Iki Radio – Polres Malang Polda Jatim menyalurkan bantuan sosial berupa 35 ribu liter air bersih kepada warga yang terdampak kemarau panjang di Kabupaten Malang. Penyaluran bantuan ini menyasar masyarakat di Kecamatan Sumbermanjing Wetan dan Kecamatan Kalipare yang mengalami krisis air bersih selama beberapa waktu terakhir.
Di Kecamatan Sumbermanjing Wetan, distribusi berlangsung selama dua hari hingga Kamis (8/10/2026) dengan total pasokan mencapai 15 ribu liter. Air bersih disebar secara merata di tiga titik lokasi, di mana masing-masing titik menerima alokasi 5.000 liter.
Secara rinci, bantuan dialokasikan untuk warga di RT 21 dan RT 24 Dusun Sumberbende (Desa Argotirto), serta RT 10 dan RT 12 Dusun Krajan (Desa Sumberagung).
"Air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat. Ketika warga kesulitan mendapatkannya akibat kemarau, kami berupaya hadir untuk meringankan beban mereka," ujar Kasihumas Polres Malang, AKP M. Budiono, Kamis (8/10/2026).
Untuk mempermudah penggunaan harian warga, air bersih yang dikirimkan langsung ditampung ke tandon-tandon umum. Proses distribusi dilakukan secara bergotong royong oleh personel Polsek Sumbermanjing Wetan, perangkat desa, dan warga setempat.
Sehari sebelumnya, Rabu (7/10/2026), Polres Malang bersama BPBD Kabupaten Malang juga telah memasok 20 ribu liter air bersih ke Kecamatan Kalipare. Bantuan tersebut disalurkan untuk warga di Dusun Banduarjo dan Dusun Pondok Kobong, Desa Sumberpetung.
Selain menyasar tandon di pemukiman warga pada beberapa RT, pasokan air bersih juga dialokasikan untuk mendukung kebutuhan operasional di SMPN 2 Kalipare.
"Sebelumnya kami menyalurkan 20 ribu liter di Kalipare, dan kini giliran Sumbermanjing Wetan yang kami sasar. Kami ingin memastikan warga yang kesulitan air tetap mendapatkan penanganan cepat," jelas AKP Budiono.
Pihak kepolisian menegaskan bahwa langkah ini didasarkan pada pemetaan kondisi dan kebutuhan riil masyarakat di lapangan. Polres Malang terus meningkatkan koordinasi dengan jajaran kewilayahan serta pemerintah daerah untuk memantau perkembangan situasi kekeringan.
"Kami akan terus memantau wilayah-wilayah yang terdampak kekeringan. Harapannya, langkah ini dapat memastikan kebutuhan air bersih masyarakat tetap terpenuhi di tengah musim kemarau," pungkasnya.








