Iki Radio – Bupati Madiun, Hari Wuryanto, menghadiri Rapat Koordinasi Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) dan Transformasi Layanan Pertanahan se-Jawa Timur di Ruang Rapat Hayam Wuruk, Kantor Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Timur, Surabaya, Jumat (11/9/2026).
Rakor tersebut dipimpin langsung oleh Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid. Turut hadir dalam kesempatan tersebut Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak, Sekda Jatim Adhi Karyono, Kakanwil BPN Jatim Muhammad Naim, serta seluruh kepala daerah se-Jawa Timur.
Bupati Madiun, Hari Wuryanto, menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Madiun untuk terus menjaga keberlangsungan sektor pertanian yang menjadi fondasi ketahanan pangan daerah maupun nasional.
"Ketahanan pangan adalah masa depan kita bersama. Melalui pengintegrasian LP2B ke dalam RTRW/RDTR serta integrasi data pertanahan dan perpajakan (BPHTB), kita berkomitmen penuh untuk memproteksi lahan pertanian produktif di Kabupaten Madiun sekaligus memberikan kemudahan layanan bagi masyarakat," tegas Hari Wuryanto.
Sementara itu, Menteri ATR/Kepala BPN Nusron Wahid menyampaikan apresiasi tinggi atas kinerja Pemerintah Provinsi Jawa Timur beserta pemerintah kabupaten/kota. Penetapan LP2B di Jawa Timur saat ini telah mencapai 87,34% dari Lahan Baku Sawah (LBS). Capaian ini berhasil melampaui target nasional sebesar 87% yang sejatinya ditargetkan selesai pada 2029 sesuai Perpres Nomor 12 Tahun 2025.
"Saya berterima kasih dan apresiasi sekali dari Jawa Timur. Belum tahun 2029, usulannya sudah mencapai angka 87,34%. Harusnya pekerjaan selesai tahun 2029, sudah selesai di bulan September 2026," ujar Nusron Wahid.
Menteri Nusron juga mengimbau seluruh kepala daerah untuk segera menindaklanjuti penetapan LP2B ini dengan memasukkannya ke dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) masing-masing daerah agar memiliki kepastian hukum dan tata ruang yang mengikat.
"RTRW itu menjadi panglima dalam pembangunan. Kompas atas pembangunan ini adalah rencana tata ruang dan wilayah," lanjut Nusron.
Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Dardak, menambahkan bahwa capaian impresif ini merupakan hasil kolaborasi erat antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota. Tercatat, sebanyak 18 kabupaten/kota di Jatim telah memenuhi target melalui LP2B murni, sementara 11 kabupaten/kota lainnya mencapai target dengan faktor penambah.








