Iki Radio – Ledakan keras mengguncang Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, Arab Saudi, pada Sabtu (10/10/2026). Insiden tersebut memicu evakuasi penumpang di sejumlah area bandara serta gangguan massal pada lalu lintas penerbangan internasional.
Menurut laporan Reuters yang mengutip saksi mata dan sejumlah sumber terkait, lebih dari belasan unit ambulans terlihat bergegas menuju lokasi bandara tak lama setelah ledakan terjadi. Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari otoritas penerbangan sipil maupun kantor media pemerintah Saudi mengenai penyebab pasti ledakan tersebut.
Gangguan Penerbangan dan Penutupan Operasional
Berdasarkan pemantauan situs pelacak penerbangan Flightradar24, seluruh jadwal penerbangan menuju Riyadh terpaksa dialihkan atau dibatalkan. Dalam beberapa saat setelah kejadian, hanya satu unit helikopter yang terpantau mengudara di atas kawasan bandara.
Sejumlah maskapai penerbangan regional langsung mengambil langkah tegas. Etihad Airways & Qatar Airways membatalkan sejumlah penerbangan dari dan menuju hub mereka hingga Senin (12/10/2026). Kuwait Airways menghentikan seluruh operasional rute Riyadh dan menyatakan bahwa bandara ditutup akibat "situasi keamanan".
Pihak pengelola bandara mengimbau para calon penumpang untuk tidak mendatangi area terminal sebelum mengonfirmasi status penerbangan mereka kepada masing-masing maskapai.
Eskalasi Konflik dan Ancaman Houthi
Insiden ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan keamanan dan gelombang serangan rudal oleh kelompok Houthi asal Yaman yang bersekutu dengan Iran. Sebelum ledakan hari ini, Bandara Internasional Riyadh tercatat telah dua kali menjadi sasaran serangan sepanjang pekan ini—mengakibatkan empat orang tewas, belasan lainnya luka-luka, serta kerusakan berat pada satu unit pesawat sipil.
Kelompok Houthi sebelumnya telah mengeluarkan peringatan keras agar seluruh pesawat sipil menghindari wilayah udara Arab Saudi, dan mengklaim kawasan tersebut sebagai zona operasi militer. Langkah ini diambil Houthi sebagai tanggapan atas operasi militer yang dilancarkan pemerintah Yaman dengan dukungan koalisi Saudi awal bulan ini.
Agenda Internasional Tetap Berjalan
Meski dibayangi gangguan keamanan serius, pihak penyelenggara memastikan bahwa sejumlah konferensi internasional di bidang energi dan investasi yang dijadwalkan berlangsung di Riyadh dalam waktu dekat akan tetap berjalan sesuai rencana. Panitia meyakinkan para peserta bahwa langkah-langkah pengamanan ketat telah disiapkan demi menjamin keselamatan selama acara berlangsung.















