Iki Radio — Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman meminta para petani dan peternak di Indonesia untuk tidak lagi menggelar aksi demonstrasi di jalan saat menghadapi berbagai permasalahan sektor pertanian maupun peternakan. Amran mengimbau mereka untuk datang langsung menemuinya guna mencari solusi bersama.
Pernyataan tersebut disampaikan Amran saat menerima audiensi peternak di kediamannya di kawasan Pancoran, Jakarta Selatan, Jumat (9/10/2026). Langkah respons cepat ini sebelumnya juga pernah ia lakukan saat menerima aksi unjuk rasa petani asal Indramayu di Kantor Pusat Kementerian Pertanian (Kementan) pada akhir September lalu dengan mengajak mereka berdialog langsung.
"Saya minta seluruh asosiasi tidak usah repot turun demo. Datang ke saya, insyaallah selama kebijakan di tangan saya, saya beresin untuk peternak Indonesia," tegas Amran.
Aksi terbaru datang dari para peternak ayam petelur yang menggelar unjuk rasa di gedung DPR akibat anjloknya harga telur di tingkat peternak serta membengkaknya biaya pakan. Menanggapi situasi tersebut, Amran langsung menerima perwakilan peternak di kediamannya sejak pukul 06.00 WIB untuk berdiskusi selama lebih dari dua jam.
Sebagai langkah konkret jangka pendek, Mentan menginstruksikan Perum Bulog untuk segera menyalurkan pasokan jagung pakan melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani memaparkan bahwa pasokan jagung pakan telah didatangkan dari sejumlah sentra produksi nasional, seperti Gorontalo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Sulawesi Selatan menuju Surabaya, Jawa Timur. Saat ini proses bongkar muat sedang berjalan di Pelabuhan Tanjung Perak untuk didistribusikan ke tiga provinsi di Pulau Jawa dengan alokasi masing-masing 5.000 ton pada pekan ini. Selain itu, pasokan lebih dari 5.000 ton di Lampung juga telah disiagakan.
Guna menghadirkan solusi jangka panjang, Kementan tengah menyiapkan ekosistem peternakan terintegrasi. Dalam skema ini, Bulog akan berperan sebagai pembeli siaga (off-taker) jagung pakan serta melibatkannya dalam sistem resi gudang demi menjaga kestabilan harga pasar.
Amran menegaskan komitmen pemerintah untuk terus mendampingi dan melindungi para pelaku sektor pangan sesuai dengan arahan Presiden.
"Saya pertaruhkan segalanya. Itu perintah Bapak
Presiden. Jaga mereka, lindungi mereka. Beri kesempatan peternak untung, pasti
dia berproduksi," pungkas Amran.
















