fitur interaksi pada berbagai platform digital yang memungkinkan orang asing menghubungi anak tanpa sepengetahuan orang tua maupun guru.

Kondisi tersebut membuka peluang terjadinya berbagai bentuk kejahatan digital terhadap anak, termasuk praktik child grooming.

Karena itu, pemerintah menerapkan kebijakan penundaan akses media sosial berisiko tinggi hingga usia 16 tahun sebagai langkah perlindungan terhadap anak-anak Indonesia.

"Fitur kontak ini sangat berbahaya. Di sinilah kadang orang dewasa yang memiliki niat tidak baik melakukan komunikasi dengan anak-anak tanpa sepengetahuan orang tua maupun guru. Itulah salah satu alasan kami menunda usia anak sampai 16 tahun untuk masuk ke ranah digital dengan risiko tinggi," jelasnya.

Meski demikian, Meutya menegaskan pemerintah tidak menerapkan pendekatan pelarangan semata.

Sebaliknya, pemerintah memberikan ruang bagi perusahaan platform digital untuk melakukan pembenahan sehingga layanan mereka dapat dikategorikan sebagai platform berisiko rendah dan aman digunakan anak.

"Di Indonesia kita bukan sembarang melarang. Platform juga kita beri ruang untuk berlomba-lomba membuat platformnya menjadi lebih ramah anak. Kalau platform mau berubah, menghilangkan fitur kontak yang berbahaya dan memastikan hanya konten yang sesuai usia yang dapat diakses anak, maka platform tersebut bisa menjadi platform berisiko rendah dan anak-anak boleh masuk," jelasnya.

Platform digital, lanjut Meutya, perlu menghapus berbagai fitur yang mendorong kecanduan, memperkuat moderasi terhadap konten pornografi, perjudian daring, maupun bentuk kejahatan digital lainnya, sehingga ruang digital benar-benar menjadi lingkungan yang sehat bagi tumbuh kembang anak.

"Kita memberi waktu kepada platform untuk memperbaiki dirinya agar konten-konten seperti pornografi, kejahatan digital termasuk judi online, serta fitur-fitur yang membuat anak sulit tidur dan sulit berkonsentrasi dibenahi terlebih dahulu. Ketika ruang digital sudah benar-benar ramah anak, maka mereka bisa kembali masuk dengan aman," katanya.

Meutya juga mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan antara aktivitas digital dan kehidupan nyata.

Menurutnya, anak-anak tetap membutuhkan interaksi langsung dengan keluarga, teman sebaya, maupun lingkungan sekitar agar tumbuh menjadi pribadi yang sehat secara sosial dan emosional.

"Anak-anak tetap perlu bermain di lapangan, tetap perlu bermain bersama teman-temannya, mengenal permainan tradisional, berinteraksi dengan orang tua dan saudara. Cakap digital bukan berarti hanya hidup di dunia digital, tetapi mampu menyeimbangkan kehidupan di ruang maya dengan kehidupan nyata," ujarnya.

Menutup acara, momentum peringatan Hari Anak Nasional ini juga ditandai dengan pembacaan Deklarasi Bersama Sekolah Cakap Digital oleh para tenaga pendidik dan perwakilan siswa dari delapan sekolah, yaitu SD Labschool FIP-UMJ, SMPN 208 Jakarta Timur, SMP Labschool Kebayoran, SMP Santa Theresia Jakarta, SMPN 11 Jakarta Selatan, SMPN 19 Jakarta Selatan, SMPN 29 Jakarta Selatan, dan SMPN 216 Jakarta Pusat.

Dalam deklarasi tersebut, sekolah-sekolah ini menegaskan komitmennya untuk mendukung implementasi PP TUNAS dengan menjadi warga digital yang cakap, aman, beretika, serta bertanggung jawab.

Mereka juga menyatakan kesiapan untuk menjaga data pribadi, menolak perundungan siber, serta menjadikan perlindungan anak di ruang digital sebagai tanggung jawab bersama antara sekolah, keluarga, masyarakat, pemerintah, dan penyelenggara sistem elektronik.

Pemkab Madiun Lepas 11 Peserta Tim Ekspedisi Patriot 2026

Iki Radio – Pemerintah Kabupaten Madiun menggelar kegiatan pembekalan sekaligus pelepasan Tim Ekspedisi Patriot (TEP) tahun 2026 di Ruang IT Pusat Pemerintahan Kabupaten Madiun, Selasa (21/7/2026).

Sebanyak 11 peserta asal Kabupaten Madiun yang lolos seleksi ketat siap diberangkatkan pada Kamis, 23 Juli 2026. Mereka akan menjalani masa pengabdian selama 4 bulan di berbagai lokasi kawasan transmigrasi, termasuk Papua dan Sulawesi.

Program Ekspedisi Patriot yang digagas Kementerian Transmigrasi RI ini merupakan langkah lanjutan dari tahap investigasi dan profiling potensi daerah yang telah dilaksanakan pada tahun 2025.

Wakil Bupati Madiun, dr. Purnomo Hadi menyampaikan bahwa para peserta TEP ini merupakan lulusan dari sejumlah perguruan tinggi diantaranya Universitas Airlangga (Unair) 5 orang, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) 3 orang, Universitas Brawijaya (UB) 2 orang, dan Universitas Gadjah Mada (UGM) 1 orang.

"Tahun lalu mereka ditugaskan melakukan pemetaan dan investigasi potensi daerah (strength, weakness, opportunity). Tahun ini, mereka dikirim untuk mengaplikasikan ilmu akademisnya di lapangan. Tujuannya mengedukasi masyarakat dan transmigran lokal agar mampu memanfaatkannya demi meningkatkan taraf hidup serta kesejahteraan," ujar Wabup Purnomo Hadi.

Wabup juga menekankan pentingnya menjaga kesehatan fisik dan mental, mengingat medan penugasan di luar Pulau Jawa memiliki tantangan tersendiri, termasuk risiko penyakit seperti malaria. Sebagai bentuk kontribusi dan dukungan nyata, Pemkab Madiun memfasilitasi perlindungan medis melalui Dinas Kesehatan, uang bekal, serta jaminan perlindungan BPJS Ketenagakarjaan.

Kabid Penempatan dan Ketransmigrasian (Penta) Disnakertrans Provinsi Jawa Timur, Purwanti Utami, mengapresiasi keikutsertaan aktif Kabupaten Madiun. Dari total sekitar 300 peserta se-Jawa Timur yang tersebar di 37 kabupaten/kota, 11 di antaranya merupakan delegasi unggulan asal Madiun.

"Kami berharap adik-adik sekalian selama 4 bulan di kawasan transmigrasi bisa menjadi agent of change serta pandai beradaptasi dengan budaya dan lingkungan setempat. Pengalaman ini juga membuka peluang besar bagi mereka untuk mengakses program Beasiswa Patriot di masa mendatang," ungkap Purwanti Utami.

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Madiun, Arik Krisdiananto, melaporkan bahwa sebelum pelepasan resmi, para peserta telah dibekali materi dari Dinas Kesehatan, Bakesbangpol, dan BPJS Ketenagakarjaan. Acara pelepasan juga dihadiri oleh para Camat dan Kepala Desa asal para peserta.

Salah satu peserta asal Desa Purworejo, Kecamatan Geger, Muhammad Zamil Akbar (23), mengungkapkan motivasinya bergabung dalam Ekspedisi Patriot. 

Lulusan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Brawijaya ini memilih fokus penugasan pada sektor pengembangan perikanan dan budidaya tambak.

"Saya ingin memaksimalkan dan mengaplikasikan ilmu perkuliahan secara langsung di lapangan. Persiapan utama yang saya lakukan adalah mendalami kembali materi keilmuan, menjaga fisik, serta menyiapkan mental untuk beradaptasi di luar Pulau Jawa," tutur Zamil.

Rombongan TEP asal Kabupaten Madiun ini dijadwalkan bertolak menuju Surabaya dan Jakarta pada 23 Juli 2026, sebelum melanjutkan perjalanan ke lokasi penempatan masing-masing pada 24 Juli 2026.(ir)

Perkuat Ekosistem Koperasi Jatim, Pendopo Agung Pamekasan Jadi Tuan Rumah Temu Bisnis Harkopnas ke-79

Iki Radio — Ratusan pengurus koperasi dari berbagai kabupaten dan kota se-Jawa Timur memadati Pendopo Agung Ronggosukowati, Kabupaten Pamekasan, pada Senin malam (20/7/2026). 

Kehadiran para pegiat ekonomi kerakyatan ini dalam rangka menghadiri Sarasehan dan Temu Bisnis Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79 Wilayah Jawa Timur.

Mengusung tema "Penguatan Kerja Sama Antar Koperasi dan Keberpihakan Negara dalam Mewujudkan Koperasi sebagai Pilar Perekonomian Bangsa", kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga forum strategis untuk memperkuat jejaring bisnis dan ekosistem koperasi di Jawa Timur.

Selain sarasehan dan temu bisnis, acara ini dirangkaikan dengan penyerahan penghargaan bagi koperasi-koperasi berprestasi dari berbagai daerah di Jawa Timur.

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Kabupaten Pamekasan, Endy Alim Abdi Nusa, menjelaskan bahwa forum ini dirancang untuk mempertemukan pelaku koperasi langsung dengan mitra usaha guna membuka peluang pasar baru.

"Kegiatan ini bertujuan membangun jejaring, membuka peluang kerja sama bisnis, sekaligus memperkuat posisi koperasi sebagai pilar perekonomian nasional. Forum ini juga menjadi wadah membahas arah kebijakan pengembangan koperasi sekaligus menyusun rekomendasi strategis," ujar Endy.

Untuk memberikan wawasan bisnis modern, panitia menghadirkan narasumber tepercaya, di antaranya Manajer Operasional Koperasi Konsumen Kana Surabaya, Rahmat Sampurna, serta akademisi dari Universitas Ciputra, Prof. Murpin Josua Sembiring. Kehadiran Koperasi Konsumen Kana diharapkan mampu membuka akses pasar serta memperkuat rantai pasok antarkoperasi melalui praktik bisnis yang lebih profesional.

Ketua Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Pamekasan, Buna’i, menekankan pentingnya koperasi untuk keluar dari stigma klasik yang hanya mengidentikkan koperasi sebagai lembaga simpan pinjam.

"Koperasi harus kembali pada roh utamanya: dari anggota, dikelola oleh anggota, dan hasilnya untuk kesejahteraan anggota. Potensi di sektor produksi, perdagangan, hingga jasa harus terus dikembangkan," tegas Buna’i.

Dari sarasehan tersebut, lahir sejumlah rekomendasi strategis, salah satunya adalah dorongan kepada pemerintah untuk mengevaluasi regulasi yang dirasa rumit dan membebani pergerakan koperasi. "Kalau regulasi terlalu berat, koperasi akan sulit berkembang," tambahnya.

Pandangan senada disampaikan oleh Bupati Pamekasan, Kholilurrahman. Ia menilai reorientasi peran koperasi sangat krusial agar koperasi benar-benar menjadi soko guru perekonomian masyarakat.

Kholilurrahman mengungkapkan bahwa Pemkab Pamekasan siap memfokuskan program pemberdayaan melalui pelatihan dan pendampingan pasca-rangkaian Harkopnas.

"Koperasi yang sudah mandiri akan didorong berkembang lebih luas. Koperasi kategori menengah jadi prioritas pembinaan, sedangkan koperasi yang dinilai terlalu tertinggal akan dievaluasi sebagai bagian dari penataan kelembagaan," pungkasnya.

Kegiatan Harkopnas ke-79 tingkat Jawa Timur ini juga menyedot perhatian berbagai pimpinan daerah. 

Turut hadir langsung dalam rombongan dari Kabupaten Madiun, antara lain Bupati Madiun Hari Wuryanto, didampingi Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro Kabupaten Madiun Indra Setyawan, serta Ketua Dekopinda Kabupaten Madiun, Sarwana.

Kehadiran para pejabat daerah dan pimpinan Dekopinda dari berbagai kabupaten/kota ini menjadi bukti komitmen bersama dalam memajukan dan memodernisasi gerakan koperasi di Jawa Timur.(ir)

Pemerintah Perluas Revitalisasi Pendidikan, Sasar Hampir 36 Ribu Satuan Pendidikan pada 2026

Iki Radio - Pemerintah memperluas Program Revitalisasi Pendidikan pada 2026 dengan menambah sasaran menjadi hampir 36 ribu satuan pendidikan di seluruh Indonesia. Langkah tersebut dilakukan untuk mempercepat pemerataan kualitas sarana dan prasarana pendidikan sekaligus mendukung transformasi pembelajaran nasional.

Widyaprada Ahli Utama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Khamim bersama Ketua Tim Relasi Media Kementerian Komunikasi dan Digital Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi), Astrid Ramadiah Wijaya dalam Media Briefing Kunjungan Jurnalistik Revitalisasi Pendidikan di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin (20/7/2026). 


Widyaprada Ahli Utama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Khamim, mengatakan perluasan sasaran dilakukan setelah adanya penambahan anggaran sehingga jumlah sekolah penerima program meningkat signifikan dibanding alokasi awal.

"Setelah adanya penambahan anggaran, sasaran revitalisasi bertambah menjadi 16.075 satuan PAUD, 15.235 sekolah dasar, dan 4.638 sekolah menengah pertama," ujarnya dalam Media Briefing Kunjungan Jurnalistik Revitalisasi Pendidikan di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin (20/7/2026).

Menurut Khamim, Program Revitalisasi Pendidikan merupakan bagian dari prioritas pemerintah dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan melalui perbaikan sarana dan prasarana sekolah. Program tersebut tidak hanya menyasar sekolah yang sudah ada, tetapi juga pembangunan unit sekolah baru di daerah yang masih membutuhkan tambahan akses pendidikan.

Ia menjelaskan, pada 2025 pemerintah berhasil merevitalisasi 16.167 satuan pendidikan, meningkat dari target awal sebanyak 10.440 sekolah berkat efisiensi pelaksanaan pembangunan berbasis partisipasi masyarakat.

"Pelaksanaan revitalisasi yang melibatkan masyarakat membuat anggaran menjadi lebih efisien sehingga jumlah sekolah yang diperbaiki dapat bertambah," katanya.

Selain meningkatkan kualitas infrastruktur pendidikan, program tersebut juga memberikan dampak ekonomi di daerah. Pelaksanaan revitalisasi melibatkan sekitar 242.505 tenaga kerja lokal dan mendorong penggunaan material bangunan dari wilayah setempat sehingga turut menggerakkan perekonomian masyarakat.

Khamim menambahkan, pemerintah juga mempercepat rehabilitasi sekolah yang terdampak bencana di Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara dengan dukungan berbagai pihak, termasuk TNI, agar kegiatan belajar mengajar dapat segera kembali berlangsung secara normal.

Sementara itu, Ketua Tim Relasi Media Kementerian Komunikasi dan Digital Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi), Astrid Ramadiah Wijaya, yang membacakan sambutan Direktur Ekosistem Media Farida Dewi Maharani mengatakan kunjungan jurnalistik ke sekolah penerima program revitalisasi bertujuan memberikan gambaran langsung mengenai pelaksanaan kebijakan serta manfaatnya bagi peserta didik, guru, dan masyarakat.

Melalui kegiatan tersebut, pemerintah berharap publik memperoleh informasi yang utuh mengenai implementasi Program Revitalisasi Pendidikan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045.

Kemkomdigi Ajak 15 Media Verifikasi Langsung Program Revitalisasi Pendidikan di Kupang

Iki Radio - Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) mengajak 15 perwakilan media nasional dan lokal meninjau langsung pelaksanaan Program Revitalisasi Pendidikan di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), sebagai upaya memperkuat penyampaian informasi publik yang akurat, transparan, dan berbasis fakta.

Ketua Tim Relasi Media Kemkomdigi, Astrid Ramadiah Wijaya (kanan) bersama Plt Kepala DInas Pendidkan dan Kebudayaan Kota Kupang, Widyaprada Ahli Utama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Khamim dalam media beriefing Kunjungan Jurnalistik Revitalisasi Pendidikan di Kupang, Senin (20/7/2026).

Kegiatan diawali dengan Media Briefing Kunjungan Jurnalistik Revitalisasi Pendidikan di Kupang, Senin (20/7/2026), sebelum para jurnalis melakukan peliputan lapangan di SD Inpres Naimata dan SMA Negeri 8 Kupang.

Ketua Tim Relasi Media Kemkomdigi, Astrid Ramadiah Wijaya, mengatakan kunjungan jurnalistik tersebut bertujuan memberikan kesempatan kepada media untuk melihat langsung implementasi program pemerintah sehingga informasi yang diterima masyarakat lebih utuh dan berimbang.

"Melalui kegiatan ini, kami ingin membuka ruang bagi rekan-rekan media untuk memperoleh pemahaman langsung, berdialog dengan para pemangku kepentingan, serta melihat implementasi kebijakan di lapangan sebagai bagian dari proses bersama dalam memperkuat transparansi dan akuntabilitas publik," ujar Astrid yang membacakan sambutan Direktur Ekosistem Media Farida Dewi Maharani.

Menurut Astrid, Program Revitalisasi Pendidikan merupakan bagian dari transformasi pendidikan nasional yang tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik sekolah, tetapi juga mendorong terciptanya lingkungan belajar yang lebih berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan.

Karena itu, Kemkomdigi berharap hasil peliputan media tidak hanya menampilkan perubahan infrastruktur sekolah, tetapi juga menggambarkan dampak program terhadap kualitas pembelajaran, guru, peserta didik, dan masyarakat.

"Harapan kami, hasil peliputan nantinya tidak hanya menggambarkan perubahan fisik sekolah, tetapi juga mampu menghadirkan cerita mengenai bagaimana Program Revitalisasi Pendidikan memberikan dampak nyata terhadap kualitas pembelajaran dan masa depan generasi Indonesia," katanya.

Dalam media briefing tersebut, para jurnalis juga memperoleh penjelasan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah mengenai pelaksanaan Program Revitalisasi Pendidikan, termasuk capaian program serta rencana perluasan revitalisasi satuan pendidikan pada 2026.

Melalui kegiatan ini, Kemkomdigi memperkuat kolaborasi dengan media dalam menghadirkan informasi publik yang akurat sekaligus meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap implementasi program prioritas pemerintah di bidang pendidikan.

close
Pasang Iklan Disini