Iki Terbaru/Paling Greeess

OJK dan Kemenkeu Paparkan Reformasi Asuransi dan Dana Pensiun di Forum OECD Paris

PARIS, Iki Radio — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Kementerian Keuangan Republik Indonesia memaparkan perkembangan reformasi sektor perasuransian dan dana pensiun dalam forum Accession Review yang diselenggarakan oleh Working Party on Insurance and Pensions (WPIP) OECD di Paris, Prancis, pada 2–5 November 2026. Pertemuan ini merupakan bagian penting dari proses aksesi Indonesia untuk menjadi anggota Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD).

Delegasi Indonesia dipimpin oleh Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK Ogi Prastomiyono, didampingi Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK Dicky Kartikoyono, Duta Besar RI untuk Prancis Mohamad Oemar, serta Direktur Pengembangan Dana Pensiun, Asuransi, dan Aktuaria Kemenkeu Yani Farida Aryani.

Dalam paparannya, Ogi Prastomiyono menyampaikan bahwa total aset industri asuransi komersial meningkat dari Rp699,7 triliun pada 2017 menjadi Rp981,1 triliun pada 2025 (tumbuh rata-rata 4,3 persen per tahun). Meski demikian, penetrasi asuransi masih berada di kisaran 1,3 persen terhadap PDB, yang menandakan besarnya potensi pasar nasional yang belum tergarap optimal.

OJK terus mendorong penguatan ketahanan industri melalui reformasi prudensial, di antaranya:

  • Peningkatan persyaratan ekuitas minimum secara bertahap pada 2026 dan 2028.
  • Penerapan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) 117 yang mengadopsi IFRS 17 sejak 2025.
  • Penyempurnaan kerangka Risk-Based Capital (RBC) yang lebih sensitif terhadap risiko mulai 2027.

Selain aspek prudensial, Dicky Kartikoyono menegaskan bahwa OJK memperkuat pengawasan market conduct dan pelindungan konsumen secara proaktif. Pengawasan ini mencakup transparansi pemasaran, penyelesaian klaim yang adil melalui layanan Kontak OJK 157, APPK, hingga Lembaga Alternatif Penyelesaian Sengketa Sektor Jasa Keuangan (LAPS SJK).

Di sektor dana pensiun, Indonesia menyoroti tantangan cakupan kepesertaan yang baru menjangkau sekitar 37 persen pekerja, dengan peserta aktif program wajib setara 17 persen dari angkatan kerja. Pemerintah tengah menyiapkan harmonisasi sistem pensiun nasional—sejalan dengan amanat UU P2SK—agar program wajib dan sukarela dapat saling melengkapi, terutama untuk menjangkau pekerja sektor informal.

Yani Farida Aryani menjelaskan bahwa reformasi ini dilaksanakan secara bertahap untuk memperluas akses, meningkatkan kecukupan manfaat, serta menjaga kesinambungan pendapatan hari tua masyarakat. Di sisi lain, OJK memperkuat dana pensiun sukarela (DPPK dan DPLK) dengan memperluas diversifikasi portofolio investasi dan menerapkan strategi investasi berbasis siklus hidup (lifecycle investment).

Dalam sesi Accession Review, negara-negara anggota OECD memberikan apresiasi terhadap langkah strategis Indonesia dalam memperkuat tata kelola perusahaan, mengoptimalkan pertumbuhan asuransi, serta memperluas perlindungan pensiun bagi kelompok pekerja yang belum terjangkau.

OJK dan Kementerian Keuangan berkomitmen untuk terus menyelaraskan kerangka regulasi nasional dengan standar internasional OECD guna membangun sektor keuangan yang tangguh, inklusif, dan berdaya saing global.

 

Anthony Xie Pasrah Rumah Tangganya dengan Audi Marissa : "Aku Sudah Berdamai dengan Keadaan"

JAKARTA, Iki Radio — Rumah tangga pasangan selebritas Anthony Xie dan Audi Marissa kembali berada di ambang perpisahan. Setelah sempat dikabarkan sepakat untuk rujuk pada 24 September 2026 lalu, kesepakatan tersebut resmi dibatalkan sehingga proses perceraian di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan kembali dilanjutkan.

Menanggapi situasi ini, Anthony Xie mengaku pasrah. Meskipun mengakui masih menyimpan rasa cinta dan keinginan untuk mempertahankan rumah tangganya, ia memilih untuk menghormati keputusan sang istri tanpa mengedepankan ego.

"Sebenarnya aku selalu mengikuti apa yang dia mau ya. Karena kita selalu respek sama apa yang dia mau dan itu keputusan dia sehingga kalau memang keputusan dia seperti itu (ingin bercerai), aku ikuti," ungkap Anthony Xie saat ditemui di kawasan Senayan, Jakarta, Jumat (6/11/2026).

Aktor sinetron Anak Langit ini menambahkan bahwa dirinya telah berdamai dengan keadaan sejak lama. Menurutnya, setiap permasalahan rumah tangga memiliki dinamika tersendiri yang harus dihadapi dengan kepala dingin.

Meski berpotensi berpisah setelah menikah pada 12 September 2020 silam, Anthony memastikan bahwa hubungannya dengan Audi akan tetap terjalin baik. Ia menegaskan tidak ada rasa benci di antara mereka, terutama demi kepentingan putra mereka, Anzel Maverick Xie.

"Yang pasti aku enggak akan benci lah, karena biar bagaimanapun dia ibu dari anak-anakku. Apalagi rasa sayang dan rasa cinta masih ada," tegasnya.

Terkait urusan pengasuhan anak, Anthony berkomitmen untuk memberikan kebebasan penuh kepada Audi untuk tetap bertemu dan menghabiskan waktu bersama sang buah hati. Ia ingin memastikan bahwa meskipun ikatan pernikahan mereka tidak dapat diselamatkan, peran keduanya sebagai orang tua tidak akan pernah luntur.

"Mamanya juga tetap datang kalau dia enggak syuting, dia enggak kerja. Pasti tetap datang untuk main sama anak dan tidurin anak. Yang namanya orang tua pasti kita mau yang terbaik buat anak. Kalau kita enggak berhasil, ya anak kita harus bahagia dan dia harus berhasil," tutupnya.

 

7 November : Mengukuhkan Jati Diri Bangsa: Menyelami Makna dan Semangat di Balik Hari Wayang Nasional

MADIUN, Iki Radio — Setiap tanggal 7 November, bangsa Indonesia memperingati Hari Wayang Nasional. Penetapan hari penting ini bukan tanpa alasan, melainkan berakar dari momentum bersejarah ketika Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO) secara resmi mengakui wayang Indonesia sebagai Masterpiece of the Oral and Intangible Heritage of Humanity atau Mahakarya Warisan Budaya Takbenda Kemanusiaan pada 7 November 2003.

Berdasarkan pengakuan internasional tersebut, pemerintah kemudian mengukuhkannya melalui Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 30 Tahun 2018 yang ditandatangani oleh Presiden Joko Widodo pada 17 Desember 2018. Penetapan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran serta kecintaan masyarakat terhadap wayang sebagai aset budaya nasional yang krusial dalam pembentukan karakter dan jati diri bangsa.

Wayang telah lama menjadi bagian dari denyut nadi budaya Nusantara. Lebih dari sekadar pertunjukan hiburan, seni tradisional ini berfungsi sebagai media penyampaian nilai moral, pendidikan, dan refleksi kehidupan manusia.

Berbagai lakon pewayangan secara konsisten menggambarkan dinamika kehidupan, mulai dari pertarungan antara kebaikan dan keburukan, nilai kesetiaan, rasa tanggung jawab, hingga konsekuensi dari setiap keputusan yang diambil. Relevansi nilai-nilai inilah yang membuat wayang tetap penting untuk dipelajari oleh berbagai kalangan, termasuk generasi muda.

Dalam praktiknya, pertunjukan—khususnya wayang kulit—merupakan sebuah kolaborasi seni yang kaya. Dalang memegang peran sentral sebagai penggerak alur cerita, yang berpadu harmonis dengan alunan musik gamelan, sastra, serta keterampilan tingkat tinggi dalam memainkan karakter.

Di tengah arus globalisasi dan perkembangan teknologi, upaya pelestarian budaya memerlukan pendekatan yang adaptif agar tetap hidup di tengah masyarakat. Langkah pelestarian dapat dimulai dari hal-hal sederhana, seperti:

  • Menonton dan mengapresiasi pertunjukan wayang secara langsung maupun virtual.
  • Mengenalkan cerita-cerita pewayangan kepada anak-anak sejak dini.
  • Berpartisipasi aktif dalam berbagai kegiatan kebudayaan.
  • Memanfaatkan media sosial untuk menyebarkan informasi positif seputar pewayangan.

Selain itu, pemanfaatan teknologi digital membuka peluang emas agar wayang semakin digemari generasi muda. Cerita pewayangan kini dapat dikemas secara kreatif melalui video edukasi, animasi, hingga konten digital interaktif tanpa menghilangkan nilai budaya luhur yang menjadi identitas utamanya.

Peringatan Hari Wayang Nasional menjadi pengingat penting bagi seluruh elemen bangsa bahwa warisan budaya tidak cukup hanya dikenang sebagai sejarah masa lalu. Wayang harus terus dipelajari, diperkenalkan, dan dilestarikan agar terus hidup dan menginspirasi di tengah dinamika perubahan zaman.

 

Sumber: Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen)

 

Buka POPDA dan PEPARPEDA di Ngawi, Wagub Emil: Ajang Bentuk Karakter dan Mental Juara Generasi Muda

NGAWI, Iki radio – Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, secara resmi membuka Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) dan Pekan Paralimpik Pelajar Daerah (PEPARPEDA) Jawa Timur di Kabupaten Ngawi, Jumat malam (6/11/2026).

Dalam sambutannya, Emil menegaskan bahwa POPDA dan PEPARPEDA bukan sekadar kompetisi tahunan untuk memperebutkan gelar juara semata. Lebih dari itu, kedua ajang ini memiliki peran mendasar dalam membangun karakter, menempa mental juara, sekaligus menyiapkan generasi muda Jawa Timur yang tangguh dalam menghadapi tantangan masa depan.

Menurut Emil, kompetisi olahraga tingkat pelajar memegang posisi strategis untuk menjaring bibit-bibit atlet potensial. Para atlet muda ini diharapkan mampu terus berkembang hingga kelak mengharumkan nama Jawa Timur dan Indonesia di tingkat yang lebih tinggi. Kendati demikian, ia menekankan bahwa nilai utama kegiatan ini dapat dirasakan oleh seluruh peserta, tidak terbatas bagi mereka yang bercita-cita menjadi atlet profesional.

“Ini adalah ajang untuk mencetak mental generasi penerus bangsa yang kuat. Adik-adik yang hadir di sini bukan hanya memiliki bakat, tetapi juga mental baja dan mental juara,” ujar Emil di hadapan ribuan peserta dan tamu undangan.

Ia menambahkan, pengalaman bertanding secara langsung akan mengasah kedisiplinan, keberanian, nilai sportivitas, serta kemampuan beradaptasi saat menghadapi tekanan. Nilai-nilai karakter tersebut menjadi bekal krusial yang akan terus melekat pada diri para pelajar dalam menjalani kehidupan bermasyarakat di masa mendatang.

Emil memberikan perhatian khusus pada penyelenggaraan PEPARPEDA. Ia menegaskan pentingnya mewujudkan ruang olahraga yang inklusif dan memberikan kesempatan setara bagi seluruh anak, termasuk para pelajar penyandang disabilitas, untuk menyalurkan bakat serta mengukir prestasi.

“Jawa Timur adalah milik kita semuanya, termasuk saudara-saudari kita yang memiliki kebutuhan khusus. Mereka juga harus bisa menyalurkan bakatnya di bidang olahraga,” tegasnya.

Kepada seluruh atlet, pelatih, ofisial, hingga perangkat pertandingan, Wagub mengimbau agar senantiasa menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas sepanjang kompetisi berjalan. Ia mengingatkan bahwa menang atau kalah bukanlah satu-satunya tolok ukur keberhasilan. Hal yang jauh lebih utama adalah keberanian mengerahkan kemampuan terbaik serta menjaga tali persaudaraan antarpeserta dari berbagai kabupaten/kota se-Jawa Timur.

Pada kesempatan yang sama, Emil menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemerintah Kabupaten Ngawi yang telah bersiap diri menjadi tuan rumah pelaksanaan POPDA dan PEPARPEDA. Kehadiran ribuan kontingen yang terdiri dari atlet, pelatih, ofisial, hingga pendamping dan keluarga diyakini membawa dampak positif langsung terhadap perekonomian lokal.

Ia berharap momentum ini dapat dimanfaatkan secara optimal oleh pemerintah daerah dan masyarakat Ngawi untuk mempromosikan berbagai potensi lokal, mulai dari destinasi wisata alam, keanekaragaman kuliner, hingga produk-produk UMKM dan kerajinan khas daerah kepada para pengunjung.

 

POPDA XV dan PEPARPEDA III Jatim 2026 di Alun-Alun Merdeka Ngawi Pecahkan Rekor Peserta Terbanyak

NGAWI, Iki Radio — Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) XV dan Pekan Paralimpik Pelajar Daerah (PEPARPEDA) III Provinsi Jawa Timur Tahun 2026 resmi dibuka dalam sebuah seremoni meriah di Alun-Alun Merdeka Ngawi, Jumat malam (6/11/2026).

Acara pembukaan yang dihadiri langsung oleh Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, jajaran Forkopimda Jawa Timur, Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono, serta kepala daerah dan pejabat se-Jawa Timur ini mencatatkan sejarah baru dengan total partisipasi terbanyak sepanjang penyelenggaraannya.

Dalam laporan pembukaannya, Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Kadispora) Provinsi Jawa Timur, Dr. Muhamad Hadi Wawan Guntoro, mengungkapkan bahwa total kepesertaan terverifikasi dari seluruh kabupaten/kota se-Jawa Timur mencapai 8.630 orang.

"POPDA XV dan PEPARPEDA III adalah event olahraga pelajar yang kali ini terbanyak dalam sejarah penyelenggaraannya," ujar Hadi Wawan Guntoro di hadapan para tamu undangan dan kontingen.

Secara rinci, kepesertaan dan cabang olahraga yang dipertandingkan meliputi:

POPDA XV: Mempertandingkan 29 cabang olahraga (cabor) yang diikuti 38 kontingen dengan total 7.767 peserta (5.902 atlet dan 1.865 pelatih/ofisial).

PEPARPEDA III: Mempertandingkan 4 cabor yang diikuti 33 kontingen dengan total 412 peserta (266 atlet dan 146 pelatih/ofisial).

Cabor Eksibisi POPDA III: Mempertandingkan 3 cabor yang diikuti 32 kontingen dengan total 455 peserta (347 atlet dan 109 pelatih/ofisial).

Rangkaian ajang olahraga pelajar tingkat provinsi ini sejatinya telah bergulir sejak 29 Oktober hingga 11 November 2026. Selain berpusat di Kabupaten Ngawi, sejumlah pertandingan juga diselenggarakan di lokasi pendukung seperti Kota Surabaya, Kota Madiun, dan Kabupaten Magetan.

Sebelum malam pembukaan, telah dilaksanakan prosesi Kirab Api bertajuk "Nyala dari Akar Ngawi" pada Kamis (5/11/2026). Api disulut dari cauldron di kawasan Cikal Bakal Ngawi Purba (Kantor Desa Ngawi) sebagai simbol semangat perjuangan dan kebersamaan masyarakat Jawa Timur.

Malam pembukaan semakin semarak dengan penampilan grup musik Guyon Waton. Rangkaian POPDA XV dan PEPARPEDA III akan ditutup pada Rabu (11/11/2026) di tempat yang sama, yang akan diwarnai pertunjukan kesenian lokal, pengumuman pemenang lomba konten pelajar, serta pengumuman klasemen akhir kontingen.

Kadispora Jatim menyampaikan apresiasi tinggi kepada Bupati Ngawi beserta seluruh jajaran Pemkab dan pemerintah kabupaten/kota se-Jawa Timur yang telah memberikan dukungan penuh. Menurutnya, ajang ini bukan sekadar kompetisi olahraga, melainkan momentum strategis untuk mendorong pembinaan atlet muda, penguatan industri olahraga, serta penggerak roda ekonomi daerah.

 

Gunung Semeru Erupsi Dini Hari, Kolom Abu Capai 200 Meter di Atas Puncak

MALANG, Iki Radio — Gunung Semeru yang terletak di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, kembali menunjukkan aktivitas vulkaniknya dengan mengalami erupsi pada Sabtu dini hari (7/11/2026). Letusan tersebut tercatat terjadi tepat pukul 01.23 WIB.

Berdasarkan laporan resmi Badan Geologi yang dikutip dari Antara, tinggi kolom abu vulkanik yang teramati dari atas puncak mencapai kurang lebih 200 meter. Jika dikalkulasikan dari atas permukaan laut (dpl), ketinggian kolom abu tersebut berada di kisaran 3.876 meter. Petugas pos pengamatan gunung api terus mendokumentasikan secara berkala karakteristik material vulkanik yang terlepas ke udara.

Dari hasil pengamatan visual, kolom abu vulkanik terpantau berwarna putih hingga kelabu dengan tingkat intensitas tebal. Hembusan angin turut memengaruhi arah sebaran abu yang terpantau bergerak menuju sektor barat daya.

Sementara itu, aktivitas erupsi ini juga terekam dengan jelas melalui peralatan seismograf di pos pengamatan setempat. Berdasarkan data instrumen, erupsi Gunung Semeru tercatat memiliki amplitudo maksimum 22 milimeter dengan durasi letusan selama 147 detik.

Menanggapi kejadian ini, masyarakat di sekitar kawasan Gunung Semeru diimbau untuk tetap waspada serta tidak melakukan aktivitas di sepanjang jalur sektoral yang telah direkomendasikan oleh pihak berwenang. Hingga kini, pemantauan secara intensif terus dilakukan oleh petugas guna mengantisipasi potensi erupsi susulan.

Meriah! Guyon Waton Sukses Menggoyang Ngawi di Pembukaan POPDA XV dan PEPARPEDA III Jatim 2026

NGAWI, Iki Radio — Alun-Alun Merdeka Ngawi menjadi saksi kemeriahan pembukaan resmi Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) XV dan Pekan Paralimpik Pelajar Daerah (PEPARPEDA) III Jawa Timur 2026 pada Jumat malam (6/11/2026). 

Ribuan masyarakat dan kontingen pelatda dari berbagai daerah memadati lokasi untuk menyaksikan pembukaan ajang olahraga bergengsi tingkat provinsi ini.

Suasana semakin semarak ketika grup musik dangdut akustik ternama asal Kulon Progo, Yogyakarta, Guyon Waton, naik ke atas panggung utama. 

Dikenal dengan karya-karyanya yang populer dan dekat di telinga masyarakat, Guyon Waton sukses membius para penonton. 

Dalam penampilannya, mereka membawakan berbagai lagu, seperti Korban Janji, Menepi, hingga Sanes.

Lagu-lagu hits yang dibawakan ini membuat seluruh Alun-Alun Merdeka bergoyang dan bernyanyi bersama hingga penghujung acara.

Acara Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) XV dan Pekan Paralimpik Pelajar Daerah (PEPARPEDA) III Jawa Timur 2026 ini dibuka secara resmi oleh Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, yang hadir didampingi oleh Bupati Ngawi, Ony Anwar Harsono. 

Mengusung tema "Berprestasi, Sportif, Inklusif untuk Jawa Timur Maju", ajang ini diharapkan menjadi wadah pembinaan atlet muda berbakat sekaligus merekatkan rasa persaudaraan dan inklusivitas di Jawa Timur.

Dalam penyelenggaraan tahun ini, Kabupaten Ngawi bertindak sebagai pusat tuan rumah utama dengan dukungan lokasi pertandingan di Kota Surabaya, Kota Madiun, serta Kabupaten Magetan. Rangkaian kompetisi POPDA XV dan PEPARPEDA III Jatim 2026 ini dijadwalkan berlangsung hingga 11 November 2026 mendatang.

Resmi Jadi Embarkasi Haji 2027, Bandara Dhoho Kediri Siap Layani 9.641 Jemaah dari 15 Daerah

KEDIRI, Iki Radio — Bandara Internasional Dhoho Kediri, Jawa Timur, resmi ditetapkan sebagai embarkasi dan debarkasi haji reguler untuk penyelenggaraan ibadah haji 1448 Hijriah/2027 Masehi. Penetapan ini tertuang dalam Keputusan Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia Nomor 92 Tahun 2026 yang disahkan pada 21 Oktober 2026.

Melalui keputusan tersebut, Bandara Dhoho diproyeksikan akan melayani sebanyak 9.641 calon jemaah haji yang berasal dari 15 kabupaten dan kota di wilayah Jawa Timur.

Direktur PT Surya Dhoho Investama, Maksin Arisandi, menyambut hangat kepercayaan yang diberikan oleh Kementerian Haji dan Umrah. Ia menilai penetapan ini sebagai tonggak sejarah baru bagi operasional bandara.

"Alhamdulillah, penetapan ini merupakan milestone penting bagi Bandara Dhoho. Kami melihatnya sebagai sebuah peluang sekaligus tanggung jawab besar untuk mempersiapkan layanan penerbangan haji dengan sebaik-baiknya," ujar Maksin dalam keterangan resminya di Kediri, Jumat (6/11/2026).

Guna memastikan kelancaran operasional, PT Surya Dhoho Investama bergerak cepat meningkatkan infrastruktur, fasilitas alur pergerakan jemaah, kualitas pelayanan, hingga keselamatan penerbangan. Koordinasi intensif terus dilakukan bersama pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan, termasuk rencana menggelar simulasi operasional terintegrasi bersama Pemkab Kediri.

Selain meningkatkan konektivitas penerbangan, hadirnya Embarkasi Dhoho diharapkan mempermudah akses calon jemaah haji di wilayah Jawa Timur bagian selatan serta membawa dampak positif bagi perekonomian lokal.

"Keberadaan layanan tersebut berpotensi mendorong aktivitas ekonomi daerah melalui sektor transportasi, akomodasi, pariwisata, dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM)," tambah Maksin.

Sebanyak 9.641 calon haji yang akan dilayani Embarkasi Dhoho mencakup wilayah Kabupaten Kediri, Kota Kediri, Kabupaten Blitar, Kota Blitar, Kabupaten Madiun, Kota Madiun, Bojonegoro, Jombang, Magetan, Nganjuk, Ngawi, Pacitan, Ponorogo, Trenggalek, dan Tulungagung.

Sebagai penunjang operasional, Kementerian Haji dan Umrah juga menetapkan Wisma Surya Kediri sebagai tempat transit resmi bagi para calon jemaah sebelum berangkat ke Tanah Suci.

close
Pasang Iklan Disini