Iki Terbaru/Paling Greeess

Showing posts with label Olah Raga. Show all posts
Showing posts with label Olah Raga. Show all posts

Indonesia Sapu Bersih Emas Mountain Classic SEATRC Cup 2026 di Gunung Gede Pangrango

Iki Radio - Tim Nasional Lari Trail Indonesia menyapu bersih seluruh medali emas nomor Mountain Classic pada hari terakhir Southeast Asia Trail Running Confederation (SEATRC) Cup 2026 di Gunung Gede Pangrango, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Minggu (26/7/2026). Dominasi tersebut melengkapi raihan enam medali emas Indonesia sepanjang kejuaraan dan menegaskan kekuatan atlet Merah Putih di ajang lari trail tingkat Asia Tenggara.

Ketua Kontingen Indonesia pada SEATRC Cup 2026, Dr. Donny Gahral Adian, mengatakan hasil tersebut menjadi kebanggaan bagi Pengurus Pusat Asosiasi Lari Trail Indonesia (PP ALTI) sekaligus menunjukkan keberhasilan pembinaan atlet secara berjenjang.

"Alhamdulillah dengan berakhirnya Mountain Classic Senior dan Junior (Putra-Putri), kita berhasil membukukan enam emas seluruh kategori. Ini kebanggaan bagi PP ALTI dan Indonesia pada umumnya," ujar Donny.

Ia berharap keberhasilan tersebut menjadi motivasi bagi para atlet untuk terus meningkatkan kemampuan dan meraih prestasi di tingkat internasional.

"Kita berharap kemenangan ini bisa memacu para atlet lebih giat berlatih dan mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional lainnya," katanya.

Pada nomor Mountain Classic Senior Putra sejauh 10 kilometer, atlet Indonesia Yusri Nanda tampil sebagai juara dengan catatan waktu 52 menit 55 detik, unggul tipis atas rekan senegaranya Putra Aldio yang membukukan waktu sama namun finis di posisi kedua. Sementara Indra Saputra menjadi juara Mountain Classic Junior Putra dengan waktu 53 menit 7 detik.

Yusri mengaku bersyukur mampu meraih kemenangan meski sempat mengalami gangguan kesehatan sebelum berlaga.

"Alhamdulillah aku bisa juara, meski dua hari lalu sempat diare. Terima kasih kepada masyarakat Indonesia yang telah support kita," ujarnya.

Dominasi Indonesia juga berlanjut di sektor putri. Fitri meraih medali emas Mountain Classic Senior Putri dengan catatan waktu 1 jam 9 menit 11 detik, sedangkan Melda Cantika menjadi juara Mountain Classic Junior Putri dengan waktu 1 jam 9 menit 13 detik.

Fitri mengaku bangga dapat mempersembahkan dua medali emas pada penampilan perdananya di SEATRC Cup, setelah sebelumnya juga menjuarai nomor Vertical 7 Kilometer.

"Masya Allah, sangat bersyukur karena pertama ikut SEATRC langsung dapat mempersembahkan dua emas untuk Indonesia," kata Fitri.

Ia mengakui kondisi fisik menjadi tantangan utama karena harus kembali bertanding dalam waktu singkat.

"Sebenarnya masih kecapean, tapi bagaimana keluar dari capek itu untuk bisa tanding lagi," ujarnya.

Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat, Letjen TNI (Purn.) Marciano Norman, memberikan apresiasi atas prestasi atlet-atlet Indonesia yang dinilai membanggakan.

"Atas nama Ketua Umum KONI Pusat, saya menyampaikan selamat dan apresiasi kepada para atlet lari trail Indonesia yang telah meraih medali, sangat membanggakan," ujar Marciano.

Menurutnya, capaian tersebut harus menjadi momentum memperkuat pembinaan olahraga lari trail di seluruh daerah sekaligus mengembangkan sport tourism berbasis potensi alam Indonesia.

"Penyelenggaraan kompetisi lari trail juga harus ditingkatkan kualitas dan kuantitasnya karena mengangkat keindahan alam Indonesia. Dengan memaksimalkan potensi alam yang luar biasa, sport tourism terealisasi sehingga memberikan dampak bagi pegiat lari trail serta perekonomian masyarakat Indonesia," katanya.

SEATRC Cup 2026 berlangsung pada 24–26 Juli 2026 di kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, dan diikuti atlet dari Indonesia, Malaysia, Brunei Darussalam, Kamboja, Thailand, Myanmar, Vietnam, Filipina, serta Singapura. Nomor Mountain Classic menjadi penutup rangkaian kejuaraan sekaligus memastikan Indonesia tampil sebagai kekuatan dominan pada ajang lari trail Asia Tenggara tahun ini.

Momen Yamal Berdoa lalu Peluk Messi Usai Kalahkan Argentina

Iki Radio - Lamine Yamal kembali menjadi sorotan usai membawa Spanyol menjuarai Piala Dunia 2026. Bukan hanya karena penampilannya di final, pemain berusia 19 tahun itu juga mencuri perhatian lewat gestur berdoa sebagai ungkapan syukur dan momen memeluk Lionel Messi setelah pertandingan berakhir.

Spanyol memastikan gelar juara setelah mengalahkan Argentina 1-0 pada final Piala Dunia 2026 di MetLife Stadium, New Jersey, Amerika Serikat, Senin (20/7/2026) dini hari WIB. Gol tunggal Ferran Torres pada babak perpanjangan waktu memastikan La Roja meraih trofi Piala Dunia kedua sepanjang sejarah.

Laga berlangsung sengit hingga harus dilanjutkan ke babak perpanjangan waktu. Argentina bahkan mengakhiri pertandingan dengan 10 pemain setelah Enzo Fernández menerima kartu merah.

Usai peluit panjang dibunyikan, perhatian tidak hanya tertuju pada pesta kemenangan Spanyol. Yamal tampak berlutut di tengah lapangan sebelum mengangkat kedua telapak tangannya di depan wajah untuk memanjatkan doa.

Pemain berusia 19 tahun itu kemudian mengusapkan kedua tangannya ke wajah. Ekspresi haru terlihat jelas saat ia mensyukuri keberhasilan Spanyol menjadi juara dunia.

Momen tersebut dengan cepat viral di media sosial dan menuai pujian dari warganet di berbagai negara.

"Alhamdulillah, aku sangat senang untukmu, kawan. Selanjutnya adalah Ballon d'Or," kata @Harsikolarye.

"Mengucapkan syukur kepada sumber yang menciptakan kehidupan," kata @Yousoupaah.

"Ini sangat indah untuk ditonton, sampai membuatku merinding," ujar @theydoubtedmi.

"Sungguh anak muda yang berbakat dan hebat," puji @KalSal77.

"Bayangkan, dia baru berusia kurang dari 20 tahun dan sudah memenangkan Piala Dunia!" puji @FrankNwaforbe.


Tak lama berselang, Yamal menghampiri Messi yang masih berada di lapangan. Keduanya berbincang sejenak, berjabat tangan, lalu berpelukan setelah pertandingan berakhir.

Yamal memperlihatkan rasa hormat kepada Messi yang harus menerima kenyataan gagal mempertahankan gelar juara dunia. Momen pelukan keduanya pun langsung menyebar luas di media sosial dan mengundang reaksi emosional dari pencinta sepak bola.

Banyak warganet menilai momen tersebut menjadi simbol pergantian generasi. Messi yang telah menjadi ikon sepak bola dunia selama lebih dari dua dekade kini berpelukan dengan Yamal, pemain muda yang digadang-gadang sebagai salah satu penerusnya.

"Dari dimandiin waktu bayi, sekarang malah jadi lawan di Final Piala Dunia, sepak bola seolah-olah menciptakan keindahan tersendiri buat dua orang ini," kata @Superdreey.

"Messi : Kutitipkan legasi besarku dan nomor punggung 10 ke kamu ya Yamal, titip bawa kembali Barcelona berjaya, bawa lagi Barcelona juara UC," tulis @_Bakemono.

"terimakasih leo messi. selamat lamine yamal. ini benar-benar momen pergantian era generasi sepakbola," kata @ebednoorjaman.

"Adem banget liatnya.. Messi bilang gini ke Yamal: nak, lanjutkan perjuangan ini, dominasi la liga dan liga eropa, jangan mau kalah sama group lain di spanyol. Nanti foto kita akan sejajar di sejarah La Masia dan Barcelona," ujar @meyNunaV.


12 Rekor Gila Spanyol Juara Piala Dunia 2026, Rodri hingga Lamine Yamal Bikin Sejarah!

Iki Radio - Timnas Spanyol tidak sekadar mengangkat trofi Piala Dunia 2026 setelah mengalahkan Argentina pada final di New York New Jersey Stadium, Senin (20/7/2026) dini hari WIB. La Furia Roja juga menutup turnamen dengan sederet rekor individu dan tim yang mengukuhkan dominasi mereka sepanjang kompetisi.


Keberhasilan meraih gelar dunia kedua diwarnai performa luar biasa dari hampir seluruh lini. Rodri, Lamine Yamal, Unai Simon, Mikel Oyarzabal hingga Ferran Torres sama-sama mencatatkan statistik yang masuk buku sejarah Piala Dunia.

12 Rekor Bersejarah Spanyol di Piala Dunia 2026

 

1. Rodri Pecahkan Rekor Operan Piala Dunia

Rodri mencatat 790 operan sukses sepanjang turnamen. Jumlah itu menjadi rekor baru Piala Dunia sekaligus memecahkan rekornya sendiri saat membukukan 638 operan pada Piala Dunia 2022.

Sebelumnya, rekor tersebut dipegang Xavi dengan 599 operan di Piala Dunia 2010. Di bawah Rodri ada Pau Cubarsi (668 operan) dan Aymeric Laporte (618 operan).

 

2. Cucurella dan Cubarsi Pemain Lapangan dengan Menit Bermain Terbanyak

Marc Cucurella dan Pau Cubarsi tampil selama 750 menit, menjadikan keduanya sebagai pemain lapangan dengan menit bermain terbanyak di Piala Dunia 2026. Catatan itu juga disamai gelandang Argentina, Alexis Mac Allister.

 

3. Oyarzabal Penyerang Paling Agresif Merebut Bola

Mikel Oyarzabal mencatat 58 kali merebut penguasaan bola lawan, tertinggi dibanding seluruh pemain di turnamen. Pedri dan gelandang Maroko Neil El Aynaoui berada di posisi berikutnya dengan 51 kali. Sementara Dani Olmo menjadi pemain dengan tekanan defensif terbanyak, yaitu 305 kali.

 

4. Spanyol Tak Terkalahkan dalam 38 Pertandingan

Kemenangan di final memperpanjang rekor tak terkalahkan Spanyol menjadi 38 pertandingan internasional.

 

Sejak kalah 0-1 dari Kolombia pada Maret 2024, La Furia Roja membukukan 29 kemenangan dan sembilan hasil imbang. Catatan itu melampaui rekor Italia yang sebelumnya tidak terkalahkan dalam 37 pertandingan pada periode 2018 hingga 2021.

 

5. Lamine Yamal Raja Dribel Piala Dunia

Lamine Yamal menjadi pemain dengan 35 dribel sukses, terbanyak di Piala Dunia 2026. Dia mengungguli Kylian Mbappe (28), Lionel Messi (25), Vinicius Junior (23), dan Jeremy Doku (21). Rekor dribel terbanyak dalam satu edisi Piala Dunia masih dipegang Diego Maradona dengan 53 dribel pada Meksiko 1986, sedangkan Messi mencatat 46 dribel pada Brasil 2014.

 

6. Lamine Yamal Masuk Daftar Juara Dunia Termuda

Lamine Yamal menjadi salah satu juara dunia termuda sepanjang sejarah. Pada usia 19 tahun 6 hari, dia menempati posisi keempat dalam daftar tersebut. Hanya Giuseppe Bergomi (18 tahun), Pele (17 tahun), dan Ronaldo Nazario (17 tahun) yang lebih muda saat menjadi juara dunia. Sementara Pau Cubarsi yang berusia 19 tahun 178 hari berada di posisi ketujuh, tepat di atas Kylian Mbappe.

 

7. Spanyol Cetak Rekor Gol Terbanyak dalam Sejarahnya

La Furia Roja mencetak 14 gol di Piala Dunia 2026. Jumlah itu menjadi rekor baru Spanyol dalam satu edisi Piala Dunia, dua gol lebih banyak dibanding pencapaian terbaik sebelumnya pada 1986 yang dipimpin Emilio Butragueño, serta enam gol lebih banyak dibanding saat menjadi juara pada 2010.

 

8. Tujuh Kemenangan Beruntun Menuju Gelar

Spanyol menjuarai Piala Dunia 2026 setelah meraih tujuh kemenangan berturut-turut. Hanya Brasil yang memiliki catatan lebih baik, yaitu 11 kemenangan beruntun pada rentang Piala Dunia 2002 hingga 2006.

 

9. Unai Simon Pecahkan Dua Rekor Sekaligus

Unai Simon mencatat 7 clean sheet dalam 8 pertandingan, rekor terbanyak dalam satu edisi Piala Dunia. Sebelumnya, rekor tersebut hanya lima clean sheet yang pernah dibukukan Jan Jongbloed (Belanda 1974), Walter Zenga (Italia 1990), Taffarel (Brasil 1994), Fabien Barthez (Prancis 1998), Oliver Kahn (Jerman 2002), Gianluigi Buffon (Italia 2006), dan Iker Casillas (Spanyol 2010).


Tak hanya itu, Simon juga mencatat 650 menit tanpa kebobolan di Piala Dunia sebelum akhirnya gawangnya dijebol Charles De Ketelaere dari Belgia pada perempat final. Dia mematahkan rekor Walter Zenga yang bertahan di angka 517 menit.

 

10. Oyarzabal Samai Rekor Legenda Spanyol

Mikel Oyarzabal mengakhiri turnamen dengan 5 gol, menyamai rekor pencetak gol terbanyak Spanyol dalam satu edisi Piala Dunia. Sebelumnya, rekor tersebut dicatat Emilio Butragueño pada Meksiko 1986 dan David Villa pada Afrika Selatan 2010.

 

11. Ferran Torres Masuk Buku Sejarah

Ferran Torres menjadi pemain pengganti kedua yang mencetak gol kemenangan di final Piala Dunia setelah Mario Gotze bersama Jerman pada 2014.

 

Secara keseluruhan, Torres merupakan pemain kelima yang mencetak gol sebagai pemain pengganti di partai final setelah Dick Nanninga (Belanda), Alessandro Altobelli (Italia), Rudi Voller (Jerman Barat), dan Gotze. Menariknya, empat dari lima gol tersebut tercipta ke gawang Argentina.

 

12. Spanyol Juara Paling Sedikit Kebobolan

Spanyol hanya kebobolan satu gol sepanjang turnamen. Catatan itu menjadi rekor terbaik sepanjang sejarah tim juara Piala Dunia. Sebelumnya, rekor terbaik adalah kebobolan dua gol yang pernah dibukukan Prancis pada 1998, Italia pada 2006, dan Spanyol saat menjadi juara pada 2010.

 

Rekor Menakutkan, Spanyol Nyaris 100 Persen Juara di Final

Iki Radio - Sukses timnas Spanyol lolos ke final Piala Dunia 2026 usai mengalahkan Prancis membuat La Furia Roja punya peluang sangat besar menjadi juara berdasarkan sejarah yang ada.

Kali kedua Spanyol lolos ke final Piala Dunia setelah edisi 2010. (IMAGN IMAGES via Reuters/JEROME MIRON)

Permainan luar biasa Spanyol membuat timnas Prancis merasakan kekalahan terbesar dalam 16 tahun setelah Lamine Yamal dan kawan-kawan menang 2-0 pada semifinal Piala Dunia 2026 di Stadion Dallas, Amerika Serikat, Rabu (15/7) dini hari WIB.

Gol penalti Mikel Oyarzabal di babak pertama dan gol Pedro Porro di babak kedua memastikan kemenangan 2-0 Spanyol atas Prancis.

Momen terakhir Prancis kalah lebih dari satu gol sebelumnya terjadi di Piala Dunia 2010, ketika ditekuk Meksiko 0-2 di fase grup.

Ini adalah kali kedua Spanyol lolos ke final Piala Dunia setelah edisi 2010. Dan peluang tim asuhan Luis de la Fuente itu menjadi juara Piala Dunia 2026 sangat besar.

Berdasarkan sejarah, Spanyol hanya pernah satu kali kalah di final Piala Dunia atau Euro. Total dari enam final sebelumnya, Tim Matador hanya pernah satu kalah di Euro 1984, ketika dikalahkan Prancis 0-2 di laga final.

Setelah itu timnas Spanyol selalu mampu menjadi juara di empat laga final Piala Dunia atau Euro.

Selanjutnya, Spanyol akan menghadapi pemenang antara Inggris vs Argentina pada laga final Piala Dunia 2026 di New York, Senin (20/7) dini hari WIB. Sementara Prancis akan menjalani pertandingan peringkat ketiga satu hari sebelumnya.

Rekor Spanyol di final Piala Dunia dan Euro


Piala Dunia :
2010: Juara menang 1-0 atas Belanda

Euro :
1964: Juara menang 2-1 atas Uni Soviet
1984: Kalah 0-2 dari Prancis
2008: Juara menang 1-0 atas Jerman
2012: Juara menang 4-0 atas Italia
2024: Juara menang 2-1 atas Inggris


Daftar 11 Pemain Persib Bandung Masuk Skuad Timnas Indonesia untuk Piala AFF 2026

Iki Radio - Sebanyak 11 pemain Persib Bandung masuk ke dalam daftar skuad sementara Timnas Indonesia dalam masa persiapan menghadapi ASEAN Championship Hyundai Cup atau Piala AFF 2026.

Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) mengumumkan 50 pemain yang mendapatkan panggilan dari pelatih John Herdman pada Selasa (7/7/2026).

Para pemain ini nantinya akan menjalani pemusatan latihan (TC) di Bali menjelang bergulirnya Piala AFF 2026.

Adapun, ASEAN Championship Hyundai Cup atau Piala AFF 2026 akan diselenggarakan pada 24 Juli sampai dengan 26 Agustus 2026.

Selama TC, tim pelatih akan menyeleksi para pemain lalu mengerucutkannya menjadi skuad final.

Kali ini, Persib Bandung mengirimkan 11 nama yang masuk ke dalam skuad sementara.

Menariknya, nama penjaga gawang Teja Paku Alam akhirnya masuk ke dalam daftar pemanggilan setelah memecahkan rekor sebagai penjaga gawang dengan clean sheet terbanyak dalam satu musim dalam sejarah Liga Indonesia, yakni sebanyak 18 kali.

Sejatinya, Teja Paku Alam pernah masuk ke dalam daftar pemain Timnas Indonesia pada ajang kualifikasi Piala Dunia zona Asia tahun 2019. Namun, ia hanya duduk di bangku cadangan saat itu.

Sementara, Dion Markx dan Kakang Rudianto mendapatkan panggilan untuk kategori senior untuk pertama kalinya setelah lebih dulu membela kategori kelompok usia.

Ada pula nama Adam Alis yang kembali masuk panggilan setelah terakhir kali mendapatkan kesempatan berlaga untuk Timnas Indonesia pada 2024.

Musim lalu, Adam Alis berhasil tampil impresif bersama Persib Bandung di lini tengah dengan catatan tujuh gol dan tiga assist.

Berikut adalah 11 pemain Persib Bandung dalam pemanggilan skuad sementara Timnas Indonesia untuk Piala AFF 2026:

  1. Teja Paku Alam
  2. Saddil Ramdani
  3. Sandy Walsh
  4. Dion Markx
  5. Kakang Rudianto
  6. Marc Klok
  7. Thom Haye
  8. Adam Alis
  9. Eliano Reijnders
  10. Ragnar Oratmangoen
  11. Beckham Putra

Daftar Lengkap

Selain ke-11 pemain tersebut, berikut adalah daftar 39 pemain lainnya yang mendapatkan panggilan Timnas Indonesia selengkapnya:

  1. Cahya Supriadi
  2. Nadeo Argawinata
  3. Muhamad Riyandi
  4. Justin Hubner
  5. Brian Fatari
  6. Dony Tri Pamungkas
  7. Mathew Baker
  8. Muhammad Ferarri
  9. Rizky Ridho
  10. Shayne Pattynama
  11. Wahyu Prasetyo
  12. Yakob Sayuri
  13. Yance Sayuri
  14. Fajar Fathurrahman
  15. Hokky Caraka
  16. Komang Teguh
  17. Tim Geypens
  18. Pratama Arhan
  19. Jordi Amat
  20. Rayhan Hannan
  21. Marselino Ferdinan
  22. Arkhan Fikri
  23. Egy Maulana Vikri
  24. Ivar Jenner
  25. Ricky Kambuaya
  26. Toni Firmansyah
  27. Victor Dethan
  28. Witan Sulaeman
  29.  Kadek Agung
  30. Jens Raven
  31. Mauro Zijlstra
  32. Mitchell Baker
  33. Eka Pratama Rizky
  34. Arkhan Kaka
  35. Eksel Runtukahu
  36. Rafael Struick
  37. Rahmat Arjuna
  38. Ramadhan Sananta
  39. Taufik Rustam

Jadwal Timnas Indonesia di Piala AFF 2026

Di Piala AFF 2026 ini, Indonesia bergabung di Grup A bersama Vietnam, Singapura, Kamboja, dan Timor Leste.

Adapun, jadawal Timnas Indonesia di Piala AFF 2026 adalah sebagai berikut:

• 27 Juli 2026 Indonesia vs Kamboja

• 31 Juli 2026 Timor Leste vs Indonesia

• 3 Agustus 2026 Indonesia vs Vietnam

• 7 Agustus 2026 Singapura vs Indonesia

Wali Kota Malang Soroti PTMSI, Kejuaraan Ini Disiapkan untuk Kejar Medali Porprov

Iki Radio - Pemerintah Kota (Pemkot) Malang mulai memperkuat pembinaan atlet tenis meja melalui Kejuaraan Wali Kota Cup Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) seluruh Kota Malang Tahun 2026.



Turnamen tersebut menjadi ajang penjaringan atlet potensial untuk dipersiapkan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi Jawa Timur 2027.

Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, secara resmi membuka kejuaraan itu di Kota Malang, Provinsi Jawa Timur, pada Minggu (5/7/2026).

Ia menegaskan Pemerintah Kota Malang memberi perhatian terhadap pembinaan cabang olahraga tenis meja, terutama setelah hasil Pekan Olahraga Provinsi sebelumnya belum menghasilkan medali bagi Kota Malang.

“Saya memang sedang fokus dengan PTMSI Kota Malang. Kemarin pada Porprov belum menghasilkan medali. Karena itu, saya hadir untuk memberikan semangat baru agar PTMSI bisa bangkit. Saya yakin Kota Malang memiliki atlet-atlet yang berprestasi dan berpotensi memberikan hasil terbaik ke depan,” ujar Wahyu.

Menurutnya, Wali Kota Cup tidak hanya menjadi ajang pertandingan, tetapi juga bagian dari pembinaan atlet secara berjenjang. Kompetisi diperlukan untuk mengukur kemampuan, keterampilan, dan perkembangan hasil latihan para atlet.

“Kalau hanya berlatih tanpa kompetisi, kita tidak akan mengetahui sejauh mana perkembangan atlet. Karena itu, kompetisi seperti ini menjadi wadah untuk melihat kemampuan, keterampilan, sekaligus perkembangan latihan para atlet. Dari sini nanti akan muncul bibit-bibit terbaik yang diproyeksikan tampil pada Porprov 2027 maupun kejuaraan tingkat Jawa Timur,” katanya.

Wahyu mengapresiasi kepengurusan baru PTMSI Kota Malang yang dinilai memiliki semangat membangun prestasi. Ia optimistis pembinaan yang lebih terarah dapat memperbaiki pencapaian tenis meja Kota Malang pada ajang olahraga mendatang.

“Kita tidak perlu terus melihat ke belakang. Walaupun sebelumnya belum memperoleh medali, saya yakin dengan semangat baru dan pembinaan yang lebih baik, PTMSI mampu memberikan hasil terbaik bagi Kota Malang pada Porprov 2027,” tegasnya.

Usai membuka kejuaraan, Wahyu meninjau jalannya pertandingan dan menyaksikan penampilan para atlet muda. Ia mengaku optimistis melihat potensi atlet tenis meja Kota Malang, termasuk peserta usia dini yang menunjukkan kemampuan menonjol.

“Saya melihat potensi atlet tenis meja Kota Malang sangat baik. Bahkan tadi ada atlet yang masih taman kanak-kanak, tetapi mampu mengalahkan peserta yang usianya lebih tinggi. Ini menunjukkan pembinaan usia dini sudah mulai terlihat hasilnya,” ungkapnya.

Wahyu secara khusus mengapresiasi atlet muda bernama Kenta yang masih berusia taman kanak-kanak dan tampil tenang dalam pertandingan. Menurutnya, atlet usia dini dengan potensi tersebut perlu mendapat pendampingan serta pembinaan secara berkelanjutan.

“Anak-anak seperti Kenta harus benar-benar dilatih, dibimbing, dan dibina oleh PTMSI. Mereka adalah aset Kota Malang yang berpotensi menjadi atlet berprestasi dan membawa pulang medali di masa mendatang,” pungkasnya.

 

Erick Thohir Sebut Pemerintah Siapkan Skema Dana Pensiun Untuk Atlet

Iki Radio - Pemerintah menyiapkan skema dana pensiun bagi atlet sebagai bagian dari upaya memberikan perlindungan dan jaminan kesejahteraan.

Skema tersebut saat ini masih difinalisasi dengan mengedepankan prinsip keberlanjutan dan transparansi.

Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir mengatakan masa karier atlet relatif lebih singkat dibandingkan profesi lainnya.

Untuk itu negara perlu memastikan para atlet tetap memiliki jaminan kehidupan ketika tidak lagi aktif bertanding.

“Mungkin banyak atlet masih main sampai umur 40, tetapi dibandingkan dengan banyak pekerjaan lain yang bisa pensiun di umur 50-60, mereka (pensiun) lebih muda. Akhirnya, mereka harus punya dana pensiun," ujar Erick, dikutip Jumat (3/7/2026).

Erick menuturkan pemerintah tidak ingin terburu-buru dalam menyusun skema tersebut.

Salah satu perhatian utamanya adalah memastikan pengelolaan dana pensiun dilakukan secara akuntabel dan tidak mengulang berbagai kasus penyalahgunaan dana pensiun yang pernah terjadi.

Kementerian Olahraga menggandeng sejumlah institusi seperti Kejaksaan, Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), hingga pakar olahraga.

“Jangan sampai dana pensiun ini jadi koruptif lagi. Sudah banyak sejarah dana pensiun itu dikorupsi," kata dia.

Menurut Erick, tantangan penyusunan skema dana pensiun atlet juga berbeda dibandingkan pekerja pada umumnya.

Selama ini, program dana pensiun umumnya berasal dari potongan gaji bulanan, sementara atlet tidak memiliki pola pendapatan tetap seperti pekerja formal.

"Nah, atlet tidak ada gaji bulanan. Tidak ada uang juara. Ini yang kita sedang godok bagaimana mencari jalan keluar agar dana pensiun ini bisa continue, sustain," tuturnya.

Eks Menteri BUMN itu menambahkan, pemerintah juga mempelajari praktik terbaik dari sejumlah negara seperti Malaysia dan India sebelum menetapkan skema yang paling sesuai diterapkan di Indonesia.

"Kalau Malaysia-India bisa, masa negara kita, bangsa yang besar ini, tidak bisa,” tambah Erick. 

Menpora Dorong Pelatnas Jangka Panjang, Judo Indonesia Harus Miliki Roadmap Prestasi

Iki Radio - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir menegaskan pentingnya pembinaan atlet judo secara berkelanjutan melalui program pemusatan latihan nasional (pelatnas) jangka panjang untuk melahirkan prestasi yang konsisten di tingkat internasional.

Hal itu disampaikan Menpora saat menghadiri pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Persatuan Judo Seluruh Indonesia Tahun 2026 di Aula Prakasa Mako Divisi Infanteri 1 Kostrad, Cilodong, Depok, Jawa Barat, Senin (29/6/2026).

Dalam sambutannya, Erick mengapresiasi kontribusi cabang olahraga judo terhadap prestasi Kontingen Indonesia pada SEA Games 2025 di Thailand. Menurutnya, keberhasilan Indonesia menempati peringkat kedua klasemen akhir tidak terlepas dari sumbangan empat medali emas, dua medali perak, dan satu medali perunggu yang diraih atlet-atlet judo.

"Saya tentu sangat apresiasi. Kemarin di SEA Games kita targetnya peringkat tiga. Alhamdulillah setelah 32 tahun, ketika kita tidak menjadi tuan rumah, kita bisa peringkat dua. Dan judo menyumbangkan empat medali emas, dua medali perak, serta satu medali perunggu," ujar Menpora.

Ia berharap prestasi tersebut dapat ditingkatkan pada SEA Games 2027 di Malaysia. Menurut Erick, persaingan akan semakin ketat karena negara tuan rumah dipastikan menargetkan posisi puncak, sementara Indonesia harus bersaing dengan Thailand, Vietnam, dan Filipina yang terus menunjukkan perkembangan olahraga prestasi.

"Semoga judo juga bisa memberikan medali yang lebih banyak lagi, dan kami dari Kemenpora terus mendorong bahwa pelatnas itu tidak bisa hanya jangka pendek, harus jangka panjang," katanya.

Menpora menjelaskan pembinaan atlet berprestasi membutuhkan proses yang panjang dan terencana. Karena itu, strategi pembinaan tidak dapat dilakukan hanya dalam waktu singkat menjelang pelaksanaan kejuaraan.

Ia mengapresiasi jajaran pengurus PJSI yang telah menyusun strategi pembinaan jangka pendek, menengah, dan panjang dalam Rakernas sebagai fondasi pengembangan olahraga judo nasional.

Menurut Erick, seorang atlet membutuhkan waktu sekitar lima hingga enam tahun untuk mencapai prestasi puncak di level internasional. Atas dasar itu, Presiden Prabowo Subianto memberikan dukungan terhadap skema pendanaan multiyears bagi pelatnas yang diusulkan Kementerian Pemuda dan Olahraga.

"Bapak Presiden sangat mengharapkan skema ini terjadi, karena itu visi beliau untuk kemajuan olahraga Indonesia. Mudah-mudahan ada kesamaan pengertian dengan administrasi negara, bahwa anggaran multiyears itu sesuatu yang sudah dilakukan di banyak negara, dan ini merupakan keharusan yang sedang ditunggu seluruh cabang olahraga," jelasnya.

Menurut Menpora, sistem pembinaan berkelanjutan merupakan prasyarat utama untuk menghasilkan atlet berkelas dunia. Oleh sebab itu, seluruh cabang olahraga perlu memiliki perencanaan yang jelas, terukur, dan berorientasi pada target prestasi jangka panjang.

Erick berharap Rakernas PJSI tidak hanya menjadi agenda organisasi, tetapi juga menghasilkan konsolidasi program pembinaan yang komprehensif, termasuk penyusunan roadmap pengembangan atlet menuju berbagai ajang internasional.

Rakernas PJSI Tahun 2026 diikuti 19 Pengurus Provinsi beserta jajaran pengurus pusat dan dibuka oleh Wakil Ketua Umum PB PJSI, MB Hutagalung, yang mewakili Ketua Umum PJSI Maruli Simanjuntak.

Penguatan pembinaan olahraga melalui pelatnas jangka panjang tersebut sejalan dengan implementasi Asta Cita, khususnya pembangunan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing serta penguatan prestasi olahraga nasional sebagai bagian dari upaya meningkatkan kehormatan bangsa di tingkat internasional.

close
Pasang Iklan Disini