Iki Terbaru/Paling Greeess

Semangat Sumpah Pemuda, Kepala PT Taspen Madiun: Memimpin Itu Menyatukan, Bukan Menyuruh

MADIUN, Iki Radio — Peringatan Hari Sumpah Pemuda menjadi momen refleksi mendalam bagi jajaran pimpinan PT Taspen (Persero) Kantor Cabang Madiun. Kepala PT Taspen (Persero) Kantor Cabang Madiun, Susilo, menegaskan pentingnya meneladani nilai-nilai persatuan yang diwariskan oleh para pemuda Indonesia pada tahun 1928 silam.

Bagi Susilo, esensi Sumpah Pemuda bukan sekadar peringatan sejarah tahunan, melainkan pedoman moral dalam menjalankan amanah kepemimpinan sehari-hari. Ia menekankan bahwa filosofi pergerakan pemuda masa lalu sangat relevan dalam membangun budaya kerja organisasi saat ini.

"Makna Sumpah Pemuda bagi saya sebagai pimpinan adalah pengingat bahwa memimpin itu bukan menyuruh, tapi menyatukan," ujar Susilo.

Ia menambahkan, sebagaimana para pemuda 1928 berhasil meleburkan berbagai perbedaan suku, budaya, dan latar belakang menjadi satu kekuatan besar Indonesia, hal serupa juga harus diterapkan dalam lingkungan kerja.

"Tugas saya adalah menyatukan perbedaan potensi staf menjadi kekuatan pelayanan. Setiap insan di PT Taspen Madiun memiliki kelebihan dan keunikannya masing-masing. Ketika semua potensi tersebut disatukan dengan harmoni, kita bisa menghadirkan pelayanan yang optimal dan berdampak nyata bagi seluruh peserta," tegasnya.

Melalui momentum ini, PT Taspen (Persero) Kantor Cabang Madiun berkomitmen untuk terus merawat semangat kebersamaan, meningkatkan kolaborasi antar-lini, serta memberikan pelayanan yang unggul, santun, dan profesional kepada para pensiunan dan ASN di wilayah kerjanya.



 

Kemenhub Usul Skema WFA Libur Nataru 2026/2027 untuk Urai Kemacetan

JAKARTA, Iki Radio — Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengusulkan kebijakan bekerja dari mana saja atau Work From Anywhere (WFA) selama periode libur Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 (Nataru). Langkah ini diambil untuk mengantisipasi potensi kemacetan parah saat puncak arus mudik dan balik.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub, Aan Suhanan, menyampaikan bahwa skema WFA diusulkan berlaku pada 21–22 Desember 2026 serta 4 Januari 2027. Tanggal tersebut dipilih berdasarkan pemetaan prediksi titik puncak pergerakan masyarakat.

"Usulannya tanggal 21-22 di awalnya, kemudian tanggal 4 di akhir," ujar Aan dalam keterangan tertulis, Selasa (27/10/2026).

Aan menambahkan, jadwal pelaksanaan WFA tersebut masih berpotensi bertambah. Kemenhub akan berkoordinasi dengan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) serta lembaga terkait sebelum mengesahkan keputusan akhir.

Pemetaan Puncak Arus Nataru 2026/2027

Berdasarkan analisis Kemenhub, rincian prediksi puncak pergerakan masyarakat terbagi dalam beberapa gelombang. Pra-Natal 23–24 Desember 2026, Pasca-Natal 27–28 Desember 2026, Pra-Tahun Baru 30–31 Desember 2026 dan Arus Balik Utama 3–4 Januari 2027.

Fasilitas Mudik Gratis

Guna mengurangi kepadatan kendaraan pribadi, pemerintah juga menyediakan program mudik gratis dengan kuota 2.882 penumpang. Program ini memfasilitasi perjalanan menuju 10 kota tujuan di wilayah Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur.

Pendaftaran program mudik gratis akan dibuka mulai 2 Desember 2026, dengan keberangkatan dijadwalkan pada 22–23 Desember 2026.

 

 

Gunung Anak Krakatau Alami 6 Kali Gempa Hembusan Rabu Pagi Ini, Radius 5 Km Dilarang Didekati

LAMPUNG, Iki Radio – Aktivitas kegempaan Gunung Anak Krakatau kembali tercatat pada Rabu (28/10/2026) periode pengamatan pukul 00.00 hingga 06.00 WIB. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lampung melaporkan terjadi setidaknya enam kali gempa hembusan dengan durasi hingga 35 detik.

Berdasarkan data resmi BPBD Lampung, gempa hembusan tersebut tercatat memiliki amplitudo berkisar antara 41–49 mm dengan lama gempa 20–35 detik.

Selain gempa hembusan, rincian aktivitas kegempaan Gunung Anak Krakatau pada kurun waktu tersebut meliputi:

  • Gempa Low Frequency: 1 kali (amplitudo 28 mm, durasi 15 detik)
  • Gempa Hybrid/Fase Banyak: 4 kali (amplitudo 38–48 mm, durasi 15–25 detik, S-P tidak teramati)
  • Gempa Tremor Menerus: 1 kali (amplitudo 5–50 mm, dominan 10 mm)

Secara visual, kondisi fisik gunung api saat ini tertutup kabut 0-III dan asap kawah tidak teramati. Kondisi cuaca di sekitar lokasi terpantau berawan dengan hembusan angin berkecepatan sedang menuju arah barat laut.

Merespons perkembangan aktivitas tersebut, pihak berwenang mengimbau masyarakat, wisatawan, maupun pendaki untuk tidak mendekati kawasan gunung api. Kegiatan dalam radius 5 km dari pusat erupsi Gunung Anak Krakatau dilarang total guna mengantisipasi potensi bahaya.

 

Pimpin Upacara Sumpah Pemuda ke-98, Bupati Madiun Kobarkan Semangat Generasi Muda

MADIUN, Iki Radio — Pemerintah Kabupaten Madiun memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-98 Tahun 2026 dengan khidmat. Upacara yang dipusatkan di Alun-Alun Reksogati Caruban, Rabu (28/10/2026), dipimpin langsung oleh Bupati Madiun, Hari Wuryanto, yang bertindak sebagai inspektur upacara.

Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Madiun, Wakil Bupati Madiun, Ketua DPRD, Kapolres, perwakilan Dandim 0803 Madiun, Kajari, Ketua PN, perwakilan Danlanud Iswahjudi, Sekretaris Daerah, para staf ahli, asisten, kepala perangkat daerah, direktur RSUD dan BUMD, organisasi wanita (PKK, Dharma Wanita, dll), kepala Kemenag, cabang dinas pendidikan, camat se-Kabupaten Madiun, ketua perguruan pencak silat, serta tamu undangan dan peserta upacara dari berbagai elemen masyarakat.

Dalam amanatnya, Bupati Madiun membacakan naskah sambutan resmi Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, Erick Thohir, yang mengusung tema "Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia".

Menpora menekankan pentingnya membangun kemajuan bangsa yang berpijak pada karakter manusia yang luhur—patriotik dalam pengabdian, gigih dalam perjuangan, serta berempati dalam kemanusiaan.

Usai membacakan sambutan Menpora RI, Bupati Hari Wuryanto mengajak seluruh pemuda di Kabupaten Madiun untuk terus meningkatkan kapasitas diri, mengembangkan kreativitas dan inovasi, serta berani mengambil peran aktif dalam pembangunan daerah.

"Jadilah pemuda yang tidak hanya membanggakan diri sendiri, tetapi juga mampu memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya masyarakat Kabupaten Madiun," ujar Bupati Madiun di hadapan para peserta upacara.

Beliau juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memberikan ruang, kesempatan, and dukungan penuh kepada generasi muda agar tumbuh menjadi generasi yang tangguh, berkarakter, and berdaya saing. Semangat Hari Sumpah Pemuda ke-98 ini diharapkan mampu memotivasi seluruh pihak untuk bersama-sama mewujudkan Kabupaten Madiun yang bersaja, bersih, sehat, dan sejahtera, demi menyongsong Indonesia maju.

 

Menyongsong Masa Depan Bangsa: Menpora Serukan Semangat Patriotik, Gigih, dan Berempati di Hari Sumpah Pemuda ke-98

JAKARTA, Iki Radio — Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, Erick Thohir, menegaskan bahwa kemajuan sejati sebuah bangsa tidak hanya diukur dari infrastruktur yang megah atau kecanggihan teknologi semata, melainkan dari karakter dan kualitas manusianya. Penegasan tersebut disampaikan dalam naskah sambutan resmi Peringatan Hari Sumpah Pemuda (HSP) ke-98 Tahun 2026 yang mengusung tema “Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia”.

Dalam pidatonya yang dirilis di Jakarta, Rabu (28/10/2026), Menpora mengingatkan kembali momen bersejarah 98 tahun silam ketika para pemuda Indonesia mengikrarkan janji suci yang menyatukan perbedaan dan melahirkan tekad bulat sebagai satu bangsa. Semangat persatuan tersebut kini harus diterjemahkan ke dalam karakter nyata generasi penerus bangsa.

"Kemajuan sejati dimulai dari manusia. Dari karakter. Dari hati yang mencintai tanah air, dari jiwa yang tidak menyerah, dan dari kepedulian terhadap sesama," ujar Menpora Erick Thohir dalam sambutannya.

Lebih lanjut, Menpora merinci tiga pilar utama yang harus dimiliki oleh pemuda Indonesia di masa kini, yaitu:

Patriotik: Mencintai Indonesia bukan sekadar lewat ucapan, melainkan melalui pengabdian dan tindakan nyata bagi tanah air.

Gigih: Memiliki mental pantang menyerah dalam menghadapi kesulitan, tahan uji di tengah kegagalan, serta terus berjuang memberikan yang terbaik.

Berempati: Memiliki kepekaan sosial untuk tidak hanya memikirkan kesuksesan diri sendiri, tetapi juga peduli dan ulurkan tangan bagi sesama yang membutuhkan.

Menpora juga mengingatkan bahwa patriotisme tanpa kepedulian akan kehilangan makna, dan kegigihan tanpa nurani akan kehilangan arah. Oleh karena itu, pembangunan kemajuan bangsa harus selalu beriringan dengan nilai-nilai kemanusiaan.


Menutup pesannya, Menpora berpesan kepada seluruh pemuda Indonesia agar berani bermimpi besar, bekerja keras, serta menjadi generasi yang kuat namun tetap berhati lembut. Pemuda diharapkan mampu menjadi pemimpin yang berani sekaligus pelayan masyarakat yang siap membangun masa depan Indonesia bersama-sama.

Film "Piye To Kih?" Siap Tayang 19 November 2026, Angkat Kisah Cinta Beda Alam Berbalut Komedi Jawa

MADIUN, Iki Radio — Industri perfilman nasional kembali diramaikan oleh kehadiran film bergenre drama komedi supranatural berbahasa Jawa berjudul "Piye To Kih?". 

Diproduksi oleh Miracle Pictures dan disutradarai oleh Ito Mavin, film ini dijadwalkan tayang serentak di jaringan bioskop Indonesia, seperti Cinema XXI dan CGV Cinemas, mulai 19 November 2026.

Dengan durasi 1 jam 48 menit dan rating penonton 13 tahun ke atas (13+), film ini menawarkan tontonan segar yang memadukan unsur komedi, romansa, dan misteri supranatural.

Cerita berpusat pada Mukidi (diperankan oleh Heri Chandra), seorang pria yang bertekad membuktikan diri agar pantas menikahi perempuan impiannya. Untuk memuluskan niat tersebut, Mukidi berjuang keras menjadi mapan dan berniat membeli rumah sendiri.

Namun, alih-alih mendapatkan kehidupan yang tenang, rumah murah yang berhasil ia beli justru membawanya pada pengalaman mistis. Ia dipertemukan dengan Sukma (diperankan oleh Dara Sarasvati), sesosok perempuan misterius yang berasal dari alam yang berbeda.

Film ini mengangkat kisah cinta beda alam dan beda agama yang dikemas secara unik. Perjalanan cinta Mukidi dan Sukma semakin meriah dan mengocok perut penonton berkat kehadiran teman-teman Mukidi, yakni Gendut (Sutrisno Agung) dan Penyok (Eko Dunung) dari Woko Channel.

Selain nama-nama di atas, film Piye To Kih? juga bertabur bintang kenamaan dan komika, di antaranya Gabriella Desta, TJ Ruth, Devina Aureel, Yono Bakrie, serta komedian senior Marwoto.

Bagi para pencinta film komedi bernuansa lokal, Piye To Kih? tentu menjadi salah satu tontonan yang sayang untuk dilewatkan di bioskop pada November mendatang.

Pesan MUI Jatim di Hari Sumpah Pemuda ke-98: Generasi Muda Diminta Jaga Persatuan dan Bijak Bermedsos

Sekum MUI Jatim Ajak Pemuda Jadikan Sumpah Pemuda Momentum Perkuat Persatuan dan Karya Nyata

SURABAYA, Iki Radio — Memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-98 yang jatuh pada 28 Oktober 2026, Sekretaris Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur, KH. M. Hasan Ubaidillah, mengajak seluruh generasi muda Indonesia untuk terus menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Ia menekankan pentingnya peran aktif anak muda dalam membangun bangsa melalui ilmu pengetahuan, karya, dan amal saleh.

Gus Hasan Ubaidillah—sapaan akrabnya—menyatakan bahwa semangat Sumpah Pemuda harus terus dihidupkan guna menghadapi berbagai tantangan zaman yang kian dinamis. Menurutnya, generasi muda memegang posisi strategis sebagai motor kekuatan bangsa sekaligus penjaga keutuhan di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.

"Selamat Hari Sumpah Pemuda ke-98. Kami mengajak seluruh generasi muda Indonesia untuk terus menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, memperkuat persaudaraan, serta menjadi generasi yang berilmu, berakhlak, produktif, dan bertanggung jawab," ujar Gus Hasan di Surabaya, Selasa (27/10/2026).


Sikapi Perbedaan dengan Dewasa dan Bijak Bermedia Sosial

Dalam arahannya, Gus Hasan juga menyoroti pentingnya menyikapi perbedaan pendapat maupun pandangan secara dewasa. Ia mengingatkan agar masyarakat, khususnya kaum muda, senantiasa mengedepankan dialog dan musyawarah dalam kehidupan bermasyarakat dan berdemokrasi.

Selain itu, ia memberikan peringatan keras terkait derasnya arus informasi di media sosial. Generasi muda diminta untuk tidak mudah terpancing emosi atau terprovokasi oleh berita yang belum jelas kebenarannya.

"Anak-anak muda harus mampu berpikir jernih dan bijak dalam menyikapi setiap persoalan. Jangan mudah terprovokasi oleh informasi yang belum tentu benar. Saring sebelum sharing, periksa kebenaran informasi, dan jangan sampai media sosial justru menjadi ruang untuk menyebarkan kebencian maupun perpecahan," pesan Gus Hasan.

Ia mendorong agar ruang digital dimanfaatkan secara positif sebagai sarana menyebarkan pengetahuan, kreativitas, nilai-nilai kebaikan, serta semangat persaudaraan antarsesama.


Aspirasi Damai dan Berdaulat untuk Indonesia Maju

Terkait penyampaian aspirasi, Gus Hasan mengingatkan agar dilakukan dengan cara-cara yang damai, tertib, dan bermartabat. Kebebasan berpendapat dalam berdemokrasi harus tetap dibarengi dengan penghormatan terhadap hak orang lain serta komitmen menjaga keamanan umum.

"Mari kita sampaikan setiap aspirasi dengan cara yang baik, damai, dan bermartabat. Hindari tindakan anarkis maupun provokatif yang justru dapat merugikan diri sendiri, orang lain, dan masyarakat luas," tegasnya.

Menutup keterangannya, Gus Hasan berharap momentum Hari Sumpah Pemuda ke-98 mampu melahirkan generasi muda yang cerdas, berkarakter, memiliki kepedulian sosial tinggi, serta berjiwa nasionalis.

"Pemuda hari ini adalah kekuatan Indonesia ke depan. Mari isi semangat Sumpah Pemuda dengan ilmu, karya, prestasi, dan amal saleh untuk Indonesia yang semakin maju, damai, adil, makmur, dan harmonis," pungkasnya.



Polda Jatim Ajak Generasi Muda Teladani Semangat Sumpah Pemuda dan Bijak di Ruang Digital

SURABAYA, Iki Radio — Menjelang peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 pada 28 Oktober 2026, Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim) mengajak seluruh generasi muda untuk terus menjaga semangat persatuan, memperkuat rasa kebangsaan, serta semakin bijak dan bertanggung jawab dalam menggunakan media sosial.

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Jules Abraham Abast, menyampaikan bahwa nilai-nilai luhur Sumpah Pemuda tetap sangat relevan di tengah perkembangan zaman saat ini. Jika pada masa lalu para pemuda dipersatukan oleh tekad kebangsaan, maka tantangan generasi muda masa kini adalah merawat persatuan di tengah derasnya arus informasi dan dinamika ruang digital.

"Momentum Sumpah Pemuda mengingatkan kita bahwa generasi muda memiliki peran penting dalam menjaga persatuan dan masa depan bangsa. Mari jadikan ruang digital sebagai tempat menyebarkan gagasan, kreativitas, and hal-hal positif yang memperkuat persaudaraan," ujar Kombes Pol Abast, Selasa (27/10/2026).

Pihaknya juga mengingatkan agar generasi muda tidak mudah percaya serta menyebarkan informasi yang belum terverifikasi kebenarannya. Terlebih lagi, informasi yang mengandung unsur provokasi, ajakan kekerasan, maupun narasi yang berpotensi memecah belah persatuan bangsa.

"Jangan mudah terprovokasi dan jangan sekadar ikut-ikutan terhadap ajakan yang belum dipahami tujuan maupun risikonya. Jadilah generasi muda yang kritis, cerdas, and bertanggung jawab," pesan Kombes Pol Abast menegaskan.

Di sisi lain, Polda Jatim menegaskan bahwa Polri senantiasa menghormati ruang bagi generasi muda untuk menyampaikan pendapat, gagasan, kritik, maupun aspirasi. Namun, kebebasan berekspresi tersebut diimbau agar dijalankan secara bertanggung jawab, tertib, damai, serta tetap menjunjung tinggi hak dan keselamatan orang lain.


Peran Keluarga dan Filosofi "Jogo Omah"

Dalam menyambut momentum Sumpah Pemuda ini, Polda Jatim turut mengajak para orang tua untuk aktif membangun komunikasi yang terbuka dengan anak-anak mereka. Pendampingan terhadap lingkungan pergaulan serta aktivitas anak di ruang digital dinilai menjadi kunci utama perlindungan generasi muda.

Menurut Kombes Pol Abast, menjaga keselamatan generasi muda sekaligus keamanan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama. Semangat tersebut sejalan dengan pesan "Jogo Omah" yang terus digaungkan oleh Kapolda Jawa Timur.

"Jogo Omah bukan hanya menjaga rumah secara fisik. Kita menjaga keluarga kita, menjaga anak-anak kita, menjaga lingkungan kita, and pada akhirnya bersama-sama menjaga Jawa Timur sebagai rumah kita agar tetap aman dan kondusif," jelasnya.

Polda Jatim berharap peringatan Hari Sumpah Pemuda tahun ini dapat menjadi pengingat bahwa semangat menjaga persatuan dapat dimulai dari lingkup terkecil, yakni keluarga dan masyarakat sekitar.

"Semangat Sumpah Pemuda adalah semangat persatuan. Mari kita mulai dari rumah kita sendiri. *Jogo Omah, Jogo Lingkungan, lan Jogo Jawa Timur*. Bersama-sama kita jaga Jawa Timur tetap aman, damai, dan kondusif," pungkas Kombes Pol Abast.

close
Pasang Iklan Disini