Iki Terbaru/Paling Greeess

Top

Ribuan Anak Disabilitas Nobar Perdana Film "Istimewa", Produser Janjikan Rumah Singgah di Setiap Provinsi

Iki Radio — Ribuan anak penyandang disabilitas dari berbagai komunitas di seluruh Indonesia merayakan hari pertama penayangan film Istimewa melalui kegiatan nonton bersama (nobar). Sebanyak 7.500 anak hadir dalam acara ini untuk menyambut penayangan film drama keluarga yang diinspirasi dari kisah hidup mereka.

Produser film Istimewa, Abdullah Mansuri—yang akrab disapa Ayah Mansuri—menyampaikan bahwa momen nobar ini digelar agar kebahagiaan atas rilisnya film dapat dirasakan langsung oleh komunitas disabilitas.

"Film Istimewa adalah film kita semua. Hari ini, sekitar 7.500 anak istimewa dari berbagai komunitas di seluruh provinsi Indonesia nonton bareng untuk merayakan penayangannya. Kami ingin kebahagiaan atas hadirnya film ini bisa dirasakan bersama oleh teman-teman istimewa," ujar Abdullah Mansuri.

Disutradarai oleh Ruben Adrian, film produksi Kairos Pictures ini merangkai kisah nyata teman-teman disabilitas menjadi narasi tentang keluarga, kehilangan, dan proses penerimaan. Film ini juga melibatkan talenta penyandang disabilitas secara langsung sebagai pemeran utama.

Kisah berpusat pada lima tokoh utama—Aldo, Bimo, Ken, Nita, dan Mul—yang tinggal di Rumah Istimewa. Mereka menemukan sosok figur ayah pada Pak Mahendra (diperankan oleh Mathias Muchus), orang yang membuat mereka merasa dicintai dan diterima apa adanya. Konflik dimulai ketika Pak Mahendra mendadak hilang, mendorong kelimanya untuk memberanikan diri keluar dari rumah dan melakukan perjalanan pencarian demi menemukan sosok yang mereka sayangi.

Selain menyajikan cerita hiburan, produksi film ini juga mengusung misi sosial. Abdullah Mansuri berkomitmen membangun Rumah Singgah Istimewa di setiap provinsi di Indonesia apabila film ini berhasil menembus satu juta penonton. Langkah ini diharapkan dapat membuka ruang lebih luas bagi anak-anak disabilitas untuk belajar, berkarya, dan mengembangkan potensi diri.

Selain Mathias Muchus, film ini turut dibintangi oleh Yanni Melwani, Zulfadli Aldiansyah, Bambang Ceper, Rein, Niatus Sholihah, Salsabila Bella, Maxime Mustofa, Ajil Ditto, Agus Kuncoro, Ence Bagus, hingga Komo Ricky.

Kisah perjuangan Aldo dan kawan-kawan dalam film Istimewa resmi dapat disaksikan di seluruh jaringan bioskop Indonesia mulai 17 September 2026.

 

Mengenal Hana Monina, Penyanyi Dangdut Asal Blitar yang Makin Bersinar Bersama Om Adella

Iki Radio – Industri musik dangdut koplo tanah air kembali diwarnai oleh kehadiran bakat muda yang mencuri perhatian. Hana Monina, penyanyi berbakat asal Blitar, Jawa Timur, kini semakin dikenal luas oleh penikmat musik setelah bergabung dengan orkes musik dangdut ternama Jawa Timur, Om Adella.

Pemilik nama lengkap Hana Monina Handiyani Putri ini tidak hanya menarik perhatian lewat suara merdunya, tetapi juga pesona paras cantiknya yang sekilas tampak seperti blasteran. Penampilan panggungnya yang memikat, didukung dengan postur tubuh ideal, menjadikannya salah satu pedangdut muda yang banyak diidolakan, khususnya oleh kaum adam.

Dalam setiap penampilannya, Hana terampil membawakan lagu-lagu bergenre campursari koplo dengan iringan khas Om Adella. Karakter vokalnya yang kuat, terutama saat mengeksekusi nada-nada tinggi, terbukti sukses menghipnotis penonton dan membuat nama penyanyi kelahiran 15 Juni 2001 ini melambung tinggi.

Popularitas Hana kian meroket setelah salah satu penampilannya menembus jajaran trending musik di YouTube. Salah satu aksi panggungnya yang paling membekas adalah saat membawakan lagu "Gaun Merah" bersama Om Adella. Video tersebut telah ditonton lebih dari 3,1 juta kali di YouTube, menegaskan posisinya sebagai salah satu talenta berbakat yang patut diperhitungkan di kancah musik dangdut tanah air.


Biodata Singkat Hana Monina:

  • Nama Lengkap: Hana Monina Handiyani Putri
  • Nama Panggung: Hana Monina
  • Tanggal Lahir: 15 Juni 2001
  • Asal: Blitar, Jawa Timur
  • Agama: Islam
  • Akun Instagram: @hanamonina01

 

Syair Perang Siak Ditetapkan sebagai Ingatan Kolektif Nasional 2026

Iki Radio - Naskah kuno Syair Perang Siak resmi ditetapkan sebagai Ingatan Kolektif Nasional (IKON) 2026 oleh Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas). Penetapan tersebut menjadi catatan penting bagi Kabupaten Siak sekaligus kado istimewa menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kabupaten Siak pada 12 Oktober 2026.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Siak, Setya Hendro Wardana, menyampaikan rasa syukur atas penetapan Syair Perang Siak sebagai salah satu IKON Nasional 2026. Menurutnya, penghargaan tersebut menjadi hadiah bagi Kabupaten Siak di usia ke-27 tahun.

“Alhamdulillah untuk hadiah ulang tahun Kabupaten Siak melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Siak mendapatkan penghargaan nasional yaitu Syair Perang Siak menjadi Ingatan Kolektif Nasional (IKON),” kata Hendro, Jumat (18/9/2026).

Penetapan tersebut tertuang dalam Keputusan Kepala Perpusnas Republik Indonesia Nomor 154 Tahun 2026 tentang Penetapan Naskah Kuno sebagai Ingatan Kolektif Nasional (IKON) Tahun 2026.

Hendro mengatakan, kepastian penetapan tersebut disampaikan Perpusnas melalui surat Nomor B.2901/3/JIP.02.02/IX/2026 tertanggal 16 September 2026 kepada Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Siak selaku pengusul naskah kuno Syair Perang Siak.

Penghargaan tersebut akan diserahkan dalam kegiatan Penganugerahan IKON dan Seminar IKON-Memory of the World Tahun 2026 yang digelar Perpusnas di Jakarta. Kegiatan bertema “Naskah, Ingatan, dan Kolektivitas Bangsa” itu dijadwalkan berlangsung Kamis, 24 September 2026, di Auditorium Lantai 2 Perpusnas, Jakarta Pusat.

Dalam surat Perpusnas disebutkan, penetapan Syair Perang Siak sebagai IKON merupakan bentuk pengakuan terhadap nilai penting warisan dokumenter yang memiliki signifikansi bagi sejarah, kebudayaan, dan peradaban Indonesia.

Sertifikat IKON 2026 akan diserahkan oleh Kepala Perpusnas. Setiap usulan IKON diwakili satu orang dari pihak pengusul untuk menerima sertifikat di atas panggung.

"Alhamdulillah, usulan tersebut berasal dari Pemerintah Kabupaten Siak melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Siak," ujar Hendro.

Menurut Hendro, penetapan tersebut menjadi kebahagiaan dan kebanggaan masyarakat Kabupaten Siak karena Syair Perang Siak memiliki keterkaitan kuat dengan sejarah daerah, termasuk keberadaan Istana Siak dan jejak Kesultanan Siak.

"Kami juga menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada Ibu Bupati, Bapak Wakil Bupati, Bapak Sekretaris Daerah beserta seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Siak, Pemerintah Provinsi Riau beserta jajarannya, LAM Siak, LAM Riau, serta seluruh tim Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Siak," kata Hendro.

Apresiasi juga disampaikan kepada budayawan Siak, Tuk Budi, filolog dari Unilak, Ibu I-iek, serta seluruh pihak yang mendukung proses pengusulan dan pelestarian Syair Perang Siak hingga ditetapkan sebagai IKON Nasional Tahun 2026.

"Semoga Allah SWT dan Tuhan Yang Maha Kuasa membalas segala kebaikan dan dukungan yang telah diberikan oleh kita semua. Prestasi ini bukan milik satu pihak, melainkan menjadi hadiah, kebanggaan, dan prestasi kita bersama untuk Kabupaten Siak dan Provinsi Riau," ucap Hendro.

Penetapan Syair Perang Siak sebagai IKON Nasional 2026 menegaskan keberadaan khazanah sejarah dan budaya Melayu Siak sebagai bagian dari warisan dokumenter Indonesia.

Pengakuan tersebut sekaligus menjadi momentum bagi Kabupaten Siak untuk terus melestarikan naskah kuno sebagai sumber pengetahuan dan ingatan kolektif bangsa.

 

Arkeolog Temukan Masjid Usia 1.300 Tahun di Al-Ma'mala Arab Saudi

Iki Radio — Para arkeolog berhasil menemukan sebuah masjid kuno yang diperkirakan berusia lebih dari 1.300 tahun di situs Al-Ma'mala, wilayah Al-Baha, Arab Saudi. Bangunan bersejarah ini diprediksi berasal dari abad pertama Hijriyah atau sekitar abad ketujuh hingga awal abad kedelapan Masehi.

Situs masjid kuno ditemukan di Al Mamala Arab Saudi. Foto: Istimewa

Dikutip dari Arkeonews, penemuan tersebut diumumkan Komisi Warisan Arab Saudi setelah menyelesaikan musim penggalian keempat di situs yang berlokasi di dekat Al-Aqiq tersebut. Penemuan ini menjadi bagian penting dalam mengungkap kehidupan masyarakat serta perkembangan arsitektur Islam pada periode awal di Semenanjung Arab.

 

Arsitektur dan Struktur Bangunan

Masjid ini dibangun menggunakan blok-blok granit yang dipahat secara cermat, dengan dimensi ukuran sekitar 16 meter dari utara ke selatan dan 10 meter dari timur ke barat. Jejak plester gipsum yang ditemukan mengindikasikan bahwa sebagian interior masjid pernah dilapisi permukaan yang dipoles.

Di dalam area bangunan, tim arkeolog menemukan mihrab yang menunjukkan arah kiblat, tiga pintu masuk yang terletak di sisi timur, barat, dan selatan, struktur persegi di bagian tenggara kompleks yang ditafsirkan sebagai menara, delapan ruangan yang berdekatan dengan masjid, dilengkapi fasilitas penyimpanan dan tempat air.

Keberadaan struktur pendukung tersebut menunjukkan bahwa masjid ini merupakan bagian dari permukiman yang lebih luas, bukan bangunan yang berdiri sendiri.

Salah satu temuan paling signifikan adalah sejumlah prasasti Arab pada batu-batu di bagian dalam dan dinding luar masjid. Prasasti tersebut memuat doa-doa keagamaan dan teks yang berkaitan dengan Al-Qur'an. Salah satu prasasti pada dinding kiblat berisi doa memohon keberkahan bagi Muhammad ibn Abdullah.

Temuan prasasti, mihrab, dan unsur arsitektur ini memperkuat identifikasi bangunan sebagai masjid sekaligus memberikan gambaran mengenai ekspresi keagamaan masyarakat kawasan tersebut pada masa awal Islam.

Situs Al-Ma'mala bukan sekadar kawasan keagamaan. Bukti arkeologis menunjukkan bahwa permukiman ini berkembang sebagai pusat aktivitas pertambangan dan pengolahan sumber daya mineral seperti emas, perak, dan tembaga.

Aktivitas pertambangan di kawasan ini diketahui telah berlangsung sebelum periode Islam dan mengalami peningkatan intensitas antara akhir abad keenam hingga abad kesembilan Masehi. Hal ini menempatkan Al-Ma'mala dalam masa transisi historis yang penting dari era pra-Islam menuju berkembangnya masyarakat Islam awal.

Berbagai artefak yang ditemukan—seperti tembikar, pecahan bejana batu sabun, alu, dan batu penggiling—menandakan adanya komunitas kompleks yang terdiri dari penambang, pengrajin logam, hingga pedagang. Keberadaan masjid membuktikan bahwa aktivitas keagamaan berkembang berdampingan dengan kegiatan ekonomi masyarakat.

Secara geografis, Al-Ma'mala berjarak sekitar 13 kilometer sebelah timur Al-Aqiq dan berada dekat dengan jalur kuno Darb Al-Feel (Jalan Gajah). Jalur ini menghubungkan wilayah Arab bagian selatan dengan kawasan utara, yang kemudian menjadi jaringan perjalanan bagi pelancong dan peziarah pada era Islam.

Komisi Warisan Saudi menyatakan penelitian dan penggalian lanjutan di Al-Ma'mala akan terus dilakukan untuk mengungkap lebih detail mengenai penanggalan pasti pembangunan masjid, durasi penggunaannya, serta dinamika perubahannya seiring perkembangan aktivitas ekonomi setempat.

 

SKD Sekolah Kedinasan 2026 Segera Dimulai, Ini Rincian Passing Grade dan Aturan Mainnya

Iki Radio - Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) bagi calon praja, mahasiswa, dan taruna sekolah kedinasan tahun anggaran 2026 dijadwalkan berlangsung mulai 22 September 2026. Pemerintah telah resmi mematok nilai ambang batas (passing grade) melalui Keputusan Menteri PANRB Nomor 406 Tahun 2026.

Tahun ini, pemerintah menyediakan 4.770 formasi CPNS di sembilan instansi penyelenggara sekolah kedinasan. Seleksi tetap mengandalkan sistem Computer Assisted Test (CAT) yang dikelola oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN) untuk menjamin transparansi dan mencegah kecurangan.


Ambang Batas dan Bobot Nilai SKD 2026

Peserta akan diuji dengan total 110 butir soal dalam durasi waktu 100 menit. Rincian nilai ambang batas dan bobot penilaian tiap materi ujian adalah sebagai berikut:

Tes Wawasan Kebangsaan (TWK): Minimal 65 dari nilai maksimal 150 (30 soal). Bobot jawaban benar bernilai 5, serta salah atau tidak menjawab bernilai 0.

Tes Intelegensia Umum (TIU): Minimal 80 dari nilai maksimal 175 (35 soal). Bobot jawaban benar bernilai 5, serta salah atau tidak menjawab bernilai 0.

Tes Karakteristik Pribadi (TKP): Minimal 156 dari nilai maksimal 225 (45 soal). Bobot jawaban bernilai 1 hingga 5, sedangkan tidak menjawab bernilai 0.

Nilai akumulasi tertinggi untuk keseluruhan SKD adalah 550. Pemerintah menetapkan pengecualian nilai ambang batas bagi peserta dari daerah tertentu yang masuk dalam program afirmasi sesuai usulan instansi terkait.

Menteri PANRB Rini Widyantini menegaskan agar seluruh peserta percaya pada kemampuan diri sendiri dan tidak tergiur oleh tawaran oknum penipu yang menjanjikan kelulusan. Sistem CAT dipastikan menutup celah bagi praktik kecurangan.

Hasil SKD akan diumumkan oleh masing-masing instansi pada kurun waktu September hingga Oktober 2026 sebelum dilanjutkan ke tahap seleksi berikutnya. Rincian jadwal serta dokumen aturan resmi dapat diakses melalui portal sscasn.bkn.go.id dan jdih.menpan.go.id.

Sosok Putra Madiun di Balik Kebangkitan Como 1907: Bawa Sentuhan Budaya Nusantara ke Kancah Sepak Bola Eropa

Iki Radio — Nama Mirwan Suwarso kini tengah menjadi sorotan publik sepak bola Italia dan dunia. Pria kelahiran Madiun, Jawa Timur, pada 29 Desember 1985 ini berhasil mengukir prestasi gemilang dengan membawa klub sepak bola Como 1907 bangkit dari keterpurukan hingga menjadi tim yang disegani di kasta tertinggi kompetisi Italia dan Eropa.

Lulusan Consumer Science and Retail Management dari Purdue University, West Lafayette, Indiana, Amerika Serikat ini sukses memadukan strategi bisnis modern dengan nilai-nilai kearifan lokal Indonesia dalam memimpin klub.


Memikat Hati Rakyat Italia Lewat Tradisi Nguwongke

Keberhasilan Mirwan di Como tidak hanya diukur dari pencapaian di dalam lapangan, tetapi juga dari cara ia membangun hubungan emosional dengan masyarakat setempat. Dalam kepemimpinannya, ia mempraktikkan filosofi Jawa men-uwongke (memanusiakan manusia) serta menjunjung tinggi unggah-ungguh atau rasa hormat kepada para tetua.

Salah satu aksinya yang membuat warga Como terenyuh hingga meneteskan air mata adalah ketika Mirwan memberikan kursi VIP miliknya kepada warga senior dan para mantan pemain legendaris Como 1907. Sikap santun dan kehangatan budaya Nusantara yang ditunjukkannya mendapat apresiasi luar biasa dari masyarakat Italia, bahkan mendorong banyak warga setempat berencana meluangkan waktu berlibur ke Indonesia.


Dari Lokasi Syuting Dokumenter Hingga Transformasi Industri

Keterlibatan kelompok usaha Djarum di Como 1907 bermula saat tim media Mola TV, yang kala itu dipimpin Mirwan sebagai CEO, mencari lokasi syuting film dokumenter sepak bola Italia. Saat berhadapan dengan kondisi Como 1907 yang tengah terpuruk, muncul gagasan untuk menjadikan klub tersebut sebagai markas Garuda Select.

Meski rencana pembinaan pemain muda Indonesia tersebut membentur ketatnya regulasi lisensi dan izin tinggal di Italia, Djarum tetap melanjutkan akuisisi dan mempercayakan pengelolaan penuh klub secara profesional kepada Mirwan.

Berbekal pengalaman panjang di industri kreatif—mulai dari Account Director di Saatchi & Saatchi Advertising, Direktur Destiny Films, Creative Head di MSP Entertainment, hingga memimpin Super Soccer TV dan Mola TV—Mirwan mentransformasi Como 1907 menjadi entitas bisnis berskala global.


Mengintegrasikan Sepak Bola, Budaya, dan Pariwisata

Di bawah arahannya, Como 1907 tidak lagi sekadar klub di kota kecil berpenduduk sekitar 83 ribu jiwa di utara Italia. Mirwan merancang ekosistem bisnis terpadu yang menghubungkan klub sepak bola dengan denyut perekonomian dan pariwisata Kota Como.

Ia memosisikan pertandingan sepak bola layaknya taman hiburan, merchandise sebagai suvenir khas, serta layanan media sebagai platform hiburan digital. Selain itu, pengembangan bisnis merambah ke sektor perhotelan, restoran, hingga transportasi lokal untuk memperluas diversifikasi pendapatan klub serta melibatkan warga setempat dalam roda perekonomian.

Keberhasilan Mirwan Suwarso memadukan inovasi, analisis data, dan nilai komunitas lokal di Italia berlandaskan budaya luhur Indonesia tidak hanya menjadi kebanggaan masyarakat Como, tetapi juga menjadi bukti kapasitas pemuda Indonesia di panggung dunia.



Sumber : unair.ac.id

Berjuang Sengit, Timnas Voli Putri Indonesia Mengakui Keunggulan Jepang

Iki Radio – Tim nasional voli putri Indonesia harus mengakui ketangguhan tim tuan rumah Jepang pada laga kedua Pool A Asian Games 2026. Bertanding di Park Arena Komaki, Aichi, pada Jumat (18/9/2026), skuad asuhan Marcos Sugiyama menyerah dengan skor 1-3 (19-25, 13-25, 25-23, 23-25).

Meski menelan kekalahan, Srikandi Indonesia memberikan perlawanan gigih, terutama di set ketiga yang berhasil mereka amankan. Medi Yoku tampil gemilang sebagai pencetak angka terbanyak bagi Indonesia dengan torehan 20 poin, disusul oleh Namira Maradanti Tegariana yang menyumbangkan 12 poin.

Hasil pertandingan ini menempatkan Indonesia sebagai runner-up Pool A. Pada laga pembuka sebelumnya, Azzahra Dwi Febyane dan kawan-kawan tampil dominan dengan mengandaskan Nepal lewat kemenangan telak 3-0 (25-12, 25-21, 25-20).

Dengan status runner-up Pool A, Indonesia melangkah ke babak perempat final dan dijadwalkan menantang Thailand yang keluar sebagai juara Pool C. Di sisi lain, Jepang yang menjuarai Pool A bakal berhadapan dengan runner-up Pool C, Taiwan.

Pertandingan babak perempat final Asian Games 2026 ini akan mulai bergulir pada Minggu (20/9/2026) pukul 08.00 WIB. Dukungan untuk perjuangan Timnas voli putri Indonesia dapat disaksikan secara langsung melalui siaran TVRI Sport maupun live streaming di Vidio.com.

Wakil PM Malaysia: Ekonomi Halal Harus Bergerak dari Kepercayaan Menuju Perdagangan

Iki Radio - Wakil Perdana Menteri Malaysia, YAB Dato’ Seri Dr. Ahmad Zahid bin Hamid mendorong negara-negara di kawasan untuk memperkuat konektivitas ekosistem halal global, tidak berhenti pada penguatan standar dan sertifikasi, tetapi mampu mengubah kepercayaan konsumen menjadi perdagangan dan pertumbuhan ekonomi bersama.

Hal itu disampaikan Ahmad Zahid dalam The 5th Halal 20 (H20) Summit 2026 di Jakarta, Jumat (19/9/2026). Forum yang diselenggarakan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) tersebut mengusung tema “Bridging Bridges: Connecting Nations and Stronger Partnerships through Global Halal Trade & Economy” dan berlangsung pada 18–20 September 2026.

Ahmad Zahid mengatakan, perkembangan ekonomi halal global menunjukkan bahwa permintaan terhadap produk halal terus tumbuh. Menurutnya, ekonomi halal global telah menjadi salah satu kekuatan fundamental dalam perekonomian dunia dengan kepercayaan konsumen sebagai salah satu karakteristik utama produk halal. “Ekonomi halal global telah berkembang menjadi sebuah kekuatan fundamental. Kepercayaan konsumen telah menjadi karakteristik utama dari produk halal,” ujar Ahmad Zahid.

Ia menyebut, sektor ekonomi Islam secara global telah mencapai sekitar 2,6 triliun dolar AS dan diproyeksikan tumbuh menjadi sekitar 3,5 triliun dolar AS pada 2030. Dari angka tersebut, sektor makanan halal menyumbang sekitar 1,4 triliun dolar AS.

Menurut Ahmad Zahid, angka tersebut bukan sekadar menunjukkan besarnya pasar, tetapi juga menggambarkan peluang perdagangan halal yang dapat dikembangkan melalui inovasi, teknologi, regulasi, serta konektivitas antarnegara. “Pertumbuhan ini menunjukkan potensi nyata dari perdagangan halal, produk halal, serta perkembangan teknologi dan regulasi yang mendukungnya,” katanya.


ASEAN Punya Pasar Besar

Ahmad Zahid menilai kawasan ASEAN memiliki posisi strategis untuk menangkap peluang pertumbuhan ekonomi halal global. Dengan populasi Muslim yang besar, kawasan tersebut memiliki basis pasar sekaligus sumber produksi yang potensial. “ASEAN secara strategis berada pada posisi yang sangat baik untuk menangkap potensi ini. Dengan lebih dari 240 juta populasi Muslim, kita sudah memiliki skala pasar yang luar biasa,” ujarnya.

Karena itu, menurutnya, tantangan utama yang dihadapi negara-negara di kawasan bukan lagi mengenai ada atau tidaknya permintaan terhadap produk halal. Tantangan berikutnya adalah membangun konektivitas agar pertumbuhan tersebut dapat ditangkap dan dikembangkan secara bersama.

Ia menekankan pentingnya harmonisasi standar, sertifikasi, dan akreditasi halal antarnegara. Langkah tersebut dinilai dapat meningkatkan efisiensi, mengurangi duplikasi proses, serta memperluas akses produk halal ke pasar internasional. “Pertanyaannya adalah apakah kita cukup terhubung untuk menangkap pertumbuhan tersebut bersama-sama,” katanya.

Ahmad Zahid mengatakan, masa depan industri halal tidak hanya ditentukan oleh negara yang memiliki standar sertifikasi paling kuat. Lebih jauh, kemampuan membangun jejaring perdagangan dan kerja sama antarnegara menjadi faktor penting. “Masa depan halal tidak akan ditentukan hanya oleh siapa yang memiliki standar paling kuat, melainkan oleh siapa yang dapat mengubah kepercayaan menjadi perdagangan, konektivitas, dan pertumbuhan bersama,” tegasnya.


Malaysia Dorong Ekosistem Halal Lebih Terintegrasi

Dalam kesempatan tersebut, Ahmad Zahid juga memaparkan pengalaman Malaysia dalam mengembangkan ekosistem halal selama lebih dari lima dekade. Menurutnya, Malaysia telah berinvestasi pada aspek standar, sertifikasi, tata kelola, hingga pengakuan internasional.

Saat ini, Malaysia mengakui 96 lembaga sertifikasi halal luar negeri yang berada di 49 negara. Menurut Ahmad Zahid, kondisi tersebut menunjukkan pentingnya membangun kepercayaan terhadap sistem sertifikasi halal sekaligus memperluas pengakuan internasional.

Namun, ia menegaskan bahwa sertifikasi tidak boleh menjadi tujuan akhir dalam pengembangan industri halal. “Kita tidak boleh berhenti hanya pada menjaga integritas sertifikasi. Kita harus menanyakan pertanyaan yang lebih praktis: apa yang terjadi pada bisnis setelah mereka mendapatkan sertifikat halal?” ujarnya.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Malaysia mulai melakukan sejumlah penguatan sistem, antara lain memperpendek waktu proses sertifikasi, memperkenalkan halal on track sebagai panduan bagi pelaku usaha, memperkuat digitalisasi, serta mendorong keberadaan eksekutif halal penuh waktu untuk memastikan kepatuhan terhadap standar.

Langkah tersebut kemudian diperluas ke berbagai aspek ekosistem industri halal, mulai dari kawasan industri halal, logistik, bahan baku strategis, keuangan Islam, teknologi, hingga akses pasar internasional. “Karena bagi saya, sertifikat halal bukanlah akhir dari perjalanan,” katanya.

Menurut Ahmad Zahid, sertifikasi harus menjadi pintu masuk bagi pelaku usaha untuk meningkatkan kualitas produk, memperluas pasar, membangun kepercayaan konsumen, serta terhubung dengan rantai pasok halal global.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Indonesia yang menjadi tuan rumah H20 2026. Menurutnya, penyelenggaraan forum tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kerja sama dan konektivitas negara-negara dalam mengembangkan perdagangan serta ekonomi halal global.

Ahmad Zahid berharap kerja sama Indonesia, Malaysia, dan negara-negara mitra lainnya dapat terus diperkuat melalui penyelarasan standar, pengakuan sertifikasi, pengembangan teknologi, dan pembukaan akses pasar.

Dengan konektivitas yang lebih kuat, industri halal di kawasan diharapkan tidak hanya menjadi pasar konsumsi, tetapi juga berkembang sebagai kekuatan produksi, perdagangan, investasi, dan inovasi yang memberikan manfaat ekonomi lebih luas bagi masyarakat.

close
Pasang Iklan Disini