Iki Terbaru/Paling Greeess

Peringati Gugurnya Pahlawan Revolusi DI Panjaitan, Masyarakat Toba Gelar Upacara dan Pertunjukan Budaya

Iki Radio - Dalam rangka mengenang jasa Pahlawan Revolusi Mayor Jenderal Anumerta Donald Isaac (DI) Panjaitan, masyarakat Kabupaten Toba menggelar upacara peringatan dan penaburan bunga di Monumen DI Panjaitan, Lumban Tor, Desa Natolu Tali, Kecamatan Silaen, Rabu (1/10/2025).

Upacara berlangsung khidmat meski diguyur gerimis. Wakil Bupati Toba Audi Murphy O. Sitorus bertindak sebagai Inspektur Upacara dan turut meletakkan karangan bunga di monumen tempat kelahiran sang pahlawan revolusi tersebut. Kegiatan diikuti jajaran Forkopimda, ASN, Forkopimca Silaen, serta masyarakat dari 11 desa yang tergabung dalam Forum Masyarakat Sigurs (Sitorang Hutagurgur).

Usai upacara, Wakil Bupati bersama Forkopimda meninjau galeri di kompleks monumen yang menampilkan dokumentasi perjalanan hidup dan perjuangan DI Panjaitan. Dalam kesempatan itu, Audi Murphy menyampaikan rasa bangga dan penghormatan kepada sosok pahlawan asal Toba tersebut.

“Mayjend DI Panjaitan adalah kebanggaan bagi masyarakat Toba, khususnya warga Silaen. Kita harus terus meneladani perjuangannya dalam mempertahankan kemerdekaan dan menjaga ideologi Pancasila dari segala rongrongan,” ujar Audi Murphy didampingi Forkopimda dan Camat Silaen Tumpal Panjaitan.

Acara peringatan juga diisi dengan pertunjukan seni budaya, termasuk fragmen perjalanan hidup DI Panjaitan serta pembacaan puisi oleh budayawan dan sastrawan Tansiswo Siagian.

Ketua Panitia sekaligus Bendahara Forum Masyarakat Sigurs, Janner Sitorus, menyampaikan apresiasinya atas dukungan semua pihak dalam pelaksanaan kegiatan tersebut.

“Semangat kebersamaan ini harus terus kita jaga. Ke depan, mari kita bersinergi untuk membangun Kabupaten Toba agar semakin maju,” kata Janner yang juga merupakan Anggota DPRD Toba.

Selain di Silaen, upacara penghormatan kepada Mayjend (Anumerta) DI Panjaitan juga dilaksanakan di Monumen Pahlawan Revolusi DI Panjaitan di Balige, yang dipimpin langsung Kapolres Toba, AKBP Vinsensius Jimmy Parapaga.

Monumen DI Panjaitan di Lumban Tor kini menjadi salah satu ikon kebanggaan masyarakat Toba. Selain menjadi tempat mengenang jasa pahlawan, kawasan ini telah dipugar oleh keluarga besar almarhum dengan membangun rumah Batak dan menata lingkungan sekitar, sehingga diharapkan menjadi destinasi wisata seni dan budaya yang menginspirasi generasi muda untuk meneladani semangat juang pahlawan bangsa.

GAYATRI, Inovasi Pemkab Bojonegoro Ubah Warga Miskin Jadi Mandiri

Iki Radio - Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Bojonegoro menggelar Training of Facilitator (ToF) bagi pendamping Program Gerakan Beternak Ayam Petelur Mandiri (GAYATRI) di Pendopo Malowopati Bojonegoro, Rabu (1/10/2025).

Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah, menjelaskan bahwa Program GAYATRI merupakan inovasi bersama dengan Bupati Setyo Wahono pada tahun 2025. Sesuai rencana APBD 2025, terdapat 400 keluarga penerima manfaat (KPM) di 10 desa dari 5 kecamatan. Jumlah ini ditargetkan bertambah menjadi 5.000 KPM pada P-APBD.

“Maka harapannya bisa merata ke seluruh desa. Jika 127 desa yang disurvei tidak terealisasi tahun ini, maka akan dialokasikan pada 2026 atau 2027,” terangnya.

Program GAYATRI dijalankan melalui beberapa skema, mulai dari APBD induk, P-APBD, hingga alokasi dana desa (DD) di bidang ketahanan pangan. Total target mencapai 2.800 KPM dari DD, namun saat ini baru terealisasi 732 KPM. Dengan skema penuh, ditargetkan 9.400 KPM, ditambah dukungan dana CSR perusahaan untuk 544 KPM.

Selain itu, Pemkab juga meluncurkan program Domba Kesejahteraan bagi 1.200 KPM dan program Kolega sebagai pendamping usaha masyarakat.

Fasilitator yang mengikuti pelatihan nantinya bertugas memantau kondisi kandang, jumlah ayam, pakan, hingga vitamin yang diterima KPM. Mereka diharapkan membantu warga agar mampu meningkatkan taraf hidup melalui peternakan mandiri.

Sekretaris Disnakkan Bojonegoro, Elfia Nuraini, dalam laporannya menyampaikan bahwa ToF dilaksanakan secara online dan offline dalam 4 gelombang dengan 16 angkatan, mulai 3 Oktober hingga 24 Oktober 2025. Pelatihan offline dipusatkan di Kampus UNIGORO, sedangkan online dilaksanakan di masing-masing wilayah.

“Peserta ToF berjumlah 560 orang, terdiri atas perwakilan desa 419 orang, kelurahan 11 orang, kecamatan 28 orang, dan pendamping peternakan 102 orang,” jelasnya.

Ia menambahkan, Program GAYATRI telah membawa Bojonegoro meraih Juara 1 tingkat Jawa Timur dalam lomba penilaian manajemen kelompok agribisnis peternakan kategori komoditas unggas melalui Kelompok Tani Ternak Sumber Unggas Jaya Desa Margomulyo, Kecamatan Balen.

“Kelompok ini berkontribusi dari hulu hingga hilir dalam Program GAYATRI dan bisa menjadi role model bagi kecamatan lainnya,” ujarnya.

Okupansi Tinggi, Wings Air Tambah Jadwal Penerbangan Surabaya-Banyuwangi

Iki Radio - Sejak mulai beroperasi kembali 24 September, okupansi penerbangan rute Surabaya-Banyuwangi yang dilayani oleh Maskapai Wings Air cukup tinggi, diatas 80 persen. Melihat potensi pasar tersebut, Wings Air menambah jadwal penerbangan menjadi tiga kali dalam seminggu dari yang tadinya hanya dua kali dalam seminggu.


Sebelumnya jadwal penerbangan Surabaya–Banyuwangi dua kali seminggu yakni tiap Rabu dan Minggu. Kini jadwal penerbangan menjadi tiga kali seminggu, dengan tambahan jadwal penerbangan di hari Kamis.

“Alhamdulilah. Rute ini disambut positif, sehingga ada penambahan frekuensi penerbangan. Ini menunjukkan pasar Banyuwangi sudah terbentuk,” kata Bupati Ipuk Fiestiandani Rabu (1/10/2025).

Ipuk berharap adanya penambahan rute ini akan semakin memperkuat aksesibilitas Banyuwangi sekaligus mendukung kelancaran mobilitas bagi pelaku bisnis, akademisi, wisatawan dan masyarakat umum.

Ditambahkan Kepala Dinas Perhubungan Banyuwangi, Komang Sudira Atmaja, telah mendapatkan surat pemberitahuan resmi tentang penambahan frekuensi penerbangan Surabaya Banyuwangi dan sebaliknya dari Maskapai Wings Air, Rabu (1/10/2025). 

Penambahan jadwal penerbangan tersebut mulai Kamis, mulai 9 Oktober mendatang.

"Penerbangan Surabaya Banyuwangi mulai minggu depan menjadi tiga kali dalam seminggu yakni di hari Rabu, Kamis dan Minggu," ujarnya.

Untuk jadwal penerbangannya, berangkat dari Surabaya pukul 11.40 WIB dan tiba di Bandara Banyuwangi pukul 12.40 WIB. Adapun dari Banyuwangi pukul 13.00 WIB dan tiba di Surabaya pukul 14.00 WIB.

“Tiket bisa dipesan secara online. Harganya masih sama sekitar Rp. 700 ribuan,” kata Komang.

Puluhan Siswa di Ngawi Diduga Keracunan Menu MBG, Polisi Ambil Sampel Makanan

Iki Radio - Di ruang Unit Kesehatan Sekolah (UKS) SMKN 1 Sine, puluhan siswa tampak pucat dan lemas. Sebagian lainnya terpaksa dilarikan ke Puskesmas Sine, Puskesmas Ngrambe, hingga RS Aisyiyah Ngawi. Mereka mengalami gejala mual, muntah, hingga sesak napas.

Kasus itu mencuat usai upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila, Rabu (1/10/2025). Puluhan siswa ini tiba-tiba mengeluhkan sakit perut. Sedikitnya tercatat 35 siswa masih dirawat intensif.

Kasatreskrim Polres Ngawi AKP Aris Gunadi mengatakan, pihaknya langsung turun tangan setelah menerima laporan.

“Jadi kami tadi terima informasi pukul 10.00 WIB, kami dapat perintah Kapolres melakukan pengecekan. Langkah pertama kami mencari informasi dulu, mendalami apa penyebab dari anak-anak didik ini keracunan,” kata Aris.

Polisi bekerja sama dengan tenaga medis mengamankan sejumlah sampel untuk diperiksa lebih lanjut.

“Kita berkoordinasi dengan pihak puskesmas, membawa sampel ke forensik. Nanti hasilnya akan kita laporkan dan sampaikan apakah penyebabnya ada dari yang lain karena kita belum bisa memastikan apakah ada penyebab dari dugaan MBG atau seperti apa. Karena rentan waktu seperti yang disampaikan Wakil Bupati Ngawi, bahwa makannya pukul 14.00 WIB kemarin, gejalanya baru tadi pagi dirasakan,” ujarnya.

Aris menyebut, penyelidikan masih berjalan. Polisi menggali informasi dari pihak sekolah, siswa, orang tua, hingga tenaga kesehatan. “Semua kita bawa ke lab, baik dari muntahannya,” kata dia.

Kepala SMKN 1 Sine, Agus Setyabudi, membenarkan bahwa kasus ini muncul beberapa saat setelah upacara.

“Tadi pagi waktu setelah upacara hari Kesaktian Pancasila kemudian anak-anak masuk kelas kemudian ada satu dua anak yang ke belakang, makin lama main nambah, ada yang di UKS, ada yang jatuh, ada yang sesak, kemudian dibawa ke puskesmas,” ujar Agus.

Menurut Agus, sebagian siswa masih dirawat di puskesmas dan rumah sakit terdekat. Namun, jumlah pasti korban belum dapat dipastikan.

“Ada yang dirawat di Puskesmas Ngrambe, Aisyiyah, tapi kami belum konfirmasi berapa jumlahnya. Doakan saja ini tidak ada lagi masalah, semua baik-baik saja. Belum tahu persis, tadi Dinkes baru periksa lab,” katanya.

Agus juga menjelaskan mekanisme distribusi Makan Bergizi Gratis (MBG) pada hari kejadian.

“Apakah hari ini MBG diterima? Diterima, tapi karena anak-anak sudah pulang, tidak dibagikan. Ya nanti kan juga bau, jadi dikembalikan. Sekitar delapan hari sudah menerima MBG,” ujarnya.

Bahkan, ia mengaku pernah mencicipi makanan MBG. “Saya pernah ngincipi hari Selasa. Kemarin juga ada guru yang makan, karena anak sudah pulang, sisa lalu dimakan, sama juga sakit perut. Tapi nggak hapal berapa jumlahnya, kemarin saya kan nggak masuk,” tutur Agus.

Dinas Kesehatan Ngawi sudah turun tangan melakukan pemeriksaan laboratorium. Namun, hingga kini penyebab pasti belum dapat dipastikan. Dugaan mengarah pada makanan MBG, meski polisi dan tim medis masih menunggu hasil uji forensik.

Program MBG sendiri merupakan program pemerintah pusat yang bertujuan meningkatkan gizi siswa. Namun, kasus di Ngawi menimbulkan tanda tanya mengenai pengawasan distribusi makanan di lapangan.

Polisi memastikan akan terus mengusut tuntas kasus ini. “Kami masih menunggu hasil lab untuk memastikan sumber keracunan. Sementara ini fokus utama adalah memastikan anak-anak yang dirawat bisa segera pulih,” kata AKP Aris Gunadi.

Top

Jelang MotoGP, Menpora Erick Jamu Valentino Rossi di Jakarta

Iki Radio - Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Erick Thohir menjamu legenda balap motor dunia, Valentino Rossi, di Jakarta. Jamuan santap siang berlangsung di salah satu restoran di kawasan Senayan, Selasa (30/9/2025).

Pertemuan Menpora Erick dengan Rossi berlangsung hangat dan penuh keakraban. Keduanya tampak menikmati hidangan sambil berbincang santai.

Kehadiran Rossi di Indonesia kali ini dengan status sebagai pemilik Pertamina Enduro VR46 Racing Team. Di Jakarta, Rossi akan menyapa fans dan melakukan serangkaian kegiatan.

"Senang sekali bisa menyambut kehadiran Valentino Rossi, sang juara MotoGP tujuh kali yang datang ke Jakarta," ujar Menpora Erick.

Menpora Erick menyampaikan, momen kedatangan Rossi ke Tanah Air diharapkan bisa memberikan dampak positif bagi dunia balap motor Indonesia. Disamping itu, legenda dengan julukan The Doctor tersebut sekaligus ingin melihat potensi pebalap muda Indonesia.

"Rossi mengaku sangat senang bisa kembali ke Indonesia dan menyapa para pecinta otomotif nasional. Rossi juga melihat potensi pebalap muda kita untuk bisa berprestasi di masa depan," jelas Menpora Erick.

Valentino Rossi sendiri merupakan eks pembalap MotoGP dengan fans terbanyak di Indonesia. Bahkan meski sudah pensiun, dia tetap mendapatkan sambutan yang luar biasa.

"Kedatangannya (Rossi) membuktikan bahwa para fans balap Indonesia merupakan penggemar yang sangat suportif dan siap mendukung serta meramaikan berbagai ajang balap internasional di Tanah Air," pungkas Menpora Erick.

Sekolah Rakyat di Muncar Banyuwangi, Harapan Baru dari Air Mata Seorang Ibu Tunanetra

Iki Radio - Suasana haru mewarnai pembukaan Sekolah Rakyat di Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Muncar, Banyuwangi, Selasa (30/9/2025). Sebanyak 73 anak dari berbagai latar belakang diantar orang tua dan keluarganya untuk menempuh pendidikan berasrama di sekolah gratis yang digagas Presiden Prabowo Subianto ini.

Di antara riuh suasana, momen paling menyentuh datang dari Nur Wahidah (50), seorang ibu tunanetra asal Desa Sumberberas, Kecamatan Muncar. Air matanya menetes saat disapa dan diajak berbincang oleh Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani yang hadir meresmikan pembukaan sekolah tersebut.

Dengan suara lirih, Nur Wahidah menceritakan kehidupannya. Ia memiliki empat anak. Anak sulungnya telah meninggal dunia, anak kedua sudah bekerja, anak ketiga masih duduk di bangku SMA, sementara yang ia antar ke Sekolah Rakyat adalah Rehan Meizi, anak bungsunya yang kini kelas 5 SD.

Sejak sembilan tahun lalu, penglihatannya hilang. Suaminya pergi meninggalkan keluarga sejak Rehan masih berusia sebulan. Sejak itu, Wahidah berjuang seorang diri membesarkan anak-anaknya dengan penghasilan seadanya dari jasa pijat.

“Sudah sembilan tahun saya kehilangan penglihatan. Untuk hidup, saya hanya bisa bekerja sebagai tukang pijat. Dengan adanya Sekolah Rakyat ini, saya merasa sangat terbantu. Semoga anak saya bisa maju, berkembang, dan menjadi orang yang sukses kelak,” ungkapnya.

Mendengar itu, Ipuk menguatkan. “Tetaplah semangat ngih Bu. InsyaAllah anak-anak ibu bisa menggapai cita-citanya. Bapak Presiden melalui Sekolah Rakyat ini ingin semua anak memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh Pendidikan,” kata Ipuk menguatkan.

Puluhan orang tua lain juga menyimpan asa yang sama. Tutik (54), warga Songgon, tampak bersemangat ketika mengantar anaknya, Hidayatur Ramadan, yang kini duduk di kelas 2 SMA, untuk mulai bersekolah di Sekolah Rakyat.

“Perasaan saya senang sekali setelah tahu tempatnya nyaman. Daripada di rumah main terus, di sini anak saya lebih terarah. Hati saya juga lega, apalagi semuanya gratis,” tutur Tutik.

Sejak sembilan tahun lalu, Tutik harus berjuang seorang diri setelah suaminya meninggal dunia. Untuk menghidupi keluarga, ia berjualan es dan camilan di sekitar desanya. Meski penghasilan pas-pasan, semangatnya tak pernah surut demi masa depan anak-anaknya.

Semangat juga terpancar dari Yesi, siswi SMA asal Siliragung yang turut diajak berdialog langsung oleh Bupati Ipuk. Sebelumnya, ia sempat bersekolah di Tulungagung sebelum memutuskan pulang ke Banyuwangi untuk merawat neneknya yang sakit.

“Awalnya saya mau sekolah di SMK PGRI, lalu saya direkomendasikan oleh pendeta saya bahwa ada sekolah program presiden. Saya tertarik, karena memang kami kurang mampu akhirnya saya memutuskan untuk sekolah di sini,” kata Yesi.

Yesi bertekad akan bersungguh-sungguh belajar di Sekolah Rakyat. Ia ingin melanjutkan kuliah setelah lulus SMA dengan cita-cita menjadi seorang psikolog. Selain itu, ia juga mengasah keterampilan di bidang seni, terutama menyanyi dan menari.

Bupati Ipuk Fiestiandani mendoakan agar cita-cita Yesi dan para siswa lain dapat terwujud.

“Semoga apapun cinta cita kalian mudah-mudahan bisa diwujudkan. Belajarlah dengan sungguh-sungguh, jadikan Sekolah Rakyat ini jadi langkah awal untuk mewujudkan harapan apapun di masa depan,” kata Ipuk. (*)

Lebih dari 10 Juta Konten Negatif Dicabut Kemkomdigi Sejak 2016

Iki Radio - Sebanyak 10.682.717 konten negatif tercatat telah ditangani Patroli Siber Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) selama sembilan tahun sejak periode 2016 hingga 29 September 2025.

Berdasarkan data yang dirilis Direktorat Jenderal (Ditjen) Pengawasan Ruang Digital Kemkomdigi, konten negatif tersebut mencakup 8.016.547 konten pada situs dan 2.666.170 konten di media sosial (medos). Konten Perjudian dan Pornografi menjadi dua kategori yang paling mendominasi angka penindakan ini.

Data statistik penanganan konten negatif menunjukkan bahwa Perjudian menempati urutan pertama dengan angka yang fantastis, mencapai 6.183.923 kasus. Kategori kedua terbanyak adalah Pornografi dengan 1.768.562 kasus.

Kategori konten negatif lainnya yang juga mendapat penindakan, meskipun dengan jumlah yang jauh lebih kecil, meliputi: Hak Kekayaan Intelektual (HKI) sebanyak 29.716 konten, Penipuan sebanyak 24.810 konten, Konten Negatif yang Direkomendasikan Instansi Sektor sebanyak 7.672 konten, Terorisme atau Radikalisme sebanyak 566 konten, Suku, Agama, dan Ras (SARA) sebanyak 190 konten, dan Berita Bohong atau hoaks sebanyak 41 konten.

Platform Media Sosial Paling Banyak Terkena Penindakan

Pada medsos, platform dengan penindakan terbanyak adalah X (sebelumnya Twitter) sebanyak 1.463.344 konten, disusul Meta (termasuk Facebook, Instagram) sebanyak 822.706 konten, File Sharing sebanyak 261.123 konten, Google (termasuk YouTube), sebanyak 76.063 konten, dan TikTok sebanyak 17.640 konten.

Tren Peningkatan Tajam Penanganan Konten Perjudian

Patroli siber Kemkomdigi juga mengungkapkan tren peningkatan tajam pada penanganan konten perjudian, dengan total penanganan dari 2017 hingga 29 September 2025 telah mencapai 7.139.274 konten.

Data tahunan ini menunjukkan lonjakan penindakan yang drastis, terutama dalam dua tahun terakhir, dari 999.537 pada 2023 menjadi 3.893.963 pada 2024.

Sedangkan untuk periode 1 Januari 2025 hingga 29 September 2025 terdapat 1.591.447 konten perjudian yang diberikan tindakan tegas partoli siber Kemkomdigi. Secara keseluruhan, situs dan IP menjadi target utama penanganan perjudian dengan 6.183.923 pemblokiran.

Sementara itu, platform medsos juga tercata banyak digunakan untuk konten perjudian, dengan Meta di posisi teratas sebanyak 628.803 penindakan, diikuti oleh File Sharing dengan 226.424 penindakan.

Khusus September 2025 (periode 1-29 September), Patroli Siber Kemkomdigi mencatat 180.169 penanganan konten perjudian dengan sebagian besar merupakan penindakan terhadap Situs + IP sebanyak 152.733 konten, disusul platform File Sharing sebanyak 15.175 konten dan Meta 7.383 konten.

Temuan ini menggarisbawahi tantangan besar yang dihadapi Kemkomdigi dalam mengendalikan penyebaran konten ilegal di ruang digital Indonesia, khususnya dalam memerangi isu perjudian daring yang kini menjadi perhatian serius.

Masyarakat diharapkan agar segera melaporkan temuan terkait promosi atau konten judol melalui beberapa saluran yang disediakan oleh Kemkomdigi, seperti website www.aduankonten.id, WhatsApp: 0811-9224-545, dan Chatbot Stop Judi Online: 0811-1001-5080.

Ikrar Talak, Pratama Arhan dan Azizah Salsha Resmi Diputus Cerai

Iki Radio - Setelah melewati masa sidang diam-diam, Pratama Arhan dan Azizah Salsha, atau yang akrab disapa Zize dinyatakan telah resmi bercerai. Kabar ini disampaikan langsung oleh kuasa hukum Arhan, yaitu Singgih Romi Gumilang bersama Adinda Dwi Inggradiah, di Pengadilan Agama Tigaraksa pada Senin (29-9-2025) kemarin.


Gugatan cerai Arhan sendiri sebelumnya sudah terdaftar dengan nomor perkara 4274/Pdt.G/2025/PA.Tgrs dan kini putusan tersebut telah sah dengan ikrar talak. Tidak heran kalau publik menjadi penasaran dengan cerita di balik keputusan perpisahan pasangan ini.

1. Resmi cerai secara ikrar

Pratama Arhan dan Azizah Salsha atau Zize akhirnya resmi berpisah lewat ikrar talak yang dibacakan di Pengadilan Agama Tigaraksa. Agenda ikrar talak ini menjadi momen penting yang menandai berakhirnya status pernikahan mereka secara hukum maupun agama.

Namun, Arhan sendiri tidak bisa hadir di persidangan tersebut. Ia diwakili oleh kuasa hukumnya, Singgih Romi Gumilang yang membacakan ikrar talak bait demi bait di hadapan hakim. Singgih menegaskanndengan ikrar talak ini maka rangkaian persidangan telah selesai, begitu pula dengan status rumah tangga Arhan dan Zize.

"Jadi dengan selesainya agenda talak ini, selesai sudah rangkaian persidangan. Dan itu pula berakhir hubungan pernikahan antara pemohon Arhan dan termohon Azizah dengan cerai talak," ujar Singgih dalam wawancara media.


2. Memastikan Zize dalam kondisi siap cerai

Salah satu hal penting dalam proses ikrar talak adalah memastikan pihak istri dalam kondisi suci atau tidak sedang menstruasi. Hal ini sesuai dengan aturan dalam hukum Islam agar talak yang dijatuhkan dianggap sah.

Kuasa hukum Arhan, Singgih, menyampaikan bahwa pada hari ikrar tersebut, Zize memang sudah dipastikan dalam keadaan suci atau siap cerai. Dengan begitu, ikrar talak pun dianggap sah secara agama dan hukum, sehingga keduanya resmi berpisah tanpa ada kendala teknis.

"Yang pasti memastikan pihak termohon dalam keadaan suci, atau tidak dalam keadaan berhalangan, sehingga ikrar talak menjadi salah menurut Islam," ucap Singgih.


3. Sudah tidak ada kecocokan

Penyebab perceraian ini bukan karena isu jarak atau long distance relationship (LDR), melainkan karena komunikasi yang sudah tidak berjalan dengan baik sejak tahun 2024. Menurut kuasa hukum, sudah sekitar setahun keduanya mengalami masalah komunikasi yang sulit diperbaiki.

Meski sempat mencoba memperbaiki hubungan berkali-kali, usaha itu tetap gagal. Kondisi ini membuat Arhan dan Zize akhirnya menyadari bahwa mereka sudah tidak cocok lagi untuk mempertahankan rumah tangga.

"Sebenarnya bukan karna LDR, ya, karna permasalahannya sudah dari sebelum itu. Sudah sekitar setahun komunikasinya tidak baik dan sudah berkali-kali bersama mencoba memperbaiki tapi tidak bisa," ungkap Singgih.


4. Arhan berharap cerai adalah putusan terbaik

Arhan sendiri tidak bisa menghadiri sidang ikrar talak karena kesibukan di klubnya. Seperti diketahui, ia sedang fokus mempersiapkan diri untuk pertandingan Asia Elite Cup 2 yang akan digelar di Bangkok, Thailand pada 1 Oktober 2025 mendatang.

Lewat kuasa hukum lainnya, yaitu Adinda Dwi Inggardiah, Arhan menyampaikan bahwa ia berharap perceraian ini adalah keputusan terbaik untuk kedua belah pihak. Ia ingin proses ini menjadi jalan yang membawa keduanya ke arah yang lebih baik, meski harus berpisah.

"Ya Arhan hanya berharap ini adalah jalan terbaik buat kedua belah pihak," ungkap Adinda.


5. Tidak ada orang ketiga

Isu orang ketiga sempat ramai diperbincangkan publik. Namun, pihak kuasa hukum Arhan kembali menegaskan bahwa dalam pokok perkara tidak ada pembahasan soal perselingkuhan. Baik Arhan maupun Zize tidak pernah memasukkan masalah orang ketiga sebagai penyebab perceraian.

Hal ini sekaligus menegaskan bahwa perpisahan keduanya murni karena masalah internal rumah tangga, bukan karena hadirnya pihak lain. Dengan begitu, publik bisa memahami bahwa isu tersebut tidak relevan dengan kasus perceraian ini.

"Dalam pokok permohonan kami tidak mencantumkan perihal tersebut (orang ketiga)," jelas Adinda.


6. Tidak ada tuntutan gono-gini

Kuasa hukum Arhan juga memastikan bahwa tidak ada tuntutan mengenai harta bersama atau gono-gini dalam perceraian Arhan dan Zize. Hal ini karena selama pernikahan mereka, keduanya belum dikaruniai anak dan tidak memiliki permasalahan terkait pembagian harta.

Proses perceraian pun berjalan lebih sederhana karena tidak melibatkan perebutan aset atau hak asuh. Jadi, perceraian ini murni sebatas perpisahan suami-istri tanpa ada tuntutan tambahan apa pun.

"Gono-gini tidak ada di dalam gugatan sama sekali. Jadi memang karena mereka berdua juga belum dikaruniai anak, jadi memang hanya murni perceraian saja," kata Adinda.


7. Menunggu aktra cerai

Meski proses persidangan sudah selesai, status resmi perceraian masih menunggu satu tahap terakhir, yaitu penerbitan akta cerai. Akta ini akan menjadi bukti sah bahwa pernikahan Arhan dan Zize telah berakhir secara hukum negara.

Kuasa hukum menyampaikan bahwa proses ini biasanya hanya tinggal menunggu waktu. Setelah akta cerai keluar, maka secara administratif dan hukum keduanya benar-benar lepas dari status pernikahan.

"Sudah selesai (proses sidang perceraian), hanya akan menunggu untuk penerbitan akta cerainya," tutup Adinda.(*)

Pemkab Siak Siap Tindaklanjuti Arahan Pemerintah Pusat soal Program MBG

Iki Radio - Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekretariat Daerah Kabupaten (Setdakab) Siak, Fauzi Asni, mengikuti Rapat Koordinasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Percepatan Penuntasan Tuberkulosis (TBC) bersama Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian secara virtual dari Ruang Bandar Siak, Kantor Bupati Siak.

Rapat tersebut menyoroti sejumlah insiden keracunan makanan yang terjadi di berbagai daerah dalam pelaksanaan MBG. Pemerintah pusat menilai kasus tersebut menjadi peringatan bahwa program MBG memerlukan pengawasan lebih ketat serta koordinasi lintas instansi, termasuk dengan pemerintah daerah.

“Pemda punya sumber daya seperti dinas kesehatan dan dinas pendidikan. Itu harus diberdayakan dalam pengawasan, termasuk memastikan kualitas makanan yang disajikan agar tidak menimbulkan insiden,” kata Tito Karnavian.

Tito juga menekankan pentingnya peran aktif pemerintah daerah. Menurutnya, masih banyak pemda yang belum maksimal terlibat karena terkendala sistem SPPG.

“Saya minta Badan Gizi Nasional (BGN) menugaskan kontak person di setiap provinsi maupun kabupaten/kota agar kepala daerah bisa berdiskusi dan berkoordinasi lebih mudah,” tegas dia.

Wakil Kepala BGN, Nanik Sudaryati Deyang, menambahkan bahwa dalam waktu dekat akan diterbitkan Peraturan Presiden (Perpres) untuk memperkuat koordinasi antar kementerian/lembaga.

"Selama ini memang masih ada daerah yang kurang dilibatkan, tapi Insya Allah ke depan apalagi dengan penguatan Perpres, BGN akan bergandeng tangan dengan pemerintah daerah,” jelas Nanik.

Sementara itu, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan pentingnya percepatan penerbitan Sertifikat Laik Higiene dan Sanitasi (SLHS) bagi seluruh dapur penyedia MBG.

Ia meminta agar setiap tahap diawasi ketat, mulai dari pemilihan bahan pangan, penyimpanan, proses memasak, hingga distribusi makanan.

“Waktu distribusi juga harus diperhatikan. Idealnya makanan yang selesai dimasak langsung dikonsumsi maksimal dalam 4 jam, baik untuk jadwal pagi maupun siang. Penyimpanan sampel makanan tidak boleh lebih dari 2x24 jam,” ungkap Menkes Budi.

Selain itu, ia mengingatkan pentingnya protokol kesehatan di sekolah, termasuk pembiasaan cuci tangan pakai sabun sebelum makan, menjaga kebersihan lingkungan sekolah, serta memasukkan materi keamanan pangan dalam pembelajaran melalui Unit Kesehatan Sekolah (UKS).

Menkes juga menginstruksikan puskesmas untuk menyiagakan tim gerak cepat (TGC) guna menangani insiden keracunan jika terjadi.

Menanggapi arahan pemerintah pusat, Asisten I Setdakab Siak, Fauzi Asni, menegaskan komitmen Pemkab Siak dalam menyukseskan program MBG.

“Kami mendukung arahan pemerintah pusat dalam mengantisipasi keracunan makanan, karena ini menyangkut kesehatan anak-anak kita. Saya rasa memang dibutuhkan kolaborasi lintas instansi, terutama antara BGN dan pemda melalui dinas kesehatan, puskesmas, serta dinas pendidikan di sekolah, agar program MBG berjalan lancar,” kata dia.

 

BGN: Tim Investigasi Insiden Keracunan MBG Terdiri dari Pakar Multidisiplin

Iki Radio - Badan Gizi Nasional (BGN) mengambil langkah tegas dengan membentuk dua lini investigasi mendalam terkait kasus keracunan di Makan Bergizi Gratis (MBG) demi memastikan keamanan dan kepercayaan publik terhadap program pangan bergizi yang digagas pemerintah.

Wakil Kepala BGN, Nanik S. Deyang, mengungkapkan tim investigasi tersebut terdiri dari unsur Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dan Badan Intelijen Negara (BIN). Tak hanya itu, BGN juga menggandeng para pakar independen dari berbagai disiplin ilmu untuk memberikan perspektif yang objektif dan komprehensif.

"Di tim investigasi ini kita bentuk dua. Dari dalam ada Deputi Tauwas, itu pemantauan dan pengawasan, nanti akan bekerja sama, di situ ada Kepolisian, BIN, Dinkes, BPOM, dan juga pemda setempat untuk mengadakan investigasi, " kata Nanik dalam keteranga tertulis yang diterima pada Senin (29/9/2025).

Menurut Nanik, pendekatan multidisiplin ini diharapkan mampu mengungkap seluruh aspek penyebab keracunan, tidak hanya terbatas pada isu Standar Operasional Prosedur (SOP) yang selama ini diduga menjadi salah satu faktor utama. Nanik menekankan pentingnya peninjauan dari berbagai sisi.

Tim independen yang dibentuk BGN ini beranggotakan para ahli kimia, farmasi, chef, serta pakar dari berbagai bidang keilmuan lainnya. Mereka bertugas mendalami secara spesifik 70 kasus keracunan yang dilaporkan terjadi sepanjang Januari hingga September 2025, yang berdampak pada ribuan penerima program MBG.

Data BGN mencatat, dari 70 kasus keracunan tersebut, 5.914 penerima MBG terdampak. Sebaran kasus mencakup wilayah I Sumatera dengan sembilan kasus (1.307 korban), wilayah II Pulau Jawa dengan 41 kasus (3.610 penerima), dan wilayah III (Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Papua, Bali, Nusa Tenggara) dengan 20 kasus (997 penerima).

Penyebab utama keracunan yang berhasil diidentifikasi meliputi kontaminasi bakteri seperti E. Coli (air, nasi, tahu, ayam), Staphylococcus Aureus (tempe, bakso), Salmonella (ayam, telur, sayur), Bacillus Cereus (mie), serta Coliform, PB, dan Klebsiella dari air yang terkontaminasi.

 

close
Pasang Iklan Disini