Musim Kemarau, Distribusi Beras SPHP Bulog Madiun Tembus 120 Persen

Iki Radio — Perum Bulog Kantor Cabang Madiun mencatatkan realisasi penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang signifikan sepanjang tahun 2026. 

Hingga saat ini, distribusi pasokan beras tersebut telah menembus angka 10.000 ton lebih atau mencapai 120 persen dari target yang ditetapkan.

Pimpinan Bulog Kantor Cabang Madiun, Agung Sarianto, menyampaikan bahwa capaian ini melampaui target awal yang dipatok untuk tahun 2026.

"Target awal kami untuk tahun 2026 sebesar 8.000 ton. Namun hingga pertengahan September ini, penyaluran sudah menembus lebih dari 10.000 ton. Melihat tren permintaan pasar, kami optimis distribusi beras SPHP hingga akhir tahun 2026 bisa menyentuh angka 15.000 ton," ujar Agung, Jum'at (11/9/2026).

Langkah intervensi pasar secara masif ini dilakukan bukan tanpa alasan. Faktor musim kemarau yang memicu penurunan hasil panen petani lokal menjadi penyebab utama berkurangnya ketersediaan beras di pasaran. 

Situasi tersebut berpotensi memicu lonjakan harga pangan di tingkat konsumen jika tidak segera diantisipasi.

Sebagai bentuk mitigasi, Bulog Madiun terus memperkuat pasokan di pasar-pasar tradisional yang menjadi pilar ekonomi masyarakat. Fokus pengawasan dan penjagaan stok menyasar tiga daerah yang menjadi cakupan wilayah layanan Bulog Madiun, yaitu Kota Madiun, Kabupaten Madiun, dan Kabupaten Ngawi.

Melalui penggelontoran beras SPHP ini, ketersediaan bahan pokok di masyarakat dipastikan tetap terjaga, sehingga stabilitas harga beras di wilayah Madiun dan sekitarnya tetap terkendali selama masa kemarau.(ir)

close
Pasang Iklan Disini