Iki Radio – Perusahaan Umum (Perum) Badan Urusan Logistik (BULOG) Kantor Cabang Madiun membuktikan komitmen nyatanya dalam menjaga stabilitas harga pangan dan meringankan beban pengeluaran masyarakat.
BULOG Madiun telah merampungkan 100 persen
pendistribusian Program Bantuan Pangan (Bapang) berupa beras dan minyak goreng
untuk alokasi bulan Februari dan Maret 2026.
Langkah percepatan ini diambil sebagai instrumen
strategis pemerintah dalam mengantisipasi dinamika harga pangan di pasaran,
sekaligus meningkatkan daya beli masyarakat.
Dalam program ini, BULOG Madiun menggelontorkan komoditas
pokok dalam jumlah besar yang menyasar ratusan ribu keluarga Penerima Bantuan
Pangan (PBP).
Penyaluran yang dilakukan secara bertahap namun progresif
ini berhasil diselesaikan lebih cepat dari batas waktu yang ditetapkan oleh
Badan Pangan Nasional (Bapanas), yaitu sebelum 31 Mei 2026.
Secara akumulatif, BULOG Madiun telah menyalurkan beras sebanyak
5.835 ton, miyak goreng: 1.167 Kilo Liter (KL), dengan jumlah sasaran 291.753
Penerima Bantuan Pangan (PBP).
Untuk penerima di wilayah Kota Madiun, Bulog Cabang
Madiun telah merampungkan penyaluran pada Maret 2026 lalu. Sedangkan untuk di
Kabupaten Madiun, capaian 100 persen penyaluran pada April 2026. Dan untuk
wilayah Kabupaten Ngawi, telah selesai pada 26 Mei 2026.
Pemimpin Cabang Perum BULOG Madiun, Agung Sarianto,
menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan buah dari sinergi yang kuat di
lapangan antara BULOG, Pemerintah Daerah, dan seluruh stakeholder terkait.
"BULOG Madiun telah menuntaskan pendistribusian
bantuan pangan 100 persen kepada Keluarga Penerima Bantuan Pangan sebelum
tanggal 31 Mei 2026,” ujar Agung
Sarianto, Selasa (9/6/2026).
Hal ini diharapkan dapat mengurangi beban pengeluaran
masyarakat, sekaligus menjadi langkah strategis pemerintah untuk mengendalikan
gejolak harga pangan dan inflasi.
Kelancaran program ini juga diakui oleh pihak Pemerintah
Daerah. Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Madiun, Paryoto,
menambahkan bahwa komunikasi intensif dengan BULOG memastikan bantuan yang
diterima masyarakat tidak hanya tepat waktu, tetapi juga berkualitas tinggi.
"Kami terus berkoordinasi dengan BULOG terkait
penyaluran program bantuan pangan, mulai dari pengecekan kualitas hingga monitoring
pelaksanaan di lapangan. Hasilnya, pendistribusian banpang (bantuan pangan)
dapat berjalan dengan lancar dan diterima dengan baik oleh masyarakat,"
jelas Paryoto.
Program bantuan pangan ini terbukti menjadi instrumen
strategis yang langsung meringankan dapur masyarakat di tingkat bawah.
"Alhamdulillah kami sangat terbantu dengan bantuan
ini. Minyak dan beras bantuan yang saya terima juga bagus, cukup untuk makan
sehari-hari jadi kami tidak perlu beli beras dan minyak lagi,” ungkap Kasiem,
warga dari Desa Klumutan, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun.
Kasiem berharap program bantuan pangan ini terus
berlanjut, karena sangat membantu masyarakat.
“Semoga bulan depan ada bantuan seperti ini lagi," tambahnya.
Dengan selesainya alokasi Februari dan Maret ini, BULOG
Madiun memastikan kesiapannya untuk terus mengawal ketahanan pangan dan
mengantisipasi fluktuasi harga di pasar pada periode-periode berikutnya.(ir)













