Iki Terbaru/Paling Greeess

Pemkab Madiun Lepas 11 Peserta Tim Ekspedisi Patriot 2026

Iki Radio – Pemerintah Kabupaten Madiun menggelar kegiatan pembekalan sekaligus pelepasan Tim Ekspedisi Patriot (TEP) tahun 2026 di Ruang IT Pusat Pemerintahan Kabupaten Madiun, Selasa (21/7/2026).

Sebanyak 11 peserta asal Kabupaten Madiun yang lolos seleksi ketat siap diberangkatkan pada Kamis, 23 Juli 2026. Mereka akan menjalani masa pengabdian selama 4 bulan di berbagai lokasi kawasan transmigrasi, termasuk Papua dan Sulawesi.

Program Ekspedisi Patriot yang digagas Kementerian Transmigrasi RI ini merupakan langkah lanjutan dari tahap investigasi dan profiling potensi daerah yang telah dilaksanakan pada tahun 2025.

Wakil Bupati Madiun, dr. Purnomo Hadi menyampaikan bahwa para peserta TEP ini merupakan lulusan dari sejumlah perguruan tinggi diantaranya Universitas Airlangga (Unair) 5 orang, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) 3 orang, Universitas Brawijaya (UB) 2 orang, dan Universitas Gadjah Mada (UGM) 1 orang.

"Tahun lalu mereka ditugaskan melakukan pemetaan dan investigasi potensi daerah (strength, weakness, opportunity). Tahun ini, mereka dikirim untuk mengaplikasikan ilmu akademisnya di lapangan. Tujuannya mengedukasi masyarakat dan transmigran lokal agar mampu memanfaatkannya demi meningkatkan taraf hidup serta kesejahteraan," ujar Wabup Purnomo Hadi.

Wabup juga menekankan pentingnya menjaga kesehatan fisik dan mental, mengingat medan penugasan di luar Pulau Jawa memiliki tantangan tersendiri, termasuk risiko penyakit seperti malaria. Sebagai bentuk kontribusi dan dukungan nyata, Pemkab Madiun memfasilitasi perlindungan medis melalui Dinas Kesehatan, uang bekal, serta jaminan perlindungan BPJS Ketenagakarjaan.

Kabid Penempatan dan Ketransmigrasian (Penta) Disnakertrans Provinsi Jawa Timur, Purwanti Utami, mengapresiasi keikutsertaan aktif Kabupaten Madiun. Dari total sekitar 300 peserta se-Jawa Timur yang tersebar di 37 kabupaten/kota, 11 di antaranya merupakan delegasi unggulan asal Madiun.

"Kami berharap adik-adik sekalian selama 4 bulan di kawasan transmigrasi bisa menjadi agent of change serta pandai beradaptasi dengan budaya dan lingkungan setempat. Pengalaman ini juga membuka peluang besar bagi mereka untuk mengakses program Beasiswa Patriot di masa mendatang," ungkap Purwanti Utami.

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Madiun, Arik Krisdiananto, melaporkan bahwa sebelum pelepasan resmi, para peserta telah dibekali materi dari Dinas Kesehatan, Bakesbangpol, dan BPJS Ketenagakarjaan. Acara pelepasan juga dihadiri oleh para Camat dan Kepala Desa asal para peserta.

Salah satu peserta asal Desa Purworejo, Kecamatan Geger, Muhammad Zamil Akbar (23), mengungkapkan motivasinya bergabung dalam Ekspedisi Patriot. 

Lulusan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Brawijaya ini memilih fokus penugasan pada sektor pengembangan perikanan dan budidaya tambak.

"Saya ingin memaksimalkan dan mengaplikasikan ilmu perkuliahan secara langsung di lapangan. Persiapan utama yang saya lakukan adalah mendalami kembali materi keilmuan, menjaga fisik, serta menyiapkan mental untuk beradaptasi di luar Pulau Jawa," tutur Zamil.

Rombongan TEP asal Kabupaten Madiun ini dijadwalkan bertolak menuju Surabaya dan Jakarta pada 23 Juli 2026, sebelum melanjutkan perjalanan ke lokasi penempatan masing-masing pada 24 Juli 2026.(ir)

Perkuat Ekosistem Koperasi Jatim, Pendopo Agung Pamekasan Jadi Tuan Rumah Temu Bisnis Harkopnas ke-79

Iki Radio — Ratusan pengurus koperasi dari berbagai kabupaten dan kota se-Jawa Timur memadati Pendopo Agung Ronggosukowati, Kabupaten Pamekasan, pada Senin malam (20/7/2026). 

Kehadiran para pegiat ekonomi kerakyatan ini dalam rangka menghadiri Sarasehan dan Temu Bisnis Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79 Wilayah Jawa Timur.

Mengusung tema "Penguatan Kerja Sama Antar Koperasi dan Keberpihakan Negara dalam Mewujudkan Koperasi sebagai Pilar Perekonomian Bangsa", kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga forum strategis untuk memperkuat jejaring bisnis dan ekosistem koperasi di Jawa Timur.

Selain sarasehan dan temu bisnis, acara ini dirangkaikan dengan penyerahan penghargaan bagi koperasi-koperasi berprestasi dari berbagai daerah di Jawa Timur.

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Kabupaten Pamekasan, Endy Alim Abdi Nusa, menjelaskan bahwa forum ini dirancang untuk mempertemukan pelaku koperasi langsung dengan mitra usaha guna membuka peluang pasar baru.

"Kegiatan ini bertujuan membangun jejaring, membuka peluang kerja sama bisnis, sekaligus memperkuat posisi koperasi sebagai pilar perekonomian nasional. Forum ini juga menjadi wadah membahas arah kebijakan pengembangan koperasi sekaligus menyusun rekomendasi strategis," ujar Endy.

Untuk memberikan wawasan bisnis modern, panitia menghadirkan narasumber tepercaya, di antaranya Manajer Operasional Koperasi Konsumen Kana Surabaya, Rahmat Sampurna, serta akademisi dari Universitas Ciputra, Prof. Murpin Josua Sembiring. Kehadiran Koperasi Konsumen Kana diharapkan mampu membuka akses pasar serta memperkuat rantai pasok antarkoperasi melalui praktik bisnis yang lebih profesional.

Ketua Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Pamekasan, Buna’i, menekankan pentingnya koperasi untuk keluar dari stigma klasik yang hanya mengidentikkan koperasi sebagai lembaga simpan pinjam.

"Koperasi harus kembali pada roh utamanya: dari anggota, dikelola oleh anggota, dan hasilnya untuk kesejahteraan anggota. Potensi di sektor produksi, perdagangan, hingga jasa harus terus dikembangkan," tegas Buna’i.

Dari sarasehan tersebut, lahir sejumlah rekomendasi strategis, salah satunya adalah dorongan kepada pemerintah untuk mengevaluasi regulasi yang dirasa rumit dan membebani pergerakan koperasi. "Kalau regulasi terlalu berat, koperasi akan sulit berkembang," tambahnya.

Pandangan senada disampaikan oleh Bupati Pamekasan, Kholilurrahman. Ia menilai reorientasi peran koperasi sangat krusial agar koperasi benar-benar menjadi soko guru perekonomian masyarakat.

Kholilurrahman mengungkapkan bahwa Pemkab Pamekasan siap memfokuskan program pemberdayaan melalui pelatihan dan pendampingan pasca-rangkaian Harkopnas.

"Koperasi yang sudah mandiri akan didorong berkembang lebih luas. Koperasi kategori menengah jadi prioritas pembinaan, sedangkan koperasi yang dinilai terlalu tertinggal akan dievaluasi sebagai bagian dari penataan kelembagaan," pungkasnya.

Kegiatan Harkopnas ke-79 tingkat Jawa Timur ini juga menyedot perhatian berbagai pimpinan daerah. 

Turut hadir langsung dalam rombongan dari Kabupaten Madiun, antara lain Bupati Madiun Hari Wuryanto, didampingi Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro Kabupaten Madiun Indra Setyawan, serta Ketua Dekopinda Kabupaten Madiun, Sarwana.

Kehadiran para pejabat daerah dan pimpinan Dekopinda dari berbagai kabupaten/kota ini menjadi bukti komitmen bersama dalam memajukan dan memodernisasi gerakan koperasi di Jawa Timur.(ir)

Pemerintah Perluas Revitalisasi Pendidikan, Sasar Hampir 36 Ribu Satuan Pendidikan pada 2026

Iki Radio - Pemerintah memperluas Program Revitalisasi Pendidikan pada 2026 dengan menambah sasaran menjadi hampir 36 ribu satuan pendidikan di seluruh Indonesia. Langkah tersebut dilakukan untuk mempercepat pemerataan kualitas sarana dan prasarana pendidikan sekaligus mendukung transformasi pembelajaran nasional.

Widyaprada Ahli Utama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Khamim bersama Ketua Tim Relasi Media Kementerian Komunikasi dan Digital Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi), Astrid Ramadiah Wijaya dalam Media Briefing Kunjungan Jurnalistik Revitalisasi Pendidikan di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin (20/7/2026). 


Widyaprada Ahli Utama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Khamim, mengatakan perluasan sasaran dilakukan setelah adanya penambahan anggaran sehingga jumlah sekolah penerima program meningkat signifikan dibanding alokasi awal.

"Setelah adanya penambahan anggaran, sasaran revitalisasi bertambah menjadi 16.075 satuan PAUD, 15.235 sekolah dasar, dan 4.638 sekolah menengah pertama," ujarnya dalam Media Briefing Kunjungan Jurnalistik Revitalisasi Pendidikan di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin (20/7/2026).

Menurut Khamim, Program Revitalisasi Pendidikan merupakan bagian dari prioritas pemerintah dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan melalui perbaikan sarana dan prasarana sekolah. Program tersebut tidak hanya menyasar sekolah yang sudah ada, tetapi juga pembangunan unit sekolah baru di daerah yang masih membutuhkan tambahan akses pendidikan.

Ia menjelaskan, pada 2025 pemerintah berhasil merevitalisasi 16.167 satuan pendidikan, meningkat dari target awal sebanyak 10.440 sekolah berkat efisiensi pelaksanaan pembangunan berbasis partisipasi masyarakat.

"Pelaksanaan revitalisasi yang melibatkan masyarakat membuat anggaran menjadi lebih efisien sehingga jumlah sekolah yang diperbaiki dapat bertambah," katanya.

Selain meningkatkan kualitas infrastruktur pendidikan, program tersebut juga memberikan dampak ekonomi di daerah. Pelaksanaan revitalisasi melibatkan sekitar 242.505 tenaga kerja lokal dan mendorong penggunaan material bangunan dari wilayah setempat sehingga turut menggerakkan perekonomian masyarakat.

Khamim menambahkan, pemerintah juga mempercepat rehabilitasi sekolah yang terdampak bencana di Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara dengan dukungan berbagai pihak, termasuk TNI, agar kegiatan belajar mengajar dapat segera kembali berlangsung secara normal.

Sementara itu, Ketua Tim Relasi Media Kementerian Komunikasi dan Digital Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi), Astrid Ramadiah Wijaya, yang membacakan sambutan Direktur Ekosistem Media Farida Dewi Maharani mengatakan kunjungan jurnalistik ke sekolah penerima program revitalisasi bertujuan memberikan gambaran langsung mengenai pelaksanaan kebijakan serta manfaatnya bagi peserta didik, guru, dan masyarakat.

Melalui kegiatan tersebut, pemerintah berharap publik memperoleh informasi yang utuh mengenai implementasi Program Revitalisasi Pendidikan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045.

Kemkomdigi Ajak 15 Media Verifikasi Langsung Program Revitalisasi Pendidikan di Kupang

Iki Radio - Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) mengajak 15 perwakilan media nasional dan lokal meninjau langsung pelaksanaan Program Revitalisasi Pendidikan di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), sebagai upaya memperkuat penyampaian informasi publik yang akurat, transparan, dan berbasis fakta.

Ketua Tim Relasi Media Kemkomdigi, Astrid Ramadiah Wijaya (kanan) bersama Plt Kepala DInas Pendidkan dan Kebudayaan Kota Kupang, Widyaprada Ahli Utama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Khamim dalam media beriefing Kunjungan Jurnalistik Revitalisasi Pendidikan di Kupang, Senin (20/7/2026).

Kegiatan diawali dengan Media Briefing Kunjungan Jurnalistik Revitalisasi Pendidikan di Kupang, Senin (20/7/2026), sebelum para jurnalis melakukan peliputan lapangan di SD Inpres Naimata dan SMA Negeri 8 Kupang.

Ketua Tim Relasi Media Kemkomdigi, Astrid Ramadiah Wijaya, mengatakan kunjungan jurnalistik tersebut bertujuan memberikan kesempatan kepada media untuk melihat langsung implementasi program pemerintah sehingga informasi yang diterima masyarakat lebih utuh dan berimbang.

"Melalui kegiatan ini, kami ingin membuka ruang bagi rekan-rekan media untuk memperoleh pemahaman langsung, berdialog dengan para pemangku kepentingan, serta melihat implementasi kebijakan di lapangan sebagai bagian dari proses bersama dalam memperkuat transparansi dan akuntabilitas publik," ujar Astrid yang membacakan sambutan Direktur Ekosistem Media Farida Dewi Maharani.

Menurut Astrid, Program Revitalisasi Pendidikan merupakan bagian dari transformasi pendidikan nasional yang tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik sekolah, tetapi juga mendorong terciptanya lingkungan belajar yang lebih berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan.

Karena itu, Kemkomdigi berharap hasil peliputan media tidak hanya menampilkan perubahan infrastruktur sekolah, tetapi juga menggambarkan dampak program terhadap kualitas pembelajaran, guru, peserta didik, dan masyarakat.

"Harapan kami, hasil peliputan nantinya tidak hanya menggambarkan perubahan fisik sekolah, tetapi juga mampu menghadirkan cerita mengenai bagaimana Program Revitalisasi Pendidikan memberikan dampak nyata terhadap kualitas pembelajaran dan masa depan generasi Indonesia," katanya.

Dalam media briefing tersebut, para jurnalis juga memperoleh penjelasan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah mengenai pelaksanaan Program Revitalisasi Pendidikan, termasuk capaian program serta rencana perluasan revitalisasi satuan pendidikan pada 2026.

Melalui kegiatan ini, Kemkomdigi memperkuat kolaborasi dengan media dalam menghadirkan informasi publik yang akurat sekaligus meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap implementasi program prioritas pemerintah di bidang pendidikan.

Sidang Kabinet Paripurna, Presiden Minta Menteri Fokus Hadirkan Solusi untuk Rakyat

Iki Radio - Presiden Prabowo Subianto memimpin Sidang Kabinet Paripurna (SKP) di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/7/2026), sebagai momentum mengevaluasi pelaksanaan program pemerintah sekaligus mengukur capaian menjelang memasuki tahun kedua masa pemerintahan.

Dalam arahannya, Presiden mengatakan sidang pertengahan tahun tersebut menjadi bagian dari evaluasi kinerja kabinet sebelum penyampaian pidato kenegaraan menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

"Hari ini saya sengaja melaksanakan Sidang Kabinet Paripurna pertengahan tahun 2026, menjelang 17 Agustus 2026, di mana sudah secara tradisi Presiden Republik Indonesia menyampaikan sambutan beberapa hari sebelum 17 Agustus untuk menyampaikan kepada seluruh bangsa dan negara apa yang sudah dikerjakan selama satu tahun kerja itu," ujar Presiden.

Presiden menambahkan, pemerintah kini memasuki tahap awal tahun kedua masa pemerintahan setelah hampir dua tahun menjalankan mandat rakyat.

"Ini juga adalah kurang tiga bulan kita menjalankan mandat dari rakyat di tahap tahun kedua. Tanpa terasa waktu berjalan sangat cepat. Tentunya kita laksanakan kabinet paripurna ini untuk kita evaluasi apa yang sudah kita kerjakan," lanjutnya.

Menurut Presiden, selama hampir dua tahun terakhir pemerintah bekerja dengan ritme yang cepat untuk merespons berbagai tantangan nasional maupun global. Berbagai kemajuan telah dicapai, meski masih terdapat sejumlah persoalan yang harus terus diselesaikan.

"Kadang-kadang dengan kita bekerja sangat keras, dengan kita bekerja sangat padat, kita sendiri tidak terlalu menyadari berapa banyak yang telah kita capai dalam dua tahun pertama," katanya.

Di tengah dinamika global yang penuh ketidakpastian, Presiden menegaskan seluruh jajaran pemerintahan harus tetap optimistis dan menjalankan amanah rakyat dengan penuh tanggung jawab.

"Kita sebagai anak bangsa, kita sebagai unsur pimpinan, dan kita semua di sini adalah unsur pimpinan. Kita di sini pemimpin politik, pemimpin teknokrat, pemimpin budaya, pemimpin masyarakat, dan kita diberi mandat oleh rakyat untuk menghadapi dan menyelesaikan masalah. Jadi kita tidak boleh takut dengan masalah, kita tidak boleh takut dengan kesulitan, kita tidak boleh takut dengan kekurangan," tegasnya.

Presiden juga menekankan bahwa pemerintah memahami berbagai persoalan mendasar yang dihadapi masyarakat. Karena itu, seluruh jajaran kabinet diminta terus bekerja dengan semangat, disiplin, dan fokus menghadirkan solusi nyata yang memberikan manfaat langsung bagi rakyat Indonesia.

Menurut Presiden, mandat yang diberikan masyarakat harus dijawab melalui kebijakan yang berdampak nyata serta mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat di tengah berbagai tantangan yang masih dihadapi bangsa.

Rahasia di Balik Logo HUT ke-81 RI, Berawal dari Kritik hingga Jadi Karya Nasional

Iki Radio - Sebuah notifikasi muncul di grup percakapan Auman Design Bureau pada awal Mei 2026. Isinya berupa pamflet digital dari akun Instagram Asosiasi Desainer Grafis Indonesia yang mengumumkan pembukaan sayembara desain logo resmi HUT ke-81 Republik Indonesia.


Bagi Fajar Novario, pesan itu mulanya tidak lebih dari informasi lomba yang layak dicoba. Ia bersama rekan-rekannya di studio desain yang berbasis di Kota Padang, Sumatra Barat, memutuskan ikut tanpa memasang ekspektasi berlebihan.

Mereka ingin menguji kemampuan sekaligus melihat sejauh mana karya desainer dari daerah mampu bersaing di panggung nasional.

Keputusan sederhana tersebut kemudian membawa perubahan besar. Fajar, yang berusia 27 tahun, bersama sepuluh anggota Auman Design Bureau berhasil menyisihkan sekitar 120 peserta dari berbagai daerah. Karya mereka terpilih sebagai logo resmi peringatan HUT ke-81 RI.

Nama Fajar diumumkan sebagai perancang utama. Namun, sejak awal ia menegaskan bahwa identitas visual tersebut lahir dari kerja kolektif seluruh anggota tim.


Kritik Pedas yang Mengubah Arah

Jalan menuju kemenangan tidak berlangsung mulus. Setelah melewati seleksi administrasi, kurasi portofolio, dan wawancara, Fajar terpilih sebagai satu dari lima finalis yang berhak mengikuti tahap inkubasi.

Pencapaian itu sudah terasa istimewa bagi Auman Design Bureau. Sejak berdiri pada 2020, studio tersebut lebih banyak mengerjakan proyek di tingkat daerah. Sayembara logo HUT RI menjadi salah satu pengalaman nasional terbesar mereka.

Selama sekitar empat minggu, para finalis menjalani asistensi intensif di bawah supervisi ADGI. Setiap konsep dievaluasi melalui pertemuan mingguan, mulai dari riset hingga pengembangan bentuk visual.


Ujian terberat datang pada pekan kedua.

Konsep awal yang diajukan Fajar dan tim dinilai terlalu rumit. Mereka mencoba memasukkan sekitar 40 hingga 50 simbol ke dalam satu logo. Alih-alih memperkuat pesan, banyaknya unsur tersebut justru membuat desain kehilangan fokus.

“Bukan ditolak mentah-mentah, tapi dapat kritik yang lumayan pedas tuh dari asosiasi, karena terlalu muluk-muluk dan terlalu cocoklogi istilahnya, kayak gitu,” kata Fajar, dikutip dari ANTARA, Rabu, 15 Juli 2026.

Kritik tersebut menjadi titik balik. Fajar dan tim menyadari bahwa identitas peringatan kemerdekaan tidak harus menampung seluruh simbol kebangsaan dalam satu bidang visual. Pesan besar justru dapat disampaikan melalui bentuk yang lebih sederhana dan mudah dikenali.

Dengan waktu tersisa sekitar dua minggu, mereka mengambil keputusan berisiko: mengulang proses perancangan dari awal.


Menemukan Persatuan dalam Angka 8 dan 1

Tim kemudian mengubah pendekatan riset. Mereka tidak lagi berusaha menjejalkan beragam motif tradisional ke dalam satu logo, melainkan mencari bentuk yang mampu membuka ruang bagi berbagai tafsir budaya.

Salah satu pijakan gagasan ditemukan melalui kajian sejarah mengenai pemikiran Presiden pertama RI, Soekarno. Fajar menelaah tiga unsur pembentuk bangsa: kesamaan nasib, kehendak untuk hidup bersama, serta kecintaan kepada tanah air.

“Nah, tiga ini kita coba direlevansikan dengan gaya desain dan tema yang ada sekarang. Dari instrumen-instrumen tiga itu tadi, mereka itu merumuskan Pancasila,” ujarnya.

Semangat persatuan tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam susunan angka 8 dan 1. Desain itu diselaraskan dengan tema HUT ke-81 RI, yakni “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur.”

Setelah mendapat penilaian dan persetujuan Panitia Nasional HUT ke-81 Kemerdekaan RI yang dikoordinasikan Kementerian Sekretariat Negara, lima karya finalis diperkenalkan kepada publik.

Pemungutan suara berlangsung pada 24–28 Juni 2026 dengan melibatkan masyarakat di berbagai daerah dan diaspora Indonesia. Sebanyak 68.569 suara masuk. Karya Fajar meraih 30.699 suara atau sekitar 44,77 persen dan ditetapkan sebagai pemenang.

Fajar berhak memperoleh hadiah Rp100 juta serta hadiah lain dari Presiden Prabowo Subianto.

Meski namanya tampil sebagai pemenang, ia menolak menganggap pencapaian tersebut sebagai keberhasilan individu.

“Aku tidak sendiri. Ada tim juga, karena kebetulan aku dikasih tanggung jawab atau dipercayakan sama teman-teman itu sebagai project lead. Kalau di studio itu kepala studio, design principal istilahnya,” katanya.


Ruang Tafsir di Balik Logo

Setelah hasil sayembara diumumkan, perhatian publik beralih kepada bentuk logo. Garis pada angka 8 tampak saling bersilangan, sedangkan bagian angka 1 membentuk bidang menyerupai jajar genjang.

Menurut Fajar, persilangan pada angka 8 menggambarkan kolektivitas, sinergi, dan gotong royong antarlapisan masyarakat. Hubungan antara angka 8 dan 1 melambangkan pertumbuhan menuju tujuan bersama.

Bidang jajar genjang pada angka 1 juga memiliki fungsi teknis. Elemen tersebut digunakan untuk memperjelas keterbacaan logo agar tidak disalahartikan sebagai angka 87.

“Takutnya kebacanya 87. Jadi aku ambil dua poin jadi counternya. Yang pertama, takutnya kebaca 87. Yang kedua, supaya dia lebih jelas terbaca 81,” tutur Fajar.

Selain mempertimbangkan keterbacaan, tim Auman Design Bureau mengeksplorasi pola dan bentuk yang dekat dengan kebudayaan Nusantara. Namun, mereka tidak mengunci logo pada satu motif tertentu.

Pilihan tersebut memungkinkan masyarakat dari latar budaya berbeda menemukan kedekatan masing-masing dengan desain itu. Sebagian orang melihat bentuk yang menyerupai podium pidato, sementara yang lain menghubungkannya dengan motif tradisional dari daerah mereka.

“Bisa jadi orang Sulawesi bilang itu motif ‘tongkonan’, tetapi di Melayu kita bilangnya itu, di Minangkabau itu kami bilang itu kayak motif ‘itik pulang petang’ gitu. Dan perbedaan itulah yang akhirnya jadi poin utamanya,” ujar Fajar.

Keberagaman tafsir itu menjadi bagian penting dari gagasan desain. Satu bentuk dapat dibaca melalui pengalaman budaya yang berbeda, tetapi tetap bermuara pada identitas Indonesia.


Delapan Jam Menyusun Pedoman Visual

Kemenangan bukan akhir dari pekerjaan. Setelah pemungutan suara selesai, panitia meminta pedoman identitas visual tersedia pada hari yang sama dengan pengumuman pemenang.

Fajar dan tim hanya memiliki waktu efektif sekitar delapan jam untuk menyusun panduan dasar penggunaan logo sebelum diperkenalkan kepada masyarakat.

Pedoman awal tersebut sempat mendapat kritik karena dianggap terlalu sederhana. Fajar menjelaskan bahwa penyusunannya harus dilakukan dalam tenggat yang sangat ketat karena para finalis sebelumnya diminta berfokus pada pengembangan konsep.

“Kita memang bukan disuruh untuk mengerjakan pedomannya terlebih dahulu. Kita harus mengajukan konsep terlebih dahulu. Apabila terpilih oleh masyarakat, baru kita bikin pedomannya. Namun karena voting publiknya singkat dan harus mengumumkan pemenangnya di hari yang sama, jadinya ya kita harus diburu dengan panduan yang sederhana,” katanya.

Pedoman awal itu kemudian dikembangkan menjadi dokumen yang lebih lengkap. Buku panduan setebal lebih dari 200 halaman tersebut memuat filosofi logo, elemen grafis, sistem desain, hingga penerapannya pada berbagai media.

Dokumen itu dapat diakses secara gratis melalui laman logohutri.istanapresiden.go.id.


Pembuktian Talenta Kreatif dari Daerah

Bagi Fajar, kemenangan tersebut memiliki arti lebih luas daripada hadiah dan pengakuan personal. Keberhasilan Auman Design Bureau menjadi pembuktian bahwa studio dari luar Pulau Jawa mampu bersaing dalam proyek desain berskala nasional.

Ia menilai kompetisi nasional selama ini lebih sering diikuti atau dimenangi studio mapan yang berbasis di kota-kota besar, seperti Jakarta dan Bandung. Kehadiran tim dari Padang menunjukkan bahwa kualitas talenta kreatif tidak ditentukan oleh jarak geografis.

Kepercayaan Fajar terhadap proses sayembara juga tumbuh karena keterlibatan ADGI dan penerapan prinsip penolakan terhadap praktik free pitching. Seluruh finalis tetap menerima honorarium atas waktu dan tenaga yang dikeluarkan selama proses inkubasi.

“Kelima-lima itu dapat honorarium gitu. Kelima-lima itu hasil jerih payahnya tidak ada yang digratiskan. Jadi secara kredibilitas dan secara kepercayaan, kalau misalnya kayak ADGI yang menyelenggarakan aku percaya,” ujarnya.

Hadiah Rp100 juta yang diterima tidak sepenuhnya digunakan untuk kepentingan pribadi. Fajar dan tim berencana menjadikannya sebagai modal pengembangan studio sekaligus memperkuat ekosistem kreatif di Kota Padang.

Ia berharap pemerintah daerah mulai membangun basis data desainer lokal dan memberi mereka ruang lebih besar dalam proyek-proyek visual di wilayah masing-masing.

“Jangan sampai kalau misalnya pemerintah A, daerah A ingin bikin logo, harus merekrut yang di Jakarta atau di Bandung. Padahal di daerahnya sendiri kita punya loh, gitu,” katanya.

Perjalanan itu bermula dari sebuah notifikasi di grup percakapan. Sesuatu yang awalnya dianggap sebagai kesempatan untuk menguji kemampuan akhirnya membawa Fajar Novario dan Auman Design Bureau menjadi bagian dari sejarah visual peringatan kemerdekaan Indonesia.

Kemenangan tersebut sekaligus menyampaikan pesan lain: karya nasional tidak selalu harus lahir dari pusat industri kreatif. Dari sebuah studio di Padang, gagasan tentang persatuan Indonesia menemukan bentuknya dalam dua angka sederhana yakni 8 dan 1.

Pertahankan Gelar Juara dan Kesiapsiagaan Bencana, Bupati Madiun Cek Armada hingga Mental Personel BPBD

Iki Radio — Bupati Madiun, Hari Wuryanto, menargetkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Madiun tidak hanya sigap dan siap menghadapi ancaman bencana alam, tetapi juga mampu mempertahankan gelar juara pada Lomba Keterampilan BPBD Tingkat Provinsi Jawa Timur.

Penegasan tersebut disampaikan Bupati saat memimpin Apel Gelar Peralatan BPBD yang berlangsung di Pendopo Muda Graha, Madiun, pada Senin (20/7/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Hari Wuryanto melakukan pengecekan menyeluruh terhadap kesiapan sarana, armada operasional, hingga personel BPBD. Langkah ini dilakukan untuk memastikan seluruh potensi kebencanaan di wilayah Kabupaten Madiun dapat terdeteksi dan tertangani dengan cepat.

Menurut Hari, kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana tidak cukup jika hanya mengandalkan infrastruktur dan peralatan yang memadai. Lebih dari itu, kesiapan mental dan spiritual para petugas di lapangan menjadi fondasi utama.

"Kita harus memastikan bahwa usaha lahiriah berupa kesiapan peralatan dan kompetensi personel harus berjalan beriringan dengan ikhtiar batiniah. Jangan pernah abai terhadap protokol keselamatan, namun tetaplah berserah diri dalam menjalankan tugas kemanusiaan agar senantiasa diberikan perlindungan oleh Tuhan Yang Maha Esa," ujar Hari Wuryanto dalam arahannya.

Selain memastikan kesiapsiagaan wilayah, Bupati juga membakar semangat kontingen BPBD Kabupaten Madiun yang akan bertanding dalam ajang kompetisi keterampilan kebencanaan tingkat Jawa Timur. Ia berharap prestasi gemilang tahun lalu dapat terulang kembali.

"Tahun lalu kita berhasil meraih predikat juara satu. Saya berharap tahun ini kontingen kita mampu mempertahankan prestasi tersebut. Keberhasilan ini bukan sekadar piala, melainkan bukti dedikasi profesionalisme petugas kita. Saya ingin prestasi ini menjadi kado istimewa untuk hari ulang tahun Kabupaten Madiun yang kita cintai ini," tegasnya.

Usai memimpin apel, Bupati Madiun beserta jajaran pimpinan daerah meninjau langsung barisan kendaraan operasional, peralatan penanggulangan bencana, serta perlengkapan teknis yang disiapkan BPBD, baik untuk penanganan darurat maupun untuk kebutuhan kompetisi mendatang.(ir)

Nobar Final Piala Dunia 2026 di Batam Sukses Besar, Dataran Engku Putri Dipenuhi Ribuan Penonton

Iki Radio - Ribuan masyarakat memadati Dataran Engku Putri, Batamcentre, Senin (20/7/2026), untuk mengikuti nonton bareng (nobar) final Piala Dunia FIFA 2026 antara Spanyol dan Argentina yang digelar Pemerintah Kota Batam. Antusiasme warga yang terus berdatangan sejak malam hari membuat kawasan tersebut dipenuhi lautan penonton, menjadikan nobar berlangsung semarak sekaligus tertib hingga pertandingan usai.

Wali kota Batam, Amsakar Achmad, menyapa, warga saat nobar final piala dunia FIFA 2026 di Dataran Engku Putri Batamcentre, Senin (20/7/2026).

Wali kota Batam, Amsakar Achmad, hadir bersama masyarakat menikmati laga puncak yang mempertemukan dua kekuatan besar sepak bola dunia tersebut. Kehadirannya disambut hangat warga yang sejak awal memadati area nobar bersama keluarga, kerabat, hingga komunitas sepak bola.

Amsakar menyampaikan, apresiasi kepada seluruh masyarakat yang telah menjaga suasana nobar tetap kondusif selama penyelenggaraan berlangsung.

“Terima kasih kepada seluruh warga Batam, khususnya para pecinta sepak bola, yang telah hadir dan bersama-sama memeriahkan nobar final Piala Dunia malam ini. Kebersamaan seperti ini menjadi energi positif bagi kita semua,” ujarnya.

Ia menilai, partai final antara Spanyol dan Argentina merupakan laga yang paling dinantikan pencinta sepak bola dunia.

“Ini adalah final yang ideal. Kedua tim memiliki kualitas untuk menjadi juara dunia dan saya yakin pertandingan akan berlangsung ketat,” katanya.

Ia juga mengajak masyarakat terus menjaga sportivitas dan kebersamaan selama menyaksikan pertandingan.

“Saya berharap kita tetap menjaga kekompakan. Siapa pun yang menjadi juara, kita semua tetap bersaudara,” pesannya.

Saat pertandingan dimulai, suasana Dataran Engku Putri semakin bergemuruh. Sorak sorai pendukung Spanyol maupun Argentina silih berganti mengiringi jalannya pertandingan. Setiap peluang yang tercipta langsung disambut tepuk tangan dan teriakan ribuan penonton, menciptakan atmosfer layaknya berada di stadion.

Keseruan nobar semakin lengkap dengan pengundian doorprize pada jeda babak pertama. Panitia menyediakan beragam hadiah, termasuk dua unit sepeda motor sebagai hadiah utama. Pengumuman para pemenang disambut sorak gembira dari masyarakat yang memadati lokasi.

Memasuki babak kedua, Spanyol tampil lebih dominan dengan menguasai jalannya pertandingan, sementara Argentina mengandalkan serangan balik. Namun, hingga waktu normal berakhir, kedua tim belum mampu memecah kebuntuan.

Laga akhirnya ditentukan pada babak tambahan waktu. Argentina harus bermain dengan 10 pemain setelah Enzo Fernández menerima kartu kuning kedua pada menit ke-94. Keunggulan jumlah pemain dimanfaatkan Spanyol untuk terus meningkatkan intensitas serangan.

Upaya tersebut membuahkan hasil pada menit ke-106 melalui gol Ferran Torres yang sukses memanfaatkan peluang di depan gawang. Gol tunggal itu memastikan Spanyol unggul 1-0 sekaligus mengunci kemenangan hingga peluit panjang dibunyikan.

Keberhasilan Spanyol meraih gelar juara Piala Dunia FIFA 2026 disambut gegap gempita oleh para pendukungnya. Meski memberikan dukungan kepada tim yang berbeda, seluruh masyarakat tetap menikmati momen tersebut dengan penuh kebersamaan.

Kesuksesan penyelenggaraan nobar ini menjadi bukti tingginya antusiasme masyarakat Batam terhadap ajang Piala Dunia FIFA 2026. Ribuan warga yang memadati Dataran Engku Putri hingga penuh tetap menjaga ketertiban, keamanan, dan suasana yang kondusif sepanjang acara, menjadikan kegiatan tersebut sebagai ruang kebersamaan sekaligus hiburan bagi masyarakat Batam.

 

close
Pasang Iklan Disini