Iki Terbaru/Paling Greeess

Monitoring Isu Publik Jadi Kunci Pengambilan Kebijakan yang Responsif

Iki Radio - Monitoring media bukan sekadar membaca berita atau mengumpulkan data, melainkan menjadi fondasi utama dalam menjaga reputasi dan mengarahkan kebijakan publik yang relevan. Hal itu ditegaskan CEO & Founder Brightminds Dody Rochadi dalam kegiatan Forum Media Monitoring (FoMo) yang digelar Kementerian Komunikasi dan Digital (KemKomdigi) di Bali Sunset Road Convention Center, Rabu (29/10/2025).

CEO & Founder Brightminds Dody Rochadi dalam kegiatan Forum Media Monitoring (FoMo) yang digelar Kementerian Komunikasi dan Digital (KemKomdigi) di Bali Sunset Road Convention Center, Rabu (29/10/2025).

Menurut Dody Rochadi, peran komunikasi publik atau humas di setiap kementerian dan lembaga kini semakin strategis di tengah derasnya arus informasi digital. Salah satu fungsi terpentingnya adalah melindungi reputasi institusi melalui proses monitoring yang sistematis dan berbasis data. “Dari monitoring kita bisa mendengar apa yang masyarakat pikirkan, apa yang mereka keluhkan, dan bagaimana mereka menanggapi kebijakan pemerintah. Dari situ kita bisa memperbaiki kebijakan agar lebih relevan dan efektif,” ujarnya.

Ia menjelaskan, hasil monitoring yang akurat dapat membantu pemerintah menilai efektivitas program dan membaca tren isu publik secara dini. Proses ini juga menjadi alat deteksi terhadap potensi krisis reputasi instansi pemerintah. “Kalau ada isu yang muncul berulang di pemberitaan, itu sinyal bahwa ada sesuatu yang perlu ditindaklanjuti. Dari sana lahir rekomendasi, revisi kebijakan, atau strategi komunikasi baru,” jelas Dody.

Lebih jauh, Dody menilai monitoring media dan media sosial sudah menjadi keharusan di era digital. Suara publik kini tidak hanya datang dari media arus utama, tapi juga dari platform sosial, influencer, dan akun masyarakat yang aktif menyuarakan isu tertentu. “Digital itu sudah pasti. Tidak ada alasan bagi instansi pemerintah untuk tidak memantau percakapan di media sosial. Itu bagian dari wajah publik terhadap kebijakan pemerintah,” tegasnya.

Menjawab pertanyaan terkait kebutuhan kerja sama dengan pihak ketiga, Dody berpendapat bahwa setiap kementerian dan lembaga bisa mengembangkan sistem monitoring internal secara mandiri agar lebih efisien dan berkelanjutan. “Tidak harus selalu memakai vendor eksternal. Kita bisa membangun sistem sendiri dan melatih tim humas atau komunikasi untuk melaksanakan fungsi monitoring secara konsisten,” katanya.

Namun, ia menegaskan bahwa monitoring tidak berhenti pada pengumpulan data. Lebih penting adalah kemampuan analisis dan penerjemahan data menjadi rekomendasi kebijakan yang konkret bagi pimpinan lembaga "Monitoring itu harus menghasilkan insight. Data yang dikumpulkan harus diolah, dianalisis, dan dijadikan dasar pengambilan keputusan. Tanpa itu, monitoring hanya akan jadi rutinitas tanpa arah,” tambahnya.

Lebih jauh, CEO & Founder Brightminds Dody Rochadi menekankan pentingnya peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) di bidang komunikasi publik. Menurutnya, kemampuan analitis harus dimiliki oleh seluruh anggota tim komunikasi — dari staf teknis hingga pejabat pimpinan. “Analisis bukan cuma tugas staf monitoring. Semua orang komunikasi harus bisa membaca data, memahami tren, dan mendeteksi potensi isu sejak dini. Dengan begitu, respons pemerintah terhadap masyarakat bisa lebih cepat dan tepat,” paparnya.

Ia juga menyoroti perlunya budaya reflektif dalam tiap instansi, di mana hasil monitoring digunakan tidak hanya untuk mengevaluasi program yang sudah berjalan, tetapi juga untuk memperbaiki kebijakan baru. “Setiap kebijakan harus bersumber dari data. Monitoring adalah jembatan antara persepsi publik dan kebijakan pemerintah. Kalau kita tidak mendengar masyarakat, kita tidak akan tahu apa yang mereka butuhkan,” tegas Dody.

Forum Media Monitoring (FoMo) sendiri menjadi wadah berbagi praktik baik antarkementerian dan lembaga dalam mengelola isu publik berbasis data. Melalui kegiatan ini, pemerintah diharapkan dapat membangun ekosistem komunikasi publik yang adaptif, terukur, dan partisipatif. “Monitoring bukan sekadar mendengar, tapi tentang bagaimana kita merespons. Di situlah pemerintah menunjukkan empati dan kehadiran nyata di tengah masyarakat,” tutup Dody.

 

Gagalkan Penyelundupan Barang Terlarang, Dua Petugas Lapas Madiun Raih Penghargaan

Iki Radio - Dedikasi dua petugas Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Pemuda Madiun, patut diacungi jempol. Pasalnya kedua petugas ini mampu bekerja dengan penuh  tanggung jawab, dan berhasil menggagalkan penyelundupan barang terlarang kedalam Lapas.

Pemberian penghargaan pada dua petugas Lapas Pemuda Madiun, Selasa (28/10/2025)

Keduanya masing masing Ganjar Dwi Utama, staf Kesatuan Pengamanan Lapas, dan Hamdan Yusha Ariyahya, petugas Penjaga Pintu Utama.


Atas prestasinya tersebut, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Pemuda Kelas IIA Madiun memberikan apresiasi kepada keduanya.


Piagam penghargaan dari Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Timur diserahkan langsung oleh Kepala Lapas Pemuda Madiun, Wahyu Susetyo, Selasa (28/10/2025).


“Pemberian penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi sekaligus motivasi bagi seluruh jajaran agar selalu bekerja dengan integritas, waspada, dan profesional. Keberhasilan menggagalkan penyelundupan barang terlarang bukan hanya menjaga keamanan Lapas, tetapi juga menjaga marwah dan kepercayaan terhadap institusi Pemasyarakatan,” ujar Wahyu Susetyo.


Ganjar Dwi Utama, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas apresiasi yang diberikan. 


“Penghargaan ini menjadi dorongan bagi saya pribadi untuk terus menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab. Keberhasilan ini bukan semata hasil individu, tapi juga kerja sama seluruh tim pengamanan Lapas Pemuda Madiun,” ungkapnya.


Pemberian penghargaan tersebut menjadi momen penting dalam peringatan Hari Sumpah Pemuda di Lapas Pemuda Madiun. 


Tidak hanya menumbuhkan semangat nasionalisme, tetapi juga memperkuat komitmen seluruh petugas dalam menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan Pemasyarakatan. 


Sumber : ditjenpas

BLK Pasuruan Resmi Kick-off Program Kolaborasi dengan Sampoerna Karya Bangsa

Iki Radio - Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Timur melalui UPT Balai Latihan Kerja (BLK) Pasuruan secara resmi memulai kolaborasi strategis dengan Sampoerna Karya Bangsa (SKB) dalam sebuah acara kick-off yang berfokus pada peningkatan daya saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Hari Selasa (28/10/2025), di SETC Pasuruan.

Acara yang bertajuk "Sinergi Kompetensi dan Pemasaran Digital" ini bertujuan menciptakan alumni BLK menjadi wirausahawan yang handal dan siap bersaing di pasar global.

Amanda Rossad, Head of Human Capital Development PT HM. Sampoerna Tbk., dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih atas terjalinnya kolaborasi antara pihak swasta dan pemerintah ini dalam upaya mendukung pengembangan UMKM.

Hal senada juga ditegaskan oleh Sri Andayati, Plt. Kepala UPT BLK Pasuruan, bahwa kegiatan ini menjadi momentum yang baik untuk menjalin komunikasi, koordinasi, dan kerjasama kemitraan antara UPT BLK Pasuruan. Kemitraan ini diharapkan dapat menciptakan alumni BLK yang berwirausaha untuk dapat bersaing di pasar global serta memiliki kapabilitas untuk membuka lapangan kerja.

"Dengan dapat menciptakan lapangan kerja diharapkan dapat mengurangi angka pengangguran di Kabupaten Pasuruan," ujar Sri Andayati. Sinergi ini merupakan langkah nyata Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam menanggulangi pengangguran melalui jalur kewirausahaan.

Komitmen kolaborasi tersebut ditandai dengan Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dan pertukaran vandel antara UPT BLK Pasuruan dan Sampoerna Karya Bangsa.

Usai seremoni, para peserta mengikuti sesi materi yang dibawakan oleh pemateri yang kompeten, Sri Sudarwati dan Jan Wellyantony P. Sesi ini memberikan bekal pengetahuan dan keterampilan teknis yang sangat dibutuhkan UMKM saat ini, terutama di bidang kompetensi digital dan strategi pemasaran.

Melalui sinergi ini, BLK Pasuruan dan SKB berkomitmen untuk membekali para alumni dengan keterampilan yang relevan dan strategi bisnis yang adaptif di era digital, sehingga mereka benar-benar siap menjadi motor penggerak ekonomi daerah. (byu/hjr)

Gubernur Khofifah : Sumpah Pemuda Adalah Semangat yang Mengikat Seluruh Anak Bangsa dalam Satu Tekad

Iki Radio - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mengatakan bahwa Ikrar yang diucapkan pada 28 Oktober 1928 adalah semangat yang mengikat seluruh anak bangsa dalam satu tekad, yaitu bertumpah darah satu tanah air Indonesia, berbangsa satu bangsa Indonesia dan menjunjung bahasa persatuan Bahasa Indonesia. 

Gubernur Khofifah saat menjadi pembina upacara pada HSP yang dilaksanakan di Taman Candra Wilwatikta Pandaan Kabupaten Pasuruan, Selasa (28/10/2025). 

Hal ini disampaikan Gubernur Khofifah saat menjadi pembina upacara pada Peringatan Hari Sumpah Pemuda (HSP) yang dilaksanakan di Taman Candra Wilwatikta Pandaan Kabupaten Pasuruan, Selasa (28/10/2025).

“Ikrar sumpah pemuda membawa semangat bagi kita semua untuk terus bangkit dan siap menghadapi berbagai tantangan kehidupan. Pemuda Pemudi Bergerak, Indonesia Bersatu menegaskan bahwa kemajuan bangsa tidak akan terwujud tanpa partispasi aktif generasi muda. Sumpah Pemuda menjadi momentum yang membangkitkan motivasi kita semua untuk bergerak secara progresif dengan memegang teguh kebhinekaan, persatuan, kesatuan dan persaudaraan,”ujar Khofifah.

Khofifah mengatakan, Provinsi Jawa Timur menyambut dengan semangat yang kuat hadirnya bulan pemuda dan peringatan HSP ke-97. Jawa Timur tengah berada pada momentum bonus demografi. Dengan komposisi penduduk usia muda yang cukup besar, yakni 20,87 persen atau lebih dari 8 juta jiwa warga Jatim adalah para pemuda. Tentu sebuah kekuatan demografis dan intelektual yang luar biasa. Modal sosial ini menjadikan pergerakan pemuda bukan hanya sekedar idealisme melainkan sebuah kebutuhan vital dalam pembangunan daerah dan bangsa. 

“Kekuatan ini juga didukung oleh pondasi pembangunan manusia yang kuat. Indeks Pembangunan Manusi Jawa Timur tahun 2024 mencapai 75,35 masuk kategori tinggi dengan peningkatan signifikan pada dimensi pengetahuan standar hidup yang layak. Kerja keras Pemprov Jatim dan semua pihak dalam menciptakan lapangan kerja telah membuahkan hasil, tingkat pengangguran terbuka Jatim konsisten turun dan Februari 2025  diangka 3,61 persen jauh dibawah rata – rata nasional, “ujar Gubernur.

Khofifah juga mengatakan bahwa pemuda Jawa Timur harus menjadi garda terdepan dalam mensikapi dan beradaptasi terhadap dinamika peribahan baik lokal, regional, nasional maupun global. Penguatan peran pemuda menjadi salah satu kunci utama dalam mewujudkan Indonesia emas. Keberhasilan pemuda Jawa Timur dalam meraih prestasi tentu menjadi semangat untuk terus maju dan terus memberikan pengorbanan serta deikasi terbaik untuk masyarakat, bangsa dan negara. 

“Kita semua harus mampu bangkit dan bisa membuktikan bahwa Jawa Timur adalah rumah bersama yang kuat dan tangguh. Jaga kebersamaan, mari bergandengan tangan, menjaga, membela dan menguatkan NKRI. Selamat Hari Sumpah Pemuda ke-97 “Pemuda – Pemudi Bergerak , Indonesia Bersatu,”pungkas Khofifah. (yan/hjr)

Standardisasi Konten Prioritas Nasional: Fondasi Komunikasi Publik Menuju Indonesia Emas 2045

Iki Radio - Di tengah derasnya arus informasi yang kian kompleks, pemerintah terus memastikan arah komunikasi publik tetap berpijak pada kebenaran dan nilai kebangsaan. Melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Kebijakan Standardisasi Konten Program Prioritas Nasional yang akan digelar di Denpasar, Bali, Rabu (29/10/2025), Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) meneguhkan peran penting komunikasi publik dalam menyampaikan pesan pembangunan secara akurat, berimbang, dan berintegritas.

Kegiatan yang diinisiasi oleh Direktorat Informasi Publik, Direktorat Jenderal Komunikasi Publik dan Media ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat kapasitas sumber daya manusia (SDM) komunikasi publik di era digital, khususnya dalam penyusunan konten kebijakan pemerintah yang akurat, inklusif, serta berlandaskan nilai-nilai Pancasila.

Pelaksanaan Bimtek ini dilandasi oleh amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik dan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, yang menegaskan pentingnya penyediaan informasi publik yang benar dan tidak menyesatkan. Melalui kegiatan ini, Kemkomdigi berupaya memastikan seluruh konten program prioritas nasional disusun sesuai standar etika komunikasi publik serta prinsip hak asasi manusia (HAM).

Ketua Tim Penyusun Kebijakan dan Standardisasi Bidang Komunikasi Publik Ditjen KPM Kemkomdigi, Mulyani, menyampaikan bahwa standardisasi konten menjadi kunci agar pesan pembangunan pemerintah tidak hanya informatif, tetapi juga memiliki nilai edukatif, pemberdayaan, pencerahan, dan nasionalisme.

“Konten pemerintah harus mencerminkan nilai-nilai Pancasila dan menghindari disinformasi. Dengan demikian, masyarakat dapat menerima informasi yang akurat dan berimbang,” jelasnya.

Bimtek ini diikuti oleh 50 peserta luring yang terdiri atas Kepala Dinas Kominfo Provinsi/Kabupaten/Kota wilayah Indonesia Timur serta perwakilan humas kementerian/lembaga. Selain itu, sekitar 500 peserta lainnya mengikuti kegiatan secara daring melalui aplikasi Zoom dan kanal YouTube resmi Kemkomdigi.

Para peserta akan mendapatkan pembekalan langsung dari Dr. Ira Mirawati, akademisi Universitas Padjadjaran, yang akan memaparkan praktik pembuatan konten program prioritas pemerintah, serta Eling Wening Pangestu dari Politeknik Negeri Lampung yang menjelaskan pengukuran kriteria produksi dan distribusi konten digital. Kegiatan juga diselingi sesi interaktif berupa pre-test, post-test, dan kuis Kahoot sebagai bentuk evaluasi pemahaman peserta.

Selain memperkuat kapasitas teknis, pelaksanaan Bimtek ini menjadi bagian dari fungsi pembinaan teknis Kemkomdigi sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Kominfo Nomor 4 Tahun 2024 dan Permen Komdigi Nomor 1 Tahun 2025. Melalui pembinaan tersebut, pemerintah daerah diharapkan mampu menyusun konten kebijakan yang selaras dengan semangat “Bersama Indonesia Maju Menuju Indonesia Emas 2045.”

“Informasi publik yang baik adalah fondasi komunikasi pemerintahan yang transparan dan demokratis. Standardisasi konten menjadi cara untuk memastikan setiap pesan pembangunan membawa manfaat dan menumbuhkan kepercayaan masyarakat,” tegasnya. 

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Kemkomdigi berharap sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam produksi konten kebijakan dapat semakin solid. Langkah ini juga memperkuat posisi komunikasi publik sebagai jembatan antara pemerintah dan masyarakat menuju terwujudnya Indonesia Emas 2045.

Kementerian Komdigi Ingin Anak Melek Digital tetapi Tetap Aman dan Sehat

Iki Radio - Di tengah meningkatnya interaksi anak-anak di dunia digital, Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) terus memperkuat upaya menciptakan ruang digital yang aman dan ramah anak. Melalui Direktorat Komunikasi Publik, Direktorat Jenderal Komunikasi Publik dan Media (KPM) menggelar Forum Sosialisasi Sahabat Tunas: Sesi Anak Hebat Belajar Aturan PP Tunas Selasa (28/10/2025) di Sukabumi, Jawa Barat.

Direktur Jenderal KPM Kemkomdigi, Fifi Aleyda Yahya

Kegiatan ini merupakan bagian dari inisiatif literasi digital bagi anak dan keluarga untuk mendukung implementasi Peraturan Pemerintah tentang Tata Kelola untuk Anak Aman dan Sehat Digital (PP Tunas).

Forum ini diikuti lebih dari 200 siswa SD, SMP, dan MTs beserta orang tua mereka, serta disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube Ditjen Komunikasi Publik dan Media.

Pada kesempatan tersebut Direktur Jenderal KPM Kemkomdigi, Fifi Aleyda Yahya, menegaskan bahwa literasi digital bagi anak bukan sekadar kemampuan menggunakan gawai, tetapi juga kesadaran untuk menjaga diri dan menghormati orang lain di dunia maya.

“Melalui kegiatan Sahabat Tunas, kami mengajak anak-anak belajar tentang hak dan kewajiban sebagai anak digital yang cerdas dan bertanggung jawab. Yang namanya hebat bukan hanya berarti pintar bermain gawai, tapi tahu cara menjaga diri dan menghormati orang lain, baik di dunia nyata maupun maya,” ujar Fifi.

Ia menambahkan, pendampingan anak dalam berinteraksi di dunia digital harus dilakukan secara seimbang. Anak perlu memahami kapan waktunya online untuk belajar dan berkreasi, serta kapan saatnya offline untuk bersosialisasi dan beraktivitas di dunia nyata.

“Perlu pendampingan di dunia digital bagi anak-anak bukan hanya untuk belajar, berinteraksi, dan membuat konten yang kreatif, tapi juga agar mereka tahu kapan memanfaatkan waktu secara offline,” jelas Fifi.

Direktur Jenderal Komunikasi Publik dan Media (KPM) Kemkomdigi, Fifi Aleyda Yahya, berkerudung hijau, berada di tengah 200 siswa SD, SMP, dan MTs beserta orang tua pada kegiatan Forum Sosialisasi Sahabat Tunas: Sesi Anak Hebat Belajar Aturan PP Tunas di Sukabumi, Jawa Barat, Selasa (28/10/2025).


PP Tunas Kurangi Kekhawatiran Orang Tua

Dalam sesi talkshow, peneliti dari Pusat Studi Pendidikan dan Kebijakan, Annisa Pratiwi Iskandar, menyampaikan bahwa PP Tunas memberi kepastian bagi orang tua bahwa pemerintah hadir dalam melindungi anak di ruang digital.

“Dengan adanya PP Tunas, beban dan kekhawatiran orang tua berkurang karena ada dukungan pemerintah dalam mengatur platform digital untuk mengidentifikasi risiko bagi anak, termasuk perlindungan dari konten negatif, eksploitasi anak sebagai konsumen konten digital, maupun gangguan kesehatan psikologis dan fisiologis,” ungkap Annisa.

Ia menambahkan, fenomena saat ini menunjukkan perubahan besar dalam cara anak berinteraksi. Banyak anak kini menghabiskan waktu lebih dari tiga jam sehari di dunia digital, sehingga pendampingan adaptif dari keluarga dan sekolah menjadi kebutuhan mendesak.

Dalam kesempatan yang sama, konten kreator Vendryana Ayu Larasati turut menegaskan pentingnya peran keluarga sebagai filter pertama sebelum algoritma. Menurutnya, keluarga menjadi ruang belajar utama sebelum anak bersentuhan dengan dunia digital.

“Keluarga adalah tempat anak pertama kali belajar. Sebelum anak-anak belajar dari dunia digital, mereka belajar dari orang tua tentang bagaimana bersikap, memilih, dan bertanggung jawab,” ujarnya.

Vendryana menekankan bahwa komunikasi terbuka antara orang tua dan anak menjadi kunci agar ruang digital tidak dianggap tabu.

“Yang anak-anak butuhkan bukan hanya aturan, tapi ruang untuk bicara. Dari situ anak belajar bahwa dunia digital bisa dibicarakan, bukan disembunyikan,” tegasnya.

Bangun Kreativitas dan Keseimbangan Lewat Aktivitas Tanpa Gawai

Selain sesi edukatif, kegiatan ini juga menghadirkan sesi dongeng interaktif bersama Iman Surahman Hadi, pendiri Dongeng Ceria Indonesia, serta aktivitas “Asyik Tanpa Gadget” seperti melukis, memancing, dan memanen sayur.

Kegiatan ini menjadi bentuk nyata ajakan Kementerian Komunikasi dan Digital agar anak-anak tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga pelaku kreatif yang mampu menyeimbangkan kehidupan digital dan sosialnya.

Dengan forum seperti Sahabat Tunas, Kementerian Komdigi pun berharap literasi digital anak dapat tumbuh sejak dini, menjadikan mereka “warga digital hebat” yang cerdas, kreatif, dan beretika.

OJK Kediri Cabut Izin Usaha BPR Nagajayaraya Sentrasentosa

Iki Radio - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kediri, mencabut izin usaha PT Bank Perekonomian Rakyat (BPR) Nagajayaraya Sentrasentosa, Nganjuk. Pencabutan izin ini, atas permintaan pemegang saham atau melalui mekanisme self liquidation

Pencabutan izin tersebut tertuang dalam Keputusan Anggota Dewan Komisioner OJK Nomor KEP-68/D.03/2025 tanggal 8 Oktober 2025.

Petugas memberikan pengumuman atas pencabutan izin usaha PT Bank Perekonomian Rakyat (BPR) Nagajayaraya Sentrasentosa Kecamatan Kertosono, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. (Foto: OJK Kediri)

Kepala OJK Kediri, Ismirani Saputri menjelaskan, pencabutan izin ini dilakukan setelah pemegang saham mengajukan pembubaran badan usaha karena belum mampu memenuhi ketentuan modal inti minimum sesuai regulasi yang berlaku. 

“Proses pencabutan izin dilakukan sesuai prosedur dalam POJK Nomor 7 Tahun 2024 tentang Bank Perekonomian Rakyat dan BPR Syariah, yang melalui dua tahapan: persetujuan persiapan pencabutan dan keputusan akhir pencabutan izin usaha,” kata Ismirani, Selasa (28/10/2025).

Penyerahan keputusan pencabutan izin usaha dilakukan langsung oleh OJK Kediri kepada pemegang saham pengendali, Fransisca Ornella Sari, bersama jajaran direksi BPR Nagajayaraya Sentrasentosa pada 15 Oktober 2025. 

Dalam pertemuan itu, Fransisca memastikan seluruh kewajiban terhadap dana pihak ketiga telah diselesaikan oleh pemegang saham.

OJK meminta manajemen dan pemegang saham segera menindaklanjuti proses pembubaran badan hukum serta mengumumkan berakhirnya kegiatan usaha sesuai ketentuan perundang-undangan. 

Meski izin usaha telah dicabut, pemegang saham tetap bertanggung jawab atas seluruh kewajiban yang belum diselesaikan sejak tanggal pencabutan diberlakukan.

Seluruh aset kredit BPR juga dialihkan kepada pemegang saham untuk penyelesaian lebih lanjut, termasuk kewajiban pembayaran debitur di masa mendatang.

OJK menegaskan komitmennya menjaga kepercayaan publik terhadap sektor perbankan melalui pengawasan dan pembinaan berkelanjutan demi memastikan stabilitas sistem keuangan nasional.**

Bupati Madiun Resmikan SPPG Ke 21 di Kabupaten Madiun

Iki Radio - Bupati Madiun Hari Wuryanto, meresmikan operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Desa Lembah, Kecamatan Dolopo Kabupaten Madiun, Selasa (28/10/2025).

SPPG Desa Lembah ini , akan melayani pemberian Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi para siswa di sekolah wilayah Kecamatan Dolopo.

“Hari ini launching untuk SPPG Lembah yang insyaallah akan memberikan layanan di Kecamatan Dolopo. Ini merupakan program dari Pak Prabowo yang luar biasa kita support, dan SPPG ini menjadi yang ke-21 yang sudah operasional,” ujar Hari Wuryanto.

Ditargetkan, pada tahun ajaran baru mendatang, sedikitnya terdapat 52 SPPG di Kabupaten Madiun, seluruhnya dapat beroperasi.  Bupati menegaskan, Pemkab Madiun telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) Makan Bergizi Gratis (MBG) guna memastikan pelaksanaan program MBG berjalan sesuai standar.

“Sertifikat higienitas nanti akan dikeluarkan setelah pelatihan dan uji kelayakan. Kita ingin makanan yang disajikan betul-betul bergizi, higienis, dan sehat,” lanjut Bupati.

Dengan keberadaan SPPG ini diharapkan tidak hanya memberikan layanan MBG bagi siswa, namun juga mampu meningkatkan perekonomian warga.

“Satu SPPG bisa menyerap sekitar 50 tenaga kerja. Kalau 52 beroperasi, berarti ada lebih dari 2.600 tenaga kerja baru yang terlibat. Petani dan pelaku UMKM lokal juga akan diuntungkan karena bahan pangan diambil dari wilayah sekitar,” tambahnya.

Kepala SPPG Lembah, Laksana Fajar Gumilang, menyampaikan, pihaknya saat ini melayani sasaran di Desa Lembah, Desa Mlilir, Desa Glonggong, dan sebagian wilayah Dolopo.

“Sementara saat ini jumlah penerima manfaat awal sekitar 1.056 siswa, Target totalnya nanti sekitar 3.800 penerima manfaat” kata Fajar.

Dijelaskan, saat ini ada sekitar 70 persen tenaga kerja di SPPG Lembah, berasal dari warga sekitar, dengan total sekitar 50 relawan dapur.

‎“Kami terus berproses agar semua sesuai standar. Pelatihan penjamah makanan sudah dilakukan dan 50 persen relawan sudah bersertifikat. Sertifikat higienis dan halal menyusul setelah verifikasi dari Dinkes,” jelasnya.

Diduga Sakit, Seorang Lansia Penarik Becak Ditemukan Tewas

Iki Radio - Seorang lansia penarik becak, ditemukan meninggal dunia di sebuah pos kampling, Jalan Nias gang Merah Putih, Kelurahan Madiun Lor Kecamatan Manguharjo Kota Madiun, Selasa (28/10/2025) siang.

Seorang penarik becak warga Desa Kwangsen Jiwan Madiun, ditemukan tewas di sebuah pos kamling Jalan Nias Kota Madiun, Selasa (28/10/2025)

Korban diketahui bernama Soleman (73), warga Dusun 02, Desa Kwangsen, Kecamatan Jiwan, Kabupaten Madiun. Korban pertama kali ditemukan oleh Paeran (65), seorang petugas kebersihan lingkungan, sekitar pukul 11.00 WIB. Saat itu ia sendang melintas di lokasi sambil membawa gerobak sampahnya.

“Saya lihat beliau (korban) tergeletak dalam posisi terlentang. Saat didekati, sudah tidak ada tanda-tanda kehidupan, jadi saya langsung melapor ke warga sekitar dan Bhabinkamtibmas,” ujar Paeran.

Mendapat laporan warga, Bhabinkamtibmas Kelurahan Madiun Lor, Aiptu Haris Dwi, segera berkoordinasi dengan Polsek Manguharjo dan Polres Madiun Kota untuk melakukan penanganan di lokasi kejadian. Tim Inafis Polres Madiun Kota kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan identifikasi awal.

“Kami turut berduka cita atas meninggalnya almarhum. Terima kasih kepada warga yang cepat tanggap melapor kepada kepolisian. Hal seperti ini menunjukkan kepedulian sosial yang tinggi antarwarga,” kata Kapolres Madiun Kota, AKBP Wiwin Junianto.

Lebih lanjut pihaknya mengimbau masyarakat untuk lebih peka terhadap lingkungan sekitar, terutama terhadap warga lanjut usia atau pekerja sektor informal yang beraktivitas sendirian.

“Kami harap masyarakat selalu waspada dan tidak ragu melapor jika ada kejadian mencurigakan atau membutuhkan pertolongan. Kepedulian kecil bisa menyelamatkan nyawa,” tambahnya.

Kapolsek Manguharjo Kompol Lilik Sulastri, S.H., M.H., memastikan penanganan kasus telah dilakukan sesuai prosedur dan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

Dari hasil pemeriksaan sementara, korban diduga meninggal dunia akibat sakit, karena diketahui memiliki riwayat asam urat dan kolesterol. Selanjutnya korban dibawa ke RSU dr. Soedono Madiun untuk pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut, sebelum diserahkan ke pihak keluarga korban.(iw/hms)

 

Hadir Dengan Baju Adat NTT, Kadin DLH Madiun Jadi Juara

Iki Radio - Keberagaman Indonesia dengan berbagai bentuk pakaian adatnya, terlihat dalam upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke 97, di Lapangan Desa Balerejo, Kecamatan kebonsari Kabupaten Madiun, Selasa (28/10/2025).

Kepala DLH Madiun beserta istri menerima hadiah penampilan busana terbaik dalam upacara HSP 2025 di Kebonsari Madiun, Selasa (28/10/2025)

Para undangan dari jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Madiun, Bupati dan Wakil Bupati Madiun, serta kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan pemerintah Kabupaten Madiun, mengenakan pakaian adat dari berbagai daerah di tanah air. Hal ini mensyaratkan semangat persatuan bangsa, dari berbagai daerah di Indonesia yang bersatu sebagaimana makna Sumpah Pemuda.


Salah satunya Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Madiun, Muhamad Zahrowi, hadir beserta istri dan kompak mengenakan pakaian adat dari Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

“Awalnya tidak tahu kalau ternyata ada penilaian busana adat. Kemarin hanya menerima undangan dan datang dengan mengenakan pakaian adat,” ujar Zahrowi, Selasa (28/10/2025).

Sejumlah undangan mengenakan pakaian adat nusantara

Mantan Kepala BPBD Kabupaten Madiun inipun juga sangat percaya diri dengan mengenakan busaha adat NTT tersebut. “Pakaian adat daerah NTT Amarasi, ini suatu kebanggaan, dimomen bersejarah bangsa ini,” lanjutnya.

Baju adat Amarasi merupakan salah satu busana tradisional yang berasal dari suku Dawan di Nusa Tenggara Timur (NTT), Indonesia. Baju adat ini memiliki keunikan dalam desain, motif, dan bahan-bahan yang digunakan. Pakaian ini memiliki sejarah panjang yang berasal dari tradisi dan kebudayaan masyarakat Dawan.

Namun dalam busana yang dikenakan Kadin DLH ini juga terlihat dikombinasikan dengan aksesoris pakaian adat NTT dari Suku Rote. Dimana pakaian adat Suku Rote adalah Tenun Ikat.

Pakaian Adat NTT

Pakaian adat wanita terdiri dari kain tenun yang dirangkai menjadi baju terusan atau rok dan atasan, serta dihiasi dengan aksesori khas seperti Bula Molik (mahkota bulan sabit), Pendi (ikat pinggang), dan Habas (kalung). Ciri paling ikonik adalah Ti'i Langga, topi berbentuk sombrero dari daun lontar yang dikenakan pria untuk melambangkan kepercayaan diri dan kewibawaan.

“Semangatnya Indonesia, Semangatnya Persatuan, untuk maju dan bangkit bersama,” tegasnya.

Sementara dalam upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke 97 di Kabupaten Madiun, bertindak selaku inspektur upacara, Bupati Madiun, Hari Wuryanto.

“Pemuda dan pemudi Indonesia harus terus bergerak, berkarya, serta berinovasi, demi mewujudkan Indonesia yang lebih maju. Kita hidup di zaman yang serba cepat dan penuh perubahan, di tengah perkembangan dunia digital, Pemuda Indonesia harus mampu menjadi pelaku perubahan, bukan hanya penonton. Jadilah pemuda yang adaptif, kreatif dan berintegritas. Kita hidup di zaman yang serba cepat dan penuh perubahan di tengah perkembangan dunia digital,” kata Bupati Madiun membacakan sambutan Menteri Pemuda dan Olah Raga dalam rangka HSP 2025.

Penyerahan hadiah pemenang lomba desa serta pertunjukan pencak silat, juga menambah suasana peringatan HSP 2025 di Kabupaten Madiun ini semakin semarak.(iw/ir)

close
Pasang Iklan Disini