Resmi Jadi Embarkasi Haji 2027, Bandara Dhoho Kediri Siap Layani 9.641 Jemaah dari 15 Daerah

KEDIRI, Iki Radio — Bandara Internasional Dhoho Kediri, Jawa Timur, resmi ditetapkan sebagai embarkasi dan debarkasi haji reguler untuk penyelenggaraan ibadah haji 1448 Hijriah/2027 Masehi. Penetapan ini tertuang dalam Keputusan Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia Nomor 92 Tahun 2026 yang disahkan pada 21 Oktober 2026.

Melalui keputusan tersebut, Bandara Dhoho diproyeksikan akan melayani sebanyak 9.641 calon jemaah haji yang berasal dari 15 kabupaten dan kota di wilayah Jawa Timur.

Direktur PT Surya Dhoho Investama, Maksin Arisandi, menyambut hangat kepercayaan yang diberikan oleh Kementerian Haji dan Umrah. Ia menilai penetapan ini sebagai tonggak sejarah baru bagi operasional bandara.

"Alhamdulillah, penetapan ini merupakan milestone penting bagi Bandara Dhoho. Kami melihatnya sebagai sebuah peluang sekaligus tanggung jawab besar untuk mempersiapkan layanan penerbangan haji dengan sebaik-baiknya," ujar Maksin dalam keterangan resminya di Kediri, Jumat (6/11/2026).

Guna memastikan kelancaran operasional, PT Surya Dhoho Investama bergerak cepat meningkatkan infrastruktur, fasilitas alur pergerakan jemaah, kualitas pelayanan, hingga keselamatan penerbangan. Koordinasi intensif terus dilakukan bersama pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan, termasuk rencana menggelar simulasi operasional terintegrasi bersama Pemkab Kediri.

Selain meningkatkan konektivitas penerbangan, hadirnya Embarkasi Dhoho diharapkan mempermudah akses calon jemaah haji di wilayah Jawa Timur bagian selatan serta membawa dampak positif bagi perekonomian lokal.

"Keberadaan layanan tersebut berpotensi mendorong aktivitas ekonomi daerah melalui sektor transportasi, akomodasi, pariwisata, dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM)," tambah Maksin.

Sebanyak 9.641 calon haji yang akan dilayani Embarkasi Dhoho mencakup wilayah Kabupaten Kediri, Kota Kediri, Kabupaten Blitar, Kota Blitar, Kabupaten Madiun, Kota Madiun, Bojonegoro, Jombang, Magetan, Nganjuk, Ngawi, Pacitan, Ponorogo, Trenggalek, dan Tulungagung.

Sebagai penunjang operasional, Kementerian Haji dan Umrah juga menetapkan Wisma Surya Kediri sebagai tempat transit resmi bagi para calon jemaah sebelum berangkat ke Tanah Suci.

close
Pasang Iklan Disini