Iki Terbaru/Paling Greeess

Showing posts with label Olah Raga. Show all posts
Showing posts with label Olah Raga. Show all posts

BRI Dukung Industri Olahraga Berdampak bagi UMKM

Iki Radio - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI mendorong pengembangan industri olahraga yang memberikan dampak langsung terhadap perekonomian masyarakat, khususnya pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Direktur Utama BRI, Hery Gunardi mengatakan keterlibatan BRI dalam sejumlah event olahraga sejalan dengan karakteristik perseroan yang memiliki perhatian besar terhadap pengembangan sektor mikro dan UMKM.

Menurut Hery, event olahraga memiliki ekosistem ekonomi yang luas. Selain pertandingan, kegiatan olahraga turut menciptakan aktivitas usaha melalui penjualan makanan dan minuman, merchandise, transportasi, hingga berbagai kebutuhan penonton dan peserta.

“Karena saya sebagai pemerintah banyak berkecimpung dalam pembiayaan mikro dan UMKM, rata-rata banyak pertandingan juga terkait dengan merchandise, kaos, topi dan lain sebagainya,” ujar Hery dalam keterangannya pada Indonesia Sports Summit (ISS) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Jumat (11/9/2026).

Ia mengatakan BRI juga menjadi salah satu sponsor dalam penyelenggaraan MotoGP di Mandalika, Nusa Tenggara Barat. Menurutnya, event olahraga berskala internasional tersebut memiliki dampak ekonomi yang meluas karena melibatkan berbagai pelaku usaha di sekitar lokasi penyelenggaraan.

“MotorGP itu setiap tahun diadakan di Lombok, Mandalika. Ini juga menggerakkan ekonomi, dari transportasinya, makan-minumnya dan lain-lain,” katanya.

Hery mengungkapkan, berdasarkan penghitungan nilai ekonomi pada penyelenggaraan MotoGP 2025, perputaran ekonomi yang tercipta mencapai sekitar Rp10,5 miliar. Nilai tersebut berasal dari berbagai aktivitas ekonomi yang muncul selama penyelenggaraan event.

“Kalau kita hitung ekonomi value dari MotoGP 2025 itu sekitar Rp10,5 miliar. Cukup besar. Itu terdiri dari pembelian tiket, pembelian merchandise, makan, minum, transportasi dan sebagainya, termasuk iklan-iklan,” jelasnya.

Menurut Hery, pelaku UMKM memiliki peluang besar memperoleh manfaat dari aktivitas ekonomi tersebut. Penjualan makanan di sekitar arena pertandingan maupun merchandise, misalnya, dapat menjadi sumber pendapatan bagi pelaku usaha skala mikro dan kecil.

Meski demikian, BRI belum secara khusus mencatat persentase kontribusi UMKM terhadap keseluruhan nilai ekonomi yang dihasilkan dari event tersebut.

Dukungan BRI terhadap olahraga juga dilakukan melalui kompetisi sepak bola. Hery menjelaskan, sepak bola memiliki basis penonton yang luas dan tersebar di berbagai daerah sehingga menjadi ruang strategis untuk memperkuat ekosistem ekonomi sekaligus memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha.

“Kalau bola itu jelas memang penonton sepak bola masyarakatnya banyak dan luas. Ini juga bagus untuk menaikkan branding di daerah-daerah,” ujarnya.

Menurutnya, kompetisi sepak bola tidak hanya berlangsung di Jakarta, tetapi juga digelar di berbagai daerah. Mobilitas pertandingan tersebut menciptakan peluang bagi pelaku UMKM lokal untuk mengembangkan usaha di sekitar lokasi pertandingan.

BRI juga membuka peluang bagi pelaku usaha yang berkembang dari aktivitas event olahraga untuk memperoleh akses pembiayaan. Dengan demikian, dukungan terhadap olahraga tidak hanya berhenti pada sponsorship, tetapi dapat dilanjutkan dengan penguatan kapasitas ekonomi masyarakat.

“Kalau mereka bisa melakukan bisnis dan mereka butuh pembiayaan, kita juga bisa kasih. Jadi memang programnya seperti itu,” kata Hery.

Hal serupa terlihat dalam penyelenggaraan event MotoGP di Mandalika. Selama event berlangsung, sejumlah pelaku UMKM turut meramaikan kawasan sekitar lokasi pertandingan dengan menawarkan berbagai produk dan jasa kepada masyarakat serta wisatawan.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa olahraga dapat menjadi bagian dari rantai ekonomi yang melibatkan berbagai sektor sekaligus. Event olahraga yang mendatangkan penonton dalam jumlah besar berpotensi meningkatkan permintaan terhadap produk dan jasa lokal.

Hery menyampaikan bahwa pengembangan ekosistem olahraga ke depan masih perlu melibatkan lebih banyak unsur, termasuk sektor perbankan dan UMKM. Menurutnya, keterlibatan berbagai pemangku kepentingan penting agar manfaat industri olahraga dapat dirasakan secara lebih luas.

Hal tersebut juga menjadi salah satu perhatian dalam penyelenggaraan Indonesia Sports Summit (ISS) 2026 yang digelar Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) di JICC, Jakarta.

ISS 2026 menjadi ruang kolaborasi yang mempertemukan berbagai pemangku kepentingan olahraga untuk mendorong pengembangan ekosistem, inovasi, dan industri olahraga Indonesia agar semakin maju dan berdaya saing global.

Hery mengapresiasi penyelenggaraan ISS sebagai forum yang membuka ruang pembahasan mengenai masa depan olahraga Indonesia. Menurutnya, kegiatan semacam ini dapat terus dikembangkan dengan melibatkan lebih banyak unsur dalam ekosistem olahraga.

“Ini tidak ada di Indonesia yang mengadakan seperti ini, Sport Summit dan juga pameran-pameran. Saya tadi melihat pamerannya banyak sekali. Mudah-mudahan tahun ke tahun semakin baik,” ujarnya.

Ia berharap keterlibatan sektor perbankan, dunia usaha, UMKM, serta pemangku kepentingan lainnya dalam ISS dapat semakin diperkuat. Menurutnya, ekosistem olahraga tidak hanya mencakup atlet dan pertandingan, tetapi juga mencakup pembiayaan, industri, pariwisata, perdagangan, dan masyarakat.

Penguatan ekosistem tersebut sejalan dengan upaya menjadikan olahraga sebagai bagian dari penggerak ekonomi nasional. Dengan dukungan investasi, pembiayaan, penyelenggaraan event yang berkelanjutan, serta keterlibatan UMKM, olahraga dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

Melalui kolaborasi pemerintah, dunia usaha, perbankan, federasi olahraga, dan masyarakat, penyelenggaraan event olahraga diharapkan tidak hanya menghasilkan prestasi, tetapi juga menciptakan peluang ekonomi baru dan memperkuat kemandirian pelaku usaha di berbagai daerah.

Kemenpora Benahi Tata Kelola Cabor, Cegah Dualisme hingga Lindungi Atlet

Iki Radio - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Erick Thohir mendorong pembenahan tata kelola organisasi cabang olahraga (cabor) untuk mencegah terjadinya dualisme kepengurusan yang pada akhirnya dapat merugikan atlet. Pemerintah juga mendorong setiap federasi memiliki tata kelola yang jelas antara liga, tim nasional, dan keikutsertaan pada ajang multievent.

Menurut Erick Thohir, mekanisme administrasi organisasi olahraga kini diarahkan agar lebih sederhana. Ketika terjadi pergantian kepengurusan melalui proses pemilihan, federasi cukup menyampaikan informasi kepada Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) untuk selanjutnya diproses sesuai ketentuan dan diregistrasikan pada Kementerian Hukum. 

“Kalau di Kemenpora yang baru, itu jelas bahwa cabor-cabor ketika terjadi pemilihan, tinggal kirim informasi kepada kami, lalu diregister Kemenkum. Jadi tidak ada lagi isu dualisme,” ujar Erick kepada awak media dalam penyelenggaraan Indonesia Sports Summit (ISS) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Jumat (11/9/2026).

Dikatakan, kepastian tata kelola organisasi sangat penting karena konflik internal federasi dapat berdampak langsung terhadap pembinaan dan kesejahteraan atlet. 

“Problemnya, ketika federasinya pecah, ketika pengurusnya hanya memikirkan dirinya sendiri, akhirnya dikorbankan atletnya,” tegas Menpora Erick Thohir.

Salah satunya, Erick Thohir menyebut aturan di lingkungan Kemenpora telah mengatur masa kepemimpinan organisasi olahraga maksimal tiga kali. Pemerintah juga secara bertahap akan mendorong perbaikan statuta masing-masing cabang olahraga agar pembagian peran dalam ekosistem olahraga menjadi lebih jelas.

Ia menilai federasi perlu memiliki pemetaan yang tegas mengenai kewenangan dan tanggung jawab dalam pengelolaan liga, tim nasional, kejuaraan dunia, maupun multievent. 

“Pelan-pelan kita akan mendorong perbaikan statuta cabor-cabor olahraga, supaya jelas di olahraga itu ada liga, ada tim nasional,” kata Menpora. 

Menpora Erick menjelaskan, federasi harus mampu membedakan domain kompetisi. Liga menjadi bagian dari pengembangan kompetisi domestik, sementara tim nasional dipersiapkan untuk membawa nama Indonesia dalam berbagai ajang internasional dan multievent. 

“Yang multievent tugasnya siapa, yang dunia tugasnya siapa, liga domainnya federasi, tim nasional kita pari passu, sama-sama. Ini yang kita sekarang lakukan,” ujarnya.

Penguatan kompetisi domestik juga menjadi perhatian pemerintah. Erick mengatakan keberadaan liga penting untuk menciptakan kesinambungan pembinaan sekaligus membuka sumber pendanaan bagi federasi.

Dalam Indonesia Sports Summit 2026, Kemenpora mengundang sejumlah penyelenggara liga, antara lain liga bola basket, liga sepak bola, serta pihak yang tengah mempersiapkan liga padel.

Menurut Erick Thohir, kompetisi domestik dibutuhkan agar atlet tidak hanya mengandalkan kejuaraan internasional. 

“Tidak mungkin para atlet sendiri hanya bergantung kepada pertandingan-pertandingan dunia tanpa ada kejuaraan tambahan di negaranya,” katanya.

Dengan kompetisi yang berjalan secara berkelanjutan, federasi diharapkan memiliki sumber pendanaan yang lebih kuat untuk membiayai pembinaan, penyelenggaraan kompetisi, serta pengembangan atlet.

Menpora Erick Thohir juga mengingatkan agar kepemimpinan federasi benar-benar diisi figur yang memiliki kepedulian terhadap cabang olahraga yang dipimpinnya.  

“Ketua federasi itu harusnya memang yang suka kepada olahraga tersebut, bukan yang cari makan ataupun sekadar ingin ngetop di olahraganya,” tegasnya.

Selain memiliki kepedulian, seorang pemimpin federasi juga harus mempunyai waktu untuk mendampingi dan mengelola organisasi. 

“Yang kedua, penting juga para figur itu punya waktu untuk mendampingi federasinya, jangan enggak punya waktu. Yang ketiga, kalau bisa cari uang. Tetapi jangan korbankan atlet,” lanjut Erick.


Keberpihakan Pada Atlet

Dengan demikian, Menteri Erick menilai keberpihakan terhadap atlet harus menjadi bagian utama dari pembenahan ekosistem olahraga nasional. Hal itu karena karier atlet memiliki masa yang relatif singkat dibandingkan profesi lainnya. 

“Karena kenapa? Atlet itu usianya pendek. Umur 30 sudah berhenti. Beda sama kita, media sama menteri umur 30 masih tambah aktif,” ujarnya.

Menurut Erick Thohir, sebagian atlet bahkan menghadapi risiko kehilangan karier pada usia yang lebih muda apabila mengalami cedera serius. Kondisi tersebut membuat dukungan negara terhadap atlet tidak hanya dibutuhkan ketika mereka sedang berprestasi, tetapi juga untuk menjamin keberlanjutan masa depannya.

Ia menyampaikan bahwa pemerintah telah meningkatkan perhatian terhadap penghargaan bagi atlet berprestasi pada ajang multievent.

Menpora menyebut peningkatan bonus prestasi tersebut merupakan bentuk kehadiran negara sekaligus kesempatan bagi atlet untuk mempersiapkan kehidupan setelah tidak lagi aktif bertanding. 

“Artinya nanti para atlet ini juga bisa mulai menabung untuk masa depannya,” katanya.

Satu hal, Erick Thohir menegaskan pembenahan tata kelola federasi pada akhirnya harus bermuara pada kepentingan atlet. Pemerintah tidak ingin konflik kepengurusan, lemahnya organisasi, maupun persoalan pendanaan membuat atlet kehilangan kesempatan untuk berlatih dan bertanding.

Karena itu, pembagian peran antara federasi, liga, dan tim nasional harus dibuat semakin jelas. Federasi juga diharapkan mampu membangun sistem pembinaan yang berkesinambungan dan memiliki sumber pembiayaan yang sehat.

Ia menilai langkah tersebut penting untuk membangun ekosistem olahraga yang tidak hanya mengejar prestasi sesaat, tetapi juga memberikan kepastian bagi atlet sepanjang kariernya. 

“Jadi ini bagian membuktikan bahwa Bapak Presiden, negara hadir untuk olahraga dan keselamatan atletnya,” pungkas Menpora Erick Thohir.

Matangkan Persiapan Asian Games 2026, Tim Bulutangkis Indonesia Gelar TC di Tokyo

Iki Radio — Tim bulutangkis Indonesia akan menggelar pemusatan latihan (training center/TC) di Tokyo, Jepang, sebagai persiapan akhir menghadapi Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Latihan yang dijadwalkan berlangsung pada 13–17 September 2026 ini terlaksana atas rekomendasi dan dukungan dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).

Sesuai jadwal, rombongan skuad Merah Putih bakal bertolak ke Negeri Sakura lebih awal pada Sabtu, 12 September 2026. Kepala Bidang Binpres Pelatnas PBSI, Eng Hian, mengungkapkan bahwa keberangkatan lebih awal ini menjadi stimulus penting sekaligus sarana adaptasi bagi para atlet terhadap lingkungan, perbedaan waktu, serta ritme aktivitas di Jepang.

"Tim bulutangkis Indonesia yang akan berlaga di Asian Games Aichi-Nagoya 2026, atas rekomendasi dan dukungan Kemenpora, akan menjalani pemusatan latihan di Tokyo pada 13–17 September 2026," ujar Eng Hian dalam rilis resmi PBSI, Jumat (11/9/2026).

Eng Hian menjelaskan, agenda di Tokyo menjadi salah satu tahapan krusial untuk mematangkan aspek teknis dan taktis para atlet. Selain fokus pada strategi permainan, jajaran pelatih juga memprioritaskan pemulihan fisik serta kesiapan mental bertanding.

"Fokus kami adalah menjaga kondisi fisik, mengatur ritme latihan dan recovery, serta membangun kesiapan mental dan kekompakan tim. Kami ingin seluruh pemain bisa memanfaatkan waktu ini secara maksimal," lanjutnya.

Guna mengoptimalkan sesi latihan, PBSI turut memboyong sejumlah pemain tambahan serta asisten pelatih utama untuk bertindak sebagai lawan tanding (sparing partner) selama di Tokyo. Kehadiran mereka diharapkan mampu menjaga ketajaman performa para pemain utama sebelum masuk ke arena pertandingan sesungguhnya.

"Kami ingin pemusatan latihan ini menjadi bekal penting sebelum tim masuk ke arena Asian Games. Harapannya, para pemain bisa menjalani seluruh proses dengan fokus dan dalam suasana yang positif," tutur Eng Hian.

Melalui persiapan matang ini, PBSI berharap seluruh anggota tim dapat tampil solid dan siap memberikan hasil terbaik bagi Indonesia.

"Ketika waktunya bertanding nanti, mereka bisa tampil lepas, saling mendukung sebagai satu tim, berjuang untuk setiap poin, dan memberikan kemampuan terbaik untuk Merah Putih," pungkasnya.

 

Langkah Perdana di Asian Games 2026: Timnas Basket Indonesia Harus Mengakui Keunggulan Jepang

Iki Radio – Tim nasional basket putra Indonesia harus mengawali perjuangan mereka di ajang Asian Games 2026 dengan hasil yang kurang menggembirakan. Berlaga di Aichi International Arena, Nagoya, pada Kamis (10/9), skuad Garuda asuhan pelatih David Singleton harus mengakui keunggulan tuan rumah Jepang setelah menelan kekalahan dengan skor 53-98.

Dalam laga ini, Lester Prosper tampil sebagai pencetak angka terbanyak bagi Indonesia setelah membukukan 13 poin. Penampilan solid juga ditunjukkan oleh Yudha Saputera yang sukses menyumbang double digit lewat torehan 12 poin.


Sempat Terganggu Masalah Transportasi

Di balik hasil di lapangan, persiapan Andakara Prastawa dan kawan-kawan menuju pertandingan perdana ini rupanya sempat diwarnai kendala teknis. Bus jemputan yang disediakan oleh panitia penyelenggara mengalami keterlambatan hingga 41 menit tanpa pemberitahuan sebelumnya.

Managing Director Badan Tim Nasional (BTN) DPP Perbasi, Jeremy Imanuel Santoso, menyampaikan kekecewaan mendalam atas pelayanan panitia lokal. Keterlambatan tersebut dinilai cukup mengganggu kesiapan tim, terlebih para pemain harus menunggu di area halte dengan fasilitas seadanya di tengah cuaca gerimis.

"Kami dari tim bola basket putra 5on5 memberikan informasi bahwa bus yang seharusnya berangkat ke venue mengalami keterlambatan tanpa informasi selama 41 menit," tegas Jeremy. "Kami sangat menyayangkan kejadian ini bisa terjadi di hari pertandingan, terlebih di saat kami menuju venue untuk melawan tim tuan rumah."

Jeremy menambahkan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Chef de Mission (CdM) serta Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) untuk menyampaikan protes resmi agar permasalahan pelayanan transportasi ini dapat dibahas secara serius dalam rapat evaluasi mendatang.

Pemerintah Beri Bonus dan Perhatian Karier Bagi Semua Atlet dan Pelatih Peraih Medali Asian Games 2026

Iki Radio - Presiden Prabowo Subianto menyatakan atlet Indonesia yang meraih medali emas pada Asian Games XX Aichi-Nagoya 2026 akan memperoleh bonus sebesar Rp3 miliar.



Dikutip dari laman Presiden RI menyebutkan, besaran tersebut tiga kali lipat dari bonus medali emas SEA Games yang disebut Presiden mencapai Rp1 miliar.  

“Untuk SEA Games, medali emas dapat 1 miliar. Tapi ini Asian Games. Medali emas 3 miliar,” ujar Prabowo saat melepas Kontingen Indonesia menuju Asian Games di Istana Negara, Jakarta, Rabu (9/9/2026).

Selain peraih medali emas, Presiden mengatakan pemerintah juga akan memberikan perhatian kepada atlet peraih medali perak dan perunggu, termasuk para pelatih.

Prabowo meminta agar prestasi para atlet dan pelatih turut menjadi perhatian dalam pengembangan karier mereka.  “Medali perak, medali perunggu pun karier-kariernya kita semua percepat. Ada yang, ‘Pak, saya sudah sekian tahun belum naik pangkat.’ Termasuk pelatih-pelatih,” ucap Presiden.

Menurutnya, prestasi dan pengabdian dalam membawa nama Indonesia harus mendapatkan penghargaan yang layak dari negara.  “Kita jangan pelit. Kalau baik, kita beri penghormatan,” tegas Prabowo.

Dalam arahannya, Presiden juga menceritakan perjuangan seorang atlet berkuda (equestrian) pada SEA Games sebelumnya yang tetap bertanding meski mengalami cedera tulang rusuk beberapa hari sebelum perlombaan.

Menurut Prabowo, atlet tersebut memilih tetap bertanding untuk membela Indonesia dan kemudian ikut membantu timnya meraih medali.  “Orang ini tidak mau memilih jalan yang aman atau jalan yang enak. Dia mikir kehormatan bangsa dan negaranya. Ini salah satu contoh yang membanggakan,” tutur Presiden.

Presiden Prabowo mengatakan atlet tersebut merupakan prajurit TNI Angkatan Darat. Atas keberanian dan prestasinya, Presiden meminta pimpinan TNI memberikan penghargaan berupa kenaikan pangkat.

Presiden berharap semangat perjuangan serupa dapat ditunjukkan seluruh atlet Indonesia yang akan berlaga pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026.

Kontingen Indonesia yang dilepas Presiden terdiri atas 432 atlet dari 35 cabang olahraga. “Selamat berjuang. Semoga Tuhan Yang Maha Besar selalu memberi kekuatan dan yang terbaik kepada kalian semua,” pungkas Prabowo.

 

Menpora Cek Kesiapan Venue FIFA ASEAN Cup 2026, SUGBK Capai 86 Persen

Iki Radio - Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), Erick Thohir meninjau kesiapan sejumlah stadion yang akan digunakan dalam gelaran FIFA ASEAN Cup 2026, Selasa (8/9/2026). Peninjauan dilakukan untuk memastikan kesiapan lapangan, fasilitas pendukung, serta kebutuhan tim menjelang turnamen yang akan berlangsung di Indonesia.

Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), Erick Thohir meninjau kesiapan sejumlah stadion yang akan digunakan dalam gelaran FIFA ASEAN Cup 2026, Selasa (8/9/2026). 

Venue yang ditinjau Erick Thohir meliputi Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Stadion Madya, Lapangan ABC Senayan, dan Stadion PTIK Jakarta.

Di SUGBK, Erick Thohir yang juga Menteri Pemuda dan Olahraga itu, mengecek langsung kondisi lapangan dan rumput stadion sebagai venue utama pertandingan. Sejumlah petugas terlihat melakukan perawatan rumput sebagai bagian dari persiapan menghadapi turnamen.

Direktur Utama Pusat Pengelola Komplek Gelora Bung Karno (PPK-GBK), Rakhmadi Afif Kusumo, mengatakan pengecekan dilakukan untuk memastikan kesiapan arena pertandingan sekaligus fasilitas pendukung yang akan digunakan selama penyelenggaraan FIFA ASEAN Cup 2026. “Pengecekan untuk memastikan fasilitas-fasilitas siap untuk kegiatan FIFA ASEAN Cup 2026,” ujar Rakhmadi.

Menurut Rakhmadi, kesiapan fasilitas di kawasan GBK secara umum sudah berada pada tahap matang. Khusus SUGBK, tingkat kesiapan saat ini telah mencapai sekitar 86 persen.  

SUGBK akan digunakan sebagai lokasi pertandingan utama FIFA ASEAN Cup 2026. Sementara Stadion Madya dan Lapangan ABC Senayan disiapkan sebagai fasilitas latihan bagi tim-tim peserta.

Kesiapan fasilitas latihan menjadi perhatian karena venue tersebut akan menjadi bagian dari kebutuhan tim selama berada di Indonesia.

Selain fasilitas olahraga, PSSI juga memastikan aspek pendukung lainnya dapat menunjang kenyamanan dan keamanan pemain.

Setelah melakukan peninjauan di kawasan GBK, Erick Thohir melanjutkan pengecekan ke Stadion PTIK, Jalan Tirtayasa Raya, Melawai, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Di Stadion PTIK, Erick Thohir memeriksa sejumlah fasilitas, mulai dari kondisi lapangan, area transit pemain hingga toilet. Ia juga berkoordinasi dengan pengelola PTIK dan jajaran PSSI terkait kebutuhan yang harus dipenuhi selama stadion digunakan sebagai lokasi latihan tim nasional.  “Saya akan ke sini lagi nanti, untuk membakar semangat para pemain,” ujar Erick.

Erick menekankan agar seluruh kebutuhan pemain dapat dipenuhi dengan baik sehingga proses persiapan tim berlangsung optimal. Menurutnya, dukungan fasilitas yang memadai menjadi salah satu faktor penting untuk menunjang performa Timnas Indonesia dalam upaya meraih prestasi terbaik.

Kesiapan venue juga mencakup antisipasi terhadap dampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau yang sebelumnya menyebar ke sejumlah wilayah Jawa dan Sumatra.

Rakhmadi memastikan kawasan GBK turut terdampak abu vulkanik, namun kondisi fasilitas sejauh ini masih baik. PPK GBK akan melakukan pembersihan menyeluruh sebelum turnamen berlangsung. “Tentu kena dampak, kita bersihkan semua. Tadi sudah kita cek, sejauh ini masih baik semuanya dan tetap akan kita bersihkan kembali,” jelas Rakhmadi.

Pembersihan menjadi bagian dari langkah mitigasi agar fasilitas pertandingan dan latihan tetap berada dalam kondisi optimal ketika digunakan para pemain dan ofisial.

FIFA ASEAN Cup 2026 dijadwalkan dimulai pada Jumat, 25 September 2026, dan pertandingan final akan berlangsung pada Senin, 5 Oktober 2026.

Indonesia sebagai tuan rumah tergabung dalam Grup A bersama Singapura, Bangladesh, dan Malaysia. Seluruh pertandingan Grup A dijadwalkan berlangsung di SUGBK.

Sementara itu, Grup B dihuni Vietnam, Thailand, Filipina, dan Pakistan. Pertandingan Grup B akan digelar di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung.

Kesiapan venue menjadi bagian penting dalam memastikan Indonesia mampu menyelenggarakan turnamen internasional tersebut secara profesional sekaligus memberikan dukungan maksimal kepada Timnas Indonesia.

 

300 Perenang Bersaing di Piala Panglima TNI 2026

Iki Radio - Komando Armada II (Koarmada II) menggelar Open Tournament Renang Piala Panglima TNI 2026 di Kolam Renang Jala Krida Tirta Akademi Angkatan Laut (AAL), Bumimoro, Surabaya, Minggu (6/9/2026).

Open Tournament Renang Piala Panglima TNI 2026 di Kolam Renang Jala Krida Tirta Akademi Angkatan Laut (AAL), Bumimoro, Surabaya, Minggu (6/9/2026).


Kegiatan yang dibuka Pangkoarmada II Laksamana Muda TNI I G.P. Alit Jaya tersebut digelar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 TNI yang akan diperingati pada 5 Oktober 2026.

Turnamen renang tersebut diikuti sebanyak 300 peserta, terdiri atas 150 peserta umum dan 150 peserta dari unsur TNI/Polri. Keikutsertaan peserta dari berbagai kalangan menjadikan turnamen ini tidak hanya sebagai ajang kompetisi, tetapi juga wadah pembinaan dan pencarian bibit atlet renang potensial.

Untuk kategori umum, peserta dibagi berdasarkan kelompok umur (KU) Kadet 1, Kadet 2, dan Kadet 3. Nomor yang dipertandingkan meliputi gaya bebas 50 meter, gaya dada 50 meter, gaya punggung 50 meter, dan gaya kupu-kupu 50 meter untuk kategori putra dan putri.

Sementara itu, peserta dari unsur TNI/Polri berlaga dalam kategori putra, putri, serta beregu campuran. Nomor yang diperlombakan meliputi gaya bebas 50 meter, gaya dada 50 meter, dan estafet gaya bebas 4 x 50 meter untuk kategori beregu campuran.

Pangkoarmada II Laksamana Muda TNI I G.P. Alit Jaya saat membacakan sambutan Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto menyampaikan, penyelenggaraan Open Tournament Piala Panglima TNI merupakan bentuk komitmen TNI dalam mendukung pembinaan dan peningkatan prestasi olahraga nasional.

Menurutnya, turnamen tersebut memiliki sejumlah tujuan, antara lain menjadi parameter keberhasilan pembinaan atlet, mencari bibit atlet potensial, meningkatkan kualitas dan prestasi olahraga nasional, serta memperkuat komunikasi antarpengurus olahraga di berbagai tingkatan.

“Tujuan kedua adalah mencari dan menemukan bibit-bibit atlet yang memiliki potensi untuk berprestasi sebagai wujud keikutsertaan TNI dalam membantu pemerintah di bidang pembinaan olahraga nasional,” ujarnya.

Selain berorientasi pada prestasi, turnamen tersebut juga menjadi sarana mempererat komunikasi dan kebersamaan antara TNI, Polri, dan masyarakat. Interaksi yang terbangun melalui kegiatan olahraga diharapkan dapat memperkuat solidaritas, jiwa korsa, serta kemanunggalan TNI dan Polri dengan rakyat.

Panglima TNI juga mengingatkan seluruh peserta agar menjunjung tinggi sportivitas selama pertandingan. Para juri dan wasit diminta menjalankan tugas secara jujur dan bijaksana dengan tetap mengutamakan keamanan serta kenyamanan seluruh peserta.

Lebih lanjut, olahraga prestasi tidak semata-mata berorientasi pada kemenangan. Proses pembinaan melalui olahraga juga berperan dalam membentuk karakter atlet, seperti sportivitas, kejuangan, kehormatan, disiplin, tanggung jawab, kerja sama, dan kepercayaan diri.

Sementara itu, Pangkoarmada II mengatakan, Open Tournament Renang Piala Panglima TNI 2026 menjadi wadah untuk menggali potensi atlet renang, baik dari kalangan umum maupun TNI/Polri, sekaligus mendorong peningkatan prestasi olahraga renang di tingkat nasional.

Melalui turnamen tersebut, Koarmada II turut menunjukkan dukungan terhadap pengembangan olahraga prestasi sekaligus memperkuat sinergi antara TNI, Polri, dan masyarakat melalui semangat kompetisi yang sehat dan sportif.

Agustus 2026 Ini, Yolla Yuliana Dapat Pengalaman Berbeda

Iki Radio - Atlet voli putri Indonesia, Yolla Yuliana, merasakan pengalaman berbeda dalam perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia. Untuk pertama kalinya, Yolla ikut ambil bagian dalam memeriahkan karnaval bersama Kemenpora yang dimulai dari kawasan Monas menuju Bundaran HI, Jakarta, Senin malam (17/8/2026) lalu.

Atlet voli putri Indonesia, Yolla Yuliana, merasakan pengalaman berbeda dalam perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia di kawasan Monas menuju Bundaran HI, Jakarta, Senin (17/8/2026).(fotokemenpora.go.id)


Yolla tampak antusias saat ikut parade bersama Menpora Erick Thohir, Wamenpora Taufik Hidayat, bintang Timnas Indonesia Ivar Jenner, CdM Indonesia untuk Asian Games 2026 Todotua Pasaribu, hingga legenda renang Indonesia Richard Sam Bera.

Momen ini menjadi pengalaman perdana bagi Yolla berada di tengah rmenyapa ribuan warga yang memadati sepanjang rute parade. Yolla dan Ivar Jenner tampil dengan membawa semangat olahraga dan generasi muda Indonesia dalam momentum perayaan kemerdekaan dengan senyum dan semangat.

“Seru banget, ini kan baru pertama kali aku ikut parade 17 Agustus, melihat antusias masyarakat luar biasa sekali,” ujar Yolla, Kamis (19/8/2026).

Bagi Yolla, hadir di tengah perayaan bersama tokoh olahraga dan sesama atlet nasional memberikan kesan mendalam. Dia pun memaknai momentum Hari Kemerdekaan ini sebagai ajang untuk memperkuat rasa cinta Tanah Air sekaligus refleksi untuk melangkah ke depan.

“(Makna kemerdekaan) yang pasti kita sebagai warga Indonesia bangga dengan negara kita, dan ingin yang lebih baik lagi. Semoga HUT ini Indonesia bisa lebih maju,” jelasnya.

Kehadiran para tokoh olahraga dan atlet berprestasi tersebut menambah semarak Karnaval HUT ke-81 RI, yang disambut sorak-sorai dan antusiasme tinggi dari masyarakat yang memadati lokasi perayaan. 

 

close
Pasang Iklan Disini