Iki Terbaru/Paling Greeess

Raih 1.395 Poin, Fahmil Beregu Putra Bengkalis Melaju ke Final

Iki Radio - Tim Fahmil Qur'an (Cerdas Cermat) Beregu Putra Kafilah Kabupaten Bengkalis sukses melaju ke babak final pada perhelatan Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) ke-44 tingkat Provinsi Riau yang digelar di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Senin, (29/6/2026).


Prestasi gemilang ini diraih oleh trio perwakilan Bengkalis yang beranggotakan Averoes Rifqi Alfaisyi, Nuzul Ilham Fathulrijal, dan Naufal Zaky Azzuhdi.

Perlombaan babak penyisihan yang berlangsung di Aula MAN 1 Kuansing ini berjalan cukup sengit.

Tiga sesi, Kafilah Bengkalis yang turun di sesi ketiga tampil dominan sejak awal kompetisi dimulai.

Bengkalis berhasil menutup sesi dengan raihan poin mutlak sebesar 1.395 poin. Angka tersebut jauh mengungguli rival-rivalnya di sesi yang sama, yakni Kafilah Kabupaten Siak yang mengumpulkan 1.000 poin dan Kafilah Kota Dumai dengan 460 poin.

Di babak final yang direncanakan akan berlangsung pada Selasa, (30/6/2026) nanti, ketangguhan tim beregu putra Bengkalis akan diuji oleh dua kabupaten lain yang juga tampil kuat di sesi sebelumnya. Mereka akan berhadapan dengan Kafilah Rokan Hulu yang lolos dari sesi pertama dengan 1.300 poin, serta Kafilah Kampar yang memimpin sesi kedua dengan torehan 920 poin.

Ketua Ofisial Kafilah Kabupaten Bengkalis, Hambali Akbar, mengaku. sangat bersyukur dan bangga atas capaian anak asuhnya yang tampil tenang dan fokus sepanjang perlombaan.

"Alhamdulillah, anak-anak kita di cabang Fahmil Beregu Putra hari ini menunjukkan performa yang luar biasa dan berhasil mengamankan tiket ke babak final. Poin yang diraih pun sangat memuaskan," ujar Hambali penuh syukur setelah perlombaan usai.

Meski demikian, Hambali mengingatkan, para peserta untuk tidak cepat puas karena tantangan sesungguhnya ada di babak final. Ia meminta doa dan dukungan dari seluruh masyarakat Kabupaten Bengkalis agar tim ini bisa membawa pulang piala kemenangan.

"Perjuangan belum selesai. Di final nanti, persaingan tentu akan jauh lebih ketat karena kita bertemu dengan tim-tim terbaik dari Rokan Hulu dan Kampar. Kami mohon doa dari seluruh masyarakat Negeri Junjungan agar anak-anak kita diberikan kesehatan, ketenangan, dan kelancaran untuk mempersembahkan hasil terbaik bagi Kabupaten Bengkalis,"tambahnya.

 

Hari Jadi ke-458, Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Madiun Kawal Slogan ‘Madiun Bersahaja’ Lewat Inovasi dan Kolaborasi

Iki Radio – Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Madiun, Purwadi, S.H., menegaskan komitmen legislatif dalam mendukung dan mengawal jalannya roda pemerintahan menyambut Hari Jadi Kabupaten Madiun yang ke-458.

Menanggapi tema hari jadi tahun ini, yakni "Berinovasi dan Berkolaborasi untuk Madiun Bersahaja", Purwadi menyatakan bahwa DPRD siap mengoptimalkan tiga fungsi utamanya: legislasi, budgeting (anggaran), dan controlling (pengawasan).

Menurut Purwadi, esensi dari poin "Berinovasi" dalam sudut pandang legislatif adalah melahirkan produk hukum daerah yang adaptif, fleksibel, serta tidak kaku.

Reformasi regulasi dipandang krusial guna memberikan kepastian hukum yang dapat mempermudah masuknya investasi, mempercepat digitalisasi pelayanan publik, serta mengembangkan potensi lokal seperti sektor UMKM dan pertanian.

"Kita harus berani mengeluarkan terobosan-terobosan baru guna mendukung pihak eksekutif menciptakan tata kelola pemerintahan yang lebih efisien, sekaligus memangkas jalur birokrasi yang berbelit-belit," ujar Purwadi, Senin (29/6/2026).

Sementara itu, dalam konteks "Berkolaborasi", Purwadi menilai poin ini sebagai jembatan kemitraan yang sangat strategis. Pembangunan daerah tidak bisa dicapai secara parsial oleh masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang berjalan sendiri-sendiri.

Ego sektoral antar-pemangku kebijakan harus diredam demi sinergitas yang solid antara eksekutif, legislatif, akademisi, media, sektor swasta, dan masyarakat luas.

"Harmonisasi antara eksekutif dan legislatif harus tetap terjalin guna menegaskan hubungan kerja yang setara dan harmonis, memastikan program pembangunan berjalan tanpa hambatan. Kami juga berharap kolaborasi berbasis anggaran inklusif di APBD mampu mendanai program kemitraan dari tingkat desa hingga kabupaten," tambahnya.

Lebih lanjut, politisi Partai NasDem tersebut menguraikan bahwa target akhir dari seluruh rangkaian ini adalah tercapainya kesejahteraan rakyat melalui visi "Madiun Bersahaja", yang merupakan akronim dari Bersih, Sehat, dan Sejahtera. Slogan ini dijadikan tolok ukur utama DPRD dalam mengawal program kesejahteraan lima tahun ke depan.

Terkait poin Bersih, Purwadi mendesak Pemerintah Kabupaten Madiun berani menjalankan tata kelola pemerintahan yang bersih dan transparan. DPRD dipastikan memperketat pengawasan agar penggunaan anggaran bebas dari tindak pidana korupsi dan kolusi, sehingga alokasi dana benar-benar terserap pada kegiatan produktif.

Pada poin Sehat, makna sehat tidak hanya bertumpu pada pelayanan fasilitas kesehatan fisik seperti penanganan stunting atau penguatan Puskesmas dan Posyandu, melainkan juga sehat dari segi kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).

Terakhir, poin Sejahtera difokuskan pada penguatan ekonomi kerakyatan. Menyadari adanya tantangan berupa pemangkasan dana transfer dari pusat ke daerah saat ini, Purwadi menekankan bahwa sisa APBD yang ada harus diprioritaskan secara selektif untuk mendanai sektor kesehatan, ekonomi rakyat, serta infrastruktur vital penunjang mobilitas warga.

"Seperti yang saya tekankan sebelumnya, program zero jalan berlubang harus segera direalisasikan. Jika akses jalan nyaman dan tanpa lubang, mobilitas warga meningkat, maka perputaran ekonomi di Kabupaten Madiun akan melesat cepat. Hal ini juga membuka peluang penciptaan lapangan kerja lewat pintu investasi yang terbuka lebar," jelas Ketua Komisi A tersebut.

Purwadi kembali menegaskan bahwa DPRD Kabupaten Madiun siap memposisikan diri sebagai mitra kolaboratif yang konstruktif bagi pemerintah daerah.

"Melalui fungsi regulasi inovatif, penganggaran yang berpihak kepada rakyat, serta pengawasan yang ketat, kami berkomitmen penuh mewujudkan Madiun yang Bersih, Sehat, dan Sejahtera," pungkasnya.(ir)

 

 

 

Kado Hari Jadi ke-458, PDGI Jatim Gelar Baksos Akbar dan Sikat Gigi Bersama 1.000 Siswa di Madiun

Iki Radio – Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Wilayah Jawa Timur menggelar rangkaian bakti sosial (baksos) layanan kesehatan gigi dan umum secara gratis bagi masyarakat Kabupaten Madiun. 

Aksi kemanusiaan yang berlangsung selama lima hari berturut-turut ini dilaksanakan sekaligus dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-458 Kabupaten Madiun.

Rangkaian kegiatan yang telah dimulai sejak Selasa lalu tersebut mencapai puncaknya pada Minggu (28/6/2026). 

Momentum puncak ini ditandai dengan gerakan sikat gigi bersama yang melibatkan 1.000 siswa Sekolah Dasar (SD) di Halaman Pendopo Ronggo Djumeno.

Sinergi nyata antara profesi medis dan pemerintah daerah ini menjadi kado istimewa bagi hari jadi kabupaten, sekaligus bukti komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas hidup dan derajat kesehatan masyarakat.

Ketua PDGI Pengwil Jawa Timur, drg. Farid Amirudin, menjelaskan bahwa aksi ini merupakan wujud nyata kepedulian profesi dokter gigi terhadap kesehatan masyarakat di Kabupaten Madiun. 

PDGI tidak hanya fokus pada edukasi dasar, melainkan juga menghadirkan beragam layanan medis spesifik dan spesialistik yang sangat dibutuhkan warga.

“Kegiatan ini adalah bentuk partisipasi kami dalam Hari Jadi Kabupaten Madiun. Kami memberikan pelayanan mulai dari penyuluhan kesehatan gigi, pemeriksaan kesehatan anak disabilitas, hingga operasi bibir sumbing di RS Dolopo,” ujar drg. Farid Amirudin.

Selain operasi bibir sumbing, layanan gratis yang diberikan selama baksos juga meliputi penanganan gigi impaksi (gigi terpendam), pembuatan gigi tiruan lepasan, hingga pemasangan protesa mata palsu.

Tak berhenti di ranah medis, PDGI Jatim juga menyasar sektor preventif melalui edukasi kesehatan. Mereka menggelar seminar khusus bagi ibu-ibu PKK dan Dharma Wanita yang berfokus pada pengolahan makanan sehat serta pemberian makanan tambahan (PMT) sebagai upaya nyata menekan angka stunting di Kabupaten Madiun.

Kolaborasi akbar ini mendapat apresiasi tinggi dari Bupati Madiun Hari Wuryanto. 

Bupati menilai kontribusi PDGI Jatim sangat luar biasa dan sejalan dengan visi Pemerintah Kabupaten Madiun untuk menciptakan masyarakat yang bersih, sehat, dan sejahtera. 

Menurut Bupati, edukasi sejak dini merupakan kunci penting dalam menjaga kesehatan, khususnya kesehatan gigi dan mulut yang sering kali terabaikan.

“Ini sesuatu yang luar biasa. Terima kasih kepada PDGI Jatim. Kegiatan ini sangat membantu mengedukasi masyarakat bahwa kesehatan itu sangat penting. Jangan menunggu sakit baru periksa, tetapi kita harus rutin memeriksakan kesehatan meskipun tidak ada keluhan,” tegas Hari Wuryanto.

Bupati Hari mengimbau seluruh masyarakat Kabupaten Madiun untuk membangun kebiasaan baru dengan melakukan pemeriksaan rutin ke fasilitas kesehatan terdekat.

“Setiap enam bulan sekali, silakan periksakan kesehatan gigi dan mulut di puskesmas terdekat. Kami sudah melengkapi setiap puskesmas dengan layanan kedokteran gigi,” pungkasnya.(ir)

Segoro Topeng Kaliwungu Cetak Generasi Pelestari Budaya, 500 Penari Muda Unjuk Kebolehan

Iki Radio - Sebanyak 500 penari muda tampil dalam pertunjukan kolosal pada puncak Segoro Topeng Kaliwungu dan Jaran Kencak 2026 di Pantai Watu Pecak, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Minggu (28/6/2026).


Keterlibatan generasi muda tersebut menjadi bagian dari upaya regenerasi pelaku seni sekaligus memperkuat pelestarian budaya daerah.

Ratusan penari tersebut merupakan hasil seleksi dari sekitar 1.100 peserta yang berasal dari 114 sekolah dan 29 sanggar tari di Kabupaten Lumajang. Setelah melalui proses kurasi dan pembinaan, mereka dipercaya tampil membawakan pertunjukan yang mengangkat kekayaan seni tradisi daerah.

Bupati Lumajang, Indah Amperawati, mengatakan keterlibatan pelajar dan generasi muda merupakan investasi jangka panjang untuk menjaga keberlangsungan budaya lokal.

"Pelestarian budaya tidak cukup hanya melalui festival atau pertunjukan. Yang paling penting adalah menanamkan rasa memiliki kepada generasi muda. Ketika mereka memahami makna budaya daerahnya, di situlah warisan budaya akan terus hidup," ujar Bunda Indah.

Menurutnya, proses latihan yang dijalani para peserta tidak hanya bertujuan mempersiapkan penampilan, tetapi juga membentuk karakter melalui nilai kedisiplinan, kerja sama, tanggung jawab, serta kecintaan terhadap budaya daerah.

Ia menambahkan, keterlibatan sekolah, sanggar tari, seniman, guru, dan orang tua menjadi bukti bahwa pelestarian budaya merupakan tanggung jawab bersama. Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk memastikan regenerasi pelaku seni terus berjalan di Kabupaten Lumajang.

Selain menghasilkan pertunjukan yang berkualitas, pembinaan yang dilakukan juga menjadi sarana bagi generasi muda untuk mengenal sejarah, filosofi, dan nilai-nilai budaya lokal sebagai bagian dari pembentukan karakter.

Pemerintah Kabupaten Lumajang berharap pembinaan yang berkelanjutan mampu melahirkan lebih banyak generasi muda yang menjadi pelestari budaya sekaligus duta seni yang memperkenalkan kekayaan tradisi Lumajang kepada masyarakat yang lebih luas.

 

Festival Nasi Krawu Gresik Pecahkan Rekor Dunia MURI

Iki Radio - Kuliner tradisional kembali membuktikan diri sebagai kekuatan budaya sekaligus penggerak ekonomi daerah. Festival Tumpeng Nasi Krawu Vol. 4 yang digelar Komunitas Wartawan Grissee (KWGe) di Gresik Universal Science (GUS), Kecamatan Balongpanggang, Minggu (28/6/2026), berhasil mencatatkan prestasi membanggakan dengan meraih Rekor Dunia MURI.

Rekor tersebut diraih melalui penyusunan gunungan setinggi sekitar 4,5 meter yang terdiri atas 3.000 bungkus nasi krawu—kuliner khas yang telah lama menjadi ikon Kabupaten Gresik.

Pencapaian ini tidak sekadar mencatat angka fantastis, tetapi juga mempertegas posisi nasi krawu sebagai warisan kuliner yang memiliki nilai budaya kuat dan mampu mengangkat identitas daerah ke level yang lebih luas.

Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani, menilai keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa pelestarian budaya lokal dapat menjadi instrumen strategis untuk memperkuat branding daerah.

Didampingi Wakil Bupati Gresik, Asluchul Alif, Bupati Yani mengapresiasi konsistensi Komunitas Wartawan Grissee yang selama empat kali penyelenggaraan terus menghadirkan inovasi dalam mengangkat nasi krawu sebagai ikon kuliner Gresik.

“Nasi krawu bukan sekadar makanan khas. Nasi krawu adalah identitas Kabupaten Gresik. Di mana pun orang mengenal Gresik, salah satu yang langsung diingat adalah nasi krawu,” ujar Yani.

Menurutnya, keberhasilan festival ini menunjukkan bahwa budaya tidak harus berhenti sebagai warisan masa lalu, tetapi dapat dikembangkan menjadi ruang interaksi sosial yang berdampak pada sektor pariwisata dan ekonomi.

Festival kuliner, kata Yani, mampu menciptakan efek berantai: menarik kunjungan wisatawan, meningkatkan transaksi UMKM, dan memperluas promosi daerah.

“Berangkat dari budaya, kemudian tumbuh menjadi ruang wisata yang mempertemukan masyarakat. Orang datang bersama keluarga untuk menikmati festival, mengenal kuliner khas Gresik, dan pada saat yang sama kegiatan ini ikut menggerakkan ekonomi masyarakat lokal,” tuturnya.

Ia berharap capaian Rekor Dunia MURI menjadi momentum untuk melahirkan lebih banyak inovasi kreatif dalam mempromosikan potensi daerah.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada teman-teman KWGe yang konsisten memperkenalkan nasi krawu hingga semakin dikenal masyarakat luas. Semoga ke depan lahir lebih banyak ide kreatif yang membawa nama Gresik semakin dikenal,” imbuhnya.

Sementara itu, perwakilan MURI, Ari Andriani, menjelaskan bahwa penghargaan rekor diberikan bukan hanya karena skala penyajian yang besar, tetapi juga karena nilai budaya yang diusung festival ini.

Menurutnya, sego krawu bukan sekadar sajian nasi dengan suwiran daging, serundeng, dan sambal, melainkan simbol sejarah dan keramahan masyarakat Gresik.

“Sego krawu adalah identitas, warisan leluhur, sekaligus simbol kehangatan dan keramahan masyarakat Gresik,” jelas Ari.

Berdasarkan hasil verifikasi, gunungan setinggi 4,5 meter yang tersusun dari 3.000 bungkus sego krawu dinyatakan memenuhi seluruh persyaratan pencatatan rekor.

Festival Tumpeng Nasi Krawu Vol. 4 sendiri berlangsung selama dua hari dengan beragam agenda, mulai dari bazar UMKM, pertunjukan seni budaya, lomba anak, layanan publik, hingga aktivitas edukatif.

Seluruh rangkaian tersebut mencerminkan kolaborasi kuat antara pemerintah daerah, komunitas, pelaku usaha, dan masyarakat dalam merawat budaya sekaligus memperkuat ekonomi lokal.

Usai prosesi penyerahan piagam Rekor Dunia MURI kepada KWGe, ribuan bungkus nasi krawu yang tersusun dalam gunungan dibagikan kepada masyarakat.

Antusiasme warga yang memadati kawasan GUS menjadi penutup manis festival yang menegaskan satu hal: budaya lokal bukan hanya warisan untuk dikenang, tetapi kekuatan nyata untuk membangun kebanggaan dan daya saing daerah.

 

Belajar dari Kasus Dugaan Penyekapan di Bandung, Menkomdigi: Ada Risiko Memakai Aplikasi Digital

Iki Radio - Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid, mengingatkan masyarakat agar lebih waspada saat berinteraksi melalui aplikasi kencan maupun platform digital. Hal tersebut menyusul kasus dugaan penyekapan dan kekerasan seorang perempuan di Bandung yang diduga berawal dari perkenalan melalui aplikasi kencan berbasis lokasi.

Menkomdigi menyatakan kasus yang saat ini masih ditangani aparat penegak hukum tersebut menjadi pengingat penting bahwa interaksi di ruang digital tetap harus disertai kehati-hatian dan literasi digital yang memadai.  

“Interaksi yang berawal dari ruang digital harus selalu disertai kehati-hatian dan literasi digital yang baik. Algoritma dirancang untuk menemukan kecocokan, bukan menjamin seseorang dapat dipercaya,” ujar Meutya Hafid menjawab pertanyaan wartawan di Jakarta, Sabtu (27/6/2026).

Menurut Menkomdigi, masyarakat tidak boleh mudah mempercayai profil, foto, maupun informasi yang ditampilkan di media sosial atau aplikasi digital karena dapat menciptakan ilusi kedekatan melalui algoritma yang dirancang untuk meningkatkan interaksi pengguna.

Karena itu, masyarakat diimbau untuk selalu melakukan verifikasi identitas, menjaga kerahasiaan data pribadi, serta memanfaatkan fitur keamanan seperti pelaporan dan pemblokiran apabila menemukan aktivitas atau perilaku yang mencurigakan.

Ia menegaskan bahwa terciptanya ruang digital yang aman merupakan tanggung jawab bersama.

Untuk itu, pemerintah terus memperkuat tata kelola ruang digital, platform didorong meningkatkan pelindungan pengguna, sementara masyarakat diharapkan semakin cakap dan bijak dalam memanfaatkan teknologi digital.

Menkomdigi juga menegaskan bahwa penanganan dugaan tindak pidana dalam kasus tersebut sepenuhnya menjadi kewenangan aparat penegak hukum.

Gelar Baksos di Hari Jadi ke-458 Madiun, TP PKK dan PDGI Jatim Dorong Ibu Jadi "Menteri Kesehatan" Rumah Tangga

Iki Radio — Kesehatan gigi dan mulut sering kali luput dari perhatian utama, padahal perannya sangat krusial dalam menentukan kualitas tumbuh kembang dan kecerdasan anak sejak dini. 

Menyadari hal tersebut, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Madiun, Erni Hari Wuryanto, mengajak kaum ibu untuk mengambil peran aktif sebagai pelopor kesehatan gigi dan mulut di lingkungan keluarga mereka masing-masing.

Penegasan tersebut disampaikan secara langsung dalam pembukaan acara Bakti Sosial (Baksos) Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Pengurus Wilayah Jawa Timur. 

Mengambil tempat di Gedung Graha Eka Kapti, Pusat Pemerintahan Kabupaten Madiun, Caruban, Sabtu (27/06/2026), acara ini dihadiri oleh ratusan kader penggerak serta tenaga kesehatan.

Dalam sambutannya, Erni Hari Wuryanto menggunakan analogi yang kuat untuk menggambarkan betapa strategisnya posisi seorang wanita di dalam struktur domestik. 

Menurutnya, fondasi kesehatan sebuah bangsa sejatinya dimulai dari bagaimana seorang ibu mengelola kedisiplinan hidup sehat di dalam rumahnya.

"Ibu adalah menteri kesehatan di dalam rumah tangga. Saya berharap ilmu dan edukasi medis yang diperoleh dari para dokter gigi hari ini tidak berhenti di sini, melainkan benar-benar diterapkan, ditularkan, dan disampaikan kepada keluarga serta lingkungan sekitar," ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa kesehatan gigi dan mulut bukanlah sekadar masalah estetika atau hal sepele. 

Kerusakan gigi pada usia dini terbukti dapat mengganggu pola makan anak, yang pada gilirannya akan menghambat penyerapan nutrisi penting untuk perkembangan otak dan fisik.

Sementara itu, Wakil Ketua I PDGI Pengurus Wilayah Jatim, drg. Marita Dony Istata, menjelaskan bahwa kegiatan bakti sosial berskala provinsi ini merupakan agenda tahunan organisasi. 

Pada tahun 2026 ini, Kabupaten Madiun mendapatkan kehormatan dipilih menjadi tuan rumah penyelenggaraan. Momentum ini terasa semakin istimewa karena diintegrasikan langsung untuk memeriahkan Hari Jadi Kabupaten Madiun yang ke-458.

"Tujuan utama dari bakti sosial terintegrasi ini adalah untuk meningkatkan derajat kesehatan gigi dan mulut masyarakat secara masif sejak dini. Kami ingin memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat Madiun di hari jadinya yang bersejarah ini," terang drg. Marita.

Rangkaian kegiatan bakti sosial ini dirancang secara komprehensif agar dampaknya dirasakan langsung oleh masyarakat akar rumput. 

Tidak hanya berfokus pada seminar dan penyuluhan teoritis kepada anggota PKK dan Dharma Wanita di tingkat kabupaten, tim baksos PDGI Jatim juga bergerak langsung menyasar wilayah pedesaan. Diantaranya di Desa Tulung (Kecamatan Saradan) dan Desa Duren (Kecamatan Pilangkenceng).

Sasaran spesifik dari ke desa-desa ini adalah ibu hamil dan anak-anak balita. Pemilihan target ini didasarkan pada fakta medis bahwa periode kehamilan dan masa balita (1.000 Hari Pertama Kehidupan) adalah fase paling kritis dalam pembentukan karakter fisik dan kognitif anak.

selain penyuluhan kesehatan gigi dan mulit, sebagai bentuk kepedulian konkret di lapangan, dalam kesempatan tersebut juga dilakukan penyerahan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berupa susu formula khusus dan makanan padat bergizi tinggi.

Para pakar dari PDGI menegaskan bahwa kondisi kesehatan gigi dan mulut yang buruk, seperti infeksi gusi kronis atau karies parah pada ibu hamil, dapat memicu kelahiran prematur dan bayi berat lahir rendah (BBLR). 

Sementara pada balita, gigi yang rusak membuat mereka enggan mengunyah makanan, yang berujung pada malnutrisi kronis—pemicu utama terjadinya stunting. Oleh karena itu, intervensi kesehatan gigi dinilai berkaitan erat dan linier dengan keberhasilan program nasional percepatan penurunan angka stunting.

Melalui sinergi yang kuat antara Tim Penggerak PKK, jajaran birokrasi Pemerintah Kabupaten Madiun, dan profesionalisme medis dari PDGI Jawa Timur, diharapkan dapat mendongkrak kesadaran kolektif masyarakat. 

Langkah preventif ini diharapkan mampu mewujudkan generasi masa depan Kabupaten Madiun yang tidak hanya sehat secara fisik, tetapi juga cerdas, kompetitif, dan berkualitas mutunya.(ir)

Akses Jalan Buruk, Pemkab Madiun Dinilai Belum Serius Garap Potensi Wisata

Iki Radio – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun dinilai belum menunjukkan keseriusan dalam menggarap potensi pariwisata yang dimiliki daerah. 

Pengembangan destinasi wisata di Bumi Kampung Pesilat dianggap masih berjalan monoton dan terkendala oleh persoalan mendasar, terutama infrastruktur akses jalan yang belum memadai.

Kritik tajam tersebut disampaikan oleh Anggota DPRD Kabupaten Madiun dari Fraksi Partai NasDem, Purwadi. 

Menurutnya, pemerintah daerah seharusnya menjadikan konsep dasar 3A (Akses, Atraksi, dan Amenitas) sebagai acuan utama dalam menyusun kebijakan pengembangan sektor pariwisata.

“Akses menuju tempat wisata rata-rata masih buruk. Amenitas atau fasilitas pendukung juga masih tertinggal. Sementara atraksi wisata belum didukung kegiatan yang berkelanjutan,” ujar Purwadi usai menghadiri rapat paripurna di DPRD Kabupaten Madiun, Jumat (26/6/2026).

Politikus Partai NasDem tersebut menegaskan bahwa pembenahan akses jalan merupakan langkah paling mendesak yang harus segera dieksekusi. Tanpa infrastruktur jalan yang layak dan aman, upaya untuk meningkatkan angka kunjungan wisatawan ke Kabupaten Madiun akan sulit terwujud.

Oleh karena itu, ia mendesak Pemkab Madiun untuk memperkuat sinergi dan koordinasi lintas sektor, khususnya antara Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR). Sinergi ini penting agar pembangunan infrastruktur dapat berjalan seiring dengan pengembangan destinasi wisata.

Purwadi mencontohkan kawasan Selingkar Wilis yang meliputi wilayah Kecamatan Kare, Dagangan, hingga Gemarang. Kawasan lereng gunung tersebut dinilai memiliki potensi luar biasa untuk menjadi destinasi wisata unggulan, namun sayangnya belum didukung oleh aksesibilitas yang mumpuni.

“Kalau aksesnya bagus, wisatawan tidak hanya datang sekali, tetapi akan kembali lagi. Setelah akses selesai, baru kita berbicara mengenai atraksi dan amenitas,” jelasnya.

Selain masalah infrastruktur, Purwadi juga menyoroti minimnya inovasi dalam pengembangan atraksi wisata. Padahal, Kabupaten Madiun memiliki modal kuat pada sektor wisata alam dan budaya, seperti kawasan pegunungan Wilis yang asri serta identitas Kampung Pesilat sebagai bagian dari pelestarian budaya Mataraman.

“Potensi kita sangat besar. Wisata alam kita luar biasa, hutannya masih terjaga, udaranya sejuk. Tetapi kalau akses dan pengelolaannya tidak dibenahi, potensi itu tidak akan berkembang secara optimal,” imbuh Purwadi.

Ia berharap Pemkab Madiun menempatkan sektor pariwisata sebagai salah satu prioritas pembangunan daerah. 

Menurutnya, industri pariwisata yang dikelola dengan baik dan didukung infrastruktur memadai terbukti mampu menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan sekaligus mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Madiun.(ir)

close
Pasang Iklan Disini