Iki Radio - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menghadirkan informasi dan edukasi kebencanaan secara interaktif melalui pameran Asia Disaster Management and Civil Protection Expo & Conference (ADEXCO) 2026 di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Jakarta.
Keikutsertaan BNPB dalam ADEXCO
2026 tidak hanya menampilkan informasi mengenai penanggulangan bencana, tetapi
juga mengajak masyarakat mengenali berbagai ancaman bencana serta pentingnya
kesiapsiagaan. Edukasi tersebut disampaikan melalui materi visual dan kegiatan
interaktif di booth BNPB yang berada di Hall D2.
Dalam pameran indoor, BNPB
menampilkan berbagai produk dan materi edukasi kebencanaan, antara lain maket
diorama kebencanaan, miniatur sistem peringatan dini atau early warning system
(EWS), maket mobil dan perahu BNPB, maket rumah aman gempa, buku, serta
berbagai produk informasi kebencanaan lainnya.
"Pengunjung dapat melihat
secara langsung maket kebakaran hutan dan lahan serta maket erupsi Gunung
Semeru. Materi tersebut memberikan gambaran visual mengenai karakteristik
bencana sehingga pengunjung dapat lebih mudah memahami ancaman dan risiko yang
dapat terjadi di lingkungan sekitar," kata Plt. Kepala Pusat Data, Informasi,
dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan dalam keterangannya, Jumat
(11/9/2026).
Selain materi berbentuk maket,
BNPB memperkenalkan Data Informasi Bencana Indonesia (DIBI) sebagai salah satu
layanan informasi kebencanaan. Melalui DIBI, pengunjung dapat mengenal data
kejadian bencana di Indonesia serta memahami pemanfaatan data kebencanaan dalam
meningkatkan pengetahuan mengenai risiko bencana.
Edukasi di booth BNPB juga
diperkuat melalui kuis kebencanaan yang digelar dua kali setiap hari.
Pertanyaan dalam kuis mencakup pengetahuan mengenai tahapan penanggulangan
bencana, mulai dari kondisi prabencana, saat terjadi bencana, hingga
pascabencana.
Kuis tersebut menjadi sarana
interaksi langsung antara BNPB dan pengunjung. Melalui pendekatan yang lebih
ringan dan interaktif, masyarakat tidak hanya memperoleh informasi, tetapi juga
dapat menguji pengetahuan mengenai langkah yang perlu dilakukan sebelum, saat,
dan setelah bencana terjadi.
Berbagai informasi kebencanaan
juga ditampilkan melalui layar televisi di area booth. Penyajian secara visual
tersebut melengkapi materi pameran sekaligus memudahkan pengunjung dari
berbagai latar belakang untuk memperoleh informasi kebencanaan.
Selain pameran indoor, BNPB
bersama Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), TNI, dan BPBD Jawa
Timur juga menggelar pameran outdoor. Area tersebut menampilkan kendaraan
command centre, mobil rescue truck, Mosipena, dan perahu amfibi yang dapat
dikunjungi pengunjung secara langsung.
BNPB juga menampilkan dokumentasi
foto dan video melalui galeri pembelajaran bencana Siklon Tropis Senyar.
Dokumentasi tersebut memuat data mengenai proses kejadian, dampak yang
ditimbulkan, serta upaya penanganan mulai dari tahap prabencana, tanggap
darurat, hingga pascabencana.
Partisipasi BNPB dalam ADEXCO
2026 menjadi bagian dari upaya memperluas akses masyarakat terhadap informasi
kebencanaan. Informasi yang mudah dipahami menjadi salah satu unsur penting
dalam membangun kesiapsiagaan karena pengetahuan mengenai ancaman dan risiko
dapat membantu masyarakat menentukan langkah yang tepat ketika menghadapi
bencana.
Di sisi lain, ADEXCO 2026 menjadi
ruang pertemuan berbagai pemangku kepentingan yang bergerak di bidang manajemen
bencana dan perlindungan sipil. Kehadiran berbagai teknologi, inovasi, dan
solusi kebencanaan membuka peluang pertukaran pengetahuan serta penguatan
kolaborasi dalam menghadapi risiko bencana.
Melalui keikutsertaan dalam
ADEXCO 2026, BNPB terus mendorong penanggulangan bencana yang tidak hanya
berfokus pada penanganan ketika bencana terjadi, tetapi juga memperkuat upaya
pencegahan, kesiapsiagaan, dan pengurangan risiko bencana.
Pameran ADEXCO 2026 berlangsung
hingga Sabtu (12/9/2026) di JIExpo Kemayoran, Jakarta. Selama pameran
berlangsung, booth BNPB di Hall D2 menjadi ruang bagi masyarakat untuk
memperoleh informasi sekaligus meningkatkan pengetahuan mengenai kebencanaan
melalui berbagai kegiatan edukatif dan interaktif.








