Iki Terbaru/Paling Greeess

HAN 2026: Veronica Tan Ajak Daerah Bangun Ruang Aman dan Inklusif untuk Anak

Iki Radio - Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Veronica Tan, mendorong pemerintah daerah menghadirkan ruang publik yang aman, nyaman, dan inklusif bagi anak sebagai bagian dari upaya mendukung tumbuh kembang generasi Indonesia. Hal itu disampaikannya saat peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 di Kota Depok, Jawa Barat, Kamis (23/7/2026).

Menurut Veronica, anak-anak membutuhkan ruang yang tidak hanya aman untuk bermain, tetapi juga mendukung mereka belajar, berkreasi, berolahraga, dan mengembangkan minat serta bakat. Penyediaan ruang tersebut, sejalan dengan Asta Cita keempat Presiden yang menitikberatkan pada pembangunan sumber daya manusia.

Untuk mewujudkannya, Veronica Tan mendorong pemerintah daerah membangun fasilitas publik secara terintegrasi melalui kolaborasi dengan arsitek, akademisi, sektor swasta, dan masyarakat. Fasilitas yang dibangun dapat berupa perpustakaan, amfiteater, ruang olahraga, hingga ruang berkegiatan di tingkat RW yang disesuaikan dengan kebutuhan anak.

Ia juga meminta Forum Anak dan Forum Perempuan dilibatkan dalam proses Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) agar fasilitas yang dibangun benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Menurutnya, pembangunan ruang publik tidak boleh dilakukan secara parsial, melainkan dirancang secara berkelanjutan.

Selain itu, dia mengusulkan pemanfaatan dana tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) untuk membangun fasilitas percontohan yang selanjutnya dapat dipelihara melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Ia berharap Kota Depok dapat menjadi daerah percontohan dalam pembangunan ruang aman dan inklusif bagi anak yang nantinya dapat direplikasi di berbagai daerah di Indonesia.

Veronica juga mengingatkan pentingnya pembentukan karakter anak melalui penguatan akal dan budi. Menurutnya, akal diperoleh melalui pendidikan dan ilmu pengetahuan, sedangkan budi menjadi landasan moral dalam memanfaatkan pengetahuan, termasuk di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan (AI). 

"Jangan banyak lihatin yang aneh-aneh. Kita harus bisa memastikan apa yang adik-adik lihat," pesannya.

Ia juga mengingatkan anak-anak untuk berani mengatakan "tidak" terhadap berbagai bentuk ancaman di ruang digital, termasuk praktik grooming maupun percakapan yang melanggar privasi pribadi dan keluarga.

Untuk itu, Veronica Tan berharap penyediaan ruang aman yang dibarengi dengan penguatan karakter dan literasi digital dapat menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak sekaligus mempersiapkan generasi Indonesia yang berkualitas.

Blak-blakan, Jelang Penyaluran Bapang Pinca Bulog Madiun Bongkar Kualitas Cadangan Beras Pemerintah

Iki Radio — Menjelang penyaluran kembali Bantuan Pangan (Bapang) untuk tiga alokasi dari pemerintah, Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) Cabang Madiun secara terbuka membongkar kualitas Cadangan Beras Pemerintah (CBP) di wilayah kerjanya.

Transparansi ini ditunjukkan lewat aksi uji tanak dan pengecekan fisik beras secara langsung di Kompleks Pergudangan Jeruk Gulung, Kecamatan Balerejo, Kabupaten Madiun, Kamis (23/7/2026).

Pimpinan Cabang (Pinca) Bulog Madiun, Agung Sarianto, memimpin langsung pengecekan stok tersebut dengan didampingi Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Madiun, Paryoto, serta Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro (Disdagkop dan UM) Kabupaten Madiun, Indra Setyawan.

"Kegiatan uji tanak ini merupakan bagian dari komitmen kami untuk memastikan bahwa beras Cadangan Beras Pemerintah yang akan disalurkan kepada masyarakat benar-benar memiliki kualitas yang baik dan layak konsumsi," ujar Agung Sarianto di lokasi.

Agung menambahkan, pengelolaan beras di seluruh gudang Bulog Madiun terus dipantau secara ketat setiap hari guna merespons permintaan pasar maupun program pemerintah.

"Pengecekan kualitas rutin dilakukan setiap hari. Kami memastikan proses pengelolaan beras dilakukan dengan standar yang baik, mulai dari penyimpanan hingga sebelum beras disalurkan. Kami ingin menyampaikan ke masyarakat bahwa beras yang tersimpan ini, meskipun banyak, tetap kami rawat," jelasnya.

Sementara itu, Kepala DKPP Kabupaten Madiun, Paryoto, menegaskan bahwa kehadiran pihak Pemkab Madiun adalah untuk melakukan uji organoleptik guna memastikan beras yang akan disalurkan pada  Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dalam kondisi aman dan layak konsumsi.

"Kita datang di sini untuk meyakinkan uji organoleptik terhadap beras yang akan disalurkan, mulai dari warna hingga persentase butir patah. Setelah dicek langsung, warnanya masih sangat bagus dan tergolong beras baru, bukan beras lama. Beras ini aman dikonsumsi, bebas kutu, dan tidak ada masalah lain," tegas Paryoto.

Ia juga memberikan jaminan perlindungan bagi konsumen. Apabila saat pendistribusian ditemukan beras yang kualitasnya menurun atau tidak layak konsumsi, masyarakat diimbau tidak ragu melapor.

"Ketika ada hal itu saat pendistribusian, penerima manfaat bisa langsung melakukan komplain dan akan segera kami ganti sesuai SOP yang berlaku," tambahnya.

Dari sisi perdagangan, Kepala Disdagkop dan UM Kabupaten Madiun, Indra Setyawan, menilai ketersediaan beras berkualitas dengan harga terjangkau sangat krusial dalam menekan laju inflasi serta menjaga daya beli masyarakat.

"Ketersediaan pasokan beras yang berkualitas dan terjangkau merupakan salah satu faktor penting dalam menjaga stabilitas harga di masyarakat. Program SPHP Beras diharapkan dapat membantu menjaga keseimbangan pasokan dan kebutuhan sehingga harga beras tetap terkendali," paparnya.

Untuk mendukung seluruh program penyaluran Bapang maupun pasar murah, Bulog Cabang Madiun memastikan ketersediaan pasokan dalam posisi yang sangat aman. Total stok yang dikuasai saat ini mencapai 97.000 ton setara beras yang tersebar di beberapa pergudangan di Kota Madiun, Kabupaten Madiun, dan Kabupaten Ngawi.

"Khusus untuk yang tersimpan di Gudang Balerejo ini saja, totalnya mencapai 20.000 ton beras," pungkas Agung Sarianto. (ir)

 

Musim Kemarau, PDAM Kabupaten Madiun Siapkan Layanan Ekstra Bagi Pelanggan

Iki Radio – Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Dharma Purabaya Kabupaten Madiun, atau yang lebih dikenal dengan PDAM Kabupaten Madiun, menyiapkan layanan ekstra untuk menjamin pemenuhan kebutuhan air bersih bagi warga selama musim kemarau tahun ini.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Direktur Utama PDAM Kabupaten Madiun, Imansyah Novianto, di sela-sela kegiatan "Baha Bersahaja" yang berlangsung di Desa Dempelan, Kecamatan Madiun, Kabupaten Madiun, Rabu (22/7/2026).

Imansyah mengungkapkan bahwa seiring memasukinya musim kemarau, tingkat pemakaian air bersih oleh pelanggan mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Meski demikian, pihaknya belum merinci secara detail besaran persentase maupun volume kenaikan konsumsi air tersebut.

Guna memastikan pasokan air tetap terdistribusi dengan baik dan pelayanan masyarakat tidak terganggu, PDAM Kabupaten Madiun telah menyiagakan armada mobil tangki yang siap diterjunkan sewaktu-waktu.

"Mobil tangki ini disiagakan untuk membantu suplai air bersih secara langsung kepada para pelanggan yang membutuhkan penanganan darurat selama musim kemarau," ujarnya.

Pihaknya mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya para pelanggan setia PDAM Kabupaten Madiun, untuk tetap bijak dan melakukan penghematan dalam penggunaan air sehari-hari guna menjaga kestabilan pasokan selama kemarau berlangsung.(ir)

Sudaryono Ditunjuk Jadi Kepala BGN, Presiden Pastikan tak Ada Kekosongan Kepemimpinan

Iki Radio - Presiden Prabowo Subianto melantik Sudaryono sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (22/7/2026).

Pelantikan dilakukan untuk memastikan keberlanjutan pelaksanaan program strategis nasional, termasuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, menjelaskan bahwa pelantikan tersebut dilakukan setelah Nanik Sudaryati Deyang secara resmi mengajukan pengunduran diri sebagai Kepala BGN kepada Presiden karena alasan kesehatan.  

"Ibu Nanik mengajukan permohonan pengunduran diri dalam kapasitas beliau selaku Kepala BGN kepada Bapak Presiden oleh karena alasan kesehatan yang saat ini beliau ingin memohon untuk fokus terlebih dahulu mengatasi masalah kesehatan beliau. Nah secara resmi beliau juga sudah mengirimkan surat pengunduran diri," kata Prasetyo.

Menurutnya, Presiden segera menunjuk pengganti agar tidak terjadi kekosongan kepemimpinan di Badan Gizi Nasional mengingat tugas lembaga tersebut tidak dapat ditunda.  

"BGN adalah sebuah institusi yang jenis pekerjaannya tidak bisa ditunda, maka dalam waktu sesingkat-singkatnya Bapak Presiden menerima pengunduran diri dari beliau. Kemudian sesegera mungkin beliau memutuskan menunjuk penggantinya yang akan direncanakan untuk dilantik hari ini juga agar supaya proses atau tugas yang diemban BGN tidak terjadi kevakuman," jelasnya.

Prasetyo mengungkapkan, penunjukan Sudaryono didasarkan pada sejumlah pertimbangan. Selain mengikuti proses perumusan Program Makan Bergizi Gratis sejak awal, Sudaryono juga dinilai memahami konsep dan mekanisme pelaksanaan program tersebut secara menyeluruh.  

"Beliau juga sejak awal mengikuti dan bersama-sama dengan kami semua berdiskusi, menggagas, dan mengonsep bagaimana teknis pelaksanaan makan bergizi gratis ini," ungkapnya.

Ia menambahkan, pengalaman Sudaryono sebagai Wakil Menteri Pertanian menjadi nilai tambah dalam memimpin BGN. Menurutnya, keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis sangat bergantung pada ketersediaan bahan pangan yang selama ini didukung oleh sektor pertanian.

"Bagaimanapun juga sumber-sumber bahan baku, sumber-sumber bahan pangan yang kemudian diolah menjadi makanan bergizi gratis bagi para penerima manfaat selama ini memang didukung dan ditopang dalam satu ekosistem oleh Kementerian Pertanian, tempat Pak Sudaryono bertugas sebagai Wakil Menteri Pertanian," pungkasnya.  

Presiden Lantik Sudaryono Jadi Kepala BGN, Program MBG Masuki Babak Baru

Iki Radio - Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Sudaryono sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) di Istana Negara, Jakarta, Rabu (22/7/2026).

Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik Sudaryono sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) di Istana Negara, Jakarta, pada Rabu (22/7/2026). Foto: BPMI Setpres

Pelantikan tersebut menandai dimulainya kepemimpinan baru di BGN untuk memperkuat pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Pengangkatan Sudaryono didasarkan pada Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 78/P Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Kepala Badan Gizi Nasional.

Dalam prosesi pelantikan, Presiden Prabowo secara langsung memimpin pengambilan sumpah jabatan Kepala BGN.

"Bahwa saya, akan setia kepada Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darmabakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya dalam menjalankan tugas jabatan akan menjunjung tinggi etika jabatan, bekerja dengan sebaik-baiknya, dengan penuh rasa tanggung jawab," ucap Presiden saat mendiktekan sumpah jabatan.

Usai mengucapkan sumpah jabatan, Sudaryono menandatangani berita acara pengambilan sumpah sebagai tanda resmi dimulainya tugas sebagai Kepala Badan Gizi Nasional.

Rangkaian pelantikan ditutup dengan pemberian ucapan selamat dari Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming kepada Sudaryono, yang kemudian diikuti para tamu undangan yang hadir di Istana Negara.

Sudaryono Pastikan Sinergi MBG dan Pertanian Perkuat Kesejahteraan Petani

Iki Radio - Menjelang pelantikannya sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono menegaskan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan terus memberikan manfaat bagi sektor pertanian.

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono saat door stop sebelum dilantik Presiden di Istana Negara, Rabu (22/7/2026). (Dok. Kementan)

Menurutnya, program prioritas Presiden Prabowo Subianto tersebut tidak hanya bertujuan meningkatkan kualitas gizi masyarakat, tetapi juga memperkuat rantai pasok pangan serta menciptakan pasar yang besar bagi petani, peternak, dan nelayan.

Sudaryono atau akrab disapa Mas Dar mengatakan bahwa kedekatan Kementerian Pertanian (Kementan) dengan program MBG sudah terbangun sejak awal karena sektor pertanian menjadi pemasok utama berbagai kebutuhan pangan dalam program tersebut.

Oleh karena itu, Kementerian Pertanian terus mengawal kesiapan produksi agar kebutuhan pangan dapat dipenuhi dari dalam negeri.

"Kalau dari sisi pertanian kan kita juga adalah pihak yang sangat berkepentingan dalam MBG ini, bagaimana rantai pasok, kemudian bagaimana ini juga berefek kepada petani-petani kita, peternak-peternak kita, nelayan-nelayan kita kan. Itu kita juga ngikutin, kita memastikan termasuk kalau ada harga telur lah, harga ayam lah, efek terhadap MBG kan, dan semua bisa menilai semua," kata Sudaryono saat doorstop di Jakarta, Rabu (22/7/2026).

Menurut Sudaryono, besarnya kebutuhan pangan dalam program MBG menjadi peluang bagi sektor pertanian untuk terus meningkatkan produksi sekaligus memperluas pasar hasil pertanian. Karena itu, Kementerian Pertanian telah mengantisipasi peningkatan kebutuhan berbagai komoditas, terutama protein hewani.

"Program MBG ini kan seperti Pac-Man, dia emerging market. Dia punya satu besaran konsumsi yang cukup besar. Nah, tentu saja kita sudah antisipasi. Salah satunya misalnya kita respons dengan bagaimana defisit telur, ayam, kemudian di daerah-daerah di luar Jawa direspons dengan rencana investasi Danantara, yang Kementan ikut terlibat di situ, di bawah Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan," ujarnya.

Ia mengatakan, meningkatnya permintaan pangan melalui MBG juga memberikan kepastian pasar bagi petani dan peternak. Menurutnya, kondisi tersebut berbeda dengan beberapa tahun sebelumnya ketika sebagian hasil produksi tidak terserap secara optimal.

"Kementan dan petani ini orang yang happy ya, karena dulu kita sering lihat ada mandi susu lah, ada orang buang-buang wortel, buang-buang apa. Nah, saat ini kan sampai sejauh ini alhamdulillah kan itu tidak terjadi," katanya.

Terkait amanah barunya sebagai Kepala Badan Gizi Nasional, Sudaryono menyatakan siap menjalankan tugas yang diberikan Presiden Prabowo Subianto. Ia menilai MBG merupakan program prioritas pemerintah yang telah dipersiapkan secara matang dan membutuhkan dukungan seluruh pihak agar berjalan optimal.

"Program MBG ini kan sebetulnya adalah program prioritas Presiden yang dibahas jauh sebelum kampanye, kemudian menjadi materi kampanye, setelah kemudian beliau dilantik jadi Presiden kemudian itu dilaksanakan. Artinya, ya kalau ditanya ke saya, saya tahu persis," ungkapnya.

Ia juga menegaskan bahwa pemerintah akan terus mengevaluasi dan menyelesaikan berbagai tantangan dalam pelaksanaan MBG agar manfaatnya semakin dirasakan masyarakat sekaligus memberikan dampak positif bagi sektor pertanian nasional.

"Kalau memang ada satu-dua permasalahan, kita bereskan lah. Saya kira fokusnya adalah kita selesaikan persoalan. Karena memang tugas pemerintah adalah mencari persoalan, kemudian kita mencari jawabannya, mencari solusinya, yang kemudian solusinya itu bisa berdampak baik untuk seluruh masyarakat, bangsa, dan negara," tutup Sudaryono.

Satpol PP Pekanbaru Layangan SP ke Pedagang Pasar Tumpah di Jalan Ahmad Yani

Iki Radio - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Pekanbaru, melayangkan surat peringatan (SP) kepada pedagang yang berjualan di Pasar Tumpah Jalan Ahmad Yani.

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Pekanbaru, melayangkan surat peringatan (SP) kepada pedagang yang berjualan di Pasar Tumpah Jalan Ahmad Yani

Melalui SP tersebut, para pedagang diminta mematuhi jam berjualan yang telah ditetapkan.

Kepala Satpol PP Kota Pekanbaru Desheriyanto menyebutkan, pedagang di Pasar Tumpah Ahmad Yani hanya diizinkan membuka dagangan paling lama hingga pukul 07.00 WIB.

"Jam 7.30, itu sudah bersih dari aktivitas pedagang dan juga sampah," tegasnya, Rabu (22/7/2026).

Namun kenyataan di lapangan, terang Desheriyanto, para pedagang masih ada yang berjualan hingga pukul 11.00 WIB.

"Karena itu, kemarin kita sudah berikan surat peringatan," ungkapnya.

Apabila pedagang tidak juga mematuhi jam berjualan, Satpol PP bersama tim gabungan bakal melakukan penertiban.

"Kita akan cari waktu untuk melaksanakan penertiban di Ahmad Yani ini," ujarnya.

Disampaikannya, keberadaan pedagang di Pasar Tumpah Ahmad Yani di luar jam berjualan yang ditentukan telah mengganggu keamanan dan ketertiban.

Jalan Ahmad Yani, lanjutnya, merupakan jalur padat yang ramai dilintasi kendaraan roda dua dan empat. Keberadaan pedagang di badan, bahu dan trotoar jalan membuat arus lalu lintas terganggu.

"Apalagi di sana banyak terdapat fasilitas publik, ada rumah sakit, sekolah, maupun rumah ibadah. Jadi, keberadaan pedagang sangat mengganggu keamanan dan ketertiban di Ahmad Yani,"tambahnya.

 

Satpol PP Pekanbaru Bongkar 70 Lapak PKL di Kawasan Stadion Utama Riau

Iki Radio - Puluhan lapak Pedagang Kaki Lima (PKL) di kawasan Stadion Utama Riau, Jalan Naga Sakti, Kecamatan Binawidya ditertibkan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Pekanbaru, Rabu (22/7/2026).

Petugas dari Satpol PP membongkar lapak liar yang berada tepat di sepanjang stadion tersebut. Mayoritas bangunan yang terbuat dari kayu itu digunakan pedagang untuk berjualan makanan dan minuman.

Kepala Satpol PP Kota Pekanbaru, Desheriyanto mengatakan bahwa ada sekitar 70 lapak PKL yang bakal ditertibkan. Pembongkaran juga dibantu oleh alat berat excavator.

"Hari ini ada sekitar 70 lapak yang kita tertibkan di area stadion. Supaya area ini lebih tertib lagi," kata Desheriyanto di lokasi penertiban.

Menurutnya, penertiban lapak PKL yang menjamur ini seiring penataan di kawasan sarana olahraga tersebut. Banyak lapak PKL yang berjamuran dan merusak estetika kota.

Ia menegaskan, bahwa penertiban dan pembongkaran dilakukan setelah pihaknya melakukan peringatan ke para PKL yang berjualan di sana.

Pedagang tidak diperbolehkan untuk membuat lapak dan meninggalkan tempat jualannya di lokasi tersebut. Mereka tetap bisa berjualan di lokasi itu, namun harus bongkar pasang lapak mereka atau tidak permanen.

"Penertiban ini ada 160 personil yang kita libatkan, ada dari Satpol PP, TNI, dan Polri. Kita tata kawasan kota, pedagang silahkan jualan di kawasan ini. Tapi tidak boleh meninggalkan barang-barang dagangannya, bawa pulang lagi barang-barangnya," jelas Kasatpol PP.

Ia memastikan dalam pembongkaran lapak PKL di sekitar kawasan stadion ini berjalan dengan lancar. Tidak ada perlawanan yang berarti dari pedagang karena sudah ada surat peringatan sebelumnya. 

 

close
Pasang Iklan Disini