Iki Radio – Pemerintah Kabupaten Madiun mengumumkan pemenang Sayembara Logo Hari Ulang Tahun (HUT) ke-458 Kabupaten Madiun.
Juara dalam ajang kreatif ini berhasil diraih Ridho Agung Laksono, pemuda asal Desa Bongsopotro, Kecamatan Saradan.
Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik, Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Madiun, Robani, menyatakan bahwa karya yang terpilih tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga memiliki kedalaman makna yang luar biasa.
"Hasil seleksi penilaian dewan juri, filosofinya lengkap," ujar Robani, Selasa (9/6/2026).
Logo karya Ridho ini dinilai sukses merangkum visi, misi, kekayaan budaya, serta potensi besar yang dimiliki oleh Kabupaten Madiun untuk melangkah menuju masa depan yang Bersahaja (Bersih, Sehat, dan Sejahtera).
Desain logo pemenang ini memuat elemen-elemen penting yang merepresentasikan identitas Kabupaten Madiun secara mendalam, yang terbagi menjadi dua poin utama:
Elemen Bentuk dan Simbol
Angka 458: Melambangkan usia Hari Jadi Kabupaten Madiun. Bentuk visualnya dibuat saling terhubung, menggambarkan konsep sinergi dan kolaborasi untuk terus bergerak bersama.
Simbol Industri: Garis yang mengarah ke atas menggambarkan pengembangan kawasan industri demi mempercepat pertumbuhan ekonomi yang berdaya saing serta meningkatkan daya beli masyarakat.
Gapura (Alun-Alun Reksogati): Melambangkan pusat pemerintahan yang bersih, efektif, terpercaya, serta maksimal dalam pelayanan publik berbasis teknologi.
Pesilat: Menegaskan identitas Kabupaten Madiun sebagai Kampung Pesilat, yang merepresentasikan kekuatan, kebersamaan, dan kerukunan antarwarga.
Air: Menjadi simbol sumber kehidupan, keseimbangan, serta keterhubungan melalui alur yang mengalir.
Batik (Motif Beras Kutah): Menggambarkan pelestarian warisan budaya dan inovasi. Uniknya, motif ini membentuk pola angka 206 yang merepresentasikan jumlah desa/kelurahan di Kabupaten Madiun sebagai simbol pembangunan yang merata.
Ukiran: Melambangkan nilai ekonomi dari kerajinan lokal sekaligus simbol dalam menjunjung tinggi keharmonisan dan keselarasan hidup.
Padi dan Jagung: Dua komoditas pangan utama Madiun yang menyimbolkan kemakmuran. Jumlah 15 bulir padi secara spesifik melambangkan 15 kecamatan yang ada di Kabupaten Madiun.
Perkebunan: Menunjukkan potensi lereng Gunung Wilis yang subur, menempatkan Madiun sebagai salah satu lumbung pangan dan sentra hortikultura utama di Jawa Timur.
Gunung Wilis: Merepresentasikan sektor pariwisata yang kaya, mulai dari wisata alam, agrowisata, desa wisata, hingga wisata sejarah dan budaya.
Ulir: Visualisasi dari gotong royong, kolaborasi, dan
keselarasan yang berkelanjutan antara pemerintah dan masyarakat.
Makna Warna Logo
Warna-warna yang digunakan dalam logo ini dipilih dengan cermat untuk membawa pesan psikologis yang kuat.
Kuning : Melambangkan jiwa yang penuh semangat dan optimisme untuk terus berinovasi dan bergerak maju.
Hijau : Melambangkan keharmonisan, kemakmuran, dan keberlanjutan dalam mewujudkan Madiun yang Bersahaja (Bersih, Sehat, dan Sejahtera).
Biru : Melambangkan kepercayaan, keselarasan, sinergitas, serta stabilitas antara pemerintah dan masyarakat dalam pembangunan yang berkeadilan.
Dengan logo ini, Pemerintah Kabupaten Madiun berharap seluruh elemen masyarakat dapat meresapi semangat kolaborasi dan gotong royong yang tertuang di dalamnya.
Logo ini diharapkan menjadi pemantik semangat untuk membawa Kabupaten Madiun menjadi daerah yang semakin maju, mandiri, dan berdaya saing tinggi.
Nantinya logo dari pemenang sayembara ini akan digunakan
dalam berbagai bentuk media publikasi kegiatan Hari Jadi Kabupaten Madiun ke
458.(ir)
BACA JUGA :












