Iki Radio — Suara gemerincing panci, wajan, hingga spatula bersahut-sahutan di depan Balai Kota DKI Jakarta. Ratusan pekerja dari Club de Arjuna, yang didominasi oleh kaum perempuan, menggelar aksi unjuk rasa dengan membawa alat-alat dapur sebagai simbol jeritan hati dan perjuangan mereka demi menyambung hidup keluarga.
Aksi ini digelar untuk meminta Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, turun tangan menyelesaikan permasalahan yang membuat mereka terpaksa menganggur selama hampir empat bulan. Para pekerja mengaku tidak bisa memasuki area kerja mereka di kawasan Kedoya, Jakarta Barat, lantaran akses masuk ditutup tembok oleh oknum organisasi kemasyarakatan (ormas).
Koordinator Aksi, Venny Tresia, menegaskan bahwa para karyawan berada dalam situasi yang sangat sulit. Mereka mendesak Pemerintah Daerah DKI Jakarta segera memberikan solusi agar akses ke tempat kerja dapat kembali dibuka tanpa harus mengganggu proses hukum sengketa lahan yang tengah berjalan di pengadilan.
"Jadi karyawan tidak bisa bekerja kalau harus menunggu proses hukum di pengadilan itu bertahun-tahun, sedangkan karyawan butuh makan. Tempat kerjanya ditembok sama ormas, tapi Satpol PP sampai hari ini enggak berani rubuhin tembok itu," ujar Venny saat ditemui di lokasi aksi, Jum’at (9/10/2026).
Meskipun menyayangkan lambatnya tindakan dari aparat pamong praja setempat, pihak pekerja menyampaikan apresiasi tinggi kepada jajaran kepolisian yang bergerak cepat merespons aspirasi mereka.
"Kami juga apresiasi karena pada saat yang terakhir kepolisian mendengarkan dan membantu kami. Kami sangat berterima kasih kepada kepolisian yang telah mengusir keluar ormas dari tempat," tambah Venny.
Melalui aksi ini, para pekerja berharap Pemprov DKI
Jakarta dapat bertindak tegas merobohkan tembok penghalang tersebut agar
ratusan karyawan bisa kembali mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan
sehari-hari.








